P. 1
permentan-bansos28-12-2012

permentan-bansos28-12-2012

|Views: 348|Likes:
Published by Dedik Irawan

More info:

Published by: Dedik Irawan on May 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2013

pdf

text

original

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 02/Permentan/OT.

140/1/2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 66/Permentan/ OT.140/12/2010 telah ditetapkan Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian Tahun Anggaran 2011; b. bahwa dalam rangka pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, penanggulangan kemiskinan, penanggulangan bencana, kegiatan penyaluran Bantuan Sosial untuk Pertanian perlu dilanjutkan dan disempurnakan pada Tahun Anggaran 2012; c. bahwa atas dasar hal tersebut di atas, dan agar pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 dapat berjalan dengan baik, maka perlu menetapkan Pedoman Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286); 2 . Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400); 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437); 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5170);

8. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 113, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5254); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5165); 10. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4212) juncto Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4418); 11. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II; 12. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 13. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi, serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara; 14. Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; 15. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91 Tahun 2007 Tentang Bagan Akun Standar; 16. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian; 17. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93 Tahun 2011 tentang Penyusunan Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Penyusunan, Perubahan, Penyusunan dan Pelaksanaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2012; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PERTANIAN TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2012. Pasal 1 Pedoman Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 seperti tercantum pada Lampiran sebagai bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan ini. Pasal 2 Pedoman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, dimaksudkan sebagai acuan/landasan pelaksanaan kegiatan pengelolaan bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 bagi aparat Pusat dan Daerah, dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

2

Pasal 3 Untuk pelaksanaan Pedoman yang bersifat teknis sesuai karakteristik kegiatan dari masing-masing unit kerja Eselon I lebih lanjut ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal/Direktur Jenderal/Kepala Badan yang bersangkutan atas nama Menteri Pertanian. Pasal 4 Anggaran yang diperlukan untuk kegiatan Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dibebankan pada Akun Belanja Bantuan Sosial pada DIPA Pusat, DIPA Dekonsentrasi, DIPA Tugas Pembantuan Provinsi dan DIPA Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2012. Pasal 5 Dengan ditetapkannya Peraturan ini, maka Peraturan Menteri Pertanian Nomor 66/Permentan/OT.140/12/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Untuk Pertanian Tahun Anggaran 2011 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 6 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI PERTANIAN,

SUSWONO Salinan Peraturan ini disampaikan kepada: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan; Menteri Keuangan; Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS; Direktur Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan; Direktur Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan; Pejabat Eselon I lingkup Kementerian Pertanian; Gubernur Provinsi seluruh Indonesia; Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

3

(2) terbatasnya ketersediaan infrastruktur. serta (7) kurangnya koordinasi antar pusat-daerah maupun antar sektor terkait. (4) revitalisasi sumber daya manusia.140/1/2012 : 17 Januari 2012 PEDOMAN PENGELOLAAN BANTUAN SOSIAL KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN ANGGARAN 2012 BAB 1 PENDAHULUAN A. karena kebijakan. Kementerian Pertanian tahun 2010-2014 telah menetapkan EMPAT TARGET SUKSES yang ingin dicapai Kementerian Pertanian yaitu: (1) pencapaian swasembada kedelai. (3) belum optimalnya sistem perbenihan dan perbibitan nasional. Latar Belakang Pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan perekonomian. gula dan daging sapi dan swasembada berkelanjutan untuk padi dan jagung. peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan petani. mengingat fungsi dan perannya dalam penyediaan pangan bagi penduduk. Sektor ini mempunyai sumbangan yang signifikan dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). (4) terbatasnya akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya suku bunga usaha tani. Pencapaian Empat Target Sukses tersebut tentunya tidak mudah. serta (4) peningkatan kesejahteraan petani. (3) peningkatan nilai tambah. Strategi pembangunan pertanian yang ditempuh untuk mencapai Empat Target Sukses difokuskan pada penanganan tujuh aspek dasar yang disebut TUJUH GEMA REVITALISASI. program dan kegiatan yang disusun harus mampu menjawab permasalahan mendasar dan isu strategis pembangunan pertanian saat ini. (6) masih rendahnya nilai tukar petani. sehingga pembangunan pertanian dapat dikatakan sebagai motor penggerak dan penyangga perekonomian nasional. (6) revitalisasi kelembagaan petani. (5) revitalisasi pembiayaan petani. pakan dan energi. dan (7) revitalisasi teknologi dan industri hilir. (2) peningkatan diversifikasi pangan. (3) revitalisasi infrastruktur dan sarana. yaitu: (1) revitalisasi lahan. serta tempat bergantungnya mata pencaharian penduduk di perdesaan. (5) masih lemahnya kapasitas kelembagaan petani dan penyuluh. 1       . (2) revitalisasi perbenihan dan perbibitan. daya saing dan ekspor. antara lain: (1) meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global.          LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR TANGGAL : 02/Permentan/OT.

Provinsi. penyediaan dan rehabilitasi prasarana dan sarana pertanian. penanggulangan kemiskinan dan penanganan bencana di bidang pertanian. perlindungan sosial. efisiensi dan akuntabilitas bantuan sosial oleh Kementerian Pertanian. dan (4) meringankan beban petani pasca bencana sehingga proses produksi pertanian tetap dapat berlangsung. Tujuan Penyaluran adalah (1) Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 sasaran melalui penguatan memberdayakan kelompok permodalan. dan terbatasnya infrastruktur pertanian. Terkait dengan penanggulangan kemiskinan dan penanganan bencana. nilai tambah dan daya saing produk pertanian yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani. agar mampu secara mandiri dan bersama-sama meningkatkan produktivitas. sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan bantuan sosial di pusat.          Dalam rangka mengatasi keterbatasan akses petani terhadap permodalan. lemahnya kapasitas kelembagaan petani. maka sebagian anggaran Kementerian Pertanian dialokasikan dalam bentuk bantuan sosial untuk pemberdayaan sosial. Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun 2       . (2) memberikan perlindungan sosial kepada kelompok sasaran dari risiko rawan pangan dan kegagalan usahatani. dan 3. Tujuan Tujuan Pedoman Pengelolaan 2012 adalah: 1. B. dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha. dan kabupaten/ kota. Provinsi. peningkatan kapasitas kelembagaan. Dalam rangka pengelolaan bantuan sosial tersebut maka diterbitkan Pedoman Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dalam menyukseskan program pembangunan pertanian. sedangkan untuk dalam bentuk barang sosial dan pemberdayaan perlindungan sosial disalurkan bantuan sosial melalui transfer uang kepada kelompok tani. (3) menanggulangi kemiskinan kelompok sasaran dari ketidakmampuan berusaha tani. memperlancar penyaluran dan pengelolaan bantuan sosial sehingga tercapai efektivitas. sebagai acuan dalam menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis kegiatan bantuan sosial di pusat. 2. Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan sosial kepada kelompok tani. dan Kabupaten/Kota.

2. D. berkurangnya jumlah penduduk miskin/rawan pangan di perdesaan. pembinaan dan pengendalian. tersalurnya bantuan sosial dalam rangka meringankan beban petani pasca bencana. Ruang Lingkup Ruang lingkup pedoman ini meliputi komponen belanja bantuan sosial. meningkatnya produksi. produktivitas. meningkatnya pendapatan petani dan tercapainya kemandirian pangan. meningkatnya lapangan kerja dan pendapatan kelompok sasaran. evaluasi dan pelaporan kegiatan bantuan sosial. meningkatnya kemampuan kelompok/lembaga sasaran dalam mengatasi risiko rawan pangan dan resiko kegagalan usahatani. 3. dan 4. pemantauan. 3       . 2. menguatnya permodalan usaha. mekanisme penyaluran bantuan sosial melalui transfer uang. meningkatnya kemampuan kelompok/lembaga sasaran mempertahankan proses produksi pertanian pasca bencana. indikator outcome dan indikator impact. dan 4. tersedianya dan meningkatnya penggunaan prasarana dan sarana pertanian. Indikator impact dari penyaluran Bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 antara lain: 1. Sasaran o u t p u t d a r i penyaluran Bantuan Sosial Kementerian Pertanian tahun 2012 yaitu: 1. 3. mutu. tumbuhnya lapangan pekerjaan.          C. tersalurnya bantuan sosial dalam rangka pemberdayaan sosial. mekanisme penyaluran bantuan barang. 2. dan 3. meningkatnya kapasitas kelembagaan dan kemampuan sumber daya manusia petani/ pelaku usaha. nilai tambah dan daya saing produk pertanian. berkembangnya usaha pertanian. Sasaran Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan penyaluran bantuan sosial mencakup indikator output. tersalurnya bantuan sosial untuk perlindungan kelompok sasaran dalam mengatasi risiko rawan pangan dan kegagalan usahatani. Sasaran Indikator o u t c o m e d a r i penyaluran Bantuan Sosial Kementerian Pertanian tahun 2012 yaitu: 1. tersalurnya bantuan sosial dalam rangka penanggulangan kemiskinan kelompok sasaran.

5. saat tanggap darurat dan pasca bencana. kegiatan pencegahan bencana. 4       . Perlindungan sosial di Kementerian Pertanian diarahkan untuk perlindungan kelompok sasaran mengatasi dalam risiko rawan pangan dan resiko kegagalan usahatani. penanggulangan kemiskinan. 2. 6. Perlindungan Sosial adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah dan menangani risiko dari guncangan/kerentanan sosial agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal. Belanja Bantuan bentuk transfer Sosial adalah semua pengeluaran negara uang/barang yang diberikan kepada dalam masyarakat melalui Kementerian Negara/Lembaga dan/atau pemerintah daerah guna melindungi masyarakat dari kemungkinan terjadinya berbagai risiko sosial. Bantuan sosial di Kementerian Pertanian diarahkan untuk pemberdayaan sosial. yaitu prabencana. dan kemampuan sumber daya manusia sehingga secara mandiri mampu mengembangkan berkelanjutan. Pengertian Dalam Pedoman ini yang dimaksud dengan: 1. Penanggulangan Bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana. Penanggulangan Kemiskinan adalah kebijakan. 3. dan penangganan bencana. Pemberdayaan Sosial adalah upaya-upaya yang dilakukan rangka meningkatkan kemampuan dalam mampu yang mengalami atau transfer uang kepada risiko sosial keterbatasan modal permodalan secara mengakses pada lembaga kelompok sasaran meliputi penguatan modal usaha. diri dan dalam sosial melakukan di usahanya secara Pemberdayaan Kementerian Pertanian diarahkan untuk pemberdayaan kepada kelompok sasaran. Dana Bantuan sosial adalah penyaluran pelaku pertanian sehingga mandiri. tanggap darurat dan rehabilitasi yang terdiri atas tiga tahap. program dan kegiatan yang tidak dapat dilakukan terhadap pihak yang tidak mempunyai mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. Penanggulangan kemiskinan di Kementerian Pertanian diarahkan untuk kelompok sasaran dalam rangka meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja. Penanggulangan bencana di Kementerian Pertanian diarahkan untuk meringankan beban kelompok sasaran pasca bencana. peningkatan kapasitas kelembagaan. perlindungan sosial.          E. 4.

10. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah Pimpinan Satuan Kerja yang bertanggungjawab atas pengelolaan anggaran pada Satuan Kerja yang bersangkutan. 9. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM adalah dokumen yang diterbitkan oleh PA/KPA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. Bendahara adalah orang atau badan yang diberi tugas untuk dan atas nama negara. Pembukuan adalah kegiatan pencatatan baik penerimaan maupun pengeluaran uang atau barang. Surat Perintah Pembayaran yang selanjutnya disebut SPP adalah suatu dokumen yang dibuat/diterbitkan oleh pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pejabat lain yang kegiatan dan disampaikan kepada PA/KPA atau untuk selanjutnya ditunjuk selaku pemberi kerja diteruskan kepada pejabat PP-SPM guna diterbitkan SPM berkenaan. 13. membayarkan. dan tugasnya menerima. Bendahara Pengeluaran adalah orang yang oleh karena negara.barang negara. 8. 12. Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang ditetapkan dengan Keputusan PA/KPA dan diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan atau tindakan yang mengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara. menyimpan. menerima. menatausahakan. menyimpan. 16. Pengguna Anggaran yang Menteri/Pimpinan Lembaga yang bertanggung jawab atas penggunaan anggran pada Kementerian negara/lembaga yang bersangkutan. dan membayar/menyerahkan uang atau surat berharga atau barang . dan mempertanggungjawabkan uang dan atau surat-surat berharga dalam rangka pelaksanaan belanja APBN oleh kementerian Negara/Lembaga dan atau satuan kerja selaku PA/KPA. 15. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah dokumen yang dikeluarkan oleh kantor KPPN selaku kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran 5       . 14. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut PP-SPM adalah pejabat yang diberi kewewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian atas surat perintah pembayaran (SPP) yang diterima dari bendahara pengeluaran dan menerbitkan/menandatangani surat perintah membayar (SPM).          selanjutnya disebut PA adalah 7. 11.

18. memecahkan masalahnya sendiri. Dana Dekonsentrasi adalah dana semua penerimaan vertikal pusat di daerah.          sebagai dasar atas beban APBN setelah melakukan pengujian terhadap SPM yang diterima dari Satuan Kerja (Satker). yang dilaksanakan oleh daerah dan desa yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan tugas pembantuan. tidak termasuk dana yang dialokasikan Komponen Kegiatan yang didanai dengan belanja bantuan sosial harus sesuai dengan kriteria belanja bantuan sosial yaitu untuk pemberdayaan sosial. 17. yaitu kelompok masyarakat yang memiliki usaha di bidang pertanian yang dikelola oleh petani atau kelompok/gabungan kelompok dan pelaku agribisnis lain. Dana Tugas Pembantuan adalah dana yang berasal dari APBN. Kegiatan diartikan sebagai upaya mengurangi terhadap berbagai pemberdayaan dapat pula ketergantungan pelaku usaha fasilitas dan kemudahan yang harus disediakan pemerintah. Pemberdayaan sosial 1. perlindungan sosial. Kelompok/gabungan kelompok yang dimaksud. serta mampu mengembangkan dan memperkuat dirinya sendiri 6       . 19. Rencana Usulan Kelompok yang selanjutnya disebut RUK adalah rincian usulan kegiatan kelompok yang bersisi komponen bahan/material atau konstruksi yang disusun melalui musyawarah kelompok yang nantinya dipakai sebagai dasar pencairan dan pembelanjaan dana bantuan sosial. yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah yang mencakup dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan untuk instansi dekonsentrasi. BAB II KOMPONEN BELANJA BANTUAN SOSIAL yang berasal dari APBN. penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana. Konsepsi Secara konseptual pemberdayaan sosial di lingkup Kementerian Pertanian meliputi pemberdayaan kelompok/gabungan kelompok yang diartikan sebagai upaya meningkatkan kemampuan kelompok/gabungan kelompok dalam mengelola dan mengembangkan usaha/kegiatannya secara mandiri dan berkelanjutan. serta meningkatkan kemandirian kelompok. Belanja bantuan sosial dapat diberikan untuk mendanai kegiatan berikut: A. Proses pemberdayaan difasilitasi oleh aparat Provinsi/Kabupaten/Kota dengan menciptakan iklim kondusif sehingga mengenali masyarakat mampu permasalahan yang dihadapi.

penguatan keserasian sosial. peningkatan akses pemasaran hasil usaha. manajemen. Dengan demikian. Mengingat proses pemberdayaan memerlukan waktu yang cukup panjang. penguatan kelembagaan masyarakat. pelatihan keterampilan. pemberian bantuan usaha. supervisi dan advokasi sosial. Kemandirian dapat terwujud apabila kelompok/gabungan kelompok bersama anggotanya mampu mengembangkan usaha/kegiatan secara musyawarah. peningkatan kemauan dan kemampuan. Belanja Pemberdayaan Sosial (Kode Akun 573111 dan 573112) digunakan untuk belanja bantuan sosial yang diarahkan untuk menjadikan warga negara yang mengalami masalah sosial mempunyai daya. pemberian akses. Proses pemberdayaan kelompok dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran kelompok/gabungan kelompok dalam mengembangkan usahanya secara partisipatif. b.          untuk menjadi mandiri. sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. manajemen. dan usaha pertaniannya. 7       . dan akuntabel untuk dapat mandiri dalam mengelola kelembagaan. pendampingan. dan tempat usaha. peralatan usaha. c. maka kegiatan pemberdayaan perlu dirancang secara sistematis dengan tahapan kegiatan yang jelas dan dilakukan terus-menerus dalam kurun waktu yang cukup berdasarkan kemampuan dan potensi usaha agribisnis masyarakat. kemitraan dan penggalangan dana. dan usahausaha produktif di bidang pertanian. Pemberdayaan sosial diberikan melalui antara lain: a. penggalian nilai-nilai dasar. yang dilakukan dalam bentuk: diagnosis dan pemberian motivasi. penggalian potensi dan sumber daya yang dilakukan dalam bentuk: diagnosis dan pemberian motivasi. d. transparan. fokus pemberdayaan kelompok diarahkan untuk memotivasi anggota kelompok/gabungan kelompok dalam mengembangkan kelembagaan masyarakat. penataan lingkungan. pemberian stimulan modal. Pemberdayaan merupakan proses pembelajaran yang perlu dilakukan secara terus-menerus guna menggali potensi yang dimiliki oleh masyarakat/pelaku agribisnis. dan/atau pemberian stimulan. dan/atau bimbingan lanjut. dan/atau e.

evaluasi. pengembangan manajemen usaha kegiatan pada peningkatan mengelola kemampuan pengurus usaha/kegiatan dan menumbuhkan partisipasi aktif para anggotanya sehingga tercapai kemandirian kelompok. untuk optimalisasi kinerja kelompok dan pengendalian dilakukan kegiatan pemantauan. dana bantuan sosial wajib digunakan untuk usaha ekonomi produktif kelompok sasaran baik usaha di hulu. e. dan h. pelatihan. efisiensi dan jaringan usaha kelompok tani. pemanfaatan sumberdaya lokal secara optimal. dana bantuan sosial merupakan dana stimulan yang dimanfaatkan usaha kegiatan kelompok. meliputi: 8       . g.          2. besarnya penggunaan dana bantuan sosial disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pengembangan usaha kegiatan kelompok. dan output dana dan atau barang bantuan sosial lingkup Kementerian Pertanian tahun 2012 dengan dana dan atau barang ditampung pada DIPA Pusat/ Provinsi/ Kabupaten/ Kota yang diarahkan untuk pemberdayaan sosial. d. kegiatan. b. manajemen dan usaha kelompok difasilitasi dengan kegiatan operasional pembinaan. Kegiatan dan Output Program. c. kelompok diarahkan kelompok dalam f. dalam rangka pengembangan kelembagaan. yang dituangkan dalam proposal RUK. yaitu: a. dan pelaporan. on farm. pendampingan serta kemitraan dengan swasta. Ruang Lingkup Pemberdayaan Sosial Bantuan sosial Kementerian Pertanian merupakan salah satu bentuk fasilitasi dalam kerangka pemberdayaan sosial. kelembagaan SDM. 3. Program. sekolah lapang. hilir. pengembangan kelembagaan diarahkan agar menjadi kelembagaan formal berbadan hukum/koperasi/lembaga usaha dan keuangan mikro agribisnis dengan manajemen profesional dan mandiri. Prinsip dasar pemberdayaan sosial. dan pemenuhan tambahan pangan dan gizi keluarga. maupun jasa penunjang yang terkait pertanian. sedangkan motor penggerak utama usaha kelompok adalah kemauan dan kemampuan kelompok itu sendiri. dana bantuan sosial diarahkan untuk menumbuhkan dan memperbesar skala usaha.

Pengelolaan Produksi Budidaya Aneka Kacang dan Umbi 3).          Tabel 1. Sekolah LapanganPengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi b. kedelai (Wil Jawa) b. Pengelolaan Sistem Penyediaan Benih Tanaman Pangan 4). Pengembangan Ubi Kayu. Kegiatan dan Output Kegiatan Pemberdayaan Sosial Tahun Anggaran 2012 NO 1 PROGRAM Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian KEGIATAN Pemberdayaan Sosial OUTPUT KEGIATAN a. Tanah a. Pemberdayaan penangkar padi. jagung. jagung. Pengadaan Ternak 2 Peningkatan 1). Optimalisasi pengembangan areal jagung hibrida a. Ubi Jalar. Bantuan Alsintan Pra panen b. Pengembangan Kedelai Model c. Sekolah LapanganPengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kedelai b. Pengadaan Saprodi dan Pestisida d. Pengelolaan Produksi Produksi Produktifitas Budidaya dan Mutu Serealia Tanaman Pangan 2). Penguatan Perlindungan Tanaman Pangan Dari Gangguan OPT dan DPI 6). Penanganan Pascapanen Tanaman Pangan 5). Bantuan Alsintan Pasca Panen c. Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya Pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan a. Sekolah LapanganPengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Jagung c. jagung. BLBU padi. BLBU padi. kedelai Bantuan alsintan pascapanen Sarana Pengendalian OPT (BPTPH) Bantuan Modal untuk LM3 9       . kedelai (Wil Luar Jawa) c. Program. Kc.

Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Sayuran dan Tanaman Obat Berkelanjutan 4) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Hortikultura Peningkatan Produksi Produktifitas dan Mutu Tanaman Perkebunan Pengembangan Kawasan Tanaman Florikultura Pengembangan Kawasan Tanaman Sayuran dan Tanaman Obat 4 a. Penanaman tanaman kapas Produktivitas dan c. Bantuan Alat Pengairan utk Semusim tebu e. Integrasi tebu ternak f. Perluasan tanaman tebu Produksi. Bantuan Pengembangan Usaha Hortikultura Kepada LM3 b.          Pengembangan kawasan tanaman buah 3 Peningkatan 1) Peningkatan Produksi Produksi. b. Pengembangan tanaman Penyegar teh d. Pembangunan kebun penangkar nilam h. Pengembangan tanaman Mutu Tanaman kakao Rempah dan c. Perluasan kakao untuk pasca erupsi merapi i. Perluasan kopi untuk pasca erupsi merapi h. Produktifitas Produktivitas dan dan Mutu Mutu Produk Produk Tanaman Buah Tanaman Berkelanjut Hortikultura 2) Peningkatan Berkelanjutan Produksi. Produktivitas dan Mutu Produk Florikultura Berkelanjutan 3) Peningkatan Produksi. Pengembangan tanaman Produksi. Penanaman tanaman Nilam Mutu Tanaman d. Bantuan Pengembangan Usaha Hortikultura Kepada PMD 1) Peningkatan a. Pembangunan KBD tebu/kultur jaringan g. Penanaman cengkeh untuk pasca erupsi merapi e. Demplot Penanaman Gula 10       . Rehabilitasi cengkeh untuk pasca erupsi merapi f. LM3 bidang perkebunan 2) Peningkatan a. Penanaman demplot tanaman stevia i. Penanaman kopi untuk pasca erupsi merapi g. cengkeh Produktivitas dan b.

Perluasan tanaman lada n. Penanaman kelapa untuk pasca erupsi merapi o. Sawit)/ l. Peremajaan tanaman karet d. Penggantian benih tidak bersertifikat dengan benih unggul bermutu dan bersertiifikat (k. Identifikasi kebutuhan dan penyediaan APPO a. Perluasan tanaman Pala s. Pengembangan modelmodel peningkatan produksi kelapa sawit/ m. Pengutuhan jarak pagar DME p. Peremajaan jambu mete i. Rehabilitasi tanaman cengkeh k. Peremajaan tanaman kelapa sawit/ k. Perluasan tanaman kemiri sunan r. Upah Intensifikasi tanaman kakao (Gernas) p. pasca konflik f. Rehabilitasi tanaman lada m. Pengembangan tanaman kelapa c. Upah Peremajaan tanaman kakao (Gernas) q. Integrasi kelapa sawit ternak q. Bantuan benih untuk pameran 3) Peningkatan Produksi. Produktivitas dan Mutu Tanaman Tahunan 11       .          bit j. Pengembangan tanaman karet b. Pembangunan peningkatan mutu biji kakao (Gernas) r. Perluasan tanaman karet di wilayah perbatasan. Rehabilitasi tanaman jambu mete g. Rehabilitasi tanaman cengkeh di wilayah perbatasan l. Upah Rehabilitasi tanaman kakao (Gernas) o. Pengembangan tanaman kelapa sawit j. Peremajaan Tanaman Kelapa e.Peningkatan produktifitas kelapa sawit rakyat benih unggul n. Perluasan jambu mete h.

Pengembangan Kawasan Sapi Perah (Pemberdayaan Masyarakat) d. Pembibitan kerbau i. Penguatan sapi/ kerbau betina bunting (1 klp= 160 ekor) f. Sarjana Membangun Desa (SMD) b. Pengembangan Kawasan Kerbau (Pemberdayaan 12 4) Dukungan Pasca Panen dan Pembinaan Usaha 5) Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Perkebunan 5 1). Pembibitan sapi potong g. Penjaringan sapi/kerbau betina produktif kriteria bibit (1 klp=40 ekor) o. LM3 d. Pengembangan budidaya sapi potong c. Pembibitan kambing/ domba j. Pembibitan babi k. Peningkatan kuantitas dan ASUH kualitas benih dan bibit dengan mengoptimalkan sumber daya lokal (Prioritas Bidang) 3). Peningkatan Pencapaian produksi ternak Swasembada dengan Daging Sapi pendayagunaan dan sumber daya Peningkatan lokal (Prioritas Nasional dan Penyediaan Bidang) Pangan Hewani yang 2).Agroinput kambing perah f.          Penanganan pasca panen tanaman semusim.Agroinput Kambing domba e. Budidaya Kelinci a. Peningkatan produksi ternak dengan pendayagunaan sumber daya lokal (Prioritas Nasional dan Bidang)       . Pembibitan Sapi Potong b. Perluasan kakao pada wilayah pasca bencana a. Belanja Bantuan sosial Pimpinan a. Penyelamatan betina produktif @ 40 ekor/klp n. Peningkatan taraf hidup masyarakat melalui penerapan sistem usaha tani. Penjaringan sapi/kerbau betina produktif (1 klp = 47 ekor) e. Pembibitan kawasan sapi potong ( pemberdayaan masyarakat) p.Agroinput Sapi Potong c. Pembibitan itik local m. Pemberdayaan masyarakat perkebunan pada wilayah bencana b. rempah penyegar dan tahunan a. Pembibitan sapi perah h. konservasi dan integrasi kebun c. Pengembangan kawasan sapi potong ( pemberdayaan masyarakat) b. Pembibitan itik local d. Pembibitan ayam local l. Pembibitan ayam local c.

Pengadaan dan Distribusi Penjantan Pemacek (Sapi) h. Pemeliharaan Unggas di Pedesaan (VPF) k. Pengembangan Budidaya Kambing/Domba i. Pengembangan Mutu Kopi Standarisasi c. Pengembangan budidaya kambing perah j. Penjaminan a. Pengembangan ULIB g. Pengembangan UPP Ruminansia g. Aneka Ternak 4). Optimalisasi sumber non pangan benih/bibit HPT (Prioritas e. Pengembangan Lumbungan Pakan Unggas i. R-2 dan operasional menular strategis dan penyakit zoonosis (Prioritas Nasional dan Bidang) a. Industri Hilir.Pusat Kesehatan Hewan Terpadu Penanggulangan b. Pengembangan Integrasi aman dan halal Tanaman Ternak Ruminansia serta pemenuhan c. Pengembangan Agroindustri Tanaman Pangan 3) Dukungan f.Pelayanan Kesehatan Hewan penyakit hewan (Obat. Pengembangan Lumbung Pakan Ruminansia 5) Pengendalian dan a.Blora f. Pengembangan HPT j. Revitalisasi Penggilingan Padi 2) Pengembangan d. Pengembangan Agroindustri Biofarmaka 13       . Pengembangan Budidaya Kerbau f. Pengembangan pengolahan Manajemen dan Jagung Teknis lainnya g. Pengembangan Agroindustri pada Dirjen PPHP Hortikultura h. Pengembangan Integrasi persyaratan Ternak Unggas produk hewan d. Pengembangan Mutu kakao 1) Pengembangan Fermentasi Mutu dan b. Pengembangan HPT di Nasional dan Lahan Kehutanan di Bidang) Kab. Daya Saing. Pengembangan Unit Pengolah Pakan Ruminansia k. Pengembangan Agroindustri Pengolahan Hasil Tepung-Tepungan Pertanian e.          6 Peningkatan Nilai Tambah. Pemasaran dan Eksport Hasil Pertanian Masyarakat) e. Pengembangan Lumbung Pakan Ruminansia h. Pengembangan unit usaha pangan asal bahan pakan hewan yang b.

Penumbuhan Sertifikasi Profesi wirausahawan muda (seed SDM Pertanian money) . Pengelolaan Limbah Hasil Ternak (kompos dan biogas) o. Pengembangan Bokar bersih k. Pengembangan agroindustri Peternakan (susu) l. Pemberdayaan Kelembagaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) 7 Program 1). Bantuan dana Petani Pengembangan Sayuran. Pengembangan Agroindustri Peternakan (daging) m. Pengembangan Metode SRI c. Pengembangan Sumber Air c. Perluasan Areal Penyediaan dan Pengelolaan dan Lahan Pengembang an Prasarana dan Sarana Pertanian 2) Pengelolaan Air Irigasi Untuk Pertanian 8 3) Pelayanan Pembiayaan Pertanian dan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (Puap) 4) Pengelolaan a. LM3 a. Kopra dan UPDD 2) Revitalisasi a. standar. Bantuan TR 2 Sistem b. Pengembangan Jalan Pertanian b. Kakao. Desa yang meningkat an SDM Sistem Pelatihan kapasitasnya melalui Pertanian dan Pertanian program read Kelembagaan b. Perluasan Areal Hortikultura/Perkebunan/Pet ernakan e. Pengembangan Usaha Pengolahan Pakan Ternak n. Norma. Pengembangan Jaringan Irigasi b. Perluasan Sawah d. Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) a. Konservasi Air dan Antisipasi Anomali d. Bantuan TR 4 Penyediaan dan c.          i. pedoman Pendidikan dan kebijakan yang Pertanian Serta dihasilkan dan Pengembangan dikembangkan standardisasi dan b. Pengembangan Agroindustri Perkebunan j. Bantuan Pompa Pengawasan Alat Mesin Pertanian 5) Fasilitas Pupuk Bantuan Langsung Pupuk dan Pestisida (BLP) Pengembang 1) Pemantapan a.bantuan modal 14       .

feati) Bantuan sosial bagi Pengembangan UP-FMA di Desa Generasi muda yang mengikuti pendidikan menengah program studi kesehatan hewan Bantuan Praktek Siswa Generasi muda yang mengikuti pendidikan menengah program studi penyuluhan pertanian Bantuan Bahan Praktek Siswa Generasi muda yang mengikuti pendidikan menengah program studi perkebunan Bantuan Bahan Praktek Siswa Generasi muda yang mengikuti pendidikan menengah program studi peternakan Bantuan Bahan Praktek Siswa Generasi muda yang mengikuti pendidikan menengah program studi tanaman pangan dan hortikultura Bantuan Bahan Praktek Siswa Pengembangan Pekarangan Pengembangan Demplot Pengembangan Pengolahan Pangan Lokal Pembangunan Prasarana Pedesaan Pengembangan Demplot dan Sekolah Lapang 3) Pemantapan Sistem Penyuluhan Pertanian 4) Pendidikan Menengah Pertanian a.          kerja usaha Penyuluhan yang dikelola petani (fma . 9 Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat 1) Penganekaragam an Konsumsi Pangan dan Keamanan Pangan Segar 2) Dukungan Manajemen dan teknis lainnya melalui peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (SOLID) a. b. a. 15       . b. c. d. a. c. e. b. b.

Konsepsi Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial. Sesuai dengan definisi tersebut. Sebagai sebuah kebijakan publik. Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Ruang Lingkup Perlindungan Sosial Perlindungan sosial merupakan elemen penting dalam memerangi kemiskinan dan mengurangi penderitaan multidimensi yang dialami kelompok lemah dan kurang beruntung. serta skema-skema jaringpengaman sosial yang berbasis masyarakat (community-based safety nets) lainnya. Perlindungan sosial juga mencakup praktek-praktek informal. maka perlindungan sosial lingkup Kementerian Pertanian dimaksudkan untuk mencegah dan menangani risiko guncangan dan kerentanan sosial pada keluarga/masyarakat petani dari rawan pangan. dan pemenuhan hak. keluarga. sosial. 2. maka perlindungan sosial merupakan satu tipe kebijakan sosial yang menunjuk pada berbagai bentuk pelayanan untuk melindungi warganya. Perlindungan sosial diberikan melalui antara lain: a. yang dimaksud perlindungan sosial adalah semua upaya yang diarahkan untuk mencegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang. dan/atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal. kelompok. 16       . penyediaan aksesibilitas.          B. Dengan demikian. advokasi sosial yang diberikan dalam bentuk penyadaran hak dan kewajiban. fokus perlindungan diarahkan untuk mengatasi rawan pangan yang dimulai dari tingkat rumah tangga. seperti arisan. Seperti yang diketahui. bantuan hukum diberikan dalam bentuk pembelaan dan konsultasi hukum. c. pembelaan. dukungan keluarga atau teman-teman. Belanja Perlindungan Sosial (Kode Akun 574111) digunakan untuk belanja bantuan sosial yang diarahkan untuk mencegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial seseorang. bantuan sosial yang diberikan dalam bentuk bantuan langsung. dari berbagai macam risiko ekonomi. b. dan politik yang senantiasa menerpa kehidupan mereka. keluarga. kelompok. Perlindungan Sosial 1. dan/atau penguatan kelembagaan. namun masih banyak penduduk di perdesaan belum mampu memenuhi kebutuhan pangan. sistem gotong royong dalam masyarakat. dan/atau masyarakat agar kelangsungan hidupnya dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan dasar minimal.

rasa aman serta hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik. dan lingkungan hidup. pendidikan. pendidikan. meliputi: Tabel 2. Kegiatan dan Output Program. baik bagi perempuan maupun laki-laki. kesehatan. akses terhadap barang dan jasa. Penanggulangan Kemiskinan 1. sumberdaya alam. antara lain: tingkat pendapatan. Penguatan LDPM b. lokasi. Lumbung Pangan Masyarakat C. Sumberdaya dan aset produktif tersebut. kegiatan. Program. tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Masyarakat miskin mempunyai hak-hak dasar yang sama dengan anggota masyarakat lainnya. Konsepsi Kemiskinan adalah kondisi yang membuat seseorang atau sekelompok orang. 17       . serta ilmu pengetahuan dan teknologi. air bersih. Batasan kemiskinan tidak terbatas sekedar pada ketidakmampuan ekonomi. Program. Hak-hak dasar yang diakui secara umum meliputi terpenuhinya kebutuhan pangan. pekerjaan. serta kondisi lingkungan. Jadi dengan menggunakan pendekatan berbasis hak. kemiskinan merupakan masalah multidimensi dan lintas sektor yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. tetapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar dan perbedaan perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat. Oleh karena itu. informasi. kemiskinan dapat diidentifikasi dari rendahnya akses terhadap berbagai sumberdaya dan aset produktif yang diperlukan untuk pemenuhan sarana kebutuhan hidup dasar. geografis. perumahan. termasuk: barang dan jasa. dan output dana bantuan sosial lingkup Kementerian Pertanian tahun 2012 dengan dana ditampung pada DIPA Pusat/ Provinsi/ Kabupaten/ Kota yang diarahkan untuk perlindungan sosial. kesehatan.          3. pertanahan. gender. laki-laki dan perempuan. Kegiatan dan Output Kegiatan Perlindungan Sosial Tahun Anggaran 2012 NO 1 PROGRAM Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat KEGIATAN 1) Pengembangan Sistem Distribusi dan Harga Pangan OUTPUT KEGIATAN a.

kelompok dan/atau masyarakat yang tidak mempunyai atau mempunyai sumber mata pencaharian dan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang layak bagi kemanusiaan. penyuluhan dan bimbingan sosial. dan b. 3. Kegiatan dan Output Program. e. pelayanan sosial. penyediaan akses kesempatan kerja dan berusaha. b. meliputi: 18       .07/2010 tentang Indeks Fiskal dan Kemiskinan Daerah Dalam Rangka Perencanaan Pendanaan Urusan Bersama Pusat dan Daerah Untuk Penanggulangan Kemiskinan Tahun Anggaran 2011. keluarga. program penanggulangan kemiskinan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah. modal usaha. dunia usaha. serta masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial. penyediaan akses pelatihan. f. penyediaan akses pelayanan pendidikan dasar. terencana. pemberdayaan masyarakat.          Belanja Penanggulangan Kemiskinan (Kode Akun 575111 dan 575112) digunakan untuk belanja bantuan sosial yang merupakan kebijakan. dan/atau g. program. d. c. dan pemasaran hasil usaha. dan output dana dan atau barang bantuan sosial lingkup Kementerian Pertanian tahun 2012 dengan dana dan atau barang ditampung pada DIPA Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota yang diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan. dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan derajat kesejahteraan rakyat. Program. dan kegiatan yang dilakukan terhadap orang. kegiatan. pemerintah daerah. penyediaan akses pelayanan perumahan dan permukiman. penanggulangan Kemiskinan adalah kebijakan dan program pemerintah dan pemerintah daerah yang dilakukan secara sistematis. penyediaan akses pelayanan kesehatan dasar. Ruang lingkup Penanggulangan Kemiskinan Penanggulangan Kemiskinan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 61/PMK. serta pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil. yaitu: a. 2. Penanggulangan kemiskinan dilaksanakan dalam bentuk antara lain: a.

Pengadaan Ternak 2 1) Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Kerawanan Pangan 2) Dukungan Manajemen dan Teknis lainnya 3) melalui peningkatan Kesejahteraan Petani Kecil (SOLID) a. Konsepsi Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Pengadaan Saprodi dan Pestisida h. Penanggulangan Bencana 1. kerugian harta benda. Penguatan Modal Usaha Kelompok b.          Tabel 3. yang dimaksud Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan. Penanganan Daerah Rawan Pangan Dana Insentif Prestasi Kelompok D. sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi. Kegiatan dan Output Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan Tahun Anggaran 2012 NO 1 PROGRAM Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat KEGIATAN Penanggulangan Kemiskinan OUTPUT KEGIATAN e. baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. Program. Bantuan Alsintan Pasca Panen g. ekonomi atau lingkungan dan yang melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri 19       . kerusakan lingkungan. Bantuan Alsintan Pra panen f. Bencana adalah suatu gangguan serius terhadap keberfungsian suatu masyarakat. dan dampak psikologis. Sedangkan menurut International Strategy for Disaster Reduction (UNISDR).

pelayanan psikososial. angin topan. gunung meletus. dan wabah penyakit. tsunami. sandang. pemenuhan kebutuhan dasar meliputi bantuan penyediaan kebutuhan air bersih dan sanitasi. santunan duka cita. dan tanah longsor. dan g. b. dan penampungan serta tempat hunian. d. Bencana Sosial Bencana Sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat. c. epidemi. prasarana pertanian dan lainnya. banjir. Bencana Non Alam Bencana Non Alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa non alam yang antara lain berupa gagal teknologi. pelaksanaan perlindungan terhadap kelompok rentan.          Secara umum bencana terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu: a. alat dan mesin pertanian pra panen. pupuk. Ruang lingkup Penanggulangan Bencana Ruang lingkup penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian adalah penanggulangan pasca bencana yang mencakup kegiatan penyaluran bantuan sosial berupa dana dan atau barang. Bencana Alam Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi. tanggap darurat dan rehabilitasi/rekonstruksi. pelayanan kesehatan. b. pestisida. timbulnya bencana. Penanggulangan bencana dilaksanakan dalam bentuk antara lain: a. e. f. pemberian bantuan perbaikan rumah masyarakat. kekeringan. gagal modernisasi. bibit. santunan kecacatan. c. dan teror. pasca panen. 2. 20       . kegiatan pemulihan darurat prasarana dan sarana. pangan. antara lain benih. kegiatan pencegahan/mitigasi bencana. penyediaan dan penyiapan barang pasokan pemenuhan kebutuhan dasar. Belanja Penanggulangan Bencana (Kode Akun 576111 dan 576112) digunakan untuk belanja bantuan sosial yang merupakan serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko.

dan selanjutnya dilakukan pemantauan. evaluasi dan pelaporan 3. Bantuan Alsintan Pasca Panen c. kawasan tanaman Produktivitas buah dan Mutu Produk Tanaman Buah Berkelanjutan 2) Peningkatan Pengembangan Produksi. Kegiatan dan Output Kegiatan Penanggulangan Bencana Tahun Anggaran 2012 NO 1 PROGRAM KEGIATAN OUTPUT KEGIATAN Dukungan Manajemen Penanggulangan dan Pelaksanaan Bencana Tugas Teknis Lainnya Kementerian Pertanian 2 Peningkatan Produksi Produktifitas dan Mutu Tanaman Pangan 3 Peningkatan Produksi Produktifitas dan Mutu Produk Tanaman Hortikultura Berkelanjutan a. terlebih dahulu dilakukan identifikasi lokasi dan kebutuhan bantuan. dan output dana dan atau barang bantuan sosial lingkup Kementerian Pertanian tahun 2012 yang ada di Pusat/Provinsi/ Kabupaten/Kota yang diarahkan untuk penanggulangan bencana meliputi: Tabel 4. penetapan kelompok. Kegiatan dan Output Program. penyaluran bantuan. Program. kawasan tanaman Produktivitas Florikultura dan Mutu Produk Florikultura Berkelanjutan 3) Peningkatan Pengembangan Produksi. kawasan tanaman Produktivitas sayur dan tanaman dan Mutu obat Produk Tanaman Sayuran dan Tanaman Obat Berkelanjutan 21       . kegiatan. Program.          Dalam rangka penyaluran bantuan dana dan atau barang tersebut. Bantuan Alsintan Pra panen b. verifikasi kelompok sasaran. Pengadaan Ternak Dukungan Bantuan Penanganan Manajemen dan Bencana Alam Dukungan Teknis Lainnya Pada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 1) Peningkatan Pengembangan Produksi. Pengadaan Saprodi dan Pestisida d.

Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan sosial Melalui Transfer Uang 1. Pemberdayaan Produktifitas dan Mutu Manajemen dan masyarakat Tanaman Perkebunan Teknis Lainnya perkebunan pada pada Ditjen wilayah bencana Perkebunan b. pembinaan dan pelaporannya. Pedoman Teknis dari Direktorat Jenderal/Badan lingkup Kementerian Pertanian dan Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh Provinsi. dan agar disusun secara fleksibel dengan memperhatikan aspirasi dan kondisi masing-masing wilayah. penyaluran dana bantuan sosial. Juknis disusun untuk mengatur hal-hal yang belum jelas dan belum diatur dalam Pedoman ini. Dalam rangka penerapan prinsip pengurusutamaan gender. maka perlu diperhatikan peran perempuan dalam hal : (1) partisipasi.          4 5 Peningkatan Produksi Dukungan a. perlindungan sosial. Perencanaan dan Sosialisasi Perencanaan pengelolaan dana bantuan sosial di tingkat Kabupaten/Kota mencakup pembentukan Tim Teknis Kabupaten/Kota. Perluasan Kakao pada wilayah pasca bencana Peningkatan Pengembangan Penanganan Daerah Diversifikasi dan Ketersediaan dan Rawan Pangan Ketahanan Pangan Penanganan Masyarakat Kerawanan Pangan BAB III MEKANISME PENYALURAN BANTUAN SOSIAL MELALUI TRANSFER UANG Penyaluran bantuan sosial melalui transfer uang diperuntukan pada program. A. (2) akses. Juknis disusun oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota mengacu kepada Pedoman Pengelolaan bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012. rencana seleksi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CP/CL). penyusunan Juknis Kabupaten/Kota. 22       . dan (4) menikmati manfaat untuk jenis/output kegiatan yang menjadi pilot projek pengurusutamaan gender. penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana. (3) kontrol. kegiatan dan output kegiatan pemberdayaan sosial.

membangun komitmen. 3) Kelompok tani yang mengalami risiko sosial. Kriteria Calon Penerima Dana Kriteria calon penerima dana bantuan sosial disusun sebagai dasar untuk melakukan seleksi calon penerima dana bantuan sosial agar sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ditentukan. 2. transparansi pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan secara berjenjang pusat. dan penghargaan bagi kelompok sasaran yang akan mengelola dana Bantuan sosial. desa/kelompok bertujuan untuk membangun komitmen. 3) Jenis dan volume dana yang akan disalurkan disesuaikan dengan kondisi agro-ekosistem dan kebutuhan kelompok tani. 23       . sanksi. serta menjelaskan hak. 2) Kelompok tani calon penerima dana bantuan sosial yang menghadapi keterbatasan permodalan untuk permodalan pengembangan usaha taninya.          Sosialisasi dilakukan dalam rangka penyamaan persepsi. meningkatkan minat dan motivasi masyarakat dalam pembangunan pertanian. sehingga pemanfaatan Dana Bantuan sosial dapat lebih terarah dan bermanfaat bagi masyarakat pertanian. Provinsi. on farm. c. Kabupaten/Kota Sosialisasi di tingkat sampai tingkat mulai di tingkat desa/kelompok. 4) Lembaga yang berperan dalam pengembangan usaha pertanian b. a. kriteria calon lokasi dan kriteria teknis. 2) Jenis usaha tani petani (hulu. dan akuntabilitas pelaksanaan program pembangunan pertanian. Kriteria teknis calon penerima dana bantuan sosial disusun oleh masingmasing eselon-I lingkup Kementerian Pertanian sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan dituangkan ke dalam Pedoman Teknis. Kegiatan sosialisasi ini juga sekaligus untuk menampung aspirasi masyarakat melalui konsultasi publik (public consultation). kewajiban. Kriteria calon penerima dana bantuan sosial mencakup kriteria umum calon petani/lembaga. transparansi. hilir) yang akan dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani. nama ketua kelompok dan alamat yang jelas. Kriteria umum calon petani penerima dana antara lain: 1) Petani yang tergabung dalam suatu kelompok usaha harus memiliki nama kelompok. namun memiliki potensi untuk dikembangkan. Kriteria calon lokasi penerima dana antara lain: 1) Calon lokasi tersebut layak dan/atau berpotensi ditumbuh/kembangkan usaha pertanian.

proses seleksi CP/CL dilakukan oleh Tim Teknis Pusat dan penetapan penerima dana bantuan sosial oleh Menteri Pertanian melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian atau Surat Keputusan Sekjen/Dirjen/Kepala Badan lingkup Kementerian Pertanian atas nama Menteri Pertanian. Selanjutnya kelompok sasaran penerima dana bantuan sosial diharuskan menyusun Rencana Usaha Kelompok (RUK) sebagai dasar untuk penyaluran dana bantuan sosial. Tim Teknis melakukan seleksi aspek teknis dengan cara verifikasi/membandingkan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan data usulan/proposal. Penetapan Penerima Dana a. jenis usaha kelompok. besarnya usulan dana bantuan sosial. sedangkan untuk kegiatan Pusat. Sedang (medium-list). dan Pendek (short-list). Seleksi CP/CL Seleksi CP/CL secara umum meliputi seleksi administrasi dan seleksi aspek teknis dengan tahapan meliputi seleksi daftar panjang (long-list). Berdasarkan daftar sedang (medium-list). nama ketua kelompok. Selanjutnya dari daftar panjang (long-list) dilakukan proses seleksi administrasi. sesuai dengan data yang terdapat di dalam usulan/proposal. Untuk kegiatan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi. Bagi CP/CL yang lulus seleksi administrasi direkapitulasi ke dalam daftar sedang (medium-list). Bagi CP/CL yang lulus seleksi teknis direkapitulasi ke dalam daftar pendek (short-list). b. Format Rencana Usaha 24       . Penerima Dana Berdasarkan daftar pendek (short-list) CP/CL. Adapun tahap seleksi CP/CL adalah seluruh usulan/proposal yang masuk direkapitulasi menjadi daftar long-list calon petani/calon lokasi penerima dana bantuan sosial Kementerian Pertanian. alamat kelompok. untuk kegiatan Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota. Seleksi administrasi meliputi verifikasi nama kelompok.          3. proses seleksi CP/CL dilakukan oleh Tim Teknis Provinsi dan Penetapan Penerima Bantuan sosial oleh Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian Provinsi. Selanjutnya berdasarkan usulan Tim Teknis tersebut. Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian Kabupaten/Kota menetapkan Kelompok Tani Penerima dana bantuan sosial. Kelompok sasaran yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan penetapan penerima dana bantuan sosial berhak menerima dana bantuan sosial. maka Tim Teknis mengusulkan kepada Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian Kabupaten/Kota untuk ditetapkan menjadi calon penerima dana bantuan sosial.

6) Jumlah dana dan susunan keanggotaan kelompok tani. c. dan d. Rekapitulasi RUK secara umum mencantumkan: 1) Nama kelompok tani. Keputusan Bupati/Walikota atau Kepala Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian atau pejabat yang ditunjuk tentang Penetapan Kelompok Sasaran. b. petani/ketua kelompok tani. 5) Nama cabang/Unit BRI/Bank Pos atau bank lain terdekat. 4) Nomor rekening a. Pengajuan Dana Proses pengajuan dana bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 pada DIPA Tugas Pembantuan Kabupaten/Kota dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Surat membuka Pejabat rekening Pembuat tabungan Komitmen pada dan (PPK) kantor Cabang/Unit BRI/ Bank Pos atau kepada Bank lain terdekat 25       . b. Kelompok tani terpilih memberitahukan Kabupaten/Kota. Penyaluran Dana Proses penyaluran dana bantuan sosial yaitu KPA mengajukan Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) sebagai berikut: a. 3) Nama petani anggota kelompok tani. kuitansi harus ditandatangani oleh ketua kelompok tani dan diketahui/disetujui oleh PPK Kabupaten/Kota yang bersangkutan d. c. Prosedur Pengajuan dan Penyaluran Dana 1. 2. 2) Nama ketua kelompok tani.n. Ketua kelompok tani mengusulkan RUK kepada PPK Kabupaten/Kota setelah diverifikasi oleh Penyuluh Pertanian/ petugas lapang lainnya dan disetujui oleh Ketua Tim Teknis. PPK meneliti RUK dari masing-masing yang akan dibiayai dan selanjutnya mengajukan RUK kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). B. Rencana Usaha Kelompok (RUK) disusun oleh kelompok tani terpilih dan disahkan/ditandatangani ketua kelompok serta dua anggota kelompok. surat perjanjian kerjasama antara PPK dengan kelompok sasaran tentang pemanfaatan dana bantuan sosial kelompok tani.          pada format yang diatur dalam Kelompok (RUK) mengacu pedoman/juklak/juknis.

Untuk kegiatan bantuan sosial transfer uang yang dananya ditampung pada pos belanja Bantuan sosial pada DIPA Pusat dan DIPA Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Provinsi. e. proses pengadaan dilakukan dengan didahului survey pasar.d disesuaikan dan diketahui oleh Kepala SPP. Untuk bantuan praktek siswa Sekolah Pembangunan Pertanian (SPP). b. penyebutan nama KPA dan PPK dan lainnya disesuaikan dengan Satker tersebut berada. survey harga. Namun.c. kelompok tani terpilih berhak menarik uang yang ada di rekening bank secara bertahap sesuai dengan tahapan pengadaan yang akan dilakukan kelompok dan jadwal kegiatan.b. f. hasil dari pembelian dimanfaatkan oleh kelompok tani terpilih dan dicatat/dibukukan menjadi aset kelompok. maka pengajuan dan penyaluran bantuan sosial mengikuti pola tersebut di atas. Prosedur Pencairan dan Pemanfaatan Dana 1. Pejabat Penguji tagihan dan Penandatangan SPM menguji dan menerbitkan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS). maupun lingkup Pertanian Kabupaten/Kota). kelompok tani terpilih berhak menggunakan dana bantuan sosial tersebut sesuai dengan RUK yang disetujui oleh PPK (di Pusat dan Dinas/Badan/Kantor lingkup pertanian Provinsi. Prosedur Pencairan Dana Prosedur pencairan dana bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 antara lain: a. besarnya uang pada setiap penarikan dari rekening bank disesuaikan dengan besarnya kebutuhan belanja yang bersangkutan. KPPN menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sesuai ketentuan yang berlaku. f. proses pengadaan barang oleh kelompok tani terpilih berhak dilakukan secara transparan dan memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi dan efektivitas dari barang yang akan dibeli dan disaksikan oleh tokoh masyarakat atau aparat desa setempat. dan mempelajari jenis/kualitas barang yang akan dibeli. ketentuan pada huruf a. C. selanjutnya disampaikan SPM-LS ke KPPN setempat. d. c. kelompok tani terpilih berhak menerima dana bantuan sosial melalui transfer ke rekening kelompok dari Bank Persepsi. 26       . atas dasar SPP-LS.          e. dan g.

transparansi. memperluas dan memperbesar skala usaha. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan Juklak/Juknis.          2. bagi kelompok/ l e m b a g a yang 27       . dan disusun secara fleksibel dengan memperhatikan aspirasi dan kondisi masing-masing wilayah. rencana seleksi CP/CL. evaluasi dan pelaporannya. Sosialisasi dilakukan dalam rangka penyamaan persepsi. Sosialisasi ini hanya ditujukan pada calon penerima bantuan barang. dan g. A. pembinaan. BAB IV MEKANISME PENYALURAN BANTUAN BARANG Penyaluran bantuan sosial melalui bantuan barang diperuntukan pada program. bukti/kuitansi pembelian disimpan. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan menjelaskan hak. seluruh transaksi kelompok dibukukan secara sederhana. c. dan penghargaan akan mengelola bantuan barang. kegiatan dan output kegiatan pemberdayaan sosial. Ketua kelompok tani terpilih berhak membuat laporan rutin penggunaan dana bantuan sosial kepada PPK. Prosedur Pemanfaatan Dana Prosedur pemanfaatan dana bantuan sosial sebagai berikut: a. membangun komitmen. sanksi. dana bantuan sosial digunakan untuk usaha produktif sehingga diperoleh keuntungan yang memadai. e. Juklak/Juknis disusun untuk mengatur hal-hal yang belum jelas dan belum diatur dalam Pedoman ini. bukti serah terima hasil pembelian kepada anggota kelompok dibukukan. b. pemantauan. d. f. Mekanisme Penetapan Penerima Bantuan Barang 1. seluruh aset kelompok dirawat dan dikelola dengan baik. dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan bantuan barang. penyaluran barang. kewajiban. Perencanaan dan Sosialisasi Perencanaan bantuan barang dilakukan oleh masing-masing unit kerja yang mengelola DIPA kegiatan tersebut. penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana. mengembangkan unit usaha pertanian yang potensial serta memperkuat kelembagaan yang ada. sebagian dari keuntungan kelompok dimanfaatkan untuk pemupukan modal.

Pengajuan Usulan/Proposal Calon kelompok sasaran mengajukan usulan/proposal kepada pimpinan unit kerja yang mengelola bantuan barang dan diketahui/direkomendasikan oleh dinas lingkup pertanian Kabupaten/Kota atau hasil dari kunjungan kerja pimpinan pertanian di daerah. b. on farm. yaitu: a. namun memiliki potensi untuk dikembangkan. 3) Kelompok tani yang mengalami resiko rawan pangan dan terkena musibah bencana. 28       . Kriteria Calon Lokasi dan Kriteria Teknis. c. Adapun kriteria calon penerima barang. Kriteria umum Calon Petani Penerima barang antara lain: 1) Petani yang tergabung dalam suatu kelompok harus memiliki nama kelompok. 3. Kriteria teknis calon penerima barang disusun oleh masing-masing unit kerja yang mengelola bantuan barang sesuai dengan kebutuhan masingmasing dan dituangkan ke dalam Juklak/Juknis. 3) jenis dan volume bantuan barang yang akan disalurkan disesuaikan dengan kondisi agro-ekosistem dan kebutuhan kelompok tani. adapun prosedur pengajuan dan seleksi proposal sebagai berikut: a. 2) jenis usaha tani petani (hulu.          2. maka kelompok tani menindaklanjuti dengan membuat usulan/proposal tersebut dan diketahui/direkomendasikan oleh Dinas/Badan/Kantor lingkup pertanian Kabupaten/Kota dan menyampaikan ke Kementerian Pertanian. Apabila pada saat kunjungan kerja pimpinan pertanian ke daerah terdapat usulan barang dari kelompok tani. Kriteria Calon Penerima Barang Kriteria calon penerima barang disusun sebagai dasar untuk melakukan seleksi Calon Penerima barang agar sesuai dengan kriteria dan persyaratan yang ditentukan. hilir) yang akan dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan petani. Prosedur Pengajuan Proposal Prosedur pengajuan dan seleksi proposal dilakukan untuk mempermudah proses identifikasi kebutuhan kelompok tani penerima barang. Kriteria calon lokasi Penerima Barang antara lain: 1) calon lokasi tersebut layak dan/atau berpotensi ditumbuh/kembangkan usaha pertanian. Kriteria calon penerima barang mencakup kriteria umum Calon Petani. nama ketua kelompok dan alamat yang jelas. 2) Kelompok tani calon penerima barang yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk pengembangan usaha taninya.

Pengecualian bagi dana Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP). barang yang disalurkan dapat berupa bahan pangan pokok. sedang (medium-list). Seleksi administrasi meliputi verifikasi nama kelompok. dan pendek (short-list). b. Berdasarkan daftar sedang (medium-list). Seleksi Usulan/Proposal Seleksi usulan/proposal dilakukan oleh tim verifikasi yang ditunjuk oleh pimpinan unit kerja yang mengelola bantuan barang. 4. sarana produksi dan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.          Khusus untuk Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) Provinsi dan Kabupaten/Kota. Selanjutnya 29       . dimana seleksi kebutuhan bantuan barang yang diperlukan didasarkan atas hasil rekomendasi Tim SKPG. pengajuan usulan/proposal bantuan barang dilakukan atas rekomendasi hasil investigasi Tim SKPG (Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi) yang dibentuk oleh Gubernur dan atau Bupati/Walikota terhadap suatu wilayah yang terkena dampak bencana dan atau terindikasi rawan pangan. tim verifikasi melakukan proses seleksi administrasi. Bagi calon penerima barang yang lulus seleksi teknis direkapitulasi ke dalam daftar pendek (short-list). nama ketua kelompok. jenis dan jumlah barang. maka Tim Verifikasi mengusulkan kepada pimpinan unit kerja yang mengelola bantuan barang untuk ditetapkan menjadi calon penerima barang. Tim verifikasi melakukan seleksi usulan/proposal dengan cara seleksi administrasi dan seleksi aspek teknis dengan tahapan meliputi seleksi daftar panjang (long-list). Tim verifikasi melakukan seleksi aspek teknis dengan cara verifikasi/membandingkan kesesuaian antara kondisi di lapangan dengan data yang ada pada usulan/proposal. sesuai dengan data yang terdapat di dalam usulan/proposal. Seluruh usulan/proposal yang masuk direkapitulasi oleh tim verifikasi menjadi daftar panjang (long-list) calon penerima barang. Penetapan Penerima Barang Berdasarkan daftar pendek (short-list) calon penerima barang. alamat kelompok. jenis usaha kelompok. Selanjutnya dari daftar panjang (long-list). Bagi calon penerima barang yang lulus seleksi administrasi direkapitulasi ke dalam daftar sedang (medium-list).

serah terima hasil pekerjaan dari Penyedia Barang kepada PPK dilaksanakan setelah hasil pekerjaan diperiksa/diuji oleh Panitia pemeriksa/penerima barang sesuai dengan ketentuan yang tercantum di dalam kontrak. rencana pengadaan barang oleh PPK ditetapkan sebagai bagian dari dokumen pengadaan barang dalam bentuk Kerangka Acuan Kerja (KAK). untuk jenis bantuan barang tertentu. pihak penyedia barang diharuskan untuk membangun/kontruksi/instalasi/merakit komponen atau barang tersebut. penyaluran barang dilakukan oleh penyedia barang sampai ke titik bagi/kelompok. Persiapan Pengadaan Barang Proses persiapan pengadaan barang dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: a. selanjutnya oleh PPK dipergunakan sebagai dasar rencana pengadaan barang. Pelaksanaan Pengadaan Barang Pelaksanaan pengadaan barang untuk kegiatan bantuan sosial Kementerian Pertanian tahun anggaran 2012 mengikuti Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. b. rencana definitif kebutuhan bantuan barang dan spesifikasi teknis barang disusun oleh Tim Teknis. penyedia barang yang ditetapkan oleh PPK sebagai Pelaksana Penyedia Barang. Prosedur Pengajuan dan Penyaluran Barang 1. rencana pengadaan barang selanjutnya dipergunakan sebagai dasar pelaksanaan pengadaan barang oleh Panitia Pengadaan Barang. b. d. adalah sebagai berikut: a. wajib melaksanakan pengadaan barang sesuai dengan isi dokumen perjanjian/kontrak dengan tidak mengubah volume. 3. 2. dan e. volume dan jenis/spesifikasi teknis barang. penetapan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). c. serta draft surat perjanjian/kontrak. dan 30       .          berdasarkan usulan Tim Verifikasi tersebut. dengan mengacu Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. B. pimpinan unit kerja yang mengelola bantuan barang menetapkan kelompok tani penerima barang. spesifikasi teknis dan jika terjadi perubahan harus atas persetujuan dari PPK. Penyaluran Barang Prosedur penyaluran barang bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012.

penerimaan barang hasil pengadaan dilakukan bersama antara Penyedia Barang/Jasa didampingi anggota Panitia Penerima hasil pekerjaan dengan memperhatikan isi dokumen kontrak. barang digunakan untuk usaha produktif sehingga diperoleh keuntungan yang memadai. c. memperluas dan memperbesar skala usaha. pemeriksaan dan serah terima barang dilakukan setelah konstruksi/instalasi/perakitan barang selesai dikerjakan oleh penyedia barang. mengembangkan unit usaha pertanian yang potensial serta memperkuat kelembagaan yang ada. 31       . seluruh aset kelompok dirawat dan dikelola dengan baik. dan f. nomor seri barang dan/atau karakteristik barang lainnya) berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat. Prosedur Pemanfaatan Barang Prosedur pemanfaatan barang sebagai berikut: a. Pemeriksaan dan penerimaan barang hasil pengadaan dilakukan bersama antara Penyedia Barang dengan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dengan memperhatikan isi dokumen kontrak. pihak penyedia barang menjamin bahwa bantuan barang tersebut memenuhi persyaratan teknis baik kuantitas maupun kualitasnya. bukti serah terima barang kepada anggota kelompok dibukukan. e. sebagian dari keuntungan kelompok dimanfaatkan untuk pemupukan modal. e. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan penerima barang mencatat seluruh hasil pemeriksaan sesuai dengan spesifikasi teknis barang (merk. adalah sebagai berikut: a. b.          c. C. c. 4. Pemeriksaan barang dilakukan oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan sebelum disalurkan ke titik bagi mengenai jumlah dan spesifikasi barang sesuai dengan kontrak ditempat penyedia barang. d. b. hasil identifikasi barang dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan dan penerimaan barang dan diserahkan kepada PPK. d. seluruh barang yang diterima kelompok dibukukan secara sederhana. Ketua kelompok tani diwajibkan membuat laporan rutin penggunaan barang kepada PPK. dan f. Pemeriksaan dan Serah Terima Barang. untuk beberapa jenis barang tertentu. Prosedur pemeriksaan dan serah terima barang bantuan sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012.

kegiatan bantuan sosial antara lain: pemantauan dan evaluasi 32       . kolusi dan nepotisme (KKN). 2. Untuk itu diperlukan dukungan dana pembinaan lanjutan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). c. 1. yaitu Setjen/Ditjen/Badan Lingkup Kementerian Pertanian.          BAB V PEMBINAAN DAN PENGENDALIAN A. menjunjung tinggi keterbukaan informasi. Struktur Organisasi Agar pelaksanaan kegiatan ini memenuhi kaidah pengelolaan sesuai prinsip pelaksanaan pemerintahan yang baik (good governance) dan pemerintah yang bersih (clean government). Tanggung jawab teknis pelaksanaan Dinas/Badan/Kantor lingkup P ertanian kegiatan ini berada pada Kabupaten/Kota. Pembinaan Pembinaan kelompok dilakukan secara berkelanjutan sehingga kelompok mampu mengembangkan usahanya secara mandiri. maka pelaksanaan kegiatan harus mematuhi prinsip-prinsip: a. Penanggung Jawab Program Unit kerja Eselon-I lingkup Kementerian Pertanian memfasilitasi koordinasi persiapan. Kegiatan oleh pembinaan sedangkan difasilitasi koordinasi dan pelaksanaan teknis operasional pelaksanaan Tim difasilitasi oleh program Pembina Kabupaten/Kota. b. p e l a k s a n a a n . memenuhi asas akuntabilitas. Untuk kelancaran pembangunan pertanian Provinsi dan pada di tingkat Provinsi dibentuk tingkat Kabupaten/Kota dibentuk Tim Teknis Kabupaten/Kota. mentaati ketentuan peraturan dan perundangan. Unit kerja Eselon-I memfasilitasi program kepada Provinsi lintas kegiatan dan Kabupaten/Kota. tranparansi dan demokratisasi. Tanggung jawab atas program dan kegiatan. membebaskan diri dari praktek korupsi. dan d. Tanggung jawab koordinasi pembinaan program berada pada Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian Provinsi atas nama Gubernur. Kabupaten/Kota dan kegiatan koordinasi Provinsi.

menyusun laporan hasil pemantauan dan pengendalian serta menyampaikan laporan ke tingkat Pusat. 3. dan lain-lain sesuai kebutuhan dan ketersediaan permasalahan di lapangan. perguruan LSM. serta Kabupaten/Kota dalam pemantauan dan membantu mengatasi dan masyarakat. menggalang kemitraan dengan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan. perguruan tinggi. menyusun pelaksanaan kegiatan bantuan sosial dari pelaksanaan program dan anggaran. melakukan koordinasi lintas sektoral antar-instansi di tingkat Provinsi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan c. lainnya penyuluhan organisasi sesuai pertanian petani/petani dan Kabupaten/Kota. Tim Pembina Provinsi Tim Pembina Provinsi terdiri atas unsur Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian. asosiasi profesi. seperti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP). ahli/asosiasi instansi petani. dan d. melakukan koordinasi dengan Tim Teknis pengendalian. Tim Teknis Kabupaten/Kota beranggotakan Dinas/Badan/Kantor lingkup Pertanian. menyusun petunjuk pelaksanaan yang mengacu pada pedoman umum yang disusun oleh pusat. LSM. menyusun pedoman teknis berkelanjutan untuk mengarahkan kegiatan dalam mencapai tujuan dan sasaran sesuai Renstra yang ditetapkan. 33       . dan c. b. serta organisasi petani anggaran. 4. terkait.          dan pola pemberdayaan yang a. laporan pemantauan/pengendalian dan evaluasi kegiatan. UPT lingkup Pertanian. dan lembaga tinggi. Tim Teknis Kabupaten/Kota Tim Teknis Kabupaten/Kota adalah tim teknis yang ditunjuk dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota setempat atau Kepala Dinas/ Badan/Kantor lingkup Pertanian. Tugas Tim Pembina Provinsi adalah: a. b. kebutuhan ketersediaan anggaran. Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH). Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB).

pemantauan/pengendalian dan Pusat/Provinsi dan Tim Teknis di Kabupaten/Kota. penyuluh lapangan. anggota lembaga legislatif dan lembaga lainnya). disampaikan kepada Tim Teknis Pengaduan dari masyarakat segera ditanggapi secara dilakukan oleh kelompok. benefit dan impact. c. maupun lembaga atau instansi pengawas lainnya) dan pengawasan oleh masyarakat. Proses pengendalian di setiap wilayah direncanakan dan diatur oleh masing-masing instansi. Tahap transfer/penyaluran dana bantuan sosial ke rekening kelompok. Tahap sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Pengarah/Pembina di teknis. Pada tingkat lokal/desa/kelompok. Tahap persiapan pelaksanaan seleksi calon kelompok sasaran dan calon lokasi yang dilakukan oleh Tim Teknis di Kabupaten/Kota. maupun LSM. langsung oleh pihak yang terkait.          Tugas Tim Teknis Kabupaten/Kota adalah: a. Laporan pengaduan penyimpangan terhadap pengelolaan dana dapat di Kabupaten/Kota. Pengawasan dilakukan oleh pemerintah melalui aparat pengawas fungsional (Inspektorat Jenderal. B. outcome. Tahap kebenaran serta ketepatan pemanfaatan dana bantuan sosial 34       . b. Tahap pengembangan usaha produktif yang dilakukan oleh kelompok. pengawasan masyarakat terhadap ketepatan sasaran dilakukan oleh perangkat desa. Inspektorat Daerah. melakukan bimbingan evaluasi. membuat laporan hasil pemantauan/pengendalian dan evaluasi. Tahap pencairan dana bantuan sosial yang yang dilakukan oleh kelompok. 6. sehingga diperlukan penyebarluasan informasi kepada pihak yang terkait (penyuluh pertanian. menyusun oleh Petunjuk disusun Teknis oleh (Juknis) dengan yang mengacu disusun Pedoman yang pusat dan juklak Provinsi disesuaikan dengan kondisi sosial budaya setempat dan usaha yang dikembangkan. Pengendalian Pengendalian kegiatan dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Pembuat Komitmen. 7. dan d. 2. anggota kelompok. tokoh masyarakat. Tahap evaluasi dan pelaporan pertanggungjawaban output. Ada 7 (tujuh) tahapan kritis yang perlu diperhatikan. yaitu: 1. pengurus kelompok. perangkat pemerintahan mulai dari desa sampai kecamatan. 5. melakukan sosialisasi dan seleksi calon kelompok sasaran. aparat instansi di daerah. organisasi petani. anggota kelompok. 3. LSM. 4.

Pemantauan dan Evaluasi Kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan Bantuan Sosial ada pada kelompok/lembaga sasaran. dan 6. dan setelah dilakukan kegiatan (ex-post). maka kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan sedini mungkin untuk mengetahui berbagai masalah yang timbul maupun tingkat keberhasilan yang dapat dicapai.          BAB VI PEMANTAUAN. EVALUASI DAN PELAPORAN A. saat dilakukan kegiatan (on-going). Pelaporan Mekanisme pelaporan bantuan sosial ke pusat mencakup sebagai berikut: 1. 4. Kelompok tani/Gapoktan/LM-3 membuat laporan fisik kegiatan termasuk permasalahan/kendala yang dihadapi dan menyampaikannya kepada Tim Teknis di Kabupaten/Kota sebagai bahan pelaporan dan evaluasi. permasalahan yang dihadapi dan penyelesaiannya di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi. kemajuan pelaksanaan kegiatan sesuai indikator kinerja. 5. Tim Teknis di Kabupaten/Kota dan Tim Pembina Provinsi melakukan pemantauan dan evaluasi serta membuat laporan pengendalian dalam semesteran dan tahunan secara berjenjang B. laporan mencakup perkembangan kelompok sasaran dalam pengelolaan usahanya berikut realisasi fisik dan keuangan. mungkin Kegiatan pemantauan dan evaluasi dilakukan secara berkala dan berjenjang sesuai dengan tahapan kegiatan pengembangan usaha kelompok/lembaga. 2. dan tepat penggunaannya dalam pengelolaan usaha. dan pelaporan atas pemberian bantuan praktek siswa SPP dan u a n g s a k u ( seed money) untuk alumni SPP dilakukan dan diatur dalam pedoman tentang hal tersebut. pemantauan evaluasi. format pelaporan menggunakan format yang disepakati oleh daerah dan dituangkan dalam Juknis yang disusun oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota. selanjutnya kegiatan pemantauan dan evaluasi harus dilakukan pada saat sebelum dimulai kegiatan (ex-ante). laporan disampaikan secara berkala dan berjenjang mulai dari tingkat kelompok sampai ke pusat mengenai pencapaian sasaran fungsional dengan contoh format laporan dari kelompok disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atau mengacu kepada Pedoman sebelumnya. Selanjutnya laporan tersebut disampaikan kepada instansi/lembaga terkait lainnya secara berjenjang. 35       . agar pemanfaatan bantuan sosial oleh kelompok/lembaga berjalan secara efektif. 3.

Pemberian bantuan sosial merupakan salah satu cara untuk memfasilitasi kelompok-kelompok masyarakat pertanian agar mandiri dalam usahataninya. MENTERI PERTANIAN. dan profesional menjalankan tugas dan fungsinya dalam pembangunan pertanian. tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi secara nasional. SUSWONO 36       . Dalam hal ini diberi kesempatan yang luas bagi daerah untuk merancang kegiatan secara tepat dan bekerja lebih optimal dengan komitmen yang kuat dalam melaksanakan kegiatan. perlindungan sosial. Daerah wajib untuk menjabarkan lebih lanjut ke dalam bentuk Juklak dan Juknis dengan mengacu pada pedoman dan petunjuk teknis serta melaporkan secara rutin kegiatan bantuan sosial di daerah kepada Menteri Pertanian melalui unit kerja Eselon-I terkait. yang pada akhirnya kelompok-kelompok ini berkembang pesat dan menjadi kekuatan ekonomi di perdesaan. maka proses perencanaan harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan aspirasi petani serta perkembangan yang ada. amanah. penanggulangan kemiskinan dan penanggulangan bencana melalui bidang pertanian. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain melalui pemberdayaan birokrasi dan pemangku kepentingan lingkup pertanian agar menjadi insan yang bersih.          BAB VII PENUTUP Pembangunan Pertanian yang dilaksanakan oleh Pemerintah dilakukan antara lain dalam bentuk fasilitasi pemberdayaan/peningkatan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam rangka meningkatkan keberhasilan pembangunan pertanian. Pedoman Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun 2012 ini merupakan acuan bagi semua pihak terkait dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan pertanian. yang tidak saja dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mengurangi kemiskinan. Pedoman ini akan dengan Pedoman yang bersifat teknis dari ditindaklanjuti S e t j e n / Ditjen/Badan lingkup Kementerian Pertanian untuk menjelaskan kegiatan pemberdayaan sosial.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->