P. 1
Alat Peraga Dan Media Pembelajaran

Alat Peraga Dan Media Pembelajaran

|Views: 438|Likes:
Published by Ari Septiandi

More info:

Published by: Ari Septiandi on May 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2014

pdf

text

original

ALAT PERAGA DAN MEDIA PEMBELAJARAN 1.

Alat peraga
1.1 Pengertian Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Dengan perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata-kata. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan, benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. Dalam rangka pendidikan kesehatan, masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan). Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina, bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan, agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Dengan alat peraga, orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik. h. Seperti diuraikan diatas bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui indera. b. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan. Kurang lebih 75% sampai 87% dari pengetahuan manusia diperoleh / disalurkan melalui mata. Membantu mengatasi hambatan bahasa. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat.2 Faedah Alat Bantu Pendidikan Secara terperinci. Mencapai sasaran yang lebih banyak. Sedangkan 13% sampai 25% lainnya tersalur melalui indera yang lain. f. g. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik / pelaku pendidikan. i. yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata.1. c. e. Menurut penelitian para ahli indera. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. d. Orang yang melihat sesuatu . faedah alat peraga antara lain sebagai berikut : a.

peta. film.3 Alat Bantu Lihat-Dengar . gambar. Alat-alat yang tidak diproyeksikan : .3 dimensi misal bola dunia. dan sebagainya. dan sebagainya. misalnya slide.1 Alat Bantu Lihat (Visual Aids) Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. dan sebagainya.2 Alat-Alat Bantu Dengar (Audio Aids) Ialah alat yang dapat membantu menstimulasi indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan / pengajaran. bagan.3 Macam-Macam Alat bantu Pendidikan Pada garis besarnya.2 dimensi. manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa.3. b. 1. . 1. Untuk mengatasi hal tersebut. Alat ini ada 2 bentuk : a. Misalnya piringan hitam. AVA akan membantu menegakkan pengetahuanpengetahuan yang telah diterima oleh manusia sehingga apa yang diterima akan lebih lama tinggal / disimpan didalam ingatan. boneka. 1.yang memang diperlukan akan menimbulkan perhatiaannya. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya yang merupakan pendorong untuk melakukan / memakai sesuatu yang baru tersebut. j. dan sebagainya. film strip. Didalam menerima sesuatu yang baru.3. Alat yang diproyeksikan. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat peraga) : 1. pita suara.3. radio.

benda-benda yang nyata seperti buah-buahan. karton. Disamping pembagian tersebut. . kertas koran. model buku bergambar. misalnya : . seperti film.Di masyarakat umum. . boneka dan sebagainya. seperti bambu. film strip slide dan sebagainya yang memerlukan listrik dan proyektor b. leaflet. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. misalnya poster. Mudah dibuat b. fanel graph. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal c. kaleng bekas. yang mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh. boneka wayang. poster. kotak gambar gulung. kehidupan dan kepercayaan setempat. e. Beberapa contoh alat peraga yang sederhana yang dapat dipergunakan di berbagai tempat. alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam menurut pembuatannya dan penggunaannya.Seperti televisi dan video cassette. dan sebagainya. . Ditulis (digambar) dengan sederhana.Di rumah tangga seperti leaflet.Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. Mencerminkan kebiasaan. flipchart. sayur-sayuran. seperti papan tulis. Alat peraga yang complicated (rumit). Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA). Alat peraga yang sederhana. dan sebagainya. a. d. spanduk. dan sebagainya. Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana antara lain : a. leaflet. buku cerita bergambar.

antara lain puskesmas. pendidikan. serta dipasang juga di tempat-tempat umum yang strategis. kantor-kantor. Di masyarakat. rumah sakit.3.f. pengajaran. arisanarisan. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat. pekerjaan. c. Individu atau kelompok b. 1. Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur. Bahasa yang mereka gunakan d. Di instansi-instansi. dan sebagainya. Adat-istiadat serta kebiasaan e. sekolahsekolah. dan sebagainya. c. Kader kesehatan .4 Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut. misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari besar. Alat-alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh : a. Minat dan perhatian f. a. waktu menolong persalinan. Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan rumah. b. dan sebagainya. Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan diterima. Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga : a. merawat bayi atau menolong orang sakit dan sebagainya. Petugas-petugas puskesmas / kesehatan b.

Tujuan pendidikan.3.Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi .5. tindakan. Didalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat.Mengubah pengetahuan / pengertian.c. benda-benda yang sebenarnya mempermudah masyarakat untuk mengerti dan memahaminya. Pamong desa.3. Tujuan penggunaan alat peraga . karena alat peraga seperti ini merupakan benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari. d. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.Mengubah sikap dan persepsi . Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh tujuan . 1.Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran / pendidikan .5 Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran. Tujuan ini dapat untuk : .Untuk menjelaskan fakta-fakta.Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah . Sebaliknya kalau tidak ada benda-benda asli maka dibuatlah alat peraga dari benda-benda pengganti. prosedur. Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain sebagai pengganti benda-benda asli. Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut : 1. perlu ditelaah terlebih dahulu apakah penggunaan benda-benda asli memungkinkan atau tidak. Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. . pendapat dan konsep-konsep.Menanamkan tingkah laku / kebiasaan yang baru b.1 Tujuan yang Hendak Dicapai a.

mengadakan alat peraga secara tepat sehingga mempunyai hasil yang maksimal. Kemampuan penyampaian pesan masing-masing alat peraga berbeda-beda. Kita harus mengembangkan keterampilan dalam memilih. Salah satu desain yang paling mudah dipahami. Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah. kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan. yang masih dalam bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya. 1.3. Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1 tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan flip chart tersebut mungkin gagal. . Apabila kita tidak komunikasi 2 arah. Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan menunjang program keluarga berencana dibuat desain / rancangan beberapa buah. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media yang akan diproduksi.5. Kalau tujuannya itu rumit maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat peraga. Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan. Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk bayi / anak-anak harus diperlihatkan satu-persatu secara berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta pesannya. Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya petugas mencoba terlebih dahulu alat-alat tersebut. Lalu ini dicobakan pada sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya. Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut : a.ini. misalnya leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat pemberitahuan dan propaganda. Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti oleh sasaran pendidikan. terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak.2 Persiapan Penggunaan Alat Peraga Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya.

.Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-pesan. Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut. Senyum adalah lebih baik untuk mencari simpati. Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan dibicarakan / diragakan itu adalah penting. Menggunakan gambar sudah barang tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya.Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. 1.Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut. . Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-teman) atau dengan para ahli.5. b.Mencatat komentar-komentar dari sasaran tercoba. c. Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang disesuaikan dengan ciri-ciri sasaran.3 Cara Mempergunakan Alat Peraga Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. Menanyakan kepada sasaran tercoba : . katakata dan gambar-gambar didalam media tersebut.b. Untuk masyarakat yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah berpendidikan. e. . Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran pendidikannya.3. f. Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada sasaran tercoba. d. . Dan yang lebih penting lagi alat yang digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat para pesertanya. Pada waktu menggunakan AVA hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a.

dibaca. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran. guna menghidupkan suasana dan sebagainya 2. Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan: . proses ini dinamakan encoding.karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi.dilihat atau diamati. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. adakalanya tidak. Bila perlu. d. e.penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pengertian Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas.1. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. berikan kesempatan untuk memegang dan atau mencoba alat-alat tersebut. Pandangan mata hendaknya ke seluruh pendengar agar mereka tidak kehilangan kontrol dari pihak pendidik.c.Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar. berilah selingan humor. Pesan berupa isi/ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun non-verbal. f. Media 2. Ada kalanya penafsiran berhasil. Ikut sertakan para peserta / pendengar. Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Nada suara hendaknya ditukar-tukar agar pendengar tidak bosan dan tidak mengantuk.

menimbulkan gairah belajar. waktu tenaga dan daya indra. 5. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek 5. memberi rangsangan yang sama. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan 6. kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar 4. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan . Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar 2. 4. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan 7. auditori & kinestetiknya. 3. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. Pembelajaran dapat lebih menarik 3. Selain itu. 1985: 1. mengatasi keterbatasan ruang. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual.Secara umum media mempunyai kegunaan: 1. 2.

” Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar.8. Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan. dilihat. yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Pembahasan pada pelatihan ini istilah media dan alat peraga digunakan untuk menyebut sumber atau hal atau benda yang sama dan tidak dibedakan secara substansial. dan tujuannya. mendefinisikan media sebagai “komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk belajar. Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas. atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Peran guru berubahan kearah yang positif 2. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi.2. di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional. dibaca. didengar. maksud. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi. Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar peserta didik⇒ . Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja. yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber. Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Harsoyo (2002) menyatakan bahwa banyak orang membedakan pengertian media dan alat peraga. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable). dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggungjawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain. Fungsi Media Pembelajaran Media memiliki multi makna. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional.

dsb. Kemampuan media sebagai alat bantu kegiatan pembelajaran Rahardjo (1991) menguraikan dengan berangkat dari teori belajar diketahui bahwa hakekat belajar adalah interaksi antara peserta didik yang belajar dengan sumber-sumber belajar di sekitarnya yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belajar dari tidak tahu menjadi tahu. atau menganggap buang waktu maka sulit untuk mengalami proses belajar. Edgar Dale dalam Rahardjo (1991) menggambarkan pentingya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman belajar yang disebut “Kerucut pengalaman Edgar Dale” dikemukakan bahwa ada . teknik dan lingkungan. kebiasaan dan pengalaman pada diri peserta didik. menarik. memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. dan mengurangi formalitas. tidak senang. program video atau film pendidikan. Bila peserta didik apatis. di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran. alat. (c) mengatasi hambatan waktu. (b) konsep yang abstrak menjadi konkrit: pasar. bahan. tempat. (d) menyajikan ulangan informasi secara benar dan taat asas tanpa pernah jemu: buku teks.memperjelas informasi/pesan pengajaran⇒ memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting⇒ memberi variasi pengajaran⇒ memperjelas struktur pengajaran. pandangan hidup. perasaan senang dan tidak senang.⇒ Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas. terutama pendengaran dan penglihatan.. Faktor eksternal merupakan rangsangan dari luar diri peserta didik melalui indera yang dimilikinya. tidak jelas menjadi jelas. namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar 2. bursa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual. Media pembelajaran sebagai faktor eksternal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi belajar karena mempunyai potensi atau kemampuan untuk merangsang terjadinya proses belajar. Contohnya. Faktor internal seperti sikap.3. Proses belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar. Sumber belajar tersebut dapat berupa pesan. (e) memberikan suasana belajar yang santai. sedangkan 83% lewat indera penglihatan. jumlah dan jarak: siaran radio atau televisi pendidikan. orang. tidak bisa menjadi bisa. modul. (a) menghadirkan obyek langka: koleksi mata uang kuno.

visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep atau pengertian. kliping. dan media serba neka. peta. film rangkai (film stip) . grafik. sketsa. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru. juga membantu pengajar untuk menyajikan materi secara terarah. media visual. film bingkai/slide. piringan hitam. dan globe.4. maknanya: informasi belajar. 1. bagan. Media Visual : a. dan telepon . b. Salah satu dari sarana visual yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah OHT atau “overhead transparency. diagram. overhead proyektor. pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya. contoh. pita audio. tutor atau pembimbing (teacher independent). yaitu dibedakan menjadi media audio. Media visual diam : foto. 2. transparansi. buku. Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. bersistem dan menarik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. poster. Sebuah pemeo mengatakan bahwa sebuah gambar “berbicara“ seribu kali dari yang dibicarakan melalui kata-kata (a picture is worth a thousand words). Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran. Namun. Media visual gerak : film bisu . gambar kartun. ilustrasi. Di samping dapat mempermudah pemahaman konsep dan daya serap belajar siswa. . ansiklopedia. Raharjo (1991 menyatakan bahwa visualisasi mempermudah orang untuk memahami suatu pengertian. mikrofis.suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. tugas dan latihan serta umpanbalik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. Jenis-jenis media Media cukup banyak macamnya. but go as high as you can for the most efficient learning”). 2. gambar. Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim tersebut media instruksional dan bersifat “self Contained”. surat kabar. buku referensi dan barang hasil cetakan lain. agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak (“go as low on the scale as you need to ensure learning. Inilah manfaat yang harus dioptimalkan dalam pembuatan rancangan media seperti OHT ini. media audio-visual. Media Audio : radio. Hal ini tidaklah berlebihan karena sebuah durian “monthong” atau gambarnya akan lebih menjelaskan barangnya (atau pengertiannya) daripada definisi atau penjelasan dengan seribu kata kepada orang yang belum pernah mengenalnya. tape recorder. majalah. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar.“ Sarana visual seperti OHT ini bila digarap dengan baik dan benar.

handout ) Media yang memerlukan keahlian khusus : Program¬ audio visual Program slide. perkemahan. Belajar terprogram f. Media Audio-visual a. papan magnetic. CD. diorama. Media Serba aneka : a. white board. sampel. Papan dan display : papan tulis. modul. pawai/karnaval. Media audiovisual gerak : video. display.5. Media tiga dimensi : realia. Sifat-sifat yang biasanya dipakai untuk menentukan kesesuaian penggunaan atau pemilihan media ialah : Jangkauan: Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran individual misalnya buku teks. Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan. Komputer Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya : Papan tulis / whiteboard¬ Transparansi ( OHT )¬ Bahan cetak¬ ( buku. Artinya mempunyai kelebihan dan kekurangan satu terhadap yang lain . simulasi. dan program computer). slide dan suara. pantomim. b. artifact. video. buku dan suara. 4. c.3. film rangkai dan suara. Microsoft Powerpoint¬ Program internet¬ Yang tergantung hadirnya guru misalnya : Papan tulis / whiteboard¬ Tansparansi (OHT )¬ Sedangkan yang tidak bergantung kehadiran guru misalnya : Umumnya media rekam¬ Bahan belajar mandiri¬ (dapat dipelajari tanpa guru/ pengajar ) 2. modul. papan pamer/pengumuman/majalah dinding. mesin pangganda. model. Pemilihan Media Tiap jenis media mempunyai karakteristik atau sifat-sifat khas tersendiri. bermain peran. Media audiovisual diam : televisi diam. film rangkai dan suara . studi wisata. program rekaman interaktif (audio. e. demonstrasi. Jenis yang lain lebih sesuai untuk . b. gambar dan suara. pedalangan/panggung boneka. d. Media teknik dramatisasi : drama. televisi.

Slide. dan oleh siapa saja. Untuk dapat menggarap maupun memanfaatkan media ini sebaiknya kita harus mengenal karakteristiksnya. misalnya media proyeksi (OHT. Kendali / control : Kadang-kadang dirasa perlu agar control belajar ada pada peserta didik sendiri ( pelajar individu). Biaya : Alasan lain untuk menggunakan jenis media tertentu ialah karena murah biaya pengadaan atau pembuatanya .kelebihan dan kelemahan. digunakan kapan saja. pada guru ( pelajaran klasikal ) . Keluwesan : Dari segi keluwesan. televisi. Ketergantungan Media : Beberapa media tergantung pemakaianya pada sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang penyaji/guru. Film) dan juga program rekaman (audio dan video). atau peralatan. Selebihnya mungkin perlu ditunjang dengan sarana “sound system“ yang memadai karena keterbatasan jangkauan suara pengajar. Oleh sebab itu .pengajaran kelompok di kelas. Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaran . Sebagaimana halnya dengan semua jenis media proyeksi . dan konferensi jarak jauh dengan audio). grafis maupun gabungannya yang dibuat pada bahan tembus pandang atau transparan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding dengan menggunakan alat yang disebut “overhead projector “ atau OHP. Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal . visual. media ada yang praktis mudah dibawa kemana-mana . diktat . gambar.6. 2. Atribut : Penggunaan media juga dapat dirasakan pada kemampuanya memberikan rangsangan suara.kelemahan yang harus diperhitungkan dalam perencanaannya. misalnya program siaran ( radio. OHT sangat sesuai untuk kegiatan seminar. pengajaran maupun latihan yang melibatkan kelompok sasaran yang cukup besarnya sampai efektif 60 orang. OHT mempunyai kemampuan untuk membesarkan bayanganya di layar atau didinding sejauh kekuatan lensa dan sinar proyeksinya dapat mendukung . modul . misalnya media cetak seperti buku teks . warna maupun gerak. Media transparansi (OHT ) adalah sarana visual berupa huruf . lambang. lokakarya. dll. Media OHT mempunyai kelebihan.

Sebagai “aids“ alat-alat itu dipandang sebagai pembantu guru dalam mengajar. Belajar beprograma mempunyai pengaruh yang besar sekali pada perkembangan teknologi pebdidikan. yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya “ programmed instruction“ atau pengajaran berprograma. Komputer membuka kesempatan yang tak terbatas untuk menyimpan data dan digunakan setiap waktu diperlukan . Radio dan televisi menambah dimensi baru kepada media komunikasi . Ada yang berpendapat bahwa banyak dari apa yang diketahui anak pada zaman modern ini diperolehnya melalui radio. Namun ada yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan di-komputer-kan . Kemampuan membuat kertas secara masinal membawa revolusi dalam media komunikasi dengan penerbitan surat kabar dan majalah dalam jumlah jutaan rupiah tiap hari . Buku sampai sekarang masih memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan masih demikian halnya dalam waktu yang lama. sebagai ekstra atau tambahan yang dapat digunakan oleh guru bila dikehendakinya. Jadi alat ini bukan lagi sekedar alat bantuan tambahan akan tetapi sesuatu yang digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. Lahirnya gambar hidup memungkinkan kita melihat dalam “slow motion“ apa yang dahulu tak pernah dapat kita amati dengan teliti . Namun pada tahun 1960-an timbul pikiran baru tentang penggunaannya.000 jilid . Video recorder memungkinkan kita merekam program TV yang dapat kita lihat kembali semua kita. Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media komunikasi itu bagi pendidikan. Cara-cara untuk menyampaikan sesuatu melalui TV misalnya yang disajikan dengan bantuan para ahli media massa jauh lebih bermutu dari pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kelas . Dengan alat ini anak dapat belajar secara individual.Memang kemampuan komputer sungguh luar biasa . Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media komunikasi bagi pendidikan. Hal ini diawali dari penemuan alat cetak oleh Guntenberg pada abad ke lima belas tentang buku yang ditulis yang melahirkan buku-buku cetakan. apalagi melalui televisi. Penemuan fotografi mempercepat cara illustrasi.Nasution (1987) menguraikan bahwa perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan di-komputer-kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis . Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui penglihatan. Rekaman memungkinkan kita mengulangi lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes-orkes terkenal. Di Ameriks Serikat teknologi pendidikan . jadi melalui media massa. Dalam sehelai nikel seluas 20 x 25 cm dapat disimpan isi perpustakaan yang terdiri atas 20. Penggunaan alat media dalam pendidikan melalui dengan gerakan “audio-visual aids“ pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. film.

Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan resource-based learning “atau belajar dengan menghadap anak-anak langsung dengan berbagai sumber. Ini berari bahwa dapat digunakan segala macam metode yang dianggap paling serasi untuk tujuan tertentu. organisaisi. komputer dan internet sehingga mereka lebih percaya akan diri sendiri dalam belajar Pada era sekarang ini muncul kebutuhan software yang dapat mempermudah dan merperindah tampiran presentasi dalam pengajaran. Kebutuhan ini dapat kita peroleh dari produk program Microsoft Power Point yang merupakan salah satu dari paket Microsoft office. Ini tidak berarti bahwa pengajaran berbentuk ceramah ditiadakan. teknik dan alat-alat pendidikan untuk memperbaiki proses belajar. audio-visual . penerapan. Pogram ini menyediakan banyak fasilitas untuk membuat suatu presentasi.dan sebagainya. komputer. komputer. Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber. Di Inggris teknologi pendidikan dipandang sebagai pengembangan. Kesulitan juga akan dihadapi dalam pengadminitrasiannya. internet walaupun tersedia. museum. Pengajaran masih banyak dilakuakan secara lisan tanpa alat audiovisual. Teknologi pendidikan adalah pendekatan “problem solving“ tentang pendidikan. Walaupun alat audio-visual telah jauh perkembangannya. yakni sistematis dalam perumusan tujuan. dan papan tulis. analisis dan sintesis yang tajam tentang proses belajar mengajar. diantaranya (1) Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumbersumber yang tersedia . guru. internet dan sumber lainya. buku referensi. buku. dalam kenyataan alat-alat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan. Mereka harus diajarkan teknik melakukan kerja-lapangan. Teknologi pendidikan bukanlah terutama mengenai alat audio-visual. .dipandang sebagai media yang lahir dari revolusi media komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan di samping. Sumber-sumber itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia. (2) BBS (belajar berdasarkan sumber) berusaha memberi pengertian kepada murid tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. alat audio-visual. dan internet. perpustakaan. menggunakan perpustakaan. dan sistem evaluasi. komputer. alat. dan lain-lain bahan cetakan. seperti buku dalam perpustakaan. Namun kita masih sedikit tahu apa sebenarnya mendidik dan mengajar itu. Teknologi pendidikan adalah pendekatan yang sistematis terhadap pendidikan dan latihan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->