UNSUR-UNSUR PUISI

1 Votes

Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa UNSUR-UNSUR PUISI , yaitu kata, larik , bait, bunyi, dan makna. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut. Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Kata-kata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik. Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik bisa berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan. Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi. Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan

dengan nada sombong. Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata. perulangan kata. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya. mendikte. maupun makna keseluruhan. yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan. unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur. agama. Struktur batin puisi. jenis kelamin. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. pembentukan larik dan bait. rima. atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi. usia. menganggap bodoh dan rendah pembaca. dan pengetahuan. atau panjang pendek kata. kelas sosial. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata. pengetahuan. tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi. meliputi hal-hal sebagai berikut. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. Adapun secara lebih detail. pengalaman sosiologis dan psikologis. misalnya latar belakang pendidikan. (3) Nada (tone) yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. dan bentuk puisi saja. (4) Amanat/tujuan/maksud (itention) . bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah. gaya bahasa. media puisi adalah bahasa. (1) Tema/makna (sense). yaitu struktur batin dan struktur fisik. bait. perulangan bait). namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima.bervariasi (misalnya karena adanya rima. (2) Rasa (feeling) yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. dll. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. pengalaman. kedudukan dalam masyarakat. maka puisi harus bermakna. tekanantekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal). baik makna tiap kata. menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca. baris. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui.

tempat hidup. hingga paradoks. artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora. mendengar. sedangkan kata kongkret “rawarawa” dapat melambangkan tempat kotor. repetisi. simile. dan urutan kata. (4) Kata kongkret yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. sinekdoke. yaitu imaji suara (auditif). alusio. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. tepi kanan-kiri. adalah saranasarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. seperti penglihatan. maupun dapat ditemui dalam puisinya. 1987:83). Imaji dapat dibagi menjadi tiga. pleonasme. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi. antiklimaks. personifikasi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi. Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. imaji penglihatan (visual). antitesis. atau terkadang disebut pula metode puisi. ironi. 1986:128). (1) Perwajahan puisi (tipografi) yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut. . dan perasaan. Sedangkan struktur fisik puisi. satire. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. (5) Bahasa figuratif yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito. kehampaan hidup.sadar maupun tidak. pendengaran. Bahasa figuratif disebut juga majas. hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis. dll. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). maka katakatanya harus dipilih secermat mungkin. (3) Imaji yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi. litotes. kehidupan. anafora. keselarasan bunyi. klimaks. (2) Diksi yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. bumi. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. pengaturan barisnya. dll. totem pro parte. pars pro toto. eufemisme.

asonansi. repetisi bunyi [kata]. sajak berparuh. UNSUR-UNSUR PUISI http://riniintama. ritme.wordpress. persamaan akhir. dan sebagainya [Waluyo.com/unsur-unsur-puisi/ . Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi. dan akhir baris puisi.B. keras lemahnya bunyi. persamaan awal.) (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi. sajak penuh. panjang pendek. dan metrum. tengah. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi.(6) Versifikasi yaitu menyangkut rima. misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C. baik di awal. 187:92]) (3) pengulangan kata/ungkapan. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi. sajak berselang. Ritma adalah tinggi rendah.

salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia.Puisi Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Majas tersebut juga ada bemacam. . Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Mereka enggan atau tak mau untuk melihat kaidah awal puisi tersebut. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. yang menjadi sumber segala kreativitas. atau selain arti semantiknya. cari Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποι ῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan. Didalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Dibeberapa daerah di Indonesia puisi juga sering dinyanyikan dalam bentuk pantun. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan. zigzag dan lain-lain). Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar.

2.kata yang dianggap penting.2 Struktur Batin Puisi 3 Jenis-Jenis Puisi o 3. Suara rendah mengungkapkan kesedihan. Tekanan nada yaitu tekanan tinggi rendahnya suara. pasrah. Kejelasan artikulasi Artikulasi yaitu ketepatan dalam melafalkan kata. dan sebagainya. Tekanan dinamik yaitu tekanan pada kata. • • • Timbre yaitu warna bunyi suara (bawaan) yang dimilikinya. Unsur-unsur puisi Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan struktur batin puisi Struktur Fisik Puisi Struktur fisik puisi terdiri dari: . Mimik adalah gerak air muka. takjud. • • Kinesik yaitu gerak anggota tubuh. Irama puisi artinya panjang pendek.1 Struktur Fisik Puisi o 2. Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata. ada tiga jenis intonasi antara lain sebagai berikut : 1.Daftar isi • • • 1 Hal-hal Membaca Puisi 2 Unsur-unsur puisi o 2. Intonasi atau lagu suara Dalam sebuah puisi.3 Puisi Kontemporer 4 Pranala Luar • Hal-hal Membaca Puisi Hal. Misalnya suara tinggi menggambarkan keriangan.2 Puisi Baru o 3. marah.kata. putus asa dan sebagainya. 3.hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi sebagai berikut: • Ketepatan ekspresi/mimik Ekpresi adalah pernyataan perasaan hasil penjiwaan puisi.1 Puisi Lama o 3. tinggi rendahnya suara. keras lembut. ragu.

antiklimaks. sajak berparuh. Imaji. maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. dan sebagainya 3. tepi kanan-kiri. yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. keselarasan bunyi. Imaji dapat dibagi menjadi tiga. litotes. kehidupan. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi. Pengulangan kata/ungkapan. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora.B. Onomatope (tiruan terhadap bunyi. seperti penglihatan. imaji penglihatan (visual). yaitu penggunaan bahasa yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu. sinekdoke. hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. repetisi. klimaks. pendengaran. Diksi. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi. maupun makna keseluruhan. yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. media puisi adalah bahasa. dll. Gaya bahasa disebut juga majas. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair. persamaan akhir. eufemisme. dll. misalnya latar belakang . Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat. Ritma merupakan tinggi rendah. asonansi. bumi. maka puisi harus bermakna.).• • • • • • Perwajahan puisi (tipografi). simile. sajak penuh. kehampaan hidup. sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor. baris. dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). repetisi bunyi [kata]. Gaya bahasa. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna. tempat hidup. 2. medengar. dan akhir baris puisi. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. persamaan awal. Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis. dan merasakan seperti apa yang dialami penyair. panjang pendek. yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi. Rima mencakup: 1. Rasa (feeling).. anafora. pleonasme. sajak berselang. dan urutan kata. antitesis. yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata. ironi. bait. Kata konkret. keras lemahnya bunyi. tengah. dan perasaan. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna. pengaturan barisnya. Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi. misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C. alusio. yaitu imaji suara (auditif). totem pro parte. Struktur Batin Puisi Struktur batin puisi terdiri dari • • Tema/makna (sense). hingga paradoks. baik di awal. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi. satire. pars pro toto. baik makna tiap kata. personifikasi. yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji.

• • pendidikan. jenis kelamin. bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah. mendikte. pengalaman. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. usia.wikipedia. tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan. menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata. pengalaman sosiologis dan psikologis. agama. dan bentuk puisi saja. kelas sosial. dan pengetahuan. dll. yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca http://id. pengetahuan. menganggap bodoh dan rendah pembaca. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui. Amanat/tujuan/maksud (itention).org/wiki/Puisi . gaya bahasa. dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya. Nada (tone). kedudukan dalam masyarakat. rima. yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. dengan nada sombong.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful