Etika Dalam Ilmu Kebidanan

KODE ETIK KEBIDANAN
KODE ETIK

Kode etik merupakan suatu ciri profesi yang bersumber dari nilainilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu yang merupakan pernyataan komprehensif suatu profesi yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melaksanakan pengabdian profesi

KODE ETIK BIDAN Kode etik bidan indonesia pertama kali di susun pada tahun 1986 dan di syahkan dalam Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia X tahun 1998, sedangkan petunjuk pelaksanaanya di syahkan dalam Rapat Kerja Nasional ( Rakernas ) IBI tahun 1991. Sebagai pedoman dalam berprilaku. Kode Etik Bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang smuanya tertuang dalam mukaddimah dan babbab

Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat ( 6 butir ) Kewajiban bidan terhadap tugasnya ( 3 butir ) Kewajiban bidan terhadp sejawat dan tenaga kesehatn lainnya ( 2 butir ) Kewajiban bidan terhadap profesi ( 3 butir ) Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir ) Kewajiban bidan terhadap pemerintah.• • • • • • • Secara umun Kode Etik tersebut berisi 7 bab. nusa bangsa da tanah air ( 2 butir ) Penutup ( 1 butir ) .

ibu dan balita di laksanakan secara mandiri dan profesional yang di dukung oleh seperangkat ilmu pengetahuan yang saling terkait dengan menggunakan suatu metode ilmiah.• Pelayanan kebidanan adalah suatu praktik pelayanan kebidanan kesehatan yang spesifik bersifat reflektif dan analisis di tujukan pada wanita khususnya bayi. dilandasi oleh etika dan kode etik profesi • .

.ASUHAN KEHAMILAN PADA KUNJUNGAN AWAL Pengertian Kunjungan awal kehamilan adalah kunjungan yang dilakukan oleh ibu hamil ke tempat bidan pada trimester pertama yaitu pada minggu pertama kehamilan hingga sebelum minggu ke14.

serta ada/tidaknya faktor risiko kehamilan Menentukan rencana pemeriksaan/penatalaksanaan selanjutnya . Menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan Menentukan status kesehatan ibu dan janin Menentukan kehamilan normal atau abnormal. Menentukan diagnosis ada/tidaknya kehamilan.• • • • • • • • • Tujuan Kunjungan Tujuan dari kunjungan awal ini yaitu sebagai berikut Mendapatkan perawatan kehamilan Memperoleh rujukan konseling genetik Menentukan apakah kehamilan akan dilanjutkan atau tidak.

RMK (Nomor Rekam Medik) . Hobi Pekerjaan Alamat bekerja Alamat rumah No. Minat.Menanyakan identitas • • • • • • • • • Nama Isteri / Suami Umur Suku / Bangsa / Etnis / Keturunan Agama Pendidikan.

Menanyakan keluhan utama klien (KU) Menanyakan Riwayat Kehamilan Sekarang. Riwayat Haid • Menarche (Usia pertama datang haid) • Siklus • Lamanya • Banyaknya • Dismenorhoe (Nyeri haid) . yang meliputi : 1.

Riwayat Hamil Sekarang – HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) – TP (Taksiran Persalinan) / Perkiraan Kelahiran – Kehamilan yang ke– Masalah-masalah – – – – Tempat ANC Penggunaan obat-obatan Imunisasi : TT (Tetanus Toxoid) Penyuluhan yang didapat .2.

forsep) Riwayat perdarahan pada persalinan atau pascapersalinan Kehamilan dengan tekanan darah tinggi Berat bayi < 2.Menanyakan Riwayat Kehamilan Lalu • • • • • • Jumlah kehamilan (Gravid / G) Jumlah anak yang hidup (L) Jumlah kelahiran prematur (P) Jumlah keguguran (A) Persalinan dengan tindakan (operasi sesar.5 atau 4 kg Masalah lain • • • . vakum.

yang Riwayat kesehatan ibu • Penyakit yang pernah diderita • Penyakit yang sedang diderita • Apakah pernah dirawat • Berapa lama dirawat • Dengan penyakit apa dirawat Riwayat kesehatan keluarga • Penyakit menular • Penyakit keturunan / genetik .Menanyakan Riwayat Kesehatan.

Menanyakan Riwayat Sosial ekonomi Status pernikahan • Menikah • Usia saat menikah • Lama • pernikahan • Dengan suami sekarang • Isteri keberapa dengan suami sekarang .

Riwayat KB • Metode • Lama • Masalah Kebiasaan hidup sehat • Pola Nutrisi • Jenis makanan • Porsi • Frekuensi • Pantangan • Alasan pantang .

Personal Hygiene • Frekwensi mandi • Frekwensi gosok gigi • Frekwensi ganti pakaian • Kebersihan vulva • Pola aktifitas • Pola Eliminasi • BAB (Buang Air Besar) : • BAK (Buang Air Kecil) : • Pola tidur dan istirahat .

Menanyakan data spiritual Menanyakan Data Sosial Budaya .• Pola seksual : Frekwensi / masalah • Merokok / Minuman keras / Obat terlarang Menanyakan tempat untuk persalinan Menanyakan petugas untuk persalinan Menanyakan Data Psikologis.

METODE PEMBERIAN PELAYANAN • Pelayanan kebidanan di berikan secara holistik. Pelayanan tersebut di berikan dengan tujuan kehidupan dan kelangsungan pelayananan. psiko dan kultural sesuai denagn kebutuhan pasien. psiko. yaitu : memberikan aspek bio. Pasien memerlukan pelayanan dari provaider yang memiliki karakteristik .

video film. . baik berbentuk tulisan maupun berbentuk rekaman lainnya.DOKUMENTASI PELAYANAN KEBIDANAN • Dokumentasi berasal dari kata dokumen. seperti pita suara / cassette. gambar dan fhoto. yang berarti bahan pustaka.

perencanaan. . pengontrolan terhadap suatu mesalah. • Sebagai sarana penyimpanan berkas agar tetep aman dan terpelihara dengan baik.Kegunaan dokumentasi: • Sebagai data atau fakta yang dapat di pakai untuk mendukung ilmu dan pengetahuan • Merupakan alat untuk mengambil keputusan .

• Seorang ibu Primigravida dengan umur kehamilan 12 minggu datang berobat ke klinik bersalin bunga. bidan tersebut tdk menyapa pasien dan juga tdk memberikan senyum yang ramah terhadap pasien. bidan menanyakan keluhan yang terjadi pada pasien. . pasien mengatakan ini kehamilan yang pertama dan yang sangat ia harap.harapkan karena sudah hampir 3 tahun baru hamil.

.• Bidan menyuruh pasien naik ke atas tempat tidur dan dan bidan melakukan pengukuran tekanan darah dan menyuntik pasien setelah selesai bidan memberikan obat multivitamin serta aturan cara minum obat tersebut. .

• tanpa menilai atau melakukan anamnesa pada pasiennya. bidan tersebut tidak menjelaskan keadaan pasien dan juga bidan tidak melakukan konsling serta penyuluhan terhadap pasien. padahal sewaktu pasien menanyakan tekanan darahnya bidan mengatakan 140/80 mmHg . pasien bertanya keadaannya dan bidan mengatakan ia baik2 saja.

. Yang seharusnya mulai dari pasien datang bidan menanyakan menyapa na memberirikan senyuman serta menanyakan keluhan yang terjadi pada pasien. bidan melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai pelayanana kebidanna tanpa melanggar hak privacy pasien di mulai dari head to toe.PEMBAHASAN Kasus yang terjadi pada Ny A yang datang memeriksakan kehamilannya di klinik bunga. sangat tidak memenuhi pelayanan kebidanan dikerenakan bidan tersebut tidak melakukan standart pelayanan kebidananan denagan baik.

Seharusnya pasien mendapat pelayanan antenatal yang berkualitas. Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatanuntuk ibu selama masa kehamilannya. .bidan melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai pelayanana kebidanna tanpa melanggar hak privacy pasien di mulai dari head to toe.

Pelayanan ante natal yang berkualitas adalah yang sesuai dengan standart pelayanan antenatal seperti yang di tetapkan dalam Buku Standart Pelayanann kebidanan .• Yang dilaksanakan sesuai dengan standart pelayanan antenatal yang telah di tetapkan dalam standart pelayanan kebidanan.

ETIKA KEBIDANAN ASUHAN PERSALINAN (INC ) .

BAB I PENDAHULUAN Perdarahan pascapersalinan adalah sebab penting kematian ibu. abortus. placenta previa. kejadian ini sangat mempengaruhi morbiditas nifas karena anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh. Perdarahan pascapersalinan lebih sering terjadi pada ibu-ibu di Indonesia dibandingkan dengan ibu-ibu di luar negeri. . kehamilan ektopik. Selain itu. dan ruptura uteri) disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan. pada keadaan dimana perdarahan pascapersalinan tidak mengakibatkan kematian. ¼ kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan (perdarahan pascapersalinan. solutio plasenta.

. Plasenta melekat erat pada dinding uterus oleh sebab vili korialis menembus desidua sampai miometrium.sampai di bawah peritoneum (plasenta akreta-perkreta).Perdarahan yang disebabkan karena retensio plasenta dapat terjadi karena plasenta lepas sebagian. yang merupakan indikasi untuk mengeluarkannya. Plasenta belum lepas dari dinding uterus karena : Kontraksi uterus kurang kuat untuk melepaskan plasenta (plasenta adhesiva).

• Plasenta yang sudah lepas dari dinding uterus akan tetapi belum keluar. sehingga terjadi lingkaran konstriksi pada bagian bawah uterus yang menghalangi keluarnya plasenta (inkarserasio plasenta). disebabRDFkan oleh tidak adanya usaha untuk melahirkan atau karena salah penanganan kala III. Sehingga dilakukan tindakan manual plasenta .

BAB II TINJAUAN TEORI MANUAL PLASENTA • Defenisi Manual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasinya pada dinding uterus dan mengeluarkannya dari kavum uteri secara manual yaitu dengan melakukan tindakan invasi dan manipulasi tangan penolong persalinan yang dimasukkan langsung kedalam kavum uteri. .

• Pada umumnya ditunggu sampai 30 menit dalam lahirnya plasenta secara spontan atau dgn tekanan ringan pada fundus uteri yang berkontraksi. pasenta sebaiknya dikeluarkan dengan segera . Bila setelah 30 mnenit plasenta belum lepas sehingga belum dapat dilahirkan atau jika dalam waktu menunggu terjadi perdarahan yang banyak.

dan dibutuhkan untuk eksplorasi jalan lahir dan tali pusat putus. perforasi. setelah persalinan buatan yang sulit seperti forsep tinggi. . retensio plasenta setelah 30 menit anak lahir.Etiologi Indikasi pelepasan plasenta secara manual adalah pada keadaan perdarahan pada kala tiga persalinan kurang lebih 400 cc yang tidak dapat dihentikan dengan uterotonika dan masase. versi ekstraksi.

.• • • • • Patofisiologi Manual plasenta dapat segera dilakukan apabila : Terdapat riwayat perdarahan postpartum berulang. Plasenta belum lahir setelah menunggu selama setengah jam. Terjadi perdarahan postpartum melebihi 400 cc Pada pertolongan persalinan dengan narkosa.

meliputi pertanyaan tentang periode prenatal. paritas. – Perdarahan yang lama > 400 cc setelah bayi lahir.• Tanda dan Gejala Manual Plasenta – Anamnesis. plasenta tidak ditemukan di dalam kanalis servikalis tetapi secara parsial atau lengkap menempel di dalam uterus. meminta informasi mengenai episode perdarahan postpartum sebelumnya. Serta riwayat pospartum sekarang dimana plasenta tidak lepas secara spontan atau timbul perdarahan aktif setelah bayi dilahirkan. serta riwayat multipel fetus dan polihidramnion. – Pada pemeriksaan pervaginam. – Placenta tidak segera lahir > 30 menit .

Teknik Manual Plasenta • Meregang tali pusat dengan jari-jari membentuk kerucut • Ujung jari menelusuri tali pusat. tangan kiri diletakkan di atas fundus • Mengeluarkan plasenta .

multiple organ failure yang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan perfusi organ dan sepsis.• Komplikasi Kompikasi dalam pengeluaran plasenta secara manual selain infeksi / komplikasi yang berhubungan dengan transfusi darah yang dilakukan. . ialah apabila ditemukan plasenta akreta. Dalam hal ini villi korialis menembus desidua dan memasuki miometrium dan tergantung dari dalamnya tembusan itu dibedakan antara plasenta inakreta dan plasenta perkreta.

Plasenta dalam hal ini tidak mudah untuk dilepaskan melainkan sepotong demi sepotong dan disertai dengan perdarahan. Jika disadari adanya plasenta akreta sebaiknya usaha untuk mengeluarkan plasenta dengan tangan dihentikan dan segera dilakukan histerektomi dan mengangkat pula sisa-sisa dalam uterus. .

. mereka perlu diikutsertakan dalam mengambil keputusan untuk asuhan yang akan dialaminya. mereka perlu di ikutsertakan dalam mengambil keputusan untuk asuhan yang akan di alaminya tanggung jawab atas hasil pilihan asuhan mereka sendiri. Sekarang dengan makin meningkatnya kesadaran wanita sebagai konsumen.INFORMED CONSENT Semua hal di tentukan oleh bidan atas nama atau dengan alasan demi kepentingan pasien.

Dipihak lain. manfaat. Bidan wajibmemberikan informasi yang rinci dan jujur atas resiko. Dalam memberikan pelayanan kebidanan. janin dan si penolongharus menjadi prioritas da di adakan negosiasi secara terbuka. atau alternative lain yang ada. Bidan harus mengukur kompetensinya dalam memberikan pelayanan yang aman apabila ada pertentangan maka pertimbangan keamanan bagi ibu. .

TINJAUAN KASUS • Ny. kemerahan pada kulit dan tonus ototnya baik. Mira umur 25 tahun PI A0 AHI baru saja melahirkan bayinya secara spontan pada jam 12. .05 WIB. Sedangkan plasenta belum lahir.00 WIB Bidan telah memberikan suntikan oksi 10 IU/IM pada jam 12. Tinggi fundus uteri masih setinggi pusat. Keadaan bayinya menangis kuat.tanda pelepasan plasenta. kemudian dicoba melakukan PTT tetapi plasenta belum lepas. blm sudah terdapat tanda.

Saat tersebut pasien bnyak mengeluarkan darah dan mulai mengerang kesakitaan. Dengan panik bidan tersebut memanggil suami pasien dan suami terkejut melihat darah istrinya yang begitu bnyka kluar. . sedangkan bidan tetap menarik placenta tersebut. Pada saat tarikan terakhir ternyata tali pusat pada placenta tersebut lepas dan placenta masih tertinngal di dalam.

suami pasien membawa istrinya ke RS terdekat.Bidan mengatakan akan merujuk istrinya karaena tali pusat bayi terlepas dan placentanya masi tertinggal di dalam. beberapa hari kemudian bidan tersebut di laporkan suami dan keluarga korban ke polisi. . karena keteledoran bidan yang lupa meminta persetujuan inform konsen pada suaami pesien bidan tersebut harus berurusan dengan hukum. suami pasien sangat marah melihat keadaan tersebut.

Pada umumnya ditunggu sampai 30 menit dalam lahirnya plasenta secara spontan atau dgn tekanan ringan pada fundus uteri yang berkontraksi. Bila setelah 30 mnenit plasenta belum lepas sehingga belum dapat dilahirkan atau jika dalam waktu menunggu terjadi perdarahan yang banyak.PEMBAHASAN Manual plasenta adalah prosedur pelepasan plasenta dari tempat implantasinya pada dinding uterus dan mengeluarkannya dari kavum uteri secara manual yaitu dengan melakukan tindakan invasi dan manipulasi tangan penolong persalinan yang dimasukkan langsung kedalam kavum uteri. pasenta sebaiknya dikeluarkan dengan segera .

ialah apabila ditemukan plasenta akreta. multiple organ failure yang berhubungan dengan kolaps sirkulasi dan penurunan perfusi organ dan sepsis. Dalam hal ini villi korialis menembus desidua dan memasuki miometrium dan tergantung dari dalamnya tembusan itu dibedakan antara plasenta inakreta dan plasenta perkreta .• Kompikasi dalam pengeluaran plasenta secara manual selain infeksi / komplikasi yang berhubungan dengan transfusi darah yang dilakukan.

mereka perlu diikutsertakan dalam mengambil keputusan untuk asuhan yang akan dialaminya . mereka perlu di ikutsertakan dalam mengambil keputusan untuk asuhan yang akan di alaminya tanggung jawab atas hasil pilihan asuhan mereka sendiri.• Semua hal di tentukan oleh bidan atas nama atau dengan alasan demi kepentingan pasien. Sekarang dengan makin meningkatnya kesadaran wanita sebagai konsumen.

ETIKA KEBIDANAN PADA IBU NIFAS (PNC) .

bayi dan keluarga khususnya. serta masyarakat umumnya. . bidan dan perawat maupun ibu itu sendiri.BAB I Pendahuluan Latar Belakang Untuk mencapai tingkat kesehatan yang sebaik mungkin bagi ibu-ibu yang baru melahirkan (Postpartum). Asuhan masa nifas merupakan salah satu bidang pelayanan kesehatan yang harus mendapatkan perhatian baik oleh petugas seperti dokter kebidanan.

Masa nifas (Postpartum) merupakan masa pemulihan dari 9 bulan kehamilan dan proses kelahiran. Dengan pengertian lainnya, masa nifas yang biasa disebut juga masa peurperium ini dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil.

Masa nifas ini berlangsung selama kira-kira 6 minggu. Pasa masa ini terjadi perubahanperubahan fisiologis maupun psikologis yaitu : perubahan fisik, involusi uterus dan penyesuaian lokhia, laktasi/pengeluaran air susu ibu, perubahan sistem tubuh lainnya dan perubahan psikis. Karena pada masa ini ibu-ibu yang baru melahirkan mengalami berbagai kejadian yang sangat kompleks baik psikologis maupun fisiologis

Suhu tubuh ibu nifas terkadang juga meningkat seiring dengan keluhan nyeri, meskipun tidak melebihi 38 C. Demam pada saat nifas dapat disebabkan karena terjadinya komplikasi infeksi. Seperti infeksi kandungan saluran kemih. Kondisi ini umumnya disertai pula gejala lain, seperti keluarnya lokhia yang tidak normal atau nyeri saat berkemih. Demam dapat pula disebabkan Air Susu yang tidak ASI, tidak berlangsung lama apabila dilakukan pertolongan yang tepat.

• Periode ini disebut juga puerperium. . periode pemulihan pasca partum berlangsung sekitar 6 minggu. dan wanita yang mengalami puerperium dan wanita yang mengalami puerperium disebut puerpera.BAB II Tinjauan Teoritis Defenisi Nifas Periode Pasca Partum adalah masa dari kelahiran plasenta dan selaput janin (Menandakan akhir periode Intrapartum) hingga kembalinya traktus reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil.

dan untuk mencegah.Kunjungan Ketiga .Program dan Kebijakan Teknis Paling sedikit 4 kali kunjungan.Kunjunagn Keempat . dan menangani masalahmasalah yang terjadi Frekuensi kunjungan masa nifas . masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir.Kunjungan Pertama .Kunjungan Kedua . mendeteksi.

Uterus Lochea Vagina dan perineum payudara - .• Perubahan Fisiologis dan Anatomis Puerperium Meskipun istilah involusi telah digunakan untuk menunjukkan perubahan petogresif yang terjadi di semua organ dan struktur saluran reporoduksi. istilah ini lebih spesifik menunjukkan adanya perubahan. Perogresif pada uterus yang menyebabkan berkurangnya ukuran uterus.

Tanda-tanda Vital • Tekanan darah • Suhu • Nadi • Pernapasan .

jika tidak berkemih termasuk kaleterisasi Penatalaksanaan usus jika terdapat laserasi atau episiotomi yang signifikan • Obat Nyeri • Bantuan tidur • Laksatif .Program Umum Pasca Partum Awal • Diet dan tingkat aktivitas • Penatalaksanaan intravena • Penatalaksanaan kantung kemih.

dan Bayi Rh+ • Pemberian Methergine serial atau infusi pitocin dengan kecepatan lambat jika kontraksi uterus tidak adekuat . jika Imunitas belum terbentuk • Imunoglogulin Rh jika ibu Rh.• Vitamin/Besi • Vaksin Rubella.

• - Komplikasi Pasca Partum Morbiditas Infeksi Infeks Trauma Endometritis Pembendungan Air Susu .

50° C. Respirasi 22x/mnt. P1A0 ibu post partum hari ke -5. Riwayat persalinan normal. Karena terdapat luka pada jahitan perineum . Suhu 39.BAB III TINJAUAN KASUS Ny R umur 25 tahun. Ny R masih takut bangun dari tempat tidurnya. Nadi 87x/ mnt. Vital Sign : Tensi 110/ 70 mmHg.

Ibu mengeluh demam tinggi .Ibu mengeluh nyeri sakit dan sakit pada daerah luka perineum dan mengatakan luka bekas jahitan bengkak dan merah. Ibu measa gatal pada daerah kemaluannya . Pada daerah kemaluan ibu kemerahmerahan dan bengkak. Pemenuhan Kebutuhan cairan dan nutrisi Adanya luka terbuka tingkat II pada perineum dan masih basah Ibu mengeluh panas dingin Ibu nyeri perut bagian bawah.

Kolaborasi dengan dokter kandungan untuk tindakan dan pemberian terapi. Bidan tersebut dengan segera untuk menyarankan kepada pasiennya untuk segera berobat ke dr karena sudah terdapat infeksi yang parah pada pasiennya .

karna bidan tersebut tidak lansung mendiagnosa denagn cepat bidan tersebut menyarankan berkolaborasi dengan dr .PEMBAHASAN Kasus yang terjadi pada Ny R. yaitu demam yag telah terjadi pada pasien tersebut yaitu infeksi pascah persalinan.

dan suhu) serta keadaan luka perineum Ajarkan ibu tentang perawatan luka perineum dan vulva hygiene yang benar . saat ini. pernafasan.• Ibu post partum hari ke 5 dengan infeksi luka perineum Jelaskan keadaan umum ibu yang terdiri dari tanda-tandal vital (tekanan darah nadi. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya. bahwa ibu mengalami infeksi luka perineum .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful