MALPRAKTEK Ns Rudiah Anggraeni S. Kep A. DEFINISI 1. Mal Practice → mal : salah /jelek Practice : Praktek Malpraktek 1.

Adalah praktek yang salah/jelek. (Amri Amir, Bunga Rampai Hukum Kesehatan 1997). 2. Malpraktek adalah Kelalaian dari seorang dokter/perawat untuk menerapkan tingkat ketrampilan dan pengetahuannya di dalam memberikan pelayanan pengobatan/perawatan terhadap seorang pasien, yang lazim diterapkan dalam mengobati dan merawat orang sakit/terluka di lingkungan wilayah yang sama. (Yulianus, Malpraktek 2003) B. JENIS MALPRAKTEK 1. Malpraktik Kriminil (Pidana) 2. Malpraktik Sipil (Perdata) 3. Malpraktik Etik 1. Malpraktek Kriminil (Pidana) Kesalahan dalam menjalankan praktek yang berkaitan dengan pelanggaran UU Hukum “Pidana”. A. Menyebabkan pasien mati/luka karena kelalaian. B. Melakukan abortus provokatus. C. Melakukan pelanggaran kesusilaan/kesopanan. D. Membuka rahasia kedokteran/keperawatan. E. Pemalsuan surat keterangan F. Bersepakat melakukan tindak pidana G. Sengaja tidak memberikan pertolongan pada orang yang dalam keadaan bahaya. 2. Malpraktek Sipil (Perdata) Dasar Hukum Adalah transaksi/kontrak terapeutik dokter/perawat dengan pasien untuk memberikan pelayanan/perawatan medik kepada pasien dan pasien bersedia memberikan honor → jika dirugikan → berhak menuntut. Contoh : • Kurang telitian dalam melakukan operasi → alat instrumen tertinggal, harus dioperasi kembali. • Dr. Umum → menegakkan Dx tidak berkonsultasi dengan Dr. Spesialis/tak menggunakan/melakukan pemeriksaan yang lebih akurat → pasien lebih parah.

Contoh • Cedera yang terjadi secara langsung berhubungan dengan pelanggaran terhadap kewajiban perawat terhadap pasien. INJURY (cedera) DEMAGE (rusak) Yang dapat dituntut secara hukum. 1995 tentang disiplin tenaga kerja. Pelanggaran Etika Profesi pasal 26 dan 27 2.3. karena etik lebih menekankan pada tindakan yang dilakukan oleh si pelaku dengan berpedoman kepada etik profesi. 4. 2. BREACH OF THE DUTY Pelanggaran terjadi s/d kewajibannya. Untuk mengatakan secara pasti malpraktek apabila penggugat dapat menunjukkan : 1. artinya menyimpang dari apa yang seharusnya dilakukan menurut standar profesi. PROXIMATE CAUSED Pelanggaran terhadap kewajibannya menyebabkan/terkait dengan cedera yang dialami pasien. Melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan. 2. . 56 Th. Malpraktek 1. yaitu kewajiban mempergunakan segala ilmu dan kepandaiannya untuk menyembuhkan/setidak-tidaknya meringankan beban penderitaan pasiennya berdasarkan standar profesi. 3. Tuntutan Malpraktek dapat bersifat pelanggaran sebagai berikut: 1. terkait dengan kewajibannya. Malpraktek Etik • Jalur etik tidak begitu melihat kepada akibat/kerugian yang ditimbulkan. Sangsi Administratif • Berdasarkan Keppres No. Tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan/melalaikan kewajibannya. Melanggar suatu ketentuan menurut/berdasarkan peraturan perundang-undangan. DUTY Pada terjadinya cedera. 3. Malpraktek dalam Keperawatan Adalah suatu batasan yang digunakan untuk menggambarkan kelalaian dalam melakukan kewajibannya. Misal : Pasien mengalami cedera sebagai akibat pelanggaran.

3. Pasien post op. • Kegagalan mengikuti/mencatat order/pesan dari dokter. Berikan kasih sayang pada pasien • Sebagaimana anda mengasihi diri sendiri. C. Intervension Errors • Kegagalan mengintervensikan dan melaksanakan tindakan keperawatan. Utamakan kepentingan pasien jika tim kesehatan lainnya ragu-ragu terhadap tindakan yang akan dilakukan/kurang merespon perubahan kondisi pasien diskusikan bersama dengan tim keperawatan guna memberikan masukan yang diperlukan. Beberapa Contoh Kesalahan Perawat: 1. 4. terima pesan dengan jelas dan tertulis. yang diperlukan. Kegagalan memberikan Askep secara berkelanjutan.• Pasal 54 ayat 1 dan 2 UU No. Bidang Pekerjaan Perawat yang Beresiko Melakukan Kesalahan 1. Pelanggaran Hukum • Perdata → UU No. Pedoman Pencegahan Malpraktek Keperawatan (Vestal. 1992 tentang kesehatan. 3. Tanyakan saran/pesan yang diberikan oleh dokter. 23 Th. B. 1999 tentang perlindungan konsumen. 8 Th. • Kegagalan melakukan askep secara berhati-hati. D. 1992 “setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan/kelalaian. • Layani pasien dan keluarganya dengan jujur dan penuh rasa hormat. 2. 3. Kegagalan memberikan instruksi yang dapat dimengerti oleh pasien. Kegagalan mencatat dan menuliskan masalah pasien. Intervensi kep. Planning Errors A. 5. Gunakan pengetahuan keperawatan untuk menetapkan diagnosa keperawatan yang tepat dan laks. 2. Kegagalan mengkomunikasikan secara efektif rencana keperawatan yang telah dibuat. Kw 1995) 1. Assesment Errors Kegagalan mengumpulkan data/informasi tentang pasien. ganti rugi dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku”. 23 Th. . Pasien usia lanjut → Disorientasi → dirawat → Jatuh → fraktur 2. → mobilisasi drastis → pusing → jatuh. Tingkatkan kemampuan anda secara terus menerus sehingga pengetahuan/kemampuan yang dimiliki senantiasa up to date. bekerja berdasarkan pedoman yang berlaku. • Pidana → Pasal 61 & 62 UU No.

Laksanakan askep berdasarkan model proses keperawatan. Jangan melakukan tindakan yang belum anda kuasai. 8. Lakukan konsultasi dengan tim lainnya. 9. biasakan bekerja berdasarkan kebijakan organisasi RS. Catat rencana keperawatan dan respon pasien dalam askep.6. 7. Prosedur tindakan yang berlaku. 10. Pelimpahan tugas secara bijaksana dan ketahui lingkup tugas masing-masing. .