Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010

Laporan Penyelenggaraan
Pertemuan Regional Operasi & Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I Banda Aceh 27 – 30 Juni 2010

2

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kita semua limpahan rahmat sehingga tetap dapat melaksanakan kegiatan seharihari dengan baik. Laporan ini merupakan rangkuman dari seluruh runtutan kejadian dan proses administrasi yang panjang dalam rangka pelaksanaan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I yang dilaksanakan di Banda Aceh pada tanggal 27 Juni sampai dengan 30 Juni 2010. Acara ini dapat terlaksana atas kerjasama yang baik dari beberapa instansi yaitu Dinas Pengairan Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera-I, Bappeda Aceh, dan Ditjen Bina Pengelolaan Pengembangan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri. Pada kesempatan ini kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan acara tersebut. Khususnya kepada:     Dinas Pariwisata Aceh untuk dukungan “guide”-nya; Kapolda Aceh untuk dukungan keamanan dan unit pemandunya; Dinas Kominfo untuk dukungan spanduknya; Bandara Sultan Iskandar Muda untuk dukungannya atas pemberian ijin penempatan meja khusus di dalam bandara dan pemberian ijin lainnya;  Pangdam Iskandar Muda;  Media massa (TV Aceh, TVRI, Harian Serambi) yang membantu menyiarkan acara ini ke masyarakat; dan  Seluruh pihak yang tidak mungkin kami sebutkan satu-persatu. Terkahir yang tidak kalah pentingnya, kami ingin menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh anggota panitia yang telah bekerja keras siang dan malam tanpa kenal waktu dan menghiraukan lelah serta keringat yang mengucur sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik sampai akhir. Tapi semuanya itu tidak akan ada artinya tanpa kehadiran seluruh peserta dengan antusias untuk memeriahkan acara ini. Banda Aceh, Juli 2010 Panitia Penyelenggara

3

............................................................................................ 8 BAB-3 PENYELENGGARAAN......................................... 35 A.................................................................................................... 9 3.......................................................... 3 DAFTAR ISI ..........................3 Diskusi/Sidang Kelompok .................................................................................................4 Pembiayaan .1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan serta Penginapan ...................................................................................................................1 Dasar Pelaksanaan .................................................................................................2 Maksud dan Tujuan .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................. 7 BAB-2 MAKSUD DAN TUJUAN .......... 35 B......................................................................................................2 Peserta .................................. Kelompok-I ........................ 8 2.........................................1 Latar Belakang............................. 6 BAB-1 PENDAHULUAN ............................................................................................. 9 3.........................1 Metode .......5 Kronologis Jalannya Acara .................................. 35 4.......................................................................................................... 12 BAB-4 PERSIDANGAN / DISKUSI KELOMPOK ....................... 8 2................................... Kelompok-II ........ 5 DAFTAR GAMBAR ......................................... 7 1............. 43 Kelompok-III ......................2 Tata Cara Pertemuan ............................................... 9 3............... 35 4............................................................................ 53 4 .......................................... C..................................................................................................................................... 11 3........................................... 35 4.............................. 4 DAFTAR TABEL ....................................... 49 BAB-5 HASIL RUMUSAN ...........................................................................3 Panitia Penyelenggara ............................ 12 3..............

......... Rekapitulasi Jumlah Kamar Hotel Peserta Acara .............. 42 Tabel 8.......... Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-I ......................................Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 DAFTAR TABEL Tabel 1...... Daftar Anggota Kelompok-I ........................... 50 Tabel 12................................. Rekapitulasi Daftar Peserta ........................................................... 12 Tabel 5...................................................... Daftar Anggota Kelompok – III ........... Daftar Anggota Kelompok .... Daftar Hotel di Kota Banda Aceh .............. Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-III .................................................................. 44 Tabel 9.............................................. 9 Tabel 2..... Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-II ...................... 48 Tabel 10................. 52 5 ............... Rute Kunjungan Field Trip.............................................. 11 Tabel 3................................. 37 Tabel 7.......... Rekapitulasi Jumlah Panitia Penyelenggara .. 26 Tabel 6..... 11 Tabel 4...........................................II......

.................. 34 Gambar 20......... 32 Gambar 17......................... 31 Gambar 16.......................... Penyampaian Kata Sambutan . Foto Bareng Peserta pada saat Field Trip....................................................................... Meja Panitia untuk Pendaftaran Peserta ............................................................................................................ 13 Gambar 2......... Panggung Acara Pertemuan ....... 14 Gambar 3. 28 Gambar 15............................. Panitia Seksi Notulensi & Pelaporan ........................................................ 63 6 ..................................... Field Trip ke Waduk Keuliling............................ 15 Gambar 5.................................................................... 17 Gambar 7.... Peserta mencoba untuk menikmati air waduk dari sisi lain ................................. Diskusi Kelompok-3 ......Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 DAFTAR GAMBAR Gambar 1..... Pemberian Ranub Kepada Wagub Aceh .......... 15 Gambar 4... 28 Gambar 14............. Penandatanganan Hasil Rumusan .................. Tarian Persembahan Penutupan ............ 25 Gambar 9........................................................... 24 Gambar 8............. 27 Gambar 13.................................................... 27 Gambar 12.... Leaflet panduan peserta (lembar-1) .................... Foto Bareng Ibu-ibu Peserta dan Panitia ................. Diskusi Kelompok-2 .................. 33 Gambar 19.......................................... 16 Gambar 6......... Field Trip di Waduk Keuliling ................................... 32 Gambar 18................... Penanaman Pohon di Lokasi Waduk Keuliling ........................................................................................... Salah Seorang Peserta Menyampaikan Pertanyaan Kepada Narasumber ............. Leaflet panduan peserta (lembar-2) ....... Diskusi Kelompok-1 ................. 25 Gambar 10... 27 Gambar 11............... Penyampaian Materi Sesi-1 Hari Pertama ...

maka bidang irigasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan sumber daya air secara keseluruhan. perlu dilakukan langkahlangkah penyesuaian kebijakan. Sekaligus mengevaluasi sejauh mana komitmen masing-masing pihak atas kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi seluruh stakeholder untuk membuat kesepakatan-kesepakatan baru terkait dengan perubahan kebijakan pengelolaan sumber daya air yang baru.1 Latar Belakang PENDAHULUAN Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Prasarana Sumber Daya Air (SDA) telah dilaksanakan sejak tahun delapan puluhan dan telah menghasilkan berbagai masukan kepada pemerintah untuk penyusunan kebijakan dan peraturan perundang-undangan terutama di bidang keirigasian. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA). Pertemuan Regional ini dimaksudkan untuk mengevaluasi atas upaya-upaya penyelesaian yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah atas beberapa permasalahan yang muncul terhadap implementasi Operasi dan Pemeliharaan (O&P) Prasarana Sumber Daya Air (SDA) Tahun 2009.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 BAB-1 1. maupun pelaksanaannya agar selaras dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam UU Sumber Daya Air (SDA) tersebut. 7 . Dengan telah terbitnya Undang-undang No.

Mendorong komitmen dan konsistensi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka pelaksanaan kegiatan dan pembiayaan O&P. b.02. Keputusan Gubernur Pemerintah Aceh Nomor: 1. d. b.2 Maksud dan Tujuan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Tahun 2010 di Banda Aceh. dengan kesepakatan bahwa untuk Penyelenggaraan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah Regional I Tahun 2010 dilaksanakan oleh Provinsi Aceh di Banda Aceh.1 Dasar Pelaksanaan MAKSUD DAN TUJUAN Dasar pelaksanaan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Tahun 2010 di Banda Aceh adalah sebagai berikut: a. dilaksanakan dengan maksud dan tujuan untuk : a.03. Menghasilkan bahan rumusan strategi pelaksanaan kegiatan dan pembiayaan O&P Prasarana SDA secara berkelanjutan. e. Mengevaluasi dan menindaklanjuti implementasi O&P Prasarana SDA Tahun 2009 dan perbaikan pelaksanaan O&P Prasarana SDA Tahun 2010.00. Menyusun arah kebijakan strategi program O&P Prasarana SDA yang dituangkan dalam RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) Tahun 2011 baik di Provinsi maupun di Kabupaten/Kota. c. Menyusun kesepakatan dan perbaikan ke arah penyelenggaraan pertemuan O&P kedepan.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 BAB-2 2. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 005/1705/IV/Bangda tanggal 27 Mei 2010 perihal Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Tahun 2010. c.00. 8 . Hasil pertemuan Rapat Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Tahun 2009 di Yogyakarta. 2.4 tanggal 13 April 2010 tentang Pengesahan DPA-SKPA Dinas Pengairan Aceh.

Kementerian Keuangan. T. Tgk. M. H. terdiri dari unsur Kementerian Dalam Negeri. M. Peserta Pusat. Penginapan peserta dilakukan panitia yang kerjasama dengan beberapa hotel di Kota Banda Aceh.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan serta Penginapan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air tahun 2010 dilaksanakan pada tanggal 27 Juni sampai dengan 30 Juni 2010 di Hotel Hermes Palace. dan Kementerian Kehutanan. Tgk... Panglima Nyak Makam Banda Aceh. Bappenas. Tengku Imum Lueng Bata Jl. Sultan Hotel – Peunayong Jl. Daftar Hotel di Kota Banda Aceh 3. Kementerian Pertanian. Daud Beureueh No. Peserta undangan pada acara ini meliputi: a. Panglima Nyak Makam Jl. Jalan T. Kementerian Pekerjaan Umum. Jumlah peserta undangan adalah sebanyak 304 orang dan jumlah peserta peninjau adalah sebanyak . Kunjungan lapangan (field trip) dilaksanakan di lokasi Waduk Keuliling Kabupaten Aceh Besar dan lokasi wisata tsunami serta lokasi lainnya yang merupakan ikon Kota Banda Aceh. Tengku Imum Lueng Bata 0651 – 755500 0651 – 35788 0651 – 21415 0651 – 22469 0651 – 33633 0651 – 22677 Tabel 1. No Nama Hotel Alamat Telepon 1 2 3 4 5 6 Hermes Palace Grand Nanggroe Madinah Sultan Kuala Radja Oasis Aceh Jl. 187 Jl.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 BAB-3 PENYELENGGARAAN 3.2 Peserta Peserta Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I tahun 2010 secara umum dibagi dalam 2 (dua) kriteria yaitu Peserta Undangan dan Peserta Peninjau. 9 . Daud Beureueh Jl. orang peserta. H.

Sumatera Utara. Jambi.I Yogyakarta. Balai Wilayah Sungai Sumatera-III. Kalimantan Timur. . No Utusan Provinsi / Pusat Instansi Peserta Undangan Peserta Peninjau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Pusat Pusat Pusat Pusat Pusat Provinsi Aceh Sumatera Utara Sumatera Barat Kepulauan Riau Jambi Bangka Belitung Bengkulu Lampung D. Kalimantan Tengah. D. Peserta Provinsi yang diundang terdiri dari unsur Bappeda. Bappeda. Balai Wilayah Sungai. Kepulauan Bangka-Belitung. diundang seluruh Kabupaten/Kota yang terdiri dari unsur Bappeda.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 b. Balai Wilayah Sungai Sumatera-I. Balai Wilayah Sungai Sumatera-II. Dinas PU/Pengairan. Jawa Timur. Dinas Pertanian. Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara. Khusus untuk provinsi penyelenggara (Provinsi Aceh).. Dinas Kehutanan dan DPRD-Komisi Bidang Pembangunan. Kalimantan Barat. Dinas Pertanian. Sumatera Barat. Peserta Kabupaten/Kota yang diundang terdiri dari unsur Bappeda. Kepulauan Riau. Yogyakarta Jawa Timur Bali Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kementerian Dalam Negeri Kementerian PU Kementerian Kehutanan Kementerian Pertanian Kementerian Keuangan 20 31 1 2 1 15 2 9 0 9 1 9 9 12 11 6 4 9 0 0 0 0 0 0 2 9 0 26 1 1 10 2 22 3 5 18 10 . Lampung. Dinas Kehutanan.. Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan. Dinas PU/Pengairan. d. terdiri dari unsur Pemerintah Provinsi. DPRD-Komisi Pembangunan dan Perguruan Tinggi. Dinas Pengairan. c. Provinsi yang diundang adalah Provinsi Aceh. Dinas PU/Pengairan. Dinas Pertanian dan Dinas Kehutanan. Bangkulu.I. Khusus untuk Provinsi Penyelenggara. yang terdiri dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I. Jawa Barat.

baik dari undangan maupun sebagai peninjau – menginap pada beberapa hotel yang tersebar di seputaran kota Banda Aceh. 11 .3 Panitia Penyelenggara Panitia pelaksana Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I tahun 2010 terdiri dari unsur aparat Pemerintah Aceh. Walaupun di dalam Buku Panduan telah disampaikan bahwa peserta yang hadir harus bersedia untuk mengikuti seluruh jalannya acara sampai dengan selesai. Dinas Pengairan Aceh. Bappeda Aceh. Dinas Perkebunan dan Kehutanan Aceh. terinci pada tabel berikut ini. Data awal alokasi kamar hotel seluruh peserta sesuai dengan daftar pada hari pertama.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Utusan Provinsi / Pusat Peserta Undangan Peserta Peninjau No Instansi 19 20 21 Kalimantan Timur Nusa Tenggara Barat Maluku Utara JUMLAH 10 7 0 168 315 48 0 0 147 Tabel 2. Rekapitulasi Jumlah Kamar Hotel Peserta Acara 3. No 1 2 3 4 Hotel Hermes Palace Grand Nanggroe Oasis Sultan JUMLAH Jumlah Kamar 110 30 31 1 172 Tabel 3. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh. Rekapitulasi Daftar Peserta Seluruh peserta . tetapi banyak juga peserta yang tidak mengikuti acara sampai dengan hari terakhir. Balai Wilayah Sungai Sumatera-I dan Kementerian Dalam Negeri. Sehingga jumlah kamar hotel yang terdata pada panitia banyak mengalami perubahan.

Dagri Dinas Pengairan No Nama Jabatan/Seksi Jumlah I II III IV V 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PEMBINA PENGARAH PELAKSANA KESEKRETARIATAN SEKSI-SEKSI Persidangan Materi Akomodasi & Konsumsi Transportasi & Protokol Perlengkapan & Tempat Dokumentasi & Publikasi Keamanan Kunjungan Lapangan Notulensi & Pelaporan JUMLAH 3 4 1 5 5 3 1 6 0 1 1 0 0 30 0 0 4 10 3 2 2 2 9 5 7 3 6 53 127 0 0 1 1 2 4 12 4 1 1 0 5 3 34 0 0 1 2 2 2 1 0 0 0 0 0 2 10 3 4 7 18 12 11 16 12 10 7 8 8 11 127 Tabel 4. Bappeda. turun dari pesawat menuju meja panitia yang berada di dalam terminal kedatangan Bandara Sultan Iskandar Muda.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Instansi/Unsur Balai WS S-I Pem. Aceh. dll Kem. Kedatangan. Peserta yang datang dengan menggunakan pesawat. 27 Juni 2010 1.5 Kronologis Jalannya Acara Kronologis jalannya acara dan tata tertib peserta sejak dari kedatangan sampai dengan kepulangan adalah sebagai berikut: Hari Pertama. Peserta dipandu oleh 12 . Rekapitulasi Jumlah Panitia Penyelenggara 3.4 Pembiayaan Biaya yang diperlukan dalam rangka Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I tahun 2010 dianggarkan melalui APBA Provinsi Aceh pada DPA-SKPA Dinas Pengairan Aceh Tahun 2010. 3.

Nyak Makam Banda Aceh. Peserta diminta untuk memberikan Surat Perintah Tugas (SPT) dan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 panitia untuk menuju hotel masing-masing dengan menggunakan bus yang telah disediakan. biaya hotelnya ditanggung oleh panitia pelaksana. Peserta yang menginap di Hotel Hermes langsung diberikan kunci kamar masing-masing. 2. Peserta mengisi tanda pendaftaran dan form lainnya yang diberikan oleh panitia. Panitia memandu peserta menuju meja yang telah disiapkan sesuai dengan kriteria masing-masing peserta. T. 13 . dibantu dan diantarkan oleh panitia untuk mendapatkan kamar hotel baik di Hotel Hermes ataupun di hotel lainnya. Peserta yang datang menggunakan kendaraan darat. Meja Panitia untuk Pendaftaran Peserta 3. diantar dengan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia. Pendaftaran peserta hari Minggu tanggal 27 Juni 2010 dari jam 12.00 WIB di Hotel Hermes Palace.00 – 18. Peserta yang termasuk dalam kriteria Peserta Undangan. Jl. Peserta yang menginap di hotel selain Hotel Hermes. dapat langsung menuju Hotel Hermes ataupun Hotel lainnya tempat menginap untuk selanjutnya melakukan pendaftaran di Hotel Hermes. Gambar 1. Peserta yang belum mendapatkan hotel. Penginapan.

30 WIB.30 WIB sampai dengan 20. dibuka pada tanggal 27 Juni 2010 di ruangan Aceh-I pukul 21. S. Peserta yang menginap di Hotel Hermes dapat langsung menikmati makan malam. Ir.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 4. Makan malam hari pertama dilaksanakan di Hotel Hermes Palace untuk seluruh peserta dimulai dari jam 19.Banda Aceh. Muhammad Nazar. Peserta yang menginap dihotel lainnya diantar menuju Hotel Hermes dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia. Jalannya acara pembukaan adalah sebagai berikut: Sambutan pembukaan oleh protokol/pembawa acara oleh Indayani Acara dibuka dengan menyajikan tari Ranup lampuan yang dibawakan oleh Sanggar Meuligo Sambutan pembukaan acara disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh.00 WIB s/d selesai. yang dilaksanakan di Hotel Hermes Palace . Panggung Acara Pertemuan 5.Ag Pembacaan ayat suci Al-Quran dibacakan oleh Tengku Takdir Feriza Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Jihan Zanjabila 14 . Pembukaan Acara. Gambar 2. Acara Pertemuan Regional O&P Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I tahun 2010.

Abdullah Ibrahim Sebagai penutup acara ditampilkan tari Saman Gayo dan tari Rampo Aceh yang dibawakan oleh Sanggar Cut Nyak Dhien 15 . Muhammad Amron. MSc selaku Dirjen Sumber Daya Air .Kementerian Pekerjaan Umum Sambutan dan pengarahan oleh Tunggul Iman. Pemberian Ranub Kepada Wagub Aceh Laporan Ketua Penyelenggara yang disampaikan oleh Ir.Kementerian Pertanian Gambar 4. Penyampaian Kata Sambutan Sambutan dan Pembukaan Gubernur Aceh yang dibacakan oleh Ir. H. S. Eko Purwadi.Sc selaku Dirjen PLA . Muhammad Nazar. M.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 3. M.Ag selaku Wakil Gubernur Aceh Pembacaan Do’a yang dipandu oleh Tgk.Si Sambutan dan pengarahan oleh Syamsul Arief Rivai selaku Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Sambutan dan pengarahan oleh Ir.

Syarief Armunanto.I. Penyampaian materi oleh Kepala Dinas PU Pengairan Aceh (Ir. Fungsi dan Kewenangan dalam Pengelolaan Irigasi”.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Hari Kedua. MS. terutama jawa dgn kaltim itu berbeda kondisinya. kondisi di daerah. D) berjudul “Arah Kebijakan Nasional tentang Sumber Daya Air di dalam RPJM 2010 dan RKP 2011”. M.SC) berjudul “Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah berkaitan dengan Peran. Panel Pusat dan Daerah – 1 (Moderator: Ir. Donny Azdan. Bappenas (Ir. Usman Budiman) Penyampaian materi oleh Direktur Pengairan dan Irigasi. 16 . Tenaga yg sudah diangkat. M. Slamet Eko Purwadi. Sofjan Bakar. Jateng 1. Senin tanggal 28 Juni 2010. Kementerian Dalam Negeri (DR. H. M. MA. over topping. Gambar 5. Penyampaian materi oleh Direktur Fasilitasi dan Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. Ph. pertanyaan/keluhan masalah tenaga pengamat/juru. Penelusuran diperlukan untuk mengamati longsor. Perlu suatu terobosan untuk pengangkatan tenaga pengamat karena sangat diperlukan. dll. Yogyakarta (Ir. MM)berjudul “Peran Komisi Irigasi (Komir) dalam Pelaksanaan OP”. Penyampaian Materi Sesi-1 Hari Pertama Diskusi dan Tanya Jawab: >> Jarot Woko dari Dinas Prov. Penyampaian materi oleh Bappeda Kabupaten Gunung Kidul Provinsi D.Si) berjudul “Profil SDM dan Kelembagaan OP Prasarana SDA”. Pernah disampaikan usulan pengangkatan pegawai. karena diperlukan maka ditarik ke dinas lain.

Kami tidak bisa melakukan OP karena menyalahi aturan. Salah Seorang Peserta Menyampaikan Pertanyaan Kepada Narasumber >> Pak Darwin dari Prov. Masyarakat hanya tahu memakai karena telah diserahkan kepada masyarakat. Contoh di daerah . Kepada Bappenas. >> Pak Ohari dari PU Pengairan Jatim 1.. Pembagian kewenangan pusat & prov. Perlu pembinaan. Kondisi daerah irigasi. Kewenangan pengelolaan SDA. sehingga terjadi kerancauan dalam pelaksanaan irigasi ini. bagaimana penanggung jawabnya. perlu penjelasannya. SDM di daerah SKPD/balai. Daerah/kab/kota tidak mempunyai kecukupan dana dalam penyediaan dananya. PP sungai. Kendala kondisi di kabupaten. Kewenangan pengelolaan sungai. lintas kabupaten/kota/ dalam kab. kami baru belajar utk membuat sumur-sumur. Lomba P3A. bagaimana dgn TP/OP sungai? Gambar 6. OP. dan Daerah irigasi. WS terdiri dari beberapa DAS. 2. 4.. Apakah pembangunan/pengelolaannya. Kami belum mampu utk melaksanaakan pembukaan isolasi tersebut. Galian C. OP utk diatas 300 ha telah teralokasi baik oleh Balai/Dinas. Tapi di rawa sepertinya kurang diperlukan. Alokasi dana di PU tapi pelaksananya Pertanian. Perlu kejelasannya.. Prioritas utama adalah pembukaan terisolasi. Perlu dipertimbangkan TP/OP irigasi berjalan baik.. DAS terderi dari lintas propinsi. Perlu dana dalam pengelolaan SDA. Pengaturan di irigasi sangat dipelrukan. irigasi. Pembinaan P3A/GP3A. Pembagian kewenangan DAS sungai.. Didasarkan atas wilayah sungai.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 2. Kendalanya adalah pemeliharaan sumur-sumur tersebut. apakah dikelola oleh 17 . 3. rencananya akan dilaksanakan oleh Pertanian. OP pompa. hidrologi. Pembinaan yg dilakukan harusnya oleh PU. 3. Lampung 1.

Tapi masalah pembinanan P3A dtetap dilakukan oleh PU. Tolong dijelaskan. Bina pengelolaan pengembanagn daerah. kedepan perlu dipikirkan bagaimanan menangkap air. Dana OP wajib. Perlu dilakukan lomba untuk meningksatkan kualitas mereka sehingga meningkatkan produksi mereka. sehingga koordinasi berjalan baik. misalnya masalah pompa. pembangunan waduk. sehingga masuk ke pertanian. Peranan instansi lain apakah turut serta dalam kebijakan ini? Peran utama dilakukan oleh dinas pengairan. Alokasi pusat & provinsi bisa saling membantu dalam pengalokasian dananya. 4. Untu TP/OP. >> BANGDA. 1. tidak jelas lagi pengamat. Pak Darwin. Nanti Menpan akan mengevaluasinya. pengalaman di Gunung Kidul. meskipun disadari masih kurang. 2. 4. Untuk rawa masih dirumuskan. Pak Jarot masalah P3A/Gp3A. pintu-pintu rusak. 3. Sebelum ditetapkan oleh presiden. petani.. karena ada otonomi daerah. PU. Pembagian WS pusat & derah >>> kewenangan dewan SDA. Masalah dana. Pembinaan P3A. Setelah kewenangan itu diberikan. Sedang disusun oleh Dewan SDA nasional.7. karena perlu/utama. Kewenangan provinsi masih bisa diperdebatkan. Masukan dalam penyusunan otonomi daerah. Masalah Rawa. OP Irigasi. lampung. mengenai saluran primer sampai dengan sekunder. dalam hal OP ini. Daerah tangkapan rusak. Masalah OP. Untuk melihat sejauh mana tanggung jawab masing-masing kewenangan provinsi/kebupaten. Bappeda. harus dibuat pembagian kewengannya di 18 . perlu kejelasan sehingga pembinaannya menjadi jelas. 3. yg memasukkan penyuluhan pertaian hanya oleh kementerian pertanian. KOMENTAR: >> Pak Donny. juru di daerah. Lampung. Kalau tidak ada pengamat. Hubungannya bagaimana sehubungan dgn lomba P3A ini? 3. masing-masing provinsi mohon audensi untuk memberikan masukan. Sudah ada kejelasan OP. memang tidak pernah cukup dana utk TP/OP ini. 2. Sebelum ada UU No.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 pusat semua? Kami setuju prioritas adalah pengelolaan OP. Menurut saya perlu dibagi kelompoknya. ada acuannya PP 32. Dasar hukum seolaholah dikelola oleh pertanian. Kami perlu pengalaman di gunung kidul. air tidak sampai ke lahan petani. Tapi harus dialokasikan berapapun sanggupnya. harus disediakan dananya. 2. 1. perlu duduk bersama. Apakah perlu diangkat? Perlu didata. Pembangiannya berdasarkan wilayah/ataukah unit tapi rasanya tidak cocok. Pembagian/pengelolaan OP Sungai sedang disiapkan PP-nya.

19 . air kami kebanyakan berada di bawah permukaan. 4. silahkan disampaikan usulannya. Beberapa tahun ini kami mendapat penghargaan sebagai daerah yang berhasil swasembada pangan. Dan saran solusinya apa. untuk oli. tapi setelah itu jadi rancu untuk juru & pengamat tersebut. yang termasuk dalam komisi. Syafri Gani) Penyampaian materi oleh Direktur Rawa & Pantai Kementerian PU (diwakili oleh Jantar Sibarani) berjudul “Penyelenggaraan TP OP Irigasi dan Rawa”. iuran bulanan yaitu 35 ribu. Apabila ada masalah. sebelum UU 7 sudah bagus. Fungsi SKPD lainnya. minyak. dilakukan pertemuan rutin sekitar 3 bulan sekali. Besarnya iuran OP untuk pompa. (tambahan moderator) 7. 9. Tapi kadang terjadi juga kendala. 1 unit milik masyarakat dan pengelolanya masyarakat sehingga masyarakat merasa memiliki Panel Pusat dan Daerah – 2 (Moderator : Ir. 1. 2. Dialog daerah-pusat menjadi sarana untuk itu. jasatirta (pengamat). pompa tersebut dapat terpelihara dengan baik. Belanja kami habis hampir separoh untuk belanja pegawai. sehingga dengan komitmen bersama. Kondisi kami. Jadi harga air kami sangat mahal. Peran SKPD lainnya. Contoh sungai bawah tanah kami seperti di Bribin yang akan segera dioperasikan. kebanyakan berupa pompa & sungai bawah tanah. dan dibagian mana. Komisi irigasi hanya melakukan fasilitasi P3A. Silahkan berikan masukan kepada pusat.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 daerah. Nanti disampaikan. Hal ini dilakukan karena dana OP terbatas. kas kelompok. Pak Darwin. dikelola oleh P3A masing-masing. 7. 8. P3A dapat meminta untuk dilakukan pertemuan. 6. pengurus. masukan moderator yaitu: 1 unit pompa milik pemerintah. dibandingkan daerah lainnya. >> BAPPEDA GUNUNG KIDUL. 6. tapi pelaksanaannya yg sering rancu/over-lapping. diluar PU seperti pertanian dan lainnya perannya sangat kecil. Ada beberapa daerah yg membentuk badan-badan lain sehingga menambah beban dana di daerah tersebut. Kalau memang perlu dibuat payung hukum. Sudah jelas kewenangannya pusat & daerah. 5. kami setuju. sehingga tidak terjadi overlapping. 5. Kondisi OP juga terjadi penurunan. P3A juga dilibatkan dalam pembahasan-pembahasan di komisi. Solusinya yaitu harus sering-sering duduk untuk berkoordinasi. Seperti di forum ini. termasuk masalahmasalah di P3A. 3. 10. Coba dicermati apakah memang ada overlap itu. tapi sudah ada SKPD yang mengelola hal tersebut.

Tunggul Iman Pranudju. Penyampaian materi oleh Direktur Pengelolaan Air Kementerian Pertanian (Ir.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Penyampaian materi oleh Bappeda Provinsi Aceh (Ir. Menarik dana apakah boleh dari DAK. kepada Dirut Pengelolaan Air. 20 tahun pembangunan Aceh sepertinya belum Nampak dalam peksanaannya? 2. Simaluhung Sulut Pertanyaan : 1. Supa’ad. PPKnya dari Provinsi atau Dinas Kabupaten? Jawab : Jaringan irigasi lintas Provinsi : Pusat (> 3000 Ha).SC) berjudul “Peran Pengelolaan Air di Tingkat Usaha Tani dalam Rangka Menunjang Ketahanan Pangan Nasional”. Nama : Wahid Asal : Prov. kepada Dirut Pengelolaan Air. 2. Ditjen PLA Kementerian Pertanian. tapi belum tersosialisasi sehingga membinggungkan petani Jawab : 27000 Ha sawah di aceh rusak akibat tsunami. Bengkulu Utara Pertanyaan : 1. Penyampaian materi oleh Dinas PU Pengairan Provinsi Jawa timur (Ir. Kepada Bappeda Aceh. dsb. M. Irigasi luas-luasnya menurut kewenangan masing-masing. Begitu banyaknya kelompok-kelompok tani seperti OKTA. Bengkulu. P3A. sehingga pekerjaan pasca tsunami adalah membangun kembali apa yang sudah pernah dibangun Tahun 2007 telah keluar Permenpan tentang penyuluhan kepada petani. M. M. reklamasi rawa dan pantai. Tahun 2008 keluar pelimpahannya. P3A menjadi kewajiban pertanian. Iskandar.Si) berjudul “Mekanisme Pelaksanaan dan Pelaporan secara Elektronik Monitoring (E-Mon)”. TOP.Sc) berjudul “Koordinasi dan Pelaksanaan Program OP Irigasi dan Rawa”. 20 . Ditjen PLA Kementerian Pertanian. Kab. Diskusi dan Tanya Jawab: Nama : Usman Silalahan Asal : Bappeda Kab. Jaringan Irigasi Lintas Kabupaten : Provinsi (3000-2000 Ha). Kepada Bappeda Aceh.

jangan berdiri sendiri-sendiri. PP no. Akan disampaikan dan dibahas kembali nanti. 20/2006. Pertemuan hari ini harus bias menghasilkan suatu konsep guna penyelamatan air Jawab : Kendala yang kita hadapi dilapangan adalah : . 20/2006 tersebut? Jawab : Perhitungan anggaran OP Irigasi bukan Cuma di Bali saja. tapi di provinsi lain juga seperti itu. Mengenai GNKPA Aceh Besar.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Lintas Kabupaten (<1000 Ha). 21 . Bali termasuk wilayah strategis nasional yang berarti menjadi wewenang pusat.Koordinasi dengan pemerintah . Sungai dan Irigasi. Perhitungan anggaran OP Irigasi.Pembangunan selama 5 tahun sudah sangat signifikan di aceh . Kapan diterapkan seperti PP no. 2. Usul : Semua lembaga yang hadir pada hari ini. Tapi di Bali masih dari dana APBD. harus bersinergi pada penyelamatan Sumber Air sehingga bias digunakan untuk Irigasi. Nama : Zulkifli Basri Asal : Ka Bappeda Aceh Besar Pertanyaan : 1. Harus adanya sinergi dan keterpaduan dari masing-masing pihak. Kepada Direktur Rawa dan Pantai Kementerian PU.SDM di hutan. Pemerintah masih menetapkan harga perhektarnya. Menurut tanggung jawab dan wewenang no 7/2004 dan PP 20/2006. 2. baik di Pantai. belum sebagai usaha bisnins tapi lebih pada keperluan konsumsi keluarga. Dana di Aceh untuk pembangunan infrastruktur dari OTSUS Nama : Ketut Suhartaman Asal : Dinas PU Bali Pertanyaan : 1. digunakan angka kebutuhan nyata OP Irigasi Pelaksanaan masih berdasarkan luas areal. Pengelolaan SDA.

Kira-kira yang bisa mengatur hal tersebut apakah sudah ada badan yang terbentuk atau belum? 2. 1. pengeloaan DAS merupakan pokok dari ketersediaan air.. Kalau pengeluaran izin tidak terkendali. Apakah di daerah aceh setiap izin2 yang keluar sudah ada suatu badan.. Penyampaian materi oleh Direktur Anggaran Kementerian Keuangan (Hamdani) berjudul “Mekanisme Penyeluran Dana Daerah TP OP Prasarana SDA”. jadi jika ke-kontiniunitas-an ini tidak dapat dipertahankan maka. Ditjen RLPS. Kementerian Kehutanan (Ir. M. Diskusi dan Tanya Jawab: >> Pertanyaan: No. Azmi Abdullah) berjudul “Pengembangan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT)”.. Hamdani..Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Kesimpulan Moderator : Angka kebutuhan OP sampai dengan hari ini tidak pernah terpenuhi Kelompok tani dan P3A berdasarkan jaringan peta tersier Luas potensial sawah beririgasi antara dinas pertanian dengan dinas lain yang bersangkutan angkanya tidak pernah sama.. maka otomatis kerusakan sungai akan terjadi. Mudah-mudahan kedepannya bias lebih baik. H..Si) Penyampaian materi oleh Direktur Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Suhardi – Kalteng a) 22 . Panel Pusat dan Daerah – 3 (Moderator : Ir. kegiatan reklamasi dilaksanakan pada tahap perencanaan maka jika diharapkan jadi waduk air maka diharapkan dapat disampaikan lebih awal ke pihak dinas kehutanan. Jika tidak terkendali maka apa akan ada .. Nama Peserta/ Utusan/Unsur Ketut– Bali a) Pertanyaan/Isi Permasalahan/Masukan (Masukan) Kegiatan reklamasi tidak bisa dilaksanakan di akhir.. Penyampaian materi oleh BPDAS Krueng Aceh (Saiful Ahmad) berjudul “Upaya Penanganan Konservasi dan Rehabilitasi DAS”. Suhardijono) berjudul “Kajian Strategi Rehabilitasi Hutan dan Lahan dalam Konteks Pengelolaan DAS”. Di kalteng ada 11 unit. di sisi lain pengeluaran izin merupakan kewenangan kementerian. Penyampaian materi oleh Dinas Pertanian Kebupaten Bireuen Provinsi Aceh (Ir. Sudah ada pemetaan.

. yang pertama dia harus memiliki AMDAL kalau sudah ada AMDAL dan izin. permasalahan Sub DAS yang kurang optimal. Kalau pada musim kemarau sumber mata airnya mengecil dan kalau pada musim hujan terjadi banjir. yang jadi maslah adalah pertambangan illegal. Nama Peserta/ Utusan/Unsur Suharto – Bapeda Kab. Kehutanan Dirjen Kehutanan 3. Kehutanan Dirjen 23 . dalam ini sudah diperhitungan kondisi-kondisi fisik yg ada dan juga disitu ada alternatif-alternatif untuk RHL nya. jadi masingmasing kementerian memiliki kewenangan sesuai dengan mandat yg ada. rata2 lubang yang ditinggalkan menjadi tempat rekreasi dan lain2.. di daerah selatan (batu kapur) merupakan hulu dari DAS Brantas tepatnya Sub DAS Kalidawer disana terdapat masalah. Kehutanan Dirjen Kehutanan a) Jawaban/Tanggapan Permasalahan Untuk tambang. adanya cembung cerobong yang ditangani di beberapa lokasi masih harus di . 3. sering terhambat dgn perizinan.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 No. a) Akan menjadi bahan masukan apakah ada badan yang akan menangani permasalah ini.. Ditjen RLPS.. Ditjen RLPS.. b) AMDAL merupakan kewenangan dari kementrian LH. 1. Kemen. tinggal bagaimana RTHKL dipindahkan menjadi RPKHL...airnya tidak boleh asam.. b) Izin memang berlapis. Terjadi permasalahan karena pengelolaan kurang optimal.Wakil Direktur Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Kalau ada masalah biasanya penangangannya akan diangkat ke tingkat Menko (biasanya Menko perekonomian) kalau tidak ada masalah Menko tidak akan turun... disana juga terdapat cekungan2 yang dapat dibuat menjadi embung. Permasalahan di kegiatan. c) Sejak awal pertambangan harus ada proyeksi akhir dari pertambangan.. Narasumber/ Utusan/Unsur Suhardijono .. AMDALnya tidak ditutup tapi harus ada treatment air .. Suhardijono Wakil Direktur Rehabilitasi Hutan dan Lahan. tidak akan ditutup. ada 154 cembung. a) Mengatasi banjir dan kekeringan setiap DAS membuat rencana teknis RHL DAS.. Ditjen RLPS. apakah cukup dgn THPH atau harus izin dari kementrian? b) Usulan kepada Dirjen SDA adanya realisasi tentang embung sehingga dapat mengatasi permasalahan banjir >>Jawaban/tanggapan : No. 2. Tulung Agung a) Pertanyaan/Isi Permasalahan/Masukan Di Kab. Suhardijono Wakil Direktur Rehabilitasi Hutan dan Lahan. mereka diwajibkan membuat AMDAL . Kemen. Tulung agung dibagi 3 wilayah.. Tambang yang . Kemen. kemudian mereka harus punya izin paket buka tambang.

bisa menhubungi. Tinggal koordinasi dengan dinas terkait. 1 tahun sekitar 1 M untuk kegiatan rehabilitasi dan lahan bisa dilakukan di dalam kawasan hutan dan bangunan-bangunan konservasi tanah. Narasumber/ Utusan/Unsur Kehutanan Jawaban/Tanggapan Permasalahan Untuk dinas kab.. Panel “Best Practice” Penyampaian materi oleh Pak Kasdi (Pemenang Kalpataru Tahun 2000) berjudul “Individual: Studi Kasus Pembuatan Jaringan Irigasi sepanjang 5 km di Kabupaten Tulung Agung”. Disamping itu kita juga memiliki dana ..Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 No.. Diskusi Kelompok Kelompok-I dengan topik : “Kelembagaan O&P SDA”. H. Fungsional)  Profil petugas SDA 24 . Usman Budiman  Kebijakan  Peraturan Perundang-undangan  Organisasi Gambar 7. PNS.. Moderator yaitu Ir. Diskusi Kelompok-1 Kelompok-II dengan topik : “Profil Kapasitas SDM dalam Pelaksanaan SDA” . Moderator yaitu Ir.. Syafri Gani  Pelatihan (peningkatan kapasitas)  Rekrutmen (terdiri dari outsourching.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 8. Diskusi Kelompok-2 Kelompok-III dengan topik : “Sistem Monitoring dan Pelaporan O&P SDA” . Selasa tanggal 29 Juni 2010 Kunjungan Lapangan & Field Trip Konsep kunjungan ini adalah berupa perjalanan peserta untuk melihat lokasi tertentu/ studi banding dengan kriteria yaitu wisata tsunami dan kunjungan lapangan ke lokasi yang menjadi ikon Kota Banda Aceh dan 25 .Si  Review masalah. upaya pemecahan masalah dan tindak lanjut pelaksanaan Laporan Fisik dan Keuangan  Review masalah. Hamdani. upaya pemecahan masalah dan tindak lanjut pelaksanaan Laporan Pengelolaan Milik Negara  Mekanisme Pelaksanaan dan Pelaporan (E-Mon) Gambar 9. Moderator yaitu Ir. M. Diskusi Kelompok-3 Hari Ketiga.

Aceh menuju ke Bendungan Keliling Tiba di Bendungan Keliling ISHOMA Tabel 5.10 12.13. foto2 tsunami.00 .30 10.45 .09.09.09.08.30 08.00 09.00 .45 12.13. Menuju ke Uleelheu (melintasi Lokasi di tanggul pasang Kuburan Massal dan surut Pelabuhan) Perjalanan melewati Water Boom.50 09.00 08.20 13. melewati Pendopo dan Museum Aceh menuju ke Bendung Karet dan PDAM (Lambaro) Dari Bendung Karet menuju ke Bendung Kr.30 .11. dan mengunjungi tempat souvenir.11.dan Rumah Cut Putri/ Cut Nyak Dhien menuju ke Lhoknga(USAID) Dari Lhoknga menuju Lampu'uk Tepatnya di Mesjid Lampu'uk Perjalanan kembali melewati Rumah Cut Nyak Dhien.10 .12.20 Berangkat dari Hermes Palace Menuju Ke Flood Way Dari Flood Way menuju ke Syiah Kuala (Pengaman Pantai) Dari Syiah Kuala menuju ke Mesjid Raya Baiturrahman Dari Mesjid Raya Baiturrahman melintasi Taman Putroe Phang (Waduk Lapangan) dan Pendopo Gubernur Dari Pendopo menuju Museum Tsunami dan Taman Thanks To The World (Blang Padang) Dari Blang Padang ke Kapal Kunjungan menaiki kapal Apung & Taman Edukasi apung.12.00 .10. Aceh Tiba di Bendung Kr.10.40 . Aceh Turun sebentar Dari Bendung Kr.30 11.40 11.40 .09.40 Uraian Perjalanan Keterangan 09.30 .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 kunjungan ke beberapa lokasi pekerjaan OP dan lokasi pekerjaan lainnya serta lokasi terakhir yang merupakan pekerjaan strategis (Waduk Keuliling) Waktu 08. Escape Building.30 .50 .00 . Simpang Rima. Rute Kunjungan Field Trip 26 .30 .00 13.30 09.45 11.

Field Trip ke Waduk Keuliling Gambar 12.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 10. Foto Bareng Peserta pada saat Field Trip Gambar 11. Field Trip di Waduk Keuliling 27 .

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 13.45 WIB. II dan III) Disampaikan oleh perwakilan masing-masing kelompok pada jam 15. 28 . untuk melanjutkan acara selanjutnya.30 WIB. Diskusi Pleno (Presentasi Diskusi Kelompok I. Peserta mencoba untuk menikmati air waduk dari sisi lain Seluruh peserta kembali menuju Hotel Hermes pada jam 15. Penanaman Pohon di Lokasi Waduk Keuliling Gambar 14. Perumusan Akhir berupa Rangkuman Hasil Rumusan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Dilakukan oleh peserta untuk dibacakan pada saat acara penutupan.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 29 .

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 30 .

Penandatanganan Hasil Rumusan Sambutan Penutupan Gubernur Aceh disampaikan oleh Asisten III Provinsi Aceh.30 wib s/d selesai bertempat di Hotel Hermes Banda Aceh. Thabrani Usman Penyerahan Hasil Rumusan dan Cindera Mata.30 WIB sampai dengan 20. Acara penutupan ini diawali dengan sambutan oleh protokol/pembawa acara oleh Indayani yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Tengku Mua’mmar Khadafi Laporan Hasil Penyelenggaraan Acara disampaikan oleh Bapak Ir. Slamet Eko Purwadi selaku Ketua Panitia Pelaksana Hasil rumusan Pertemuan Regional O&P tahun 2010 dibacakan oleh perwakilan peserta yang berasal dari Provinsi Jawa Timur (Ibu Wiwien) dan Provinsi Bengkulu (Bapak Ngadiono) Penandatanganan Hasil Rumusan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 15. H. Soenoko. CES perwakilan peserta dari Jawa Timur Seluruh peserta dan undangan bersama-sama menyanyikan lagu Padamu Negeri yang dipimpin oleh Jihan Zanjabila Pembacaan doa dipimpin oleh Tengku Azhari HTA 31 . Acara penutupan dilaksanakan pada pukul 20.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Acara Penutupan Makan malam bersama pada jam 19. berupa kenangkenangan Kesan dan pesan oleh perwakilan peserta yang disampaikan oleh Ir.30 WIB.

32 . Peserta diantar menuju bandara dengan menggunakan kendaraan yang telah disediakan oleh panitia.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Sebagai penutup acara ditampilkan tari rapa’I Geleng dan tari Prang sabilillah yang dibawakan oleh Sanggar Cut Nyak Dhien Gambar 16. Tarian Persembahan Penutupan Gambar 17. Foto Bareng Ibu-ibu Peserta dan Panitia Hari Keempat. Rabu tanggal 30 Juni 2010 Pengambilan SPPD bagi yang belum diambil oleh peserta acara. Peserta check out dari kamar hotel masing-masing.

Leaflet panduan peserta (lembar-1) 33 .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 18.

Leaflet panduan peserta (lembar-2) 34 .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Gambar 19.

dengan uraian sebagai berikut: a.3 Diskusi/Sidang Kelompok Seluruh peserta pertemuan dibagi dalam 3 kelompok yang masing-masing kelompok membahas 1 (satu) topik tersendiri. Sidang Kelompok 5. Hasil kesimpulan diskusi.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 BAB-4 4. Presentasi Pusat & Presentasi Daerah 3. Kunjungan Lapangan 6. selanjutnya di-pleno-kan dan dilanjutkan dengan perumusan. Peraturan Perundang-undangan. yaitu Kelompok I. Setelah panel selesai dilaksanakan. dan Kem-Keu) 2. dengan sub topik: Kebijakan. Diskusi untuk panel pusat dan daerah akan terbagi dalam 2 (dua) kelompok. Pengarahan oleh Tim Pusat (Kem-Dagri. b. A. yaitu kelompok A dan kelompok B. dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dibagi dalam 3 (tiga) kelompok. Laporan Ketua Penyelenggaraan b. c. Kelompok II dan Kelompok III.2 Tata Cara Pertemuan Tata cara pelaksanaan Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I tahun 2010 adalah sebagai berikut: 1. dan Organisasi 35 .1 Metode PERSIDANGAN / DISKUSI KELOMPOK Metode pertemuan yang digunakan adalah diskusi panel (panel pusat dan panel daerah) dan diskusi kelompok. Sidang Pembukaan a. Pembukaan oleh Pejabat Provinsi c. Kem-PU. Perumusan Hasil Pertemuan Regional O&P Prasarana SDA 4. Diskusi Kelompok 4. Kelompok-I Kelompok-I membahas topik “Kelembagaan O&P SDA”. 4.

No. Bantul Jaya BBWS Serayu Opak BBWS Mesuji Sekampung Lampung BBWS Pertanian Jambi BAPEDDA Kapuas KALTENG Dinas Peternakan Pidie DPU Aceh Tamiang BAPEDDA Banda Aceh Dinas Pertambangan Bireuen DPU kab. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Nama Khairul Anwar Mislan Sofyan Andi Aminuddin Gus Eriwarman Chairul Bachtiar Nasruddin Irman Ferdian Nurwidya Zairulsyah Abidin Adi Pramudyo Wasin Sumanto I Ketut Subudi Ir.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Kelompok-I beranggotakan 54 peserta. Mustafiddin Instansi Dinas PSDA SUMUT Dinas PU Kaltim Dinas Pengairan Cipta Karya & Pengairan Aceh Barat Ditjen Bina Bangda Pertamanan Kab. LOBAR-NTB Dinas Pertanian Aceh Tengah Ditjen SDA DITGASI SDA Dinas PU SUMBAR BWS-Lampung Dinas PU Bengkulu Dinas PU Kab. PASBAR SUMBAR BAPPEDA Kab. Marzuki Widiantara Agus Iwan Edi Kusuma Jaya Yulianto Erwin Trinugroho Dwi Purnomo Sama'un Ambujaya Ugang Musirar Albitar Bahagia Aldanalia Mulio Harso Syafrial Supriadi Ajuar Jayadadi. SP Buchari L. Hairul Nasrullah Cut Yusminar Syaiful Us Zakaria A. Sumbar DPU Langsa BAPEDDA Nagan Raya Dinas Kehutanan Pidie Jaya Dinas SDA Lombok 36 . Gunung Kidul Dinas Pengairan Lampung BAPEDDA JATIM Dinas Pertanian Langsa BAPPEDA Kab. Kerinci DPU Prov. Kerinci BAPEDDA Aceh Timur Dinas PU JATIM Pemda Bali Dinas Kehuatanan Tulung Agung JATIM Dinas Bengkulu Dinas PU Kab. rincian daftar anggota Kelompok-I dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Sp H. (8) Bali. Budi Daya M. KONSOLIDASI TOPIK KELEMBAGAAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR Pertemuan Regional O&P SDA di Propinsi Aceh 27 – 30 Juni 2010 Sumber : Diolah berdasarkan data yang masuk dari: (1) Sumut.30 WIB. Jambi Tabel 6.Masih perlu mengoptimalkan . Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Tanggapan Daerah dalam No Permasalahan Permasalahan Alternatif Diskusi Topik 1. ST M. (3) Bengkulu. (7) Kalbar. M. (4) Babel. (5) Jambi. Imam Ghozali. Thalib. Daftar Anggota Kelompok-I Pembahasan/diskusi yang dilakukan oleh kelompok ini sangat alot sehingga banyak menimbulkan perdebatan yang sangat seru. karena mengingat waktu yang disediakan oleh panitia sangat sedikit sehingga pembahasan setiap item harus dipersingkat. 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 Nama A. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) 1 Apakah regulasi . 43 tahun 2008 di tingkat pusat regulasi yang ada saat sosialisasi kepada aparatur terkait tentang air tanah selama ini baik ini dalam rangka dan masyarakat tentang beberapa PP maupun menjawab tuntutan PP utamanya PP 20 2006 tentang 37 . Junaidi Suyatno Niken Puspitasari H. Sudiastik Ir.Sudah cukupnya . dibahas dengan serius. Walaupun ada beberapa peserta yang sempat juga keluar ruangan untuk mengikuti perkembangan pertandingan sepakbola piala dunia yang kebetulan bertepatan waktunya dengan diskusi kelompok. For. Jambi Dinas Pertanian prov. (6) Kalteng. Zailani tatang Wahyu Teguh Sugianto M. Amrin Aziz Instansi DPU KALTIM Dinas SDA Sumut Dinas SDA Sumbar DPRD Jogja Disbunhut Aceh Tengah BBWS V DSDA Kalbar DPU KALTIM DPU Bontang BWS Maluku Dinas Irigasi BAPPEDA Kalteng Dinas Pertanian Nagan Raya DPRD Prov. (2) Sumbar.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 No. walaupun akhirnya pembahasan kelompok ini tetap ditutup telat pada jam 00. A I Ketut A. Jatim Pemda Bali Dinas Kehutanan Prov.PP No. Setiap item pembahasan yang seluruhnya berjumlah 20 item. Tapi sangat disayangkan. (9) NTB. Sukamto Syahrial Mudjadin Suhartini Mahdilansyah Iwan Setiawan. Sc Ir.

Mengacu kepada RTRW P/K. .kurangnya alokasi .PP/Permen Danau/situ/embung/dan bangunan penangkap air lainnya.Bagi perda yang sudah dibentuk namun belum ada tindak lanjut dalam implementasinya .Melaksanakan kesepakatan & kerjasama operasional antara pemerintah.Kurangnya kesamaan persespsi antara unsur eksekutif dan legislatif atas kebutuhan Perda Irigasi . sesuai dengan daerah masing-masing .Belum adanya/jelasnya penanganan sungai khususnya kewenangan kabupaten .Belum ada pedoman atau format dalam penyusunan AKNOP .Data dasar untuk penyusunan naskah akademik tidak memadai.Perlu ditetapkannya peraturan tentang zonasi lahan irigasi .Proses penyusunan perda belum dipahami dengan benar.Segera membentuk Perda sesuai dengan regulasi yang berlaku saat ini seperti UU 32 tahun 2004. PP alokasi air . .Perda sebagian besar di daerah masih belum membentuk sudah diterbitkan .Dibuat juklak dan juknis terhadap PP yang ada . 31. UU 7 tahun 2004 tenatng SDA dan PP 20 tahun 2006 tentang Irigasi .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Permasalahan Permasalahan Alternatif Topik 1. . dan beberapa Permen dalam implementasi PU terkait (Permen PU No 30. 2004 untuk Irigasi maupun Rawa . . pemerintah provinsi.Pelu dilakukan sosialisasi Perda dan turunan perda kepada seluruh stake holder Tanggapan Daerah dalam Diskusi . 20 tahun 2006) No 2 Bentuk peraturan perundangan apa saja yang dibutuhkan namun belum ditetapkan oleh pemerintah dalam menunjang kebijakan operasi dan pemeliharaan (O&P) sumber daya air ? .Untuk yang belum menerbitkan perda irigasi agar diberikan sanksi tidak diberi alokasi DAK 4 .Melaksanakan OP sesuai karakteristik di lapangan berdasarkan usulan masyarakat .Perlu diterbitkan PP Sungai.Perlu ditetapkan peraturan lahan irigasi abadi . 41 tahun 2009. PP 38 tahun 2010 tentang sumber daya air? yang belum optimal bendungan. PP Kualitas Air.Surat dari Presiden/Mendagri agar Gubernur/Bupati berperan aktif dalam melaksanakan OP Irigasi dan prasarana SDA .Untuk segera menerbitkan beberapa PP terutama sungai danau dan rawa serta disusun pula Juklak dan juknis terkait .Diadakan pedoman dalam penyusunan AKNOP . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) Permen dapat reformasi sumber daya irigasi.Pemerintah pusat segera mendorong kesepakatan kerjasama antara Propinsi.Belum diaturnya Harga satuan Biaya OP per ha.Pendanaan sulit dialokasikan. PP Pembiayaan Irigasi . kabupaten/kota di dalam pengelolaan SDA .Belum diaturnya pemanfaatan air khususnya yang bersumber dari mata air . regulasi 32 dan 33) . PP Hak Guna Air Irigasi. 3 Sejauh mana status dan kesulitan pembentukan peraturan daerah (Perda) tentang irigasi dan pada terkait lainnya di daerah ? Bagaimana alternatif strategi untuk mendukung kelancaran pembentukan perda yang .Belum ada penjabaran dalam bentuk Juknis dari UU SDA 7 Th.Perlu disusun peraturan perundangan sebagai turunan dari UU No.Perlu diupayakan alokasi pendanaan di daerah untuk penyusunan dan penetapan Perda 38 . Kabupaten/kota dalam Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder sesuai peraturan perundangan yang berlaku (PP No. . PP No 42 Tahun 2008 menjawab air dan irigasi meski tentang Pengelolaan Sumber Daya tuntutan reformasi masih terdapat hal-hal Air.Dilakukan proses komunikasi dan koordinasi antara unsur legislatif dengan eksekutif .Biaya yang sudah dialokasikan sangat besar.

Belum memenuhi akibat adanya aturan bahwa besarnya dana berdasarkan luasan .Kurangnya pemahaman Legislatif terhadap pentingnya manfaat O&P dalam mendukung keberlanjutan sistem irigasi .Kurangnya sumberdaya manusia dalam menangani penyusunan Perda Irigasi No 5 Bagaimana Komitmen Daerah dalam penyediaan Dana Pengelolaan Irigasi (DPI) bersumber dari APBD-P dan APBD-K ? .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Permasalahan Permasalahan Alternatif Topik 1.Diperlukan Perda tentang IPI . penggalian sedimen) .Perlunya Pemberdayaan dan penyadaran di tingkat lembaga .Alokasi DAK masih kurang .Perlu diterbitkan peraturan tentang Dana Pengelolaan Irigasi sesuai turunan PP 20 tahun 2006 tentang irigasi .Sosialisasi berbagai kebijkan dan regulasi terkait hak dan kewajiban para petani tentang pengelolaan irigasi .Perlu terus upaya sosialisasi Irigasi atau perda tentang panduan penyusunan Perda lainnya di daerah terkait irigasi SDA .Mengoptimalkan/memprioritaskan alokasi dana O&P yang bersumber dari dana APBD-P maupun APBD-K .Diperlukan surat dari mendagri & kementerian PU agar pemerintah provinsi/kabupaten supaya konsisten menyediakan dana OP sesuai dengan kewenangannya. - 6 Apakah pendanaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan O&P Irigasi di Daerah? - 7 Sejauh mana pendanaan O&P irigasi yang dialokasikan oleh Daerah untuk memenuhi O&P irigasi yang sudah direhabilitasi melalui alokasi DAK ? .Perlu didorong penangan OP pasca rehab - 8 Apakah pendanaan pengelolaan irigasi (Iuran Pengelolaan Irigasi) di tingkat petani diperlukan dalam menunjang .Masih sulitnya menarik iuran pendanaan dari para petani karena pendapatan petani umumnya masih rendah .Diperlukan IPI di tingkat Petani . kemauan dan kesadaran petani masih terbatas .Belum memenuhi khususnya untuk pemeliharaan berat jaringan irigasi (Pra O&P) .Umumnya fokus pada rehab irigasi namun pasca rehab masih kurang terperhatikan untuk pendanaan OP .Perlu ditingkatkan proses komunikasi dan koordinasi dengan unsur legislatif dalam menyamakan pandangan tentang pentingnya kebutuhan pendanaan OP irigasi untuk meningkatkan komitmen pemda . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) dimaksud ? pendanaan dalam Irigasi penyusunan Perda .Perlu adanya regulasi untuk ketentuan dana OP berdsarkan nilai aset Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Kurangnya pendanaan OP irigasi di daerah sebagai keterbatasan anggara pemda.Menggali sumber pendanaan lain (APBN.Perlunya Pemberdayaan dan penyadaran di tingkat kelembagaan petani pemakai air (P3A) 39 . .Belum jelasnya aturan tentang Dana Pengelolaan Irigasi . dll) .Mendorong daerah untuk menerapkan Juklak dan Juknis secara fleksibel selama masih dalam kegiatan O&P (contoh.Kemampuan. Stimulus Fiskal.Sementara pendanaan DAK berdasarkan Juklak dan Juknis yang tersedia hanya untuk pemeliharaan ringan . .Mendorong pendanaan partisipatif (P3A/GP3A/IP3A) antara lain melalui IPAIR.

. pembinaan serta penyusunan dan RP2I serta pelatihan bagi petugas PAI dan Rencana kurangnya dana RP2I dengan ditunjang pendanaan Pengembangan kegiatan rutinnya rutin yang memadai sepanjang Pengelolaan tahun .Kurangnya petugas .Kurang memahami akan pentingnya TKPSDA di daerah . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) O&P irigasi? petani (P3A/GP3A/IP3A) melalui .Pemerintah pusat agar mengingatkan Menteri PU/ Gubernur/Bupati/Walikota untuk membentuk TKPSDA sesuai kewenangannya.Segera diselesaikan pengelolaan Daerah ? dilakukan melalui unit asset sebelum disusun RP2I aset kerjasama antara .Agar pemerintah pusat mensosialisasikan dan mengadakan workshop baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten 12 Bagaimana status dan kesulitan pelaksanaan pembentukan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) di Daerah ? .Perlu pendanaan operasional Dewan Sumber Daya Air di daerah bersumber dari APBDK-APBDP . .Perlu disosialisakan RP2I kepada Upaya apa saja Propinsi dan Kabupaten daerah yang dipandang .Masih tumpang .Perlunya diselenggarakan workshop tentang pentingnya Dewan SDA di tingkat Kabupaten .Segera diterbitkan Permen PU tepat untuk belum jelas tentang Pengelolaan Asset Irigasi menunjang hal .Perlu koordinasi dalam pengelolaan dan kesulitan tindihnya pengelolaan asset irigasi di daerah baik dengan pelaksanaan aset daerah dengan kabupaten.Perlu ditingkatkan koordinasi antar lembaga terkait irigasi di daerah dalam mempersipakan pra pembentukan DSDA Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Permasalahan Permasalahan Alternatif Topik 1.Belum terbitnya tersebut ? peraturan tentang PAI No 10 Bagaimana status dan kesulitan pelaksanaan pembentukan Dewan Sumber Daya Air Daerah ? Upaya apa saja yang dipandang tepat untuk menunjang proses pembentukan dewan SDA ? .Paling lambat akhir tahun 2011. .Kurangnya koordinasi antar lembaga terkait irigasi di daerah .Sebagian besar di daerah belum dibentuk Dewan sumber Daya Air. Provinsi maupun kegiatan pusat dengan pusat pengelolaan .Perlu sosialisasi pentingnya TKPSDA untuk pengelolaan SDA di daerah .Rendahnya proses komunikasi dan koordinasi antar lembaga terkait .Perlu sosialisasi proses/cara pembentukan TKPSDA.Kesulitan pendanaan operasional Dewan SDA .Panduan RP2I masih .Segera membentuk Dewan sumber Daya Air bagi Prov/Kabupaten yang belum membentu DSDA .Memfungsikan dewan sumber daya air secara optimal .Segera dibentuk TKPSDA di daerah .Perlu ditingkatkan proses komunikasi dan koordinasi dalam pengelolaan SDA serta pembentukan TKPSDA .Sebagian besar di daerah belum terbentuk TKPSDA . asset dan khusus menangani PAI penambahan.Belum terbentuknya Tim Seleksi calon anggota Dewan SDA di Kabupaten terutama dari unsur Organisasi non Pemerintah .Status Pengelolaan Irigasi (RP2I) di Asset sebagian sedang . 40 .Perlu penugasan yang jelas.Kurangnya pendampingan untuk pengelolaan terperhatikan irigasi tersier pengelolaan irigasi di tingkat tersier sehingga akan sangat tergantung kepada iuran irigasi di tingkat petani 9 Bagaimana status .Segera diterbitkan Permen PU tentang Pengelolaan Asset Irigasi (prioritas utama) - 11 .

.Studi banding.Kurangnya pertemuan menjalankan program kerja komir rutin anggota komir .Banyak para stake holder yang belum memahami arti pentingnya komir.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Permasalahan Permasalahan Alternatif Topik 1.Melanjutkan upaya pemberdayaan secara berkelanjutan dan mendorong pembentukan P3A/ GP3A sesuai kebutuhan .Perlu segera membentuk komisi irigasi (dihilangkan).Belum terperhatikannya P3A/GP3A yang terdapat pada DI kewenangan Provinsi dan Pusat karena keterbatasan pendanaan pembinaan . . .Perlu koordinasi perencanaan Kurang berfungsinya komisi irigasi secara rutin dalam komir di daerah menyusun program kerja dan . termasuk para pembuat keputusan.Menginventaris kelembagaan dan menghidupkan kembali - 41 .Diperlukan Pedoman Operasional yang dipandang tentang proses untuk Implementasinya tepat untuk pembentukan TKPSDA .Perlu pemberdayaan secara berkelanjutan melalui upaya pembinaan/pendampingan .Perlu penegasan kembali tentang pemberdayaan P3A/GP3A pada kewenangan DI pusat dan Provinsi mengingat terbatasnya pendanaan di daerah (dihilangkan). .Peningkatan proses penyadaran publik di daerah tentang pemberdayaan P3A .Melakukan koordinasi antar instansi terkait khususnya dalam fasilitasi pembentukan komir.Umumnya Status P3A/GP3A/IP3A sudah terbentuk di daerah kewenangan kabupaten .Perlu penegasan kembali tentang pemberdayaan P3A/GP3A pada kewenangan DI pusat dan Provinsi mengingat terbatasnya pendanaan di daerah .Perlu kegiatan pelatihan teknis.Pemerintah pusat perlu melakukan monitoring. masih .Status komir yang anggota komir sudah terbentuk.Mengupayakan koordinasi antar anggota Komir terkait khususnya dalam memfasilitasi multi pihak dalam lingkup Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI) khususnya penggalian sumber dana APBD.Kurangnya kesepahaman semua intansi terkait untuk berperan terbentuk komisi irigasi .Kurang instensifnya multipihak pembentukan hal komunikasi dan tersebut ? koordinasi multi pihak 14 Bagaimana status .Perlu ditingkatkan instensifkan menunjang WS komunikasi dan koordinasi proses .Perlu segera membentuk komisi dan kesulitan irigasi sudah terbentuk irigasi pelaksanaan .Kurangnya dana bersumber dari APBD setiap tahun operasional bagi komir . .Penyediaan dana operasional Komir . .Tidak adanya komisi irigasi sekretariat komir No 15 Upaya apa saja yang dipandang tepat untuk menunjang proses pembentukan hal tersebut ? Bagaimana status dan kesulitan pelaksanaan pembentukan P3A/GP3A/IP3A di tingkat jaringan irigasi (Daerah Irigasi) ? .Kurangnya sosialisasi . - 17 Upaya apa saja yang dipandang tepat untuk menunjang proses pembentukan hal tersebut ? . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) 13 Upaya apa saja .Kurangya pemahaman . kelembagaan dan keuangan secara berkelanjutan Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Masih rendahnya pemberdayaan P3A/GP3A .Peningkatan proses penyadaran dan pemahaman pentingnya pembentukan P3A/GP3A baik bagi . .Sebagian besar komisi .Perlu peningkatan peran fungsi (Komir) di Daerah dalam pengelolaan komisi irigasi dengan melakukan ? irigasi pendidikan dan pelatihan bagi .Perlu peningkatan pemahaman tentang arti penting komir untuk seluruh stake holder termasuk para pembuat keputusan.Kurangnya pemberdayaan P3A/GP3A dalam pengelolan irigasi .Perlu peningkatan sosialisasi Pembentukan tentang pentingnya pentingnya Komisi irigasi Komisi Irigasi komisi irigasi di daerah .Perlu disediakan sekretariat bagi .Perlu diintensifkan komunikasi & koordinasi antar instansi terkait. 16 .

Kaltim . Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-I 42 .Masih kurangnya irigasi dalam pengembangan dan keterampilan SDM pengelolaan irigasi SKPD dalam . Juru Pengairan dan Juru Pintu Air belum memadai .Perlu upaya penyadaran publik upaya memahami tentang berkelanjutan dan rakor secara pemberdayaan pengembangan dan kontinyu di daerah dan pengelolan irigasi .Perlu dibuat database SDM dan rencana peningkatannya.SDM khususnya di tingkat Pengamat Perairan.Masih ada sebagian besar yang belum membentuk Perda Irigasi .Belum terkait Musrenbang mulai dari tingkat desa SKPD terkait perencanaan program hingga provinsi irigasi di Daerah ? SKPD dalam .Status pegawai saat ini banyak yang memasuki pensiun .Belum ada reward bagi SKPD yang memiliki kinerja yang baik .Perlu adanya penambahan tenaga minimal S1 . .Sering terjadi mutasi pegawai .Sejauh ini program hanya tergantung pada kegiatan pemberdayaan dan proyek saja pengembangan masih .Alokasi dana APBD untuk berorientasi pada pemberdayaan SKPD perlu kegiatan proyek ditingkatkan . 20 Usulan wilayah penyelenggara Konreg OP tahun 2011 - . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) lokal government kelembagaan yang sudah ada maupun masyarakat dilapangan terutama menyangkut .Strategi pengembangan dan pengembangan dan pemberdayaan SKPD harus pengelolaan irigasi dilakukan secara berkelanjutan tidak .Perlu alokasi dana sekurang-kurangnya 10% dari dana OP yang tersedia untuk pelatihan/peningkatan SDM.Lampung Tabel 7.Dalam penempatan personil harus sesuai dengan kompetensi .Belum semua SKPD .Perlu segera menyusun dan menetapkan Perda Irigasi sehingga dapat menjadi pegangan aturan bagi SKPD dalam PPSIP . .Perlu diupayakan adanya reward bagi SKPD dengan kinerja yang baik Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Diusulkan program dalam pengembangan .Perlu adanya pelatihan capacity building secara berkelanjutan pada SKPD terkait . lembaga yang ada 18 Sejauh mana .KPL masih lemah dan belum berfungsi secara optimal dan terintregasi .Pelatihan-pelatihan secara tanggung jawab pada berkesinambungan terhadap DI tersier.Perlu adanya penambahan tenaga sesuai dengan kebutuhan.Sedangkan pembinaan/pemberdaya an yang sifatnya rutin dari dana APBD masih minimal No 19 Fasilitas apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja SKPD terkait Irigasi di Daerah ? .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Isu Tanggapan Rencana Tindak Lanjut/Solusi Permasalahan Permasalahan Alternatif Topik 1.Kelembagaan sda pada tingkat operasional (UPTD) kebawah hanya khusus untuk melaksanakan tugas pengelolaan SDA (bukan tugas ke-PU-an secara umum).Koordinasi antar SKPD terkait terus ditingkatkan . .Masih diperlukan adanya pendidikan musrenbang dan pelatihan bagi staf SKPD terkait .

rincian daftar anggota Kelompok-II dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Riza Suparwo. Maluku Utara Dinas PU Gunung Kidul Dinas Pengairan Lampung D. ST S. ST Nyoman Nasrul. Wulan M. Pengairan Aceh Utara BAPEDDA Tulung Agung JATIM DPU Jogya BBWS Serayu Opak SDA Sleman Jogya BAPEDDA Bengkulu DPU Kapuas Dinas Pertanian Aceh Distan Pertanian Pidie DPU Kalteng 43 . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nama Mangedar Saragih Tita T. No. Pengairan DPU Bali DPU kab. dan Profil petugas SDA Kelompok-II beranggotakan 55 peserta. Rekrutmen (terdiri dari outsourching.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 B. P Syarief Iberahim Mahfuz Muslim Suprapto Instansi Dinas pertamanan Simalungun. Kelompok-II Kelompok-II membahas topik : “Profil Kapasitas SDM dalam Pelaksanaan SDA”. SUMUT Ditjen Bina Bangda Ditjen SDA Dinas PU Lombok Barat Dinas PU Bengkulu PU SDA BAPEDDA SUMBAR BWS II Dinas PU Bengkulu Dinas PU Bengkulu SDA PU Prov.N Sukartini Ir. Syahril ketut Setiasa Bambang M Jayahdi Kusuma Vena RSP Irwan Khamsiah Tarigan dadang Kosasih Yasar Arsa Husain Said Kasiran A. Kerinci DPU Bali DPU Jatim BWS Kalimantan III D. dengan sub topik: Pelatihan (peningkatan kapasitas). Soenoko CES Achmad Maliki jaiad Adi Prasetya Margiono Suseno Hadi Kuswanto Arip. Fungsional). PNS.

Rekruitmen petugas . (3) Bengkulu. 83% dari total . Sutardji H.II KONSOLIDASI TOPIK PROFIL KAPASITAS SDM (PETUGAS O&P SDA) Pertemuan Regional O&P SDA di Propinsi Aceh 27 – 30 Juni 2010 Sumber : Diolah berdasarkan data yang masuk dari: (1) Sumut. Daftar Anggota Kelompok . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) 1 Apakah petugas O&P selama ini Petugas O&P SDA . Tanggapan Rencana Tindak Tanggapan Daerah dalam No Isu Permasalahan Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Diskusi Topik 1. (2) Sumbar.Adanya MoU antara kebutuhan) Pemerintah Pusat dan atau Provinsi dengan Kabupaten terkait 44 . dalam pengelolaan O&P SDA ? masih belum . AR. (6) Kalteng.Penempatan kembali memenuhi kebutuhan petugas yang mutasi. (7) Kalbar. NTB. Jambi Tabel 8. Syadi. DH Rosmidi Ekawati Ujang E. Eko Wahyudi. Ismail Sumarsi JP Setyomarnowo Evy W Ir. Syahbandar Instansi BAPEDDA Aceh Tamiang BAPEDDA Sumut BBWS V DPU Jatim DPU Bali DPU Gayo Lues Dinas Pertanian Bireuen BWS NTB DPU Kaltim SDA Sumbar Bina Program SDA SDA pidie Bina Program SDA Biro SDA kalbar BWS Kalimantan III Ketua Komisi III Sumbar BP DAS Aceh Ditjen SDA Dinas Pengairan Aceh Timur BWS DA Madura Jatim DPU Kaltim Dinas Kehutanan Ketapang Bangda Biro SDA Prov. SP1 Ir. 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 Nama Fadli Taufik Tosweri Bahmit Toheri Putra Budianto Enifilastra Azmie Abdullah Ir. kegiatan pengelolaan . Sepdinal Drs. M.Pengorganisasian suatu (rata-rata dari data DI/DR dikelola oleh satu yang masuk sebesar unit organisasi O&P.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 No. (4) Babel. M.Setuju sudah memenuhi jumlah kebutuhan selama ini jumlahnya sesuai kebutuhan. Nur Nash Saiful Ahmad Lufiandi Bahctiar M. Jambi DPRD Prov. (8) Bali. (9) Lombok Barat. tech Abniwan Dewi Kurnia A Tarmizi Kharisno. (5) Jambi.

Diperlukan penambahan personil petugas O&P khususnya Juru Pengairan dan Juru - Setuju 5 Bagaimana kebutuhan sumber daya manusia (petugas O&P ) dalam rangka pengelolaan SDA terkait dengan jangkauan luas areal .Penerapan mekanisme reward dan punishment. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) dengan penugasan tenaga O&P SDA. . .Pengangkatan petugas O&P yang tersedia saat ini sudah selama ini statusnya menjadi menjadi PNS menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagian besar masih .Petugas OP adalah petugas jaringan irigasi di lapangan.000 Ha atau identik dengan tingkat UPTD atau organisasi ke bawahnya.Rekuritmen petugas .Di tingkat jaringan < 1. dan SD (6%). Sebagian besar adalah lulusan SMA (52%). dan Kabupaten).Setuju kebutuhan.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1.Pembatasan ? belum PNS (rata-rata pemindahan petugas dari data yang masuk ketika sudah diangkat sebesar 39% menjadi PNS berstatus PNS) .Perlu peningkatan kemampuan melalui media pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan.SDM petugas O&P SDA yang tersedia belum sepenuhnya mempunyai kemampuan dan kapabilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan O&P SDA (sekitar + 50%) Tanggapan Daerah dalam Diskusi . . . .Rasio kerapatan personil dibandingkan dengan luas areal .Perlu adanya kajian lebih lanjut di tingkat jaringan irigasi No Isu Permasalahan 3 Sejauh mana tingkat pendidikan petugas O&P yang tersedia saat ini ? Tingkat pendidikan petugas O&P sekarang ini belum mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan.Perlu adanya fasilitasi bimbingan teknis secara rutin dan berkala. . 2 Bagaiman status seluruh petugas Petugas O&P SDA .Perlu adanya mekanisme insentif dan disinsentif . Provinsi. kemudian diikuti pendidikan SMP (35%).Penumbuhan motivasi melalui pelaksanaan lomba kinerja pengelolaan O&P SDA.Perlu poeningkatan koordinasi antarinstansi Pemerintah (Pusat. 4 Apakah sumber daya manusia (petugas O&P) yang tersedia saat ini dalam pengelolaan O&P SDA telah memiliki kapabilitas dalam mendukung pelaksanaan O&P irigasi /rawa ? . .Setuju perlu didasarkan pada tupoksi berbasis pendidikan dan .Perlu adanya pendidikan dan pelatihan petugas O&P SDA . Nomenklatur akan diserahkan kepada pemerintah masingmasing. sedangkan lainnya D1 dan S1.Setuju 45 . .Perlu adanya kajian tahapan pendidikan dan pelatihan pada tingkat petugas OP di tingkat jaringan dan di tingkat staf kantor .

.Setuju 7 Apa yang menjadi kesulitan dalam pengembangan kapasitas SDM (petugas O&P). Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) Daerah Irigasi /rawa .Setuju .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1.Setuju .Diperlukan sarana .Setuju . fasilitas belum sepenuhnya Pintu Air sarana prasarana dan atau jarak ideal baik karena .Perlu adanya fasilitas . mendukung kinerja dan dukungan dana dari dan mobilitas di APBN.Setuju 46 .Keterbatasan petugas yang sudah dilatih sesuai .Perlu adanya parameter tempuh terhadap lokasi kerja? keterbatasan yang jelas untuk rasio topografi/lokasi kerapatan personil daerah irigasi yang (acuan pada Permen terpencar maupun PU) jumlah personilnya.Perlu disusun pedoman pengadaan dan petunjuk pelaksanaan teknisnya terkait dengan pengadaan melalui mekanisme outsourcing.Program kegiatan peningkatan SDM melalui capacity building perlu menjadi prioritas dari panganggaran APBD . No Isu Permasalahan 6 Sejauh mana mekanisme dan proses rekruitmen petugas dapat menjawab permasalahan pengadaan tenaga petugas O&P ? .32/ PRT/M/2007 tentang Pedoman O&P Irigasi. sehingga belum dapat menjawab tantangan keterbatasan pengadaan petugas O&P SDA di daerah. .Setuju .Jarak tempuh petugas terhadap lokasi kerja sangat variatif disetiap daerah karena kondisi topografi dan geografisnya yang berbedabeda. . tingkat pengamat .Perlu adanya rumah dan juru pengairan tugas sesuai kerapatan (petugas jaringan.Setuju . .Setuju .Menggali sumber pendanaan lain untuk program kegiatan capacity building SDM petugas O&P SDA. di tingkat spenuhnya Pengamat Pengairan.Mekanisme dan proses rekuritmen petugas melalui outsourcing belum familiar dilakukan oleh daerah.Mengacu pada Permen PU No. dana dari APBN .Perlu adanya perhatian dari SKPD pengutus petugas O&P SDA peserta pelatihan. termasuk ketersediaan sarana pelatihan dalam pelaksanaanya O&P irigasi/rawa ? . dan dukungan lapangan).Setuju .Ketersediaan komunikasi dan sarana dan mobilitas untuk petugas prasarana belum O&P. . (Pulau jawa relative lebih dekat dengan lokasi kerja dibandingkan dengan luar Pulau Jawa). Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Diperlukan sistem outsourcing .

Dukungan penganggaran dari berbagai sumber. Tanggapan Daerah dalam Diskusi .Setuju 9 Bagaimana kemampuan petugas O&P dalam melaksanakan koordinasi. terutama dari APBD dan APBN. namun .Kekurangan tenaga O&P yang menjadi kewenangan Provinsi diangkat melalui Pemerintah Provinsi Khususnya tenaga Kontrak/PTT.Tenaga instruktur. Kemampuan petugas O&P dalam melaksanakan koordinasi. .Perlu peninjauan dan penelusuran jaringan irigasi secara bersamasama dalam suatu tim (KPL.Petugas O&P untuk DI kewenangan Propinsi dan Pusat berasal dari Kabupaten jumlahnya masih belum memadai . penugasannya.Optimalisasi diklat-diklat pelatihan keteknisan di daerah. .Setuju .Pendidikan dan pelatihan Keteknisan . No Isu Permasalahan 8 Bentuk kegiatan apa saja yang dapat dipersiapkan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM (petugas O&P) dalam pengelolaan SDA ? . . .Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1.Penyiapan tim instruktur atau tenaga pelatih yang handal sesuai kewenangannya . dll. provinsi dan pusat ? apakah terjadi persoalan dalam pengaturannya seperti jumlah orang petugas. pengembangan petugas O&P SDA antara Pusat. .Bimbingan teknis .Penugasannya secara struktural masih tetap dibawah struktur Kabupaten.). pelatihan. konsolidasi dan komunikasi dalam pelaksanaan O&P irigasi/rawa dengan pihak lainnya sebagian besar perlu ditingkatkan (khususnya petugas yang baru).Perlu peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan.Penerapan insentif dan disinsentif. dan Kabupaten perlu ditingkatkan. atau pembiayaan O&P ? serta bagaimana alternatif solusinya ? . Provinsi. . dapat dilakukan dalam rangka peningkatan .Penyiapan modulmodul .Intensitas kapasitas petugas O&P Koordinasi SDA. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) dengan yang mendukung komptensinya.Perlu adanya MoU fasilitasi pelatihan antara Pusat.Setuju 47 . konsolidasi dan komunikasi dalam pelaksanaan O&P irigasi/rawa dengan pihak lainnya ? . Provinsi.Supervisi dan monitoring secara bersama-sama. . demikian juga pada daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pusat sesuai PP 48 tahun 2005 .Perlombaan petugas andalan kinerja O&P SDA secara lebih tepat.Pengembangan model (PTGA) di Daerah .Setuju 10 Bagaimana kaitannya antara pengelolaan O&P dengan kewenangan DI/rawa kabupaten. dan pendanaannya dan Kabupaten terkait masih terbatas. penggajian. .

Kaltim (bersedia untuk diusulkan – Wilayah I) .Perlu fasilitasi pelatihan di tingkat petani melalui P3A/GP3A .Pelibatan petani melalui P3A/GP3A sudah mulai dikembangkan. Tanggapan Daerah dalam Diskusi . . No Isu Permasalahan 11 Bagaimana komitmen Pemda Provinsi dan Kabupaten/kota dalam penyediaan dana O&P untuk irigasi dan rawa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya termasuk untuk honor penggajian petugas dan fasilitas petugas dalam pelaksanaan O&P irigasi /rawa ? . Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-II 48 . Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) koordinasi antara Pusat.Komitmen yang baik juga diperlukan dari instansti di tingkat Pusat. .Pelibatan petani melalui P3A/GP3A dilaksanakan secara berkelanjutan berbasis pembinaan dan pemberdayaan. Propinsi dan .Pendanaan dari provinsi. Propinsi berasal dari APBD Propinsi . .Perlu pembentukan P3A/GP3A pada DR. Provinsi dan Pusat.Setuju 12 Apakah dalam pelaksanaan O&P irigasi dan rawa sudah mengikutkan peranserta/ partisipasi para petani melalui P3A/GP3A? . sedangkan revitalisasi pada DI.Setuju 13 Usulan Tuan Rumah untuk kegiatan yang akan datang : 1.Perlu peningkatan status badan hukum GP3A .Perlu adanya MoU Kabupaten berjalan antara instansi dengan baik pemerintahan terkait . kewenangan dapat kewenangan dilakukan. sedangkan petugas pelaksana dari Kabupaten. Lampung (bersedia untuk diusulkan – Wilayah II) Tabel 9.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1.Masing-masing instansi pemerintahan (Provinsi dan Kabupaten) mempunyai komitmen yang baik.Daerah irigasi Rawa belum sepenuhnya mempunyai P3A/GP3A .Perlu berbagai penyesuaian untuk mengantisipasi kecemburuan sosial antara petugas kewenangan Kabupaten. .Perlu kajian nomenklatur jaringan reklamasi rawa .Perlu regulasi yang lebih jelas dalam bentuk pedoman atau petunjuk pelaksanaan kegiatannya sesuai kewenangannya. . 2.Pembiayaan O&P dengan penanganan untuk kewenangan dan pengelolaan O&P Pusat berasal dari SDA berbasis Pusat/APBN. .Perlu lebih ditingkatkan partisipasi petani dalam pelaksanaan O&P melalui P3A/GP3A .

No. dan Mekanisme Pelaksanaan dan Pelaporan (E-Mon) Kelompok-III beranggotakan 53 peserta. Riau SDA Kab. Kelompok-III Kelompok-III membahas topik : “Sistem Monitoring dan Pelaporan O&P SDA”. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Evy Dewi Arunsyah Sriyuni Achyar Ismunandar Aditya Dwi Laksana Suhatril Hijul Giffan Zulfikri R Indra Maulana Samsul Arief Syahril Daulay Totok Suyanto Deky Agus Prawira Darwin Effendi Ketut Suarta Rosmala Dewi Hasbi Assidiqi Nunuk Yuswari Zainal Arifin Suharti Subhan Noviano YB Widioto Budi Antono Saharuddin Nono K Fadli Hamdani Supandi Instansi DITJEN Bina Bangda Ditjen SDA BAPEDDA Bengkulu DPU Bireuen Dit. upaya pemecahan masalah dan tindak lanjut pelaksanaan Laporan Pengelolaan Milik Negara. Irigasi Jakarta Dinas SDA Sumut PU Sumbar BAPEDDA Aceh Besar Bangda BAPEDDA Kaltim BAPEDDA Lampung Dinas PU Bengkulu Dinas Pengairan lampung DPU Bali Dinas Kehutanan Langsa DPU Jambi DPU Bali BAPEDDA Aceh BAPEDDA Tulung Agung Jatim Dinas Kehutanan Aceh Besar BAPEDDA Kep. upaya pemecahan masalah dan tindak lanjut pelaksanaan Laporan Fisik dan Keuangan. Sleman Jogya Dinas Pertanian Jogya BWS VI Dinas PU kapuas Dinas PU Dinas Pertanian Aceh Besar PU Kalteng 49 . rincian daftar anggota Kelompok-III dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Review masalah. dengan sub topik: Review masalah.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 C.

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010

No.
29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53

Nama
A. Junaidi Chairul Rahman Hendra Julhendri Nova Fahlevi GNP Suwandra Muklis Al Imran Edi Wahyuna Wankar Mutasar Arif Budiona Nazarul Khain M. Zakaria Byagen M T. Yeni Wan Suhairin SH Umar Nasir Bachtiar Effendi Nugroho Budi Prakoso M. Sural K. Syamsu Akhyar Land Wadji Brida y Ir. Ahmad Fauzi, MTP H. Djajang Duhri, St, MM

Instansi
PU Jambi BAPPEDAS Sumut BAPPEDAS Kr. Aceh BAPEDDA Langsa PU Cianjur Dinas Pertanian Pidie Jaya BPSDA Sumbawa BWS NTB Dinas SDA Sumbar Dinas Kehutanan Sumbar Dinas Kehutanan Jogya BAPEDDA Aceh Besar BWS VII Dinas SDA kalbar Dinas PSDA Sumbar Dinas PU Aceh Tengah BAPPEDAS Kr. Aceh Dinas Pengairan Kaltim UPTD Wil. Selatan Dinas PU Kaltim Dinas Pertanian Kitapaus Bangda Bangda bapedda prov. Jambi Dinas PU Prov. Jambi

Tabel 10. Daftar Anggota Kelompok – III KONSOLIDASI TOPIK PROFIL KAPASITAS SDM (PETUGAS O&P SDA)
Pertemuan Regional O&P SDA di Propinsi Aceh 27 – 30 Juni 2010
Sumber : Diolah berdasarkan data yang masuk dari: (1) Sumut; (2) Sumbar; (3) Bengkulu; (4) Babel; (5) Jambi; (6) Kalteng; (7) Kalbar; (8) Bali; (9) Lombok Barat, NTB. Tanggapan Rencana Tindak Tanggapan Daerah dalam No Isu Permasalahan Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Diskusi Topik 1. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) 1 Bagaimana mengatasi kesulitan - Sebagian besar - Diadakan Ditjen SDA setiap penyampaian laporan fisik dan daerah pelatihan/bintek khusus tahun mengadakan keuangan serta pelaporan tahunan menyatakan tidak masalah pelaporan pelatihan pelaporan (edalam pelaksanaan O&P SDA ? masalah, mon) dan perlu penyampaian ditingkatkan - Personil yang laporan dapat menangani pelaporan Dibutuhkan komitmen dikirim melalui pos harus sesuai dengan yang kuat dari dan internet, basic pendidikannya pimpinan mengenai namun ada juga pelaporan. yang meminta - Penyampaian DIPA di Agar personel / untuk di awal tahun petugas pelaporan di

50

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) monitoring secara - Perlu adanya sarana langsung dan dan prasarana format isiin yg pelaporan O & P mesti dibakukan ditingkatkan 2 Apakah mekanisme “reward & - Sebagian besar - Pemberian remunerasi punishment” menjadi alternatif Daerah untuk disepakati dan ditetapkan menyatakan setuju - Agar dibentuk tim penilai dalam sistem pelaporan O&P SDA untuk adanya ? reward dan - Perlu evaluasi secara punishment dan berkala dengan perlu disepakati menggunakan sistem ranking No Isu Permasalahan - Mekanisme Reward & Punishment baik ditingkat Kabupaten,Provinsi maupun Pusat Perlu disepakati dan dilaksanakan dengan konsekuen dan tanggung jawab 3 Bagaimana Sinkronisasi dan koordinasi Monev O&P serta mekanisme pelaksanaan, pemantauan pemanfaatan O&P di Daerah, termasuk dengan Balai PSDA ? Sebagian daerah menyatakan hal tersebut sudah terkoordinasi dengan baik, namun sebagian lagi menyatakan masih kurang berjalan dengan baik Sebagian besar Daerah menyatakan hal tersebut sudah cukup baik namun mesti ditingkatkan lebih baik lagi - Perlu ditingkatkan sinkronisasi dan koordinasi monev baik dalam pelaksanaan, pemantauan dan penyusunan laporan - Perlu sosialisasi PSDA diadakan ke UPT Tanggapan Daerah dalam Diskusi SK-kan. Mekanisme Pelaksanaan Pelaporan sesuai Permen PU no 3/2008 Sudah ada SBK Kemen. Keu tahun 2010 yang mengatur honor petugas E-mon, perlu revisi DIPA bagi SKPD yang belum mengalokasikan.

-

-

Sudah sesuai

- Perlu diadakan sosialisasi ke UPT PSDA (Narasumber : Pusat)

4

Bagaimana pengetahuan dan kemampuan sumberdaya manusia dalam melakukan elektronik Monitoring (E-Mon) TP O&P?

-

- Perlu dilakukan pelatihan/bintek tentang elektronik monitoring (EMon) TP O&P

- Ditjen SDA melalui Dit. Bina Program setiap tahun mengadakan pelatihan pelaporan (emon) dan perlu ditingkatkan - Diadakan sosialiasi dan aplikasi e-Mon - Perlu rekomendasi Pusat untuk mempertahankan tenaga pelatih - Penyediaan SDM yang sesuai dengan kompetensinya, Penyediaan sarana dan prasarana, dan pelatihan/bintek dan lebih dari 1 orang yg mengikuti pelatihan - Tidak perlu rekomendasi dari pusat, - Diperlukan TOT untuk tenaga pelatih di tingkat provinsi - Petugas yang diusulkan minimal 2 orang. - Perlu peningkatan pelatihan pelaporan tentang aplikasi e-mon

5

Apakah solusi untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam penanganan E-Mon?

- Keseluruhan Daerah menyatakan perlu diadakan pelatihan yang intensif dan penambahan SDM yang mengerti tentang mekanisme e-Mon

51

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Tanggapan Rencana Tindak Permasalahan Lanjut/Solusi Alternatif Topik 1. Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (O&P SDA) - Pelatihan secara berkesinambungan dan berkelanjutan tentang aplikasi e-mon 6 Bagaimana alokasi pembiayaan - Dana pembiayaan - Untuk usulan 2011 akan monev O&P yang sekarang O & P yang kami usulkan beli berjalan? sedang berjalan, kendaraan roda 4 bagi sebagian Daerah sudah - Perlu Penambahan cukup memadai, alokasi dana Monev namun bagi sebagian Daerah - Perlu dianggarkan yang lain secara khusus yang dirasakan berkaitan dengan monev Alokasinya masih terlalu kecil 7 Darimana sumber pembiayaan E- - Sumber - Pembiayaan e-Mon mon dari masing-masing Daerah ? pendanaan e-Mon diusulkan tersendiri Daerah berasal dari APBD, Tugas - Perlu ditingkatkan Pembantuan dan khususnya dari APBD bantuan PHLN Propinsi dan Kabupaten No Isu Permasalahan 8 Fasilitas apa yang dirasakan masih dibutuhkan oleh daerah dalam Emon? - PC atau Laptop - Peralatan Kantor - Peralatan dan Mesin - Jaringan Internet - Perlu pengadaan perangkat komputer dan Internet serta pemeliharaannya - Perlu ditingkatkan pelaksanaannya menjadi sistem Online (internet) dengan melengkapi sarana dan prasarananya - Mekanisme pelaporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI), termasuk SIMAK BMN dalam O&P prasarana SDA perlu dilaksanakan secara optimal - Perlunya sosialisasi dan pelatihan SAI dan SIMAK BMN - Dianggarkan honor khusus bagi petugas SIMAK BMN dan SAI - Diadakan setiap tahun dan perubahan lokasi tiap tahunnya Tanggapan Daerah dalam Diskusi

- Sewa kendaraan - PMK No. 132/ PMK.02/2009 tentang standar biaya khusus (SBK) T.A 2010 yang mengatur tentang honor petugas E-Mon

- Dana dari TP-OP / APBN - diharapkan dukungan dana dari APBD untuk membantu monev-nya

- Sudah sesuai

9

Bagaimana mekanisme pelaporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI), termasuk SIMAK BMN dalam O&P prasarana SDA di Daerah?

- Sebagian besar Daerah menyatakan hal tersebut sudah berjalan dengan baik namun belum optimal

- Sesuai

- Sesuai - honor petugas SIMAK BMN dan SAI sesuai peraturan yang berlaku.

10

Usulan lokasi pertemuan regional O&P prasarana SDA tahun berikutnya (2011) ?

-

Kep.Riau Bali Kalimantan Timur Jawa Timur Jawa Barat

- Wil I : Kalimantan Timur. - Wil II : Lampung

Tabel 11. Hasil Pembahasan/Diskusi Kelompok-III

52

serta hasil diskusi peserta Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air (SDA) Wilayah I di Aceh pada tanggal 27 s. RUMUSAN PERTEMUAN REGIONAL OPERASI DAN PEMELIHARAAN (O & P) PRASARANA SUMBER DAYA AIR WILAYAH III DI PROVINSI ACEH TAHUN 2010 Aceh.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 BAB-5 HASIL RUMUSAN Tabel hasil sidang/diskusi masing-masing kelompok yang pada malam sebelumnya telah dibahas oleh setiap kelompok. Masih lemahnya tentang pemahaman berbagai kebijakan dan regulasi dalam pengembangan dan pengelolaan irigasi maka Pemerintah. Hasil rumusan tersebut diuraikan dibawah ini. PP 43 tahun 2008 tentang pengelolaan air tanah. dirumuskan dan dipaparkan di hadapan seluruh peserta pertemuan pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2010. maka disepakati hasil rumusan yang terkait dengan Pelaksanaan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Tahun 2010 sebagai berikut: Kelembagaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air 1. pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota perlu mengoptimalkan sosialisasi kepada aparatur terkait dan masyarakat tentang beberapa PP utamanya PP 20 2006 tentang irigasi. Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang dibacakan oleh Bapak Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup. dan beberapa Permen PU terkait (Permen PU No 30. 53 . paparan para Narasumber dari unsur Pemerintah Pusat. Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air Kementerian Pertanian yang dibacakan oleh Bapak Direktur Pengelolaan Air. 31. PP No 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. 32 dan 33). Pemerintah Daerah. PP 38 tahun 2010 tentang bendungan.d 30 Juni 2010. 27 – 30 Juni 2010 Memperhatikan Sambutan Pengarahan dari Bapak Gubernur Provinsi Aceh yang dibacakan oleh Bapak Wakil Gubernur Aceh.

Dalam rangka membantu dan mempercepat proses pemahaman aparatur pelaksana OP di daerah maka dipandang perlu pemerintah untuk menerbitkan pedoman penyusunan AKNOP. 54 . Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk dapat mengoptimalkan/memprioritaskan alokasi pendanaan dana O&P yang bersumber dari dana APBD-P maupun APBD-K. Masih kurangnya perhatian penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan irigasi dan prasarana SDA maka pemerintah melalui dari Presiden/Mendagri untuk menerbitkan surat agar Gubernur/Bupati berperan aktif dalam melaksanakan dan mengalokasikan pendanaan OP Irigasi dan prasarana SDA. 20 tahun 2006). pemerintah segera menerbitkan Permenkeu atas usulan Menteri PU tentang mekanisme pembiayaan pengembangan dan pengelolaan irigasi serta pedoman Dana Pengelolaan Irigasi (DPI). PP Kualitas Air. Dalam rangka mendukung proses penyusunan Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) maka pelaksanaan Pengelolaan Aset Irigasi menjadi penting untuk segera dilakukan di daerah sesuai kewenangannya. maka untuk mendukung hal tersebut. 4. 10. 6. 9. 7. 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. maka pemerintah segera untuk menerbitkan beberapa PP terutama PP/Permen Sungai/Danau/situ/embung/dan bangunan penangkap air lainnya. Kabupaten/kota dalam Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Primer dan Sekunder sesuai peraturan perundangan yang berlaku (PP No. 8. selain itu perlu segera disusun Peraturan Pemerintah sebagai sebagai turunan dari UU No.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 2. Untuk mendukung keberlanjutan sistem irigasi dan ketahanan pangan nasional. Pemerintah pusat perlu segera mendorong kesepakatan kerjasama antara provinsi. maka perlu ditetapkan zonasi lahan irigasi dengan mengacu kepada RTRW provinsi dan kabupaten/kota. 3. Masih terdapatnya beberapa peraturan perundangan turunan UU No. Perlu dibangun komitmen pemda dan meningkatkan proses komunikasi dan koordinasi antar unsur legislatif dan eksekutif dalam menyamakan pandangan tentang pentingnya kebutuhan pendanaan OP irigasi dalam menunjang keberlanjutan system irigasi dan ketahanan pangan nasional di daerah. serta disusun pula Peraturan Menteri terkait. sehingga pemerintah dipandang penting untuk segera menerbitkan Permen PU tentang Pengelolaan Aset Irigasi (PAI). 5. Sebagai bentuk regulasi dalam kerangka pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi maka provinsi dan kabupaten/kota untuk segera menerbitkan Perda Irigasi sesuai dengan peraturan perudangan yang berlaku saat ini (UU 7 tahun 2004 tentang SDA dan PP 20 tahun 2006 tentang Irigasi) dan bagi Pemerintah Daerah yang telah menerbitkan untuk segera mensosialisasikan kepada seluruh stakeholder. 7 tahun 2004 tentang Sumber daya Air yang belum diterbitkan tetapi sangat dibutuhkan oleh daerah. dan PP Pembiayaan Irigasi. PP Hak Guna Air.

16. Komisi irigasi memiliki peran strategis dalam pengembangan dan pengelolaan system irigasi di daerah sehingga peran fungsi Komir perlu terus ditingkatkan. pemerintah provinsi dan kabupaten/kota maka diperlukan adanya koordinasi yang intensif dalam pengelolaan aset irigasi baik dengan pemerintah kabupaten/kota. Karena adanya kewenangan dalam pengembangan dan pengelolaan irigasi baik Pemerintah. maka perlu didorong penanganan OP terutama pasca rehabilitasi jaringan irigasi sehingga jaringan irigasi dapat operasional dan terpelihara dengan baik. 14.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 11. dan agar dapat berfungsi dengan baik maka diperlukan dana opersional Dewan Sumber Daya Air yang bersumber dari APBD-P & APBD-K. Masih kurangnya komitmen pemerintah daerah dalam penanganan OP dan alokasi pendanaan OP. sosialisasi pembentukan dan workshop tentang pentingnya Dewan Sumber Daya Air di daerah. Sebagai bentuk tanggung jawab atas dasar prinsip partisipatif dan kemandirian masyarakat petani maka perlu didorong dan dikembangkan pendanaan partisipatif bersumber dari P3A/GP3A antara lain melalui Iuran Pengelolaan Irigasi (IPI). adanya sekretariat Komir untuk melakukan koordinasi perencanaan program kerja komir. Bagi daerah yang belum membentuk Dewan sumber Daya Air untuk segera membentuk. sehingga untuk itu diperlukan koordinasi antar lembaga terkait SDA. Untuk kelancaran pelaksanaan Pengelolaan Aset Irigasi dan penyusunan Rencana Pengembangan dan Pengelolaan Irigasi (RP2I) maka diperlukan penugasan yang jelas. 19. maka itu perlu didukung oleh dana operasional kegiatan yang bersumber dari APBD-P dan APBD-K. provinsi maupun dengan Pemerintah (pusat). penambahan personil. 13. Pentingnya keterlibatan masyarakat petani yang tergabung dalam P3A/GP3A/IP3A mengingat petani dinyatakan dapat berpartisipasi dalam jaringan irigasi primer dan sekunder serta memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan jaringan tersier. 15. Mengupayakan koordinasi antar anggota Komir terkait khususnya dalam memfasilitasi stake holder dalam lingkup Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI) khususnya dalam rangka penggalian potensi sumber dana APBD. untuk itu diperlukan pemberdayaan dan penyadaran masyarakat petani (P3A/GP3A/IP3A) melalui pendampingan masyarakat petani yang berkesinambungan dalam mendukung tugas dan tanggung jawabnya. 17. serta menjalankan program kerja Komir di daerah. 55 . pembinaan serta pelatihan bagi petugas PAI dan RP2I dengan ditunjang oleh pendanaan rutin yang memadai sepanjang tahun. 18. 12. Pentingnya koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air maka pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota segera membentuk TKPSDA untuk itu diperlukan komunikasi dan koordinasi dalam rangka pembentukan TKPSDA di daerah dan sosialisasi pentingnya TKPSDA kepada intansi terkait pengelolaan SDA.

2. 3. kemudian diikuti pendidikan SMP. Profil Kapasitas Sumber Daya Manusia (Petugas O&P SDA) Dalam Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air 1. Penguatan Perencanaan koordinasi antar SKPD terkait irigasi perlu terus ditingkatkan dalam rangka pelaksanaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Oleh karena itu perlu diantisipasi dengan : (1) rekruitmen petugas perlu didasarkan pada tupoksi berbasis pendidikan dan kebutuhan. kelembagaan dan keuangan secara berkelanjutan. Sesuai dengan kewenangannya sebagaimana di atur dalam PP 20 tahun 2006 tentang irigasi maka pemerintah kabupaten/kota (dibantu oleh Pemerintah dan pemerintah provinsi) perlu terus melakukan pemberdayaan masyarakat petani (P3A/GP3A/IP3A) melalui upaya pembinaan. (2) pembatasan pemindahan petugas ketika sudah diangkat menjadi PNS. Petugas O&P SDA selama ini statusnya sebagian besar masih belum PNS. dan (4) perlu adanya kajian tentang reorganisasi petugas O&P jaringan irigasi di daerah dengan memperhatikan lokasi Jawa dan luar Jawa. Sebagian besar adalah lulusan SMA. 22. Oleh karena itu perlu diantisipasi dengan: (1) rekruitmen petugas sesuai kebutuhan. Kondisi demikian perlu ditindaklanjuti dengan: (1) pengangkatan petugas menjadi menjadi PNS. (3) pengorganisasian suatu DI/DR dikelola oleh satu unit organisasi O&P. Petugas O&P SDA selama ini jumlahnya masih belum memenuhi kebutuhan kegiatan pengelolaan sumber daya air. Tingkat pendidikan petugas O&P sekarang ini belum mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 20. dan kabupaten/kota). 23. dan (5) adanya MoU antara Pemerintah Pusat dan atau provinsi dengan kabupaten/kota terkait dengan penugasan tenaga O&P SDA. 21. maka komisi irigasi memerlukan adanya pendidikan dan pelatihan dan lokakarya komisi irigasi sebagai salah satu Kelembagaan Pengelolaan Irigasi (KPI) di daerah. Dalam rangka mendukung kapasitas individu. (3) prlu peningkatan koordinasi antarinstansi Pemerintah (Pusat. pelatihan teknis. provinsi. pendampingan. (2) perlu adanya kajian secara khusus terkait dengan rekruitmen petugas O&P SDA karena ada di masing-masing daerah (provinsi maupun kabupaten/kota). (2) penempatan kembali petugas yang mutasi. organisasi komir dan pemahaman regulasi terkait dengan tugas dan fungsinya. 56 . sedangkan lainnya berpendidikan D1 dan S1. Dalam rangka meningkatkan kinerja staf SKPD maka diperlukan upaya pengembangan dan pemberdayaan staf SKPD secara berkelanjutan antara lain melalui pendidikan pelatihan yang bersumber dari pendanaan OP dari APBD-P dan APBD-K (sekurang-kurangnya 10 % dari dana OP yang tersedia). (4) petugas O&P SDA dijadikan tenaga fungsional agar karirnya lebih jelas dan penempatannya tidak berpindah-pindah. dan SD.

provinsi. dan (3) perlu peningkatan kemampuan melalui media pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan. dan (5) perlu adanya fasilitasi bimbingan teknis secara rutin dan berkala sesuai kewenangannya. Selain itu juga sebaiknya penempatan petugas yang sudah dilatih disesuaikan dengan kompetensinya. 7. SDM petugas O&P SDA yang tersedia belum sepenuhnya mempunyai kemampuan dan kapabilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan O&P SDA. Mekanisme dan proses rekruitmen petugas melalui outsourcing belum familiar dilakukan oleh daerah. terutama dukungan dari APBN. Oleh karena itu perlu didasarkan pada Permen PU No. sehingga belum dapat menjawab tantangan keterbatasan pengadaan petugas O&P SDA di daerah. (3) perlu adanya tahapan pendidikan dan pelatihan yang jelas dari petugas dan staf pengelola O&P di tingkat jaringan maupun kantor dalam menduduki posisi tertentu. 57 . Kondisi demikian membutuhkan: (1) alternatif sistim outsourcing perlu dikaji lebih lanjut mekanismenya secara lebih tepat. dan kabupaten/kota lebih ditingkatkan lagi pada masa mendatang.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 4. Sedangkan ketersediaan sarana dan prasarana belum sepenuhnya mendukung kinerja dan mobilitas di tingkat pengamat dan juru pengairan (petugas lapangan). dan (3) sebagai referensi perlu mengacu pada Permen PU No. di tingkat Pengamat Pengairan ke bawah. Pada sisi lain tenaga instruktur. Kondisi demikian membutuhkan pembangunan dan atau pengembangan rumah tugas sesuai kerapatan jaringan. Program kegiatan peningkatan SDM melalui capacity building perlu menjadi prioritas dari panganggaran APBD. terutama dukungan APBN.32/ PRT/M/2007 tentang Pedoman O&P Irigasi. fasilitasi pelatihan dan pendanaannya yang masih terbatas perlu diantisipasi dengan pembentukan tim pelatih daerah yang dibina secara rutin dan berkelanjutan. (2) penerapan mekanisme reward/punishment. (2) penyusunan pedoman pengadaan dan petunjuk pelaksanaan teknisnya terkait dengan pengadaan melalui mekanisme outsourcing. 6. Kondisi demikian perlu ditindaklanjuti dengan: (1) perlu adanya pendidikan dan pelatihan petugas O&P SDA. (4) penumbuhan motivasi melalui pelaksanaan lomba kinerja pengelolaan O&P SDA. Rasio kerapatan personil dibandingkan dengan luas areal belum sepenuhnya ideal baik karena keterbatasan topografi/lokasi daerah irigasi yang terpencar maupun jumlah personilnya. dan insentif/disinsentif. 5.32/PRT/M/2007 tentang pedoman O&P Irigasi dan kebijakan masing-masing daerah yang sosialisasinya juga masih tetap diperlukan. Dengan demikian dituntut adanya intensitas koordinasi pengembangan petugas O&P SDA antara Pemerintah Pusat. Pada sisi lain juga jarak tempuh petugas terhadap lokasi kerja sangat variatif disetiap daerah karena kondisi topografi dan geografisnya yang berbedabeda. Dengan demikian diperlukan sarana komunikasi dan mobilitas untuk petugas O&P.

Komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota secara umum cukup baik dalam penyediaan dana O&P untuk irigasi dan rawa yang menjadi wewenang dan tanggung jawabnya termasuk untuk honor penggajian petugas dan fasilitas petugas dalam pelaksanaan O&P irigasi/rawa. Untuk irigasi kewenangan Provinsi diangkat melalui pemerintah provinsi khususnya tenaga Kontrak/PTT. termasuk daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat sesuai PP 48 tahun 2005. terutama dari APBD dan APBN. 58 . Pengelolaan O&P SDA oleh petugas lapangan untuk DI kewenangan provinsi dan Pemerintah Pusat berasal dari kabupaten/kota yang jumlahnya masih belum memadai. (4) fasilitasi pelatihan di tingkat petani melalui P3A/GP3A. dan (6) kajian nomenklatur di jaringan reklamasi rawa. sedangkan pada Daerah Irigasi Rawa sebagian diantaranya perlu dibentuk dan dikembangkan organisasi P3A/GP3A. konsolidasi dan komunikasi dalam pelaksanaan O&P irigasi/rawa dengan pihak lainnya antara lain melalui pendidikan dan pelatihan. Pembiayaan O&P untuk kewenangan Pemerintah Pusat berasal dari Pusat/APBN. Komitmen tersebut perlu dibarengi dengan kegiatan sosialisasi yang lebih efektif untuk menjaga keberlanjutannya. (2) Bimbingan teknis. (2) fasilitasi pembentukan P3A/GP3A pada DR sesuai kebutuhan. monitoring. 12. (3) fasilitasi peningkatan status GP3A berbadan hukum.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 8. Pelibatan petani melalui P3A/GP3A sudah mulai dikembangkan. dan optimalisasi diklat-diklat teknis dan nonteknis) di daerah. sedangkan revitalisasi pada DI. 9.). (5) pelibatan petani melalui P3A/GP3A dilaksanakan secara berkelanjutan berbasi pembinaan dan pemberdayaan. dll. penugasannya masih tetap dibawah struktur kabupaten/kota. Selain itu juga diperlukan peninjauan. (3) penyiapan modul-modul. Secara umum. penyiapan tim instruktur atau tenaga pelatih yang handal sesuai kewenangannya. (5) pengembangan model ”PTGA” di Daerah. (4) penerapan insentif dan disinsentif. 11. Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan (1) peningkatan partisipasi petani dalam pelaksanaan O&P melalui P3A/GP3A. Pada sisi lain diperlukan adanya MoU antara instansi pemerintahan terkait dengan penanganan dan pengelolaan O&P SDA berbasis kewenangan yang didasarkan pada regulasi yang lebih jelas dan tegas dalam bentuk pedoman atau petunjuk pelaksanaan kegiatan sesuai kewenangannya. sedangkan kewenangan provinsi berasal dari APBD Provinsi. dan (6) perlombaan petugas andalan kinerja O&P SDA secara lebih tepat. 10. Kemampuan sebagian besar petugas O&P di lapangan perlu ditingkatkan dalam melaksanakan koordinasi. dengan dukungan koordinasi dari Pemerintah Pusat dan provinsi. Bentuk kegiatan yang diperlukan dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM (petugas O&P) dalam pengelolaan SDA antara lain adalah (1) Pendidikan dan pelatihan Keteknisan. evaluasi. dan penelusuran jaringan irigasi secara bersama-sama dalam suatu tim (KPL. Selain itu juga diperlukan dukungan penganggaran dari berbagai sumber.

2. dan Pelaporan O&P SDA 1. jaringan internet.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Sistem Monitoring. peralatan dan mesin). Tempat : Provinsi Lampung (Wilayah I) dan Kalimantan Timur (Wilayah II) 59 . 5. 4. 8. Penyediaan SDM yang sesuai dengan kompetensinya. Petugas yang telah mengikuti pelatihan harus menjadi pengelola pelaporan dan diberikan sarana penunjang kegiatan pelaporan serta menjadi TOT di tingkat provinsi. 9. Direktorat Jenderal SDA tiap tahunnya mengadakan pelatihan pelaporan e-Mon dan diperlukan komitmen yang kuat dari pimpinan untuk membuat laporan serta perlunya personil/petugas O&P dibuatkan Surat Keputusan. Mekanisme pelaporan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). 11. SKPD diharapkan menyampaikan laporan TPOP secara tertib dan tepat waktu sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku. Penyelenggaraan pertemuan O dan P Prasarana Sumber Daya Air Wilayah I dan II Tahun 2011. Perlu ditingkatkan pelaksanaan sistem online dengan melengkapi prasarana dan sarananya. Diperlukan pula sosialisasi dan pelatihan SAI dan SIMAK BMN dan dianggarkannya insentif khusus bagi petugas SIMAK BMN dan SAI sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Perlunya dukungan daerah dalam hal Monitoring dan Evaluasi untuk menunjang keberlanjutan kegiatan O&P irigasi di masingmasing daerah. dan pelatihan/bintek yang diikuti oleh 2 orang. Dalam rangka optimalisasi penyampaian laporan TPOP diperlukan sosialisasi Permen PU No. Evaluasi. Penyediaan sarana dan prasarana. pemantauan dan penyusunan laporan serta diadakan sosialiasi ke UPT PSDA. Untuk memperlancar penanganan Monitoring dan evaluasi. termasuk SIMAK BMN dalam O&P prasarana SDA perlu dilaksanakan secara optimal. a. 7. Diharapkan penyampaian DIPA di awal tahun agar terlaksananya O&P tidak terlambat serta adanya peningkatan prasarana dan sarana pelaporan O&P. 6. 10. maka perlu diberikan pelatihan secara berkesinambungan dan sosialisasi format yang baku tentang pelaporan O&P kepada para pengelola laporan O&P. 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman pelaksanaan Kegiatan Departemen PU yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan melalui Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 3. maka diperlukan adanya petugas/staf khusus yang menangani pelaporan serta ditunjang dengan prasarana dan sarana pendukung (seperti komputer. Agar penyampaian laporan monitoring dan evaluasi O&P oleh SKPD dapat terlaksana dengan baik. memberikan insentif khusus kepada staf yang menangani pelaporan O&P SDA. Perlu ditingkatkan sinkronisasi dan koordinasi monev baik dalam pelaksanaan.

Legislatif. (Ir. ST) (KASI PEMELIHARAAN DINAS PSDA) PROVINSI KEPULAUAN RIAU MEWAKILI. Perguruan Tinggi. Narasumber : Bappenas. EKONOMI. Demikian Rumusan Kesepakatan ini dibuat untuk ditindak lanjuti di tingkat Pusat dan Daerah sebagai masukan pada Pertemuan Regional Operasi dan Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air berikutnya. Balai SDA. Agenda Kegiatan : . ST) (SEKRETARIS DINAS PU PASAMAN BARAT) (Drs. h. Kementerian Pekerjaan Umum. Waktu c. f. g. Kementerian Dalam Negeri. M.Diskusi Kelompok . M. . EDI ROFIANO. (H. Litbang Pertanian. Si) (KEPALA DINAS PENGAIRAN) PROVINSI SUMATERA BARAT MEWAKILI. e. Kehutanan. 29 Juni 2010 TIM PERUMUS PROVINSI ACEH MEWAKILI. pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Kementerian Pertanian.Tersusunnya rekomendasi hasil O dan P prasarana SDA tahun 2011 yang dapat diimplementasikan secara kongkrit oleh pemerintah. Kementerian Kehutanan. LSM dan P3A/GP3A. Banda Aceh.Terevaluasinya pelaksanaan program O dan P di tahun 2011. SOSIAL & BUDAYA) 60 . Peserta d. : Disesuaikan (2011) : Bappeda.Presentasi dari Pusat dan Daerah . ANU SIRWAN. PROVINSI SUMATERA UTARA MEWAKI LI. (SUHATRIL. Pertanian.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 b. SLAMET EKO PURWADI. dan Kementerian Keuangan. Tema : Disesuaikan kemudian Pembiayaan : Sharing antara Kementrian Dalam Negeri.Studi Banding/Kunjungan Lapangan Hasil yang diharapkan : . Litbang Kehutanan dan Litbang PU serta Perguruan Tinggi. Pengairan/PU.Si) (KABID. Kementrian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Provinsi Penyelenggara.

Si) (KABID SUMBER DAYA AIR DINAS PU) (Ir. ST) (KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM) (Ir. PROVINSI BANGKA BELITUNG MEWAKILI. BUDI ANTON O. ST) (KABID SUMBER DAYA AIR DINAS PU) PROVINSI BENGKULU MEWAKILI. PROVINSI JAWA TIMUR MEWAKILI. M. Drs. Si) (KABID SUMBER DAYA AIR DINAS PU) (Ir. SOENOKO. JAYAHADI KUSUMA. AHMAD RIZAL. JUMANI. (A. M. (Ir. (H. Eng) (DINAS PENGAIRAN DAN PEMUKIMAN) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MEWAKILI. CES) (KABID O&P DINAS PENGAIRAN) PROVINSI BALI MEWAKILI. DJADJANG DJUHRI.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 PROVINSI JAMBI MEWAKILI. (Ir. RUSMINI EKAWATI) (KEPALA SEKSI PPA & OP DINAS PU) 61 . KETUT SUHARTA. ST. PROVINSI LAMPUNG MEWAKILI. PROVINSI KALIMANTAN BARAT MEWA KILI. M. MM) (KABID SDA DINAS PU) (M.

JAROT WIDYOKO. SAIFUL AHMAD. HASIM. DJANTER P. (Ir. MP) (BPDAS Kr. PROVINSI KALIMATAN TIMUR MEWAKILI. HUSEN SAID) (KABID SUMBER DAYA AIR DINAS PU) BAPPENAS MEWAKILI. SALMAN LUMOINDONG. PROVINSI MALUKU UTARA MEWAKILI. DITJEN BINA BANGDA MEWAKILI. Sp) (KABID SDA) (Ir. (Ir. JUARI. ACEH) 62 . KEMENTERIAN KEHUTANAN MEWAKILI. SIBARANI. MT) (KEPALA BALAI PSDA WILAYAH SUNGAI PULAU LOMBOK) (Ir. (Ir. H. SH.Si) (KABID FISRA WILAYAH BAPPEDA) PROVINSI NTB MEWAKILI. HE) (KASUBDIT OP&PBA DIREKTORAT RAWA DAN PANTAI) (Drs. Dipl. (Ir. MH) (KASUBDIT P3SDB KEMENTERIAN DALAM NEGERI) KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MEWAKILI. M. ME) (KASUBDIT KELEMBAGAAN INFRASTRUKTUR SDA BAPPENAS) (WIDODO SIGIT PUDJIANTO.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 PROVINSI KALIMANTAN TENGAH MEWAKILI.

DITJEN SDA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MEWAKILI. H. ACHMAD MALIKI. (Ir. EDYANTO PURWONO) (Ir. BBWS/BWS DI LINGK.Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 KEMENTERIAN PERTANIAN (DITJEN PENGELOLAAN LAHAN & AIR) MEWAKILI. ME) (KEPALA BALAI KALIMANTAN-III) Gambar 20. Panitia Seksi Notulensi & Pelaporan 63 .

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 64 .

Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan Regional O&P SDA Wilayah-I Tahun 2010 Laporan Penyelenggaraan Pertemuan Regional Operasi & Pemeliharaan Prasarana Sumber Daya Air Wilayah-I Banda Aceh 27 – 30 Juni 2010 65 .