P. 1
Peranan Pemberian Layanan Informasi Karier yang Menunjang Kematangan Kompetensi Karier

Peranan Pemberian Layanan Informasi Karier yang Menunjang Kematangan Kompetensi Karier

|Views: 1,666|Likes:
Published by FieLinda Zanai
Microsoft word
Microsoft word

More info:

Published by: FieLinda Zanai on May 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di abad 21 ini yang senantiasa berkembang dengan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut individu untuk memilih karier yang sesuai dengan minat, kemampuan dan sesuai dengan harapan. Sehingga semua berlomba-lomba memperoleh karier yang hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Padahal seharusnya seseorang dalam memilih dan menentukan karir adalah untuk kepuasan hidupnya dan untuk berlangsung sepanjang hidupnya. Di era globalisasi ini juga semakin banyak peluang dan tantangan untuk pemilihan dan penentuan karir, jika terjadi kesalahan dalam pemilihan dan pemutusan karier, maka karier yang akan diperoleh pun tidak sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling yang terkait dengan layanan informasi karier perlu digalakkan kembali mengingat peluang dan tantangan yang akan dihadapi peserta didik nantinya dan supaya peserta didik juga memperoleh pemahaman karier serta menentukan alternatif pilihan karier. Memahami lingkungan merupakan tujuan yang berkaitan erat dengan pelaksanaan bimbingan karier. Lingkungan yang dimaksud di sini adalah lingkungan kerja, untuk jelasnya adalah dunia kerja. Di dalam bab ini dibahas berturut-turut pokok-pokok yang penting bagi siswa untuk maksud mengetahui peranan pemberian layanan informasi karier yang menunjang kematangan kompetensi karier siswa. Pokok-pokok itu adalah tujuan pemberian layanan informasi karier, fungsi layanan informasi karier untuk siswa, alasan penyelenggaraan layanan informasi, pentingnya informasi karier bagi siswa, materi informasi, teknik layanan informasi, macam-macam informasi karier, metode layanan informasi. Berbeda halnya dengan sekolah

di negara-negara industri maju yang program bimbingannya sudah berkembang dan berjalan lancar, sekolah-sekolah kita umumnya miskin sekali bahan informasi tentang pekerjaan, padahal bahan semacam itu mutlak bagi keperluan penyelenggaraan bimbingan karier. Di bagian akhir bab ini disajikan pokok tentang pengembangan kematangan karier sekaligus hubungan layanan pemberian informasi karier dengan meningkatnya kematangan karier siswa.

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang di atas maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apa pengertian layanan informasi karier? 2. Apa tujuan dari pemberian layanan informasi karier? 3. Apa fungsi dari layanan informasi karier untuk siswa? 4. Apa alasan dari diselenggarakannya layanan informasi karier? 5. Apa pentingnya layanan informasi karier bagi siswa? 6. Apa saja materi informasi dan teknik layanan informasi yang diberikan kepada siswa? 7. Bagaimana metode layanan informasi yang diberikan kepada siswa? 8. Apa pengertian pengembangan kematangan karier? 9. Bagaimana sifat-sifat kematangan karier itu? 10. Apa keterkaitan layanan pemberian informasi karier dengan meningkatnya kematangan karier siswa?

C. Tujuan Penulisan Sesuai dengan rumusan masalah di atas, penulisan makalah ini dimaksudkan untuk menjelaskan kepada pembaca tentang peranan pemberian layanan informasi karier untuk menunjang kematangan kompetensi karier siswa. Secara khusus, makalah ini berusaha menginformasikan dan menjelaskan

1. Pengertian layanan informasi karier. 2. Tujuan pemberian layanan informasi karier. 3. Fungsi layanan informasi karier untuk siswa. 4. Alasan penyelenggaraan layanan informasi karier. 5. Pentingnya layanan informasi karier bagi siswa. 6. Materi informasi dan teknik layanan informasi yang diberikan kepada siswa. 7. Metode layanan informasi. 8. Pengertian pengembangan kematangan karier. 9. Sifat-sifat kematangan karier. 10. Keterkaitan layanan pemberian informasi karier dengan meningkatnya kematangan karier siswa.

BAB II PEMBAHASAN

A. Hakikat Layanan Informasi Layanan informasi merupakan pemberian informasi tentang berbagai hal yang dipandang bermanfaat bagi peserta didik. Melalui komunikasi langsung, maupun tidak langsung (melalui media cetak maupun elektronik, seperti : buku, brosur, leaflet, majalah, dan internet.

1. Definisi Layanan Informasi Karier Informasi adalah segala sesuatu yang membuat orang menjadi tahu tentang sesuatu itu (bahasa Inggris „to inform‟= memberi tahu). Segala apa yang berasal dari luar itu masuk ke dalam diri untuk diolah dan disimpan di dalam sistem ingatan orang sebagai proposisi-proposisi. Ada yang menyamakan informasi dengan pengetahuan (sesuatu yang diketahui, yang menyebabkan orang tahu, atau kenal). Sebagai pengetahuan, informasi disebut pengetahuan verbal atau pengetahuan deklaratif (Gagne, 1998). Informasi diperoleh orang sejak usia dini, kebanyakan melalui belajar secara formal. Demikianlah halnya, sehingga jumlah informasi yang dimiliki seseorang yang sudah dewasa luar biasa banyaknya, dan itu pun terus bertambah. Di sekolah siswa memperoleh banyak informasi dan pengetahuan yang merupakan isi kurikulum pelajaran-pelajaran yang berlaku, dan pemerolehan informasi ini membentuk bagian terbesar dari hasil belajar di sekolah. Di sekolah pentingnya penguasaan informasi dan pengetahuan ini nyata bagi maksud menguasai mitra belajar yang lain, seperti penguasaan ketrampilan intelek, ketrampilan psikomotor, sikap dan nilai. Demikian juga kelanjutan belajar

dalam berbagai mata pelajaran didasarkan pada informasi dan pengetahuan yang telah dikuasai siswa sebelumnya. Informasi pekerjaan, jabatan atau karier menurut Shertzer.,B & Stone., Chelly C dalam Dewa Ketut Sukardi (1992:112) adalah informasi pekerjaan yang valid dan data yang dapat dipergunakan pada posisi-posisi pekerjaan dan fingsi-fungsi pekerjaan termasuk pula kewajiban atau tugastugas, persyaratan memasuki dan kondisi-kondisi kerja dan imbalan yang ditawarkan, syarat-syarat kemajuan dalam promosi dan juga penawaran dan permintaan yang dapat diprediksi terhadap pekerja-pekerja dan sumber untuk informasi lebih lanjut. Sedangkan menurut Dewa Ketut Sukardi (1994:113) informasi jabatan atau karier adalah merupakan salah satu alat yang dipergunakan untuk membantu siswa memahami dirinya sendiri, dunia kerja pada umumnya serta aspek-aspek dunia kerja pada khususnya, maka kepada pembimbing termasuk pada konselor sekolah diharapkan memiliki serta memahami informasi karier yang cukup memadai guna menyusun dan melaksanakan Program Layanan Bimbingan Karier di Sekolah. Definisi yang lain mengenai informasi karier dikemukakan oleh Hartono (2010:112) sebagai berikut : informasi karier adalah berbagai keterangan, fakta dan ide mengenai karier yang disajikan dalam bentuk kuantitatif, kualitatif atau gabungan keduannya. Berbagai informasi karier mencakup informasi tentang kesuksesan kerja seseorang dalam berbagai bidang, macam-macam kerja, kondisi aktivitas kerja (aktivitas kerja yang memberikan pelayanan kepada manusia, aktivitas kerja yang menggunakan peralatan atau teknologi, dan aktivitas kerja yang berada diruang terbuka), kompensasi kerja seperti gaji, jaminan kesehatan dan hati tua atau pensiun, syarat pekerjaan yaitu kompetensi yang dimiliki,

jenjang pendidikan, pengalaman kerja dan informasi berbagai perguruan tinggi yang terkait dengan jenis pekerjaan.

2. Tujuan Pemberian Layanan Informasi Karier Pemberian informasi umumnya bertujuan untuk penjajagan, dan dilakukan sebagai kegiatan lepas, artinya tidak terkait dengan cita-cita karier tertentu atau dengan suatu masalah pilihan karier tertentu dalam situasi pembahasan, pemberian informasi tentang pekerjaan merupakan bagian dari konseling pengambilan keputusan dan karena itu mesti

memperhatikan sejumlah asas agar informasi yang diberikan itu bermanfaat sebagai bahan pengambilan keputusan. Dengan asumsi bahwa informasi yang diperoleh memenuhi persyaratan yang dikehendaki baru, akurat, andal, sahih, maka asas-asas yang dimaksud itu adalah untuk penggunaannya di dalam konseling. Mengenai informasi pekerjaan, penjelasan yang diberikan konselor itu tujuannya adalah untuk mengukuhkan pilihan karier yang telah diambil konseli dan membantu konseli kalau ia mengalami ketakpastian antara dua pilihan yang sama-sama menariknya. Demikianpun penjelasan melalui pemberian informasi pekerjaan bermaksud memberikan kepada konseli dasar untuk menguji pilihan yang tidak tepat. Selanjutnya konselor menggunakan informasi pekerjaan untuk maksud memotivasi konseli, yaitu dengan cara melibatkan konseli secara aktif dalam proses pengambilan keputusan (Brayfield, dalam Crites 1981). Tujuan pemberian layanan informasi karir di kemukakan oleh beberapa ahli yaitu sebagai berikut :

Menurut Budi Purwoko (2008:52)tujuan yang ingin dicapai dengan penyajian informasi adalah sebagai berikut: 1. Para siswa dapat mengorientasikan dirinya kepada informasi yang diperolehnya terutama untuk kehidupannya, baik semasa masih sekolah maupun setelah menamatkan sekolah. 2. Para siswa mengetahui sumber-sumber informasi yang diperlukan. 3. Para siswa dapat menggunakan kegiatan kelompok sebagai sarana memperoleh informasi. 4. Para siswa dapat memilih dengan tepat kesempatan-kesempatan yang ada dalam lingkungannya sesuai dengan minat dan kemampuanya. Menurut Ifdil tujuan layanan informasi ada dua macam yaitu secara umum dan khusus. Secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya. Layanan informasi menjadikan individu mandiri yaitu memahami dan menerima diri dan lingkungan secara positif, objektif dan dinamis, mampu mengambil keputusan, mampu mengarahkan diri sesuai dengan kebutuhannya tersebut dan akhirnya dapat mengaktualisasikan dirinya (konseling indonesia. com/2008).

Sedangkan menurut Hartono (2010:111), informasi karier sangat berguna untuk memperoleh pemahaman karier, perencanaan karier, menentukan alternatif pilihan karier, dan melakukan evaluasi terhadap alternatif pilihan karier.  Pemahaman karier (occupational knowledge) adalah derajat penguasaan siswa tentang dunia karier yang ditandai dengan pengenalan mendalam mengenai berbagai informasi karier. Artinya

tingkat pemahaman karier seorang siswa ditunjukkan oleh tingkat penguasanya terhadap berbagai informasi karier tersebut.  Perencanaan karier (carrier pleaning) adalah suatu proses untuk menyusun dan melaksanakannya dalam upaya meraih suatu karier yang diinginkan. Kegiatan tersebut pada umumnya berisi berbagai aktivitas akademik yang sesuai dengan suatu karier.  Alternatif pilihan karier (my option) adalah suatu daftar kemungkinan pilihan karier yang dibuat oleh siswa. Berdasarkan pemahaman diri dan pemahaman karier, siswa diharapkan mampu membuat daftar pilihan kariernya.  Evaluasi alternatif pilihan karier. Alternatif pilihan karier yang dibuat oleh siswa perlu direvisi oleh siswa sendiri. Untuk melakukan evaluasi ini diperlukan berbagai informasi baik mengenai dunia kerja maupun mengenai nilai-nilai karier. Informasi ini diperlukan untuk membuat pertimbangan dalam membatasi alternatif pilihan karier.

3. Fungsi Layanan Informasi Karier Untuk Siswa Fungsi yang terkait dengan pemahaman dan pengembangan yaitu konselor berupaya membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.

B. Alasan Penyelenggaraan Layanan Informasi Prayitno dan Erman Amti (2004:260), mengungkapkan ada tiga alasan utama mengapa pemberian informasi perlu diselenggarakan. 1. Membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi berkenaan

dengan lingkungan sekitar, pendidikan, jabatan, maupun sosial budaya. Dalam masyarakat yang serba majemuk dan semakin kompleks, pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan sebagian terletak di tangan individu itu sendiri. Dalam hal ini, layanan informasi berusaha merangsang individu untuk dapat secara kritis mempelajari berbagai informasi berkaitan dengan hajat hidup perkembangannya 2. Memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya ” kemana dia ingin pergi ”. Syarat dasar untuk dapat menentukan arah hidup adalah apabila ia mengetahui apa (informasi) yang harus dilakukan serta bagaimana bertindak secara kreatif dan dinamis berdasarkan atas informasi yang diberikan itu. Individu diharapkan dapat membuat rencana dan keputusan tentang masa depannya serta bertanggung jawab atas rencana dan keputusan yang dibuatnya itu 3. Setiap individu adalah unik. Keunikan itu akan membawakan pola-pola pengambilan keputusan dan bertindak yang berbeda-beda disesuaikan dengan aspek-aspek kepribadian masing-masing individu. Pertemuan antara keunikan individu dan variasi kondisi yang ada di lingkungan dan masyarakat yang lebih luas, diharapkan dapat menciptakan berbagai kondisi baru baik bagi individu yang bersangkutan maupun bagi masyarakat, yang semuanya itu sesuai dengan keinginan individu dan masyarakat. Dengan demikian akan terciptalah dinamika perkembangan individu dan masyarakat berdasarkan potensi positif yang ada pada diri individu dan masyarakat. Sedangkan Winkel &Sri Hastuti (2006:317) menjelaskan, ada tiga alasan pokok mengapa layanan pemberian informasi merupakan usaha vital dalam keseluruhan program bimbingan yang terencana dan terorganisasi yaitu sebagai berikut :

1. Siswa membutuhan informasi yang relevan sebagai masukan dalam mengambil ketentuan mengenai pendidikan lanjutan sebagai persiapan untuk memangku jabatan dimasyarakat. 2. Pengetahuan yang tepat dan benar membantu siswa untuk berfikir lebih rasional tentang perencanaan masa depan dan tuntutan penyesuaian diri dari pada mengikuti sembarang keinginan saja tanpa memperhitungkan kenyataan dalam lingkungan hidupnya. 3. Informasi yang sesuai dengan daya tangkapnya menyadarkan siswa akan hal-hal yang tetap dan stabil, serta hal-hal yang akan berubah dengan bertambahnya umur dan pengalaman.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa alasan penyelenggaraan layanan informasi adalah karena siswa membutuhkan informasi yang relevan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai macam dinamika kehidupan secara positif dan rasional, baik sebagai pelajar maupun anggota masyarakat. Terkait dengan penelitian ini, ada dua alasan penyelenggaraan layanan informasi. Pertama, untuk membuktikan bahwa layanan informasi bisa meningkatkan pemahaman siswa terhadap potensi diri. Kedua, disadari atau tidak siswa sangat membutuhkan informasi tentang pemahaman potensi diri sebagai modal awal dalam menggapai cita-cita dan tujuan hidup yang mereka inginkan.

C. Pentingnya Informasi Karier Bagi Siswa Pentingnya informasi karir bagi siswa adalah untuk maksud pemahaman, yaitu siswa memahami dunia kerja. Pemahaman terhadap lingkungan merupakan salah satu tujuan bimbingan dan pemahaman terhadap lingkungan yang khusus ini mutlak dimiliki siswa mengingat bahwa mereka dewasa ini hidup di dalam masyarakat yang berubah dengan cepat. Perubahan masyarakat ini membawa dampak perubahan terhadap dunia kerja. Dengan bekal pemahaman mengenai kenyataan lingkungan yang ada siswa diharapkan

lebih mampu dalam membuat keputusan kerja yang tepat, artinya yang sesuai dengan keadaan dirinya dan keadaan nyata di dunia kerja di masyarakat.

D. Dua hal yang harus diperhatikan dalam memberikan layanan informasi karir yaitu tentang : (1) materi informasi dan (2) teknik layanan informasi.

1. Materi Informasi Dalam era informasi dewasa ini sesungguhnya kemudahan untuk memperoleh informasi sangat terbuka, baik melalui media cetak atau eleltronik. Terutama setelah adanya kemajuan yang menakjubkan dalam bidang teknologi komputer multi media, maka dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat kita dapat mengakses ribuan bahkan jutaan jenis informasi melalui internet. Namun, karena begitu banyak dan beragamnya jenis informasi yang dapat diakses, sehingga tidak mustahil dapat menimbulkan kekacauan informasi. Untuk itulah, dalam upaya pemberian layanan informasi seyogyanya dibutuhkan sikap arif dan selektif dari konselor dalam memilih berbagai materi informasi, yang sekiranya benarbenar dapat memberikan manfaat besar bagi siswa. Materi informasi yang diberikan kepada siswa hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan siswa, sehingga benar-benar dapat dirasakan lebih bermanfaat dan memiliki makna (meaningful). Pemilihan dan penentuan jenis materi informasi yang tidak didasarkan kepada kebutuhan dan masalah siswa akan cenderung tidak memiliki daya tarik, sehingga siswa akan menjadi kurang partisipatif dan kooperatif dalam mengikuti kegiatan layanan. Materi informasi yang lengkap dan akurat akan sangat membantu siswa untuk lebih tepat dalam mempertimbangkan dan memutuskan pilihan kariernya.

Beberapa jenis materi informasi tentang karier yang mungkin dibutuhkan siswa, diantaranya:

Tugas perkembangan masa remaja tentang kemampuan dan perkembangan karier.

  

Perkembangan dan prospek karier di masyarakat. Kursus-kursus dalam rangka pengembangan karier. Langkah-langkah dalam memasuki pekerjaan, jenis pekerjaan, ciri-ciri pekerjaan.

 

Syarat-syarat pekerjaan yang dapat dimasuki setelah tamat SMA. Kemungkinan permasalahan dalam pilihan pekerjaan, karier, dan tuntutan pendidikan yang lebih tinggi, dan sebagainya. Materi layanan informasi karier yang diberikan kepada siswa, yakni:

(a) layanan informasi bimbingan karier dengan topik mengenal minat karier siswa; (b) layanan informasi bimbingan karier dengan topik memahami abilitas siswa; (c) layanan informasi bimbingan karier dengan topik memahami karakteristik kepribadian siswa; (d) layanan informasi bimbingan karier dengan topik nilai-nilai dan sikap karier siswa; (e) layanan informasi bimbingan karier dengan topik kekuatan dan kekuatan diri; (f) layanan informasi bimbingan karier dengan topik informasi karier; (g) layanan informasi bimbingan karier dengan topik mengenal macammacam fakultas dan jurusan di perguruan tinggi; (h) layanan informasi bimbingan karier dengan topik memilih jurusan diperguruan tinggi; (i) layanan informasi bimbingan karier dengan topik memasuki dunia kerja; (j) layanan informasi bimbingan karier dengan topik memilih pekerjaan yang tepat sesuai dengan minat dan bakat. a) Minat karier adalah suatu sikap ketertarikan pada suatu bidang karier tertentu yang disertai adanya perhatian dan perasaan senang dalam melakukan aktivitas bidang karier tersebut. Dengan adanya layanan

informasi bimbingan karier, diharapkan siswa dapat (1) mempunyai perhatian yang kuat; (2) perasaan untuk menyukai suatu objek; (3) terarah pada suatu objek; (4) adanya aktivitas, yaitu ketertarikan mengerjakan suatu objek (perwujudan dalam bentuk adanya suatu kehendak pada kegiatan atau aktivitas yang diminati). b) Abilitas adalah kemampuan atau kecerdasan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau aktivitas. Dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, diharapkan siswa dapat menguraikan sejauh mana kecerdasannya dalam melakukan perbuatan atau aktivitas. Perbuatan atau aktivitas ini bisa mencakup banyak hal seperti aktivitas untuk memahami sesuatu hal yang bersifat abstrak dan konkrit, aktivitas untuk memecahkan masalah (problem solving), aktivitas belajar dan aktivitas untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. c) Kepribadian adalah suatu sistem yang terorganisasi dari berbagai sifatsifat unik yang menentukan perwujudan perilaku seseorang. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier kepribadian seorang siswa berpengaruh terhadap kinerjanya. d) Nilai dan sikap karier. Nilai-nilai sikap karier siswa adalah keyakinankeyakinan siswa bahwa karier sebagai suatu hal yang dianggapnya baik. Adanya keyakinan ini, memicu mereka memandang karier sebagai suatu kebutuhan hidup, karier harus diraih dan dipertahankan, karier sebagai tuntutan institusi sosial untuk mencapai kesejahteraan keluarga, dan karier sebagai sarana kelangsungan hidup dimasyarakat. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa memiliki sikap positif (positive attitude) pada masalah karier, cenderung menunjukkan perilaku optimis pada dunia kerja, memandang dirinya mampu bekerja, menunjukkan usaha keras dan memiliki daya tahan, berpikiran positif pada keadaan apapun,

memandang kegagalan sebagai peluang yang harus diatasi dan bentukbentuk perilaku positif lainnya. e) Informasi karier. Informasi karier adalah berbagai keterangan, fakta dan ide mengenai karier. Informasi karier merupakan faktor penting dan diperlukan siswa khususnya untuk memperoleh pemahaman karier. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa mampu menggambarkan seberapa besar informasi karier yang di dapat, sehingga dapat berpengaruh dalam memilih karier sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki. f) Kekuatan dan kekurangan diri. Kekuatan diri adalah seperangkat kemampuan individu yang bersifat internal yang menunjang pelaksanaan aktivitas dalam mencapai tujuan, kepribadian, nilai-nilai dan sikap. Sedangkan kekurangan diri merupakan sejumlah keterbatasan yang dimiliki individu yang dapat menghambat usaha dan tujuan. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa mampu menggambarkan diri (baik kekuatan maupun kekurangan diri) secara positif, sehingga dapat mencapai berbagai kemandirian dalam pillihan kariernya. g) Mengenal macam-macam fakultas di perguruan tinggi. Fakultas adalah bagian perguruan tinggi tempat mempelajari bidang ilmu yang terdiri atas beberapa jurusan. Di Surabaya banyak universitas menyediakan beberapa fakultas, sebagai contoh: fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP); fakultas teknik (FT); fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (FMIPA); fakultas ekonomi (FE); fakultas kedokteran. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa mampu mengenal dan mengetahui berbagai macam fakultas yang tersedia di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sehingga dapat berpengaruh dalam memilih karier sesuai dengan kemampuan, minat dan bakat yang dimiliki.

h) Memilih jurusan di perguruan tinggi. Jurusan adalah bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier siswa mampu memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dan karier yang akan ditempuh. i) Memasuki dunia kerja. Banyak hal yang akan dihadapi oleh setiap orang pada saat memasuki dunia kerja. Pengetahuan tentang dunia kerja adalah segala informasi tentang dunia kerja baik yang diminati oleh siswa maupun tidak. Diharapkan dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa dapat mencapai kematangan dalam pemilihan karier, serta memiliki wawasan yang luas dan jelas mengenai berbagai pekerjaan. j) Memilih pekerjaan yang tepat sesuai dengan minat dan bakat. Bakat, minat dan kemampuan merupakan satu keterikatan yang dimiliki seseorang dalam pilihan karier. Dengan adanya layanan informasi bimbingan karier, siswa dapat mengetahui dan memilih pekerjaan apa yang sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

2. Teknik Layanan Informasi Disamping konselor dituntut untuk banyak memahami berbagai informasi yang akan dibutuhkan siswa, juga seyogyanya dapat menguasai berbagai teknik penyampaiannya secara variatif dan menyenangkan. Tanpa didukung kekayaan informasi dan keterampilan penyampaian, layanan informasi dikhawatirkan menjadi tidak memiliki daya tarik di hadapan siswa. Penyampaian informasi bisa dilakukan oleh konselor itu sendiri melalui teknik ekspositorik. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara meminta bantuan dari pihak lain sebagai nara sumber, misalkan dengan mengundang “tokoh karier”. Upaya pemanfatan nara sumber memiliki

keunggulan tersendiri, yakni informasi yang diberikan cenderung bersifat nyata, berdasarkan hasil pengalamannya. Selain itu, dapat dilakukan pula melalui media “papan bimbingan”, yakni dengan menyediakan papan informasi untuk menempelkan berbagai bentuk tulisan yang mengandung nilai informasi. Untuk itu, konselor dituntut secara kreatif untuk dapat mengoleksi berbagai tulisan, keterangan, artikel, atau klipping yang berhubungan dengan karier. Jika mengacu pada teori kontruktivisme yang saat ini sedang dikembangkan. Penggunaan teknik layanan informasi seyogyanya lebih mengedepankan aktivitas dan partisipasi siswa dalam menentukan kebutuhan, menggali dan mengolah serta menarik kesimpulan dari informasi yang diperolehnya. Misalkan, untuk memahami tentang kondisi nyata kehidupan di suatu perusahaan, dapat dilakukan dengan cara siswa diajak langsung untuk berkunjung dan melakukan pengamatan ke perusahaan tertentu. Dari hasil kunjungan, siswa akan memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan, dalam rangka menambah wawasan, yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan keputusan kariernya, sekaligus dapat membangun dan mengembangkan sikap-sikap positif dan konstruktif terhadap pekerjaan. Dalam hal ini, tentu saja dibutuhkan sosiabilitas yang tinggi dari konselor untuk dapat menjalin hubungan secara luas dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi siswa dalam proses penggalian informasi. Sebagaimana telah disinggung di atas, bahwa sumber informasi saat ini dapat dengan mudah diakses melalui teknologi komputer multi media, maka dalam hal ini tidak salahnya konselor untuk belajar menguasai teknologi internet untuk menjelajah situs-situs yang menyediakan informasi yang berkenaan dengan dunia pekerjaan/karier.

Dengan mengenal situs-situs yang berkenaan dengan dunia pekerjaan/karier, maka di samping konselor dapat memperoleh berbagai tambahan informasi untuk dirinya, juga dapat menunjukkannya kepada siswa, agar siswa dapat belajar secara langsung menjelajah dan menggali berbagai informasi karier yang tersedia dalam internet. E. Macam-macam Informasi Karier

1. Informasi Kuantitatif Data statistik ketenagakerjaan. Adanya informasi pekerjaan yang lengkap dan terorganisasi dengan baik sangat membantu kerja konselor dalam tugasnya membimbing siswa menyusun perencenaan kerja. Klasifikasi jabatan dan informasi mengenai jumlah pekerjaan, jumlah tenaga kerja di waktu sekarang, arah kecenderungan kebutuhan tenaga di waktu yang akan datang, gambaran mengenai perkembangan penduduk (termasuk kelompok pemuda) dalam kerangka perkembangan ekonomi, akan memberikan gambaran mengenai dunia kerja dan lingkungan masyarakat pada umumnya, hal yang sangat berguna bagi para siswa yang sedang memikirkan kerja setamat dari sekolah.

2. Informasi Kualitatif Klasifikasi Jabatan Indonesia (KJI). Sistem klasifikasi termuat di dalam Klasifikasi Jabatan Indonesia (KJI); sampai sekarang sudah terbit tiga edisi, yaitu edisi tahun 1958 (waktu itu judulnya Penggolongan Jabatan), tahun 1977 (yang mencapai cetakan kedua, yaitu 1981) dan edisi revisi, yaitu tahun 1982. Buku klasifikasi jabatan yang dihasilkan, berguna untuk referensi ketenagakerjaan. Klasifikasi jabatan ini meliputi seluruh jabatan baku yang dilakukan oleh tenaga kerja sipil. Struktur Klasifikasi Jabatan (KJI). Mencakup empat tingkat atau tahapan, dan ini merupakan penyempurnaan penstrukturan sebelumnya,

yang hanya ada tiga tahapan. Dengan penstrukturan baru dan sistem pengkodeannya maka ini sangat membantu dan memperjelas untuk keperluan pelaksanaan bimbingan karier. Keempat tingkatan struktur itu berturut-turut adalah sebagai berikut : 1. Golongan Pokok Jabatan : Golongan ini mewakili jabatan yang sangat luas, menggambarkan jenis khusus penyelenggaraan tugas. Semuanya ada 8 pokok jabatan dengan kode 0 sampai 9 dan kode X. Untuk pekerjaan di lingkungan angkatan bersenjata (angkatan-angkatan darat, laut, udara , dan kepolisian) kodenya tersendiri, yaitu 00 untuk golongan pokok. 2. Golongan Jabatan : Golongan ini merangkaikan sifat pekerjaan yang sama dari berbagai kelompok pekerjaan. Semuanya ada 83 golongan jabatan dengan kode 01 sampai 9 dan berkode X1, X2, dan X3. 3. Kelompok Jabatan : Ini mengklasifikasikan satu kelompok “yang berhubungan erat antara satu dengan yang lain atas dasar persamaan sifat tugasnya, kecuali untuk kelompok jabatan yang terliput dalam golongan jabatan sisa, di mana hubungan mengenai persamaan tugas pelaksanaan kurang homogeny” (KJI, 1982, h.9). 4. Jabatan : Suatu kelompok jabatan (tingkat ketiga) dijabarkan menjadi jabaran ringkas pekerjaan, yang mempunyai hubungan sangat erat dan homogeny, kecuali untuk jabatan sisa. Jumlahnya ada 1688. Kodenya 011.10 sampai 088.10 dan kode X10.10 sampai X30.10. Khusus untuk angkatan bersenjata ada tambahan kode, 001.10 sampai 009.10. Dengan sistem pengkodean tersebut maka dapat diketahui hubungan antara golongan pokok jabatan, golongan jabatan, kelompok jabatan, dan jabatan di dalam struktur umum sistem klasifikasi. Rincian golongan pokok jabatan KJI. Menurut sistem klasifikasi yang dikembangkan, golongan pokok jabatan dirinci atas delapan golongan pokok jabatan dan satu golongan pokok yang khusus, yaitu untuk angkatan bersenjata. Rincian itu adalah sebagai berikut :

0/1 Tenaga professional, teknisi dan tenaga lain ybdi (yang berhubungan dengan itu). 2 Tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan 3 Pejabat pelaksana, tenaga tata usaha dan tenaga ybdi. 4 Tenaga usaha penjualan dan pembelian 5 Tenaga usaha jasa 6 Tenaga usaha pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan, dan perburuan. 7/8/9 Tenaga produksi dan tenaga ybdi, operator alat angkutan tenaga pekerja kasar X Tenaga kerja yang tak dapat diklasifikasikan ke dalam suatu jabatan. 00 Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Sifat-sifat golongan pokok jabatan. Untuk ilustrasi diberikan contoh untuk beberapa golongan pokok. Termasuk di dalam golongan pokok jabatan 0/1, untuk jabatan keahlian bidang eksak (kode 0) : dokter, perawat, teknisi listrik, ahli statistik. Untuk bidang non-eksak atau sosial (kode 1) : jaksa, guru (pengajar), dosen, akuntan, pemahat, pelukis. Golongan pokok jabatan kode 7 : pengawas produksi dan mandur (mis. Pengolahan logam), tukang sepuh listrik. Golongan pokok jabatan kode 8 : tukang sepatu, tukang membuat kunci, tukang memasang instrumen listrik. Golongan pokok jabatan kode 9 : tukang membuat stempel karet, pekerja keras (mis. Tukang sapu, tukang kubur ). System kode jabatan. Dalam system klasifikasi yang dikembangkan tersebut digunakan kode-kode jabatan. Berdasarkan tingkat struktur jabatan, system kode itu adalah sebagai berikut :  Satu angka : untuk golongan pokok (pokok jabatan) Contoh:  4- Tenaga usaha penjualan dan pembelian 0- Tenaga professional, teknisi dan tenaga lain ybdi Dua angka : untuk golongan (golongan jabatan) Contoh : 45- Tenaga penjualan, pramuniaga, dan tenaga ybdi

06- Dokter, dokter gigi, dokter hewan dan tenaga ybdi  Tiga angka : untuk kelompok jabatan Contoh penjualan 061- Dokter  Lima angka : untuk jabatan Contoh: 452.50- Penjual Koran 061.40- Dokter ahli kandungan 452- Pedagang kaki lima, pedagang keliling, dan tenaga

F. Metode Layanan Informasi Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:269-271) Pemberian informasi kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut: 1. Ceramah Ceramah merupakan metode pemberian informasi yang paling sederhana, mudah dan murah, dalam arti bahwa metode ini dapat dilakukan hampir oleh setiap petugas bimbingan disekolah. 2. Diskusi Penyampaian informasi pada siswa dapat dilakukan melalui diskusi. Diskusi semacam ini dapat diorganisasikan baik oleh siswa sendiri mapun oleh konselor, atau guru. 3. Karya Wisata Dalam bidang konseling karyawisata mempunyai dua sumbangan pokok. Pertama, membantu siswa belajar dengan menggunakan berbagai sumber yang ada dalam masyarakat yang dapat menunjang perkembangan mereka. Kedua, memungkinkan diperolehnya informasi yang dapat membantu pengembangan sikap-sikap terhadap pendidikan, pekerjaan dan berbagai masalah dalam masyarakat.

4. Buku panduan Buku-buku panduan (seperti buku panduan sekolah atau perguruan tinggi, buku panduan kerja bagi karyawan) dapat membantu siswa dalam mendapatkan informasi yang berguna. 5. Konferensi karier Selain melalui teknik-teknik yang diutarakan diatas, penyampaian informasi kepada siswa dapat juga dilakukan melalui konferensi karier. Dalam konferensi karier para nara sumber dari kelompok-kelompok usaha, jawatan atau dinas lembaga pendidikan, dan lain-lain yang diundang, mengadakan penyajian berbagai aspek program pendidikan dan latihan/pekerjaan yang diikuti oleh para siswa. Sedangkan menurut Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang (1993: 82) menjelaskan bahwa teknik yang digunakan dalam layanan informasi adalah sebagai berikut: 1. Ceramah 2. Diskusi atau Tanya jawab 3. Bacaan buku, selebaran dan brosur 4. Gambar, slide, pemutaran film 5. Karyawisata 6. Melalui mata pelajaran tertentu 7. Melalui kelas khusus 8. Hari karier 9. Hari perguruan tinggi 10. Wawancara dalam rangka konseling

G. Kematangan Karier 1. Pengertian Pengembangan Kematangan Karier

Layanan pengembangan kematangan karier adalah layanan bimbingan yang berupaya memfasilitasi terjadinya perkembangan kematangan karier siswa. Kematangan karier yang dimaksud adalah kesiapan siswa untuk membuat keputusan-keputusan karier dengan tepat. Ada dua dimensi yang perlu dikembangkan untuk membangun kematangan karier siswa, yakni dimensi kematangan karier yang bersifat kognitif dan non-kognitif.  Dimensi kognitif kematangan karier siswa terdiri atas aspek (1) pengetahuan tentang informasi dunia kerja (world-of-work information), (2) pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (knowledge of preferred occupational group), dan (3) pengetahuan tentang membuat keputusan (decission making).  Dimensi non kognitif kematangan karier siswa terdiri atas (1) perencanaan karier (career Dimensi kognitif kematangan karier siswa terdiri atas aspek (1) pengetahuan tentang informasi dunia kerja (world-of-work information), (2) pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai (knowledge of preferred occupational group), dan (3) pengetahuan tentang membuat keputusan (decission making). Dimensi non kognitif kematangan karier siswa terdiri atas (1) perencanaan karier (career planning), (2) eksplorasi karier (career exploration), dan (3) realisme keputusan karier (realism). Dengan demikian, layanan pengembangan kematangan karier berarti memfasilitasi berkembangnya keenam aspek tersebut pada diri siswa. Memfasilitasi artinya memberi kemudahan kepada siswa untuk mengembangkan keenam aspek tersebut, baik melalui bantuan fisik maupun psikologis. 2. Kematangan Karir Bersifat Kognitif  Memfasilitasi Perkembangan Pengetahuan Dunia Kerja Pengetahuan tentang dunia kerja adalah segala informasi tentang dunia kerja. Hal itu penting dilakukan agar siswa

mengalami kemudahan dalam memiliki informasi berbagai hal tentang pekerjaan, baik yang diminati maupun tidak diminati. Tujuan proses ini adalah agar siswa memiliki wawasan yang jelas dan luas tentang berbagai pekerjaan. Secara garis besar pengetahuan dunia kerja tercakup dalam lima aspek yaitu sebagai berikut : a) Pertama, pengetahuan tentang cara orang lain (yang sudah berkarier) mempelajari pekerjaan. Pengetahuan ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dalam mengidentifikasi dan menentukan pekerjaan yang akan menjadi bidang karier pilihannya di masa depan. b) Kedua, pengetahuan tentang cara orang lain (yang sudah berkarier) memahami minat dan kemampuannya dalam berkarier. Banyak cara untuk memahami minat dan kemampuan. Bahkan, di zaman sekarang, minat dan kemampuan dapat dengan segera diketahui melalui berbagai jenis tes. Umumnya, baru sebatas informasi sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk menentukan pengambilan keputusan karier. Tentu akan berbeda hasilnya jika cara memahami minat dan kemampuan dalam berkarier digali dari orang lain terutama yang berhasil dalam berkarier. Siswa akan mengetahui cara mengaktualkannnya dalam menempuh perjalanan karier. c) Ketiga, pengetahuan tentang persyaratan yang dibutuhkan untuk memasuki sebuah pekerjaan. Pengetahuan ini mencakup persyaratan fisik, administrasi, dan akademik. Bahkan, pengetahuan tentang persyaratan personal dan profesional. Apabila siswa ingin berkarier dalam bidang profesi pendidikan, misalnya guru, ia harus mengetahui bahwa salah satu persyaratan fisiknya tidak mengalami kecacatan yang dapat

menghambat pembelajaran, persyaratan administrasinya mengirim lamaran, persyaratan akademiknya memiliki ijazah sarjana kependidikan dengan IPK tertentu. d) Keempat, pengetahuan tentang tugas beberapa pekerjaan. Agar siswa tidak gamang dengan pelaksanaan suatu pekerjaan tertentu, ia perlu memiliki pengetahuan tentang tugas dan kewajiban pekerjaan tertentu, terutama beberapa pekerjaan yang diminatinya. Misalnya, rincian tentang deskripsi pekerjaan, dan lama jam kerja. e) Kelima, pengetahuan tentang alasan orang lain berganti atau pindah pekerjaan. Pengetahuan ini amat penting terutama untuk mengembangkan dasar-dasar logika siswa dalam memilih pekerjaan yang diminatinya. Dengan berbekal kemampuan ini dasar pertimbangan siswa memilih suatu pekerjaan sebagai bidang kariernya betul-betul berangkat dari pertimbangan logis bukan semata pertimbangan minat saja lebih-lebih jika hanya menggunakan pertimbangan emosional. 

Memfasilitasi Pengetahuan tentang Kelompok Pekerjaan yang Lebih Disukai Siswa diberikan kemudahan untuk memiliki pengetahuan tentang pekerjaan tertentu yang diminatinya. Mungkin hanya satu pekerjaan yang ia minati atau mungkin beberapa pekerjaan. Ini penting dilakukan agar siswa mengalami kemudahan dalam memiliki informasi berbagai hal tentang pekerjaan yang diminatinya. Tujuan mendasar dari proses ini adalah agar siswa memiliki wawasan yang jelas dan spesifik tentang pekerjaan yang ia minati.

Secara garis besar pengetahuan dunia kerja yang lebih disukai tercakup dalam lima aspek: a) Pertama, pengetahuan tentang tugas dari pekerjaan yang diminati. Misalnya, siswa mengetahui dan memahami deskripsi pekerjaan, tuntutan kerja, dan kewajiban kerja. b) Kedua, pengetahuan tentang peralatan atau perlengkapan yang dibutuhkan dari pekerjaan yang diminati. c) Ketiga, mengetahui persyaratan fisik dari pekerjaan yang diinginkan. d) Keempat, mampu mengidentifikasi alasan dalam memilih pekerjaan yang diminati. e) Kelima, mengetahui risiko-risiko yang mungkin muncul dari bidang pekerjaan yang diminati. 

Memfasilitasi Pengetahuan tentang Membuat Keputusan Pembuatan keputusan berarti proses penentuan pilihan. Memfasilitasi pengembangan pengetahuan tentang membuat keputusan berarti proses bantuan untuk memudahkan siswa menentukan pilihan, yang dalam konteks ini adalah pilihan karier. Ini penting bagi siswa agar keputusan-keputusan hidup selama menjadi siswa dapat mendasari keputusan karier masa depannya. Tujuan upaya ini adalah agar mereka dapat menentukan keputusan kariernya dengan tepat ketika masuk dunia kerja untuk berkarier. Ada tiga aspek yang mendasari pengetahuan tentang membuat keputusan karier. Pertama, pemahaman tentang cara dan langkah-langkah membuat keputusan karier. Kedua, dorongan dan aktivitas dalam mempelajari bagaimana orang lain, terutama orang yang berhasil dalam kariernya membuat keputusan karier. Ketiga, kemampuan menggunakan pengetahuan dan pemikiran untuk

membuat keputusan karier. Segala pengetahuan yang diperoleh siswa diarahkan agar mereka mampu mendasari keputusan karier masa depannya. Agar keputusan karier tidak hanya didasari oleh minat dan/atau emosi saja, kemampuan berpikir logis perlu dikembangkan sehingga pengambilan keputusan karier berangkat dari alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. 3. Kematangan Karir Bersifat Non Kognitif  Memfasilitasi Perencanaan Karier Perencanaan karier adalah aktivitas siswa yang mengarah pada keputusan karier masa depan. Aktivitas perencanaan karier sangat penting bagi siswa terutama untuk membangun sikap siswa dalam menempuh karier masa depan. Tujuan utamanya adalah siswa memiiki sikap positif terhadap karier masa depan terutama bidang karier yang diminatinya. Ada lima aktivitas yang perlu difasilitasi konselor atau guru dalam perencanaan karier siswa yaitu sebagai berikut : a) Pertama, mempelajari semua informasi tentang karier, mulai dari konsepsi tentang karier, langkah-langkah pengambilan keputusan karier, jenis karier, cara memperoleh karier, cara berpindah karier, dan lain-lain. b) Kedua, berdiskusi dengan orang yang dituakan tentang rencana karier masa depan. Orang yang dituakan, misalnya orang tua, kakak, konselor, guru, dan ustad. c) Ketiga, mengikuti kursus sesuai dengan bidang karier yang diminati. Misalnya, bagi siswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi pada program studi Bahasa Inggris ia sebaiknya memperoleh kemudahan dari pihak sekolah untuk mengikuti atau memperdalam bahasa Inggris.

d) Keempat, berpartisipasi dalam kegiatan ekstra kurikuler atau bekerja paroh waktu (part time), sesuai dengan karier yang diminati. Misalnya, dikembangkan program magang sesuai dengan minat karier siswa. e) Kelima, mengikuti pelatihan atau pendidikan yang sesuai dengan minat karier masa depan.  Memfasilitasi Eksplorasi Karier Eksplorasi karier adalah aktivitas siswa untuk memanfaatkan orang tua, guru, konselor, ahli dalam karier, buku-buku, atau sumber lain yang relevan sebagai sumber informasi karier. Pentingnya eksplorasi karier seperti ini adalah agar siswa mampu memanfaatkan berbagai sumber informasi karier sehingga ia memiliki informasi karier yang lengkap. Ada dua aspek yang perlu difasilitasi konselor agar eksplorasi karier siswa optimal. Pertama, memfasilitasi tumbuhnya keinginan untuk memanfaatkan sumber-sumber informasi karier. Pada aspek ini perlu difasilitasi keinginan dan komitmen yang kuat untuk senantiasa memanfaatkan sumber informasi karier. Kedua, memfasilitasi proses pemanfaatan sumber informasi karier sehingga sumber informasi karier yang berupa manusia seperti guru, konselor dan lain-lain atau benda, seperti buku dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi karier.  Memfasilitasi Realisme Realisme adalah komitmen untuk memilih karier yang realistis, yakni pemilihan karier yang mempertimbangkan kondisi objektif karakteristik diri sendiri, kesempatan, dan tuntutan lingkungan. Tujuan utama memfasilitasi relisme adalah agar siswa mampu menentukan pilihan karier masa depan secara realistis. Ada empat kemampuan yang perlu dikembangkan pada diri siswa sebagai aspek realisme. Pertama, pengembangan kemampuan memahami kelebihan dan kekurangan diri berkaitan dengan pilihan karier masa depan. Kedua,

pengembangan kemampuan menganalisis faktor-faktor yang akan mendukung pilihan karier masa depan. Ketiga, pengembangan kemampuan menanalisis kesempatan yang berkaitan dengan pilihan karier masa depan. Keempat, pengembangan kesadaraan dan penerimaan diri secara realistis atau apa adanya berkaitan dengan pilihan karier masa depan.

H. Hubungan Layanan Pemberian Informasi Karier dengan Meningkatnya Kematangan Karier Siswa Layanan informasi karier merupakan layanan bimbingan yang membantu siswa untuk memahami dirinya sendiri, lingkungan, nilai-nilai pengentasan masalah dan kemampuan pengambilan keputusan merupakan fondasi awal terbentuknya kematangan karier, yakni kesiapan siswa untuk mengambil keputusan karir. Kematangan karir akan mendasari kemampuan siswa untuk menganalisis peluang karir yang muaranya adalah pengambilan keputusan karir yang tepat (Supriatna, 2009). Kematangan karir siswa akan meningkat apabila siswa memperoleh layanan informasi karir karena dengan diberikannya layanan informasi karir, siswa mempunyai kesiapan untuk membuat keputusan-keputusan karir yang tepat.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Informasi karier adalah berbagai keterangan, fakta dan ide mengenai karier yang disajikan dalam bentuk kuantitatif, kualitatif atau gabungan keduannya. Mengenai informasi pekerjaan, penjelasan yang diberikan konselor itu tujuannya adalah untuk mengukuhkan pilihan karier yang telah diambil konseli dan membantu konseli kalau ia mengalami ketakpastian antara dua pilihan yang sama-sama menariknya. Fungsi layanan informasi karier terkait dengan fungsi pemahaman dan pengembangan. Alasan penyelenggaraan layanan informasi adalah karena siswa membutuhkan informasi yang relevan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai macam dinamika kehidupan secara positif dan rasional, baik sebagai pelajar maupun anggota masyarakat. Pentingnya informasi karir bagi siswa adalah untuk maksud pemahaman, yaitu siswa memahami dunia kerja. Dua hal yang harus diperhatikan dalam memberikan layanan informasi karir yaitu tentang : (1) materi informasi dan (2) teknik layanan informasi. Macam-macam informasi karier dibagi menjadi 2 yaitu: informasi kuantitatif dan informasi kualitatif. Menurut Prayitno &Erman Amti (2004:269-271) Pemberian informasi kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu : ceramah, diskusi, karya wisata, buku panduan, dan konferensi karier. Layanan pengembangan kematangan karier adalah layanan bimbingan yang berupaya memfasilitasi terjadinya perkembangan kematangan karier siswa. Kematangan karier yang dimaksud adalah kesiapan siswa untuk membuat keputusan-keputusan karier dengan tepat. Ada dua dimensi yang

perlu dikembangkan untuk membangun kematangan karier siswa, yakni dimensi kematangan karier yang bersifat kognitif dan non-kognitif. Layanan informasi karier merupakan layanan bimbingan yang membantu siswa untuk memahami dirinya sendiri, lingkungan, nilai-nilai pengentasan masalah dan kemampuan pengambilan keputusan merupakan fondasi awal terbentuknya kematangan karier, yakni kesiapan siswa untuk mengambil keputusan karir.

B. Saran Seperti halnya yang telah dijelaskan pada materi bahwa kematangan karir siswa akan meningkat apabila siswa memperoleh layanan informasi karir karena dengan diberikannya layanan informasi karir, siswa mempunyai kesiapan untuk membuat keputusan-keputusan karir yang tepat. Oleh karena itu, kita sebagai calon konselor hendaknya selalu memberikan informasi karier yang up to date terkait dengan rencana siswa setamat SMA, informasi tentang perguruan tinggi atau lembaga kursus. Selain itu, kita sebagai calon konselor dianjurkan bahwa dalam membantu siswa menentukan karir sebaiknya dilakukan secara berkesinambungan dan adanya ketuntasan, sehingga siswa yang mendapat bimbingan dapat memahami dengan pasti kemampuan yang dimilikinya.

DAFTAR RUJUKAN

Munandir. 1998. Program Bimbingan Karier di Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti. Santoso, Djoko Budi. 2009. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Malang : Tanpa Penerbit Winkel, W.S. 1991. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widiasrana. _____. 2012. Pengembangan Kematangan Karir, (online), (http://wonggondoharum.blogspot.com/2012/01/bab-iii-pengembangankematangan-karir.html) Diakses 14 mei 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->