P. 1
Bab II Pembahasan

Bab II Pembahasan

|Views: 84|Likes:
Published by MeyMey CeMpluk

More info:

Published by: MeyMey CeMpluk on May 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian
Tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli (Kandung Kencing). Karsinoma buli-buli merupakan tumor superfisial. Tumor ini lama kelamaan dapat mengadakan infiltrasi ke lamina phopria, otot & lemak perivesika yang kemudian menyebar langsung ke jaringan sekitar (Basuki B. Purnomo, 2000). Carsinoma sel skuamosa groos hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah secara terus menerus (Ilmu Keperawatan, 2007.com) Tumor buli-buli adalah tumor yang didapatkan dalam buli-buli atau kandung kemih (Ilmu bedah,2008.com) Kanker kandung kemih lebih sering ditemukan pada pasien-pasien yang berusia 50 tahun dan lebih banyak mengenai laki-laki daripada wanita (3:1). Statistik menunjukan bahwa tumor ini menyebabkan hampir 1 dari 25 kasus kanker yang terdiagnosis di Amerika Serikat. Ada 2 bentuk kanker kemih, yaitu : bentuk superfisial (yang cenderung kambuhan) dan bentuk invasive. Sekitar 80% hingga 90% dari semua kanker kandung kemih merupakan sel transisional (yang berarti bahwa tumor tersebut berasal dari sel-sel transisional kandung kemih), sementara tipe lainnya tumor tersebut adalah sel skuamosa dan adenokarsinoma. Penampakan carsinoma vesika urinaria dapat berupa defek pengisian pada vesika urinaria yang terisi kontras atau pola mukosa yang tidak teratur pada film kandung kemih pasca miksi. Tumor buli-buli adalah tumor buli-buli yang dapat berbentuk papiler, tumor non invasif (insitur), noduler (infiltratif) atau campuran antara bentuk papiler dan infiltratif. Dapat disimpulkan bahwa carsinoma buli-buli adalah tumor yang 3

T = pembesaran local tumor primer. uterus vagina T4b : Tumor sudah melekat pada dinding pelvis atau infiltrasi ke dalam abdomen. pemeriksaan kinis. 1. cystoscopy. N = Pembesaran secara klinis untuk pembesaran kelenjar limfe. Klasifikasi Staging dan klasifikasi Klasifikasi DUKE-MASINA. ditentukan melalui : Pemeriksaan klinis. Tis : Carcinoma insitu (pre invasive Ca) Tx To T1 T2 T3 : Cara pemeriksaan untuk menetapkan penyebaran tumor. lympgraphy. : Pada pemeriksaan bimanual indurasi atau massa nodular yang bergerak bebeas dapat diraba di buli-buli. b.didapatkan pada buli-buli atau kandung kemih yang akan terjadi gross hematuria tanpa rasa sakit yaitu keluar air kencing warna merah terus. pemeriksaan bimanual di bawah anestesi umum dan biopsy atau tansurethral reseksi.Lymfe regional tidak dapat ditemukan : Tanpa tanda-tanda pembesaran kelenjar lymfe regional : Pembesaran tunggal kelenjar lymfe regional yang homolateral 4 . JEWTT dengan modifikasi STRONGMARSHAL untuk menentukan operasi atau observasi : a. operative Nx No N1 : Minimal yang ditetapkan kel. tak dapat dilakukan : Tanda-tanda tumor primer tidak ada : Pada pemeriksaan bimanual didapatkan massa yang bergerak : Pada pemeriksaan bimanual ada indurasi daripada dinding bulibuli. B. T3a : Invasi otot yang lebih dalam T3b : Perluasan lewat dinding buli-buli T4 : Tumor sudah melewati struktur sebelahnya T4a : Tumor mengadakan invasi ke dalam prostate. urography. uroghrafy.

buli-buli dan 5 . paru dan mamma mungkin mengadakan metastase ke buli-buli. sangat jarang dan sering muncul pada bekas squamosa cell. anaplastik. tingkat anaplasia dan invasi. a. kencing e. metastase cepat dan biasanya fatal pheochromacytoma. neurofibroma dan laki (adolescent). lambung.. Anatomi dan Fisiologi Organ urinaria terdiri atas ginjal beserta salurannya. Type dan lokasi Type tumor didasarkan pada type selnya. C. urachus c. M = Metastase jauh termasuk pembesaran kelenjar limfe yang jauh.N2 N3 N4 : Pembesaran kontralateral atau bilateral atau kelenjar lymfe regional yang multiple : Masa yang melekat pada dinding pelvis dengan rongga yang bebas antaranya dan tumor : Pembesaran kelenjar lymfe juxta regional c. tak dapat dilaksanakan M1 : Adanya metastase jauh M1a : Adanya metastase yang tersembunyi pada test-test biokimia M1b : Metastase tunggal dalam satu organ yang tunggal M1c : Metastase multiple dalam satu terdapat organ yang multiple M1d : Metastase dalam organ yang multiple 2. sering terjadi pada anak-anak lakiPrimary Malignant lymphoma. kira-kira 5% neoplasma buli-buli – Adeno Ca. infiltasi. invasi yang dalam dan cepat metastasenya. invasi ke buli-buli oleh endometriosis dapat terjadi. d. dan test biokimia Mx : Kebutuhan cara pemeriksaan minimal untuk menetapkan adanya metastase jauh. b. dapat menimbulkan serangan hipertensi selama Efidermoid Ca. melanoma. Rhabdomyo sarcoma. thorax foto. Ca dari pada kulit. ureter. Pemeriksaan klinis .

uretra. Saluran kemih bagian atas berawal dari kalik minor ginjal dan berakhir sampai muara ureter pada kandung kemih. saluran kemih bagian tengah terdiri dari kandung kemih. Secara anatomis saluran kemih dipisahkan menjadi tiga bagian: saluran kemih bagian atas. yaitu lapisan paling luar berupa jaringan ikat. Ginjal Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian bawah. Ukuran ginjal orang dewasa rata – rata 6 . Saluran kemih berdinding tiga lapis. antara vertebra thorakal dua belas atau lumbal satu dan empat. dan saluran kemih bagian bawah. Yang termasuk saluran kemih dimulai dari permukaan kalik minor ginjal sampai muara terakhir dari uretra (orifisium uretrae eksternum). lapisan tengah jaringan otot. 1. dan saluran kemih bagian bawah mulai dari orifisium eksternum. Besar dan berat ginjal sangat bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan umur. saluran kemih bagian tengah. dan lapisan paling dalam mukosa.

Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis. Urin terbentuk dari hasil filtrasi darah dalam unit fungsional ginjal yang disebut nephron. sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini. Ureter 7 . ansa henle dan tubulus distal. Karena posisi aorta abdominalis dan vena kava inferior membujur ke kanan dan kiri diantara kedua ginjal menyebabkan panjang pendeknya arteri dan vena renalis kanan berbeda dengan arteri dan vena renalis kiri.panjang 11. yang kemudian duktus ini berjalan lewat korteks dan medulla renal untuk mengosongkan isinya kedalam pelvis ginjal. sedangkan darah vena dialirkan melalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena kava inferior. reabsorbsi dan sekresi. Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai anastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain. Kemudian pelvis ginjal akan membentuk ureter. renin yang berperan dalam mengatur tekanan darah. Beratnya antara 120 – 170 gram atau kurang lebih 0. Tubulus distal bersatu untuk membentuk distal pengumpul. berakibat timbulnya iskemi atau nekrosis pada daerah yang dilayaninya. ginjal juga berfungsi dalam mengontrol sekresi hormonhormon aldosteron dan ADH (anti diuretic hormone) dalam mengatur jumlah cairan tubuh. antara lain eritropoitin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Nephron terdiri atas glomerulus dan tubulus proksimal. Tiap ginjal menerima suplai darah kurang lebih 25% dari isi sekuncup jantung.4% dari berat badan. dan menghasilkan beberapa hormon. Letak anatomis dan bentuk kedua ginjal yang tidak sama akibat dari posisi dan bentuk hati. lebar 6 cm dan tebal 3. serta hormon prostalglandin.sisa metabolisme tubuh melalui urin. mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D. 2.5 cm. juga bentuk glandula suprarenalis kanan dan kiri tidak sama. Selain mempunyai fungsi membuang sisa.5 cm. Secara anatomis posisi ginjal kanan lebih rendah dibanding ginjal kiri. Urin terbentuk melalui tiga tahap yaitu proses filtrasi.

Di sebelah dalam dan luar berupa otot longitudinal. dan pada saat ureter masuk ke kandung kemih. Persyarafan utama kandung kemih ialah nervus pelvikus sebagai syaraf aferen dan eferen yang berhubungan dengan medulla spinallis melalui pleksus sakralis (S-2 dan S-3). Tempat-tempat penyempitan itu antara lain adalah pada perbatasan antara pelvis renalis dan ureter. Ureter masuk ke dalam kandung kemih dalam posisi miring dan berada di dalam otot kandung kemih (intramural). secara anatomis terdapat beberapa tempat yang ukuran diameternya sempit. keadaan ini dapat mencegah terjadinya aliran balik urin dari kandung kemih ke ureter pada saat kandung kemih berkontraksi. 3. Secara anatomi bentuk buli-buli terdiri atas 3 permukaan. otot-otot polos sirkuler dan longitudinal yang dapat melakukan gerakan peristaltik guna mengeluarkan urin ke kandung kemih. Sepanjang perjalanan ureter dari pielum menuju kandung kemih. dua permukaan inferiolateral. Pada orang dewasa panjangnya kurang lebih 20 cm pada laki-laki dan kira-kira 1 cm lebih pendek pada wanita. Dinding Kandung kemih mempunyai kapasitas maksimal pada orang dewasa kurang lebih 300 – 450 ml. Syaraf sensorik mendeteksi derajat tegangan pada dinding kandung kemih. dan bertanggung jawab untuk mencetuskan 8 . Kandung kemih berfungsi menampung urin dari ureter dan kemudian mengeluarkannya melalui uretra dalam mekanisme miksi. permukaan posterior. Otot-otot tersebut saling bersilangan dan berakhir melingkar di leher kandung kemih.Ureter merupakan organ yang berbentuk tabung kecil yang berfungsi mengalirkan urin dari pielum ginjal ke dalam kandung kemih. Buli-Buli / Kandung Kemih Buli-buli adalah organ berongga yang terdiri atas 3 lapis otot detrussor yang saling beranyaman. tempat ureter menyilang arteri iliaka di rongga pelvis. yaitu permukaan superior yang berbatasan dengan rongga peritoneum. Pada saat kosong kandung kemih terletak di belakang simfisis dan pada saat penuh terletak di atas simfisis. dan di tengah merupakan otot sirkuler. Dindingnya terdiri atas mukosa yang dilapisi oleh sel-sel transisional.

Uretra posterior pada pria terdiri atas uretra pars prostatika. fossa navikularis. pars pendularis. Uretra Uretra berawal dari leher kandung kemih (orifisium uretrae internum) sampai muara terakhir (orifisium uretrae eksternum). yaitu kelenjar Cowperi yang bermuara di pars bulbosa dan kelenjar Littre yang bermuara di uretra pars pendularis. Panjang uretra pada pria dewasa kurang lebih 23 – 25 cm dan berfungsi sebagai kanal komunis untuk sistem reproduksi dan sistem perkemihan. Uretra anterior terdiri atas pars bulbosa. yang kemudian mencetuskan kontraksi peristaltik satu sampai lima kali per menit yang menyebar ke pelvis renalis lalu turun sepanjang ureter. dan mempersyarafi otot detrussor. Ketika terisi urin 9 . yaitu bagian uretra yang dilingkupi oleh kelenjar prostat dan uretra pars membranae. Pada wanita uretra hanya berfungsi untuk sistem perkemihan dengan panjangnya kurang lebih 3-5 cm dan berada di bawah simfisis pubis yang bermuara disebelah anterior vagina. Didalam lumen uretra anterior terdapat beberapa muara kelenjar yang berfungsi dalam proses reproduksi. Serta ini berakhir pada sel ganglion yang terletak pada dinding kandung kemih. Dalam uretra wanita bermuara kelenjar Skene. terutama berhubungan dengan L2 medulla spinalis. meregangkan kaliks renalis dan meningkatkan aktivitas pacemakernya.reflek pengosongan kandung kemih. terdapat sfingter uretra eksterna yang terdiri atas otot bergaris. Tonus otot sfingter uretra eksterna dan tonus otot Levator ani berfungsi mempertahankan agar urin tetap berada dalam kandung kemih pada saat perasaan ingin berkemih. Syaraf motorik yang menjalar dalam nervus pelvikus adalah serat parasimpatis. dan meatus uretra eksterna. dengan demikian mendorong urin dari pelvis renalis menuju kandung kemih. Kandung kemih juga menerima syaraf simpatis melalui nervus hipogastrikus. Pada sfingter eksternus kandung kemih disyarafi melalui nervus pudendal. Proses Berkemih Urin hasil filtrasi mengalir dari duktus kolengitas masuk kaliks renalis. Kurang lebih sepertiga medial uretra. 4. yang mengontrol otot lurik pada sfingter.

bahkan ketika refleks berkemih muncul. otot polos kandung kemih mengalami peregangan.secara perlahan-lahan. Miksi adalah proses pengosongan kandung kemih bila kandung kemih terisi. sehingga kontraksi kandung kemih melemah. mengalirkan urin maka akan mengaktifkan reflek II yang akan menghasilkan kontraksi kandung kemih. Meskipun reflek miksi adalah reflek autonomik medulla spinalis. kontraksi berkemih secara spontan. Jika terjadi distensi pada uretra yang bisa disebabkan karena sumbatan. atau kelemahan sfingter uretra maka akan mengaktifkan reflek III. terjadinya distensi atau peningkatan tegangan pada kandung kemih mencetuskan reflek I yang menghasilkan kontraksi kandung kremih dan reflek V yang menyebabkan relaksasi dari uretra. Sensasi pertama yang timbul dari pengisan kandung kemih umumnya terjadi ketika sekitar 100 – 150 ml urin berada dalam kandung kemih. reflek ini juga dihambat atau ditimbulkan oleh pusat korteks serebri atau batang otak. Sisa urin dalam ureter akan terdorong keluar karena pengaruh gaya gravitasi pada wanita dan laki-laki karena kontraksi otot volunter. yaitu: 1. dan tekanan urin kembali ke garis basal. Karena kandung kemih terus terisi. otot detrussor berkontraksi. Kandung kemih secara progresif terisi sampai dengan di dindingnya meningkat di atas nilai ambang. 2. yaitu dengan membuat kontraksi tonik terus menerus pada sfingter eksternus kandung kemih sampai mendapat waktu yang baik untuk 10 . yang kemudian mencetuskan langkah ke dua. Timbulnya reflek syaraf yang disebut reflek miksi Yang berusaha Ketika proximal uretra mengosongkan kandung kemih atau jika ini gagal. Pusat yang lebih tinggi dapat mencegah berkemih. dan IV sehingga sfingter eksternal dan uretra akan berelaksasi. sehingga urin dapat keluar. Pada jumlah urin 400 ml rasa penuh yang mencolok biasanya akan ditemukan. Proses ini terjadi dari dua langkah. Keinginan buang air kecil sebagian besar muncul ketika kandung kemih terisi 200 – 300 ml urin. setidaknya menimbulkan kesadaran akan keinginan untuk berkemih. refleks berkemih bertambah sering dan menyebabkan otot detrussor berkontraksi lebih kuat. berelaksasi setelah beberapa detik.

yaitu intermittent catheter dan indwelling catheter. Perbedaan bahan kateter menentukan biokompatibilitas kateter di dalam kandung kemih. Indwelling catheter (douwer cateter) yaitu memasang kateter dalam periode waktu tertentu untuk menghasilkan drainase yang terus menerus. keganasan pada buli – buli. retensi urin. Bila kateter douwer yang dipakai. pusat kortical dapat merangsang pusat berkemih sakral untuk membantu mencetuskan reflek berkemih dan dalam waktu bersamaan menghambat sfingter eksternus kandung kemih sehingga peristiwa berkemih terjadi. batu saluran kemih. Indwelling catheter sering digunakan untuk memonitor urin selama operasi.berkemih. Bahan kateter dapat berasal dari logam (stainless). Ada dua tipe penggunaan kateterisasi. Intermittent catheter yaitu kateter yang dipasang sementara. Dengan menjaga kandung kemih tetap kosong dan tekanan intravesika rendah. dan silikon. hanya untuk mengosongkan isi kandung kemih. sehingga akan mempengaruhi pula daya tahan kateter yang terpasang di kandung kemih. Kateter Kateterisasi uretra adalah memasukkan sebuah pipa karet ke dalam kandung kemih melalui uretra. karet (lateks). drainase kateter dapat membalikkan tekanan balik terhadap traktus urinarius atas dan memungkinkan otot kandung kemih yang terlalu distensi memulihkan tonus dan kekuatan kontraktilnya Kateter yang terpasang dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan berbagai akibat diantaranya berupa infeksi traktus urinarius. lateks dengan lapisan silikon (siliconized). nekrosis uretra dibagian penoskrotal. Sering digunakan pada inkontinensia urin. gunakan kateter Foley yang dapat mengadakan retensi sendiri. setelah itu dilepas kembali. pasien dengan penyakit serius. pasien dengan cidera medulla spinalis. pada pasien dengan trauma atau obstruksi saluran urinaria. pada 11 . Pemasangan kateter Foley ke dalam kandung kemih merupakan teknik paling sederhana dan langsung untuk mengeluarkan urin secara kontinue di kala terdapat obstruksi fisiologik atau anatomik traktus urinarius bawah. Jika tiba saat berkemih.

4. eksanguinasi sehingga menimbulkan syok hipovolemik/anemi. Trauma jaringan uretra atau iritasi dapat menimbulkan spasme hebat yang dapat mengakibatkan perembesan.pasien dengan lesi atau diatasnya dapat merangsang timbulnya autonomic dysreflexia. 5. Pemasangan kateter mengakibatkan trauma pada sfingter sehingga berakibat memperlemah sfingter dan dapat berakibat terjadinya inkontinensia urin. Kelainan bawaan system urogenitalia antara lain kista ginjal dan ren mobilis. Secara visual terdapatnya sel-sel darah merah didalam urine dibedakan dalam 2 keadaan yaitu hematuria makroskopik dan mikroskopik. ureteritis. Adanya trauma pada uretra akan menyebabkan infeksi dan akan menambah iritasi pada uretra. tumor prostate. Hematuria makroskopis yang berlangsung terus menerus dapat mengancam jiwa karena dapat menimbulkan penyulit berupa terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyumbat aliran urine. Trauma yang mencederai system urogenitalia. Tumor jinak atau tumor ganas yaitu tumor wilm. Penyebab dari hematuria disebabkan oleh kelainan-kelainan yang berada dalam system urogenitalia atau kelainan yang berada diluar system urogenitalia antara lain adalah: 1. sistitis. dan hiperlasia prostate jinak 3. dan uretritis. tumor grawitz. Infeksi/inflamasi lain pielonefritis. Hematuria makroskopik adalah hematuria yang secara kasat mata dapat dilihat sebagai urine yang berwarna merah dan hematuria mikroskopik adalah hematuria yang kasat mata tidak dapat dilihat sebagai urine yang berwarna merah tetapi pada pemeriksaan mikroskopik diketemukan lebih dari 2 sel darah merah per lapangan. Kelainan-kelainan yang berasal dari luar system urogenitalia antara lain 12 . dan menimbulkan urosepsis. glomerulonefritis. Gross Hematuri Hematuria adalah didapatkannya sel-sel darah merah didalam urine. tumor ureter. tumor pielum. 2. tumor buli-buli. Batu saluran kemih.

terdapat Etiologi / Predisposisi disekitar kita. 2. ureter atau Leher buli-buli D. dan uretra berwarna merah segar sedangkan darah lama atau berasal dari glomerulus berwarna lebih coklat dengan bentuk seperti cacing (vermiform).adalah kelainan pembekuan darah. Kualitas warna urine dapat juga menolong menentukan penyebab hematuria.pabrik korek api. Porsi hematuria pada saat miksi : Terjadi pada Tempat kelainan Inisial Awal miksi Uretra Total Seluruh proses miksi ginjal Nyeri yang menyertai hematuria dapat berasal dari nyeri disaluran kemih bagian atas berupa kolik atau gejala iritasi dari saluran kemih bagian bawah berupa disuria atau stanguria. dan pekerja pada salon/pencukur rambut sering terpapar oleh bahn berupa senyawa amin aromatik ( 2-naftilamin. pabrik kulit. Karakteristik suatu hematuria dapat dipakai sebagai pedoman untuk memperkirakan lokasi penyakit primernya yaitu apakah warna merah terjadi pada awal miksi. Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Resiko untuk mendapatkan karsinoma buli-buli pada perokok adalah 2-6 kali lebih besar dibandingkan dengan bukan perokok. laboratorium. 13 . Pekerjaan Pekerja-pekerja di pabrik kimia (terutama pabrik cat). karsinogen bensidin. 4aminobifamil). dan kelainan system hematologik yang lain. Darah baru yang berasal dari buli-bul. Terminal Akhir miksi Buli-buli. semua proses miksi atau pada akhir miksi. prostat. Beberapa faktor resiko yang yang mempengaruhi Keganasan buli-buli ini terjadi karena induksi bahan karsinogen yang banyak seseorang menderita karsinoma buli-buli adalah : 1. Rokok mengandung bahan karsinogen berupa amin aromatik dan nitrosamin.tekstil.

Kopi.3. fenastin. GFR menurun dalam beberapa jam setelah terjadinya hambatan. Berat dan durasi kelainan ini tergantung pada berat dan durasi hambatan aliran. dilatasi dibatasi oleh parenkim ginjal. Peningkatan tekanan ureter juga aliran balik pielovena dan pielolimfatik. Peningkatan tekanan ureter menyebabkan perubahan dalam filtrasi glomerulus (GFR). Infeksi saluran kencing Telah diketahui bahwa kuman-kuman E. kompresi papila. Dalam duktus kolektivus. pemanis buatan yang mengandung sakarin dan siklamat serta pemakaian obat-obatan siklofosfamid yang diberikan intravesika. Pada tingkat yang lebih parah terjadi destruksi parenkim dan pembesaran traktus urinarius.coli dan Proteus spp menghasilkan nitrosamin yang merupakan zat karsinogen. Namun komponen diluar ginjal dapat berdilatasi maksimal. dan aliran darah ginjal. hidronefrosis dini memberikan gambaran kalik – kalik yang mendatar (flattening). penipisan parenkim di sekitar kalises. Hambatan ini dapat terjadi dimana saja sepanjang ginjal sampai meatus uretra. 14 . Fungsi tubulus juga terganggu. E. 4. Sementara pada keadaan lanjut. opium dan obat antituberkulosa INH dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan resiko timbulnya karsinoma buli-buli. Sementara pada USG. Kondisi ini dapat bertahan selama beberapa minggu. fungsi tubulus. dan dapat terjadi atrofi korteks yang berjalan progresif dan akhirnya terbentuk kantung hidronefrotik (balloning). Hambatan aliran yang singkat menyebabkan kelainan yang reversibel sedangkan sumbatan kronis menyebabkan atrofi tubulus dan hilangnya nefron secara permanen. Patofisiologi Patofisiologi terjadinya hidronefrosis dan hiroureter diawali dengan adanya hambatan aliran urin secara anatomik ataupun fisiologik. derajat hidronefrosis terbagi menjadi tiga. memperlihatkan kalik – kalik berupa tongkat (clubbing). pemanis buatan Kebiasaan mengkonsumsi kopi. Pada urogram.

6. 8. 1. Laboratorium karena kehilangan darah. *(Pathway terlampir) F. gross atau micros . infeksi. 7. Radiology 15 Lymphopenia (N = Lukositosis bila terjadi Right Finger Tapping infeksi sekunder dan terdapat pus dan bakteri dalam urine Hb menurun oleh a. 3. 1. 4. Pada hidronefrosis sedang terlihat pelebaran peilokalikises yang sama baiknya seperti pada urografi. 2. Sedangkan pada hidronefrosis berat tampak kalises berupa suatu zona bebas ekonomi yang lobulated. parenkim ginjal tidak jelas lagi. Manifestasi Klinis Kencing campur darah yang intermitten Merasa panas waktu kencing Merasa ingin kencing Sering kencing terutama malam hari dan pada fase selanjutnya sukar kencing Nyeri suprapubik yang konstan Panas badan dan merasa lemah Nyeri pinggang karena tekanan saraf Nyeri pada satu sisi karena hydronephrosis G.Hidronefrosis ringan memberikan gambaran hipoekoik di bagian tengah ginjal. uremia. 5. Penatalaksanaan Pemeriksaan penunjang 1) hematuria 2) 3) (RFT) normal 4) 1490-2930) b.

tapi mungkin dapat menunjukkan tumornya.B1 dan grade I-II-low grade 3) b. Penderita dievaluasi selama 2-4 minggu dengan interval 16 . dosis 30004000 Rads. Cystocopy dan biopsy 1) selalu menghasilkan tumor 2) selalu dikerjakan secara rutin.1) 2) dapat menunjukkan tumor 3) 4) c. 1) untuk single/multiple papiloma 2) 0. d. a. Prostate dan urinary diversion untuk : Diberikan pada tumor yang radiosensitive seperti undifferentiated pada grade III-IV dan stage B2-C.A. Radiasi diberikan sebelum operasi selama 3-4 minggu. Terapi Operasi sieman/papanicelaou pada Excretory urogram biasanya normal. Retrograde cystogram Fractionated Angiography untuk cystogram adanya invasi tomor dalam dinding buli-buli mengetahui adanya metastase lewat pembuluh lymphe Cystoscopy hamper Biopsi dari pada lesi sediment urine terdapat transionil cel daripada tumor Reseksi transurethral Dilakukan pada stage Total Transurethral cel tumor pada grade 2 atau lebih Aquamosa cal Ca pada stage B-C Radioterapy cystotomy dengan pengangkatan kel. Cystologi Pengecatan 2.

2. 1) 2) Chemoterapi Citral. Klien dibiarkan menderita dehidrasi 8 sampai 12 jam sebelum pengobatan dengan theotipa dan obat dibiarkan dalam Buli-buli selama dua jam. foto thoraks dan IVP. Thiotepa dapat diamsukkan ke dalam Buli-buli sebagai pengobatan topikal. Post operasi radiasi tambahan 20003000 Rads selama 2-3 minggu. kemudian 6 minggu setelah radiasi direncanakan operasi. Komplikasi Infeksi sekunder bila tumor mengalami ulserasi Retensi urine bila tumor mengadakan invasi ke bladder neck Hydronephrosis oleh karena ureter menglami oklus 17 . 3.cystoscopy. Chemotherapy merupakan paliatif. c. 5 fluoro urasil Topical chemotherapy yaitu Thic-TEPA. 5. 1.Fluorouracil (5-FU) dan doxorubicin (adriamycin) merupakan bahan yang paling sering dipakai. Obat-obat anti kanker : H.

29 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->