Pengertian Edema, Kausa dan Mekanisme Published 31/05/2009 | By duniaveteriner Edema (oedema) atau sembab adalah meningkatnya volume

cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler (cairan interstitium) yang disertai dengan penimbunan cairan abnormal dalam sela-sela jaringan dan rongga serosa (jaringan ikat longgar dan rongga-rongga badan). Edema dapat bersifat setempat (lokal) dan umum (general).

Edema yang bersifat lokal seperti terjadi hanya di dalam rongga perut (hydroperitoneum atau ascites), rongga dada (hydrothorax), di bawah kulit (edema subkutis atau hidops anasarca), pericardium jantung (hydropericardium) atau di dalam paru-paru (edema pulmonum). Sedangkan edema yang ditandai dengan terjadinya pengumpulan cairan edema di banyak tempat dinamakan edema umum (general edema). Cairan edema diberi istilah transudat, memiliki berat jenis dan kadar protein rendah, jernih tidak berwarna atau jernih kekuningan dan merupakan cairan yang encer atau mirip gelatin bila mengandung di dalamnya sejumlah fibrinogen plasma. Penyebab (causa) edema adalah adanya kongesti, obstruksi limfatik, permeabilitas kapiler yang bertambah, hipoproteinemia, tekanan osmotic koloid dan retensi natrium dan air. Mekanisme: 1. Adanya kongesti Pada kondisi vena yang terbendung (kongesti), terjadi peningkatan tekanan hidrostatik intra vaskula (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskula oleh kerja pompa jantung) menimbulkan perembesan cairan plasma ke dalam ruang interstitium. Cairan plasma ini akan mengisi pada sela-sela jaringan ikat longgar dan rongga badan (terjadi edema). 2. Obstruksi limfatik Apabila terjadi gangguan aliran limfe pada suatu daerah (obstruksi/penyumbatan), maka cairan tubuh yang berasal dari plasma darah dan hasil metabolisme yang masuk ke dalam saluran

Tekanan osmotic darah lebih besar dari pada limfe. Selain itu. Limfedema ini sering terjadi akibat mastek-tomi radikal untuk mengeluarkan tumor ganas pada payudara atau akibat tumor ganas menginfiltrasi kelenjar dan saluran limfe. permeabilitas kapiler dapat bertambah. Tetapi pada keadaan tertentu jumlah . misalnya akibat pengaruh toksin yang bekerja terhadap endotel. Kondisi hipoproteinemia dapat diakibatkan kehilangan darah secara kronis oleh cacing Haemonchus contortus yang menghisap darah di dalam mukosa lambung kelenjar (abomasum) dan akibat kerusakan pada ginjal yang menimbulkan gejala albuminuria (proteinuria. 5. 3. Bertambahnya permeabilitas kapiler dapat terjadi pada kondisi infeksi berat dan reaksi anafilaktik. saluran dan kelenjar inguinal yang meradang akibat infestasi filaria dapat juga menyebabkan edema pada scrotum dan tungkai (penyakit filariasis atau kaki gajah/elephantiasis). Daya permeabilitas ini bergantung kepada substansi yang mengikat sel-sel endotel tersebut. Permeabilitas kapiler yang bertambah Endotel kapiler merupakan suatu membran semi permeabel yang dapat dilalui oleh air dan elektrolit secara bebas. Tekanan osmotic koloid Tekanan osmotic koloid dalam jaringan biasanya hanya kecil sekali. sedangkan protein plasma hanya dapat melaluinya sedikit atau terbatas. Hipoproteinemia ini biasanya mengakibatkan edema umum. sehingga cairan plasma merembes keluar vaskula sebagai cairan edema. Hipoproteinemia Menurunnya jumlah protein darah (hipoproteinemia) menimbulkan rendahnya daya ikat air protein plasma yang tersisa. Akibatnya ialah protein plasma keluar kapiler. sehingga tidak dapat melawan tekanan osmotic yang terdapat dalam darah. 4.limfe akan tertimbun (limfedema). sehingga tekanan osmotic koloid darah menurun dan sebaliknya tekanan osmotic cairan interstitium bertambah. Pada keadaan tertentu. Hal ini mengakibatkan makin banyak cairan yang meninggalkan kapiler dan menimbulkan edema. protein darah albumin keluar bersama urin) berkepanjangan.

Retensi natrium dan air dapat diakibatkan oleh factor hormonal (penigkatan aldosteron pada cirrhosis hepatis dan sindrom nefrotik dan pada penderita yang mendapat pengobatan dengan ACTH. testosteron. Pada jaringan subcutis yang renggang seperti kelopak mata. progesteron atau estrogen).protein dalam jaringan dapat meninggi. Retensi natrium dan air Retensi natrium terjadi bila eksresi natrium dalam kemih lebih kecil dari pada yang masuk (intake). penyakit ginjal serta perpindahannya air dari intravascular ke intestinum. Keadaan ini sering dijumpai pada praktek klinik sehari-hari yang terjadi sebagai akibat ketidakseimbangan faktor-faktor yang mengontrol perpindahan cairan tubuh. Tekanan ini berbeda-beda pada berbagai jaringan. Etiologi dan PATOFISIOLOGI . antara lain gangguan hemodinamik system kapiler yang menyebabkan retensi natrium dan air. Akibatnya terjadi edema. tekanan sangat rendah. oleh karena itu pada tempat tersebut mudah timbul edema. sehingga jumlah cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler (cairan interstitium) bertambah. Filtrasi cairan plasma juga mendapat perlawanan dari tekanan jaringan (tissue tension). Dalam hal ini maka tekanan osmotic jaringan dapat menyebabkan edema. Hipertoni menyebabkan air ditahan. 6. Karena konsentrasi natrium meninggi maka akan terjadi hipertoni. misalnya jika permeabilitas kapiler bertambah. edema Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh.

penurunan ini menyebabkan filtrasi cairan yang keluar dari pembuluh lebih tinggi. Salah satu contoh adalah adalah pembengkakan di tungkai dan kaki yang sering terjadi pada masa kehamilan. Peningkatan permeabilitas dinding kapiler menyebabkan protein plasma yang keluar dari kapiler ke cairan interstisium disekitarnya lebih banyak. Penurunan konsentrasi protein plasma menyebabkan penurunan tekanan osmotic plasma. biduran) . melalui pelebaran pori –pori kapiler yang dicetuskan oleh histamin pada cedera jaringan atau reaksi alergi . Edema regional juga dapat terjadi karena restriksi lokal aliran balik vena. penurunan sintesis protein plasma akibat penyakit hati ( hati mensintesis hampir semua protein plasma ). dengan demikian terdapat cairan tambahan yang tertinggal diruang –ruang interstisium. misalnya darah terbendung di vena . kerena kapiler mengalirkan isinya kedalam vena. Uterus yang membesar menekan vena – vena besar yang mengalirkan darah dari ekstremitas bawah pada saat vena-vena tersebut masuk ke rongga abdomen. ketidakseimbangan ini ikut berperan menimbulkan edema lokal yang berkaitan dengan cedera ( misalnya . 2.Pembengkakan jaringan akibat kelebihan cairan interstisium dikenal sebagai edema . sementara jumlah cairan yang direabsorpsi kurang dari normal . atau pengeluaran protein akibat luka bakar yang luas . lepuh ) dan respon alergi (misalnya .penyebab edema dapat dikelompokan menjadi empat kategori umum: 1. 3. akan disertai peningkatan tekanan darah kapiler. Edema yang disebabkan oleh penurunan konsentrasi protein plasma dapat terjadi melalui beberapa cara : pengeluaran berlebihan protein plasma di urin akibat penyakit ginjal . Terjadi penurunan tekanan osmotik koloid plasma yang menurunkan kearah dalam sementara peningkatan tekanan osmotik koloid cairan interstisium yang diseabkan oleh kelebihan protein dicairan interstisium meningkatkan tekanan kearah luar. Peningkatan tekanan vena . Pembendungan darah di vena ini menyebabkan kaki yang mendorong terjadinya edema regional di ekstremitas bawah. Sebagai contoh. peningkatan tekanan kearah dinding kapiler ini terutama berperan pada edema yang terjadi pada gagal jantung kongestif. . makanan yang kurang mengandung protein .

kuat Melambatnya waktu pengosongan vena-vena tangan . Sering dengan akumulasi cairan interstisium. MANIFESTASI KLINIS Gejala dan Tanda 1. Peningkatan tekanan vena sentral Peningkatan tekanan darah. dan zat-zat sisa melebar sehingga kecepatan difusi berkurang. sel-sel di dalam jaringan yang edematosa mungkin kurang mendapat pasokan darah. Dengan demikian. Distensi vena jugularis. Apapun penyebab edema. Penyumbatan pembuluh limfe menimbulkan edema. Pada penyakit ini. 2. mengalami edema hebat.Kelainan ini sering disebut sebagai elephantiasis. misalnya di lengan wanita yang saluran-saluran drainase limfenya dari lengan yang tersumbat akibat pengangkatan kelenjar limfe selama pembedahan untuk kanker payudara.karena ekstremitas yang membengkak seperti kaki gajah. Denyut nadi penuh. jarak antara sel dan darah yang harus ditempuh oleh nutrient.karena kelebihan cairan yang difiltrasi keluar tertahan di cairan interstisium dan tidak dapat dikembalikan ke darah melalui sistem limfe. konsenkuensi pentingnya adalah penurunan pertukaran bahanbahan antara darah dan sel. cacing-cacing filaria kecil mirip benang menginfeksi pembuluh limfe sehingga terjadi gangguan aliran limfe. Penyumbatan limfe yang lebih meluas terjadi pada filariasis. O2. Akumulasi protein di cairan interstisium memperberat masalah melalui efek osmotiknya. 3. terutama skrotum dan ekstremitas. Bagian tubuh yang terkena.4. suatu penyakit parasitic yang ditularkan melalui nyamuk yang terutama dijumpai di daerah-daerah tropis. Penyumbatan limfe lokal dapat terjadi.

natrium urine rendah ( <10 mEq/24 jam ) PENATALAKSANAAN Terapi edema harus mencakup terapi penyebab yang mendasarinya yang reversibel (jika memungkinkan).takipnea. protein serum rendah. 2. natrium serum normal. Pengurangan asupan sodium harus dilakukan untuk meminimalisasi retensi air. 3. Efusi pleura. Hasil laboratorium : penurunan hematokrit.ronki basah di seluruh lapangan paru ) 6.4. tidak semua pasien edema memerlukan terapi farmakologis . Edema perifer dan periorbita 5. penambahan 8% = kelebihan berat 7. Tetapi pada kondisi tertentu diuretic harus diberikan bersamaan dengan terapi non farmakologis. Pemilihan obat dan dosis akan sangat tergantung pada penyakit yang mendasari. 1. Asites.pada beberapa pasien terapi non farmakologis sangat efektif seperti pengurangan asupan natrium (yakni kurang dari jumlah yang diekskresikan oleh ginjal) dan menaikkan kaki diatas level dari atrium kiri. Edema paru akut ( dispnea. Klasifikasi diuretic berdasarkan tempat kerja . penambahna 5% = kelebihan sedang. Efek diuretic berbeda berdasarkan tempat kerjanya pada ginjal. Penambahan berat badan secara cepat : penambahan 2% = kelebihan ringan. 4. Diuretik yang bekerja pada tubulus proksimalis Diuretic yang bekerja pada loop of henle Diuretic yang bekerja pada tubulus kontortus distal Diuretic yang bekerja pada cortical collecting tubule . berat-ringannya penyakit dan urgensi dari penyakitnya.

Mengkonsumsi terlalu banyak garam. Tetapi juga bisa menyerang semua bagian tubuh. Meningkatkan pengeluaran natrium dan air : Diuretic . Sedang hamil. Edema umumnya menyerang pergelangan tangan dan kaki. baik dari diet maupun intravena 3. 5. Tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah menyebabkan air cenderung untuk menyaring ke dalam jaringan. penyakit ginjal atau gagal jantung. tetapi sebagai peningkatan kesenjangan permeabilitas ukuran protein juga meningkat dengan penurunan koefisien refleksi. Bisa juga karena edema atau pembengkakan karena penimbunan cairan di jaringan tubuh anda. penurunan tekanan onkotik dalam pembuluh darah atau peningkatan permeabilitas dinding pembuluh. local pressure 4. 2. Mekanisme Edema      inShare Generasi cairan interstisial diatur oleh kekuatan dari persamaan Starling. 6. Hindari factor yang memperburuk penyakit dasar . US National Library of Medicine mengatakan penyebab umum untuk edema meliputi: 1. yang memiliki dinding semi-permeabel membran yang memungkinkan air untuk lulus lebih bebas daripada protein. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam konsentrasi protein antara plasma darah dan jaringan. Akibatnya tekanan onkotik tingkat yang lebih tinggi protein dalam plasma cenderung untuk menyedot air ke dalam pembuluh darah dari jaringan.bukan kuratif.) Jika kesenjangan antara sel-sel dinding pembuluh membuka kemudian permeabilitas terhadap air meningkat pertama.Tubuh bengkak bisa disebabkan beragam. 3. Yang terakhir ini memiliki dua efek. (Protein dikatakan tercermin dan efisiensi refleksi diberikan oleh refleksi konstan hingga 1.perfusi yang inadekuat 6 Penyebab Edema atau Tubuh Bengkak Besar Kecil Normal TEMPO Interaktif. . diuresis yang berlebihan menyebabkan pengurangan volume plasma.Prinsip terapi edema 1. 2.hanya sebagai terapi paliatif. Perubahan dalam variabel dalam persamaan Starling dapat berkontribusi untuk pembentukan edema baik oleh peningkatan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah. Terpapar sinar matahari. yang menentukan laju aliran untuk ketidakseimbangan kekuatan yang diberikan. 4.hipotensi. Tirah baring. Penanganan penyakit yang mendasari Mengurangi asupan natrium dan air. Mengalami masalah kesehatan seperti sirosis. Mengalami masalah kelenjar getah bening. Hal ini memungkinkan air mengalir lebih bebas dan mengurangi perbedaan tekanan onkotik dengan memungkinkan protein untuk meninggalkan kapal lebih mudah. Kebocoran air yang paling terjadi pada venula kapiler atau posting kapiler. Jakarta . Persamaan Starling menyatakan bahwa tingkat kebocoran cairan ditentukan oleh perbedaan antara dua kekuatan dan juga oleh permeabilitas dinding pembuluh air. Reaksi karena mengonsumsi obat-obat tertentu.

Skema edema .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful