Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


LEMBAR PENGESAHAN


Mata Kuliah “DESAIN KAPAL IV ”

“ Engine Room Layout Engine Cooling Water System”

Oleh :

Nama : A. RACHMIANTY AM
Stambuk : D331 08 259

PROGRAM STUDI TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


Telah diperiksa dan disetujui oleh dosen pembimbing sebagai salah satu
persyaratan untuk lulus mata kuliah tersebut diatas.

Makassar, Mei 2012






Mengetahui,
Dosen Pembimbing




Ir. H. Zulkifly A. Yusuf MT.
Nip : 19570112 198811 1 001






Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


LEMBAR PENILAIAN
MATA KULIAH DESAIN KAPAL IV


Nama : A. RACHMIANTY AM
Stambuk : D331 08 259

PROGRAM STUDI TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


Berdasarkan penilaian Dosen mata kuliah “ Desain Kapal IV” adalah sebagai
berikut :

A B C D E
Demikianlah penilaian ini diberikan pada yang bersangkutan dan untuk
digunakan sebagaimana mestinya.
Makassar, Mei 2012

Mengetahui




Koordinator Dosen Pembimbing


Baharuddin ST. MT. Ir. H. Zulkifly A. Yusuf MT
Nip : 197202021998021001 Nip : 19570112 198811 1 001



Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

Daftar Isi
- HALAMAN SAMPUL
- LEMBAR PENILAIAN
- LEMBAR PENGASAHAN
- Daftar isi
- Kata Pengantar
- Bab I Pendahuluan
- Latar belakang
- Tujuan dan manfaat
- Sistematika penulisan
- Bab II Landasan Teori
- Penukar kalor
- Klasifikasi penukar kalor
- Sistem pendinginan
- Mekanisme perpindahan kalor
- Bab III Penyajian Data
- Data kapal
- Data main engine
- Data cooler
- Pengolahan data
- Deskripsi rancangan
- Bab IV Pengolahan Data
- Laju aliran pompa air tawar pendingin pada mesin induk
- Daya pompa air tawar
- Diameter pipa air tawar pendingin mesin induk
- Tangki ekspansi air tawar pendingin mesin
- Diameter pipa dari ekspansi tank ke cooler
- Pompa air laut pendingin mesin induk
- Daya pompa air laut


- Diameter pipa air laut pendingin mesin induk
- Parameter STHE yang akan dingunakan berdasarkan data mesin
- Bab V Kesimpulan
- Lampiran- lampiran




Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbilalamin. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam
yang telah memberikan karunia dan kehadiratnya kepada hambanya, karena dengan
karunia_Nya lah sehingga tugas “Perancangan Instalasi Perpipaan, Desain Kapal
IV” ini bisa diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang ditentukan. Banyak
masalah yang dialami selama penyelesaian tugas ini, diantaranya masalah referensi,
biaya, dan lain sebagainya. Namun akhirnya semua masalah tersebut biasa diatasi
dengan ketekukanan, adanya bimbingan dari teman-teman dan dosen sambil berdoa
kepada Allah SWT sehingga tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini merupakan persyaratan kelulusan dari mata kuliah “Desain
Kapal IV” dan banyak teman-teman maupun dosen yang ikut membantu dalam
menyelesaikan tugas ini. Oleh karenanya saya ingiin mengucapkan banyak terima
kasih khusunya kepada,
- Bapak Baharuddin, ST, MT. selaku ketua program studi sekaligus merupakan
coordinator tugas ini.
- Bapak Ir. H. Zulkifly A. Yusuf MT. Selaku dosen pembimbing tugas yang telah
memberikan banyak bimbingan dan masukan-masukan bermanfaat selama
pengerjaan tugas ini.

Penulis menyadari bahwa dalam tugas ini masih terdapat banyak
kekurangan yang mungkin masih jauh dari harapan pembaca. Penulis juga
mengharapkan tugas ini dapat dimanfaatkan dan dijadikan tambahan referensi
tentang bidang perkapalan khususnya system instalasi pendingin mesin di kapal.
Penulis mengharapkan laporan ini dapat bermanfaat, semoga Allah SWT
senantiasa melimpahkan rahmat dan taufik-Nya kepada kita semua.
Amin Ya Rabbal Alamin. Wassalam.

Makassar, Mei 2012



Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Kapal merupakan salah satu alat transportasi laut yang penting yang
memiliki banyak jenis sesuai dengan kegunaannya masing-masing, seperti
kapal penumpang, kapal cargo, kapal tanker, dan kapal perang. Sebuah Kapal
sama dengan tubuh manusia yang memiliki organ-organ di dalamnya agar
kapal tersebut bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Dalam
menjalankan sebuah kapal dibutuhkan mesin-mesin kapal. Mesin-mesin ini
pada umumnya diletakkan di kamar mesin dengan ruangan terbatas. Instalasi
mesin-mesin ini diperlukan suatu perancangan dan perawatan yang tepat agar
tetap dapat bekerja menggerakkan kapal.
Mesin-mesin di kapal seperti main engine, auxiliary engine, dan
perlengkapan lainnya selalu di lengkapi oleh suatu instalasi pipa. Khusunya
untuk mesin induk kapal yang bekerja selama 24 jam setiap harinya ketika
berlayar, tentunya mengeluarkan kalor atau panas. kalor yang berlebih pada
mesin yang tidak sesuai dengan suhu yang diinginkan dapat merusak mesin itu
sendiri. Sehingga diperlukan suatu system pendingin mesin utama. System
pendingin ini berfungsi untuk menjaga agar suhu mesin utama tetap pada suhu
yang diinginkan.
Sistem pendingin ini di sertakan dengan berbagai perlengkapan
terutamanya adalah pipa. Pipa merupakan bagian dalam kapal yang jika
dibandingkan dengan tubuh manusia, pipa adalah sebuah pembuluh darah.
Sebagai pembuluh darah di atas kapal, pipa menempati posisi yang penting
yang perlu di perhatikan dengan baik. Sama halnya dengan darah, pipa
berfungsi mengalirkan zat cair, uap, gas atau zat padat yang dapat dialirkan
seperti pasir, semen, dll. Namun, perlu adanya suatu instalasi perpipaan untuk
menghubungkan dari satu tempat dan tempat lainnya.
Sistem pendinginan mesin ini membutuhkan system instalasi
perpipaan untuk dapat mengalirkan fluida yang diinginkan. untuk mengalirkan
fluida tersebut tentunya dibutuhkan pompa, alat penukar kalor, dan peralatan
lainnya seperti saringan dan lain-lain untuk menjaga agar instalasi tersebut
dapat menuju tempat tujuan dan bekerja seperti apa yang direncanakan. Oleh
karenanya, penulis bermaksud untuk merencanakan rancangan suatu system
pendingin mesin di atas kapal melalui tugas “Desain Kapal IV”.

Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


1.2.TUJUAN DAN MANFAAT
Tujuan dan manfaat pengerjaan tugas ”Desain Kapal IV”
merencanakan suatu sistem pendingin mesin kapal yaitu,
1. Diharapkan dapat merencanakan suatu instalasi sistem pendingin mesin
kapal dengan baik.
2. Dapat merencenakan rancangan sistem pipa dengan beberapa komponen
instalasi sistem pendingin mesin kapal agar dapat tetap bekerja sesuai
dengan yang diharapkan.
3. Diharapkan dapat membirakan kontribusi ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan perancangan system instalasi pendingin kapal.
4. Dapat dijadikan referensi dalam perancangan system instalasi pendingin
di atas kapal.


























Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.SISTEM PERPIPAAN DI KAPAL
Pipa merupakan komponen yang sangat penting dalam merencanakan
suatu sistem instalasi. Pipa merupakan wadah berupa tabung berongga yang
panjang yang merupakan tempat fluida dialirkan. Pipa dibuat sesuai dengan
kebutuhannya, misalnya pipa tersebut diguankan untuk material apa dan pada
tekanan berapa. Untuk pipa baja dapat dibuat dengan berbagai cara misalnya
dengan menggunakan metode seamless pipe, butt welded pipe, dan spiral
welded pipe. Biasanya pipa diberi nama sesuai dengan jenis pipa, ukuran
diameter pipa, atau dari ketebalan pipa yaitu ketebalan antara ketebalan luar
dan dalam pipa.
Dalam instalasi suatu sistem tidak hanya digunakan pipa lurus ke
sepanjang kapal melainkan terdapat belokan-belokan dan beberapa sambungan
pipa. Panjang dari pipa beragam. Untuk menyambungkan antara pipa yang
satu dan pipa yang lainnya terdapat beberapa macam sambungan pipa,
diantaranya adalah sambungan ulir, sambungan shock, sambungan dengan las,
dan sambungan dengan menggunakan flange. Selain itu dikenal juga istilah
belokan atau ellbow, cabang „T‟, cabang „Y‟ dan ada juga pipa yang
diameternya mengecil disebut reducer.
Jenis pipa yang terdapat dikapal memiliki beragam jenis ditinjau dari
material pipa sesuai dengan kegunaannya. Material pipa dikapal pada
umumnya terbuat dari baja galvanis, baja hitam, baja campuran, stainless steel,
kuningan, tembaga ataupun alumunium. Pada kegunaan tertentu ada pula pipa
yang terbuat dari bahan non metal seperti rubber hose , dan glass.

2.2.ALAT PENUKAR KALOR
Penukar kalor adalah salah satu alat yang dibutuhkan dalam system
pendingin mesin kapal. Penukar kalor ini menghasilkan perpindahan panas
dari suatu fluida dengan fluida lainnya yang biasanya dibatasi oleh suatu
dinding. Dinding nya harus terbuat dari bahan konduktor yaitu yang mudah
menghantarkan panas.
Unit penukar kalor adalah suatu alat untuk memindahkan panas dari
suatu fluida ke fluida yang lain. Sebagian besar dari industri-industri yang
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

berkaitan dengan pemprosesan selalu menggunakan alat ini, sehingga alat
penukar kalor ini mempunyai peran yang penting dalam suatu proses produksi
atau operasi. Salah satu tipe dari alat penukar kalor yang banyak dipakai
adalah Shell and Tube Heat Exchanger. Pada jenis penukar kalor shell and
tube, alatnya berbentuk tabung dan biasanya terdapat pipa-pipa kapiler yang
terbuat dari bahan kuningan didalamnya. Bahan yang diguanakan disesuaikan
dengan kegunaannya. Jika fluida yang digunakan air laut sebaiknya
menggunakan bahan yang tahan terhadap korosi.
Alat penukar kalor yang biasa digunakan adalah penukar panas pipa
rangkap, penukar panas cangkang buluh, dan penukar panas Plate and frame
Heat Exchanger, yaitu sebagai berikut ;
1. Penukar panas pipa rangkap ( double pipe heat exchanger )
Satu jenis penukar kalor ialah susunan pipa ganda. Dalam
penukar kalor jenis ini dapat digunakan aliran searah atau aliran lawan
arah, baik dengan zat cair panas maupun zat cair dingin terdapat dalam
ruang annulus dan zat cair yang lain di dalam pipa dalam. Alat penukar
panas pipa rangkap terdiri dari dua pipa logam standart yang dikedua
ujungnya dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan kotak penyekat.
Fluida yang satu mengalir di dalam pipa, sedangkan fluida kedua mengalir
di dalam ruang anulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Alat penukar
panas jenis ini dapat digunakan pada laju alir fluida yang kecil dan
tekanan operasi yang tinggi. Sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar
digunakan penukar panas jenis selongsong dan buluh ( shell and tube
heat exchanger ).


Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


2. Penukar panas cangkang dan buluh ( shell and tube heat exchanger )
Alat penukar panas cangkang dan buluh terdiri atas suatu bundel
pipa yang dihubungkan secara parallel dan ditempatkan dalam sebuah
pipa mantel (cangkang ). Fluida yang satu mengalir di dalam bundel pipa,
sedangkan fluida yang lain mengalir di luar pipa pada arah yang sama,
berlawanan, atau bersilangan. Kedua ujung pipa tersebut dilas pada
penunjang pipa yang menempel pada mantel. Untuk meningkatkan
effisiensi pertukaran panas, biasanya pada alat penukar panas cangkang
dan buluh dipasang sekat ( baffle ). Ini bertujuan untuk membuat
turbulensi aliran fluida dan menambah waktu tinggal ( residence time ),
namun pemasangan sekat akan memperbesar pressure drop operasi dan
menambah beban kerja pompa, sehingga laju alir fluida yang
dipertukarkan panasnya harus diatur.




Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259



3. Penukar Panas Plate and Frame ( plate and frame heat exchanger )
Alat penukar panas pelat dan bingkai terdiri dari paket pelat –
pelat tegak lurus, bergelombang, atau profil lain. Pemisah antara pelat
tegak lurus dipasang penyekat lunak (biasanya terbuat dari karet ). Pelat –
pelat dan sekat disatukan oleh suatu perangkat penekan yang pada setiap
sudut pelat( kebanyakan segi empat ) terdapat lubang pengalir fluida.
Melalui dua dari lubang ini, fluida dialirkan masuk dan keluar pada sisi
yang lain, sedangkan fluida yang lain mengalir melalui lubang dan ruang
pada sisi sebelahnya karena ada sekat.





2.3 SISTEM PENDINGIN MESIN KAPAL
Sistem pendingin mesin kapal adalah suatu komponen yang harus ada
dalam permesinan di atas kapal. Sebagaimana diketahui, mesin-mesin di atas
kapal masing-masing menguarkan kalor saat mereka beroperasi terutama pada
mesin induk yang merupakan penyumbang terbesar kalor di dalam kamar
mesin.
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

Mesin Induk bekerja kurang lebih 24 jam tiap harinya terutama pada
saat kapal berlayar. Dalam 24 jam tersebut, komponen-komponen dalam
mesin utama kapal bekerja dan mengeluarkan kalor. Jika kalor yang dihasilkan
atau suhu yang dihasilkan oleh sebuah mesin utama maka akan terjadi over
heating yang merusak komponen pada mesin itu sendiri. Oleh karenanya
dibutuhkan sutu pendingin untuk mendinginkan komponen-komponen
tersebut, menjaganya agar suhunya normal sesuai suhu yang diinginkan.
Pendinginan mesin induk ini berfungsi mempertahanakan temperature operasi
mesin induk agar tetap berada pada suhu mesin yang paling efisien pada
semua kondisi.
Dalam mesin induk terdapat beberapa pendingin yang digunakan
diantaranya adalah pelumas yang dialirkan ke sela-sela komponen yang
diinginkan. Selain pelumas pendinginan mesin induk juga menggunakan air
tawar. Untuk mengalirkan Air tawar dengan suhu tertentu ke dalam mesin
maka dibutuhkan sebuah instalasi pendingin mesin. Instalasi pendingin mesin
inilah nantinya yang akan membawa air tawar dari tangki air tawar hingga
sampai ke mesin untuk mendinginkannya.
Dalam kapal terdapat beberapa bentuk instalasi pendinginan mesin
utama, yaitu :
1. Sistem Pendinginan terbuka.
Sistem pendinginan terbuka adalah system dimana fluida
dialirkan dari tangki langsung masuk ke mesin kemudian dibuang kelaut.
Fluida yang digunakan dapat berupa air laut dapat pula berupa air tawar.
Namun masing-masin fluida mempunyai kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Kelebihan jika menggunakan fluida air laut adalah lebih
ekonomis karena air yang digunakan berasal dari laut dan dari mesin
nantinya dibuang kembali ke laut. Namun, air laut bersifat korosif
sehingga jika digunakan sebagai pendingin mesin dapat mennyebabkan
kerusakan pada mesin akibat korosi. Jika yang digunakan adalah fluida air
tawar, kelebihannya fluida ini tidak menyebabkan korosi pada mesin.
Namun, biaya yang diperlukan sangat mahal karena air tawar dibeli dari
darat dibawa ke dalam kapal untuk dipakai selama pelayaran. Selain itu,
dibutuhkan banyak air tawar untuk mendinginkan mesin selama berlayar
yang tentunya mengambil tempat yang banyak seingga dapat mengurangi
payload dan biaya operasional kapal akan meningkat.
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

Sistem pendinginan terbuka jarang digunakan dikapal karena
mengingat banyak kerugian yang ditimbulkan dan sifatnya yang tidak
menguntungkan.
2. Sistem pendinginan tertutup
Sistem pendinginan tertutup adalah suatu sistem pendinginan
yang menggabungkan air tawar dan air laut dalam satu sistem pendingin
mesin induk kapal. Sistem pendinginan ini menggunakan alat penukar
kalor. Alat penukar kalor yang biasa diguakan adalah jenis shell and tube.
Sistem pendinginan tertutup bekerja dengan mengalirkan air
tawar dari tangki air tawar masuk kedalam mesin utama untuk
mendinginkan mesin. Kemudian air tawar yang keluar dari mesin
memiliki suhu yang tinggi masuk kedalam alat penukar kalor untuk
didinginkan oleh air laut kemudian dengan suhu yang rendah kembali lagi
masuk ke dalam mesin untuk mendinginkan mesin, begitu seterusnya. Air
laut di pompa dari laut masuk ke seachet dialirkan masuk ke dalam alat
penukar kalor untuk mendinginkan air tawar yang berasal dari mesin lalu
dibuang air laut tersebut dialirkan kembali ke laut, begitu seterusnya.
Jadi, perpindahan panas terjadi dua kali, yaitu didalam mesin
insuk oleh air tawar dan di dalam alat penukar kalor oleh air laut terhadap
air tawar. Sistem pendinginan ini lebih ekonomis dan lebih efisien jika
dibandingkan dengan sistem pendinginan terbuka. Oleh karenanya sistem
pendinginan tertutup lebih banyak digunakan di atas kapal.












Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

BAB III
PENYAJIAN DATA

3.1. Data Kapal
LWL = 112,75 (m)
LBP = 110 (m)
B = 17,28 (m)
T = 7,37 (m)
H = 8,7 (m)
v = 13 (knot)
cb = 0,79
cm = 0,99
cw = 0,86
cpv = 0,91
cph = 0,79
DWT = 8600 (ton)

3.2. Data Mesin

Merek Mesin = Caterpillar
Type = 9 M 25 C
Rpm = 750 (putaran)
Length = 6719 (mm)
Height = 3512 (mm)
Stroke = 400 (mm)
BHP = 3620,76 (mm)
Bore = 2315 (mm)
Bredth = 2315 (mm)
Weight = 29,6 (ton)

III.2 Data cooler

- Daya serap kalor : 175 kw
- Debit aliran untuk air tawar : 420 m/s
- Debit aliran untuk air laut : 210 m/s
- Tekanan air tawar : 1.10 bar
- Tekanan air laut : 0.25 bar
- Luas bidang : 6.82 m
2


Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

BAB IV
PENGOLAHAN DATA

PERENCANAAN INSTALASI PENDINGIN MESIN UTAMA (MAIN ENGINE)

Sebagai penggerak utama kapal yaitu mesin utama selalu bekerja dalam
waktu lama sehingga menjadikan temperatur mesin meningkat. Suhu yang tinggi pada
mesin mengakibatkan perubahan material pada mesin, jadi suhu mesin harus dijaga
agar konstan pada suhu yang diinginkan.
Untuk menstabilkan temperatur mesin diperlukan instalasi pendingin sebagai
pendingin mesin utama. Instlasi pendingin mesin ini mengalirkan air pendingin ke
bagian mesin yang membutuhkan. Berikut adalah perhitungan daya pompa pendingin
mesin untuk menentukan pompa yang akan digunakan dalam instalasi pendingin
mesin.

4.1. Laju Aliran Air
Penentuan laju aliran pompa
Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 56, harga
spesifik laju aliran pompa berdasarkan MAN, UEC, SULZER (RND type)
berkisar antara (6 ~ 8) liter/BHP.Jam). Dengan demikian, laju aliran pompa dapat
diketahui melalui perhitungan sebagai berikut :

Q = (6-8) x BHP (Liter/jam)

Sehingga, dari kisaran 6-8 dipilih nilai yang maksimal yaitu 8 liter/BHP untuk
mengantisipasi kerja maksimal system di kapal.
BHP = 3620,76 HP
Q = 28966, 07215 (Liter/BHP)
= 28, 97 (m
3
/jam)

4.2. Pompa air laut pendingin mesin induk
Pompa Air laut untuk sistem pendingin mesin induk adalah pompa yang
digunakan untuk mengalirkan air laut dari seachest ke cooler. Air Laut ini
digunakan untuk mendinginkan air tawar di dalam pipa kapiler yang berasal dari
mesin. Maka perlu dicari berapa daya yang dibutuhkan sebuah pompa untuk
mengalirkan air laut dari sea chest ke cooler. Berikut adalah perhitungan yang
digunakan :
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


Debit Pompa (Q)
Debit aliran air dalam pompa diketahui berdasarkan data yang diambil
dalam brosur mesin Caterpillar 9 M 25 C sehingga di peroleh debit air sebagai
berikut:
Q = 29 (m
3
/jam)
= 28966,07 (liter/jam)

Diameter Pipa
Dalam buku Marine Power Plan hal.492, dimater pipa dapat dihitung
dengan rumus berikut:

D =

= 7, 18 cm
= 71,76 cm

karena ketersediaan pipa di pasaran terbatas maka digunakanlah diameter pipa
lebih besar dari yang dibutuhkan sesuai dengan yang tersedia di pasaran dan
untuk memudahkannya dalam pembuatan,yaitu:
D = 80 mm

Perhitungan Head total (HT) pompa.

Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof.
DR. Haruo Tahara hal. 26, HT pompa dapat dihitung dengan menggunakan
formula sebagai berikut:
HT = ha + Δhp + hl + (V2/ 2g) (m)

Keterangan :
H = Head total pompa (m)
Ha = Head statis total (m)
Head ini adalah perbedaan tinggi antara muka air disisi keluar dan
disisi Isap.
Δhp = perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan air
Δhp = hp2 - hp1 (m)
Hf = berbagai kerugian head pipa, katup, belokan, sambungan, dll (m)
g = Percepatan grafitasi (g = 9,8 m/s
2
)
3
4
.
5 . 0
Q
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

A. Perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan sisi isap (Ha).
Head ini adalah perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan di
sisi isap. Dalam buku"Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan
Prof. DR. Haruo Tahara hal. 26, Ha pompa dapat dihitung dengan
menggunakan formula sebagai berikut :
Ha = panjang pipa yang diukur dari pompa ke sisi keluar pipa.
= Head tekan + head isap
= ht + hi (m)
= 0,28 (m)

Panjang pipa yang diukur dari pompa ke sisi keluar pipa dapat dilihat
pada gambar 1.1 dan gambar lebih detailnya dapat dilihat pada gambar 1.2. di
bawah ini :


















Gambar 1.1. Layout Pipa ht.








s s
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

jika bagian detail pada gambar 1.1 di perbesar maka akan tampak
gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka Ht:










Gambar 1.2. Detail Layout Pipa ht

hi = panjang pipa yang diukur dari sisi isap pipa muka air ke pompa
= 0,11 (m)

panjang pipa yang diukur dari sisi isap pipa muka air ke pompa dapat
dilihat pada gambar 1.3 dan gambar lebih detailnya dapat dilihat pada gambar
1.4 di bawah ini :
















Gambar 1.3. Layout Pipa hi



s s
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

jika bagian detail pada gambar 1.3 di perbesar maka akan tampak
gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka Hi:











Gambar 1.4. Detail Layout Pipa hi

sehingga, ha = ht + hi
= 0,32 + 0,56
= 0,39 (m)

B. Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan air (Δhp)
Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan
Prof. DR. Haruo Tahara hal. 26, Perbedaan head tekanan yang bekerja pada
kedua permukaan air (Δhp) dapat di hitung dengan menggunakan perhitungan
sebagai berikut :
Δhp = hp2 – hp1

Keterangan : hp2 = Tekanan air statis yang bekerja pada tangki tekan
= 0 (m)
Hp1 = Tekanan air statis yang bekerja pada tangki isap
= 0 (m)
Sehingga,
Δhp = hp2 – hp1
= 0 – 0
= 0 (m)

C. Berbagai kerugian head pipa, katup, belokan, sambungan, dll (hf)
Head kerugian (yaitu head untuk mengatasi kerugian-kerugian) terdiri
atas head kerugian gesek di dalam pipa-pipa, head kerugian di dalam belokan-
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

belokan, reduser, katup-katup, dsb. Di bawah ini akan diberikan cara
menghitungnya, satu per satu.
1. Head kerugian gesek dalam pipa
Untuk menghitung kerugian gesek pipa dapat digunakan rumus
yang terdapat dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Sularso,
MsME dan Prof. DR. Haruo Tahara, hal 31, berikut ini :
Hf1 =
Keterangan :
Q = Laju aliran (m
3
/jam)
= 28,966 (m
3
/jam)
= 0,008 (m
3
/jam)
C = koefisien Hazen-William (tabel 2.14, Hal. 30) (koefisien
Hazen-Wiliam dapat dilihat di buku. "Pompa dan
Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof. DR. Haruo
Tahara, hal 30, tabel 2.14)
= 130 ( untuk pipa baja baru)
L = Panjang pipa lurus terpanjang (di ukur dari rencana gambar
yang di buat).
= 5,55 (m)

Panjang pipa lurus terpanjang dapat dilihat dari lebih jelas dari
gambar 1.5 dan 1.6 di bawah ini :















Gambar 1.5. Layout pipa lurus Terpanjang (L) di kamar mesin
xL
D C
Q
85 . 4 85 . 1
85 . 1
.
. 666 . 10
ss
27
31
8
16
ss
?
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

Jika bagian detail pada gambar 1.5 di perbesar maka akan
tampak gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka L:













Gambar 1.6. Detail Layout pipa lurus Terpanjang (L) di kamar mesin

D = Diameter dalam pipa
= 80 (mm)
= 0,08 (m)

Sehingga diperoleh,

Hf1 =

=

x L
= 0,2 (m)

2. Kerugian head dalam jalur pipa (Hf2)

Untuk menghitung kerugian head dalam jalur pipa dapat
digunakan rumus yang terdapat Dalam buku "Pompa dan Kompresor"
oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof. DR. Haruo Tahara, hal 32, berikut ini :

Hf2 =

Keterangan ;
g = Percepatan Grafitasi
= 9,8 (m/s
2
)
v = Kecepatan aliran dalam pipa
?
xL
D C
Q
85 . 4 85 . 1
85 . 1
.
. 666 . 10
g
V
f
2
.
2
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

(kecepatan aliran dalam pipa dapat dilihat di buku . "Pompa
dan Kompres" oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof. DR. Haruo
Tahara, hal 29, Gb. 2.4.).
= 1 (m/s
2
)
f = koefisien kerugian pada belokan pipa
Untuk menghitung koefisien kerugian akibat belokan pipa
digunakan rumus Fuller, yaitu sebagai berikut:

f =

Keterangan ;
D = Diameter dalam pipa (m)
R = Jari-jari lengkung sumbu belokan (m)
(nilai R/D dpt dilihat di buku "Pompa dan
Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof. DR.
Haruo Tahara, hal 34, Gb. 2.11.).
R/D = 1 (m)
D/2R = 1 (m)
Ө = sudut belokan pipa (°)
= 90 (°)
Diperoleh,
f = 1,978

sehingga, nilai Hf2 dapat diperoleh :

Hf2 =

=

= 0,101 (m) (untuk satu belokan)

karena dalam perencanaa terdapat 8 belokan, maka:
n = jumlah belokan
= 16 belokan.

Sehingga,
Hf2 = 0,101 x 8
= 1,61 (m)

3. kerugian head pada katub dan saringan (Hf3)
5 . 0 5 . 3
90 2
847 . 1 131 . 0 |
.
|

\
|
°
(
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
+
u
R
D
g
V
f
2
.
2
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

Untuk menghitung kerugian head pada katub dan saringan
dapat digunakan rumus yang terdapat Dalam buku "Pompa dan
Kompresor" oleh Ir. Sularso, MsME dan Prof. DR. Haruo Tahara, hal 36,
berikut ini :
Hf3 =

Dimana,
v = Kecepatan aliran dalam pipa (m/s)
= 1 (m/s)
g = percepatan grafitasi
= 9,8 (m/s
2
)
f = koefisien kerugian katup
Dalam perencanaan digunakan beberapa jenis katup,
diantaranya adalah :
Jenis katup/
sambungan Jumlah koefisien
hasil
kali
n f n x f
gate valve 5 0,19 0,95
katup
saringan 1 1,97 1,97
samb. T 3 1,8 5,4
∑f 8,32

Sehingga diperoleh :

Hf3 =

= 0,424

Setelah Hf1, Hf2, dan Hf3 diketahui, maka Hf total bisa di hitung :

Hf = Hf1 + Hf2 + Hf3

Diketahui,
Hf1 = 0,2 (m)
Hf2 = 1,61 (m)
Hf3 = 0,42 (m)

Sehingga diperoleh,
Hf = 2,242 (m)
¿
g
v
f
2
.
2
¿
g
v
f
2
.
2
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


D. Kerugian head akibat kecepatan keluar (Vd²/2g)

Diketahui,
Vd = kecepatan aliran dalam pipa (m/s)
= 1 (m/s)
g = percepatan grafitasi
= 9,8 (m/s
2
)

Sehingga diperoleh,
Vd
2
/2g = 0,051

Setelah semuanya diketahui, maka nilai Head Total (Ht) bisa di hitung
dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Ht = ha + Δhp + hf + (Vd
2
/2g) (m)

Diamana,
ha = 0,39 (m)
Δhp = 0 (m)
Hf = 2,242 (m)
Vd
2
/2g = 0,051

Sehingga diperoleh head total (Ht) pompa :
Ht = 2,683
4.3. Penentuan Daya Pompa

Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Akimov hal 495 diberikan
formula untuk menghitung daya pompa :

N =

Dimana,
Q = Laju aliran air
= 28,97 (m
3
/jam)
H = Kerugian Head Total
= 2,6893 (m)
η = Efisiensi Pompa
= 0,9
ρ = Massa jenis air laut
q
µ
. 75 . 3600
. .H Q
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

= 1025 (kg/m
3
)

Sehingga, daya pompa (N) dapat diperoleh :
N = 0,33 Hp
= 0,24 Kw

Jadi mesin yang digunakan dengan brosur adalah :
Merek : Ampco Centrifugal Pump
Tipe : KC2 1 ½ X 1
Daya : 2 HP
Putaran : 3500 RPM
(Brosur terlampir)

























4.4. Desain Shell and tube heat Exchanger

Sheel and Tube Exchanger adalah alat penukar kalor yang
menghasilkan perpindahan suhu diantara benda atau fluida. Alat penukar kalor ini
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

digunakan sebagai alat untuk mendinginkan air tawar bersuhu tinggi yang berasal
dari mesin ke suhu yang diinginkan yang ideal untuk mesin induk yang
didinginkan oleh air laut yang berasal dari sea chest.

Parameter penentuan STHE yang akan digunakan berdasarkan data mesin yaitu :
Fresh water cooling
- Engine content = m
3

- Pressure at Engine Inlet Min/Max = 2,5 / 6,0 bar
- Header tank capacity = 0,1 m
3

- Temperatur at engine outlet = 60 – 65 C
o


Heat Dissipation
- Spesific jacket water heat = 550 kJ / kwh
- Jacket water = 158 kw
-

jadi tipe STHE yang digunakan sesuai dengan brosur adalah:

Merek : PILAN STHE
MODEL /TYPE : TP-E4M
DIMENSI :
Panjang (A) = 1204 (mm)
(B) = 901 (mm)
(C) = 766 (mm)
Diameter Tabung (D) = 198 (mm)
Diameter Pipa msk air laut (E-F) = 2 (inchi)
Weight = 54 (kg)










Part and Material
Part Name Material
1 Shell
aluminium/Bronze/Cast
Iron


Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259

2 Tube Stack


2,1 Tube

Cooper-Nickel/St.steel/Copper
2,2 Tubes plates Brass / Bronze
2,3 Baffles

Aluminium
2,4 Welding

Tin welded 60/40
3
End
caps

Brass / Bronze
4 Seals

NBR /Viton
5 Cover Screws steel


6 Drain plugs Brass

Flow Rate

Heat dissipated : 175 kw
fresh water flow : 420 L/min
Sea water flow : 210 L/min
fresh water pressure drop : 1,1 bar
sea water pressure drop : 0,25 bar
surface : 6,82 m
2


DATA
PENETUAN DIMENSI SHEEL AND TUBE HEAT EXCHANGER
Selongsong / Tabung Luar (Shell)
Diameter dalam (Di) = 190 (mm) = 0,190 (m)
Diameter Luar (Do) = 198 (mm) = 0,198 (m)
Panjang selongsong = 1000 (mm) = 1,000 (m)

Pipa (Tube)
Diameter dalam (di) = 10 (mm) = 0,010 (m)
Diameter luar (do) = 12 (mm) = 0,012 (m)
Panjang Pipa (Lp) = 1000 (mm) = 1,0 (m)
Jumlah Pipa (n) = 121
Material Pipa = Cooper-Nickel/St.steel/Copper
Konduktifitas Thermal Material = 379 (w/m.
o
C)
Susunan Pipa Kapiler = kotar yang diputar 45 derajat

Kapasitas fluida air tawar = 60 m
3
/jam
Kapasitas fluida air laut = 28,97 m
3
/jam

Diameter pipa Air tawar yg masuk ke Cooler = 40 (mm) = 0,04 (m)
Diameter pipa Air laut yg masuk ke Cooler = 80 (mm) = 0,08 (m)
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


Luas permukaan pipa air tawar = 0,0013 m
2

Luas permukaan pipa air laut = 0,0050 m
2

Kecepatan aliran untuk air tawar = 47770,7 m/jam = 13,27 m/s
Kecepatan aliran untuk air Laut = 5765,5 m/jam = 1,6 m/s

Berdasarkan brosur mesin, volume Fresh water pada mesin (Engine
Content) maka dimensi cooler dapat diperoleh engine content sebesar 0,12 m
3


Pada sistem pendingin ini akan mengguanakan type Central Cooling
dengan menggunakan dua fluida pendinginan yaitu :
- Pendinginan dengan menggunakan air laut
- Pendinginan dengan menggunakan air tawar

Dibawah ini akan diberikan karakteristik dari fluida-fluida tersebut :
1. Air Laut
Air laut ini digunakan untuk pendingin air tawar, air laut ini
dimasukan dengan melalui seachest sehingga dari sini air laut digunakan
sebagai objek penerima panas dari air tawar yang digunakan. Sedangakan
sirkulasi dari air laut ini adalah sirkulasi terbuka artinya air laut ini dihisap
dari seachest, kemudian disirkulasikan dan dibuang melalui outboard kapal.

2. Air Tawar
Sistem pendinginan air tawar ini berupa sistem tertutup dengan semua
komponen dihubungkan secara paralel dengan pompa sirkulasi air tawar
yang terpisah. Pemakaian air tawar ini mempunyai keuntungan yang paling
menonjol adalah tidak menimbulkan korosi pada instalsi pipa yang
digunakan.

- Temperatur air tawar pendingin yang mesin yang masuk ke cooler adalah
Thi = 90
o
C
- Temperatur air tawar pendingin yang mesin yang keluar dari cooler adalah
Tho = 71,6
o
C
- Temperatur air laut pendingin yang masuk ke cooler adalah Tci = 32
o
C
- Temperatur air laut pendingin yang keluar dari cooler adalah Tco = 47,4
o
C
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259


Dari hasil perancangan dan perhitungan yang telah dilakukan, maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Sistem instlasi tertutup di kapal dengan menggunakan air tawar dan air laut
lebih bagus dari system pendinginan terbuka.
2. Sistem instalasi pendinginan tertutup lebih efisien dan dapat membantu
mesin untuk bekerja tetaop pada suhu yang paling efisiennya tanpa merusak
mesin akibat korosi.
3. Daya Pompa yang digunakan untuk instalasi system pendingin mesin
sebesar 2 HP.






























Desain Kapal IV

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM
D331 08 259



LAMPIRAN -LAMPIRAN


Desain Kapal IV
LEMBAR PENILAIAN MATA KULIAH DESAIN KAPAL IV

Nama Stambuk

: A. RACHMIANTY AM : D331 08 259

PROGRAM STUDI TEKNIK SISTEM PERKAPALAN Berdasarkan penilaian Dosen mata kuliah “ Desain Kapal IV” adalah sebagai berikut :

A

B

C

D

E

Demikianlah penilaian ini diberikan pada yang bersangkutan dan untuk digunakan sebagaimana mestinya. Makassar, Mei 2012

Mengetahui

Koordinator

Dosen Pembimbing

Baharuddin ST. MT. Nip : 197202021998021001

Ir. H. Zulkifly A. Yusuf MT Nip : 19570112 198811 1 001

SISTEM PENDINGIN MESIN

Andi Rachmianty AM D331 08 259

Sistem pendinginan .Diameter pipa dari ekspansi tank ke cooler .Deskripsi rancangan Bab IV Pengolahan Data .Desain Kapal IV Daftar Isi       HALAMAN SAMPUL LEMBAR PENILAIAN LEMBAR PENGASAHAN Daftar isi Kata Pengantar Bab I Pendahuluan .Data main engine .Penukar kalor .lampiran SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .Latar belakang .Klasifikasi penukar kalor .Tangki ekspansi air tawar pendingin mesin .Daya pompa air laut      .Mekanisme perpindahan kalor Bab III Penyajian Data .Laju aliran pompa air tawar pendingin pada mesin induk .Parameter STHE yang akan dingunakan berdasarkan data mesin Bab V Kesimpulan Lampiran.Pompa air laut pendingin mesin induk .Sistematika penulisan Bab II Landasan Teori .Data cooler .Diameter pipa air tawar pendingin mesin induk .Data kapal .Diameter pipa air laut pendingin mesin induk .Daya pompa air tawar .Tujuan dan manfaat .Pengolahan data .

dan lain sebagainya. Yusuf MT. Penulis mengharapkan laporan ini dapat bermanfaat. Makassar. Mei 2012 SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Bapak Ir. diantaranya masalah referensi. Zulkifly A. semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan taufik-Nya kepada kita semua. Namun akhirnya semua masalah tersebut biasa diatasi dengan ketekukanan. Desain Kapal IV” ini bisa diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang ditentukan. Oleh karenanya saya ingiin mengucapkan banyak terima kasih khusunya kepada. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang telah memberikan karunia dan kehadiratnya kepada hambanya.Desain Kapal IV KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbilalamin. Penulis menyadari bahwa dalam tugas ini masih terdapat banyak kekurangan yang mungkin masih jauh dari harapan pembaca. Selaku dosen pembimbing tugas yang telah memberikan banyak bimbingan dan masukan-masukan bermanfaat selama pengerjaan tugas ini. selaku ketua program studi sekaligus merupakan coordinator tugas ini. H. biaya. adanya bimbingan dari teman-teman dan dosen sambil berdoa kepada Allah SWT sehingga tugas ini dapat diselesaikan. Banyak masalah yang dialami selama penyelesaian tugas ini. Wassalam. ST. Penulis juga mengharapkan tugas ini dapat dimanfaatkan dan dijadikan tambahan referensi tentang bidang perkapalan khususnya system instalasi pendingin mesin di kapal. Tugas ini merupakan persyaratan kelulusan dari mata kuliah “Desain Kapal IV” dan banyak teman-teman maupun dosen yang ikut membantu dalam menyelesaikan tugas ini. Bapak Baharuddin. MT. Amin Ya Rabbal Alamin. karena dengan karunia_Nya lah sehingga tugas “Perancangan Instalasi Perpipaan.

Mesin-mesin ini pada umumnya diletakkan di kamar mesin dengan ruangan terbatas. tentunya mengeluarkan kalor atau panas. untuk mengalirkan fluida tersebut tentunya dibutuhkan pompa. auxiliary engine. Sistem pendinginan mesin ini membutuhkan system instalasi perpipaan untuk dapat mengalirkan fluida yang diinginkan. seperti kapal penumpang. Sama halnya dengan darah. Instalasi mesin-mesin ini diperlukan suatu perancangan dan perawatan yang tepat agar tetap dapat bekerja menggerakkan kapal. alat penukar kalor.Desain Kapal IV BAB I PENDAHULUAN 1. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . semen. kapal tanker. dan kapal perang. Sebagai pembuluh darah di atas kapal. Mesin-mesin di kapal seperti main engine.1. Sistem pendingin ini di sertakan dengan berbagai perlengkapan terutamanya adalah pipa. System pendingin ini berfungsi untuk menjaga agar suhu mesin utama tetap pada suhu yang diinginkan. Dalam menjalankan sebuah kapal dibutuhkan mesin-mesin kapal. penulis bermaksud untuk merencanakan rancangan suatu system pendingin mesin di atas kapal melalui tugas “Desain Kapal IV”. perlu adanya suatu instalasi perpipaan untuk menghubungkan dari satu tempat dan tempat lainnya. pipa berfungsi mengalirkan zat cair.LATAR BELAKANG Kapal merupakan salah satu alat transportasi laut yang penting yang memiliki banyak jenis sesuai dengan kegunaannya masing-masing. gas atau zat padat yang dapat dialirkan seperti pasir. kapal cargo. Khusunya untuk mesin induk kapal yang bekerja selama 24 jam setiap harinya ketika berlayar. Sebuah Kapal sama dengan tubuh manusia yang memiliki organ-organ di dalamnya agar kapal tersebut bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sehingga diperlukan suatu system pendingin mesin utama. dll. uap. kalor yang berlebih pada mesin yang tidak sesuai dengan suhu yang diinginkan dapat merusak mesin itu sendiri. dan peralatan lainnya seperti saringan dan lain-lain untuk menjaga agar instalasi tersebut dapat menuju tempat tujuan dan bekerja seperti apa yang direncanakan. pipa adalah sebuah pembuluh darah. pipa menempati posisi yang penting yang perlu di perhatikan dengan baik. Namun. dan perlengkapan lainnya selalu di lengkapi oleh suatu instalasi pipa. Oleh karenanya. Pipa merupakan bagian dalam kapal yang jika dibandingkan dengan tubuh manusia.

Dapat dijadikan referensi dalam perancangan system instalasi pendingin di atas kapal. Dapat merencenakan rancangan sistem pipa dengan beberapa komponen instalasi sistem pendingin mesin kapal agar dapat tetap bekerja sesuai dengan yang diharapkan. 3. Diharapkan dapat membirakan kontribusi ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan perancangan system instalasi pendingin kapal. Kapal IV” 1.TUJUAN DAN MANFAAT Tujuan dan manfaat pengerjaan tugas ”Desain merencanakan suatu sistem pendingin mesin kapal yaitu. Diharapkan dapat merencanakan suatu instalasi sistem pendingin mesin kapal dengan baik. 4. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .Desain Kapal IV 1.2. 2.

Pipa merupakan wadah berupa tabung berongga yang panjang yang merupakan tempat fluida dialirkan. tembaga ataupun alumunium. atau dari ketebalan pipa yaitu ketebalan antara ketebalan luar dan dalam pipa. Material pipa dikapal pada umumnya terbuat dari baja galvanis. 2. dan glass.Desain Kapal IV BAB II LANDASAN TEORI 2. ukuran diameter pipa. cabang „T‟. Panjang dari pipa beragam. misalnya pipa tersebut diguankan untuk material apa dan pada tekanan berapa. Pada kegunaan tertentu ada pula pipa yang terbuat dari bahan non metal seperti rubber hose . Jenis pipa yang terdapat dikapal memiliki beragam jenis ditinjau dari material pipa sesuai dengan kegunaannya. baja campuran. Untuk pipa baja dapat dibuat dengan berbagai cara misalnya dengan menggunakan metode seamless pipe. Unit penukar kalor adalah suatu alat untuk memindahkan panas dari suatu fluida ke fluida yang lain.1. dan sambungan dengan menggunakan flange. cabang „Y‟ dan ada juga pipa yang diameternya mengecil disebut reducer. Untuk menyambungkan antara pipa yang satu dan pipa yang lainnya terdapat beberapa macam sambungan pipa. diantaranya adalah sambungan ulir. Dalam instalasi suatu sistem tidak hanya digunakan pipa lurus ke sepanjang kapal melainkan terdapat belokan-belokan dan beberapa sambungan pipa.SISTEM PERPIPAAN DI KAPAL Pipa merupakan komponen yang sangat penting dalam merencanakan suatu sistem instalasi. Dinding nya harus terbuat dari bahan konduktor yaitu yang mudah menghantarkan panas. sambungan shock. baja hitam. dan spiral welded pipe.ALAT PENUKAR KALOR Penukar kalor adalah salah satu alat yang dibutuhkan dalam system pendingin mesin kapal. kuningan. Selain itu dikenal juga istilah belokan atau ellbow. butt welded pipe.2. Biasanya pipa diberi nama sesuai dengan jenis pipa. Pipa dibuat sesuai dengan kebutuhannya. stainless steel. sambungan dengan las. Penukar kalor ini menghasilkan perpindahan panas dari suatu fluida dengan fluida lainnya yang biasanya dibatasi oleh suatu dinding. Sebagian besar dari industri-industri yang SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .

Alat penukar panas pipa rangkap terdiri dari dua pipa logam standart yang dikedua ujungnya dilas menjadi satu atau dihubungkan dengan kotak penyekat. 1. penukar panas cangkang buluh. Bahan yang diguanakan disesuaikan dengan kegunaannya. sehingga alat penukar kalor ini mempunyai peran yang penting dalam suatu proses produksi atau operasi. Jika fluida yang digunakan air laut sebaiknya menggunakan bahan yang tahan terhadap korosi. alatnya berbentuk tabung dan biasanya terdapat pipa-pipa kapiler yang terbuat dari bahan kuningan didalamnya. Alat penukar panas jenis ini dapat digunakan pada laju alir fluida yang kecil dan tekanan operasi yang tinggi. Alat penukar kalor yang biasa digunakan adalah penukar panas pipa rangkap. sedangkan fluida kedua mengalir di dalam ruang anulus antara pipa luar dengan pipa dalam. Fluida yang satu mengalir di dalam pipa. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Penukar panas pipa rangkap ( double pipe heat exchanger ) Satu jenis penukar kalor ialah susunan pipa ganda. Dalam penukar kalor jenis ini dapat digunakan aliran searah atau aliran lawan arah. Pada jenis penukar kalor shell and tube.Desain Kapal IV berkaitan dengan pemprosesan selalu menggunakan alat ini. yaitu sebagai berikut . baik dengan zat cair panas maupun zat cair dingin terdapat dalam ruang annulus dan zat cair yang lain di dalam pipa dalam. Salah satu tipe dari alat penukar kalor yang banyak dipakai adalah Shell and Tube Heat Exchanger. dan penukar panas Plate and frame Heat Exchanger. Sedangkan untuk kapasitas yang lebih besar digunakan penukar panas jenis selongsong dan buluh ( shell and tube heat exchanger ).

berlawanan. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Fluida yang satu mengalir di dalam bundel pipa. sehingga laju alir fluida yang dipertukarkan panasnya harus diatur. Ini bertujuan untuk membuat turbulensi aliran fluida dan menambah waktu tinggal ( residence time ). sedangkan fluida yang lain mengalir di luar pipa pada arah yang sama. Kedua ujung pipa tersebut dilas pada penunjang pipa yang menempel pada mantel. atau bersilangan. Untuk meningkatkan effisiensi pertukaran panas.Desain Kapal IV 2. Penukar panas cangkang dan buluh ( shell and tube heat exchanger ) Alat penukar panas cangkang dan buluh terdiri atas suatu bundel pipa yang dihubungkan secara parallel dan ditempatkan dalam sebuah pipa mantel (cangkang ). biasanya pada alat penukar panas cangkang dan buluh dipasang sekat ( baffle ). namun pemasangan sekat akan memperbesar pressure drop operasi dan menambah beban kerja pompa.

Pelat – pelat dan sekat disatukan oleh suatu perangkat penekan yang pada setiap sudut pelat( kebanyakan segi empat ) terdapat lubang pengalir fluida. 2. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . mesin-mesin di atas kapal masing-masing menguarkan kalor saat mereka beroperasi terutama pada mesin induk yang merupakan penyumbang terbesar kalor di dalam kamar mesin. Sebagaimana diketahui.Desain Kapal IV 3. Penukar Panas Plate and Frame ( plate and frame heat exchanger ) Alat penukar panas pelat dan bingkai terdiri dari paket pelat – pelat tegak lurus. fluida dialirkan masuk dan keluar pada sisi yang lain. sedangkan fluida yang lain mengalir melalui lubang dan ruang pada sisi sebelahnya karena ada sekat. Pemisah antara pelat tegak lurus dipasang penyekat lunak (biasanya terbuat dari karet ). atau profil lain. Melalui dua dari lubang ini.3 SISTEM PENDINGIN MESIN KAPAL Sistem pendingin mesin kapal adalah suatu komponen yang harus ada dalam permesinan di atas kapal. bergelombang.

kelebihannya fluida ini tidak menyebabkan korosi pada mesin. Untuk mengalirkan Air tawar dengan suhu tertentu ke dalam mesin maka dibutuhkan sebuah instalasi pendingin mesin.Desain Kapal IV Mesin Induk bekerja kurang lebih 24 jam tiap harinya terutama pada saat kapal berlayar. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Selain pelumas pendinginan mesin induk juga menggunakan air tawar. Fluida yang digunakan dapat berupa air laut dapat pula berupa air tawar. yaitu : 1. Dalam mesin induk terdapat beberapa pendingin yang digunakan diantaranya adalah pelumas yang dialirkan ke sela-sela komponen yang diinginkan. Oleh karenanya dibutuhkan sutu pendingin untuk mendinginkan komponen-komponen tersebut. Kelebihan jika menggunakan fluida air laut adalah lebih ekonomis karena air yang digunakan berasal dari laut dan dari mesin nantinya dibuang kembali ke laut. Sistem Pendinginan terbuka. Instalasi pendingin mesin inilah nantinya yang akan membawa air tawar dari tangki air tawar hingga sampai ke mesin untuk mendinginkannya. Namun masing-masin fluida mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam kapal terdapat beberapa bentuk instalasi pendinginan mesin utama. Selain itu. air laut bersifat korosif sehingga jika digunakan sebagai pendingin mesin dapat mennyebabkan kerusakan pada mesin akibat korosi. Jika yang digunakan adalah fluida air tawar. dibutuhkan banyak air tawar untuk mendinginkan mesin selama berlayar yang tentunya mengambil tempat yang banyak seingga dapat mengurangi payload dan biaya operasional kapal akan meningkat. menjaganya agar suhunya normal sesuai suhu yang diinginkan. komponen-komponen dalam mesin utama kapal bekerja dan mengeluarkan kalor. biaya yang diperlukan sangat mahal karena air tawar dibeli dari darat dibawa ke dalam kapal untuk dipakai selama pelayaran. Dalam 24 jam tersebut. Jika kalor yang dihasilkan atau suhu yang dihasilkan oleh sebuah mesin utama maka akan terjadi over heating yang merusak komponen pada mesin itu sendiri. Pendinginan mesin induk ini berfungsi mempertahanakan temperature operasi mesin induk agar tetap berada pada suhu mesin yang paling efisien pada semua kondisi. Namun. Sistem pendinginan terbuka adalah system dimana fluida dialirkan dari tangki langsung masuk ke mesin kemudian dibuang kelaut. Namun.

Air laut di pompa dari laut masuk ke seachet dialirkan masuk ke dalam alat penukar kalor untuk mendinginkan air tawar yang berasal dari mesin lalu dibuang air laut tersebut dialirkan kembali ke laut. begitu seterusnya. begitu seterusnya. Kemudian air tawar yang keluar dari mesin memiliki suhu yang tinggi masuk kedalam alat penukar kalor untuk didinginkan oleh air laut kemudian dengan suhu yang rendah kembali lagi masuk ke dalam mesin untuk mendinginkan mesin. perpindahan panas terjadi dua kali. Sistem pendinginan tertutup Sistem pendinginan tertutup adalah suatu sistem pendinginan yang menggabungkan air tawar dan air laut dalam satu sistem pendingin mesin induk kapal. Jadi.Desain Kapal IV Sistem pendinginan terbuka jarang digunakan dikapal karena mengingat banyak kerugian yang ditimbulkan dan sifatnya yang tidak menguntungkan. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Sistem pendinginan ini menggunakan alat penukar kalor. Alat penukar kalor yang biasa diguakan adalah jenis shell and tube. 2. Oleh karenanya sistem pendinginan tertutup lebih banyak digunakan di atas kapal. yaitu didalam mesin insuk oleh air tawar dan di dalam alat penukar kalor oleh air laut terhadap air tawar. Sistem pendinginan tertutup bekerja dengan mengalirkan air tawar dari tangki air tawar masuk kedalam mesin utama untuk mendinginkan mesin. Sistem pendinginan ini lebih ekonomis dan lebih efisien jika dibandingkan dengan sistem pendinginan terbuka.

2 Data cooler       Daya serap kalor Debit aliran untuk air tawar Debit aliran untuk air laut Tekanan air tawar Tekanan air laut Luas bidang : : : : : : 175 kw 420 m/s 210 m/s 1.79 = 8600 (m) (m) (m) (m) (m) (knot) (ton) (putaran) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (mm) (ton) SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .99 = 0.25 bar 6.6 = 112.79 = 0.Desain Kapal IV BAB III PENYAJIAN DATA 3.82 m2 = Caterpillar = 9 M 25 C = 750 = 6719 = 3512 = 400 = 3620.75 = 110 = 17.7 = 13 = 0.28 = 7.1.2.10 bar 0.76 = 2315 = 2315 = 29.37 = 8. Data Mesin Merek Mesin Type Rpm Length Height Stroke BHP Bore Bredth Weight III.91 = 0. Data Kapal LWL LBP B T H v cb cm cw cpv cph DWT 3.86 = 0.

Instlasi pendingin mesin ini mengalirkan air pendingin ke bagian mesin yang membutuhkan.Desain Kapal IV BAB IV PENGOLAHAN DATA PERENCANAAN INSTALASI PENDINGIN MESIN UTAMA (MAIN ENGINE) Sebagai penggerak utama kapal yaitu mesin utama selalu bekerja dalam waktu lama sehingga menjadikan temperatur mesin meningkat. Untuk menstabilkan temperatur mesin diperlukan instalasi pendingin sebagai pendingin mesin utama. Dengan demikian. jadi suhu mesin harus dijaga agar konstan pada suhu yang diinginkan.76 HP Q = 28966. Laju Aliran Air Penentuan laju aliran pompa Dalam buku "Machinery Outfitting Design Manual" hal 56. UEC. BHP = 3620.Jam). Air Laut ini digunakan untuk mendinginkan air tawar di dalam pipa kapiler yang berasal dari mesin. Berikut adalah perhitungan yang digunakan : SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . 07215 (Liter/BHP) = 28. Pompa air laut pendingin mesin induk Pompa Air laut untuk sistem pendingin mesin induk adalah pompa yang digunakan untuk mengalirkan air laut dari seachest ke cooler. 4. Maka perlu dicari berapa daya yang dibutuhkan sebuah pompa untuk mengalirkan air laut dari sea chest ke cooler. Berikut adalah perhitungan daya pompa pendingin mesin untuk menentukan pompa yang akan digunakan dalam instalasi pendingin mesin. laju aliran pompa dapat diketahui melalui perhitungan sebagai berikut : Q = (6-8) x BHP (Liter/jam) Sehingga. Suhu yang tinggi pada mesin mengakibatkan perubahan material pada mesin.1. dari kisaran 6-8 dipilih nilai yang maksimal yaitu 8 liter/BHP untuk mengantisipasi kerja maksimal system di kapal. harga spesifik laju aliran pompa berdasarkan MAN. SULZER (RND type) berkisar antara (6 ~ 8) liter/BHP. 97 (m3/jam) 4.2.

HT pompa dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut: HT = ha + Δhp + hl + (V2/ 2g) (m) Keterangan : H = Head total pompa (m) Ha = Head statis total (m) Head ini adalah perbedaan tinggi antara muka air disisi keluar dan disisi Isap. Δhp = perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan air Δhp = hp2 . 26.76 karena ketersediaan pipa di pasaran terbatas maka digunakanlah diameter pipa lebih besar dari yang dibutuhkan sesuai dengan yang tersedia di pasaran dan untuk memudahkannya dalam pembuatan.5 =Q . dll (m) g = Percepatan grafitasi (g = 9. dimater pipa dapat dihitung dengan rumus berikut: 0 .07 (m3/jam) (liter/jam) Diameter Pipa Dalam buku Marine Power Plan hal.hp1 (m) Hf = berbagai kerugian head pipa.492. belokan. katup. D 4 3 cm cm = 7. Sularso. Haruo Tahara hal.8 m/s2) SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . sambungan.yaitu: D = 80 mm Perhitungan Head total (HT) pompa.Desain Kapal IV Debit Pompa (Q) Debit aliran air dalam pompa diketahui berdasarkan data yang diambil dalam brosur mesin Caterpillar 9 M 25 C sehingga di peroleh debit air sebagai berikut: Q = 29 = 28966. DR. MsME dan Prof. Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. 18 = 71.

Ha pompa dapat dihitung dengan menggunakan formula sebagai berikut : Ha = panjang pipa yang diukur dari pompa ke sisi keluar pipa. Perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan sisi isap (Ha).2. = Head tekan + head isap = ht + hi (m) = 0.1 dan gambar lebih detailnya dapat dilihat pada gambar 1. Haruo Tahara hal. Head ini adalah perbedaan tinggi antara muka air di sisi keluar dan di sisi isap. 26. Dalam buku"Pompa dan Kompresor" oleh Ir. SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . di bawah ini : s s Gambar 1.Desain Kapal IV A. MsME dan Prof.1. Layout Pipa ht. DR.28 (m) Panjang pipa yang diukur dari pompa ke sisi keluar pipa dapat dilihat pada gambar 1. Sularso.

Desain Kapal IV jika bagian detail pada gambar 1.1 di perbesar maka akan tampak gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka Ht: Gambar 1.3.4 di bawah ini : s s Gambar 1.3 dan gambar lebih detailnya dapat dilihat pada gambar 1. Layout Pipa hi SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .2. Detail Layout Pipa ht hi = panjang pipa yang diukur dari sisi isap pipa muka air ke pompa = 0.11 (m) panjang pipa yang diukur dari sisi isap pipa muka air ke pompa dapat dilihat pada gambar 1.

Desain Kapal IV jika bagian detail pada gambar 1. Sularso. MsME dan Prof.32 + 0.56 = 0.39 (m) B. DR. dll (hf) Head kerugian (yaitu head untuk mengatasi kerugian-kerugian) terdiri atas head kerugian gesek di dalam pipa-pipa. 26. Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan air (Δhp) dapat di hitung dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut : Δhp = hp2 – hp1 = Tekanan air statis yang bekerja pada tangki tekan = 0 (m) = Tekanan air statis yang bekerja pada tangki isap = 0 (m) Keterangan : hp2 Hp1 Sehingga.3 di perbesar maka akan tampak gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka Hi: Gambar 1. Detail Layout Pipa hi sehingga. katup. Berbagai kerugian head pipa. Perbedaan head tekanan yang bekerja pada kedua permukaan air (Δhp) Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. head kerugian di dalam belokan- SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . sambungan.4. ha = ht + hi = 0. Haruo Tahara hal. Δhp = hp2 – hp1 =0–0 =0 (m) C. belokan.

berikut ini : Hf1 = 10. Head kerugian gesek dalam pipa Untuk menghitung kerugian gesek pipa dapat digunakan rumus yang terdapat dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. "Pompa dan Kompresor" oleh Ir.85 . MsME dan Prof.Desain Kapal IV belokan.85 xL C 1.666. Sularso.D 4. Haruo Tahara. DR.55 (m) Panjang pipa lurus terpanjang dapat dilihat dari lebih jelas dari gambar 1. Sularso.008 (m3/jam) C = koefisien Hazen-William (tabel 2. satu per satu. MsME dan Prof. hal 30. tabel 2. DR.Q1.6 di bawah ini : 27 8 16 s ? 31 s Gambar 1. 30) (koefisien Hazen-Wiliam dapat dilihat di buku. = 5. Haruo Tahara. Hal. dsb.966 (m3/jam) = 0. Layout pipa lurus Terpanjang (L) di kamar mesin SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . katup-katup.5. Di bawah ini akan diberikan cara menghitungnya. 1.14. reduser. hal 31.85 Keterangan : Q = Laju aliran (m3/jam) = 28.14) = 130 ( untuk pipa baja baru) L = Panjang pipa lurus terpanjang (di ukur dari rencana gambar yang di buat).5 dan 1.

hal 32. g = Percepatan Grafitasi = 9.666. Hf1 10. 2g Keterangan . Kerugian head dalam jalur pipa (Hf2) Untuk menghitung kerugian head dalam jalur pipa dapat digunakan rumus yang terdapat Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir.08 (m) Sehingga diperoleh.85 = 1.2 (m) xL 2.8 (m/s2) v = Kecepatan aliran dalam pipa SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Detail Layout pipa lurus Terpanjang (L) di kamar mesin D = Diameter dalam pipa = 80 (mm) = 0. DR.5 di perbesar maka akan tampak gambar seperti di bawah ini yang menunjukkan angka L: ? Gambar 1.85 4. MsME dan Prof. Haruo Tahara.D = = 0. berikut ini : Hf2 V2 = f.6.Q1. Sularso.Desain Kapal IV Jika bagian detail pada gambar 1.85 xL C .

61 (m) 3. Hf2 = 0.101 x 8 = 1. yaitu sebagai berikut: f = 0. 2. maka: n = jumlah belokan = 16 belokan. R/D =1 (m) D/2R =1 (m) Ө = sudut belokan pipa (°) = 90 (°) Diperoleh.5  D         2 R   90    f Keterangan .11. Sularso. Haruo Tahara. DR.101 (m) (untuk satu belokan) karena dalam perencanaa terdapat 8 belokan.). Sehingga. "Pompa dan Kompres" oleh Ir. D = Diameter dalam pipa (m) R = Jari-jari lengkung sumbu belokan (m) (nilai R/D dpt dilihat di buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Gb.978 sehingga. f = 1. nilai Hf2 dapat diperoleh : Hf2 = f.131  1. Gb.). V2 2g = = 0. Sularso. hal 29.Desain Kapal IV (kecepatan aliran dalam pipa dapat dilihat di buku . kerugian head pada katub dan saringan (Hf3) SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . MsME dan Prof. Haruo Tahara. =1 (m/s2) = koefisien kerugian pada belokan pipa Untuk menghitung koefisien kerugian akibat belokan pipa digunakan rumus Fuller.847     3 . hal 34. 2. DR. MsME dan Prof.4.5 0.

97 samb. Sularso. v = Kecepatan aliran dalam pipa (m/s) =1 (m/s) g = percepatan grafitasi = 9. Hf2.4 ∑f 8. diantaranya adalah : Jenis katup/ hasil sambungan Jumlah koefisien kali n f nxf gate valve 5 0.42 (m) Sehingga diperoleh.32 Sehingga diperoleh : Hf3 =  f.424 Setelah Hf1.97 1.2 (m) Hf2 = 1.8 (m/s2) f = koefisien kerugian katup Dalam perencanaan digunakan beberapa jenis katup.242 (m) Andi Rachmianty AM D331 08 259 SISTEM PENDINGIN MESIN .95 katup saringan 1 1. hal 36. T 3 1. v2 2g = 0. MsME dan Prof. Hf1 = 0. Haruo Tahara.Desain Kapal IV Untuk menghitung kerugian head pada katub dan saringan dapat digunakan rumus yang terdapat Dalam buku "Pompa dan Kompresor" oleh Ir. Hf = 2. dan Hf3 diketahui. maka Hf total bisa di hitung : Hf = Hf1 + Hf2 + Hf3 Diketahui.8 5. v2 2g Dimana. berikut ini : Hf3 =  f. DR.19 0.61 (m) Hf3 = 0.

97 (m3/jam) H = Kerugian Head Total = 2. maka nilai Head Total (Ht) bisa di hitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Ht = ha + Δhp + hf + (Vd2/2g) (m) Diamana. Vd = kecepatan aliran dalam pipa (m/s) =1 (m/s) g = percepatan grafitasi = 9.051 (m) Sehingga diperoleh head total (Ht) pompa : Ht = 2.8 (m/s2) Sehingga diperoleh.051 Setelah semuanya diketahui.3. Dimana. Q = Laju aliran air = 28. ha = 0. Penentuan Daya Pompa Dalam buku "Marine Power Plan" by P. Vd2/2g = 0.683 4. 3600 .242 2 Vd /2g = 0.H .Desain Kapal IV D.9 ρ = Massa jenis air laut SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .75 .39 (m) Δhp =0 (m) Hf = 2.6893 (m) η = Efisiensi Pompa = 0. Akimov hal 495 diberikan formula untuk menghitung daya pompa : N = Q. Kerugian head akibat kecepatan keluar (Vd²/2g) Diketahui.

daya pompa (N) dapat diperoleh : N = 0. Alat penukar kalor ini SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .24 Kw Jadi mesin yang digunakan dengan brosur adalah : Merek : Ampco Centrifugal Pump Tipe : KC2 1 ½ X 1 Daya : 2 HP Putaran : 3500 RPM (Brosur terlampir) 4.Desain Kapal IV = 1025 (kg/m3) Sehingga. Desain Shell and tube heat Exchanger Sheel and Tube Exchanger adalah alat penukar kalor yang menghasilkan perpindahan suhu diantara benda atau fluida.33 Hp = 0.4.

Temperatur at engine outlet = 60 – 65 Co Heat Dissipation .0 bar .Jacket water - = 550 = 158 kJ / kwh kw jadi tipe STHE yang digunakan sesuai dengan brosur adalah: Merek : PILAN STHE MODEL /TYPE : TP-E4M DIMENSI : Panjang (A) (B) (C) Diameter Tabung (D) Diameter Pipa msk air laut (E-F) Weight = = = = = = 1204 901 766 198 2 54 (mm) (mm) (mm) (mm) (inchi) (kg) Part and Material Part 1 Name Shell aluminium/Bronze/Cast Iron Andi Rachmianty AM D331 08 259 Material SISTEM PENDINGIN MESIN . Parameter penentuan STHE yang akan digunakan berdasarkan data mesin yaitu : Fresh water cooling .Header tank capacity = 0.5 / 6.Desain Kapal IV digunakan sebagai alat untuk mendinginkan air tawar bersuhu tinggi yang berasal dari mesin ke suhu yang diinginkan yang ideal untuk mesin induk yang didinginkan oleh air laut yang berasal dari sea chest.1 m3 .Spesific jacket water heat .Engine content = m3 .Pressure at Engine Inlet Min/Max = 2.

97 m3/jam m3/jam = 40 = 80 (mm) = 0.190 (m) Diameter Luar (Do) = 198 (mm) = 0.1 sea water pressure drop : 0.steel/Copper = 379 (w/m.3 2.2 2.012 (m) = 1000 (mm) = 1.0 (m) = 121 = Cooper-Nickel/St.4 3 4 5 6 Flow Rate Heat dissipated : 175 fresh water flow : 420 Sea water flow : 210 fresh water pressure drop : 1.010 (m) = 12 (mm) = 0.oC) = kotar yang diputar 45 derajat = 60 = 28.steel/Copper Brass / Bronze Aluminium Tin welded 60/40 Brass / Bronze NBR /Viton steel Brass DATA PENETUAN DIMENSI SHEEL AND TUBE HEAT EXCHANGER Selongsong / Tabung Luar (Shell) Diameter dalam (Di) = 190 (mm) = 0.000 (m) Pipa (Tube) Diameter dalam (di) Diameter luar (do) Panjang Pipa (Lp) Jumlah Pipa (n) Material Pipa Konduktifitas Thermal Material Susunan Pipa Kapiler Kapasitas fluida air tawar Kapasitas fluida air laut = 10 (mm) = 0.1 2.82 kw L/min L/min bar bar m2 Tube Stack Tube Tubes plates Baffles Welding End caps Seals Cover Screws Drain plugs Cooper-Nickel/St.25 surface : 6.198 (m) Panjang selongsong = 1000 (mm) = 1.08 (m) Diameter pipa Air tawar yg masuk ke Cooler Diameter pipa Air laut yg masuk ke Cooler SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .04 (m) (mm) = 0.Desain Kapal IV 2 2.

Kesimpulan SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .Pendinginan dengan menggunakan air laut . Air Laut Air laut ini digunakan untuk pendingin air tawar.0013 = 0.Desain Kapal IV Luas permukaan pipa air tawar Luas permukaan pipa air laut Kecepatan aliran untuk air tawar Kecepatan aliran untuk air Laut = 47770.4 o C BAB V PENUTUP 5. Pemakaian air tawar ini mempunyai keuntungan yang paling menonjol adalah tidak menimbulkan korosi pada instalsi pipa yang digunakan.7 = 5765. Sedangakan sirkulasi dari air laut ini adalah sirkulasi terbuka artinya air laut ini dihisap dari seachest. volume Fresh water pada mesin (Engine Content) maka dimensi cooler dapat diperoleh engine content sebesar 0.6 Berdasarkan brosur mesin.12 m3 Pada sistem pendingin ini akan mengguanakan type Central Cooling dengan menggunakan dua fluida pendinginan yaitu : .27 m/jam = 1.6 oC Temperatur air laut pendingin yang masuk ke cooler adalah Tci = 32 oC Temperatur air laut pendingin yang keluar dari cooler adalah Tco = 47. Air Tawar Sistem pendinginan air tawar ini berupa sistem tertutup dengan semua komponen dihubungkan secara paralel dengan pompa sirkulasi air tawar yang terpisah. 2.1.0050 m2 m2 m/s m/s m/jam = 13. Temperatur air tawar pendingin yang mesin yang masuk ke cooler adalah Thi = 90 oC Temperatur air tawar pendingin yang mesin yang keluar dari cooler adalah Tho = 71. kemudian disirkulasikan dan dibuang melalui outboard kapal.Pendinginan dengan menggunakan air tawar Dibawah ini akan diberikan karakteristik dari fluida-fluida tersebut : 1. air laut ini dimasukan dengan melalui seachest sehingga dari sini air laut digunakan sebagai objek penerima panas dari air tawar yang digunakan.5 = 0.

SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 . Daya Pompa yang digunakan untuk instalasi system pendingin mesin sebesar 2 HP. Sistem instalasi pendinginan tertutup lebih efisien dan dapat membantu mesin untuk bekerja tetaop pada suhu yang paling efisiennya tanpa merusak mesin akibat korosi.Desain Kapal IV Dari hasil perancangan dan perhitungan yang telah dilakukan. 2. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. 3. Sistem instlasi tertutup di kapal dengan menggunakan air tawar dan air laut lebih bagus dari system pendinginan terbuka.

Desain Kapal IV LAMPIRAN -LAMPIRAN SISTEM PENDINGIN MESIN Andi Rachmianty AM D331 08 259 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful