SEJARAH OLAHRAGA

DI SUSUN OLEH :

FIRMAN HIDAYATULLAH 093304004

PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan karena berkat rahmat dan hidayahNYA makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun berdasarkan referensi yang terpercaya dan dapat di pertanggung jawabkan adanya. Dengan segala hormat makalah ini saya susun untuk memberi pengetahuan kepada pembaca tentang sejarah olahraga dan lain hal. Makalah ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak hal yang mungkin bisa ditambahkan dan dipertajam. Juga ada ide-ide yang untuk sebagian pembaca masih menjadi persoalan. Oleh karena itu, pembaca diundang untuk lebih termotivasi dalam mendalami sejarah olahraga. Dengan saran dan kritikan pembaca sangat membantu dalam proses penyempurnaan makalah ini.

Makassar, 5 Mei 2011 Penyusun

FIRMAN HIDAYATULLAH

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN .. BAB III PENUTUP ……………………………………………………………………………………………… • KESIMPULAN …………………………………………………………………………………… ……. ……………………………………………………………………………………. • SARAN …………………………………………………………………………………… ………………… ..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………. • TUJUAN …………………………………………………………………………………… ……………… BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………………………….. • LATAR BELAKANG ………………………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………………. tradisi dan kebiasaan yang semuanya adalah peninggalan penjajahan ditambah dengan feodalisme semenjak 350 tahun yang lalu. Dan kadang-kadang kubu-kubu itu tidak dapat kita lihat tetapi dapat kita rasakan karena sembunyi di dalam diri manusia. Tetapi kini kita menghadapi kubu-kubu yang kuat baik yang merupakan alam pikiran. sikap hidup. Karena itu kita harus menyelami alam pikiran pandangan dan sikap seseorang untuk dapat membantu dia membuang sisa-sisa penjajahan yang masih bersarang dalam dirinya untuk secara sadar membantu gerakan olahraga. . Olahraga memberi kesempatan yang sangat baik untuk menyalurkan tenaga dengan jalan yang baik di dalam lingkungan persaudaraan dan persahabatan untuk persatuan yang sehat dan suasana yang akrab dan gembira. BAB I PENDAHULUAN • • LATAR BELAKANG Pengaruh dan Kegiatan Olahraga Dalam sejarah dan perkembangan olahraga di Indonesia kita akan dapat menarik suatu garis yang kian lama kian menanjak Masyarakat Indonesia yang dinamis akan mengakui bahwa persekutuan hidup itu hidup dan tidak hanya mengalami pengaruh pikiran dan kemampuan manusia individu saja bahkan juga mengalami pengaruh zaman dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern seperti sekarang ini.

Kebutuhan akan ketangkasan jasmani b. rasa bangsa yang sebesar-besrnya. Kebutuhan akan kegembiraan yang menyegarkan (rekreasi) Olahraga. Sedangkan antara sport dan bermain terdapat hubungan yang erat dan mempunyai sangkut paut yang bersifat strukturil. Peserta dalam Olympiade kuno hanya untuk laki-laki. Olympiade Kuno Untuk pertama kalinya pesta olahraga Olympiade dilangsungkan dalam tahun 776 SM sebagai penghormatan kepada dewa Yunani Zeus di kota Olympia di tepi sungai Alphecis Yunani. suatu prestasi yang tinggi oleh seorang olahragawan Indonesia dapat membangkitkan dalam diri warga Negara.Olympiade Kuno ini dilakukan setiap 4 tahun sekali. Prestasi yang kita miliki selain mengangkat nama dan mengharumkan derajat bangsa Indonesia di dunia. kemauan. Tetapi tidaklah dikatakan bahwa semua bentuk bermain adalah sport. perempuan tidak diperkenankan. Kebutuhan akan mencapai nilai-nilai keindahan d. demikian juga selaras dengan itu memajukan pemusatan perhatian. Maka dengan ini pada tahun 1896 di Athena (Yunani) Olympiade Modern I di adakan kembali.Dalam hal ini prestasilah yang memegang peranan dan merupakan factor yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. • Sejarah Sport dan Olahraga Sport berasal dari bahasa Latin ”disportare” atau “deportare” dalam bahasa Itali”deporte” yang artinya penyenangan. Dapatlak dikatakan bahwa sport ialah kesibukan manusia untuk menggebirakan diri sambil memelihara jasmaniah. pemeliharaan atau menghibur untuk bergembira. Pada tahun 394 SM Emperior dari Roma Theodosius Akbar yang berkuasa waktu itu menghentikan dan melarang pertandingan-pertandingan Olympiade Kuno tersebut. bahwa sport adalah sebuah bentuk dari bermain yang lebih sempurna. . sport merupakan gabungan dari segala latihan jasmani yang diadakan orang dengan sukarela untuk memperkuat dan mempersanggup tenaga tubuh. Olympiade Modern Pada bulan Juni 1894 seorang sarjana Perancis ahli sejarah dan Pendidikan bernama Baron Piere de Coubertin yang dilahirkan di Paris tanggal 1 Januari 1863 mengundang dan mengumpulkan wakil-wakil dari beberapa Negara untuk membentuk Olympiade Modern. Maka pada tanggal 23 Juni 1894 keputusan 15 negara untuk mengadakan Olympiade gaya baru dengan agenda pertandingan olahraga tiap 4 tahun sekali. merupakan hasil perpaduan dari : a. • Sejarah Olympic Games. Sport adalahsesuatu yang terkembang dari bermain. Kebutuhan akan kesanggupan untuk mengatasi situasi c. semangat kebangsaan yang menyala-nyala dan jiwa persatuan yang sehebat-hebatnya sehingga terbangkit kekuatan-kekuatan baru pada dirinya dan mempunyai hasrat yang benar untuk ikut di dalam gerakan keolahragaan.

belum terinci. Medan layanan jasa mulai diidentifikasi meskipun masih amat bersifat umum. psikologi pertumbuhan dan perkembangan) dan ilmu sosial lainnya (misalnya. fisiologi olahraga) dalam nuansa sendirisendiri (multidiscipline) mulai dikembangkan yang di dukung oleh ilmuilmu pengantar lainnya dalam pendidikan (misalnya. Hasil lokakarya berdampak kuat pada pengembangan kurikulum Sekolah Tinggi Olahraga meskipun masih amat sesak muatannya dengan pengetahuan tentang isi (content knowledge). pelatih. filsafat olahraga. yang berlaku sampai sekarang. tatkala diselenggarakan lokakarya internasional tentang Sport Science.• Indonesia dalam dunia Olahraga Internasional Usaha untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia olahraga internasional dilakukan dengan jalan mengirimkan atlit-atlit kita ke Asian Games I di New Delhi pada tahun 1951 dan ke Olympic Games ke XV di Helsinki pada tahun 1952 • TUJUAN Untuk mengetahui perkembangan Ilmu Keolahragaan yang ada di seluruh Indonesia khususnya Ilmu Olahraga yang ada di Makassar. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). dan Jurusan Pendidikan Rekreasi dan Kesehatan. . Jurusan Kepelatihan Olahraga. BAB II PEMBAHASAN • SEJARAH ILMU OLAHRAGA Kerangka ilmu keolahragaan itu sendiri di Indonesia. sosiologi dan anthroplogi) yang dip perlu dikuasai oleh para calon guru. meliputi olahraga pendidikan (pendidikan jasmani). mulai dikenal melalui kontak dengan para ahli dari Jerman Barat pada tahun 1975. dan pembina olahraga di bidang rekreasi. biomekanika olahraga. dan olahraga kompetitif. sehingga penyiapan ketenagaan ditampung pada tip jurusan yang sampai sekarang masih berlaku di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). secara gamlang. yakni Jurusan Pendidikan Olahraga. seperti tercantum dalam UndangUndang Sistem Keolahragaan Nasional. olahraga rekreasi. Beberapa subdisiplin ilmu keolahragaan (misalnya.

konsep. Beberapa tahun sebelumnya. jika tidak disebut mengalami kemandegan dari sisi pengembangan substansi keilmuannya sebagai akibat rendahnya kegiatan penelitian yang terkait dengan kelangkaan infrastruktur dan biaya pengembangan. justru paling terlalaikan. mata kuliah pedagogi olahraga (sport pedagogy) mulai dikembangkan. dan penjabarannya pun tak sempat banyak dikerjakan. Kondisi tersebut di atas menempatkan ilmu keolahragaan di Indonesia masih pada posisi “feriferi”. Persoalan hambatan ekses informasi dalam ilmu keolahragaan. yang umumnya juga tinggi mutunya. Sejak terjadi konversi IKIP menjadi universitas pada tahun 1999 hingga sekarang. yang menyebabkan kita masih sebagai konsumen. Bagaimana membangun kemandirian dalam pengembangan olahraga sebenarnya telah dirintis selama era “revolusi olahraga” dalam rangka membangun “Indonesia Baru” yang pada dasarnya bertujuan untuk mematahkan hegemoni Barat. Filsafat olahraga (sport philosophy)dan sejarah olahraga (sport history) misalnya. terutama yang berbahasa Inggris dari Amerika Utara.Setelah terjadi perluasan mandat yang disusul dengan konversi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi universitas. FPOK di IKIP lainnya di beberapa kota di Indonesia berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan. apalagi setelah kejatuhan Bung Karno pada tahun 19651966 karena seolahotah konsep itu tabu untuk dibicarakan. terutama Pula di Amerika Utara tetap memainkan peranan sebagai “pusat”. sementara sumbersumber bacaan yang berbahasa lainnya. AS. dasar dari sisi filsafat tak banyak pengembangannya. FPOK di Bandung tetap tidak berubah nama. terutama teoriteori belajar umum yang dikenal dalam bidang pendidikan. Perubahan yang masih melekat hingga sekarang ialah istilah pendidikan jasmani pada tahun 1950an berubah menjadi pendidikan olahraga. karena . sangat jarang dijumpai atau dipakai dalam perkuliahan. memahami tujuan berolahraga di Indonesia sedemikian khas. pada waktu itu. terutama setelah saya pulang dari State University of New York di Albany (SUNY). sebagai “pengikut”. yaitu dibukanya pro gram Ilmu Keolahragaan (IKOR) dengan isi kurikulum yang sarat dengan subdisiplin ilmu keolahragaan. yang pada gilirannya sungguh jelas memapankan teori ketergantungan dalam bidang olahraga. Keadaan ini berdampak pada pemanfaatan bukubuku rujukan yang hampir sepenuhnya bergantung pada terbitan luar negeri. Namun. Publikasi para pakar olahraga Indonesia’ di tingkat internasional masih amat jarang muncul. seperti yang berbahasa Jerman dan Rusia. termasuk pula mata kuliah teori belajar motorik dengan pendekatan motor control yang sebelumnya lebih menekankan pendekatan psikologi. yang dianggap penting sebagai landasan pemahaman tentang olahraga dan pengembangan kebijakan pembangunan olahraga. penerbit Human Kinetics). sementara pusatpusat pengembangan ilmu keolahragaan di Eropa. di samping kurangnya tenaga dosen penekun subsub disiplin ilmu keolahragaan. yang disebabkan karena langka dalam hall kepemilikan termasuk penguasaan bahasanya. berbeda dengan paham Barat. sebenarnya sudah dapat diatasi melalui begitu banyak portalportal dalam internet yang memuat banyak tulisan lepas. bukan penghasil ilmu yang tekun. meskipun tidak banyak tindakan yang dianggap cepat tanggap untuk menjawab tantangan berskala nasional di bidang keolahragaan. sementara. dan bahkan jurnaljurnal dengan berlangganan. yang digelar dalam platform politik Bung Karno pada awal tahun 1960an yang terarah pada pembangunan watak dan bangsa (character and nation building).Bung Karno. hanya sedikit kemajuan yang dicapai. Keadaan ini boleh jadi sebagai akibat khalayak masyarakat akademis di bidang keolahragaan larut dalam kegiatan pragmatis. seperti juga halnya pada tingkat nasional sekalipun. meskipun perubahan kembali ke asal telah berlangsung dalam wacana nasional dan kurikulum untuk mengikuti trend internasional yang lebih biasa berkomunikasi dalam istilah pendidikan jasmani (physical education). yang didorong oleh motif untuk mempertahankan misi kependidikan melalui olahraga di Indonesia yang dirasakan sangat penting untuk dikembangkan. Hanya sedikit perubahan di FPOK UPI Bandung. melalui penerbitpenerbit kelas dunia (misalnya.

dan beliau menegaskan. seperti “mengolah lahan. Analisis yang dilakukan oleh Kirsch (1990) tentang pelaksanaan dan substansi kongres ilmiah di Olimpiade sejak 1909 di Paris hingga 1992 di Malaga (Spanyol) dapat dipakai sebagai parameter dari dimensi sejarah tentang perkembangan . 2015).” atau “mengolah makanan. Riysdorp. selain sudah sangat biasa digunakan dalam kehidupan seharihari. dan bahkan nasional. sehingga generasi tahun 1960an tetap ingat hingga sekarang tentang pentingnya pengabdian hidup bagi: negara dedication of life melalui olahraga. masuk ke dalam prioritas. International Council of Sport Science and Physical Education (ICSSPE) mengadopsi statuta yang berisi pernyataan tentang kepedulian terhadap ilmu keolahragaan. Karena itu peningkatan pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah atau di lembagalembaga pendidikan. tujuannya begitu erat guna meningkatkan kualitas pendidikan. dimulai dari perubahan tingkat mikro individual hingga kelompok masyarakat. Kongres dunia tentang pendidikan jasmani di Berlin. Di antaranya. Dalam kaitan ini. Bahkan dalam konteks kepentingan dunia yang bersifat global misainya.” dalam konteks “raga” sebagai subyek. Physical Education and Recreation Sport and Dance(ICHPERSD) tahun 1973 di Denpasar. hal itu menunjukkan kepedulian bangsa Indonesia yang begitu mendalam terhadap olahraga dalam kontesks pendidikan. yang tertuju pada setiap orang. dipandang sangat mengena dalam pengertian. atau manusia seutuhnya. secara ringkas memaknai istilah olahraga itu sangat mengena.sedemikian tajam penekanannya pada pencapaian tujuan nasional. Keseluruhan upaya untuk membangun kesepakatan internasional itu didorong oleh kepentingan bersama bahwa pendidikan jasmani dan olahraga. jikalau dibina dengan baik. tentang “Piagam Internasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga” yang dalam salah satu pasal menegaskan bahwa pendidikan jasmani dan olahraga merupakan hak asasi. selain alokasi waktu untuk pendidikan jasmani dalam kurikulum kian berkurang jumlahnya. selaku ketua ICHPERSD. golongan. sebuah istilah yang bersifat generik. sekaligus pembentukan (forming). bertema “krisis global pendidikan jasmani” sesungguhnya menyuarakan keprihatinan dunia akan status dan keterlaksanaan program pendidikan jasmani di sekolahsekolah yang kian mengalami kemunduran berdasarkan beberapa indikator seperti dana yang sangat terbatas. tetapi “man as whole”. juga diarahkan untuk memberikan andil. Cukup banyak konvensi atau konferensi internasional yang berbobot yang menghasilkan deklarasi tentang pendidikan jasmani dan olahraga. Prof. melalui kampanye tingkat nasional dan internasional. terutama di negara berkembang merupakan sebuah krisis yang amat mendalam. akan menghasilkan perubahan yang sangat berharga. Penekanan program yang bersifat inkfusif. pada tahun 1983. misalnya. Istilah olahraga. tujuan revolusi. dalam sambutannya ketika membuka konferensi internasional International Council on Health. Indonesia. terutama anakanak di daerah kantongkantong kemiskinan. Jerman tahun 1999. sehingga dalam konteks ini istilah olahraga mengandung makna membina potensi. status profesi dan keilmuan yang rendah. bukan untuk kepentingan pribadi olahragawan. program pendidikan jasmani dan olahraga. karena kata “olah”. dan wilayah. dalam ayat I disebutkan peranan ICSSPE sebagai organisasi untuk mempromosi dan menyebarluaskan hasil dan temuan dalam ilmu keolaragaan dan penerapannya dalam konteks budaya dan pendidikan. deklarasi UNESCO di Paris tahun 1978. Untuk ikut serta menjawab tantangan pencapaian tujuan pembangunan millennium(Millenium Development Goal. Kesemua upaya itu memerlukan landasan ilmiah. yang tertuju pada peningkatan kualitas hidup yang baik. pihak PBB sendiri memahami keselarasan tujuan yang dicapai melalui gerakan olimpiade untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan damai. Kelangkaan infrastruktur untuk memberikan kesempatan berolahraga secara nyaman dan aman. maka dipahami istilah olahraga itu tidak bermakna semata “mengolah” fisik.

membangun kerangka teoritis yang mencakup substansi pengetahuan yang disampaikan. ● Medan Penelitian Dari perspektif sosiologis. Karena objek kajiannya yang unik yang melibatkan fenomena sosiopsikobio-kultural. di Amerika Serikat. dikembangkan sebagai sebuah disiplin ilmu? Apa objek formal penelitiannya. Namun kemudian. memimjam istilah Husserl (1972). Henry (1970. Keseluruhan ciri yang disebutkan tadi menempatkan hakikat olahraga sebagai subsistem bermain. dan apa metode yang tepat untuk digunakan. dan karena itu masyarakatlah yang membentuknya sebagai bagian dari hidupnya. apakah pendidikan jasmani atau olahraga dapat. Namun pertanyaan yang berkepanjangan. dan assessmen. pakar Olahraga di Indonesia telah mencoba untuk menggolongkannya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai ’sehingga dikenal olahraga pendidikan (pendidikan jasmani) yang menekankan aspek kependidikan. sehingga kriteria penilaian tertuju pada adanya faktor kebebasan dan kesengajaan secara sadar untuk melaksanakannya. Abernathy dari Waltz (1964) melihat fungsi sentral pendidikan jasmani sebagai sebuah disiplin akademik dalarn mengkaji gerak insani di bawah kategori keterbatasan gerak. olahraga mencakup pengertian yang luas bukan hanya olahraga kompetitif yang berisi kegiatan perlombaan atau pertandingan untuk memperagakan prestasi yang optimal. olahraga kompetitif untuk tujuan mencapai prestasi. Itulah sebabnya.tematema ilmu keolahragaan. bebas dan dilaksanakan pada waktu luang.”Dengan kata lain. misalnya untuk tujuan pembinaan kebugaran jasmani. Jenis dan bentuk olahraga berkembang sesuai dengan motif kelompok masyarakat pelakunya. karakteristik peserta didik. dari waktu ke waktu definisi olahraga berubah sesuai dengan persepsi kelompok masyarakat. baik formal maupun informal sifatnya. atau “inner horizon” olahraga. tetapi masih dapat diidentifikasi persamaan umum yang menunjukkan ciri khas. . Fenomena belajar keterampilan olahraga misalnya sungguh melibatkan aspek nourofisiologis dan psikologis secara simultan yang tidak terlepas dari konteks sosial budaya walaupun tetap mungkin dianalisis secara sendiri-sendiri sesuai dengan tematema pokok yang. tetapi maknanya adalah mencakup kegiatan jasmani. Seiring dengan gerakan olahraga yang bersifat inklusif. Europe Council sepakat untuk mengartikan olahraga sebagai “aktivitas spontan.Seperti pertanyaan yang juga sering muncul di Indonesia. dan lingkungan sosiokultural. disiplin akademik tersebut perlu ditemukan. intinya yang paling hakiki ialah fenomena gerak yang ditampilkan dalam suasana bermain (play). pengalaman gerak. struktur kepribadian. olahraga rekreasi untuk tujuan yang bersifat rekreatif. dari bahkan juga dalam bentuk kegiatan fundamental seperti pembinaan kebugaran jasmani. olahraga dipandang sebagai bagian dari budaya. tetapi juga kegiatan jasmani pada waktu senggang sebagai pelepas telah. Menghadapi kenyataan bahwa olahraga itu sangat kompleks. Definisi semacam ini terangkum dalam paparan Herbert Haag (1986) yang menyatakan bahwa olahraga tidak diartikan dalam lingkup sempit. maka pembangunan teori di bidang keolahragaan menjadi amat luas dan menggiring upaya ke arah pendekatan lintas disiplin. merupakan medan penelaahan dari objek formal pengembangan ilmu keolahragaan. Sisi bagian dalam olahraga. Misalnya. “Sport for All” sejak tahun 1972 di Eropa. Dengan kata lain fenomena gerak itu didasarkan pada kesadaran manusia untuk menggerakkan dirinya. definisi olahraga yang disepakati pada era tahun 1960an lebih diwarnai oleh nuansa upaya perjuangan melawan unsur alam atau diri sendiri”. persepsi. konteks. 1980) pernah menulis: manakala disiplin akademik pendidikan jasmani belum eksis. Dalam kaitan itu maka esensi lainnya dari olahraga ialah tindakan yang mengandung unsur kesukariaan (joy) dan kebabagiaan. olahraga kompetifif. Meskipun amat beragam bentuk dan jenisnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang olahragawan atau atlet tidak samatamata terpaku pada pokok peranan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan tugas gerak berupa teknikteknik dasar. Urutan ketujuh bidang teori tersebut dipaparkan dalam pengelompokkan yang dianggap logis. seperti yang dipaparkan Prof. sebagai Salah Satu di antaranya. Yang terjadi ialah seseorang. . catur). kecepatan. sport sociology. yang dalam pelaksanaannya melibatkan suasana van yang menjalin hubungan sosial. bukan kepurapuraan. emosi dan motif. Kegiatan olahraga dilaksanakan secara suka rela. sport psychology. tetapi pada dasarnya melibatkan diri manusia secara utuh. Dalam kaitan ini maka prestasi yang meskipun diperagakan melalui faktor jasmaniah. raket dan bentuk lainnya. Pada kebanyakan kegiatan olahraga maka prinsip performa dan prestasi begitu menonjol. Pelaksanaan olahraga selalu melibatkan keterampilan yang dipelajari yang dapat dilakukan hanya melalui proses ajar. sebagai isi dari ilmu keolahragaan. sport sociology dari sport pedagogy tergolong ke dalam rumpun ilmu pengetahuan sosial dari behavioral. sehingga hasil yang dicapai sukar diprediksi. bersama yang lain. sosiologi. kekuatan. Masingmasing bidang memiliki medan penelitian yang spesifik pula. sehingga praktik “main sabun” dalam sepakbola misalnya. Haag di Jerman sejak tahun 1979. pedagogi.Persoalannya tidak berbenti sampai di situ. sport pedagogy. Perwujudan gerak itu terkait dengan aspek dorongan pada manusia yang terkait dengan faktor sosial dan budaya. Kegiatan olahraga. permainan domino) atau permainan yang lebih banyak mengandalkan kemampuan intelektual (misalnya. psikologi. Paparan tersebut juga Menunjukkan bahwa “ibu” ilmu pengetahuan yang menjadi landasan pengembangan ilmu keolahragaan ialah medicine. yang skornya sudah ditentukan sungguh dianggap sebagai tindakan sadar menghancurkan ciri permainan yang amat bertentangan dengan ciri olahraga. dan tertuju pada pengembangan diri. sport biomechanic. Perilaku olahraga itu juga sering digambarkan sebagai sesuatu yang riil. sangat membantu kita untuk menelaah kedudukan sport pedagogy. memainkan sebuah permainan yang benarbenar nyata. sport history dan sport philosophy. dan keterampilan (skill) itu sendiri. Gambaran yang lebih spesifik pada olahraga menekankan aspek gerak insani (human movement) sebagai unsur utama sebagai kegiatan yang nyata dan berkecenderungan untuk menampilkan performa. Sport history dan Sport philosophy termasuk ke dalam kelompok hermeneuticalnormative science. dalam gulat professional “Smackdown” yang sering disebut olahraga sirkus). selalu menampakkan diri dalam ujud nyata kehadiran fisik. ● Struktur Ilmu Keolahragaan Kerangka dasar ilmu keolahragaan yang disusun berdasarkan kemajuan yang dianggap cukup mapan. pengaruh suasana kejiwaan. biologi/fisika. sehingga di dalamnya terlibat unsur gerak yang melibatkan daya tahan. peragaan diri secara sadar bertujuan disertai dengan penggunaan alatalat konkret seperti bola. sejarah dari filsafat. seperti yang tampak pada kegiatan olahraga merupakkan ciri yang utama. Karena itu di dalam proses itu ada unsur pendidik dan peserta didik bahkan juga ada unsur persaingan untuk menunjukkan ketangkasan atau kelebihan pribadi. Ketujuh bidang teori yang dimaksud meliputi sport medicine. tidak berpurapura dalam semangat kesungguhan yang menyerap seluruh perhatian. Dunia olahraga tentu berbeda banyak dengan dunia bermain atau berbeda pula dengan kegiatan permainan yang mengandung unsur kebetulan (misalnya. bukan bersifat artifisial yang dirancang dalam lakonlakon bertema (misalnya. Orientasi fisikal. Di dalamnya ada ketegangan karena melibatkan pengerahan tenaga yang melibatkan nuansa kejutan dan bahkan keberuntungan. dan bahkan ada unsur kejutan. Sport medicine dan sport biomechanic olahraga masuk ke dalam kelompok ilmu pengetahuan alam. power. sementara spot[ psychology. Karena itu di dalamnya ada kesungguhan.

Konsep dasar itulah yang melandasi pemahaman para pemangku profesi pendidikan jasmani dan olahraga bahwa pengalaman yang disediakan melalui kedua kegiatan yang tak terpisahkan itu sangat potensial untuk mendidik seseorang. sport law.Model pengelompokkannya tergambar dalam sebuah kontinuum. Berangkat dari konsep Ponty. Masingmasing terkait dan bahkan meminjam konsep. Namun kemudian. ● Landasan Filosofis Pedagogi Olahraga Pandangan dualisme Descartes yang memahami dikhotomi jiwa dari badan berpengaruh terhadap profesi di bidang keolahragaan. bermain (play). menonjol pandangan yang mengutamakan aspek raga sehingga fisiologi dan anatomi menduduki posisi yang amat kuat dalam penyiapan tenaga guru pendidikan jasmani. Kelima bidang teori yang menunjukkan kemajuan pesat itu meliputi sport information. Dengan demikian semakin jelas gambaran tentang taksonomi ilmu keolahragaan yang dibangun berdasarkan sejumlah bidang teori. political science. Gordijn (Belanda) mengembangkan pandangan tentang gerak insani yakni gerak itu dipandang sebagai sebuah “dialog” antara seseorang yang bergerak dan lingkungan sekitar yang “mengundangnya” untuk bergerak. pendidikan jasmani dan olahraga merupakan “school of life” yang efektif. training science dan training theory. Dari ke lima wilayah spesifik ini lahirlah lima dimensi dari perspektif ilmu dan teori yakni movement science dan movement theory. dan pengajaran dalam olahraga (sport instruction). Selanjutnya. dan pendidikan jasmani dipahami sebagai sebuah subjek yang penting bagi pembinaan fisik yang dipandang sebagai mesin. kecenderungan ini menunjukkan perkembangan ilmu keolahragaan ke arah spesialisasi dan fragmentasi. law. atau secara metodologis. yakni raga dipandang samatamata sebagai sebuah objek. berenang atau tujuan lain. yang kemudian diwujudkan dalam perilaku gerak. atau sekarang “the bodycomputer”. Gerak manusia adalah perilaku bermakna dalam penciptaan relasi dengan sekitar sehingga kesemua perilaku itu bukanlah produk dari reaksi mekanis terhadap stimulus. sport politics. melompat. Sejak tahun 1980. engineering dan economic. maka ia dapat mengambil keputusan seperti melompati rintangan tersebut atau rintangan itu cukup dilangkahi. dari analitisempiris ke hermenetikteoretis. dan instruction science of sport dan instruction theory of sport. konsep yang dikembangkan Maurice MerleauPonty tentang “the body subject” dapat dipandang sebagai sebuah perubahan radikal pemikiran dualisme Cartesian. bertitik tolak dari wilayah spesifik yang meliputi faktor gerak (movement). pelatihan(training). Secara sadar orang bermaksud untuk melempar. pihak PBB memposisi olahraga sebagai alat bagi pembangunan dan perdamaian. sesuai dengan tuntutan yang relevan di masyarakat. Sementara itu juga telah dikelompokkan bidang teori yang lebih spesifik yang menjadi jati diri ilmu keolahragaan. Bahkan akhirakhir ini. sport engineering. berkembang lima bidang teori baru dalam ilmu keolahragaan. Pandangan ini menegaskan bahwa hubungan yang erat antara seseorang dan dunia sekitarnya merupakan sebuah persoalan yang mendasar Karena itu gerak manusia itu merupakan sebuah cara yang bermakna untuk berkiprah di lingkungan sekitar. Inti dari pemikiran Ponty ialah bahwa manusia itu sendirilah yang secara sadar menggerakkan dirinya sehingga tubuh atau raga aktif sedemikian rupa untuk kontak dengan dunia sekitarnya. dari IPA ke humaniora. tetapi karena didorong maksud yang jelas. yang diungkap dalam perumpamaan yang lazim dikenal yakni “the body instrument”. Sebagai akibatnya maka sedemikian. Ide tentang the body subject mengaskan kesatuan antara jiwa dan badan. konsep . ilmu yang sudah mapan yakni information science. Pandangan Gordijn tentang hakikat gerak manusia yang dikembangkan sekitar lebih dari 40 tahun yang lalu itu bersumber dari observasi dan interpretasi fenomenologis. “the bodymachine”. play science dan play theory. sesuai dengan bentuk rintangan atau ketinggiannya. sesuai dengan “undangan” lingkungan sekitar. atau dari yang konkret ke abstrak. dan sport economy. Karena ada rintangan yang menghalangi perjalanan seseorang.

1994) pedagogi olahraga merupakan sebuah disiplin yang terpadu dalam struktur ilmu keolahragaan. sementara para ahli meletakkan sport. Bagi Grupe & Kruger (1994). 1973).“ecological psychology” yang dikembangkan oleh J. dan karena itu ada landasan teoretis bagi kegiatan olahraga yang . perkembangan pendidikan jasmani dan pedagogi olahraga terkait dengan sejarah. evaluasi dan pengukuran tradisional dari sebagian sudah terlupakan. pedagogi olahraga. Cheffers. seperti juga perbedaan teori dan paradigma. • sejarah perkembangan struktur kurikulum dan silabi. Paradigma ini telah diadopsi di Indonesia dalam pengembangan pedagogi olahraga di FIK/ FPOK/JPOK dengan kedudukan bahwa pedagogi olahraga dianggap sebagai “induk” yang berpotensi untuk memadukan konsep/teori terkait dari relevan dari beberapa subdisiplin ilmu keolahragaan lainnya terutama dalam konteks pembinaan dalam arti luas dan paradigma interdisiplin (Matveyev. tatkala manusia dirangsang agar mampu berolahraga. Elemenelemen sejarah yang menjadi cakupan kajian sejarawan olahraga dan ahli pedagogi olahraga. sport psychology). Widmer (1972) menjelaskan objek formal pedagogy olahraga yaitu “fenomena olahraga dari fenomena pendidikan. dan Barette (1994. karena terkait dengan perbedaan budaya. medicine yang mencakup aspek keselamatan (safety) dan kesehatan sebagai landasan bagi pedagogi olahraga (Rush Lutan.J Gibson (pendiri psikologi ekologis) memperkuat pandangan Gordijn. • dampak gerakan olimpiade modern terhadap pendidikan jasmani. 1998. termasuk fasilitas. sport medicine. gerak manusia dijelaskan sebagai perubahan bermakna dalam relasi antara seseorang dan lingkungan sekitarnya. pedagogi olahraga mencakup dua hal utama: (1) tindakan pendidikan praktis dalam bermain dan olahraga. dalam Naul. • bentukbentuk latihan terpilih. dalam laporan hasil The Second AsiaPacific Congress of Sport and Physical. Meskipun perspektif sejarah tampak merupakan bagian terpadu dari semua Subdisiplin ilmu keolahraggaan (misalnya. akar sejarah. Seperti dikemukakan oleh para ahli lainnya (Pieron. terdapat persamaan pemahaman yaitu pendidikan jasmani dipahami sebagai sebuah bidang studi (mata pelajaran) di sekolah. dan standar metodologi. namun ada elemen sejarah yang amat khusus yang mengaitkan kedua subdisiplin ilmu keolahragaan. perlengkapan. 1988) Pandangan ini tak berbeda dengan tradisi di Jerman yang menempatkan pedagogi olahraga dalam kedudukan sentral dalam struktur ilmu keolahragaan (Wasmund. ● Pendidikan Jasmani dan Pedagogi Olahraga Meskipun rumusan lingkup unsur pedagogi olahraga (sport pedagogy)beragam pada berbagai negara. • perbedaan tipe program intra dan ekstrakurikuler. Menurut teori yang dikembangkan Gibson. • metode pengajaran. pedagogi olahraga ditempatkan sebagai “pusat” yang berpotensi untuk memadukan beberapa subdisiplin ilmu dalam taksonomi ilmu keolahragaan. • Tujuan program studi dan lingkup mala kuliah lembaga pendidikan tenaga kependidikan (guru) dan perkembangan lembaga tersebut. dalam Rush Lutan. yang mencerminkan perbedaan perkembangan secara nasional dan perbedaan konsep. dari sejarah olahraga (sport history). Di berbagai negara di seluruh dunia. Education University President). secara umum ditekankan pada: • semua aktivitas jasmani dan olahraga yang dilakukan siswa di dalam dari di luar sekolah. dan lainlain. • perubahan latar belakang falsafah dan ilmu sosial yang melandasi program dari tujuan pendidikan jasmani dan olahraga. Dalam model yang dikembangkan di Universitas Olahraga Moskow. • kebijakan pendidikan suatu negara tentang penyelenggaraan pendidikan jasmani. dan pedagogi olahraga dipandang sebagai sebuah subdisipIin iImu dalam kerangka iImu keolahragaan. namun pada tingkat internasional.

baik dalam pengertian paradigma pengembangan keilmuannya maupun substansinya. Dalam konteks keterpaduan antar subdisiplin. Perancis. atau psikososial. Nowacki. secara independen. Di negara ini. yang mulai dibuka pada tahun 1999.” masih dominan penggunaannya. Kanada. 1993). khsusnya di Jerman. memanfaatkan filsafat olahraga (sport philosophy) dan sejarah olahraga (sport history) sebagai landasan pokok bagi pengembangan batang tubuh keilmuan pedagogi Pandangan ini. dan negaranegara Eropa lainnya. Zoro. sehingga interface antara keduanya adalah pada didaktik dan metodik. yang menyatu dengan gerak fisik. seperti di negara lainnya.” Karena itu. Indonesia tenggelam dalam pencarian struktur ilmu keolahragaan. 1994). perspektif sejarah merupakan elemen penting dari kajian pedagogi olahraga. Lebih dari dua dasawarsa. Wasmund (1972) menjelaskan kaitan antara pedagogi olahraga dan teori pelatihan yaitu pedagogi olahraga untuk menjawab “why” dan teori pelatihan (training theory) untuk menjawab “how”. Dr. dan keterampilan di bawah pengendalianjiwa dan kemauan. ability. ketimbang pengembangan pedagogi olahraga (Pieron keragaman Cheffers. . Hal ini karena di Amerika. dan lebih signifikan lagi. Di beberapa negara seperti di Perancis (Andrieu. pedagogi olahraga sebagai sebuah bidang kajian akademik tidak berkembang dalam konsep nasional ilmu keolahragaan mereka. Melalui seminar lokakarya tentang konsep ilmu keolahragaan yang di eclat di IKIP Surabaya (sebelum menjadi Universitas Negeri Surabaya) pada tahun 1998 yang lalu. pernah dikupas oleh Naul (1986. proses pencarian itu sampai pada tahap kesepakatan tentang sosok. asyik dengan tematema diskusi olahraga kompetitif’. setelah mengenal struktur dasar ilmu keolahragaan dalam International Workshop on Sport Science. 1987). mental. Haag. 1988). berhasil diidentifikasi taksonomi ilmu keolahragaan. yang sesungguhnya berakar pada sejarah. Pedagogi olahraga di FPOK Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung misalnya. termasuk ke dalam Komisi Disiplin Ilmu berdasarkan surat keputusan Dirjen Dikti yang diterbitkan pada tahun yang sama pula. dan (2) praktik yang dimaksud berbeda dengan praktik dan konsep lama dalam pendidikan jasmani yang mengutamakan latihan gaya militer dan drill di beberapa negara. Prof. tubuh ilmu keolahragaan. termasuk kelompok khusus dari orang cacat atau lainnya yang berpartisipasi untuk meningkatkan kondisi fisiologis. pedagogi olahraga ini baru merupakan sebuah “embrio” dalam taksonomi ilmu keolahragaan. dan disiplin. 1975 di Bandung yang diikuti pimpinan dan dosen dari Sekolah Tinggi Olahraga seIndonesia dengan nara sumber ahliahli Jerman Barat (Prof. setelah itu Komisi Disiplin Ilmu Keolahragaan diakui eksistensinya. Swedia (Lindorth. terutama masalah metodologis yang menempatkan pedagogi olahraga sebagai induk bagi subdisiplin lainnya dalam ilmu keolahragaan. dan Amerika Serikat (Bennet. 1994) yang menyatakan bahwa “perspektif sejarah pedagogi olahraga berkaitan erat dengan sejarah olahraga untuk alasan metodologis. konsep “physical education” atau “education physique. Jansen. dalam Naul. 1972. dijumpai keragaman aspek sejarah pendidikan jasmani yang muncul dalam penelitian sosiologis dan sejarah. Memang kita jumpai masalah dalam memahami keterkaitan pedagogi olahraga dengan subdisiplin ilmu lainnya. Di Indonesia. McIntosh.mengandung maksud mendidik tersebut. Hasil seminar nasional itulah yang kemudian melahirkan kurikulum program ilmu keolahragaan yang berorientasi pada kesehatan olahraga dengan bobot muatan sekitar 60% yang IPA. praktik baru itu disertai konsep teoretis pendidikan jasmani. Spears & Swanson. 1988. Lingkup kajian dan layanan pedagogi olahraga tidak terbatas di sekolah tetapi juga di luar sekolah. Melalui pendekatan struktural. di sekitar feriferi ilmu kepelatihan dari sport medicine. kontrol terhadap badan. dan Bodo Schmidt). yang antara lain didorong oleh proses percepatan konversi IK113 menjadi universitas. 199 1). seperti halnya pendidikan jasmani merupakan unsur penting dalam sejarah olahraga. H. 1990. Inggris. Belanda (Kramer & Lommen. sehingga bukan hanya peduli terhadap anakanak tetapi juga kepada semua lapisan khalayak sasaran. 1968).

sistem pendidikan jasmaninya. melalui Spies kemudian berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan jasmani di sekolahsekolah Jerman. Belgia. sempat diabaikan oleh para pedagogi olahraga. khususnya tahun 1920an. Swedia. dan mereka mulai menengok ke perspektif sejarah sistem pendidikan jasmani (]ini kurikulum pendidikan jasmani mereka sendiri (Siedentop. Usaha mereka mendorong . karena Pierre de Coubertin menulis buku Pedagogi Sportive pada tahun 1922. 1994) menyebutkan bahwa istilah pedagogi olahraga itu tidak sepenuhnya benar berasal dari Jerman yang muncul pada tahun 1960an. Metoda alamiah menjadi populer di Denmark dan Swedia yang dipromosi oleh Torngren (1914). terutama di Amerika Utara. Perkembangan pedagogi olahraga dalam paradigma interdisiplinintergratif didorong oleh kebutuhan secara akademik. dalam Naul. seperti juga buah fikiran yang tertuang dalam beberapa naskah dari artikel yang ditulis de Coubertin (Perancis) Gebbardt dan Diem (Jerman). tatkala latar belakang filsafat/hermentik dari “teori pendidikan jasmani” mengalami kemunduran pada akhir tahun 1960an. Perkembangan ini didukung kuat oleh dokter olahraga yang dikenal di tingkat internasional yaitu Sargent (1906) di Amerika Serikat. Nederland. Seperti juga pernah kita kenal di Indonesia. • Pestalozzi (1807) di Swedia. Para tokoh peletak dasar pedagogi olahraga ini berfikiran sama dengan para pendidik lainnya tentang hakikat dan gerakan pengembangan “body and mind” di Amerika Serikat dan Jerman. Denmark. tiga tokoh besar yang tulisannya. dan semangat Olimpiade. 1969. yaitu para ilmuan bidang keolahragaan. Inggris. sebab pendekatan hermenetik dalam pendidikan jasmani sudah tidak memadai untuk mampu mengembangkan segi keilmuannya. Swedia dan negara Eropa lainnya setelah tahun 1880an. 1994). dan Amoros dan Clias berpengaruh terhadap latihan fisik guruguru dan militer pria di Perancis dan Inggris. mulai memperkenalkan “sport pedagogy” dengan alasan yang berbeda. Knudsen (1915) dan Bukh (1923). Namun informasi lainnya (misalnya Naul.Sejak tahun 1980an perubahan memang banyak terjadi di tingkat internasional. kemauan untuk berolahraga. Tulisan mereka tentang pendidikan olahraga menonjolkan pengembangan moral. dan pokok fikiran itu sungguh sangat relevan dengan konsep dalam pedagogi olahraga. yakni dari aspek metodologi. sehingga diganti dengan istilah pedagogi olahraga (Grupe. dan metode pengajarannya memperoleh pengakuan internasional di Eropa dan Amerika Utara pada abad ke 19 ialah: • Guthsrnuths (I 7 93) dart Jerman yang berpengaruh di Denmark. 1990). Pedagogi olahraga bukanlah merupakan perluasan istilah pendidikan jasmani. Italia dan negara lainnya. Jerman. dan Kemeny serta GuthJarkowsky (AustriaHungaria). Sejarah pedagogi olahraga mencakup bukan hanya model Inggris yang menekankan etik Kristiani atau model semangat korps dalam olahraga pertandingan dan permainan yang berpengaruh banyak terhadap reorganisasi pendidikan jasmani di sekolah Perancis. Gerakan Olimpiade sejak tahun 1898 hingga Perang Dunia 1. Di berbagai negara. dan Schmidt (1912) di Jerman. yang bermula pada abad ke19. mempengaruhi semua sistem nasional pendidikan jasmani di seluruh Eropa dan Amerika Utara dalam periode yang berbedabeda. Di antara alasan yang dikemukakan Siedentop ialah dampak krisis ekonomi yang menyebabkan penyerapan lulusan program pendidikan jasmani yang amat rendah di pasar kerja (sekolah) sehingga melalui pengembangan pedagogi olahraga akan terbuka spektrum layanan jasa profesional di luar sekolah dan menyerap tenaga kerja. bersama dengan para penerusnya Royal Central Institute of Gymnastic di Stockholm. pendidikan jasmani dibentuk kembali setelah tahun 1900. • Per Henrik Ling dan puteranya Hjalmar. Banyak ilmuan internasional sepaham bahwa istilah pedagogi olahraga berasal dari Jerman. Kedua tokoh itu menganjurkan tipe latihan senam dan metode pengajaran yang tekanannya pada pembentukan (forming) fisik.

di kenal Thomas D. 1993. Tulisan dan hasil kuliah Gaulhofer dan Streicher membantu pelaksanaan reformasi pendidikan jasmani di Jerman. dalam Naul.” atau ” sport pedagogy is constituted in the actors and actions of teaching and learning purposeful human movement. Inggris. Pada masa itu didirikan lembaga pendidikan tenaga guru bertaraf universitas dan diperkenalkan ke dalam dunia akademik yang tumbuh di beberapa negara di Eropa. Belanda. dan pengalokasian jam pelajaran 3 jam per minggu. 1991. Namun sejak tahun 1980an terjadi kemunduran pendidikan jasmani pada tingkat global karena pengaruh ekonomi. 1994). Kebugaran jasmani dianggap sebagai bagian penting dari tujuan pendidikan jasmani baik di Barat maupun di Timur. Aspek performa menjadi bagian yang lebih penting karena berbagai alasan. metode alamiah (la methode naturelle) dikembangkan oleh Demeny dan Herbert. Bahkan dalam paparan Ken Hardman pada konferensi internasional di Bangkok diungkapkan yakni tidak banyak perubahan atau kemajuan yang dicapai sebagai implementasi dari Deklarasi Berlin. termasuk komponenkomponen pendidikan jasmani yang dipandang bermutu. Recreation. Australia. Wood dengan pembaharuan dalam senam. Dalam ungkapan yang Iebih umum dan luas disebutkan bahwa pedagogi olahraga adalah ” the science … which is concerned with the relationship between sport and education (misalnya dalam tulisan Grupe dari Kurz). sampai pada kesimpulan yakni tidak banyak perubahan yang dicapai pada tataran praksis. manusia sebagai “mesin” yang harus dibina agar berfungsi dengan baik. Physical Education.terjadinya reorganisasi pendidikan jasmani di negaranegara Eropa. politik. Namun sekarang. dalam Naul. seperti dikembangkan di Eropa lebih merujuk kepada segenap upaya yang mengandung maksud dan tujuan yang bersifat mendidik. Krisis pendidikan jasmani. Erich Harte menjadi pendukung kuat aliran Austria “Gaulhofer dan Streicher” (1922) yang keduanya dipengarubi oleh senam Denmark dan Swedia. dan negara Eropa lainnya pada tahun 1920an dan 1930an (Grossing. sebagai “gong” dari konferensi bertujuan untuk mengakselerasi perubahan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan jasmani. dan di Amerika Serikat. Konferensi internasional bertema Sport and Education di Bangkok (2005) kembali mengetengahkan isu keterlaksanaan pendidikan jasmani. 1987. seperti dipaparkan oleh Ken Hardman. Sport . Rangkaian pembahasan tentang pemberdayaan pendidikan jasmani ini berlanjut dalam kongres internasional ke46 ICHPERSD (International Council on Health. Pada tahun 1970an. Lahirnya Bangkok Agenda. Crum. di samping pendidikan jasmani harian di SD. Di Perancis. dan perubahan pada pendidikan itu sendiri. . Inggris dan Jerman. McIntosh. Tahun 1970an merupakan puncak perkembangan pendidik ail jasmani dengan peningkatan yang amat dramatis. namun menjadi persoalan akut di bekas negara blok sosialis (Foldesi. 1994). seperti misalnya dikatakan “sport pedagogy deal teaching rind learning of all age group … target group are individual with low level of performance. 1968. dan di Jerman. ditandai dengan perbaikan dalam fasilitas. kebijakan pendidikan jasmani banyak diperbaharui oleh kebijakan negara bagian seperti di Negara negara Eropa.md Dance) di Istambul (2006) yang menghasilkan pemikiran tentang visi dan misi baru peindidikan iasmani. Kramer membantu Lommen. ● Lingkup Batang Tubuh Pedagogi Olahraga Beberapa definisi tentang pedagogi olahraga. 1994). masih terdapat perbedaan status akademik pendidikan jasmani dan pendidikan tenaga guru. yang juga untuk tujuan yaitu peningkatan mutu pendidikan. di beberapa negara Eropa itu. peningkatan kualifikasi tenaga guru. seperti yang dimunculkan dalam kongres dunia di Berlin tahun 1999 1 terjadi tidak hanya pada tingkat nasional suatu negara seperti di AS. sementara landasan ilmiahnya adalah biologi (lihat. meskipun ada kecenderungan ke arah penyempitan makna semata mata menelaah proses pengajaran belaka. sementara di pendidikan tinggi diperkenalkan dari diorganisasi program pemeliharaan kesehatan. Pada tahun 1960an terjadi perubahan di beberapa negara. semacam kebangkitan kembali aliran Swedia yang menekankan kebugaran jasmani sebagai tujuan utama.

mekanisme persepsi dan aksi yang sinkron yang dibuahkan dalam bentuk pembuatan keputusan yang cepat. dan perubahan ]aku yang dimaksud memang terjadi melalui proses itu. yakni apa sesungguhnya substansi yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik. Komplikasi yang terjadi benarbenar pada tataran praktis. Tidak berlebihan. Ketujuh kategori pengetahuan tersebut di atas sebagai berikut: . terutama orang tua terhadap profesi pendidikan jasmani dan olahraga ialah bahwa hanya sedikit terjadi dan bahkan ada tuduhan sama sekaligus tidak berlangsung proses ajar. sebuah gubahan kehidupan kemasyarakatan pada tingkat mikro. nilainilai inti yang memang. Sungguh tidak terelakkan bahwa kesenjangan antara harapan dan kenyataan memang telah terjadi dalam pencapaian tujuan pendidikan jasmani dan olahraga yang terkait dengan kelemahan dalam hal kejelasan landasan keilmuannya dan keterhubungan antara aspek teoretis dan praktis. bahwa dalam proses belajar mengajar pendidikan jasmani dari olahraga ( 1996). yang berimplikasi pada pertanyaan. dan dalam kaitan itu pula mengklaim bahwa pendidikan jasmani dan olahraga berorientasi pada pencapaian tujuan pendidikan yang bersifat menyeluruh sangat dapat dipertanggung jawabkan. ketujuh kategori ini digunakan sebagai sumber yang paling sering dipakai NCATE (National Council on Accreditation for Teacher Education) dalam melaksanakan akreditasi guru pendidikan jasmani. bila kita meminjam konsep emotional intelligence yang dipopulerkan oleh Goleman akhirakhir ini. betapa kegiatan olahraga itu melibatkan dan sekaligus menggerakkan emosi dalam lakon hubungan antar orang. Di Amerika sendiri. dan itupun hanya tercapai sedikit sekali. Kritik keras masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa seluruh lakon gerak insani yang sadar dan bertujuan dalam konteks olahraga itu melibatkan sebuah mekanisme kerja sistem persarafan dalam sebuah koordinasi yang luar biasa cepat dan rapih. bila mantan Sekjen PBB Kofi Anan sendiri menyebut olahraga itu sebagai “school of life” karena di dalamnya serba ada. pengetahuan apa yang terkandung dalam substansi yang disampaikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Untuk mengenal lingkup pengembangan batang tubuh pedagogi olahraga Pokok pikiran Lee Shulman (1987) tentang tujuh kategori pengetahuan. harus diakui. seperti telah disinggung pada awal naskah ini. yang karenanya menjadi sebuah realita yakni manakala olahraga yang dibina dengan baik kegiatan itu akan menjadi sebuah adegan pergaulan yang efektif untuk membina pengendalian emosi atau memupuk kecerdasan emosional. bahwa olahraga itu sangat kaya dengan potensi dan kesempatan dalam pembekalan kecakapan hidup. Unsur estetika melekat kuat di dalamnya dalam ujud irama dan tampilan yang anggun dan selaras untuk berekspresi (lihat misalnya dalam tampilan atlet figure skating). Misalnya. dan karena itu. pemecahan masalah yang jitu selain kreativitas. Bahwa proses ajar merupakan bagian dari keterjadian pendidikan jasmani dan olahraga. Pengembangan potensi sekaligus pembentukan jelasjelas terjadi melalui semua adegan yang bersifat mendidik. Kupasan singkat tentang wilayah kajian pedagogi olahraga ini juga pernah dipaparkan dalam ceramah Schempp (1993) yang berjudul The Nature of Knowledge in Sport Pedagogy. apa landasan keilmuan utama pendidikan jasmani dan olahraga. Telah terjadi proses pengerdilan tujuan pendidikan itu sendiri yang lebih bernuansa fisikketerampilan. bukan teoretis yang berakibat fatal bagi turunnya wibawa para pemangku profesi itu.Definisi ini sangat membantu untuk memahami bahwa lingkup pedagogi olahraga banyak berurusan dengan segenap upaya yang bersifat mendidik yang sarat dengan misi dalam rangka proses pembudayaan. seperti tampak dalarn peragaan para atlet tingkat tinggi (misalnya tampak dalam peragaan pemain profesional bola basket dan sepakbola). jika disimak secara cermat. seperti laporan Christensen. Itulah sebabnya pada tataran praktis disyaratkan harus selalu terjadi proses transaksi antara guru dan peserta didik. khususnya transformasi. sangat membantu untuk menjawab persoalan.

dan arah menuju kebulatan kepribadian sesuai dengan cita-cita kemanusiaan. Olahraga dan pendidikan jasmani tidak dapat dipisahkan karena keduanya sangat erat hubungannya dan saling mempengaruhi. Tujuan Utama Pendidikan Jasmani al: a. Menjadi lebih unik pengetahuan yang dimaksud karena ada tiga kategori pengetahuan yang mesti dikuasi oleh guru pendidikan jasmani. Kategori pertama. Pendidikan Jasmani bukanlah imbangan terhadap pendidikan rokhani. menjadi tangkas untuk melakukan perjuangan hidupnya. jasmani dan rokhani merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan. ia telah berjuang untuk mempertahankan kehidupan yang wajar. untuk dapat hidup dengan tenaga dan pikirannya. Mempertinggi daya tahan c. Mempertinggi keseimbangan emosional . Definisi Pendidikan Jasmani ialah pendidikan yang mengaktualisasikan potensi aktivitas manusia yang berupa sikap tindakan dan karya untuk diberi bentuk.• • • • • • • Content knowledge General pedagogical knowledge Pedagogical content knowledge Curriculum knowledge Knowledge of educational context Knowledge of learners and their characteristics Knowledge of educational goals Ketujuh kategori pengetahuan yang melandasi sekaligus mendukung proses belajar mengajar pendidikan jasmani dari olahraga itu pada dasarnya dapat dipakai sebagai rujukan bagi pengembangan batang tubuh pedagogi olahraga. • Pendidikan Jasmani dan Olahraga Sejak manusia lahir di dunia. kategori kedua pengetahuan tentang prosedur penerapan. pengetahuan teoretis konseptual. Disamping itu menjadi kebutuhan hidup tiap manusia dan menjadi sifat manusia untuk mencoba kekuatan dan ketangkasannya dengan manusia-manusia lain. Mempertinggi Kesehatan yang positif b. dan kategori ketiga. • Tujuan Pendidikan Jasmani Sebagai tujuan umum dapat dikemukakan pembentukan anak menjadi manusia yang sempurna. Pendidikan Jasmani di sekolah merupakan dasar yang baik bagi perkembangan olahraga di luar sekolah. Untuk itu manusia memperkembangkan kekuatan fisik dan jasmani supaya badannya cukup kuat dan tenaganya cukup terlatih. Pendidikan Jasmani merupakan terjemahan kata demi kata dari Negara barat : Lichamelijke opvoeding-Physical Education-Physique Libes Erziehung. penerapan pengetahuan yang bersifat situasional. Memperbesar tenaga otot d. Ketujuh pengetahuan yang bersifat umum itu menunjukkan potensi pedagogi olahraga untuk mengintegrasikan pengetahuan dari subdisiplin ilmu keolahragaan lainnya yang menjadi landasan teoretis penyelenggaraan pendidikan dalam konteks pendidikan jasmani dan olahraga pada umumnya. isi.

yang berlaku sampai sekarang. sosiologi dan anthroplogi) yang dip perlu dikuasai oleh para calon guru. belum terinci. Mempertinggi daya ekspresif dan daya kreatif g. sehingga penyiapan ketenagaan ditampung pada tip jurusan yang sampai sekarang masih berlaku di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK). tatkala diselenggarakan lokakarya internasional tentang Sport Science. Beberapa subdisiplin ilmu keolahragaan (misalnya. Medan layanan jasa mulai diidentifikasi meskipun masih amat bersifat umum. Hasil lokakarya berdampak kuat pada pengembangan kurikulum Sekolah Tinggi Olahraga meskipun masih amat sesak muatannya dengan pengetahuan tentang isi (content knowledge). fisiologi olahraga) dalam nuansa sendirisendiri (multidiscipline) mulai dikembangkan yang di dukung oleh ilmuilmu pengantar lainnya dalam pendidikan (misalnya. Universitas . Mempertinggi kecekatan untuk menjalankan pekerjaan i. psikologi pertumbuhan dan perkembangan) dan ilmu sosial lainnya (misalnya. dan olahraga kompetitif. seperti tercantum dalam UndangUndang Sistem Keolahragaan Nasional. dan pembina olahraga di bidang rekreasi. secara gamlang. Mempertinggi effisiensi daru fungsi alat tubuh f. filsafat olahraga. olahraga rekreasi. mulai dikenal melalui kontak dengan para ahli dari Jerman Barat pada tahun 1975. Mempertinggi kecekatan untuk tujuan rekreatif BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kerangka ilmu keolahragaan itu sendiri di Indonesia. Mempertinggi ketangkasan membela diri dalam keadaan darurat h.e. biomekanika olahraga. meliputi olahraga pendidikan (pendidikan jasmani). pelatih.

Keadaan ini boleh jadi sebagai akibat khalayak masyarakat akademis di bidang keolahragaan larut dalam kegiatan pragmatis. sebagai “pengikut”. yang menyebabkan kita masih sebagai konsumen. yakni Jurusan Pendidikan Olahraga. terutama setelah saya pulang dari State University of New York di Albany (SUNY). melalui penerbitpenerbit kelas dunia (misalnya. Persoalan hambatan ekses informasi dalam ilmu keolahragaan. yaitu dibukanya pro gram Ilmu Keolahragaan (IKOR) dengan isi kurikulum yang sarat dengan subdisiplin ilmu keolahragaan. meskipun perubahan kembali ke asal telah berlangsung dalam wacana . dan bahkan jurnaljurnal dengan berlangganan. termasuk pula mata kuliah teori belajar motorik dengan pendekatan motor control yang sebelumnya lebih menekankan pendekatan psikologi. Sejak terjadi konversi IKIP menjadi universitas pada tahun 1999 hingga sekarang. bukan penghasil ilmu yang tekun. Namun. Publikasi para pakar olahraga Indonesia’ di tingkat internasional masih amat jarang muncul. sebenarnya sudah dapat diatasi melalui begitu banyak portalportal dalam internet yang memuat banyak tulisan lepas. penerbit Human Kinetics). mata kuliah pedagogi olahraga (sport pedagogy) mulai dikembangkan. sementara sumbersumber bacaan yang berbahasa lainnya. terutama teoriteori belajar umum yang dikenal dalam bidang pendidikan.Pendidikan Indonesia (UPI). sementara pusatpusat pengembangan ilmu keolahragaan di Eropa. yang dianggap penting sebagai landasan pemahaman tentang olahraga dan pengembangan kebijakan pembangunan olahraga. AS. Keadaan ini berdampak pada pemanfaatan bukubuku rujukan yang hampir sepenuhnya bergantung pada terbitan luar negeri. yang didorong oleh motif untuk mempertahankan misi kependidikan melalui olahraga di Indonesia yang dirasakan sangat penting untuk dikembangkan. seperti yang berbahasa Jerman dan Rusia. Perubahan yang masih melekat hingga sekarang ialah istilah pendidikan jasmani pada tahun 1950an berubah menjadi pendidikan olahraga. dan penjabarannya pun tak sempat banyak dikerjakan. meskipun tidak banyak tindakan yang dianggap cepat tanggap untuk menjawab tantangan berskala nasional di bidang keolahragaan. yang digelar dalam platform politik Bung Karno pada awal tahun 1960an yang terarah pada pembangunan watak dan bangsa (character and nation building). FPOK di Bandung tetap tidak berubah nama. sementara. terutama yang berbahasa Inggris dari Amerika Utara. Kondisi tersebut di atas menempatkan ilmu keolahragaan di Indonesia masih pada posisi “feriferi”. terutama Pula di Amerika Utara tetap memainkan peranan sebagai “pusat”. Setelah terjadi perluasan mandat yang disusul dengan konversi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) menjadi universitas. Bagaimana membangun kemandirian dalam pengembangan olahraga sebenarnya telah dirintis selama era “revolusi olahraga” dalam rangka membangun “Indonesia Baru” yang pada dasarnya bertujuan untuk mematahkan hegemoni Barat. seperti juga halnya pada tingkat nasional sekalipun. hanya sedikit kemajuan yang dicapai. justru paling terlalaikan. Filsafat olahraga (sport philosophy)dan sejarah olahraga (sport history) misalnya. yang disebabkan karena langka dalam hall kepemilikan termasuk penguasaan bahasanya. jika tidak disebut mengalami kemandegan dari sisi pengembangan substansi keilmuannya sebagai akibat rendahnya kegiatan penelitian yang terkait dengan kelangkaan infrastruktur dan biaya pengembangan. yang umumnya juga tinggi mutunya. dasar dari sisi filsafat tak banyak pengembangannya. yang pada gilirannya sungguh jelas memapankan teori ketergantungan dalam bidang olahraga. Beberapa tahun sebelumnya. FPOK di IKIP lainnya di beberapa kota di Indonesia berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan. dan Jurusan Pendidikan Rekreasi dan Kesehatan. apalagi setelah kejatuhan Bung Karno pada tahun 19651966 karena seolahotah konsep itu tabu untuk dibicarakan. Hanya sedikit perubahan di FPOK UPI Bandung. sangat jarang dijumpai atau dipakai dalam perkuliahan. Jurusan Kepelatihan Olahraga. konsep. di samping kurangnya tenaga dosen penekun subsub disiplin ilmu keolahragaan.

. dalam sambutannya ketika membuka konferensi internasional International Council on Health. sehingga generasi tahun 1960an tetap ingat hingga sekarang tentang pentingnya pengabdian hidup bagi: negara dedication of life melalui olahraga. secara ringkas memaknai istilah olahraga itu sangat mengena. bukan untuk kepentingan pribadi olahragawan. Riysdorp. atau manusia seutuhnya. tujuan revolusi. selain sudah sangat biasa digunakan dalam kehidupan seharihari. sebuah istilah yang bersifat generik. tetapi “man as whole”. SARAN Dalam menyelesaikan makalah haruslah sesuai dengan petunjuk dan bimbingan dari dosen pembimbing agar tidak terjadi kesalahan dalam pengerjaan. hal itu menunjukkan kepedulian bangsa Indonesia yang begitu mendalam terhadap olahraga dalam kontesks pendidikan.” atau “mengolah makanan. Physical Education and Recreation Sport and Dance(ICHPERSD) tahun 1973 di Denpasar. Lakukan evaluasi terhadap makalah yang telah di kerjakan agar semuanya sangat bermanfaat bagi kita semua amin. Indonesia.nasional dan kurikulum untuk mengikuti trend internasional yang lebih biasa berkomunikasi dalam istilah pendidikan jasmani (physical education). karena kata “olah”.Bung Karno. sekaligus pembentukan (forming). maka dipahami istilah olahraga itu tidak bermakna semata “mengolah” fisik. dan beliau menegaskan. sehingga dalam konteks ini istilah olahraga mengandung makna membina potensi. seperti “mengolah lahan. karena sedemikian tajam penekanannya pada pencapaian tujuan nasional. Istilah olahraga. berbeda dengan paham Barat. selaku ketua ICHPERSD.” dalam konteks “raga” sebagai subyek. pada waktu itu. Prof. dipandang sangat mengena dalam pengertian. memahami tujuan berolahraga di Indonesia sedemikian khas.

gerakan olahraga indonesia . sejarah perkembangan olahraga www.com.google.google. sejarah ilmu olahraga www.google.DAFTAR PUSTAKA www.com.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful