P. 1
HASIL PENGKAJIAN KOMUNITAS

HASIL PENGKAJIAN KOMUNITAS

|Views: 301|Likes:

More info:

Published by: Umnia Ennja Nyanya Najikh on May 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/24/2014

pdf

text

original

TUGAS KEPERAWATAN KOMUNITAS WINSHIELD SURVEY

Disusun oleh : Khusnul Ardani (20090320148) Atie Umnia Najikh (20090320149) Titis Anggraini (20090320150) Alin Apriana (20090320151) Dini Apresthica (20090320153) Dwi Novita Sari (20090320154) Febrina (20090320155) Adi Wahyu Triyanto (20090320157) Harry Pribadi (20090320158) Muhammad Jayuli (20090320159)

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2012

HASIL PENGKAJIAN KOMUNITAS 1. PENGKAJIAN INTI KOMUNITAS a. Riwayat Wilayah Rt 3 dulu merupakan lahan persawahan yang kemudian penduduk mulai membangun rumah dan terbentuklah rt 3. Rt 3 tidak pernah mengalami pemekaran wilayah dari sejak pertama kali di tetapkan sebagai rt 3. Di rt 3 usia penduduk tertua adalah 94 tahun. Rt 3 sonopakis kidul merupakan bagian dari wilayah kelurahan ngestiharjo, dimana kelurahan ngestiharjo proses pembentukannya berdasarkan maklumat pemerintah daerah istimewa yogyakarta tahun 1946 mengenai pemerintah kelurahan. Kelurahan ngestiharjo pada awalnya merupakan empat kelurahan yaitu kelurahan ngestiharjo, onggobayan, sutopadan dan kembang. Namun setelah tahun 1946 berdasarkan maklumat, keempat kelurahan tersebut di gabung menjadi satu “kelurahan yang otonom” dengan nama kelurahan ngestiharjo. Meklumat ini resmi ditetapkan berdasarkan maklumat pemerintah daerah istimewa yogyakarta no 5 tahun 1948. Batas wilayah desa ngestiharjo sebelah barat adalah kelurahan tamantirto, sebelah selatan adalah kelurahan tirtonirmolo, sebelah timur adalah wirobrajan dan sebelah utara adalah ambarketawang. Untuk kelurahan ngestiharjo sendiri memiliki luas wilayah 695,66 HA dengan jumlah penduduk sebanyak 14.947 jiwa dan 4481 KK. Untuk RT 3 Sonopakis Kidul, ditetapkan juga masuk ke wilayah dusun X Sonopakis Kidul sejak tahun 1946. Luas wilayah RT 3 adalah 13,7 HA dengan batas wilayah sebelah barat adalah RT 1 sonopakis kidul, sebelah selatan dusun sonopakis lor, sebelah utara RT 2 dusun sonopakis kidul dan sebelah timur adalah RT 4 Dusun sonopakis kidul.

b. Demografi Keseluruhan jumlah kepala keluarga di rt tiga sebanyak 115 kepala keluarga yang jumlah penduduknya mencapai 358 orang dengan fariansi laki-laki berjumlah 188 orang dan perempuan mencapai 170 orang. Variansi dalam tingkatan usia, balita sebanyak 39 orang, remaja (7-19 tahun) sebanyak 54 orang, usia produktif ( 20-50 tahun) sebanyak 238 orang, usia lansia sebanyak 29 orang. Adapun untuk fariasi dalam bidang pendidikan sesuai dengan data yaitu Tidak tamat sekolah 7 orang, SD-SMP 45 orang, SLTA 29 orang , Akademi/Perguruan tinggi 10. Warga rt 3

juga memiliki varisasi dalam bidang pekerjaannya. yaitu : Petani 40% , Wirausaha 10 %, Buruh tetap dan tidak tetap 38,5%, PNS 5,5%, dan Pensiunan PNS 5%. Ada 28 orang dalam usia produktif yang merupakan pengangguran atau tidak bekerja. Tingkat peghasilan masyarakat rata-rata adalah menengah kebawah dan 60% dari jumlah penduduk memiliki penghasilan dibawah upah minimum regional Yogyakarta. Jumlah Kepala keluarga yang bekerja sebanyak 87 orang dan jumlah kepala keluarga yang tidak bekerja sebanyak 28 orang. Data dari Kader RT 3 yang sudah menikah sebanyak 75 orang. c. Statistik Vital Masalah kesehatan di Rt 3 yang sangat tampak adalah demam berdarah, karena di Rt 3 oleh pemerintah ditetapkan sebagai lingkungan dengan endemic demam berdarah. Pada tahun 2011 ada 4 orang yang terkena demam berdarah, korbannya dari Rt 1, Rt 2, Rt 6, Rt 8. Dan pada tahun 2012 dari bulan januari sampai sekarang(Maret) ada 3 orang yang terkena demam berdarah, korbannya dari Rt 1, Rt 2, Rt 3. Sedangkan warga yang terkena hipertensi dan diabetes melitus belum diketahui. Dan jumlah kelahiran dan kematian setiap tahun pun juga belum diketahui.

d. Nilai dan Kepercayaan Di Rt 3 kebudayaan yang sangat mempengaruhi pola perilaku adalah kebudayaan jawa dan kebudayaan islam bagi yang beragama islam. Tempat ibadah yang terdapat di Rt 3 adalah masjid. Dari 3000 penduduk, warga yang memeluk agama islam sebanyak 2944 orang, sedangkan yang memeluk agama non islam ada 56 orang. Beberapa masyarakat di Rt 3 mempunyai pandangan tentang hal-hal yang mistik. Diantaranya setiap malam jum’at warga membakar kemenyan agar diberi keselamatan, namun beberapa masyarakat sudah sadar akan pentingnya kesehatan, terbukti dengan adanya posyandu balita dan posyandu lansia. Di Rt 3 tidak mengenal yang namanya dukun, terbukti bahwa jika ada warga yang sakit masyarakat langsung memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dan yang dapat dijangkau oleh masyarakat seperti puskesmas dan Rumah Sakit.

2. SUB SISTEM LINGKUNGAN FISIK a. Inspeksi

untuk peta rawan masalah yang valid belum bisa di tuliskan disini karena masih di kelurahan dan kami masih mengalami kesalahan dalam membuat surat sehingga data masih belum bisa di ambil.sedangkan data perkiraan dari pak dukuh dan pak.Rt mengatakan, di Rt.03 ini rawan terhadap serangan demam berdarah dari tahun 2001, 2011.dan 2012 yang terditeksi,yang meninggal 1 orang pada tahun 2001 dikarenakan dokter salah mendiaknosa dikatakan hanya deman biasa ternya itu adalah bemam berdarah,demam berdarah ini di dapatkan dari luar , dan ketika ia beberapa minggu tgl di Rt.03 langsung mengalami demam berdarah itu adalah bawaan dari tempat terakhir dia datangi sebelum menetap di Rt.03. Di rt.03 ini juga terdapat masalah merokok, rata-rata 90% yang merokok aktif di atas umur 20 tahu, disini juga ada beberapa masalah tentang kejiwaan ada 5 orang dari semua Rt didukuh 10 ini yang terdapat di Rt.03 ada 2 orang yaitu di atas umur 30 tahun, di Rt.03 ini juga terdapat rawan jentik-jentik nyamuk dimana setiap bulan di adakan observasi jentik biasanya jentik nyamuk ditemukan di bak kamar mandi dan paling banyak terdapat di luar rumah seperti wadah yang tergenang dan juga kantong terisi air. Pasar sangat terjangkau dari rt.03 ini ada 2 pasar yang sering di datangi yaitu: pasar patang puluhan berjarak 3 kiloan dan pasar gamping sekitar 5 kiloan biasanya masyarakat di Rt.03 menggunakan becak dan kendaraan pribadi,jika kejauhan mereka membeli di kios2 yang terdekat. Tempat rekreasi di sekitar Rt.03 adalah berupa rawa yaitu rawa kali bayem biasanya masyarakat di sana melakukan mincing bersama, di sekitar rawa terdapat lapangan bola disana biasanya dimanfaatkan untuk bermain bola di sore hari, setiap sore juga terdapat odong-odong untuk mengangkut ibu-ibu dan anak-anak untuk berputar di sekeliling kampong dengan tarip Rp.2000 sekali menaiki odong-odong tersebut. Hasil observasi windshield survey yang dilakukan di RT 3 dusun 10 Sonopakis Kidul, kelurahan Ngestiharjo, Kasihan Bantul, Yogyakarta antara lain adalah :

HASIL OBSERFASI DAN PENGAJIAN WINSHIELD SURVEY

1. TIPE PERKAMPUNGAN Hasil observasi yang dilakukan di RT 3 dusun 10 Sonopakis Kidul, kelurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta antara lain apabila dilihat dari kualitas perumahan seluruhnya berupa rumah permanen. Di RT 3 terdapat beberapa semi usaha seperti warung sembako, usaha kerajinan tangan berupa tas dan dompet, ruko, londri dan usaha jahitan. Selain itu disana juga terdapat sector bisnis kaos Dagadu dan usaha kayu

lapis yang sudah sampai tahap pengeksporan. RT 3 juga memiliki unit usaha berupa koperasi bernama Abadi Jaya.

2. LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL Tipe perumahan di RT 3 apabila di prosentase jumlah rumah tunggalnya ada 80% dan 20% berupa kompleks perumahan yang berdempet-dempet. Jarak antara satu rumah dengan rumah yang lainnya berfariasi ada beberapa rumah yang jarak antara rumah yang satu dengan rumah yang lain berjauhan kira-kira lebih dari 10 meter, namun ada juga rumah yang berjarak hanya satu meter dengan rumah yang lainnya.

3. UMUR AREA PERUMAHAN Bangunan di RT 3 rata-rata terdiri dari bangunan lama. Ada beberapa rumah yang usianya sudah mencapai 40 tahun, tetapi ada juga yang sedang dalam tahap pembangunan dan baru selesai dibangun. Pada tahun 2006 bangunan RT 3 pernah mengalami kerusakan karena gempa,tetapi saat ini sudah direnovasi dan terpelihara dengan bagus. Ada sekitar 5% rumah di Rt 3 yang terlihat kurang terawat, hal itu disebabkan karena yang menghuni rumah tersebut adalah Lansia.

4. KARAKTERISTIK SOCIAL CULTURAL Rt 3 memiliki jumlah penduduk sekitar 358 orang yang terdiri dari 115 kepala keluarga. Dari jumlah penduduk tersebut kelompok umurnya berfariasi, dari keseluruhan jumlah penduduk, 188 orang berjenis kelamin laki-laki, 170 orang berjenis kelamin perempuan, 39 anak-anak, 291 usia produktif dan 29 lansia. Usia tertua di rt 3 adalah 94 tahun. 90% penduduk Rt 3 memiliki ras atau keturunan jawa, 10% penduduknya berupa pendatang baru dan anak kost yang memiliki fariasi ras seperti ras betawi, timur dan ras melayu. Warga rt 3 juga memiliki varisasi dalam bidang pekerjaannya. yaitu : Petani 40% , Wirausaha 10 %, Buruh tetap dan tidak tetap 38,5%, PNS 5,5%, dan Pensiunan PNS 5%. Ada 28 orang dalam usia produktif yang merupakan pengangguran atau tidak bekerja. Adapun untuk fariasi dalam

bidang pendidikan sesuai dengan data yaitu Tidak tamat sekolah 7 orang, SD-SMP 45 orang, SLTA 29 orang , Akademi/Perguruan tinggi 10 orang dan sisanya yaitu 267 sedang dalam proses pendidikan dan belum menempuh jenjang pendidikan. Dari hasil pengamatan dan pemantauan kami, di rt 3 tidak terlihat anak yang mengalami drop out atau putus sekolah, ditandai dengan pada saat jam sekolah tidak terlihat adanya anak usia sekolah yang berkeliaran. Tanda-tanda kurang harapan di Rt tiga terlihat dari profesi pekerjaan yang mayoritasnya adalah petani dan buruh, yang menjadi kendala untuk diberikannya pembinaan adalah kurang nya pengetahuan dan sikap menutup diri dari sebagian warga rt 3 tersebut.

5. LINGKUNGAN a. Tampakan Umum Tampakan umum dari RT 3 terlihat hampir seluruh rumah memiliki halaman dan pekarangan walaupun luas halaman dan pekarangannya berfariasi, ada yang hanya sebatas pekarangan kecil untuk menanam bunga ada juga yang mempunyai halaman dan pekarangan yang sangat luas. Seluruh jalan di RT 3 berupa conblock kecuali jalan utama antar RT yang berupa aspal. dan pada jalan yang berupa konblock ada beberapa sisi jalan yang terlihat becek atau ada genangan air hujan. Adajuga beberapa polisi tidur yang terlihat di jalan-jalan di rt 3. Selain itu di RT 3 juga terdapat selokan & resapan air yang sudah cukup bagus serta tertutup hasil swadaya masyarakat. Namun ada juga

selokan yang belum tertutup. Di Rt 3 selokan tempat resapan air dan selokan tempat pembuangan limbah dibuat terpisah untuk menghindari terjadinya banjir. RT 3 terlihat hijau karena setiap rumah pasti ada tanaman berupa tanaman buah seperti alpokat, durian, nangka dan rambutan, ada juga beberapa rumah yang terlihat memiliki tanaman sayur seperti singkong dan ubi jalar, serta banyak tanama bunga di hampir setiap depan rumah dan pinggir jalan.

Di RT 3 terdapat gapura yang melambangkan citra seni warga RT 3. Warga Rt 3 juga banyak yang memiliki kandang tempat hewan peliharaan seperti ayam dan kambing. Kandang yang terdapat di rt 3 kebanyakan terbuat dari bambu dan kayu. Kandang hewan peliharaan tersebut oleh warga diletakan di samping rumah maupun di belakang rumah. b. Bahaya Lingkungan Bahaya lingkungan yang terdapat di RT 3 antara lain adalah polusi udara yang berasal dari tungku yang di gunakan untuk memasak, pembakaran sampah dan alat penggiling padi. Di RT 3 tidak terdapat pabrik besar yang dapat menyebabkan polusi udara yang cukup besar. Pengelolaan sampah di RT 3 bervariasi, ada sebagian warga yang memanfaatkan jasa pengambil sampah, ada juga yang memiliki tempat pembuangan sampah sendiri dengan cara dikubur dengan menggali tanah dan membakarnya. Ada beberapa tempat yang kami rasa cukup berbahaya untuk bermain anak-anak yaitu jalan raya di depan gerbang RT 3, selokan yang belum tertutup, dan rawa kali bayem yang cukup dekat dari perumahan warga. Di rt 3 penerangan jalannya sudah cukup bagus dan merata, setiap pinggir jalan sudah terlihat adanya lampu penerangan jalan yang berjarak antara 10-15 meter di daerah yang rumahnya cukup padat, namun di pekarangan kosong ataupun di jalan yang dekat dengan sawah terlihat belum ada penerangannya. Fasilitas alat pemadam kebakaran di rt 3 masih merupakan alat pemadam kebakaran tradisional seperti ember, gayung dan sumber air berupa sumur. Di RT 3 untuk alat pemadam kebakaran modern seperti hidran dan tabung pemadam api belum ada. Ketua rt 3 menuturkan bahwa pada tahun 2010 sempat mengajukan proposal pembuatan hidran kepada pemerintah daerah setempat namun belum ada relisasi karena menurut pemerintah daerah setempat rt 3 belum begitu memerlukannya karena jarak setiap rumah masih cukup renggang. Di rt 3 belum pernah terjadi kebakaran.

Lalu lintas di Rt 3 cukup sepi, hanya beberapa kendaraan motor & mobil pribadi saja yang lewat karena RT 3 bukan merupakan jalur transportasi utama. Untuk jalan utama antar rt, laju kendaraan per menitnya hanya kurang lebih satu kendaraan sedangkan di jalan-jalan yang berupa gang lakju kendaraannya hanya satu kendaraan untuk beberapa menit. Di rt 3 tidak terdapat rambu-rambu lalu lintas, hanya beberapa polisi tidur saja yang terlihat, bahkan di depan SD pun tidak ada zona selamat anak sekolah. Namun, Di rt 3 terdapat polisi dan anggota keamanan yang khusus menyebrangkan anak sekolah pada saat jam sekolah yang bertempat di jalan depan sekolah SD Sonosewu. c. Stressor Lingkungan Stresor lingkungan di RT 3 cukup sedikit. Di Rt 3 tidak terdapat kegaduhan yang mengganggu warga, keramaian atau kemacetan. Tingkat kriminalitas di RT 3 rendah. Bahkan menurut ketua rt 3, daerah rt 3 merupakan daerah teraman di kelurahan Ngestiharjo . Untuk pemuda yang melakukan penyalahgunaan bahan terlarang ada tetapi bukan merupakan pemuda asli melainkan anak kost. Di rt 3 terlihan ada beberapa tanda-tanda adanya kemiskinan apabila dilihat dari prosentase mayoritas pekerjaan warga rt 3 yang berupa petani dan buruh baik itu tetap maupun tidak tetap.

6. SUMBER-SUMBER Fasilitas umum yang terdapat di RT 3 bervariasi & mudah untuk di jangkau. Seperti misalnya tempat untuk berbelanja berupa swalayan Kamila, mini market Mediko & warung kecil lainnya serta pasar Gamping & pasar Patang Puluhan. Di jalan Patangpuluhan dekat UPY setiap paginya juga terdapat pasar kaget. Untuk alat transportasi warga biasanya menggunakan sepeda pribadi, sepeda motor pribadi, dan mobil pribadi, untuk sarana umumnya di rt 3 terdapat jasa becak dan jasa ojek. Di rt 3 terdapat tempat rekreasi berupa rawa tempat memancing yang dinamakan rawa Kalibayem. Di dekat rawa kali bayem juga terdapat lapangan sepak bola yang suka dimanfaatkan oleh anak-anak untuk

bermain. Setiap pagi dan sore di rt 3 juga selalu lewat kereta kelinci dan odong-odong yang merupakan salah satu sarana hiburan bagi anak-anak. Di rt 3 terdapat Sarana pendidikan baik formal maupun tidak formal dan sarana olahraga. Sarana pendidikan formal terdekat yaitu SD

Sonosewu, SMP PGRI, SMP Mataram, PAUD, dan TK pertiwi. Sarana pendidikan tidak formal di rt 3 adalah TPA untuk anak-anak setiap sore di masjid. Ada juga lapangan sepakbola yang terdapat di masing-masing sarana pendidikan. Pusat agama di desa tersebut berupa mesjid yang terletak diantara RT 3 & RT 4. Walaupun warga rt 3 tidak seluruhnya beragama Islam namun sarana ibadah yang ada hanyalah masjid. Di RT 3 tidak terdapat pelayanan keamanan formal kecuali pos Kamling dan sistem ronda bergilir setiap malam. Pelayanan keamanan terdekat (kantor polisi) terdapat di Wirobrajan sedangkan untuk pos polisi lalulintas terdekat terletak di jalan IKIP PGRI. Adapun apotek terdekat yaitu apotek Salam yang jarak nya sekitar 200 meter dari RT 3. Pelayanan umum seperti kantor pos, unit pemadam kebakaran, ATM dan Bank terdapat di patang puluhan yang jaraknya ± 12km dari RT 3. Di RT 3 tidak terdapat madding umum surat kabar.

7. PELAYANAN KESEHATAN Pelayanan kesehatan terdekat berupa Puskesmas Kasihan I di tamantirto & Puskesmas pembantu yang terdapat di patangpuluhan. Ada juga rumah sakit khusus anak di patangpuluhan, asri medical center di wirobrajan dan PKU Muhammadiyah Ypgyakarta 2 di Gamping. Masing masing sarana kesehatan tersebut memiliki jarak 1-4 KM dari rt 3 dan dapat ditempuh dengan berbagai macam jenis kendaraan dari mulai becak, sepeda motor, mobil pribadi sampai angkutan umum, kondisi jalan menutu fasilitas kesehatan tersebut sangat bagus. Di RT 3 juga terdapat salah seorang warga yang berprofesi sebagai bidan & dokter, walaupun mereka tidak membuka praktek di RT 3 namun apabila ada warga yang meminta bantuan maka akan ditolong.

Menurut keterangan dari ketua RT 3, RT 3 merupakan endemic DB. Di RT 3 juga terdapat posyandu lansia yang diadakan bersamaan di dusun Sonopakis. Ada bermacam-macam kegiatan yang terdapat di RT 3 dusun Sonopakis antara lain perkumpulan bapak-bapak setiap jum’at kliwon, perkumpilan arisan ibu-ibu setiap tanggal 5 & 7, posyandu lansia setiap tanggal 7, PAUD, dan senam setiap hari sabtu. b. Tanda Vital Kondisi iklim di Rt.03 saat ini sedang mengalami musim hujan dengan intensitas hujan dan angin yang cukup tinggi. Namun kadang-kadang cuaca disiang hari sangat terik. Tipe perumahan di Rt.03 apabila diprosentase jumlah rumah tunggal adalah 80% dan 20% berupa kompleks perumahan yang berdempetan.jarak antara satu rumah dengan rumah yang lain berfariasi ada beberapa rumah yang jarak antara rumah satu dengan rumah yang lain berjauhan kira-kira < 10m, namun ada juga rumah yang berjarak 1m dengan rumah yang lainnya. Rata-rata di Rt.03 rumahnya memiliki halaman walau luasnya bervariasi ada yang sangat luas dimanfaatkan menanam tumbuhan sepertialpukat ada juga digunakan untuk mengoleksi bunga. Seliruh jalan di Rt.03 menggunakan conblok ada beberapa sisi jalan yang terlihat becek atau genangan air hujan, ada juga beberapa polisi tidur terjapat di jalan-jalan dibuat karena takut pengemudi terlalu ngebut ketika melewati jalan di Rt.03 disana banyak anak-anak diharapkan dengan polisi tidur itu yang melewati kawasan itu pelan-pelan, ada juga terdapat selokan di tepi jalan yang belum tertutup dan kondisinya bagus air mengalir walaw terdapat sampah di sisi selokan dan ada jua resapan air yang sudah tertutup untuk menghindari genangan air yang terdapat di jalan kondisinya baru jadi hasil swadaya masyarakat setempat. Selokan tempat resapan air dan selokan pembuangan limbah dibuat terpisah untuk menghindari banjir. Di Rt.03 termasuk lingkungan hijau karena disetiap rumah memiliki tananaman buah-buahab seperti

alpokat,durian,jambu.nangka,rambutan,jeruk,pisang dan aja juga beberapa rumah memanfaatkan hlamannya menanan sayur seperti terong,cabe ubi, dan juga bermacam bunga. c. Sistem Review kebersamaan di Rt.03 terlihat erat dan kompak gotong royong,tenggang rasa, serta dukungan dari keluarga ( antara suami,istri anak dan keluarga besar) juga sangat

bagus. Kerjasama dan dukungan antar warga juga berjalan dengan baik. Tipe perumahan sudah di jelaskan di atas di Rt.03 apabila diprosentase jumlah rumah tunggal adalah 80% dan 20% berupa kompleks perumahan yang berdempetan.di dukuh 10 dari 3000 jumlah penduduk yang non muslim sekitar 56 orang terdiri dari hindu,budha,katolik.protestan. di Rt.03 hanya terdapat mesjid yang terletak diantara Rt.03 dan Rt.04. sedangkan gereja berjaraj 3 kiloan di kekat PUKJ . sedangakan wihara sanagt jauh sekitar 20 kiloan. Di Rt.03 juga terdapat berbagai usaha rumah tangga ada berupa usaha londri, kios kecil, usaha kerajinan tangan berupa tas dan sofenir ada juga sebagi penjahit. Selain itu juga terdapat sector bisnis kaos dagadu dan usaha kayu lapis dan sudah tahap peng eksporan. Di Rt.03 juga memiliki unit usaha koperasi bernama abadi Jaya yang terletak sebelum gapura di Rt03.

3. PELAYANAN KESEHATAN SOSIAL Pelayanan kesehatan berupa posyandu lansia , posyandu balita, puskesmas kasihan 1 di tamantirto & puskesmas pembantu yang terdapat di patangpuluhan. Ada juga rumah sakit khusus anak di patangpuluhan, asri medical center di wirobrajan dan PKU Muhammadiyah Yogyakarta 2 di Gamping bahkan ada juga berapa warga yang langsung mengunjungi RS Sarjito untuk menangani masalah kesehatannya. Setiap warga yang periksa di posyandu lansia maupun posyandu balita yang diadakan di RT 3 warga memberi dana sebesar Rp.1000,00 . Waktu pelayanannya dimulai dari pukul 09.00 s/d selesai ( biasanya waktu dhuhur). Tenaga kesehatan yang member pelayanan disana adalah perawat puskesmas maupun karyawan RS dan itu dilakukan dengan sukarela.jumlah pengguna pelayanan berkisar 80-90 /bulan. Biasanya warga berjalan kaki untuk periksa tapi ada juga yang menaiki kkendaraan bermotor tergantung jarak dari rumah masing-masing. Kegiatan

posyandu diadakan setiap 1 bulan sekali yaitu pada tanggal 7 kegiatan pemeriksaan kesehatan balita maupun lansia begitu pula bagi warga yang ingin konsultasi biasanya masalah KB. Pelayanan kesehatan berupa posyandu lansia , posyandu balita, puskesmas kasihan 1 di tamantirto & puskesmas pembantu yang terdapat di patangpuluhan. Ada juga rumah sakit khusus anak di patangpuluhan, asri medical center di wirobrajan dan

PKU Muhammadiyah Yogyakarta 2 di Gamping bahkan ada juga berapa warga yang langsung mengunjungi RS Sarjito untuk menangani masalah kesehatannya. Setiap warga yang periksa di posyandu lansia maupun posyandu balita yang diadakan di RT 3 warga memberi dana sebesar Rp.1000,00 . Waktu pelayanannya dimulai dari pukul 09.00 s/d selesai ( biasanya waktu dhuhur). Tenaga kesehatan yang member pelayanan disana adalah perawat puskesmas maupun karyawan RS dan itu dilakukan dengan sukarela.jumlah pengguna pelayanan berkisar 80-90 /bulan. Biasanya warga berjalan kaki untuk periksa tapi ada juga yang menaiki kkendaraan bermotor tergantung jarak dari rumah masing-masing. Kegiatan

posyandu diadakan setiap 1 bulan sekali yaitu pada tanggal 7 kegiatan pemeriksaan kesehatan balita maupun lansia begitu pula bagi warga yang ingin konsultasi biasanya masalah KB.

4. EKONOMI 5. Warga RT 3 juga memiliki variasi dalam bidang pekerjaannya, yaitu : Petani 40%, Wirausaha 10%, Buruh tetap dan tidak tetap 38,5%, PNS 5,5%, dan Pensiunan PNS 5%. Dari 10 kepala keluarga yang kami wawancari 30% memiliki penghasilan kurang dari 600.000 rupiah per bulan, 30% kepala keluarga memiliki penghasilan diantara 600.000-1.000.000 rupiah per bulan, 20% memiliki penghasilan 1.000.000-2.000.000 per bulan dan 20% memiliki penghasilan lebih dari dua juta rupiah per bulan. Dibandingkan dengan UMR Jogja sebesar 35.800 per hari dan bila dikalikan sebulan sebesar 1.074.000 rupiah, 60% kepala keluarga di RT 3 memiliki penghasilan dibawah upah minimum regional (UMR). 6. Sedangkan pengeluaran kebutuhan keluarga per bulan dari 10 kepala keluarga 30% kepala keluarga memiliki pengeluaran kurang dari enam ratus ribu per bulan, 50% kepala keluarga memiliki pengeluaran enam ratus sampai satu juta per bulan, dan 20% kepala keluarga memiliki pengeluaran lebih dari dua juta rupiah 7. Dalam kemampuan menyediakan makanan bergizi, 80% keluarga mampu menyediakan makanan bergizi dan 20%nya tidak mampu menyediakan makanan bergizi. Selain itu dalam pengalokasian dana untuk kebutuhan pangan sebulan, ada 90% kepala keluarga yang memiliki alokasi dana khusus untuk pangan dan 10% tidak menyediakan alokasi khusus pangan. Rata-rata kepala keluarga mengeluarkan 40% dari penghasilannya untuk alokasi dana kebutuhan pangan.

8. Untuk tabungan kesehatan 80% kepala keluarga memiliki tabungan, tetapi belum tentu tabungan kesehatan, dan 20% tidak memiliki tabungan.

9. KEAMANAN DAN TRANSPORTASI a. Keamanan Di RT 3 tidak terdapat pos polisi ataupun kantor polisi. Jarak kantor polisi terdekat sekitar 5 KM dari RT 3. Untuk tetap menjaga keamanan di limgkungan sekitar warga RT 3 selalu mengadakan ronda setiap malamnya dengan cara bergiliran. Dari data yang diperoleh dengan mewawancarai Ketua RT 3 bahwa sampai saat ini umtuk timdak kejahatan seperti pencurian atau perampokan belum pernah ada. Namun, 5 bulan yang lalu tepatnya NOVEMBER 2011 pernah ada penjemputan dari pihak kepolisian oleh seorang warga di RT 3 ini dengan kasus narkoba, akam tetapi warga tersebut bukanlah pribumi asli melainkan pendatang dari luar daerah yang kebetulan permukim di RT 3. Sanitasi di RT 3 sudah cukup bagus karena hampir selurug got sudah tertutup rapi hanya beberapa saja yang masih terbuka. Kualitas gotnya juga cukup bagus dan nampak bersih. Di RT 3 tempat resapan air dan tempat pembuangan limbah rumah tangga dibuat terpisah. Hampi seluruh warga di RT 3 menggunakan sumur untuk kebutuhan air sumur dan MCKnya. b. Transportasi kondisi jalan utama terlihat beraspal akan tetapi bila kita memasuki kawasan pemukiman warga jalan tidak semulus jalan utama. Jika hujan turun ada beberapa jalan yang tergenang air. Jenis transportasi yang digyunakan oleh warga di RT 3 antara lain sepeda, motor, mobil dan angkutan umum berupa becak, bus kota dan ojek. Untuk angkutan bus kota warga harus berjalan sekitar 100 meter dari RT 3 unutk dpat menaiki bus kota. Dari 10 kepala keluarga yang kami wawancarai tidak ada satupun kepala keluarga yang memiliki keterbatasan dalam angkutan umum. 10. POLITIK DAN PEMERINTAHAN Pemerintah setempat dalam mengatasi masalah yang ada di masyarakat selalu mengadakan musyawarah bersama untuk memecahkan masalah, misalnya apabila ada salah satu warga yang menderita sakit kronis dari RT 03 tersebut ada penggalangan Dana Tali Kasih yang diperoleh dari perkumpulan sosial setiap bulannya. Jadi setiap

warga yang membutuhkan bantuan apabila menderita sakit kronis mendapat bantuan kira-kira Rp. 150.000,00 per orang. Dana tersebut diperoleh dari pengumpulan dana dari warga sejumlah 2000 rupiah per kepala keluarga. Selain itu terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, yaitu posyandu lansia dan balita, fogging, dan penyuluhan oleh petugas puskesmas setempat. Sedangkan stryktur organisasi di dukuh tersebut yaitu:

11. KOMUNIKASI Seluruh warga rt 3 telah memiliki sarana komunikasi yang memadai dari mulai handphone pribadi dan telepon rumah. Untuk sarana komunikasi antar warga, di rt 3 terdapat sarana arisan, perkumpulan ibu-ibu dan bapak-bapak serta senam bersama. Hampir seluruh warga rt 3 memiliki televisi, dan radio. Beberapa warga juga ada yang berlangganan koran. Di Rt 3 Terdapat Papan Pengumuman yang terletak di pos ronda. Secara umum bahasa sehari-hari menggunakan bahasa jawa dan bahasa indonesia.

Informasi di RT 3 juga di umumkan melalui pengeras suara dari masjid. Seperti informasi meninggalnya seseorang dan pengajian. 12. PENDIDIKAN Di rt 3 terdapat Sarana pendidikan baik formal maupun tidak formal dan sarana olahraga. Sarana pendidikan formal terdekat yaitu SD Sonosewu, SMP PGRI, SMP Mataram, PAUD, dan TK pertiwi. Sarana pendidikan tidak formal di rt 3 adalah TPA untuk anak-anak setiap sore di masjid. Ada juga lapangan sepakbola yang terdapat di masing-masing sarana pendidikan. perpustakaan. Di rt 3 tidak terdapat koran dinding dan

13. REKREASI Di RT 3 terdapat tempat rekreasi berupa rawa tempat memancing yang dinamakan rawa Kalibayem. Di dekat rawa Kalibayem juga terdapat lapangan sepak bola yang bias di manfaatkan oleh anak-anak untuk bermain. Setiap pagi dan sore di RT 3 juga selalu lewat kereta kelinci dan odong-odong yang merupakan salah satu sarana hiburan bagi anak-anak. Hampir seluruh warga RT 3 tidak memiliki kebiasaan makan di luar rumah, hanya sekitar 10% saja yang melakukannya. Adapun yang memiliki kebiasaan makan di luar rumah biasanya mengkonsumsi makanan seperti ayam bakar,ikan bakar, dan sayuran hijau sebagai pelengkap. Sebagian besar warga RT 3 membagi waktu untuk berekreasi bersama keluarga. Yaitu sekitar 60% warga RT 3 melakukan rekreasi yang bervariasi. Ada yang menonton TV saja di rumah bersama keluarga, ada yang berpergian ke tempat wisata, dan ada pula yang berpergian mengunjungi saudara/nenek kakek. Adapun sarana transportasi yang biasa digunakan untuk berpergian saat rekreasi yaitu motor, mobil, dan angkutan umum.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->