CERPEN Cerpen merupakan genre sastra yang jauh lebih muda usianya dibandingkan dengan puisi dan novel

. Tonggak penting sejarah penulisan cerpen di Indonesia dimulai Muhamad Kasim dan Suman Hasibuan pada awal 1910-an Cerpen merupakan cerita yang pendek, hanya mengisahkan satu peristiwa (konflik tunggal), tetapi menyelesaikan semua tema dan persoalan secara tuntas dan utuh. Awal cerita (opening) ditulis secara menarik dan mudah diingat oleh pembacanya. Kemudian, pada bagian akhir cerita (ending) ditutup dengan suatu kejutan (surprise). Menurut Phyllis Duganne, seorang wanita penulis dari Amerika, cerpen ialah susunan kalimat yang merupakan cerita yang mempunyai awal, bagian tengah, dan akhir. Setiap cerpen mempunyai tema, yakni inti cerita atau gagasan yang ingin diucapkan cerita itu. Seperti halnya penamaannya, cerita pendek, cerpen ialah bentuk cerita yang dapat dibaca tuntas dalam sekali duduk. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsure-unsur yang secara faktual dapat dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur intrinsik dalam karya sastra, khususnya cerpen, meliputi tokoh/ penokohan, alur (plot), gaya bahasa, sudut pandang, latar (setting), tema, dan amanat. Berikut penjelasan mengenai unsur intrinsik. 1. Tokoh dan Karakter Tokoh Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan watak, perwatakan, atau karakter menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca. Secara umum kita mengenal tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal bagi kita. Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca. Adapun tokoh antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Tokoh antagonis merupakan penentang tokoh protagonis. Ada beberapa cara penggambaran karakter tokoh dalam cerpen, di antaranya sebagai berikut. - Melalui apa yang diperbuat tokoh. Hal ini berkaitan dengan bagaimana sang tokoh bersikap dalam situasi ketika tokoh harus mengambil keputusan. - Melalui ucapan-ucapan tokoh. Dari apa yang diucapkan tokoh kita dapat mengetahui karakternya.»

tradisi. .pemecahan masalah/ penyelesaian (denouement) Pengarang menyusun peristiwa secara tidak berurutan. Latar Tempat Latar tempat merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa. kemudian menengok kembali pada peristiwaperistiwa yang mendahuluinya. Alur erat adalah jalinan peristiwa yang sangat padu sehingga apabila salah satu peristiwa ditiadakan maka dapat mengganggu keutuhan cerita. Latar Waktu Latar waktu berhubungan dengan “kapan” terjadinya peristiwaperistiwa yang diceritakan. Urutan peristiwa tersebut meliputi: . Dalam hal ini penulis menggambarkan secara langsung karakter tokoh. Pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian.Melalui penjelasan langsung..mulai melukiskan keadaan (situation). Selain itu. Susunan yang demikian disebut alur sorot balik (flashback). akan tetapi menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok. Oleh karena itu. Adapun alur longgar adalah jalinan peristiwa yang tidak begitu padu sehingga apabila salah satu peristiwa ditiadakan tidak akan mengganggu jalan cerita. Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menyusun bagianbagian cerita. alur biasa disebut juga susunan cerita atau jalan cerita. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca. a. 3. serta hal-hal lainnya. hubungan waktu.keadaan mulai memuncak (rising action). Kehadiran alur dapat membuat cerita berkesinambungan. keyakinan. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi. pandangan hidup. b. Latar Sosial Latar sosial merujuk pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan dosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. . yaitu sebagai berikut. . yakni sebagai berikut. menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Latar sosial dapat berupa kebiasaan hidup. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu. istiadat.mencapai titik puncak (klimaks) . dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwaperistiwa yang diceritakan. . cara berpikir dan bersikap. Alur (Plot) Alur adalah urutan peristiwa yang berdasarkan hukum sebab akibat.peristiwa-peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses). c. Susunan yang demikian disebut alur maju. ada juga istilah alur erat dan alur longgar.» 2. Latar (Setting) Latar dalam sebuah cerita menunjuk pada pengertian tempat. Pengarang dapat memulainya dari peristiwa terakhir atau peristiwa yang ada di tengah.

dan sudut pandang campuran.wordpress. di antaranya sudut pandang orang pertama (gaya bercerita dengan sudut pandang “aku”). sudut pandang peninjau (orang ketiga).dan penghematan kata. Untuk mengetahui sudut pandang. Sudut Pandang (Point of View) Sudut pandang adalah visi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam cerita. Dengan kata lain. 7. Kirim tugas tersebut ke komentar dalam fauzazi. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah cara khas penyusunan dan penyampaian dalam bentuk tulisan dan lisan. 5. Pilihlah sebuah cerpen kemudian bacalah cerpen tersebut (setiap anak tidak boleh sama)! 2. Ruang lingkup dalam tulisan meliputi penggunaan kalimat. Adapun unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra. tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangun cerita sebuah karya. Tugas 1. Analislah tema. pemilihan diksi.com paling lambat tanggal 10 Juni 2010! . penggunaan majas. baik hal yang bersifat positif maupun negatif. kita dapat mengajukan pertanyaan siapakah yang menceritakan kisah tersebut? Ada beberapa macam sudut pandang. amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang berupa pemecahan atau jalan keluar terhadap persoalan yang ada dalam cerita. 6. latar dan penokohan dari cerpen tersebut! 3. Tema dapat berwujud pengamatan pengarang terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan ini. pengarang dapat menyampaikan sesuatu. gaya merupakan seni pengungkapan seorang pengarang terhadap karyanya.4. Jadi. Tema Tema adalah persoalan pokok sebuah cerita. Kita dapat memahami tema sebuah cerita jika sudah membaca cerita tersebut secara keseluruhan. Amanat Melalui amanat. Tema disebut juga ide cerita.

. Perbedaan kedua jenis cerpen ini adalah pada kualitas isi cerpen.D.Dalam istilah kita dibedakan antara cerpen sastra dan cerpen hiburan. Ahmad Tohari.. Jajak M. Contoh cerpenis yang ahli dalam membuat cerpen hiburan maupun cerpen sastra adalah Mottinggo Busye. dan Asbari Nurpatria Krisna. Banyak sebagian cerpenis yang menghasilkan baik cerpen hiburan maupun sastra dengan cara yang tidak jauh berbeda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful