Studi Alkitab

Belajar, Menggali, Merenungkan & Melakukan kebenaran Firman Tuhan

2 Jenis Hikmat (Yakobus 3:13-18)
Kehidupan seorang Kristen tidak berada dalam kesendirian tetapi dalam persekutuan dengan komunitas di mana Allah menempatkannya. Komunitas tersebut adalah gereja, tubuh Yesus Kristus. Panggilan bagi gereja di tengah-tengah dunia adalah memancarkan cahaya Injil Kristus. Supaya orang percaya dapat berfungsi dengan baik dalam bagian mereka masingmasing maka orang-orang percaya membutuhkan hikmat dan pengertian dari Allah. Yakobus, sebelumnya, telah memberitahukan para pembacanya bagaimana cara memperoleh hikmat, “hendaklah ia memintakannya kepada Allah” (1:5). Sebab Allah adalah sumber hikmat yang sejati dan segala anugerah yang sempurna datangnya selalu dari atas (1:17). Namun pada bagian ini, Yakobus membahas mengenai dua jenis hikmat dan mengkontraskannya. Tema hikmat dalam perikop ini terlihat jelas dalam penulisan yang menggunakan istilah σοφία // σοφός (hikmat) pada narasi awal (ay. 13) dan berakhir di ay. 17. Hikmat yang pertama adalah hikmat yang bukan datang dari atas dan hikmat yang kedua adalah hikmat yang dari atas, hikmat yang sejati.

13 Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Yakubus mengawali bagian ini dengan pertanyaan retorika mengenai siapa yang berhikmat (bijak) dan berpengertian (LAI: “bijak dan berbudi”). Istilah “bijak/berhikmat” (σοφός) dapat berhubungan langsung dengan guru (guru “yang bijaksana” adalah rabi) tetapi istilah “berpengertian” ( ἐ πιστήμων) bisa merujuk kepada siapa pun yang mengaku memiliki pengetahuan dan pemahaman esoterik (= pengetahuan yang hanya diketahui dan dipahami oleh beberapa orang tertentu saja). Kombinasi dari kedua istilah dalam ayat ini kemungkinan dipengaruhi oleh LXX, yakni istilah-istilah yang dekat dengan sinonim catatan Ulangan (1:13, 15; 4:6; Dan 5:12). Dalam Ulangan 1:13, 15; 4:6, kombinasi mengacu kepada pemimpinpemimpin, karena itu ada yang menafsirkan bahwa hal ini ditujukan kepada para pemimpin, tetapi referensi umum kitab Ulangan adalah umat Israel secara luas. Dengan demikian, gambaran”hikmat dan beperngertian” secara khusus berlaku bagi guru-guru atau para pemimpin, tetapi secara umum mencakup semua orang dalam komunitas tersebut. Menurut para ahli, alasan bagian ini ditulis karena adanya beberapa orang pemimpin gadungan yang berpikir bahwa mereka diberikan hikmat dan memiliki pengertian yang lebih. Namun pengajaran dan perkataan (lidah) mereka yang justru menghasilkan perpecahan dalam gereja. Sehingga Yakobus mengajukan sebuah pertanyaan “Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi?” Pertanyaan ini adalah sebuah tantangan bagi sebagian orang yang merasa bijak dan berpengertian untuk mendemonstrasikan hal tersebut dalam bentuk perbuatan yang nyata; “Let him show it by his good life.” Yakobus melihat kehidupan kekristenan sebagai sesuatu yang utuh dan integratif. Di pasal sebelumnya (pasal 2), Yakobus juga memberikan tantangan yang serupa, yakni “tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yak. 2:18). Apa yang ada di dalam akan termanifestasi keluar dengan

show. maka persaingan yang destruktif dan terjerat dalam dosa mengingini milik lain tidak dapat terhindarkan. disebutkan juga dalam Yak. ketika Paulus berbicara tentang buah roh yang salah satunya adalah kelemahlembutan (Gal. hubungan manusia-manusia. Sikap yang jahat ini akan menghancurkan hubungan dalam gereja. Kata lemah lembut yang digunakan oleh Yakobus. yakni perbuatan daging. sebagai seorang gembala yang berpengalaman. Yakobus menggunakan kata kerja imperatif (δείκνυμι . Sehingga Yakobus . dan manusia-Allah. selain pada ayat ini. Sebab “actions speak louder than words. Secara teologis. menerima dengan rendah hati.” 14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri. Menerima firman dengan lemah lembut berarti mau memberi diri untuk berubah seturut apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. yang juga disebutkan sebagai salah satu ucapan bahagia. Menurut Simon Kistemaker.deiknumi) yang secara literal berarti “as drawing attention to something point out. “Let him show by his good behavior his deeds. oleh karena itu suatu jenis pohon dapat dikenal dari buahnya. pusat kehendak dan emosi. Jadi sebelum menyebutkan secara eksplisit adanya 2 jenis hikmat. janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran! Kontras dari kelemahlembutan yang dikendalikan oleh hikmat adalah hati yang penuh dengan “iri hati dan… mementingkan diri sendiri. yakni sama dengan buah roh dalan tulisan Paulus. Iri hati berfokus pada harta orang lain dan hubungan.sendirinya. demikian pula halnya hikmat dan pengertian yang berasal dari atas akan tampak dalam perbuatan dan perkataan. Sehingga dengan menyatakan hikmat dan pengertian dalam perbuatan yang lemah lembut dan kerendahan hati yang nyata akan menyatakan siapa saja yang sebenarnya orang-orang yang berhikmat dan berpengertian yang sejati. bahkan jika mungkin berarti mencuri dari orang tersebut. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik.deiknumi) “kehidupan yang baik”? τ ἐ ἐ his deeds) α ὐ ὐ ὐ πραΰτητι σοφίας the gentleness of wisdom). Apa yang Yakobus maksudkan dengan mendemonstrasikan (δείκνυμι . Yakobus mendorong orang bijak untuk menunjukkan dengan perbuatan bahwa mereka telah menerima karunia kebijaksanaan. Pada waktu hati manusia (4:8). Yakobus sendiri sudah menyatakan secara implisit bahwa iri hati dan mementingkan diri sendiri adalah buah perbuatan daging sementara kelemahlembutan adalah buah dari hikmat yang dari atas. Yakobus menggunakan bentuk jamak “kamu” dan menunjukkan perbuatan mereka telah memanifestasikan ciri-ciri tersebut perbuatan daging. dikuasai oleh iri hati. hikmat yang dari atas akan tampil keluar dalam bentuk perbuatan yang nyata pula. cause to see. Keinginan untuk meniru dan melebihi yang lain. 5:22-23a) kemudian menyebutkan kontrasnya. Namun mereka yang berhikmat dan bijak tersebut dinasihati untuk menunjukkannya dalam perkataan dan perbuatan bahwa mereka memang bijaksana. Yakobus mengetahui bahwa di antara anggota gereja terdapat beberapa orang yang menghidupi semangat kepahitan iri hati dan mementingkan diri sendiri. Penekanan dalam ργα ( το ν in ( ayat ini berada pada karakteristik kebijaksanaan yang digambarkan sebagai kebijakan yang lemah lembut. 5:19). Iman yang benar akan tampak dalam perbuatan.” Yakobus nampaknya mengindikasikan bahwa di dalam jemaat orang-orang bijak (berhikmat) dan berpengertian adalah minoritas. Kelemahlembutan di sini dipahami juga sebagai kerendahan hati sebagai kontras dari arogansi memiliki hikmat dan pengetahuan.” Catatan yang serupa dengan tulisan Yakobus ini adalah surat Paulus kepada jemaat di Galatia. kita memahaminya sebagai natur ciptaan baru. 1:21 “terimalah dengan lemah lembut firman…” Lemah lembut adalah suatu sikap.” Supaya mereka yang bijak dan berpengertian menegaskan hal tersebut melalui perilaku sehari-hari. kepentingan diri sendiri (Gal.

Istilah hikmat dari atas jelas mengacu pada hikmat dari Bapa. Lebih khususnya sifat-sifat duniawi tersirat dalam ἐπίγειος (epigeios) yang dibahas dalam 4:1-18. 46. secara literal dapat dimengerti sebagai tindakan yang tidak dilahirkan dalam pimpinan Roh Kudus. 2:5. “earthly”). Namun penjelasan Yakobus dalam ayat sebelumnya adalah ciri dari hikmat yang bukan dari atas. Jangan mengklaim karunia dari Allah seolaholah engkau percaya padaNya (1:7). nafsu manusia dan dari setan. Hikmat dari atas. hikmat tersebut diperoleh dengan memintanya kepada Tuhan dengan iman dan bukan dalam kebimbangan (1:6). Jika tidak mereka akan menyangkal kebenaran yang mereka imani. Seperti yang sudah dijelaskan. Sebab hikmat yang menghasilkan iri hati dan keberpihakan (memandang muka dan status sosial) adalah hikmat yang mempunyai sumber berbeda.” berasal dari kata benda ψυχή (psukhe) dicatat di sini dan di bagian lain hanya dalam 1 Kor. 15:44. sepertinya masalah yang dibahas mencerminkan 2:1-7. 15:40) namun pada umumnya kata tersebut mempunyai konotasi negatif. maka pada waktu itu mereka telah menjadikan diri mereka sendiri hakim yang berhak menilai orang lain. Apabila sikap yang destruktif ini hadir di hati para pembacanya.. 2:12-13. mengosongkan diri dan tidak membesar-besarkan diri. seperti yang telah disebutkan Yakobus dalam 1:17. melainkan anugerah Allah yang diberikan kepada manusia. Sekarang para pendengarnya harus menjernihkan pikiran dan hati mereka untuk berhenti menghidupi sikap yang salah dan berhenti meninggikan diri dengan klaim-klaim yang membesarkan diri sendiri. Jangan berbicara tentang penghakiman Allah seolaholah engkau tahu hal itu (bdk. Jangan berpura-pura mengenal kasih Allah karena engkau tidak menunjukkannya kepada sesama (2:8). Ψυχικός (psukhikos) yang mengandung arti “unspiritual. dari nafsu manusia. Penekanan Yakobus ini tersebar dalam surat ini. 5:17). Yakobus dengan tegas menyebutnya sebagai hikmat yang berasal dari dunia. Iri hati adalah dosa yang melibatkan perampasan “pengetahuan baik dan jahat” milik Allah seperti yang disebutkan oleh Yakobus dalam Yak. maka hikmat yang menyebabkan masalah adalah yang bersifat “duniawi". Ketika mereka melakukan pembedaan dengan memandang muka. Yakobus ingin menunjukkan kepada jemaat bahwa hikmat yang dipamerkan oleh orang-orang yang merasa berhikmat tidak ada hubungannya hikmat Allah. 3:12. di mana jemaat yang ada lebih terlihat duniawi dari pada terlihat sebagai umat Allah. yakni dari setan. bukanlah hikmat manusia. maka Ψυχικός . Yudas 19. 1:20. sudah pasti.” Agak sulit untuk memahami kata ini namun. 4:11-12). Kata ini mempunyai nuansa makna “tanpa Roh” atau “tidak rohani. 6. dari setan-setan. 1 Kor.” Semua pernyataan-pernyataan meninggikan diri tersebut hanyalah kebohongan dan pelanggaran terhadap kebenaran. di mana sikap memandang muka adalah buah dari pikiran jahat.mengingatkan bahwa hal-hal tersebut akan memberi dampak yang negatif dan destruktif. 15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas. ἐπίγειος (epigeios) mengandung arti “earthbound” (lit. Meskipun istilah ini dapat memiliki makna netral (Yoh. tetapi dari dunia. dan dalam paralelisme dengan 1 Kor. Sebagai kontras antara hikmat yang berasal dari bawah (κατέρχεσθαι) dan yang dari atas ( ἐ νωθεν). 2:14. Yakobus menyuruh mereka berhenti membanggakan diri. Hal ini menegaskan sifat dari hikmat yang berasal dari dunia. Apabila dikaitkan dengan konsep Paulus tersebut. menampilkan kehidupan yang rendah hati. Sebab semua sikap hidup yang sungguh-sungguh berasal dari Tuhan atau buah yang benar dari pengenalan akan Allah. 2:1-4. yang mencerminkan sikap orang-orang yang bermusuhan dengan Allah (4:4). Kontras di antara keduanya ditunjukkan dengan kata άλλά (“halla” – tetapi). “Jangan mengatakan bahwa kamu memiliki iman. Paulus menyatakan bahwa keinginan daging merupakan kontas keinginan Roh (Gal.

“tindakan mencerminkan sikap. peramah. Tetapi sebagian ahli berpendapat bahwa perilaku orang-orang yang bersangkutan dianggap sebagai pengaruh “hasutan” setan. Kemudian Yakobus lebih lanjut menyebut bahwa hikmat tersebut adalah hikmat yang palsu dan digambarkan sebagai nonheavenly. 4:1. Seperti prinsip yang dipegang oleh Yakobus dalam keseluruhan suratnya ini. dengan mengetahui apa yang ada di dalam. Beberapa ahli menafsirkan bahwa Yakobus menyatakan perilaku yang dijelaskan dalam 3:14 hanya "mirip" dengan perilaku setan. adalah anggota tubuh yang sulit dijinakkan dan berasal dari daerah setan.” Yakobus terbeban dan merindukan kesatuan jemaat. Tanda yang pertama dan utama dari hikmat yang dari atas adalah kemurnian ( ἐ γνή). sehingga ayat ini mempunyai hubungan yang dekat dengan ay. sikap yang memandang muka justru menghasilkan perpecahan dan kekacauan dalam jemaat. Dari tindakan-tindakan luar akan terdeteksi apa yang di dalam. 3:8 (ἐκατάστατος). Kelakuan buruk dari orang-orang yang sedang diserang oleh Yakobus dibandingkan dengan perbuatan setan (2:19). Jadi sangat jelas. Di sinilah Yakobus menekankan signifikansi pentingnya hikmat yang dari atas bagi gereja dan membuang hikmat palsu yang “menghancurkan” gereja. “dinyalakan oleh api neraka. 2:9. tidak memihak dan tidak munafik.” dan ayat ini sebenarnya menyebutkan daftar kejahatan internal. 17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni. maka perbuatan yang akan termaifestasi dapat diprediksi. selain kekacauan dan kontraproduktif. dan ungodly.14 sebagai karakteristik orang-orang yang mengklaim memiliki “hikmat”. Sebab pengaruh kekuatan si jahat dalam Perjanjian Baru berkaitan dengan pemikiran dan tindakan yang menentang Allah (2 Tes.” Dalam bentuk kata sifat. Sangat tidak . 3:6. Dampaknya kehadiran dosa tersebut sangat besar. Sebab halhal tersebut menjadi pohon kejahatan yang akan menghasilkan berbagai buah-buah kejahatan. mengadung arti orang yang labil (bimbang) dan tidak mampu menguasai diri dari dosa lidah. penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik. nafsu duniawi. Iri hati (ζ ἐ λος) dan mementingkan diri sendiri (ἐριθεία) disebutkan dalam ay. Manajemen gereja yang dipimpin oleh hikmat duniawi akan menggiring gereja menuju kehancuran dan hanya menghasilkan kejahatan. Di ayat 16 ini Yakobus menunjukkan bahwa hasil dari perbuatan yang seperti initidak menghasilkan apaapa bagi tubuh Kristus. Salah satu contoh konretnya adalah lidah. unspiritual. 1 Tim. 14-15. Why. 16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. 6:13-1). semua “hikmat” yang menghasilkan perpecahan. penurut. selanjutnya pendamai. Pada waktu hikmat yang dari atas bekerja dalam kehidupan orang percaya hikmat tersebut akan membuahkan kebajikan yang kait mengait dengan kebajikan-kebajian yang lain. Justru dampaknya kontra-produktif. iri hati dan mementingkan diri sendiri menjadi sumber atau stimulan bagi segala macam perbuatan jahat yang mungkin tidak didaftarkan seluruhnya oleh Yakobus. yang terdapat juga dalam 1:8. tapi sayangnya dampak dari dosa lidah. yakni destruktif dan menghasilkan masalah.orang-orang percaya. yakni orang-orang yang “mendua hati” dan “berlidah ganda. menurut Yak. Bagian ini seperti mengulang apa yang sudah disebutkan sebelumnya. Istilah δαιμονιώδης (daimoniodes) yang berarti “demonic” hanya ditemukan di sini dalam seluruh PB.(psukhikos) mengandung arti sebagai hikmat yang bersifat kedagingan atau untuk kepentingan diri sendiri.” Sepertinya bagian ini berhubungan erat dengan akibat-akibat negatif yang disebabkan oleh lidah. kekacauan dan berbagai kejahatan merupakan hikmat yang berasal dari dunia dan tidak boleh hadir dalam gereja. Kata “kekacauan” ( ἐ καταστασία) dalam bentuk kata benda mengandung makna “kondisi yang rusuh.

hospitality bagi orang asing. Tidak memihak dan tidak munafik membentuk suatu prinsip penilaian terhadap orang lain secara proper. 19:8). Sama seperti Allah. Yakobus mendaftarkan. Tiga pertama dari sifat-sifat ini adalah istilah yang hanya digunakan oleh Yakobus dalam suratnya. hikmat surgawi yang murni teraplikasi dalam perbuatan nyata mengasihi sesama tanpa memandang muka. peramah. Dengan demikian jemaat dapat saling membangun tanpa memandang muka dan iman dapat diaplikasikan dengan tepat dan baik. Gereja yang kaya akan misi pendamaian. 5:8). manifestasi sikap dan perilaku dari hikmat yang dari atas pendamai. Karakter-karakter yang lain bersamaan dengan intruksi Yakobus sebelumsebelumnya. Untuk menjadi murni. mengutus misionaris untuk memberitakan Injil. penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik. Dalam khotbah di bukit. Menghasilkan buah-buah yang baik mengingatkan natur yang baru (3:12) sehingga jelas bahwa dari buahlah suatu pohon dapat dikenal. dll. Menabur dalam damai adalah perbuatan-perbuatan yang berbelaskasihan dan tuaian yang dimaksud adalah buah-buah yang baik yang dicatat dalam ayat sebelumnya. pembawa damai digambarkan seperti orang yang menaburkan benih-benih kedamaian. orang percaya harus memisahkan diri dari pencemaran hikmat duniawi dan salah satu aspek dari ibadah yang murni adalah menjaga diri dari pencemaran dunia (1:27). Sifat-sifat ini menggambarkan orang-orang mempunyai status namun yang peduli terhadap orang lain dan yang bersedia untuk tunduk dan belajar dari orang lain. suatu waktu. Hikmat yang murni mengkompromikan kebaikan dan berkat Allah untuk kepentingan diri sendiri. Daftar sikap ini sangat kontras dengan kepahitan. Sebab hal tersebut merupakan karakteristik firman Allah (Maz 12:6. adalah murid-murid Kristus yang berbahagia karena mereka akan melihat Allah (Mat. maka orang percaya menabur perbuatan yang penuh damai akan menuai kebenaran.” Dalam dunia pertanian. tidak memihak dan tidak munafik. orang-orang yang memiliki kemurnian hati (suci hati). memiliki kecendrungan untuk dipimpin. Bijak atau berhikmat dalam menabur benih perdamaian menghasilkan multiplikasi perbuatan yang benar bagi seluruh anggota gereja. membentuk suatu gambaran yang lebih utuh. iri hati dan egois serta ambisi untuk menjadi paling rohani. yang juga menaburkan benih firman yang hidup (Mat. Ibadah yang murni (1:27) mengandung hikmat yang benar sebagai sumber kemurniannya. konseling. Yakobus menyebut orang yang memiliki hikmat surgawi sebagai “pembawa damai. Orang yang suci dan murni adalah orang yang bebas dari cacat moral dan spiritual yang merupakan tanda dari mendua hati. tersebar dalam seluruh surat Yakobus. penurut. oleh hikmat dunia sehingga Yakobus dalam ayat-ayat selanjutnya juga mengingatkan agar mereka mendekat kepada Allah untuk menyucikan diri (4:8). menyediakan tempat berteduh bagi yang membutuhkan.dalam ibadah) adalah buah hikmat surgawi. diakonia bagi orang miskin. 13:19). yakni pelayanan penginjilan.kebetulan Yakobus memulai daftar ciri hikmat yang sejati dengan kemurnian/ kesucian. Buah-buah yang baik hanya dihasilkan oleh orang-orang yang baik. 18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai (oleh) mereka yang mengadakan damai. Namun orang percaya yang masih hidup dalam dunia. Justru sebaliknya. Sebab kemurnian tersebut (1:27 . Penggunaan kata “menghasilkan” atau “tuaian” dalam hubungan ini adalah gambaran yang mengagumkan dari kesuburan kehidupan yang berhikmat. Selanjutnya. akan membuat gereja tersebut kaya akan buah-buah kebenaran .