Pemberdayaan Komite Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

Pada dasarnya pemberdayaan komite sekolah dalam konteks MBS adalah melalui koordinasi dan komunikasi. Koordinasi yang dilakukan kepala sekolah dengan para guru dan masyarakat dapat dilakukan secara vertikal, horisontal, fungsional dan diagonal. Koordinasi dapat dilkukan secara internal dan eksternal. Koordinasi dilakukakn secara terus menerus sebagai upaya konsolidasi untuk memperkuat kelembagaan dalam mencapai tujuan. Contohnya, mengadakan pertemuan informal antara para pejabat, serta mngadakan rapat, baik rapat koordinasi antara kepala sekolah dengan guru, dengan komite sekolah, maupun dengan orang tua siswa, baik secara regulerdan insidental. Pemberdayaan dapat pula dilakukan dengan menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi dalam konteks tatakrama profesional dapat meningkatkan hubungan baik antara pimpinan sekolah dengan para guru dan staf dan pihak sekolah dan komite sekolah. Dalam berkomunikasi kepala sekolah perlu: a. Bersikap terbuka b. Mendorong para guru untuk mau dan mampu memecahkan masalahmasalah pembelajaran dan kependidikan c. Mendorong pengembangan potensi akademik dan profesioanal melalui pertemuan dengan komite sekolah maupun organisasi profesi d. Memotivasi tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus

mengembangkan diri.

Pengawasan terhadap kualitas program sekolah c. Mengontrol proses perencanaan pendidikan di sekolah 2. Memantau pelaksanaan program sekolah a. Memantau alokasi angaaran untuk pelaksanaan program sekolah b. Mengontrol proses pengambilan keputusan di sekolah b. Pengawasan terhadap kualitas perencanaan sekolah b. Memantau penjadwalan program sekolah 3. Memantau organisasi sekolah d. Memantau partisipasi stakeholder pendidikan dalam pelaksanaan program sekolah . Memantau output pendidikan a. Memantau sumberdaya program sekolah c. Mengontrol perencanaan pendidikan di sekolah Indikator Kinerja a. Mengontrol kualitas kebijakan di sekolah c.Indikator Kinerja Komite Sekolah yang dikembangkan oleh Tim Pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Ditjen Diknasmen Depdiknas: Peran Badan Pengontrol (Controlling Agency) Fungsi 1.

Memantau angka bertahan di sekolah Badan Pertimbangan 1. Ikut mengesahkan RAPBS bersama kepala sekolah 2. Memberikan masukan terhadap proses pengelolaan pendidikan di sekolah b. Menyelenggarakan rapat RAPBS (sekolah. PBM c. Perencanaan Sekolah (Advisory Agency) a.d. Identifikasi sumberdaya pendidikan dalam masyarakat b. Kurikulum b. orang tua siswa. masyarakat) d. Memberikan pertimbangan RAPBS e. Penilaian a. Memantau angka partisipasi sekolah f. Memberikan masukan terhadap proses pembelajaran kepada para guru . Memantau hasil ujian akhir e. Memantau angka mengulang sekolah g. Pelaksanaan Program a. Memberikan masukan untuk RAPBS c.

Memantau kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah . Pengelolaan Sarana dan Prasarana a. SDM b. Pengelolaan Sumber daya pendidikan a. Mobilisasi guru sukarelawan untuk menanggulangi kekurangan guru di sekolah c. Memberikan pertimbangan tentang anggaran yang dapat dimanfaatkan di sekolah Badan Pendukung (Supporting Agency) 1. Memberikan pertimbangan tentang sarana dan prasarana yang dapat diperbantukan di sekolah d. Memberikan pertimbangan tentang tenaga kependidikan yang dapat diperbantukan di sekolah c. Memantau kondisi ketenagaan pendidikan di sekolah b. Anggaran a.3. S/P c. Pengelolaan Sumber Daya a. Mobilisasi tenag kependidikan non guru untuk mengisi kekurangan di sekolah 2. Identifikasi sumberdaya pendidikan dalam masyarakat b.

komite sekolah dengan sekolah.b. Mengkoordinasi dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah d. Pengelolaan Anggaran a. Mengkoordinasi dukungan sarana dan prasarana sekolah d. Memobilisasi dukungan terhadap anggaran pendidikan di sekolah c. Memantau kondisi anggaran pendidikan di sekolah b. Menjadi penghubung antara Komite Sekolah dengan masyarakat. Perencanaan a. dan komite sekolah dengan dewan pendidikan . Mobilisasi bantuan sarana dan prasarana sekolah c. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan sarana dan prasarana sekolah 3. Mengevaluasi pelaksanaan dukungan anggaran di sekolah Badan Penghubung (Mediator Agency) 1.

Mengkomunikasikan pengaduan dan keluhan masyarakat terhadap sekolah 3. Pelaksanaan Program a. Memfasilitasi berbagai masukan kebijakan program terhadap sekolah b.b. Memobilisasi bantuan masyarakat untuk pendidikan di sekolah d. Mengidentifikasi sumberdaya di sekolah b. Mengidentifikasi sumberdaya masyarakat c. Membuat usulan kebijakan dan program pendidikan kepala sekolah d. Mengkoordinasikan bantuan masyarakat . Mensosialisasikan kebijakan dan program sekolah kepada masyarakat 2. Mengidentifikasi aspirasi masyarakat untuk perencanaan pendidikan c. Pengelolaan Sumber Daya Pendidikan a. Menampung pengaduan dan keluhan terhadap kebijakan dan program sekolah c.

kepala sekolah. dan pelaksanaan manajemen sekolah yang meliputi sarana prasarana. dan karyawan. Komite sekolah juga dapat memberikan masukan penilaian untuk pengembangan pelaksanaan pendidikan. serta memberikan penghargaan pada siswa yang berprestasi serta bisa juga memberikan masukan bagi pembahasan atas usulan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Di samping itu juga komite sekolah berperan sebagai rangka transparasi pengontrol (controlling agency) dalam pendidikan.Peran yang dijalankan komite sekolah menurut Tim pengembangan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah adalah sebagai pemberi pertimbangan (advisory body) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan disatuan pendidikan. maupun tenaga dalam peyelenggaraan pendidikan disatuan pendidikan. siswa. baik intra-kurikuler maupun esktrakurikuler. . Badan tersebut juga berperan sebagai pendukung (supporting agency) baik yang bersifat finansial. serta sebagai mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat disatuan pendidikan. pemikiran. guru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful