LINGUISTIK UMUM Linguistik adalah ilmu bahasa , atau telaah ilmiah mengenai bahasa manusia Linguistik juga sering

disebut lingistik umum (general linguistics) karena linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja (seperti bahasa jawa), melainkan mengkaji bahasa pada umumnya. Linguistik umum adalah linguistik yang mempelajari : kaidah-kaidah bahasa secara umum, bukan bahasa tertentu. Kaidah-kaidah khusus / spesifik mempelajari bahasa arab/bahasa sunda. Kajian khusus ini juga bisa dilakukan terhadap satu rumpun / subrumpun bahasa misal rumpun bahasa austronesia, atau subrumpun indo-german. Langage : berarti bahasa secara umum, seperti tampak dalam ungkapan “manusia punya bahasa sementara hewan tidak”. Langue : artinya suatu bahasa tertentu, seperti bahasa arab, bahasa inggris, atau bahasa jawa Parole : adalah bahasa dalam wujudnya yang konkret yang berupa ujaran. OBJEK LINGUISTIK: BAHASA PENGERTIAN BAHASA Kata bahasa dalam bahasa Indonesia memiliki lebih dari satu makna atau pengertian. Kata bahasa yang terdapat pada kalimat bisa menunjuk pada beberapa arti atau kategori lain. Menurut peristilahan de Saussure, bahasa bisa berperan sebagai parole, langue, langage. Sebagai objek kajian linguistik, karole merupakan objek konkret karena parole itu berwujud ujaran nyata yang diucapkan oleh para bahasawan dari suatu masyarakat bahasa. Langue merupakan objek yang abstrak karena langue itu berwujud sistem suatu bahasa tertentu secara keseluruhan. Langage merupakan objek yang paling abstrak karena dia berwujud sistem bahasa yang universal. “ Apakah bahasa itu?” Seperti yang dikemukakan Kridalaksana (1983 dan juga dalam Djoko Kentjono 1982) “ Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri”. Definisi ini sejalan dengan definisi dari Barber(1964: 21), Wardhaugh(1977:3), Trager(1949:18), de Saussure(1966:16) dan Bolinger(1975:15). Masalah yang berkeneen dengan pengertian bahasa adalah bilamana sebuah tuturan disebut bahasa, yang berbeda dengan bahasa lainnya dan bilamana hanya dianggap sebagai varian dari suatu bahasa lainnya dan hanya dianggap sebagai varian dari suatu bahasa. Dua buah tuturan bisa disebut sebagai dua bahasa yang berbeda berdasarkan dua buah patokan, yaitu patokan linguistis dan patokan politis. Masalah lain adalah arti bahasa dalam pendidikan formal di sekolah menengah bahwa” bahasa adalah alat komunikasi”. Jawaban ini tidak salah tetapi juga tidak benar sebab hanya mengatakan” bahasa adalah alat”. Oleh karena itu, meskipun bahasa itu tidak pernah lepas dari manusia, dalam arti tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai bahasa, tetapi karena ”rumitnya” menentukan suatu parole bahasa atau bukan, hanya dialek saja dari bahasa yang lain, maka hingga kini belum pernah ada angka yang pasti berapa jumlah bahasa yang ada di dunia ini. HAKIKAT BAHASA Beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa adalah

Bahasa sebagi Sistem Kata sistem sudah biasa digunakan dalam kegiatan sehari-hari dengan makna ‘cara’ atau ‘aturan’, tapi dalam kaitan dengan keilmuan, sistem bararti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Sebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis. Dengan sistematis, artinya bahasa itu tersusun menurut pola, tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. Sedangkan sistemis, artinya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub- subsistem atau sistem bawahan. Bahasa sebagai Lambang Kata lambang sering dipadankan dengan kata simbol dengan pengertian yang sama. Lambang dikaji orang dengan kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut ilmu Semiotika atau Semiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia termasuk bahasa. Dalam semiotika atau semiologi dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu antara lain tanda (sign), lambang (simbol), sinyal (signal), gejala (symptom), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon. Dengan begitu, bahasa adalah suatu sistem lambang dalam wujud bunyi- bahasa, bukan dalam wujud lain. Bahasa adalah Bunyi Sistem bahasa itu bisa berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi. Kata bunyi, sering sukar dibedakan dengan kata suara. Secara teknik, menurut Kridalaksana (1983: 27) bunyi adalah kesan dari pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahanperubahan dalam tekanan udara. Lalu yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa atau yang termasuk lambang bahasa adalah bunyi- bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Jadi, bunyi yang bukan dihasilkan oleh alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa. Tetapi tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa, seperti teriak, bersin, batukbatuk, dan sebagainya. Bahasa itu Bermakna Bahasa itu adalah sistem lambang yang berwujud bunyi, maka tentu ada yang dilambangkan. Yang dilambangkan itu adalah suatu pengertian, konsep, ide atau pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi. Oleh karena lambang- lambang itu mengacu pada suatu konsep, ide atau suatu pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. Lambang- lambang bunyi bahasa yang bermakna itu di dalam bahasa berupa satuan- satuan bahasa yang berwujud morfem, kata, frase, klausa, kalimat dan wacana. Karena bahasa itu bermakna, maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa. Bahasa itu Arbitrer Kata arbitrer bisa diartikan “ sewenang- wenang, berubah- ubah, tidak tetap, mana suka”. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Bahasa itu Konvensional Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat arbitrer, tetapi

Bahasa itu Universal Bahasa bersifat universal artinya ada ciri. Dalam arti hanya untuk keperluan hidup “ kebinatangannya” itu saja.kanak.menerus menghasilkan “. meski secara relatif. meskipun unsur. ada orang dewasa dan kanak.ciri atau sifat. Bahasa itu Manusiawi Alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi. kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah. Kalaupun ada binatang yang dapat mengerti dan memahami serta melakukan perintah manusia dalam bahasa manusia adalah berkat latihan yang diberikan kepadanya. maka maksudnya. Anggota masyarakat bahasa itu ada yang berpndidikan baik ada juga yang tidak.penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. sesuai dengan sistem yamg berlaku dalam bahasa itu.unsur bahasa itu terbatas. tetapi dengan unsur. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia. yang bisa dikaitkan dengan ciri. kalau bahasa itu dikatakan produktif.sifat bahasa lain.satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas. ada yang tinggal di kota ada yang tinggal di desa. Arti produktif adalah “ banyak hasilnya “ atau lebih tepat “ terus. . Bahasa itu Produktif Kata produktif adalah bentuk ajektif dari kata benda produksi. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini.satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Bahasa itu Bervariasi Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan berbagai latar belakang budaya yang tidak sama. Alat komunikasi binatang bersifat terbatas. semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. melainkan sintaksis. maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah.ciri yang universal ini tentunya merupakan unsur bahasa yang paling umum. sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat. menjadi tidak tetap dan tidak statis. Bahasa itu Unik Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh yang lain. artinya jika kita memberi tekanan pada kata dalam kalimat maka makna kata itu tetap. Lalu. Artinya. dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan. Salah satu keunikan bahasa Indonesia adalah bahwa tekanan kata tidak bersifat morfemis. Bahasa itu Dinamis Bahasa adalah satu. Ciri. Bahasa dikatakan unik yang artinya setiap bahasa memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Oleh karena latar belakang dan lingkungannya tidak sama maka bahasa yang mereka gunakan menjadi bervariasi atau beragam.

bahasa pengantar dalam pendidikan. dalam surat. bagaimana kita harus menggunakan bahasa itu di dalam masyarakat. seperti pidato kenegaraan.sekolah. maka konsep masyarakat bahasa dapat menjadi luas dan dapat menjadi sempit. di warung. Masyarakat Bahasa Kata masyarakat biasanya diartikan sebagai sekelompok orang (dalam jumlah yang banyaknya relatif ). yakni : 1. variasi T ini harus dipelajari melalui pendidikan formal di sekolah. Adanya pembedaan variasi bahasa T dan bahasa R disebut dengan istilah diglosia ( Ferguson 1964 ). Penggunaan Bahasa Adanya berbagai macam dialek dan ragam bahasa menimbulkan masalah.situasi resmi.faktor di luar bahasa yaitu tidak lain daripada segala hal yang berkaitan dengan kegiatan manusia di dalam masyarakat. variasi R ini dipelajari secara langsung di dalam masyarakat umum dan tidak pernah dalam pendidikan formal. sebab tidak ada kegiatan yang tanpa berhubungan dengan bahasa. seketurunan. Variasi dan Status Sosial Bahasa Dalam beberapa masyarakat tertentu ada semacam kesepakatan untuk membedakan adanya dua macam variasi bahasa yang dibedakan berdasarkan status pemakaiannya. Instrumentalities. Hymes (1974) seorang pakar sosiolinguistik mengatakan. Karena titik berat pengertian masyarakat bahasa pada “ merasa menggunakan bahasa yang sama”.menyurat resmi dan buku pelajaran. yaitu orang. Participants. khotbah.surat pribadi dan catatan untuk diri sendiri. di jalan. seperti di rumah. yang merasa sebangsa. sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor. Ends. yaitu yang menunjuk pada jalur percakapan apakah secara lisan atau . sewilayah tempat tinggal atau yang mempunyai kepentingan sosial yang sama. yaitu hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan 5. yaitu maksud dan hasil percakapan 4. Yang dimaksud dengan masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Act sequences. yaitu yang menunjuk pada cara atau semangat dalam melaksanakan percakapan 6. Setting and scene. Yang pertama adalah variasi bahasa tinggi ( T ) digunakan dalam situasi. Yang kedua adalah variasi bahasa rendah ( R ) digunakan dalam situasi tidak formal.orang yang terlibat dalam percakapan 3. yaitu unsur yang berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan 2.BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA Objek kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri. surat. bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan delapan unsur. Key. yang diakronimkan menjadi SPEAKING. Masyarakat yang mengadakan pembedaan ini disebut masyarakat diglosis.

bahasa semula) akan pecah dan menurunkan dua bahasa baru atau lebih.bahasa lain itu akan menurunkan lagi bahasa. yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf ( hipotesis Sapir. maksudnya kalau suatu bahasa sudah masuk ke dalam salah satu kelompok. integrasi. situasinya bagaimana.bahasa pecahan berikutnya. tentang apa. Menurut teori klasifikasi genetis ini. dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa. Kontak Bahasa Dalam masyarakat yang terbuka. dia tidak bisa masuk lagi dalam kelompok yang lain. Apa yang dilakukan manusia selalu dipengaruhi oleh sifat. baik dari satu atau lebih dari satu masyarakat. Lalu. Hipotesis ini dikeluarkan oleh dua orang pakar.Whorf) yang menyatakan bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan atau bahasa itu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak anggota masyarakat penuturnya. suatu bahasa pro ( bahasa tua. setelah klasifikasi dilakukan tidak ada lagi sisanya.bukan 7. Kemudian bahasa. Hal yang sangat menonjol yang bisa terjadi dari adanya kontak bahasa ini adalah terjadinya atau terdapatnya apa yang disebut bilingualisme dan multilingualisme dengan berbagai macam kasusnya. Genres. Klasifikasi Genetis Klasifikasi genetis disebut juga klasifikasi geneologis.bahasa itu. Nonarbitrer maksudnya bahwa kriteria klasifikasi hanya harus ada satu kriteria. akan terjadilah apa yang disebut kontak bahasa. suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua.sifat bahasanya. tujuannya apa. Kedelapan unsur tersebut dalam formulasi lain bisa dikatakan dalam berkomunikasai lewat bahasa harus diperhatikan faktor. dan unik. Hasil klasifikasi juga harus bersifat unik. Artinya. dan campurkode. KLASIFIKASI BAHASA Klasifikasi dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa. Jadi bahasa itu menguasai cara berpikir dan bertindak manusia. Bahasa yang mempunyai kesamaan ciri dimasukkan dalam satu kelompok. semua bahasa yang ada dapat masuk ke dalam salah satu kelompok. Menurut Greenberg (1957: 66) suatu klasifikasi yang baik harus memenuhi persyaratan nonarbitrer. Bahasa dari masyarakat yang menerima kedatangan akan saling mempengaruhi dengan bahasa dari masyarakat yang datang. kalau masuk ke dalam dua kelompok atau lebih berarti hasil klasifikasi itu tidak unik. yaitu yang menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan 8. sepertu interferensi. maka hasilnya akan ekhaustik. Norms. .faktor siapa lawan atau mitra bicara kita. yaitu menunjuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan. Dalam sejarah linguistik ada suatu hipotesisyang sangat terkenal mengenai hubungan bahasa dengan kebudayaan ini. Bahasa dan Budaya Satu lagi yang menjadi objek kajian linguistik makro adalah mengenai hubungan bahasa dengan budaya atau kebudayaan. ekhaustik. Artinya. alihkode. jalurnya apa dan ragam bahasa yang digunakan yang mana. artinya yang para anggotanya dapat menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain. bahasa pecahan ini akan menurunkan pula bahasabahasa lain.

bahasa di dunia ini bersifat divergensif.unsur luar. Maka hasil klasifikasinya dapat bermacam. Selain itu. Klasifikasi Tipologis Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe atau tipe. Klasifikasi genetis juga menunjukkan bahwa perkembangan bahasa. sebab ada kemungkinan sebuah bahasa dapat masuk dalam kelompok tertentu dan dapat pula masuk ke dalam kelompok lainnya lagi. Klasifikasi Areal Klasifikasi areal dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain di dalam suatu areal atau wilayah. yakni memecah dan menyebar menjadi banyak.hal tertentu yang terbatas.mata menggunakan bentuk bahasa sebagai dasar klasifikasi. Steinthal. pakarnya antara lain H.tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. Klasifikasi ini bersifat arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa. akibatnya menjadi bersifat arbitrer karena tidak terikat oleh tipe tertentu. misalnya yang dibuat Sapir (1921) dan J. Usaha klasifikasi ini pernah dilakukan oleh Wilhelm Schmidt (1868. yaitu: § Kelompok pertama adalah yang semata. klasifikasi genetis bisa dikatakan merupakan hasil pekerjaan linguistik historis komparatif.1954) dalam bukunya Die Sprachfamilien und Sprachenkreise der Ende. Klasifikasi inipun bersifat non ekhaustik. tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik atau tidak. Klasifikasi tipologi ini dapat dilakukan pada semua tataran bahasa. Pada abad XX ada juga pakar klasifikasi morfologi dengan prinsip yang berbeda. Klasifikasi Sosiolinguistik . perkembangan yang konvergensif tampaknya akan lebih mungkin dapat terjadi.ulang dalam suatu bahasa. Oleh karena itu. Tipe ini merupakan unsur tertentu yang dapat timbul berulang. yaitu adanya korespondensi bentuk (bunyi) dan makna. Klasifikasi pada tataran morfologi yang telah dilakukan pada abad XIX secara garis besar dapat dibagi tiga kelompok. Apa yang dilakukan dalam klasifikasi genetis ini sebenarnya sama dengan teknik yang dilakukan dalam linguistik historis komparatif.macam.Klasifikasi genetis dilakukan berdasarkan kriteria bunyi dan arti yaitu atas kesamaan bentuk (bunyi) dan makna yang dikandungnya. sebab masih banyak bahasa. ( klasifikasi morfologi oleh Fredrich Von Schlegel) § Kelompok kedua adalah yang menggunakan akar kata sebagai dasar klasifikasi ( oleh Franz Bopp). § Kelompok ketiga adalah yang menggunakan bentuk sintaksis sebagai dasar klasifikasi.bahasa itu memberikan pengaruh timbal balik dalam hal. Greenberg (1954). klasifikasi inipun bersifat non unik. Bahasa.bahasa yang memiliki sejumlah kesamaan seperti itu dianggap berasal dari bahasa asal atau bahasa proto yang sama. yang dilampiri dengan peta.bahasa di dunia ini yang masih bersifat tertutup dalam arti belum menerima unsur. tetapi pada masa mendatang karena situasi politik dan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih.

Hanya masalahnya. bahasa itu hanya digunakan secara lisan. vitalitas berkenaan dengan apakah bahasa itu mempunyai penutur yang menggunakannya dalam kegiatan sehari. penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa itu. tepatnya berdasarkan status. Klasifikasi sosiolinguistik ini pernah dilakukan oleh William A. Dalam bahasa itu belum dikenal ragam bahasa tulisan. maka kesalahan itu tidak bisa secara langsung diperbaiki. bahasa yang diucapkan. sebab kalau tidak hati. yang ada hanya ragam bahasa lisan. linguistik juga punya prioritas dalam kajiannya. Bahasa tulis sebenarnya bisa dianggap sebagai “rekaman” bahasa lisan. padahal bahasa tulis dekat sekali hubungannya denganm bahasa. dan nada yang tidak dapat direkam secara sempurna dalam bahasa tulis. tanpa pertimbangan dan pemikiran. Tetapi hasil ini tidak unik sebab sebuah bahasa bisa mempunyai status yang berbeda. ternyata rekaman bahasa tulis sangat tidak sempurna. peluang untuk terjadinya kesalahan dan kesalahpahaman dalam bahasa tulis sangat besar. 2. Apakah bahasa tulis itu sama dengan bahasa lisan. Stuart tahun 1962 yang dapat kita baca dalam artikelnya “ An Outline of Linguistic Typology for Describing Multilingualism”. Bahasa tulis bukanlah bahasa lisan yang dituliskan seperti yang terjadi kalau kita merekam bahasa lisan itu ke dalam pita rekaman. BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA Dalam bagian yang terdahulu sudah disebutkan bahwa bahasa adalah sebuah sistem bunyi. fungsi. historisitas berkenaan dengan sejarah perkembangan bahasa atau sejarah pemakaian bahasa itu. Artinya. atau bagaimana? Meskipun dari awal sudah disebutkan bahwa bahasa tulis sebenarnya tidak lain daripada rekaman bahasa lisan. Bahasa lisan lebih dahulu daripada bahasa tulis. intonasi. standardisasi berkenaan dengan statusnya sebagai bahasa baku atau tidak baku atau statusnya dalam pemakaian formal atau tidak formal. yaitu : 1. Juga sudah disebutkan bahwa linguistik melihat bahasa itu adalah bahasa lisan. maka bagi linguistik bahasa lisan adalah primer. 3. Malah saat ini masih banyak bahasa di dunia ini yang belum punya tradisi tulis. Klasifikasi ini dilakukan berdasarkan empat ciri atau kriteria. sebab apapun yang berkenaan dengan bahasa adalah juga menjadi objek linguistik.kelompok tertentu. tetapi tidak secara tulisan. Jadi bahasa itu adalah apa yang dilisankan. Bahasa tulis sudah dibuat orang dengan pertimbangan dan pemikiran. homogenesitas berkenaan dengan apakah leksikon dan tata bahasa dari bahasa itu diturunkan. Dalam bahasa lisan setiap kesalahan bisqa segera . 4. Dengan menggunakan keempat ciri di atas. bukan yang dituliskan. seperti tekanan.Klasifikasi sosiolinguistik dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor.hari secara aktif atau tidak.hati. Begitulah. Banyak unsur bahasa lisan. sebagai usaha manusia untuk “menyimpan” bahasanya atau untuk bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda. sedangkan bahasa tulis adalah sekunder.faktor yang berlaku dalam masyarakat. padahal dalam berbagai bahasa tertentu tiga unsur itu sangat penting. hasil klasifikasi bisa menjadi ekshaustik sebab semua bahasa yang ada di dunia dapat dimasukkan ke dalam kelompok. Berbeda dengan bahasa lisan. Namun. Namun linguistik sebenarnya juga tidak menutup diri terhadap bahasa tulis. tetapi sesungguhnya ada perbedaan besar antara bahasa tulis dengan bahasa lisan.

Selanjutnya. Tiba di Indonesia sekitar abad XVI bersamaan dengan penyebaran agama Kristen oleh orang Eropa. dan aksara fonemis. hingga saat ini belum dapat dipastikan kapan manusia mulai menggunakan tulisan.diperbaiki. Jadi. Berbicara mengenai asal mula tulisan. tanda seru untuk menyatakan interjeksi. mimik. lagipula bahasa lisan sangat dibantu oleh intonasi. Jadi.benar menjadi sistem tulisan yang disebut piktograf. atau konsep ini disebut ideograf. sebab masih ada digunakan gabungan huruf untuk melambangkan sebuah fonem. seorang pangeran dari Phunisia dan lalu membawanya ke Yunani.bahasa di dunia ini dewasa ini lebih umum menggunakan aksara Latin daripada aksara lain. karena jumlah fonem yang ada dalam setiap bahasa tidak sama dengan jumlah huruf yang tersedia dalam alphabet Latin itu. ide. Huruf vokal untuk melambangkan fonem vokal dan huruf konsonan untuk melambangkan fonem konsonan dari bahasa yang bersangkutan.unsur bahasa lisan hanyalah huruf besar untuk memulai kalimat. tanda tanya untuk menyatakan interogasi. Banyak unsur bahasa lisan yang tidak dapat digambarkan oleh aksara itu dengan tepat dan akurat. Alat pelengkap aksara yang ada untuk menggambarkan unsur. Pada abad-abad pertama Masehi aksara Romawi ini (yang lazim disebut aksara Latin) menyebar ke seluruh dunia. setiap silabel akan dinyatakan dengan huruf vokal dan huruf konsonan. Sistem demikian. Ada pendapat umum yang mengatakan bahwa ejaan yang ideal adalah ejaan yang melambangkan tiap fonem hanya dengan satu huruf atau sebaliknya setiap huruf hanya dipakai untuk melambangkan satu fonem. Jika demikian. Hubungan antara fonem (yaitu satuan bunyi terkecil yang dapat membedakan makna dalam suatu bahasa) dengan huruf atau grafem (yaitu satuan unsur terkecil dalam aksara) ternyata juga bermacam. sehingga tidak tampak lagi hubungan langsung antara gambar dengan hal yang dimaksud. tetapi telah digunakan untuk menggambarkan sifat benda atau konsep yang berhubungan dengan benda itu. aksara silabis. Bahasa. Semua jenis aksara itu tidak ada yang bisa “merekam” bahasa lisan secara sempurna. satu huruf yang berupa satu gambar. Piktograf yang menggambarkan gagasan. tekanan. aksara silabis ini diambil alih oleh orang Yunani yang kemudian mengembangkan tulisan yang bersifat alfabetis. aksara Yunani ini diambil alih pula oleh orang Romawi.gambar piktogram itu benar. dan tanda hubung untuk menyatakan penggabungan. aksara ideografis. titik untuk menandai akhir kalimat.gambar itu dengan bentuknya yang sederhana secara langsung menyatakan maksud atau konsep yang ingin disampaikan. Aksara Latin adalah aksara yang tidak bersifat silabis. Dalam fable Cina dikisahkan bahwa yang menemukan tulisan adalah T’sang Chien Tuhan bermata empat. Namun. Kemudian ideograf berubah menjadi lebih sederhana. melambangkan satu makna atau satu konsep. dan gerak. koma untuk menandai jeda. Gambar. Tidak sama antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain.gerik si pembicara. yang menggambarkan suku kata disebut aksara silabis. . yaitu aksara piktografis. yaitu dengan menggambarkan setiap konsonan dan vocal dengan satu huruf. Piktograf ini selanjutnya tidak lagi menggambarkan benda yang dimaksud. Lalu dalam perkembangannya.gambar yang terdapat dari gua-gua di Altamira di Spanyol Utara. dan sebagai sistem tulisan disebut piktograf. sudah dikemukakan di atas adanya beberapa jenis aksara. dan di beberapa tempat lain. Gambar. ternyata ejaan bahasa Indonesia belum seratus persen ideal. Ada cerita yang mengatakan bahwa tulisan itu ditemukan oleh Cadmus. Beberapa waktu kemudian gambar. dan sebagainya.gambar ini disebut pictogram.macam. Dalam piktograf ini. Para ahli dewasa ini memperkirakan tulisan itu berawal dan tumbuh dari gambar.

yaitu pernafasan (sebagai sumber tenaga). Pembentukan konsonan a) Bilabial : pembentukan konsonan oleh 2 bibir. misalnya /i/ dan /I/ dalam /menangIs/. Mengapa bunyi dipelajari? Karena wujud bahasa yang paling primer adalah bunyi. Alofon adalah perbedaan bunyi yang tidak menimbulkan perbedaan makna. ai. fon. m) b) Apikodental : pembentukan konsonan oleh ujung lidah dan gigi (t. o. o.2 Klasifikasi vokal : Berdasarkan bentuk bibir · Vokal bulat → a. Fonem merupakan aspek bahasa pada aspek langue (istilah de Sausure).3. fonetik dan fonemik. alat ucap (yang menimbulkan getaran). Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang masih abstrak atau yang tidak diartikulasikan. Bunyi Vokal : bunyi yang tidak mengalami hambatan di daerah artikulator. dan rongga pengubah getaran (pita suara). Fonologi dibedakan menjadi. (b. /c/.1. u · Vokal lonjong → i. v) . oi. Fon adalah realisasi dari fonem (parole).3 Bunyi Konsonan Bunyi Konsonan adalah bunyi yang mengalami hambatan dalam pengucapan. Fonetik 4. e Berdasarkan tinggi rendah lidah · Tinggi → i · Tengah → e · Bawah → a Berdasarkan maju mundurnya lidah · Depan → i. u. misalnya /t/. TATARAN LINGUISTIK : FONOLOGI Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. Terdiri dari : a. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dibentuk oleh tiga faktor. p. a · Tengah → e · Belakang → o 4. dan alofon. Disebut juga huruf hidup karena dapat berdiri sendiri dan dapat menghidupkan konsonan. /d/. i. Didalam fonologi terdapat istilah fonem. Diftong → au. 4. h) c) Labiodental : pembentukan konsonan oleh gigi dan bibir (f. Bunyi adalah Getaran udara yang masuk ke telinga sehingga menimbulkan suara. atau bunyi yang diartikulasikan (diucapkan) misalnya {lari}. e. d.tampaknya ejaan bahasa Indonesia masih jauh lebih baik daripada ejaan bahasa Inggris.

4. tragis. ada bunyi yang dapat disegmentasikan yang disebut bunyi segmental. tragedi. syukur str: struktur.d) Palatal : lidah – langit-langit keras (c. krisis sy: syarat. proses kr: kredit. kritis. 1 . udara keluar melalui geseran. Kluster= dua konsonan yang dibaca satu bunyi. transportasi. alat ucap dan pita suara. panjang pendek bunyi. misalnya: /ai/ dalam sungai. Diftong= dua vokal yang dibaca satu bunyi. g) Laringal : pita suara terbuka lebar. pr: produksi. Vokal = bunyi yang tidak terhambat oleh alat ucap 3. khitmad. trauma. /au/ dalam /kau/ 4. kreatif. Bunyi Segmental Bunyi segmental ialah bunyi yang dihasilkan oleh pernafasan. tinggi rendah bunyi.4 Macam-macam bunyi bahasa a. Bunyi Segmental ada empat macam 1. b. syah. j) e) Velar : belakang lidah – langit-langit lembut (k. disertai dengan keras lembut bunyi. strategi spr: sprai tr : tradisi. Bunyi Supra Segmental Dalam suatu runtutan bunyi yang sambung-bersambung terus-menerus diselangseling dengan jeda singkat atau agak singkat. Tekanan atau Stres Menyangkut masalah keras lunaknya bunyi. Contoh Kluster/Konsonan Rangkap ng: yang ny: nyonya kh: khusus. Konsonan= bunyi yang terhambat oleh alat ucap 2. prakarya.g) f) Hamzah (glottal stop) : posisi pita suara tertutup sama sekali. strata. . khas.

Hasil dari fonemisasi dengan prosedur pasangan minimal adalah ditemukannya suatu fonem. Fonem dan grafem Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata. atau penulisan menurut huruf dan ejaan suatu bahasa. yaitu satuan bunyi yang terkecil yang fungsional atau distingtif. Jeda antar kata. Alofon dapat dilambangkan dalam wujud tulisan atau transkripsi fonetik yaitu penulisan pengubahan menurut bunyi. Untuk menetapkan apakah suatu bunyi berstatus sebagai fonem atau bukan harus dicari pasangan minimalnya. Fonemisasi adalah salah satu prosedur atau cara menemukan fonem suatu bahasa. . tanpa memperhatikan makna. dan tandanya adalah […]. Alofon merupakan realisasi sebuah fonem. Sedangkan fonemik adalah bagian dari studi linguistik yang mempelajari bahasa tertentu yang memperhatikan perbedaan makna. Fonetik adalah bagian dari studi linguistik yang mempelajari bunyi bahasa secara umum. kajian bunyi bahasa manapun. Asimilasi merupakan peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya. diberi tanda ( # ) Fonemik Pengertian Fonemik 1. Nada atau Pitch Berkenaan dengan tinggi rendahnya bunyi. kecuali satu bunyi yang tidak sama. 3 Jeda atau Persendian Berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar. diberi tanda ( // ) Jeda antar kalimat. yaitu penulisan fonem-fonem suatu bahasa menurut sistem ejaan yang berlaku pada suatu bahasa. Salah satu prosedur fonemisasi adalah “pasangan minimal” (minimal pairs). diberi tanda ( / ) Jeda antar frase. Disimilasi yaitu perubahan dua buah fonem yang sama menjadi fonem yang berlainan. Pasangan minimal. Kontraksi adalah pemendekan bentuk ujaran yang ditandai dengan hilangnya sebuah fonem atau lebih. Penemuan fonem suatu bahasa itu didasarkan pada data-data yang secara fonetis akurat.2 . dalam arti membedakan makna. Grafem merupakan pelambangan fonem ke dalam transkripsi ortografis. yang tidak bersifat fungsional. 2. yaitu bentuk-bentuk bahasa yang terkecil dan bermakna dalam sebuah bahasa yang secara ideal sama.

kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan . Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. tulis. Morf dan Alomorf Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya. Kedua. Kelima disebut klitika. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Sebab meskipun bukan afiks. memMenyanyi . biasanya satu silabel. menyMenggoda . Morfem bebas dan Morfem terikat Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan.TATARAN LINGUISTIK : MORFOLOGI Identifikasi Morfem Untuk menentukan bahwa sebuah satuan bentuk merupakan morfem atau bukan kita harus membandingkan bentuk tersebut di dalam bentuk lain. Melihat . mengKlasifikasi Morfem Klasifikasi morfem didasarkan pada kebebasannya. henti. gaul. termasuk morfem terikat. maknanya dan sebagainya. Bila satuan bentuk tersebut dapat hadir secara berulang dan punya makna sama. maka bentuk tersebut merupakan morfem. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. bentuk seperti ke. tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang. dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata. bentuk seperti baca. hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga. keutuhannya. Klitka adalah bentuk singkat. kerontang (kering kerontang). Morfem Utuh dan Morfem Terbagi . baur termasuk morfem terikat. Dalam studi morfologi satuan bentuk yang merupakan morfem diapit dengan kurung kurawal ({ }) kata kedua menjadi {ke} + {dua}. meMembawa . Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta). daripada. secara fonologis tidak mendapat tekanan. Sedangkan Alomorf nama untuk bentuk bila sudah diketahui status morfemnya (bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama) . Keempat. dan . Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat.

SPOK pelaku sasaran . Morfologi membicarakan tentang struktur internal kata. Bentuk Dasar. Morfem bermakna Leksikal dan Morfem tidak bermakna Leksikal Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang secara inheren memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dengan morfem lain. Kedua. O. Dalam kategori sintaksis ada istilah nomina. harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Sedangkan morfem yang tidak bermakna leksikal adalah tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. dan K merupakan kotak kosong yang diisi kategori dan peranan tertentu. fungsi-fungsi S. Dalam peran sintaksis ada istilah pelaku. Sintaksis membicarakan tentang hubungan kata dengan kata lain. dan objek. Struktur Sintaksis Struktur sintaksis ada tiga yaitu fungsi sintaksis. verba. Pertama. dan peran sintaksis. Menurut Verhaar (1978). dan numeralia. predikat. Pangkal digunakan untuk menyebut bentuk dasar dari proses infleksi. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur suprasegmental seperti tekanan. adjektiva. Dalam fungsi sintaksis ada hal-hal penting yaitu subjek. dan Akar(root) Morfem dasar bisa diberi afiks tertentu dalam proses afiksasi bisa diulang dalam suatu reduplikasi. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. P. Morfem Dasar. ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar. nada.Morfem utuh adalah morfem dasar. Akar digunakan untuk menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh. Morfem Segmental dan Suprasegmental Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem segmental. Morfem beralomorf zero Morfem beralomorf zero adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi melainkan kekosongan. dan penerima. bisa digabung dengan morfem lain dalam suatu proses komposisi. semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan. durasi. Contohnya: Kalimat aktif: Nenek melirik kakek tadi pagi. kategori sintaksis. merupakan kesatuan utuh. TATARAN LINGUISTIK : SINTAKSIS Kajian Sintaksis Morfosintaksis yaitu gabungan dari morfologi dan sintaksis. Pangkal (stem). penderita.

Perbedaan urutan kata dapat menimbulkan perbedaan makna. Menurut Djoko Kentjono(1982). Contohnya: Kakek makan. maka fungsi S dan P harus berurutan dan tidak disisipi kata di antara keduanya. Fungsi subjek diisi kategori nomina. Contohnya: tiga jam – jam tiga.(salah) Dia adalah guru. Pelaku berarti objek yang melakukan pekerjaan. . Dalam kalimat aktif transitif mempunyai kendala gramatikal yaitu fungsi predikat dan objek tidak dapat diselipi kata keterangan. dan intonasi. fungsi objek diisi kategori nomina. fungsi predikat diisi kategori verba. Nenek melirik kakek. Eksistensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh urutan kata.(benar) SOSPO Kata “adalah” pada kalimat tersebut merupakan verba kopula. Contohnya: Nenek membersihkan kamarnya. Berenang menyehatkan tubuh. Kata yang bermakna pelaku dan penerima tetap tidak berubah walaupun kata kerja yang aktif diganti menjadi pasif. Verba transitif selalu membutuhkan objek.Kalimat pasif: Kakek dilirik nenek tadi pagi. bentuk kata. Peran dalam struktur sintaksis tergantung pada makna gramatikalnya. SPOK sasaran pelaku Agar menjadi kalimat berterima. Struktur sintaksis minimal mempunyai fungsi subjek dan predikat seperti pada verba intransitif yang tidak membutuhkan objek. seperti to be pada bahasa Inggris. Makna pelaku dan sasaran merupakan makna gramatikal. – Kakek melirik nenek. Penerima berarti objek yang dikenai pekerjaan. dan fungsi keterangan diisi kategori adverbia. Contohnya: Dia guru. SPO Kata “berenang” menjadi berkategori nomina karena yang dimaksud adalah pekerjaan berenangnya. Contohnya: Kalimat seruan: Hebat! Kalimat jawaban: Sudah! Kalimat perintah: Baca! Fungsi-fungsi sintaksis harus diisi kategori-kategori yang sesuai. hadir tidaknya fungsi sintaksis tergantung konteksnya.

yaitu a. atau. Misalnya: akan datang. Konjungsinya seperti dan. Macam-macam frase: A. dan karena. Misalnya: hari libur Perjalanan. maksudnya frase itu selalu terdapat dalam satu fungsi unsur klausa yaitu: S. b. Frase Frase adalah satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi. yaitu: frase yang terdiri dari unsur-unsur yang setara. Frase endosentrik yang koordinatif. Contohnya: Kucing / makan tikus mati. hari merupakan unsur pusat. meskipun.(salah) Intonasi merupakan penekanan. Konjungsinya seperti kalau. Intonasi ada tiga macam yaitu intonasi deklaratif untuk kalimat bermodus deklaratif atau berita dengan tanda titik. Frase merupakan satuan gramatik yang terdiri dari dua kata atau lebih. Frase endosentrik dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Karena itu. Misalnya: kakek-nenek : pembinaan dan pengembangan laki bini : belajar atau bekerja 2. Frase merupakan satuan yang tidak melebihi batas fungsi unsur klausa. P. Kucing makan tikus / mati. unsur-unsurnya tidak mungkin dihubungkan. yaitu frase yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. ini dibuktikan oleh kemungkinan unsur-unsur itu dihubungkan dengan kata penghubung. Kalimat tersebut sudah berbeda makna karena tafsiran gramatikal yang berbeda yang disebut ambigu atau taksa. kemarin pagi. Contohnya: Nenek dan kakek pergi ke sawah. dan intonasi interjektif dengan tanda seru. saya tentu akan datang. Konektor koordinatif menghubungkan dua konstituen sederajat. yang sedang menulis. atau K. Dari batasan di atas dapatlah dikemukakan bahwa frase mempunyai dua sifat. yaitu: unsur yang secara distribusional sama dengan perjalanan panjang . dilihat dari sifatnya. Contohnya: Kalau diundang. Perbedaan intonasi juga menimbulkan perbedaan makna. Konektor subordinatif menghubungkan dua konstituen yang tidak sederajat. intonasi interogatif dengan tanda tanya. Frase endosentrik yang atributif. Konektor bertugas menghubungkan konstituen satu dengan yang lain. ada dua macam konektor.Contohnya: Nenek melirik tadi pagi kakek. O. Intonasi juga dapat berupa nada naik atau tekanan. dan tetapi. Frase endosentrik Frase endosentrik adalah frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya.

unsur anak Pak Saleh dapat menggantikan unsur Susi. …. diikuti oleh kata atau frase . anak Pak Saleh sangat pandai. Frase Depan: frase yang terdiri dari kata depan sebagai penanda. sangat pandai Susi. sedangkan unsur lainnya merupakan atributif. dalam hal ini unsur anak Pak Saleh. sama dengan unsur lainnya. Siswa kelas 1A sedang bergotong royong …. frase Keterangan.seluruh frase dan secara semantik merupakan unsur terpenting. Frase di dalam kelas tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: akan berlayar 3.. Frase Nominal: frase yang memiliki distributif yang sama dengan kata nominal. Perhatikan jajaran berikut: Susi. rumah sakit 2. anak Pak Saleh. B. besok sore 5. Misalnya: tadi pagi. Ketidaksamaan itu dapat dilihat dari jajaran berikut: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di …. Frase endosentrik yang apositif: frase yang atributnya berupa aposisi/ keterangan tambahan. Frase Eksosentrik Frase eksosentrik ialah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan unsurnya. Misalnya: baju baru. Frase Keterangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata keterangan. sangat pandai. anak Pak Saleh secara sematik unsur yang satu. anak Pak Saleh. sepuluh keping 4. sedangkan unsur anak Pak Saleh merupakan aposisi (Ap). ….. Misalnya: dua butir telur. kelas C. Misalnya: Susi. frase Verbal. Frase Bilangan: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan kata bilangan. 1. 3. Unsur Susi merupakan unsur pusat. Karena. yaitu Susi. Frase Verbal: frase yang mempunyai distribusi yang sama dengan golongan kata verbal. sangat pandai. frase Bilangan. Misalnya: Siswa kelas 1A sedang bergotong royong di dalam kelas. Frase Nominal. Dalam frase Susi.

Pola-pola kalimat Sebuah kalimat luas dapat dipulangkan pada pola-pola dasar yang dianggap menjadi dasar pembentukan kalimat luas itu. 2. Misalnya: banyak orang mengatakan. Perancang busana yang berjenis kelamin wanita. berbaik hati mau melunaskan semua tunggakan sekolahku. Frase perancang busana wanita dapat menimbulkan pengertian ganda: 1. dan keterangan (K). 2. Misalnya: Perusahaan pakaian milik perancang busana wanita terkenal. tempat mamaku bekerja. Penggolongan klausa: 1. Unsur inti klausa ialah subjek (S) dan predikat (P). Anjing dipukul. Frase Ambigu Frase ambigu artinya kegandaan makna yang menimbulkan keraguan atau mengaburkan maksud kalimat. Perancang yang menciptakan model busana untuk wanita. Klausa Klausa adalah satuan gramatika yang terdiri dari subjek (S) dan predikat (P) baik disertai objek (O). . b. Misalnya: di halaman sekolah. Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari dua kata atau lebih yang mengandung pikiran yang lengkap dan punya pola intonasi akhir.sebagai aksinnya. 1. serta memilki potensi untuk menjadi kalimat. 3. Pola kalimat I = kata benda-kata kerja Contoh: Adik menangis. Berdasarkan unsur intinya Berdasarkan ada tidaknya kata negatif yang secara gramatik menegatifkan predikat Berdasarkan kategori kata atau frase yang menduduki fungsi predikat Kalimat a. dari desa D. Contoh: Ayah membaca koran di teras belakang. Makna ganda seperti itu disebut ambigu.

Gunung tinggi. . Pola kalimat II disebut pola kalimat ”atributif” 3. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk Kalimat tunggal : klausanya hanya satu Kalimat majemuk : klausa dalam kalimat terdapat lebih dari satu Macam-macam kalimat majemuk : 1) Kalimat majemuk koordinatif. aktif atau netral dan afirmatif. 4. Dalam bahasa Indonesia paling tidak kalimat inti kita dapati dengan pola sebagai berikut : FN + FV = Nenek datang FN + FV + FN = Nenek membaca komik FN + FV + FN + PN = Nenek membacakan kakek komik FN + FN = Nenek dokter FN + FA = Nenek cantik FN + Fnum = Uangnya dua juta FN + FP = Uangnya di dompet B. adalah kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif. Pola kalimat IV disebut kalimat adverbial Jenis Kalimat A. menjadi. Kalimat ini mengandung kata kerja bantu. Kalimat inti disebut juga kalimat dasar. Pola kalimat II = kata benda-kata sifat Contoh: Anak malas. Ayah dari kantor. Kalimat inti dan kalimat non inti.Pola kalimat I disebut kalimat ”verbal” 2. Pola kalimat IV (pola tambahan) = kata benda-adverbial Contoh: Ibu ke pasar. Paman Guru Pola pikir kalimat III disebut kalimat nominal atau kalimat ekuasional. seperti: adalah. Pola kalimat III = kata benda-kata benda Contoh: Bapak pengarang. merupakan.

C. antara lain: Pertama. antara lain: Pertama. yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat kalimat yang lain. atau menghubungkan paragraf dengan paragraf. Persyaratan gramatikal dapat dipenuhi kalau dalam wacana itu sudah terbina kekohesifan. yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur-unsur yang ada dalam wacana sehingga isi wacana apik dan benar. sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar. Selain dengan upaya gramatikal. Pengertian Wacana Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. Sebagai satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. menggunakan kata ganti dia. Keenam. menggunakan hubungan tujuan di dalam isi sebuah wacana. minimal mempunyai subjek dan predikat Kalimat minor : klausanya tidak lengkap. menggunakan hubungan generik – spesifik. dan persyaratan kewacanaan lainnya. atau sebaliknya spesifik – generik. menggunakan elipsis. Kalimat verbal dan kalimat non verbal E. D. b. hanya terdiri dari S/P/O/K saja. menggunakan hubungan sebab – akibat di antara isi kedua bagian kalimat. gagasan. menggunakan hubungan pertentangan pada kedua bagian kalimat yang terdapat dalam wacana itu. nya. konjungsi. Ketiga. Ketiga. Kelima. Kalimat bebas dan kalimat terikat. pikiran. mereka. Kedua. menggunakan hubungan rujukan yang sama pada dua bagian kalimat atau pada dua kalimat dalam satu wacana. sebuah wacana yang kohesif dan koheren dapat juga dibuat dengan bantuan berbagai aspek semantik. Jenis Wacana . ini. maka dalam wacana itu berarti terdapat konsep. yakni alat untuk menghubung-hubungkan bagian-bagian kalimat. yang bisa dipahami oleh pembaca (dalam wacana tulis) atau pendengar (dalam wacana lisan) tanpa keraguan apapun. c. atau isi antara dua buah kalimat dalam satu wacana. Sebagai satuan bahasa yang lengkap. atau isi antara dua buah kalimat dalam satu wacana. menggunakan hubungan perbandingan antara isi kedua bagian kalimat. Wacana a. wacana dibentuk dari kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal. Alat Wacana Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif. Kedua.2) Kalimat majemuk subordinatif 3) Kalimat majemuk kompleks. dan itu sebagai rujukan anaforis sehingga bagian kalimat yang sama tidak perlu diulang melainkan menggunakan kata ganti. Kalimat mayor dan kalimat minor Kalimat mayor : klausanya lengkap. Keempat. atau ide yang utuh.

Gramatikal dan Kontekstual Makna leksikal adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. tak dapat diamati secara empiris. TATARAN LINGUISTK : SEMANTIK Kajian Semantik Status tataran semantik dengan tataran fonologi. Jika tanda linguistik tersebut disamakan identitasnya dengan kata atau leksem. morfologi dan sintaksis. morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. dilihat adanya wacana lisan dan wacana tulis. sesuai dengan hasil . Di dalam penggunaannya dalam pertuturan yang nyata. makna kata atau leksem itu seringkali terlepas dari pengertian atau konsep dasarnya dan juga acuannya. paragraf. Makna yang menjadi objek semantik sangat tidak jelas. atau juga subparagraf. dibangun oleh subsatuan atau sub-subsatuan wacana yang disebut bab. Banyak pakar menyatakan bahwa kita baru dapat menentukan makna sebuah kata apabila kata itu sudah berada dalam konteks kalimatnya. dilihat dari penyampaian isinya dibedakan menjadi wacana narasi. yaitu bahasa lisan atau bahasa tulis. setiap tanda linguistik atau tanda bahasa terdiri dari 2 komponen. Semantik dengan objeknya yakni makna. dalam wacana –wacana singkat subsubsatuan wacana tidak ada. Menurut teori yang dikembangkan Ferdinand de Saussure. Makna Leksikal. Bahasa bersifat arbiter. subbab. Pakar itu juga mengatakan bahwa makna kalimat baru dapat ditentukan apabila kalimat itu berada di dalam konteks wacananya atau konteks situasinya. Namun. Subsatuan Wacana Dalam wacana berupa karangan ilmiah. dan komponen signifie (yang diartikan) yang berwujud pengertian atau konsep (yang dimiliki signifian). Hakikat Makna Menurut de Saussure. yaitu komponen signifian (yang mengartikan) yang berwujud runtunan bunyi. baik morfem dasar maupun morfem afiks. sehingga semantik diabaikan. makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguistik. Jenis Makna a. Jika disamakan dengan morfem. berada di seluruh tataran. maka makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap morfem. wacana persuasi dan wacana argumentasi. d. Dapat juga dikatakan bahwa makna leksikal adalah makna yang sebenarnya. Tetapi. sehingga hubungan antara kata dan maknanya juga bersifat arbiter.Berkenaan dengan sasarannya. pada tahun 1965. wacana eksposisi. berarti makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki oleh setiap kata atau leksem. Selanjutnya. yaitu berada di tataran fonologi. Dilihat dari penggunaan bahasa apakah dalam bentuk uraian ataukah bentuk puitik dibagi wacana prosa dan wacana puisi. Chomsky menyatakan bahwa semantik merupakan salah satu komponen dari tata bahasa dan makna kalimat sangat ditentukan oleh semantik ini. wacana prosa.

Makna konteks dapat juga berkenaan dengan situasinya. Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Makna konseptual sebenarnya sama dengan makna leksikal. saya dan kamu. Makna gramatikal adalah makna yang ada jika terjadi proses gramatikal seperti afiksasi. tidak meragukan. dia. f. istilah sering dikatakan bebas konteks. d. komposisi atau kalimatisasi. reduplikasi. Idiom terbagi atas idiom penuh dan idiom sebagian. waktu dan lingkungan penggunaan bahasa itu. Konotasi sebuah kata bisa berbeda antara seseorang dengan orang lain. keadaaan atau ciri-ciri yang ada pada leksem tersebut. makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. e. baik secara leksikal maupun secara gramatikal. karena kata-kata tersebut berasosiasi dengan nilai rasa terhadap kata itu. Misalnya : kata-kata pronominal seperti. Makna Denotatif dan Makna Konotatif Makna denotatif adalah makna asli. Makna asosiasi sama dengan perlambangan yang digunakan oleh suatu masyarakat bahasa untuk menyatakan konsep lain.observasi indera kita atau makna apa adanya. denotatif atau makna konseptual. Makna konotatif termasuk dalam makna asosiatif. Makna Kata dan Makna Istilah Pada awalnya. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata bahasa. Makna denotatif sebenarnya sama dengan makna leksikal. Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang yang menggunakan kata tersebut. Makna Referensial dan Non-referensial Sebuah kata atau leksem dikatakan bermakna referensial jika ada referensnya atau acuannya. makna yang dimiliki oleh sebuah kata adalah makna leksikal. jelas. Makna stilistika berkenaan dengan perbedaan penggunaan kata sehubungan dengan perbedaan sosial atau bidang kegiatan. Sedangkan idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikal sendiri. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks. yang acuannya tidak menetap pada satu wujud. b. meskipun tanpa konteks kalimat. Idiom penuh adalah idiom yang semua unsurnya telah melebur menjadi satu kesatuan. c. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Leech (1976) membagi makna menjadi menjadi makna konseptual dan makna asosiatif. Makna kolokatif berkenaan dengan ciri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dengan kata-kata yang bersinonim. Istilah mempunyai makna yang pasti. yang mempunyai kemiripan sifat. Ada sejumlah kata yang disebut kata diektik. Makna Idiom dan Peribahasa Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya. Makna afektif berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap lawan bicara atau terhadap objek yang dibicarakan. Namun. Oleh karena itu. dalam penggunaannya makna kata itu baru menjadi jelas jika kata itu sudah berada di dalam konteks kalimatnya atau konteks situasinya. yakni tempat. Peribahasa memilliki makna yang masih dapat ditelusuri dari makna unsurnya karena . deotatif dan makna referensial. sedangkan kata tidak bebas konteks.

Homograf adalah bentuk ujaran yang ortografinya dan ejaannya sama. Faktor bidang kegiatan 6. Faktor keformalan 4. dan maknanya berbeda. a. tanpa memperhatikan ejaannya. Homonim Yaitu dua buah kata atau satuan ujaran yang bentuknya “kebetulan” sama dan maknanya berbeda. Faktor tempat atau wilayah 3. yaitu homofon dan homograf. Faktor sosial 5. d. karena masing-masing merupakan kata atau bentuk ujaran yang berlainan. Faktor nuansa makna b. pertentangan. sedangkan polisemi yaitu sebuah . Pada kasus homonim ada dua istilah lain yang biasa dibicarakan. Dalam kasus polisemi. Dua buah ujaran yang bersinonim maknanya tidak akan sama persis.adanya “asosiasi” antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa. Faktor waktu 2. yang lain adalah maknamakna yang dikembangkan berdasarkan salah satu komponen makna yang dimiliki kata atau satuan ujaran itu. c. tetapi ucapan dan maknanya berbeda. Homofon adalah adanya kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran. Ketidaksamaan itu terjadi karena faktor : 1. Sinonim Yaitu hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna antara satu satuan ujaran dengan satuan ujaran lainnya. atau kontras antara yang satu dengan yang lain. biasanya makna pertama adalah makna sebenarnya. Polisemi Yaitu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Antonim Yaitu hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan. maknamakna pada sebuah kata atau satuan ujaran yang polisemi ini masih berkaitan satu dengan yang lain. Oleh karena itu. Relasi Makna Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan yang lain. Perbedaan antara homonim dengan polisemi adalah bahwa homonim yaitu dua buah bentuk ujaran atau lebih yang “kebetulan” bentuknya sama.

Perbedaan polisemi dengan ambiguitas adalah bahwa polisemi biasanya hanya pada tataran kata. Ini tidak berlaku untuk semua kosakata. tetapi hanya terjadi pada sebuah kata saja. karena ketidakcermatan dalam menyusun konstruksi beranaforis. Ketaksaan terjadi dalam bahasa tulis akibat perbedaan gramatikal karena ketiadaan unsur lisan. Perbedaan homonim dengan ambiguiti adalah bahwa homonim yaitu dua buah bentuk atau lebih yang kebetulan bentuknya sama. dan maknamakna yang dimilikinya yang lebih dari satu itu. Hiponimi Yaitu hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain. Pertukaran tanggapan indera (sinestesia) 5. Dengan demikian jelas bahwa antara keduanya tidak punya hubungan sama sekali. f. tetapi dalam waktu yang relative lama ada kemungkinan makna tersebut akan berubah. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik.bentuk ujaran yang memiliki makna lebih dari satu. tetapi secara diakronis ada kemungkinan dapat berubah. Adanya asosiasi SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK Linguistik Tradisional Sejarah Linguistik dimulai dari linguistik tradisional. sedangkan ambiguitas adalah sebuah bentuk dengan dua tafsiran makna atau lebih. antara lain : 1. sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri- . Ambiguitas atau Ketaksaan Yaitu gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda. sedangkan ambiguiti adalah satu bentuk ujaran yang mempunyai makna lebih dari satu sebagai akibat perbedaan tafsiran gramatikal. Relasi hiponimi bersifat searah. e. Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi 2. yang disebabkan oleh beberapa faktor. Perkembangan sosial budaya 3. g. Redudansi Yaitu kata yang berlebih-lebihan yang menggunakan unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran. Perubahan Makna Secara sinkronis makna sebuah kata atau leksem tidak akan berubah. Perkembangan pemakaian kata 4. makna sebuah kata tidak akan berubah. Dalam masa yang relative singkat.

Dalam masa ini ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa.4S. sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri. 2) Selain bahasa Yunani. bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan. Kaum Alexandrian. Jika tidak teratur tentu yang dapat disusun hanya idiom-idiom saja dari bahasa itu. Lalu.M). makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi dan kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai kemungkinan bisa berubah. Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Karena adanya keteraturan itulah orang dapat menyusun tata bahasa. Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan pada linguis pada waktu itu adalah pertentangan antara bahasa bersifat alami (fisis) dan bersifat konvensi (nomos).”. bukannya childs. kelompok anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur.M). sarjana-sarjana pada waktu itu juga menguasai bahasa Yunani. secara fisis. dan bahasa Arab.M). Dalam sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman renaisans ini yang menonjol yang perlu dicatat. Berikutnya. dan Arab. Misalnya dalam merumuskan kata kerja. bahasa diplomasi. Latin dan bahasa-bahasa Jerman lainnya.M) dengan karyanya De Lingua Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. . Plato (429-347 S. sedangkan tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat berdistribusi dengan frase “dengan . setiap kata mempunyai makna secara alami. Bersifat alami atau fisis maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul. Dalam pembicaraan mengenai linguistik . Tokoh pada zaman romawi yang terkenal antara lain. Atau dengan kata lain. Selanjutnya yang menjadi pertentangan adalah antara analogi dan anomali. Sejarah studi bahasa pada zaman Yunani ini sangat panjang. yaitu dari lebih kurang abad ke-5 S. Dalam perkembangannya di dalam aliran linguistik tradisional dikenal linguistik zaman Yunani. Kaum Stoik (Abad ke. Dan yang terakhir yang termasuk ke dalam linguistik tradisional adalah masa menjelang lahirnya linguistik modern. linguistik zaman Pertengahan. karena dipakai sebagai bahasa gereja. Ibrani. Varro (116 – 27 S. Latin. Kaum analogi antara lain Plato dan Aristoteles.ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. mengapa bentuk past tense bahasa Inggris dari write menjadi wrote dan bukannya writed ? Kelompok-kelompok yang termasuk dalam aliriran ini adalah Kaum Sophis (abad ke-5 S. Aristoteles (384-322 S. sejalan dengan jatuhnya Yunani dan munculnya kerajaan Romawi. berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur. Kalau bahasa itu tidak teratur mengapa bentuk jamak bahasa Inggris child menjadi children. . dan bahasa ilmu pengetahuan. Studi bahasa pada zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh terutama oleh para filsuf skolastik. . linguistik zaman Renaisans. Sebaliknya kelompok lain yaitu kaum konvensional. berpendapat bahwa bahasa bersifat konvensi. dan bahasa Latin menjadi Lingua Franta. tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian. yaitu dinyatakan adanya hubungan kekerabatan antara bahasa Sanskerta dengan bahasabahasa Yunani. penyusunan tata bahasa dan malah juga perbandingan.M). berpendapat bahwa setiap kata mempunyai hubungan dengan benda yang ditunjuknya. yaitu : 1) Selain menguasai bahasa Latin. Sebaliknya. kaum naturalis adalah kelompok yang menganut faham itu. artinya. bahasa Ibrani.M sampai lebih kurang abad ke 2 M. Kemudian dikenal lingistik zaman Romawi.

c) Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara prekriptif. yakni benar atau salah. Aliran praha (terbentuk tahun 1926) Tokohnya Vilem Mathesius. Fonologi prosodi terdiri dari satuan-satuan fonematis dan satuan prosodi 5. bukan merupakan kegiatan yang statis. Aliran praha inilah yang pertama-tama membedakan tegas akan fonetik dan fonolog. pandangannya dimuat dalam buku course de linguistique generle. Aliran linguistik sistemik Tokohnya M. Ferdinand de Saussure Ferdinand de saussure (1857-1913) dianggap sebagai bapak linguistik modern. Aliran firthian Tokohnya R. 4. bahwa : a) Pada tata bahasa tradisional ini tidak dikenal adanya perbedaan antara bahasa ujaran dengan bahasa tulisan. Aliran glosematik lahir di Denmark. Linguistik Strukturalis 1. Pokok-pokok pandangannya antara variasinya pemberian bahasa tertentu berserta variasinya mengenai adanya gradasi dan kontinum. Firth (1890-1960) beliau terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Pike. menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmen.A. melainkan merupakan kegiatan yang dinamis. 6. d) Persoalan kebahasaan seringkali dideskripsikan dengan melibatkan logika. Yang dimaksud tagmen adalah bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisisi slot tertentu.K Halliday belaiu mengembangkan teori Fith mengenai bahasa khususnya yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. b) Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan-patokan dari bahasa lain. Tata Bahasa Transformasi Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Tokohnya Louis Hjemslev beliau terkenal karena usaha untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures (1957). 3. terutama bahasa Latin. Linguistik Tranformasional dan Aliran-aliran Sesudahnya Dunia ilmu termasuk linguistik. yang kemudian . Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. berkembang terus menerus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu mencari kebenaran yang hakiki.tradisional di atas. Aliran tagmemik Tokohnya Kenneth L. yaitu komponen signifiant (bentuk) dan komponen signifie (makna) 2. e) Penemuan-penemuan atau kaidah-kaidah terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan. maka secara singkat dapat dikatakan. Beliau mengemukakan teori bahwa setiap tanda linguistik (signe) dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan.

memisahkan diri dari kelompok Chomsky dan membentuk aliran sendiri. Mc Cawly. Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya. Dalam perkembangan selanjutnya. kemudian terkenal dengan sebutan kaum Semantik generatif. 2) Tata bahasa tersebut harus berbentuk sedemikian rupa. teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). Harms Universal in Linguistic Theory. dan Kiparsky. yaitu: 1) Kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut. Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory. sebagai kalimat yang wajar dan tidak dibuat-buat. yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus. kala. sudah seharusnya semantik dan sintaksis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. dan R. dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat. tahun 1980 government and binding theory. Tata Bahasa Relasional Tata bahasa relasional muncul pada tahun 1970-an sebagai tantangan langsung terhadap beberapa asumsi yang paling mendasar dari teori sintaksis yang dicanangkan oleh aliran tata bahasa transformasi. Semantik Generatif Menjelang dasawarsa tujuh puluhan beberapa murid dan pengikut Chomsky. sehingga satuan atau istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja. Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan nomina. Tata Bahasa Kasus Tata bahasa kasus atau teori kasus pertama kali diperkenalkan oleh Charles J. terbitan Holt Rinehart and Winston. dan tahun 1993 Minimalist program. dengan tujuan untuk . sebagai reaksi terhadap Chomsky. Fillmore dalam karangannya berjudul “The Case for Case” tahun 1968 yang dimuat dalam buku Bach. Selanjutnya pada tahun 1970. Dalam karangannya yang terbit tahun 1968 itu Fillmore membagi kalimat atas (1) modalitas. dan semuanya ini harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. yang bisa berupa unsur negasi. Kelompok Lakoff ini. Setiap tata bahasa dari suatu bahasa. antara lain Pascal. E. Tentang Linguistik Di Indonesia Hingga saat ini bagaimana studi linguistik di Indonesia belum ada catatan yang lengkap. Menurut semantik generatif. Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik).disebut classical theory. dan (2) proposisi. meskipun studi linguistik di Indonesia sudah berlangsung lama dan cukup semarak. teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory. Chomsky menulis buku generative semantics. aspek. menurut Chomsky adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri. Lakoff. dan adverbia.

Jerman. dan Soedarjanto. Pendidikan formal linguistik di fakultas sastra (yang jumlahnya juga belum seberapa) dan di lembaga-lembaga pendidikan guru sampai akhir tahun lima puluhan masih terpaku pada konsep-konsep tata bahasa tradisional yang sangat bersifat normatif. dan bahasa negara maka bahasa Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini. bahasa persatuan. . Penyelidikan terhadap bahasa-bahasa daerah Indonesia dan bahasa nasional Indonesia.kepentingan pemerintahan kolonial. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasional. lebih tepat disebut perkenalan dengan konsep-konsep linguistik modern. di Indonesia tercatat nama-nama seperti Kridalaksana. Pada tanggal 15 November 1975. Anggotanya adalah para linguis yang kebanyakan bertugas sebagai pengajar di perguruan tinggi negeri atau swasta dan di lembaga-lembaga penelitian kebahasaan. Kaswanti Purwo. Perubahan baru terjadi. atas prakarsa sejumlah linguis senior berdirilah organisasi kelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). banyak pula dilakukan orang di luar Indonesia. Misalnya negeri Belanda. London. Dalam kajian bahasa nasional Indonesia. Amerika. Dardjowidjojo. Pelbagai segi dan aspek bahasa telah dan masih menjadi kajian yang dilakukan oleh banyak pakar dengan menggunakan pelbagai teori dan pendekatan sebagai dasar analisis. dan Australia banyak dilakukan kajian tentang bahasabahasa Indonesia. Rusia. yang telah menghasilkan tulisan mengenai pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful