KATA PENGANTAR

Pertama – tama kami sampaikan puji syukur kami ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya maka makalah kami ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tidak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Suhendri, SE., selaku dosen kami dalam mata kuliah Sistem dan Lembaga Keuangan, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengisi nilai tugas dengan pembuatan makalah serta presentasi. Dalam makalah ini kami membahas tentang “Bank Syariah”, yang juga merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Sistem dan Lembaga Keuangan. Kami berharap dengan adanya makalah ini dan presentasi dari tim kami, para mahasiswa/i dapat memahami dan mengerti tentang Bank Syariah. Kami menyadari bahwa makalah kami ini jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam kalimat maupun penulisan makalah ini. Dan apabila ada koreksi, komentar ataupun saran-saran yang bersifat konstruktif akan kami terima dengan senang hati demi perbaikan makalah ini. Harapan kami sebagai tim penulis semoga makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan oleh pembaca sebagaimana mestinya.

Tangerang, 09 Maret 2012

Tim Penulis

Makalah Bank Syariah

Page 1

Penghimpunan dan penyaluran dana dalam Bank syariah sesuai fatwa Dewan Pengawas Syariah . Makalah Bank Syariah Page 2 . sedangkan Bank konvensional tidak diatur oleh dewan sejenis.BAB I PENDAHULUAN Bank syariah di Indonesia terhitung masih sangat muda. 5. 2. Pada awalnya perkembangan bank syariah di Indonesia masih bersifat konvensional dalam artian belum memiliki standar dari bank syariah sendiri karena bank syariah berbasis ideologi Islam. sedangkan Bank konvensional berorientasi pada keuntungan. sedangkan Bank konvensional memakai perangkat suku bunga. namun realisasinya terjadi pada tahun 1992 yang dilakukan oleh salah satu bank pemerintah. yaitu Bank Muamalat Indonesia. sebenarnya pembahasan tentang Bank Syariah sudah pernah dibahas pada tahun 1980-an. sedangkan bank konvensional berdasarkan ideologi barat terutama ideologi Amerika dan Eropa. perkembangannya pun di Indonesia begitu lambat. Bank syariah hanya melakukan invenstasi yang halal menurut hukum islam . 4. Secara umum ada beberapa perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional : 1. Bank syariah berorientasi keuntungan dan falah (kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai ajaran islam) . Hubungan dengan nasabah dalam Bank syariah berbentuk kemitraan . sedangkan Bank konvensional melakukan investasi halal ataupun haram menurut hukum islam. Bank syariah memakai prinsip bagi hasil . sedangkan hubungan dengan nasabah dalam Bank konvensional berbentuk kreditur-debitur. dengan hukum yang jelas. 3.

sedangkan Syariah menurut bahasa (kamus) ialah hukum yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Bank syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. berarti hukum yang tidak bisa diakal-akali oleh manusia sekalipun. berasal dari kata syariat. BAB II ISI A. 7 tahun 1992 tentang Perbankan adalah Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. pengertian bank adalah badan yang mengurus uang. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. Usaha pembentukan sistem ini didasari oleh larangan dalam agama islam untuk memungut maupun meminjam dengan bunga atau yang disebut dengan riba. prinsip jual beli (murabahah) dan prinsip sewa (ijarah). menerima simpanan dan memberi pinjaman dengan memungut bunga. serta larangan investasi untuk usaha-usaha yang dikategorikan haram menurut Makalah Bank Syariah Page 3 . melainkan menggunakan konsep bagi hasil dimana jika bank mendapatkan keuntungan maka akan dibagi hasil keuntungan tersebut dengan para penabung. prinsip penyertaan modal (musyarakah).Bank syariah tidak menggunakan bunga. namun jika bank rugi maka para penabung pun akan rugi. Sedangkan pengertian Bank Syariah menurut UU No. Pengertian Bank dan Syariah Pengertian Bank menurut UU No 7 tahun 1992 adalah badan usaha yang menghimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam kamus besar bahasa Indonesia. Bank syariah juga tidak serta merta meminjamkan sejumlah uangnya kepada masyarakat secara tunai melainkan dengan prinsip bagi hasil (mudharabah).

Muhammad (2002) dalam Donna (2006): adalah lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang pengoperasiannya sesuai dengan prinsip syariat Islam. Berikut ini adalah pengertian Bank Syariah menurut para ahli : Schaik (2001): Bank Islam adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hukum Islam yang sah. Makalah Bank Syariah Page 4 . dikembangkan pada abad pertama Islam. dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Sudarsono (2004): Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa lain dalam lalu-lintas pembayaran serta peredaran uang yang beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah. dll). usaha media yang tidak islami.hukum islam (misal : usaha yang berkaitan dengan produksi makanan/minuman haram. dimana hal ini dapat dijamin oleh sistem perbankan konvensional. menggunakan konsep berbagi risiko sebagai metode utama.

walaupun bank tersebut adalah bank antar pemerintah yang bertujuan untuk menyediakan dana untuk proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. yang tidak memungut maupun menerima bunga. Eksperimen ini berlangsung hingga tahun 1967. Nasir Social Bank didirikan dan mendeklarasikan diri sebagai bank komersial bebas bunga. sebagian besar berinvestasi pada usaha-usaha perdagangan dan industri secara langsung dalam bentuk partnership dan membagi keuntungan yang didapat dengan para penabung. dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan konsep serupa dengan Mesir. Masih di negara yang sama. Pemimpin perintis usaha ini Ahmad El Najjar. karena adanya kekhawatiran rezim yang berkuasa saat itu akan melihatnya sebagai gerakan fundamentalis. Bank-bank ini. Sejarah Dunia Sejarah Perbankan Syariah Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir tanpa menggunakan embelembel Islam. mengambil bentuk sebuah bank simpanan yang berbasis profit sharing (pembagian laba) di kota Mit Ghamr pada tahun 1963. Walaupun dalam akta pendiriannya tidak disebutkan rujukan kepada agama maupun syariat Islam.B. pada tahun 1971. Islamic Development Bank (IDB) kemudian berdiri pada tahun 1974 disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negaraMakalah Bank Syariah Page 5 .

IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Bank Muamalat Indonesia juga sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 1990-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. Makalah Bank Syariah Page 6 . Faisal Islamic of Sudan (1977). Bank ini awalnya Memiliki landasan hukum yang lemah. Di Timur Tengah antara lain berdiri Dubai Islamic of Bank (1975). Sejarah Indonesia Kajian tentang perbankan syariah di Indonesia sudah muncul sejak tahun 1980-an namun realisasinya berdiri tahun 1991.negara tersebut dan secara eksplisit menyatakan diri berdasar pada syariah Islam. Philipine Amanah Bank didirikan tahun 1973 berdasarkan dekrit presiden. Faisal Islamic of Egypt (1977) serta Bahrain Islamic Bank (1979). oleh Bank Muamalat Indonesia. Bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. sejumlah bank berbasis Islam kemudian muncul. dan di Malaysia tahun 1983 berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation yang bertujuan membantu mereka yang ingin menabung untuk menunaikan ibadah haji. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah diatur dalam undang-undang yaitu UU No 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan. Di Asia-Pasifik. Di belahan negara lain pada kurun 1970-an. Dalam UU No. namun setelah terjadi revisi muncul UU No 10 Tahun 1998 dan dengan revisi UU tersebut maka status bank syariah semakin kuat.7 Tahun 1992 belum dijelaskan tentang bank syariah.

Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang dimiliki oleh asing sebesar 49%. tujuan perbankan syariah ialah menyediakan fasilitas keuangan dengan cara mengupayakan instrumeninstrumen keuangan (financial instrument) yang sesuai dengan ketentuan dan norma syariah. Dengan telah diberlakukannya Undang-Undang No 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah yang terbit tanggal 16 Juli 2008.0%. C. Hingga tahun 2007 terdapat 3 institusi bank syariah di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia.Di Indonesia. Menurut Handbook of Islamic Banking. maka diharapkan peran industri perbankan syariah dalam mendukung perekonomian akan semakin signifikan. perbankan syariah bukan ditujukan untuk memaksimalkan keuntungan sebagaimana halnya sistem Makalah Bank Syariah Page 7 . Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah. saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah. maka perkembangan industri perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan akan mendorong pertumbuhannya secara lebih cepat lagi. kantor cabang bank asing syariah juga sudah berada di Indonesia seperti HSBC Amanah Syariah.3%. dengan porsi terbesar adalah dari Islamic Development Bank (IDB) sebesar 28. Dikemukakan dalam buku ini. yang mencapai rata-rata pertumbuhan asset lebih dari 65% per tahun dalam lima tahun terakhir. Tujuan Perbankan Syariah Ada beberapa pandangan/pendapat yang berbeda diantara para ilmuwan dan para profesional muslim mengenai tujuan perbankan syariah. hanya 1 bank umum syariah saja yaitu PT. Dengan progres perkembangannya yang impresif. Selain kepemilikan saham oleh asing. dan investor terbesar kedua adalah Boubyan Bank Kuwait sebesar 21. Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat. Sementara itu bank umum yang telah memiliki unit usaha syariah adalah 19 bank di antaranya merupakan bank besar seperti Bank Negeri Indonesia (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia (Persero).

D. Abdul Halim Ismail. Muhammad Umar Kapra mengemukakan bahwa suatu dimensi kesejahteraan sosial dapat dikenal pada suatu pembiayaan Bank. Para banker muslim beranggapan bahwa peranan bank islam semata-mata komersial berdasarkan pada instrumen-instrumen keuangan yang bebas bunga dan ditujukan untuk menghasilkan keuangan finansial. Dalam suatu wawancara yang dilakukan oleh Kazarian.perbankan konvensional. manajer Bank Islam Malaysia Berhaj. Prinsip Hukum Perbankan Syariah Prinsip syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. mengemukakan “sebagaimana bisnis muslim yang patuh. Dalam buku yang berjudul Toward a Just Monetary System. melainkan untuk memberikan keuntungan sosial ekonomi bagi orang-orang muslim. Pembiayaan bank islam harus disediakan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai islam. atau kegiatan lainnya yang sesuai dengan syariah. Makalah Bank Syariah Page 8 . Dr. Dengan kata lain para banker muslim tidak beranggapan bahwa suatu bank islam adalah suatu lembaga sosial. tujuan saya sebagai manajer dari Bank tersebut (Bank Malaysia Berhaj) adalah semata-mata mengupayakan setinggi mungkin keuntungan tanpa menggunakan instrumen-instrumen yang berdasarkan bunga.

Prinsip Operasional Perbankan Syariah Makalah Bank Syariah Page 9 . yaitu : 1. Kondisi umum dari kredit. Larangan terhadap objek dan makhluk 3. Pengakuan kekayaan intelektual 4. Dualiti risiko E. Keadilan. Harta sebaiknya digunakan dengan rasional dan baik (fair way) 5.Beberapa Prinsip atau hukum yang dianut oleh system perbankan syariah antara lain : • Pembayaran terhadap pinjaman dengan nilai yang berbeda dari nilai pinjaman dengan nilai ditentukan sebelumnya tidak diperbolehkan • Pemberi dana harus turut berbagi keuntungan dan kerugian sebagai akibat hasil usaha institusi yang meminjam dana • Islam tidak memperbolehkan “menghasilkan uang dari uang”. Uang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsic • Unsur Gharar (ketidakpastian. Usaha minuman keras misalnya tidak boleh didanai oleh perbankan syariah Schaik (2001) mengemukakan bahwa terdapat tujuh prinsip ekonomi Islam yang menjiwai bank syariah. Kedua belah pihak harus mengetahui dengan baik hasil yang akan mereka peroleh dari sebuah transaksi • Investasi hanya boleh diberikan pada usaha-usaha yang tidak diharamkan pada Islam. meliputi : 7. kesamaan dan solidaritas 2. Tidak ada pendapatan tanpa usaha dan kewajiban 6. spekulasi) tidak diperkenankan.

kewajiban. Universalitas Bank dalam mendukung operasionalnya tidak membeda-bedakan suku. Dalam hal Bank berfungsi sebagai intermediary institution lewat skim-skim pembiayaan yang dimilikinya. nasabah pengguna dana maupun Bank. nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana dan kualitas manajemen Bank. Hal ini tercermin da. nasabah pengguna dana. Prinsip Kemitraan Bank Syariah menempatkan nasabah penyimpan dana. ras dan golongan agama dalam masyarakat dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil’alamiin.am hak. Makalah Bank Syariah Page 10 . 4.Bank Syariah menganut prinsip-prinsip operasional sebagai berikut : 1. 2. 3. maupun Bank pada kedudukan yang sama dan sederajat dengan mitra usaha. Prinsip Keterbukaan Melalui laporan keuangan Bank yang terbuka secara berkesinambungan. resiko dan keuntungan yang berimbang diantara nasabah penyimpan dana. agama. Prinsip Keadilan Prinsip ini tercermin dari penerapan imbalan atas dasar bagi hasil dan pengambilan margin keuntungan yang disepakati bersama antara Bank dan Nasabah.

Produk Perbankan Syariah Penghimpun Dana 1. Akad Murabahah (jual beli) Makalah Bank Syariah Page 11 . Tabungan Syariah Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang telah disepakati. Deposito Syariah Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan bank. atau dengan cara pemindahbukuan. Giro Syariah Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek/ bilyet giro. Penyaluran Dana 1. jika pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing. Akad Musyarakah (penyertaan modal) Transaksi penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dnegan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati. dengan pembagian hasil antara kedua belah pihak berdasarkan perjanjian yang telah disepakati.F. 3. Akad Mudharabah (bagi hasil) Transaksi yang penanaman dana dari pemilik modal dengan pengelola untuk melakukan usaha tertentu yang sesuai syariah. tetapi tidak dapat ditarik dengan cek/bilyet giro. 2. 3. 2.

Secara teknis. Sedangkan apabila usaha tersebut merugi maka kerugian tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak pemilik modal sepanjang hal itu disebabkan oleh risiko bisnis (bussiness risk) dan bukan karena kelalaian pengelola (character risk). Dalam bahasa lain. 6. Akad Ijarah (sewa) Makalah Bank Syariah Page 12 . produk ini disebut juga dengan Trust Financing atau Trust Investment karena kontrak ini hanya diberikan kepada pengusaha yang benar-benar credible dan sudah teruji amanahnya. dimana pihak penjual menginformasikan harga perolehan terlebih dahulu kepada pembeli atau konsumen. 4.Transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah margin yang disepakati oleh para pihak. 5. Akad Istishna Transaksi jual beli dengan cara pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. mudharabah didefinisikan sebagai akad kerja sama antara dua pihak dimana pihak pertama menyediakan 100% modal sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Akad Salam Transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syaratsyarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh. Akad mudharabah ini berbeda dengan sistem bunga (interest) mengingat sifat pengembalian (return) yang tidak pasti baik dari segi jumlah maupun segi waktu sehingga akad ini dikategorikan sebagai Natural Uncertainty Contract (NUC). Apabila dalam usahanya diperoleh keuntungan (profit) modal maka dan keuntungan tadi kemudian dibagi antara pemilik pengelola dengan prosentase nisbah atau rasio yang telah disepakati sejak awal perjanjian/kontrak.

Kedua belah pihak menyatakan kerelaannya untuk melakukan ijarah dan tidak terpaksa 3. Bank Garansi Syariah Makalah Bank Syariah Page 13 . 2. Manfaat objek diketahui secara jelas 4. antara pemilik dan pemakaian sewa dengan hak pakai untuk mendapatkan imbalan atas obyek yang disewakan. Letter of credit (L/C) impor syariah L/C adalah surat pernyataan akan membayar eksportir yang diterbitkan oleh bank atas permintaanm importir dengan pemenuhan persyaratan tertentu. faktor alam Habis masa waktunya Salah satu pihak yang wafat dapat dialihkan pada ahli warisnya Objek disita. Penyewa berhak atas manfat baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain baik dengan cara menyewakannya atau meminjamkan 5. pailit 7.Transaksi sewa menyewa atas suatu barang atau jasa. Akad Qaradh Transaksi pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu. Kedua belah pihak memenuhi syarat hukum 2. Objek Ijarah adalah halal Akad Ijarah berakhir apabila : • • • • Objek hilang/lenyap : terbakar. Pelayanan jasa 1. Ijarah memiliki beberapa ketentuan : 1. Objek Ijarah dapat diserahkan dan dipergunakan secara langsung 6.

pihak manajemen dari perbankan syariah yang ada juga perlu mengatur serta mengawasi perkembangan Bank syariah dengan baik. baik membeli atau mejual kepada nasabah. 3. Makalah Bank Syariah Page 14 . Di Indonesia.Jaminan yang diberikan oleh bank kepada pihak ketiga penerima jaminan atas pemenuhan kewajiban tertentu nasabah bank selaku pihak yang dijamin kepada pihak ketiga dimaksud. BAB III PENUTUP Kesimpulan Bank syariah adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan dan menjalankan kegiatan operasionalnya dengan berdasarkan kepada prinsip syariah. Penukaran Valuta Asing (sharf) Transaksi penukaran mata uang yang berlain jenis. Saran Dengan semakin berkembangnya perbankan syariah dalam beberapa tahun belakangan ini. yang diharapkan dapat menciptakan suatu sistem perbankan yang sehat serta membantu pertumbuhan perekonomian nasional. Sama halnya dengan Bank konvensional. yang mayoritas penduduknya beragama muslim akan menambah peluang bagi Bank syariah untuk semakin berkembang. Bank syariah juga banyak memberikan fasilitas dan kemudahan dalam lalu lintas perbankan bagi masyarakat.