KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG KESEHATAN Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Organisasi

Kelompok 3 Disusun oleh: Garnis Yuniar Ai Rosmiati Febi Alvianti Putri Metiara C B Lastiar Veronika Kelas: VI A 130103100007 130103100009 130103100035 130103100038 130103100041

PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2012

1. PENGERTIAN 2. BATASAN 3. SUBSISTEM SKN Pendekatan manajemen kesehatan dewasa ini dan kecenderungannya di masa depan adalah kombinasi dari pendekatan: 1) Sistem, 2) Kontingensi, dan 3) Sinergi yang dinamis. Mengacu pada substansi perkembangan

penyelenggaraan pembangunan kesehatan dewasa ini serta pendekatan manajemen kesehatan tersebut diatas, maka subsistem SKN meliputi: a. Subsistem Upaya Kesehatan Untuk dapat mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya perlu diselenggarakan berbagai upaya kesehatan dengan menghimpun seluruh potensi bangsa Indonesia. Upaya kesehatan diselenggarakan dengan upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan. b. Subsistem Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan kesehatan bersumber dari berbagai sumber, yakni:

Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, pembiayaan kesehatan yang

adekuat, terintegrasi, stabil, dan berkesinambungan memegang peran yang amat vital untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam rangka mencapai berbagai tujuan pembangunan kesehatan. Pembiayaan

pelayanan kesehatan masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah, sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private, kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi tanggung-jawab pemerintah. c. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan Sebagai pelaksana upaya kesehatan, diperlukan sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis dan kualitasnya, serta terdistribusi secara adil dan merata, sesuai tututan kebutuhan

pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, SKN juga memberikan fokus penting pada pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan guna

dan 4) pembinaan serta pengawasan SDM Kesehatan. efisien. validasi. khasiat/ kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi. terutama obat esensial. 2) Manajemen sistem informasi. dan diseminasi data dan informasi. dan Makanan Subsistem kesehatan ini meliputi berbagai kegiatan untuk menjamin: aspek keamanan. serta penyerasian berbagai subsistem SKN dan efektif. penggunaan obat yang rasional. perlindungan masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat. Subsistem Sediaan Farmasi. serta transparansi dari penyelenggaraan SKN tersebut. analisa. dan keterjangkauan obat. administrasi kesehatan. sinkronisasi. e. Peranan manajemen kesehatan adalah koordinasi. Alat Kesehatan. melainkan juga sebagai . Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan Subsistem ini meliputi: kebijakan kesehatan. Dalam kaitan ini peranan informasi kesehatan sangat penting. Untuk menggerakkan pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna. Dari segi pengadaan data dan informasi dapat dikelompokkan kegiatannya sebagai berikut: 1) Pengumpulan. hukum kesehatan. 3) pendayagunaan SDM Kesehatan. dan 4) Pengembangan untuk peningkatan mutu sistem informasi kesehatan. f.menjamin ketersediaan dan pendistribusian sumber daya manusia kesehatan. 2) pengadaan yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan. termasuk peningkatan kesejahteraannya. ketersediaan. pemerataan. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat Sistem Kesehatan Nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. integrasi. dan informasi kesehatan. diperlukan manajemen kesehatan. alat kesehatan. serta upaya kemandirian di bidang kefarmasian melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. Masyarakat termasuk swasta bukan sematamata sebagai sasaran pembangunan kesehatan. dan makanan yang beredar. d. Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan meliputi: 1) perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan. 3) Dukungan kegiatan dan sumber daya untuk unit-unit yang memerlukan.

Dalam pemberdayaan masyarakat meliputi pula upaya peningkatan lingkungan sehat oleh masyarakat sendiri. sehingga upaya kesehatan dapat diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. dan makanan diselenggarakan guna menjamin keamanan. khasiat. terjangkau. TATA HUBUNGAN ANTAR SUBSISTEM DAN LINGKUNGANNYA Penyelenggaraan SKN memerlukan keterkaitan antar unsur-unsur SKN sebagai suatu tata hubungan yang efektif. c. Subsistem Upaya Kesehatan diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. menjamin ketersediaan. alat kesehatan. manfaat. 4. Upaya pemberdayaan masyarakat akan berhasil pada hakekatnya bila kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi. dan makanan yang beredar. terutama obat esensial. Subsistem sediaan farmasi.subjek atau penyelenggara dan pelaku pembangunan kesehatan. Subsistem pembiayaan kesehatan diselenggarakan guna menghasilkan ketersediaan pembiayaan kesehatan dengan jumlah yang mencukupi. Keterkaitan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pemberdayaan masyarakat dan upaya kesehatan pada hakekatnya merupakan fokus dari pembangunan kesehatan. teralokasi secara adil. dan keterjangkauan obat. terdistribusi secara adil. dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna untuk terselenggaranya upaya kesehatan secara merata. dan bermutu bagi seluruh masyarakat. b. alat kesehatan. perlindungan masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan . agar masyarakat termasuk swasta dapat mampu dan mau berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan. Oleh karenanya pemberdayaan masyarakat menjadi sangat penting. serta termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. d. pemerataan. Subsistem sumber daya manusia kesehatan diselenggarakan guna menghasilkan tenaga kesehatan yang bermutu dalam jumlah yang mencukupi. dan mutu semua produk sediaan farmasi.

pencegahan. Masyarakat yang berdaya akan berperan aktif dalam penyelenggaraan subsistem pembiayaan kesehatan. administrasi kesehatan. politik. dan pemulihan. 5. e. Dalam kaitan ini. yang diselenggarakan guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. serta penggunaan obat yang rasional. Subsistem manajemen dan informasi kesehatan diselenggarakan guna menghasilkan fungsi-fungsi kebijakan kesehatan. dan hukum kesehatan yang memadai dan mampu menunjang penyelenggaraan upaya kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna. subsistem sumber daya manusia kesehatan. 2) Tujuan . yang meliputi: ideologi. mengingat pembangunan kesehatan tidak dapat mencapai tujuannya tanpa memperhatikan dengan seksama interaksi dengan lingkungan strategis tersebut.obat. dan berkualitas. hubungan SKN dengan lingkungan strategisnya sangat penting artinya. kelompok. terpadu. dan masyarakat umum yang mampu berperan aktif dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. pengobatan. f. meliputi upaya peningkatan. dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. alat kesehatan. sosial budaya. dan pertahanan keamanan. Subsistem pemberdayaan masyarakat diselenggarakan guna menghasilkan individu. dan makanan. Subsistem Upaya Kesehatan 1) Pengertian Subsistem Upaya Kesehatan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan upaya kesehatan yang paripurna. serta subsistem manajemen dan informasi kesehatan. informasi kesehatan. ekonomi. subsistem sediaan farmasi. CARA PENYELENGGARAAN SISTEM KESEHATAN NASIONAL a.

b) Sumber Daya Upaya Kesehatan Sumber daya upaya kesehatan terdiri dari SDM kesehatan. biaya. akreditasi. lisensi. merata. baik pelayanan kesehatan terdiri dari konvensional maupun pelayanan kesehatan yang pengobatan tradisional dan komplementer melalui pendidikan dan pelatihan dengan selalu mengutamakan keamanan dan efektifitas yang tinggi. termasuk fasilitas pelayanan kesehatan. sarana dan prasarana. Pembinaan dan pengawasan upaya kesehatan dilakukan secara berjenjang melalui standarisasi. dan pemulihan. dan penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan organisasi profesi dan masyarakat. 3) Unsur-unsur a) Upaya Kesehatan Pelayanan pengobatan. d) Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Penelitian dan pengembangan dilakukan utamanya untuk mendukung peningkatan mutu upaya kesehatan yang berhasil guna . sediaan farmasi dan alat kesehatan. dan bermutu untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. sertifikasi. terjangkau. c) Pembinaan dan Pengawasan Upaya Kesehatan Pelayanan kesehatan harus diberikan berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan mempertimbangkan masukan dari organisasi profesi. kesehatan meliputi peningkatan.Tujuan dari penyelenggaraan subsistem upaya kesehatan adalah terselenggaranya upaya kesehatan yang adil. serta manajemen dan sistem informasi kesehatan yang memadai guna terselenggaranya upaya kesehatan. pencegahan.

bukan status sosial ekonomi dan tidak membeda-bedakan suku/ras. Aman. pencegahan. b) Bermutu. serta rujukan antar tingkatan upaya. budaya dan agama. sumber daya kesehatan. moral. g) Bekerja dalam Tim secara Cepat dan Tepat . c) Adil dan Merata Pemerintah wajib menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan merata untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan di luar negeri dalam kondisi tertentu.dan berdaya guna. Teknologi tepat guna berasas pada kesesuaian kebutuhan dan tidak bertentangan dengan etika. efektif dan sesuai. dan Sesuai Kebutuhan Pelayanan kesehatan bagi masyarakat harus berkualitas. dan nilai agama. serta aspek terkait lainnya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai. terjamin keamanannya bagi penerima dan pemberi upaya. serta mampu menghadapi tantangan global dan regional. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan didasarkan pada masalah kesehatan prioritas. pengobatan hingga pemulihan. dapat diterima masyarakat. e) Terjangkau Ketersediaan dan pembiayaan pelayanan kesehatan yang bermutu harus terjangkau oleh seluruh masyarakat. dengan tetap memperhatikan pengarus-utamaan gender. d) Non diskriminatif Setiap penduduk harus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis. 4) Prinsip a) Berkesinambungan dan Paripurna Meliputi upaya peningkatan. f) Teknologi Tepat Guna Upaya kesehatan menggunakan teknologi tepat guna yang berbasis bukti.

Upaya Kesehatan Primer Upaya Kesehatan Primer terdiri dari pelayanan kesehatan perorangan primer dan pelayanan kesehatan masyarakat primer. yaitu upaya kesehatan primer. Upaya kesehatan diselenggarakan secara berkesinambungan. termasuk penanggulangan bencana dan pelayanan gawat darurat. dilakukan secara cepat dengan ketepatan/presisi yang tinggi. Pelayanan kesehatan perorangan primer memberikan penekanan pada pelayanan pengobatan. 5) Penyelenggaraan a) Upaya Kesehatan Upaya kesehatan mencakup kesehatan fisik. Terdapat tiga tingkatan upaya. mental. Upaya kesehatan primer adalah upaya kesehatan dimana terjadi kontak pertama secara perorangan atau masyarakat dengan pelayanan kesehatan melalui mekanisme rujukan timbal-balik. Upaya kesehatan sekunder dan tersier adalah upaya kesehatan tingkat rujukan maupun rujukan tingkat lanjut. termasuk intelegensia dan sosial. i. upaya kesehatan sekunder. termasuk di dalamnya .Upaya kesehatan dilakukan secara kerjasama tim. terpadu.  Pelayanan Kesehatan Perorangan Primer (PKPP) Pelayanan kesehatan perorangan primer adalah pelayanan kesehatan dimana terjadi kontak pertama secara perorangan sebagai proses awal pelayanan kesehatan. melibatkan semua pihak yang kompeten. pemulihan tanpa mengabaikan upaya peningkatan dan pencegahan. dan paripurna melalui sistem rujukan. Upaya kesehatan dilaksanakan dalam tingkatan upaya sesuai dengan kebutuhan medik dan kesehatan. dan upaya kesehatan tersier.

 Pelayanan Kesehatan Perorangan Tersier (PKPT) . yang terdiri dari pelayanan kesehatan perorangan sekunder dan pelayanan kesehatan masyarakat sekunder. kelompok.  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Sekunder (PKMS) Pelayanan kesehatan masyarakat sekunder menerima rujukan kesehatan dari pelayanan kesehatan masyarakat primer dan memberikan fasilitasi dalam bentuk sarana.pelayanan kebugaran dan gaya hidup sehat (healthy life style). iii. ii. spesimen. Upaya Kesehatan Tersier Upaya kesehatan tersier adalah upaya kesehatan rujukan unggulan yang terdiri dari pelayanan kesehatan perorangan tersier dan pelayanan kesehatan masyarakat tersier. teknologi. yang meliputi rujukan kasus. dan sumber daya manusia kesehatan serta didukung oleh pelayanan kesehatan masyarakat tersier.  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Primer(PKMP) Pelayanan kesehatan masyarakat primer adalah pelayanan peningkatan dan pencegahan tanpa mengabaikan pengobatan dan pemulihan dengan sasaran keluarga.  Pelayanan Kesehatan Perorangan Sekunder (PKPS) Pelayanan kesehatan perorangan sekunder adalah pelayanan kesehatan spesialistik yang menerima rujukan dari pelayanan kesehatan perorangan primer. Upaya Kesehatan Sekunder Upaya kesehatan sekunder adalah upaya kesehatan rujukan lanjutan. dan masyarakat. dan ilmu pengetahuan serta wajib merujuk kembali ke fasilitas kesehatan yang merujuk.

Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dihasilkan dari penelitian dan pengembangan kesehatan yang diselenggarakan .Pelayanan kesehatan perorangan tersier menerima rujukan sub-spesialistik dari pelayanan kesehatan di bawahnya. c) Penelitian dan Pengembangan Pengembangan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang memadai ditujukan untuk meningkatkan mutu upaya kesehatan. dan wajib merujuk kembali ke fasilitas kesehatan yang merujuk. Hasil pengawasan digunakan untuk perlindungan terhadap masyarakat dan tenaga kesehatan selaku penyelenggara upaya kesehatan. sumber daya manusia kesehatan. dan rujukan operasional. Pengembangan dan pemanfaatan Iptek. harus didukung dengan standar pelayanan yang selalu dikaji dalam periode tertentu sesuai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan. meliputi: i. pengembangan dan pemanfaatan Iptek perlu diperluas untuk mendukung pembangunan kesehatan secara keseluruhan. baik internal maupun eksternal dan juga dapat melibatkan masyarakat dan swasta. Sesuai dengan perkembangan dan keperluannya. teknologi. Pengawasan Upaya Kesehatan ditujukan untuk menjamin konsistensi penyelenggaraan upaya kesehatan dan dilakukan secara intensif.  Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tersier (PKMT) Pelayanan kesehatan masyarakat tersier menerima rujukan kesehatan dari pelayanan kesehatan masyarakat sekunder dan memberikan fasilitasi dalam bentuk sarana. b) Pembinaan dan Pengawasan Pembinaan Upaya Kesehatan ditujukan untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan.

Pemanfaatan dan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan diatur oleh Pemerintah dengan dukungan organisasi profesi. b) Sumber Daya . maupun swasta serta sumber lainnya yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kesehatan. dan dokumentasi Iptek kesehatan.oleh pusatpusat penelitian dan pengembangan milik masyarakat. dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. 2) Tujuan Tujuan dari penyelenggaraan subsistem pembiayaan kesehatan adalah tersedianya dana kesehatan dalam jumlah yang mencukupi. dari masyarakat. pengalokasian. swasta. 3) Unsur-unsur a) Dana Dana digali dari sumber pemerintah baik dari sektor kesehatan dan sektor lain terkait. teralokasi secara adil. merata dan termanfaatkan secara berhasil guna dan berdaya guna. b. tersalurkan sesuai peruntukannya untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. dilakukan dengan membentuk pusatpusat penelitian dan pengembangan unggulan. jaringan informasi. dan pemerintah. ii. Subsistem Pembiayaan Kesehatan 1) Pengertian Subsistem pembiayaan kesehatan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan berbagai upaya penggalian.

swasta. maupun masyarakat yang mencakup mekanisme penggalian. agar tersedia dana kesehatan yang mencukupi dan berkesinambungan. masyarakat.Sumber daya dari subsistem pembiayaan kesehatan. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan 1) Pengertian . Perencanaan dan pengaturan pembiayaan pengumpulan kesinambungan kesehatan berbagai dilakukan sumber melalui dana yang penggalian dapat dan menjamin kesehatan. dan sumber lainnya. standar. sarana. pengalokasian. pengalokasian. regulasi. dan kelembagaan yang digunakan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya penggalian. c) Pengelolaan Dana Kesehatan Prosedur/mekanisme pengelolaan dana kesehatan adalah seperangkat aturan yang disepakati dan secara konsisten dijalankan oleh para pelaku subsistem pembiayaan kesehatan. swasta. c. meliputi: SDM pengelola. baik oleh pemerintah secara lintas sektor. serta menggunakannya secara efisien dan efektif. pembiayaan pembangunan mengalokasikannya secara rasional. dan pembelanjaan dana kesehatan untuk mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan. dan pembelanjaan dana kesehatan. bersumber dari pemerintah. 4) Prinsip a) Kecukupan b) Efektif dan Efisien c) Adil dan Transparan 5) Penyelenggaraan Subsistem pembiayaan kesehatan merupakan suatu proses yang terusmenerus dan terkendali.

meliputi: upaya yang perencanaan. serta pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. pengadaan.Subsistem SDM Kesehatan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan upaya pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan. 3) Unsur-unsur a) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kesehatan) b) Sumber Daya Pengembangan dan c) Penyelenggaraan Kesehatan 4) Prinsip a) Adil dan Merata serta Demokratis b) Kompeten dan Berintegritas c) Objektif dan Transparan d) Hierarki dalam SDM Kesehatan 5) Penyelenggaraan a) Perencanaan SDM Kesehatan Penyusunan rencana kebutuhan SDM Kesehatan dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan SDM Kesehatan yang diutamakan. 2) Tujuan Tujuan dari penyelenggaraan subsistem SDM Kesehatan adalah tersedianya SDM Kesehatan yang kompeten sesuai kebutuhan yang terdistribusi secara adil dan merata serta didayagunakan secara optimal dalam mendukung penyelenggaraan pembangunan kesehatan guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. pendayagunaan. baik dalam upaya kesehatan primer maupun upaya kesehatan sekunder serta tersier. b) Pengadaan SDM Kesehatan Standar pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan mengacu kepada standar pelayanan dan standar Pengembangan dan Pemberdayaan SDM .

dan makanan yang terjamin aman. alat kesehatan. dan kosmetika. d) Pembinaan dan Pengawasan SDM Kesehatan Pembinaan penyelenggaraan pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan di berbagai tingkatan dan atau organisasi memerlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan dukungan peraturan perundang-undangan mengenai pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan tersebut. khasiat/manfaat. 3) Unsur-unsur a) Komoditi . d. mutu sediaan farmasi. Sediaan farmasi adalah obat. Subsistem Sediaan Farmasi. alat kesehatan. alat kesehatan. Dan Makanan 1) Pengertian Subsistem sediaan farmasi. c) Pendayagunaan SDM Kesehatan Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melakukan upaya penempatan tenaga kesehatan yang ditujukan untuk mencapai pemerataan yang berkeadilan dalam pembangunan kesehatan. bahan obat. dan makanan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan berbagai upaya yang menjamin keamanan. obat tradisional. dan makanan. dan makanan adalah tersedianya sediaan farmasi. alat kesehatan. dan khusus untuk obat dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.kompetensi SDM Kesehatan dan perlu didukung oleh etika profesi SDM Kesehatan tersebut. 2) Tujuan Tujuan penyelenggaraan subsistem sediaan farmasi. Alat Kesehatan. berkhasiat/bermanfaat dan bermutu.

dan makanan yang beredar memenuhi standar dan persyaratan keamanan. c) Pelayanan Kefarmasian Pelayanan kefarmasian ditujukan untuk dapat menjamin penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan. sekunder. dosis. makanan adalah komoditi yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. alat kesehatan. prosedur. alat kesehatan tersedia dalam jenis. dan makanan adalah peralatan atau tempat yang harus memenuhi Norma. bentuk. dan bermutu di semua sarana pelayanan kesehatan dengan mengikuti norma. bentuk. distribusi maupun fasilitas pelayanan kesehatan primer. dan makanan harus dengan jumlah yang cukup serta mempunyai standar kompetensi yang sesuai dengan etika profesi. jumlah. serta makanan meliputi jenis dan manfaat. baik di fasilitas produksi. terutama obat dan alat kesehatan esensial bagi masyarakat miskin. Pembiayaan yang cukup dari pemerintah diperlukan untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan obat. khasiat/manfaat. ditujukan untuk menjamin setiap sediaan farmasi. Prosedur. Standar. Sediaan farmasi harus tersedia dalam jenis. b) Sumber Daya Sumber Daya Manusia sediaan farmasi. aman. dan mutu yang ditetapkan yang didukung oleh Laboratorium Pengujian yang handal. standar. dan Kriteria yang telah ditetapkan. dan kriteria yang ditetapkan.Sediaan farmasi dan alat kesehatan adalah komoditi untuk penyelenggaraan upaya kesehatan. jumlah. d) Pengawasan Pengawasan yang komprehensif dengan melaksanakan regulasi yang baik (Good Regulatory Practices). alat kesehatan. Fasilitas sediaan farmasi. dan fungsinya. e) Pemberdayaan Masyarakat . secara rasional. alat kesehatan. dan khasiat yang tepat. dan tersier.

dan Keterjangkauan Obat dan Alat Kesehatan Penyediaan dan pelayanan obat berpedoman pada DOEN untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan. ii. Mengutamakan kesejahteraan pasien dalam segala situasi dan kondisi. alat kesehatan. memberikan informasi dan saran serta memonitor penggunaan obat oleh pasien. Pemerataan. dan Terjangkau c) Rasional d) Transparan dan Bertanggung-jawab e) Kemandirian 5) Penyelenggaraan a) Upaya Ketersediaan. daerah rawan konflik dan obat yang tidak mempunyai nilai ekonomis (orphan drug). Pemerintah dengan pengaturan khusus menjamin tersedianya obat bagi masyarakat di daerah terpencil. Merata. Melaksanakan kegiatan inti farmasi yang meliputi pengelolaan obat dan produk kesehatan lainnya. Bermanfaat. Prinsip a) Aman. dan makanan serta terhindar dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan. Berkhasiat. Penyediaan unit pelayanan publik bidang kesehatan untuk menangani berbagai masalah yang mudah diakses oleh masyarakat dan menerima keluhan atau pertanyaan terkait dengan sediaan farmasi. alat kesehatan dan makanan. b) Upaya Penyelenggaraan Pelayanan Kefarmasian Penyelengaraan pelayanan kefarmasian di semua sarana pelayanan kesehatan dilakukan dengan: i. . dan Bermutu b) Tersedia. daerah tertinggal dan perbatasan. serta daerah bencana. menjamin mutu.4) Masyarakat senantiasa dilibatkan secara aktif agar sadar dan dapat lebih berperan dalam penyediaan dan penggunaan sediaan farmasi.

objektif dan lengkap melalui penyusunan Informasi Obat Nasional Indonesia (IONI) akan sangat mendukung para profesi kesehatan seperti: dokter. Penyediaan informasi obat yang benar. . Penerapan DOEN dalam upaya pelayanan kesehatan tingkat primer. ii. Penyelenggaraan upaya penggunaan obat yang rasional dilakukan antara lain melalui kegiatan berikut: i. iv.iii. melalui pemanfaatan pedoman terapi dan formularium berbasis bukti ilmiah terbaik. Pemberdayaan Komite Farmasi dan Terapi (KFT) untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian melalui penggunaan obat secara rasional. iii. c) Upaya Penggunaan Obat yang Rasional Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu langkah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan mengefisienkan biaya pengobatan. Audit dan umpan balik dalam penggunaan obat rasional. dan tersier. Memberikan pelayanan kefarmasian yang sesuai untuk setiap individu. Pengembangan mekanisme pemantauan ketersediaan obat esensial dan langkah-langkah perbaikan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan. apoteker. Memberikan kontribusi dalam peningkatan peresepan yang rasional dan ekonomis serta penggunaan yang tepat. v. Penerapan pendekatan farmako ekonomi melalui analisis biaya efektif dan biaya manfaat pada seleksi obat yang digunakan di semua tingkat pelayanan kesehatan. sekunder. vi. dan iv. perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kemanfaatan dan keamanan penggunaan obat termasuk penggunaan obat yang rasional.

Pembinaan industri farmasi dalam negeri agar mampu melakukan produksi sesuai dengan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan dapat melakukan usahanya dengan efektif dan efisien sehingga mempunyai daya saing yang tinggi. Pemberdayaan SDM Kesehatan dalam melaksanakan penggunaan obat rasional di semua fasilitas pelayanan kesehatan. pemberian insentif kebijakan perpajakan dan perbankan. Pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi. serta viii. Langkah-langkah yang perlu diselenggarakan meliputi: i. Informasi kepada masyarakat.vii. Pemilihan produk yang tepat untuk pengembangan produksi dalam negeri dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dalam negeri. d) Upaya Kemandirian Sediaan Farmasi melalui Pemanfaatan Sumber Daya Dalam Negeri Pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia perlu didorong secara berkelanjutan untuk digunakan sebagai obat tradisional demi peningkatan pelayanan kesehatan dan ekonomi. ii. . dan obat tradisional untuk menunjang pembangunan kesehatan. iii. Pemerintah menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi di bidang farmasi melalui persaingan usaha yang adil. Peningkatan penelitian dan pengembangan bahan baku obat. obat. Informasi dan Edukasi (KIE). seperti kemauan industri farmasi domestikuntuk memprioritaskan penggunaan bahan baku produksi dalam v. iv. seperti penyakit diare. serta kepastian proses perijinan. antara lain promosi penggunaan obat generik dan pengelolaan berbagai penyakit secara tepat. Komitmen semua pemangku kepentingan. dan lain-lain.

3) Unsur-unsur a) Kebijakan Kesehatan Kebijakan kesehatan merupakan pedoman yang menjadi acuan bagi semua pelaku pembangunan kesehatan. administrasi kesehatan.vi. terselenggaranya fungsi-fungsi administrasi kesehatan yang berhasil guna. dan dimanfaatkan secara luas baik untuk pengobatan sendiri oleh masyarakat maupun digunakan dalam pelayanan kesehatan formal. b) Administrasi Kesehatan . dan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan dengan memperhatikan kerangka desentralisasi dan otonomi daerah. pengelolaan data dan informasi kesehatan yang mendukung subsistem lainnya dari SKN guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. bermutu tinggi. swasta. baik pemerintah. 2) Tujuan Tujuan subsistem manajemen dan informasi kesehatan adalah terwujudnya kebijakan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan pemanfaatan obat tradisional yang aman. dan akuntabel. berbasis bukti dan operasional. e. memiliki khasiat nyata yang teruji secara ilmiah. berdaya guna. pengaturan hukum kesehatan. Subsistem Manajemen Dan Informasi Kesehatan 1) Pengertian Subsistem manajemen dan informasi kesehatan adalah bentuk dan cara penyelenggaraan yang menghimpun berbagai upaya kebijakan kesehatan. serta didukung oleh hukum kesehatan dan sistem informasi kesehatan untuk menjamin terselenggaranya pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya.

sarana prasarana. penerapan. 4) Prinsip a) Inovasi atau Kreativitas b) Kepemimpinan yang Visioner Bidang Kesehatan c) Sinergisme yang Dinamis d) Kesesuaian dengan Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia 5) Penyelenggaraan Dalam rangka mencapai Tujuan Nasional. d) Informasi Kesehatan Informasi kesehatan merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data sebagai masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. administrasi. dan sebagai individu memfasilitasi penyelenggaraan pembangunan kesehatan. pembangunan kesehatan menjadi salah satu dari arus utama pembangunan nasional. Untuk itu. subsistem manajemen dan informasi kesehatan diselenggarakan dengan mensinergikan unsur kebijakan. standar. dana. memberikan masyarakat dan penegakan aturan terutama sarana tersebut kepada untuk dalam rangka dan perlindungan. hukum. meliputi: SDM. dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan.Administrasi kesehatan merupakan kegiatan perencanaan. c) Hukum Kesehatan Hukum kesehatan merupakan keseluruhan peraturan perundangan di bidang kesehatan dan segala tindakan penyebarluasan. e) Sumber daya Manajemen Kesehatan dan Informasi Kesehatan Sumber daya manajemen kesehatan dan informasi kesehatan. pelaksanaan. dan informasi kesehatan. dan kelembagaan yang digunakan secara berhasil guna dan berdaya guna dalam upaya mendukung terselenggaranya pembangunan kesehatan. .

. dan berkesinambungan guna tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. masyarakat. sehingga membentuk kebiasaan dan pola hidup. figur masyarakat. terpadu. dan masyarakat luas serta pemerintah yang berperan sebagai agen perubahan untuk penerapan perilaku hidup sehat (subjek pembangunan kesehatan). kelompok masyarakat). c) Kegiatan Hidup Sehat Kegiatan hidup sehat yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat. maupun masyarakat secara terencana. serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat 1) Pengertian Subsistem pemberdayaan masyarakat adalah bentuk dan cara penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan.f. tumbuh dan berkembang. tokoh agama. dan sebagainya). kelompok (organisasi kemasyarakatan. dan fasilitator yang mempunyai kompetensi memadai dan dapat membangun komitmen dengan dukungan para pemimpin. baik formal maupun non formal. berperan aktif dalam setiap pembangunan kesehatan. dan swasta menjadi inisiator. organisasi profesi. motivator. kelompok. 2) Tujuan Tujuan subsistem pemberdayaan masyarakat adalah meningkatnya kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. politisi. b) Sasaran Pemberdayaan Perorangan (tokoh masyarakat. baik perorangan. 3) Unsur-unsur a) Penggerak Pemberdayaan Pemerintah. mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. serta melembaga dan membudaya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan pula melalui pendekatan ketatanan. maupun pemulihan secara tersendiri atau terpadu. sarana dan prasarana. 4) Prinsip a) Berbasis Masyarakat b) Edukatif dan Kemandirian c) Kesempatan Mengemukakan Pendapat dan Memilih Pelayanan Kesehatan d) Kemitraan dan Gotong-royong 5) Penyelenggaraan a) Penggerakan Masyarakat Pemberdayaan masyarakat ditujukan guna terwujudnya penguatan upaya peningkatan. Perencanaan pemberdayaan masyarakat didasarkan pada fakta dan masalah kesehatan yang menjadi perhatian masyarakat setempat maupun masyarakat luas serta dengan mempertimbangkan potensi sumber daya dan nilainilai sosial budaya masyarakat. pencegahan. metode. seperti: rumah tangga. b) Pengorganisasian dalam Pemberdayaan Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui perorangan. dan media untuk terselenggaranya proses pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. dan pemerintah yang meliputi: dana. budaya. kelompok. dan fasilitas kesehatan agar terwujud pemberdayaan masyarakat yang berhasil guna dan berdaya guna serta terjamin kesinambungannya. tempat umum.d) Sumber Daya Potensi yang dimiliki oleh masyarakat. pedoman. dan masyarakat luas sesuai dengan kepentingannya dan yang berhasil guna dan berdaya guna. institusi pendidikan. penyembuhan. tempat kerja. swasta. c) Advokasi .

organisasi kemasyarakatan. perguruan tinggi. e) Peningkatan Sumber Daya Dalam pemberdayaan masyarakat perlu didukung oleh pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan yang kuat. . d) Kemitraan Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan kemitraan berbagai pihak. seperti legislatif untuk memperoleh dukungan kebijakan dan sumber daya bagi terwujudnya pembangunan berwawasan kesehatan. dan dukungan berbagai sarana lain yang berkaitan. pembiayaan yang memadai. lembaga legislatif. dan masyarakat agar terwujud dukungan sumber daya dan kebijakan dalam pembangunan kesehatan.Masyarakat dapat berperan dalam melakukan advokasi kepada pemerintah dan lembaga pemerintahan lainnya. dunia usaha. seperti seluruh sektor terkait.

id/downloads/SKN%20final.go.DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan RI.depkes. Jakarta: Departemen Kesehatan RI http://www.pdf . Sistem Kesehatan Nasional. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful