P. 1
Kaidah Halal Haram Jual Beli

Kaidah Halal Haram Jual Beli

|Views: 46|Likes:
Published by Halley Orens

More info:

Published by: Halley Orens on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2013

pdf

text

original

‫بسم ال الرحمن الرحيم‬

‫الحلل والحرام في البيع‬
KAIDAH HALAL HARAM DALAM JUAL BELI
Oleh : Abu Harits Badru Tamam
Click to edit Master subtitle style

5/16/12

MUQADDIMAH
Hukum halal dan haram dalam Islam telah diatur dengan sangat jelas. Hal ini merupakan salah satu karunia Allah dan bukti nyata atas kebenaran risalah yang dibawa Rasulullah n . Bila tidak, mungkin akan banyak dijumpai hal-hal yang saling bertolak belakang dalam masalah hukum dan kaidahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
5/16/12

“Sebenarnya, mereka telah

Di antara makna kesempurnaan syari’at Islam, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah dianugerahi kemampuan mengungkapkan dengan bahasa verbal, sederhana tetapi padat dan jelas isi kandungannya. Sebagai contoh mengenai kaidah umum dalam masalah perintah dan larangan; bahwa tidaklah suatu perintah atau 5/16/12

Pada pembahasan masalah mu’amalah dan jual beli, hukum asalnya adalah boleh dan halal. Tidak ada larangan dan tidak berstatus haram, sampai didapatkan dalil dari syariat yang menetapkannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba”. [al Baqarah : 275].
5/16/12

Sepanjang ridha, kejujuran, keadilan

Syariat Islam dengan hikmah dan rahmatnya. penipuan. mengharamkan apa yang membahayakan terhadap agama dan dunia. Kaidah penting yang kami angkat pada pembahasan kali ini berhubungan dengan riba. 5/16/12 disertai dengan penjelasan . dan perjudian.

setiap tambahan yang ada dalam barang-barang tertentu [1]. hadits dan ijma ulama Islam telah menetapkan haramnya riba. Yang dimaksud dengan riba adalah.KAIDAH PERTAMA TENTANG RIBA Al Qur`an. Ketetapan ini bersesuaian dengan asas keadilan dan qiyas (analogi) yang shahih. 5/16/12 Riba terbagi menjadi dua. bisa juga .

yaitu sama persis ukuran (timbangnya) dan diserahkan dalam satu waktu atau tempat transaksi (spontan). Padahal dalam jual beli ini harus memenuhi dua syarat.Misalnya jual beli dua barang yang ditakar (ditimbang) dengan berbagai tingkatan kualitasnya. karena jenisnya sama maka 5/16/12 harus serupa pula timbangannya. antara satu dengan yang lain tidak sama takaran atau timbangannya. jual beli 1 kg kurma harus ditukar dengan 1 kg kurma. Dan . Konkretnya.

yang 5/16/12 satu diberikan sekarang dan yang Riba nasi-ah.definisinya.[3] Riba ini sangat menyusahkan orang dan diharamkan. sebagaimana illah yang terdapat dalam riba fadhl. . Riba ini merupakan jual beli antara dua macam barang yang ditakar atau ditimbang. mengakhirkan penyerahan barang (setelah transaksi) dalam setiap jenis barang yang serupa illahnya (pangkal alasan dari suatu hukum).

jual beli kurma 2 kg dengan kismis/anggur kering 1 kg ( berbeda jenisnya) dibolehkan apabila diberikan di tempat transaksi. Allah Subhanahu wa .Setiap yang berlaku dalam riba fadhl dalam jenis barangnya. berlaku juga untuk riba nasi-ah. terkadang yang tidak diperbolehkan dalam riba nasi-ah diperbolehkan dalam riba fadhl (dengan berbeda selisih takaran/timbangan) bila berlainan jenis. akan tetapi. langsung antara penjual dan pembeli 5/16/12 sebelum berpisah. Missal.

jual beli kurma 2 kg dengan kismis/anggur kering 1 kg ( berbeda jenisnya) dibolehkan apabila diberikan di tempat transaksi. berlaku juga untuk riba nasi-ah. akan tetapi. Missal. Allah Subhanahu wa .Setiap yang berlaku dalam riba fadhl dalam jenis barangnya. langsung antara penjual dan pembeli 5/16/12 sebelum berpisah. terkadang yang tidak diperbolehkan dalam riba nasi-ah diperbolehkan dalam riba fadhl (dengan berbeda selisih takaran/timbangan) bila berlainan jenis.

Bahkan hakikatnya. praktek ini merupakan jual beli uang dengan uang. dan bukan sekedar hutang. Karena tujuan menghutangkan ialah untuk berbuat baik dan menebar kasih-sayang kepada sesama. Perbuatan ini berlawanan dengan tujuannya. 5/16/12 Ketiga macam riba di atas . riba yang ada diambilkan dari manfaat yang telah menjadi kesepakatan bersyarat. dengan tenggang tempo.Hal ini termasuk riba.

Pertama. harus dipahami hakikat kezhaliman yang ada adalah mengambil harta dengan tanpa hak (alasan yang diperbolehkan syariat).Bila ada yang mengatakan “bagaimana hal ini bisa dikatakan sebagai kezhaliman. 5/16/12 . padahal orang ini sudah rela dengan kesepakatan yang terjadi untuk membayar dengan sejumlah kelebihan tertentu?” Maka jawabnya bisa ditinjau dari dua sisi.

pada hakikatnya ia tidak ridha atau terpaksa untuk menerimanya. Juga dapat dikatakan.Kedua. ia telah berbuat zhalim kepada dirinya sendiri. Karena ia khawatir bila tidak diberikan pinjaman. karena hakikatnya ia telah melemparkan dirinya kepada 5/16/12 . Orang yang berakal tidak akan ridha dengan kewajiban membayar uang yang berlipat ganda yang tidak pernah ia manfaatkan.

tepung dengan tepung. gandum dengan gandum. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan enam macam yang dikatakan riba. emas dengan emas. perak dengan perak. sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Jenis Barang Yang Masuk Tidak setiap barang pada transaksi yang berbeda jumlahnya dikatakan riba. kurma dengan 5/16/12 Dalam Kategori Riba .

bahwa selainnya dapat diqiaskan kepada keenam macam tersebut.Keenam macam barang ini telah disepakati masuk dalam kategori riba. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa illah emas dan perak dalam 5/16/12 . Kemudian para ulama berbeda pendapat. bila sesuai dengan illah (alasan) yang ada. apakah barang selainnya dapat diqiaskan kepada keenam macam tersebut apa tidak? Jumhur ulama berpendapat.

[6] 5/16/12 Jadi dapat disimpulkan. tepung. baik yang berupa mata uang atau bukan. segala jenis .[5] Adapun illah yang terdapat dalam gandum. bahwa pendapat yang paling dekat (kebenaran)nya bahwa illah yang terkandung dalam emas dan perak karena dzat emas dan peraknya.Sedangkan Syaikh al ‘Utsaimin memiliki pandangan. kurma dan garam adalah sebagai barang yang ditakar dan makanan (dikonsumsi).

Contoh dalam riba fadhl : Bila barang yang sama jenis dan macamnya. semisal beras ditukar dengan beras. Walaupun berbeda kualitasnya. yaitu sama ukurannya dan diberikan di tempat akad serta dalam satu waktu. tidak boleh barang yang satu diberikan sekarang sedangkan barang lainnya diserahkan keesokan harinya. Jadi 1 kg beras tidak boleh ditukar dengan 2 kg beras. 5/16/12 . maka dalam jual belinya harus memenuhi dua syarat.

Bila ada yang mengatakan. itulah Islam yang hukumnya penuh dengan segala kesigapan untuk menutup segala celah penipuan dan perbuatan aniaya lain yang lebih besar. Yakni. padahal perbedaan kualitas mempengaruhi harga? Maka jawabnya. Hal seperti ini pernah terjadi pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. ada seseorang yang bertanya kepada 5/16/12 . mengapa hal ini dilarang.

kemudian baru dibelikan (dengan dirham tersebut) kurma yang baik.Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengembalikannya.[7] 5/16/12 .” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menjual terlebih dahulu kurma yang jelek dengan dirham (uang). seraya berkata: “Ini adalah riba.

baru kemudian ditukarkan dengan yang lebih rendah atau tinggi kualitas ataupun banyaknya. dengan syarat harus 5/16/12 . tapi masih termasuk barang yang berkategori riba. Bila berbeda jenis barang. bila diketahui jenis dan macamnya sama.Oleh karena itu. untuk lebih menghindari hal-hal yang mengandung unsur riba’. maka boleh berbeda ukurannya. maka sebaiknya salah satunya diuangkan terlebih dahulu.

baik kedua-duanya tidak masuk kategori riba atau hanya salah satunya saja.Tatkala berbeda jenisnya. perak dengan garam. ”Apabila enam jenis (termasuk barang yang diqiaskan kepadanya. pent) dijual dengan barang yang berbeda jenis dan illahnya. Dr. maka 5/16/12 . maka boleh berbeda takarannya serta dapat dijual diluar waktu dan tempat transaksi tersebut. Abdullah ‘Aziz Badawi berkata. misalnya emas dengan gandum.

kurma dengan kurma. bahwa dalam masalah jual beli dapat di bagi menjadi empat macam: 1. Bila jual beli dalam satu jenis barang (jenis. Misalnya. maka 5/16/12 .KESIMPULAN Dapat kita simpulkan. maka diharamkan tafadhul (tambahan atau selisih jumlah barang) dan nasi-ah (menunda penyerahan barang). macam dan illahnya sama) yang berkategori riba.

yaitu timbangan atau takaran dan makanan).2. emas 10 gr dengan perak 30 gr. tapi dilarang nasi-ah. kurma 2 kg dengan gandum 1 kg. maka diharamkan nasiah dan dibolehkan terjadinya tafadhul. Misal. kurma dan gandum illahnya sama. 5/16/12 . Hal ini boleh tafadhul. Bila dalam dua jenis yang serupa illah riba fadhlnya (misal.

Misal. illah emas karena emas barang yang sangat bernilai. 4. kurma dengan emas. maka boleh tafadhul dan nasi-ah. Bila di antara dua jenis berbeda yang masih dalam kategori riba yang tidak serupa illahnya (jenisnya berbeda tapi masih dalam jenis barang yang masuk dalam kategori riba). Illah kurma takaran dan makanan.3. Bila di antara barang yang tidak dalam kategori riba (baik salah 5/16/12 .

Yaitu taruhan yang berbentuk saling 5/16/12 menjatuhkan atau dengan jaminan . Judi atau taruhan ada dua macam.KAIDAH KEDUA Haramnya Mu’amalah Yang Mengarah Kepada Tipu Daya dan Bahaya Al Qur`an. as Sunnah dan kaum Muslimin sepakat tentang haramnya judi.

Karena bahaya dan kerugian yang dapat dialami oleh kedua belah pihak. Para ahli fiqih memberikan syarat dalam transaksi agar harga dan barang harus jelas untuk menghindari tipu muslihat yang 5/16/12 .Macam kedua. bentuk taruhan dalam bermu’amalah sebagaimana yang telah Nabi larang terhadap segala jenis jual beli yang mengandung penipuan.

jual beli dengan cara mulamasah (siapa yang telah meraba atau memegang barang. munabadzah (dengan melempar atau saling melempar antara keduanya 5/16/12 .Misal dari praktek ini antara lain: jual beli janin yang masih di dalam perut induknya. maka langsung dianggap telah membeli).

. Perbedaan yang terjadi dikarenakan berbedanya sisi pandang dalam menyikapi permasalahan yang muncul. Walaupun mereka sepakat dengan kaidah ini. dikembalikan kepada kebiasaan masyarakat. apakah itu merupakan 5/16/12 penipuan ataukah bukan? Contohnya. para ulama berbeda pendapat tentang boleh dan tidaknya.Di antara praktek jual beli yang unsur penipuannya relatif kecil atau samar. Apakah ia masuk dalam kaidah ini. ataukah tidak? Yang benar adalah.

Ini semua untuk menghindari tipu daya yang mungkin dilakukan. yang lainnya menggunakan perkiraan. Karena bisa jadi. jual beli antara dua barang yang satu dalam bentuk takaran yang jelas. apa yang dikira-kira lebih sedikit dari hak yang seharusnya diterima.Karena itu. Contoh lain dalam kaidah ini. atau bisa jadi lebih banyak 5/16/12 . disyaratkan juga dalam masalah jual beli. mampu untuk menghadirkan barang kepada pembeli.

mengundi nasib dengan panah. Maka jauhilah perbuatanperbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Hai orang-orang yang beriman. berjudi. adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Sesungguhnya setan 5/16/12 itu bermaksud hendak menimbulkan . sesungguhnya (meminum) khamr. (berkorban untuk) berhala.Hikmah yang terkandung dari haramnya taruhan atau undian ini.

Hadits dan Ijma ulama.”Barangsiapa yang 5/16/12 .KAIDAH KETIGA Jual Beli Berupa Penipuan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. Transaksi model ini diharamkan di dalam Kitabullah.

Baik dengan cara penyamaran atau dengan menyembunyikan kondisi barang yang sebenarnya. baik dalam perdagangan. padahal di dalamnya atau barang lainnya 5/16/12 . musyarokah (syarikat) dan sebagainya. ia poles luarnya sehingga menjadi kelihatan baik dan bagus.Tipu muslihat yang dimaksud. yaitu mencakup segala jenis mu’amalah.

KAIDAH KEEMPAT Ridha Syar’i Dari Kedua Belah Pihak Kaidah ini berlandaskan al Qur`an. wakaf. baik dalam akad transaksi jual beli. musyarokah. 5/16/12 . Kaidah ini berlaku dalam segala jenis. dan sebagainya. sewa-menyewa. hadiah. Sunnah dan Ijma’ ulama.

orang gila dan orang-orang yang tidak dibebani dengan kewajiban hukum. Kata ridha diiringi dengan sifat syar’i. 5/16/12 . Karena ridha mereka tidak berarti. dimaksudkan untuk meniadakan ridha anak kecil.Ridha seseorang dapat diketahui melalui perkataannya. atau segala sesuatu yang mengisyaratkan sikap ridhanya. dan setiap transaksi mereka diwakilkan oleh walinya. Tujuannya. orang dungu. baik lisan ataupun tindakan.

5/16/12 .Penting untuk diketahui. bahwa ridha yang dianggap benar dan sah dari kedua belah pihak yang bertransaksi. harus bersesuaian dengan syari’at. Bila syari’at melarang transaksi tersebut. maka tetap haram walaupun manusia meridhainya.

Sunnah dan Ijma’ serta Qiyas yang shahih untuk berlaku adil. merekalah yang berhak untuk menentukan segalanya.KAIDAH KELIMA Akad Harus Berasal Dari Pemilik Barang. Pemiliki Hak atau Wakilnya Kaidah ini berdasarkan dalil al Qur`an. baik untuk meneruskan transaksi atau 5/16/12 . Pemilik barang atau jasa dan wakilnya.

atau menggadaikannya dan sebagainya. mewasiatkan. mewakafkan. meminjamkan. sampai mendapatkan ia izin dari pemiliknya. maka mu’amalah tersebut tidak sah. Masih berkaitan dengan kaidah ini. seseorang yang ingin menjual barang. menghadiahkan. seseorang tidak berwenang dengan barang yang belum sempurna akad transaksinya. sampai ia telah resmi 5/16/12 .Atas dasar itu. tetapi dia bukan sebagai pemiliknya.

maka pemilik barang tidak boleh secara mutlak untuk bertransaksi. pemilik barang yang masih tersangkut dengan hak orang lain. Misalnya.Contoh lain dari kaidah ini. barang yang digunakan untuk jaminan atau barang yang merupakan milik patungan dengan orang lain. kecuali setelah mendapat izin dari syarikatnya atau yang memiliki kepentingan 5/16/12 .

5/16/12 .KAIDAH KEENAM Akad Yang Mengandung Unsur Meninggalkan Perkara Wajib Atau Perbuatan Haram. Maka Transaksinya Menjadi Haram Dan Tidak Sah.

Semisal yang telah disebutkan dalam surat al Jumu’ah tentang haram dan tidak sahnya akad jual beli yang dilakukan disaat adzan Jum’at bagi laki-laki yang telah diwajibkan shalat Jum’at. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Hai orang-orang yang beriman. 5/16/12 . maka amalan tersebut haram. Setiap amalan yang menyibukkan dia sehingga meninggalkan kewajiban.Hal ini telah disebutkan di beberapa tempat.

Demikian juga. jual beli yang digunakan untuk yang haram. maka diharamkan dan tidak sah. senjata yang digunakan untuk merampok atau membunuh. seperti anggur yang digunakan untuk minuman keras. 5/16/12 . Wallahu a’lam bish shawab.

Fatawa wa Qawaid Tatallaqu bi Ahkami al Buyu`.Al Mulakhas al Fiqhi. Daar Ibn al Jauzi. Cet.MARAJI’/REFERENSI . Shalih al Fauzan. Jilid 8. Jilid 2. . ‘Abdul ‘Azhim Badawy. Muassasah Salam. Adhwa-u as Salaf. . Cet.Al Wajiz. Cet.Fiqh wa Fatawa al Buyu`. Syaikh al ‘Utsaimin. 5/16/12 Ibn Rajab. hlm. Cet. karya as Sa’di. . . 241-263.Asy Syarhul Mumti’ ‘ala Zadil Mustaqni’.

Asy Syarhu al Mumti’ (8/328).PUTNOTES [1]. [7]. Al Wajiz. Muttafaqun ‘alaih. Al Mulakhkhas al Fiqhi (2/29). [9]. [8]. hlm. 949. [2]. 5/16/12 . [5]. [6]. [4]. Al Mulakhkhash al Fiqhi (2/28). Al Wajiz. 349. Mukhtashar Shahih Muslim. Asy Syarhu al Mumti’ (8/327-328). 347 [3]. Asy Syarhu al Mumti’ (8/390).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->