P. 1
petunjuk15

petunjuk15

|Views: 35|Likes:
Published by Budhi Kurniawan

More info:

Published by: Budhi Kurniawan on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

PEMELIHARAAN RUTIN JALAN DAN JEMBATAN

PETUNJUK PRAKTIS PEMELIHARAAN RUTIN JALAN

UPR. 02
UPR. 02.4 PEMELIHARAAN RUTIN TALUD & DINDING PENAHAN TANAH

AGUSTUS 1992

DEPARTEMEN PEKERJAAN U MUM

DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA

D. SELOKAN SAMPING TIDAK DIPERKERAS SELOKAN SAMPING DIPERKERAS GORONG-GORONG DRAINASE AIR TANAH (SUBDRAIN) .A. B. C.

.

KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA : Aliran air yang deras yang mampu menghanyutkan materialmaterial halus tanah dasar talud. (rumput. beton).EROSI LOKASI : a. Mengarahkan pengaliran air permukaan agar selalu terkontrol melalui drainase jalan. dll. dll. tembok. 2. Pada talud yang permukaannya dibiarkan tanpa berpenutup (rumput. Pada talud yang dilewati aliran air permukaan dengan kecepatan yang relatif besar. Bila dibiarkan akan berkembang menjadi longsoran. batu kosong.) Memperlandai kemiringan talud atau permukaannya dibuat berteras. b. 1 . TINGKAT KERUSAKAN : Diukur luas dan kedalaman daerah yang tererosi. AKIBAT : 1. Memelihara agar seluruh permukaan talud selalu berpenutup. USAHA PERBAIKAN : 1. batu kosong. tembok. 3. Lebih lebih yang tanah dasarnya berpasir CIRI-CIRI : Permukaan talud tergerus karena sebagian materialnya terbawa aliran air. Endapan hasil erosi akan menyebabkan pendangkalan pada selokan tepi gorong-gorong. 2.

2 . peralatan mungkin meliputi alat penggali. dinding batu kosong. PERALATAN : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. PENGAMAN LALU LINTAS : Bila pekerjaan dilakukan dipinggir jalan harus dipasang rambu tanda hati-hati dan tanda jalan sedang diperbaiki agar kendaraan dapat memperlambat kecepatannya. beton kelas K175. Tidak diperbolehkan menimbun material di atas jalur lalu lintas atau bahu jalan. mungkin diperlukan penutupan talud dengan gebalan rumput. Penanaman rumput di lereng dengan tanah dasar berpasir perlu diberikan lapisan tanah subur. tembok maupun beton. alat pemadat (tamping rammer). Pasangan batu menggunakan adukan 1 pc : 3ps. Perbaikan drainase mungkin juga memerlukan pengerasan dengan tembok atau beton.BAHAN : Disamping tanah timbunan untuk pembentukan kembali lereng. pengaduk beton TENAGA KERJA : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan.

Bronjong yang berdekatan diikat bersama-sama sepanjang sisi pertamanan menggunakan kawat ukuran yang sama seperti anyaman bronjong tidak kurang setiap jarak 25cm. TYPE KOTAK DETAIL BRONJONG ANYAMAN KAWAT ANYAMAN UJUNG TYPE ELIP 3 .

digolongkan menjadi 6 jenis : a. sebagai tanda awal kerusakan. e. Pada daerah yang geologinya labil terkadang terlihat tumbuh-tumbuhan dan bangunan kedudukannya miring (tidak vertikal). Pada galian atau timbunan yang tinggi. sampai terjadi longsoran pada lereng galian maupun badan jalan. Pada talud dengan kemiringan lebih besar dari kemiringan alam tanah dasarnya. Pada jalan didaerah yang labil. Pada bidang pertemuan antara lapisan tanah gembur (pervious soil) dengan lapisan tanah kedap air (impervious soil) yang terletak di atasnya. d. Pada daerah yang air tanahnya tinggi. sampai terjadi tanda awal kerusakan. f.LONGSOR LOKASI : Berdasarkan kemungkinan penyebab maupun cara perbaikannya. (jika tanpa dinding penahan). CIRI-CIRI : Retakan tanah atau dinding penahan. TINGKAT KERUSAKAN : Diukur luas dan kedalaman daerah longsoran. Pada jalan dengan bahu yang sempit. c. b. 4 .

DETAIL TEMBOK PENAHAN DARI KONSTRUKSI 5 .

selain tanda-tanda diatas mungkin diperlukan pengaturan lalu lintas yang lewat secara bergantian. serta sifat gangguannya terhadap lalu lintas pengguna jalan. Jika tidak menimbulkan gangguan langsung. peralatan mungkin meliputi alat penggali. 6 .PERALATAN : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. pengaduk beton TENAGA KERJA : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan PENGAMANAN LALU LINTAS : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. Apabila pekerjaan dilakukan di jalur lalu lintas maupun bahu jalan. petunjuk untuk mengurangi kecepatan dan tanda jalan sedang diperbaiki. cukup diberikan rambu tanda hati-hati. alat pemadat.

7 .

TINGKAT KERUSAKAN : Diukur luas dan kedalaman daerah yang tererosi. 8 . Mengurangi kecepatan air dengan memperlandai kemiringan dasar aliran air yangg mungkin perlu di lengkapi dengan bangunan terjunan. atau pengaliran air lainnya yang berakhir di talud. Memasang bangunan pelimpah air dari pasangan batu atau beton. gorong-gorong. dll Pada hilir (down stream) selokan.TERGERUS (SCORING) LOKASI : a. Pada badan jalan yang didirikan di tapi aliran air sungai. KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA : Aliran air yang deras yang memiliki tenaga relatif besar sehingga mampu menghanyutkan tanah dasar talud. 2. CIRI-CIRI : Permukaan talud tergerus karena sebagian materialnya terbawa aliran air. yang mungkin berkembang menjadi longsoran. b. AKIBAT : Bila dibiarkan akan berkembang menjadi longsoran. USAHA PERBAIKAN : 1. laut.

TYPE A TYPE B TYPE C 9 .

Longsoran dapat terjadi dengan tiba-tiba. Diberikan perkuatan lereng (dinding penahan tanah) dari bronjong. tanaman. sehingga membahayakan pengguna jalan. e) Tambahan gaya akibat beban (roda luar) kendaraan. beton. 10 . 5. USAHA PERBAIKAN : Kemantapan lereng dapat diperbesar dengan : 1. 4. AKIBAT : 1. Longsoran lereng galian bisa berakibat tertimbunnya badan jalan atau kerugian akibat hilang/rusaknya tanah. bangunan diatasnya. 2.KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA : a) dan b) lereng galian atau timbunan tidak mantap. karena drainase bawah tanah (subdrain) tidak tersedia. baja. 3. 2. f) Badan jalan tidak mantap karena pengaruh geologi tanah dasarnya yang labil. Dibuat berm sebagai bahan imbangan untuk kemantapan lereng. Stabilisasi lereng dengan penanaman tumbuhtumbuhan. Tanah dasar yang labil perlu dilakukan studi dan penanganan khusus. Lereng dibuat lebih landai sesuai dengan lereng alam tanah dasar. turap kayu. tembok. c) dan d) tambahan gaya akibat tekanan air. Longsoran pada timbunan badan jalan bisa berakibat jalan terputus. 3.

11 11 .

5 mm.6. mempunyai berat isi > 2. BAHAN : Disamping tanah timbunan untuk pembentukan kembali lereng. turap kayu riprap batu kosong. Untuk dinding penahan yang panjang dan menerus harus dibuat sambungan mulai dengan jarak maksimal 20 m. Kayu untuk turap adalah kayu ulin (kayu besi.3 garis tengah baut (min) dan max. Adukan beton dari kelas K175. lebar 30 mm dan dibuat setinggi dinding. mungkin diperlukan pemasangan bronjong. Batu untuk bronjong maupun riprap harus keras. Anyaman berbentuk segi enam yang teranyam dengan tiga lilitan dengan bukaan kira-kira 80 x 60 mm2. kayu belian) yang telah diawetkan.3 t/m2 dan ukuran > 30 cm. Kawat bronjong harus baja berlapis seng dengan kuat tarik 4200 kg/m2 dan perpanjangan 10% (minimum). Semua baut dan paku harus dari baja St. dengan pemasangan pipa drainase pada dinding penahan.00 m. Memperkecil tekanan air tanah. pengikat : 2. 37 atau yang setingkat. Baut harus disertai ring dengan tebal 0. 12 . dinding penahan dari pasangan batu atau beton. Dinding penahan tanah harus dilengkapi pipa drainase PVC D > 50 mm. jaringan : 4mm (RSWG). saluran irigasi tidak diperkeras) diatas badan jalan. adukan pasangan batu 1 pc : 3ps. pembuatan subdrain dan sedapat mungkin menghindarkan terjadinya penyimpanan air (kolam.1 mm (14SWG). Tebal kawat untuk tulangan tepi : 5 mm (6SWG). dengan jarak maksimum 2.

DENAH 13 .

3. bronjong. tembok maupun beton. tembok dan beton). 14 . Bahan bronjong seperti pada bab longsoran. Pasangan batu menggunakan adukan 1pc : 3ps. peralatan mungkin meliputi alat penggali. pengaduk beton TENAGA KERJA : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. pemadat. beton kelas K175. BAHAN : Disamping tanah timbunan untuk pembentukan kembali lereng. mungkin diperlukan penutupan talud dengan dinding batu kosong. PERALATAN: Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. PENGAMANAN LALU LINTAS : Lihat Pengamanan lalu lintas pada bab : Longsoran. Memberikan perlindungan terhadap dasar dan dinding talud yang berhubungan langsung dengan air (dengan riprap batu kosong.

atau cara pengerjaannya. Rendahnya mutu adukan (kualitas bahan. AKIBAT : Dinding penahan yang mulai retak. USAHA PERBAIKAN : 1. 15 . apabila tidak cepat ditangani akan berkembang menjadi patah atau longsor. bisa ditutup dengan mortar l pc : 3pc.DINDING RETAK LOKASI : Mungkin terjadi di semua bagian dinding penahan tembok maupun beton. 3. dan muatan lainnya. CIRI-CIRI : Retakan memanjang. Bila retakan masih setempat. 2. tegak maupun saling berhubungan membentuk blok. komposisi campuran). Semua retakan harus dibersihkan terlebih dahulu. Konstruksi dinding penahan kurang kuat menahan tekanan tanah atau kombinasi dengan tekanan air. atau luas daerah retakan bila retakan telah saling berhubungan membentuk blok-blok. Tanah dibelakang dinding penahan kurang padat. TINGKAT KERUSAKAN : Diukur tebal maupun panjang retakan. KEMUNGKINAN PENYEBAB UTAMA : 1.

BAHAN : Adukan untuk pasangan batu 1 pc : 3ps. ditambal atau dibuat yang baru. alat pemadat. PENGAMANAN LALU LINTAS : Lihat bab : Erosi.2. PERALATAN : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. dinding harus dibongkar. peralatan mungkin meliputi alat penggali. 16 . pengaduk beton TENAGA KERJA : Tergantung jenis dan besarnya pekerjaan. sedangkan beton dengan mutu K175. Bila retakan sudah saling berhubungan dan membentuk blok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->