BAB I PENDAHULUAN Salah satu sarana bagi manusia untuk berinteraksi adalah jalan raya yang telah dikenal

sejak zaman dahulu. Mereka menyadari dengan adanya sarana jalan raya akan memudahkan untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Di era globalisasi sekarang ini sedikitnya telah dikenal model transportasi darat, laut dan udara. Jalan raya merupakan salah satu sarana untuk moda transportasi darat. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka jalan raya pun tidak luput dari sentuhan teknologi tersebut dengan ditemukan beberapa jenis bahan yang bias dipakai untuk pekerjaan pelapisan diantaranya Laston, Asbuton, Burtu, dan lain- lain. Jalan- jalan modern yang dilengkapi dengan lapis perkerasan banyak dijumpai dikota-kota ataupun dengan adanya jalan- jalan akses ke perkampungan dan pemukiman penduduk. Seiring dengan pengoperasian jalan tersebut selama periode umur rencana jalan, maka jalan tersebut mengalami penurunan kualitas. Untuk itu, pada saat pelaksanaan perkerasan jalan raya itu harus teliti dan sesuai dengan data- data yang diperoleh dilapangan. Misalkan; barapa kenderaan yang melintasi, umur rencana, serta persentase peningkatan kenderaan hariannya, dan banyak lagi yang lainnya yang harus kita lihat. BAB II PEMBAHASAN 1. MATERIAL- MATERIAL PADA PELAKSANAAN JALAN RAYA A. Tanah Dasar (Sub Grade) Tanah dasar ialah jalur tanah bagian dari jalan tanah yang terletak dibawah pengerasan jalan. Kekuatan dan keawetan pengerasan jalan itu sangat tergantung pada sifat- sifat dan daya dukung tanah dasar. Oleh karena itu, maka pada perencanaan pembuatan jalan baru harus diadakan pemeriksaan tanah yang teliti ditempat- tempat yang akan dijadikan tanah dasar yang berfungsi untuk mendukung pengerasan jalan. Lebih utama kalau diambil beberapa contoh tanah dari tanah dasar itu dan dikirimkan ke laboratorium penyelidikan tanah untuk diselidiki. Jenis- jenis tanah: - Tanah Liat Koloidal (Colloid)

Bentuk butir. Besar butir.butirnya antara 5 µ dan 50 µ gaya adhesi tanah lumpur terhadap air itu kecil sekali. Dibedakan atas.butirnya antara 200 µ dan 2 mm. batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (intrusive igneous rock).macam ada yang bulat. .butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut. Butir. Tidak ada gaya adhesi antara butir. Besar butir.butir tanah lumpur itu bulat dan mempunyai permukaan yang agak kasar.1 µ =1/1000 mm). . Besar butir.butirnya diselimuti oleh suatu selaput air.Pasir Kasar (Coarse sand) Bentuk butir. tidak ada gaya adhesi antar butir.Batuan beku Batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan membeku.butir tanah liat biasa itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin. Besar butir.butir tanah liat koloidal itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin. Berdasarkan cara pembentukannya batuan sedimen dapat ddibedakan atas: . Gaya Adhesi tanah liat biasa terhadap air itu tidak seberapa besar. Besar butir.butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut. bulat telur dan ada yang pipih.butirnya lebih dari 2 mm.butir pasir halus dan air.butirnya antara 1 µ dan 5 µ.butir kerikil itu bermacam.Kerikil (gravel) Bentuk butir.Pasir halus (fine sand) Bentuk butir.butirnya antara 50 µ dan 200 µ.sudut kasar dan tajam.Tanah lumpur (silt) Bentuk butir. Agregat (Sub Base Course dan Base Course) Ditinjau dari asal kejadiannya agregat/ batuan dapat dibedakan : . . . Besar butir.sudut kasar.butirnya kurang dari 1µ (µ dibaca mikron .sisa hewan dan tanaman. . B.Batuan sedimen Sedimen berasal dari campuran partikel mineral.butir pasir kasar dan air. sisa. .Tanah liat biasa (clay) Bentuk butir. Gaya adhesi tanah liat koloidal terhadap air itu besar sekali.

Kerikil adalah agregat dengan ukuran partikel >¼ inch (6.Agregat yang melalui proses pengolahan Digunung. opal. • Batuan sedimen yang di bentuk secara organis seperti batu gamping. . batu pasir dan batu lempung.200).sedimen yang dibentuk secara mekanik seperti breksi.jika dipanaskan sampai suatu temperature tertentu aspal dapat menjadi lunak atau cair sehingga dapat membungkus • Batuan . . batu-bara. . konglomerat.Batuan metamorf Berasal dari batuan sedimen ataupun batuan beku yang mengalami proses perubahan bentuk akibat adanya perubahan tekanan temperature dari kulit bumi. Batuan ini banyak mengandung silica.075> C. Dua bentuk agregat alam yang sering dipergunakan yaitu: kerikil dan pasir.pad temperature ruang berbentuk padat sampai agak padat. Pasir adalah agregat dengan ukuran partikel < ¼ inch tetapi lebih besar dari 0. garam.Agregat buatan Agregat yang merupakan mineral filler/ pengisi (partikel dengan ukuran <0. gips dan flint. • Gradasi sesuai yang diinginkan. Berdasarkan proses pengolahannya. . dinamakan agregat alam. • Permukaan partikel kasar sehingga mempunyai gesekan yang baik.35 mm).bukit sering ditemui agregat masih berbentuk batu gunung sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat konstruksi perkerasan jalan.075 mm (saringan no.Agregat alam Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan sedikit proses pengolahan. Aspal (Surface Course) Aspal didefinisikan sebagai material berwarna hitam atau coklat tua. • Batuan sedimen yang dibentuk secara kimiawi seperti batu gamping.gunung atau di bukit. Proses pemecahan agregat sebaiknya menggunakan mesin pemecah batu (Crusher stone) sehingga ukuran partikel yang dihasilkan dapat terkontrol sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Agregat ini harus melalui proses pemecahan terlebih dahulu supaya diperoleh: • Bentuk partikel bersudut diusahakan berbentuk kubus.

Struktur Pekerasan Pada umumnya. STRUKTUR DAN JENIS – JENIS PERKERASAN JALAN A.Jika temperature mulai turun. Bahan pengisi mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri.Aspal gunung (rock asphalt). Bahan pengikat.Aspal minyak merupakan hasil penyulingan minyak bumi .sebagai berikut : • Lapisan tanah dasar (sub grade) • Lapisan pondasi bawah (subbase course) • Lapisan pondasi atas (base course) • Lapisan permukaan / penutup (surface course) .dapat dibedakan atas .Trinidad. 2.merupakan hasil penyulingan batubara tidak umum digunakan untuk perkerasan jalan kara lebih cepat mengeras.contoh aspal dari pulau beton Aspal danau (lake asphalt) contoh aspal dari Bermudez.peka terhadap perubahan temperature dan beracun. Jenis Aspal: Berdasarkan cara diperolehnya aspal dapat dibedakan atas : 1. perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas. Aspal alam.Tar. Aspal buatan .partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton atau dapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan atau penyiraman pada kekerasan macadam ataupun peleburan. SIFAT ASPAL Aspal yang digunakan pada konsturksi perkersan jalan berfungsi sebagai : 1.member ikatanyang kuat antara aspal dan agregat dan antara aspal itu sendiri 2. 2.aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada rempatnya (sifat termoplastis).

• Lapisan tanah dasar. Ditinjau dari muka tanah asli. yaitu yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR). • Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air. Flexible Pavement (Perkerasan Lentur) Jenis dan fungsi lapisan perkerasan Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan diatasnya. • Lapisan tanah dasar. • Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah pada lokasi yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya kepadatan yang kurang baik. atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dan lain lain. • Lapis peresapan. Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik. Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course) Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. . tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. maka lapisan tanah dasar dibedakan atas : • Lapisan tanah dasar. yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya. tanah asli. Jenis – Jenis Perkerasan Jalan Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri : a.B. tanah galian. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut : • Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas. Rigid pavement (perkerasan kaku) a. Menurut Spesifikasi. tanah urugan. Flexible pavement (perkerasan lentur) b. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai : • Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar. agar air tanah tidak berkumpul di pondasi.

Rigid pavement (perkerasan kaku) b. khususnya setelah Perang Dunia ke II. tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung / pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat . • Bantalan terhadap lapisan permukaan. Pada umumnya dibangun plat beton setebal 6 – 7 inch. kecukupan bahan setempat. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan. dapat juga dipasang suatu lapis penutup / lapis aus (wearing course) di atas lapis permukaan tersebut. Apabila dperlukan. Fungsi lapis aus ini adalah sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance) permukaan jalan. Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain. Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda. Perkembangan perkerasan kaku Pada awal mula rekayasa jalan raya. Dengan bertambahnya beban lalulintas. b. Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai : • Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya. harga. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan. Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai : • Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan. plat perkerasan kaku dibangun langsung di atas tanah dasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan kondisi drainasenya. sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya.• Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. Pada periode sebelumnya. • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah. • Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapisaus). • Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut. volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan.1. terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping pada perkerasan. Oleh karena itu. untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi pumping sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Lapisan Permukaan (Surface Course) Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan. mulai disadari bahwa jenis tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja perkerasan. Apis aus tidak diperhitungkan ikut memikul beban lalu lintas. Lapisan pondasi atas (base course) Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan.

Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan jalan bebas hambatan.000 lbs dan 22. Salah satu hasil yang paling penting dari penelitian pada jalan uji AASHO ini adalah mengenai indeks pelayanan. Perkerasan Kaku Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku. Perkerasan beton uji ini diperkuat dengan wire mesh. Tegangan dan lendutan yang diukur pada jalan uji adalah akibat adanya pumping. pada tahun 1949 di Maryland USA telah dibangun Test Roads atau Jalan Uji dengan arahan dari Highway Research Board.0. Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban. Beban yang digunakan adalah 18. terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar. yaitu untuk mempelajari dan mencari hubungan antara beragam beban sumbu kendaraan terhadap unjuk kerja perkerasan kaku. Guna mempelajari hubungan antara beban lalu-lintas dan perkerasan kaku.beban truk yang sering lewat di bagian pinggir perkerasan. plat beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan. akan mendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri. Hasil yang paling penting dari program uji ini adalah bahwa perkembangan retak pada pelat beton adalah karena terjadinya gejala pumping. Selain itu dikenal juga AASHO Road Test yang dibangun di Ottawa. Tujuan dari program jalan uji ini adalah untuk mengetahui efek pembebanan relatif dan konfigurasi tegangan pada perkerasan kaku. banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih tebal yaitu antara 9 – 10 inch. Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah. Untuk sambungan memanjang digunakan dowel berdiameter 3/4 inch dan berjarak 15 inch di bagian tengah. lapis pondasi dan lapis permukaan. Perkerasan beton pada jalan uji dibangun setebal potongan melintang 9 – 7 – 9 inch. Pada jalan uji AASHO.5 (tergantung juga kinerja perkerasan yang diharapkan).000 serta 44. Illinois pada tahun 1950. jarak antara siar susut 40 kaki. tingkat pelayanan akhir diasumsikan dengan angka 1.400 pounds untuk sumbu tunggal dan 32. sedangkan tingkat pelayanan awal selalu kurang dan 5.000 pounds pada sumbu ganda. Perkerasan beton yang kaku dan memiliki modulus elastisitas yang tinggi. sedangkan jarak antara siar muai 120 kaki. maka faktor yang paling diperhatikan dalam .2. b. Penemuan yang paling signifikan adalah adanya hubungan antara perubahan repetisi beban terhadap perubahan tingkat pelayanan jalan. Dalam konstruksi perkerasan kaku.

yaitu antara lain untuk menghindari terjadinya pumping.dalam hal ini untuk menentukan titik dasar/pedoman ketinggian dari pekerjaan selanjutnya. Uraian Teknis Terutama tentu kita akan mendapatkan gambar-gambar serta syarat-syarat dari pekerjaan itu (spesifikasi) dan daerah yang akan diperkerjakan. menjadi modulus reaksi gabungan (modulus of composite reaction). stabil dan permanen.1 Galian.apabila telah selesai/deketahui hal-hal yang diperlukan yang dilaksanakan surveyor/pengukuran baru dapat dimulai pekerjaan selanjutnya. retakan atau pada bagian pinggir perkerasan. kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar dan untuk menyediakan lantai kerja (working platform) untuk pekerjaan konstruksi. Pekerjaan Tanah (Earth work) Dalam pekerjaan tanah pada umumnya kita menemui 2 macam: • Galian. yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah bersama air pada daerah sambungan. 3.cut • Timbunan. 1. • Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa konstruksi.cut . setelah ditetapkan dassar ini. • Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat beton. • Menaikkan harga modulus reaksi tanah dasar (modulus of sub-grade reaction = k).fill Ad. fungsi dari lapis pondasi bawah adalah : • Menyediakan lapisan yang seragam. setelah adanya air bebas terakumulasi di bawah pelat. akibat lendutan atau gerakan vertikal plat beton karena beban lalu lintas.maka selanjutnya dapat diteruskan membikin B. Adanya beragam kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap kapasitas struktural perkerasannya.perencanaan tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri. Menghindari terjadinya pumping.dan lainlain. Langkah utama untukk memulai pekerjaan ialah : Survey kembali. Lapis pondasi bawah jika digunakan di bawah plat beton karena beberapa pertimbangan. kendali terhadap sistem drainasi. PELAKSANAAN PERKERASAN JALAN RAYA A.M (Benk Mark) dan titik lainya C (center line). Secara lebih spesifik.

rock clay .Clearing & grubbing pekerjaan pemotongan pohon.Pasir + Batu (sirtu). Jadi. Ad.2 Timbunan :fill.30 cm pekerjaan ini disebut juga Top Soil Stripping.Granular material . .clay . . kalau sampai air tergenang mengakibatkan menyulitkan kerja dan selanjutnya akan mempengaruhi mutu/klasifikasi dari material.pohon besar/ kecil. Cara pelaksanaan : Setelah diketahui dengan pasti daerah yang dilaksanakan serta siap segala persiapan patok.Compaction of foundation of Embankment. Materialnya: Dapat dipakai dari hasil galian atau cut. Pasir dapat dipakai minimal 0. Yang termasuk dalam rencana yang juga disebut Common excavation atau material atau bahan galian yang didatangkan dari luuar daerah pekerjaan disebut Borrow Excavation. tebal lapisan ini umumnya setebal 10.Batu – hasil dari pemecahan (memakai dynamit)-rock.Pemadatan tanah dasar sebelum dilaksanakan penimbunan.humus/ lapisan atas.tama kita harus bersihkan dari tumbuh.Tanah. Dapat tidaknya tanah/ material galian ini dipakai untuk timbunan akan dilakukan pengetesan oleh laboratorium.Top Soil & Stripping.lain (pengukuran/ surveyor) maka dapat dikerjakan pekerjaan sebagai berikut: . Sebab. . .embankment. Jenis tanah: .60 dibawah permukaan badan jalan. .test of proof rolling test) baru diteruskan pekerjaan selanjutnya.akar kayu dan umumnya setebal 10-30 cm. akar.pembuangan humus.tumbuhan dan lapisan humusnya harus dibuang.penimbunan.patok dan lain. Teknik penggalian: Setiap akan berhenti pekerjaan sedapat mungkin diusahakan kalau hujan datang air tidak tergenang.Pasir – sand. dalam hal ini material itu boleh dapat dipakai untuk timbunan setelah ada hasil atau ketetapan tertulis Dario laboratorium.Kalau tanah dari galian akan dipergunakan untuk timbunan pertama.Tanah bercampur batu.Lapisan ini perlu di test (density. .

patok itu dipasang harus cukup kuat.syarat evalasi dan kepadatan kita akan mulai pekerjaan sub-base course. Cara pemadatan: Prinsip pemadatan harus dimulai dari pinggir/ dari rendah ke tengah /tinggi.patoknya. Base Course Seperti yang diuraikan pada pekerjaan sub-base course pekerjaan base course prinsipnya sama saja. Titik yang diperlukan minimum : 5 titik menurut potongan melintang (X – section) dan dengan jarak maksimum 25 meter menurut potongan memanjang atau profil. Sub-Base Course Sesudah lapisan sub-grade ini betul.Penimbunan dilaksanakan lapis demi lapis/ layer by layer setebal ± 20 cm dan didapatkan dibawah 1.patok untuk menentukan ketinggian/ ketebalannya maka kita dapat mendatangkan material seb-base ini kelapangan. Cara pengamparan : Setelah selesai pemasangan patok. jadi setiap lapisnya cukup dengan test proof rolling). Untuk menyelesaikan pemadatan kita pakai sebaiknya Mac Adam Roller.betul telah memenuhi syarat. 3. melihat dengan pandangan mata pertama kali (pengalaman). Pemadatan pertama kita laksanakan dengan road roller (MacAdam Roller atau Tandem Roller). Density Test oleh Soil Material Enginer/ Laboratorium. Patok. Yaitu: . dan kita lindungi sekelilingnya dengan material sub-base tersebut ± ø 30 cm. Apabila sudah memenuhi syarat untuk hal kedua ini (elevasi dan kepadatannya) secara tertulis baru dapat dilaksanakan pekerjaan berikutnya/ base course. Selanjutnya dengan Tire Roller dimana sambil ikut memadatkan pada waktu/ keadaan memerlukan sambil menyiram. Sebelumnya meneruskan pekerjaan selanjutnya mencetak elevasi (oleh surveyor) dan kepadatan. Terlebih dahulu kita tentukan lagi patok..00 dari subgrade pengetesan(density test dapat dilaksanakan setiap 3 lapis. Sudah cukup padat. Untuk mencapai ketebalan yang dikehendaki. Setelah kita ratakan permukaan dengan motor grader. 2.

Alat untuk membersihkan adalah kompresor. Prime Coat Sebagai mana disebut diatas. apabila pekerjaan prime coat ini akan dilaksanakan. .Setelah rata dan padat tentu dengan pengecekan oleh surveyor (Check level/permukaan) dan kepadatannya oleh Soil Material Enginer (Density test) dengan data tertulis. : tebal 15 cm padat.Dipasang patok. . . Menurut pengalaman dengan cara itu kita telah mendapatkan ketinggian dalam ketentuan (toleransi) dan mengurangi segregation. Setelah kira-kira rata lagi baru selanjutnya kita padatkan pakai Tire Roller sambil disiram. lebih baik dipadatkan pakai Mac Adam Roller lagi. . 4. Sesudah itu kita harus menjaga hal seperti berikut ini : Permukaan harus bersih dari kotoran dan debu. dan adakalanya harus dipakai kompresor dahulu baru dengan sapu dan karung goni. baru pekerjaan selanjutnya dilanjutkan ke pekerjaan Prime-Coat.betul sudah memenuhi syarat yang dikehendaki. maka didapatkan setiap jarak tertentu volumenya yang diperlukan.Permukaan sub.base course harus sudah rata dan padat. dimana biasanya dapat dilihat mana yang rendah dan tinggi perlu kita tambah/kurangi. serta kering.patok untuk pedoman ketinggiannya (dalam arah melintang 5 titik dan arah memanjang dengan jarak maksimal setiap 25 m) sesuai dengan station Xsection. sebelum dipadatkan kita ampar tebalnya 16. Ini jangan lupa bahwa lebih kering akan banyak susut/ turunnya daripada materialnya basah. dimana menurut pengalaman waktu pengamparannya dilebihkan dari tinggi yang diperlukan Ump.17.. Mungkin pada sapu lidi dan karung goni saja sudah cukup. . . atau power blower. Pemakaian alat-alat ini melihat pada keadaan dari kotoran/ debu yang melekat pada permukaan base-course tersebut.Toleransi ketinggian diambil ± 1 cm. power brom. baik ketinggiannya dan kepadatannya. dan karung goni. Untuk finishing.50.Dengan mengetahui volume dari truck. prinsip harus bersih dari debu dan kotoran dan material yang terlepas harus dibuang. sesudah rata kelihatannya baru kita padatkan (pertama dengan Mac Adam Roller atau Tandem Roller.Sesudah tersedia dilapangan kerja dengan volume yang diperlukan barulah kita apreading/ampar dan grading/ratakan. base coursenya betul. sapu lidi.5.

dan asphalt concrete dilaksanakan. 5. juga disebut distributor.alatnya (distributor kecil). b. Apa yang kita perlukan/ perhatikan? a. Pengamparan tebalnya sebelum dipadatkan biasanya diampar ± 25% dari tebal yang diperlukan. walaupun sudah ada patokan/pedoman dasar selalu setiap pelaksanaan tenaga bahagian laboratorium (Soil Material Engineer) harus hadir untuk mengecek dilapangan (cara timbangan). b.Setelah ini selesai baru kita mempersiapkan untuk primecoating yang dipersiapkan ialah alat. Asphalt. Untuk memenuhi banyaknya yang dikehendaki tentu sebelumnya melalui beberapa kali percobaan dengan dasar pedoman dari yang sudah diketahui sebelumnya. Sesudah kita mengetahui beberapa lebar jalan yang akan dilaksanakan kita pakai form (bentuk atau mal) Gunanya adalah : a. Apabila area/daerah yang kita akan laksanakan tersebut sudah selesai/ memenuhi syarat kita akan beralih pada alat. Cepat dan lambatnya kering itu dipengaruhi oleh cuaca/panas matahari dan tebalnya lapisan dari prime coat tersebut. Mendapatkan bentuk yang dikehendaki.concrete baru dapat dilaksanakan apabila prime.car distributor. menentukan volume yang keluar. dan alat penarik (Tire Roller) atau distributor (besar).alatnya. Yang lebih penting sewaktu kita memadatkan asphalt concrete tidak lari/bergeser keluar daerah yang kita perlukan. Untuk pengontrolan mendapatkan volume yang dikehendaki itu. Permukaan prime-coat itu bersih dari kotoran/ debu.coat telah memenuhi syarat sebagai berikut : a. . Tebal asphalt concrete Ini tergantung perencanaan. Asphalt Concrete Sebagaimana yang telah diuraikan tadi. Sesudah selesai dengan sempurna. Panas/temperature. jarak nozel dengan permukaan base-course menentukan ratanya disamping juga ikut menentukan volume tersebut. Tentu semua alat ini telah diperiksa baik dan berjalan lancar. kecapatan. dengan menunggu kering lebih dahulu baru pekerjaan selanjutnya/ asphalt concrete dilaksanakan. Umumnya sesudah ± 48 jam sudah cukup kering. Harus sudah kering.

. b. maka perlu ditambah pengamparan cukup dengan tenaga manusia. 6) Pemadatan terakhir pun sama dengan pemadatan pertama dan kedua urutannya. 4) Pemadatan kedua urutannya sama dengan pemadatan pertama. 5) Pemandangan ke dua sama urutannya dengan pemadatan pertama. Cara pemadatan : a. Apabila pertama ½ dari lebar jalan belum ada asphalt concrete pemadatannya dilakukan secara berturut. . Sewaktu pemadatan roda roller harus disiram air secukupnya. Pemadatan : Sewaktu penghamparan mungkin saja terjadi pada tempattempat tertentu kurang rata.P (Produksi Asphalt Concrete) tentu aka nada penurunan/ perubahan panas. Dalam pengalaman setiap jarak ditempuh ± 1 jam perjalanan penurunan panas adalah . finisher disetel/ diatur sedemikian rupa. 5) Pemadatan terakhir pun sama dengan pertama dan kedua urutannya. Finisher itu dapat diatur untuk tebal dan kemiringan/slope yang kita perlukan.turut sebagai berikut: 1) Pada sambungan melintang/ Transverse joints.M. 2) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge) 3) Dari bagian terendah kebagian tinggi sewaktu pemadatan pertama. Apabila dibagian lain (½ jalan) sudah ada asphalt concretenya pemadatan dilaksanakan sebagai berikut: 1) Pada sambungan melintang (transverse joints) 2) Pada sambungan memanjang (4 center line) 3) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge) 4) Dari bagian terendah kebahagiaan yang tinggi sewaktu pemadatan pertama. dengan adanya jarak lapangan kerja A. Memulai pemadatan dilaksanakan telah cukup tersedia areanya dan panas. supaya dapat asphalt concrete yang kita perlukan. Asphalt concrete dapat dipakai/diampar setelah sampai dilapangan harus utuh/ tidak basah (yang mungkin dalam perjalanan ditimpa air hujan) dan panasnya memenuhi syarat (spesifikasi)Ump.panas/ temperature dari asphalt concrete sesudah dihampar.Sebelum memulai pengamparan.

Grading B.S.:9 kg/m2 dan dipadatkan. tetapi kalau udara baik/ panas dengan wakktu ± 5 jam sudah cukup kering. pemadatanya lebih baik pakai Tire-Roller.: Selagi R.: Selagi R. Bituminous R. yang memerlukan waktu ± 24 jam.C-2 Selesai grading B dipadatkan dan sudah cukup rata. Hasil amparan ini harus marata.: 0.T (Triple Bitominous Suface Treatment) Sebagaimana diuraikan diatas. b.syarat baik kepadatan dan kerataannya baru pekerjaan Prime Coat(M. . Grading E. maka disiramkan lagi asphalt (R.8 kg/m2.C.6. segera diamparkan material batu pecah (grading B) dengan volume yang diperlukan Ump. : 1. T. dengan volume yang diperlukan Ump.-2 ini masih dalam panas. c.C-2 : Sesudah grading E dipadatkan dan rata disiram lagi asphalt dengan volume yang diperlukan. -1) dilaksanakan.-1) kering. Bituminous R. Prime-coat : Sesudah base-course memenuhi syarat.C-2 itu panas diampar lagi material batu pecah (grading E) dengan volume yang diperlukan Ump. Pasir/Abu Batu: Terakhir R.C-2: Setelah prime-coat (M.:0. Sesudah merata dan cukup padat. dengan volume yang diperlukan. Untuk pelaksanaannya sebagai berikut: a.6 kg/m2. setelah kering.B.C.C-2) dengan volume yang diperlukan Ump. e.6 kg/m2. Bituminous R.C.C.-2) lagi dengan volume yang diperlukan Ump. Harus diingat bahwa pemadatan itu jangan sampai material hancur. lapisan pengerasannya sama dengan pekerjaan kalau kita pakai asphalt concrete. lanjutkan dengan penyiraman asphalt (R. Pemadatan cukup satu kali jalan (mundur dan maju). lalu kita padatkan dengan tandem roller. hanya lapisan aus (pavement) yang berlainan.C-2 yang panas dihamparkan pasir dengan volume yang telah ditetapkan dan dipadatkan. d. 27 kg/m2.

Item 1 Umur rencana Perkerasan Lentur Perkerasan Kaku Umur rencana efektif 5-10 tahun. KESIMPULAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU Perbandingan antara Perkerasan Lentur dan Kaku No. tetapi perlu ada perawatan rutin untuk masa umur yang sama tahunan atau lima tahunan Beban didistribusikan secara Dengan nilai kekakuan yang berjenjang dan bertahap sampai tinggi maka seluruh beban tanah dasar diterima oleh struktur Material utama adalah agregat. tetapi tidak perkerasan lentur lebih murah memerlukan perawatan rutin. dan filler (jika diperlukan). Sensitivitas ini dikaitkan dengan perilaku terhadap lendutan Perkerasan lentur memiliki tingkat kebisingan dan vibrasi yang lebih rendah dari perkerasan kaku Perkerasan lentur mempunyai daya pantul terhadap cahaya lebih lemah dibandingkan perkerasan kaku Permukaan perkerasan lentur lebih halus sehingga terasa lebih nyaman untuk berkendara Relative lebih mudah dan cepat. dan filler (jika Sangat sensitif terhadap air diperlukan). perkerasan kaku. Umur rencana dapat mencapai Perlu beberapa tahap 20-30 tahun dalam satu kali pembangunan masa layan seperti konstruksi. Air dapat membantu proses pematangan beton 2 3 4 5 6 7 Lendutan Perilaku terhadap Overloading Kebisingan dan vibrasi Pantulan cahaya Bentuk permukaan Proses konstruksi 8 9 Perawatan Biaya konstruksi dan perawatan Karakteristik terhdap pembebanan Karakteristik material 10 11 . untuk beton maka proses waktu yang diperlukan mulai pematangan beton dapat dari penghamparan sampai dipercepat antara 1 sampai 2 dibuka untuk lalu lintas hanya hari.4. semen. Memerlukan perawatan rutin Tidak perlu perawatan rutin. Material utama adalah agregat. tetapi relative lebih mudah tetapi perbaikan kerusakan relative sulit Dikaitkan dengan proses Biaya awal relative lebih konstruksi maka biaya awal mahal. aspal. Cenderung untuk melendut Lendutan jarang terjadi Perkerasan lentur lebih sensitif pada overloading dibanding dengan perkerasan kaku. Dengan teknologi bahan aditif Dengan teknologi campuran. tetapi beton yang terlalu membutuhkan waktu sekitar 2 cepat matang cenderung untuk jam saja menjadi retak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful