BAB I PENDAHULUAN Salah satu sarana bagi manusia untuk berinteraksi adalah jalan raya yang telah dikenal

sejak zaman dahulu. Mereka menyadari dengan adanya sarana jalan raya akan memudahkan untuk melakukan berbagai macam kegiatan. Di era globalisasi sekarang ini sedikitnya telah dikenal model transportasi darat, laut dan udara. Jalan raya merupakan salah satu sarana untuk moda transportasi darat. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka jalan raya pun tidak luput dari sentuhan teknologi tersebut dengan ditemukan beberapa jenis bahan yang bias dipakai untuk pekerjaan pelapisan diantaranya Laston, Asbuton, Burtu, dan lain- lain. Jalan- jalan modern yang dilengkapi dengan lapis perkerasan banyak dijumpai dikota-kota ataupun dengan adanya jalan- jalan akses ke perkampungan dan pemukiman penduduk. Seiring dengan pengoperasian jalan tersebut selama periode umur rencana jalan, maka jalan tersebut mengalami penurunan kualitas. Untuk itu, pada saat pelaksanaan perkerasan jalan raya itu harus teliti dan sesuai dengan data- data yang diperoleh dilapangan. Misalkan; barapa kenderaan yang melintasi, umur rencana, serta persentase peningkatan kenderaan hariannya, dan banyak lagi yang lainnya yang harus kita lihat. BAB II PEMBAHASAN 1. MATERIAL- MATERIAL PADA PELAKSANAAN JALAN RAYA A. Tanah Dasar (Sub Grade) Tanah dasar ialah jalur tanah bagian dari jalan tanah yang terletak dibawah pengerasan jalan. Kekuatan dan keawetan pengerasan jalan itu sangat tergantung pada sifat- sifat dan daya dukung tanah dasar. Oleh karena itu, maka pada perencanaan pembuatan jalan baru harus diadakan pemeriksaan tanah yang teliti ditempat- tempat yang akan dijadikan tanah dasar yang berfungsi untuk mendukung pengerasan jalan. Lebih utama kalau diambil beberapa contoh tanah dari tanah dasar itu dan dikirimkan ke laboratorium penyelidikan tanah untuk diselidiki. Jenis- jenis tanah: - Tanah Liat Koloidal (Colloid)

butir tanah liat koloidal itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin.butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut.Bentuk butir. Besar butir.Kerikil (gravel) Bentuk butir.butirnya diselimuti oleh suatu selaput air. Berdasarkan cara pembentukannya batuan sedimen dapat ddibedakan atas: . Dibedakan atas. bulat telur dan ada yang pipih. .Pasir halus (fine sand) Bentuk butir.1 µ =1/1000 mm).butir tanah liat biasa itu bulat dan mempunyai permukaan yang licin.Tanah lumpur (silt) Bentuk butir.Tanah liat biasa (clay) Bentuk butir. .butir pasir halus itu tidak bulat benar tetapi bersudut.butir pasir halus dan air. Agregat (Sub Base Course dan Base Course) Ditinjau dari asal kejadiannya agregat/ batuan dapat dibedakan : . Besar butir. Tidak ada gaya adhesi antara butir.Batuan sedimen Sedimen berasal dari campuran partikel mineral.butirnya antara 1 µ dan 5 µ. sisa.butirnya antara 50 µ dan 200 µ.butirnya lebih dari 2 mm.butirnya kurang dari 1µ (µ dibaca mikron . Besar butir. Gaya adhesi tanah liat koloidal terhadap air itu besar sekali.butir kerikil itu bermacam. Besar butir.sudut kasar dan tajam.butirnya antara 200 µ dan 2 mm. Butir. Besar butir. Gaya Adhesi tanah liat biasa terhadap air itu tidak seberapa besar.sudut kasar. .butir pasir kasar dan air.sisa hewan dan tanaman.butirnya antara 5 µ dan 50 µ gaya adhesi tanah lumpur terhadap air itu kecil sekali.macam ada yang bulat. . . B. batuan beku luar (extrusive igneous rock) dan batuan beku dalam (intrusive igneous rock). tidak ada gaya adhesi antar butir. Besar butir.butir tanah lumpur itu bulat dan mempunyai permukaan yang agak kasar.Batuan beku Batuan yang berasal dari magma yang mendingin dan membeku. .Pasir Kasar (Coarse sand) Bentuk butir.

bukit sering ditemui agregat masih berbentuk batu gunung sehingga diperlukan proses pengolahan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan sebagai agregat konstruksi perkerasan jalan. . • Permukaan partikel kasar sehingga mempunyai gesekan yang baik. • Batuan sedimen yang dibentuk secara kimiawi seperti batu gamping. • Gradasi sesuai yang diinginkan.Agregat yang melalui proses pengolahan Digunung.jika dipanaskan sampai suatu temperature tertentu aspal dapat menjadi lunak atau cair sehingga dapat membungkus • Batuan . gips dan flint. konglomerat. .Batuan metamorf Berasal dari batuan sedimen ataupun batuan beku yang mengalami proses perubahan bentuk akibat adanya perubahan tekanan temperature dari kulit bumi. batu pasir dan batu lempung.pad temperature ruang berbentuk padat sampai agak padat.35 mm). Dua bentuk agregat alam yang sering dipergunakan yaitu: kerikil dan pasir. Pasir adalah agregat dengan ukuran partikel < ¼ inch tetapi lebih besar dari 0. Berdasarkan proses pengolahannya.200).075 mm (saringan no. batu-bara.gunung atau di bukit. Agregat ini harus melalui proses pemecahan terlebih dahulu supaya diperoleh: • Bentuk partikel bersudut diusahakan berbentuk kubus. Aspal (Surface Course) Aspal didefinisikan sebagai material berwarna hitam atau coklat tua. .Agregat alam Agregat yang dapat dipergunakan sebagaimana bentuknya di alam atau dengan sedikit proses pengolahan. dinamakan agregat alam. garam. Proses pemecahan agregat sebaiknya menggunakan mesin pemecah batu (Crusher stone) sehingga ukuran partikel yang dihasilkan dapat terkontrol sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Batuan ini banyak mengandung silica. .075> C.sedimen yang dibentuk secara mekanik seperti breksi.Agregat buatan Agregat yang merupakan mineral filler/ pengisi (partikel dengan ukuran <0. Kerikil adalah agregat dengan ukuran partikel >¼ inch (6. • Batuan sedimen yang di bentuk secara organis seperti batu gamping. opal.

Bahan pengisi mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada dari agregat itu sendiri.peka terhadap perubahan temperature dan beracun. Aspal buatan .member ikatanyang kuat antara aspal dan agregat dan antara aspal itu sendiri 2. 2. Aspal alam. perkerasan jalan terdiri dari beberapa jenis lapisan perkerasan yang tersusun dari bawah ke atas. Jenis Aspal: Berdasarkan cara diperolehnya aspal dapat dibedakan atas : 1.dapat dibedakan atas .Trinidad. Struktur Pekerasan Pada umumnya. SIFAT ASPAL Aspal yang digunakan pada konsturksi perkersan jalan berfungsi sebagai : 1.merupakan hasil penyulingan batubara tidak umum digunakan untuk perkerasan jalan kara lebih cepat mengeras. 2. STRUKTUR DAN JENIS – JENIS PERKERASAN JALAN A.Aspal gunung (rock asphalt).Aspal minyak merupakan hasil penyulingan minyak bumi .contoh aspal dari pulau beton Aspal danau (lake asphalt) contoh aspal dari Bermudez.sebagai berikut : • Lapisan tanah dasar (sub grade) • Lapisan pondasi bawah (subbase course) • Lapisan pondasi atas (base course) • Lapisan permukaan / penutup (surface course) .aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada rempatnya (sifat termoplastis).Jika temperature mulai turun.Tar. Bahan pengikat.partikel agregat pada waktu pembuatan aspal beton atau dapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan atau penyiraman pada kekerasan macadam ataupun peleburan.

agar air tanah tidak berkumpul di pondasi. yaitu yang berkenaan dengan kepadatan dan daya dukungnya (CBR). Rigid pavement (perkerasan kaku) a. Lapis pondasi bawah ini berfungsi sebagai : • Bagian dari konstruksi perkerasan untuk menyebarkan beban roda ke tanah dasar. Ditinjau dari muka tanah asli. • Lapis peresapan.B. tanah dasar adalah lapisan paling atas dari timbunan badan jalan setebal 30 cm. Lapisan Pondasi Bawah (Subbase Course) Lapis pondasi bawah adalah lapisan perkerasan yang terletak di atas lapisan tanah dasar dan di bawah lapis pondasi atas. • Lapisan tanah dasar. tanah galian. Menurut Spesifikasi. tanah urugan. • Lapisan tanah dasar. Flexible Pavement (Perkerasan Lentur) Jenis dan fungsi lapisan perkerasan Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan di bawahnya terus ke tanah dasar Lapisan Tanah Dasar (Subgrade) Lapisan tanah dasar adalah lapisan tanah yang berfungsi sebagai tempat perletakan lapis perkerasan dan mendukung konstruksi perkerasan jalan diatasnya. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan sangat tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar. . Jenis – Jenis Perkerasan Jalan Terdapat beberapa jenis / tipe perkerasan terdiri : a. • Daya dukung tanah yang tidak merata akibat adanya perbedaan sifat-sifat tanah pada lokasi yang berdekatan atau akibat kesalahan pelaksanaan misalnya kepadatan yang kurang baik. maka lapisan tanah dasar dibedakan atas : • Lapisan tanah dasar. Lapisan tanah dasar dapat berupa tanah asli yang dipadatkan jika tanah aslinya baik. Umumnya persoalan yang menyangkut tanah dasar adalah sebagai berikut : • Perubahan bentuk tetap (deformasi permanen) akibat beban lalu lintas. Flexible pavement (perkerasan lentur) b. yang mempunyai persyaratan tertentu sesuai fungsinya. • Sifat mengembang dan menyusutnya tanah akibat perubahan kadar air. atau tanah urugan yang didatangkan dari tempat lain atau tanah yang distabilisasi dan lain lain. tanah asli.

1. khususnya setelah Perang Dunia ke II. Apis aus tidak diperhitungkan ikut memikul beban lalu lintas. • Lapisan yang mencegah air hujan yang jatuh di atasnya tidak meresap ke lapisan bawahnya dan melemahkan lapisan tersebut. mulai disadari bahwa jenis tanah dasar berperan penting terhadap unjuk kerja perkerasan. Bahan-bahan untuk lapis pondasi atas ini harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan beban-beban roda. harga. • Lapisan yang menyebarkan beban ke lapisan bawah. Lapisan permukaan ini berfungsi sebagai : • Lapisan yang langsung menahan akibat beban roda kendaraan. Pada umumnya dibangun plat beton setebal 6 – 7 inch. plat perkerasan kaku dibangun langsung di atas tanah dasar tanpa memperhatikan sama sekali jenis tanah dasar dan kondisi drainasenya. Perkembangan perkerasan kaku Pada awal mula rekayasa jalan raya. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari pengaruh cuaca terutama hujan. Apabila dperlukan. terutama sangat pengaruh terhadap terjadinya pumping pada perkerasan. Pada periode sebelumnya. b. Fungsi lapis aus ini adalah sebagai lapisan pelindung bagi lapis permukaan untuk mencegah masuknya air dan untuk memberikankekesatan (skid resistance) permukaan jalan. tidak biasa membuat pelat beton dengan penebalan di bagian ujung / pinggir untuk mengatasi kondisi tegangan struktural yang sangat tinggi akibat . • Lapisan yang langsung menahan gesekan akibat rem kendaraan (lapisaus). volume pekerjaan dan jarak angkut bahan ke lapangan. Dengan bertambahnya beban lalulintas. untuk selanjutnya usaha-usaha untuk mengatasi pumping sangat penting untuk diperhitungkan dalam perencanaan. Lapisan pondasi atas (base course) Lapisan pondasi atas adalah lapisan perkerasan yang terletak di antara lapis pondasi bawah dan lapis permukaan. Oleh karena itu. Lapisan Permukaan (Surface Course) Lapisan permukaan adalah lapisan yang bersentuhan langsung dengan beban roda kendaraan. • Bantalan terhadap lapisan permukaan.• Lapisan untuk mencegah partikel-partikel halus dari tanah dasar naik ke lapis pondasi atas. sehingga dapat dipikul oleh lapisan di bawahnya. Rigid pavement (perkerasan kaku) b. Lapisan pondasi atas ini berfungsi sebagai : • Bagian perkerasan yang menahan gaya lintang dari beban roda dan menyebarkan beban ke lapisan di bawahnya. Dalam penentuan bahan lapis pondasi ini perlu dipertimbangkan beberapa hal antara lain. kecukupan bahan setempat. dapat juga dipasang suatu lapis penutup / lapis aus (wearing course) di atas lapis permukaan tersebut. • Lapis pelindung lapisan tanah dasar dari beban roda-roda alat berat (akibat lemahnya daya dukung tanah dasar) pada awal-awal pelaksanaan pekerjaan.

Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah.0. Selain itu dikenal juga AASHO Road Test yang dibangun di Ottawa. yaitu untuk mempelajari dan mencari hubungan antara beragam beban sumbu kendaraan terhadap unjuk kerja perkerasan kaku. Perkerasan beton yang kaku dan memiliki modulus elastisitas yang tinggi. Perkerasan Kaku Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku. lapis pondasi dan lapis permukaan. Tujuan dari program jalan uji ini adalah untuk mengetahui efek pembebanan relatif dan konfigurasi tegangan pada perkerasan kaku. Hasil yang paling penting dari program uji ini adalah bahwa perkembangan retak pada pelat beton adalah karena terjadinya gejala pumping.400 pounds untuk sumbu tunggal dan 32. Perkerasan beton pada jalan uji dibangun setebal potongan melintang 9 – 7 – 9 inch. sedangkan jarak antara siar muai 120 kaki. jarak antara siar susut 40 kaki. Karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban. sedangkan tingkat pelayanan awal selalu kurang dan 5. Beban yang digunakan adalah 18. akan mendistribusikan beban ke bidang tanah dasra yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat beton sendiri. Guna mempelajari hubungan antara beban lalu-lintas dan perkerasan kaku. Kemudian setelah efek pumping sering terjadi pada kebanyakan jalan raya dan jalan bebas hambatan. Illinois pada tahun 1950.000 serta 44.000 lbs dan 22. b. Dalam konstruksi perkerasan kaku. Pada jalan uji AASHO. tingkat pelayanan akhir diasumsikan dengan angka 1. pada tahun 1949 di Maryland USA telah dibangun Test Roads atau Jalan Uji dengan arahan dari Highway Research Board. Salah satu hasil yang paling penting dari penelitian pada jalan uji AASHO ini adalah mengenai indeks pelayanan.beban truk yang sering lewat di bagian pinggir perkerasan.5 (tergantung juga kinerja perkerasan yang diharapkan). Tegangan dan lendutan yang diukur pada jalan uji adalah akibat adanya pumping.2. terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah (bisa juga tidak ada) di atas tanah dasar.000 pounds pada sumbu ganda. banyak dibangun konstruksi pekerasan kaku yang lebih tebal yaitu antara 9 – 10 inch. Penemuan yang paling signifikan adalah adanya hubungan antara perubahan repetisi beban terhadap perubahan tingkat pelayanan jalan. plat beton sering disebut sebagai lapis pondasi karena dimungkinkan masih adanya lapisan aspal beton di atasnya yang berfungsi sebagai lapis permukaan. Untuk sambungan memanjang digunakan dowel berdiameter 3/4 inch dan berjarak 15 inch di bagian tengah. maka faktor yang paling diperhatikan dalam . Perkerasan beton uji ini diperkuat dengan wire mesh.

Pekerjaan Tanah (Earth work) Dalam pekerjaan tanah pada umumnya kita menemui 2 macam: • Galian.M (Benk Mark) dan titik lainya C (center line). • Mengurangi kemungkinan terjadinya retak-retak pada plat beton. menjadi modulus reaksi gabungan (modulus of composite reaction).cut . Langkah utama untukk memulai pekerjaan ialah : Survey kembali. Secara lebih spesifik. stabil dan permanen. Uraian Teknis Terutama tentu kita akan mendapatkan gambar-gambar serta syarat-syarat dari pekerjaan itu (spesifikasi) dan daerah yang akan diperkerjakan.perencanaan tebal perkerasan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri.cut • Timbunan. • Menaikkan harga modulus reaksi tanah dasar (modulus of sub-grade reaction = k). 3. retakan atau pada bagian pinggir perkerasan. setelah ditetapkan dassar ini. yaitu keluarnya butir-butiran halus tanah bersama air pada daerah sambungan. PELAKSANAAN PERKERASAN JALAN RAYA A. setelah adanya air bebas terakumulasi di bawah pelat. akibat lendutan atau gerakan vertikal plat beton karena beban lalu lintas. Menghindari terjadinya pumping. fungsi dari lapis pondasi bawah adalah : • Menyediakan lapisan yang seragam.1 Galian. yaitu antara lain untuk menghindari terjadinya pumping.maka selanjutnya dapat diteruskan membikin B. Adanya beragam kekuatan dari tanah dasar dan atau pondasi hanya berpengaruh kecil terhadap kapasitas struktural perkerasannya. Lapis pondasi bawah jika digunakan di bawah plat beton karena beberapa pertimbangan. • Menyediakan lantai kerja bagi alat-alat berat selama masa konstruksi. kendali terhadap sistem drainasi.fill Ad.dan lainlain. 1.dalam hal ini untuk menentukan titik dasar/pedoman ketinggian dari pekerjaan selanjutnya. kendali terhadap kembang-susut yang terjadi pada tanah dasar dan untuk menyediakan lantai kerja (working platform) untuk pekerjaan konstruksi.apabila telah selesai/deketahui hal-hal yang diperlukan yang dilaksanakan surveyor/pengukuran baru dapat dimulai pekerjaan selanjutnya.

rock clay .pembuangan humus.Clearing & grubbing pekerjaan pemotongan pohon.embankment.Top Soil & Stripping.60 dibawah permukaan badan jalan. . .clay . tebal lapisan ini umumnya setebal 10.humus/ lapisan atas. kalau sampai air tergenang mengakibatkan menyulitkan kerja dan selanjutnya akan mempengaruhi mutu/klasifikasi dari material.penimbunan.Pemadatan tanah dasar sebelum dilaksanakan penimbunan. . Cara pelaksanaan : Setelah diketahui dengan pasti daerah yang dilaksanakan serta siap segala persiapan patok.test of proof rolling test) baru diteruskan pekerjaan selanjutnya. Yang termasuk dalam rencana yang juga disebut Common excavation atau material atau bahan galian yang didatangkan dari luuar daerah pekerjaan disebut Borrow Excavation.Granular material .Batu – hasil dari pemecahan (memakai dynamit)-rock. . Sebab.Tanah.Compaction of foundation of Embankment. Jadi.Lapisan ini perlu di test (density. .Pasir + Batu (sirtu).Tanah bercampur batu.Kalau tanah dari galian akan dipergunakan untuk timbunan pertama. Materialnya: Dapat dipakai dari hasil galian atau cut. Pasir dapat dipakai minimal 0.30 cm pekerjaan ini disebut juga Top Soil Stripping.lain (pengukuran/ surveyor) maka dapat dikerjakan pekerjaan sebagai berikut: . Teknik penggalian: Setiap akan berhenti pekerjaan sedapat mungkin diusahakan kalau hujan datang air tidak tergenang. Dapat tidaknya tanah/ material galian ini dipakai untuk timbunan akan dilakukan pengetesan oleh laboratorium.patok dan lain. akar.tama kita harus bersihkan dari tumbuh. .2 Timbunan :fill. Ad. Jenis tanah: .akar kayu dan umumnya setebal 10-30 cm.tumbuhan dan lapisan humusnya harus dibuang.Pasir – sand. dalam hal ini material itu boleh dapat dipakai untuk timbunan setelah ada hasil atau ketetapan tertulis Dario laboratorium.pohon besar/ kecil.

Density Test oleh Soil Material Enginer/ Laboratorium.patok untuk menentukan ketinggian/ ketebalannya maka kita dapat mendatangkan material seb-base ini kelapangan. Sub-Base Course Sesudah lapisan sub-grade ini betul. melihat dengan pandangan mata pertama kali (pengalaman).Penimbunan dilaksanakan lapis demi lapis/ layer by layer setebal ± 20 cm dan didapatkan dibawah 1. Terlebih dahulu kita tentukan lagi patok. Titik yang diperlukan minimum : 5 titik menurut potongan melintang (X – section) dan dengan jarak maksimum 25 meter menurut potongan memanjang atau profil. Pemadatan pertama kita laksanakan dengan road roller (MacAdam Roller atau Tandem Roller).. Sudah cukup padat.patoknya. Yaitu: . Untuk mencapai ketebalan yang dikehendaki. Untuk menyelesaikan pemadatan kita pakai sebaiknya Mac Adam Roller.syarat evalasi dan kepadatan kita akan mulai pekerjaan sub-base course. Selanjutnya dengan Tire Roller dimana sambil ikut memadatkan pada waktu/ keadaan memerlukan sambil menyiram.betul telah memenuhi syarat.patok itu dipasang harus cukup kuat. Sebelumnya meneruskan pekerjaan selanjutnya mencetak elevasi (oleh surveyor) dan kepadatan. Apabila sudah memenuhi syarat untuk hal kedua ini (elevasi dan kepadatannya) secara tertulis baru dapat dilaksanakan pekerjaan berikutnya/ base course.00 dari subgrade pengetesan(density test dapat dilaksanakan setiap 3 lapis. Cara pemadatan: Prinsip pemadatan harus dimulai dari pinggir/ dari rendah ke tengah /tinggi. Cara pengamparan : Setelah selesai pemasangan patok. dan kita lindungi sekelilingnya dengan material sub-base tersebut ± ø 30 cm. 2. Setelah kita ratakan permukaan dengan motor grader. Base Course Seperti yang diuraikan pada pekerjaan sub-base course pekerjaan base course prinsipnya sama saja. Patok. jadi setiap lapisnya cukup dengan test proof rolling). 3.

Setelah rata dan padat tentu dengan pengecekan oleh surveyor (Check level/permukaan) dan kepadatannya oleh Soil Material Enginer (Density test) dengan data tertulis. atau power blower. dan adakalanya harus dipakai kompresor dahulu baru dengan sapu dan karung goni. Ini jangan lupa bahwa lebih kering akan banyak susut/ turunnya daripada materialnya basah. apabila pekerjaan prime coat ini akan dilaksanakan. baik ketinggiannya dan kepadatannya. .Dengan mengetahui volume dari truck. maka didapatkan setiap jarak tertentu volumenya yang diperlukan.5. Menurut pengalaman dengan cara itu kita telah mendapatkan ketinggian dalam ketentuan (toleransi) dan mengurangi segregation. .Dipasang patok.. lebih baik dipadatkan pakai Mac Adam Roller lagi.betul sudah memenuhi syarat yang dikehendaki. Sesudah itu kita harus menjaga hal seperti berikut ini : Permukaan harus bersih dari kotoran dan debu. sapu lidi. sebelum dipadatkan kita ampar tebalnya 16.Sesudah tersedia dilapangan kerja dengan volume yang diperlukan barulah kita apreading/ampar dan grading/ratakan. 4. Mungkin pada sapu lidi dan karung goni saja sudah cukup.50.base course harus sudah rata dan padat. dimana biasanya dapat dilihat mana yang rendah dan tinggi perlu kita tambah/kurangi. dimana menurut pengalaman waktu pengamparannya dilebihkan dari tinggi yang diperlukan Ump. . serta kering. power brom.17. : tebal 15 cm padat.patok untuk pedoman ketinggiannya (dalam arah melintang 5 titik dan arah memanjang dengan jarak maksimal setiap 25 m) sesuai dengan station Xsection.Toleransi ketinggian diambil ± 1 cm. . Prime Coat Sebagai mana disebut diatas. . prinsip harus bersih dari debu dan kotoran dan material yang terlepas harus dibuang. dan karung goni. . base coursenya betul. Untuk finishing.Permukaan sub. baru pekerjaan selanjutnya dilanjutkan ke pekerjaan Prime-Coat. Alat untuk membersihkan adalah kompresor. Setelah kira-kira rata lagi baru selanjutnya kita padatkan pakai Tire Roller sambil disiram. sesudah rata kelihatannya baru kita padatkan (pertama dengan Mac Adam Roller atau Tandem Roller. Pemakaian alat-alat ini melihat pada keadaan dari kotoran/ debu yang melekat pada permukaan base-course tersebut.

Umumnya sesudah ± 48 jam sudah cukup kering. . dan asphalt concrete dilaksanakan. dan alat penarik (Tire Roller) atau distributor (besar). Pengamparan tebalnya sebelum dipadatkan biasanya diampar ± 25% dari tebal yang diperlukan. Permukaan prime-coat itu bersih dari kotoran/ debu. Panas/temperature. Tentu semua alat ini telah diperiksa baik dan berjalan lancar. Harus sudah kering. walaupun sudah ada patokan/pedoman dasar selalu setiap pelaksanaan tenaga bahagian laboratorium (Soil Material Engineer) harus hadir untuk mengecek dilapangan (cara timbangan). kecapatan. Asphalt. Tebal asphalt concrete Ini tergantung perencanaan.alatnya (distributor kecil). Apabila area/daerah yang kita akan laksanakan tersebut sudah selesai/ memenuhi syarat kita akan beralih pada alat. dengan menunggu kering lebih dahulu baru pekerjaan selanjutnya/ asphalt concrete dilaksanakan. Sesudah selesai dengan sempurna. jarak nozel dengan permukaan base-course menentukan ratanya disamping juga ikut menentukan volume tersebut. b. Asphalt Concrete Sebagaimana yang telah diuraikan tadi. b. Untuk pengontrolan mendapatkan volume yang dikehendaki itu.Setelah ini selesai baru kita mempersiapkan untuk primecoating yang dipersiapkan ialah alat. Sesudah kita mengetahui beberapa lebar jalan yang akan dilaksanakan kita pakai form (bentuk atau mal) Gunanya adalah : a. Yang lebih penting sewaktu kita memadatkan asphalt concrete tidak lari/bergeser keluar daerah yang kita perlukan.car distributor. Untuk memenuhi banyaknya yang dikehendaki tentu sebelumnya melalui beberapa kali percobaan dengan dasar pedoman dari yang sudah diketahui sebelumnya. Mendapatkan bentuk yang dikehendaki. juga disebut distributor.alatnya. Cepat dan lambatnya kering itu dipengaruhi oleh cuaca/panas matahari dan tebalnya lapisan dari prime coat tersebut.coat telah memenuhi syarat sebagai berikut : a.concrete baru dapat dilaksanakan apabila prime. 5. Apa yang kita perlukan/ perhatikan? a. menentukan volume yang keluar.

Dalam pengalaman setiap jarak ditempuh ± 1 jam perjalanan penurunan panas adalah .M. Asphalt concrete dapat dipakai/diampar setelah sampai dilapangan harus utuh/ tidak basah (yang mungkin dalam perjalanan ditimpa air hujan) dan panasnya memenuhi syarat (spesifikasi)Ump.Sebelum memulai pengamparan. . Sewaktu pemadatan roda roller harus disiram air secukupnya. 2) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge) 3) Dari bagian terendah kebagian tinggi sewaktu pemadatan pertama. 6) Pemadatan terakhir pun sama dengan pemadatan pertama dan kedua urutannya. 4) Pemadatan kedua urutannya sama dengan pemadatan pertama.turut sebagai berikut: 1) Pada sambungan melintang/ Transverse joints. b. supaya dapat asphalt concrete yang kita perlukan. 5) Pemadatan terakhir pun sama dengan pertama dan kedua urutannya.P (Produksi Asphalt Concrete) tentu aka nada penurunan/ perubahan panas. dengan adanya jarak lapangan kerja A. Apabila dibagian lain (½ jalan) sudah ada asphalt concretenya pemadatan dilaksanakan sebagai berikut: 1) Pada sambungan melintang (transverse joints) 2) Pada sambungan memanjang (4 center line) 3) Dari pinggir tepi sebelah luar (out side edge) 4) Dari bagian terendah kebahagiaan yang tinggi sewaktu pemadatan pertama. Memulai pemadatan dilaksanakan telah cukup tersedia areanya dan panas. Apabila pertama ½ dari lebar jalan belum ada asphalt concrete pemadatannya dilakukan secara berturut. finisher disetel/ diatur sedemikian rupa. Pemadatan : Sewaktu penghamparan mungkin saja terjadi pada tempattempat tertentu kurang rata. Cara pemadatan : a.panas/ temperature dari asphalt concrete sesudah dihampar. Finisher itu dapat diatur untuk tebal dan kemiringan/slope yang kita perlukan. 5) Pemandangan ke dua sama urutannya dengan pemadatan pertama. maka perlu ditambah pengamparan cukup dengan tenaga manusia. .

tetapi kalau udara baik/ panas dengan wakktu ± 5 jam sudah cukup kering.T (Triple Bitominous Suface Treatment) Sebagaimana diuraikan diatas. -1) dilaksanakan. .syarat baik kepadatan dan kerataannya baru pekerjaan Prime Coat(M.6 kg/m2. Prime-coat : Sesudah base-course memenuhi syarat.: Selagi R.:0. c. Sesudah merata dan cukup padat.C.-2) lagi dengan volume yang diperlukan Ump. Bituminous R. T.C-2: Setelah prime-coat (M. pemadatanya lebih baik pakai Tire-Roller.C.B. lanjutkan dengan penyiraman asphalt (R. : 1.: Selagi R. setelah kering. Harus diingat bahwa pemadatan itu jangan sampai material hancur.C. Grading B. Untuk pelaksanaannya sebagai berikut: a.C-2 yang panas dihamparkan pasir dengan volume yang telah ditetapkan dan dipadatkan.C-2 itu panas diampar lagi material batu pecah (grading E) dengan volume yang diperlukan Ump. Hasil amparan ini harus marata. Bituminous R.8 kg/m2.C-2 : Sesudah grading E dipadatkan dan rata disiram lagi asphalt dengan volume yang diperlukan.C. maka disiramkan lagi asphalt (R. hanya lapisan aus (pavement) yang berlainan.S. dengan volume yang diperlukan Ump. Grading E. lalu kita padatkan dengan tandem roller. Pemadatan cukup satu kali jalan (mundur dan maju).:9 kg/m2 dan dipadatkan. lapisan pengerasannya sama dengan pekerjaan kalau kita pakai asphalt concrete. d. b.: 0.-2 ini masih dalam panas.-1) kering. dengan volume yang diperlukan. yang memerlukan waktu ± 24 jam.C-2) dengan volume yang diperlukan Ump.6. Bituminous R. e. Pasir/Abu Batu: Terakhir R.6 kg/m2. segera diamparkan material batu pecah (grading B) dengan volume yang diperlukan Ump.C-2 Selesai grading B dipadatkan dan sudah cukup rata. 27 kg/m2.

semen.4. Umur rencana dapat mencapai Perlu beberapa tahap 20-30 tahun dalam satu kali pembangunan masa layan seperti konstruksi. tetapi perlu ada perawatan rutin untuk masa umur yang sama tahunan atau lima tahunan Beban didistribusikan secara Dengan nilai kekakuan yang berjenjang dan bertahap sampai tinggi maka seluruh beban tanah dasar diterima oleh struktur Material utama adalah agregat. perkerasan kaku. untuk beton maka proses waktu yang diperlukan mulai pematangan beton dapat dari penghamparan sampai dipercepat antara 1 sampai 2 dibuka untuk lalu lintas hanya hari. dan filler (jika Sangat sensitif terhadap air diperlukan). Sensitivitas ini dikaitkan dengan perilaku terhadap lendutan Perkerasan lentur memiliki tingkat kebisingan dan vibrasi yang lebih rendah dari perkerasan kaku Perkerasan lentur mempunyai daya pantul terhadap cahaya lebih lemah dibandingkan perkerasan kaku Permukaan perkerasan lentur lebih halus sehingga terasa lebih nyaman untuk berkendara Relative lebih mudah dan cepat. tetapi relative lebih mudah tetapi perbaikan kerusakan relative sulit Dikaitkan dengan proses Biaya awal relative lebih konstruksi maka biaya awal mahal. dan filler (jika diperlukan). Memerlukan perawatan rutin Tidak perlu perawatan rutin. tetapi beton yang terlalu membutuhkan waktu sekitar 2 cepat matang cenderung untuk jam saja menjadi retak. tetapi tidak perkerasan lentur lebih murah memerlukan perawatan rutin. aspal. Air dapat membantu proses pematangan beton 2 3 4 5 6 7 Lendutan Perilaku terhadap Overloading Kebisingan dan vibrasi Pantulan cahaya Bentuk permukaan Proses konstruksi 8 9 Perawatan Biaya konstruksi dan perawatan Karakteristik terhdap pembebanan Karakteristik material 10 11 . Material utama adalah agregat. KESIMPULAN PERKERASAN LENTUR DAN PERKERASAN KAKU Perbandingan antara Perkerasan Lentur dan Kaku No. Dengan teknologi bahan aditif Dengan teknologi campuran. Item 1 Umur rencana Perkerasan Lentur Perkerasan Kaku Umur rencana efektif 5-10 tahun. Cenderung untuk melendut Lendutan jarang terjadi Perkerasan lentur lebih sensitif pada overloading dibanding dengan perkerasan kaku.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful