Strategi Perancangan Dan Pengolahan Basis Data

Kusrini, M.Kom.

Penerbit ANDI Yogyakarta

e-Book

Hak Cipta 2007

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmanirrokhim. Puji syukur penulis hatur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat-nya sehingga buku Strategi Perancangan dan Pengolahan Basis Data dapat terwujud. Buku ini dapat ditulis dengan baik atas dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis sampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan.

Buku ini didesain sedikit berbeda dari buku-buku lainnya, karena buku ini selain memaparkan basis data secara teori juga memberikan contoh-contoh praktis dan implementasi yang sesungguhnya. Kasus yang penulis angkat merupakan contoh nyata kasus basis data yang memang penulis gunakan dalam pengembangan system informasi.

Harapan penulis, biku ini dapat memberi tuntunan konseptual yang praktis basi mereka, baik praktisi maupun mahasiswa dalam memahami basis data. Buku ini digunakan sebagai buku pegangan bagi para pengajar, baik jurusan Manajemen informatika, Teknik Informatika, maupun Ilmu Komputer.

Penulis menyadari, isi maupun cara penyampian buku ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari para membaca sehingga penulis bias mengembangangkan buku ini menjadi lebih baik.

Terima kasih.

Yogyakarta, September 2006

Penulis

-1-

e-Book

Hak Cipta 2007

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................... BAB I KONSEP DASAR BASIS DATA.................................................. A. Pendahuluan............................................................................. B. Definisi Basis Data.................................................................. C. Tujuan Basis Data.................................................................... D. Manfaat/Kelebihan Basis Data................................................ E. Operasi Dasar Basis Data........................................................ F. Soal Latihan............................................................................. BAB II KONSEP DASAR SISTEM BASIS DATA................................... A. Sistem ...................................................................................... B. Sistem Basis Data..................................................................... C. Soal Latihan............................................................................. BAB III ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA.................................... A. Arsitektur Basis Data............................................................... B. Soal Latihan.............................................................................. BAB IV MODEL-MODEL DATA............................................................. A. Model-Model Data................................................................... B. Soal Latihan............................................................................. BAB V ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM.................................... A. Konsep Entity Relationship Diagram...................................... B. Tahap Pembuatan Entity Relationship Diagram..................... C. Soal Latihan............................................................................ BAB VI IMPLEMENTASI ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM.. A. Tahap Implementasi................................................................ B. Tipe Data File.......................................................................... C. Soal Latihan............................................................................. BAB VII NORMALISA DAN DENOMARLISASI................................. A. Normalisa................................................................................ B. Denomarlisa............................................................................ -2iii V 1 1 2 2 5 9 10 11 11 11 13 15 15 16 17 17 20 21 21 25 31 33 33 35 36 39 39 46

e-Book

Hak Cipta 2007 C. Soal Latihan............................................................................ 47 49 49

BAB VIII BAHASA BASIS DATA............................................................ A. Bahasa Basis Data.................................................................. B. Bahasa Basis Data untuk Mengimplementasikan Rancangan Basis Data............................................................................... C. Definisi Skema dalam SQL.................................................... D. Soal Latihan............................................................................ BAB IX MANIPULASI DATA............................................................... A. Bahasa Basis Data.................................................................. B. Modifikasi Data….................................................................. C. Penghapusan Data................................................................... D. Soal Latihan…….................................................................... BAB X MENGEKSEKUSI DATA........................................................ A. Struktur Data…….................................................................. B. Operasi Himpunan................................................................. C. Fungsi Agregasi…................................................................. D. Soal Latihan……................................................................... BAB XI QUERY ANTAR TABEL……………………………………. A. Join Anta Tabel….................................................................. B. Query dengan Dua Buah Tabel.............................................. C. Menggunakan Alias............................................................... D. Perkalian Kartesian................................................................ E. Equijoin................................................................................. F. Self Join………..................................................................... G. Inner Join dan Quter Join....................................................... H. Query Bersarang (Nested Query............................................ I. Keanggotaan Himpunan......................................................... J. Perbandingan Himpunan........................................................ K. Soal Latihan…….................................................................. DAFTAR PUSTAKA................................................................................. GLOSSARIUM…………………………………………………………..

50 51 61 63 63 64 67 69 71 74 77 79 82 83 83 83 84 84 85 85 86 89 89 89 90 91 93

-3-

Kehadiran basis data dapat meningkatkan daya saing perusahaan tersebut. pembelian dan pencatatan data barang pada perusahaan dagang. menghasilkan informasi dengan cepat dan tepat sehingga membantu pengambilan keputusan untuk segera memutuskan suatu masalah berdasarkan informasi yang ada. mencari jumlah stok penjualan. Dalam pengembangan sstem informasi diperlukan basis data sebagai media penyimpanan data. Begitu banyak yang dapat diperoleh dengan pemanfaatan basis data. Basis data dapat meningkatkan daya guna perangkat computer yang mungkin tadinya hanya untuk keperluan game atau pengetikan dengan aplikasi office. barang apa yang paling lakudijual pada bulan ini. Beberapa informasi pada perusahaan retail seperti jumlah penjualan. kemampuan basis data dapat dapat dioptimalkan.e-Book Hak Cipta 2007 BAB I KONSEP DASAR BASIS DATA A. aplikasi pemrosesan penjualan. dan berapa laba bersih perusahaan dapat diketahui dengan mudah dengan basis data. dan sebagainya. Dengan memanfaatkan teknologi jaringan. Pada perpustakaan. Misalnya transaksi antar cabangpada sebuah perbankan secara online. -4- . aplikasi pemesanan dan penjadwalan penerbangan. Banyak aplikasi yang dibuat dengan berlandaskan pada basis data antara lain: semua transaksi perbankan. pencatatan data pegawai beerta akrifitasnya termasuk operasi penggajian pada suatu perusahaan. adanya aplikasi pencarian data buku berdasarkan judul. pengarang atau kriteria lain dapat mudah dilakukan dengan basis data. mencari jumlah stok yang tersedia. Pencarian data peminjam yang terlambat mengembalikan juga mudah dilakukan sehingga bisa dibuat aplikasi pembuatan surat berdasarkan informasi yang tersedia. Basis data dapat mempercepat upaya pelayanan kepada pelanggan. PENDAHULUAN Pemrosesan basis data sebagai perangkat andalan sangat diperlukan oleh berbagai institusi dan perusahaan. proses regristasi dan pencatatan data mahasiswa pada perguruan tinggi.

1 dan Tabel 1. Data sendiri merupakan fakta mengenai obyek. 1. syarat sebuah basis data yang baik adalah sebagai berikut. sementara kita punya data lain tentang data KHS mahasiswa yang isinya yang terdapat NIM. orang. dan lain-lain. ketepatan. Basis data dapat didefinisikn dalam berbagai sudut pandang seperti berikut: 1. alamat.2 berikut: Tabel 1. Untuk mencapai tujuan.1 Mahasiswa Mahasiswa NIM 101 102 Nama Agung Ratna Alamat Klaten Bantul -5- . Misalnya. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa tanpa pengulangan (redundancy) yang tidak perlu. Himpunan kelompok data yang saling berhubungan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga kelak dapat dimanfaatkan dengan cepat dan mudah.deretan karakter. mata kuliah. dan atribut lainnya.e-Book B. nama. dan nilai. 3. Data dinyatakan dengan nilai (angka. Pada ku\edua data tersebut kita tempat ada atribut nama. untuk memenuhi kebutuhan. nama. DEFINISI BASIS DATA Hak Cipta 2007 Basis data adalah kumpulan data yang saling berelasi. atau symbol). 2. dan kecepatan dalam pengambilan kembali. C. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik. ada data mahasiswa yang memuat NIM. Tujuan adanya redundansi dan inkonsistensi data Redudansi terjadi jika suatu informasi disimpan di beberapa tempat. TUJUAN BASIS DATA Basis data bertujuan untuk mengatur data sehingga diperoleh kemudahan. seperti digambarkan dalam Tabel 1.

Akibat dari redudansi adalah inkonsistensi data atau data yang tidak konsisten. pengguna cukup mengguna fasilitas pencarian ataupun laporan. padahal diketahui bahwa harga total merupan hasil perkalian dari jumlah pembelian dengan harga satuan. dan harga total 7000. perhatikan table 1. Yang tersedia pada program aplikasi untuk mendapatkan informasi stok. informasi nama seorang mahasiswa disimpan diberbagai tempat. Misalnya program aplikasi untuk kasir yang terhubung dengan basis data . Jelas informasi ini menyesatkan. Contoh lain dari redundasi yang berakibat pada inkonsistensi seperti itu yaitu pada data Pembelian.2. 2. laporan penjualan.1 dan Tabel 1. dan harga total. tetapi pada baris ke 3 dan 4 nama endang. dimana pada data tersebut disimpan informasi jumlah pembelian. Informasi ini juga menyesatkan.1 dan Tabel 1. Dengan fasilitas ini. harga satuan.e-Book Tabel 1. pada table mahasiswa. Kita tidak tahu informasi mana yang dapat dipercaya. Misalnya terjadi jumlah pembelian 5. Redudansi juga mungkin terjadi pada table yang sama. NIM 102 bernama ratna pada baris pertama. Maka data tersebut diatas masih mengandung redudansi yang harus dihindari pada perancangan dasis data.2. Selain itu.2 KHS KHS NIM 102 101 102 102 Nama Ratna Agung Endang Endang Mata Kuliah Basis Data Sruktur Data Struktur Data Agama Hak Cipta 2007 Nilai A C B A Jika terjadi keadaan seperti pada Tabel 1. dan lain-lain. baiss data bias dihubungkan dengan program aplikasi sehingga memudahkan pengguna dalam mengakses informasi. Sebagai contoh. Kesulitan Pengaksesan Data Basis data memiliki fasilitas untuk melakuakan pencarian informasi dengan menggunakan Query taupun dari tool untik melihat tabelnya. -6- . Kita bias secara langsung melihat data dari software DBMS-nya. harga satuan 1000.

dan lain-lain yang diletakan dalam sebuah basis data. Misalnya kita akan mencari alamat Anto. Metode pencatat dilakukan dilakukan dengan menuliskan data setelah catatan terakhir. pembayaran. Ketika kita menginginkan informasi alamat seseorang kita akan mencari karena informasi yang tersaji tidak terurut. Dengan meletakkan basis data pada bagian server yang bisa diakses kesemua pengguna dari banyak klient. sedangkan yang ingin kita cari adalah alamat dan namanya. selain itu. Dalam metode ini. Sebagai contoh sederhana ketika kita ingin mencatat data alamat dan telepon dari kolega kita. kita sudah menyediakan akses kesemua pengguna dari computer klient ke sumber informasi yaitu basis data. Tentu saja pengaksesan oleh pengguna-pengguna ini disesuaikan dengan hak aksesnya. Hal ini akan lebih mempermudah pencarian karena kita tidak perlu membaca keseluruhan data. ataupun data summary. Hal ini merupakan masalah baru dari pencatatan data dengan buku. data denga filter tertentu. Misalnya sebuah perguruan tinggi memiliki data tentang mahasiswa. Ada juga orang mencatat dengan mengelompokan nama berdasarkan abjad. tetapi bisa saja yang diketahui adalah nomer teleponnya. sebagai data. tetapi cukup dalam satu kelompok saja. Basis data bisa memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan tersebut diatas. Tentu saja kita tidak akan dapat menemukannya dalam kelompok data dengan huruf depan A. kesulitan akan kita temui ketika informasi yang kita ingin cari dengan kata kunci sebagagian namanya. Multiple User Basis data memungkinkan pengguna data bersama-sama oleh banyak pengguna pada saat yang bersamaan atau pada saat yang berbeda. Sebagai orang akan menggunakan buku alamat. Dalam hal pencarian. Tapi masalah baru muncul ketika jumlah data untuk sekelompokan data abjad teretentu telalu banyak sedangkan kelompok abjad yang lain masih terlalu sedikit. sementara yang tercatat dalam buku catatan adalah Mardianto. 3. informasi yang diperolah dari kumpulan data bisa berupa keseluruhan data. tidak selamanya kata kunci yang diketahui adalah dari nama. Bagian Akademi akan bisa mengakses -7- . ada banyak ruang tidak terpakai jika memberikan ruang yang sama untuk setiap kelompok.e-Book Hak Cipta 2007 Dalam basis data. data yang terurut.

maka tidak perlu kita meng-update semua data dimasing-masing bagian tetapi cukup hanya disatu basis data. Basis data memiliki kemampuan dalam mengelompokan. dan perpustakaan. Bagian Keuangan akan diijinkan mengakses data pembayaran mahasiswa. pengontrolan terhadap data juga cukup dilakuan di satu tempat saja. D. MANFAAT/KELEBIHAN BASIS DATA Banyak memanfaat yang dapat kira peroleh dengan menggunakan basis data. 2. Misalnya data mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi. dibutuhkan oleh banyak bagian. tetapi cukup satu saja sehingga ini akan -8- . mengurutkan bahkan perhitungan dengan metematika. Tidak harus semua bagian ini memiliki catatan dan semua bagian bisa mengakses data tersebut sesuai dengan keperluannya. Kebersamaan pemakai Sebuah basis data dapat digunakan oleh banyak user san banyak aplikasi. bagian keuangan. Hal ini sangat dimungkinkan dengan penyimpanan data dalam basis data. 4. kita tidak perlu menyediakan tempat penyimpanan diberbagai tempat. maka penyajian informasi akan dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. diantaranya: bagian akademik. bagian kemahasiswaan. Tidak perlu dilakukan pencatatan dimasing-masing bagian. Jika ada perubahan data alamat mahasiswa misalnya. 3. Kecepatan dan kemudahan (speed) Dengan menggunakan basis data pengambilan informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Pemusatan control data karena cukup dengan satu basis data unutk banyak keperluan. Efesiensi ruang penyimpanan (space) Dengan pemakain bersama. Untuk data-data yang diperlukan oleh banyak orang/bagian. tetapi cukup dengan satu basis data untuk dipakai bersama.e-Book Hak Cipta 2007 data-data akademi mahasiswa. Manfaat/kelebihan basis data diantaranya adalah: 1. sementara mahasiswa hanya bisa melihat status akademi/keuangan yang berhubungan dengan dirinya saja. Dengan perancangan yang benar.

2. seperti tampak pada Table 1. Jurusan. Misalnya ada data pengambilan mata kuliah oleh mahasiswa. Tabel 1. Kode.3 KRS NM 1 1 1 2 2 3 Nama Anto Anto Anto Fika Fika Fika Jurusan SI SI SI MI MI MI Alamat Klaten Klaten Klaten Bantul Bantul Bantul Kode A B C A B C Nama Matkul Agama Bahasa Calculus Agama Bahasa Calculus SKS 3 4 2 3 4 2 Jika kita memiliki data 4000 mahasiswa dengan rata-rata setiap mahasiswa mengambil 5 mata kuliah. Andaikandata bernilai 1 byte (diabaikan tipe datanya) maka kita akan membutuhkan ruang penyimpanan sebesar jumlah field x jumlah mhs x jumlah matkul (7x4000x5 = 140000) Dengan basis data yang dirancang dengan benar. data ini bisa dibagi menjadi 3. Nama. Table 1.1 tentang data KRS. Alamat.3. kita akan menyederhanakan penyimpanan sehingga tidak semua data harus disimpan.e-Book Hak Cipta 2007 menghemat ruang penyimpanan data yang dimilikioleh sebuah organisasi. Perhatikan Tabel 1. NamaMatkul dan SKS. Dengan teknik perancangan basis data yang benar.4. dan Tabel 1. dimanan yang dicata adalah: NM.4 Mahasiswa NM 1 1 1 2 2 3 Nama Anto Anto Anto Fika Fika Fika Jurusan SI SI SI MI MI MI Alamat Klaten Klaten Klaten Bantul Bantul Bantul -9- . Tabel 1. maka data seorang mahasiswa akan kita tulis 5 kali dan data tiap mata kuliah akan ditulis 4000kali.

5 Mata kuliah Hak Cipta 2007 Kode A B C NamaMatkul Agama Bahasa Calculus Sks 3 4 2 Tabel 1. keunikan data. jelas relasi antar table pada basis data bias memperkecil rungan penyimpanan. Tabel 1.3 sebesar jumlah kolom x jumlah matkul (3 x 5 = 15).4. dibutuhkan sebesar 16000+15+40000 = 56015 byte. Untuk mata kuliah seperti tampak pada table 1.2 sebesar jumlah kolom x jumlah mahasiswa (4 x 4000 = 16000). Bila dibandingkan dengan penyimpanan data pada table 1. Dan untuk KRS seperti tampak pada table KRS sebesar jumlah kolom X jumlah mahasiswa X jumlah matkul (2 x 4000 x 5 = 40000).6 KRS NM 1 1 1 2 2 3 Kode A B C A B C Kita membutuhkan ruang penyimpanan untuk table mahasiswa seperti tampakpada table 1. dapat menekan keakuratan dalam pemasukan/penyimpanan data. dan Tabel 1.2. . Dari table 1. Keakuratan (Accuracy) Penerapan secara ketat aturan tipe data. 5. hubungan antara data.3.1 sebesar 140000.10 - .e-Book Tabel 1. dan lain-lain. domain data.

Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru Pengguna basis data merupakan bagian dari perkembangan teknologi. Misalnya kita memiliki data-data dari perusahaan yang bergerak dibidang retail. atau database administrator. sehingga pembuatan aplikasi tidak perlu mengurusi penyimpanan data. Basis data bisa diberikan passwordnya untuk membatasi orang yang mengaksesnya. 10. User view Basis data penyediaan pandangan yang berbeda-beda untuk tiap-tiap pengguna. perubahan ini hanya perlu dilakukan pada level DBMS tanpa harus membongkar kembali program aplikasinya. dan ternyata ada perubahan isi/struktur data. Hal ini mengingat pertumbuhan transaksi suatu organisasi dari waktu ke waktu membutuhkan media penyimpanan yang semakin besar. Ketersediaan (availability) Hak Cipta 2007 Dengan basis data kita dapat mem-backup data. langsung ke tabel ataupun menggunakan query. 9. penjualan. Kebebasan data (Data Independence) Jika sebuah program telah selesai dibuat. memilah-milah data mana yang masih diperlukan dan data mana yang perlu kita simpan ke tempat lain.11 - . tetapi cukup mengatur interface untuk pengguna. Pemakain secara langsung Basis data memiliki fasilitas untuk melihat datanya secara langsung dengan tool yang disediakan oleh DBMS. Untuk melihat data. Data yang ada berupa data barang. Kelengkapan (Completenenss) 8. Keamanan (Security) Kebanyakan DBMS dilengkapi dengan fasilitas manajemen pengguna diberikan hak akses yang berbeda-beda sesuai dengan pengguna dan posisinya. 11. Dengan adanya basis data pembuatan aplikasi bisa memanfaatkan kemampuan dari DBMS. 7.e-Book 6. Biasanya yang menggunakan fasilitas ini adalah user yang sudah ahli. Maka dengan basis data. dan pembelian. Ada . 12.

yaitu : 1. 8. Sementara itu bagian akutansi berhak melihat keuntungan dari tiap-tiap barang untuk menganalisa data akutansinya. Beri penjelasan kelebihan menggunakan basis data dibandingan dengan menggunakan pencatatan melalui buku atau menggunakan program aplikasi Microsoft Exel! . 6. 7. Sementara itu dia berhak untuk memasukan data penjualan . kasir. Basis data mampu memberikan layanan organisasi seperti ini. bagian akutansi dan manajer. Jelaskan karasteristik dari basis data! 2. Misalnya kasir dia hanya boleh berhak melihat informasi nama barang dan harga jualnya.e-Book Hak Cipta 2007 beberapa jenis pengguna yang memerlukan informasi terkait dengan data perusahaan tresebut. Salah satu tujuan basis data adalah menghilangkan redudansi data. E. Berikan contoh kasus terjadinya redudansi data dan jelaskan mengapa redudansi basis data harus dihindari! 3. bagian gudang. SOAL LATIHAN 1. Tidak semua data boleh diakses oleh semua pengguna. 3. berbeda dengan pelanggan yang hanya melihat data keberadaan barang dan harga jual tetapi tidak berhak memasukan atau merubah data. 5. 2. Pembuatan basis data Penghapusan basis data Pembuatan file/table Penghapusan file/table Pengubahan table Penambahan/pengisian Pengambilan data Penghapusan data F. OPERASI DASAR BASIS DATA Beberapa operasi dasar basis data. 4.12 - . Mereka adalah pelanggan.

keyboarg. Contoh lain yaitu system perguruan tinggi. scadulling task. system kendaraan terdiri dari komponen starter. Sebgai contoh. karena tidak dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Sistem operasi merupakan suatu software system yang bertugas untuk melakukan control dan manajemen hardware serta operasi-operasi dasar sistem termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web. mahasiswa. Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer. dan antar muka user. Komponen-komponen tersebut memiliki tujuan yang sama. yaitu untuk membuat kendaraan tersebut bias dikendarai dengan nyaman dan aman. 2. B. Sistem operasi (Operating system atau perangkat lunak untuk mengolah basis data.13 - . kurikulum. dan lain-lain.e-Book Hak Cipta 2007 BAB II KONSEP DASAR SISTEM BASIS DATA A. komponen penggerak. Komponen-komponen system basis data meliputu : 1. Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk. mamajemen memori. lampu. komponen kelistrikan – speedometer. Contoh dari perangkat keras computer yaitu : mouse. Perangkat keras(Hardware) sebagai pendukung operasi pengolah data. Secara umum. komponen pengerem. yang terdiri dari dosen. dan lain-lain. SISTEM BASIS DATA Sistem basis data merupakan perpaduan antara basis data dan system manajemen basis data (SMBD). dan lain-lain. . komponen pengapian. Dengan demiikian masing-masing software tidak perlu lagi memerlukan tugas-tugas inti umum tersebut. monitor. System ini bertujuan untuk menghasilkan mahasiswamahasiswa yang memiliki kemampuan dibidang ilmunya. SISTEM Sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri dari atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.

Database Management System (DBMS) DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Window 98. orang yang mengkodekan aplikasi dengan bahasa pemrograman. c. Paradox.e-Book Hak Cipta 2007 Contoh dari sistem operasi yang sudah ada sekarang ini. b. d. Contoh dari DBMS ini yaitu antara lain Microsoft SQL Server 2000. bias any disebut SQl. Macintost. MySQL. DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan user. 3. pemetaan eksternal/konseptual. Window NT. dan struktur penyimpanan. Pemakai (User) Pemakai merupakan orang atau system yang akan mengakses dan merubah isi basis data. 6. 5. User melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya menggunakan suatu bahasa manipulasi data. Secara konsep apa yang terjasi adalah sebagai berikut : a. Microsoft Acces. Window XP. Basis data (Database) sebagai inti dari system basis data. Window 2000. pemetaan konseptual/internal. 4. Beberapa jenis penggunaan basis data. User Mahir : orang yang mampu menggunakan basis data secara langsung dengan menggunakan DBMS. dan lain-lain. dan lain-lain. Linux. Aplikasi . yaitu : a. Interbase. d.14 - . c. Programer Aplikasi . User Umum/End User : orang yang memakai basis data dengan menggunakan perantara program aplikasi. DBMS menerima request dari user dan menganalisa request tersebut. skema konseptual. yaitu : DOS. Oracle. Aplikasi lain Aplikasi lain merupakan software yang dibiat untuk memberikan interface kepada user sehingga lebih mudahdan terkontrol dalam mengakses basis data. User Khusus : bisa berupa sistem lain. Misalnya seorang kasir memasukan data penjualan kedalam basis data dengan menggunakan aplikasi kasir. DBMS memeriksa skema eksternal user. b.

C. SOAL LATIHAN 1. Sebutkan elemen-elemen yang menyusun system basis data! .15 - .e-Book Hak Cipta 2007 lain ini merupakan komponen tambahan dalam system basis data yang sifatnya opsional. Apa perbedaan basis data dan system basis data? 2.

Programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C. Hal ini disebabkan beberapa pengguna database tidak membutuhkan semua ini database. atau PL/I.16 - . ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA Arsitektur sistem basis data memberikan kerangka kerja bagi para pengembang system basis data. Penggambaran cukup dengan memakai kotak. garis. Pemakai tidak mempedulikan kerumitan dalam struktur level fisik lagi. Pada level eksternal ini. COBOL. Yang dimaksud dengan user/pengguna disini adalah programmer. Level Pandangan Pengguna (User View level)/Eksternal Level ini merupakan level abraksi data tertinggi yang menggambarkan hanya sebagaian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database. End User : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan fasilitas yang tersedia pada program aplikasi. b. eng user. . dan hubungan secukupnya. antara lain : a. user dibatasi pada kemampuan berangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan aplikasi bahasa basis data. atau DBA. Pada level ini biasanya desainer basis data membuat rancangan dalam bentuk diagram-diagram/model.e-Book Hak Cipta 2007 BAB III ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA A. 3. Ada 3 level arsitektur sistem basis data. Pada level fisik data mahasiswa dipandang dengan memperhatikan bahwa dalam data tersebut ada atribut Nama yang disimpan pada media penyimpanan (disk) sepanjang 20 byte. Setiap user mempunyai ’bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya. 2. Level Konseptual/Logika Level ini menggambarkan data apa yang disimpan dalam basis data dan hubungan ini memperhatikan data apa sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain. yaitu : 1. Misalnya kita memiliki data mahasiswa. Level Fisik/Internal Level fisik merupakan level paling rendah yang menggambarkan bagaimana data disimpan secara fisik.

jelaskan bagaimana pengguna awam memandang data dalam sistem basis data ! jelaskan kegunaan dari level konseptual dalam arsiktektur sistem basis data! .1 Arsiktektur Sistem Basis Data Abstraksi data dalam arsiktektur sistem basis data memberikan pandangan terhadap data secara berbeda-beda tergantung dari levelnya. bayangan mengenai data tidak lagi memperhatikan bagaimana data disusun dan disimpan dalam disk.17 - . View level View 1 View 1 … View n Dosen Physical level Gambar 3. tetapi secara menyeluruh bagaimana data direpresentasikan sesuai dengan keadaan yang dihadapi sehari-hari oleh pengguna. Hal ini dimaksudkan menghindari kerumitan teknik penyimpanan dan pengelolaan data dari pandangan pengguna awam. 2. Sebagai contoh pada level user view. B.e-Book Hak Cipta 2007 Gambar di bawah ini menunjukan level-level yang ada dalam arsiktektur sistem basis data. SOAL LATIHAN 1.

• Diamond. Entity-Relation Model E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yang terdiri dari sekumpulan object.e-Book Hak Cipta 2007 BAB IV MODEL-MODEL DATA A. mempunyai atribut Nim. a. disebut relasi. 1. menggambarkan hubungan antar hubungan antar entitas. MODEL-MODEL DATA Yang dimaksud dengan model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data. Setiap object berisi : • Nilai yang disimpanan dalam variable instant. disebut entitas dan hubungan antar objek tersebut. yaitu Object-based logical models dan record based logical models. Kelas disini mirip dengan abstrak pada bahasa pemrograman.18 - . operasi yang berlaku pada object yang bersangkutan • Objel-objek yang memiliki tipe nilai dan metode yang dikelompokan dalam satu kelas. • Elip. Menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. menggambarkan atribut-atribut entitas. Diagram E_R terdiri dari: • Kotak persegi panjang. Contoh : entitas Mahasiswa. • Metode. menggambarkan himpunan entitas. Entitas adalah objek didunia yang bersifat unik. Setiap entitas mempunyai atribut yang membedakannya dengan entitas lainnya. Permodelan data dengan model E_R menggunakan diagram E_R. Alamat. semantik data. • Garis. dimana variable ”melekat” dengan objek itu sendiri. dan Tanggal lahir. b. Bermacam-macam model data terbagi dalam dua kelompok besar. Relasi-relasi antar data. . object-based logical models yang termasuk dalam kelompk ini di antaranya adalah entity-reletionship model dan Object-oriented model. yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R. Object-oriented Model Model berorientasi object berbasiskan kumpulan object. Nama. dan konsistensi konstrain.

b. Contoh DBMS yang menggunakan model hierarki : Informasi Management System. adalah model relasional. Model heirarki Model ini menyerupai pohon yang dibalik. Simpul yang mempunyai anak tersebut akar.19 - . Selain kedua model diatas. Simpul yang terhubung dengan level yang dibawahnya disebut orangtua. Model relasional Model relational menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk mempresentasikan data-data dan relasi antar sata-data tersebut. dikembangkan oleh IBM dan Rockwell International Corporation. Menggunakan pola hubungan orangtua-anak. yang termasuk dalam kelompok object-based logical model adalah Semantic data model dan Functional data model. Record-based models Beberapa model yang termasuk dalam model ini. Setiap orang tua hanya mempunyai satu anak. Setiap tebel terdiri dari atas kolom-kolom dan setiap kolom mempunyai nama yang unik. Setiap simpul menyatakan sekumpulan medan. dan simpul yang tidak punya anak disebut daun. model hierarki. Hubungan antar orangtua dan anak disebut cabang. a.e-Book Hak Cipta 2007 • Sending a massage. 2. Berikut adalah contoh model basis data dengan menggunakan model hierarki untuk domain masalah pengajaran diperguruan tinggi. . model jaringan. sebuah objek dapat mengakses data sebuah yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut. bisa banyak anak tetapi anak hanya mempunyai satu orangtua.

Perbedaannya pada model ini satu anak bisa mempunyai lebih dari 1 orangtua. Berikut ini adalah contoh medel basis data dengan menggunakan jaringan. Model ini hampir sama dengan model hierarki. .1 Contoh model basis data hierarki c.20 - .e-Book Hak Cipta 2007 Perguruan Tinggi STMK AMKOM Yogyakarta Mata kuliah Matakuliah Matakuliah Basis Data Sistem Pakar Struktur Data Dosen Dosen Dosen Dosen Dosen Kusrini Andi Sunyoto Kusrini Kusrini Kusrini Gambar 4. Model jaringan Data dalam jaringan direpresentasikan daengan sekumpulan record (Pascal) dan rlasi antar data dorepresentasikan oleh record dan pointer. Contoh DBMS yang menggunakan model jaringan yaitu CAIDMS/DB dan Integreted Database Management System yang dibangan oleh Cullinet Software Inc. sedangkan anak disebut sebagai anggota. Istilah orangtua dalammodel jaringan disebut sebagai pemilik. Record-record diorganisasikan sebagai graft.

Model jaringan .21 - . Tetapi setiap hanya dibeli dari seorang distributor. Model hierarki c. Model relasional b. yaitu busana dan bahan makanan.2 Contoh model basis data jaringan B. Gambarkan kasus tersebut diatas dengan : a. perhatikan ilustrasi kasus berikut : sebuah perusahaan retailer memiliki domain usaha jual beli barang. jelaskan perbedaan dari model data yang berbasis obyek dan model data yang berbasis record! 2. SOAL LATIHAN 1. Setiap pelanggan dimungkinkan untuk melakukan pembelian beberapa pelanggan. meskipun seorang distbutor dimungkinkan untuk menjual beberapa jenis barang sekaligus. Barangbarang yang diperjual belikan dikelompokan menjasi 2 kelompok.e-Book Hak Cipta 2007 Perguruan Tinggi STMK AMKOM Mata kuliah Matakuliah Matakuliah Basis Data Sistem Pakar Struktur Data Dosen Dosen Dosen Hanill al Fatta Andi Sunyoto Kusrini Gambar 4.

relationship sets. Atribut dalam ERD dilambangkan dengan bebtuk elips. Relationship set adalah sekumpulan relasi yang mempunyai tipe yang sama. Misal : Kumpulan orang yang menyimpan uang pada suatu bank dapat didefinisikan sebagai entity set nasabah. Terdapat tiga notasi dasar yang bekerja pada model E-R yaitu : entity sets. Entity set dilambangkan dengan bentuk persegi panjang . Sebuah entiti adalah sebuah ”benda” (thing) atau ”objek” (objek) didunia nyata yang dapat dibedakan dari objek lainnya. Entity sets adalah sekumpulan entiti yang mempunyai tipe yang sama. seperti tampak pada gambar : Gambar 5. dan attribut. Relationship set digambar dengan diamond seperti tampak pada gambar dibawah ini.22 - . Gambar 5.1 Lambang Entity Set Relationship adalah hubungan diantara beberapa entiti. Kesamaan tipe ini dapat dilihat dari attribut/property yang dimiliki oleh setiap entity.3 Lambang Entity Set .e-Book BAB V ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Hak Cipta 2007 A. KONSEP ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Perancangan basis data dengan menggunakan model entity relationship adalah dengan menggunakan Entity Relationship Diagram (ERD).2 Lambang Entity Set Atribut merupakan sebutan untuk mewakili suatu entity.3 Gambar 5. Seperti pada gambar 5. Kumpulan orang yang belajar diperguruan tinggi didefinisikan sebagai mahasiswa.

Demikian pula atribut alamat. Atribut Nama dan Jurusan.23 - .1 yang memenuhi persyaratan sebagai kandidat key adalah atribut NIM. Superkey Satu atau lebih atribut (kump atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam tabek secara unik. atribut NIM dan Nama. c. sebuah atribut haruslah memenuhi perdyaratan . b. Alamat. Kandidat Key Merupakan kumpulan atribut minimal yang membedakan setiap baris data dalam tabel secara unik. Sebagai ilustasi diberikan tabel mahasiswa berikut : Tabel 5. Untuk bisa menjadi kandidat key. atribut jurusan. 2. sebuah kandidat key adalah superkey yang paling sedikit jumlah atributnya. atibut NIM dan Jurusan. Diantaranya yaitu . atribut NIM dan Alamat.1 Tabel Mahasiswa NIM 1001 1002 1003 1004 Nama Rita Aini Rita Iko Alamat Yogya Magelang Jurusan MI MI SI TI Dari tabel tersebut yang memungkinkan menjadi superkey adalah atibut NIM. Kunci relasi terdiri dari satu atau lebih atribut-atribut relasi. atribut Nama dan Alamat. Atribut Alamat dan Jurusan serta Atribut Nama. Dari contoh pada superkey dari tabel Mahasisea pada tabel 5. Kunci relasi (relation key) kunci utama (primary key) Nilai dari kunci relasi harus mengidentifikasikan sebuah baris yang unik didalam sebuah rekasi. Atribut Nama tidak bisa menjadi superkey karena memungkinkan lebih dari 1 baris yang memiliki nilai sama. Alamat dan Jurusan. dan Jurusan. suatu atribut harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. Tidak memiliki subset yang juga merupakan kunci relasi Tidak dapat bernilai null Dengan kata lain.e-Book Hak Cipta 2007 Ada beberapa istilah yang harus dipahami sebelum merancang basis data dengan menggunakan model entity relationship diagram. atribut NIM. Untuk satu nilai hanya mengidentifikasikan satu baris dalam satu relasi (unik). 1. 3. Nama. Agar menjadi sebuah primary key.

Kunci Alternatif (alternate Key) Kunci yang tidak ada didunia nyata. Karena kita tidak pernah tahu kalau Hiking tersebut dipilih sebagai kunci utama.2 kandidat key pada tabel tersebut adalah Nama. Hubungan satu ke satu (one to one) yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity. 7. 5. Kode tersebut tidak pernah ada dalam dunia nyata. Sebagai contoh berikut ini adalah sebuah relasi Hobby .e-Book Hak Cipta 2007 sebagai kandidat key. Kardinalitas pemetaan meliputi : a. Foreign Key (FK) Istilah Fk juga banyak digunakan dalam perancangan. 4.2 Tabel hobby Hobby Nama Hiking Climbing Renang Keterangan Suka naik gunung itu lho Dari tabel 5. Maka kode_nilai disebut sebagai kunci alternatif. Kunci alternatif dibuat ketika tidak ada satu pun atribut dalam sebuah relasi yang bisa mewakili relasi teresebut. b. tetapi diadakan dan dijadikan primary key. Tabel 5. Sebuah Fk adalah sekumpulan atribut dalam suatu rlasi (misal A) sedemikian sehingga kumpulan atribut ini bukan kunci A tetapi merupakan kunci dari relasi lain. Dalam contoh tabel mahaiswa pada pada Tabel 5. Tetapi untuk lebih efektif mungkin aja perancang basisdata akan memberikan kunci alternatif berupa kode_hobi. Hubungan satu ke banyak (one to many) yaitu satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam entity dalam B dihubungkan dengan maksimum satu entity dalam A. .1 NIM adalah kunci relasinya. Komposit Key Primary key yang terdiri dari lebih dari 1 atribut 6. Kardinalitas Pemetaan Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukan jumlah entity yang dihubungkan ke satu entity lain dengan suatu relationship sets.24 - . atau ada yang bisa menjadi kandidat key tetapi tidak cukup efektif untuk digunakan sebagai primary key.

Nama. satu entity dalam B hubungkan dengan sejumlah entity dalam A. atribut yang terlibat yaitu : NIM. kinerja. Untuk entitas Dosen. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi di antara himpunan entitas-himpunam entitas yang ada beserta foreign key-nya. atribut yang terlibat adalah : NIP. Dosen. Nama. Hubungan banyak ke banyak (many to many) satu entity dalam A dihubungkan dengan sejumlah entity dalam entity dalam B dihubungkan dengan sejumlah entity dalam A. . Matakuliah.25 - . B. SKS. Hak Cipta 2007 Hubungan banyak ke satu (many to one) satu entity dalam A dihubungkan dengan maksimum satu entity B. 1. Untuk lebih memudahkan ilustrasi. Untuk entitas Mahasiswa.. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas. 3. Misalnya entitas yang terlihat adalah : Mahasiswa. Alamat. 4. Mengidentifikai dan menetapkan seluruh himpunan entitas 9entity) yang akan terlihat. atribut yang terlibat adalah : Kode_Matakul. Langkah pertama adalah membuat ERD awal untuk mendapat sebuah rancangan database yang minimal dapat mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data sistem yang sedang mempertimbangkan anomali-anomali dan aspek-aspek efesiensi. Nama. Menentukan PK dari setiap entitas yang ada. akan diberikan kasus perancangan basis data dalam Sistem Informasi Akademik. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.e-Book c. d. Untuk entitas Matakulaih. 2. PK dari entitas Mahasiswa : NIM. TAHAP PEMBUATAN ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Secara umum ada 2 langkah dalam membuat ERD. dan flekibilitas. PK dari entitas Matakuliah : Kode_Matkul. PK dari entita Dosen : NIP. Alamat. Jurusan. Berikut akan dijelaskan tahap-tahap pembuatan ERD awal.

Mahasiswa mengikuti suatu matakuliah yang diajarkan oleh seorang dosen. tetapi relasi antara Mahasiswa dengan kedua entity yang lain saling bekaitan (bersamaan). Jika digambar akan tampak seperti pada gambar 5. Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi . Dimana sebuah entity berelasi dengan yang lain.5 Relasi Agregasi 5. Adi tidak hanya dosennya tetapi langsung dengan mata kuliahnya secara spesifik. alamat Nama Kod_Matkul SKS Dosen Mengajar Matakuliah NIP NIP Nama atribut pada gambar 5. yaitu Entity Mahasiswa. Selain Dosen dan Matakuliah yang dihubungkan dengan Relasi Mengajar.26 - . yaituu deosen mengajar mata kuliah.e-Book Hak Cipta 2007 Dosen dengan mata kuliah berelasi secara langsung dengan relasi mengajar. Entity Mahasiswa berhubungan dengan relasi Matakuliah sekaligus beralasi dengan dosen.4 dibawah ini. Relasi seperti ini disebut dengan agragasi. Himpunan relasi mengajar antara Dosen dan Mata kuliah bisa dilihat pada gambar 5. Atribut yang diberi garis bawah ganda seperti atribut NIP dan Kode_Matkul pada relasi Mengajar merupakan Foregein Key. masih ada satu Entity yang masih berelasi dalam sistem ini.5 berikut ini : alamat Dosen Nama Dosen Kod_Matkul Kod_Matkul SKS Dosen Mengajar Matakuliah NIP NIP Nama Mengik ut Kod_Matkul NIP NIP NIM Mahasiswa Jurusan Dosen alamat Dosen Nama Dosen Gambar 5.4 ada beberapa atribut yang digaris bawahi yang atribut NIP pada Entity Dosen dan Kode_Matkul pada Entity Matakuliah.

e-Book Hak Cipta 2007 Relasi anatara dosen dengan matakuliah memiliki kardinalitas banyak ke banyak atau many to many. Langkah selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah optimasi dilakukan untuk 3 tujuan yaitu meningkatkan : Efesiensi Kinerja Fleksibilitas . Setelah ERD lengkap dengan kardanilitasnya selesai dibuat. Nama. memiliki kardinilitas Banyak ke Banyak. Alamat} Dalam kamus data NIP diberi garis bawah untuk menambahkan bahwa NIP merupakan primary key dari entiti Dosen. Berikut ini adalah gambar ERD setelah ditentukan derajat kardinilitasnya. alamat Dosen Nama Dosen Kod_Matkul Kod_Matkul SKS Dosen Mengajar Matakuliah NIP NIP Nama Mengik ut Kod_Matkul NIP NIP NIM Mahasiswa Jurusan Dosen alamat Dosen Nama Dosen Gambar 5.27 - . dimana satu dosen dapat mengajar banyak mata kuliah dan datu mata kuliah bisa diajarkan oleh banyak dosen. Demikian pula relasi antara Mahasiswa dengan RELASI Mengajar yang menghubungkan antara Entity Dosen dengan Matakuliah. sehingga tidak perlu digambarkan semua atributnya dalam gambaran ERD-nya.6 Dengan derajat kardinalitas Penggambaran ERD dapat pula dilengkapi dengan kamus data. Misal Entity Dosen akan ditulis sebagai berikut : Dosen : { NIP. Cara penulisan kamus data yaitu dengan menyebutkan Entity diikuti dengan atribut-aributnya.

Nama. misalnya karyawan. misalnya NIM 02. Ddengan demikian untuk tahun 1982 hanya ditulis 82. Sebagai contoh dalam relasi hobi. Dengan ditambahkan atribut pada entity/relasi diharapkan.e-Book Hak Cipta 2007 Untuk meningkatkan efesiensi dan kinerja. Bliok pertama 02 bermakna tahun angkatan 2002. Namun jika ditambahkan atribut Tahun dan semester. Tetapi ditambahkan dan dijadikan sebagai primery key. entity/relasi ini akan lebih fleksibel penggunaannya. jenis kode ini diberikan secara urut. Dalam hal pengkodean. maka relasi ini dapat menampung data untuk beberapa periode waktu. Mengingat panjang data nama hobi cukup banyak. Jika masing-masing jenis anggota direpresentasikan dalam sebuah relasi maka jika ada penambahan jenis anggota. Sebagai contoh :relasi mengajar jika hanya memiliki atribut NIP dan Kode_Matkul.2341. Blok ke 2 berisi kode jurusan yang menggambarkan nomer urutan mahaiswa pada tahun dan jurusan terebut.28 - . Hal lain yang bisa dilakuakn dalam usaha optomasi adalah melakukan dekomposisi atau pemecahan tabel. optimasi dilakukan dengan cara berikut : Penambahan atribut. berarti relasi ini hanya berlaku untuk datu periode waktu daja. untuk tahun 1989 hanya ditulis 98. banyak system yang yang dibangun dengan rancangan lebar atribut tahun adalah 2 digit. Sebagai contoh adalah pemilih lebar data untuk atribut tahun. Generelasi. Mnemonic. Misalnya untuk kode pembelian terurut dari 1. Sebelum tahun 2002. Jenis kode ini berupa karakter atau angka sebagai simbol. Blok. Jenis pengkodean ini terdiri dari beberapa bagian.11. Misalnya L dan P pada jenis kelamain yang aartinya laki-laki dan perempuan. Pemilihan domain atribut yang lebih luas. dalam optimasi ERD terkadang diperlukan pemberian kunci alternatif (alternate key) yaitu atribut yang sebenarnya tidak ada didunia nyata. dan seterusnya. kode tersebut memiliki 3 bagian yang masing-masing memiliki makna tersendiri. ada 3 bentuk pengkodean yang bisa diberikan yaitu : Sekuensial. Masing-masing dari kedua entitas tersebut memiliki atribut IdAnggota. Sebuah contoh kasus generelasi adalah sebagai berikut. Dalam hal peningkatan fleksibilitas. maka harus . dan Alamat. dimana dalam relasi tersebut hanya tersiri dari nama_hobi. 3. terkadang perlu dipertimbangkan untuk menambahkan kode_hobi yang sebenarnya hal ini ada dalam dunia nyata. Diberikan 2 entitas Dosen dan Mahasiswa sebagai anggota dalam sistem perpustakaan. 2.

C.. seluruh relasi dari anggota perpustakan dijadikan sebuah relasi anggota dengan atriut IdAnggota. Nama. TglPinjam 1/1 06 3/2 06 IdBuku1 A01 D34 IdBuku2 B54 A43 Relasi pada tabel 5. Identitas : 1. Entitas yang telibat 2.3 diatas berlaku untuk perpustakaan yang memilki kebijakan meminjam buku 2 eksemplar untuk tiap peminjaman yang terjadi. sebuah relasi sirkulasi pada sistem perpustakaan yang berbentuk.. 3. Sebagai contoh.. Atau untuk perpustakaan yang sama. dan Alamat dan ditambah dengan jenis.e-Book Hak Cipta 2007 ditambahkan relasi baru.3 berikut. Tetapi jika generelasi . Perubahan stuktur entitas dari yang berorientasi kolom baris ke orientasi baris. Untuk perpustakaan yang memiliki kebijakan lain. pilih primary key entitas dari laithan soal nomor 1 4. SOAL LATIHAN TglPinjam 1/1 06 1/1 06 3/2 06 3/2 06 IdBuku A01 B54 D34 A43 Nerikut adalah sebuah kasus dalam perusahaan reatail yang memiliki lingkungan kerja penjualan dan pembelian barang. cari hubungan diantara entitas dari latihan soal nomor 1 5. sebutkan atribut-atribut yang terlibat pada entitas dari laithan nomor 1.. relasi ini tidak dapat digunakan. tentukan hubungan kardinilitas dari hubungan antar entitas pada latihan soal nomor 4 .3 Relasi Sirkulasi berorientasi kolom Id_Ang 1 3 . seperti tampak pada tabelo 5. Tabel 5. Tabel 54 Relasi Sirkulasi berorientasi baris Id_Ang 1 1 3 3 . pihak manajemen tidak diijinkan untuk mengubah kebijakan.29 - .

Relasi dengan derajat 1-1 yang menghubungkan 2 buah himpuna entitas akan direpresentasikan dalam bentuk penambahan atribut-atribut relasi ke salah satu tabel yang memiliki kedua himpunan entitas. Diagram ER à basis data. Relasi dengan derajat 1-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas juda akan direpresentasikan dalam bentuk pencntuman atau pemberian atribut key dari himpunan entitas pertama (yang derajat 1) ke himpunan ke 2 (yang derajat N).1 berikut : .30 - . 5. Derajat 1-N : dibentuk tabel baru yang mendapatkan field dari atribut relasi dari atribut relasi yang ditambah dengan atribut key dari himpunan entitasnya. yang memiliki fiekd tepatnya (foreigen key) yang berasal dari key-key kedua himpunan entitas yang dihubungkan. Relasi tunggal a. b. TAHAP IMPLEMENTASI Tahap Implementasi merupakan upaya untuk membangun basis data fisik yang ditempatkan dalam memori sekunder. Adapun langkah-langkah untuk mengimplementasikan Entity Relationshp diagram adalah sebagai berikut : transformasi dari model data yang telah dibuat ke skema basis data sesuai dengan DBMS yang dipilih. 4. Entity à table-tabke/file-file data Atribut à field Transformasi dasar : 1. Setiap himpunan entiatas akan diimplementasikan sebagai sebuah table 2. 3. Relasi dengan derajat N-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas akan diwujudkan dalam bentuk table khusus.e-Book BAB VI IMPLEMENTASI ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM Hak Cipta 2007 A. Sebgai contoh akan diberikan ER Diagram seperti tertera pada Gambar 6. Derajat 1-1 : penggunaan field key dua kali pada satu table dengan nama dan fungsi berbeda.

1 Entity Relationship Diagram Adapun langkah implementasinya adalah sbagai berikut : 1.31 - . Mengubah entitas menjadi tabel dengan fieldnya adalah atribut dari entitas tersebut. Nama. Relasi Prasyaratan. Field-fieldnya : Kode_Matkul. yang menghubungkan antar Mahasiswa dengan Relasi Mengajar. Nama. Relasi ini diubah menjadi tabel Mengajar dengan field : NIP. 2. Alamat. Tabel Jurusan. relasi yang derajat kardinalitasnya banyak ke banyak adalah : Relasi Mengajar. Nama. Tabel Mahasiswa. Relasi ini diubah menjadi tabel Prasyarat dengan field : kode_Matkul. SKS. Alamat. Dari gambar 6. Kode_Matkul. Dengan demikian tabel yang berbentuk pada tahap ini adalah : Tabel Dosen. Field-fieldnya : KD_Jurusan. Relasi ini diubah menjadi tabel mengikuti dengan nilai field : NIM. yang menghubungkan antara Matakuliah dengan Matakulaiah. Kode_Matkul.e-Book alamat Dosen Hak Cipta 2007 Nama Dosen Kod_Matkul Kod_Matkul SKS Dosen Mengajar Matakuliah NIP Prayarat NIP Nama Mengik ut Kod_Matkul NIP NIP NIM Mahasiswa alamat Dosen Nama Dosen Nama Dosen Jurusan Kod_Jurusan Kod_Jurusan I Mengik ut NIM Gambar 6. NIP . Field-fieldnya : NIP. yang menghubungkan antar Dosen dengan Matakuliah. Kode_Matkul_Prasyarat Relasi Mengikuti. Tabel Matakuliah.1. Nama. Fieldnya-fieldnya : NIM. Mengubah relasi antara entitas dengan derajat kardinalitas banyak ke banyak enjadi table baru.

SOAL LATIHAN Tentukan implementasi basis data secara fisik berupa file. Hobbi} Mahasiswa 2. relasi yang berderajat satu ke derajat banyak adalah relasi memiliki yang menghubugkan antar jurusan dengan mahasiswa. Secara umum macam-macam tipe field : Data Angka : Numerik atau Alfanumerik.32 Memiliki Hobbi . dan Kode_Jurusan. Data Numerik : Bilangan bulat (interger) atau Bilangan Nyata (real). B. Dari gambar 6. Dengan demikian tabel mahasiswa memiliki field : Nim.Data Biner Blob C. dan foreign key dari ER-Diagram berikut : 1.1.Data Uang o Money/currency . Alamat} . Nama. TIPE DATA FIELD Tipe-tipe data field beserta aturan penamaan tertanggung pada DBMS-nya. Mahasiswa {NIM.Data Teks o Character (fixed) o Variable Character (non fixed) . Nama} Hobbi {Kode. Relasi ini mengakibatkan penambahan field Kode_Jurusan sebagai primary key dari entiti jurusan yang berserajat satu ke entiti mahasiwa yang berderajat banyak. Data Bilangan Bulat (interger) o Byte (1 byte) o Small interger (2 byte) o Long interger (4 byte) . primary key.Data Bilangan Nyata o Singel (4 byte) o Double (8 byte) . field. Nama.e-Book Hak Cipta 2007 Menambahkan fild pada entity yang dihubungkan oleh relasi dengan derajat satu ke banyak. Dosen {NIP.

Alamat} Mahasiswa Dokter Matakuliah Pasangan BAB VII . Nama} Matakuliah {Kode. Matakuliah.e-Book Hak Cipta 2007 Dosen Pembimbing 3.33 - . SKS} Mengikuti o 4. Dokter {KodeDokter. Nama. Mahasiswa {NIM.

Dalam database yang tidak perlu normalisasi. 2. prses dimasukkan ke dalam satu tempat. penghapusan suatu informasi hanya perlu dilakuakan dalam satu tempat dalam database tersebut. Menghindari kemungkinan kehilangan data secara tidak disengaja/tidak diketahui. 3. 4. Mengakomodasi banyak nilai untuk tipe data yang diperlukan. Alasan utama dari normalisasi database minimal sampai dengan bentuk normal ketiga adalah menghilang kemungkinan adanya ”insertion anomalies”. Mengsfisienkan update. ”delection anomalies”. Dengan normalisasi kita ingin mendesain database relasional yang terdiri dari tabeltabel berikut : 1.e-Book NORMALISASI DAN DENORMALISASI Hak Cipta 2007 A. Kesalahan ini disebut dengan ”update anomaly”. Berisi data yang diperlukan. Dalam database yang telah dinormalisasi. TEKNIK NORMALISASI Salah satu topik yang cukup kompleks dalam dunia manajemen database adalah proses untuk menormaslisasi tabel-tabel dalam database relasional. Bab ini akan membahas mengenai bentuk-bentuk normalisasi dan teknik-teknik yang digunakan dalam melakukan normalisasi. dan ”update anomalies”. . Tipe-tipe kesalahan terebut sangat mungkin terjadi pada database yang tidak normal. 5. ”insertion anomalies” adalah sebuah kesalahan dalam penempatan informasi entry data baru ke seluruh tempat dalam data base dimana informasi tersebut perlu disimpan. ”Delection anomalies” adalah sebuah kesalahan dalam penghapusan suatu informasi dalam database harus dilakukan dengan penghapusan informasi tersebut dari beberapa tempat dalam database.34 - . Sedang kan dalam melakukan update satu informasi. kesalahan juga dapat terjadi ketika kita harus melakukan update ke seluruh tempat yang menyimpan informasi tersebut. Memilki sedikit mungkin redudansi.

e-Book Hak Cipta 2007 Normalisasi merupakan cara pendekatan dalam membangun desain logika basis dataa relasional yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data. Terpeliharanya ketergantungan funtional pada saat perubahan data (dependency preseervation) c. jika : a.Menambah data/insert . maka dekomposisinya dijamin aman (lossless-join decomposition) b. Data dikumpulkan apa adanya sesuai keadaannya. Tidak melanggar Boyce Code Normal FORM (BCNF). BENTUK-BENTUK NORMALISASI a. dapat saja tidak lengkap dan keharusan dan terduplikasi. Jika ada dekomposisi/penguraian tabel. b. Dalam perperspektif normalisasi sebuah databae dikatakan baik jika setiap tabel yang membentuk basis data sudah berada dalam keadaan normal. Bentuk normal tahap pertama (1 st Normal Form) Definisi : Sebuah table disebut 1NF jika : Tidak ada baris yang duplikat dalam abel tersebut Masing-masing cell bernilai tunggal . Bentuk tidak normal bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam. Yang dimaksudkan dengan ketergantungan fungsional/fungcional depedency adalah : Diberikan sebuah tabel /relasi T.Membaca/retrieve 3.35 - . jika tidak bisa minimal tidak melanggar bentuk normalisasi ketiga.Menghapus/delete . Atribut B dari T bergantung secara fungsi pada atribut A dari T jika dan hanya jika setiap nilai B dari T punya hubungan dengan tepat satu nilai A dalam T (dalam setiap satu waktu) Beberapa kondii yang diuji pada proses normalisasi . Suatu tabel dikatakan normal. tetapi dengan menerapkansejumlah aturan dan kreteriastandar untuk menghasilkan struktur tabel yang normal.Mengedit/mengupdate . . tidak ada keharusan megikuti format tertentu.

padahal nim hanya bagian dari primary key). waktu. nama_kul. c. Misal tabel nilai terdiri dari atribut kode_kul. Penambahan atribut baru (nama_mhs) akan menyebabkan adanya ketergantungan fungsional yang baru yaitu nim . maka solusinya adalah dengan mendekomposisikan tabel Kuliah menjadi : § § Tabel Kuliah (kode_kul. Karena atribut nama_mhs ini haya memiliki keterbgantungan parsial pada primary key secara utuh (hanya tergantung pada nim. ruang). semester. Sebuah tabel dikatakan tidak memenuhi 2NF. karena terdapat atribut waktu yang tergolong dalam atribut bernilai banyak. meskipun kunci tersebut merupakan kombinasi dari semua kolom. Bentuk normal tahap ketiga (3 rd normal form) . nama_dos) Tabel Jadwal(kode_kul. Bentuk normal kedua akan dicontohkan berikut.>nama_mhs. misalnya kita tambahkan sebuah atribut yang bersifat redundan.nim]. nim dan nilai. karena terdapat atribut waktu yang tergolong ke dalam atribut bernilai banyak. maka tabel nilai ini dianggap melanggar 2NF. Bentuk normal kedua ini dianggap belum memadai karena meninjau sifat ketergantungan atribtu terhadap primary key saja. Berikut ini akan dicontohkan normalisasi pertama. Agar tabel tersebut dapat memenuhi 1NF. Agar tabel tersebut dapat memenuhi 1NF. Bentuk normal tahap kedua (2 nd normal form) Bentuk Normal Kedua (2NF) terpenuhi jika pada sebuah tabel semua atribut yang tidak termasuk dalam primary key memiliki ketergantungan fungsional pada primary key secara uth. maka solusinya adalah dengan mengkomposisikan tabel Kuliah menjadi : Tabel kuliah tersebut tidak memenuhi normalisasi pertama. sks. yaitu nama_mhs.e-Book Hak Cipta 2007 Catatan : permintaan yang menyatakan tidak ada baris yang duplikat dalam sebuah tabel berarti tabel tersebut memiliki sebuah kunci. d. Jika pada tabel Nilai. jika ketergantungannya hanya bersifat parsial (hanya tergantungan pada sebagaian dari primary key). Primary key pada tabel nilai adalah [kode_kul.36 - .

Bentuk normal tahap keempat dan kelima penerapan aturan normalisasi sampai bentuk normal ketiga sudah memadai untuk menghasilkan tabel berkualitas baik.> A. Namun demikian. maka tabel tersebut tidak perlu di_dekomposisikan lagi. Demikian juga dengan ketergantungan fungsional yang kedua meskipun (kode_pos) bukan merupakan superkey.> kode_pos Kode_pos . nama_kota) bukan super key sementara kode_pos juga bukan bagian dari primary key pada tabel Mahasiswa. jika untuk setiap ketergantungan fungsional dengan notasi X . Bentuk ini tidak memenuhi 3NF. terdapat pula bentuk normal keempat (2NF) dan kelima (5NF).> kode_pos Dalam hal ini (alamat_jalan. Bentuk Normal keempat berkaitan dengan sifat ketergantungan banyak nilai (multivalued dependencey) pada suatu tabel yang merupakan pengembangan fungsional . maka : . atriibut alamat_mhs dipecah kedalam alamat_jalan. yaitu : Alamat_jalan nama_kota .37 - . yaitu : Alamat_jalan nama_kota .> nama_kota Ketergantungan fungsional yang pertama tidak melanggar 3NF.e-Book Hak Cipta 2007 sebuah tabel dikatakan memenuhi bentuk normal ketiga (3NF). CONTOH KASUS . e. Karena telah memenuhi 3NF. nama_kota merupakan superkey (sekaligus sebagai promari key) dari tabel Alamat tersebut.X haruslah super key pada tabel tersebut . alamat_kota dank ode_pos. Jika tabel Mahasiswa didekomposisikan menjadi tabel Mahasiswa dan tabel Alamat.Atau A merupakan bagian dari primary key pada tabel tersebut Misalkan pada table Mahasiswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan memeriksa dua ketergantungan fungsional pada alamat tersebut. Boyce Code Normal Form (BCNF) § § Memenuhi 1 st NF Relasi harus bergantung fungsi pada atribut superkey 3. f. karena (alamat_jalan. tetapi nama_kota merupakan bagain dari primary key dari tabel alamat. adapun bentuk normal tahap kelima merupakan nama lain dari Project Joiin Normal Form (PJNF). maka telah memenuhi 3NF. dimana A mewakili semua atribut tunggal didalam tabel yang tidak ada di dalam X. karena terdapat ketergantungan fungsional baru yang muncul baru pada tabel tersebut.

A02 B01. Qty 10 5 Harga 1000000 900000 Qty 5 7 Harga 100000 250000 004 G01 006 A03 Meja.38 - . Senopati 12 yk Kode Suplier : G01 Nama Suplier : Gober Nustra Kode Nama Brg B01 A03 Kursi Meja Tanggal : 07/10/04 Nomor : 004 Jml 50000 3250000 Total Faktur 3750000 Jatuh Tempo 17/10/04 Bentuk tidak ternormalisasi Kd Fak Kd Sup Nama Sup Gobel Nustra Angkasa Kd Brg A01.. Ayo Bersama Jl.. Tgl .Kursi 09/10/05 .e-Book Hak Cipta 2007 Berikut akan diberikan contoh proses perancangan database dengan tteknik normalisasi.... Senopati 12 yk Kode Suplier : G01 Nama Suplier : Gober Nustra Kode Nama Brg A01 A02 AC model 1 AC model 2 Tanggal : 07/10/04 Nomor : 004 Jml 10000000 4500000 Total Faktur 14500000 Jatuh Tempo 15/10/04 Faktur Pembelian Barang PT. .A03 Nama brg ACModel 1. AC Model2 07/10/04 . Dokumen dasar : Faktur Pembelian Barang PT. Ayo Bersama Jl..

.....5 Hrg 1000000. . Tgl 07/10/40 07/10/40 09/10/05 09/10/05 J.. J.tempo 15/10/04 qty 10. 250000 Jml 10000000. . . Jtempo. Harga à Tgl..39 - .Redundancy : jumlah ß hasil perhitungan qty * harga Bentuk 2nd NF : KdFaktur KdFaktur Bentuk BCNF : KodeFaktur KdSup KdFaktur KodeBrg à Tgl.tempo 15/10/04 15/10/04 17/10/05 17/10/05 qty 10 5 5 7 Hrg 1000000 900000 100000 250000 Kelemahan : .. NamaSup à NamaBrg.e-Book .. 3250000 Hak Cipta 2007 Tot 14500000 17/10/05 5. . 900000 100000..7 3750000 Bentuk Normal 1 Kd Fak 004 004 004 004 Kd Sup G01 G01 G01 G01 Nama Sup Gobel Nustra Gobel Nustra Angkasa Angkasa Kd Brg A01 A02 B01 B03 Nama brg AC Model 1 AC Model2 Meja Kursi ...insert : ingin memasukan supplier tanpa transaksi? .. KodeSup à NamaSup à Qty.. Qty... … … ..Delete : menghapus transaksi à supplier terhapus . Jtempo KodeSup.Update : mengganti satu nama supplier à lainnya jadi tidak benar . ... 4500000 500000. Harga à NamaBrg .

e-Book B. . AKIBAT DENORMALISASI Denormalisasi dapat mengakibatkan adanya redudancy.Pemeliharaan integritas membutuhkan waktu lebih banyak. NORMAL 2. Duplikasi adalah penyimpanan nilai-nilai yang lebih 1 kali untuk menggambarkan fakta yang beda. Apel Merah No 27A Yogyakarta Nama Basis Data Struktur Data Agama Kalkulus : : 12 2. Pross pelanggaran terahadap konsep normalisasi disebut dengan denormalissi adalah untuk meningkatkn kinerja sistem (performasi). Duplikasi terkadang memang diperlukan dalam basis data. 2. Kelemahan redudancy : . . SOAL LATIHAN 1. BENTUK-BENTUK DENORMALISASI Berikut ini adalah bentuk-bentuk denormalisasi : . KONSEP DENORMASLISASI Normalisasi hanya merupakan kebijakan standart perancangan basis data yang masih boleh dilanggar. DENORMALISASI Hak Cipta 2007 1. 3.Atribut yang berlabihan : Atribut terkodekan atribut gabungan Atribut tumpang tindih Atribut bermakna ganda . BUATLAH RANCANGAN BASIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK NORMALISASI (BENTUK TIDAK NORMAL 1.92 SKS 3 4 2 3 Jenjang Jurusan Th.Dapat menimbulkan inkonsistensi data (melemahkan integritas data).membutuhkan ruang penyimpanan yang besar.Tabel rekapitulasi C. DAN BENTUK BCNF) DENGAN DOKUMEN DASAR SEBAGAI BERIKUT : TRANSKIP NILAI PERGURUAN TINGGI XYZ NIM Nama Alamat : : : 110A213 Nindita Adi Swatika Jl.40 - . Masuk : : : S1 Sistem Informasi 2002 Kode Matkul BD SD A K Total SKS IPK Tahun Pengambilan 2002 2003 2002 2003 Semester Pengambilan 2 1 2 1 Nilai A B D C .atribut yang terderiviasi ànilai pada aribut ini bisa diolah dari nilai-nilai yang sudah ada tabel lain. . Redudancy terjadi ketika terjadi penyimpanan fakta yang sama lebih dari 1 kali. Redudancy perlu dibedakan dengan duplikasi.

41 - . berikan contoh keadaan/tabel yang perlu denormalisasi. Jelaskan alasannya! .e-Book 2. apa alasan dilakukannya denomarlisasi? Hak Cipta 2007 3.

Bahasa ini aslinya disebut Suquel.42 - . Data Definition Language (DDL) DDL memberikan perintah untuk mendefinisikan dan memodifikasi database dan strukturnya termasuk konstrain-konstrain yang ada di suatu table. Meskipun SQL adalah bahasa query terhadap basis data. dan mengambi data (SELECT) dari satu atau beberapa table. null. Terdapat macam-macam versi SQL. BAHASA BASIS DATA Sistem basis data komersial menghendaki adanya sebuah bahasa query yang lebih mudah dipahami dan mudah digunakan (user-friendly). dan lain-lain. Oleh karena itu diperkenalkan SQL sebagai bahasa query yang lebih marketable. Contoh konstrain yang diimaksud disini adalah promery key. unique. yaitu : 1. SQL menggunakan kombinasi aljabar relasional & kalkulus relasional. SQL mrupakan bahasa data relasional standart.e-Book BAB VIII BAHASA BASIS DATA Hak Cipta 2007 A. Bahasa Sequel berkembang dan berubah menjadi SQL (Structural Query Language). the American National Standart Institute (ANSI) dan the International Standart Organization (ISO) mengumumkan sebuah standart SQL yang disebut 86. Vrsi aslinya pertama kali dikembangkan oleh IBM San Jose Research Laboratory. Pada tahun 1986. modifikasi data dalam basis data dan menentukan konstrain sekuriti. diimplementasikan pada Sytem R Project pada awal 1970-an. foreign key. Data-Manipulasi Language (DML) DML merupakan bahasa query yang digunakan untuk melakukan pengolahan terhadap data yang ada didalam sebuah database. SQL mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan struktur data. 2. mengubah data (UPDATE). default. index. menghapus data (DELETE). Sampai sekarang bahasa yang menjadi standart adalah SQL 92. Bahasa SQL mempunyai dua bagian. Pengolahan yang dimaksudkan disini diantaranya adalah memasukan data kedalam table (INSERT). .

Floating-poin dan double-precision floating point Floating—point number e Tipe kalender Tipe hari dalam jam.1 Tabel tipe domain standart SQL-92 Tipe Char (n) Vachar (n) Int Smallint Numeric (p. mdf dan SPBD_Log. Maksimum panjang n. d) Real. Tabel 8. Interger Small interger P menunjukkan jumlah digit bilangan dan d menunjukan jumlah digit dibelakang titik desimal. Scipt tersebut akan menghasilkan pembuatan database dilokasi default dari SQL Server 2000. bisa dibuat cript seperti dibawah ini : .mdf bersisi data dari database tersebut sedangkan file dengan ekstensi .1. Idf erupakan file history. dan detik D.e-Book B. 1. sudah dijelaskan SQL untuk mengakses data dan untuk manipulasi data. menit. Double Precision Float (n) Date Time Keterangan Tipe karakter dengan panjang yang tetap (n) (fixed-lengthcharacter) Tipe karakter dengan panjang bervariasi. Standart SQL-92 mendukung bermacam-macam tipe domain built-in yang dapat dilihat pada tabel 8. Membuat database CREATE DATABASE SPBD .43 - . BAHASA BASIS DATA UNTUK Hak Cipta 2007 MENGIMPLEMENTASIKAN RANCANGAN BASIS DATA Pada bahasan sebelumnya. yaitu di C:\Program Files\Microsoft SQL Server\MSSQL\Data\ Dengan nama SPBD. Apabila diinginkan lokasi database yang berbeda. DEFINISI SKEMA DALAM SQL Berikut ini adalah perintah-perintah SQL yang contohnya diimplementasikan dalam software SQL server 2000.Idf File dengan ekstensi . Didalam SQL juga dikenal bahasa definisi data atau sering dengan definition language.

dan Alamat. 2. Sebagai catatan . SIZE = 1. Dalam query dibawah ini belum didefinisikan primary key dan konstrain yang lain. FILEGROWTH = 2 ) LOG ON ( NAME = spbdlog . didalam banyak DBMS pembuatan dan penghapusan database biasanya dapat menggunakan fasilitas GUI yang disediakan DBMS tersebut. CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER. 3. Nama. SIZE = 1MB. . FILENAME = D : \spbd.e-Book CREATE DATEBASE SPBD ON PRIMARY ( NAME = spbd.mdf .mdf dan history di D:\spbd.ldf. FILENAME = D : \spbd. MAXSIZE = 10 MB. Nim. Mebuat Tabel Berikut ini adalah contoh query untuk membuat table mahasiswa dengan atributnya adalah ThAng. Hak Cipta 2007 Scipt tersebut diatas akan membuat sebuah database dengan nama SPBF pada disk local dengan dua buah file. Keyboard size merupakan besar awl dari file ketika database dibuat. DROP DATABSE SPBD . yaitu file data di D:\spbd.ldf . MAXSIZE = 10. FILEGROWTH = 1MB ) . Menghapus database Sintak query untuk menghapus database sebagai berikut : DROP DATABASE nama_database Berikut ini adalah contoh query untuk menghapus database SPBD. Maxsize merupakan nilai maximum dari databasenya sedangkan filegrowth merupakan nilai maksimum nilai pertambahan ukuran database ketika ukuran sudah mencapai ukuran yang didefinisikan sebelumnya.44 - .

Field ThAng. tetapi field Alamat boleh tidak isi. nilai defaualt dari suatu atribut adalah null. Untuk mendifinisikan nilai default dapat dilakukan dengan membuat qury dengan bentuk seperti dibawah ini. Nama dan Alamat. terkadang dibutuhkan pula kostrain untuk mendefinisikan suatu atribut yang harus disi (not null). sementara nilai pada field tersebut tidak diisi oleh user. 6. ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) . Untuk melakukannya. yaitu : ThAng. 5. ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) default YOGYA ) . dan Nama harus diisi ketika akan menambah data baru. Tabel tersebut memiliki 4 buah fielf yang bermakna ThAng. pada saat ini pembuatan tabel. CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null . sedangkan field Alamat tidak . NIM harus diisi ketika ada penambahan data baru. NAMA VARCHAR ( 30 ) not null .e-Book NIM INTERGER. NIM. NIM. Mendefinisikan null/not null Secara default. suatu atribut boleh bernilai kosong (null)/tidak diisi ketika pengguna menambah data. Query tersebut diatas mendefinisikan pembuatan tabel dengan 4 field. Dalam query tersebut diatas. Apabila tidak didefinisikan. NAMA VARCHAR ( 30 ) . NAMA VARCHAR ( 30 ) not null . NIM. Nama dan Alamat.45 - . Hak Cipta 2007 4. Karena memilki kostrain not null. akan dibuat sebuah tabel dengan nama mahasiswa. ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) . Mendefinisikan Nilai Default Nilai default adalah nilai/data yang otomatis diberikan oleh sistem untuk suatu field ketika ada penambahan baris/record. Field ThAng. berikut contoh bentuk query-nya : CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null . Menghapus tabel Untuk menghapus sebuah tabel dapat dituliskan perintah query berikut ini : DROP TABLE MAHASISWA . Namun.

PRIMARY KEY ( NIM ) ) . NIM INTERGER not null . Berikut ini adalah contoh query untuk membuat table mahasiswa dengan primary key atribut tunggal. Berikut ini adalah contoh pembuatan tabel mahasiswa dengan primary key NIM : CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null . . b. Cara kedua seperti cara pertama. NIM INTERGER not null . yaitu NIM : CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null . Matkul. Cara ini dilakukan bersama-sama pada saat dilakukan pembuatan table. Apabila atribut yang terpilih sebagai primary key lebih dari satu ( komposit key ). dan Nilai dengan primary key NIM dan Matkul. juga dilakukan pada saat pembuatan tabel. primary key boleh atribut tunggal ataupun kumpulan atribut. misalnya kita ingin membuat table KHS dengan atribut NIM. cara ini tidak dapat mengimplementasikannya. yaitu : a. Cara kedua dilakukan dengan mendefinisikan konstrain primary key pada bagian akhir pendefinisikan tabel. Ada 3 cara yang dapat dilakukan dalam pembuatan primary key. 7. Contoh yang lain. ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) default ’ YOGYA’ ) .e-Book Hak Cipta 2007 harus diisi. NAMA VARCHAR ( 30 ) not null primary key .46 - . maka sistem secara otomatis akan mengisi field tersebut dengan ’YOGYA’. Mendefinisikan Primary Key Primary key adalah satu atau lebih atribut yang terpilih sebagai wakil dari suatu tabel apabila akan direlasikan dengan tabel yang lain. NAMA VARCHAR ( 30 ) not null . ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) default ’ YOGYA’ ) . Maka atribut query-nya adalah sebagai berikut : CREATE TABLE KHS ( NIM INTERGER not null . Hanya saja pada cara ini. Didefinisikan dibelakang atribut yang terpilih sebagai primary key. Namun jika tidak diisi.

nama tersebut akan diberikan secara otomatis oleh siste. ALTER TABLE MAHASISWA ADD CONSTRAIN PK_MHS PRIMARY KEY (NIM) . Sebagai contoh. Atribut yang dipilih sebagai primary key harus terdefinisian terlebih dahulu dalam pembuatan table sebelumnya dan memiliki konstrain not null pada atribut tersebut. Namaum khusus untuk pendefinisian primary key dengan cara ketiga ini. Setelah query dijalankan dan tabel sudah terbuat. PRIMARY KEY ( NIM . apabila kita sudah membuat tabel mahasiswa dengan 4 atribut tanpa primary key dengan query berikut : CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null . tetapi apabila tidak didefinisikan. MATKUL ) ) . . kostrain primary key HARUS diberikan nama. NIM INTERGER not null . NAMA VARCHAR ( 30 ) not null . sementara kita merasa masih harus didefinisikan primary key-nya maka kita bisa menambahkan query berikut tanpa melakukan penghapusan tabel terlebih dahulu. kita juga bisa mendefinisikan primary key yang berupa atribut tunggal atau komposit key. Mahasiswa pada query diatas adalah nama table yang ingin ditambahi primary key.e-Book MATKUL VARCHAR ( 4 ) not null . c. PK_MHS merupakan nama konstrainnya sedangkan NIM merupakan atribut yang terpilih sebagai primary key. Sebenarnya semua konstrain didalam database memilki nama. Cara Hak Cipta 2007 terakhir untuk mendefinisikan primary key adalah dengan menambahkan query khusus pendefinisisan kotrain primary key cara ini bisa dilakukan pada saat table sudah dibuat.47 - . ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) default ’ YOGYA’ ) . NILAI CHAR ( 80 ) ) default ’ B ’ ) . Dengan cara ini nama kostrain PK_MHS dapat kita gunakan untuk menghapus konstrain tersebut dengan cara berikut : ALTER TABLE MAHASISWA DROP CONSTRAIN PK_MHS . tetapi primary key belum didefinisikan. Dengan cara ini.

Selain itu table tersebut juga memiliki foreign key NIP yang merujuk pada atribut NIP pada dosen. maka table induk dari foreign key yang ada pada table tersebut (mahasiswa dan dosen) harus diimplementasikan terlebih dahulu. dan primary keynya adalah NIP dan pada table Mata kuliah primary key-nya adalah Kode. sedangkan primary key dari kelas adalh IdKelas.1 Relasi antar table Untuk mengimplementasikan foreign key pada table kelas. Sebagai contoh. KELAS PK KELAS PK PK IDKELAS KODE NIP KODE MATAKULIAH SKS PK KELAS PK NIP NAMA Gambar 8. Mendefinisikan Foreign Key Hak Cipta 2007 Untuk mendefiniskan Foeign Key harus dipastikan bahwa table dan atribut yang dirujuk (table induk dari foreign key) sudah didefinisikan terlebih dahulu. mata kuliah.e-Book 8. KODE CHAR ( 2 ) NOT NULL REFERENCES MATAKULIAH ( KODE ) .48 - . Sementara pada table kelas terdapat foreign key kode yang merujuk pada atribut kode pada mata kuliah. Misalnya kita membuat 3 buah table mahasiswa. Ada dua cara untuk mendefinisikan foreign key pada suatu table. perhatikan pendefinisian foreign key pada table Kelas berikut : CREATE TABLE KELAS ( IDKELAS INTERGER NOT NULL PRIMARY KEY. cara pertama dengan mendefinisikan pada saat pembuatan table.

ada variable status ON UPDATE dan ON DELETE yang isisnya bisa CAScade atau NO ACTION.3 berikut : .2 dan data KELAS ditujukan pada table 8. maka dapat didefinisikan dengan query berikut : ALTER TABLE KELAS ADD CONSTRAINT FK_KELAS1 FOREIGN KEY (KODE) REFERENCES MATAKULIAH (KODE) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION . ALTER TABLE KELAS ADD CONSTRAINT FK_KELAS2 FOREIGN KEY (NIO) REFERENCES DOSEN (NIP) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION . Sementara apabila foreign key lebih dari satu atribut atau didefinisikanssesudah table terimplementasi.e-Book ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION . CASCADE maksudnya. segala perubahan data pada table induk dimana data tersebut sudah dipakai pada table yang ada foreign key-nya tersebut maka data pada table yang ada foreign key akan menyesuaikan/mengikuti perubahannya. Hak Cipta 2007 Cara ini digunakan hanya untuk foreign key yang bukan komposit key (hanya satu atribut saja). Sebagai contoh data table DOSEN ditujukan pada table 8. Dalam pendefinisian konstrain foreign key.49 - . Pendefinisian foreign key dengan cara kedua ini mempunayi keuntungan dalam memodifikasi/menghapus foreign key NIP pada table kelas yang diberi namaFK_Kelas2 dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : ALTER TABLE KELAS DROP CONTRAINT FK_KELAS . NIP INTERGER NOT NULL REFERENCES DOSEN ( NIP ) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION ) .

e-Book Tabel 8. maka semua NIP yang bernilai 1 pada table Kelas juga terhapus. Jika didefinisikan ON UPDATE CASCADE.2 Tabel Dosen Hak Cipta 2007 NIP 1 2 3 NAMA Ani Eka Ratih Tabel 8. data terkait pada tabel yang ada foreign key-nya tersebut harus dihapus terlebih dahulu. maka penghapusan tidak diijinkan. maka harus dilakukan penghapusan data dengan NIP 1 pada table Kelas terlebih dahulu. Jika didefinisikan ON DELETE CASCADE. maka sebelum penghapusan/pengubahan. jika didefinisikan ON UPDATE CASCADE maka ketika NIP 2 di table dosen diubah menjadi 5 maka semua NIP pada table kelas yang bernilai 2 akan berubah menjadi 5. . Misalnya diinginkan menghapus NIP 1 pada tabel dosen.50 - . Jika tepaksa diinginkan pegnubahan/penghapusan pada tabel induk yang sudah dirujuk dengan foreign key yang didefinisikan dengan ON UPDATE NO ACTION atau ON DLETE NO ACTION. Sementara itu nilai NO ACTION maksudnya adalah.3 Tabel Kelas IDKELAS 1 2 3 KODE 1 2 2 NIP 2 2 1 Dengan NIP pada kelas merupakan foreign key yang merujuk ke NIP pada table Dosen. Sementara jika definisi ON DELETE NO ACTION. jika sebuah data pada table induk sudah dirujuk pada table yang ada foreign key-nya (seperti NIP 2 dan 1 pada table dosen sudah dirujuk oleh NIP pada table kelas) maka pada table induknya tidak ijinkan untuk dilakukan pengubahan/penghapusan. maka pengeditan tidak diijinkan. maka yang terjadi ketika NIP 1 di table dosen dihapus.

NIM INTERGER not null .e-Book Hak Cipta 2007 Berikut diberikan contoh sebuah rancangan database pada gambar 8.2 dan diimplementasikan dengan query dibawahnya secara lengkap.51 - . ALAMAT VARCHAR ( 80 ) ) default ’ YOGYA’ ) . NAMA VARCHAR ( 30 ) not null . DOSEN PK PK MATAKULAH PK NIP NAMA KODE MATAKULIAH SKS PK KELAS PK IDKELAS KODE NIP PK KRS PK PK PK NIM IDKELAS NILAI MAHASISWA THANG NIM NAMA ALAMAT PK Gambar 8. .2 Rancangan Database CREATE TABLE MAHASISWA ( THAN INTERGER not null .

CREATE TABLE MATAKULIAH ( KODE CHAR ( 2) NOT NULL PRIMARY KEY . SKS INTERGER DEFAULT 2 ) . PRIMARY KEY (NIM. CREATE TABLE DOSEN ( NIP INTERGER NOT NULL PRIMAARY KEY .52 - . KODE CHAR ( 2 ) NOT NULL . ALTER TABLE KELAS ADD CONSTRAIN FK_KELAS1 FOREIGEN KEY (KODE) . NIP INTERGER NOT NULL ) . ALTER TABLE KRS ADD CONSTRAIN FK_KRS1 FOREIGN KEY (NIM) . NAMA VARCHAR ( 30 ) NOT NULL ) . IDKELAS ) ) . IDKELAS INTERGER NOT NULL . ALTER TABLE KELAS ADD CONSTRAIN FK_KELAS2 FOREIGN KEY (NIP) . REFERENCES MAHASISWA (NIM) ON UPDATE CASCADE . REFERENCES MATAKULIAH (KODE) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION . NILAI INTERGER DEFAULT 0 . CREATE TABLE KELAS ( IDKELAS INTERGER NOT NULL PRIMARY KEY . MATAKULIAH VARCHAR ( 30 ) NOT NULL .e-Book Hak Cipta 2007 ALTER TABLE MAHASISWA ADD CONSTRAIN PK_MHS PRIMARY KEY (NIM) . CREATE TABLE KHS ( NIM INTRGER NOT NULL . REFERENCES DOSEN (NIP) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION .

Terkadang pengubah tipe kolom tidak dapat dilakukan pada kolom yang telah berisi data yang tidak kompotibel. ALTER TABLE MAHASISWA DROP COLOM JKEL . seperti huruf dan simbol/tanda baca. Dalam pengubahan suatu kolom tidak perlu disebutkan tipe kolom awal tetapi cukup tipe barunya saja.e-Book ON DELETE NO ACTION . Hak Cipta 2007 9. Sebagai contoh. kolom alamat tidak bia diubah menjadi tipe interger apabila telah berisi nonangka. . dimana dalam query tersebut akan dilakukakan pengubahan tipe kolom alamat menjadi varchar (255).53 - . ALTER TABLE MAHASISWA ALTER COLOM ALAMAT VARCHAR ( 255 ) . dapat dilakukan seperti contoh query berikut dimana dalam query tersebut akan dilakukan penghapusan kolom jkel pada table mahasiswa. ALTER TABLE MAHASISWA ADD JKEL CHAR ( 1 ) . Manambah Kolom Terkadang penembahan kolom baru diperlukan pada table yang telah dibuat. Menghapus Kolom Jika diinginkan untuk menghapus suatu kolom yang sudah tidak diperlukan disuatu table. 11. ALTER TABLE KRS ADD CONSTRAIN FK_KRS2 FOREIGN KEY (NIP) . Berikut adalah contoh query untuk melakukan penambahan kolom/field pada tabel mahasiswa yang sudah diimplementasikan sebelumnya. 10. REFEREBCES KELAS (IDKELAS) ON UPDATE CASCADE ON DELETE NO ACTION . Mengubah Tipe Kolom Mengubah suatu tipe kolom dapat dilakukan seperti contoh query di bawah ini.

dan berikan penjelasan! 2. File Nama dan Satuan tidak boleh berisi NULL. KodeBarang.54 - .1. definisikan sebuah table pembelian dengan field : Tanggal. dan Jumlah. 4. Hapus field KodeBarang dari table pada laithan soal nomer 3. . dan Keterangan. Harga. 3.e-Book D. Pilih tipe-tipe yang paling sesuai untuk field-field tersebut. SOAL LATIHAN Hak Cipta 2007 1. Tambahkan field KodeBarang ebagai primary key pada tabel di latihan soal no. Tambahkan table pembelian pada soal nomor 3 dengan field KodeBarang dan didefinisikan sebagai foreign key yang merujuk pada field KodeBarang dan table Barang. 5. Satuan. Didefinisikan bahasa basis data untuk pembuatan tabel barang dengan field : Nama.

55 - ... Maharani ) . nama kolom yang akan diisikan tidak disebutkan. nama kolom yang diisi tida harus sesuai dengan struktur tabel mahasiswa tetapi antara jumlah dan urutan kolom yang disebutkan harus dengan jumlah dan urutan pada bagiann value.. Contoh : Penyisipan data mahasiswa ke table mahaiswa. Selain itu. niai_n) . jumlah dan urutan kolom yang akan diisis harus sesuai dengan jumlah dan urutan struktur tabel mahasiswa. kolom_2.VALUES. Atau INSERT INTO table_name (kolom_1.. Pada cara pertama. 204. seluruh kolom yang didefinisikan tidak null (not null) harus selalu diisi dala proses penyisipan data. Termasuk dalam perintah ini adalah penyisipan..nilai_n) .e-Book BAB 1X MANIPULASI DATA Hak Cipta 2007 Data manipulasi language (DML) merupakan bahasa query yang berdasarkan pada aljabar relasi dan kalkulus relasi tuple. PENYISIPAN DATA ( INSERTION) Perintah SQL untuk measukan data ke dalam tabel adalah INSERT INTO. ..kolom_n) . . Lain halnya dengan cara kedua. A. nilai_2. Dengan cara ini. Maharani ) . INSERT INTO mahasiswa VALUE (2003.. ... Atau INSERT INTO mahasiswa ( thmasuk. nilai_2.. Syntax : INSERT INTO nama_tabel VALUE (nilai_1. nim. 204. Penulisan query untuk menyisipkan data dapat dilakukan dengan 2 cara. VALUE (nilai_1. penghapusan dan modifikasi. nama ) VALUE (2003.

Kolom_3 = nilai_baru_n [Whare kondisi] Ada empat hal yang bisa kita lakukan untuk mengubah data dengan UPDATE : § Mengubah sebuah kolom untuk baris tertentu. § Mengubah semua baris. Data semula : NIM 200 ThMasuk 1999 Nama Nita Mariani Perintah SQL : UPDATE mahasiswa SET nama = ’ Anita Mariani ’ WHERE nim = 200 ..56 - . Data hasil : NIM 200 ThMasuk 1999 Nama Anita Mariani . 1. MODIFIKASI DATA Hak Cipta 2007 Dalam situasi tertentu. Kolom_2 = nilai_baru_2 . . diinginkan untuk mengganti nilai dalam tabel tanpa harus mengganti semua nilai dalam tabel tersebut.e-Book B. § Mengubah beberapa kolom sekaligus § Mengubah beberapa baris. Untuk tujuan ini dapat digunakan statement UPDATE. UPDATE juga dapat digunakan untuk mengubah data yang terdapat pada baris tertentu. Syntaks : UPDATE nama_tabel1 SET Kolom_1 = nilai_baru_1 . Mengubah kolom tertentu untuk baris tertentu Mislkan kita ingin mengubah kolom nama menjadi Anita Marani dalam tabel mahasiswa yang nim-nya = 200..

Data hasil : NIM 200 ThMasuk 2000 Nama Anita Mariani 3. maka semua baris yang memenuhi akan ikut diubah.e-Book 2. Mengubah beberapa baris Untuk membatasi baris baris yang akan diubah. WHERE nim = 200 . maka yang akan diubah juga hanya satu baris saja. Mengubah beberapa kolom sekaligus Hak Cipta 2007 Misalkan diinginkan untuk mengubah beberapa data seorang mahasiswa Data semula : NIM 200 ThMasuk 1999 Nama Anita Mariani Perintah SQL : UPDATE mahasiswa SET nama = ’ Anita Mariani ’ . Kondisi yang disertakan di belakang klausa WHERE akan menentukan berapa banyak baris yang akan diubah. kiata perlu menggunakan klausa WHERE. thmasuk = 2000 . Contoh : Perubahan thmasuk mahasiswa yang semula 2001 menjadi 2002. Apabila kondidinya memenuhi syarat untuk satu baris saj. Data semula : NIM 200 201 202 234 323 324 325 ThnMasuk 1999 1999 2000 2000 2000 2000 2000 Nama Nita Mariana Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Emilia Fery Aryanto Miranda Jamil . Namun bila kondisinya terpenuhi oleh beberapa baris.57 - .

58 - . kita tidak perlu menuliskan klausa WHERE sebagai pembatas. Mengubah semua baris Untuk mengubah semua baris. Dengan perintah diatas. maka seluruh baris dalam tabel mahasiswa pada kolom thmasuk akan diisi dengan 2003 . Contoh : UPDATE mahasiswa SET thmasuk = 2003 .e-Book 400 425 426 2001 2001 2001 Astrina Damayanti Gogon Nandito Ananda Miranti Hak Cipta 2007 Contoh : UPDATE mahasiswa SET thmasuk = 2002 WHERE thmasuk = 2001 Data hasil : NIM 200 201 202 234 323 324 325 400 425 426 ThnMasuk 1999 1999 2000 2000 2000 2000 2000 2002 2002 2002 Nama Nita Mariana Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Emilia Fery Aryanto Miranda Jamil Astrina Damayanti Gogon Nandito Ananda Miranti 4.

FK1 KodeKul PK. Tetapi jika sifatrelasinya on delete cascade akan penghapusan suatu data master akan mengakibatkan terhapusnya data pada tabel yang mereferensi (detail). PENGHAPUSAN DATA (DELETION) Hak Cipta 2007 Untuk menghapus baris-baris yang terdapat pada suatu tabel dapt digunakan pernyataan DELETE.e-Book C.1 dan 10. Relasi kedua tabel tersebut tampak pada gambar 9. Sintaks : DELETE FROM nama_tabel [WHERE kondisi] . Tetapi sifat relai on delete on cascade.1. dalamrelasi mereka NIM pada tabel tersebut tampak pada tabel 10. Sebagai contoh adalah pada relasi antar tabel mahasiswa dengan tabel KRSTeori. aka pada sifat relasi on delete no action penghapusan data mahaisawa dengan NIM 200 tidak bisa dilakukan. Mahasiswa PK NIM ThMasuk Nama PK Mahasiswa Kelas PK. Contoh : Menghapus data KRSTeori yang memiliki kelas-nya – ’A’ . karena sedang digunakan pada tabel KRSTeori. Penghapusan data pada suatu tabel yang menjadi referensi (master) dari tabel lain tidak dapat dilakukan apabila sifat relasinya on de. penghapusan data pada baris-baris tertentu memerlukan klausa WHERE sebagai pembatasan baris dengan kondisi bagaimana yang akan dihapus.FK2 NIM Nilai Gambar 9.ete no action. Yang dapat dihapus (delete) hanyalah tuple bukan nilai pada suau atribut tertentu.1 Relasi tabel Mahasiswa dan KRSTeori Ada dua penggolongan dalam menghapus tabel : § Menghapus beberapa baris § Menghapus semua baris 1. maka penghapusan data mahasiswa dengan NIM 200 akan mengakibatkan penghapusan semua data ada KRSTeoti dengan NIM 200. Menghapus beberapa baris Seperti pada bagian modifikasi data.59 - .6.

SOAL LATIHAN Perhatikan table mahasiswa berikut : NIM 1 2 Nama Ana Jamaica frinsca Edi mailoloho Alamat Klaten Yogya . Contoh : Penghapusan seluruh isi dari table mahasiswa berikut : DELETE FROM mahasiswa .60 - . tidak diperlukan adanya pembatasan kondisi sehingga sintaknya tidak memerlukan klausa WHERE. Menghapus semua baris Untuk menghapus semua baris dalam suatu table. D.e-Book Data semula : Kelas A A B B A A B A A KodeKul SD SD SD SD SPBD SPBD SPBD PT PT NIM 200 201 200 234 323 324 234 234 202 Nilai 23 43 65 85 35 76 45 87 45 Hak Cipta 2007 Perintah SQL : DELETE FROM KRHTeori WHERE Kelas = A Data hasil : Kelas B B B KodeKul SD SD SPBD NIM 200 234 234 Nilai 65 85 45 2.

2. buatlah bahasa SQL untuk menambahan mahasiswa dengan NI 6 dan Nama Edmon.e-Book 3 4 5 Edna jurica Emilia Anastasia Famili Yogya Klaten yogya Hak Cipta 2007 1.61 - . Buatlah bahasa SQL untuk menghapus data mahasiswa yang beralamat di klaten. sebutkan isi table mahasiswa jika dijalankan perintah SQL berikut : update ahasiswa Set Nama = ’Jamaica Endrina ’ Where NIM = 3 . Tunjukan hasilnya! . 3.

Fk1 PK. Fk2 PK.1 Relasi antar tabel Dengan asumsi isi dari tabel-tabel dala basis data adalah sebagai berikut : Tabel 10.1 Isi tabel Mahasiswa NIM 200 201 202 234 323 324 ThnMasuk 1999 1999 2000 2000 2000 2000 Nama Nita Mariana Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Emilia Fery Aryanto . Fk2 Fk Kelas KodeKu KuliahTeori Dosen PK.e-Book BAB X MENGAKSES DATA Hak Cipta 2007 Untuk membantu memahami pemahaman mengenai SQL. Fk2 Kelas KodeKul NIM PK Mahasiswa NIM KRSTeori PK PK. Fk1 PK. Fk2 PK. Fk2 Kelas KodeKul NIM Nilai ThnMasuk Nama Nilai Matakuliah PK KodeKul Kuliah SKSTeoril SKSPraktek KuliahPraktikum PK.62 - . perhati9kan relasi basis data berikut : KRSPraktikum PK PK. Fk2 Fk Kelas KodeKu NIP NIP Lab PK NIP Nama Gambar 10.

Kom Suyanto. MM Tabel 10.3 Isi tabel Matakuliah KodeKul SD SPBD MM PT Kuliah Struktur data Bais Data Multimedia Pengenalan Pascal SKSTeori 2 2 2 0 SKSPraktek 1 2 0 2 Tabel 10.5 Isi tabel KuliahPraktikum Kelas A B A B A KodeKul SD SD SPBD SPBD MM NIP 068 066 066 067 067 Lab I I I II II .S. S.2 Isi tabel Dosen NIP 066 067 068 056 Nama Kusrini.63 - . M. S.Kom Erik H.4 Isi tabel KuliahTeori Kelas A B A B A KodeKul SD SD SPBD SPBD MM NIP 066 067 068 066 056 Tabel 10.e-Book 325 400 425 426 2000 2001 2001 2001 Miranda Jamil Astrina Damayanti Gogon Nandito Ananda Miranti Tabel 10.Kom Hak Cipta 2007 Khusnawi.

form. . Operasi ini digunakan untuk mendaftar semua atributyang diinginkan sebagai hasil suau query. yaitu : select..6 Isi tabel KRSTeori Kelas A A B B A A B B A KodeKul SD SD SD SD SPBD SPBD SPBD SPBD MM NIM 200 202 234 323 200 234 324 323 324 Hak Cipta 2007 Nilai 40 80 50 30 15 100 25 34 65 Tabel 10. dan where. Sebuah query SQL biasanya mempunyai bentuk : Select kolom_1 .e-Book Tabel 10. STRUKTUR BAHASA Struktur dasar dari ekspresi SQL terdiri dari tiaga klausa.7 Isi tabel KRSTeori Kelas A A B B A A B A A KodeKul SD SD SD SD SPBD SPBD SPBD PT PT NIM 200 201 200 234 323 324 234 234 202 Nilai 23 43 65 85 35 76 45 87 45 A. Kolom_2 . Klausa Form berhubungan dengan operasi Cartesian-product dari aljabar relasional. Klausa Select berhubungan dengan operasi proyeksi dari aljabar relasional. Operasi ini terdiri dari sebuah predikat yang menyangkut atribut-atribut relasi yang muncul dalam klausa from.64 - . Kolom_n .. Klausa opersi ini terdiri dari sebuah predikat seleksi dari aljabar relasional. Operasi ini mencatat semua relasi yang di”scan” dalam evaluai suatu query.

Misalnya untuk menampilkan semua kolom pada tabel mahasiswa. Dari contoh di atas. Klausa Where Contoh query : ”temukan semua NIM dari relasi mahasiswa yang namanya Gogon Nandito”. KRSTeori K Where M. *.e-Book Form Tabel_1 .65 - .KodeKul. maka query-nya akan mencatat setiap nama_mhs setiap kali nama_mhs tersebut ditentukan dalam relasi Mahasiswa. Query-nya : Select nama form Mahasiswa Hasil dari query terebut adalah sebuah relasi sebuah atribut tunggal dengan nama nama. -.Nilai * M.KodeKul = K.SKSTeori Form MataKuliah M. maka dapat disisipkan perintas distinct setelah select. Tabel_2 . Tapi dalam prakteknya untuk menghilangkan duplikasi tuple sangat memakan waktu. 2. Query-nya ditulis sebgai berikut : Select NIM . K. Untuk kasus diatas jika diinginkan untuk menghilangkan duplikasi. Jika tuple yang terduplikasi diinginkan hilang maka query diatas ditulis ulang sebagai berikut : Klausa select dapat juga mengandung operasi aritmatika yaitu operator : +. Bahasa query formal bersifat matematis dimana relasi adalah sebuah himpunan sehingga tuple-tuple yang telah muncul tidak akan muncul lagi (tidak akan terjadi duplikasi tuple). Contoh query berikut : Select K. Untuk menampilkan semua kolom dari suatu tabel. bisa digunakan * sebagai pengganti penyebutan nama-nama kolomnya. Klausa Select Hak Cipta 2007 Contoh : ” tentukan nama-nama mahasiswa dari relasi Mahasiswa”. Oleh karenanya itu SQL memungkinkan terjadinya duplikasi tersebut.NIM. K. … Tabel_n Where Kondisi 1. / dan operasi terhadap konstanta atau atribut dari tuple.KodeKul SQL-92 juga menyediakan tipe data spesial seperti tipe date dan memungkinkan beberapa fungsi aritmatika untuk beroperasi pada tipe-tipe ini.

dapat ditulis sebagai berikut : .66 - . Contoh : untuk menentukan data mahasiswa yang nim-nya antara 210 dan 400. Contoh : ”contoh semua data yang masuk pada tahun 2001. ditulis sebagai berikut : Select * Form Mahasiswa Where NIM between 210 and 400 Query tersebut akan menghasilkan daftar sebagai berikut : ThMasuk 2000 2000 2000 2000 2001 NIM 234 323 324 325 400 Nama Romi Amanda Emilia Fery Aryanto Miranda Jamil Astrina Damayanti 3. Operasi Rename / Alias SQL menyediakan mekanisme operasional rename untuk relasi dan atribut. Nama Form Mahasiswa Where ThMasuk = 2001 4. tentukan NIM dan Namanya”. SQL juga memiliki perintah between untuk menentukan apakah suatu nilai lebih kecil dari pada atau sama dengan suatu nilai dan lebih besar dari pada atau sama dengan suatu nilai lain. or. Dalam SQL ditulis : Select NIM. Klausa Form From digunakan untuk menyebutkan nama tabel sumber data yang akan diambil. Operasional rename dalam SQL menggunakan klausa as dengan bentuk : Nama lama as nama baru Contoh : jika atribut dengan nama ThMasuk akan diganti dengan nama Angkatan.e-Book Form Mahasiswa Where nama = `Gogon Nandito’ Hak Cipta 2007 SQL menggunakan konektivitas logika and. dan not dalam klausa where.

Untuk mendapatkan semua mata kuliah yang ditawarkan dikuliah teori atau praktikum. Tabel 1 Tabel 2 Contoh : a. Union identik dengan U (gabungan ). ”SPBD”. (Select KodeKul from KuliahTeori) Union (select KodeKul from KuliahPraktikum) Hasilnya : “MM” .67 - . “SD” dan “SPBD” . b. intersect. ”SD” dan ”SPBD”. c. ThMasuk as Angkatan Form Mahasiswa Where NIM = 234 Qurey tersebut akan menghasilkan daftar sebagai berikut : Nama Romi Amanda Angkatan 2000 Hak Cipta 2007 B. Operasi Union Operasi ini digunakan untuk menggabungkan hasil dari beberapa query.e-Book Select Nama. Untuk mendapatkan semua mata kuliah yang ditawarkan di kuliah teori. dan except. Untuk mendapatkan semua mata kuliah yang ditawarkan di kuliah praktikum Select KodeKul from KuliahPraktikum Hasilnya : ”PT” . OPERASI HIMPUNAN Operasi-operasi himpunan pada SQL-92 meliputi : union. ”SD” . Intersect identik dengan expect (tidak) identik ~ pada aljabar relasional. “PT” . (irisan) dan 1. Select KodeKul from KuliahTeori Hasilnya : ”MM” .

Bentuk query-nya akan menjadi : (Select KodeKul from KuliahTeori) Intersect (select KodeKul from KuliahPraktikum) Hasil dari query tersebut adalah : ”SD dan ”SPBD” Operai intersect secara otomatis menghilangkan duplikasi. sehingga query-nya menjadi : (Select KodeKul from KuliahTeori) Intersect all (select KodeKul from KuliahPraktikum) Sehingga hasilnya menjadi ”SD”. Apabila terdapat duplikasi maka yang akan ditampilkan hanya salah satu. Jika diinginkan adanya akan ditulis ulang dengan bentuk : (Select KodeKul from KuliahTeori) Union all (select KodeKul from KuliahPraktikum) 2.68 - Tabel 2 . Operasi Intersect Operasi intersect digunakan ketika diinginkan hasil dari 2 query. akan ditampilkan daftar mata kuliah yang ditawarkan baik dikuliah teori maupun di kuliah praktikum. Tabel 1 Tabel 2 Dengan menggunakan Contoh 1 dan 2 pada Bab 7.e-Book Hak Cipta 2007 Operasi union akan menampilkan semua hasil pencarian pada seleksi pertama dan seleksi kedua secara unik. hasil yang akan ditampilkan adalah semua hasil query pertama yang tidak terdapat dalam hasil query kedua. dimana yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut. ”SD” dan ”SPBD”. Operasi Except Operasi except digunakan untuk menampilkan hasil dari 2 buah query dimana. Jika diinginkan duplikasi tetap ada ditulis intersect all. 3. ”SPBD”. Tabel 1 .

FUNGSI-FUNGSI AGREGASI Operator agregasi merupakan salah satu bahasan penting materi SQL dalam perbandingan dengan relasi aljabar. akan mengembalikan nilai tekecil dari suatu atribut. semua kondidsi dinilai satu saat : satu kondisi selalu merupakan sbuah predikat yang dinilai pada masing-masing tuple secara terpeisah laiinnya. atau rata-rata nilai mahasiswa pada suatu mata kuliah.69 - . Misalnya ingin diketahui jumlah peserta yang ikut kuliahteori. sum. C. akan mengembalikan nilai besar dari suatu artibut. Max berasal dari kata maximum. maka tulis : except all. Sementara untuk operator count dapat bertipe non-numerik. untuk mendapatkan rata-rata nilai mahasiswa yang ikut kuliah teori. Jika diinginkan ada. gunakan sintaks berikut : . Dalam relasi aljabar. Sum mengembalikan jumlah item dari suatu atribut. Fungsi-fungs diatas telah tersedia. min dan max harus bertipe numerik. ditulis : (select KodeKul from KuliahTeori) except (select KodeKul from KuliahPraktikum) Dari query tersebut akan dihasilkan : ”MM” Operasi except secara otomatis menghilangkan duplikasi. Min berasal dari kata minimum. Yang termasuk operator dari kata avarage. Sering terjadi diinginkan untuk menilai sebuah properti yang tergantung pada sekelompok tuple. Bentuk umum dari fungsi agregasi adalah : Select avg I min I max I sum I count (nama_kolom) From nam_tabel [Where kondisi] Contoh : 1.e-Book Hak Cipta 2007 Contoh : untuk mendapatkan semua mahasiswa yang mengikuti kuliah teori tetapi tidak mengikuti kuliah praktikum. akan mengembalikan nilai rata-rata dari suatu atribut. Input untuk avg.

e-Book Select avg (nilai) From KRSTeori Hak Cipta 2007 2. Count ( * ) as Jumlah From KRSTeori Group by KodeKul Query tersebut akan menghasilkan : KodeKul MM SD SPBD Jumlah 1 4 4 Jika suatu fungsi diterapkan pada group/kelompok yang dibentuk oleh group by. Atribut dalam bahasa klausa group by digunakan untuk membentuk gruop/kelompok. kolom_2. avg I min I max I sum I Count (kolom_n+1)] From nam_tabel [Where kondisi] Group by kolom_1.. gunakan sitaks berikut : Select count (* ) From KRSTeori Jika fungsi agregasi ingin diterapkan pada kelompok himpunan tuple. maka gunakan klausa group bye.. untuk mendapatkan jumlah peserta kuliah teori. maka dapat digunakan pada klausa having setelah group by. kolom_2. . Artinya tuple-tuple yang mempunyai nilai yang sama pada semua atribut dalam bahasa klausa group-by dimasukan dalam satu group/kelompok.kolom_n Contoh : Untuk mencari jumlah peserta kuliah teori yang dikelompokan berdasarkan mata kuliahnya : Select KodeKul.kolom_n [. avg I min I max I sum I Count (kolom_n+1)] . Bentuk umum dari klausa ini adalah : Select kolom_1.. .70 - . . kolom_2... Bentuk umum dari klausa ini menjadi : Select kolom_1. Nama atribut/kel.....kolom_n [.

e-Book From nam_tabel [Where kondisi] Group by kolom_1, kolom_2, ....kolom_n Having avg I min I max I sum I Count (kolom_n+1) Contoh :

Hak Cipta 2007

Untuk menampilkan mata kuliah teori yang mempunyai rata-rata nilai mahasiswanya diatas 45, gunakan sintaks berikut : Select KodeKul, avg (Nilai ) as Nilai From KRSTeori Group by KodeKul Having avg (Nilai) > 45 KodeKul MM SD Nilai 65 50

Atau : Select KodeKul From KuliahTeori Group by KodeKul Having avg (Nilai) > 75 Hasilnya : Nilai 65 50

Having memiliki fungsi hampir sama dengan where, yaitu sama-sama memberi batasan dari tuple yang akan ditampilkan. Namun ada perbedaan antara where dengan having. Where digunakan untuk membatasi pada level tuple, sedangkan having memberi batasan pada level group. Fungsi agregasi count sering digunakan untuk menghitung jumlah tuple dalam suatu relasi. Notasi fungsi ini dalam SQL adalah count ( * ). Jadi untuk mentukan jumlah tuple dalam relasi mahasiswa, ditulis : Select count ( * ) from mahasiswa

- 71 -

e-Book D. SOAL LATIHAN

Hak Cipta 2007

Dengan menggunkan table yang memiliki relasi seperti tergambar pada Gambar 10.1 dan data pada table 10.1 sampai 10.7, buatlah query untuk : 1. Menampilkan seluruh data mahasiswa dari tabel mahasiswa. 2. Menempilkan alamat asal mahasiswa (unik). 3. Menampilkan jumlah kelas teori berdasarkan mata kuliah.

BAB XI QUERY ANTAR TABEL

A. JOIN ANTAR TABEL Ada kalanya diperlukan suatu informasi yang merupakan gabungan dari beberapa tabel. Misalnya diinginkan data NIM (tabel Mahasiswa), nama (tabel Mahasiswa). Kodekul (tabel krsteori).

- 72 -

e-Book
NIM NAMA 324 Fery Arianto 200 Nita Mariani 202 Farhan Saleh 200 Nita Mariani 234 Romi Amanda 234 Romi Amanda 323 Emilia 323 Emilia 324 Fery Aryanto KODEKUL MM SD SD SPBD SPBD SD SD SPBD SPBD

Hak Cipta 2007
NILAI 65 40 80 15 100 50 30 34 25

B. QUERY DENGAN DUA BUAH TABEL Untuk menghasilkan informasi seperti tertera pada table 11.1 diperlukan query dengan 2 buah table, yaitu table mahasiswa dan table KrsTeori. Adapun bentuk query-nya adalah sebagai berikut : SELECT mahasiswa.NIM , Mahasiswa.nama , From mahasiswa , krsteori Where mahasiswa.NIM = krsteori.NIM Bentuk umum query 2 buah table atau lebih adalah sebagai berikut : SELECT Tabel1. Kolom1 , Tabel1.Kolom2 , ..., Tabel1.Kolomn , Tabel2.Kolom1 , Tabeln.Kolom2 , ..., Tabel2.Kolomn , ... Tabeln.Kolom1 , Tabeln.Kolom2 , ..., Tabeln.Kolomn FROM Tabel1 , Tabel2 , ..., Tabeln Where kondisi ;

C. MENGGUNAKAN ALIAS Nama tabel yang digunakan dalam query antar tabel bisa diberikan nama alias. Bentuk pemberian nama alias : SELECT alias1.kolom , alias2.kolom FROM tabel1 alias1 , tabel2 alias2 WHERE kondisi ;

- 73 -

e-Book

Hak Cipta 2007

Dalam hal ini, kondisi bisa menggunkan alias juga. Sebagai contoh, perhatikan perintah dibawah ini : SELECT m.NIM , m.nama k.kodekul , k.nilai FROM mahasiswa m , krsteori k WHERE m.NIM = m..NIM

D. PERKALIAN ALIAS Bentuk paling sederhana dari penggabungan dua buah table akan membentuk perkalian kartesian (cartesian product) atau biasa juga disebut cross join atau full join. Hal ini diperoleh kalu klausa WHERE tidak disebutkan. Sebagai contoh, perkalian kartesian adalah sebagai berikut : SELECT * FROM mahasiswa , krsteori Pada prakteknya, operasi seperti ini jarang berguna dan dapat menimbulkan proses yang sangat lama sekiranya masing-masing tabel mengandung data yang besar.

E. EQUIJOIN Yang disebut dengan adalah penggabungan antar tabel yang menggunakan operator sama dengan ( = ) pada kondisi dalam klausa WHERE untuk membandingkan satu kolom dengan kolom lainya. Contoh-cotoh diatas tadi merupakan contoh equijoin.

F. SELF-JOIN Self-join merupakan upaya penggabungan ari tabel yang sama. Misalnya, untuk memperoleh pasangan nama mahasiswa yang NIM-nya < = 300 dengan mahasiswa dengan NIM > 300 seperti tertera a\pada query berikut : SELECT x . nama , y . nama FROM mahasiswa x , mahasiswa y WHERE x . nim < = 300 And y . nim > 300 Hasil dari query tersebut adalah seperti tercantum dibawah ini : NAMA Nita Mariani Fitri Lutfia NAMA Emilia Emilia

- 74 -

kodekul FROM dosen d . dilakukan qurey berikut : Contoh Inner Join : SELECT d . k . INNER JOIN DAN OUTTER JOIN Equijoin seringkali dibedakan menjadi dua kategori. Untuk melihat perbedaan kedua macam equijoin ini. yaitu inner wquijoin (atau disingkat inner join) dan outer equijoin (atau disingkat outer join). nip = k .75 - . nip . nama . kuliahpraktikum k WHERE d . nip .e-Book Farhan Saleh Romi Amanda Nita Mariani Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Nita Mariani Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Nita Mariani Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Nita Mariani Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Nita Mariani Fitri Lutfia Farhan Saleh Romi Amanda Emilia Emilia Fery Arianto Fery Arianto Fery Arianto Fery Arianto Miranda Jamil Miranda Jamil Miranda Jamil Miranda Jamil Astrina Damayanti Astrina Damayanti Astrina Damayanti Astrina Damayanti Gogon Nandito Gogon Nandito Gogon Nandito Gogon Nandito Ananda Mirtani Ananda Mirtani Ananda Mirtani Ananda Mirtani Hak Cipta 2007 G. d .

S. LEFT JOIN kuliahpraktikum k ON d . S. S.Kom 67 Erik Hadi Saputra.Kom 66 Kusrini. d .Kom 68 Khusnawi.Kom 68 Khusnawi. nip Hasilnya : NIP NAMA 67 Erik Hadi Saputra. nip .Kom KODEKUL PT SD SD SPBD SPBD .Kom 66 Kusrini.Kom 66 Kusrini. nama . S.Kom Hak Cipta 2007 KODEKUL PT SD SD SPBD SPBD Contoh Left Join : SELECT d .Kom 68 Khusnawi.e-Book Hasilnya : NIP NAMA 67 Erik Hadi Saputra. M. nip . d . RIGHT JOIN kuliahpraktikum k ON d .76 - .Kom 67 Erik Hadi Saputra. S. kodekul FROM dosen d . S. M. nip = k .Kom KODEKUL NULL SD SPBD PT SD SPBD Contoh Right Join : SELECT d . MM 67 Erik Hadi Saputra.Kom 66 Kusrini. S.Kom 67 Erik Hadi Saputra. S.Kom 66 Kusrini. k . nip = k . nama . nip Hasilnya : NIP NAMA 65 Suyanto. M. k . M. S. M.Kom 66 Kusrini. kodekul FROM dosen d . M.

Bagi data yang tidak memiliki pasangan akan diberi pasangan dengan NULL. k . baik kiri maupun kanan statement full join dengan paaangannya. d .e-Book Contoh Full Join : SELECT d . kodekul . nip . k . d . MM 67 Erik Hadi Saputra. nip . Dengan menggunakan right join. S. Meskipun ada data tersebut tetap ditampilkan dengan pasangan dengan NULL. semua informasi yang ditampilakan adalah data dari tabel sebelah kanan statement right join beserta pasangannya dari tabel sebelah kiri.Kom 68 Khusnawi. Berikut adalah contoh join 3 tabel dengan manggunakan right join : .Kom 66 Kusrini. nip = k . Inner join bisa dilakukan terhadap lebih dari dua tabel. matakuliah m WHERE d . Dalam inner join penambahan tabel dapat dilakukan seperti pada contoh berikut ini : SELECT d . Apabila diinginkan untuk menjoin terlebih dari 2 tabel. nip ON K . informasi yang ditampilakan adalah dari kedua tabel. M. M. nama . kodekul FROM dosen d .Kom Hak Cipta 2007 KODEKUL NULL SD SPBD SD PT SPBD Dengan menggunakan inner join. S. Dengan kata lain semua data dari tabel kiti mendapat pasangan data dari tabel sebelah kanan. Pada full join. nip Hasilnya : NIP NAMA 65 Suyanto. informasi yang ditampilkan adalah berasal dari dua tabel yang berisi data sesuai dengan syarat dibelakang on (tidak boleh null). nama . M .77 - .Kom 67 Erik Hadi Saputra. FULL JOIN kuliahpraktikum k ON d . S. kuliahpraktikum k . Kuliah FROM dosen d . join hanya dapat dilakukan terhadap 2 tabel. maka 2 tabel pertama harus di-join terlebih dahulu untuk kemudian hasil join tersebut dianggap sebagai satu tabel dan dapat di-join habis.Kom 66 Kusrini. KodeKul Sementara pada outer join. nip = k . KodeKul = M .

perbandingan himpunan. Right Join kuliahpraktikum k . KodeKul H. nip ) Right Join Matakuliah M ON K . PERBANDINGAN HIMPUNAN Perhatikan query berikut : “Temukan nim mahasiswa yang mendapatkan nilai SPBD lebih dari nilai dari nilai SPBD yang diperoleh mahasiswa dengan NIM 200”. k . nip = k . SELECT nip . dan kardinalitas himpunan. nip . d . Kuliah Hak Cipta 2007 FROM ( dosen d . I. nama . QUERY BERSARANG (NESTED QUERY) Subquery tersarang biasanya digunakan untuk melakukan test keanggotaan himpunan. matakuliah m ON d . Query-nya nim SELECT nim FROM krsteori WHERE nilai > all ( SELECT nilai FROM krstoeri WHERE nim = 200 AND kodekul = ‘SPBD’ ) AND kodekul = ‘SPBD’ .e-Book SELECT d .78 - . KEANGGOTAAN HIMPUNAN Untuk melakuakan test keanggotaan himpunan digunakan in dan not in. kodekul . KodeKul = M . Contoh : Untuk mendapatkan semua nim dan nama mahasiswa yang nimnya terdaftar dalam krsteori. nama FROM mahasiswa WHERE nim in ( SELECT in FROM krstoeri ) J. M .

KodeKul. 2. Nilai. SOAL LATIHAN Hak Cipta 2007 Dengan menggunakan tabel yang memiliki relasi seperti tergambar pada Gambar 10. buatlah quey untuk : 1. IPK.1 s/d 10.7. SKS. 3. . Menampilan data mahasiswa yang mengambil mata kuliah teori yang diambil. terdiri dari : NIM.79 - . NAMA. Tampak data mahasisawa beserta indeks prestasi komulatif (IPK) dengan tampilan : NIM.e-Book K. Menampilkan data mahasiswa beserta mata kuliah teori yang diambil.1 dan data pada Tabel 10. SD. Nama.

H.Basis data..80 - . Penerbit Informatika. D. Database Processing : Dasar-dasar. . & Silberschats A. Database System Concepts. Desain dan Implementasi.Graw Hill Kristanto. Hak Cipta 2007 Kadir.Penuntun Praktis Belajar SQ. Konsep dan Perancangan Database.F. 1991. Yogyakarta : Penerbitan ANDI. 1999. C. H. Penerbit Erlangga.Yogyakarta: Penerbit ANDI. Kroenke. 1994. A 2002. Bandung .e-Book DAFTAR PUSTAKA Fatansyah.. Korth.M 2005.