P. 1
patofisiologi infark

patofisiologi infark

|Views: 396|Likes:
Published by Arum Munawaroh

More info:

Published by: Arum Munawaroh on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

FAKTOR RESIKO Faktor risiko biologis yang tak dapat diubah, yaitu : 1.

Usia dan jenis kelamin Memasuki usia 45 tahun bagi pria. Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari

kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung. Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi). Wanita mulai menyusul pria dalam hal resiko penyakit jantung setelah mengalami menopause. 2. Ras Orang Afrika lebih rentan terhadap aterosklerosis daripada orang kulit putih 3. Riwayat keluarga Riwayat keluarga yang positif terhadap penyakit jantung koroner (saudara atau orang tua yang menderita penyakit ini sebelum usia 50 tahun) meningkatkan kemungkinan timbulnya aterosklerosis prematur. Pentingnya pengaruh genetik dan lingkungan masih belum diketahui. Komponen genetik dapat diduga pada beberapa bentuk aterosklerosis yang nyata, atau yang cepat perkembangannya, seperti pada gangguan lipid familial. Tetapi, riwayat keluarga dapat pula mencerminkan komponen lingkungan yang kuat seperti misalnya gaya hidup yang menimbulkan stres atau obesitas. Faktor-faktor resiko lain yang masih dapat diubah adalah : 1. Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi danKadar Kolesterol HDL rendah. Resiko terjadinya penyakit arteri koroner meningkat pada peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah. Jika terjadi peningkatan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik), maka resiko terjadinya penyakit arteri koroner akan menurun. 2. Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Obesitas sering didapatkan bersama-sama dengan hipertensi. Obesitas Obesitas adalah kelebihan jumlah lemak tubuh > 19 % pada lakilaki dan > 21 % pada perempuan . karena takut gemuk. lemak jenuh yang banyak terdapat dalam makanan sejenis junk food juga mampu merangsang hati untuk memproduksi banyak kolesterol. DM. sebenarnya sebagai perokok aktif. sehingga menyebabkan hipertropi ventrikel kiri atau pembesaran ventrikel kiri (faktor miokard). Keadaan ini tergantung dari berat dan lamanya hipertensi. Resiko PJK akan jelas meningkat bila BB mulai melebihi 20 % dari BB ideal. Kebiasaan merokok Banyak wanita perokok yang tidak mau mengubah kebiasaannya. risiko kematian akibat penyakit jantung sama besarnya dengan penyakit paru-paru. Kolesterol yang mengendap lama-kelamaan akan menghambat aliran darah dan oksigen sehingga menggangu metabolisme sel otot jantung 5. 3. kendati merokok biasanya diasosiasikan dengan gangguan paru-paru. tetapi tetap membahayakan jantung karena dapat mengakibatkan pengerasan pembuluh nadi serta mengacaukan irama jantung. Sejumlah kecil nikotin dalam rokok merupakan racun bagi tubuh. penderita yang gemuk dengan kadar kolesterol yang tinggi dapat menurunkan kolesterolnya dengan mengurangi berat badan melalui diet ataupun menambah exercise. trigliserida) di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi bisa mengakibatkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh arteri kororner (arteroklerosis). . Sedangkan. Hobi makan junk food Makanan kaya lemak yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan penumpukan zatzat lemak (kolesterol. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan LDL kolesterol . Nikotin yang terserap dalam setiap hisapan rokok memang tidak mematikan. Padahal. Diabetes.Peningkatan tekanan darah merupakan beban yang berat untuk jantung. 4. 6. dan hipertrigliseridemi.

yang pada akhirnya menyebabkan perubahan sistem konduksi jantung sehingga jantung mengalami disritmia. Sering stress. Stres yang berlarut-larut membuat denyut jantung dan tekanan darah meningkat. Iskemik yang berlangsung lebih dari 30 menit menyebabkan kerusakan otot jantung yang ireversibel dan kematian otot jantung (infark). merokok. . dan cepat marah juga memicu timbulnya penyakit tersebut. Penelitian menunjukkan laki-laki yang menderita DM resiko PJK 50 % lebih tinggi daripada orang normal. sedangkan pada perempuaan resikonya menjadi 2x lipat. Hal ini tentu membuat jantung bekerja lebih berat dan pada akhirnya akan meningkatkan risiko penyakit jantung. 7. Timbunan plak menimbulkan lesi komplikata yang dapat menimbulkan tekanan pada pembuluh darah dan apabila ruptur dapat terjadi thrombus.Intoleransi terhadap glukosa sejak dulu telah diketahui sebagai predisposisi penyakit pembuluh darah. Faktor-faktor ini disertai dengan proses kimiawi terbentuknya lipoprotein di tunika intima yang dapat menyebabkan interaksi fibrin dan patelet sehingga menimbulkan cedera endotel pembuluh koroner. Selain mengurangi berat badan. Interaksi tersebut menyebabkan invasi dan akumulasi lipid yang akan membentuk plak fibrosa. Asam laktat yang meningkat menyebabkan nyeri dan perubahan pH endokardium yang menyebabkan perubahan perubahan elektrofisiologi endokardium. Jarang berolahraga Wanita yang tidak aktif bergerak mempunyai risiko 2-3 kali lebih besar menderita serangan jantung. Thrombus yang menyumbat pembuluh darah menyebabkan aliran darah berkurang. 8. sehingga suplay O2 yang diangkut darah ke jaringan miokardium berkurang yang anaerob yang berakibat penumpukan asam laktat. hipertensi dan lain-lain. olahraga teratur dapat memperkuat otot jantung dan memperbaiki sistem peredaran darah. PATOFISIOLOGI Infark miokard akut sering terjadi pada orang yang memiliki satu atau lebih faktor resiko seperti : obesitas. Tingkah laku yang serba terburu-buru.

Sedang otot yang iskemik disekitarnya juga mengalami gangguan dalam daya kontraksi secara fungsional infark miokardium akan mengakibatkan perubahan-perubahan pada daya kontraksi. penurunan stroke volume. pengurangan ejeksi peningkatan volume akhir sistolik dan penurunan volume akhir diastolik vertrikel. .Miokardium yang mengalami kerusakan otot jantung atau nekrosis tidak lagi dapat memenuhi fungsi kontraksi dan menyebabkan keluarnya enzim dari intrasel ke pembuluh darah yang dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. gerakan dinding abnormal. Sedangkan efek ke depan terjadinya penurunan COP sehingga suplai darah dan oksigen sistemik tidak adekuat sehingga menyebabkan kelelahan. Dalam jangka waktu 24 jam timbul oedem sel-sel dan terjadi respon peradangan yang disertai infiltrasi leukosit. Keadaan tersebut diatas menyebabkan kegagalan jantung dalam memompa darah (jatuh dalam dekompensasi kordis) dan efek jantung ke belakang adalah terjadinya akumulasi cairan yang menyebabkan terjadinya oedem paru--paru dengan manifestasi sesak nafas. Otot jantung yang infark mengalami perubahan selama penyembuhan. Mula-mula otot jantung yang mengalami infark tampak memar dan sianotik karena darah didaerah sel tersebut berhenti. Infark miokardium akan menyebabkan fungsi vertrikel terganggu karena otot kehilangan daya kontraksi.

stroke volume . vasospasme arteri koroner & terbentuk thrombus oklusif Sumbatan arteri koroner Aliran darah arteri koroner ke jantung O2 dan nutrisi Jaringan miokard iskemik Nekrosis >30 mnt Kerusakan miokard irreversibel Mula2 Memar & sianotik Odema sel & terjadi respon radang disertai infiltrasi leukosit fungsi vertrikel terganggu Suplai dan kebutuhan O2 ke jantung tidak seimbang Suplai O2 ke miokard Kematian otot (infark miokard) Metabolism anaerob Nyeri Hipoksia seluler Integritas membrane sel berubah Kontraktilitas daya kontraksi. gerakan dinding abnormal.Interaksi antara Ateroskerosis koroner. volume akhir sistolik dan volume akhir diastolik vertrikel Timbunan asam laktat Fatique Takut kematian Cemas Intoleransi aktivitas Resiko penurunan curah jantung Kegagalan pompa jantung COP Resiko Gangguan perfusi jaringan Gagal jantung Resiko kelebihan vulome cairan ekstravaskuler . ruptur plak. pengurangan ejeksi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->