P. 1
Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil 1a

Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil 1a

|Views: 354|Likes:
Published by lismarinanay1141

More info:

Published by: lismarinanay1141 on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2013

pdf

text

original

Mual dan Muntah Pada Ibu Hamil

By admin - Posted on 04 February 2011 Biasanya mual dan muntah dialami oleh ibu ibu hamil pada bulan 0 sampai 4 bulan. Ada yang tidak mengalaminya sama sekali namun ada juga ada yang sampai terganggu dengannya. Mual dan muntah dapat mengganggu aktivitas sehari hari dan mengganggu pemandangan orang di sekitar kita. Orang lain mungkin terganggu denagn kehadiran kita yang sibuk bolak balik ke kamar mandi membuang muntah atau membawa kantong plastik untuk membuang muntah. Oleh sebab itu usahakan agar mual dan muntah ini dapat berkurang. Di internet terdapat beberapa informasi dan tips mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil yaitu:
  

http://drdidiksuprayitno.blogspot.com/2010/08/mual-muntah-dalam-kehamilan.html http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/mualmuntah.htm http://www.dechacare.com/Mual-Muntah-Dalam-Kehamilan-I256.html

Untuk mengatasi mual dan muntah usaha lahiriah yang dapat dilakukan antara lain:
      

Menghindari benda benda yang berbau tajam yang dapat menimbulkan rasa mual Jaga adab makan antara lain: makan secukupnya, kunyah pelan pelan, duduk, dll Kurangi rasa mual dengan beberapa alternative makanan atau minuman seperti air jahe, air jeruk nipis, rujak, balado, atau apa saja sesuai denagn selera anda. Beberapa mungkin lebih memilih buah buahan dan sayur saja, sedangkan beberapa orang lebih menyukai makanan denagn cabai. Atur menu agar pola makan seimbang. Jangan terlalu banyak makan karena itu pun dapat menyebabkan mual.  PENYEBAB DAN PENANGANAN MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL Mual muntah memang merupakan salah satu tanda kehamilan. Sekitar 70% wanita hamil akan mengalaminya. Yang terpenting, justru mencegahnya jangan sampai terjadi dehidrasi karena selain membahayakan ibu, juga akan membahayakan janin. DARI WAJAR HINGGA BERLEBIHAN Yang perlu digarisbawahi, mual-muntah, yang dalam istilah medisnya disebut emesis gravidarum, merupakan sesuatu yang wajar jika dialami pada usia kehamilan 8 hingga 12 minggu. Pada keadaan normal, mual-muntah berangsur membaik saat usia kehamilan 16 minggu. Tapi sekitar 12 % ibu hamil masih mengalami mual hingga 9 bulan kehamilannya. Mual muntah yang berlebihan sehingga tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke tubuh, disebut hiperemesis gravidarum. Keadaan ini dibagi 3 tingkatan. Tingkat 1,

muntah terjadi terus menerus hingga ibu hamil merasa lemas, tidak nafsu makan, BB turun, dan nyeri ulu hati. Tingkat 2, keadaan ibu semakin lemah, apatis, kulit keriput, mata cekung, bau aseton pada napas. Sedangkan tingkat 3, kesadaran ibu bisa menurun bahkan bisa sampai koma. Peristiwa hiperemesis gravidarum ini sudah tak wajar karena bisa membuat ibu kekurangan cairan yang juga tak menguntungkan janin. Akibat dehidrasi, maka aliran darah ke janin pun ikut berkurang. Pada awal kehamilan, hidup janin layaknya parasit. Ia memperoleh asupan dari cadangan lemak di tubuh ibu. Bila cadangan tersebut berkurang akibat mual-muntah yang berlebihan, maka asupan bagi janin pun akan berkurang sehingga bisa terjadi gangguan pertumbuhan. Kasus mual muntah tingkat 3 dimana ibu sampai kehilangan kesadaran akibat mual muntah pada saat ini jarang terjadi. Jika dokter sudah menegakkan diagnosa hiper-emesis maka terapi yang dilakukan adalah pengobatan dengan cairan. Sistem tubuh ibu hamil pun akan normal kembali, sehingga tidak sampai mengakibatkan gangguan kesadaran. PENYEBAB Mengapa bisa terjadi mual-muntah pada ibu hamil? Mual atau nausea, pada bulan-bulan pertama kehamilan disebabkan meningkatnya produksi hormon estrogen yang memancing peningkatan keasaman lambung. Jika frekuensi mual muntah lebih sering di pagi hari, itu karena jarak antara waktu makan malam dengan makan pagi cukup panjang. Akibatnya, perut kosong mengeluarkan asam lambung yang membuat ibu merasa lebih mual. Ada juga teori yang mengatakan, biang keladi mual-muntah tak lain adalah faktor HCG (Human chorionic gonodotropin). Hormon ini dihasilkan plasenta (ari-ari) selama awal kehamilan. Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa mual. Fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-14 minggu. Pada saat ini biasanya mual-muntah akan berhenti. Teori lain mengatakan, sel-sel plasenta (villi korialis) yang menempel pada dinding rahim awalnya ditolak oleh tubuh karena dianggap sebagai benda asing. Reaksi imunologik inilah yang memicu terjadinya reaksi mual-mual. Perubahan metabolisme glikogen hati akibat kehamilan juga dianggap sebagai penyebab mual-muntah. Namun, setelah terjadi penyesuaian terhadap sel-sel plasenta dan terjadi kompensasi metabolisme glikogen di dalam tubuh, maka rasa mual itu akan lenyap. Faktor terakhir yang juga kerap menentukan adalah faktor psikologis ibu hamil.Contoh, ibu hamil yang mengalami stres akibat kehamilan tak diinginkan bisa mengalami mual

dan muntah, Dalam tubuhnya terjadi penolakan. Akhirnya timbul rasa mual. Namun begitu, penyebab hiperemesis gravidarum sampai kini belum diketahui pasti. Salah satu kemungkinannya, yaitu hormon HCG yang berlebihan. Mungkin juga karena adaptasi ibu hamil pada hormon-hormon yang timbul selama kehamilan kurang baik. Kemampuan beradaptasi ibu hamil, nyatanya memang sangat idiviudal seperti halnya reaksi alergi. Ibaratnya kalau makan udang, ada orang yang makan sedikit saja sudah alergi, tapi ada juga yang bisa makan banyak tanpa reaksi apa pun pada tubuhnya. Gangguan enzim juga diperkirakan sebagai penyebab mual-muntah berlebihan. Sakit mag, misalnya, dapat memperberat kondisi mual-muntah pada kehamilan. Hal ini mungkin agak bertolak belakang dengan teori yang menyatakan bila ibu penderita mag, maka selama hamil sakitnya itu akan hilang. Asumsinya, kehamilan membuat gerak usus melambat hingga pengosongan lambung pun jadi ikut melambat. Keadaan seperti ini pada beberapa ibu dapat membuat sakit magnya tidak kambuh semasa hamil, tapi ada juga yang tetap sakit mag. Ini dikarenakan pola makannya yang salah. Contohnya, ibu hamil yang kerap menyantap rujak saat perutnya kosong. Akibatnya, asam lambung meningkat dan menimbulkan luka pada lambung atau sakit mag. PENANGANAN Jika setiap kali makan bahkan minum selalu disertai muntah, frekuensi berkemih berkurang, dan jumlah urin sedikit, maka dengan indikasi hiperemisis gravidarum seperti itu ibu hamil perlu dirawat. Pada kasus yang lebih parah biasanya suami akan melaporkan kalau istrinya bertambah lemas dan mukanya pucat . Kalau badan sudah lemas terusmenerus artinya ibu sudah mengalami dehidrasi. Untuk memperoleh kepastian diagnosa, ibu harus melalui pemeriksaan urin di laboratorium. Jika air seninya mengandung zat keton berarti ibu hamil positif harus masuk rumah sakit. Selama perawatan awal, biasanya semua intake makanan dan minuman harus melalui cairan infus. Pasien umumnya akan dipuasakan selama 6- 8 jam agar lambungnya dapat beristirahat. Setelah itu pemberian makan akan dilakukan secara bertahap. Mulai dari makanan cair, makanan semipadat hingga makanan biasa. Selama itu, ibu pun akan mendapat obat antimual. Bahkan bila sampai mengalami luka lambung karena intake yang kurang, maka dokter akan mengobatinya dengan obat antimag. Pada umumnya, dalam 24 jam gejala mual akan menghilang. Petumbuhan janin juga dipantau melalui USG. Namun ibu tetap merupakan prioritas

utama yang mendapat perhatian dalam pengobatan. Dengan asumsi jika asupan kalori ibu hamil tercukupi, maka janin pun akan memperoleh makanan yang cukup melalui plasenta. Lama perawatan di rumah sakit tergantung pada kondisi ibu, tapi rata-rata 2-3 hari. Jangan lupa, dukungan moril dari keluarga untuk menenangkan jiwa ibu hamil sangat diperlukan. Selesaikan masalah yang membebani selama ini. Intinya, lepaskan diri dari segala macam stres. PERHATIKAN MAKANAN Setelah lepas dari perawatan rumah sakit, bukan berati masalah selesai begitu saja. Bagaimanpun, ibu hamil yang mengalami mual-muntah berlebihan mesti cermat dalam pengaturan makan. Berikut beberapa kiat pengaturan makanan: * Pada prinsipnya gangguan perut dapat diatasi dengan tidak membiarkannya kosong. Jadi makanlah dalam porsi kecil tapi sering. * Sajikan makanan dan minuman dalam keadaan hangat karena bisa membuat lambung yang terasa perih seperti terelaksasi. * Setiap bangun pagi jangan lupa sarapan. Bila nafsu makan belum ada, nikmati saja biskuit dengan teh hangat misalnya. * Makanlah makanan berkarbohidrat tinggi. Mual-muntah mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak dipakai oleh tubuh untuk mengganti energi yang hilang. * Hindari makanan yang dapat membuat kembung karena perut akan terasa penuh tapi masih tetap lapar. Keadaan ini akan memperparah karena setiap kali perut diisi, muntah akan terjadi lagi. Kacang tanah merupakan contoh makanan yang dapat membuat kembung. Biasanya kacang tanah digunakan sebagai bumbu pada gado-gado, asinan, siomay, sate, dan ketoprak. * Macam makanan lain yang perlu dibatasi adalah, ketan, nangka, sayur nangka, sayur asem, buah-buahan yang asam atau yang dapat mengiritasi lambung. * Makanan yang mengandung banyak santan, seperti masakan padang pun perlu dibatasi karena santan membuat kerja lambung menjadi lebih berat. * Waspadai juga cuka dan kopi.
Apa itu Morning sickness ? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan). Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum). Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!

Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan: • Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering. • Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll • Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri. • Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda. • Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat. • Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan. • Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil. Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya. • Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya. • Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-) Ingat! Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum). Percayalah Morning sickness atau mual muntah pada kehamilan awal ini akan segera berlalu tanpa anda sadari dan ini akan menjadi salah satu pengalaman menarik selama kehamilan anda---bayangkan saja tentang si kecil yang akan segera hadir membawa sejuta kebahagian.:)

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

MESKIPUN belum diketahui penyebabnya, mual muntah dalam masa kehamilan berhubungan dengan perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita hamil. Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta (ari -ari). Hormon ini berfungsi untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur, yang berdampak pada kehamilan agar sehat dan lancar. Namun selain itu, hormon ini diduga berefek menimbulkan mual dan muntah terlebih pada tiga bulan kehamilan (trimester pertama) dan akan turun kembali setelah bulan keempat. Oleh karena itu mual muntah ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah memasuki bulan keempat. Disamping hormon HCG ini, hormon estrogen dianggap juga turut menjadi penyebab mual muntah pada wanita hamil. Mengenal Bahaya Hiperemesis Gravidarum Mual muntah dalam masa kehamilan adalah suatu yang normal dan berlangsung hanya pada trimester pertama, namun terkadang timbul mual muntah yang sangat parah yang disebut Hiperemesis Gravidarum . Tanda - tandanya adalah sebagai berikut :
    

Berat badan turun 2,5 s/d 5 kg atau lebih selama trimester pertama. Tidak dapat menelan makanan atau minuman apapun selama 24 jam terakhir. Air kencing berwarna kuning sangat gelap atau tidak kencing selama 8 jam terakhir. Muntah sangat sering kadang bisa setiap jam atau lebih. Mual sangat hebat sehingga selalu muntah saat makan.

Oleh karena itu, kita harus mewaspadai hal ini dan harus segera menghubungi dokter Anda. Jika dibiarkan bisa menimbulkan kematian bagi ibu dan bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Tips untuk mencegah mual muntah :
        

Menghindari makanan berbau tajam, asap rokok atau parfum yang berbau menyengat yang dapat menjadi pemicu mual muntah. Beberapa suplemen makanan dapat membantu mengurangi mual muntah seperti minuman jahe atau vitamin B6. Makanlan makanan yang diinginkan ketika tubuh mampu menerimanya. Jangan segera berbaring setelah makan, sebaiknya duduk tegak selama beberapa saat agar tidak kembung atau mual. Hindari banyak minum saat makan, tunggulah 30 menit setelah makan baru minum air. Di luar waktu makan Anda diharapkan untuk minum lebih banyak. Makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering (tiap 2-3 jam) untuk menghindari mual tanpa beresiko kekurangan gizi. Pola makan yang lengkap dan seimbang. Istirahat yang cukup. Konsultasi ke dokter kandungan Anda jika mual muntah masih berlanjut

Cara Mengurangi, Mengatasi atau Menghilangkan Rasa Mual Pada Kehamilan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Rasa mual biasanya muncul di awal-awal masa kehamilan trimester pertama (1-3 bulan). Hal ini terjadi karena penyesuaian tubuh ibu terhadap adanya janin dalam rahimnya. Tubuh ibu mulai mengadakan beberapa perubahan besar agar dapat menerima kehadiran janin selama 37 minggu ke depan yang penuh dengan pertumbuhan dan perubahan. Kelenjar-kelenjar pada sistem endokrin dan plasenta akan meningkatkan produksi hormonnya. Volume darah akan bertambah dan rahim anda membesar. Penyebab rasa mual dan muntah itu belum diketahui secara pasti, tetapi menurut beberapa ahli, rasa mual dan muntah dalam masa awal kehamilan sangat berhubungan dengan perubahan kadar hormonal dalam tubuh wanita hamil. Ketika wanita hamil maka akan terjadi peningkatan kadar Homor chorionic gonadotropin (HCG) yang berasal dari plasenta atau ari-ari. Hormon ini akan berfungsi untuk menjaga kecukupan produksi hormon estrogen dan progesteron dari indung telur dalam rahim, yang berpengaruh pada kehamilan agar sehat, kuat dan lancar. Hal ini akan terjadi pada sekitar 70 persen wanita hamil yang akan hilang dengan sendirinya pada bulan ke 3 atau ke 4. Pada persentase yang lebih kecil, rasa mual ini tidak hilang sampai saat melahirkan. Ada banyak obat dan cara mengatasi atau menghilangkan rasa mual dan muntah pada masa awal kehamilan. Karena daya penciuman meningkat tajam, maka hindari hal-hal yang menyebabkan bau tak sedap yang tidak disukai, misalnya parfum, bau keringat badan, bau dapur, asap rokok, ataupun bau lainnya. Setiap wanita biasanya berbeda keadaannya. Minum vitamin atau suplemen yang mengandung vitamin B6. Mengonsumsi jahe dalam berbagai bentuk hasil makanan atau makanan ringan atau gula-gula/permen. Jangan langsung berbaring setelah makan. Biasanya wanita hamil akan merasa mudah capek sehingga akan selalu tiduran. Kurangi minum banyak langsung setelah makan, tunggu sekitar 30 menit. Dalam keadaan ini, minumlah sekedarnya setelah makan hanya untuk membasahi mulut. Setelah 30 menit barulah minum secara normal. Makan dalam porsi sedikit tetapi sering, atau dapat diselingi dengan makanan ringan. Umumnya hal ini akan menyebabkan kegemukan. Hindari makanan berlemak. Konsultasi ke dokter. Ada satu cara lain lagi dalam mengurangi/mengatasi/menghilangkan rasa mual dan muntah pada masa awal kehamilan yaitu mengonsumsi buah Kundur. MENGONSUMSI BUAH KUNDUR UNTUK MENGATASI MUAL MUNTAH PADA KEHAMILAN MUDA Buah Kundur memiliki banyak nama : Kundur (Melayu, Riau, Bali, Sunda) Kundo (Aceh) Gundur (Batak) Kundus (Minangkabau) Serdak (Lampung) Baligo/Beligo (Jawa) Kondur (Madura) Lela (Roti Nusa Tenggara) Komelingan (Timor) Kusmanda (Sanskerta) Dong Gua (China) Ash Gourd Wax Gourd White Gourd, Winter Melon Nama ilmiah : Benincasa hispida Sinonim : Cucurbitafarinosa Bl, ; C. villosa Bl. Jadi ketika ke pasar, coba tanya sama penjual "Mas... ada jual Benincasa hispida sp.?" Nah karena penjualnya adalah lulusan jurusan Botani, maka akan dijawabnya, "Ga ada mba, yang ada cuma Cucurbitafarinosa Bl. dan sebagian Cucurbitafarinosa villosa Bl. Mba mau?" Si mba akan menjawab, "Ga deh, saya cuma mau beli Kundur aja!" Hemmm... ini pembicaraan ngaco banget. Cara mengolah Buah Kundur untuk mengurangi rasa mual dan muntah pada kehamilan dari resep keluarga Belah buah kundur. Buang bijinya. Kerok isi buahnya dan masukkan ke dalam mangkok. Banyaknya tergantung kebutuhan. Kukuslah kerokan buah kundur itu selama 1 jam tepat. Campurkan dengan gerusan gula batu secukupnya. Jika ingin menambah rasa, dapat ditambahkan garam. Makanlah sedikit demi sedikit. Manfaat Buah kundur ini adalah untuk menetralkan asam di lambung

sehingga rasa mual dan muntah akan hilang. Silahkan mencoba. Read more at: http://www.attayaya.net/2011/03/cara-mengurangi-mual-muntahpada.html Diambil dari tulisan aslinya di http://www.attayaya.net

Tips Mengatasi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Muda
Posted by admin on September 4, 2011 · Leave a Comment

Kehamilan merupakan salah satu anugerah terindah dalam hidup seorang wanita. Masa kehamilan sembilan bulan ini menjadi penantian yang menarik, cukup menegangkan, dan sekaligus membahagiakan. Berbagai perasaan bercampur menjadi satu. Wanita menjadi lebih sensitif terhadap berbagai perubahan yang terjadi baik pada tubuhnya maupun respon lingkungan sekitarnya. Ini dipengaruhi juga oleh faktor hormon yang berubah ketika wanita memasuki masa kehamilan. Perubahan-perubahan ini berdampak pada timbulnya berbagai keluhan-keluhan fisiologis yaitu keluhan yang wajar terjadi dan masih dalam batas normal. Wanita yang sedang hamil – apalagi hamil pertama- sering kali harap-harap cemas terhadap kehamilannya. Tiga bulan pertama masa kehamilan atau yang lebih dikenal sebagai trimester I kehamilan oleh sebagian wanita dirasakan sebagai momok. Ini disebabakan adanya perubahan yang cukup signifikan pada tubuh wanita hamil. Hormon yang berperan pada masa kehamilan ini antara lain hormon estrogen, progesteron, human Chorionic Gonadotropin (hCG), human somatomammotropin, prolaktin, dsb. Perubahan hormonal ini berakibat pada perubahan anatomi dan fisiologi (bentuk dan fungsi) sistem reproduksi, sistem perkemihan, sistem peredaran darah, sistem metabolisme tubuh, sistem persarafan, peredaran darah, dan sistem pernafasan. Pada artikel kali ini, kita akan membahas salah satu dampak perubahan metabolisme bagi tubuh dan penanganannya, sedangkan dampak lainnya akan dibahas pada artikel berikutnya. Peningkatan kadar hormon estrogen dan hCG mengakibatkan perubahan peristaltik sehingga terjadi peningkatan asam lambung. Umumnya, gejala yang sering terjadi yaitu kembung, konstipasi (susah buang air besar), lebih sering lapar atau nafsu makan meningkat, menginginkan makanan tertentu (menigidam), dan mual dan muntah-muntah.

Pada kehamilan trimester I mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) merupakan kejadian fisiologis yang sering terjadi. Pada 60 -80% wanita primi gravida (hamil pertama) dan 40-60% multigravida (hamil kedua dan seterusnya) terjadi mual muntah pada trimester awal. Mual muntah ini terjadi pada pagi hari sehingga dinamakan morning sickness. Pada beberapa wanita hamil, mual muntah ini justru terjadi pada malam hari menjelang tidur. Mual muntah ini timbul pada minggu ke-6 dan berakhir kira-kira pada minggu ke-16 kehamilan. Mual muntah ini masih disebut fisiologis apabila:
  

Frekuensi kurang atau sama dengan 10 kali dalam satu hari Tidak mengganggu aktivitas, atau ibu hamil masih dapat melakukan aktivitas yang wajar (tidak tirah baring) Masih dapat makan atau minum meskipun pada beberapa ibu hamil nafsu makannya cenderung menurun

Bilamana wanita hamil mengalami mual muntah pada trimester awal, penanganan yang dapat dilakukan di rumah untuk mengatasinya antara lain:

 

   

Apabila mual muntah terkadi pada pagi hari, pastikan ketika bangun tidur di pagi hari, posisi bangun dimulai dari miring kiri. Posisi ini ada mambantu ibu hamil keseimbangan saraf pusat sehingga mual dapat dikurangi Sediakan cemilan atau roti kering dan air hangat di sebelah tempat tidur. Sebelum beranjak dari tempat tidur, usahakan ibu hamil makan sedikit cemilan dan minum air putih hangat. Kondisi perut yang kosong dapat memicu mual muntah Setelah muntah, biasanya ibu hamil merasa lebih baik dan lebih segar. Pada saat ini sebaiknya ibu hamil mulai minum minuman hangat dan segera makan Mual juga dapat dicegah maupun diatasi dengan air jahe, wedang jahe, manisan jahe, asinan jahe. Senyawa bioaktif yang terdapat ada jahe dapat membantu mengatasi mual muntah. Olahan jahe ini dapat diminum sebelum maupun setelah makan Kurangi mengkonsumsi makanan-makanan dengan lemak berlebih, misalnya gorengan, olahan lemak daging, dan masakan berminyak lainnya Kurangi makanan yang merangsang, seperti masakan yang terlalu pedas, terlalu asam, dan menggunakan banyak bahan penyedap rasa Kurangi minuman bersoda. Minuman bersoda dapat memicu peningkatan asam lambung sehingga meningkatkan rasa mual Kurangi mengkonsumsi minuman dingin. Minuman dingin ketika masuk ke dalam tubuh harus dihangatkan terlebih dahulu di dalam tubuh sebelum digunakan dalam proses pencernaan, sehingga tubuh bekerja lebih keras. Sebaiknya minun minuman hangat karena minuman hangat lebih mudah diterima oleh tubuh dibandingkan minuman dingin. Sebaiknya makan sayur dan buah lebih banyak. Dianjurkan agar konsumsi buah dan sayur dalam satu hari mencapai 1/2 kg sehari. Tidak usah khawatir, 1/2 kg sehari itu tidak banyak. Hanya butuh sebuah apel/pisang/jeruk atau sepotong melon/pepaya/ dan semangkuk kecil sayur setiap kali makan. Sayur dan buah ini membantu proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengatasi mual muntah

 

Porsi makan sedikit tetapi sering. Ibu hamil tidak harus makan tiga kali sehari. Ibu hamil dapat makan 5-6 kali sehari dengan porsi kecil, sehingga tidak terjadi sensasi penuh pada lambung seperti ketika makan dengan porsi sedang Vitamin B6 dapat mengatasi mual muntah. Silakan konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan untuk dosis dan penggunaannya Relaksasi dan tenangkan diri. Yakinkan pada diri sendiri bahwa mual muntah ini akan segera berakhir dan ibu hamil akan menikmati hari-hari berikutnya dengan kehamilan yang sehat

Menurut Sastrawinata (2004), hiperemesis gravidarum atau mual muntah berlebih terjadi hanya pada 4 : 1000 kehamilan. Pada keadaan ini diperlukan penanganan lebih lanjut sesuai dengan berat ringannya gejala klinis yang ditimbulkan. al muntah berlebih ini memerlukan Pada wanita hamil yang mengalami mual muntah ini, hanya 5% yang memerlukan penanganan serius. Dengan informasi ini diharapkan ibu hamil muda dapat mengatasi masalah mual muntah yang dihadapi sehingga tidak sampai memerlukan penanganan di rumah sakit. Enjoy your pregnancy!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->