BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai organisasi, wewenang delegasi, koordinasi dan tentang manajemen, serta penyusunan personalia. B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Organisasi? 2. Bagaimanakah Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi? C. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui pengertian Organisasi 2. Mengetahui Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi

1

Mooney mengatakan “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana. Adanya kehendak untuk bekerja sama 2 . Adanya tujuan bersama 2. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. “ sedang Chester I. Adanya kerjasama dua orang atau lebih 3. James D. Definisi Organisasi (Organization) Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : 1. Adanya pembagian tugas 4. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal.BAB I PENDAHULUAN I. 2. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan. Organisasi A. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian.

Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi. yaitu : 1. Spesialisasi kegiatan 2. Strategi organisasi pencapaian tujuan. 3. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1. Bentuk Horisontal 4. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Koordinasi kegiatan 3. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Struktur Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5. Bentuk-bentuk Organisasi Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. koordinasi. Rantai perintah 3. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan. Bentuk Vertikal 3.B. Ukuran satuan kerja C. Pembagian kerja 2. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 5. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. Standarisasi kegiatan 4. standarisasi. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu : 1. 4. 2. Bentuk Melingkar 3 . Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Bentuk Piramidal 2.

Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis. b. b. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan. Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli. Rasa solidaritas tinggi. e. Garis komando berjalan secara tegas. Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil. apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja. 4 . Organisasi Garis Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. Kelemahannya : a. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. serta apapun tujuan perusahaan.Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas : 1. 2. Kebaikannya : a. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas. daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. d. Kebaikannya : a. karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan. c. Organisasi Garis dan Staf Dianut oleh organisasi besar. diciptakan oleh Henry Fayol. Proses pengambilan keputusan cepat. c. b. juga karyawan yang rajin dan malas. jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi.

Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki. Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja b. Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan. Kebaikannya : a. Rasa solidaritas menjadi berkurang. karena pimpinan masih dalam satu tangan. Kelemahannya : a. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci. c. c. d. d. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. Organisasi Fungsional Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. d. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik. c. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula. Koordinasi berjalan lancar dan tertib. 5 . e. karena karyawan menjadi tidak saling mengenal. Kelemahannya : a. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas. 3. karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi.c. Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf. Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi. Solidaritas kerja. g. b. f. b. semangat kerja karyawan tinggi. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas. Kesatuan komando berkurang.

Kebaikannya : a. setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut. Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci. 3. yaitu : 1. dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur. organisasi tunggal. 4. organisasi informal. organisasi jamak. karena tanggung jawabnya sama. Tanggung jawabnya tidak jelas. Organisasi Statis : Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan. Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team. c. Organisasi Formal : Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional. Organisasi Formal dan Informal Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis. b. Organisasi Dinamis : Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi. 6 . D. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan. organisasi daerah.4. organisasi internasional dan lain sebagainya. organisasi regional. tugas dan tanggung jawab. organisasi dinamis. Kelemahannya : a. karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil. 2. Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarutlarut yang menghambat pelaksanaan tugas. organisasi negara. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini. c. Organisasi Informal : Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama. mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang. b. organisasi formal. Organisasi Panitia Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja.

Departementasi (Departementation) Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. 2. Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. a. Umpan balik yang lambat d. Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. langganan. Kelemahannya : a. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama b. Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah. dan proses. Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi A. Macam bentuk departementasi yaitu : 1. Departemen Devisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. pemasaran. dimana tiap divisi merancang. Memusatkan pada kepentingan tugasnya e. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. Kebaikannya : a. transportasi dan lain sebagainya. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas c. Memusatkan keahlian organisasi d. tenaga kerja. b. Departementasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Menciptakan konflik antar fungsi b. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi.II. c. wilayah. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. 7 .

Koordinasi (Coordination) Untuk melihat kemampuan seorang manajer dalam memimpin dan melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya. Koordinasi harus berkesinambungan. B. Beban tiap bagian tidak terlalu berat. b. yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. b. 2. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. karena adanya keseimbangan antar bagian. Skedul kerja saling terkait sehingga menjamin penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Koordinasi harus terpadu. c. sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi. yang dikenal sebagai rentang manajemen. sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian. Pedoman Koordinasi : a. Koordinasi harus terpusat. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan. Kebaikan dan Habatan Koordinasi yang Efektif Kebaikan : a. Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. c.c. 8 . d. selalu terjadi. pelayanan. Tiap bagian akan memperoleh infor-masi yang jelas dalam partisipasi pencapaian tujuan dan tahu peranan-nya masing-masing sehingga dapat memberikan saran dan komentar ter-hadap kemungkinan ketidak serasian antar bagian. ingat bahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dan keinginan berbeda. 1. dengan ujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain.

2) Hubungan lateral (horizontal). b. Pengertian rentang manajemen dapat bermacam-macam ada yang mengatakan span of control. demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik. Berapa sebenarnya bawahan seorang manajer agar manajer dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien.Kelemahan : a. Perbedaan orientasi antar pribadi d.Hubungan kelompok langsung . Bawahan yang terlalu banyak kurang baik. dengan membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat dimana informasi diperlukan. b. Pendekatan Untuk Mencapai Koordinasi yang Efektif a. dimana semakin sempit tentang manajemen struktur organisasi akan berbentuk “tall” sedang rentang manajemen yang melebar akan membentuk struktur organisasi “flat” yang berarti tingaktan manajemen semakin sedikit. Kedua.Hubungan silang. yaitu : 1) Sistem informasi vertikal. Pertama rentang manejemen mempengaruhi penggunaan efisiensi dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dan bawahan mereka. penyaluran data-data melalui tingkatan-tingkatan organisasi. Perbedaan tiap bagian dalam orientasi pencapaian tujuan. span of attention atau span of supervition. Rentang Manajemen (Span of Control) Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. Ada beberapa hubungan lateral : . Koordinasi ini dapat ditingkatkan dengan melalui dua cara. 9 . Perbedaan dalam formalitas struktur 3. rencana dan tujuan sebagai dasar bertindak. C. Ada dua alasan mengapa penentuan rentang yang baik dan tepat. Perbedaan dalam orientasi waktu c. Komunikasi ini bisa di dalam atau di luar lantai perintah. span of authority.Hubungan langsung . Menggunakan pendekatan teknik-teknik dasar manajemen yang berupa hirarki manajerial. adanya hubungan antara rentang manajemen dengan struktur organisasi. Disini belum ada ketentuan yang pasti berapa seharusnya bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya. Meningkatkan koordinasi potensial bila tiap bagian saling tergantung satu dengan lainnya serta lebih luas dalam ukuran dan fungsi.

keputusan. 1. Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi. Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi : 1. Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya. Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut. 10 . dengan cara mempengaruhi individu. untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Wewenang ( Authority ) Wewenang merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. Tidak menyimpang dari tujuan organisasi 3. Wewenang ini berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu : a. Berdasarkan teori penerimaan ( acceptance theory of authority ) wewenang timbul hanya bila hal diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver ). Hani Handoko membagi wewenang dalam dua sumber. tidak bertentangan dengan kepentingan pribadi 4.D. b. Memahami kominikasi tersebut 2. Wewenang yang bersifat informal. pengalaman dan kepemimpinan. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi. mampu secara mental dan phisik untuk mengikutinya. respek dan merasa terikat pada pimpinan. Wewenang formal merupakan wewenang pemberian atau pelimpahan dari orang lain. yaitu teori formal ( pandangan klasik ) dan teori penerimaan. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melalukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai T. besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut. Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal. kelompok.

pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik.Menurut sumbernya wewenang dibagi menjadi : a. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi atau perusahaan. ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan. f. Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan. 2. Staf di dalam melaksanakan fungsinya tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan utama perusahaan atau organisasi. dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah. b. Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya. e. Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain. kekuasaan dan menghukum. Lini Dan Staf Staf tugasnya memberi layanan dan nasehat kepada manajer dalam pelaksanaan suatu kegiatan. E. Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil. suaka. d. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan. c. ditegur. Dalam pengetatan yang harus dibuat oleh organisasi dalam saat yang 11 . Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang. 3. perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya. Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya. Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab ( responsibility yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya.

Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan 2. 1. 5. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu : 1. inisiatif. tanggung jawab serta akuntabilitas. 3. Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja 2. 2. Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan. metode observasi. Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditunjuk yaitu: 1. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner. 12 . Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar. Kemauan baik dan optimis Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan. memberi rekomendasi konsultasi pada personalia lini. Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan. 4. Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk 3. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan. pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah. wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi. kesehatan yang baik.kritis ditentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staff ini tergantung dari situasi yang dihadapi. Punya semangat kerja sama yang ramah 4. Wewenang Staf ( Staff authority ) Yaitu hak para staf atau spesialis untuk menyarankan. metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. Wewenang lini ( Lini Authority ) Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya. Kesederhanaan 6.

Proses Penyusunan Personalia Fungsi ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif 6. apakah hanya sampai kepala bagian. Sentralisasi Dan Desentralisasi Sentralisasi berarti ada pemutusan dalam pendelegasian wewenang pada tingkat atas. yaitu lingkungan eksternal yaitu semua faktor diluar organisasi yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi organisasi dan lingkungan internal yaitu semua factor di dalam organisasi. Proses penyusunan personalia terdiri atas : 1. Penyebaran geografis organisasi 5. kepala devisi atau kepala cabang dan lain sebagainya. sedangkan desentralisasi berhubungan dengan sampai dimana manajer melimpahkan wewenangnya kepada bawahan. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi 3. 13 . Penarikan tenaga kerja 3. Karakteristik organisasi lainnya. Penyeleksian tenaga kerja 4. 8. Ada faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi yaitu : 1. Filsafat manajemen 2. Startegi dan lingkungan organisasi 4. Penyusunan Personalia ( Staffing ) 1. Pemberian balas jasa dan penghargaan 8. Perencanaan sumber daya manusia 2. Ternyata dengan desentralisasi tugas dan wewenang semua kegiatan dimonitor secara cepat dan tepat. Penilaian pelaksanaan kerja karyawan 7. Kualitas manajer G. Pengenalan dan orientasi organisasi 5. Perencanaan dan pengembangan karier.F. Latihan dan pengembangan karyawan 6. Keanekaragaman produk dan jasa 7.

Dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan koordinasi management agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. 14 . Kesimpulan Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.BAB III PENUTUP A. sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful