BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Banyak bentuk organisasi di masyarakat, misalnya negara, partai politik, perkumpulan masyarakat, bahkan bentuk organisasi yang paling kecil yaitu keluarga dan lain sebagainya. Kata organisasi mempunyai dua pengertian umum, yaitu sebagai suatu lembaga atau fungsional, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, perwakilan pemerintah, perwakilan dagang, perkumpulan olah raga dan lain sebagainya, lainnya sebagai proses pengorganisasian pengalokasian dan penugasan para anggotanya untuk mencapai tujuan yang efektif. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai organisasi, wewenang delegasi, koordinasi dan tentang manajemen, serta penyusunan personalia. B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Organisasi? 2. Bagaimanakah Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi? C. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui pengertian Organisasi 2. Mengetahui Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi

1

Unsur-unsur dasar yang membentuk organisasi yaitu : 1. Organisasi dalam arti badan yaitu kelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Adanya kehendak untuk bekerja sama 2 . Bernard memberikan pengertian organisasi yaitu suatu system aktivitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi A. “ sedang Chester I. Adanya tujuan bersama 2. Organisasi dalam arti bagan yaitu gambaran skematis tentang hubungan kerjasama dari orang-orang yang terlibat dalam organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Mooney mengatakan “Organisasi yaitu bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersana. James D. Organisasi merupakan proses untuk merancang struktur formal. 2. Adanya kerjasama dua orang atau lebih 3.BAB I PENDAHULUAN I. Jadi organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : 1. Dua aspek utama dalam organisasi yaitu departementasi dan pembagian kerja yang merupakan dasar proses pengorganisasian. Adanya pembagian tugas 4. Definisi Organisasi (Organization) Pengorganisasian (organizing) merupakan proses penyusunan anggota dalam bentuk struktur organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dengan sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya baik intern maupun ekstern. mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas diantara para anggota untuk mencapai tujuan.

Bentuk Horisontal 4. Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi. Spesialisasi kegiatan 2. Koordinasi kegiatan 3. Bentuk Piramidal 2. 2. Rantai perintah 3. yaitu : 1. Pembagian kerja 2. Hodges dapat digambarkan sebagai berikut : 1. standarisasi.B. 3. Ukuran satuan kerja C. Bentuk-bentuk Organisasi Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departementasi yang menunjukkan hubungan kerja sama. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu : 1. Standarisasi kegiatan 4. sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja. Kemampuan dan cara berpikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan. Struktur ini terdiri dari unsur spesialisasi kerja. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari : 1. Tipe pekerjaan yang dilaksanakan 4. Bentuk Vertikal 3. 4. Tingkatan manajemen Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Bentuk Melingkar 3 . koordinasi. Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan 5. Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi. Strategi organisasi pencapaian tujuan. Struktur Organisasi Didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi. Pengelompokan segmen-segmen pekerjaan 5.

diciptakan oleh Henry Fayol. e. b. c. Staf yaitu orang yang ahli dalam bidang tertentu tugasnya memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat pimpinan di dalam organisasi. c. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja. Kelemahannya : a. daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran. Rasa solidaritas tinggi. Ciri-ciri bentuk organisasi ini yaitu organisasinya masih kecil. Organisasi Garis dan Staf Dianut oleh organisasi besar. 4 .Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan atas : 1. Terdapatnya pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adaya staf ahli. 2. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas. d. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan. juga karyawan yang rajin dan malas. Organisasi Garis Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana. b. serta apapun tujuan perusahaan. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui. Kebaikannya : a. Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil. Kebaikannya : a. jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal serta spesialisasi kerja belum tinggi. b. Garis komando berjalan secara tegas. Proses pengambilan keputusan cepat. karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.

karena pimpinan masih dalam satu tangan. Kebaikannya : a. d. Organisasi Fungsional Organisasi yang disusun atas dasar yang harus dilaksanakan. e. 3. Pengambilan keputusan dapat cepat walaupun banyak orang yang diajak berkonsultasi. Organisasi ini dipakai pada perusahaan yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas. Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu spesiali-sasi. f. Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaannya disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki. g. karena karyawan menjadi tidak saling mengenal. Koordinasi kurang baik pada tingkat staf dapat mengakibatkan adanya hambatan pelaksanaan tugas. 5 . c. Rasa solidaritas menjadi berkurang. Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan. b. Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan. karena atasan dengan staf dapat terjadi adanya perintah sendiri-sendiri padahal kewenangannya berbeda. b. Pembidangan tugas menjadi lebih jelas. d. Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas yang terperinci. Kelemahannya : a.c. Koordinasi berjalan lancar dan tertib. Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja b. Solidaritas kerja. semangat kerja karyawan tinggi. Prinsip penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat pula. Kelemahannya : a. c. d. c. Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering timbul konflik. Perintah-perintah menjadi kabur dengan nasehat dari staf. Kesatuan komando berkurang.

6 . mengadakan departementasi dan menetapkan wewenang. Kreatifitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan. 2. setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut. Koordinasi kerja telah dibahas oleh suatu team. Kelemahannya : a. Ada beberapa saja yang akan dibahas di sini. Organisasi Dinamis : Yaitu kegiatan yang berhubungan dengan usaha merencanakan skema organisasi. Kemungkinan pimpinan bertindak otoriter sangat kecil. c. b. b.4. Organisasi Informal : Yaitu kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan yang disadari tapi akhirnya mempunyai tujuan bersama. organisasi regional. Organisasi Formal : Yaitu sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional. organisasi formal. Kebaikannya : a. organisasi informal. D. Organisasi Statis : Yaitu gambaran skematis hubungan-hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan. tugas dan tanggung jawab. karena tanggung jawabnya sama. 4. organisasi dinamis. Tanggung jawabnya tidak jelas. organisasi negara. Organisasi Panitia Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja. Organisasi Formal dan Informal Ragam arti organisasi banyak sekali seperti organisasi statis. 3. organisasi jamak. karena faktor kreatifitas lebih dipentingkan. yaitu : 1. Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan terperinci. dimana kedudukan dan fungsi-fungsi yang dilakukan tampak kabur. organisasi daerah. organisasi internasional dan lain sebagainya. Proses pengambilan keputusan memerlukan diskusi yang berlarutlarut yang menghambat pelaksanaan tugas. organisasi tunggal. c.

Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif. Menciptakan konflik antar fungsi b. pemasaran. Koordinasi Management antar Bagian dalam Organisasi A. Kelemahannya : a. Departementasi (Departementation) Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi. Departementasi Fungsional Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi. dimana tiap divisi merancang. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi. memproduksi dan memasarkan produknya sendiri. Pengelompokkan kegiatan atas dasar tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas c. 2. Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi. Struktur ini dipakai bila teknologi pemrosesan dan metode pemasaran sangat berbeda. langganan. Departemen Devisional Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk. 7 . Macam bentuk departementasi yaitu : 1. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku. wilayah. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama b. Memusatkan pada kepentingan tugasnya e. Kebaikannya : a. tenaga kerja. Struktur organisasi divisional atas dasar produk Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. dan proses. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.II. a. transportasi dan lain sebagainya. b. c. Umpan balik yang lambat d. Memusatkan keahlian organisasi d.

keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi. d. c. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. karena adanya keseimbangan antar bagian. sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. Pedoman Koordinasi : a. terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan. dengan ujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain. selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya. sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian. ingat bahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dan keinginan berbeda. Koordinasi (Coordination) Untuk melihat kemampuan seorang manajer dalam memimpin dan melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya. Kebaikan dan Habatan Koordinasi yang Efektif Kebaikan : a. Tiap bagian akan memperoleh infor-masi yang jelas dalam partisipasi pencapaian tujuan dan tahu peranan-nya masing-masing sehingga dapat memberikan saran dan komentar ter-hadap kemungkinan ketidak serasian antar bagian. selalu terjadi. Koordinasi harus berkesinambungan. Koordinasi harus terpadu. b. c. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional. Beban tiap bagian tidak terlalu berat. yang dikenal sebagai rentang manajemen. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung. Koordinasi harus terpusat. 8 .c. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk. Skedul kerja saling terkait sehingga menjamin penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. b. pelayanan. 1. B. 2.

dimana semakin sempit tentang manajemen struktur organisasi akan berbentuk “tall” sedang rentang manajemen yang melebar akan membentuk struktur organisasi “flat” yang berarti tingaktan manajemen semakin sedikit. Perbedaan dalam orientasi waktu c. Ada beberapa hubungan lateral : . Ada dua alasan mengapa penentuan rentang yang baik dan tepat. C. dengan membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat dimana informasi diperlukan. Disini belum ada ketentuan yang pasti berapa seharusnya bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya.Hubungan langsung . Pengertian rentang manajemen dapat bermacam-macam ada yang mengatakan span of control. adanya hubungan antara rentang manajemen dengan struktur organisasi. 2) Hubungan lateral (horizontal). Meningkatkan koordinasi potensial bila tiap bagian saling tergantung satu dengan lainnya serta lebih luas dalam ukuran dan fungsi.Kelemahan : a. Bawahan yang terlalu banyak kurang baik. Perbedaan orientasi antar pribadi d. Koordinasi ini dapat ditingkatkan dengan melalui dua cara. Perbedaan tiap bagian dalam orientasi pencapaian tujuan. Perbedaan dalam formalitas struktur 3.Hubungan kelompok langsung . Pertama rentang manejemen mempengaruhi penggunaan efisiensi dari manajer dan pelaksanaan kerja efektif dan bawahan mereka. span of authority. demikian pula jumlah bawahan yang terlalu sedikit juga kurang baik. penyaluran data-data melalui tingkatan-tingkatan organisasi. b. yaitu : 1) Sistem informasi vertikal. span of attention atau span of supervition. Pendekatan Untuk Mencapai Koordinasi yang Efektif a. rencana dan tujuan sebagai dasar bertindak.Hubungan silang. 9 . Komunikasi ini bisa di dalam atau di luar lantai perintah. Berapa sebenarnya bawahan seorang manajer agar manajer dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien. Menggunakan pendekatan teknik-teknik dasar manajemen yang berupa hirarki manajerial. Kedua. Rentang Manajemen (Span of Control) Prinsip rentang manajemen berkaitan dengan jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer. b.

Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu : a. Wewenang ( Authority ) Wewenang merupakan syaraf yang berfungsi sebagai penggerak dari pada kegiatan-kegiatan. kelompok. mampu secara mental dan phisik untuk mengikutinya. Wewenang yang bersifat informal. 1.D. Kekuasaan ( power ) yaitu kemampuan untuk melakukan hak tersebut. Wewenang ini berasal dari tingkat masyarakat yang sangat tinggi dan secara hukum diturunkan dari tingkat ke tingkat. b. 10 . Chester Bamard mengatakan bahwa seseorang bersedia menerima komunikasi yang bersifat kewenangan bila memenuhi : 1. Tidak menyimpang dari tujuan organisasi 3. pengalaman dan kepemimpinan. respek dan merasa terikat pada pimpinan. dengan cara mempengaruhi individu. Wewenang dapat diartikan sebagai hak untuk memerintah orang lain untuk melalukan atau tidak melakukan sesuatu agar tujuan dapat tercapai T. Hani Handoko membagi wewenang dalam dua sumber. Wewenang berfungsi untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang ada dalam organisasi. Wewenang formal merupakan wewenang pemberian atau pelimpahan dari orang lain. keputusan. yaitu teori formal ( pandangan klasik ) dan teori penerimaan. Kekuasaan posisi ( position power ) yang didapat dari wewenang formal. Memahami kominikasi tersebut 2. Kekuasaan pribadi ( personal power ) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi. untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahan. Berdasarkan teori penerimaan ( acceptance theory of authority ) wewenang timbul hanya bila hal diterima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut dijalankan dan ini tidak tergantung pada penerima ( reciver ). Agar wewenang yang dimiliki oleh seseorang dapat di taati oleh bawahan maka diperlukan adannya. Disamping itu wewenang juga tergantung pada kemampuan ilmu pengetahuan. tidak bertentangan dengan kepentingan pribadi 4. besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.

Kekuasaan sah ( legitimate power ) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya. Tugas yang dilakukan oleh ini merupakan tugas-tugas pokok dari suatu organisasi atau perusahaan. f. Kekuasaan panutan ( referent power ) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan. Pengaruh ( influence ) yaitu transaksi dimana seseorang dibujuk oleh orang lain untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai dengan harapan orang yang mempengaruhi. E. suaka. ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan. Kekuasaan balas jasa ( reward power ) berupa uang. Kekuasaan paksaan ( Coercive power ) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman ( dipecat. 3.Menurut sumbernya wewenang dibagi menjadi : a. Kekuasaan pengendalian informasi ( control of information power ) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain. b. perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya. Staf di dalam melaksanakan fungsinya tidak secara langsung terlibat dalam kegiatan utama perusahaan atau organisasi. Kekuasaan ahli ( expert power ) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya. Pengaruh dapat timbul karena status jabatan. e. 2. ditegur. d. kekuasaan dan menghukum. c. Tanggung jawab dan akuntabilitas tanggung jawab ( responsibility yaitu kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang dari atasannya. dan sebagainya ) akan diterima bila tidak melakukan perintah. Dalam pengetatan yang harus dibuat oleh organisasi dalam saat yang 11 . Akuntability yaitu permintaan pertanggung jawaban atas pemenuhan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya. pemilikan informasi lengkap juga penguasaan saluran komunikasi yang lebih baik. Lini Dan Staf Staf tugasnya memberi layanan dan nasehat kepada manajer dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Yang penting untuk diperhatikan bahwa wewenang yang diberikan harus sama dengan besarnya tanggung jawab yang akan diberikan dan diberikan kebebasan dalam menentukan keputusan-keputusan yang akan diambil.

Menerima hasil pertanggung jawaban bawahan atas kegiatan yang dilimpahkan. pertimbangan yang baik dan kepandaian yang ramah. Baishline mengajukan enam pokok kualifikasi yang harus dipengaruhi oleh seorang staf yaitu : 1. Kualifikasi yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk sebagai taf yaitu dengan menganalisa melalui metode kuisioner. Punya sifat kesetiaan tenaga yang besar. Orang yang ditunjuk mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan agar tercapainya tujuan. tanggung jawab serta akuntabilitas. Punya semangat kerja sama yang ramah 4. 4. Melimpahkan sebagian wewenangnya kepada orang yang di tunjuk 3. metode observasi. Kesederhanaan 6. Wewenang lini ( Lini Authority ) Yaitu atasan langsung memberi wewenang kepada bawahannya. Konsekkuensi organisasi yang menggunakan staf yaitu menambah biaya administrasi struktur orgasisasi menjadi komplek dan kekuasaan. kesehatan yang baik. Kemauan baik dan optimis Kualifikasi utama yaitu memiliki keahlian pada bidangnya dan punya loyalitas yang tinggi. Hal yang perlu diperintahkan dalam mendelegasikan suatu kegiatan kepada orang yang ditunjuk yaitu: 1. Menetapkan dan memberikan tujuan serta kegiatan yang akan dilakukan 2. inisiatif. 3. 5. memberi rekomendasi konsultasi pada personalia lini. Wewenang Staf ( Staff authority ) Yaitu hak para staf atau spesialis untuk menyarankan. wujudnya dalam wewenang perintah dan tercermin sebagai rantai perintah yang diturunkan ke bawahan melalui tingkatan organisasi. Pengetahuan yang luas tempat diamana dia bekerja 2. 12 . metode wawancara atau dengan menggabungkan ketiganya. 2. Kestabilan emosi dan tingkat laku yang sopan. 1.kritis ditentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staff ini tergantung dari situasi yang dihadapi.

Sentralisasi Dan Desentralisasi Sentralisasi berarti ada pemutusan dalam pendelegasian wewenang pada tingkat atas. 8. Proses penyusunan personalia terdiri atas : 1. Perencanaan dan pengembangan karier. Ternyata dengan desentralisasi tugas dan wewenang semua kegiatan dimonitor secara cepat dan tepat. kepala devisi atau kepala cabang dan lain sebagainya. Penarikan tenaga kerja 3. Penyeleksian tenaga kerja 4. Ada faktor yang mempengaruhi derajat desentralisasi yaitu : 1. Penyusunan Personalia ( Staffing ) 1. Penilaian pelaksanaan kerja karyawan 7.F. Kualitas manajer G. Proses Penyusunan Personalia Fungsi ini dilaksanakan dalam dua tipe lingkungan. 13 . Pemberian balas jasa dan penghargaan 8. Ukuran dan tingkat pertumbuhan organisasi 3. Filsafat manajemen 2. Keanekaragaman produk dan jasa 7. yaitu lingkungan eksternal yaitu semua faktor diluar organisasi yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi organisasi dan lingkungan internal yaitu semua factor di dalam organisasi. Latihan dan pengembangan karyawan 6. Pengenalan dan orientasi organisasi 5. Tersedianya peralatan pengawasan yang efektif 6. Karakteristik organisasi lainnya. apakah hanya sampai kepala bagian. Penyebaran geografis organisasi 5. Startegi dan lingkungan organisasi 4. Perencanaan sumber daya manusia 2. sedangkan desentralisasi berhubungan dengan sampai dimana manajer melimpahkan wewenangnya kepada bawahan.

BAB III PENUTUP A. 14 . Dalam sebuah organisasi mutlak diperlukan koordinasi management agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya. yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri. Kesimpulan Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful