Ide Dasar Demokrasi

Landasan Dasar Demokrasi Indonesia adalah sila keempat Pancasila. Mengenai sila keempat Pancasila sebagai dasar filsafat negara Indonesia, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan/perwakilan dapat diketahui dengan empat hal sebagai berikut: 1. Sila kerakyatan sebagai bawaan dari persatuan dan kesatuan semua sila, mewujudkan penjelmaan dari tiga sila yang mendahuluinya dan merupakan dasar daripada sila yang kelima. 2. Di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar, sila kerakyatan ditentukan

penggunaannya yaitu dijelmakan sebagai dasar politik Negara, bahwa negara Indonesia adalah negara berkedaulatan rakyat. 3. Pembukaan Undang-undang Dasar merupakan pokok kaidah Negara yang fundamentil sehingga dengan jalan hukum selama-lamanya tidak dapat diubah lagi, maka dasar politik Negara berkedaulatan rakyat merupakan dasar mutlak daripada Negara Indonesia. 4. Dasar berkedaulatan rakyat dikatakan bahwa,”Berdasarkan kerakyatan dan dalam permusyarawatan/perwakilan, oleh karena itu sistem negara yang nanti akan terbentuk dalam Undang-undang dasar harus berdasar juga, atas kedaulatan rakyat dan atas dasar permusyarawatan/perwakilan”. Sehingga Negara Indonesia adalah mutlak suatu negara demokrasi, jadi untuk selama-lamanya. Sila ke-empat merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara Indonesia. Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi Negara Indonesia adalah mutlak pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan.

Yang berkemanusiaan yang adil dan beradab. yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.Berkat sifat persatuan dan kesatuan daripada Pancasila. sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa. . sila ke-empat mengandung pula sila-sila lainnya.

demokrasi adalah suatu system berdasarkan pada pemikiran “suara mayoritas”. . Bahwa rakyat Indonesia itu harus dipimpin oleh satu orang kepala Negara (Presiden). Sebagian orang “mewakili” sebagian yang lain untuk melaksanakan tugastugasnya. rakyat bertindak sebagai pembuat hukum dalam kedudukannya sebagai pemilik kedaulatan. Hasilnya. dan di sila itu pula telah dijelaskan mekanisme pemilihannya yaitu dengan cara musyawarah yang merupakan nilai luhur dari bangsa Indonesia. Harus diingat. yaitu : Kedaulatan ditangan rakyat Rakyat merupakan sumber kekuasaan Dua ide inilah yang menjadi asas bagi system demokrasi. Mayo dalam An Introductiom to Democratic Theory (1960) Demokrasi dilandaskan kepada dua gagasan besar. disampaikan melalui perwakilan rakyat di pemerintahan. Menurut Henry B. dengan kriteria utama yaitu orang yang bijaksana dalam memimpin. Yang perlu diperhatikan adalah. bahwa dengan perkembangan jumlah manusia yang luar biasa pesat. 2. 3. Yang merupakan perwakilan rakyat dan daerah.Apabila disederhanakan. maka akan didapat pengertian sebagai berikut: 1. akhirnya dibuatlah suatu system yang diberi nama demokrasi tidak langsung. sekaligus sebagai pelaksana hukum dalam kedudukannya sebagi sumber kekuasaan. 4. Sehingga apapun yang diingkan rakyat. sehingga apa yang disuarakan tersebut dapat direalisasikan. dan yang memilih itu adalah perwakilan rakyat disini jelas yaitu DPR dan DPD.

KNIP berubah menjadi lembaga legislatif.1950) Tahun 1945 . Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer 2. Pelaksanaan Demokrasi pada Masa Revolusi (1945 .1950. Pelaksanaan Demokrasi pada masa Orde Lama a. X tanggal 16 Oktober 1945. akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. yaitu sebagai berikut: 1. DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan: Maklumat Wakil Presiden No. Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR. Masa demokrasi Liberal 1950 – 1959 Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif.Pelaksanaan Demokrasi Indonesia Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi. Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan: Dominannya partai politik . Masa demokrasi ini peranan parlemen.

pemimpin partai banyak yang dipenjarakan 2.Terbatasnya peran partai politik . Jaminan HAM lemah 4. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRGR 3. Terbatasnya peranan pers . VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri-ciri : . Terjadi sentralisasi kekuasaan 5. Masa demokrasi Terpimpin 1959 – 1966 Bubarkan konstituante Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950 Pembentukan MPRS dan DPAS Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No.Berkembangnya pengaruh PKI Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain: 1.Dominasi Presiden .- Landasan sosial ekonomi yang masih lemah Tidak mampunyai konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 : b. Mengaburnya sistem kepartaian.

Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur) 7. .6. Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI.

1992.3. TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba 4. Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. II. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971. Terjadinya krisis politik 3. Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden 5. III. Pengakuan HAM yang terbatas 5. Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis 4. . 1982. Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 – 1998 Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. dan 1997. 1977. Rekrutmen politik yang tertutup 3. Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada 2. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. IV. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) 2. Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang. 1987.

XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI 5.sekarang Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. II.MPR hasil Pemilu 1999 yang telah memilih presiden dan wakil presiden serta terbentuknya lembaga-lembaga tinggi yang lain. wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembagalembaga eksekutif. legislatif dan yudikatif. IV Pada Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemiluhan umum sudah dua kali yaitu tahun 1999 dan tahun 2004. Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I. dengan meningkatkan peran lembagalembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan fungsi. Tap MPR RI No. Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain: 1. Tap MPR RI No. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum 3.4. III. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi 2. . Keluarnya Ketetapan MPR RI No. Pelaksanaan demokrasi Orde Reformasi 1998 . Ketetapan No. dengan penyempurnaan pelaksanaannya dan perbaikan peraturan-peraturan yang tidak demokratis. Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan terbentuknya DPR . XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN 4.