P. 1
Askep hepar

Askep hepar

|Views: 210|Likes:

More info:

Published by: 'amaLia' LLiiaa LLiioo on May 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2014

pdf

text

original

A.

KONSEP DASAR PENYAKIT

1. Definisi Kanker Hepar

Kanker hepar atau kanker hati (hepatocellular carcinoma) adalah suatu kanker yang timbul dari hati. Ia juga dikenal sebagai kanker hati primer atau hepatoma. Hati terbentuk dari tipe-tipe sel yang berbeda (contohnya, pembuluh-pembuluh empedu, pembuluh-pembuluh darah, dan sel-sel penyimpan lemak). Bagaimanapun, sel-sel hati (hepatocytes) membentuk sampai 80% dari jaringan hati. Jadi, mayoritas dari kanker-kanker hati primer (lebih dari 90 sampai 95%) timbul dari sel-sel hati dan disebut kanker hepatoselular (hepatocellular cancer) atau Karsinoma (carcinoma). Kanker hati adalah kanker yang muncul dari hati, dan bukan akibat keganasan dari organ lain yang menyebar ke hati atau metastasis ke hati. Tanda dan gejala klinis yang dapat ditemukan antara lain hepatomegali atau pembesaran hati, sakit perut, ikterus, atau gangguan hati lainnya.

2. Etiologi

Penyebab dari Ca. Hepar yaitu

1. Cerosis Hepatis 2. Virus Hepatitis B dan Hepatitis C 3. Kontak dengan racun kimia tertentu (misalnya : ninil klorida, arsen) 4. Kebiasaan merokok 5. Kebiasaan minum minuman keras (pengguna alkohol) 6. Aftatoksik atau karsinogen dalam preparat herbal 7. Nitrosamin

3. Patofisiologi

Berdasarkan etiologi dapat dijelaskan bahwa Virus Hepatitis B dan Hepatitis C, Kontak dengan racun kimia tertentu (misalnya : ninil klorida, arsen), Kebiasaan merokok, Kebiasaan minum minuman keras (pengguna alkohol), Aftatoksik atau karsinogen dalam preparat herbal, dan Nitrosamin dapat menyebabkan terjadinya peradangan sel hepar.

Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul yang menyebabkan percabangan pembuluh hepatik dan aliran darah pada porta yang dapat menimbulkan hipertensi portal. Hipertensi portal terjadi akibat meningkatnya resistensi portal dan aliran darah portal karena tranmisi dari tekanan arteri hepatik ke sistem portal. Dapat menimbulkan pemekaran pembuluh vena esofagus, vena rektum superior dan vena kolateral dinding perut. Keadaan ini dapat menimbulkan perdarahan (hematemesis melena). Perdarahan yang bersifat masif dapat menyebabkan anemia, perubahan arsitektur vaskuler hati menyebabkan kongesti vena mesentrika sehingga terjadi penimbunan cairan abnormal dalam perut (acites) menimbulkan masalah kelebihan volume cairan .

Pada waktu yang bersamaan peradangan sel hepar memacu proses regenerasi sel-sel hepar secara terus menerus (fibrogenesis) yang mengakibatkan gangguan kemampuan fungsi hepar yaitu gangguan metabolik protein, yang menyebabkan produksi albumin menurun (hipoalbuminenia), sehingga tidak dapat mempertahankan tekanan osmotik koloid. Tekanan osmotik koloid yang rendah mengakibatkan terjadinya acites dan oedema. Kedua keadaan ini dapat menyebabkan masalah kelebihan volume cairan. Metabolisme protein menghasilkan produk sampingan berupa amonia bila kadarnya meningkat dalam darah dapat menimbulkan kerusakan saraf pusat (SSP) yang dapat menimbulkan rangsangan mual dan ensefalopati hepatik.

Kerusakan sel hepar juga mempengaruhi terganggunya metabolisme karbohidrat. Sel hati tidak mampu menyimpan glikogen sedangkan pemakaian tetap bahkan meningkat akibat proses radang, menyebabkan depot glikogen di hati menurun. Kurangnya asupan (perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan) akibat anoreksia menyebabkan turunnya produksi energi sehingga timbul gejala lemas, perasaan sepat lelah yang dapat mengganggu aktivitas. Peradangan hati menyebabkan pembesaran pada hati yang menimbulkan nyari. Nyeri yang tidak dapat ditoleransi menimbulkan penurunan nafsu makan, asupan berkurang menyebabkan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.

Berdasarkan sumber lain fatofisiologi Ca. Hepar ada yang menjelaskan bahwa :

1. Hepatoma 75 % berasal dari Sirosis hati yang lama / menahun. Khususnya yang disebabkan oleh alkoholik dan post nekrotik.

paru-paru. Intrahepatal. Pedoman diagnostik yang paling penting adalah terjadinya kerusakan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Ada 3 type : 1. sehingga tidak dapat dilakukan reseksi lokal lagi. uterus. Hal ini benar. Manifestasi Klinik . Tumor hati yang paling sering adalah metastase tumor ganas dari tempat lain. Type difus – secara makroskpis sukar ditentukan daerah massa tumor. Matastase ke hati dapat terdeteksi pada lebih dari 50 % kematian akibat kanker. b. Penyebarannya : 1. 3. Ekstrahepatal. dan pankreas. Pada penderita sirosis hati yang disertai pembesaran hati mendadak. tetapi banyak tumor lain juga memperlihatkan kecenderungan untuk bermestatase ke hati. 2. Type masif – tumor tunggal di lobus kanan. khususnya untuk keganasan pada saluran pencernaan.2. 5. 4. misalnya kanker payudara. Diagnosa sulit ditentukan. 2. sebab tumor biasanya tidak diketahui sampai penyebaran tumor yang sangat luas. 3. Patologi a. Type Nodule – tumor multiple kecil-kecil dalam ukuran yang tidak sama. 4.

Laboratorium: 1) Darah Lengkap : Hb/Ht dan sel darah merah (SDM) mungkin menurun karena perdarahan kerusakan SDM dan anemia terlihat dengan hipersplenisme dan defisit besi leukopenia mungkin ada sebagai akibat hipersplenisme. 2) Bilirubin serum : meningkat karena gangguan seluler. Gejala ikterus. Acites timbul setelah nodul tersumbat vena porta atau bila jaringan tumor tertanam dalam rongga peritoneal. LDH : meningkat karena kerusakan seluler dan mengeluarkan enzim. Pemeriksaan 1. 4) Alkali fosfatase : meningkat karena penurunan ekskresi. palpasi teraba permukaan hati yang ireguler 1. 4. 1. dan anemia. Gangguan nutrisi : penurunan berat badan yang baru saja terjadi.Manifestasi dini penyakit keganasan pada hati mencakup tanda-tanda dan gejala seperti : 1. kehilangan kekuatan. 2. anoreksia. Pada pemeriksaan fisik. Nyeri abdomen 3. 2. terjadi jika saluran empedu yang besar tersumbat oleh tekanan nodul malignan dalam hilus hati. Pembesaran hati yang cepat 4. ketidak mampuan hati untuk menkonjugasi atau obstruksi bilier. Radiologi : . 3) AST (SGOT) / ALT (SGPT).

Arteriography. Penatalaksanaan a. Penatalaksanaan Non Bedah Penatalaksanaan atau terapi ini hanya dapat memperpanjang kelangsungan hidup pasien dan memperbaiki kualitas hidupnya dengan cara mengurangi rasa nyeri serta gangguan rasa nyaman. 6. Penatalaksanaan non bedah ini seperti : 1) Terapi Radiasi 2) Kemoterapi b.Ultrasonografi (USG). Dan proses ini berlangsung antara 5-6 bulan atau beberapa tahun . Prognosa Tumor ganas liver memiliki prognosa yang jelek dapat terjadi perdarahan dan akhirnya kematian. MRI. CT-Scan. Penatalaksanaan Bedah 1) Lobektomi hati 2) Transplantasi hati 7. Biopsi jaringan hati. namun efek utamanya masih bersifat paliatif. Dan Laparoskopi 1. Thorak foto.

dan sebagainya. pernapasan dangkal. Dalam pengumpulan data ada 2 tipe data yang ada pada pengkajian yaitu data subyektif dan data obyektif (Nursalam. ekspansi paru terbatas. MANAJEMEN KEPERAWATAN 1. 1. demam. PENGKAJIAN Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu prosesyang sistematis dalam pengumpulan data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan pasien (Iyer et. penurunan BB atau peningkatan (cairan). perubahan mental. Hepar adalah : penurunan tonus otot. . ikterik. kulit kering. perasaan dan ide tentang status kesehatan (Nursalam. 1996 dalam Nursalam.. Data Subyektif yang biasanya muncul pada pengkajian dengan Ca. kelemahan dan penurunan berat badan. 2001 : 19). Bila ada metastasis ke tulang penderita mengeluh nyeri tulang. 2001 : 19). 2001 : 19).al. Data Subyektif Data Subyektif adalah data yang didapatkan dari pasien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Splenomegali. 1. Hepar adalah Keluhan berupa nyeri abdomen. peningkatan suhu tubuh. 1996. asites). edema. 2001 : 17). Data Obyektif yang dapat dikaji pada pasien dengan Ca. Data subyektif sering didapatkan dari riwayat keperawatan termasuk persepsi pasien. distensi abdomen (hepatomegali.B. et. hipoksia. ensefalopati hepatik. Data Obyektif adalah dan diukurata yang dapat diobservasi dan diukur (Iyer.al. dalam Nursalam. anoreksia.. takipnea. rasa penuh setelah makan terkadang disertai muntah dan mual.

Edema 5. Edema. Secara umum pengkajian Keperawatan pada klien dengan kasus kanker hati. meliputi : 1. Gangguan metabolisme 2. Jaundice/icterus 7.Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan : 1. Splenomegali. Ascites 2. Perdarahan 3. Ikterus 3. Hipoalbuminemia 4. Komplikasi endokrin . Spider nevi. Asites 4. Hipoproteinemia 6. Eritoma palmaris.

mual.edema dan asites III. metabolisme vitamin di hati.8. 1. 1. Tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia. RENCANAAN KEPERAWATAN Rencana keperawatan merupakan langkah ketiga dalam proses keperawatan yang terdiri dari tiga tahap yaitu menetapkan prioritas diagnosa keperawatan. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa yang dapat muncul pada pasien dengan Ca. mual. gangguan absorbsi. Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus. 2. Tujuan : . Hepar yaitu : 1.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan 3. gangguan absorbsi. metabolisme vitamin di hati. Tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia. Intoleransi aktivitas b. Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites ). Adapun rencana keperawatan pada pasien dengan Ca. menentukan tujuan dan merumuskan intervensi keperawatan. Hepar adalah. Aktivitas terganggu akibat pengobatan II. a.

Pantau masukan makanan setiap hari. Kebutuhan jaringan metabolek ditingkatkan begitu juga cairan ( untuk menghilangkan produksi sisa ).1. penembahan BB progresif kearah tujuan dgn normalisasi nilai laboratorium dan batas tanda-tanda malnutrisi 2. Keefektifan penilaian diet individual dalam penghilangan mual pascaterapi. beri pasein buku harian tentang makanan 2. Dorong pasien utk makan deit tinggi kalori kaya protein dg masukan cairan sesuai Indikasi adekuat. 3. Mendemontrasikan BB stabil. 3. . Penanggulangan pemahaman pengaruh individual pd masukan adekuat . Rasional : 1. Pasien harus mencoba untuk menemukan solusi/kombinasi terbaik. Intervensi : 1. 2. Dorong penggunaan suplemen dan makanan sering / lebih sedikit yg dibagi bagi selama sehari. Suplemen dapat memainkan peranan penting dlm mempertahankan masukan kalori dan protein adekuat. Berikan antiemetik pada jadwal reguler sebelum / selama dan setelah pemberian agent antineoplastik yang sesuai . Mual/muntah paling menurunkan kemampuan dan efek samping psikologis kemoterapi yang menimbulkan stess.

kontrol nyeri maksimum dengan pengaruh minimum pada AKS. 3. frekwensi. kaji tingkat nyeri / kontrol nilai Rasional : 1. gosok punggung. Melaporkan penghilangan nyeri maksimal / kontrol dengan pengaruh minimal pada AKS Intervensi : 1. Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan nyeri. meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian 3. sesuai indikasi 2. memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi 2. . Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites ) Tujuan : 1. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi . durasi dan intensitas ( 0-10 ) dan tindakan penghilang rasa nyeri misalkan berikan posisi yang duduk tengkurap dengan dialas bantal pada daerah antara perut dan dada. 2.b. Berikan tindakan kenyamanan dasar misalnya reposisi.

Beri oksigen sesuai indikasi Rasional : 1. . perubahan pada TD/ frekuensi jantung / pernapasan. 3. status nutrisi. Meningkatkan kekuatan / stamina dan memampukan pasein menjadi lebih aktif tanpa kelelahan yang berarti. keseimbnagan cairan dan reaksi terhadap aturan terapeutik. Intervensi : 1.c. misalnya mandi. bangun dari kursi/ tempat tidur. Pantau respon fisiologi terhadap aktivitas misalnya. Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tubuh. 2. Teloransi sangat tergantung pada tahap proses penyakit.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan Tujuan : 1. berjalan. Tingkatkan aktivitas sesuai kemampuan. Intoleransi aktivitas b. 2. Dorong pasein untuk melakukan apa saja bila mungkin.

3. Membantu mencegah friksi atau trauma fisik. d.edema dan asites Tujuan : 1. 4.ulserasi. Perhatikan kerusakan atau perlambatan penyembuhan 2. Adanya hifoksia menurunkan kesediaan O2 untuk ambilan seluler dan memperberat keletihan. 3. Untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit/ jaringan yang tidak perlu.salep dan bedak kecuali seijin dokter Rasional : 1. Balikkan / ubah posisi dengan sering 5. Efek kemerahan atau reaksi radiasi dapat terjadi dalam area radiasi dapat terjadi dalam area radiasi. Anjurkan pasein untuk menghindari krim kulit apapun . Mengedentifikasi fiksi intervensi yang tepat untuk kondisi kusus. Mandikan dengan air hangat dan sabun 3. Kaji kulit terhadap efek samping terapi kanker. Berpartisipasi dalam tehnik untuk mencegah komplikasi / meningkatkan penyembuhan Intervensi : 1. 2. Deskuamasi kering dan deskuamasi kering. Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus. Mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit. . 4. Dorong pasien untuk menghindari menggaruk dan menepuk kulit yang kering dari pada menggaruk. 2.

tujuan atau intervensi masih memadai..5. IV. 2. Rencana dilanjutkan yang artinya diagnosa tetap berlaku. jika dalam analisis ditentukan bahwa masalah atau diagnosa yang telah teratasi terjadi kembali. PELAKSANAAN Pelaksanaan merupakan langkah keempat dari proses keperawatan dan merupaka wujud nyata dari rencana keperawatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasien akan keperawatan dengan melaksanakan kegiatan – kegiatan sesuai dengan alternatif tindakan yang telah direncanakan. EVALUASI Evaluasi merupakan langkah terakhir dalam keperawatan untuk menilai pencapaian tujuan. V. Berdasarkan analisis. EGC : Jakarta . DAFTAR PUSTAKA Doenges. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Tujuan tercapai maka perencanaan selanjutnya tidak perludilanjutkan. tidak perlu direvisi dan tidak perlu perencanaan baru. Rencana semula dipakai lagi. 1999. Pelaksanaan keperawatan sebagai data untuk rencana keperawatan. Edisi 3. Dapat meningkatkan iritasi atau reaksi secara nyata. 5. Marilynn E. Diagnosa keperawatan atau kemungkinan menjadi aktual atau bahkan disingkirkan (untuk diagnosa kemungkinan). jika tujuan belum tercapai maka dilakukan perencanaan selanjutnya (P) sebagai berikut : 1. Jika diagnosa menjadi aktual maka dibutuhkan perencanaan baru sehinggadalam planning (P) diuraikan perencanaan yang dimaksud. Direvisi yang artinya diagnosa tetap berlaku. 4. tujuan atau intervensi perlu direvisi. 3.

Merupakan tomur ganas nomor 2 diseluruh dunia . c. Salemba Medika : Jakarta Nursalam. Tumor hati yang paling sering adalah metastase tumor ganas dari tempat lain. 2001. . PATOFISIOLOGI a. Khususnya yang disebabkan oleh alkoholik dan postnekrotik.. b. Pedoman diagnostik yang paling penting adalah terjadinya kerusakan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. 2004.hepatoma menduduki tempat tertinggi dari tomur-tomur ganas lainnya. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan. misalnya kanker payudara. Salemba Medika : Jakarta Smeltzer. Edisi 1. uterus. EGC : Jakarta Askep Kanker Hati Label: Perkuliahan A. Umur tergantung dari lokasi geografis. PENGERTIAN a. dan pankreas. Tumor ganas primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lainnya. Pada penderita sirosis hati yang disertai pembesaran hati mendadak. paru-paru. 2. Terbanyak mengenai usia 50 tahun. Edisi 8. c. Di Indonesia banyak dijumpai pada usia kurang dari 40 tahun bahkan dapat mengenai anak-anak. Hal ini benar. Matastase ke hati dapat terdeteksi pada lebih dari 50 % kematian akibat kanker. KONSEP DASAR 1. khususnya untuk keganasan pada saluran pencernaan. Suzanne C. d. 2001. b. Hepatoma 75 % berasal dari sirosis hati yang lama / menahun.Inayah. diasia pasifik terutama Taiwan . Iin. Sinonim dari hepatoma adalah carcinoma hepatoselluler. Buku Ajar Keperawatan Medikal – Bedah Brunner dan Suddarth. Edisi 1. tetapi banyak tumor lain juga memperlihatkan kecenderungan untuk bermestatase ke hati. Proses dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan Praktek.laki :wanita 4-6: 1.

ETIOLOGI a. Penyebarannya : 1. Ada 3 type : 1. Laboratorium: . Type difus . Intrahepatal. 2. 4. sebab tumor biasanya tidak diketahui sampai penyebaran tumor yang luas.secara makroskpis sukar ditentukan daerah massa tumor. Ekstrahepatal. 3. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK 1. Virus Hepatitis B dan Virus Hepatitis C b. PATOLOGI a.tumor multiple kecil-kecil dalam ukuran yang tidak sama. Type Nodule . 3. 2.tumor tunggal di lobus kanan.d. b. Bahan-bahan Hepatokarsinogenik : (Hemochromatosis) 5. Diagnosa sulit ditentukan. sehingga tidak dapat dilakukan reseksi lokal lagi. Type masif .

Fase dini Dimana pembedahan adalah pilihan utama yaitu reseksi segmen atau lobus hati 2. 2. Radiologi : -Scan. 3. KONSEP DASAR 1. PROGNOSA Tumor ganas liver memiliki prognosa yang jelek dapat terjadi perdarahan dan akhirnya kematian. Arteriography. Pemberian kemoterapi secara infus 3. . 7.Kalsium. Penyinaran . Biopsi jaringan liver. 6. PENGOBATAN Pengobatan tergantung dari saat diagnosa ditegakkan. Dan proses ini berlangsung antara 5-6 bulan atau beberapa tahun ASUHAN KEPERAWATAN B. 1. PENGKAJIAN Fase dini : Asimtomatik. Thorak foto.

Edema 5. Perdarahan 3.Fase lanjut :Tidak dikenal simtom yang patognomonik. TUJUAN : . Eritoma palmaris. Keluhan berupa nyeri abdomen. Spider nevi. Gangguan metabolisme 2. Splenomegali.tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia. Bila ada metastasis ke tulang penderita mengeluh nyeri tulang. Asites 4. Hipoalbuminemia 4. Hipoproteinemia 6. Ikterus 3. anoreksia. Secara umum pengkajian Keperawatan pada klien dengan kasus kanker hati. metabolisme vitamin di hati. kelemahan dan penurunan berat badan. Komplikasi endokrin 8. gangguan absorbsi. Aktivitas terganggu akibat pengobatan II. meliputi : 1. Jaundice/icterus 7. mual. Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan 1. rasa penuh setelah makan terkadang disertai muntah dan mual.DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Ascites 2. Edema.

2. Mendemontrasikan BB stabil. Pantau masukan makanan setiap hari.1. Dorong pasien utk makan deit tinggi kalori kaya protein dg masukan cairan adekuat. INTERVENSI : 1. Kebutuhan jaringan metabolek ditingkatkan begitu juga cairan ( untuk menghilangkan produksi sisa ). RASIONAL : 1. Mual/muntah paling menurunkan kemampuan dan efek samping psikologis kemoterapi yang menimbulkan stess. Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan sesuai indikasi nyeri. 3. Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites ) TUJUAN : 1. Dorong penggunaan suplemen dan makanan sering / lebih sedikit yg dibagi bagi selama sehari. beri pasein buku harian tentang makanan sesuai indikasi 2. Keefektifan penilaian diet individual dalam penghilangan mual pascaterapi. penembahan BB progresif kearah tujuan dgn normalisasi nilai laboratorium dan batas tanda-tanda malnutrisi 2. 2. Pasien harus mencoba untuk menemukan solusi/kombinasi terbaik. Penanggulangan pemahaman pengaruh individual pd masukan adekuat . B. Berikan antiemetik pada jadwal reguler sebelum / selama dan setelah pemberian agent antineoplastik yang sesuai . 3. Melaporkan penghilangan nyeri maksimal / kontrol dengan pengaruh minimal pada AKS INTERVENSI : . Suplemen dapat memainkan peranan penting dlm mempertahankan masukan kalori dan protein adekuat.

kaji tingkat nyeri / kontrol nilai RASIOANAL : 1. 2. 3.1. INTERVENSI : 1. Tingkatkan aktivitas sesuai kemampuan. Berikan tindakan kenyamanan dasar misalnya reposisi. meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian 3. pantau respon fisiologi terhadap aktivitas misalnya. dorong pasein untuk melakukan apa saja bila mungkin. 2. A. Intoleransi aktivitas b. 3. meningkatkan kekuatan / stamina dan memampukan pasein menjadi lebih aktif tanpa kelelahan yang berarti. bangun dari kursi/ tempat tidur. . kontrol nyeri maksimum dengan pengaruh minimum pada AKS.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan TUJUAN : 1. berjalan. dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tubuh. memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi misalnya : nyeri adalahindividual yang digabungkan baik respons fisik dan emesional 2. gosok punggung. durasi dan intensitas ( 0-10 ) dan tindakan penghilang rasa nyeri misalkan berikan posisi yang duduk tengkurap dengan dialas bantal pada daerah antara perut dan dada. Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi . beri oksigen sesuai indikasi RASIONAL : 1. frekwensi. misalnya mandi. perubahan pada TD/ frekuensi jantung / pernapasan.

ulserasi. Anjurkan pasein untuk menghindari krim kulit apapun . adanya hifoksia menurunkan kesediaan O2 untuk ambilan seluler dan memperberat keletihan. D.salep dan bedak kecuali seijin dokter RASIONAL : 1. http://khaidirmuhaj. Untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit/ jaringan yang tidak perlu. 3. 2. 5. Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus. Perhatikan kerusakan atau perlambatan penyembuhan . 4.com/2008/06/kanker-hati. teloransi sangat tergantung pada tahap proses penyakit. Balikkan / ubah posisi dengan sering 5. Kaji kulit terhadap efek samping terapi kanker.blogspot. keseimbnagan cairan dan reaksi terhadap aturan terapeutik. Dorong pasien untuk menghindari menggaruk dan menepuk kulit yang kering dari pada menggaruk. Mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit. status nutrisi.html . Efek kemerahan atau reaksi radiasi dapat terjadi dalam area radiasi dapat terjadi dalam area radiasi. 4. 2. Mengedentifikasi fiksi intervensi yang tepat untuk kondisi kusus. Deskuamasi kering dan deskuamasi kering. Membantu mencegah friksi atau trauma fisik.edema dan asites TUJUAN : 1. Berpartisipasi dalam tehnik untuk mencegah komplikasi / meningkatkan penyembuhan INTERVENSI : 1. Dapat meningkatkan iritasi atau reaksi secara nyata. 2. Mandikan dengan air hangat dan sabun 3.2. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->