ANAKON DAN ANAKES BAHASA DAN BUDAYA ANALISIS KONTRASTIF MIKROLINGUISTIK: SINTAKSIS DAN LEKSIKAL

Dosen Pengampu: Dr. Hasnidar Kahar, M.Pd Dr. Sri Harini Ekowati, M.Pd

Oleh:

ANNA FAUZIAH DWI PUSPITASARI

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA PROGRAM PASCASARJANA 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas kuasa Nya dan karunia Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa tak akan dapat menyelesaikan makalah ini tanpa bantuan dan dukungan dari pihak lain baik moril dan spiritual. Karena itulah, melalui kata pengantar ini, penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. Penulisan makalah ini adalah salah satu tugas mata kuliah Anakon dan Anakes Bahasa dan Budaya pada Jurusan Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta. Makalah ini jauh dari kesempurnaan, dan masih membutuhkan saran dan masukan dari berbagai pihak. Namun demikian, penulis berharap agar makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi para pembaca.

Jakarta, April 2012

Penulis

....................DAFTAR ISI Kata Pengantar ................................................................................. SINTAKSIS................................... LEKSIKOLOGI...........................................................i Daftar Isi ..................7 d............13 BAB III : KESIMPULAN......10 a.............................11 Komponen-komponen semantik................1 BAB II : PEMBAHASAN................ b..2 A......................................................... Frasa....... Kata.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................5 c........................................................................................................ Kalimat........................................... Klausa.........................................................................................................................................9 B...............................2 a.............20 .................................................................19 DAFTAR PUSTAKA.................................................................3 b............. Bidang kata............................................................... ii BAB I : PENDAHULUAN .......................

Analisis Kontrastif.BAB I PENDAHULUAN Analisis kontrastif disebut pula linguistik kontrastif yaitu salah satu cabang linguistik yang mengkaji dan mendeskripsikan persamaan dan perbedaan struktur atau aspek-aspek yang terdapat dalam dua bahasa atau lebih. kosakata dan sintaksis. Tataran mikrolinguistik yang dikaji adalah sisi fonologi. Perbedaan-perbedaan antara dua bahasa yang diperoleh dan dihasilkan melalui Anakon. Dan pada aspek leksikal akan dibahas tentang pengkontrasan bahasa berdasarkan makna dan pemakaian kata dalam bahasa. morfologi. BAB II . Anakon membahas tataran mikrolinguistik dan makrolinguistik. akan membahas tataran mikrolinguistik yaitu dari sisi sintaksis dan leksikal. Makalah ini. adalah aktivitas atau kegiatan yang mencoba membandingkan struktur B1 dengan struktur B2 untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan antara kedua bahasa. berupa prosedur kerja. Sejak akhir Perang Dunia II sampai pertengahan tahun 1960-an. Sedangkan dalam tataran makro linguistik yang biasanya dikaji analisis wacana dan analisis teks. Analisis Kontrastif (Anakon) mendominasi dunia pengajaran bahasa kedua (B2) dan pengajaran bahasa asing (Tarigan . 1989: 3). 1989: 5). Pada tataran sintaksis akan dibahas tentang perbedaan aspek kata menjadi sebuah klausa dan kalimat. dapat digunakan sebagai landasan dalam meramalkan atau memprediksi kesulitan kesulitan atau kendala-kendala belajar berbahasa yang akan dihadapi para siswa disekolah. terlebih-lebih dalam belajar B2 (Tarigan.

PEMBAHASAN A. SINTAKSIS Dalam linguistik atau ilmu bahasa terdapat dua tataran. atau dengan satuansatuan yang lebih besar itu dalam bahasa. dan kalimat. KATA . Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sintaksis atau syntax (Ing) adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk frase. klausa dan kalimat. dalam Sukini 1987:21). 1992:70). Fonologi merupakan tataran linguistik yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa. a. dan unsur bahasa yang termasuk di dalam lingkup sintaksis adalah frase. syntaxis. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. yaitu kata. yang dibentuk dari sun artinya ’dengan’. klausa. Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani. Istilah suntattein secara etimologi berarti ’menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat dan kelompokkelompok kata menjadi kalimat’ (Verhaar dalam Sukini. yaitu tataran fonologi dan tataran tata bahasa/ gramatika. suntattein. sedangkan sintaksis mempelajari satuan-satuan gramatikal di atas tataran kata. dan tattein artinya ’menempatkan’. morfologi merupakan tataran linguistik yang mempelajari satuan-satuan gramatikal di dalam kata yaitu morfem dan kata. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundangundangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Arifin dan Junaiyah (2008:1) menyatakan bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang membicarakan hubungan antarkata dalam tuturan (speech). Sintaksis dan morfologi bersama-sama merupakan tataran tata bahasa. Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Jika bermakna ganda. klausa. Sintaksis menurut Kridalaksana (1983:154) adalah pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata. yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah syntax (Ramlan. dan kalimat dengan satuan terkecilnya berupa bentuk bebas. Kata sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari bahasa Belanda. tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. meliputi frase.

dan makna gramatikal ketiga satuan sintaksis itu berbeda. Kentjono dan Kridalaksana mengemukakan adanya empat macam alat sintaksis dalam bahasa Indonesia. b) Oki pernah tidak tinggal kelas. Sebagai satuan terkecil dalam sintaksis. tidak mengalami proses morfologi. verba. Yang termasuk kata penuh adalah kata-kata kategori nomina. harus dibedakan adanya dua macam kata yaitu kata penuh dan kata tugas. Kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna. Dalam suatu satuan sintaksis. penanda kategori sintaksis. Kalimat (c) mengandung makna keraguan/pertanyaan mengenai pernah atau tidaknya Oki tinggal kelas. c) Pernah tinggal kelas tidak Oki! Satuan-satuan sintaksis di atas berupa kalimat. 1. yaitu: urutan kata. intonasi dan kata tugas. Contoh : a) Oki tidak pernah tinggal kelas. hanya dua tiga kali tidak. mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi. dan di dalam peraturan dia tidak dapat berdiri sendiri. dan numeralia. bentuk kata. Bentuk kata Perhatikan bentuk kata pada kata-kata yang bercetak miring dalam kalimat-kalimat berikut: a) Dedi mengambil mangga b) Dedi mengambili mangga . adverbia. Kalimat (b) mengandung mkana gramatikal : Oki lebih sering tinggal kelas. Yang termasuk kata tugas adalah kata-kata kategori preposisi dan konjungsi. kita harus memahami makna kata yang digunakan dan menguasai alat-alat sintaksisnya. 2. merupakan kelas terbuka. Kalimat (a) mengandung makna gramatikal : Oki belum pernah tinggal kelas atau selalu naik kelas. Urutan kata Urutan kata merupakan alat sintaksis yang pertama dan utama. dan perangkai dalam penyatuan satuan-satuan atau bagian-bagian dari satuan sintaksis. Dikatakan demikian karena urutan kata sangat menentukan makna gramatikal sebuah satuan sintaksis. mengakibatkan makna gramatikal yang berbeda. merupakan kelas tertutup.Agar dapat memproduksi bahasa Indonesia dengan baik. kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis. Kata penuh adalah kata yang secara leksikal mempunyai makna. Dari uraian di atas diketahui bahwa dalam sintaksis. urutan kata yang berbeda. Kata sebagai pengisi satuan sintaksis. adjektiva. dan dapat berdiri sendiri sebagai sebuah satuan. urutan kata yang berbeda mengakibatkan makna gramatikal yang berbeda.

Bajunya ba. dan suara meninggi.gus sekali. 3. yaitu temannya yang berperan sebagai penerima dan kata mangga sebagai penderita. Jadi intonasi merupakan serangkaian nada yang diwarnai oleh tekanna. Pada kalimat (1) pengujar memberikan tempo yang agak lama pada segmen gus dengan tujuan untuk memberi pebekanan pada segmen gus tersebut. Dalam kalimat (c) kata mengambilkan mengharuskan hadirnya dua kata benda di belakangnya.. Pada kalimat (2) pengujar memberikan tempo yang agak lama pada segmen ba dengan tujuan untuk memberikan penekanan pada segmen ba tersebut. dalam kegiatan berbahasa lisan tempo biasa digunakan oleh penceramah atau motivator untuk memberi penekanan bahwa kalimat.c) Dedi mengambilkan temannya mangga Dalam kalimat (a) kata mengambil menyatakan tindakan aktif yang diikuti kata mangga sebagai penderita. Bajunya bagus sekali.sekali. Intonasi dengan segala unsur pembentuknya. perhentian/jeda (pause) dan suara yang meninggi. tempo. infiks. mengakibatkan makna gramatikal yang berbeda pula. atau menurun pada akhir arus ujaran. durasi/ tempo (length). Intonasi Intonasi merupakan perpaduan dari berbagai gejala. Pengucapan dengan tempo yang berbeda tersebut. Namun demikian. dalam linguistik disebut prosodi/suprasegmental. titi nada (pitch).Itulah sebabnya bentuk kata digolongkan sebagai alat sintaksis. dan pada kalimat (3) pengujar mengucapkan kata bagus sekali sedara datar.. sufiks. mendatar. Kata Tugas . atau menurun pada akhir arus ujaran. Bajunya bagus. konfiks maupun simulfiks). Contoh : 1. klausa. frase atau kata yang diucapkan dengan tempo yang berbeda itu penting adanya. Dari paparan tersebut diketahui bahwa bentuk kata sebagai alat sintaksis ditandai oleh penggnaan berbagai imbuhan/afiks (baik prefiks. Penggunaan imbuhan yang berbeda. mendatar. 3. tidak membedakan makna.. Dalam kalimat (b) kata mengambili menyatakan tindakan aktif ( yang dilakukan secara berulang-ulang) yang diikuti kata mangga sebagai penderita. 4. 2.. yaitu tekanan (stress). jeda.

terdiri atas unsur pusat/ unsur yang diterangkan (D) dan unsur atribut/ penjelas atau unsur yang menerangkan (M). a.. Frasa endosentrik atributif : terdiri atas unsur-unsur yang kedudukannya tidak setara. either. Contohnya : Mereka duduk di teras Ia dijuluki sebagai sang guru Pada hari ini aku dan dia akan pergi ke luar negeri.nor. but. gabungan dua kata atau lebih itu tidak melampaui fungsi subjek atau fungsi predikat. Berdasarkan distribusi unsur-unsurnya.. not.) dalam bahasa Inggris disebut split structure of coordination ( not b... Frasa endosentrik koordinatif : terdiri atas unsur-unsur yang kedudukannya setara. Almost all people Not a few friend Much more money b... udara segar D M D M D M D M D M .. frasa dibedakan menjadi dua : 1. rather than) only.. konjungsi (kata penghubung).atau.and). Artinya. FRASA Frasa lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampauui batas fungsi unsur klausa. Contoh : ayah dan ibu. nor. Contoh : Halaman luas. klausa atau kalimat. Maknanya menjadi jelas setelah digunakan dalam frase. Kata tugas dikelompokkan menjadi lima jenis : preposisi (kata depan). white and blue. anak malas. bagus tetapi kotor Red. belajar atau bekerja. tetapi) dalam bahasa Inggris (and. partikel (penegas). Penggunaan kata-kata tugas dalam kalimat akan memperjelas maknanya. by the people He choose to eat insects rather than starve atau konjungtor terbagi (baik. secara potensial dapat dihubungkan baik dengan konjungtor tunggal (dan.. both. interjeksi (kata seru).but also... Kata tugas tidak memiliki makna leksikal. rumah besar.Kata tugas atau disebut pula kata sarana berfungsi menghubungkan kata atau kelompok kata yang berada di depan dan di belakangnya.maupun. Frasa endosentrik : Frasa yang berdistribusi paralel dengan pusatnya. sepatu baru.. artikel (kata sandang)..

Artikel : terdiri atas unsur perangkai yang berupa artikel/ kata sandang dan unsur lain sebagai pusat. terdiri atas unsur pusat dan unsur aposisi. kedai kopi. adalah guru teladan. Pedagang asongan. Contoh : makan dan minum. Contoh : big house. duduk lagi. Frasa eksosentrik direktif : frasa yang terdiri atas unsur perangkai dan unsur pusat.Preposisional (kopulatif) : Unsur perangkai yang berupa preposisi. akan berangkat. ibukota Indonesia Ir. Frasa endosentrik apositif : frasa yang secara semantik unsur yang satu sama dengan unsur yang lain dan dapat saling menggantikan. . Contoh : dari rumah.sebagai sekretaris. merupakan pelajaran Kopula nomina kopula frase nomina kopula nomina Berdasarkan kelas katanya. teman seperjuangan.Konjungtif : terdiri atas unsur perangkai yang berupa konjungsi dan unsur lain sebagai pusat. dan unsur lain sebagai pusat. Contoh : Jakarta. . Frasa nominal : frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan nomina/kata benda. Contoh : buku cerita. Frasa verbal : frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan verba/kata kerja. sejak pagi . anak manis. jika tahu. Soekarno. di jalan. tall man.. Contoh : Sang pangeran. short story. frasa dibedakan menjadi lima jenis : 1. Frasa eksosentrik : Frasa yang berdistribusi komplementer dengan pusatnya. Contoh : . a. lazy boy c.Pengontrasan antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam bidang struktur modifikasi ini yang paling nyata terlihat yang berintikan kata benda. andaikata kaya . Frasa eksosentrik konektif : frasa yang salah satu unsurnya berupa kopula (linking) yang bertindak sebagai konektor dan berfungsi sebagai penghubung antara unsur sebelum dan sesudahnya. Hatta) The poet Amir Hamzah (Penyair. 3. Dalam kalimat frasa ini berpotensi menjadi predikat. Frasa ini terdiri dari struktur kata benda atau yang berintikan kata benda yang diikutinya.. 2. meskipun hujan. Contoh : karena lupa. membaca dan menulis.. si usil b. Frasa adjektival : frasa ini memiliki distribusi yang sama dengan adjektif. yang Maha pemurah. Dalam bahasa Inggris berstruktur MD. lazy boy. Amir hamzah) 2. antara keduanya biasanya dihubungkan oleh tanda koma. Presiden I RI Vice-President Hatta (Wakil presiden. artinya unsurunsurnya tidak bisa menggantikan keseluruhan kedududkan frasa tersebut.

riang gembira.... dan keterangan maupun tidak. Contohnya : dua rumah. 4. KLAUSA Klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas subjek dan predikat. Contoh : ’sedang berdiskusi’ (klausa dari jawaban pertanyaan mereka sedang apa?) Berdasarkan struktur internalnya.. Contoh : ibu memasak daging.. Frasa preposisional : frasa yang terdiri atas kata depan sebagai perangkai. hitam legam. klausa dibagi menjadi dua : 1. lima helai.. anak-anak bermain. 2. c. diikuti oleh kata atau frasa sebagai aksis/pusatnya. klausa dibedakan menjadi : 1.. Contohnya : sejak tadi siang. kepada masyarakat. Frasa numeral : frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata bilangan. Klausa bebas : klausa yang mampu berdiri sendiri sebagai kalimat sempurna Contoh : Ayo membaca! BRI Depok mengutamakan kenyamanan nasabah. 5. sepuluh ekor. Klausa tak lengkap : biasanya terdapat pada kalimat jawaban dan kalimat majemuk.. gagah berani. pelengkap. Berdasarkan kelengkapan unsur intinya. indah nian. indah lukisannya. Klausa terikat: klausa yang tidak mampu berdiri sendiri/menjadi bagian dari konstruksi lain. Klausa berstruktur inversi : klausa yang unsur subjeknya berada di belakang predikat Contoh : pandai ia. baik disertai objek. Klausa dibedakan menjadi: 1. Klausa berstruktur runut : klausa yang subjeknya berada di depan unsur predikat. Klausa lengkap: minimal terdiri dari unsur S dan P Contoh : adik bermain. Contoh : ia pandai. . Contoh : Jika tidak mengikuti ujian. Gita sedang menulis 2. disiplin orangnya P S P S P S Berdasarkan distribusinya.Contoh : sangat merdu. Meskipun tanpa petugas. S P S P 2. dengan sabar..

S S P P K K Matahari terbit di timur. klausa dibedakan menjadi : 1. Contoh : Ia perawat dirumah sakit ini.Berdasarkan ada atau tidaknya unsur negasi pada P (predikat). Contoh : Ia tidak hadir hari ini. (klausa preposisional) Rumahnya sangat jauh. preposisional. 2. S S P P O O Pel Ayah membelikan adik sepatu. Klausa verbal : klausa yang predikatnya berkategori kata kerja. Klausa positif : klausa yang tidak mempunyai kata negasi/ pengingkaran dalam kalimatnya. (klausa nominal) Mahasiswa di kelasnya tigapuluh orang. dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan. (klausa adjektival) d. klausa dibagi menjadi : 1. a. frase. serta disertai dengan intonasi final. Klausa nonverbal: klausa yang unsur predikatnya bukan verba. Wina bukan dokter. Verba intransitif : klausa yang kata kerjanya tidak memerlukan objek. b. Berdasarkan kategori pengisi fungsi predikat. dan klausa) bahwa kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar. Verba transitif : klausa yang kata kerja yang memerlukan objek. Contoh : Mereka berkumpul di aula. 2. nomina. Contoh : Dedi mengagumi indah. yang biasanya berupa klausa. bisa adjektival. Sedangkan dalam kaitannya dengan satuan-satuan sintaksis yang lebih kecil (kata. KALIMAT Dengan mengaitkan peran kalimat sebagai alat interaksi dan kelengkapan pesan atau isi yang akan disampaikan. Klausa negatif : klausa yang terdapat kata negasi/ pengingkaran dalam kalimat. kalimat didefinisikan sebagai “ Susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap ”. numeral. Jangan diambil makanan itu. . (klausa numeral) Bapak dari Surabaya.

Secara sederhana. Adapun predikat. subjek. terutama dalam kaitannya dengan penyusunan kamus. sifat dan makna. Ibunya sedang tidur (FV) Ayahnya pegawai bank (FN) Fungsi Contoh kalimat predikat merupakan konstituen pokok yang diikuti oleh unsur lainnya. Objek bisa Sinta mengunjungi Joni. leksikografi . Unsur kalimat Predikat Menunjukkan aktivitas/kegiatan. Keterangan Hampir mirip dengan fungsi objek. Subjek Sebagai perbuatan pelaku/ yang subjek berada pada sebelah kiri sebelum Saudaranya dua orang (Fnum) melakukan Mobil itu mengangkut sayur-mayur. Berfungsi sebagai pelengkap dalam kalimat. Objek Merupakan konstituen kalimat yang Ibu sangat menyayangi aku. B. serta keseluruhan leksikon. kehadirannya dituntut oleh verba transitif pada kalimat aktif. Pak Udin sedang membaca surat. Ia belajar bahasa Jepang.Fungsi Unsur-unsur Kalimat Fungsi merujuk pada fungsi sintaksis (jabatan) dalam satuan gramatik dalam kalimat. hubungan antarkata (semantis). Anak-anak sedang bermain. pelengkap dan keterangan. "leksikon") adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari kata. Ibu menjahitkan aku baju tidur. sebagai subjek jika Adik memukul kucing. kelompok kata. Fungsi dalam kalimat adalah predikat. LEKSIKOLOGI Leksikologi (dari bahasa Yunani: lexiko-. Dia berdagang pakaian di pasar. Letaknya menduduki dipasifkan. objek. langsung setelah predikat. Ilmu ini terkait erat dengan leksikografi yang juga mempelajari kata. unsur.

Makna leksikal biasanya dipertentangkan dengan makna gramatikal. Umpamanya kata tikus makna leksikalnya adalah sebangsa binatang pengerat yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit tifus. hal ini seperti diungkapkan oleh Leech dalam Tarigan. makna leksikal dapat diartikan sebagai makna yang bersifat leksikon. maka leksem dapat kita persamakan dengan kata. 2003.pada kata angkat dalam kalimat Batu seberat itu terangkat juga oleh adik. karena itu. Proses afiksasi awalan ter. Leksikal adalah bentuk adjektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon. Selain terkait dengan ilmu yang mempelajari penyusunan kamus. Kalau makna leksikal berkenaan dengan makna leksem atau kata yang sesuai dengan referennya.(Chaer. Lalu. makna yang sesuai dengan hasil observasi alat indera. Makna ini tampak jelas dalam kalimat Tikus itu mati diterkam kucing. Kalau leksikon kita samakan dengan kosakata atau perbendaharaan kata. 289). bersifat leksem. papan itu terangkat ke atas melahirkan makna gramatikal ’tidak sengaja’ Kebanyakan orang mengabaikan pembelajaran mengenai leksikal ini. serta perubahan-perubahan dalam bentuk dan makna sepanjang waktu. dan lebih cenderung berkutat pada struktur. maka makna gramatikal ini adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatika seperti proses afiksasi. atau bersifat kata. proses reduplikasi. . Dengan demikian. pada bahasan kali ini. yaitu satuan bentuk bahasa yang bermakna. akan dibahas dua hal yang menjadi fokus dalam kajian leksikologi kontrastif yaitu ‘bidang kata’ dan ‘komponen-komponen semantik’. atau Panen kali ini gagal akibat serangan hama tikus. dapat pula dikatakan makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya.disebut sebagai penerapan praktis dari leksikologi. melahirkan makna ’dapat’. Satuan dari leksikon adalah leksem. dan dalam kalimat Ketika balok itu ditarik. leksikologi juga berkaitan dengan antropolinguistik dan Richard dalam Tarigan mengemukakan bahwa leksikologi adalah kajian mengenai butir-butir kosakata (leksem-leksem) suatu bahasa. penerjemahan. termasuk makna-makna dan hubunganhubungannya. atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. bahwasannya “ Bahasa mempunyai suatu kecenderungan atau tendensi untuk ‘memaksakan struktur pada dunia nyata dengan cara memperlakukan beberapa pembedaan sebagai suatu hal yang penting dan mengabaikan yang lainnya” (Tarigan. dan proses komposisi (Chaer: 290). 129). Kemudian.

Akan tetapi.. diperintah atau dihibur: The smoke told us a new Pope had been found. He speaks well : He’s a good speaker. tell . says. ‘teks’ atau institusi: My mother The brochure Scotland Yard SAGEN mengacu pada subjek insani dan tidak bisa subjeknya berupa ‘teks’ *Ihre Broschure sagt. REDEN mengacu pada kualitas SPEAK dan TALK: Er ist ein guter Redner. erzahlen.. Bidang kata Yang dimaksud dengan bidang kata atau medan makna/ leksikal adalah seperangkat unsur leksilal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu (Chaer : 315-316). (ii) SPEAK mengacu pada kemampuan dan kualitas komunikasi lisan: He speaks six languages : He’s a French speaker.a. dalam bahasa Jerman sagen. talk. speak. (iii) TELL menyampaikan / membawa kenyataan bahwa si –alamat diberi informasi. .. sprechen.. TALK mengacu pada ‘kuantitas’ : He’s a great talker. Lehmann dalam Tarigan telah melakukan anakon verba dalam bahasa Inggris dan bahasa Jerman dengan membuat spesifikasi pada kata: say. (i) Lehmann memperkenalkan sejumlah kontras 4 kata bahasa Inggris tadi dengan mencari padanan nya SAY dapat mempunyai subjek gramatikalnya orang. reden. Er redet zu viel.

Er sagte den Kindern. Kalau dalam bahasa Indonesia penamaan kakak dan adik berdasarkan usia. badai dan tenggelam merupakan kata yang satu kolokasi. ombak. lebih tua atau lebih muda. purple. Sementara dalam bahasa Inggris mengenal sebelas warna dasar yaitu: white. sementara dalam bahasa Inggris berdasarkan pada jenis kelamin. Dalam bahasa Inggris disebut dengan brother and sister. konsep penamaan kakak dan adik merujuk pada orang yang lahir dari ibu yang sama. Kata-kata atau leksem yang mengelompok dalam satu medan makna. Kata-kata layar. Contoh: . pink. blue. nelayan. lada. yakni kelopmpok warna merah. (ma) rarar. (ma) langit. SAGEN berkorespondensi dengan TELL dalam fungsi-fungsi informasinya dan imperatifnya: Sein Gesicht sagte uns. Contoh lain adalah cabe. yakni warna hitam dan warna gelap lainnya. lalu perahu itu digulung ombak dan tenggelam beserta isinya. bahasa Indonesia memberi keterangan perbandingan seperti merah darah. perahu. garam. hanya terdapat empat warna yaitu: (ma) biru. orange dan grey. coklat. merah bata. yakni warna putih dan warna cerah lainnya. dan coklat tua. Pada bahasa Indonesia. red. Untuk menyatakan nuansa yang berbeda. hijau muda. salah satu bahasa daerah di Filipina. Dalam bahasa Indonesia mengenal nama-nama warna dalam medan warna. Sedangkan dalam bahasa Hunanco. yaitu: merah. abuabu dan sebagainya. hal ini bergantung pada sistem budaya masing-masing bahasa. Banyaknya unsur leksikal dalam satu medan makna antara bahasa yang satu dengan lainnya tidak sama. merica merupakan satu kolokasi yang berkenaan dengan bumbu dapur. Kolokasi merujuk pada hubungan sintagmatik yang terdapat antara kata-kata atau unsur-unsur leksikal. bawang. merah jambu.dar er argerlich war. brown. yakni warna kuning. yellow. contoh: Tiang layar perahu nelayan itu patah dihantam badai. karena kata-kata yang ada dalam satu set bisa saling disubstitusikan. ruhig zubleiben.He told the kids to make less noise. green. dan (ma) latuy. terasi. kuning. berdasarkan sifat hubungan semantisnya dibedakan menjadi medan kolokasi dan medan set. Kelompok set merujuk pada hubungan paradigmatik.

child. 2. Makna yang dimiliki oleh setiap kata terdiri dari sejumlah komponen (komponen makna). girl. ‘lamb’ contohnya dapat dispesifikasi dengan (+ovine + young). Setiap leksem merupakan kompleks dari komponen-komponen. Leech dalam Tarigan mengemukakan perbedaan antara kesemestaan formal yaitu semua batasan leksikal dalam semua bahasa (harus) dapat dianalisis sebagai seperangkat komponenkomponen dan kesemestaan substantif yaitu semua bahasa mempunyai kontras. leksem atau butir leksikal tentu mempunyai makna. terik panas Komponen-komponen semantik Setiap kata. menggambarkan komponen-komponen tersebut sebagai berikut: Man Bull Ram woman cow ewe child calf lamb Lyons dalam Tarigan Perbandingannya adalah man dan bull adalah (+ male) Woman dan cow adalah (+ female) Child dan calf adalah ( + immature) Secara vertikal bisa dikontraskan bahwa semua perangkat pertama adalah (+human). Ciri –ciri tersebut merupakan komponen-komponen semantik.Manula / lansia Dewasa b. semua perangkat kedua adalah (+ bovine ‘keluarga sapi’) dan semua perangkat ketiga adalah (+ovine ‘keluarga domba’). anak Komponen makna bo y girl chil d anak 1. Manusia Dewasa + - + - + - + ± . Perhatikan contoh berikut ini: Boy.

tanda (-) artinya tidak mempunyai komponen pada maknanya. Analisis komponen berguna untuk mencari perbedaan dari bentuk-bentuk yang bersinonim. for holding. namun perhatikan komponen maknanya di bawah ini: Komponen makna 1.3.. Contoh pada afiksasi dengan prefiks me. Fungsi selanjutnya dari komponen makna adalah pada penerapan contoh polisemi yaitu adanya relasi makna yang erat antara kata yang bentuknya dan ucapannya sama. 4. dan komposisi pada bahasa Indonesia. Manusia Dewasa Sapaan kepada orang tua laki-laki Sapaan kepada orang yang dihormati Ayah + + + Bapak + + + + Dari bagan di atas dapat terlihat bahwa walaupun kedua kata tersebut bersinonim. Dan pada komposisi. berikut ini adalah contohnya: kata Inggris hand mempunyai empat pengertian. 3. namun ada perbedaan pada komponen maknanya.pada nomina yang memiliki komponen makna /+alat/ akan mempunyai makna gramatikal ‘ melakukan tindakan dengan alat’ (yang disebut kata dasarnya). etc) . memukul-mukul dan sebagainya. reduplikasi. yaitu: (i) Part of the arm . end of arm. Begitupun pada proses reduplikasi yang memilki komponen makna / sesaat/ maka gramatikal nya akan menjadi kegiatan yang berulang-ulang seperti memotong-motong. Kegunaan analisis komponen yang lain adalah untuk membuat prediksi makna-makna gramatikal afiksasi. terlihat pada contoh: rumah paman terdiri dari komponen makna /+ manusia/ dan / milik/. Umpamanya kata ayah dan bapak (dua buah kata yang mempunyai sinonim dalam bahasa Indonesa). Jantan + - ± ± Pada kata–kata yang memilki tanda (+) artinya memiliki kesamaan pada komponen maknanya. dan tanda (± atau pda seumber lain dilambangkan dengan 0) artinya bisa relevan atau tidak. 2. with fingers (komponen: part of body.

on dial. Berikut disajikan perbedaannya. (-) = tidak punya komponen yang relevan.(ii) On a watch or clock (komponen: part of clock. C1= water Cook Boil Simmer Fry 0 + + with C2 with fat 0 + = C3 = with oven 0 C4 = contact with flame 0 + + + C5 gentle 0 + 0 = . dan hand 4 semuanya merujuk pada human. movement) Lalu kita bandingkan dengan bahasa Jerman dengan korespondensi leksikal-leksikal sebagai berikut: Hand 1 = die Hand Hand 2 = der Zeiger Hand 3 = der Hilssarbeiter Hand 4 = der Beifall Dari contoh hand 1. dan hiponim dari cook adalah boil. (0) = tidak menerapkan salah satu pun secara distingtif. Siswa Inggris yang belajar bahasa Jerman cenderung menggunakna die Hand untuk mengacu kepada der Zeiger. wage-earning) (iv) A round of applause (komponen: human agent. Pada kata cook hipernimnya adalah cook itu sendiri. Komponen-komponen semantik juga berfungsi untuk mengontraskan kata-kata yang mempunyai satu leksem dasar dan mempunyai banyak unsur kesamaannya (KOHIPONIM). broil dan bake. Contohnya adalah kata cook dalam bahasa Inggris yang akan dibandingkan dengan bahasa Jerman dengan “melibatkan penerapan panas dalam berbagai cara terhadap makanan”. public appreciation. Dengan anakon leksikal yang mencakup pengontrasan semua makna dapat dikenali dan dengan mudah menentukan leksem mana yang seharusnya digunakan pada situasi tertentu. sedangkan hand 2 besama hand 4 komponen yang sama adalah movement. fry. (+)= komponen relevan. hand 3. moving) (iii) A person who helps with work (komponen: human. working.

Boil = kochen 2. Pada kata Bratkkartoffeln berarti dimasak di dalam panci. yaitu digoreng dan dalam bahasa Inggris diwakilkan dengan fry. . (b) batasan geografik. (2) makna ialah makna leksikal seperti terdapat dalam kamus dan makna morfologis contoh : “buku” dan “buku-buku”. di atas nyala api. Selain itu non distingtif (ditandai dengan 0). di atas nyala api. Simmer = kochen 3 : yaitu dalam air. di atas api dengan lemak. dengan hati-hati. yaitu dalam air. Sementara itu braten dalam kata ein Rindbraken berarti dalam oven. tanpa lemak. contoh: “you are not good” dan “you ain’t no good”. Braten ditentukan secara positif hanya dengan keabsenan air.Roast Toast bake Kochen 1 Kochen 2 Kochen 3 Braten Rosten Backen 0 + + 0 0 0 0 + + 0 0 + + 0 + + 0 + - 0 0 0 0 + 0 0 0 Cook = kochen 1 : keduanya bermakna mempersiapkan makanan dalam setiap cara yang diterapkan oleh c1-c5. Yang demikian ini disebut dengan generalitas divergen. (3) distribusi kosakata ialah (a) batasan gramatik. diwakilkan dengan kata roast. “to water” (verba). yakni: (1) bentuk yaitu yang terdiri dari fonem segmental dan suprasegmental contoh: “book “ adalah “buku”. contoh: “water” (nomina). Lado dalam bukunya mengadakan analisis kontrastif dua sistem kata yang mencakup tiga aspek. contoh: (Inggris UK : “hood”) dan (Inggris Amerika: “ bonnet”) dan (c) batasan tingkat sosial.

Ing (UK): lantai dasar = ground floor.Lado juga memberi pola-pola kesukaran dalam mencari bentuk-bentuk kesukaran pada bidang ini: 1. Ungkapan idiom Contoh: Ind Dia panjang tangan (pencuri) Ing The long arms of the laws (hukum pasti tahu siapa yang salah) John “punya mata” untuk wanita (mata keranjang) John has an eye for art (John suka seni) yang diajukan pada forum . lantai 2 = lantai 1 dst. makna berlainan Contoh: (Ing) “concept” : pemikiran -----(Ind) “konsep” : draft yang belum jadi. Makna-makna yang kurang dimengerti dan dianggap aneh Contoh: Ind: gedung lantai 1 = lantai dasar . Contoh: Ind Hostes (wanita tuna susila) Flai (orang yang linglung) Isu (suatu topik yang belum tentu benar dan negatif) Ing hostess (nyonya rumah) fly (terbang) issue (suatu hal yang penting 4. makna sama Contoh: “house” dan “home” 3. lantai 2 = second floor 5. Bentuk cognated Cognates adalah kata-kata yang mirip dalam bentuk dan makna khususnya pada bahasa serumpun/ pinjaman dari bahasa asing. 2. Konotasi berlainan Makna tambahan yang berkaitan dengan budaya suatu bangsa disebut “konotasi” Contoh: Ing : fat (gemuk) dan funny (lucu) berkonotasi negatif Ind : gemuk dan lucu adalah pujian 6. Bentuk berlainan. lantai 2 = first floor Ing (Amerika): lantai dasar = first floor. Bentuk sama.

dan berperan dalam perumusan peraturan perundang-undangan. . tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundangundangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Jika bermakna ganda.BAB III KESIMPULAN Kajian mikrolinguistik sintaksis dan leksikal merupakan kajian yang pada dasarnya membahas tentang kata.

Pembentukan Kata Dalam Bahasa Indonesia. Chaer. 2003. Pengajaran Analisis Kontrastif Bahasa. 2010. Dengan mengontraskan kedua hal tersebut.Henry Guntur. Harimurti. Abdul. Surakarta:Yuma Pustaka.Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Kridalaksana. 2009.Sedangkan analisis leksikal mengacu pada pengontrasan makna kata dan komponenkomponen semantik antara satu bahasa dengan bahasa lain. Sintaksis Sebuah Panduan Praktis. Sukini. . DAFTAR PUSTAKA Tarigan. 1989. maka diharapkan guru maupun siswa mampu untuk mengatasi kesukaran dalam berbahasa asing dalam kaitannya dengan unsur klausa dan kalimat (sintaksis) serta kata itu sendiri (leksikal). Linguistik Umum . Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Analisis Kontrastif dan Kesalahan Suatu Kajian dari Sudut Pandang Guru Bahasa. Sri Utari dan Nababan.Subyakto. 1994. . Jakarta: Program Pendidikan Bahasa Pascasarjana IKIP.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful