PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DAN UPAYA PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA dan MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

I . PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA A. Latar Belakang Timbulnya Pergerakan Nasional. Sejak menginjakkan kakinya di bumi Indonesia pada tahun 1956, penjajah Belanda kurang memperhatikan kesejahteraan golongan pribumi (orang-orang Indonesia). Mereka terus mengeruk kekayaan alam dan menindas rakyat Indonesia, tanpa mau memperhatikan nasib rakyat itu sendiri. Pada akhir abad ke-19, C.Th.van Deventer mengkritik keadaan itu melalui salah satu karangannya yang berjudul Utang Budi. C.Th van Deventer antara lain menyetakan bahwa kemakmuran Belanda diperoleh berkat kerja dan jasa orang Indonesia. Oleh sebab itu, bangsa Belanda sebagai bangsa yang maju dan bermoral harus membayar utang budi kepada bangsa Indonesia. Caranya adalah dengan menjalankan Politik Balas Budi atau dikenal dengan sebutan Politik Etis. Politik Etis yang diuslkan olehC.Th van Deventer berisi tentang perbaikanperbaikan dalam bidang irigasi (pengairan), transmigrasi (perpindahan), dan edukasi (pendidikan). Akan tetapi pelaksanaannya tidak terlepas dari kepentingan pemerintah Hindia Belanda. Politik Etis sebenarnya merupakan bentuk penjajahan kebudayaan yang halus sekali. Program edukasi itu sendiri sebenarnya merupakan pelaksanaan dari Politik Asosiasi yang berarti penggantian kebudayaan asli tanah jajahan dengan kebudayaan penjajah. Walaupun menyimpang dari tujuan semula, beberapa pelaksanaan dari Politik Etis telah membawa pengaruh yang baik. Misalnya, dengan didirikannya sekolah-sekolah untuk golongan pribumi. Tujuannya adalah untuk memperoleh tenaga baru pegawai rendah yang bersedia digaji lebih murah dari pada tenaga bangsa-bangsa Belanda. Banyaknya penduduk pribumi yang bersekolah telah menghasilkan kaum cerdik pandai dikalangan penduduk pribumi. Kaum cerdik pandai inilah yang mempelopori kesadaran kebangsaan, yaitu suatu kesadaran tentang perlunya persatuan dan kesatuan bangsa. Peristiwa timbulnya kesadaran berbangsa disebut Kebangkitan Nasional Indonesia. Kaum cerdik pandai ini pula yang mempelopori dan memimpin pergerakan nasional pada awal abad ke-20. B. Organisasi-Organisasi dan Tokoh-Tokoh Pergerakan Nasional. 1. Budi Utomo. Pada tahun 1906 di Yogyakarta dr. Wahidin Sudirohusodo mempunyai gagasan untuk mendirikan studiefonds atau dana pelajar. Tujuannya adalah mengumpulkan dana untuk membiayaai pemuda-pemuda bumi putra yang pandai, tetapi miskin agar dapat memneruskan ke sekolah yang lebih tinggi. Untuk mewujudkan gagasan nya tersebut, beliau mengadakan perjalanan keliling jawa. Ketika sampai di Jakarta, dr. Wahidin Sudirohusodo bertemu dengan

mahasiswa-mahasiswa STOVIA. STOVIA adalah sekolah untuk mendidik dokterdokter pribumi. Mahasiswa-mahasiswa tersebut antara lain Sutomo, Cipto Mangunkusumo, Gunawan Mangunkusumo, Suraji, dan Gumbrek. Dr. Wahidin Sudirohusodo memberikan dorongan kepada mereka agar membentuk suatu organisasi. Dorongan tersebut mendapat sambutan baik dari para mahasiswa STOVIA. Pada tanggal 20 Mei 1908 bertempat di Gedung STOVIA. Para mahasiswa STOVIA mendirikan organisasi yang diberi nama Budi Utomo. Budi Utomo artinya budi yang utama. Tanggal berdirinya Budi Utomo yaitu 20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. 2. Serikat Dagang Islam. Revolusi Nasional Cina yang dipelopori oleh dr. Sun Yat Sen pada tanggal 10 Oktober 1911 telah berpengaruh terhadap orang-orang Cina perantauan di Indonesia. Mereka segera mendirikan ikatan-ikatan yang bercorak nasionalis Cina. Kedudukan mereka dibidang ekonomi sangat kuat. Mereka menguasai penjualan bahan-bahan batik. Para pedagang batik pribumi merasa terdesak atau dirugikan. Untuk menghadapi para pedagang Cina itu, pada tahun 1911 para pedagang batik Solo dibawah pimpinan H. Samanhudi mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI). Tujuan berdirinya Sarikat Dagang Islam adalah : a. Memajukan perdagangan. b. Melawan monopoli pedagang tionghoa, dan c. Memajukan agama Islam. Serikat Dagang Islam mengalami perkembangan pesat karena bersifat nasionalis, religius, dan ekonomis. 3. Indische Partij. Indische Partij didirikan di Bandung pada tanggal 25 Desember 1912 . Pendirinya adalah dr. E.F.E Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, dan Ki Hajar Dewantara. IP bertujuan mempersatukan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan. Tokoh-tokoh IP menyebarluaskan tujuannya melalui surat kabar. Dalam waktu singkat IP mempunyai banyak anggota. Cabang-cabangnya tersebar di seluruh Indonesia. Pemerintah Hindia Belanda menganggap organisasi ini membahayakan kedudukannya. Pada bulan Maret 1913 Pemerintah Hindia Belanda melarang kegitan IP. Pada bulan Agustus tahun yang sama para pemimpin IP dijatuhi hukuman pengasingan. 4. Partai Nasional Indonesia. Pada tanggal 4 Juli 1927 para pengurus Algemeene Studie Club (Kelompok Belajar Umum) di Bandung mendirikan perkumpulan baru yang dinamakan Perserikatan Nasional Indonesia. Mereka adalah Ir. Soekarno, Mr. Sartono, dr. Samsi, Mr. Iskaq Cokrohadisuryo, Mr. Budiarto, Mr. Ali Sastroamijoyo, Mr. Sunario, dan Ir. Anwari. Perkumpulan ini kemudian berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia (PNI), dll. C. Usaha Mempersatukan Partai-Partai. Di Indonesia terdapat berbagai pergerakan yang terpisah-pisah satu sama lain. Keadaan ini kurang menguntungkan bagi perjuangan bangsa Indonesia untuk menuju Indonesia merdeka. Beberapa tokok pergerakan segera menyadari keadaan

Tuntutan ini dilakukan sebagai reaksi atas ditolaknya Petisi Sutarjo dalam Volskraad sehingga Volskraad dianggap bukan parlemen. Dewi Sartika terhadap kaum wanita telah mengilhami pergerakan kaum wanita untuk membentuk organisasi. Menyamakan arah aksi kebangsaan serta memperkuat dan memperbaiki organisasi dengan melakukan kerjasama diantara anggota-anggotanya. Pada awalnya tujuan organisasi perempuan itu untuk memperbaiki kedudukan sosialnya. Persatuan Minahasa. Organisasi ini didirikan pada tanggal 21 Mei 1939. Pelopor pergerakan wanita pada masa itu adalah R. PII. dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dewi Sartika . Pergerakan Kaum Wanita. Sumatranen Bond. Perhatian yang besar dari R. Pada tanggal 22 – 25 Desember 1928 beberapa perkumpulan perkumpulan wanita Indonesia mengadakan Kongres Perempuan Indonesia. Gabungan Politik Indonesia (GAPI).Gerindo. b. Diakuinya Merah Putih sebagai bendera persatuan.A Kartini dan R. Pasundan. dan wakil-wakil dari partai-partai yang tergabung didalamnya. GAPI membentuk pengurus yang disebut Secretariat Tetap. Keduanya ingin mengangkat derajat kaum wanita melalui pendidikan. b. Tujuan kongres adalah mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia. Mereka berusaha mempersatukan organisasi-organisasi pergerakan yang ada pada waktu itu. PSII. dalam perkembangannya organisasi itu juga berwawasan kebangsaan. Pada Kongres Rakyat Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 1939 dihasilkan beberapa keputusan sebagai berikut : a. dan Mr. Namun. Muhammad Husni Thamrin dari Parindra (bendahara). 1. . Indonesia Raya sebagai lagu persatuan. Pada awalnya pergerakan wanita Indonesia dilakukan oleh perorangan. D.ini. Kongres I Perempuan Indonesia. Pasundan. Partai Serikat Islam. Menuntut Indonesia berparlemen. dan Perhimpunan Politik Katolik Indonesia. Pengurus PPPKI disebut Majelis Pertimbangan yang terdiri atas ketua. Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) didirikan pada tanggal 17 Desember 1927. GAPI berdiri atas prakarsa Muhammad Husni Thamrin. GAPI adalah organisasi kerja sama antara partai-partai politik di Indonesia. Tujuan PPPKI adalah : a. Amir Syarifuddin dari Gerindo (pembantu penulis).A Kartini dan R. penulis. Pengurus Sekretariat Tetap dijabat oleh Abikusno Cokrosuyoso dari PSII 9Penulis Umum ). dan Indonesische Studie Club. 2. Kaum Betawi. Anggopta PPPKI terdiri atas Partai Nasional Indonesia. GAPI beberapa kali mengadakan kongres. Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). bendahara. Dalam kongres tersebut antara lain diputuskan mendirikan gabungan perkumpulan wanita yang bernama Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Anggota GAPI adalah Parindra. Menghindarkan perselisihan diantara para anggotanya yang dapat memperlemah aksi kebangsaan. Budi Utomo. 1.

J. Sutomo. nama Tri Koro Darmo diubah menjadi Jong Javanen Bond (Jong Java). Pada tangga 22 Maret 1930 di Bandung didirikan perkumpulan Istri Sedar. Wongsonegoro (wakil ketua). Nazir Datuk Pamuncak. Pergerakan Pemuda Berdasarkan Kedaerahan para pemuda tidak tinggal diam melihat penderitaan yang dialami bangsanya. Meskipun bukan merupakan organisasi politik.2.A. Akhirnya. Jakarta.L Senduk. Tujuannya menuju pada kesadaran wanita Indonesia dan derajat hidup Indonesia untuk mempercepat dan menyempurnakan Indonesia merdeka. Pergerakan Pemuda dalam Bentuk Kelompok Belajar a. Tokoh-tokohnya antara lain : T. tetapi dalam kampanyenya Istri Sedar sering menyarakan sikap antipenjajah. Satiman Wiryosanjoyo (ketua). Indonesiche Studie Club (ISC) Didirikan di Surabaya pada tanggal 11 Juni 1924. dan R. M. Mereka kemudian diadili di pengadialan Den Haag. tujuannya adalah mempererat rasa persatuan sesama pemuda yang berasal dari Minahasa dan memajukan kebudayaan daerah Minahasa. Tujuannya sama dengan ISC. Pada tahun 1927 pemerintah Belanda menahan para pengurus PI antara lain : Moh. Tri Koro Darmo artinya Tiga Tujuan Mulia. Istri Sedar (IS).S. Sumpah Pemuda 1.C. 2. Asas perjuangannya adalah nonkooperasi. Pada kongres I yang diselenggarakan di Solo pada tanggal 12 Juni 1918. Perkumpulan. Jong Islamienten Bond . Mula-mula bernama Indonesiche Vereeniging. pada tahun 1925 diubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia. pendirinya adalah dr. Hatta. perkumpulanperkumpulan tersebut menjadi bersifat nasional. b. Pergerakan Pemuda Berdasarkan Kebangsaan dan Keagamaan a. b. ASC kemudian menjadi Partai Nasional Indonesia. ISC kemudian menjadi Partai Persatuan Bangsa Indonesia. Palar. Soekarno dan Ir. Algemeene Studie Club (ASC) Didirikan di Bandung oleh Ir. Oleh sebab itu. Joyodiningrat. Tujuan ISC adalah memberi semangat kaum terpelajar agar memiliki kesadaran terhadap masyarakat. Tri Koro Darmo Tri Koro Darmo didirikan pada tanggal 7 maret 1915 di gedung Kebangkitan Nasional. Mereka segera mendirikan perkumpulan-perkumpulan kepemudaan. L. memperdalam pengetahuan politik. Kandou. Anwari. Jong Minahasa Perkumpulan ini didirikanpada tanggal 6 Januari 1918. 3.perkumpulan kepemudaan yang bersifat kedaerahan antara lain : a. Mula-mula perkumpulan itu bersifat kedaerahan. organisasi ini mendapat pengawasan dari Pemerintah Hindia Belanda. Pendirinya adalah Nona Suwarni Joyoseputro. A. Belanda. dan Ali Sastroamijoyo. Perhimpunan Indonesia (PI) Didirikan di Belanda pada tahun 1908. serta mendiskusikan masalah-masalah pelajaran dan perkembangn sosial politik Indonesia. Warouw. dan Sutomo (sekretaris). E. Tri Koro Darmo didirikan oleh dr. b. Sebagian beasar anggotannya adalah murid-murid sekolah menengah asal Jawa Tengah dan Jawa Timur.

6. 4. bukan yang STM. 4. Biasanya anak sekolah tersebut menyebut dengan singkatan Budut / Boedoet (Boedi Oetomo). anggota. Bidang utama adalah pendidikan dan kebudayaan. Mengadakan sekolah VAK / kejuruan untuk para bumi putera dan para perempuan. Organisasi Pergerakan Nasional Budi Utomo Menghadapi Kekuasaan Kolonial Hindia Belanda Tahun 1908 Budi Utomo adalah organisasi pergerakan modern yang pertama di Indonesia dengan memiliki struktur organisasi pengurus tetap. Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar.Belanda. Sebagai suatu organisasi yang baik. meningkatkan martabat bangsa dan membangkitkan Kesadaran Nasional. 6. Pada artikel kali ini yang kita sorot adalah Budi Utomo yang organisasi jaman dulu. Mendirikan TK / Taman kanak-kanak untuk bumi putera. Budi Utomo memberikan usulan kepada pemerintah Hidia Belanda sebagai mana berikut ini : 1. Menyediakan lebih banyak tempat pada sekolah pertanian. 2. Memberi beasiswa bagi orang-orang bumi putera. Tokoh-tokohnya antara lain : R. bandel. Juari. 5. 4. 3. Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat. 3. Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing. Memberikan kesempatan bumi putra untuk mengenyam bangku pendidikan di sekolah rendah eropa atau sekolah Tionghoa . Wahidin Sudirohusodo dan Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang bertujuan untuk memajukan Bangsa Indonesia. Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata. tujuan dan juga rencana kerja dengan aturan-aturan tertentu yang telah ditetapkan. Sadewo. bikin rusuh. Terbatas wilayah jawa dan madura. Tidak mengadakan kegiatan politik. Moh.Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 1 Januari 1926 oleh anggotanya yang keluar dari Jong Java. 8. namun tujuan organisasi Budi Utomo tidak maksimal karena banyak hal. Mengangkat R. Mengalami kesulitan dinansial 2. dan Kasman Singodimejo. Tirtokusumo yang menjabat sebagai Bupati Karanganyar sebagai ketua. Budi utomo pada saat ini lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu STM yang memiliki siswa yang suka tawuran. Sam Haji Agus Salim. Tanggal 20 Mei 1908 biasa diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesia.T.T. 2. 7. Kongres pertama budi utomo diadakan di Yogyakarta pada oktober 1908 untuk mengkonsolidasikan diri dengan membuat keputusan sebagai berikut : 1. Memelihara tingkat pelajaran di sekolah-sekolah dokter jawa. Budi Utomo didirikan oleh mahasiswa STOVIA dengan pelopor pendiri Dr. M. 5. Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebaga badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan. Izin pendirian sekolah desa untuk Budi Utomo. Kelurga R. . Meninggikan tingkat pengajaran di sekolah guru baik guru bumi putera maupun sekolah priyayi. Wiwoho. Hasim. Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia. dan sebagainya. yakni : 1. 3. Rum.

Namun setelah lahirnya organisasi-organisasi tadi. kemudian Nahdlatul Ulama [1926]. memasuki seabad kebangkitan nasional ini. yaitu lahirnya demokrasi dan kebebasan politik. dan menjadi katalisator bagi proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945. melebihi ideologi keislaman. Islam. Hal ini menunjukkan bahwa gejala kebangkitan bukan merupakan puncak. Ide persatuan bangsa berbasis Islam yang diusung H. Sudah banyak pembelajaran yang patut kita renungkan dan mesti kita sikapi. namun ideologi JIB adalah ideologi persatuan nasional atau kebangsaan. dan lain-lain. Agus Salim menjadi antitesis terhadap gerakangerakan sukuistik atau kesukuan yang marak ketika itu seperti Jong Java. semua itu diyakini sebagai gerakan dan artikulasi politik yang menjadi fondasi kesadaran nasionalisme. yang kelak menjadi faktor pendorong utama dalam perjuangan meraih kemerdekaan bangsa pada 1945. kendati Islam bersifat “sektarian”. gerakan rakyat kian menemukan bentuk yang jelas dan arah yang pasti tentang masa depan bangsa yang diinginkan. dan Sumpah Pemuda [1928]. Lihat hasil pertikaian antar-kelompok yang pernah terjadi. Hampir 100 tahun setelah kebangkitan nasional pada awal abad ke-20. yang mempersatukan segenap Jong. Nasionalisme. cina. Sebab. Kita harus bersatu padu membangun kebersamaan Indonesia yang sedang sakit.7. Semua ini sungguh . Dari sini pula kemudian lahir persatuan pemuda Indonesia yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda pada 1928. semangat kebersamaan membangun rasa keindonesiaan dengan mengubur kepentingan kelompok atau golongan yang merongrong kohesi nasional. Syarikat Dagang Islam atau SDI [1911] yang kemudian berubah menjadi Syarikat Islam atau SI [1912]. Sebelumnya gerakan rakyat melawan kolonialisme berlangsung secara sporadis dan tak terorganisasi secara baik. yaitu gerakan reformasi pada tahun 1998. Muhammadiyah [1912]. dan Kebangkitan Indonesia Gerakan kebangkitan nasional muncul sebagai gerakan modern pada pergantian abad ke-19 dan ke-20. Salim menginisiasi lahirnya Jong Islamitten Bond [JIB] yang melampaui sentimen-sentimen kesukuan. Jong Sumatera. pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis. Salim melihat bahwa Islamlah ketika itu satu-satunya ideologi yang bisa mempersatukan seluruh bangsa. Belajar dari sejarah itu. Jong Sunda. Janganlah kita masih terkotak-kotak karena kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan. kita juga menyaksikan lahirnya kebangkitan nasional yang lain. kesukuan dan partai. tetapi yang dimaksud dengan bumi putera adalah warga pribumi yang pada zaman dahulu dianggap sebagai warga tingkat rendah dibanding warga ras eropa. Keterangan : Bumi Putera adalah bukan bank atau lembaga keuangan bisnis lainnya. Munculnya Budi Utomo [1908]. sebaiknya kita gelorakan kembali spirit untuk merajut kembali rasa nasionalisme. Gerakan reformasi Mei 1998 telah mengantarkan bangsa Indonesia pada “kemerdekaan” jilid kedua. Teroris pun dengan leluasa keluar masuk di negeri tercinta ini. dan berhasil memporakporandakan rasa kenyamanan yang telah kita bangun bersama pemerintah. arab. Jong Betawi. melainkan sebuah awal dari peristiwa besar. dan lain-lainnya. Gejala kebangkitan hanya menandai proses menuju suatu masa depan yang diimpikan.

Dari masa kooperatif. sehingga melunturkan rasa kepedulian dan kebersamaan serta tujuan akhir perjuangan para pendahulu kita. rasional dan bersatu. Masa pergerakan nasional di Indonesia terbagi menjadi tiga masa. Pergerakannya sangat radikal. merasa paling penting. yaitu babak pergerakan nasional. adil dan makmur. PNI dipelopori tokoh yang sangat gigih memperjuangkan kemerdekaan yaitu Bung Karno. ISDV adalah organisasi yang berhaluan komunis. Padahal tanpa adanya dukungan dan kebersamaan dari orang lain maka sebenarnya kita tidak bisa berbuat dan mendapatkan apa-apa serta tak punya arti apa-apa. Hal itu ditandai dengan berdirinya Budi Utomo. yaitu Sarekat Dagang Islam (SDI) di Solo oleh Haji Samanhudi. Organisasi pergerakan nasional lainnya yang palin berpengaruh bagi perkembangan bangsa yaitu PNI. Tiga tahun setelah Boedi Oetomo lahir. Lalu karena dengan semangat kebersamaan akhirnya berhasil ditransformasikan menjadi gerakan kebangkitan nasional yang modern. MASA BERTAHAN PERGERAKAN NASIONAL MENJELANG RUNTUHNYA HINDIA BELANDA (1930-1942) PENDAHULUAN Sejarah Indonesia sejak tahun 1908 memulai babak baru. Kalau kita tidak menggelorakan semangat keindonesiaan lalu diwujudkan dengan karya nyata yang untuk memajukan rakyat. A. terakhir masa bertahan. merasa paling besar. dan kita akan tetap menjadi bangsa yang kerdil dan terkucil dalam pergaulan dunia. Dan mimpi para pejuang dan pendiri negeri ini yang ingin menjadikan negeri ini menjadi negeri besar. tahun 1911 berdiri organisasi bagi orang-orang Islam di Indonesia. Banyak sekali organisasi-organisasi radikal yang melakukan aksinya.melukai nalar sehat dan nurani rakyat yang senantiasa damba pada perdamaian. yaitu tujuan bersama meraih kemerdekaan bangsa. Empati kita terkikis. PNI meruoakan organisasi yang terakhir yang menandai berakhirnya masa pergerakan radikal. maka 20 atau 30 tahun yang akan datang kita tidak akan menyaksikan perubahan besar apa pun. BERAKHIRNYA MASA NONKOOPERASI . masa radikal. Antara lain yaitu ISDV. baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri. Lalu namanya dirubah menjadi Sarekat Islam untuk menarik anggota lebih banyak. Selain organisasi yang disebut diatas masih banyak organisasi lain yang didirikan baik bersifat kooperatif maupun radikal. Tetapi tujuan dari organisasi tersebut hampir sama yaitu kemerdekaan Indonesia walaupun tidak terangterangan diungkapkan. gemah ripah loh jinawi toto tentrem kartoraharjo akan kandas dan hanya akan tetap menjadi mimpi. rasa memiliki dan menjadi bagian warga negara ini luntur karena ego dan kepentingan kelompok atau golongan serta keserakahan kita yang ingin mendapatkan lebih dan tidak mau berbagi. Kadangkala muncul sekelompok orang yang merasa berhasil. Muaranya pun jelas. merasa paling berjasa. Peristiwa ini pasti akan menyisakan barisan sakit hati atau ketidak-puasan kelompok-kelompok tertentu. Tetapi akhirnya karena Gubernur Jenderal pada saat itu sangat reaksioner terhadap pergerakan maka organisasi ini dinyatakan terlrang dan tokoh-tokohnya diasingkan. Maka hal terpenting yang kita harus lakukan saat ini adalah menyatukan kembali nasionalisme keindonesiaan kita yang tercabik-cabik. Saatnya kita bangun bersama semangat nasionalisme untuk membangun dan mewujudkan mimpi besar itu dan memberikan yang terbaik untuk anak cucu kita.

Kedua. Maka dari itulah gerak-gerik Partindo dan PNI Baru senantiasa diawasi secara ketat.R. pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan beberapa pasal-pasal karet dan exorbitante rechten secara lebih efektif. Tindakan pertama adalah ialah pemberangusan surat kabar Fikiran Rakyat pada tanggal 19 Juli 1933 yang membuat sebuah cartoon. (Regrering Reglement). Dalam rangka kebijakan itu.[2] B. tetapi juga oleh aksi politik yang semakin meningkat terutama sebagai dampak politik agitasi yang dijalankan oleh Soekarno. Tetapi dalam hal ini. Jumlah anggotanya naik dari 4. Keadaan seperti itu disebabkan beberapa hal. REORIENTASI STRATEGI DAN REORGANISASI PERGERAKAN Pemerintah Hindia Belanda tidak bersedia memulihkan hak politik bagi pergerakan nasional di . dan Syahrir. akibat krisi ekonomi atau malaise yang melanda dunia memaksa Hindia Belanda untuk bertindak reaksioner dengan tujuan menjaga ketertiban dan keamanan. Aksi massa dan politik agitasi Soekarno selama lebih kurang satu tahun dari pertengahan 1932 sampai pertengahan 1933 merupakan titk puncak perkembangan Partindo. Dalam pidatonya Soekarno banyak membicarakan tentang kemerdekaan Indonesia. banyak tokoh pergerakan kebangsaan di Indonesia yang diasingkan. Dalam situasi yang semakin panas dapat diduga bahwa penguasa sudah siap untuk bertindak. Hatta dan Sjahrir ditangkap. Selanjutnya pada bulan Desember 1933 Moh. dan baginya dibayangkan bahwa dalam masa 300 tahun berikutnya pemerintah itu akan masih tegak berdiri . seperti Soekarno. Hatta. Pertama. sehingga setiap gerakan yang bernada radikal atau revolusioner tanpa ampun ditindasnya dengan alasan bahwa pemerintah kolonial bertanggunng jawab atas keadaan di Hindia Belanda.[1] Hal diatas menjadi semakin parah ketika Hindia Belanda diperintah Gubernur Jenderal yang konservatif dan reaksioner yaitu de Jonge (1931-1936). dan 28 September yang kesemuanya memuat pernyataan bahwa dia telah melepaskan prinsip politik nonkooperasi. diterapkannya pembatasan hak berkumpul dan berserikat yang dilakukan pengawasan ekstra ketat oleh polisipolisi Hindia Belanda yang diberi hak menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan oleh pattai politik. yaitu tanggal 30 Agustus. Periode awal 1932 sampai dengan pertengahan 1933 tidak hanya ditandai oleh perpecahan gerakan nasionalis serta kegagalan usaha pengintegerasian organisasi-organisasi nasionalis. Pada 1 Agustus semua rapat Partindo dan PNI Baru dilarang dan hari tu juga Soekarno ditahan. Sudah barang tentu hal itu menggemparkan kaum nasionalis serta menimbulkan bermacam-macam reaksi. Soekarno~menurut dokumen-dokumen arsip kolonial~telah menulis surat kepada pemerintah Hindia Belanda sampai empat kali. tanpa melalui proses terlebih dahulu Gubernur Jenderal dapat menyatakan suatu organisasi pergerakan atau kegiatan yang dilakukannya bertentangan dengan law and order sesuai dengan Koninklijk Besluit tanggal 1 September 1919. . Soekarno dkk juga melakukan safari ke 17 cabang di Jawa Tengah untuk berbicara di muka rapat yang penuh sesak. Peraturan itu merupakan modifikasi dari pasal 111 R.Pada masa awal tahun 1930-an pergerakan kebangsaan Indonesia mengalami masa krisis. Dalam hubungan ini perlu ditambahkan bahwa selama dalam tahanan. Dengan tangan besinya Gubernur Jenderal de Jonge hendak mempertahankan otoritasnya. Ada yang penuh keheranan atau kekecewaan. bahkan selanjutnya tidak lagi akan melakukan kegiatan politik. Ketiga. 21.000 orang. 3. Selain itu juga dilakukan pelarangan bagi pegawai pemerintah untuk menjadi anggota partai politik.300 menjadi 20. ada pula yang merasa jengkel atas perubahan sikap yang berbalik 180 derajat itu. Keempat. Politik represifnya berhasil menghentikangerakan politik nonkooperasi sama sekali. Gubernur Jenderal de Jonge secara konsekuen menjalankan politik “purifikasi” atau “pemurnian” artinya menumpas segaa kecenderungan ke arah radikalisasi dengan agitasi massa dan semua bentuk nonkooperasi .

Petisi Soetardjo Gagasan dari petisi ini dicetuskan oleh Sutardjo Kartohadikusumo. yaitu mempertahankan demokrasi terhadap bahaya fasisme. Tetapi Hindia Belanda masih membiarkan organisasi pergerakan yang moderat untuk hidup. Sulawesi dan Kalimantan.[3] Kita lihat bagaimana pemerintah Hindia Belanda tidak menghilangkan pergerakan nasional di Indonesia tetapi dilemahkan dengan mengadakan vergaderverbod (larangan berkumpul). AKTIVITAS PERGERAKAN Sejak tahun-tahun 1930-an peranan lembaga politik kolonial (Volksraad) makin meningkat. tidak dengan mengatur dukungan massa. yang dapat digunakan sebagai alat untuk membendung perasaan rakyat yang membara dan menyalurkan ke arah pergerakan yang tidak membahayakan kedudukan pemerintah Hindia Belanda. satu-satunya cara bagi gerakan nasionalis untuk mengusahakan perubahan ialah dengan jalan mempengaruhi pemerintah kolonial Belanda secara langsung melalui dewan tersebut. tambahan pula Jepanag dengan pemerintahan militernya menjalankan pula politik ekspansionisme di daerah pasifik. Pergerakan nasional yang berada di Indonesia juga mulai bersikap kooperatif. Mereka tahu bahwa perasaan rakyat yang tidak tersalurkan karena dibungkam oleh pemerintah akan mencari jalan lain yang dapat menimbulkan gerakan-gerakan eksplosif yang tidak diinginkan. Dan satu-satunya forum yang secara relatif bebas menyatakan pendapat politik adalah dewan perwakilan ciptaan pemerintah kolonial Belanda itu. Isi petisi itu secara garis besar adalah tentang permohonan supaya diadakan . keamanan yang diciptakan organisasi itu. Sementara itu suasana politik dunia semakin tegang. Kesadaran itu muncul lebih dahulu di kalangan Perhimpunan Indonesia yang mulai melakukan haluan kooperasi. Yang diharapkan oleh pemerintah kolonial adalah semacam nasionalisme yang lunak dan kompromis. Hal itu juga disebabkan beberapa hal seperti menjamin demokrasi yang makin tumbuh pasca Perang Dunia I. Maka dari itu perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme tidak lagi dilakukan secara mutlak bersikap anti. Sumatera. Pemerintah Hindia Belanda hanya hendak melemahkan aktivitas prgerakan yang bersifat radikal-revolusioner. partai-partai politik bangsa Indonesia menjalankan taktik-taktik parlementer yang moderat. Ada kebersamaan yang mendekatkan kaum nasionalis dengan penguasa kolonial. Dalam masa dari tahun 1935 sampai 1942.[4] Tokoh-tokoh pergerakan mulai memunculkan ide tentang pembentukan Fraksi Nasional di dalam volksraad.Indonesia. Baik di negeri Belanda maupun di Indonesia kaum nasionalis menyadari bahwa dalam menghadapi fasisme tidak adaalternatif lain daripada memihak demokrasi. Sebab itu suara yang muncul dalam volksraad yang berasal dari golongan cooperatie itu sangat penting untuk mengetahui pemikiran-pemikiran bangsa Indonesia sejak sekitar tahun 1930 sampai 1942. Tokohtokoh pergerakan Indonesia banyak yang diasingkan sehingga ruang gerak baginya dan organisasinya semakin sempit. Pemerintah Belanda tidak hendak mematikan pergerakan di Indonesia. Ketua Persatuan Pegawai Bestuur/ Pamongpraja Bumiputera dan wakil dari organisasi ini di dalam sidang Volksraad pada bulan Juli 1936. Hanya organisasi-organisasi nonpolitik dan partai-partai yang bersedia bekerjasama dan setuju punya wakil dalam dewan-dewan ciptaan Belanda yang terjamin mendapat sedikit kekebalan dari gangguan pengawasan polisi. 1. dan sebab-sebab lainnya yang dianggap tidak merugikan pihak Hindia Belanda. Lembaga itulah yang satu-satunya alat yang dibenarkan pemerintah kolonial untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan pelbagai golongan. Dengan demikian. Akan tetapi hal itu tidak membuat pergerakan nasional berhenti. C. Akhirnya fraksi ini dapat didirikan tanggal 27 Januari 1930 di Jakarta beranggotakan 10 orang yang berasal dari daerah Jawa.

selanjutnya dikenal dengan nama Komisi Visman.[8] 3. Mosi Thamrin mengusulkan agar istilahistilah tersebut diganti dengan Indonesie (Indonesia). khususnya di dalam dokumen-dokumen pemerintah. istilah-istilah Hindia Belanda (Nederlandsch Indie).suatu musyawarah antara wakil-wakil Indonesia dan Negeri Belanda di mana anggotaanggotanya mempunyai hak yang sama. F.[6] Petisi itu ada yang menyetujui dan ada yang tidak. dan bangsa Indonesia juga tidak menunjukan pengertian etnologis. Pada tanggal 21 Mei 1939 di dalam rapat pendirian konsentrasi nasional di Jakarta berhasilah didirikan suatu organisasi yang merupakan kerjasama partai-partai politik dan organisasiorganisasi dengan diberi nama Gabungan Politik Indonesia (GAPI). Indonesier (bangsa Indonesia) dan keindonesiaan (Indonesisch). kalangan pergerakan mempertanyakan keberadaan kegunaan komisi itu. petisi itu ternyata mempunyai pengaruh juga yaitu membantu membangkitkan gerakan masionalis dari sikap mengalah yang apatis yang telah menimpanya sejak gerakan nonkooperasi dilumpuhkan. pribumi (Inlander). sehingga laporan tersebut tidak jelas nasibnya.[5] Tujuannya adalah untuk menyusun suatu rencana yang isinya adalah pemberian kepada Indonesia suatu pemerintahan yang berdiri sendiri dalam batas pasal 1 Undang-undang Dasar Kerajaan Belanda. 2. Sikap kurang menentukan kemerdekaan itu disebabkan adanya keprihatinan atas kemungkinan meletusnya Perang Pasifik.[9] D. seperti apa yang termaktub dalam UUD Kerajaan Belanda. SIKAP PEMERINTAH KOLONIAL Dalam menanggapi berbagai bentuk petisi dan mosi dari berbagai tokoh pergerakan yang melakukan kooperasi di dalam volksraad. Antara tokoh-tokoh Indonesia terjadi pro-kontra tentang petisi itu. Mosi Thamrin Pergerakan nasional terus berkembang dengan semakin meningkat dan mendalamnya kesadaran akan identitasnya. atau kepribumian (Inlandsch) sangat sensitif di mata kaum pergerakan yang kesadaran akan identitasnya sudah mendalam. Komisi ini diketuai oleh Dr. Suatu gagasan untuk membina kerjasama diantara partai-partai poltik dalam bentuk federasi timbul kembali pada tahun 1939. Laporan itu terbit pada tahun 1942 hanya beberapa minggu sebelum kedatangan tentara Jepang ke Indonesia. Gabungan Politik Indonesia (GAPI) Meskipun akhirnya Petisi Soetardjo itu ditolak. [7] Tujuan GAPI adalah memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri dan persatuan nasional. Kalau dari pihak Indonesia ada yang tidak setuju. Akibatnya bagi bangsa Indonesia ialah pada satu pihak jurang antara pemerintah dan rakyat semakin besar dan dipihak lain gerkan nasionalis semakin menyadari bahwa tidak . GAPI melakukan berbagai kampanye yang bertujuan menarik simpati rakyat untuk mendukung perjuangannya di dalam ketatanegaraan. Dalam keadaan yang demikian. Akhirnya Komisi Visman menghasilkan laporan yang cukup tebal tentang berbagai tuntutan dan harapan-harapan rakyat Indonesia. Pada tanggal 14 September 1940 dibentuklah komisi untuk menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan ketatanegaraan (Commissie tot bestudeering van staatsrechtelijke). Di samping itu ada argumentasi “ilmiah” ialah bahwa Indonesia bukan nama geografis. Kemudian tujuan itu dirumuskan dalam semboyan “Indonesia Berparlemen”. Tetapi akhirnya petisi Soetardjo ditolak oleh Ratu Belanda pada bulan November 1938. ternyata sikap pemerintahan kolonial sangat mengecewakan. Pada awal pembentukannya. maka alasannya bukanlah soal isi petisi itu tetapi seperti yang diajukan oleh Gesti Noer ialah caranya mengajukan seperti menengadahkan tangan. Keberatan pemerintah terhadap mosi ini adalah bahwa perubahan istilah itu membawa implikasi politik dan ketatanegaraan.H Visman.

Keinginan yang masih samar-samar ini merupakan semboyan Soetomo di dalam pidatonya pada saat kelahiran BO pada tanggal 20 Mei 1908. emigrasi atau transmigrasi. yaitu sistem irigasi. serta adanya penerapan politik etis. yang mereka benci dan curigai. pada pelaksanaannya semua kembali bermuara kepada kepentingan ekonomi di pihak Pemerintah Hindia Belanda. Dinyatakannya bahwa Negeri Belanda berhutang kepada bangsa Indonesia terhadap semua kekayaan yang telah diperas negeri mereka. yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk. Gagasan politik Etis ini dilatarbelakangi oleh adanya artikel karya C. Politik ini dijalankan oleh Pemerintah Belanda kepada bangsa Indonesia sebagai upaya untuk membalas jasa atas perlakuan mereka yang telah memeras kekayaan bangsa Indonesia selama ini. Oleh karena itu. Politik Etis Jajahan ini dicanangkan pada pidato tahunan Kerajaan Belanda pada bulan September 1901 yang berisi “suatu kewajiban yang luhur dan tanggungjawab moral untuk rakyat di Hindia Belanda”. Th. Yang paling mungkin dijanjikan Belanda ialah untuk mempertimbangkan perubahan konstistusi setelah perang. Munculnya kesadaran ini antara lain dipicu oleh adanya diskriminasi-diskriminasi dan perbedaan antara priyayi dan rakyat yang semakin tajam. Ia menyadari bahwa cita-cita itu tidak akan dapat terwujud jika hanya diperjuangkan oleh para pelajar saja. Akan tetapi. ternyata sikap pemrintahan Belanda tetap tidak berubah. Pesan kerajaan ini dilanjutkan dengan menyatakan keprihatinan terhadap keadaan ekonomi yang buruk di Hindia Timur dan meminta agar dibentuk komisi untuk memeriksa keadaan ini. Seiring dengan berjalannya waktu. Pemerintahan kolonial Belanda ternyata tidaklah sekhawatir yang diduga orang Indonesia mengenai situasi Internasional. Jadi harus semakin berpaling kepada masyarakat sendiri. majalah berkala Belanda. Politik Etis yang dijalankan ini meliputi tiga upaya untuk menyejahterakan bangsa Indonesia.dapat lagi orang menruh harapan kepada penguasa kolonial. karena pada periode tersebut mulai muncul manusia-manusia dengan kesadaran baru yang menginginkan suatu kehidupan yang pantas bagi bangsanya. keinginan itu menjadi semakin mengkristal. Sebenarnya tujuan kaum Liberal sebagai pencetus ide ini bagus. PERANAN STOVIA DALAM PERGERAKAN NASIONAL DI INDONESIA Hasil dan Pembahasan Kondisi Sosial dan Politik Masyarakat Jawa Awal Abad ke-20 Periode akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 merupakan suatu babakan penting dalam sejarah Indonesia. terutama bidang pendidikan. dan pendidikan. Hutang ini sebaiknya dibayar dengan jalan memberi prioritas utama kepada kepentingan rakyat Indonesia di dalam menerapkan kebijaksanaan. yang berjudul “Een Eereschuld” (Suatu hutang kehormatan) di dalam de Gids. Pada saat Belanda dikuasai Jerman sedangkan di Asia terhadap ancaman Jepang semakin nyata. Maksudnya segala peningkatan kesejahteraan rakyat itu tetap dimanfaatkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dan bukan bagi kemakmuran rakyat itu sendiri. van Deventer. seorang ahli hukum yang pernah tinggal di Hindia selama tahun 1800-1897. dengan para orang tua agar dapat menggugah perhatian mereka. Pemerintah kolonial meremehkan ancaman dari Jepang Andaikata mereka takut kalah. menjadi sebuah cita-cita luhur anak bangsa yang menginginkan kemerdekaan bangsanya dari belenggu penjajahan Belanda yang telah sekian lama menguasai bumi Indonesia. tidak ada kemungkinan ketakutan ini akan mendorong para penguasa kolonial untuk merangkul kaum nasionalis. dengan sadar ia mengajak kepada teman-temannya agar membicarakan gagasan itu di dalam lingkungan rumah tangga mereka. Contoh pelaksanaan Politik Etis yang menguntungkan pihak Pemerintah Hindia Belanda adalah .

Akan tetapi. Salah satu contohnya adalah Pangeran Ario Tjondronagoro IV. Meskipun demikian. pada hal hanya sejumlah kecil anak-anak bumiputra yang diterima di sekolah ini. Sebenarnya perhatian masalah pendidikan formal di Hindia Belanda. karena pendidikan di sini lebih diutamakan bagi calon pegawai dinas pemerintahan dan tanggungjawabnya diserahkan kepada bupati setempat. Pada tahun 1848 di setiap kabupaten didirikan sebuah sekolah setahun. Sekolah “kelas satu” merupakan sekolah istimewa bagi anak-anak pemuka rakyat atau orang-orang bumiputra yang terhormat atau kaya. hanya kalangan bangsawan ataslah yang dapat menikmati pendidikan itu. sekolah-sekolah bumiputra dipecah menjadi dua kelompok. mengakibatkan adanya transmigrasi dalam beberapa gelombang. akan tetapi sudah sampai pada kebutuhan personil Gubernemen. menjadi dua. Biaya sekolah maupun tingkatan tenaga pengajarnya lebih tinggi dari pada sekolah “kelas dua”. Pada akhir abad ke-19. Untuk menempuh ujian itu diperlukan Bahasa Belanda yang hanya diberikan di sekolah rendah Eropa (Europeesche Lagere School). yang kemudian menjadi Bupati Demak pada tahun 1850-1866. Hal ini diakibatkan oleh adanya perang Jawa dan Cultuur Stelsel yang sangat menyita perhatian pemerintah. tidak ada lagi pembatasan sekolah hanya untuk kalangan anak-anak Kristen saja. adanya irigasi itu bukan untuk meningkatkan produksi para petani. Selain itu dibukanya perkebunan-perkebunan tembakau di Deli yang menggunakan tenaga kerja yang berasal dari Jawa dengan pertimbangan bahwa penduduk di Jawa sudah padat dan mereka lebih terampil bekerja dari pada penduduk setempat. Akan tetapi. menggambar dengan tangan. mereka menggunakan tanah-tanah rakyat yang mereka sewa dengan harga yang rendah serta menggunakan tenaga rakyat yang mereka bayar rendah pula. sejarah. Sekolah ini sangat menarik karena dapat memberikan keuntungan materiil pada lulusannya. terutama di Jawa. tepatnya tahun 1892. Sifat pendidikan yang ditawarkan ini berbeda dengan pendidikan pada awal abad ke-20. Baru pada tahun 1848 peraturan itu dapat terealisasikan. Dengan demikian. Dengan demikian. tetapi juga harus mengetahui tata bahasa Belanda. dan ilmu ukur tanah. Beliau adalah bupati pesisiran yang . Selanjutnya pemerintah akan menetapkan peraturan-peraturan mengenai tata tertib yang diperlukan sekolah-sekolah bagi penduduk bumiputra itu. ilmu hayat. Sekolah ini memberikan pendidikan selama 5 tahun dengan penambahan beberapa mata pelajaran seperti ilmu bumi. dan berhitung. Sedangkan sekolah “kelas dua” diperuntukkan bagi penduduk bumiputra pada umumnya. Sekolah ini ditempuh selama 3 tahun pelajaran dan hampir tak berbeda denga sekolah bumiputra terdahulu yang hanya sekedar memberi pelajaran menulis. Adapun pendidikan formal yang mereka tawarkan kepada penduduk pribumi pada mulanya hanya untuk memenuhi pegawai administrasi yang semakin mereka perlukan dan yang dapat mereka bayar dengan murah. kaum misionaris Katolik sejak tahun 1814 dan kemudian kaum misionaris Protestan sejak tahun 1851 juga telah melakukan keaktifan di Jawa terutama di bidang pendidikan. dan pada tahun 1852 menjadi 15 sekolah.dibukanya perkebunan-perkebunan tebu di Jawa yang disertai dengan sistem irigasi yang bagus. telah ada sejak tahun 1818 dengan adanya peraturan pemerintah yang menetapkan bahwa penduduk bumiputra diperbolehkan untuk sekolah di sekolah-sekolah Belanda. Baru pada tahun 1854 tanggungjawab pendidikan bumiputra secara tegas diatur dalam undangundang. Pelajaran sekolah “kelas satu” yang lebih unggul dari pada sekolah “kelas dua” itu ternyata tidak cukup untuk menempuh ujian kleinambtenaar (pegawai rendah). Bupati Kudus (1835). Mereka tidak hanya diharuskan membayar lebih tinggi. Oleh karena itu. tetapi justru dimanfaatkan sendiri untuk Pemerintah Hindia Belanda. ternyata kondisi politik di Jawa tidak memungkinkan bagi pemerintah untuk dapat segera merealisasikan peraturan itu. membaca.

yang pada waktu itu menjabat sebagai redaktur surat kabar de Lokomotif di Semarang. tetapi ternyata mampu membuka cakrawala baru. Kemunculan Sekolah Dokter Jawa yang kemudian namanya berubah menjadi STOVIA ini ternyata mampu merubah sejarah bangsa Jawa. pemerintah .E.pertama kali memasukkan pendidikan Barat bagi putra-putrinya dengan jalan memanggil seorang guru privat bangsa Belanda. Karena kedua organisasi itu maju dan berhasil. seorang bangsawan Belanda yang berfaham progresif. tidak ada yang memperhatikan nasib rakyat yang ditinggalkan oleh pemimpinnya itu. C. STOVIA: Ladang Persemaian Nasionalisme Sekolah Dokter Jawa didirikan Pemerintah Hindia Belanda karena pemerintah merasa kewalahan menghadapi wabah yang menyerang di daerah Jawa. Dinding yang membatasi masingmasing kelas ini juga ditunjang oleh budaya dan bahasa Jawa yang memiliki jenjang pemakaian berdasarkan kedudukan si penutur terhadap lawan bicaranya. Berdasarkan kebijakan pada tahun 1903. yaitu organisasinya kaum Indo mulai bergerak. dan memperjuangkan dirinya sendiri. Pada waktu itu pula. terutama Banyumas. lama studi. Oleh karena itu. terutama dari kelas sosial yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi. Di dalam perkembangannya sekolah ini mengalami perubahan-perubahan baik dalam syarat-syarat penerimaan siswa. bangsa Tionghoa di Hindia mendirikan perkumpulan Tiong Hwa Hwee Kwan. Keadaan ini tidak lain disebabkan oleh adanya sistem pendidikan. pusat kota Batavia. Kondisi sosial masyarakat Jawa pada awal abad ke-20 ini diwarnai dengan adanya perbedaanperbedaan hak pada masing-masing masyarakatnya diakibatkan oleh adanya penggolonganpenggolongan masyarakat berdasarkan kelas-kelas yang menyulitkan untuk saling berinteraksi antara kelas satu dengan lainnya tanpa dibebani unsur ewuh-pekewuh. 2. Organisasi ini maju dengan pesatnya disertai dengan adanya dana yang penuh sehingga berhasil memajukan masyarakat Tionghoa yang ada di Jawa. dengan tujuan sebagai protes terhadap keputusan pemerintah tahun 1899 yang memberikan kedudukan bangsa Jepang sama dengan bangsa Eropa. Pada tanggal 17 Maret 1900. pada tahun 1800-an. sebuah bangsa yang penakut dan selalu patuh pada atasan. rasa sungkan. Sementara itu de Indische Bond (Persatuan Hindia). Salah satu kegiatannya adalah membuka sebuah sekolah moderen yang pelajarannya diberikan dalam bahasa Melayu. Sekolah ini berada di Weltevreden. yaitu diperkenankannya seluruh anak-anak di wilayah Hindia Belanda untuk memasuki sekolah itu. Selain itu keadaan masyarakat Jawa juga menjadi semakin terbelakang dan tertinggal dari bangsa-bangsa asing lain di Jawa. Keadaan masyarakat Jawa yang semakin terbelakang dan tertinggal dari bangsa-bangsa asing lain di Jawa. Meskipun hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat bumiputra. Ketika kebutuhan pemerintah terhadap tenaga kesehatan semakin meningkat. menjadi bangsa yang mempunyai kepribadian. kurikulum. dan berdasarkan pertimbangan bahwa mendidik penduduk bumiputra untuk menjadi mantri cacar lebih murah dari pada membayar tenaga dokter Eropa. Kesteren. serta perasaan takut para pembesar terhadap atasannya baik atasan bumiputra maupun Belanda. Mereka menutup pintu bagi kaum bumiputra. maupun gelar yang diperoleh. maka mereka meremehkan bangsa bumiputra. komunitas Arab di Batavia pada tahun 1905 telah mendirikan Jam’iyyat Khair (Perserikatan bagi Kebaikan). maka nama sekolah itu kemudian dirubah menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra) yang disingkat STOVIA. ternyata mendapat perhatian sebagian kecil siswa-siswa STOVIA itu. semakin diberinya batasan antara golongan priyayi dan rakyat dengan mendirikannya sekolah untuk perwira bumiputra yang hanya boleh dimasuki oleh anak-anak priyayi saja.

Mereka akan diterima sebagai siswa ELS secara gratis dengan persetujuan diam-diam sesudah lulus dari sekolah itu akan menempuh ujian yang berat untuk masuk di Sekolah Dokter Jawa. Oleh karenanya. Dengan diperbolehkannya anak-anak bumiputra memasuki sekolah ini. berasal dari keluarga priyayi. Kerena jika mereka berhasil mendapatkan gelar Dokter Jawa itu. disegani. yaitu suatu zaman yang selalu mengedepankan pada keinginan untuk menjadi pegawai pangreh praja yang akan menjadikannya sebagai seorang priyayi yang berkuasa. serta sebuah kota besar di Hindia yang merupakan pintu gerbang dengan dunia luar.Ternyata kebijakan baru itu banyak menarik perhatian kalangan anak-anak priyayi rendahan dari pada anak-anak priyayi tinggi. Misalnya anak-anak bupati. hanya orang tua yang kurang mampu yang berminat mengirimkan anaknya ke sekolah tersebut. Akan tetapi. Kunci dari munculnya tokoh-tokoh nasional Indonesia yang militan dari STOVIA itu rupanya tak terlepas dari tempat sekolah ini berada. wedana. Akan tetapi. maka sekolah ini juga terbuka bagi murid-murid yang pintar. Sebenarnya pilihan menjadi Dokter Jawa pada awal abad ke-20 merupakan suatu sikap yang bertentangan dengan arus zaman. Akan tetapi. Sebagai imbalannya. dengan persyaratan bahwa anak muda itu harus cerdas. pada prakteknya banyak sekali diskriminasi yang dilakukan guru-guru Eropa itu terhadap siswa bumiputra. Penilaian semacam itu terjadi karena pemerintah menerapkan sistem beasiswa. karena tradisi para priyayi memandang rendah terhadap pekerjaan-pekerjaan praktis seperti dokter dan guru. Pusat kegiatan politik. meskipun dengan persyaratan tertentu dan terbatas pada golongan tertentu pula. Meskipun demikian. justru di kalangan anak-anak miskin inilah muncul tokoh-tokoh nasional Indonesia yang militan. Pemerintah Kolonial Belanda merasa tidak menerapkan diskriminasi rasial dalam menjalankan politik pengajarannya. dan lain-lainnya. kedudukankedudukan yang menarik itu tidak menyebabkan bertambah besarnya jumlah priyayi muda yang menuntut ilmu di bidang ini. maka hanya sedikit saja priyayi yang tertarik pada sekolah itu. Di lingkungan inilah berkumpul para intelektual yang . sikap para priyayi pada waktu itu selalu menganggap bahwa Sekolah Dokter Jawa atau STOVIA adalah sekolah untuk orang miskin. Pada mulanya ELS hanya diperuntukkan bagi anak-anak Eropa dan bagi anak-anak bumiputra dari golongan tertentu dalam jumlah yang terbatas. dan berumur tidak lebih dari tujuh tahun. Weltevreden adalah sebuah pusat kota Batavia. jaksa. Meskipun sekolah kedokteran membebaskan para mahasiswanya dari kewajiban membayar uang sekolah dan menerima gaji yang tinggi sesudah lulus. sejak tahun 1864 seiring dengan semakin tingginya kebutuhan pemerintah terhadap tenaga-tenaga yang berpendidikan dan mahir berbahasa Belanda. maka status sosial mereka akan terangkat dari tingkat sebelumnya. dan disembah-sembah. Pada awalnya Pemerintah Hindia Belanda sendiri yang berusaha untuk menarik minat para pemuda dari keluarga baik-baik untuk meningkatkan pendidikannya dengan jalan memberi iming-iming sejumlah beasiswa dan perumahan gratis. Kemungkinan hal itu disebabkan karena seleksi penerimaan mahasiswanya yang terlalu ketat serta kewajiban belajar yang ekstra keras yang menjadi penghalang peminatnya dari kalangan priyayi muda ini. yang haknya disamakan dengan orang Eropa. bagi mahasiswa STOVIA. Selain itu. pada tahun 1891 pemerintah mengumumkan bahwa setiap anak muda yang ingin memperoleh pendidikan sebagai Dokter Jawa diperbolehkan masuk di sekolah dasar Eropa secara gratis. patih. Tidak demikian halnya dengan pekerjaan yang memerlukan keahlian ini.membantu kegiatan ini dengan bersungguh-sungguh. mereka harus bersedia masuk pada dinas pemerintah. Oleh karena itu. menggratiskan beaya pendidikan dan pemondokan. yang orang tuanya tidak termasuk dalam golongan tersebut di atas. dan kebudayaan. baik di bidang kedokteran maupun pejuang sejati. antara lain sebagai “mantri cacar”. ekonomi.

yang tidak besar tetapi sedang tumbuh. Anak bangsa telah bangkit. Hal ini memungkinkan karena pelajar-pelajar tersebut dipilih oleh Douwes Dekker sebagai pembantu redaksi Bataviaasch Nieuwesblad. Menurutnya adat yang dibuat oleh manusia itu dapat dirubah oleh manusia juga. ia mulai berani menyuarakan isi hati yang biasanya disimpannya rapat-rapat agar orang lain tidak dapat mengetahui. sebuah harian berbahasa Belanda di Batavia. Surjopranoto. mulai belajar menuangkan gagasan-gagasannya dalam surat kabar. Terdapat garis pemisah yang tegas antara priyayi dan bukan priyayi. Akan tetapi. Oleh karena itu wajarlah jika para pelajar STOVIA bergaul dengan para intelektual itu dengan akibat terpengaruh oleh ide-id mereka. Terutama adalah kemampuan berbahasa Belanda dan ketrampilan menuangkan gagasan yang bagus. Goenawan menginginkan adanya perubahan keadaan adat-istiadat dan tata cara dalam masyarakat. Ia tinggal di dekat STOVIA. memiliki ruang baca. Dalam keadaan apa pun suasana penghormatan itu sangat nyata. serta Tjokrodirdjo. Tempat yang paling disenangi sebagian pelajar STOVIA adalah perpustakaan milik Douwes Dekker. Bagi sebagian pelajar STOVIA keberadaan Douwes Dekker mempunyai arti penting. Di perpustakaan itu tersedia banyak buku bacaan dan terbuka bagi pelajar bumiputra. seorang Indo yang sangat mendukung politik etis. Ia adalah seorang intelektual yang rumahnya selalu terbuka sebagai tempat pertemuan. Kemampuan yang mereka miliki itu sangat diperlukan untuk memperpanjang kelangsungan hidup sebuah surat kabar yang selalu menyajikan berita-berita aktual. dunia priyayi terutama yang berasal dari kalangan pejabat pemerintah pribumi sangat dihormati oleh rakyat. Perjumpaan para pelajar yang gelisah di perpustakaan Douwes Dekker ini akhirnya membuahkan suatu polemik yang ditulis oleh Goenawan Mangoenkoesoemo. Hal itulah yang mengakibatkan sulitnya manusia Jawa untuk dapat . telah mempunyai sikap. yang berturut-turut dimuat dalam Java Bode. Para pelajar STOVIA yang kebanyakan berasal dari kota-kota kecil itu memperoleh dorongan intelektual dari kota besar dan modern di lingkungan sekolahnya. sebuah surat kabar berbahasa Belanda yang dipimpinnya. dan dapat menilai serta menyuarakan dengan jujur sesuai dengan hati nuraninya. Goenawan Mangoenkoesoemo. Perbedaan itu selalu kelihatan jelas serta selalu mengikat. terutama dalam meningkatkan kedudukan mereka di dalam masyarakat. Batavia juga menjadi kediaman suatu kelompok intelektual non politik pribumi.memungkinkan di antara mereka untuk saling berinteraksi dan saling bertukar pikiran mengenai berbagai hal. dan perpustakaan. Anak bangsa telah memiliki kepribadian. Pada tahun 1905 dan tahun-tahun sebelumnya. Ada alasan tertentu yang mnyebabkan ia memilih para pelajar itu. Sementara rakyat Jawa kebanyakan merupakan masyarakat miskin dan penuh dengan penghinaan bangsa-bangsa lainnya. Polemik yang ditulis pada tahun 1905 itu berisi tentang kecamannya terhadap tingkah laku dan adat Jawa yang dianggapnya sebagai perintang modernisasi. Adat yang telah membelenggu itu telah menjadikan bangsa Jawa tertinggal dibandingkan dengan bangsa Arab dan Cina. Api kesadaran itu sedikit demi sedikit mulai muncul di kalangan pemuda terpelajar yang dapat melihat diskriminasidiskriminasi yang ditimbulkan oleh adat dan tradisi Jawa yang penuh dengan tatanan feodal serta tahyul yang berlebih-lebihan. serta ketajaman penglihatan para pelajar itu dalam melihat kondisi sosial di lingkungan sekitarnya. semua itu diserahkannya kepada kaum priyayi agar dapat memberikan contoh dalam membuang adat yang membuat susah itu. Kedua bangsa asing itu masing-masing telah sadar terhadap perlunya persatuan untuk meningkatkan kedudukan mereka di dalam masyarakat. terutama dalam hal meningkatkan perekonomian. Douwes Dekker pula yang menyebabkan pelajar-pelajar STOVIA seperti Tjipto Mangoenkoesoemo. sebuah sikap pengendalian diri dari budaya khas Jawa.

dan majalah Jong Indie. Akhirnya tanggal 20 Mei 1908 ditetapkan sebagai lahirnya organisasi baru yang mereka namakan Boedi Oetomo. pendidikan yang menanamkan disiplin tinggi bagi para pelajarnya ini mampu menyatukan pelajarnya dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Beberapa tokoh . Mereka sering memperbincangkan berita-berita yang dimuat dalam koran de Locomotief. yaitu orang Jawa. pendidikan. yaitu Douwes Dekker. Berita-berita dari luar negri tersebut di atas termasuk menjadi bahan perbincangan. Api semangat itu semakin membara terlebih lagi setelah diketahui adanya berita yang menyatakan bahwa Revolusi Turki yang terjadi pada permulaan tahun 1908 yang digerakkan oleh The Young Turks dapat menggoyahkan feodalisme Turki. atau intelektualitas sebagai salah satu syarat sebagai anggota. Terlebih lagi dengan kesukaan membaca. dengan tujuan untuk memperjuangkan nasib rakyat agar mempunyai kehidupan yang pantas. Gagasan Dokter Jawa itu telah membuka pikiran dan hati para pelajar STOVIA. untuk dididik agar terjadi keharmonisan antara negara dan rakyat. Wahidin Soedirohoesodo. Pergulatan-pergulatan pemikiran mengenai nasib rakyat yang selalu tertindas itu sering dilakukan oleh para pelajar STOVIA pada malam hari setelah kegiatan belajar mereka selesai. Demikian pula kepincangan-kepincangan di dalam negri. Disamping kemampuan individu para pelajar STOVIA. Para pelajar itu berpendapat bahwa sebuah persatuan itu harus dapat berusaha memecahkan setiap masalah yang dihadapinya.mengaktualisasikan dirinya. karena perluasan pengajaran itu akan dapat menumbuhkan kesadaran kebangsaan. Dengan demikian. Bataviaasch Nieuwesblad. Gagasan yang telah dirumuskan itu kemudian diterapkan dengan membentuk suatu persatuan di antara orang-orang yang berkebudayaan sama. hubungan-hubungan sosial dengan tokoh-tokoh penting sezaman. terutama di bidang pengajaran. perekonomian. dan Madura. serta akibat dari kondisi kolonialisme di sepanjang perjalanan kehidupan mereka itu dapat digunakan untuk melacak proses perkembangan pemahaman mereka terhadap nasionalisme. Java Bode. keberadaannya di pusat kota menjadikan sekolah ini menjadi tempat persemaian nasionalisme yang bagus bagi para pelajarnya. D. Dengan demikian. tanpa memandang kedudukan. maupun dengan teman-teman sehalauan. Kondisi masyarakat yang seperti itu yang selalu menjadi bahan perbincangan para pelajar STOVIA. Selain itu. Dokter Jawa itu berpendapat bahwa lapisan bawah masyarakat itu perlu untuk diberi pengajaran yang sebaik-baiknya. keberadaan STOVIA sangat berperan penting dalam perkembangan nasionalisme di Indonesia. Persatuan itu diharapkan dapat memberikan sesuatu untuk seluruh Pulau Jawa dan Madura sebagai suatu kesatuan geografi dan kultural. suatu kelompok kecil lapisan baru dalam masyarakat bumiputra. KESIMPULAN Para pelajar STOVIA adalah anak zaman kolonialisme yang hidup pada awal abad ke-20. Endapan-endapan pemikiran para pemuda yang menginginkan perubahan itu semakin mengental setelah kedatangan Dokter Wahidin Soedirohoesodo pada akhir tahun 1907 yang mengkampanyekan keinginannya kepada para priyayi Jawa yang kaya dan berpengaruh agar diadakan dana belajar untuk membantu para pelajar yang tidak dapat melanjutkan studinya. dan dr. Pendidikan Barat telah memungkinkan bagi mereka untuk membentuk kontak-kontak yang kuat dengan dunia Barat. serta mendatangkan cita-cita baru. tujuan persatuan itu lebih luas dari sekedar bea siswa. Sunda. dan kepangreh-prajaan kolonial menjadi bahan renungan. Kejadian-kejadian ini besar sekali pengaruhnya bagi kalangan terpelajar bumiputra. kekayaan. Dua tokoh penting yang mempengaruhi sebagian pelajar STOVIA itu. Pemberita Betawi.

pergerakan nasional alumni STOVIA antara lain adalah dr. Kaisar Meiji melakukan berbagai perubahan dalam segala bidang yang kemudian dikenal dengan Restorasi Meiji. SUMBER : Google II . Di sekolah anak-anak ditanamkan rasa cinta tanah air dan kaisar Bidang Perdagangan : 1. Latar Belakang Jepang Menguasai Indonesia a. Untuk mendukung kebijakan tersebut maka: Jepang membeli peralatan dan perlengkapan militer dari negara-negara Barat Jepang meniru sistem militer dari berbagai negara Barat seperti Angkatan Darat (dari Perancis dan Jerman). Membentuk tentara nasional. ketika Komodor Matthew Perry (orang Amerika Serikat) datang ke Jepang dengan tujuan untuk membuka kota pelabuhan Jepang maka Jepang terbuka bagi negara lain. Soetomo. Terjalin hubungan antara Jepang dan Amerika Serikat melalui perjanjian SHIMODA sehingga sejak itu pelabuhan di Jepang terbuka bagi perdagangan internasional. Membentuk Departemen Pengajaran 2. dan dr. dr. Pembaharuan dan kebijakan tersebut diantaranya: Bidang Militer : 1. Saat itu yang memimpin Jepang adalah Shogun Tokugawa. . Jepang memodernisasi pelabuhan dan perkapalan sehingga kegiatan perdagangan dapat berkembang 2. Goenawan Mangoenkoesoemo. Restorasi Meiji adalah perubahan Meiji dalam segala bidang kehidupan masyarakat guna mengejar ketinggalan dari bangsa Barat. Memberlakukan wajib belajar bagi anak-anak usia 6-14 tahun. Didirikan bank-bank Bidang Industri : 1. Tjipto Mangoenkoesoemo. PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DAN UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA A. Modernisasi Jepang Jepang awalnya merupakan Negara yang menganut sistem isolasi yaitu sistem dimana negara tersebut menutup diri dari pengaruh bangsa/ negara lain di luar negaranya. dr. Wahidin Soedirohoesodo. dan Angkatan Laut (dari Inggris) Sehingga Jepang telah mampu memiliki tentara nasional yang modern Bidang Pendidikan : 1. Baru pada tahun 1854. Jepang menerapkan wajib militer bagi semua lapisan masyarakat. Perkembangan Jepang semakin tampak pada masa pemerintahan Pangeran Mutsuhito sebagai kaisar dengan gelar Tenno Meiji. Jepang mendirikan banyak pabrik yang mendukung perekonomiannya. 2.

Sementara itu negara-negara Pasifik semakin memperkuat kedudukannya. tetapi Jepang tetap saja menang dan berhasil mendapatkan Port Arthur dan Pulau Sachalin.2. Oleh karena itu terjadi perang Jepang-Rusia (1904-1905). Pengaruh Modernisasi Jepang di Asia Pasifik 1. Kemenangan Jepang terhadap Rusia ini menyebabkan Jepang semakin kuat kedudukannya setara dengan negara-negara Barat. Bidang Politik Muncul gerakan nasionalisme di berbagai negara akibat kemenagan Jepang atas Rusia untuk menentang imperialisme Barat. Akibat Modernisasi Jepang Modernisasi Jepang tahun 1868 menyebabkan negara Jepang : •Industri Jepang semakin berkembang dengan pesat Jumlah penduduk semakin bertambah sementara luas lahan semakin sempit (tidak sebanding dengan jumlah penduduk)• Sebagai• negara yang merasa telah kuat maka Jepang ingin mengikuti negara Barat yaitu berlomba untuk mendapatkan daerah jajahan. Dari perang Jepang-Cina maka di mulainya menguasai wilayah Laut Selatan dan Asia Timur. b. Baron Tanaka (Jepang) merencanakan ekspansi ke Asia dan menguasai Asia Timur sebab dengan otomatis daerah Asia Selatan dapat dikuasai pula.• Semakin meningkatnya aktivitas pergerakan nasional Asia setelah berkembangnya modernisasi Jepang. PM. dimana tanah milik daimyo (gubernur militer masa shogun) dibagikan pada petani sedangkan para daimyo menjadi pegawai pemerintah. 3) Dalam Perang Dunia I (1914-1918) ketika Jepang harus melawan Jerman. negara modern. 5) 1931 Jepang menyerang Manchuria dan dapat menguasai ± 6 bulan mendapat perlawanan Cina. Kebijakan lain : Dibentuk sistem pajak baru. 2) Jepang ingin menduduki Manchuria dan dengan terpaksa Jepang harus menghadapi Rusia yang saat itu berkuasa di Manchuria. dia berhasil menguasai daerah jajahan Jerman di Asia. negara besar yang sejajar dengan negara-negara Barat.• . 6) 1932 didirikan kerajaan Manchuria dengan Henry Pu-Yi sebagai raja (bekas raja Cina dari dinasti Manshu) 7) Pertikaian Jepang-Cina terus berkobar hingga tahun 1937 terjadi insiden di atas jembatan Marco Polo (Jepang dengan persenjataan moderennya mengadakan pendaratan besar-besaran di Cina Utara dan Tengah menyebabakan Perang Jepang-Cina. Keinginan Jepang untuk mendapatkan daerah jajahan menyebabkan Jepang melakukan berbagai ekspansi seperti: 1) Jepang ingin menaklukkan daerah Cina maka pada 1894-1895 Jepang menyerang Cina dan terjadi perang yang dimenangkan Jepang dengan berhasil menguasai Semenanjung Liao Tsung dan Pulau Formosa (Taiwan) termasuk daerah Korea. Dengan modernisasi tersebut maka Jepang menjadi negara maju. c. 4) 1927. Daerah jajahan tersebut dapat digunakan sebagai daerah pemasok hasil industri dan daerah penghasil bahan baku industri. Jepang menghasilkan mesin-mesin persenjataan sendiri.

Cina. Brittania/ Inggris. 3. bahan industri sebagai wilayah supplay untuk menyukseskan Perang asia Timur Raya. Selain itu Jepang adalah saudara tua bangsa Asia dan berkewajiban untuk menuntun saudara mudanya (bangsa Asia lainnya).Jepang• semakin berusaha menguasai dunia dengan semboyan “Hakko Ichiu” menurut agama Shinto menguasai negara lain merupakan sebuah tugas suci untuk memimpin bangsa lain. Perang Pasifik yang diprakarsai Jepang menyebabkan negara-negara Barat mempunyai daerah jajahan di Asia dan membentuk komando gabungan (ABCD Command) meskipun tetap tidak mampu menghalangi ekspansi Jepang di Asia Tenggara. Ramalan ini dipercaya oleh rakyat. Selain itu di Jawa muncul ramalan “Joyoboyo” yang menyatakan bahwa pada suatu saat Pulau Jawa akan dijajah oleh bangsa kulit kuning. o Barang buatan Jepang memperoleh tempat pemasaran yang luas meskipun telah dibatasi oleh negara barat. meskipun hanya seumur jagung. o Negara yang kaya dengan hasil bahan industri bekerjasama dengan Jepang untuk meningkatkan kemakmuran bersama. Daerah-daerah di Asia dijadikan sebagai tempat pemasaran sekaligus penghasil bahan mentah bagi industrinya. dengan sasaran penduduk Asia Tenggara yang jumlahnya banyak tetapi memiliki daya beli yang rendah. . Karena Jepang terlalu kuat maka Hindia Belanda-pun akhirnya jatuh ke tangan Jepang setelah Belanda yang dibantu Sekutu melakukan berbagai perlawanan tetapi tetap tidak mampu mengalahkan Jepang. Jepang ikut terjun dalam perang tersebut. Membentuk persekutuan Jepang-Inggris “Anglo Japanese Alliance” untuk persiapan Jepang menghadapi Rusia. Dutch/ Belanda) melakukan perang terhadap Jepang. o Perang Pasifik (1914-1945) menyebabkan Jepang ingin menguasai Asia Tenggara yang kaya bahan makanan. Maka muncul dugaan berdasarkan analisis politik akan terjadi peperangan di Lautan Pasifik. Hal ini terbukti dengan meletusnya perang di Lautan Pasifik pada 8 Desember 1941 yang melibatkan Jepang di dalamnya. tetapi setelah itu maka Indonesia akhirnya akan MERDEKA. Malaysia dan Birma.• Jepang menggantikan kedudukan Imperialisme Barat di Asia. B. Produk-produk buatan Jepang segera membanjiri Asia. Bidang Militer Tentara Jepang dengan pasukan “Kate”-nya (karena orang Jepang pendek) disertai dengan semangat Bushidonya yang tinggi serta dilengkapi dengan senjata modern maka jepang selalu berhasil dalam ekspansinya. Perang ini disebut dengan “Perang Asia Timur Raya” atau “Perang Pasifik”. Melaksanakan proses Japanisasi untuk memperluas wilayah kekuasaannya. oleh karena itu. Bidang Ekonomi o Melaksanakan politik Dumping untuk merebut pasaran hasil industri. Jepang berhasil menguasai daerah Asia Tenggara yang lain seperti Muangthai. MASUKNYA JEPANG KE INDONESIA Masuknya Jepang ke Indonesia diawali dengan : Ketika Perang Dunia ke II. Akibat dari perang tersebut Belanda yang tergabung dalam front ABCD (Amerika serikat. Jepang ingin mempropaganda terbentuknya persemakmuran bersama “Asia Timur Raya” seperti “Common Wealth of Nation” dari Inggris. Hal ini dianggap sebagai bahaya “Kuning” bagi bangsa Barat (orang Jepang berkulit kuning). Filipina. o Dengan program “Hakko Ichiu”.• 2.

Tujuannya untuk memenuhi kepentingan peperangan Jepang di Lautan Pasifik. Sehingga sejak 9 Maret 1942 Indonesia menjadi daerah kekuasaan Jepang. Imamura. yaitu: 1. dan Kyai Haji Mas Mansyur. Pada februari 1942 menduduki Pontianak. Angkatan Darat (Rikugun) 2. PETA(Pembela Tanah Air) Peta merupakan organisasi bentukan jepang yang terdiri dari pemuda Indonesia. 1. Sejak tanggal 7 Maret 1942.H Nasution bpernah sebagai pemimpin PETA. dan Ambon. Jenderal Sudirman dan A.Jepang memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang ada tersebut. Kekuasaan atas wilayah Indonesia dipegang oleh 2 angkatan perang. dibubarkan karena tidak mendapat simpati dari rakyat dan diganti Putera. Organisasi ini disebut pula Giyugun. C. Ki Hajar Dewantara. 1. Maluku. Tahun 1943. Di daerah Jawa Jepang pertama mendarat di Banten kemudian ke Indramayu. Nusa Tenggara. Dipimpin oleh Syamsuddin SH. Sumatera dan Semenanjung Melayu dengan pusatnya di Singapura berada di bawah kekuasaan Rikugun 3. Nippon Cahaya Asia. PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Putera dibentuk tahun 1943 dipimpin oleh empat serangkai yaitu Bung Karno. Jepang Menguasai Indonesia diawali dari: Menduduki Tarakan (10 Januari 1942) kemudian Minahasa. Irian berada di bawah kekuasaan Kaigun. Tetapi Oraganisasi Putera merupakan bumerang bagi Jepang sebab anggota Putera memiliki nasionalisme yang tinggi. Sehingga kedatangan Jepang ke Indonesia 1942 tersebut dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan sudah semestinya terjadi. Organisasi tersebut diantaranya: 1. Sulawesi. Kalimantan. yaitu: 1. GERAKAN TIGA A Mempunyai semboyan : Nippon Pelindung Asia. Angkatan Laut (Kaigun) Dengan kekuasaan masing-masing. Bung Hatta. PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA Tentara Jepang yang dikenal dengan Bala Tentara Nippon adalah sebutan resmi pemerintah militer pada masa pemerintahan Jepang. Mereka mendapat latihan militer dari Jepang. Makasar. dan Nippon Pemimpin Asia. Ternyata perkembangan Peta sangat membantu Indonesia dalam meraih kemerdekaan melalui perjuangan fisik. Kragan (Rembang dan Tuban). Tujuan dibentuk Putera yaitu untuk membantu Jepang dalam setiap perang yang dilakukannya. Bagi Jepang Palembang merupakan tempat yang strategis hal ini dikarenakan letak Palembang diantara Batavia sebagai pusat kekuasaan Belanda dan Singgapura yang merupakan pusat kedudukan Inggris. tentara Jepang memegang kekuasaan militer dan segala kekuasaannya yang dipegang Gubernur Jendral masa Belanda. Pada 5 Maret 1942 Jepang menyerang Batavia 8 Maret 1942 Jepang menyerang Bandung dan berhasil mendudukinya setelah Belanda menyerah kepada Panglima Jepang. Balik Papan. Banjarmasin. Untuk menarik perhatian rakyat Indonesia maka Jepang membentuk organisasi-organisasi militer sebagai pengganti oraganisasi pergerakan yang ada di Indonesia. Sulawesi. Jawa dan Madura dengan pusatnya di Batavia di bawah kekuasaan Rikugun 2. . Palembang. dan Bali.

Blitar 14 Februari 1945 terjadi pemberontakan PETA yang dipimpin oleh Supriyadi (putra bupati Blitar) yang dibantu dr. Ismail. seperti : Daerah Aceh Tahun 1942 terjadi perlawanan di Cot Plieng. 3. Keibondan (Barisan Pembantu Polisi). DAMPAK PENDUDUKAN JEPANG 1. Hanya sebagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri dari lari ke Pulau Jawa. Suwondo. dibubarkan karena terlalu bersifat nasional dan dianggap membahagiakan. Akhirnya Jepang mengepung kedudukan Supriyadi.1944. Bidang Pendidikan Pendidikan berkembang pesat di banding masa Hindia Belanda . Bidang Ekonomi o Sama dengan negara imperialis yang lain Jepang datang dengan masalah ekonomi yaitu untuk mencari daerah sebagai penghasil bahan mentah dan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan industrinya dan mencari pemasaran untuk hasil-hasil industrinya. Ia berhasil membunuh kaki tangan Jepang dan balasannya Jepang melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat. seperti: Jawa Hokokai. Akhirnya tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah pada Sekutu. Pemberontakan ini mampu membinasakan orang-orang Jepang di Blitar. dkk tetapi berhasil dipadamkan oleh Jepang. Tahun 1944 muncul perlawanan di Meureu dipimpin Teuku Hamid dan dapat pula dipadamkan oleh Jepang. Mudari. Melakukan tipu muslihat bahwa jika para pemberontak menyerah maka mereka akan dijamin keselamatannya serta akan dipenuhi segala tuntutannya. Daerah Indramayu (Karang Ampel. Daerah Kalimantan Barat Jepang pernah mengadakan pembunuhan secara besar-besaran terhadap masyarakat ± 20. tetapi dapat dipadamkan. Lhok Seumawe dipimpin Tengku Abdul Jalil. Mereka akhirnya di hukum mati maupun meninggal karena disiksa Jepang. dsb.• 2.000 orang yang menjadi korban keganasan Jepang tersebut. Tasikmalaya 1943 terjadi perlawanan dipimpin oleh Haji Zaenal Mustafa. Seinendan(Barisan Pemuda). Selain itu terdapat pula organisasi bentukan Jepang yang lain. Bidang Politik Organisasi politik di Indonesia tidak berkembang bahkan dihapuskan oleh Jepang• Didirikan/ dibentuknya berbagai organisasi Jepang• Kehidupan politik rakyat diatur oleh pemerintah Jepang• Meskipun ada organisasi politik yang masih terus berjuang menentang Jepang. Keberadaan Jepang di Indonesia menimbulkan perlawanan dari rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Cuo Sangi In. D. Sindang) 1943 muncul perlawanan dipimpin oleh Haji Madriyan. Daerah Sukamanah. Hal ini berhasil sebab banyak anggota PETA yang menyerah. o Aktivitas ekonomi zaman Jepang sepenuhnya di pegang oleh Jepang. Jepang sangat terkejut lagi pula saat itu Jepang sering mengalami kekalahan dalam perang Asia Timur Raya atau Perang Pasifik.

memberikan janji kemerdekaan kepada Indonesia untuk menarik simpati rakyat selain itu setiap kantor diperkenalkan mengibarkan bendera merah putih meskipun harus berdampingan dengan bendera Jepang. dan drama sebagai alat propaganda mereka. Banyak wanita Indonesia yang dijadikan wanita penghibur “Jugun Ianfu” pada masa itu. Tanggal 9 September 1944. Mereka akhirnya menjadi inti kekuatan dan pergerakan perjuangan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan. Dari kerja paksa tersebut menyebabkan jatuh banyak korban akibat kelaparan dan terkena penyakit. Anak-anak sekolah diberikan latihan olahraga Taiso yang baik untuk kesehatan mereka. hal ini adalah sebuah ancaman. Bidang Militer Para pemuda Indonesia diberi pendidikan militer melalui organisasi PETA. Bidang Kebudayaan Jepang mempunyai kebiasaan menghormat ke arah matahari terbit sebagai keturunan Dewa Matahari. 6. Bidang Birokrasi Kekuasaan Jepang di Indonesia di pegang oleh kalangan militer yaitu Angkatan Darat (Rikugun) dan Angkatan Laut (Kaigun) Sistem pemerintahan diatur berdasar aturan militer Orang-orang Indonesia mendapat kesempatan untuk menduduki jabatan yang lebih penting dari sebelumnya yang hanya dipegang oleh orang Belanda. Semua itu merupakan warisan kebiasaan Jepang bagi bangsa Indonesia. Dalam berbagai peperangan Jepang selalu mengalami kekalahan. yaitu: Jepang semakin terdesak dalam Perang Pasifik sebab Pulau Saipan jatuh ke tangan Amerika Serikat Juli 1944. Setiap hari bagi anak-anak sekolah maupun para pegawai wajib untuk menghormati bendera (merah putih) dan menyanyikan lagu kebangsaan nasional. Jendral Kumakichi Harada membentuk badan khusus yang bertugas menyelidiki . film. Pengaruh Jepang dalam kebudayaan terlihat dalam lagu. PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA Keadaan Jepang menjelang akhir kekuasaannya. dengan masih dalam pengawasan Jepang. Perdana Menteri Kaiso. Rakyat juga harus kerja paksa yang disebut dengan kerja Romusha. E. Bidang Sosial Jepang memperkenalkan sistem Tonorigumi (Rukun Tetangga/RT) yang tergabungdalam Ku (desa) Kehidupan sosial masyarakat sangat memprihatinkan sebab rakyat harus memenuhi kebutuhan perang Jepang dalam menghadapi musuhnya. 7. 1 Maret 1945. Bangsa Indonesia mengalami berbagai pembaharuan akibat didikkan Jepang yang menumbuhkan kesadaran dan keyakinan yang tinggi akan harga dirinya. 4. 5.Bangsa Indonesia diberi kesempatan untuk sekolah di sekolah yang dibangun pemerintah Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar pada sekolah-sekolah Berbagai nama diIndonesiakan Tetapi semua yang dilakukan oleh Jepang tersebut hanya untuk menarik simpati rakyat agar mau membantu Jepang mengahadapi lawan-lawannya dalam Perang Pasifik.

ISI PIAGAM DJAKARTA. PPKI kemudian ditambah keanggotanya menjadi 27 orang tanpa seijin Jepang. Kesejahteraan sosial. Hatta. Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Peri Kerakyatan. Ketuanya. Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Iinkai dibentuk untuk mengganti BPUPKI. Mufakat/ Demokrasi. Dimana disepakati bahwa wilayah Indonesia akan meliputi seluruh bekas jajahan Belanda. adalah sebagai berikut: 1. Sidang tanggal 31 Mei 1945• Dr. Internasionalisme/ Peri Kemanusiaan. Musyawarah. Ir. 3 orang tokoh Indonesia yaitu Soekarno. Supomo. Kekeluargaan. Yamin. dan Ir. KRT Radjiman Widyadiningrat. dan Keadilan Sosial” Sidang tanggal 1 Juni 1945• Ir. Moh. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya. Peri Kemanusiaan. Soekarno dan Wakilnya. Mufakat dan Demokrasi. Ketuhanan Yang Maha Esa. Tanggal 1 Juni di kenal sebagai hari lahirnya Pancasila. 2. Radjiman Widyodiningrat berangkat ke Saigon/ Dalat di Vietnam Selatan untuk memenuhi panggilan Panglima Mandala Asia Tenggara Marsekal Terauchi guna menerima informasi tentang kemerdekaan Indonesia. R. Dimana dalam sidang ini membicarakan mengenai falsafah dasar negara Indonesia Merdeka yang kemudian dikenal dengan PANCASILA. Supomo. Dr. Sukarno. Surono dan satu orang dari Jepang. Hatta. dan wakilnya. Persatuan Indonesia 4. Sidang BPUPKI yang kedua akan diselenggarakan bulan Juli 1945 sebelum masa reses pada tanggal 22 Juni 1945 dibentuk Panitia Sembilan/Panitian Kecil menghasilkan dokumen yang berisi asas dan tujuan negara Indonesia merdeka yang dikenal dengan “PIAGAM DJAKARTA” yang kemudian menjadi Mukadimah Undang-undang Dasar 1945. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan. F. Tujuan dari BPUPKI adalah untuk mempersiapkan hal penting mengenai tata pemerintahan Indonesia merdeka. PPKI beranggotakan 21 orang dengan Ketua. Apa yang dikemukakan Sukarno tersebut dikenal dengan istilah Pancasila. . Pada 7 Agustus 1945. Sidang tanggal 29 Mei 1945• Muh Yamin. mengajukan rumusan“Kebangsaan Indonesia. Peri Ketuhanan. 3. mengusulkan rumusan “Persatuan. BPUPKI diresmikan pada 29 Mei 1945 ditandai dengan pembukaan SIDANG I yang berlangsung dari 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. mengusulkan rumusan “Peri Kebangsaan. Pada tanggal 9 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang mengusulkan tentang dasar negara tersebut adalah Muh. 5. dan Kesejahteraan Rakyat”. Dengan anggota sebanyak 60 orang dari tokoh-tokoh Indonesia dan 7 orang bangsa Jepang.usaha persiapan kemerdekaan Indonesia yaitu Dokuritsu Junbi Chosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Soekarno. LANDASAN DASAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA 1) LANDASAN DASAR NASIONAL Tercermin dalam pembukaan UUD 1945 dan merupakan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia Pembukaan ini terdiri dari 4 alinea yang merupakan filsafat sosial dan puncak pengalaman sejarah umat manusia pada umumnya dan rakyat Indonesia pada khususnya.

Jepang Pemimpin Asia”. Untuk menyukseskan ekspansinya Jepang menggunakan banyak taktik antara lain dengan mengebom Pearl Harbor agar memutus kekuatan Amerika Serikat di Asia-Pasifik serta memudahkan untuk menguasai wilayah lainnya di Asia termasuk Indonesia.Sedangkan landasan idiilnya adalah ajaran Shintoisme yang dianut Jepang tentang Hokkaichu . Jepang menyebut dirinya sebagai saudara tua bangsa Indonesia yang akan membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. kurangnya bahan mentah bagi industrialisasi Jepang . Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Jepang Kedatangan Jepang di Indonesia dan Negara Asia lainnya memiliki maksud dan tujuan tertentu. Keberadaan Jepang di Indonesia tidaklah lama. Jepang mengumandangkan semboyan 3A yakni: “Jepang Cahaya Asia. hal lain juga terjadi yang berupa pemanfaatan sumber daya manusia. • Bidang Ekonomi Untuk memenuhi kebutuhan perang Jepang dan industrinya. perkebunan. • Bidang Sosial Budaya Dibidang sosial. dan adanya pembatasan imigrasi ke Amerika dan Australia akibat kecurigaan adanya bahaya kuning. Selain itu untuk menambah kekuatan Jepang juga menggabungkan diri dengan Jerman dan Italia yang juga terlibat dalam Perang Dunia II. hutan. Jepang pun mulai mengadakan aksi gempuran-gempuran dalam menguasai wilayah dan pada akhirnya Jepang pun berhasil merebut Indonesia dari kekuasaan Belanda.dan lainnya. sosial-politik. namun banyak sekali kebijakan-kebijakan yang dibuat Jepang di Indonesia baik dalam bidang pemerintahan. Landasan riil ini antara lain karena adanya ledakan penduduk Jepang sehingga dibutuhkan tempat baru. Jepang sebagai negara yang maju ingin mempersatukan bangsa-bangsa di Asia di bawah Kesatuan Asia Timur Raya sehingga Jepang pada awalnya mendapat banyak simpati sebagai saudara tua di antara bangsa Asia lainnya. Persekutuan itu dikenal dengan sebutan Poros Roberto (RomaBerlin-Tokyo).Pokok isi Pembukaan UUD 1945 2) LANDASAN DASAR INTERNASIONAL Undang-undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-undang Dasar Negera RI tanggal 18 Agustus 1945 dalam Sidang PPKI. Jepang Pelindung Asia. Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 disebut sebagai Deklarasi Kemerdekaan Indonesia yang disusun pada 22 Juni 1945. Hal ini menyatakan bahwa kehadiran Jepang di Asia. Kebijakan Pemerintahan Militer Jepang Upaya Jepang untuk mempertahankan Indonesia sebagai wilayah kekuasaannya serta menarik simpati rakyat Indonesia meliputi bidang-bidang: • Bidang Politik ImageDalam usaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan tujuan agar rakyat mau membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. bahan Tambang.ekonomi. maka Jepang melakukan eksploitasi terhadap sumber kekayaan alam Indonesia. kehadiran Jepang selain membuat rakyat menderita kemiskinan karena kekurangan sumber daya alam. Pengerahan tenaga manusia untuk melakukan kerja paksa (Romusha) serta . termasuk Indonesia adalah untuk membebaskan Asia dari penjajahan bangsa Barat. Hal ini berupa eksploitasi dibidang hasil pertanian.Maksud kedatangan Jepang ke Indonesia adalah karena landasan riil dan idiil yang dimiliki oleh bangsa Jepang.yaitu ajaran tentang kesatuan umat manusia. dan lain-lain.

Sedangkan Indonesia bagian Timur diperintah oleh Tentara ke 2 (Angkatan Laut) dengan pusatnya di Makasar (Sulsel). Pada akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 (tanggal 14 Agustus 1945 waktu New York). 4.dilibatkannya para pemuda untuk masuk dalam organisasi militer maupun semi militer. apalagi Amerika Serikat yang termasuk dalam Sekutu telah mengeluarkan ultimatum bagi Jepang agar menyerah. Dibidang budaya terjadi keharusan menggunakan bahasa Jepang di samping bahasa Indonesia. Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang di Bidang Pemerintahan Pendudukan Jepang di Indonesia. Status sosial pribumi mengalami kenaikan. 4. kabupaten (Ken).Satu per satu wilayah yang dikuasai Jepang baik di Asia maupun Pasifik berhasil direbut kembali oleh sekutu . Jawa dan Madura diperintah oleh Tentara ke 16 dengan pusatnya di Jakarta (dulu Batavia). Adanya kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk memperoleh pendidikan / bersekolah. dan Jawa Timur) serta dua daerah istimewa. Kesengsaraan rakyat karena adanya Romusha. 2. Masing-masing daerah dibagi menjadi beberapa wilayah yang lebih kecil. pemerintahan dibagi menjadi beberapa bagian. Rakyat juga diharuskan membungkukkan badan kearah timur sebagai tanda hormat kepada kaisar di Jepang pada setiap pagi hari (Seikerei). dan pemerintahan Angkatan Laut disebut Minseibu. Untuk mengendalikan keadaan. Pemerintahan Jepang yang kejam karena berbau fascis (adanya polisi militer yang kejam) 7. 6. Semua organisasi politik dilarang untuk beraktivitas.Jendral McArthur . dsb. Alam Indonesia diekspoitasi secara besar-besaran. Pemerintahan Angkatan Darat disebut Gunseibu. Akhirnya. Banyak wanita Indonesia yang dijadikan Jogunianfu. Pembagian ini diang-gap tidak efektif sehingga dihapuskan. Banyak para pejuang yang dihukum mati. • Kerugian : 1. 3.pdf Pada dasarnya pemerintahan pendudukan Jepang adalah pemerintahan militer yang sangat diktator. Dampak pendudukan Jepang di Indonesia adalah sebagai berikut. kawedanan atau . Kontrol media cetak dan elektronik yang kuat. para pemuda dapat memperoleh pendidikan militer dan penanaman jiwa nasionalis. Jawa dibagi menjadi 17 Karesidenan (Syu) dan diperintah oleh seorang Residen (Syucokan). 2. • Keuntungan: 1.Dengan demikian Perang Pasifik berakhir dan kekuasaan Jepang di Indonesia pun berakhir. dsb. Jawa dibagi menjadi tiga provinsi (Jawa Barat. Pada awalnya. Kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk menjadi birokrat.Panglima Komando Pertahanan Pasifk Barat Daya melancarkan siasat lompat katak (leapfrogging) untuk membalas Jepang . 8. Keresidenan terdiri dari kotapraja (Syi). Bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Kedua peristiwa pemboman tersebut membuat Jepang mau tidak mau harus menyerah. yaitu Yogyakarta dan Surakarta. Jawa Tengah. 5. 6. 5. Sumatera diperintah oleh Tentara ke 25 dengan pusatnya di Bukittinggi (Sumbar).Tidak lama kemudian Amerika Serikat membom Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945. 3. Di awal tahun 1945 . Dengan berdirinya PETA.

Sedangkan daerah Indonesia Timur yang dikuasai Angkatan Laut Jepang dibagi menjadi tiga daerah kekuasaan. pilihan-pilihan di atas sama-sama tidak menguntungkan. dan kecamatan. kabupaten. Pilihan ini juga sangat berat karena Cina dianggap sebagai lawan politik Jepang yang paling berbahaya untuk mewujudkan cita-cita Jepang. semacam Volksraad pada zaman Belanda semakin terbuka. . pemakaian bangsa Indonesia sebagai dalih agar bangsa Indonesia benar-benar bersedia membantu untuk memenangkan perang yang sedang dilakukan Jepang. Untuk mengatasi kekurangan jumlah pegawai. beberapa tokoh nasional yang mendapat kepercayaan untuk ikut menjalankan roda pemerintahan adalah Ir. Misalnya.M. Memanfaatkan orang-orang Belanda yang masih ada di Indonesia. Sebagai bangsa yang merdeka. Oleh karena itu. Kesempatan untuk menduduki beberapa jabatan dalam pemerintahan Jepang dan menjalankan roda pemerintahan merupa-kan pengalaman yang berharga bagi bangsa Indonesia. Abdul Rasyid. Akhirnya. bangsa Indonesia harus mampu menjalankan pemerintahan secara baik. Dr. Pilihan ini dianggap yang paling realistik karena sesuai dengan semboyan “Jepang sebagai saudara tua” yang ingin membebaskan suadara mudanya dari belenggu penjajahan bangsa Eropa. Prawoto Sumodilogo. Sumatera dibagi menjadi 10 karesidenan dan beberap sub-karesidenan (Bunsyu). Menggunakan tenaga Timur Asing (Cina). yaitu membangun Asia Timur Raya. pengalaman pada masa pemerin-tahan Jepang merupakan modal yang sangat berguna karena bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengelola organisasi besar seperti negara. Suwandi. Jepang pun dengan berat harus menyerahkan beberapa jabatan kepada orang Indonesia. Soekarno. yaitu: Kalimantan. Pembagian daerah seperti di atas dimaksudkan agar semua daerah dapat diawasi dan dikendalikan untuk kepentingan pemerintah balatentara Jepang. Surio sebagai Residen Jakarta dan Residen Bojonegoro. 3. di antaranya: 1. pemerintah Jepang dapat menempuh beberapa pilihan. Sedangkan jumlah orang Jepang yang ada di Indonesia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga dalam bidang pemerintahan. distrik. Mochtar bin Prabu Mangkunegoro. untuk menjalankan pemerintahan yang efektif dibutuhkan jumlah personil (pegawai) yang banyak jumlahnya. Untuk mengawai dan menjalankan pemerintahan secara efektif merupakan tantangan yang berat karena terbatasnya jumlah pegawai atau orang-orang yang dapat dipercaya untuk memegang jabatan penting dalam pemerintahan.T. dan desa (Ku). dan sebagainya. Pilihan ini sangat tidak mungkin karena Jepang sedang menanamkan sikap anti Belanda di kalangan penduduk Indonesia. Mr. Departemen Urusan Agama dipimpin oleh Prof. dr. kecamatan (Son). terutama setelah Indonesia merdeka. Prof. Di samping itu. dengan berbagai pertimbangan (bahkan terpaksa) Jepang memilih penduduk Indonesia untuk membantu menjalankan roda pemerintahan. dan kecamatan. Bahkan. Memanfaatkan penduduk Indonesia. Supomo. Sulawesi. Muh. dan Seram (Maluku dan Papua). Sebenarnya. serta Mas Sutardjo Kartohadikusumo dan R.distrik (Gun). sub-kabupaten (Bunken). 2. Yamin. Masing-masing daerah itu dibagi menjadi beberapa karesidenan. Mr. distrik. Husein Djajadiningrat. kesempatan untuk duduk dalam Badan Pertimbangan Pusat (Chuo Sangi In). Di samping itu. Namun.A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful