Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang

sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. A. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Pembelajarannya efektif d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional 2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. 2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu; (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran; (c) Membantu dan mendorong siswa; (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik; (e) Menentukan strategi pembelajaran; (f) Akuntabilitas lembaga; dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. 3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu,

E. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. Meningkatkan kualitas pendidikan F. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. selama pembelajaran itu berlangsung. Membantu dan mendorong siswa 4. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3.bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. 4. 2. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. dan portofolio. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Disusun dari berbagai sumbe . guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Dalam pembelajaran. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. studi kasus. Akuntabilitas lembaga 7. kuesioner. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Menentukan strategi pembelajaran 6. Artinya. cek lis.

Dengan perannya sebagai fasilitator. dan menemukan teknikteknik pemecahan masalah. Dari beberapa pendapat di atas. Sehingga apa yang telah dipelajarinya benar-benar bermakna dan menyatu dengan dirinya. 2009: 1) mengemukakan ”model PAKEM adalah salah satu model belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subjek didik seoptimal mungkin. Hal yang paling penting dalam model PAKEM adalah siswa dengan senang hati melaksanakan kegiatan pembelajaran. Guru mengajar sesungguhnya bukan memberi pelajaran. sehingga siswa dan guru aktif memerankan perannya dengan kreatif sehingga menghasilkan tujuan secara efektif tanpa merasakan terbebani oleh berbagai kegiatan tersebut.Salah satu upaya untuk memajukan sistem pendidikan adalah perubahan sistem pembelajaran. PAKEM adalah bentuk pembelajaran aktif yang merupakan ramuan antara belajar aktif dan belajar menyenangkan. Dengan kata lain guru dapat disebut sebagai fasilitator. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan di SD adalah model PAKEM. maka dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya model PAKEM adalah model pembelajaran yang berusaha mencip-takan interaksi secara optimal antara semua komponen pembelajaran. sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien tanpa tekanan dari pihak manapun”. Dalam PAKEM siswa belajar dalam arti melakukan kegiatan untuk me-ngembangkan perilaku (penalaran. dan sikap). Dengan demikian pengetahuan ini dapat digunakan sebagai bekal dalam hidupnya kelak. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Tugas guru adalah menciptakan situasi dan kondisi yang dapat menjadikan siswa mudah belajar dan bergairah untuk belajar. Sejalan dengan pendapat tersebut Ali (2009: 5) mengemukakan bahwa PAKEM adalah upaya yang dilakukan oleh guru dengan perencanaan. Semua itu harus dialami sendiri agar siswa mendapatkan pengalaman langsung. dan siswa yang bekerja menyelesaikannya”. dalam kegiatan pembelajaran guru harus dapat menyiapkan metode pambelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Karena dalam PAKEM. mengkondisikan ruang kelas yang memadai. menyiap-kan sumber belajar yang dekat dengan siswa dan berupa benda nyata. serta menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dan menarik. mengorganisasikan pengalaman. Dengan perannya sebagai motivator guru harus memberikan dorongan agar siswa mau belajar dengan sendirinya dan dengan kesadannya masing-masing agar mereka mendapat-kan pendidikan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. (Dzaki. dan diakhiri dengan penilaian yang pada praktiknya mencerminkan keaktifan siswa dalam belajar sehingga siswa dapat menguasai berbagai keterampilan belajar secara maksimal.NET . Di samping sebagai fasilitator guru juga bertidak sebagai motivator.Model Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan (PAKEM) SEKOLAHDASAR. melainkan pem-bimbing belajar. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. Marhaban (2008: 2) menjelaskan bahwa PAKEM tidak terlepas dari peran guru sebagai motivator dalam memberikan semangat kepada siswanya. pelaksanaan. . peserta didik lebih aktif dari gurunya. Sistem pembelajaran sebagai suatu proses sangat menentukan peningkatan kualitas suatu sistem pendidikan. keterampilan. Guru hanya memberi pengarahan dan tuntunan saja.

Efektif. 1. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. mempertanyakan. dan cocok bagi siswa. 2. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Menurut hasil penelitian. Apa itu PAKEM? PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. anak orang kaya. untuk mengungkapkan gagasannya. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Secara garis besar. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. menyenangkan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. dan Menyenangkan. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Sehingga. Kreatif.Yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran PAKEM A. B. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. anak Indonesia. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟ 3. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. dan mengemukakan gagasan. guru . maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. anak kota. Anak desa. 4. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. anugerah Tuhan. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. tersebut. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. termasuk cara belajar kelompok. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. anak orang miskin.

dan sebagainya. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. kritis dan kreatif. 2. berpasangan. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. Kedua jenis berpikir tersebut. Oleh karena itu. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. 4. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. 6. kreatif. Selain itu. kapan”. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. peta. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. karangan. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. berapa. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Pajangan dapat berupa gambar. Kritis untuk menganalisis masalah. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. diagram. dan ditata dengan baik. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. atau kelompok. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. 3. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. puisi. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Berdasarkan pengalaman. tugas guru adalah mengembangkannya. sosial. 5. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. model. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. benda asli. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang . tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. misalnya. Menyenangkan. Namun demikian.mengajukan pertanyaan yang menantang. Dengan mengenal kemampuan anak.

Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu.dalam belajar. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. membuat tulisan. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. mengklasifikasi. mencatat. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Selain itu. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. atau takut dimarahi jika salah. merumuskan pertanyaan. takut disepelekan. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. dan membuat gambar/diagram. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan „PAKEMenyenangkan. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. 8. mempertanyakan gagasan orang lain. berhipotesis.‟ Disusun dari berbagai sumber . Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Sering bertanya. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. 7. Oleh karena itu.

(3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan gagasannya ingin dihargai). proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru. proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita. Tapi. kreatif. siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu? Jawabannya adalah siswa. percobaan. proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) . Ketiga. Mengapa Pakem. merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Dalam paradigma baru pendidikan. Dengan pembelajaran konstruktivisme memungkinkan terjadinya pembelajaran berbasis masalah. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi “mengapa siswa belajar”. tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. Fokus pembelajarannya adalah pada „mempelajari cara belajar‟ (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran. lingkungan dsb). Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif. Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar. rekan siswa. yang disebut researchmindedness dalam pola pikir siswa. Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat. referensi. sehingga kegiatan pembelajaran selalu menantang dan menyenangkan. proses Refleksi. Pertama. dialog atau melalui simulasi role-play). dan tertantang untuk belajar menyelesaikan berbagai masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar. Kedua. penyelidikan dan/atau wawancara). (2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi: reward atau punishment). Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari. yaitu (1) motivasi intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan). Sedangkan pendekatan. dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya). minat dan modalitas belajar siswa.Peran Guru Dalam Pembelajaran PAKEM Belajar itu menyenangkan. efektif dan menyenangkan. multi-media. Siswa sebagai stakeholder terlibat langsung dengan masalah. tujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa. dan apa yang mereka telah lakukan). faktor motivasi merupakan kunci utama. Dengan skenario pembelajaran berbasis masalah ini siswa akan berusaha memberdayakan seluruh potensi akademik dan strategi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah secara individu/kelompok. strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses enquiry & discovery learning. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualitas. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar mereka sendiri. Keempat. dan bukan semata potensi akademiknya. Prinsip pembelajaran konstruktivisme yang berorientasi pada masalah dan tantangan akan menghasilkan sikap mental profesional.

Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. Dengan modalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera „mata‟ (membaca teks. metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa. bukan instruksi atau memerintah. grafik atau dengan melihat suatu peristiwa).ada tiga macam modalitas siswa. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. Peranan Seorang Guru. 8. Selanjutnya bentuk-bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya ”pembelajaran aktif. Memuji keindahan perbedaan potensi. John B. Biggs and Ross Telfer. 6. mengapa atau bagaimana dalam kalimat bertanya. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. 9. kreatif. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. dan kekuatan kinestetik terletak pada „perabaan‟ (seperti menunjuk. Menurut Wassermen (1994). kekuatan auditorial terletak pada indera „pendengaran‟ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita). Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : menggambarkan. dalam bukunya “The Process of Learning”. karakter. efektif dan menyenangkan” (Pakem). 2. bisa diterapkan antara lain dalam salah satu kegiatan belajar kelompok (studi kasus). Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yang . Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. 1987. 12. yaitu modalitas visual. 10. auditorial dan kinestetik. 7. Jadi. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. 5. pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang. menjelaskan. Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. 3. kolaboratif. edisi kedua. menyentuh atau melakukan). 11. maka seorang guru harus mampu merancang media. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. 4. dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: 1. menguraikan atau dengan menggunakan kata-kata: apa. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. membandingkan. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya.

Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ? 2. Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: ”Jangan meminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri ! Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampaknya sesuai dengan semua skenario. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara para pendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya ‟media pembelajaran dan bahan ajar‟ yang cukup memadai. Dengan mengatakan yang sesungguhnya. Inilah yang disebut efektif dan menyenangkan. Media dan bahan ajar. pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilan pembelajaran Model Pakem. dan memfasilitasinya tanpa mendominasi. Perlu dicatat bahwa tugas dan tanggung jawab utama para guru dalam paradigma baru pendidikan ”bukan membuat siswa belajar” tetapi ”membuat siswa mau belajar”. yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. ”Media dan Bahan Ajar” selalu menjasi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. dan juga ”bukan mengajarkan mata pelajaran” tetapi ”mengajarkan cara bagaimana mempelajari mata pelajaran ”.bisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. 1. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ? 2. apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ? Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsep Pakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan siswanya selalu memberikan motivasi. pasti mereka akan mengerti”. Jawaban para guru ini cukup masuk akal. Seakan ada korelasi antara ketersediaan ‟media bahan ajar‟ di sekolah dengan . Tetapi yakinkan siswa Anda untuk melakukannya. baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalam lulusan (output). Untuk ini. sikap dan keterampilan. memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Ini tentu saja melibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. karena mereka hanya bisa mengingat. membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui proses pembelajaran yang terencana. penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. Jangan membuat siswa Anda memperhatikan saja. 1. Penilaian Hasil Belajar. Jadi. Contoh pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untuk berpikir tentang kasus yang dibahas. Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri ? 3. penilaian dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa. Penilaian harus mencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan. kreatif dan senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan lulusan (output) adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap Mata Pelajaran. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang ! 3. Apakah sebuah ”Penilaian Mendorong Pembelajaran ?” atau apakah ”pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? ” atau apakah ‟Pembelajaran dan Tes‟ tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukan siswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem. Dengan melihat kebelakang. karena mereka akan lupa.

tetapi tidak semua sekolah mampu mengaksesnya. aspek yang paling penting untuk diperhatikan oleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik. seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat. M. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi. Ini dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur. Ditulis oleh: Drs. Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudah menyadarinya. Dalam merancang sebuah media pembelajaran. Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilan proses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. seperti disebutkan dalam pendekatan ‟Quantum Learning‟ dan Learning Style Inventory‟. tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaran fisika itu sendiri. murah dan sederhana. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning). dinamis dan fleksibel. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan. seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif. tanpa harus selalu terikat dengan ruang kelas. seperti bahan baku kertas/plastik. guna memotivasi dan merangsang proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. kreatif. Tetapi. Jadi. tumbuh-tumbuhan. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik. tetapi lebih pada pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalam merancang dan mengajarkan materi pelajarannya. Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif. Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi. atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalu mahal. sebuah alasan klasik selalu kita dengar bahwa ”sekolah tidak punya dana untuk itu”!. Dalam pembelajaran Model Pakem.keberhasilan pembelajarn siswa. proaktif dan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah.Ed . efektif dan menyenangkan‟. Anwar Fuady. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal. model ‟pembelajaran aktif. para guru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya. kayu dan sebagainya. Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman. saya melihat bagaimana seorang guru fisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yang dibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah blower untuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika tersebut. waktu dan/atau guru. Untuk itu langkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalam sebuah Modul. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa. Perlu dicatat bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Media yang dirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang menyenangkan. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan adalah media elektronik (Computer – Based Learning). Selanjutnya skenario penyajian ‟bahan ajar‟ harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi.

. (6) Kualitas dan variasi interaksi dalam proses belajar mengajar baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. dan kegiatan pembelajaran. Keterlibatan yang dimaksudkan adalah siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran baik dari segi kognitif. baik mental maupun fisik. (4) prinsip hubungan sosial. (3) prinsip partisi-pasi aktif siswa. Dari pendapat kedua ahli di atas pada dasarnya prinsip pelaksanaan pende-katan PAKEM selalu mengarah kepada tiga hal yaitu siswa. Wahidin (2008: 6) menjelaskan ciri-ciri PAKEM adalah (1) pem-belajarannya mengaktifkan siswa. Muhammad (2009: 12) memperkuat pendapat Wahidin tentang ciri PAKEM. (2) prinsip penggunaan alat pemusat perhatian. Nizar (2008: 13) menjelaskan bahwa ada beberapa prinsip PAKEM yaitu (1) prinsip persiapan dan motivasi. Jika ketiga unsur tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada maka kegiatan belajar megajar akan berjalan dengan lancar. Secara umum ciri dari PAKEM adalah siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. afektif maupun psikomotor. (5) Kekayaan variasi metode dan media dalam proses pembelajaran akan membe-rikan peluang variasi bentuk dan alat dalam proses belajar mengajar. dan kesediaan mencari alat dan sumber belajar. dan pemberi balikan lebih bersifat ulur tangan dari pada urun tangan. afektif maupun psikomotor. Siswa berperan sebagai subjek. (7) prinsip menemukan.Ciri-ciri dan Prinsip PAKEM Ciri-ciri PAKEM Sebagai model pembelajaran yang berbasis siswa. (1) Adanya prakarsa siswa dalam kegiatan belajar. guru. dan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang diinginkan. Prinsip PAKEM Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip PAKEM adalah hal-hal mendasar yang akan selalu tampak dan menggambarkan tingkah kegiatan serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. dan (4) pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi siswa. (2) Keterlibatan mental siswa dalam proses belajar mengajar yang berlangsung sehingga emosi siswa bisa tergugah secara sadar. serta kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa. (4) Siswa belajar dengan pengalaman langsung baik yang terkait dengan ranah kognitif. (3) Peranan guru sebagai fasilitator. Sejalan dengan pendapat Semiawan. (6) prinsip perbedaan individu. PAKEM mempunyai beberapa ciri yang berbeda dengan model pembelajaran lainnya. (2) prinsip latar dan konteks. dan (8) prinsip pemeca-han masalah. Semiawan ( 2009: 11) berpendapat bahwa untuk mengaktifkan siswa dalam belajar harus menghayati prinsip-prinsip berupa (1) prinsip motivasi. dan (5) prinsip perulangan. (2) mendorong kreativitas siswa dan guru. pemantau. guru sebagai fasilitator dan motivator. (3) pembelajarannya efektif. (4) prinsip umpan balik. (5) prinsip belajar sambil bekerja.(3) prinsip keterarahan pada fokus tertentu. yang ditunjukkan melalui keberanian memberikan urun pendapat tanpa diminta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful