P. 1
Ciri pakem

Ciri pakem

|Views: 87|Likes:
Published by retno_muji

More info:

Published by: retno_muji on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang

sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. A. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Pembelajarannya efektif d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional 2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. 2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu; (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran; (c) Membantu dan mendorong siswa; (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik; (e) Menentukan strategi pembelajaran; (f) Akuntabilitas lembaga; dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. 3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu,

Disusun dari berbagai sumbe .bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. E. Meningkatkan kualitas pendidikan F. selama pembelajaran itu berlangsung. TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. 4. 2. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Menentukan strategi pembelajaran 6. Membantu dan mendorong siswa 4. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. studi kasus. dan portofolio. cek lis. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. Dalam pembelajaran. Akuntabilitas lembaga 7. kuesioner. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. Artinya.

keterampilan. dan siswa yang bekerja menyelesaikannya”. peserta didik lebih aktif dari gurunya. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan di SD adalah model PAKEM. Dengan perannya sebagai motivator guru harus memberikan dorongan agar siswa mau belajar dengan sendirinya dan dengan kesadannya masing-masing agar mereka mendapat-kan pendidikan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Dari beberapa pendapat di atas. Karena dalam PAKEM. Guru mengajar sesungguhnya bukan memberi pelajaran. sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien tanpa tekanan dari pihak manapun”.Model Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan (PAKEM) SEKOLAHDASAR. (Dzaki. Hal yang paling penting dalam model PAKEM adalah siswa dengan senang hati melaksanakan kegiatan pembelajaran. dan menemukan teknikteknik pemecahan masalah. Dengan kata lain guru dapat disebut sebagai fasilitator. melainkan pem-bimbing belajar. Dengan demikian pengetahuan ini dapat digunakan sebagai bekal dalam hidupnya kelak. Guru hanya memberi pengarahan dan tuntunan saja.NET . Tugas guru adalah menciptakan situasi dan kondisi yang dapat menjadikan siswa mudah belajar dan bergairah untuk belajar. dalam kegiatan pembelajaran guru harus dapat menyiapkan metode pambelajaran yang menyenangkan bagi siswa. sehingga siswa dan guru aktif memerankan perannya dengan kreatif sehingga menghasilkan tujuan secara efektif tanpa merasakan terbebani oleh berbagai kegiatan tersebut. dan sikap).Salah satu upaya untuk memajukan sistem pendidikan adalah perubahan sistem pembelajaran. mengkondisikan ruang kelas yang memadai. . mengorganisasikan pengalaman. serta menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dan menarik. Sejalan dengan pendapat tersebut Ali (2009: 5) mengemukakan bahwa PAKEM adalah upaya yang dilakukan oleh guru dengan perencanaan. PAKEM adalah bentuk pembelajaran aktif yang merupakan ramuan antara belajar aktif dan belajar menyenangkan. dan diakhiri dengan penilaian yang pada praktiknya mencerminkan keaktifan siswa dalam belajar sehingga siswa dapat menguasai berbagai keterampilan belajar secara maksimal. Dengan perannya sebagai fasilitator. Dalam PAKEM siswa belajar dalam arti melakukan kegiatan untuk me-ngembangkan perilaku (penalaran. pelaksanaan. Semua itu harus dialami sendiri agar siswa mendapatkan pengalaman langsung. Sehingga apa yang telah dipelajarinya benar-benar bermakna dan menyatu dengan dirinya. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak. Di samping sebagai fasilitator guru juga bertidak sebagai motivator. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. Sistem pembelajaran sebagai suatu proses sangat menentukan peningkatan kualitas suatu sistem pendidikan. 2009: 1) mengemukakan ”model PAKEM adalah salah satu model belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subjek didik seoptimal mungkin. Marhaban (2008: 2) menjelaskan bahwa PAKEM tidak terlepas dari peran guru sebagai motivator dalam memberikan semangat kepada siswanya. maka dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya model PAKEM adalah model pembelajaran yang berusaha mencip-takan interaksi secara optimal antara semua komponen pembelajaran. menyiap-kan sumber belajar yang dekat dengan siswa dan berupa benda nyata.

jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Anak desa. dan cocok bagi siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. untuk mengungkapkan gagasannya. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Secara garis besar. anugerah Tuhan. Kreatif. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. Menurut hasil penelitian. tersebut. anak Indonesia. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟ 3. guru . 4. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. anak orang miskin. 2. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. dan mengemukakan gagasan. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. dan Menyenangkan. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. 1. anak kota. mempertanyakan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. menyenangkan. B. termasuk cara belajar kelompok. anak orang kaya. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Apa itu PAKEM? PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. Efektif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Sehingga. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi.Yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran PAKEM A. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif.

berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Berdasarkan pengalaman. dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. peta. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. atau kelompok. 6. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. benda asli. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. sosial. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. kreatif. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. kritis dan kreatif. kapan”. 2. Menyenangkan. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Kritis untuk menganalisis masalah. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). Kedua jenis berpikir tersebut. Namun demikian. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Dengan mengenal kemampuan anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. dan sebagainya. karangan. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). 5. model. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. diagram. 4. 3. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang . berapa. misalnya. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. Selain itu. Oleh karena itu. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. puisi. Pajangan dapat berupa gambar. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. dan ditata dengan baik. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. berpasangan.mengajukan pertanyaan yang menantang. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. tugas guru adalah mengembangkannya.

guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Sering bertanya. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. berhipotesis. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. 7. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya. dan membuat gambar/diagram. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. mempertanyakan gagasan orang lain. merumuskan pertanyaan. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Oleh karena itu. 8. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. atau takut dimarahi jika salah. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan „PAKEMenyenangkan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. membuat tulisan. mencatat. Selain itu. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. mengklasifikasi. takut disepelekan.dalam belajar. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas.‟ Disusun dari berbagai sumber .

referensi. (3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan gagasannya ingin dihargai). Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. penyelidikan dan/atau wawancara). kreatif. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi “mengapa siswa belajar”. efektif dan menyenangkan. merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru. Dengan pembelajaran konstruktivisme memungkinkan terjadinya pembelajaran berbasis masalah. Dalam paradigma baru pendidikan. tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari. dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya). Siswa sebagai stakeholder terlibat langsung dengan masalah. percobaan. faktor motivasi merupakan kunci utama. siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu? Jawabannya adalah siswa. strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses enquiry & discovery learning. lingkungan dsb). Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar. Pertama. Sedangkan pendekatan. minat dan modalitas belajar siswa. rekan siswa. Prinsip pembelajaran konstruktivisme yang berorientasi pada masalah dan tantangan akan menghasilkan sikap mental profesional. tujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa. dan bukan semata potensi akademiknya. sehingga kegiatan pembelajaran selalu menantang dan menyenangkan. Tapi. yaitu (1) motivasi intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan). Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) . yang disebut researchmindedness dalam pola pikir siswa. multi-media. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar mereka sendiri. proses Refleksi. dan apa yang mereka telah lakukan). proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita. Kedua. dan tertantang untuk belajar menyelesaikan berbagai masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. Fokus pembelajarannya adalah pada „mempelajari cara belajar‟ (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran. Ketiga. dialog atau melalui simulasi role-play). Mengapa Pakem. Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar. proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan. Keempat. (2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi: reward atau punishment). Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualitas.Peran Guru Dalam Pembelajaran PAKEM Belajar itu menyenangkan. Dengan skenario pembelajaran berbasis masalah ini siswa akan berusaha memberdayakan seluruh potensi akademik dan strategi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah secara individu/kelompok.

3. John B. menjelaskan. Dengan modalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera „mata‟ (membaca teks. Memuji keindahan perbedaan potensi. 12. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. 6. dalam bukunya “The Process of Learning”. menyentuh atau melakukan). Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. efektif dan menyenangkan” (Pakem). 4. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. yaitu modalitas visual. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. 8. maka seorang guru harus mampu merancang media. 5. mengapa atau bagaimana dalam kalimat bertanya. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. bisa diterapkan antara lain dalam salah satu kegiatan belajar kelompok (studi kasus). karakter. membandingkan. Biggs and Ross Telfer. 1987.ada tiga macam modalitas siswa. grafik atau dengan melihat suatu peristiwa). metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. 11. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : menggambarkan. Selanjutnya bentuk-bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya ”pembelajaran aktif. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yang . Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. 10. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. Menurut Wassermen (1994). Jadi. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang. kekuatan auditorial terletak pada indera „pendengaran‟ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita). dan kekuatan kinestetik terletak pada „perabaan‟ (seperti menunjuk. bukan instruksi atau memerintah. 2. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. kolaboratif. dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut. 9. edisi kedua. menguraikan atau dengan menggunakan kata-kata: apa. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. kreatif. 7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: 1. auditorial dan kinestetik. Peranan Seorang Guru.

sikap dan keterampilan. penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. karena mereka akan lupa. Inilah yang disebut efektif dan menyenangkan. dan memfasilitasinya tanpa mendominasi. Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara para pendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya ‟media pembelajaran dan bahan ajar‟ yang cukup memadai. penilaian dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa. Untuk ini. Jawaban para guru ini cukup masuk akal. membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui proses pembelajaran yang terencana. kreatif dan senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Jangan membuat siswa Anda memperhatikan saja. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ? 2. Seakan ada korelasi antara ketersediaan ‟media bahan ajar‟ di sekolah dengan . Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: ”Jangan meminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan. Sedangkan keberhasilan lulusan (output) adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap Mata Pelajaran. Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. Jadi. Ini tentu saja melibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif. Media dan bahan ajar.bisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. dan juga ”bukan mengajarkan mata pelajaran” tetapi ”mengajarkan cara bagaimana mempelajari mata pelajaran ”. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang ! 3. Penilaian harus mencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan. bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri ? 3. karena mereka hanya bisa mengingat. apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ? Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsep Pakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan siswanya selalu memberikan motivasi. 1. Penilaian Hasil Belajar. pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilan pembelajaran Model Pakem. Dengan melihat kebelakang. Tetapi yakinkan siswa Anda untuk melakukannya. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ? 2. memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Perlu dicatat bahwa tugas dan tanggung jawab utama para guru dalam paradigma baru pendidikan ”bukan membuat siswa belajar” tetapi ”membuat siswa mau belajar”. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri ! Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampaknya sesuai dengan semua skenario. 1. ”Media dan Bahan Ajar” selalu menjasi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalam lulusan (output). Apakah sebuah ”Penilaian Mendorong Pembelajaran ?” atau apakah ”pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? ” atau apakah ‟Pembelajaran dan Tes‟ tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukan siswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem. Contoh pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untuk berpikir tentang kasus yang dibahas. Dengan mengatakan yang sesungguhnya. yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. pasti mereka akan mengerti”.

Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif. Media yang dirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang menyenangkan. model ‟pembelajaran aktif. seperti bahan baku kertas/plastik. Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi. Jadi. Untuk itu langkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalam sebuah Modul. aspek yang paling penting untuk diperhatikan oleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik. tetapi tidak semua sekolah mampu mengaksesnya. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa. tumbuh-tumbuhan. seperti disebutkan dalam pendekatan ‟Quantum Learning‟ dan Learning Style Inventory‟.Ed . Perlu dicatat bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Anwar Fuady. waktu dan/atau guru. para guru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya. Selanjutnya skenario penyajian ‟bahan ajar‟ harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi. kreatif. atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalu mahal. seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif. kayu dan sebagainya. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan adalah media elektronik (Computer – Based Learning). guna memotivasi dan merangsang proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Ini dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur. Dalam pembelajaran Model Pakem. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning). Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilan proses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. tanpa harus selalu terikat dengan ruang kelas. dinamis dan fleksibel. proaktif dan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah. Tetapi. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik. tetapi lebih pada pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalam merancang dan mengajarkan materi pelajarannya. Dalam merancang sebuah media pembelajaran. murah dan sederhana. Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman. efektif dan menyenangkan‟. tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaran fisika itu sendiri. saya melihat bagaimana seorang guru fisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yang dibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah blower untuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika tersebut. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal. Ditulis oleh: Drs. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan. sebuah alasan klasik selalu kita dengar bahwa ”sekolah tidak punya dana untuk itu”!. M. seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat.keberhasilan pembelajarn siswa. Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudah menyadarinya.

Prinsip PAKEM Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip PAKEM adalah hal-hal mendasar yang akan selalu tampak dan menggambarkan tingkah kegiatan serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. (3) prinsip partisi-pasi aktif siswa. Dari pendapat kedua ahli di atas pada dasarnya prinsip pelaksanaan pende-katan PAKEM selalu mengarah kepada tiga hal yaitu siswa. (5) Kekayaan variasi metode dan media dalam proses pembelajaran akan membe-rikan peluang variasi bentuk dan alat dalam proses belajar mengajar. pemantau. Wahidin (2008: 6) menjelaskan ciri-ciri PAKEM adalah (1) pem-belajarannya mengaktifkan siswa. (2) mendorong kreativitas siswa dan guru. afektif maupun psikomotor. dan (4) pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi siswa. (6) Kualitas dan variasi interaksi dalam proses belajar mengajar baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. dan (5) prinsip perulangan. (4) prinsip hubungan sosial. Secara umum ciri dari PAKEM adalah siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. dan (8) prinsip pemeca-han masalah. (7) prinsip menemukan. Sejalan dengan pendapat Semiawan. dan pemberi balikan lebih bersifat ulur tangan dari pada urun tangan. baik mental maupun fisik. Jika ketiga unsur tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada maka kegiatan belajar megajar akan berjalan dengan lancar. (4) prinsip umpan balik. (1) Adanya prakarsa siswa dalam kegiatan belajar. yang ditunjukkan melalui keberanian memberikan urun pendapat tanpa diminta. (2) prinsip latar dan konteks. Siswa berperan sebagai subjek. Muhammad (2009: 12) memperkuat pendapat Wahidin tentang ciri PAKEM. dan kesediaan mencari alat dan sumber belajar.Ciri-ciri dan Prinsip PAKEM Ciri-ciri PAKEM Sebagai model pembelajaran yang berbasis siswa. . Nizar (2008: 13) menjelaskan bahwa ada beberapa prinsip PAKEM yaitu (1) prinsip persiapan dan motivasi. (5) prinsip belajar sambil bekerja.(3) prinsip keterarahan pada fokus tertentu. Keterlibatan yang dimaksudkan adalah siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran baik dari segi kognitif. PAKEM mempunyai beberapa ciri yang berbeda dengan model pembelajaran lainnya. (2) prinsip penggunaan alat pemusat perhatian. dan kegiatan pembelajaran. (3) pembelajarannya efektif. Semiawan ( 2009: 11) berpendapat bahwa untuk mengaktifkan siswa dalam belajar harus menghayati prinsip-prinsip berupa (1) prinsip motivasi. dan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang diinginkan. serta kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa. afektif maupun psikomotor. guru sebagai fasilitator dan motivator. (3) Peranan guru sebagai fasilitator. (2) Keterlibatan mental siswa dalam proses belajar mengajar yang berlangsung sehingga emosi siswa bisa tergugah secara sadar. (4) Siswa belajar dengan pengalaman langsung baik yang terkait dengan ranah kognitif. (6) prinsip perbedaan individu. guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->