Ciri-Ciri dan Prinsip Pembelajaran PAKEM Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan strategi pembelajaran yang

sangat baik dan cocok untuk situasi dan kondisi siswa. Strategi yang sangat cocok dan menarik peserta didik dalam pembelajaran sekarang ini dikenal dengan nama PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). PAKEM adalah sebuah model pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mengejakan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan keterampilan dan pemahaman dengan penekanan kepada belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar termasuk pemanfaatan lingkungan supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif. A. ALASAN PENERAPAN PAKEM PAKEM diterapkan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pembelajaran model konvensional dinilai menjemukan, kurang menarik bagi para peserta didik sehingga berakibat kurang optimalnya penguasaan materi bagi peserta didik. B. CIRI-CIRI / KARAKTERISTIK PAKEM Ciri-ciri/karakteristik PAKEM adalah: a. Pembelajarannya mengaktifkan peserta didik b. Mendorong kreativitas peserta didik &guru c. Pembelajarannya efektif d. Pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi peserta didik C. PRINSIP PAKEM Prinsip PAKEM antara lain: 1. Mengalami: peserta didik terlibat secara aktif baik fisik, mental maupun emosional 2. Komunikasi: kegiatan pembelajaran memungkinkan terjadinya komunikasi antara guru dan peserta diidik 3. Interaksi: kegiatan pembelajarannyaa memungkinkan terjadinya interaksi multi arah 4. Refkesi: kegiatan pembelajarannya memungkinkan peserta didik memikirkan kembali apa yang telah dilakukan D. JENIS PENILAIAN SESUAI DG PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Penilaian yang sesuai dengan pembelajaran model Pakem adalah penilaian otentik yang merupakan proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat bahwa tujuan pembelajaran telah benar-benar dikuasai dan dicapai. 2. Tujuan Penilaian otentik itu sendiri adalah untuk: (a) Menilai Kemampuan Individual melalui tugas tertentu; (b) Menentukan kebutuhan pembelajaran; (c) Membantu dan mendorong siswa; (d) Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik; (e) Menentukan strategi pembelajaran; (f) Akuntabilitas lembaga; dan (g) Meningkatkan kualitas pendidikan. 3. Bentuk penilaian tes dapat dilakukan secara lisan, tertulis, dan perbuatan. Sementara itu,

TUJUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Penilaian disesuaikan dengan pendekatan dan metode yang dilaksanakan dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan setiap jenis atau bentuk penilaian tersebut memiliki beberapa kelemahan selain keunggulan. selama pembelajaran itu berlangsung. studi kasus. Menentukan strategi pembelajaran 6. Menilai kemampuan individual melalui tugas tertentu 2. MERANCANG DAN MELAKSANAKAN PENILAIAN PEMBELAJARAN MODEL PAKEM 1. Merancang penilaian dilakukan bersamaan dengan merancang pembelajaran tersebut. dengan pendekatan Pakem rangkaian penilaian ini seyogiayanya dilakukan oleh seorang guru. Dalam pembelajaran. Meningkatkan kualitas pendidikan F. Membantu dan mendorong siswa 4. cek lis.bentuk penilaian non tes dilakukan dengan menggunakan skala sikap. dan portofolio. kuesioner. Membantu dan mendorong guru untuk mengajar yang lebih baik 5. E. 2. Menentukan kebutuhan pembelajaran 3. Artinya. penilaian dirancang sebagaimana dengan penilaian otentik. Dalam pembelajaran dengan pendekatan model Pakem. 4. guru selain sebagai fasilitator juga melakukan penilaian dengan berbagai alat yang sesuai dengan kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Disusun dari berbagai sumbe . Akuntabilitas lembaga 7.

melainkan pem-bimbing belajar. Tugas guru adalah menciptakan situasi dan kondisi yang dapat menjadikan siswa mudah belajar dan bergairah untuk belajar. Dengan demikian pengetahuan ini dapat digunakan sebagai bekal dalam hidupnya kelak. Dengan perannya sebagai fasilitator. pelaksanaan. mengembangkan kreativitas sehingga efektif namun tetap menyenangkan. dan siswa yang bekerja menyelesaikannya”. dan sikap). maka dapat disimpulkan bahwa pada hakikatnya model PAKEM adalah model pembelajaran yang berusaha mencip-takan interaksi secara optimal antara semua komponen pembelajaran. Karena dalam PAKEM. dan menemukan teknikteknik pemecahan masalah. Sistem pembelajaran sebagai suatu proses sangat menentukan peningkatan kualitas suatu sistem pendidikan.Model Pembelajaran Aktif Kreatif Menyenangkan (PAKEM) SEKOLAHDASAR. Salah satu model pembelajaran yang tepat untuk dikembangkan di SD adalah model PAKEM. peserta didik lebih aktif dari gurunya.NET . Marhaban (2008: 2) menjelaskan bahwa PAKEM tidak terlepas dari peran guru sebagai motivator dalam memberikan semangat kepada siswanya. Semua itu harus dialami sendiri agar siswa mendapatkan pengalaman langsung. Hal yang paling penting dalam model PAKEM adalah siswa dengan senang hati melaksanakan kegiatan pembelajaran. . serta menyiapkan media pembelajaran yang sesuai dan menarik. mengorganisasikan pengalaman. (Dzaki. mengkondisikan ruang kelas yang memadai. 2009: 1) mengemukakan ”model PAKEM adalah salah satu model belajar-mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi subjek didik seoptimal mungkin. Di samping sebagai fasilitator guru juga bertidak sebagai motivator. Sehingga apa yang telah dipelajarinya benar-benar bermakna dan menyatu dengan dirinya. Guru mengajar sesungguhnya bukan memberi pelajaran. Sejalan dengan pendapat tersebut Ali (2009: 5) mengemukakan bahwa PAKEM adalah upaya yang dilakukan oleh guru dengan perencanaan. menyiap-kan sumber belajar yang dekat dengan siswa dan berupa benda nyata.Salah satu upaya untuk memajukan sistem pendidikan adalah perubahan sistem pembelajaran. Dengan kata lain guru dapat disebut sebagai fasilitator. PAKEM adalah bentuk pembelajaran aktif yang merupakan ramuan antara belajar aktif dan belajar menyenangkan. dalam kegiatan pembelajaran guru harus dapat menyiapkan metode pambelajaran yang menyenangkan bagi siswa. sehingga siswa dan guru aktif memerankan perannya dengan kreatif sehingga menghasilkan tujuan secara efektif tanpa merasakan terbebani oleh berbagai kegiatan tersebut. keterampilan. Guru hanya memberi pengarahan dan tuntunan saja. dan diakhiri dengan penilaian yang pada praktiknya mencerminkan keaktifan siswa dalam belajar sehingga siswa dapat menguasai berbagai keterampilan belajar secara maksimal. Dalam PAKEM siswa belajar dalam arti melakukan kegiatan untuk me-ngembangkan perilaku (penalaran. Dengan perannya sebagai motivator guru harus memberikan dorongan agar siswa mau belajar dengan sendirinya dan dengan kesadannya masing-masing agar mereka mendapat-kan pendidikan sesuai dengan apa yang mereka inginkan. sehingga siswa mampu mengubah tingkah lakunya secara efektif dan efisien tanpa tekanan dari pihak manapun”. Dari beberapa pendapat di atas. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan anak.

jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif. Anak desa. anak Indonesia. menyenangkan. dan mengemukakan gagasan. Suasana pembelajaran dimana guru memuji anak karena hasil karyanya. dan cocok bagi siswa. anak orang miskin. Efektif. Apa yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM? 1. untuk mengungkapkan gagasannya. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif. mempertanyakan. B. dan Menyenangkan. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Kreatif. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa. 4. anugerah Tuhan. 1. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif. anak orang kaya. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya.Yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran PAKEM A. 2. yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. termasuk cara belajar kelompok. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi. anak kota. gambaran PAKEM adalah sebagai berikut: Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Menurut hasil penelitian. Memahami sifat yang dimiliki anak Pada dasarnya anak memiliki sifat: rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kegiatan pembelajaran merupakan salah satu lahan yang harus kita olah sehingga subur bagi berkembangnya kedua sifat. dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan cara membangkitkan semangat. tingginya waktu curah terbukti meningkatkan hasil belajar. yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟ 3. bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. atau anak bukan Indonesia – selama mereka normal – terlahir memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat tersebut merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Secara garis besar. tersebut. Apa itu PAKEM? PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif. termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik. guru . Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah. maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Sehingga. sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai.

Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas seperti itu. Selain itu. tugas guru adalah mengembangkannya. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya hidup ini adalah memecahkan masalah. model. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Namun demikian. anak dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. atau budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. berpasangan. atau kelompok. dan guru yang mendorong anak untuk melakukan percobaan. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Oleh karena itu. 4. berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. dan sebagainya. Pajangan dapat berupa gambar. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya). benda asli. 2. karangan. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Pertanyaan yang dimulai dengan kata-kata “Apa yang terjadi jika …” lebih baik daripada yang dimulai dengan kata-kata “Apa. sosial. anak akan menyelesaikan tugas dengan baik bila mereka duduk berkelompok. berapa. yang umumnya tertutup (jawaban betul hanya satu). Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAKEM. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. Semua anak dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. diagram. dan Efektif) perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tercermin dalam kegiatan pembelajaran. anak perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. antara lain dengan sering-sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan yang terbuka. dapat membantu guru dalam PEMBELAJARAN karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas suatu masalah. merupakan pembelajaran yang subur seperti yang dimaksud. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. Mengenal anak secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. kita dapat membantunya bila mendapat kesulitan sehingga belajar anak tersebut menjadi optimal. dan ditata dengan baik. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. 5. misalnya. Berdasarkan pengalaman. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar Lingkungan (fisik. kreatif. peta. Kritis untuk menganalisis masalah. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar. Dengan mengenal kemampuan anak. Dalam PAKEM (Pembelajaran Aktif. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. puisi. tetapi juga sebagai objek kajian (sumber belajar). kritis dan kreatif. Menyenangkan. Kedua jenis berpikir tersebut. 3. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang . dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. kapan”. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 6.mengajukan pertanyaan yang menantang.

Sering bertanya. Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang sudah merasa puas bila menyaksikan para siswa kelihatan sibuk bekerja dan bergerak. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus keluar kelas. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat bila terjadi interaksi dalam belajar. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan „PAKEMenyenangkan. mempertanyakan gagasan orang lain.dalam belajar. dan membuat gambar/diagram. merumuskan pertanyaan.‟ Disusun dari berbagai sumber . dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif mental. Keadaan tersebut bukanlah ciri yang sebenarnya dari PAKEM. 8. atau takut dimarahi jika salah. Apalagi jika bangku dan meja diatur berkelompok serta siswa duduk saling berhadapan. Oleh karena itu. Aktif mental lebih diinginkan daripada aktif fisik. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Selain itu. Pemanfaatan lingkungan dapat men-gembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). takut disepelekan. mencatat. Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan daripada kelemahan siswa. membuat tulisan. mengklasifikasi. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut: takut ditertawakan. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. 7. berhipotesis. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. baik yang datang dari guru itu sendiri maupun dari temannya.

Keempat. dan apa yang mereka telah lakukan). Pelaksanaan Pakem harus memperhatikan bakat. siapa yang menjadi stakeholder dalam proses pembelajaran yang menyenangkan itu? Jawabannya adalah siswa. Siswa harus menjadi arsitek dalam proses belajar mereka sendiri. Pertama. proses Eksplorasi (siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan. Sedangkan pendekatan. efektif dan menyenangkan. Kedua. (2) motivasi instrumental (siswa belajar karena akan menerima konsekuensi: reward atau punishment). faktor motivasi merupakan kunci utama. Dalam paradigma baru pendidikan. Prinsip pembelajaran konstruktivisme yang berorientasi pada masalah dan tantangan akan menghasilkan sikap mental profesional. merupakan sebuah model pembelajaran kontekstual yang melibatkan paling sedikit empat prinsip utama dalam proses pembelajarannya. Untuk mencapai keberhasilan proses belajar. tujuan pembelajaran bukan hanya untuk merubah perilaku siswa. Pakem yang merupakan singkatan dari pembelajaran aktif. yang disebut researchmindedness dalam pola pikir siswa. lingkungan dsb). Dengan skenario pembelajaran berbasis masalah ini siswa akan berusaha memberdayakan seluruh potensi akademik dan strategi yang mereka miliki untuk menyelesaikan masalah secara individu/kelompok. rekan siswa. dan bukan semata potensi akademiknya. dialog atau melalui simulasi role-play). sehingga kegiatan pembelajaran selalu menantang dan menyenangkan. proses Refleksi. proses Interaksi (siswa berinteraksi secara aktif dengan guru. kreatif. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) . Tapi. (siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari. Ada empat katagori yang perlu diketahui oleh seorang guru yang baik terkait dengan motivasi “mengapa siswa belajar”. proses Komunikasi (siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita. referensi. Ketiga. penyelidikan dan/atau wawancara). Fokus pembelajarannya adalah pada „mempelajari cara belajar‟ (learning how to learn) dan bukan hanya semata pada mempelajari substansi mata pelajaran. Seorang guru harus mengetahui secara pasti mengapa seorang siswa memiliki berbagai macam motif dalam belajar. strategi dan metoda pembelajarannya adalah mengacu pada konsep konstruktivisme yang mendorong dan menghargai usaha belajar siswa dengan proses enquiry & discovery learning. yaitu (1) motivasi intrinsik (siswa belajar karena tertarik dengan tugas-tugas yang diberikan). dan (4) motivasi prestasi (siswa belajar karena ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia mampu melakukan tugas yang diberikan oleh gurunya). Mengapa Pakem. tetapi membentuk karakter dan sikap mental profesional yang berorientasi pada global mindset. (3) motivasi sosial (siswa belajar karena ide dan gagasannya ingin dihargai).Peran Guru Dalam Pembelajaran PAKEM Belajar itu menyenangkan. Dengan pembelajaran konstruktivisme memungkinkan terjadinya pembelajaran berbasis masalah. Karena proses belajar yang menyenangkan bisa meningkatkan motivasi belajar yang tinggi bagi siswa guna menghasilkan produk belajar yang berkualitas. Kita semua setuju bahwa pembelajaran yang menyenangkan merupakan dambaan dari setiap peserta didik. minat dan modalitas belajar siswa. Siswa sebagai stakeholder terlibat langsung dengan masalah. multi-media. dan tertantang untuk belajar menyelesaikan berbagai masalah yang relevan dengan kehidupan mereka. percobaan.

Peranan Seorang Guru. Misalnya dengan menggunakan kata kerja : menggambarkan. Jadi. Berikut adalah beberapa contoh bentuk pertanyaan yang . yaitu modalitas visual. 12. kreatif. kolaboratif.ada tiga macam modalitas siswa. bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa. 6. yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: 1. menguraikan atau dengan menggunakan kata-kata: apa. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. maka seorang guru harus mampu merancang media. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri. pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan pemikiran yang dalam untuk sebuah solusi atau yang bersifat mengundang. menyentuh atau melakukan). 5. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka. 4. bukan instruksi atau memerintah. 8. 1987. menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif. 10. bisa diterapkan antara lain dalam salah satu kegiatan belajar kelompok (studi kasus). Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan. efektif dan menyenangkan” (Pakem). Biggs and Ross Telfer. kekuatan auditorial terletak pada indera „pendengaran‟ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita). dan kekuatan kinestetik terletak pada „perabaan‟ (seperti menunjuk. membandingkan. karakter. 7. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa. Memuji keindahan perbedaan potensi. mengapa atau bagaimana dalam kalimat bertanya. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka. dalam bukunya “The Process of Learning”. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka. menjelaskan. John B. grafik atau dengan melihat suatu peristiwa). 2. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif. 11. Menurut Wassermen (1994). Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. Dengan modalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar siswa terletak pada indera „mata‟ (membaca teks. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. edisi kedua. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar siswa. Selanjutnya bentuk-bentuk pertanyaan yang dapat menggugah terjadinya ”pembelajaran aktif. dengan memahami kecenderungan potensi modalitas siswa tersebut. 3. 9. auditorial dan kinestetik.

pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan pendekatan penilaian alternatif yang paling representatif untuk menentukan keberhasilan pembelajaran Model Pakem. Jadi. Untuk ini. Sebuah pertanyaan untuk direnungkan. Bandingkan situasi ini dengan situasi sekarang ! 3. pasti mereka akan mengerti”. sikap dan keterampilan. Perlu dicatat bahwa tugas dan tanggung jawab utama para guru dalam paradigma baru pendidikan ”bukan membuat siswa belajar” tetapi ”membuat siswa mau belajar”.bisa memberikan respon kreatif terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. apa kesimpulan Anda tentang isu penting itu ? Proses pembelajaran akan berlangsung seperti yang diharapkan dalam pelaksanaan konsep Pakem jika peran para guru dalam berinteraksi dengan siswanya selalu memberikan motivasi. Dengan mengatakan yang sesungguhnya. 1. Keberhasilan proses dimaksudkan bahwa siswa berpartisipasi aktif. karena mereka hanya bisa mengingat. kreatif dan senang selama mengikuti kegiatan pembelajaran. Apa yang Anda bayangkan sebagai kemungkinan dari akibat tindakan tersebut ? 2. Sedangkan keberhasilan lulusan (output) adalah siswa mampu menguasai sejumlah kompetensi dan standar kompetensi dari setiap Mata Pelajaran. memberikan kesempatan untuk berpartisipasi aktif. Penilaian Hasil Belajar. penilaian harus dilakukan dan diakui secara komulatif. yang ditetapkan dalam sebuah kurikulum. Ceriterakan contoh yang sama dengan pengalaman Anda sendiri ! Para siswa bisa juga diminta untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang nampaknya sesuai dengan semua skenario. membantu dan mengarahkan siswanya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui proses pembelajaran yang terencana. Tetapi yakinkan siswa Anda untuk melakukannya. Inilah yang disebut efektif dan menyenangkan. dan memfasilitasinya tanpa mendominasi. Contoh pertanyaan-pertanyaan berikut dapat memprovokasi siswa untuk berpikir tentang kasus yang dibahas. karena mereka akan lupa. ”Media dan Bahan Ajar” selalu menjasi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. bagaimana Anda menilai diri Anda sendiri ? 3. Jangan membuat siswa Anda memperhatikan saja. Jawaban para guru ini cukup masuk akal. baik itu keberhasilan dalam proses maupun keberhasilan dalam lulusan (output). Sebuah harapan yang selalu menjadi wacana di antara para pendidik/guru kita dalam melaksanakan tugas mengajar mereka di sekolah adalah tidak tersedianya ‟media pembelajaran dan bahan ajar‟ yang cukup memadai. Penilaian harus mencakup paling sedikit tiga aspek : pengetahuan. Dengan melihat kebelakang. penilaian dimaksudkan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa. Seakan ada korelasi antara ketersediaan ‟media bahan ajar‟ di sekolah dengan . Media dan bahan ajar. Apakah sebuah ”Penilaian Mendorong Pembelajaran ?” atau apakah ”pembelajaran itu untuk mempersiapkan sebuah tes ? ” atau apakah ‟Pembelajaran dan Tes‟ tersebut dilakukan guna mendapatkan pengakuan tentang kompetensi yang diperlukan siswa atau sekolah? Dalam pelaksanaan konsep Pakem. dan juga ”bukan mengajarkan mata pelajaran” tetapi ”mengajarkan cara bagaimana mempelajari mata pelajaran ”. Ini tentu saja melibatkan Professional Judgment dengan memperhatikan sifat obyektivitas dan keadilan. 1. Prinsip pembelajaran yang perlu dilakukan: ”Jangan meminta siswa Anda hanya untuk mendengarkan. Jelaskan bagaimana situasi ini bisa ditangani secara berbeda ? 2.

Jadi.keberhasilan pembelajarn siswa. saya melihat bagaimana seorang guru fisika di sebuah Sekolah Kejuruan (Berlin) menggunakan alat peraga simulasi (Holikopter) yang dibuat dari kertas karton yang diapungkan didepan kelas dengan menggunakan sebuah blower untuk memudahkan para siswa dalam memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan mata pelajaran fisika tersebut. Media simulasi ini tidak dibeli sudah jadi. Dalam kesempatan melakukan studi banding di Jerman. efektif dan menyenangkan‟. seperti bahan baku yang murah dan mudah di dapat. tetapi dirancang oleh seorang guru mata pelajaran fisika itu sendiri. guna memotivasi dan merangsang proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. tetapi lebih pada pola fikir dan strategi yang digunakan secara tepat oleh seorang guru itu sendiri dalam merancang dan mengajarkan materi pelajarannya. Unsur kreatifitas itu bukan terletak pada produk/media yang sudah jadi. Tetapi tetap memiliki relevansi dengan tema mata pelajaran yang sedang dipelajari siswa. Tetapi. para guru dapat memilih dan merancang media pembelajaran alternatif dengan menggunakan berbagai sumber lainnya. tumbuh-tumbuhan. M. Dengan demikian diharapkan para siswa akan terlibat dalam proses pembelajaran tuntas (Mastery Learning) dan bermakna (Meaningful Learning). Perlu dicatat bahwa tujuan akhir mempelajari sebuah mata pelajaran adalah agar para siswa memiliki kompetensi sebagaimana ditetapkan dalam Standar Kompetensi (baca Kurikulum Nasional). Ditulis oleh: Drs. seorang guru mau tidak mau harus berperan aktif. Tanpa merendahkan sifat dan nilai multimedia elektronik. Kita juga sepakat bahwa salah satu penyebab ketidakberhasilan proses pemblajarn siswa di sekolah adalah kurangnya media dan bahan ajar. Dalam merancang sebuah media pembelajaran. murah dan sederhana. Anwar Fuady. kayu dan sebagainya. Dalam pembelajaran Model Pakem. Proses pembelajarannya mudah dipahami dan sangat menyenangkan. Kita yakin bahwa pihak manajemen sekolah sudah menyadarinya. seperti bahan baku kertas/plastik. Selanjutnya skenario penyajian ‟bahan ajar‟ harus dengan sistem modular dengan mengacu pada pendekatan Bloom Taksonomi. seperti disebutkan dalam pendekatan ‟Quantum Learning‟ dan Learning Style Inventory‟. tetapi tidak semua sekolah mampu mengaksesnya. atau yang kita sebut dengan PAKEM itu tidak selalu mahal.Ed . proaktif dan kreatif untuk mencari dan merancang media/bahan ajar alternatif yang mudah. Media yang dirancang harus memiliki daya tarik tersendiri guna merangsang proses pembelajaran yang menyenangkan. Ini dimaksudkan agar terjadi proses pembelajaran yang terstruktur. kreatif. Penggunaan perangkat multimedia seperti ICT sungguh sangat ideal. tanpa harus selalu terikat dengan ruang kelas. dinamis dan fleksibel. model ‟pembelajaran aktif. sebuah alasan klasik selalu kita dengar bahwa ”sekolah tidak punya dana untuk itu”!. Saya kira inilah yang disebut guru yang kreatif. aspek yang paling penting untuk diperhatikan oleh seorang guru adalah karakteristik dan modalitas gaya belajar individu peserta didik. Untuk itu langkah/skenario penyajian pembelajarn dalam setiap topik/mata pelajaran harus dituliskan secara jelas dalam sebuah Modul. Sementara ini media pembelajaran yang relatif cukup representatif digunakan adalah media elektronik (Computer – Based Learning). waktu dan/atau guru.

Nizar (2008: 13) menjelaskan bahwa ada beberapa prinsip PAKEM yaitu (1) prinsip persiapan dan motivasi. dan kesediaan mencari alat dan sumber belajar.(3) prinsip keterarahan pada fokus tertentu. (4) prinsip umpan balik. (2) mendorong kreativitas siswa dan guru. Muhammad (2009: 12) memperkuat pendapat Wahidin tentang ciri PAKEM. (1) Adanya prakarsa siswa dalam kegiatan belajar. afektif maupun psikomotor. serta kegiatan pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Secara umum ciri dari PAKEM adalah siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Wahidin (2008: 6) menjelaskan ciri-ciri PAKEM adalah (1) pem-belajarannya mengaktifkan siswa. Dari pendapat kedua ahli di atas pada dasarnya prinsip pelaksanaan pende-katan PAKEM selalu mengarah kepada tiga hal yaitu siswa. dan (4) pembelajarannya menyenangkan utamanya bagi siswa. guru. baik mental maupun fisik. (6) prinsip perbedaan individu. (2) prinsip penggunaan alat pemusat perhatian. dan (8) prinsip pemeca-han masalah. . dan pemberi balikan lebih bersifat ulur tangan dari pada urun tangan. Semiawan ( 2009: 11) berpendapat bahwa untuk mengaktifkan siswa dalam belajar harus menghayati prinsip-prinsip berupa (1) prinsip motivasi. yang ditunjukkan melalui keberanian memberikan urun pendapat tanpa diminta. (3) prinsip partisi-pasi aktif siswa.Ciri-ciri dan Prinsip PAKEM Ciri-ciri PAKEM Sebagai model pembelajaran yang berbasis siswa. (2) prinsip latar dan konteks. (5) prinsip belajar sambil bekerja. guru sebagai fasilitator dan motivator. PAKEM mempunyai beberapa ciri yang berbeda dengan model pembelajaran lainnya. dan kegiatan pembelajaran. Keterlibatan yang dimaksudkan adalah siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran baik dari segi kognitif. Jika ketiga unsur tersebut dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada maka kegiatan belajar megajar akan berjalan dengan lancar. (3) pembelajarannya efektif. (7) prinsip menemukan. Prinsip PAKEM Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip PAKEM adalah hal-hal mendasar yang akan selalu tampak dan menggambarkan tingkah kegiatan serta keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. (4) Siswa belajar dengan pengalaman langsung baik yang terkait dengan ranah kognitif. (3) Peranan guru sebagai fasilitator. afektif maupun psikomotor. (5) Kekayaan variasi metode dan media dalam proses pembelajaran akan membe-rikan peluang variasi bentuk dan alat dalam proses belajar mengajar. pemantau. Siswa berperan sebagai subjek. (6) Kualitas dan variasi interaksi dalam proses belajar mengajar baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. dan siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang diinginkan. (4) prinsip hubungan sosial. dan (5) prinsip perulangan. Sejalan dengan pendapat Semiawan. (2) Keterlibatan mental siswa dalam proses belajar mengajar yang berlangsung sehingga emosi siswa bisa tergugah secara sadar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful