P. 1
BSE IPS Kelas 7

BSE IPS Kelas 7

5.0

|Views: 24,078|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2015

pdf

text

original

Kehidupan Sosial Manusia

51

akan dapat mengetahui dan menjalankan hak-hak serta
kewajiban-kewajibannya sesuai dengan status dan perannya itu.
Misalnya status kamu di sekolah, yaitu sebagai pelajar yang
mempunyai peranan untuk memerhatikan materi pelajaran
yang disampaikan oleh guru, mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan oleh guru, menaati tata tertib sekolah, dan lain-lain.

1.Status Sosial

Status sosial adalah kedudukan sosial seseorang atau individu
dalam kelompok masyarakat. Dengan demikian, seseorang dapat
memiliki beberapa status karena ikut serta dalam berbagai
kelompok dalam kehidupan bermasyarakat.
Status yang dimiliki oleh seseorang akan menentukan derajat,
kewajiban, dan tanggung jawab dalam kelompoknya. Misalnya,
apabila kamu menjadi ketua kelas, maka statusmu setingkat
lebih tinggi dibandingkan dengan temanmu. Tetapi kamu juga
memiliki tanggung jawab yang lebih karena secara langsung
membawahi berpuluh-puluh teman sekelas dan harus dapat
menjadi suri tauladan.
Apabila kita perhatikan lebih lanjut, status sosial sangat
bervariasi. Status sosial dalam masyarakat dapat dibedakan ke
dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

a.Ascribed Status (Status yang Diberikan)
Ascribed status merupakan jenis status yang diperoleh secara
otomatis tanpa harus diperjuangkan terlebih dahulu. Status
ini bersifat tertutup, artinya hanya dimiliki oleh orang-orang
tertentu yang sama dengan status kedua orang tuanya. Status
yang diperoleh melalui proses ini adalah sebagai berikut.
1)Keturunan

Pada komunitas tertentu, status seseorang dilihat dari asal
keturunannya, misalnya keturunan bangsawan,
keturunan raja, dan sistem kasta (brahmana, ksatria,
waisya, dan sudra). Seorang anak raja akan secara
langsung menjadi putra mahkota yang nantinya akan
menggantikan raja yang sudah mangkat.
2)Jenis kelamin

Jenis kelamin pria dianggap memiliki status yang lebih
tinggi dibandingkan wanita dalam kehidupan keluarga.
Pria biasanya secara langsung menjadi kepala keluarga
yang bertugas melindungi dan memberi nafkah bagi
keluarganya.
Biasanya ascribed status dapat ditemui pada jenis masyarakat
yang menganut sistem tertutup, tetapi tidak jarang pula dapat
ditemui pada masyarakat yang menganut sistem terbuka.
Contohnya ulama, pastur, bikshu, pendeta.

Sistem kepemimpinan orang
Asmat lebih ditekankan kepada
kemampuan dan kewibawaan
seorang lelaki yang memiliki tubuh
perkasa dan memiliki banyak
pengalaman dalam bertempur.
Akan tetapi dalam kehidupan
sosial politik sehari-hari setiap
kampung biasanya mempunyai
seorang pemimpin adat yang
disebut yeu iwir, dan masing-
masing federasi yeu mempunyai
seorang pemimpin yang disebut
tese wu. Para pemimpin adat ini
dibantu oleh sejumlah penasihat
yang disebut arakamse wir, yaitu
orang tua-orang tua bijak yang
kaya akan pengalaman. Walaupun
setiap orang dianggap mampu
berhubungan dengan dunia roh
yang mereka yakini, akan tetapi
mereka juga memiliki seorang
tokoh yang dianggap pemimpin
dalam masalah upacara
keagamaan, tokoh ini disebut
arapak tor.

Sumber:

Ensiklopedi Suku Bangsa
di Indonesia, 1997.

Wawasan Sosial

Gambar 2.10Gelar bangsawan adalah
contoh ascribed status.

Sumber: www.geocities.com

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

52

b.Achieved Status (Status yang Diperjuangkan)
Achieved status merupakan jenis status yang sengaja
diusahakan oleh seseorang. Kedudukan ini bersifat terbuka
dan tidak didasarkan atas dasar kelahiran, dan sangat
tergantung dari kemampuan individu untuk meraih
kedudukan tersebut. Pada umumnya cara seseorang untuk
meraih status ini adalah dengan jalan pendidikan di sekolah
formal dan perjuangan keras. Achieved status dapat diperoleh
melalui proses sebagai berikut.
1)Prestasi

Dalam hal ini status diperoleh karena berhasil dalam
menyelesaikan studi atau meraih juara dalam suatu
kejuaraan. Apresiasi masyarakat akan berbeda pada
orang-orang yang memiliki prestasi lebih. Contohnya
dokter, insinyur, dan hakim.
2)Kekuasaan atau jabatan
Seseorang akan dipandang memiliki status tinggi, apabila
orang tersebut memiliki jabatan tertentu yang lebih tinggi
jika dibandingkan dengan kedudukan masyarakat
lainnya. Untuk memiliki jabatan dibutuhkan perjuangan.
Contohnya manajer perusahaan, kepala desa, dan guru.
3)Kualitas pribadi
Seseorang memiliki status tinggi apabila ia dituakan oleh
masyarakat. Biasanya tokoh yang dituakan yaitu pemuka
agama atau pemuka adat. Kualitas pribadi dapat
diperjuangkan dengan pendidikan dan pengalaman.

c.Assigned Status (Status yang Diberikan)
Assigned status merupakan jenis status yang sengaja diberikan
kepada seseorang atau kelompok yang telah berjasa
memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat.
Misalnya veteran pejuang (pahlawan), doktor, dan profesor.

Tugas Mandiri

Salah satu contoh achieved sta-
tus adalah mewujudkan cita-cita.
Apa saja yang telah kamu
lakukan untuk mewujudkan cita-
citamu demi mendapatkan
achieved status yang kamu
inginkan?

Gambar 2.11Seorang atlit akan mendapatkan status dengan menunjukkan prestasinya.
Sumber:Kompas, Kamis 1 Desember 2005

Kehidupan Sosial Manusia

53

2.Konflik dan Simbol Status

Apabila kamu perhatikan, maka setiap orang akan memiliki
berbagai peran dalam kehidupannya, akibat dari keberadaan
manusia sebagai makhluk sosial. Sehingga, apabila seseorang
yang memiliki banyak peran tidak dapat menjalankan perannya
tersebut dengan seimbang, maka akan terjadi apa yang kita
namakan konflik status.
Kapan konflik status tersebut berlangsung?
a.Konflik Status

Konflik status adalah pertentangan yang terjadi dalam diri
seseorang sebagai akibat kedudukan yang dimilikinya.
Secara khusus, konflik status dapat dibedakan ke dalam tiga
jenis berikut ini.
1)Konflik yang bersifat individual
Konflik ini terjadi di dalam diri individu sendiri, yang
berkaitan dengan kepemilikan kedudukan yang lebih dari
satu. Pada proses ini, individu akan dihadapkan pada dua
pilihan di mana salah satu kedudukan akan dikorbankan
atau terpinggirkan.
Contohnya seorang hakim yang harus menghukum
anaknya karena terlibat korupsi. Atau seorang polisi yang
harus menilang istrinya karena tidak membawa SIM pada
saat mengendarai sepeda motor di jalan raya. Contoh lain
adalah seorang kepala sekolah yang harus mengeluarkan
putranya sendiri dari sekolah karena terbukti
menggunakan obat-obatan terlarang di sekolah. Tindakan
ini dilakukan untuk menegakkan peraturan yang telah
ditetapkan.
2)Konflik yang bersifat antarindividu
Konflik ini terjadi, apabila seseorang dalam kelompok
memiliki perbedaan kepentingan terhadap suatu tujuan
yang ingin dicapai.

Mengapa timbul konflik status?
Faktor-faktor apakah yang me-
latarbelakanginya? Diskusikan
dengan teman sekelasmu!

Tugas Bersama

Gambar 2.12Seorang veteran perang akan mendapatkan status karena telah berjasa.
Sumber:Dokumen Penerbit

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

54

Contoh:
Andi seorang anak yang manja, bahkan sangat manja.
Suatu waktu, Andi meminta sebuah barang kepada
ayahnya, tetapi tidak diberi. Andi malah dimarahi oleh
ayahnya dengan tujuan untuk mendidik Andi supaya
tidak manja. Melihat Andi dimarahi, maka ibu Andi
membelanya. Dalam hal ini terjadi konflik antara ayah
dengan Andi dan antara ayah dengan ibu Andi.
3)Konflik yang bersifat antarkelompok
Konflik ini terjadi apabila tidak ada kesesuaian antara satu
kelompok dengan kelompok lainnya yang berkaitan
dengan suatu hal.
Contohnya perang antarnegara, perselisihan antara dua
perusahaan di pengadilan, dan perselisihan antara
kontraktor dengan warga yang lahannya digunakan
untuk proyek.
b.Simbol Status

Simbol status merupakan status yang dimiliki oleh seseorang
karena kepemilikan barang-barang yang bersifat materi dan
antara lain dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa ciri tertentu sebagai simbol status seseorang,
di antaranya adalah sebagai berikut.
1)Cara berpakaian
Dalam berpakaian antara orang kaya dengan orang
miskin tentu akan berbeda jenis dan bahan yang
digunakannya. Orang kaya cenderung berbusana dengan
mengenakan mode-mode yang sedang trend dan dari
bahan-bahan yang mahal.
2)Cara bergaul

Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, umumnya
orang-orang bergaul hanya dengan orang-orang yang
sederajat dengan dirinya. Kelompok petani dengan
kelompok pengusaha tentu akan berbeda cara
bergaulnya.
3)Cara mengisi waktu senggang
Dalam mengisi waktu senggang, orang kaya biasanya
melakukan berbagai aktivitas yang memerlukan banyak
biaya, misalnya bermain golf atau berlibur ke luar negeri.
4)Bentuk rumah dan perabotannya
Orang yang membuat rumah dengan desain mewah dan
menghiasinya dengan berbagai barang yang mahal
harganya menunjukkan bahwa orang tersebut adalah
orang kaya.
Dewasa ini gelar akademik yang dimiliki seseorang, juga
dapat menjadi simbol status, karena gelar ini akan menjadi
faktor pembeda di antara sesamanya. Gelar akademik yang
dimiliki seseorang, akan mendapatkan penilaian yang lebih
dalam pandangan masyarakat. Hal ini karena masyarakat

Tugas Mandiri

Pernahkah kamu berselisih
paham dengan temanmu? Hal
apakah yang menyebabkannya?
Cara apa yang kamu gunakan
untuk menyelesaikan perma-
salahan tersebut?

Kehidupan Sosial Manusia

55

masih memandang bahwa gelar yang diperoleh melalui jalur
akademik telah memenuhi berbagai persyaratan dari disiplin
ilmu yang telah dipelajarinya. Dampak negatifnya, banyak
orang yang hanya mengejar gelarnya saja tanpa
memerhatikan kualitas dari pendidikannya tersebut.
Pernahkah kamu menemukan seorang lulusan SMA yang
lebih pintar dari seorang sarjana universitas terkemuka? Hal
tersebut mungkin saja terjadi, apalagi pada saat ini. Gelar
akademik yang dimiliki oleh seseorang seringkali hanya
dijadikan tameng atau kebanggaan semata tanpa bisa
mempertanggungjawabkannya.

3.Peran Sosial

Setiap orang yang hidup di tengah-tengah masyarakat pasti
memiliki peran sosial yang sesuai dengan status sosialnya.
a.Definisi Peran Sosial
Peran sosial adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang
yang menduduki status sosial tertentu dalam masyarakat.
Peran sosial seseorang dalam masyarakat sangat ditentukan
oleh status sosial yang dimilikinya. Jika status sosial seseorang
tinggi, maka akan semakin tinggi pula peran sosialnya dalam
masyarakat, atau sebaliknya. Peran sosial dianggap sangat
penting karena mangatur perilaku seseorang dalam
masyarakat berdasarkan norma-norma yang berlaku dalam
masyarakat tersebut.
b.Macam-Macam Peran Sosial
Peran sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi
beberapa bagian, antara lain sebagai berikut.
1)Cara mendapatkan
Berdasarkan cara mendapatkannya, peran sosial dapat
dibedakan sebagai berikut.
a)Peran bawaan
Peran bawaan adalah peran yang didapatkan secara
otomatis dan bukan karena usaha atau prestasi yang
dilakukannya. Jadi, peran bawaan adalah peran yang
melekat pada dirinya. Contohnya peran sebagai orang
tua, peran sebagai bapak atau ibu, peran sebagai anak,
dan sebagainya. Peran ini ada dengan sendirinya dan
tidak dapat dihindari karena merupakan dampak dari
status bawaannya.
b)Peran pilihan

Peran pilihan adalah peran dari seseorang yang
diperoleh melalui suatu usaha, sehingga setiap orang
bebas menentukan perannya sendiri sesuai dengan
yang diharapkan. Contohnya peran sebagai dokter,
guru, tentara, atau petani. Peran pilihan ini harus
disesuaikan dengan kemampuan, bakat, dan
keterampilan yang dimilikinya.

Tugas Mandiri

Apa saja peranmu di keluarga,
sekolah, dan di masyarakat?

Gambar 2.13Rumah mewah dapat
dijadikan ukuran status
seseorang dalam masya-
rakat.

Sumber:Bunda, edisi 185 Maret
2004

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

56

2)Cara pelaksanaan
Dilihat dari cara pelaksanaannya, peran sosial dapat
dibedakan menjadi berikut ini.
a)Peran yang diharapkan
Peran ini merupakan peran yang diharapkan oleh
masyarakat untuk dilaksanakan sebaik-baiknya dan
lengkap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Contohnya peran seorang polisi, hakim, jaksa, dan
pengacara. Peran-peran tersebut harus dilaksanakan
dengan baik dan tidak boleh ditawar-tawar karena
terkait dengan hak asasi seseorang.
b)Peran yang disesuaikan
Peran yang disesuaikan adalah suatu peran yang
pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi dan
kondisi tertentu.
Peran ini terjadi bukan karena faktor manusia atau
pelakunya saja, tetapi karena adanya kondisi dan
situasi yang menyebabkan seseorang melakukan
suatu peran.
Contohnya peran seorang pelawak yang memerankan
tugasnya sebagai pelawak sewaktu di panggung,
tetapi saat berkumpul dengan keluarga tidak akan
menyampaikan pesan dengan lawakan.
3)Prioritas pelaksanaan
Berdasarkan prioritas pelaksanaannya, peran sosial
dibedakan sebagai berikut.
a)Peran kunci

Peran kunci adalah peran pokok atau inti dari
beberapa peran yang dimilikinya. Misalnya Pak Budi
selain sebagai kepala keluarga juga menjadi dokter,
ketua RT, pengurus masjid, dan ketua koperasi. Dari
beberapa peran tersebut peran kunci Pak Budi adalah
seorang dokter.
b)Peran tambahan
Peran tambahan adalah peran yang dilakukan
seseorang setelah melakukan peran utamanya atau
peran kunci. Misalnya Pak Budi yang mendapat peran
tambahan selain menjadi dokter.
Beberapa ciri pokok yang dimiliki peran tambahan
antara lain tidak dilakukan berdasarkan ijazah dan
keahlian tertentu, bukan sebagai sumber penghasilan
utama, dan dalam melakukannya tidak men-
cemarkan peran kunci.

c.Konflik Peran

Konflik peran (role conflict) timbul apabila keadaan diri
seseorang berada dalam tekanan, dalam arti ada pemisahan
antara satu peran dengan peran yang lainnya pada waktu

Gambar 2.14Menjadi tentara adalah
peran pilihan yang di-
peroleh dengan usaha.

Sumber: Dokumen Penerbit

Tugas Mandiri

Setiap orang tentu memiliki peran
ganda, demikian pula dirimu.
Selain seorang pelajar, kamu
tentu memiliki peran lain di
lingkunganmu. Misalnya anggota
organisasi pemuda, anggota tim
penelitian, atau anggota grup
band. Bagaimana kamu me-
nyikapi apabila terjadi konflik
peran dalam dirimu?

Kehidupan Sosial Manusia

57

bersamaan. Semakin banyak kedudukan yang dimiliki,
maka akan semakin beragam peran yang harus dimain-
kannya. Apabila peran yang dimainkannya terlalu banyak,
maka akan menimbulkan konflik peran.
Contohnya seorang polisi yang harus menangkap peng-guna
narkoba yang sebenarnya anaknya sendiri yang harus dia
jaga dan lindungi.

Tanpa sosialisasi seseorang tidak akan dapat berkembang
secara normal dan tidak akan menjadi pribadi yang utuh.
Sosialisasi berperan untuk mempelajari pola-pola tindakan
dalam masyarakat dan sekaligus sebagai sarana untuk
mengembangkan diri atau membentuk kepribadian
seseorang.

1.Sosialisasi

Kemampuan seseorang untuk bisa bertahan dalam kehidupan
bermasyarakat sangat tergantung pada kemampuan orang
tersebut untuk bersosialisasi. Apabila seseorang tidak terbiasa
dengan sosialisasi, maka ia tidak akan bisa berinteraksi dengan
sesamanya secara normal.
Sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian terdiri dari
empat tahapan, yaitu persiapan, peniruan, kesiapan bertindak,
dan menerima norma.
a.Tahap Pertama, Persiapan
Pada tahap awal ini anak mulai mengambil berbagai peranan
dari orang-orang di sekitarnya terutama anggota ke-
luarganya, misalnya ayah, ibu, dan saudara. Pada tahap ini
merupakan waktu yang paling baik bagi orang tua untuk
menanamkan nilai-nilai kehidupan pada anak.
b.Tahap Kedua, Peniruan
Pada tahap ini anak tidak saja hanya mengetahui peranannya
sendiri, tetapi sudah mulai mengerti peranan yang harus
dijalankan oleh orang lain. Sehingga lambat laun dalam diri
anak akan timbul perasaan untuk menghargai peranan orang
lain dalam kehidupannya.
c.Tahap Ketiga, Kesiapan Bertindak
Pada tahap ini anak sudah dianggap mampu untuk men-
jalankan berbagai peranan dalam kehidupan masyarakat.
Misalnya menjadi ketua kelas atau ketua OSIS di sekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->