P. 1
BSE IPS Kelas 7

BSE IPS Kelas 7

5.0

|Views: 23,993|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2015

pdf

text

original

4. Lapisan Termosfer atau Ionosfer

Lapisan termosfer merupakan lapisan atmosfer yang paling
tinggi. Ketinggiannya berkisar > 80 km. Pada lapisan ini,
terdapat molekul-molekul oksigen dan nitrogen. Makin tinggi
lapisan termosfer, maka temperaturnya akan makin tinggi pula.
Pada kisaran tinggi 480 km, temperatur dapat mencapai 1,23°C.
Sementara, pada kisaran tinggi 120 km, suhunya mencapai
-38°C, dan pada lapisan paling bawah, suhu berkisar antara -95°C.
Termosfer adalah zona terakhir atmosfer sebelum menyentuh
angkasa hampa. Di dalamnya terdapat lapisan eksosfer, di mana
molekul-molekul gas bumi terlepas ke ruang angkasa. Gejala
aurora tercipta di lapisan terbawah termosfer dari kedua kutub.
Pada lapisan termosfer, terjadi proses ionisasi. Ionisasi merupakan
proses di mana elektron pada partikel-partikel yang ada pada
termosfer bertambah atau berkurang. Oleh sebab itu, lapisan
ini disebut pula sebagai lapisan ionosfer. Karena peristiwa ionisasi
tersebut, lapisan termosfer bermuatan listrik.
Partikel ion yang terbentuk pada lapisan ini berfungsi sebagai
pemantul gelombang radio, sehingga sangat membantu dalam
bidang komunikasi. Lapisan pemantul gelombang radio disebut
lapisan Kennelly Heaviside dan lapisan Apleton.

5.Lapisan Eksosfer atau Dissipasifer

Selain empat lapisan atmosfer yang telah diketahui, sebenarnya
masih ada suatu lapisan yang menempati bagian teratas pada
atmosfer. Lapisan tersebut disebut lapisan eksosfer.
Lapisan eksosfer berada pada ketinggian rata-rata lebih dari 480
km dari permukaan bumi. Pada lapisan ini gerakan atom-
atomnya sudah tidak beraturan, molekul-molekul udara
bergerak bebas, sehingga kondisi udaranya sangat renggang.
Lapisan ini sering disebut juga ruang antarplanet atau
geostasioner. Pada lapisan ini hanya terdapat sedikit gas. Hidrogen
merupakan unsur penyusun paling utama.

Perlu kamu ketahui, cuaca dan iklim merupakan dua hal
yang berbeda namun keduanya memiliki faktor-faktor yang
sama. Misalnya, informasi prakiraan cuaca televisi menyebut-
kan, pada hari Sabtu akan terjadi hujan di kota Surabaya, tetapi
di Kota Semarang diperkirakan cerah. Maka cuaca di Kota
Surabaya dan Semarang pada hari Sabtu berbeda. Dari uraian
tersebut dapat dikatakan bahwa cuaca adalah kondisi berbagai
unsur udara pada jangka waktu singkat (24 jam) dan meliputi
kawasan tertentu yang tidak terlalu luas (kota, desa, pulau kecil).
Sementara, iklim adalah rata-rata cuaca yang meliputi kawasan
yang luas (kawasan negara atau benua) pada jangka waktu yang
panjang. Peraturan internasional menyatakan bahwa pengamatan
iklim sekurang-kurangnya dilakukan selama 30 tahun.

Ilmu yang mempelajari cuaca
disebut meteorologi, sedangkan
ilmu yang mempelajari iklim
disebut klimatologi.

Gambar 6.4Aurora borealis tampak
di daerah Alaska, terjadi
di lapisan terbawah ter-
mosfer.

Sumber:Microsoft Student 2006

Atmosfer dan Hidrosfer

149

Cuaca dan iklim di bumi ini senantiasa berubah-ubah. Walau
begitu, sifat dan polanya pada kawasan tertentu memiliki
kecenderungan yang sama. Cuaca dan iklim dapat terbentuk
karena unsur-unsur sinar matahari, suhu/temperatur,
kelembapan udara, tekanan udara, curah hujan, angin, dan awan.

1.Sinar Matahari

bumi beredar mengelilingi matahari pada lintasan elips yang
disebut garis edar. Matahari yang berpijar memancarkan
sinarnya ke segala arah, dan bumi yang mengelilinginya pun
menerima sinar matahari tersebut. Proses penyinaran matahari
pada bumi disebut insolasi. Sebagai akibat penyinaran matahari,
terjadi pemanasan di permukaan bumi. Proses pemanasan
tersebut dinamakan radiasi. Radiasi dari sinar matahari menjadi
sumber pemanas utama bagi bumi.
Oleh karena bumi berbentuk bulat dan selalu berputar pada
porosnya, tidak mungkin semua permukaan bumi menerima
penyinaran matahari pada saat yang bersamaan. Waktu
penerimaan sinar matahari di suatu kawasan tertentu sangat
dipengaruhi oleh letak lintang kawasan tersebut. Makin tinggi
letak lintang suatu kawasan, maka penyinaran akan makin
kurang, sehingga waktu siang hari di kawasan tersebut makin
pendek.
Di samping itu, penyinaran matahari pada bumi juga
dipengaruhi oleh pergerakan unsur-unsur di atmosfer.
Misalnya, awan yang ada pada lapisan troposfer dapat
menghalangi sinar matahari di suatu kawasan, sehingga kawasan
yang diselubungi awan tersebut tidak mendapat penyinaran
matahari.

2.Suhu atau Temperatur

Adanya perbedaan tingkat pemanasan matahari di permukaan
bumi, menyebabkan suatu kawasan akan memiliki perbedaan
suhu dengan kawasan lainnya. Sebagian panas yang sampai ke
permukaan bumi diserap dan sebagian lagi dipantulkan.

Gambar 6.6Waktu penyinaran matahari dipengaruhi oleh letak lintangnya. (a) dan
(c) waktu penyinarannya lebih pendek dibandingkan (b).

Sumber: Dokumen Penerbit

Wawasan Sosial

Karena iklim di muka bumi
berbeda-beda, maka terbentuk
variasi lingkungan, seperti gurun,
hutan hujan tropis, tundra,
sabana, dan daratan yang
tertutup lapisan es

Gambar 6.5Variasi iklim menyebab-
kan terjadinya variasi
lingkungan.

Sumber:Geographica The Complete
Illustrated World Reference

(a)

(b)

(c)

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

150

Pantulan sinar matahari tersebut akan sangat memengaruhi
suhu di kawasan tersebut.
Kawasan permukaan bumi yang berada pada posisi 0–230LU
dan LS akan mengalami pemanasan yang lebih banyak
dibanding kawasan lainnya, sehingga suhunya tinggi. Ini
disebabkan penyinaran terjadi secara tegak lurus. Adapun
kawasan yang berada pada posisi 23–400 LU dan LS bersuhu
sedang karena sudut penyinaran lebih rendah dibandingkan
pada kawasan dengan posisi 0–230 LU dan LS. Sementara,
daerah dengan kawasan lintang dekat kutub akan bersuhu
rendah karena penyinaran lebih miring lagi.
Daerah atau dataran yang tinggi akan memiliki suhu yang lebih
sejuk dibanding daerah atau dataran yang rendah. Hal ini terjadi
karena pemanasan berlangsung melalui gelombang pantulan
pemanasan dari permukaan. Seperti kita ketahui, dataran tinggi
semacam pegunungan biasanya tidak membentang seperti
dataran rendah. Karenanya pemantulan pun tidak dapat
berlangsung maksimal. Selain itu, kerapatan udara di dataran
tinggi lebih renggang daripada di dataran rendah sehingga udara
di dataran tinggi kurang mampu menyerap panas.
Pemanasan yang terjadi di darat akan lebih cepat dibandingkan
perairan. Ini dimungkinkan karena keadaan daratan yang padat
dan sulit ditembus sinar matahari. Pemanasan pada kawasan
perairan berlangsung lambat karena air selalu bergerak dan dapat
tertembus sinar matahari. Sehingga apabila kita simpulkan,
faktor-faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan panas
Matahari ke permukaan bumi adalah:
a.sudut datang sinar matahari di posisi tegak lurus atau miring;
b.lamanya penyinaran matahari, semakin lama siangnya
semakin panas yang diterima bumi;
c.keadaan muka bumi yang meliputi daratan yang
bervegetasi, gurun pasir, dan lautan;
d.banyak sedikitnya awan atau uap air di udara.

3.Kelembapan Udara

Pemanasan yang terjadi pada permukaan bumi menyebabkan
air-air yang ada pada permukaan bumi, baik di daratan maupun
lautan, menguap dan termuat dalam udara. Kandungan uap
yang ada dalam udara ini dinamakan kelembapan udara.
Kelembapan udara dapat berubah-ubah, tergantung pada
pemanasan yang terjadi. Makin tinggi suhu di suatu kawasan,
maka makin tinggi pula tingkat kelembapan udara di kawasan
tersebut, karena udara yang mengalami pemanasan,
merenggang dan terisi oleh uap air.
Kandungan uap air yang termuat dalam jumlah udara tertentu
pada temperatur tertentu dibandingkan dengan kandungan uap
yang dapat termuat dalam udara tersebut disebut kelembapan
relatif
atau nisbi. Besarnya kelembapan relatif dinyatakan dalam
persen.

Gambar 6.7Daerah dataran tinggi
mempunyai suhu yang
sejuk.

Sumber: Dokumen Penerbit

Tugas Mandiri

Menurutmu, bagaimana tingkat
kelembapan udara di hari yang
cerah pada pukul 09.00 dengan
pukul 13.00?

Atmosfer dan Hidrosfer

151

Rumus untuk menentukan kelembapan relatif adalah:

Keterangan:

e=Jumlah uap air yang dikandung udara (lembap absolut)
E=Jumlah uap air maksimum yang dapat dikandung dalam
udara tersebut.

Contohnya, suhu di suatu kawasan adalah 25O

C, sedangkan setiap 1 m3
udara memuat kandungan uap sebesar 45 gr. Apabila udara pada
temperatur tersebut mampu memuat 67,5 gr uap air. Kelembapan
relatifnya adalah ( ) x 100% = 66,6%.

Selain kelembapan relatif atau kelembapan nisbi, ada jenis
kelembapan lain yang disebut kelembapan absolut. Kelembapan
absolut ialah jumlah yang menunjukkan kandungan uap air
dalam satuan gram yang ada pada setiap 1 m3 udara.

45
67,5

4.Tekanan Udara

Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul oleh adanya berat
dari lapisan udara.
Udara merupakan kumpulan gas yang masing-masing memiliki
massa dan menempati ruang. Karena massa yang dimilikinya,
udara pun memiliki tekanan. Suhu di suatu kawasan sangat
berpengaruh terhadap tekanan udara di kawasan tersebut. Bila
suhu makin tinggi, maka tekanan udara akan makin rendah.
Ini disebabkan udara yang hangat bersifat renggang. Sebaliknya,
bila suhu makin rendah, maka tekanan udara akan makin tinggi
karena udara yang dingin lebih padat daripada udara yang
panas. Berdasarkan hal tersebut, suhu sangat menentukan
perbedaan tekanan udara di setiap kawasan di muka bumi ini.

5.Angin

Seperti telah kita ketahui, tekanan udara di setiap kawasan di
bumi ini tidak sama. Karena adanya perbedaan tekanan udara

100%

Ee

Relatif

Kelembapan

×

=

Gambar 6.8Besarnya penguapan memengaruhi kelembapan udara.
Sumber: Microsoft Student 2006.

Penguapan daratan

Penguapan sungai

Penguapan lautan

Tugas Mandiri

Menurutmu bagaimana tekanan
udara di pegunungan
dibandingkan dengan di daerah
pantai?

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

152

Wawasan Sosial

di dua kawasan yang berbeda, maka udara yang berada di salah
satu kawasan tersebut akan bergerak di kawasan lain. Udara
akan bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke
daerah dengan tekanan yang lebih rendah untuk mengisi ruang.
Maka udara bergerak dari daerah yang dingin ke daerah yang
lebih panas. Udara yang bergerak ini disebut angin.

6.Curah Hujan

Hujan ialah suatu proses jatuhnya air (H2O) dari udara ke
permukaan bumi. Air yang jatuh dapat berbentuk cair maupun
padat (es dan salju). Hujan terjadi karena menguapnya air
sebagai akibat dari pemanasan sinar matahari. Uap-uap air
tersebut kemudian naik ke atmosfer dan mengalami kondensasi
sehingga membentuk awan. Lama-kelamaan, awan akan makin
berat, karena kandungan airnya makin banyak. Bila uap air di
awan telah mencapai jumlah tertentu, maka titik-titik air pada
awan tersebut akan jatuh sebagai hujan.

7.Awan

Awan adalah kumpulan besar dari titik-titik air atau kristal-
kristal es yang halus di atmosfer. Pada waktu musim kemarau
sedikit sekali kita jumpai awan di udara karena penguapan yang
terjadi sedikit, akan tetapi di musim hujan kita dapat menjumpai
banyak sekali awan dengan berbagai bentuk dan variasinya, hal
ini karena kandungan uap air di udara cukup banyak.
Berdasarkan bentuknya, awan dibagi sebagai berikut.
a.Awan cumulus, yaitu awan putih yang bergerombol yang
sering kita lihat di siang dan sore hari.
b.Awan stratus, yaitu awan yang berbentuk seperti selimut
yang berlapis-lapis dan relatif luas.
c.Awan cirrus, yaitu awan yang letaknya tinggi sekali dan tipis
seperti tabir.
d.Awan nimbus, yaitu awan gelap dengan bentuk yang tidak
menentu, awan ini menandakan akan terjadinya hujan.

Ada beberapa cara sederhana
yang cukup handal untuk
meramal perubahan cuaca.
Ketika matahari tenggelam
dengan semburat warna merah
terang, ini berarti cuaca akan
membaik. Sebab, umumnya
sistem cuaca datang dari arah
barat. Langit berwarna merah
karena sinar matahari melintasi
massa udara yang kering dan
berdebu di atas cakrawala barat.
Ini mengakibatkan cuaca akan
cerah. Sebaliknya, langit merah
di pagi hari terjadi ketika cahaya
matahari dari arah timur menerpa
awan. Artinya cuaca buruk
sedang mendekat dari arah
barat.
Perilaku satwa juga dapat
menjadi petunjuk perubahan
cuaca.
Bila hujan akan turun, biasanya
sapi duduk berbaring. Kawanan
burung terbang ke arah
pedalaman daratan ketika akan
muncul badai di laut.

Gambar 6.9Proses terjadinya hujan.
Sumber: Microsoft Student 2006 dengan perubahan.

Hujan

Awan

Kondensasi

Penguapan

Atmosfer dan Hidrosfer

153

Dari beberapa bentuk awan tersebut terkadang kita jumpai
bentuk-bentuk awan yang bervariasi atau gabungan.
Contohnya awan culumunimbus, yaitu awan yang bergumpal-
gumpal gelap yang biasanya disertai dengan petir dan hujan
yang lebat. Jenis awan ini sangat berbahaya bagi penerbangan.

Manusia hidup dan menyatu dengan alam. Karena itu,
manusia perlu menyesuaikan diri dengan kondisi alam
sekitarnya. Alam dan cuacanya memberikan manfaat yang
sangat besar bagi kehidupan manusia. Namun, terkadang alam
dan cuaca pun dapat mengganggu kehidupan manusia.
Contohnya, bila terjadi badai besar yang disertai angin topan,
dapat mengancam kehidupan manusia. Sebagai salah satu upaya
untuk menyesuaikan diri dengan alam dan cuacanya, manusia
perlu mengetahui alam dan meciptakan alat-alat pengukuran
cuaca.

Perkembangan teknologi selalu berubah dengan cepat untuk
menyesuaikan kehidupan umat manusia dalam menghadapi
tantangan zaman. Seiring perkembangan zaman pula, manusia
telah berhasil mengembangkan ilmu pengetahuannya sehingga
mampu mengukur cuaca dengan berbagai alat yang telah
ditemukan. Alat-alat pengukur cuaca sangat membantu
manusia dan memahami gejala dalam menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.

1.Alat Pengukur Suhu

Alat pengukur suhu dinamakan termometer. Termometer
digunakan dengan cara dipasang di tempat terbuka. Cara kerja
termometer sangat sederhana yaitu berupa tabung yang diisi
dengan air raksa. Bila udara panas, air raksa yang berada dalam
termometer akan mengembang sehingga permukaannya naik.

Gambar 6.10Awan culumunimbus biasanya disertai petir dan hujan yang lebat.
Sumber: Microsoft Student 2006

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->