P. 1
BSE IPS Kelas 7

BSE IPS Kelas 7

5.0

|Views: 23,907|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2015

pdf

text

original

Permukiman merupakan kumpulan tempat tinggal manusia
di suatu kawasan tertentu. Manusia biasa membangun
perumahan-perumahan yang berdekatan satu sama lain, karena
pola interaksi manusia sebagai makhluk sosial. Permukiman-
permukiman yang dibangun oleh penduduk di suatu kawasan
akan sangat tergantung kepada kondisi lingkungan di kawasan
tersebut. Oleh karena itu, pola-pola pemukiman di setiap
wilayah memiliki ciri tersendiri. Namun secara umum, terdapat

Tugas Mandiri

1.Sebutkan tempat-tempat
wisata yang pernah kamu
kunjungi!
2.Sebutkan jenis mata
pencaharian penduduk di
daerah wisata!

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

272

tiga pola permukiman yang banyak dijumpai di Indonesia, yaitu
pola memanjang (linier), pola terpusat (nucleated), dan pola
tersebar (dispersed).

1.Pola Memanjang (Linier)

Pola memanjang permukiman penduduk dikatakan linier bila
rumah-rumah yang dibangun membentuk pola berderet-deret
hingga panjang. Pola memanjang umumnya ditemukan pada
kawasan permukiman yang berada di tepi sungai, jalan raya,
atau garis pantai. Pola ini dapat terbentuk karena kondisi lahan
di kawasan tersebut memang menuntut adanya pola ini. Seperti
kita ketahui, sungai, jalan, maupun garis pantai memanjang dari
satu titik tertentu ke titik lainnya, sehingga masyarakat yang
tinggal di kawasan tersebut pun membangun rumah-rumah
mereka dengan menyesuaikan diri pada keadaan tersebut.
a.Pola Permukiman Linier di Sepanjang Alur Sungai
Pola ini terbentuk karena sungai merupakan sumber air yang
melimpah dan sangat dibutuhkan oleh manusia untuk
berbagai keperluan, misalnya sumber air dan sarana
transportasi. Permukiman penduduk di sepanjang alur
sungai biasanya terbentuk di sisi kanan dan kiri sungai dan
memanjang dari hulu hingga ke hilir. Di Indonesia, pola
permukiman ini banyak ditemukan di sepanjang sungai-
sungai besar, seperti Sungai Musi di Sumatra dan Sungai
Mahakam di Kalimantan.
b.Pola Permukiman Linier di Sepanjang Jalan Raya
Perkembangan kemajuan zaman memicu munculnya
banyak jalan raya sebagai sarana transportasi yang lebih
cepat dan praktis. Jalan raya yang ramai membantu
pertumbuhan ekonomi peduduk yang tinggal di sekitarnya
untuk membangun permukiman di sepanjang jalan raya.
Pola permukiman linier di sepanjang jalan raya dapat
ditemukan di hampir seluruh kota di Indonesia.

Gambar 10.7(a) Permukiman di sepanjang sungai, (b) permukiman di sepanjang jalan raya.
Sumber: Microsoft Student 2006, Geographica The Complete World Reference.

a

b

Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk

273

c.Pola Permukiman Linier di Sepanjang Rel Kereta Api
Pola permukiman linier di sepanjang rel kereta api biasanya
hanya terkonsentrasi di sekitar stasiun kereta api yang ramai
dikunjungi orang. Rel kereta api dan stasiun kereta api
merupakan sarana vital yang mampu menghubungkan
berbagai tempat yang berjauhan, sehingga sangat banyak
dikunjungi dan menarik untuk ditinggali. Pola permukiman
linier di sepanjang rel kereta api lazim ditemukan di Pulau
Jawa saja.

d.Pola Permukiman Linier di Sepanjang Pantai
Pola permukiman ini biasanya dibangun oleh penduduk
yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Pola
permukiman linier di sepanjang pantai dapat ditemukan di
berbagai kawasan pantai dan desa-desa nelayan di Indonesia.

2.Pola Terpusat (Nucleated)

Pola terpusat merupakan pola permukiman penduduk di mana
rumah-rumah yang dibangun memusat pada satu titik. Pola
terpusat umumnya ditemukan pada kawasan permukiman di
desa-desa yang terletak di kawasan pegunungan. Pola ini
biasanya dibangun oleh penduduk yang masih satu keturunan.

3.Pola Tersebar (Dispersed)

Pada pola tersebar, rumah-rumah penduduk dibangun di
kawasan luas dan bertanah kering yang menyebar dan agak
renggang satu sama lain. Pola tersebar umumnya ditemukan
pada kawasan luas yang bertanah kering. Pola ini dapat
terbentuk karena penduduk mencoba untuk bermukim di
dekat suatu sumber air, terutama air tanah, sehingga rumah
dibangun pada titik-titik yang memiliki sumber air bagus.
Sebagaimana kamu ketahui, bahwa dalam persebarannya

Gambar 10.8(a) Di desa-desa kawasan pegunungan merupakan contoh pola permukiman terpusat, (b) Permukiman pola tersebar
sering dijumpai di daerah yang bertanah kering.

Sumber: Geographica The Complete Illustrated World Reference

a

b

Ilmu Pengetahuan Sosial SMP dan MTs Kelas VII

274

biasanya penduduk membangun rumah di kawasan-kawasan
yang dapat menunjang kegiatan kesehariannya, terutama
kegiatan yang menunjang ekonomi mereka. Oleh karena
beragamnya pencaharian masyarakat, maka permukiman-
permukiman penduduk di Indonesia pun tersebar pada
kawasan-kawasan tertentu.
Salah satu penyebab tidak meratanya persebaran
permukiman penduduk adalah perekonomian masyarakat.
Sejak zaman dahulu, Jawa telah menjadi pusat pemerataan
perdagangan di kawasan Asia Tenggara. Akibatnya, penduduk
banyak berdatangan ke Pulau Jawa untuk mencari barang dan
pekerjaan karena mengharapkan kehidupan yang lebih baik.
Padahal, kawasan-kawasan lain di Indonesia pun memiliki
potensi yang besar untuk pengembangan ekonomi.
Upaya persebaran penduduk secara merata di seluruh
wilayah penting untuk dilakukan dengan tujuan agar tingkat
kepadatan penduduk di satu kawasan tidak terlalu tinggi dan
pembangunan di kawasan-kawasan yang lain dapat terpacu dan
mengalami peningkatan.
Pola persebaran peduduk dapat dipetakan dalam tiga jenis
bentang alam yang lazim dijadikan tempat permukiman, yakni
kawasan pantai, kawasan dataran rendah, dan dataran tinggi.

1.Kawasan Pantai

Penduduk yang tinggal di daerah pantai umumnya berprofesi
sebagai nelayan atau pedagang. Pedagang membutuhkan
permukiman di kawasan pantai untuk keperluan perniagaannya
karena lokasi pantai yang dekat dengan laut akan mem-
permudah transportasi dan perjalanan barang dagangan. Karena
itu, kota-kota yang berada di kawasan pantai umumnya
merupakan kota perdagangan yang berkembang pesat,
misalnya Kota New York di Amerika Serikat dan Kota Marseille
di Prancis, juga di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta,
Semarang, Surabaya, dan Banda Aceh.

Tugas Mandiri

Cobalah untuk meneliti lingkungan
RW tempat tinggalmu. Menu-
rutmu, pola permukiman apa yang
terbentuk di sekitar tempat
tinggalmu? Mengapa pola
tersebut terbentuk?

Gambar 10.9Negara Indonesia merupakan negara maritim sehingga perkampungan
nelayan akan sering dijumpai di daerah pantai.

Sumber: Kompas, Edisi September 2005.

Pola Kegiatan Ekonomi Penduduk

275

2.Kawasan Dataran Rendah

Penduduk yang tinggal di kawasan dataran rendah umumnya
merupakan penduduk yang ingin membangun kawasan
pertanian, persawahan, dan perkebunan. Kawasan dataran
rendah yang disebari penduduk umumnya ialah yang dialiri
aliran sungai. Lokasi dataran rendah yang umumnya datar
menjadikan pembangunan di kawasan seperti ini dapat berjalan
cepat karena berbagai sarana transportasi seperti jalan dan rel
kereta api mudah dibangun. Kota-kota yang berada di kawasan
dataran rendah umumnya menjadi kota jasa dan pertanian yang
berkembang pesat, misalnya Kota Amsterdam di Belanda dan
Kota Bremen di Jerman. Di Indonesia contohnya Kota Surakarta,
Jawa Tengah.

3.Kawasan Dataran Tinggi

Penduduk yang menyebar ke kawasan dataran tinggi umumnya
merupakan penduduk yang ingin membangun kawasan
pertanian, persawahan, dan perkebunan secara intensif.
Kawasan dataran tinggi umumnya memiliki tanah dengan
tingkat kesuburan tinggi dan cuaca yang sangat menunjang
untuk pertanian. Oleh karena dataran tinggi berbentuk curam
dan berbukit-bukit, umumnya lokasi ini agak susah untuk
didirikan bangunan. Contohnya Dataran Tinggi Dieng Jawa
Tengah dan daerah pertanian Puncak Bogor, Jawa Barat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->