Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong

Juli 28, 2008 — azharighalib ABSTRAK : Sekolah adalah salah satu institusi yang mempunyai fungsi srategis dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Sebab sekolah adalah lingkungan hidup anak untuk mendapatkan pendidikan yang terprogram dan sistematis. Sebagai instutusi pendidikan, Sejak berdirinya SDN 013 Tenggarong menghadapi berbagai kendala/hambatan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yang datang dari internal maupun eksternal sekolah. Rekonstruksi strategi merupakan langkah yang mesti dilakukan agar usaha peningkangkatan mutu lebih efektif dan terarah. Kata-kata kunci : Kompetensi, Kualifikasi, Koordinasi. Kolaborasi PENDAHULUAN Sejak pendiri Negara Republik Indonesia sepakat untuk mendirikan sebuah negara yang merdeka, pendidikan menduduki posisi penting yang menjadi prioritas pembangunan negara ini. Dengan dimasukkan kalimat ”dengan mencerdaskan kehidupan bangsa” dipembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan bukti keseriusan para pendiri negara ini dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang mempunyai harkat dan martabat yang tinggi. Kemudian komitmen tersebut dituangkan dalam Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 32 ayat 1 yang berbunyi bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Fokus dari dari UUD 1945 tersebut adalah peningkatan sumber daya manusia Indonesia agar menjadi manusia yang punya harkat dan martabat yang mulia, bebas dari belenggu kebodohan.. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka rujukannya adalah kualitas pendidikan.. Sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong merupakan salah satu organisasi pendidikan yang berupaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia dalam rangka mengantar pada tujuan nasional. Namun dalam perjalanannya, SDN 013 banyak mengalami hambatan. Hambatan tersebut datang bukan hanya dari internal sekolah melainkan juga dari eksternal sekolah. Oleh karena itu dalam tulisan berikutnya akan dikemukan upaya-upaya yang akan dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan di SDN 013 Tenggarong. TUJUAN PENULISAN 1. Ingin mengetahui gambaran nyata mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong 2. Ingin merumuskan langkah-langkah konkret dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong. POTRET MUTU SEKOLAH DASAR NEGERI 013 TENGGARONG Membahas tentang potret mutu Sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong, selayaknya kita memandang potret mutu pendidikan sekolah dasar di Indonesia saat ini khususnya daerah pedesaan. Berbagai kendala dan hambatan peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar tidak terlepas dari berbagai permasalahan mutu pendidikan sekolah dasar secara umum yang berakar pada mutu manajerial para pemimpin lembaga pendidikan, mutu guru, relevansi kurikulum, ketebatasan dana, sarana prasarana, fasilitas pendidikan dan yang tak kalah pentingnya kurangnya faktor dukungan dari pihak-pihak yang terkait dalam hal ini stakeholders pendidikan. Selama dua dasawarsa sejak didirikannya tahun 1978, Sekolah Dasar Negeri 013 Tenggarong

leader. administrator supervisor.telah dipimpin oleh 3 orang kepala sekolah yang tingkat pendidikannya hanya tingkat diploma. ditambah dengan minimnya frekuensi keikutsertaan kepala sekolah dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) tentang pengelolaan sekolah. Sehingga motivasi guru terhadap peningkatan mutu sangat rendah. skeptis dan pemuja ”status quo” adalah sikap yang biasa terjadi dalam proses belajar mengajar di SDN 013. usang dan tidak sesuai lagi dengan kebutuhan sekolahan saat ini. Kebijakan daerah yang menggratiskan siswa untuk mendapatkan pendidikan di SD menjadi hal yang sangat kontradiksi mengingat subsidi pemerintah daerah tidak berbanding lurus dengan kebutuhan sekolah. kepribadian. tentulah kita akan menginginkan sesuatu yang ideal. Selanjutnya nantinya SDN 013 diharapkan mempunyai tenaga-tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi akademik (S1) dan sudah disertifikasi serta memiliki kompetensi pedagogik. Topografi sekolah yang berada di daerah pinggir (suburb) kota Tenggarong kurang mendapat perhatian dari stakeholder pendidikan. Ideal maksudnya memenuhi standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal sekolah yang dikategorikan bermutu. Bangunan sekolah yang ada merupakan bangunan yang sudah berusia senja. Program pengembangan kurikulum yang merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan di SDN di harapkan secepatnya dapat memberikan pedoman dan arahan yang jelas bagi pelaksanaan di lapangan. Kedepannya SDN 013 memiliki kepala sekolah yang sudah S2 dan mempunyai kemampuan manajerial sekolah dengan baik serta mempunyai peranan sebagai educator. sehingga sering terjadi salah penafsiran terhadap kebijakan pemerintah. Ini membuktikan tingkat pendidikan kepala sekolah belum memenuhi standar kepala sekolah yang seharusnya minimal strata satu. . Perubahan tersebut menimbulkan kepanikan dalam mengaplikasikannya di sekolah Padahal prinsip-prinsip perubahan kurikulum tersebut adalah lumrah terjadi mengingat filsafat pendidikan di Indonesia menganut paham progresivisme. MUTU SEKOLAH DASAR NEGERI 013 YANG DIHARAPKAN Berbicara tentang mutu sekolah yang diharapkan. Selanjutnya gambaran tentang kualitas (mutu) guru juga menjadi alasan terhadap tersendatnya peningkatan mutu sekolah dasar negeri 013. manager. jam mengajar kurang. profesionalitas dan sosial. Adanya titik temu antara dikotomi sentralistik dan desentralistik tentang kurikulum pendidikan Dengan demikian sekolah sebagai lembaga pelaksana kurikulum pendidikan tidak dibuat kebingungan terhadap perubahan kurikulum tersebut Partisipasi masyarakat terhadap keterbatasan dana pendidikan di SDN 013 dapat terpenuhi. Kurangnya disiplin. Kebanyakan guru-guru yang mengajar disekolah tersebut adalah guru-guru yang direkrut hanya untuk mengisi kebutuhan sekolah setempat (transmigrasi) tanpa melihat kualitas guru tersebut. Beberapa ruang kelas yang sudah tidak layak pakai. yang tidak sekedar mengajar akan tetapi juga mempunyai motivasi tinggi terhadap peningkatan mutu sekolah. inovator dan motivator. Kepemimpinan sekolah yang ideal adalah kepala sekolah memenuhi standar kompentensi kepala sekolah. Hal ini mempengaruhi kompetensi kepala sekolah tentang manajemen sekolah. Disamping itu kualifikasi tingkat pendidikan sebagian besar guru belum memenuhi standar nasional pendidikan yakni minimal S1. Apalagi sarana pendidikan yang ada sudah banyak yang rusak. Hal lain yang sering menjadi kendala peningkatan mutu di SDN 013 adalah relevansi kurikulum. apatis. sarana dan prasarana ataupun fasilitas pendidikan yang juga menjadi salah satu faktor rendahnya mutu SDN 013. Selain itu keterbatasan dana menjadi masalah cukup mendasar dalam upaya peningkatan mutu di SDN 013 ditambah dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tidak memungkinkan untuk dapat berpartisipasi dalam mengatasi keterbatasan dana tersebut. Kekurangsiapan guru dalam menerima perubahan kurikulum yang hampir setiap dua tahun. Disamping itu.

Dari segi sarana dan prasarana di SDN 013 diharapkan telah memenuhi standar yang diamanatkan PP No. berjangka panjang (human investment) dan membutuhkan penggunaan peralatan dan teknik-teknik tertentu. Sedangkan faktor-faktor yang dianalisis seperti tertuang berikut ini. Alat/media dasar yang akan bermanfaat dalam menguji posisi sekolah sekarang dalam kerangka penentuan strategi. artinya data dan fakta tersebut benar dan bukan hasil rekayasa yang dibuat untuk memenuhi kepentingan satu pihak atau persyaratan tertentu. di mana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan. Maka keberhasilan dari pencapaian mutu tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi stakeholder (semua yang berkepentingan) dalam pencapaian hasil akhirnya. Strategi Pengembangan Mutu Kekuatan dalam perubahan memperlihatkan fenomena yang terus berkelanjutan dalam pemenuhan akan perubahan tersebut.19 tahun 2005. mengatur sumbersumber yang mendukung terlaksananya strategi. artinya peluang/ kesempatan. 1. Menurut Husaini Usman mutu adalah tingkat keunggulan. Mutu pendidikan berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan (output) yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia. Mutu dalam pendidikan bukanlah barang akan tetapi layanan. Kepemimpinan Mutu Sekolah Dasar . dan T = Threat artinya ancaman. O = opportunitiy. Tujuan analisis ini untuk mengetahui posisi sekolah. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat yang dikenal dengan istilah MMT (Manajemen Mutu Terpadu). harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik (leaners). mutu yang tinggi merupakan kunci untuk suatu rasa kebanggaan. MMT sering disebut sebagai manajemen yang didukung oleh sejumlah fakta dan data yang relevan dan utuh. Crosby mengartikan mutu kesesuaian dengan yang disyaratkan. apakah sudah maju atau masih tertinggal dalam mutu pendidikannnya. Ketika aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan diarahkan ke sebuah mutu yang tinggi. B. menghubungkan strategi dan visi yang tetap. Analisis SWOT.Hal ini tentunya ada hubungan baik antara pihak sekolah dengan masyarakat khususnya para orang tua murid sebagai pengguna jasa pendidikan. Keberhasilan strategi sangat bergantung pada kemampuan dalam kepemimpinan untuk membangun komitmen. Di mana tujuan mutu harus merupakan produk dan jasa yang dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya. tingkat produktivitas dan cermin kemampuan dalam penghasilan. Konsep Tentang Mutu Definisi mutu itu beragam tergantung individu yang memaknainya. Jadi mutu merupakan keinginan pelanggan. Aspek dan Indikator Mutu Dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhan dalam peningkatan mutu. Dengan demikian adanya sarana dan prasarana tersebut secara langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi mutu pendidikan di SDN 013 Tenggarong PEMBAHASAN A. Akhirnya akan mendorong dalam upaya pemilihan strategi yang dapat diterapkan pada kondisi-kondisi yang terduga maupun tak terduga yang kemudian muncul. Menurut Deming mutu ialah kesesuain dengan kebutuhan pasar. kepanjangan dari S = strength artinya kekuatan. menurut Juran mutu adalah kecocokan dengan produk. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan analisis SWOT. W = weaknesess artinya kelemahan. C.

b) latar belakang pendidikan tinggi di bidang pendidikan SD/MI. f) Memiliki kemampuan menyusun program (Pasal 52). harus memiliki kompetensi sebagai berikut : a) Memiliki kualifikasi sebagai pendidik (Pasal 28). kesabaran.c) membuat slogan ”Untuk Para Pelajar ” sama dengan ”dekat dengan pelanggan:” dalam pendidikan. e) menciptakan rasa kekeluargaan. siswa dan kepada komunitas yang lebih luas. Pada . Fleksibilitas kurikulum. .25 Tahun 2000 tentang kebijakan kurikulum adalah menetapkan standar nasional yang kemudian dijelaskan dalam GBHN 1999 pemerintah melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk kurikulum berupa diversivikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik. kurikulum yang uniform akan tidak sesuai kebutuhan masyarakat.” dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi merupakan suatu tuntutan. memiliki visi. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan nasional”. Sementara itu dalam PP No. semangat intensitas dan antusiasme yang merupakan sifat esensial yang dibutuhkan pemimpin pendidikan. Suryosubroto menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya. Seringkali kurikulum hanya terdiri dari mata pelajaran tertentu yang menyampaikan kebudayaan ”tempoe doeloe” yang hanya menyadur dari bukubuku pelajaran tertentu yang dipandang baik bagi kurikulum.Dalam rangka perubahan dan transformasi diperlukan seorang pemimpin yang memiliki mental kuat dan prima. c) Memiliki kualifikasi sebagai pengawas (Pasal 39). b) memiliki kemampuan kepemimpinan dan kewirausahaan (Pasal 38).19 disebutkan bahwa pemimpin sekolah. Didalam PP No. d) otonomi. Melihat keragaman potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam serta kebhinekaan bangsa kita. b) menerapka MBWA (management by walking about). sehat jasmani dan rohani. d) Memiliki kemampuan mengelola dan melaksanakan satuan pendidikan (Pasal 49). Menurut PP No. atau psikologi. eksperimentasi dan antisipasi terhadap kegagalan. Peningkatan Mutu Kurikulum Sekolah Dasar Kurikulum adalah sarana dari suatu sistem pendidikan. Kepala sekolah harus mengkomunikasikan nilai-nilai institusi kepada staf. dan c) sertifikat profesi guru untuk SD/MI 3. 19 tahun 2005 Bab VI pasal 28 ayat 1 disebutkan bahwa ”pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. 2. Kepemimpinan merupakan sumber daya yang paling pokok dalam organisasi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. dan berani mencoba inovasi. Menurut Sallis dengan mengutip pendapat Peter dan Austin pemimpin pendidikan membutuhkan perspektif-perspektif sebagai berikut:a) visi dan simbol-simbol. dan f) ketulusan. kependidikan lain. Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik Sekolah Dasar Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa guru mempunyai peran yang sangat penting dalam upaya peningkatan mutu. Kepemimpinan juga merupakan pola hubungan dan bentuk kerja sama antara orang-orang yang dinamis. penyusunan kurikulum yang berlaku nasional (kurikulum nasional) dan lokal sesuai dengan kepentingan setempat (kurikulum muatan lokal). demi kemajuan organisasi. baik dilakukan didalam sekolah maupun didalam sekolah. g) Memiliki kemampuan menyusun perencanaan (Pasal 53). Namun dibalik itu anak didik hanya diajak untuk menelusuri daya imajinatif dengan mengabaikan pengalaman-pengalaman inderawi anak didik Hal tersebut akan membatasi pengalaman anak kepada situasi belajar didalam kelas dan tidak menghiraukan pengalaman-pengalaman edukatif diluar kelas. Banyak persepsi yang mengatakan bahwa kurikulum adalah rencana pendidikan dan pengajaran atau program pendidikan. Kemudian pada pasal 29 ayat 2 dijelaskan bahwa pendidik pada tingkat SD/MI atau bentuk lain yang sederajad memiliki a) kulaifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat(D-IV) atau sarjana S1. mampu mengatasi masalah dan tantangan. Kepemimpinan juga harus mampu memberikan arah rangsangan kepada kelompoknya.

a) gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. (2) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan. kepala sekolah dan staf gurugurunya dapat (a) memanfaatkan data yang ada di sekolah yang berhubungan dengan mutu sekolah dan mengolahnya menjadi diagram. media pendidikan. merujuk dari PP No. ruang laboratorium. dan modal kerja tetap. asuransi dan lain sebagainya. dan c) Biaya operasional pendidikan tak langsung berupa daya. transportasi. buku dan peralatan lain yang menunjang proses belajar yang teratur dan berkelanjutan. Langkah ini merupakan pendekatan mutu proses dan secara langsung akan mendukung mutu produk/mutu akhir pendidikan berupa lulusan yang bermutu. pengembangan sumberdaya manusia. ruang pimpinan satuan pendidikan. ruang perpustakaan. begitu pula pada pendidikan menengah dan tinggi. 3) Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. Pengawasan mutu pendidikan dapat dilaksanakan sejak input/masukan (siswa) masuk sekolah. 5. ruang bengkel kerja. pajak. 2) Biaya investasi satuan pendidikan meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Sarana dan Prasarana Pendidikan Dari segi sarana dan prasarana standar yang diamanatkan PP No. Dalam era informasi hal ini menjadi berlebihan (redundant). tempat rekreasi. Pembiayaan Mutu Sekolah Dasar Dari segi pembiayaan pendidikan. air. ruang kantin. Tujuan akhir dari pemeriksaan ini agar produk barang yang dipasarkan dapat memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Guru sebagai pelaksana utama pendidikan di sekolah diharapkan memiliki wawasan mutu pembelajaran yang baru diterapkan dalam PBM di kelasnya. mengikuti proses belajar mengajar di sekolah dan hingga menjadi lulusan dengan berbagai kompetensi yang dimilikinya. Suatu hal yang perlu diperhatikan ialah beban kurikulum sekolah kita terkenal sangat sarat dengan berbagai macam mata pelajaran sehingga sangat mendera peserta didik. 4) Biaya operasi satuan pendidikan meliputi. pemeliharaan sarana dan prasarana. yang diperlukan ialah bagaiman cara kita dapat menguasai informasi sebanyak dan setepat mungkin. instalasi daya dan jasa.19 tahun 2005 pasal 42 yang menyebutkan bahwa standar sarana dan prasarana sebagai berikut : (1) Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabotan. peralatan pendidikan. 4. Barang-barang yang akan dipasarkan terhindar dari kerusakan (zero defect). ruang tata usaha. konsumsi. Pemeriksaan mutu barang dapat dilakukan oleh ahli di bidangnya. E. ruang pendidik. tempat berolahraga. Proliferasi ilmu bukan berarti penanambahan beban kurikulum seperti yang akan dibicarakan nanti. D.19 tahun 2005 pasal 62 yang menyebutkan bahwa standar pembiayaan sebagai berikut. standar deviasi/simpangan baku dari mutu pendidikan di sekolah. (b) brainstorming (tukar pikiran). uang lembur.pendidikan dasar tentu ada kurikulum inti demi untuk memupuk kesatuan bangsa dan memperkuat ketahanan nasional. (c) menggunakan statistik mutu (statistical process control) yang memuat informasi tentang ratarata mutu pendidikan. b) Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. Otonomi pendidikan tinggi kita mulai sekarang akan marak dalam masyarakat industri. ruang kelas. 1) Pembiayaan pendidikan terdiri dari atas biaya investasi. jasa telekomunikasi. tempat ibadah. ruang unit produksi. tempat bermain. Untuk melihat perkembangan mutu pendidikan di sekolah. Teknik Kendali Mutu Keberhasilan lembaga persekolahan dapat dilihat dari sudut dan tingkat kepuasan dari . dan tempat lain yang menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. biaya operasi dan biaya personal. Pangawasan Mutu Pengawasan mutu produk barang tampaknya lebih mudah karena dapat dilihat dan diraba (tangible).

pelanggannya. Sarana dan prasarana dalam kondisi yang sudah tua 3. dan (3) melakukan tindakan-tindakan/aksiaksi atas perbedaan-perbedaan yang dapat ditemukan. diagram sebab akibat. (b) komponen proses pendidikan. UU 19 tahun 2005 yang mengharuskan guru untuk mendapatkan kualifikasi pendidikan strata satu serta terbukanya peluang untuk sertifikasi guru. Resiko kehilangan guru berpengalaman karena akibat memasuki masa pensiun b. Memiliki potensi berubahnya posisi kepemimpinan sekolah baru mengingat masa jabatan kepala sekolah yang hampir habis. Apakah layanan yang diberikan itu berada pada taraf yang sama atau sesuai dengan harapan pelanggan atau bahkan melebihi. sukarela dan berkesinambungan melalui penerapan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu. seperti apa yang diharapkan oleh pelanggannya dengan menggunakan teknik total quality control (TQC). Sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai 2. Kekuatan (strength) a. Anggaran belanja yang belum mencukupi d. grafik. (2) proses membandingkan kinerja nyata dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. c. Isu pokok yang dirumuskan a. Beberapa guru sudah mulai melanjutkan kuliah kejenjang strata satu c. Analisis SWOT (Analisis Medan Kekuatan) 1. Strategi Kendali Mutu Pengendalian mutu dapat diartikan sebagai proses manajerial yang di dalamnya terkandung hal-hal (1) melakukan evaluasi terhadap kinerja nyata. dapat pula dilaksanakan teknik pengawasan mutu yang berdasarkan data seperti checklist. PEMECAHAN MASALAH Dari uraian berbagai uraian diatas dapatlah dikemukakan sebagai berikut : 1. Adanya subsidi pendidikan baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah 2. Tujuannya adalah mendorong kearah terciptanya situasi yang kondusif dalam meningkatkan mutu proses belajar mengajar. Selain teknik tersebut. Hal ini memberikan arti bahwa ukuran sebuah keberhasilan sekolah dapat dilihat dari layanan yang diberikannya. b. brainstorming. Dalam pelaksanaan pengendalian mutu. Pengembangan kurikulum yang belum maksimal d. Kelemahan (Weakness) a. Sistem artinya apabila salah satu subsistem lemah maka keseluruhan sistem akan menjadi lemah. dan statistical process control. Sikap guru yang kurang merespons terhadap adanya pelatihan KTSP. Kualitas guru yang belum memenuhi standar nasional pendidikan c. Gugus Kendali Mutu atau Quality Control Circle (QCC) adalah salah satu teknik dalam upaya pengendalian mutu sekolah. `Banyaknya peluang untuk mengikuti pelatihan pengembangan kurikulum. di mana kelompok-kelompok personel sekolah melakukan kegiatan pengendalian dan peningkatan mutu secara teratur. c. diagram. yaitu pelanggan sekolah yang dikategorikan pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Dianggarkannya pembangunan sarana dan prasarana sekolah pada akhir tahun 2008 . Komponen-komponen yang terkait dengan hal tersebut di atas adalah (a) komponen input manajemen. Pengalokasian dana pendidikan belum terpenuhi e. Peluang (Oppurtunity) a. (c) komponen murid. Kepemimpinan sekolah yang belum optimal b. strategi pengendalian mutu ke arah peningkatan mutu pendidikan secara implementatif pengawasan/ pengendaliannya diarahkan pada optimalisasi komponen pendidikan. b. F. dan (d) komponen hasil belajar. Beberapa guru sudah pernah mengikuti pelatihan KTSP d. Menurut Husaini TQC berarti system.

2007. seperti a) Mengadakan ws KTSP. Adanya ketimpangan pembangunan antara sekolah daerah pinggiran kota (suburb) dan daerah kota 3. H. Perlunya pendekatan birokratis kepada seluruh stakeholders pendidikan dalam upaya perbaikan sampras sekolah yang sudah tidak layak lagi. Yogyakarta: Ircisod Suryosubroto. Manajemen Pendidikan Nasional. B. 2008. maka dapatlah disimpulkan : 1. yakni kompetensi pedagogik. R. Kepemimpinan sekolah juga harus mampu merumuskan visi dan misi sekolah agar target perbaikan mutu lebih terencana dan terarah. Perlunya meningkatkan kulifikasi akademik kepala sekolah dari diploma II ke jenjang S1 dan seterusnya melanjutkan ke S2. 2003. 2. b) Mengirimkan ws KTSP. 2006. c) Magang disekolah lain. profesionalitas dan kompetensi sosial. Hal ini penting dilakukan mengingat banyak hal yang bisa diperoleh dari S2 terutama disiplin ilmu yang berhubungan dengan manajemen sekolah. A. Tony Bush & Marianne Coleman. Manajemen Strategis Kepemimpinan Pendidikan. Jakarta:Rineka Cipta. 2004. .4. e) PTK. Mutu dalam pendidikan bukanlah barang akan tetapi layanan. b. di mana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan. harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik (leaners) 2. maka dapatlah dikemukakan arternatif-alternatif pemecahan masalah sebagai berikut : 1. memprogramkan serta menganggarkan perbaikan sampras di SDN 013 mengingat perbaikan sampras tersebut merupakan hal yang mendesak. Pendekatan birokratis tersebut dilakukan supaya stakeholders pendidikan bisa merumuskan. d) IHT disekolahnya sendiri. KESIMPULAN Dari berbagai uraian diatas. 4. kepribadian. Total Quality Management In Education. Bandung: Remaja Rosdakarya. f) Mengikutkan guru pada MGMP 3. Syaiful. Perlunya perbaikan mutu tenaga edukasi dengan mensupport guru yang belum Sarjana S1 untuk kuliah serta menambah frekuensi pelatihan dan pendidikan (Diklat) yang berhubungan dengan 4 kompetensi. Semua komponen yang terlibat baik dari internal sekolah maupun eksternal sekolah harus libatkan agar target mutu pendidikan di SDN 013 Tenggarong bisa tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Yogyakarta: Ircisod. Alternatif langkah-langkah Pemecahan Persoalan Dari berbagai uraian tentang potret mutu sekolah dasar negeri 013 sekarang dan kondisi yang diharapkan serta dari hasil analisis SWOT. Tantangan (Threat) a. Partisipasi masyarakat khususnya orang tua murid terhadap pembiayaan pendidikan kurang. Bandung: Alfabeta. Tilaar. Kondisi mutu SDN 013 Tenggarong yang belum memenuhi standar nasional pendidikan tentunya harus diperbaiki. Perlu sosialisasi ke masyarakat tentang MBS terutama keikutertaan atau partisipasi masyarakat tentang pembiayaan pendidikan yang tidak mungkin hanya mengharapkan subsidi pemerintah yang tidak mencukupi seluruh kebutuhan sekolah. Sallis Edward. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Sagala. Manajemen Pendidikan Sekolah.

Praktik.No. Husaini. Standar Kompetensi Kepala Sekolah. Teori. Manajemen.Usman. Jakarta: Bumi Aksara.19 Tahun 2005. dan Riset Pendidikan. —————–. 2006. Jakarta: BP Dharma Bhakti . Jakarta: BP Dharma Bhakti —————–. PP. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful