P. 1
Dasar Pendidikan Dalam Konsep Dan Makna

Dasar Pendidikan Dalam Konsep Dan Makna

|Views: 31|Likes:
Published by Yuyun Firdaus

More info:

Published by: Yuyun Firdaus on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2012

pdf

text

original

DASAR PENDIDIKAN DALAM KONSEP DAN MAKNA BELAJAR

Oktober 26, 2008 — Dadan Wahidin

Rate This

A. Konsep Dasar Pendidikan Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa, sebaliknya bagi Jean Piaget ( 1896 ) pendidikan berarti menghasilkan, mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain. Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Ilmu disebut juga pedagogik, yang merupakan terjemahan dari bahasa Inggris yaitu ” Pedagogics ”. Pedagogics sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ” pais ” yang artinya anak, dan ” again ” yang artinya membimbing. Poerbakwatja dan Harahap ( 1982 : 254 ) mengemukakan pedagogik mempunyai dua arti yaitu : (1) peraktek, cara sesorang mengajar; dan (2) ilmu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan metode mengajar, membimbing, dan mengawasi pelajaran yang disebut juga pendidikan. Orang yang memberikan bimbingan kepada aak disebut pembimbing atau ” pedagog”, dalam perkembangannya, istilah pendidikan ( pedagogy ) berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan kepada anak oleh orang dewasa secara sadar dan bertanggung jawab. Dalam dunia pendidikan kemudian tumbuh konsep pendidikan seumur hidup ( lifelong education ), yang berarti pendidikan berlangsung

(6) Dalam arti luas pendidikan melipuyi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya. 2003:10 ) (5) Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan ( seperti sekolah dan madrasah ) yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan. 1972 ). 1989 ). 2001:6 ) (4) Dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan. Untuk memberi pemahaman akan batasan pendidikan berikut ini dikemukakan sejumlah batasan pendidikan yang dikemukan para ahli yaitu : (1) Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan ( Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1981 ). pemahaman. dan sebagainya ( Dictionary of Psychology.sampai mati. (2) Dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan ( McLeod. kebiasaan. (3) Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal ( Mudyahardjo. pengalamannya. dan ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. sikap. yaitu pendidikan berlangsung seumur hidup dalam setiap saat selama ada pengaruh lingkungan. kecakapannya. . dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan ( Muhibinsyah. 1991 ). Artinya pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya ( Poerbakawatja dan Harahap.

masyarakat. kecerdasan. pendidikan adalah normatif. Pendidikan dipandang dari sudut keilmuan tertentu seperti : . pendidikan adalah aktual. 20 Tahun 2003 ).(7) Menurut John Dewey pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental. (8) Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan. kepribadian. Asumsi pokok pendidikan adalah : a. ada yang berfungsi sebagai : a. 1. pengenalan diri. artinya pendidikan berupa serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual dan individu yang belajar. baik menyangkut daya pikir atau daya intelektual. dam c. Hakekat dan Teori Pendidikan Mudyahardjo ( 2001:91 ) menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsepkonsep. bangsa dan negara ( UUSPN No. akhlak mulia. serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan. definisi konotatif atau denotatif atau konsep-konsep yang menyatakan makna dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori. maupun daya emosional atau perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya. artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisi aktual dari individu yang belajar dab lingkungan belajarnya. b. artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal yan baik atau norma-norma yang baik. asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar/titik tolak pemikiran sebuah teori b. pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan.

Hubungan Pendidikan dengan Pengajaran Pada dasarnya ”mengajar” adalah membantu ( mencoba membantu ) seseorang untuk mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar itu tidak ada kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. Pendidikan selalu dapat dibedakan menjadi teori dan praktek. Antrophologik memandang pendidikan adalah enkulturasi yaitu proses pemindahan budaya dari generasi ke generasi. teori pendidikan adalah pengetahuan tentang makna dan bagaimana soyogyanya pendidikan itu dilaksanakan. e. d.a. Artinya mengajar pada hakekatnya suatu proses. Teori pendidikan disusun seperti latar belakang yang hakiki dan sebagai rasional dari praktek pendidikan serta pada dasarnya bersifat direktif. 2. yakni proses mengatur. yaitu memandang pendidikan sebagai usaha penanaman modal insani ( human capital ) yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Istilah direktif memberi makna bahwa pendidikan itu mengarah pada tujuan yang pada hakekatnya untuk mencapai kesejahteraan bagi subjek didik. Politik yang melihat pendidikan adalah proses menjadi warga negara yang diharapkan ( civilisasi ) sebagai usaha pembinaan kader bangsa yang tangguh. Ekonomi. yaitu mengartikan pendidikan sebagai usaha pewarisan dari generasi ke generasi. Sosiologik memandang pendidikan dari aspek sosial. Psikologi menurut Woodward dan Maquis ( 1955 : 3 ) adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya. Psikologik memandang pendidikan dari aspek tingkah laku individu. sedangkan praktek adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara konkretnya. yaitu mengartikan pendidikan sebagai perkembangan kapasitas individu secar optimal. c. b. mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga menumbuhkan .

maka dalam belajar tersebut individu menggunakan kemampuan pada ranah-ranah : . Pelatihan yaitu sama dengan pengajaran khususnya untuk mengembangkan keterampilan tertentu.dan mendorong siswa belajar.Hal ini akan dapat terwujud jika dilakukan melalui proses pengajaran dengan strategi pelaksanaan melalui : 1. Sedangkan menurut UUSPN No. Pengajaran yaitu bentuk kegiatan dimana terjalin hubungan interaksi dalam proses belajar dan mengajar antara tenaga kependidikan dengan peserta didik. 3. Konsep dan Makna Belajar 1.nasihat dan penyuluhan agar siswa mampu mengatasi. 2.20 tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. B. Bimbingan yaitu pemberian bantuan. 3. Konsep Belajar.memecahkan dan menanggulangi masalahnya sendiri. Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi. Menurut Langford (1978) yang penting hubungan yang relevan bukanlah antara pengajaran dengan pendidikan tetapi antara pengajaran sebagai suatu profesi dengan pendidikan. baik yang bersifat eksplisit maupun implisit (tersembunyi). Fungsi Pendidikan Fungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari kebodohan dan ketertinggalan. Untuk menangkap isi dan pesan belajar.motivasi.arahan.

a. operants conditioning dalam clasical condotioning menggambarkan suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat reinforcement langsung yaitu respon yang terjadi karena situasi random. Menurut Skiner dalam belajar ditemukan hal-hal berikut : 1. partisipasi. kesiapan. Kognitif yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan. Afektif yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan. Sikomotorik yaitu kemepuan yang mengutamakan keterampilan jasmani terdiri dari persepsi. analisis. 2. Kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar. c. penyesuaian pola gerakan dan kreativitas. gerakan terbiasa. perangsang-perangsang yang demikian ini mendahului respons yang ditimbulkannya. . penerapan. Konsekwensi yang bersifat menggunakan respon tersebut.Skiner (1958) adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. penilaian sikap. 2. respondents response yaitu respon yang terjadi karena stimuli khusus. gerakan terbimbing. sintesis dan evaluasi. Skinner menbagi dua jenis respon dalam proses belajar yakni : 1. emosi. b. gerakan kompleks. pemahaman. dan reaksireaksi yang berbeda dengan penalaran yang terdiri dari kategori penerimaan. penalaran atau pikiran terdiri dari kategori pengetahuan.F. Respon si belajar. Belajar Menurut Pandangan Skiner. organisasi dan pembentukan pola hidup. Belajar menurut pandanag B.baik konsekwensinya sebagai hadiah maupun teguran atau hukuman. 3.

Belajar terdiri dari tiga komponen penting yakni kondisi eksternal yaitu stimulus dari lingkungan dari acara belajar. dan hasil belajar yang menggambarkan informasi verbal. 2. perilaku itu sendiri. belajar menguasai rantai atau rangkaian hal (Chaining Learning) mengandung asosiasi yang kebanyakan berkaitan dengan keterampilan motorik. belajar tanda-tanda atau isyarat (Signal Learning) yang menimbulkan perasaan tertentu. Gagne Menurut Gagne (1970). belajar hubungan verbal atau asosiasi verbal (Verbal Association) bersifat asosiatif tingkat tinggi tetapi fungsi nalarlah yang menentukan. . belajar mebedakan atau diskriminasi (Discrimination Learning) yang menghasilkan kemampuan membeda-bedakan berbagai gejala. keterampilan intelek. tidak umum dan kabur. dan akibat perilaku. kondisi internal yang menggambarkan keadaan internal dan proses kognitif siswa. 4.yang dapat menimbulkan perasaan sedih atau senang.Menurut Skinner mengajar itu pada hakekatnya adalah rangkaian dari penguatan yang terdiri dari suatu peristiwa dimana prilaku terjadi. sikap. dan siasat kognitif. keterampilan motorik. timbulnya kapabilitas disebab oleh stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar. Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. 3. mengambil sikap tertentu. 5. belajar hubungan stimulus-respons (Stimulus Response-Learning)dimana respon bersifat spesifik. Belajar Menurut Pandangan Robert M. Robert M. dan hasil belajar berupa kapabilitas. Gagne mengemukakan delapan tipe belajar yang membentuk suatu hirarki dari paling sederhana sampai paling kompleks yakni : 1.

tindakan mental. yaitu cara yanag digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Struktur. 3. Dari uraian diatas dapat ditegaskan bahwa belajar dalam hal ini dapat mengandung makna sebagai perubahan struktural yang saling melengkapi antara asimilasi dan akomodasi dalam proses menyusun kembali dan mengubah apa yang telah diketahui melalui belajar. Isi. Fungsi. Inti dari pembelajaran tersebut adalah interaksi dan proses untuk mengungkapkan ilmu pengetahuan oleh pendidik dan peserta didik yang menghasilkan suatu hasil belajar. belajar konsep-konsep (Concept Learning) yaitu corak belajar yang menentukan ciri-ciri yang khas yang ada dan memberikan sifat tertentu pula pada berbagai objek. Rogers Menurut pendapat Carl R. yaitu ada hubungan fungsional antara tindakan pisik. 2. belajar memecahkan masalah (Problem Solving) menggunakan aturan-aturan yang ada disertai proses analysis dan penyimpulan. yaitu pola perilaku anak yang khas yang tercermin pada respon yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau masalah yang dihadapinya. 8. Rogers (Ahli Psikoterapi) praktek pendidikan menitikberatkan pada segi pengajaran. bukuan pada siswa yang . dan perkembangan berpikir logis anak.6. Ada tiga aspek perkembangan intelektual yang diteliti oleh Jean Piaget yaitu : 1. 7. Belajar Menurut Pandangan Carl R. belajar aturan atau hukum-hukum (Rule Learning) dengan cara mengumpulkan sejumlah sifat kejadian yang kemudian dalam macam-macam aturan.

kemampuan jasmani. Jadi dapat ditegaskan belajar menurut Carl R. pengorganisasian nilai. sintesis dan penilaian. Praktek tersebut ditandai oleh peran guru yang dominan dan siswa hanya menghafalkan pelajaran.belajar. domain afektif mencakup kemampuankemapuan emosional dalam mengalami dan menghayati sesuatu hal yang meliputi lima macam kemampuan emosional disusun secara hirarki yaitu kesadaran. dapat melakukan pilihan tentang apa yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab sebagai hasil belajar. mengetahui apa yang baik dan yang buruk. analysis. guru menggunakan metode simulasi. domain psikomotor yaitu kemampuan-kemampuan motorik menggiatkan dan mengkoordinasikan gerakan terdiri dari : gerakan repleks. hal ini dilakukan dalam konteks belajar. 1999:17). gerakan dasar. guru dan siswa membuat kontrak belajar. dan komunikasi nondiskursif. penghayatan nilai. Kebebasan itu hanya dapat di pelajari dengan memberi anak didik kebebasan sejak mulanya sejauh ia dapat memikulnya sendiri. Rogers adalah untuk membimbing anak kearah kebebasan dan kemerdekaan. guru menggunakan metode inquiri atau belajar menemukan (discovery learning). gerakan terlatih. Langkah-langkah dan sasaran pembelajaran yang perlu dilakukan oleh guru menurut Rogers adalah meliputi : guru memberi kepercayaan kepada kelas agar kelas memilih belajar secara terstruktur. partisipasi. Belajar Menurut Pandangan Benjamin Bloom Keseluruhan tujuan pendidikan dibagi atas hirarki atau taksonomi menurut Benjamin Bloom (1956) menjadi tiga kawasan (dominan) yaitu : domain kognitif mencakup kemampuan intelektual mengenal lingkungan yang terdiri atas 6 macam kemampuan yang disusun secara hirarki dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks yaitu pengetahuan. guru bertindak sebagai fasilitator belajar dan sebaiknya guru menggunakan pengajaran berprogram agar tercipta peluang bagi siswa untuk timbulnya kreatifitas dalam belajar (Dimyati dan Mudjiono. pemahaman. kemampuan perseptual. penerapan. dan karakterisasi diri. . guru mengadakan latihan kepekaan agar siswa mampu menghayati perasaan dan berpartisipasi dengan kelompok lain.

tema keempat ialah tentang motivasi atau keinginan untuk belajar. anak itu akan berkembang secara alamiah. Teori Belajar Secara garis besar dikenal ada tiga rumpun besar teori belajar menurut pandangan psikologi yaitu teori disiplin mental. Teori yang berlawanan dengan teori disiplin mental dan pengembangan alamiah adalah teori apersepsi. Bruner Menurut Bruner (1960) dalam proses belajar dapat dibedakan dalam tiga fase yaitu : informasi. dan psikomotorik untuk meningkatkan taraf hidupnya sebagai pribadi. teori ini menganggap bahwa dalam belajar mental siswa didisiplinkan atau dilatih. Menurut teori ini. tema pertama mengemukan pentingnya arti struktur pengetahuan. ini berarti dasar orientasinya adalah filosofis atau spekulatif. masyarakat. tema ketiga menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan. didasarkan pada premis fundamental . 2. maupun sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa. dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. teori behaviorisme dan teori cognitive gestalt-filed. Teori Disiplin Mental Teori belajar ini dikembangkan tanpa didasari eksperimen. tema kedua ialah tentang kesiapan (readines) untuk belajar. Belajar Menurut Pandangan Jerome S. yang merupakan suatu asosionisme mental yang dinamis. a. transpormasi dan evaluasi. Bruner menyimpulkan bahwa pendidikan bukan sekedar persoalan teknik pengelolaan informasi. Teori yang berlawanan sekali dengan teori disiplin mental ialah teori perkembangan alamiah. bahkan bukan penerapan teori belajar dokelas atau menggunakan hasil ujian prestasi yang berpusat pada mata pelajaran.Bruner mengemukan empat tema pendidikan.Jadi dapat ditegaskan bahwa belajar adalah perubahan kualitas kemampuan kognitif. afektif.

bahwa tidak ada gagasan bawaan sejak lahir. Teori Behaviorisme Ada beberapa ciri dari teori ini yaitu : mengutamakan unsur-unsur atau bagian-bagian kecil. bersifat mekanisme. Prinsip belajar menurut teori behaviorisme yang dikemukan oleh Harley dan Davis (1978) yang banyak dipakai adalah : proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila siswa ikut terlibat secara aktif didalamnya. belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan-gagasan baru dengan gagasan lama yang sudah membentuk pikiran. dan perlu diberikan penguatan setiap kali siswa memberikan respon apakah bersifat positif atau negatif. tiap-tiap respon perlu diberi umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat dengan segera mengetahui apakah respon yang diberikan betul atau tidak. apapun yang diketahui seseorang datang dari luar dirinya. belajar akan berhasil apabila banyak latihan dan ulangan. Tokoh yang mengembangkan teori ini adalah Thorndike yang mengemukan tiga prinsip aatu hukum dalam belajar yaitu : belajar akan berhasil apabila individu memiliki kesiapan untuk melakukan perbuatan tersebut. menekankan peranan lingkungan. Menurut teori apersepsi. Teori Cognitive Gestalt-Filed Teori Belajar Gestalt meneliti tentang pengamatan dan problem solving. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. dari pengamatanya ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah. c. dan belajar akan bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. . dan menekankan kepentingan latihan. b. dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis. materi pelajaran diberikan dalam bentuk unit-unit kecil dan diatur sedemikian rupa sehingga hanya perlu memberikan suatu proses tertentu saja.

keterampilan dan sikap. belajar hanya terjadi dari pengalaman yang bersifat individual. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Menurut teori Gestalt perbuatan belajar itu tidak berlangsung seketika. Setiap perilaku belajar ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik antara lain : belajar menyebabkan perubahan pada aspek-aspek kepribadian yang berfungsi terus menerus. e. manakala perhatian makin ditujukan kepada objek yang dipelajari itu telah mengerti dan dapat apa yang dicari. d. melibatkan selusuh tingkah laku secara integral. belajar merupakan kegiatan yang bertujuan kearah yang ingin dicapai. makin lama akan timbul suatu pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran yang dipelajari. Sebab itu dalam proses belajar. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Gestalt.Suatu konsep yang penting dalam psikologis Gestalt adalah tentang insight yaitu pengamatan dan pemahaman mendadak terhadap hubunganhubungan antar bagian-bagian dalam suatu situasi permasalahan. tetapi selalu satu kesatuan yang utuh. sehingga aktivitas belajar itu akan menimbulkan makna yang berarti. Spread of effect yaitu emosional yang mengiringi kepuasan itu . guru tidak memberikan potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran. tetapi berlangsung berproses kepada hal-hal yang esensial. Prinsip-prinsip Belajar Ada berbagai prinsip belajar yang dikemukan oleh para ahli psikologi pendidikan terjadi dan diikuti dengan keadaan memuaskan maka hubungan itu diperkuat. maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. sebagai tindakan. Makna dan Ciri Belajar Menurut para ahli belajar dapat diartikan sebagai proses orang memperoleh berbagai kecakaapn. belajar adalah proses interaksi dan belajar berlangsung dari yang paling sederhana sampai pada yang kompleks. belajar menghasilkan perubahan yang menyeluruh.

Menurut Rusyam cara dan teknik mengatasi kesulitan belajar adalah : menetapkan target belajar. menimbulkan minat yang tinggi terhadap mata pelajaran. response. Beberapa prinsip atau kaidah dalam proses pembelajaran sebagai hasil eksperimen para ahli psikologi yang berlaku secara yaitu : motivasi. siap belajar. status harga diri lebih kurang. SMP. f. law of exercice yaitu hubungan antara perangsang dan reaksi diperkuat dengan latihan dan penguasaan. stabilitas psikis. kehidupan ekonomi yang memadai. dan memberi kesempatan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang sukses. mampu membaca. g. mampu membuat berbagai catatan. Syarat Agar Peserta Didik Berhasil Belajar Agar peserta didik dapat berhasil belajar diperlukan persyaratan sebagai berikut : kemampuan berpikir yang tinggi bagi para siswa. pembentukan. feedback. menciptakan situasi belajar.tidak terbatas kepada sumber utama pemberi kepuasan tetapi kepuasan mendapat pengetahuan baru. dan SMU. memahami perbedaan belajar pada tingkatan sekolah seperti SD. . menghindari saran dan kritik yang negatif. kesehatan jasmani. bakat dan minat yang khusus. keterampilan belajar. transfer dalam belajar dapat bersifat positif atau negatif dan proses belajar yang bersifat individual. dukungan orang tua yang paham akan perbedaan. Cara Belajar yang Baik Cara belajar baik secara umum yaitu : belajar secara efisien. menguasai teknik belajar disekolah dan diluar sekolah. dan law of primacy yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesan pertama akan sulit digoyahkan. menyelenggarakan remedial program. trial and error . menguasai bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk meneruskan pelajaran. menguasai salah satu bahasa asing. kemajuan dan keberhasilan proses belajar mengajar.

tekhmnologi dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan dan pengndalian emosinya sehingga seseorang mampu survive didalam kehdupan. Rumusan Masalah apakah pengrtian pendidikan itu? apakah pengertian pengajjran itu? apa hubungan antara pendidikan dan pengajaran ? C. Dengan menggunakan metode SQ3R dapat diharapkan lebih memuaskan dan dapat lebih memberikan pemahaman yang luas tentang materi pelajaran yang terdapat dalam buku tes tersebut. Survey yaitu menjelajahi seluruh buku yang tersedia di perpustakaan dan tempat lain yang berhubungan dengan mata pelajaran. PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Oleh : Zila. kemudian membaca ialah melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis. Recite.Kiat untuk memahami buku teks disebut metode SQ3R (Survey. Latar Belakang Pendidikan merupakan upaya untuka menfasilitasi individu lain. Question. sehingaa trjadai proses perkembangan kemanusiaan agar mampu berkompetesi disdalam lingkupkehidupan (insane cerdas dan kompetitif). Dalm nencapai kemandirian. pengertian. Aktifitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetrahuan. Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini supaya kita dapat mengetahui ap pengertian pendidikan dan pengajaran serta hubungan antara keduanya. . dan Review). dan analysis) sehingga mendapatkan ide-ide pokok dari buku tersebut. B. Dilanjutkan dengan question yaitu bertanya dalam mengarahkan membaca kritis. Sedangkan review yaitu meninjau kembali seluruh bahan pelajaran yang telah dipelajari secara menyeluruh.h. Read. Imsa’. Imsol BAB I PENDAHULUAN A. Serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di daalam kompetisi kehidupan pendidikan juga merupakan aktifitas untuk melayani orang lain Dalam mengekplorasi potensi dirinya. Strategi Mempelajari Buku Teks Salah satu hal yang penting dalam belajar adalah membaca buku teks yang berisi materi pelajaran. Kemudian dilakukan recite yaitu mengulang isi buku pelajaran yang telah dipelajari (berkaitan dengan ide.

B. Pendidika adalah meningkatkan diri dalam sega. sanagt tidak mengkin mmbuat definisi pendidikan yang sangat singkat tetapi mencakupdaerah binaan yang luas itu. Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan serta aspek kepribadian yang dibina dalam kegiatan itu.la aspeknya. Lodge dalam philosophiy of education menyatakan bahwa dalam pegertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. yait supaya anak lebih banyak . masing-masing kegiatan tersebut disebut pendidikan menurut Rupert C. Dalam definisi ini ditekankan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran ( instruction ) sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah selurh aspek kepribadian. guru besar IKIp BAndung. Pengertian Pengajaran Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidk sana dengan pengajaran. Definisi ini mencakup kgioatan penidika yang melibatakan guru aupun yag tidak melibatkan guru (pendidk). mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia. Dalam definisi ini aspek pendidikan luas sekali alfed nort whitehead menyusun definisi pandidikan yang menekankan segi keterampilan menggunakan pengetahuan sehingga cakupan pendidika sempit. Theodore mayor greene mengajukan definisi yang sangat umum pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. Mneurut pendapatnya. 1979 : 157 ).BAB II PEMBAHASAN A. Seandainya definisi pendidikan yang . Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak. sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja. Mencakup pendidikan formal mau[un non formal sta informal. Konperensi international tentang pendidikan islam yang pertama ( 1977) tenyata tidak juga berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat mereka sepakati ( al-athas.encakup itu diperlikan agaknya rumusan ini dapat ditawarka. Bagaimana duduk persoalannya? Sikun pribadi. joe park merumuskan pendidikan sebagai the art or process of importing or acquiring knowledge and habit through instructional as strudy. Jadi. Pengertian pendidikan Para ahli pendidikan menemui kesultan dalam merumuskan definisi pendidikan. Kesulitan yang mereka hadapi pada dasarnya sama dengan kesulitan yang dihadapi para ahli yang disebutkan tadi : banyaknya segi kepribadian yang dibina. mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata. pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya.

C. Bila usaha-usaha selain pengajaran amat kurang dilakukan disekolah. peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar. Pengajaran adalah dengan cara memeberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan. Oleh karena itu. lebih cakap berpikir kritis. Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan. Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah. Hubungan Pendidikan dan Pengajaran Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya.pengetahuaany. ia mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. . sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian pendidikan dalam arti sempit. terutama dari bapak dosen pengampu. BAB III PENUTUP Simpulan Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. memberikan hukuman dan sebagainya. tetapi sekaligus sebagai pembimbing yaitu sebagi wali yang memabantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya. K. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Uraian ini agak membingungkan. Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik). pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan”. Maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan. pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal. Salah satu di antara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajar. pada satu pihak . Artinya. Jelasnya. sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu. namun pengertian itu dapat dipakai. memberikan hadiah. kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik. Namun tidak menutup kemungkinan makalah ini bisa sesempurna mungkin. terutama para mahasiswi PAI. Menurut mereka mendidik ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah sebagian dari pendidikan. Tetapi pada pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek kepribadian. Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantoro. Hubungan pendidikan dan pengajaran adalah: pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya Saran Harapan kami semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan.

. 2007.DAFTAR PUSTAKA Tafsir. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Ahmad. Bandung: Rosydakarya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->