1

CONTOH SOLUSI BEBERAPA SOAL OLIMPIADE MATEMATIKA
Oleh: Wiworo, S.Si, M.M

1. Diketahui bahwa 2
1
= a , 3
2
= a . Untuk 2 > k didefinisikan bahwa
1 3
1
2 2
1
÷ ÷
+ =
k k k
a a a .
Tentukan jumlah tak hingga dari  + + +
3 2 1
a a a .
Solusi:
Kita misalkan S
3 2 1
= + + +  a a a . Dengan demikian kita dapat menuliskan

( ) 

+ + + + + + + + =
+ + + =
4 3
1
3 2
1
3 3
1
2 2
1
2 3
1
1 2
1
3 2 1
3 2
S
a a a a a a
a a a

Kedua ruas kita kalikan 6 sehingga diperoleh

( ) ( )
( ) ( )
( ) ( )
1 3 2 1 3 2 1
4 3 2 3 2 1
4 3 3 2 2 1
4 3
1
3 2
1
3 3
1
2 2
1
2 3
1
1 2
1
2 2 3 30
2 3 30
2 3 2 3 2 3 18 12
6 3 2 6 6
a a a a a a a
a a a a a a
a a a a a a
a a a a a a S
÷ + + + + + + + + =
+ + + + + + + + =
+ + + + + + + + =
+ + + + + + + + =
 
 



Dengan demikian 2 2 2 3 30 6 · ÷ + + = S S S . Sehingga diperoleh 26 = S .

2. Buktikan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n senantiasa habis dibagi 6 untuk semua bilangan asli n.
Bukti:
Ambil sebarang bilangan asli n. Untuk membuktikan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n senantiasa
habis dibagi oleh 6, maka harus dibuktikan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 2 dan
habis dibagi 3.
Akan dibuktikan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 2.
Kita pecah dalam dua kasus, yaitu untuk k n 2 = dan untuk 1 2 + = k n untuk sebarang
bilangan asli k.
Untuk k n 2 = diperoleh

( ) ( ) ( )( ) ( ) ( )
( ) ( ) 1 8 1 2 2
1 2 2 1 2 1 1
3
3 3
+ ÷ =
+ ÷ = + ÷
k k k
k k k n n n

yang merupakan kelipatan 2.
Untuk 1 2 + = k n diperoleh
( ) ( ) ( )( ) 2 6 12 8 1 2 2 1 1
2 3 3
+ + + + = + ÷ k k k k k n n n
yang merupakan kelipatan 2.
Dari kedua kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 2 untuk
setiap bilangan asli n.
Selanjutnya akan dibuktikan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 3.
Kita pecah dalam tiga kasus, yaitu untuk k n 3 = , untuk 1 3 + = k n dan untuk 2 3 + = k n
untuk sebarang bilangan asli k.
Untuk k n 3 = diperoleh

( ) ( ) ( )( ) ( ) ( )
( ) ( ) 1 27 1 3 3
1 3 3 1 3 1 1
3
3 3
+ ÷ =
+ ÷ = + ÷
k k k
k k k n n n

yang merupakan kelipatan 3.
Untuk 1 3 + = k n diperoleh
( ) ( ) ( )( ) ( ) ( ) 1 1 3 1 3 3 1 1
3 3
+ + + = + ÷ k k k n n n
2
yang merupakan kelipatan 3.
Untuk 2 3 + = k n diperoleh

( ) ( ) ( )( ) ( ) ( )
( )( )( )
( )( ) ( ) 1 4 6 3 9 2 3 1 3
1 8 36 54 27 2 3 1 3
1 2 3 2 3 1 3 1 1
2 3
2 3
3 3
+ + + + + =
+ + + + + + =
+ + + + = + ÷
k k k k k
k k k k k
k k k n n n

yang merupakan kelipatan 3.
Dari ketiga kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 3 untuk
setiap bilangan asli n.
Dengan demikian ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 2 dan habis dibagi 3. Karena 2 dan 3 saling
relatif prima (FPB dari 2 dan 3 adalah 1), maka ) 1 ( ) 1 (
3
+ ÷ n n n habis dibagi 6 untuk
setiap bilangan asli n.

3. Untuk bilangan real a dan b sebarang, buktikan bahwa 2 ) ( 2
2 2
÷ + > + b a b a .
Catatan:
Untuk membuktikan soal tersebut, permasalahan yang sering muncul adalah harus
dimulai dari mana untuk mengkonstruksikan pembuktiannya. Untuk pembuktian yang
masih sederhana, masalah tersebut tidak terlalu mengganggu. Akan tetapi untuk soal
yang lebih kompleks, masalah tersebut akan sangat mengganggu. Hal ini dapat diatasi
jika kita mulai dengan terlebih dahulu membuat proses/langkah berpikirnya. Dalam
proses berpikir ini, kita bergerak mundur (working backward) dari yang akan dibuktikan,
dengan langkah-langkah yang logis menuju ke yang diketahui. Pada penulisan buktinya,
proses berpikir ini tidak perlu dicantumkan dan cukup ditulis di lembar corat-coret saja
(buram).
Proses berpikir:

( )
( ) ( ) 0 1 1
0 1 2 1 2
2 2 2
2 2
2 2
2 2
2 2
2 2
> ÷ + ÷
> + ÷ + + ÷
÷ + > +
÷ + > +
b a
b b a a
b a b a
b a b a

Dari proses berpikir tersebut, ternyata langkah buktinya harus dimulai dari ( ) 0 1
2
> ÷ a
dan ( ) 0 1
2
> ÷ b . Hal ini didasarkan dari sifat kuadrat sebarang bilangan real selalu
nonnegatif.
Bukti:
Ambil a dan b sebarang bilangan real.

( )
( ) 0 1
0 1
2
2
> ÷
> ÷
b
a

Jumlahkan kedua ketaksamaan maka diperoleh

( ) ( )
( ) 2 2
2 2 2
0 1 2 1 2
0 1 1
2 2
2 2
2 2
2 2
÷ + > +
÷ + > +
> + ÷ + + ÷
> ÷ + ÷
b a b a
b a b a
b b a a
b a

Terbukti bahwa 2 ) ( 2
2 2
÷ + > + b a b a untuk bilangan real a dan b sebarang.

3
4. Seseorang memiliki sejumlah koin senilai 1000 rupiah. Setelah diperhatikan dengan
seksama, ternyata koin yang dimilikinya terdiri dari tiga macam koin di antara 4 macam
koin yang sekarang masih berlaku (500-an, 200-an, 100-an dan 50-an). Selidiki dan
tentukan berapa banyak kombinasi koin yang mungkin dimiliki oleh orang tersebut.
Solusi:
Strategi membuat daftar yang sistematis akan digunakan untuk menyelesaikan masalah
ini.


Nomor
Koin yang Digunakan
500-an 200-an 100-an 50-an
1 - 1 1 14
2 - 1 2 12
3 - 1 3 10
4 - 1 4 8
5 - 1 5 6
6 - 1 6 4
7 - 1 7 2
8 - 2 1 10
9 - 2 2 8
10 - 2 3 6
11 - 2 4 4
12 - 2 5 2
13 - 3 1 6
14 - 3 2 4
15 - 3 3 2
16 - 4 1 2
17 1 - 1 8
18 1 - 2 6
19 1 - 3 4
20 1 - 4 2
21 1 1 - 6
22 1 2 - 2
23 1 1 3 -
24 1 2 1 -
Dengan demikian terdapat 24 kemungkinan kombinasi koin yang dapat dimiliki orang
tersebut.

5. Untuk setiap pasangan bilangan asli a dan b, kita definisikan b a ab b a ÷ + = * . Bilangan
asli x dikatakan penyusun bilangan asli n jika terdapat bilangan asli y yang memenuhi
n y x = * . Sebagai contoh, 2 adalah penyusun 6 karena terdapat bilangan asli 4 sehingga
6 4 2 8 4 2 4 2 4 * 2 = ÷ + = ÷ + · = . Tentukan semua penyusun 2005.
Solusi:
Misalkan x adalah penyusun 2005. Sehingga terdapat bilangan asli y sedemikian hingga

( )( ) 1 1 1
* 2005
+ + ÷ =
÷ + =
=
y x
y x xy
y x

4
Sebagai akibatnya

( )( )
167 3 2
2004 1 1
2
· · =
= + ÷ y x

Faktor-faktor dari 167 3 2
2
· · adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12, 167, 334, 501, 668, 1002, 2004.
Dengan demikian 1 ÷ x harus bernilai salah satu dari keduabelas faktor tersebut.
Sehingga nilai x adalah salah satu dari 2, 3, 4, 5, 7, 13, 168, 335, 502, 669, 1003 atau
2005. Kita peroleh 1
1
2004
÷
÷
=
x
y untuk masing-masing nilai x. Selanjutnya kita buat daftar
sebagai berikut:
x y
y x xy y x ÷ + = *
2 2003 2005 2003 2 2003 2 = ÷ + ·
3 1001 2005 1001 3 1001 3 = ÷ + ·
4 667 2005 667 4 667 4 = ÷ + ·
5 500 2005 500 5 500 5 = ÷ + ·
7 333 2005 333 7 333 7 = ÷ + ·
13 166 2005 166 13 166 13 = ÷ + ·
168 11 2005 11 168 11 168 = ÷ + ·
335 5 2005 5 335 5 335 = ÷ + ·
502 3 2005 3 502 3 502 = ÷ + ·
669 2 2005 2 669 2 669 = ÷ + ·
1003 1 2005 1 1003 1 1003 = ÷ + ·
2005 0 2005 0 2005 0 2005 = ÷ + ·
Karena x dan y harus merupakan bilangan asli maka 2005 = x bukan penyusun 2005
karena nilai y yang diperoleh adalah 0. Dengan demikian semua penyusun 2005 adalah 2,
3, 4, 5, 7, 13, 168, 335, 502, 669 dan 1003.

6. Diketahui bentuk n y x = +
2 2
3 , dengan x dan y adalah bilangan-bilangan bulat.
a. Jika 20 < n , bilangan berapa sajakah n tersebut dan diperoleh dari pasangan ( ) y x,
apa saja?
b. Tunjukkan bahwa tidak mungkin menghasilkan 8 3
2 2
= + y x .

Solusi:
a. Masalah ini dapat diselesaikan dengan membuat daftar yang sistematis.

x y
n y x = +
2 2
3
n
0 0
0 0 3 0
2 2
= · +
0
1 0
1 0 3 1
2 2
= · +
1
– 1 0
( ) 1 0 3 1
2 2
= · + ÷
1
0 1
3 1 3 0
2 2
= · +
3
0 – 1
( ) 3 1 3 0
2 2
= ÷ · +
3
2 0
4 0 3 2
2 2
= · +
4
– 2 0
( ) 4 0 3 2
2 2
= · + ÷
4
1 1
4 1 3 1
2 2
= · +
4
– 1 1
( ) ( ) 4 1 3 1
2 2
= · + ÷
4
5
x y
n y x = +
2 2
3
n
– 1 – 1
( ) ( ) 4 1 3 1
2 2
= ÷ · + ÷
4
2 1
7 1 3 2
2 2
= · +
7
– 2 1
( ) 7 1 3 2
2 2
= · + ÷
7
2 – 1
( ) 7 1 3 2
2 2
= ÷ · +
7
– 2 – 1
( ) ( ) 7 1 3 2
2 2
= ÷ · + ÷
7
3 0
9 0 3 3
2 2
= · +
9
– 3 0
( ) 9 0 3 3
2 2
= · + ÷
9
0 – 2
( ) 12 2 3 0
2 2
= ÷ · +
12
0 2
12 2 3 0
2 2
= · +
12
3 – 1
( ) 12 1 3 3
2 2
= ÷ · +
12
3 1
12 1 3 3
2 2
= · +
12
– 3 – 1
( ) ( ) 12 1 3 3
2 2
= ÷ · + ÷
12
– 3 1
( ) 12 1 3 3
2 2
= · + ÷
12
1 2
13 2 3 1
2 2
= · +
13
– 1 2
( ) 13 2 3 1
2 2
= · + ÷
13
1 – 2
( ) 13 2 3 1
2 2
= ÷ · +
13
– 1 – 2
( ) ( ) 13 2 3 1
2 2
= ÷ · + ÷
13
2 2
16 2 3 2
2 2
= · +
16
2 – 2
( ) 16 2 3 2
2 2
= ÷ · +
16
– 2 2
( ) 16 2 3 2
2 2
= · + ÷
16
– 2 – 2
( ) ( ) 16 2 3 2
2 2
= ÷ · + ÷
16
4 0
16 0 3 4
2 2
= · +
16
– 4 0
( ) 16 0 3 4
2 2
= · + ÷
16
4 1
19 1 3 4
2 2
= · +
19
4 – 1
( ) 19 1 3 4
2 2
= ÷ · +
19
– 4 1
( ) 19 1 3 4
2 2
= · + ÷
19
– 4 – 1
( ) ( ) 19 1 3 4
2 2
= ÷ · + ÷
19

b. Karena 8 3
2 2
= + y x maka haruslah 8
2
s x dan 8 3
2
s y . Pertidaksamaan 8
2
s x
hanya mungkin dipenuhi untuk 2 1, 0, , 1 , 2 ÷ ÷ = x , sedangkan pertidaksamaan
8 3
2
s y hanya mungkin dipenuhi untuk 1 0, , 1 ÷ = y . Dari nilai-nilai x dan y yang
memenuhi, diperoleh hasil yang mungkin untuk
2
x adalah 0, 1, 4, sedangkan untuk
2
3y adalah 0, 3.
Dengan demikian nilai maksimal dari
2 2
3y x + adalah 7. Sehingga tidak ada bilangan
bulat x dan y yang dapat memenuhi persamaan 8 3
2 2
= + y x .

7. Diketahui
  
 
angka
N
121
9 9999 999 99 9 + + + + = . Tentukan nilai N.
Solusi:
6

( ) ( ) ( )
0989 11 1111
121 0 11 1111
1 1 1 1 00 0000 1 1000 100 10
1 00 0000 1 1 1000 1 100 1 10
9 9999 999 99 9
angka 118
angka 121
suku 121 angka 121
angka 121
angka 121
  

  

      

  
 
  
 
  
 
=
÷ =
|
|
.
|

\
|
+ + + + ÷
|
|
.
|

\
|
+ + + =
|
|
.
|

\
|
÷ + + ÷ + ÷ + ÷ =
+ + + + = N

Dengan demikian N adalah 0989 11 1111
angka 118
  
 .

Dari ketiga kasus tersebut dapat disimpulkan bahwa (n  1)n(n 3  1) habis dibagi 3 untuk setiap bilangan asli n. Catatan: Untuk membuktikan soal tersebut. Dengan demikian (n  1)n(n 3  1) habis dibagi 2 dan habis dibagi 3. Untuk bilangan real a dan b sebarang. Dalam proses berpikir ini. proses berpikir ini tidak perlu dicantumkan dan cukup ditulis di lembar corat-coret saja (buram). dengan langkah-langkah yang logis menuju ke yang diketahui. Proses berpikir: a2  b2  2a  b   2 a2  b2  2a  2b  2 2 2 a  2a  1  b  2b  1  0 2 2 a  1  b  1  0 Dari proses berpikir tersebut. Untuk pembuktian yang masih sederhana.   3. ternyata langkah buktinya harus dimulai dari a  1  0 2 dan b  1  0 .yang merupakan kelipatan 3. kita bergerak mundur (working backward) dari yang akan dibuktikan. Pada penulisan buktinya. masalah tersebut tidak terlalu mengganggu. Hal ini didasarkan dari sifat kuadrat sebarang bilangan real selalu nonnegatif. a  12  0 2  0 Jumlahkan kedua ketaksamaan maka diperoleh a  12  b  12  0 a 2  2a  1  b 2  2b  1  0 2 2 a b  2a  2b  2 a2  b2  2a  b   2 Terbukti bahwa a 2  b 2  2(a  b)  2 untuk bilangan real a dan b sebarang. Bukti: Ambil a dan b sebarang bilangan real. buktikan bahwa a 2  b 2  2(a  b)  2 . permasalahan yang sering muncul adalah harus dimulai dari mana untuk mengkonstruksikan pembuktiannya. Akan tetapi untuk soal yang lebih kompleks. masalah tersebut akan sangat mengganggu. maka (n  1)n(n 3  1) habis dibagi 6 untuk setiap bilangan asli n. Untuk n  3k  2 diperoleh n  1nn 3  1  3k  13k  2 3k  23  1  3k  13k  227k 3  54k 2  36k  8  1 3k  13k  293k 3  6k 2  4k  1  yang merupakan kelipatan 3. b  12 2 . Hal ini dapat diatasi jika kita mulai dengan terlebih dahulu membuat proses/langkah berpikirnya. Karena 2 dan 3 saling relatif prima (FPB dari 2 dan 3 adalah 1).

200-an. Tentukan semua penyusun 2005. Sebagai contoh. Solusi: Strategi membuat daftar yang sistematis akan digunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Selidiki dan tentukan berapa banyak kombinasi koin yang mungkin dimiliki oleh orang tersebut. kita definisikan a * b  ab  a  b . ternyata koin yang dimilikinya terdiri dari tiga macam koin di antara 4 macam koin yang sekarang masih berlaku (500-an. Bilangan asli x dikatakan penyusun bilangan asli n jika terdapat bilangan asli y yang memenuhi x * y  n . 2 adalah penyusun 6 karena terdapat bilangan asli 4 sehingga 2 * 4  2  4  2  4  8  2  4  6 . 100-an dan 50-an). Seseorang memiliki sejumlah koin senilai 1000 rupiah.4. Untuk setiap pasangan bilangan asli a dan b. Nomor 5. Setelah diperhatikan dengan seksama. Solusi: Misalkan x adalah penyusun 2005. Koin yang Digunakan 500-an 200-an 100-an 50-an 1 1 1 14 2 1 2 12 3 1 3 10 4 1 4 8 5 1 5 6 6 1 6 4 7 1 7 2 8 2 1 10 9 2 2 8 10 2 3 6 11 2 4 4 12 2 5 2 13 3 1 6 14 3 2 4 15 3 3 2 16 4 1 2 17 1 1 8 18 1 2 6 19 1 3 4 20 1 4 2 21 1 1 6 22 1 2 2 23 1 1 3 24 1 2 1 Dengan demikian terdapat 24 kemungkinan kombinasi koin yang dapat dimiliki orang tersebut. Sehingga terdapat bilangan asli y sedemikian hingga 2005  x* y   xy  x  y x  1 y  1  1 3 .

1003 atau 2004 2005. 2004. 168. 5. bilangan berapa sajakah n tersebut dan diperoleh dari pasangan x. 502. 335. 12. dengan x dan y adalah bilangan-bilangan bulat. x 0 1 –1 0 0 2 –2 1 –1 y 0 0 0 1 –1 0 0 1 1 x 2  3y 2  n 02  3  02  0 12  3  0 2  1 0 2  3  12  3 2 n 0 1 1 3 3 4 4 4 4 4  12  3  0 2  1 0 2  3   1  3 22  3  02  4  22  3  0 2  4 12  3  12  4  12  3  12  4 . 4. 3. a. 3. 168. 167. 13. 6. Kita peroleh y   1 untuk masing-masing nilai x. 502. Masalah ini dapat diselesaikan dengan membuat daftar yang sistematis. Selanjutnya kita buat daftar x 1 sebagai berikut: x * y  xy  x  y x y 2 2003 2  2003  2  2003  2005 3 1001 3  1001  3  1001  2005 4 667 4  667  4  667  2005 5 500 5  500  5  500  2005 7 333 7  333  7  333  2005 13 166 13 166  13  166  2005 168 11 168 11  168  11  2005 335 5 335  5  335  5  2005 502 3 502  3  502  3  2005 669 2 669  2  669  2  2005 1003 1 1003 1  1003  1  2005 2005 0 2005  0  2005  0  2005 Karena x dan y harus merupakan bilangan asli maka x  2005 bukan penyusun 2005 karena nilai y yang diperoleh adalah 0. 7. 335. 334. 669. 668. Jika n  20 . 7. 1002. 4.Sebagai akibatnya x  1 y  1  2004  2 2  3  167 Faktor-faktor dari 2 2  3  167 adalah 1. Dengan demikian semua penyusun 2005 adalah 2. 501. 5. Dengan demikian x  1 harus bernilai salah satu dari keduabelas faktor tersebut. Diketahui bentuk x 2  3 y 2  n . Solusi: a. Sehingga nilai x adalah salah satu dari 2. 669 dan 1003. 13. y  apa saja? b. 3. 2. Tunjukkan bahwa tidak mungkin menghasilkan x 2  3 y 2  8 . 6. 4.

Dari nilai-nilai x dan y yang memenuhi. 1.     121angka Solusi: 5 .x –1 2 –2 2 –2 3 –3 0 0 3 3 –3 –3 1 –1 1 –1 2 2 –2 –2 4 –4 4 4 –4 –4 y –1 1 1 –1 –1 0 0 –2 2 –1 1 –1 1 2 2 –2 –2 2 –2 2 –2 0 0 1 –1 1 –1 2 x 2  3y 2  n n 4 7 7 7 7 9 9 12 12 12 12 12 12 13 13 13 13 16 16 16 16 16 16 19 19 19 19  12  3   12  4  22  3 12  7 2 2 2  3   1  7  22  3   12  7 2  3 1  7 2  32  3  0 2  9 2 0 2  3   2  12 32  3   1  12 32  3  12  12 2 32  3  0 2  9 0 2  3  2 2  12  32  3   12  12  32  3 12  12  12  3  2 2  13 2 12  3   2  13  12  3   22  13 2 2  3   2  16  22  3  2 2  16  22  3  22  16 4 2  3  0 2  16 2 12  3  2 2  13 2 2  3  2 2  16  42  3  0 2  16 4 2  3  12  19 2 4 2  3   1  19  42  3 12  19  42  3   12  19 b. 2 . Sehingga tidak ada bilangan bulat x dan y yang dapat memenuhi persamaan x 2  3 y 2  8 . 4. 3. Diketahui N  9  99  999    99999 . Karena x 2  3 y 2  8 maka haruslah x 2  8 dan 3 y 2  8 . sedangkan pertidaksamaan 3 y 2  8 hanya mungkin dipenuhi untuk y  1. 0.  1. 1 . sedangkan untuk 3y 2 adalah 0. diperoleh hasil yang mungkin untuk x 2 adalah 0. Pertidaksamaan x 2  8 hanya mungkin dipenuhi untuk x  2. 0. 7. 1. Dengan demikian nilai maksimal dari x 2  3y 2 adalah 7. Tentukan nilai N.

   11 118angka 6 .N   9  99  999    9999 9     121angka  121angka       10  100  1000  10000   1  1  1        1     00  121suku  121angka     1111 0  121    11  121angka 10  1  100  1  1000  1    10000  1  00       1111 0989    11 118angka Dengan demikian N adalah 1111 0989 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.