P. 1
Cara Mendirikan Bank Syariah

Cara Mendirikan Bank Syariah

|Views: 2,524|Likes:
Published by ErniesScribd

More info:

Published by: ErniesScribd on May 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2015

pdf

text

original

Cara Mendirikan Bank Syariah

Bagaimana cara seseorang ingin mendirikan bank syariah? Persyaratannya apa saja? Harus mendaftar kemana? Terima kasih atas jawabannya. Ijar , Uje center Jakarta Pusat Jawaban Saudara Ijar yang budiman, Ada�tiga bentuk bank syariah yakni Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah atau Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Anda dapat mendirikan Bank Umum Syariah atau Bank Perkreditan Syariah. Sementara Unit Usaha Syariah adalah unit usaha yang dimiliki oleh Bank umum Konvensional. Beberapa persyaratan pendirian Bank Umum Syariah antara lain: 1. Kepemilikan dapat dimiliki oleh pihak domestik atau pihak asing. 2. Berbadan hukum Indonesia, dan harus dimiliki sedikitnya oleh�dua pihak yang terdiri dari warga negara Indonesia (WNI) atau badan hukum Indonesia (BHI), atau warga Negara asing/badan hukum asing dengan WNI/BHI secara kemitraan. 3. Modal disetor minimum Rp. 1 triliun (setara dengan US$ 110 juta). 4. Bank didirikan dengan izin/persetujuan Bank Indonesia (BI) melalui proses persetujuan izin prinsip dan izin usaha. Persyaratan umum Pendirian Bank Perkreditan Syariah antara lain: 1. Pendiri harus Warga Negara Indonesia (WNI); atau badan hukum Indonesia yang seluruh kepemilikannya oleh WNI; atau Pemerintah Daerah; atau dua pihak atau lebih WNI/BHI WNI/Pemda. 2. Modal disetor sebesar Rp2 milyar untuk BPRS yang didirikan di Wilayah DKI Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi dan Karawang. Modal sebesar Rp1 miliar untuk BPRS yang didirikan di wilayah ibukota propinsi. Serta modal sebesar Rp.500 untuk BPRS yang didirikan di luar wilayah tersebut. Modal disetor yang digunakan untuk modal kerja sekurang-kurangnya sebesar 50 persen. 3. Dana modal tidak berasal dari pinjaman atau fasilitas pembiayaan dalam bentuk apapun dari bank dan atau pihak lain di Indonesia dan tidak berasal dari hasil kegiatan yang melanggar hukum. 4. Bank didirikan dengan izin/persetujuan Bank Indonesia melalui proses Ijin Prinsip dan Ijin Usaha. Disamping persyaratan-persyaratan tersebut, pendirian bank memerlukan beberapa persyaratan lain seperti studi kelayakan usaha, kesiapan system operational procedure (SOP), Teknologi Informasi, serta sejumlah dokumen administrasi lainnya.

Selengkapnya mengenai pendirian bank syariah dapat Saudara baca Undang-Undang� No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan. . dan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang perbankan syariah. semoga Allah senantiasa memberkahi kita. Amien. Terima kasih atas tanggapannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->