LI 1. Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makro dan Mikro Sistem Pernafasan Bawah LO 1.

1 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Makro Sistem Pernafasan Bawah

1

LO 1.2 Memahami dan Menjelaskan Anatomi Mikro Sistem Pernafasan Bawah Trakea Permukaan trakea dilapisi oleh epitel respirasi. Terdapat kelenjar serosa pada lamina propria dan tulang rawan hialin berbentuk C (tapal kuda), yang mana ujung bebasnya berada di bagian posterior trakea. Cairan mukosa yang dihasilkan oleh sel goblet dan sel kelenjar membentuk lapisan yang memungkinkan pergerakan silia untuk mendorong partikel asing. Sedangkan tulang rawan hialin berfungsi untuk menjaga lumen trakea tetap terbuka. Pada ujung terbuka (ujung bebas) tulang rawan hialin yang berbentuk tapal kuda tersebut terdapat ligamentum fibroelastis dan berkas otot polos yang memungkinkan pengaturan lumen dan mencegah distensi berlebihan. Bronkus Mukosa bronkus secara struktural mirip dengan mukosa trakea, dengan lamina propria yang mengandung kelenjar serosa , serat elastin, limfosit dan sel otot polos. Tulang rawan pada bronkus lebih tidak teratur dibandingkan pada trakea; pada bagian bronkus yang lebih besar, cincin tulang rawan mengelilingi seluruh lumen, dan sejalan dengan mengecilnya garis tengah bronkus, cincin tulang rawan digantikan oleh pulau-pulau tulang rawan hialin. Bronkiolus Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan dan kelenjar pada mukosanya. Lamina propria mengandung otot polos dan serat elastin. Pada segmen awal hanya terdapat sebaran sel goblet dalam epitel. Pada bronkiolus yang lebih besar, epitelnya adalah epitel bertingkat silindris bersilia, yang makin memendek dan makin sederhana sampai menjadi epitel selapis silindris bersilia atau selapis kuboid pada bronkiolus terminalis yang lebih kecil. Terdapat sel Clara pada epitel bronkiolus terminalis, yaitu sel tidak bersilia yang memiliki granul sekretori dan mensekresikan protein yang bersifat protektif. Terdapat juga badan neuroepitel yang kemungkinan berfungsi sebagai kemoreseptor. Bronkiolus respiratorius Mukosa bronkiolus respiratorius secara struktural identik dengan mukosa bronkiolus terminalis, kecuali dindingnya yang diselingi dengan banyak alveolus. Bagian bronkiolus respiratorius dilapisi oleh epitel kuboid bersilia dan sel Clara, tetapi pada tepi muara alveolus, epitel bronkiolus menyatu dengan sel alveolus tipe 1. Semakin ke distal alveolusnya semakin bertambah banyak dan silia semakin jarang/tidak dijumpai. Terdapat otot polos dan jaringan ikat elastis di bawah epitel bronkiolus respiratorius.

2

Terdapat anyaman sel otot polos pada lamina proprianya. juga melindungi organ lembut. yaitu : 1. Zona Konduksi Zona konduksi berperan sebagai saluran tempat lewatnya udara pernapasan. penghisapan ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi. yang semakin sedikit pada segmen distal duktus alveolaris dan digantikan oleh serat elastin dan kolagen. Sisa respirasi berperan untuk menukar udara ke permukaan dalam paru-paru. LI 2 Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Sistem Pernafasan Pernafasan atau respirasi adalah menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen kedalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Septum interalveolar memisahkan dua alveolus yang berdekatan. serta bronkioli terminalis. faring. Secara fungsional (faal) saluran pernafasan dapat dibagi menjadi dua bagian. bronkus. matriks dan sel jaringan ikat. Zona konduksi terdiri dari hidung. serta membersihkan. mencegah terjadinya pengembangan secara berlebihan dan pengrusakan pada kapiler-kapiler halus dan septa alveolar yang tipis. Udara masuk dan menetap dalam sistem pernafasan dan masuk dalam pernafasan otot sehingga trakea dapat melakukan penyaringan.Duktus alveolaris Semakin ke distal dari bronkiolus respiratorius maka semakin banyak terdapat muara alveolus. septum tersebut terdiri atas 2 lapis epitel gepeng tipis dengan kapiler. serat elastin. Pleura Pleura merupakan lapisan yang memisahkan antara paru dan dinding toraks. Pleura terdiri atas dua lapisan: pars parietal dan pars viseral. berkontraksi secara pasif pada waktu ekspirasi secara normal. Adanya serat elastin dan retikulin yang mengelilingi muara atrium. 3 . hingga seluruhnya berupa muara alveolus yang disebut sebagai duktus alveolaris. retikulin. Alveolus Alveolus merupakan struktur berongga tempat pertukaran gas oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. penghangatan dan melembabkan udara yang masuk. fibroblas. trakea. sakus alveolaris dan alveoli memungkinkan alveolus mengembang sewaktu inspirasi. Duktus alveolaris bermuara ke atrium yang berhubungan dengan sakus alveolaris. melembabkan dan menyamakan suhu udara pernapasan dengan suhu tubuh. Kedua lapisan terdiri dari sel-sel mesotel yang berada di atas serat kolagen dan elastin. Disamping itu zona konduksi juga berperan pada proses pembentukan suara.

Adapun fungsi pernapasan. yaitu : 1. 2. dan struktur yang berhubungan. b. Bronkioli mempunyai silia dan zat mucus sehingga berfungsi sebagai pembersih udara. Akan tetapi mulai bronki sekunder. kemudian dibawa oleh lapisan mukosa dan selanjutnya dibuang. Pada bronkioli terminalis struktur tulang rawan menghilang dan saluran udara pada daerah ini hanya dilingkari oleh otot polos. Fungsi pembersih udara ini juga ditunjang oleh konka nasalis yang menimbulkan turbulensi aliran udara sehingga dapat mengendapkan partikel-partikel dari udara yang seterusnya akan diikat oleh zat mucus. Pada bagian akhir dari bronki. perubahan struktur mulai terjadi. Bronki atau bronkioli Struktur bronki primer masih serupa dengan struktur trakea. Trakea dapat juga dijuluki sebagai eskalator-muko-siliaris karena silia pada trakea dapat mendorong benda asing yang terikat zat mucus kearah faring yang kemudian dapat ditelan atau dikeluarkan. Mengambil oksigen yang kemudian dibawa oleh darah keseluruh tubuh (sel-selnya) untuk mengadakan pembakaran 4 . Pertukaran gas antara udara dan darah terjadi dalam alveoli. Selain struktur diatas terdapat pula struktur yang lain. Bahan-bahan debris di alveoli ditangkap oleh sel makrofag yang terdapat pada alveoli. Sistem pernafasan memiliki sistem pertahanan tersendiri dalam melawan setiap bahan yang masuk yang dapat merusak. seperti bulu-bulu pada pintu masuk yang penting untuk menyaring partikel-partikel yang masuk.a. Faring terbagi atas tiga bagian yaitu nasofaring. zat mucus serta silia yang bergerak kearah faring berperan sebagai system pembersih pada hidung. orofaring. Faring Faring merupakan bagian kedua dan terakhir dari saluran pernapasan bagian atas. Hidung Rambut. c. Struktur semacam ini menyebabkan bronkioli lebih rentan terhadap penyimpatan yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor. d. Trakea Trakea berarti pipa udara. Silia dapat dirusak oleh bahan-bahan beracun yang terkandung dalam asap rokok. System turbulensi udara ini dapat mengendapkan partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari 4 mikron. serta laringofaring. cincin tulang rawan yang utuh berubah menjadi lempengan-lempengan. Zona Respiratorik Zona respiratorik terdiri dari alveoli.

Hal yang sama juga berlaku untuk gas dan uap yang dihirup.2. Proses ini disebut pernapasan dalam 5. dan tergantung pada difusi oksigen dari alveoli ke dalam darah kapiler dinding alveoli. Proses ini terdiri dari inspirasi (masuknya udara ke paru-paru) dan ekspirasi (keluarnya udara dari paru-paru). Ventilasi Ventilasi merupakan proses pertukaran udara antara atmosfer dengan alveoli. Pada saat inspirasi terjadi kontraksi dari otot-otot insiprasi (muskulus interkostalis eksternus dan diafragma)sehingga terjadi elevasi dari tulang-tulang kostae dan menyebabkan peningkatan volume cavum thorax (rongga dada). Perubahan tekanan intrapulmonal tersebut disebabkan karena perubahan volume thorax akibat kerja dari otot-otot pernafasan dan diafragma. secara bersamaan paru-paru juga akan ikut mengembang sehingga tekanan intra pulmonal menurun dan udara terhirup ke dalam paru-paru. yaitu pergerakan udara ke dalam dan keluar paru 2. yaitu 1. 5 . Paru-paru merupakan jalur masuk terpenting dari bahan-bahan berbahaya lewat udara pada paparan kerja. Ventilasi. Sebaliknya pada saat ekspirasi tekanan intrapulmonal menjadi lebih tinggi dari atmosfer sehingga udara akan tertiup keluar dari paru-paru. Proses ini disebut pernapasan luar 3. Pertukaran gas di dalam alveoli dan darah. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dan udara berlangsung di alveolus paruparu. Proses dari sistem pernapasan atau sistem respirasi berlangsung beberapa tahap. kemudian dibawa oleh darah ke paru-paru untuk dibuang (karena tidak berguna lagi oleh tubuh) 3. Mengeluarkan karbon dioksida yang terjadi sebagai sisa dari pembakaran. Pertukaran tersebut diatur oleh kecepatan dan di dalamnya aliran udara timbal balik (pernapasan). Transportasi gas melalui darah 4. Pertukaran gas antara darah dengan sel-sel jaringan. Ventilasi terjadi karena adanya perubahan tekanan intra pulmonal. pada saat inspirasi tekanan intra pulmonal lebih rendah dari tekanan atmosfer sehingga udara dari atmosfer akan terhisap ke dalam paru-paru. Metabolisme penggunaan O2 di dalam sel serta pembuatan CO2 yang disebut juga pernapasan seluler. Melembabkan udara.

Ekspirasi merupakan proses yang pasif dimana setelah terjadi pengembangan cavum thorax akibat kerja otot-otot inspirasi maka setelah otot-otot tersebut relaksasi maka terjadilah ekspirasi. Area inspirasi dan area ekspirasi ini terdapat 6 . hal ini dimungkinkan karena kerja dari otot-otot tambahan isnpirasi yaitu muskulus sternokleidomastoideus dan muskulus skalenus. Kerja dari otot-otot pernafasan disebabkan karena adanya perintah dari pusat pernafasan (medula oblongata) pada otak. Eksitasi neuron-neuron inspirasi akan dilanjutkan dengan eksitasi pada neuronneuron ekspirasi serta inhibisi terhadap neuron-neuron inspirasi sehingga terjadilah peristiwa inspirasi yang diikuti dengan peristiwa ekspirasi. kitapun masih bisa menghembuskan nafas dalamdalam karena adanya kerja dari otot-otot ekspirasi yaitu muskulus interkostalis internus dan muskulus abdominis.Setelah inspirasi normal biasanya kita masih bisa menghirup udara dalam-dalam (menarik nafas dalam). Medula oblongata terdiri dari sekelompok neuron inspirasi dan ekspirasi. Tetapi setelah ekspirasi normal.

5 mikron. Sedangkan RV (volume sisa) adalah volume udara yang masih tersisa dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat. Proses pertukaran gas tersebut terjadi karena perbedaan tekanan parsial oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru. Dalam paru2 terdapat sekitar 300 juta alveoli dan bila dibentangkan dindingnya maka luasnya mencapai 70 m2 pada orang dewasa normal. Energi yang diperlukan untuk ventilasi adalah 2 – 3% energi total yang dibentuk oleh tubuh.pada daerah berirama medula (medulla rithmicity) yang menyebabkan irama pernafasan berjalan teratur dengan perbandingan 2 : 3 (inspirasi : ekspirasi). Pusat pernafasan Fleksibilitas paru sangat penting dalam proses ventilasi. Kebutuhan energi ini akan meningkat saat olah raga berat. 7 . Ventilasi dipengaruhi oleh : 1. ERV (volume cadangan ekspirasi) adalah volume udara yang masih bisa diekshalasi setelah ekspirasi normal. Surfaktan merupakan campuran lipoprotein yang dikeluarkan sel sekretori alveoli pada bagian epitel alveolus dan berfungsi menurunkan tegangan permukaan alveolus yang disebabkan karena daya tarik menarik molekul air & mencegah kolaps alveoli dengan cara membentuk lapisan monomolekuler antara lapisan cairan dan udara. Difusi Difusi dalam respirasi merupakan proses pertukaran gas antara alveoli dengan darah pada kapiler paru. Difusi terjadi melalui membran respirasi yang merupakan dinding alveolus yang sangat tipis dengan ketebalan rata-rata 0. Fleksibilitas paru dijaga oleh surfaktan. Proses difusi terjadi karena perbedaan tekanan. Daya recoil & complience (kembang kempis) dari paru-paru 4. Di dalamnya terdapat jalinan kapiler yang sangat banyak dengan diameter 8 angstrom. gas berdifusi dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. bisa mencapai 25 kali lipat. Saat inspirasi maka oksigen akan masuk ke dalam kapiler paru dan saat ekspirasi karbondioksida akan dilepaskan kapiler paru ke alveoli untuk dibuang ke atmosfer. Saat terjadi ventilasi maka volume udara yang keluar masuk antara atmosfer dan paru-paru dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Volume tidal adalah volume udara yang diinspirasi dan diekspirasi dalam pernafasan normal. Kadar oksigen pada atmosfer 2. Saat difusi terjadi pertukaran gas antara oksigen dan karbondioksida secara simultan. Kebersihan jalan nafas 3. IRV (volume cadangan inspirasi) adalah volume udara yang masih bisa dihirup paruparu setelah inspirasi normal. Salah satu ukuran difusi adalah tekanan parsial.

Saat bekerja meningkat menjadi 1200-1500 ml/menit. Difusi gas pada sel/jaringan terjadi karena tekanan parsial oksigen (PO2) intrasel selalu lebih rendah dari PO2 kapiler karena O2 dalam sel selalu digunakan oleh sel. Difusi dipengaruhi oleh : 1. berubah-ubah dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya adalah aktivitas. Saat aktivitas meningkat maka kapasitas difusi ini juga meningkat karena jumlah kapiler aktif meningkat disertai dDilatasi kapiler yang menyebabkan luas permukaan membran difusi meningkat. 23 – 30% berikatan dengan Hb(HbCO2/karbaminahaemoglobin) dan 65 – 70% dalam bentuk HCO3 (ion bikarbonat). 5 ml oksigen ditransportasikan oleh 100 ml darah setiap menit. Jumlah eritrosit 3. Sebaliknya tekanan parsial karbondioksida (PCO2) intrasel selalu lebih tinggi karena CO2 selalu diproduksi oleh sel sebagai sisa metabolisme. Hematokrit darah Setelah transportasi maka terjadilah difusi gas pada sel/jaringan.5% Oksigen ditransportasikan dengan cara berikatan dengan Hb (HbO2/oksihaemoglobin. Kapasitas difusi oksigen dalam keadaan istirahat sekitar 230 ml/menit.) sisanya larut dalam plasma.Volume gas yang berdifusi melalui membran respirasi per menit untuk setiap perbedaan tekanan sebesar 1 mmHg disebut dengan kapasitas difusi. Transportasi Setelah difusi maka selanjutnya terjadi proses transportasi oksigen ke sel-sel yang membutuhkan melalui darah dan pengangkutan karbondioksida sebagai sisa metabolisme ke kapiler paru. Aktivitas 4. Ketebalan membran respirasi 2. Jika curah jantung 5000 ml/menit maka jumlah oksigen yang diberikan ke jaringan sekitar 250 ml/menit. Saat aktivitas meningkat maka kebutuhan oksigen akan 8 . Regulasi Kebutuhan oksigen tubuh bersifat dinamis. Luas permukaan membran respirasi 4. Transportasi gas dipengaruhi oleh : 1. Sekitar 5. Sekitar 97 – 98. Perbedaan tekanan parsial 5. Cardiac Output 2. Kapasitas difusi karbondioksida saat istirahat adalah 400-450 ml/menit. Saat olah raga berat dapat meningkat 15 – 20 kali lipat. Koefisien difusi 3. Saat istirahat.7 % karbondioksida larut dalam plasma.

Stimulasi neuron inspirasi menyebabkan osilasi pada sirkuit inspirasi selama 2” dan inhibisi pada neuron ekspirasi kemudian terjadi kelelahan sehingga berhenti. Daerah berirama medula terdiri dari area inspirasi dan ekspirasi.meningkat sehingga kerja sistem respirasi juga meningkat. arkus aorta dan arteri karotis. nyeri. Faktor lain : tekanan darah. Korteks serebri yang dapat mempengaruhi pola respirasi. suhu. Pusat nafas terdiri dari daerah berirama medulla (medulla rithmicity) dan pons. 4. aktivitas spinkter ani dan iritasi saluran nafas. 3. Refleks Heuring Breur : menjaga pengembangan dan pengempisan paru agar optimal. CO2 dan H+ di aorta. emosi. Setelah itu terjadi kelelahan dan berhenti dan terus menerus terjadi sehingga tercipta pernafasan yang ritmis. Sedangkan pons terdiri dari pneumotaxic area dan apneustic area. Pneumotaxic area menginhibisi sirkuit inspirasi dan meningkatkan irama respirasi. 2. 5. Zat-zat kimiawi : dalam tubuh terdapat kemoresptor yang sensitif terhadap perubahan konsentrasi O2. Sedangkan apneustic area mengeksitasi sirkuit inspirasi. Pengaturan respirasi dipengaruhi oleh : 1. 9 . Setelah inhibisi hilang kemudian sirkuit ekspirasi berosilasi selama 3” dan terjadi inhibisi pada sirkuit inspirasi. Daerah berirama medula mempertahankan irama nafas I : E = 2” : 3”. Mekanisme adaptasi sistem respirasi terhadap perubahan kebutuhan oksigen tubuh sangat penting untuk menjaga homeostastis dengan mekanisme sebagai berikut : Sistem respirasi diatur oleh pusat pernafasan pada otak yaitu medula oblongata. Gerakan : perubahan gerakan diterima oleh proprioseptor.

Tuberkulosis ekstra paru. alat kelamin. VC = VT + IRV + ERV (seharusnya 80% TLC). Tuberkulosis paru. Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan (parenkim) paru. Sebagian besar kuman TB menyerang paru. d. kulit. Volume residu (RV) = jumlah gas yang tersisa di paru-paru setelah menghembuskan nafas secara maksimal atau ekspirasi paksa. kelenjar lymfe. persendian. Volume tidal (VT) = jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan setiap kali bernafas pada saat istirahat. misalnya pleura. tidak termasuk pleura (selaput paru) dan kelenjar pada hilus. TLC= VT + IRV + ERV + RV. Sekurang-kurangnya 2 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif. tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. selaput otak. tulang. Kapasitas total paru-paru (TLC) = yaitu jumlah total udara yang dapat dimasukkan ke dalam paru-paru setelah inspirasi maksimal. Volume cadangan ekspirasi (ERV) = jumlah udara yang dapat diekspirasi secara paksa sesudah ekspirasi volume tidak normal. h. Kapasitas inspirasi (IC) = jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasi setelah ekspirasi normal. ginjal. Besarnya adalah 6000 ml. c. Kapasitas residu fungsional (FRC) = jumlah gas yang tertinggal di paru-paru setelah ekspirasi volume tidak normal. selaput jantung (pericardium). b. e. 2. Besarnya berkisar 2400 ml. f. FRC = ERV + RV. Volume tidal normal bagi 350-400 ml.1 Memahami dan Menjelaskan Definisi Tuberkulosis Paru Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Besarnya adalah 4800 ml. IC = VT + IRT. LI 3 Memahami dan Menjelaskan Tuberkulosis Paru LO 3. Volume cadangan inspirasi (IRV) = jumlah udara yang dapat diinspirasi secara paksa sesudah inspirasi volume tidak normal. a. saluran kencing. Tuberkulosis paru BTA positif. g.2 Memahami dan Menjelaskan Klasifikasi Tuberkulosis Paru Klasifikasi berdasarkan organ tubuh yang terkena: 1. 10 . dan lain-lain. Klasifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan dahak mikroskopis. Tuberkulosis yang menyerang organ tubuh lain selain paru.Volume statis paru-paru a. yaitu pada TB Paru: 1. Kapasitas vital (VC) = jumlah gas yang dapat diekspirasi setelah inspirasi secara maksimal. usus. LO 3. Nilai normalnya adalah 1200 ml. Nilai normalnya sekitar 3600 ml.

pleuritis eksudativa bilateral. Kasus setelah putus berobat (Default ) : Adalah pasien yang telah berobat dan putus berobat 2 bulan atau lebih dengan BTA positif. 11 . 1 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan foto toraks dada menunjukkan gambaran tuberkulosis. peritonitis. misalnya: TB kelenjar limfe. Kasus baru : Adalah pasien yang belum pernah diobati dengan OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang dari satu bulan (4 minggu). c. perikarditis. Tuberkulosis paru BTA negatif Kasus yang tidak memenuhi definisi pada TB paru BTA positif. TB saluran kemih dan alat kelamin. TB ekstra-paru berat. TB tulang belakang. TB usus. 1 atau lebih spesimen dahak hasilnya positif setelah 3 spesimen dahak SPS pada pemeriksaan sebelumnya hasilnya BTA negatif dan tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotika non OAT. TB ekstra paru ringan. b. 1 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif dan biakan kuman TB positif. d. 2. tulang (kecuali tulang belakang). pleuritis eksudativa unilateral. Paling tidak 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA negatif b. TB ekstra-paru dibagi berdasarkan pada tingkat keparahan penyakitnya. Ditentukan (dipertimbangkan) oleh dokter untuk diberi pengobatan. Klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan penyakit 1. dan atau keadaan umum pasien buruk. 3. Kasus kambuh (Relaps) : Adalah pasien tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. d. Ada beberapa tipe pasien yaitu: 1. sendi. Foto toraks abnormal menunjukkan gambaran tuberkulosis. yaitu bentuk berat dan ringan. didiagnosis kembali dengan BTA positif (apusan atau kultur). milier. yaitu: a. Kriteria diagnostik TB paru BTA negatif harus meliputi: a. Tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotika non OAT. TB paru BTA negatif foto toraks positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya. Bentuk berat bila gambaran foto toraks memperlihatkan gambaran kerusakan paru yang luas (misalnya proses “far advanced”). misalnya: meningitis. c. 2. dan kelenjar adrenal. 2.b. Tipe Pasien Tipe pasien ditentukan berdasarkan riwayat pengobatan sebelumnya.

Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak. Risiko penularan 1. yaitu pasien dengan hasil pemeriksaan masih BTA positif setelah selesai pengobatan ulangan. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama.3 Memahami dan Menjelaskan Etiologi Tuberkulosis Paru Cara penularan 1. ARTI di Indonesia bervariasi antara 1-3%. pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). 6. Infeksi TB dibuktikan dengan perubahan reaksi tuberkulin negatif menjadi positif. makin menular pasien tersebut. ARTI sebesar 1%. Dalam kelompok ini termasuk Kasus Kronik. 3. Pasien TB paru dengan BTA positif memberikan kemungkinan risiko penularan lebih besar dari pasien TB paru dengan BTA negatif. 4. sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. 3. Risiko penularan setiap tahunnya di tunjukkan dengan Annual Risk of Tuberculosis Infection (ARTI) yaitu proporsi penduduk yang berisiko terinfeksi TB selama satu tahun. Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit TB. Kasus Pindahan (Transfer In) : Adalah pasien yang dipindahkan dari UPK yang memiliki register TB lain untuk melanjutkan pengobatannya. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab. 12 . Kasus lain : Adalah semua kasus yang tidak memenuhi ketentuan diatas. 5. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan. 2. Risiko menjadi sakit TB 1. Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif. Sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak. berarti 10 (sepuluh) orang diantara 1000 penduduk terinfeksi setiap tahun.4. 5. Risiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak. LO 3. 2. Kasus setelah gagal (failure) : Adalah pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima atau lebih selama pengobatan. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut. Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya. Pada waktu batuk atau bersin.

Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB didunia. Demikian juga. kematian wanita akibat TB lebihbanyak dari pada kematian karena kehamilan. persalinan dan nifas.5 Memahami dan Menjelaskan Patogenesis Tuberkulosis Paru Paru merupakan port d’entrée lebih dari 98% kasus infeksi TB. diperkirakan ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (Cellular immunity). Selain merugikan secara ekonomis. LO 3. Makrofag alveolus akan menfagosit kuman TB dan biasanya sanggup menghancurkan sebagian besar kuman TB. kuman TB dalam percik renik (droplet nuclei) yang terhirup. 3. Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan rumah tangganya sekitar 20 – 30%. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah. Kuman TB dalam makrofag yang terus berkembang biak. Masuknya kuman TB ini akan segera diatasi oleh mekanisme imunologisnon spesifik. Dengan ARTI 1%. Karena ukurannya yang sangat kecil. diperkirakan diantara 100. akhirnya akan membentuk koloni ditempat tersebut. maka jumlah pasien TB akan meningkat. LO 3. sehingga jika terjadi infeksi oportunistik. 4. seperti tuberkulosis. maka akan kehilangan pendapatannya sekitar 15 tahun. Pada tahun 1995. dapat mencapai alveolus. Diperkirakan seorang pasien TB dewasa.000 penduduk rata-rata terjadi 1000 terinfeksi TB dan 10% diantaranya (100 orang) akan menjadi sakit TB setiap tahun. maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. TB juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial – stigma bahkan dikucilkan oleh masyarakat. Akan tetapi.2.terjadi pada negara-negara berkembang. dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula. akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan. HIV merupakan faktor risiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB. Jika ia meninggal akibat TB. diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk).4 Memahami dan Menjelaskan Epidemiologi Tuberkulosis Paru Diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis. makrofagtidak mampu menghancurkan kuman TB dan kuman akan bereplikasi dalam makrofag. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat. pada sebagian kecil kasus. Sekitar 50 diantaranya adalah pasien TB BTA positif. Lokasi pertama koloni kuman TB di jaringan paru disebut Fokus 13 .

Kuman TB dapat tetap hidup dan menetap selama bertahun-tahun dalam kelenjar ini. Fokus primer di paru dapat membesar dan menyebabkan pneumonitis atau pleuritis fokal. Komplikasi yang terjadi dapat disebabkan oleh fokus paru atau di kelenjar limfe regional. Selama masa inkubasi. Namun. Setelah imunitas seluler terbentuk. bagian tengah lesi akan mencair dan keluar melalui bronkus sehingga meninggalkan rongga di jaringan paru (kavitas). kelenjar limfe yang akan terlibat adalah kelenjar limfe parahilus. infeksi TB primer dinyatakan telah terjadi. proliferasi kuman TB terhenti. kuman umbuh hingga mencapai jumlah 103-104. begitu sistem imun seluler berkembang.Penyebaran ini menyebabkan terjadinya inflamasi di saluran limfe (limfangitis) dan dikelenjar limfe (limfadenitis) yang terkena. yaitu kelenjar limfe yang mempunyai saluran limfe ke lokasi fokus primer. kuman TB baru yang masuk ke dalam alveoli akan segera dimusnahkan. sedangkan jika fokus primer terletak di apeks paru. Pada sebagian besar individu dengan sistem imun yang berfungsi baik. Selama berminggu-minggu awal proses infeksi. Kelenjar limfe hilus atau paratrakea yang 14 . Hal tersebut ditandai oleh terbentuknya hipersensitivitas erhadap tuberkuloprotein. Masa inkubasi TB biasanya berlangsung dalam waktu 48 minggu dengan rentang waktu antara 2-12 minggu. sejumlah kecil kuman TB dapat tetap hidup dalam granuloma. Kompleks primer dapat juga mengalami komplikasi. kelenjar limfe regional yang membesar (limfadenitis) dan saluran limfe yang meradang (limfangitis). Setelah kompleks primer terbentuk. Bila imunitas seluler telah terbentuk. Kompleks primer merupakan gabungan antara fokus primer. imunitas seluler tubuh terhadap TB telah terbentuk.Primer GOHN. uji tuberkulin masih negatif. Dalam masa inkubasi tersebut. Kelenjar limfe regional juga akan mengalami fibrosis dan enkapsulasi. Jika fokus primer terletak di lobus paru bawah atau tengah.Waktu yang diperlukan sejak masuknya kuman TB hingga terbentuknya kompleks primer secara lengkap disebut sebagai masa inkubasi TB. yaitu jumlah yang cukup untuk merangsang respons imunitas seluler. yaitu timbulnya respons positif terhadap uji tuberkulin. terjadi pertumbuhan logaritmik kumanTB sehingga jaringan tubuh yang awalnya belum tersensitisasi terhadap tuberkulin. tetapi penyembuhannya biasanya tidak sesempurna fokus primer di jaringan paru. Pada saat terbentuknya kompleks primer inilah. yang akan terlibat adalah kelenjar paratrakeal. Dari fokus primer. kuman TB menyebar melalui saluran limfe menuju kelenjar limfe regional.mengalami perkembangan sensitivitas. fokus primer di jaringan paru biasanya mengalami resolusi secara sempurna membentuk fibrosis atau kalsifikasi setelah mengalami nekrosis perkijuan dan enkapsulasi. Jika terjadi nekrosis perkijuan yang berat.

dan parusendiri. fokus TB ini dapat mengalami reaktivasi dan menjadi penyakit TB di organ terkait.mulanya berukuran normal saat awal infeksi. Kuman TB kemudian akan mencapai berbagai organ di seluruh tubuh. Bronkus dapat terganggu. sehingga menyebabkan TB endobronkial atau membentuk fistula. terutama apeks paru atau lobus atas paru. Melalui cara ini. Pada bentuk ini. TB diseminata ini timbul dalam waktu 2-6 bulan setelah terjadi infeksi. Di berbagai lokasi tersebut. Selama masa inkubasi. 15 . bila daya tahan tubuh pejamu menurun. Organ yang biasanya ditujuadalah organ yang mempunyai vaskularisasi baik. kuman TB masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Obstruksi parsial pada bronkus akibat tekanan eksternaldapat menyebabkan ateletaksis. kuman tetap hidup dalam bentuk dorman. Massa kiju dapat menimbulkan obstruksi komplit padabronkus sehingga menyebabkan gabungan pneumonitis dan ateletaksis. misalnya otak. Fokus potensial di apkes paru disebut sebagai Fokus SIMON. Penyebaran hamatogen yang paling sering terjadi adalah dalam bentuk penyebaranhematogenik tersamar (occult hamatogenic spread). misalnya pada balita. dan lain-lain. Bentuk penyebaran hamatogen yang lain adalah penyebaran hematogenik generalisata akut ( acute generalized hematogenic spread). Hal ini dapat menyebabkan timbulnya manifestasi klinis penyakit TB secara akut. Di dalam koloni yang sempat terbentuk dan kemudian dibatasi pertumbuhannya olehimunitas seluler. Timbulnya penyakitbergantung pada jumlah dan virulensi kuman TB yang beredar serta frekuensi berulangnyapenyebaran. kuman TB menyebar secara sporadik dan sedikit demi sedikit sehingga tidak menimbulkan gejala klinis. yang sering disebutsebagai lesi segmental kolaps-konsolidasi. akan membesar karena reaksi inflamasi yang berlanjut. Adanya penyebaran hematogen inilah yang menyebabkan TB disebut sebagai penyakit sistemik. Tuberkulosis diseminata terjadi karena tidak adekuatnya sistem imun pejamu(host) dalam mengatasi infeksi TB. TB tulang. yang disebut TB diseminata. tulang. kuman TB akanbereplikasi dan membentuk koloni kuman sebelum terbentuk imunitas seluler yang akanmembatasi pertumbuhannya. Pada penyebaran limfogen. misalnya meningitis. Kelenjar yang mengalami inflamasi dan nekrosis perkijuandapat merusak dan menimbulkan erosi dinding bronkus. sebelum terbentuknya imunitas seluler. kuman menyebar ke kelenjar limfe regional membentuk kompleks primer. Fokus ini umumnya tidak langsung berlanjut menjadi penyakit. Sedangkan pada penyebaran hematogen. Bertahun-tahun kemudian. tetapi berpotensi untuk menjadi fokus reaktivasi. ginjal. sejumlah besar kuman TB masuk dan beredar dalam darah menuju ke seluruh tubuh. dapat terjadi penyebaran limfogen dan hematogen.

sehingga sejumlah kuman TB akan masuk dan beredar di dalam darah.Tuberkulosis milier merupakan hasil dari acutegeneralized hematogenic spread dengan jumlah kuman yang besar. yang secara histologi merupakangranuloma. sakit TB akibat penyebaran tipe ini tidak dapat dibedakan dengan acute generalized hematogenic spread. Semua tuberkel yang dihasilkan melalui cara ini akan mempunyai ukuran yang lebih kurang sama. Secara patologi anatomik. lesi ini berupa nodul kuning berukuran 1-3 mm. Bentuk penyebaran ini terjadi bila suatu fokus perkijuan menyebar ke saluran vaskular di dekatnya. Bentuk penyebaran hematogen yang jarang terjadi adalah protracted hematogenic spread. Secara klinis. Istilih milier berasal dari gambaran lesidiseminata yang menyerupai butir padi-padian/jewawut ( millet seed). 16 .

Gejala-gejala tersebut diatas dapat dijumpai pula pada penyakit paru selain tb. dan perlu dilakukan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung. bronkitis kronis.7 Memahami dan Menjelaskan Manifestasi Tuberkulosis Paru Gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. kanker paru.badan lemas. Mengingat prevalensi TB di Indonesia saat ini masih tinggi. demam meriang lebih dari satu bulan. sesak nafas. dan lain-lain.LO 3. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah. nafsu makan menurun. seperti bronkiektasis. maka setiap orang yang datang ke UPK dengan gejala tersebut diatas. dianggap sebagai seorang tersangka (suspek) pasien TB. malaise. asma. 17 . berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik.6 Memahami dan Menjelaskan Patofisiologi Tuberkulosis Paru LO 3. berat badan menurun. batuk darah.

Pot dibawa dan diserahkan sendiri kepada petugas di UPK. yaitu sewaktu . 2. Semua suspek TB diperiksa 3 spesimen dahak dalam waktu 2 hari. 1. Ketepatan diagnosis tergantung pada metode 18 . Diagnosis TB Paru pada orang dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman TB (BTA). 2. Pemeriksaan dahak untuk penegakan diagnosis dilakukan dengan mengumpulkan 3 spesimen dahak yang dikumpulkan dalam dua hari kunjungan yang berurutan berupa Sewaktu-Pagi-Sewaktu (SPS). S (sewaktu): dahak dikumpulkan di UPK pada hari kedua. Pada program TB nasional. 1. segera setelah bangun tidur. Pemeriksaan dahak mikroskopis Pemeriksaan dahak berfungsi untuk menegakkan diagnosis. Untuk lebih jelasnya lihat alur prosedur diagnostik untuk suspek TB paru. misalnya kaku kuduk pada Meningitis TB. pembesaran kelenjar limfe superfisialis pada limfadenitis TB dan deformitas tulang belakang (gibbus) pada spondilitis TB dan lainlainnya. nyeri dada pada TB pleura (Pleuritis). Gambaran kelainan radiologik Paru tidak selalu menunjukkan aktifitas penyakit. 5.pagi sewaktu (SPS). sehingga sering terjadi overdiagnosis. Gejala dan keluhan tergantung organ yang terkena. Pemeriksaan lain seperti foto toraks. suspek membawa sebuah pot dahak untuk mengumpulkan dahak pagi pada hari kedua. S (sewaktu): dahak dikumpulkan pada saat suspek TB datang berkunjung pertama kali. Pada saat pulang. 4.8 Memahami dan Menjelaskan Diagnosis dan Diagnosis Banding TB Paru Diagnosis TB paru 1. Tidak dibenarkan mendiagnosis TB hanya berdasarkan pemeriksaan foto toraks saja.LO 3. Diagnosis TB ekstra paru. menilai keberhasilan pengobatan dan menentukan potensi penularan. penemuan BTA melalui pemeriksaan dahak mikroskopis merupakan diagnosis utama. biakan dan uji kepekaan dapat digunakan sebagai penunjang diagnosis sepanjang sesuai dengan indikasinya. 3. 3. P (Pagi): dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua. saat menyerahkan dahak pagi. Diagnosis pasti sering sulit ditegakkan sedangkan diagnosis kerja dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis TB yang kuat (presumtif) dengan menyingkirkan kemungkinan penyakit lain. 2. Foto toraks tidak selalu memberikan gambaran yang khas pada TB paru.

serologi. misalnya uji mikrobiologi. Hanya 1 dari 3 spesimen dahak SPS hasilnya BTA positif. efusi perikarditis atau efusi pleural) dan pasien yang mengalami hemoptisis berat (untuk menyingkirkan bronkiektasis atau aspergiloma). foto toraks dan lain-lain. Namun pada kondisi tertentu pemeriksaan foto toraks perlu dilakukan sesuai dengan indikasi sebagai berikut: 1. patologi anatomi. 19 . Ketiga spesimen dahak hasilnya tetap negatif setelah 3 spesimen dahak SPS pada pemeriksaan sebelumnya hasilnya BTA negatif dan tidak ada perbaikan setelah pemberian antibiotika non OAT. Pada kasus ini pemeriksaan foto toraks dada diperlukan untuk mendukung diagnosis TB paru BTA positif. Pasien tersebut diduga mengalami komplikasi sesak nafas berat yang memerlukan penanganan khusus (seperti: pneumotorak.pengambilan bahan pemeriksaan dan ketersediaan alat-alat diagnostik. Indikasi pemeriksaan foto toraks Pada sebagian besar TB paru. pleuritis eksudativa. diagnosis terutama ditegakkan dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis dan tidak memerlukan foto toraks. (lihat bagan alur) 2. (lihat bagan alur) 3.

Kuratif Pengobatan tuberkulosis terutama pada pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu yang lama. Pemakaian OAT-Kombinasi Dosis Tetap (OAT – KDT) lebih menguntungkan dan sangat dianjurkan. faktor resiko d. 2. Penatalaksanaan penyakit TB merupakan bagian dari surveilans penyakit. Mensosialisasiklan BCG di masyarakat. Preventif a. pencatatan. Obat-obat dapat juga digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi. 20 . Pemberitahuan baik melalui spanduk/iklan tentang bahaya TBC.prinsip sebagai berikut: 1. secara dini. Penderita tuberkulosis dengan gejala klinis harus mendapat minuman dua obat untuk mencegah timbulnya strain yang resisten terhadap obat. Untuk menjamin kepatuhan pasien menelan obat. Penyuluhan kepada masyarakat apa itu TBC b. dilakukan pengawasan langsung (DOT = Directly Observed Treatment) oleh seorang Pengawas Menelan Obat (PMO). agar dapat diketahui e.9 Memahami dan Menjelaskan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang TB Paru LO 3. OAT harus diberikan dalam bentuk kombinasi beberapa jenis obat. pelaporan. 3. Vaksinasi BCG b. penularan. Tujuan utama pengobatan pasien TB adalah menurunkan angka kematian dan kesakitan serta mencegah penularan dengan cara menyembuhkan pasien. petugas yang terkait. evaluasi kegiatan dan rencana tindak lanjutnya. tidak sekedar memastikan pasien menelan obat sampai dinyatakan sembuh. dalam jumlah cukup dan dosis tepat sesuai dengan kategori pengobatan. Promotif a. Prinsip pengobatan Pengobatan tuberkulosis dilakukan dengan prinsip . 2. d. Jangan gunakan OAT tunggal (monoterapi) . cara c. tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan sarana bantu yang dibutuhkan.LO 3. Penatalaksanaan TB meliputi penemuan pasien dan pengobatan yang dikelola dengan menggunakan strategi DOTS. cara pencegahan.10 Memahami dan Menjelaskan Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru 1. Membersihkan lingkungan dari tempat yang kotor dan lembab. Bila ada gejala-gejala TBC segera ke Puskesmas/RS. Menggunakan isoniazid (INH) c.

Kategori II  2RHZES/1RHZE/5R3H3E3 a. Tahap awal (intensif) 1. Pasien default c. Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap. Pada tahap lanjutan pasien mendapat jenis obat lebih sedikit. TB ekstra paru ringan & berat 2. kasus baru c. Ketegori I  2RHZE/4R3H3 a. Bila pengobatan tahap intensif tersebut diberikan secara tepat. biasanya pasien menular menjadi tidak menular dalam kurun waktu 2 minggu. Kategori IV  TB MDR Jenis OAT Isoniazid (H) Sifat Bakterisid Dosis (mg/kg) Harian 5 (4-6) 10 (8-12) 25 (20-30) 15 (12-18) 15 (15-20) Dosis (mg/kg) 3xseminggu 10 (8-12) 10 (8-12) 35 (30-40) 15 (12-18) 30 (20-35) 21 Rifampicin (R) Pyrazinamide (Z) Streptomycin (S) Ethambutol (E) Bakterisid Bakterisid Bakterisid Bakteriostatik . Sebagian besar pasien TB BTA positif menjadi BTA negatif (konversi) dalam 2 bulan. TB paru BTA (+) kasus baru b. namun dalam jangka waktu yang lebih lama 2. 2. TB paru BTA (-). Tahap Lanjutan 1. foto thorax (+). Tahap lanjutan penting untuk membunuh kuman persister sehingga mencegah terjadinya kekambuhan Pengobatan TB paru : 1. Pasien kambuh b. Pada tahap intensif (awal) pasien mendapat obat setiap hari dan perlu diawasi secara langsung untuk mencegah terjadinya resistensi obat.3. 3. Pasien gagal pengobatan 3. yaitu tahap intensif dan lanjutan.

sisipan RHZES 1 bulan  BTA (-)  fase lanjutan 2. BTA (+)  uji biakan & kepekaan. Setelah 3 bulan fase awal  cek BTA a. 2(HRZ)E/4(HR) a. 1 bulan sebelum akhir pengobatan  cek BTA a. rimfampisin. Fase lanjutan : 4H3R3  dilanjutkan selama 4 bulan seminggu 3 kali diberikan terapi isoniazid & rifampisin Pemantauan Pengobatan Kategori I 1. pirazinamid dan etambutol (sesuai dosis panduan) b. Fase awal : 2HRZE  2 bulan setiap hari diberikan isoniazid. BTA (-)  lanjutkan sampai selesai pengobatn b. 1 bulan sebelum akhir pengobatan  cek BTA 22 .Kombinasi Dosis Tetap OAT Contoh Panduan OAT : 1. BTA (+)  sisipan RHZE 1 bulan  BTA (-)  fase lanjutan 2. BTA (+)  uji biakan & kepekaan 3. Fase lanjutan : 4HR  dilanjutkan selama 4 bulan setiap hari diberikan terapi isoniazid & rifampisin 2. 2HRZE/4H3R3 a. Fase awal : 2HRZE b. 2HRZE/4HR a. Setelah 2 bulan fase awal  cek BTA a. Akhir pengobatan  cek BTA a. Fase lanjutan : 4(HR)  dilanjutkan selama 4 bulan setiap hari kombinasi tetap terapi isoniazid & rifampisin 3. Fase awal : 2(HRZ)E  2 bulan setiap hari kombinasi tetap isoniazid. ditambah etambutol b. rimfampisin dan pirazinamid. BTA (-)  fase lanjutan b. BTA (-)  fase lanjutan b. BTA (-)  pengobatan lengkap pasien sembuh b. BTA (+)  kategori II Kategori II 1.

Seseorang yang dikenal. Bersedia dilatih dan atau mendapat penyuluhan bersama-sama dengan pasien 23 . Persyaratan PMO 1. 3. Akhir pengobatan  cek BTA a. 4.a. BTA (+)  uji biakan & kepekaan  rujuk 3. 5. BTA (+)  gagal. kasus kronik  rujuk Salah satu komponen DOTS adalah pengobatan paduan OAT jangka pendek dengan pengawasan langsung. selain itu harus disegani dan dihormati oleh pasien. Untuk menjamin keteraturan pengobatan diperlukan seorang PMO. baik oleh petugas kesehatan 2. Bersedia membantu pasien dengan sukarela. BTA (-)  pengobatan lengkap pasien sembuh b. maupun pasien. BTA (-)  lanjutkan sampai selesai pengobatn b. Seseorang yang tinggal dekat dengan pasien. dipercaya dan disetujui.

atau tokoh masyarakat lainnya atau anggota keluarga. PMO dapat berasal dari kader kesehatan. 24 . 3. Adalah pasien yang pindah berobat ke unit dengan register TB 03 yang lain dan hasilpengobatannya tidak diketahui. Sanitarian. Informasi penting yang perlu dipahami PMO untuk disampaikan kepada pasien dan keluarganya: 1. Pekarya. misalnya Bidan di Desa. Meninggal. Default (Putus berobat). Cara penularan TB. Adalah pasien yang telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap tetapi tidak memenuhi persyaratan sembuh atau gagal. 4. 3. Tugas seorang PMO bukanlah untuk mengganti kewajiban pasien mengambil obat dari unit pelayanan kesehatan. Mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan. TB bukan penyakit keturunan atau kutukan 3. Perawat. Kemungkinan terjadinya efek samping obat dan perlunya segera meminta pertolongan ke UPK Hasil Pengobatan 1. Sembuh. Mengawasi pasien TB agar menelan obat secara teratur sampai selesai pengobatan. guru. Juru Immunisasi. 5.Siapa yang bisa menjadi PMO Sebaiknya PMO adalah petugas kesehatan. Memberi dorongan kepada pasien agar mau berobat teratur. 2. Pentingnya pengawasan supaya pasien berobat secara teratur 6. Memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala gejala mencurigakan TB untuk segera memeriksakan diri ke Unit Pelayanan Kesehatan. Adalah pasien yang meninggal dalam masa pengobatan karena sebab apapun. gejala-gejala yang mencurigakan dan cara pencegahannya 4. dan lain lain. Bila tidak ada petugas kesehatan yang memungkinkan. PKK. Pengobatan Lengkap. 4. Tugas seorang PMO 1. Cara pemberian pengobatan pasien (tahap intensif dan lanjutan) 5. Pasien telah menyelesaikan pengobatannya secara lengkap dan pemeriksaan ulang dahak (follow-up) hasilnya negatif pada AP dan pada satu pemeriksaan follow-up sebelumnya 2. TB dapat disembuhkan dengan berobat teratur 2. Adalah pasien yang tidak berobat 2 bulan berturut-turut atau lebih sebelum masa pengobatannya selesai. Pindah. anggota PPTI.

Struktur dinding sel yang kompleks tersebut menyebabkan bakteri M . 19 kDa.6 mm dan panjang 1 ± 4 mm.polisakarida dan protein.1 Memahami dan Menjelaskan Morfologi Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung. Unsur lain yang terdapat pada dinding sel bakteritersebut adalah polisakarida seperti arabinogalaktan dan arabinomanan. Gagal. terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi (60%). lilin kompleks (complex-waxes). Karakteristik antigen M. Pasien yang hasil pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan kelima atau lebih selama pengobatan. Dinding M.3 ± 0.Antigen yang disekresi hanya dihasilkan oleh basil yang hidup.tuberculosis dalam kelompok antigen yang disekresi dan yang tidak disekresi (somatik). Komponen antigen ditemukan di dinding sel dan sitoplasma yaitu komponen lipid.000 a.Penyusun utama dinding sel M.tuber culosis dapat diidentifikasi denganmenggunakan antibodi monoklonal . Tuberculosis ialah asam mikolat.6. dan mycobacterial sulfolipids yang berperan dalam virulensi. Saat ini telah dikenal purified antigens dengan beratmolekul 14 kDa (kiloDalton). Asam mikolat merupakan asam lemak berantai panjang (C60 ± C90) yang dihubungkan dengan arabinogalaktan oleh ikatan glikolipid dan dengan peptidoglikan oleh jembatan fosfodiester. tuberculosis bersifat tahan asam. 65 kDa yang memberikan sensitifitas danspesifisitas yang berfariasi dalam mendiagnosis TB. Ada juga yang menggolongkan antigen M . Bakteri ini berukuran lebar 0. contohnya antigen 30. trehalosa dimikolat yang disebut cor d factor. tidak berspora dan tidak berkapsul. LI 4 Memahami dan Menjelaskan Mycobacterium Tuberculosis LO 4.protein MTP 40 dan lain lain 25 . 38 kDa. yaitu apabila sekali diwarnai akan tetap tahan terhadap upaya penghilangan zat warna tersebutdengan larutan asam±alkohol. Tuberculosis sangat kompleks.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful