STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN SALES &

BROKERAGE PADA DIVISI MARKETING & OPERATION PT.
PERTAMINA TONGKANG DI JAKARTA TAHUN 2010”

A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
2. Pembatasan Masalah
3. Pokok Permasalahan
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
2. Manfaat Penelitian
D. Metodologi Penelitian
1. Jenis dan Sumber Data
2. Populasi dan Sampel
3. Metode Pengumpulan Data
4. Metode Analisis Data
E. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN TEORI
BAB III GAMBARAN UMUM PT. PERTAMINA
TONGKANG
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP


















CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS S W O T


PROPOSAL SKRIPSI

STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN SALES & BROKERAGE
PADA DIVISI MARKETING & OPERATION DI PT. PERTAMINA
TONGKANG JAKARTA TAHUN 2010”

Disusun Oleh,
UUUUUU - NIM. 22277777
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT




A. Latar Belakang Masalah
Sebagai negara maritim bidang usaha pelayaran, Indonesia mau
tidak mau suka atau tidak suka harus mengikuti perkembangan dunia
karena usaha pelayaran ilmunya senantiasa berkembang sesuai
perkembangan zaman, serta kebutuhan akan sarana transportasi laut
yang semakin canggih, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi, agar dalam daerah globalisasi dapat diupayakan dengan
mengerahkan segala sumber daya serta menciptakan pangsa pasar
baru.
Salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha jasa maritim
adalah PT. Pertamina Tongkang yang merupakan anak perusahaan
yang dibentuk oleh Pertamina dengan maksud menjadi badan usaha
secara tugas yang dapat melayani dan mendukung kebutuhan kegiatan
Pertamina. Sedangkan hubungan Pertamina dengan PT. Pertamina
Tongkang adalah hubungan bisnis murni atas dasar persaingan bebas,
untuk itu keunggulan komperatif dan kompetitif memegang peranan
penting didalam merebut pasar. Terutama pada divisi Marketing &
Operation yang memiliki 2 (dua) Fungsi yaitu Fungsi Sales & Brokerage
dan Fungsi Operation. Pada Fungsi Sales & Brokerage memiliki peranan
yang cukup besar karena kegiatan pemasaran perusahaan yang perlu
ditangani dan dikendalikan demi kelancaran suatu proses kegiatan
perusahaan sehingga dapat mencapai keuntungan yang diinginkan.
Fungsi Sales & Brokerage bertugas untuk memasarkan kapal-kapal milik
dan non milik. Selain itu, salah satu cara yang paling efektif dan selama
ini dijalankan Fungsi Sales & Brokerage di dalam mencari peluang
adalah melalui lelang (tender). Sedangkan Fungsi Operation bertugas
untuk memantau (monitoring) Pengoperasian kapal milik dan non milik,
mendampingi relasi perusahaan di dalam pelaksanaan survey serta
menerbitkan advis tagih dan advis bayar untuk pengguna jasa atau
pemakai terakhir (end user). Meskipun dua fungsi ini berbeda tetapi
keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk memenuhi kebutuhan
sesuai permintaan pengguna jasa agar tercapainya pengoperasian kapal
sesuai dengan rencana. Setiap fungsi ataupun divisi sudah sepatutnya
memiliki tugas dan tanggung jawab agar bidang pekerjaan yang
dijalankan menjadi terstruktur dan sistematis.
Dalam hal berkomunikasi dengan pihak luar (ekstern) PT.
Pertamina Tongkang menggunakan sarana e-mail, facsimile, internet,
telephone, dan korespondensi. Sedangkan dengan pihak dalam (intern)
menggunakan memorandum, surat, dan telephone. Kegiatan Charter &
Broker pada Sales & Brokerage untuk memenuhi dan melayani
permintaan pen-charter untuk beragam tipe atau jenis kapal yang belum
dimiliki oleh PT. Pertamina Tongkang maka PT. Pertamina Tongkang
akan memenuhi permintaan tersebut dengan menyewa kapal dari pihak
lain yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Dengan menganalisa kinerja berdasarkan alur kerja dalam
pelaksanaan memasarkan kapal – kapal milik dan non milik pada PT.
Pertamina Tongkang dapat dianalisa suatu strategi peningkatan
pelaksanaan yang tepat dengan menggunakan analisis SWOT (Strength
Weakness Opportunities and Threats) yang bertujuan untuk
mengembangkan usaha pelayanan dan penanganan dalam memasarkan
kapal-kapal milik dan non milik khususnya pada Fungsi Sales &
Brokerage. Saat ini, analisis SWOT digunakan dalam penyusunan
perencanaan strategi-strategi sehingga perusahaan tersebut mengetahui
kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman yang timbul saat ini dan di
masa yang akan datang sehingga dapat melakukan optimalisasi
pelaksanaan Sales & Brokerage pada divisi Marketing & Operation pada
PT. Pertamina Tongkang. Karena itu pelaksanaan yang baik merupakan
alat yang berguna agar berjalan secara efektif dan efisien.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengkaji lebih
dalam dan mengemukakannya dalam bentuk skripsi dengan judul.
“STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN SALES &
BROKERAGE PADA DIVISI MARKETING & OPERATION DI PT.
PERTAMINA TONGKANG JAKARTA TAHUN 2010”

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis
mencoba untuk mengidentifikasi beberapa permasalahan, yaitu :
a. Lemahnya pelaksanaan sales and brokerage yang ada pada PT.
Pertamina Tongkang.
b. Sarana PT. Pertamina Tongkang sangat terbatas.
b. Kapal yang di charter tidak sesuai dengan permintaan.
c. Usia teknis yang tidak layak untuk sarana PT. Pertamina
Tongkang.
4. Pembatasan Masalah
Masalah utama penelitian ini lemahnya pelaksanaan sales
and brokerage yang ada pada PT. Pertamina Tongkang, yang
dibatasi pada strategi peningkatan pelaksanaan Sales & Brokerage
pada divisi Marketing & Operation di PT. Pertamina Tongkang
Jakarta tahun 2010.

5. Pokok Permasalahan
Bedasarkan pembatasan masalah di atas, maka pokok
permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat keberhasilan divisi Marketing & Operation
PT. Pertamina Tongkang dalam melaksanakan Sales &
Brokerage selama ini?
b. Bagaimana faktor-faktor strategis internal divisi Marketing &
Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales &
Brokerage?
c. Bagaimana faktor-faktor strategi eksternal yang dihadapi divisi
Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam
pelaksanaan Sales & Brokerage?
d. Bagaimana penerapan strategi SWOT pada divisi Marketing &
Operation PT. Pertamina Tongkang dalam upaya meningkatkan
pelaksanaan Sales & Brokerage

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
3. Tujuan Penelitian
a. Untuk Mengetahui tingkat keberhasilan divisi Marketing &
Operation PT. Pertamina Tongkang dalam melaksanakan Sales
& Brokerage selama ini?
b. Untuk Mengetahui faktor-faktor strategis internal divisi Marketing
& Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales
& Brokerage?
c. Untuk Mengetahui faktor-faktor strategi eksternal yang dihadapi
divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam
pelaksanaan Sales & Brokerage?
d. Untuk Mengetahui penerapan strategi SWOT pada divisi
Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam upaya
meningkatkan pelaksanaan Sales & Brokerage
4. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang
kegiatan Sales & Brokerage yang dilaksanakan PT. Pertamina
Tongkang dan strategi peningkatannya melalui analisis SWOT,
sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh Strata Satu
[S-1]. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai
dasar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian
lanjutan yang mendalam dibidang relevan dengan tulisan ini.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan
masukan-masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut,
dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk
menentukan kebijakan yang akan diambil dimasa yang akan
datang serta perusahaan dapat meningkatkan pelaksanaan
Sales & Brokerage bagi kepentingan perusahaan dan yang
pihak terkait lainnya ke depannya.
c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti Jakarta).
Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik
analisis SWOT berkaitan dengan pelayanan Sales & Brokerage,
serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data
dokumentasi perpustakaan.

D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik pendekatan manajemen strategi analisis SWOT
(strength/kekuatan, weaknesses/kelemahan, opportunities/peluang dan
threat/ancaman) Variabel penelitian meliputi faktor-faktor internal dan
eksternal yang mempengaruhi perusahaan dalam melaksanakan
kegiatan Sales & Brokerage. Sedangkan metodologi penelitian yang
digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Jenis dan Sumber Data
a. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
penyebaran koesioner dan pengamatan dilapangan.
b. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan literatur
yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Populasi
penelitian ini adalah respon manajemen PT. Pertamina Tongkang
keagenan kapal, dalam hal ini 4 atau 5 orang tingkat manajerial
PT.Pertamina Tongkang yang dipandang ahli di bidang sales &
brokerage. Riduwan (2009:249) menyatakan: “Jika peneliti
mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam
pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan
tertentu. Hanya mereka yang ahli yang patut memberikan
pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Oleh
karena itu sampling ini cocok untuk studi kasus yang mana aspek
dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis, dalam
hal ini penelitian sales & brokerage . Tehnik sampling yang
dijelaskan di atas yaitu pendekatan non probability sampling –
purposive sampling.
Para ahli sebagai sampling penelitian ini yaitu :
a. Kadivisi Marketing & Division = 1 orang;
b. Supervisi Kepala = 1 orang;
c. Kasie Marketing = 1 orang;
d. Kasie Division = 1 orang;
e. Kasubsie sales & brokerage = 1 orang.
3. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan skripsi ini, Penulis memperoleh bahan –
bahan masukan dengan berbagai cara yakni sebagai berikut :
a. Penelitian Lapangan (Field Research)
Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian
langsung ke perusahaan yang terkait , data yang diperoleh
melalui penelitian ini merupakan data sekunder dan primer yang
dilakukan dengan mendatangi objek yang akan diteliti.
1) Observasi
Pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut
lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu
kegiatan yang sedang berjalan pada PT. Pertamina
Tongkang Jakarta.
2) Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber
data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya
jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung
terkait dengan objek penelitian.
3) Angket (Kuesioner)
Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan
pada responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan
tersebut dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan
responden memberikan jawaban secara tertulis.
b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk : (1)
mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, dan
selanjutnya akan dipergunakan sebagai landasan teori. (2)
mendapatkan data dan informasi dari bahan referensi
membaca, mempelajari teks book, artikel, jurnal/tulisan , buku-
buku yang didapat dari perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen
Transpor (STMT) Trisakti, serta bahan perkuliahan yang
digunakan untuk membantu dalam membahas masalah skripsi
ini.

4. Metode Analisis Data
Teknik analisis data yang dipakai untuk menjawab pokok
permasalahan dalam skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan
analisis SWOT. David Hunger (2003:193); Heflin Frinces (2006:134);
Freddy Rangkuti (1997:19). Analisis SWOT digunakan untuk
membandingkan antara faktor internal kekuatan (strengths) dan
kelemahan (weakness). dengan faktor eksternal peluang
(opportunities) dan ancaman (threats), dengan cara :
a. Menentukan daftar indikator IFAS Dan EFAS (masing-masing 5
Atau 10 dan seimbang)
b. Mencari lingkup data Kekuatan Atau Kelemahan (IFAS) dari
dalam organisasi yang diteliti, sedangkan mencari lingkup data
Peluang Atau Ancaman (EFAS) dari lingkungan dan di luar
organisasi.
Kedua lingkup data tersebut diberikan nilai rating (Nilai Rating
Sangat Baik = 5 sampai dengan Sangat Buruk = 1 atau dapat
dijabarkan menurut Ridwan (2009:22) menjadi skala diferensial
semantik dengan keadaan yang saling bertentangan, sebagai
berikut : Sangat Baik (SB) = 5; Baik (B) = 4; Cukup Baik (CB) =
3; Tidak Baik (TB) = 2; Sangat Buruk (SBK) = 1 atau dalam
gambar demikian,
Sangat
Baik
5 4 3 2 1
Sangat
Buruk
c. Memberikan bobot faktor pada masing-masing indikator IFAS
dan EFAS. Bobot diberikan dengan nilai dari paling penting = 1
sampai dengan tidak penting = 0, penjabarannya menurut
Ridwan (2009:21) dapat dijadikan skala diferensial semantik
berisikan serangkaian karakterisitik bipolar (dua kutub),
sebagaimana gambar di bawah ini,





Kemudian dilanjutkan dicari nilai bobotnya dengan rumus BF =
Nilai Kepentingan : Σ Nilai Kepentingan x 100%, Dan Total Bobot
Faktor (BF) Harus Berjumlah 1;
Catatan :
d. Sintetis Faktor IFAS Dan EFAS
e. Membuat Peta Kekuatan Perusahaan
f. Internal-Ekternal Matriks (I-E Matriks)
g. Perumusan Faktor Kunci Keberhasilan
h. Formulasi Strategi S W O T
Mendukung penyelesaian masalah dengan analisis SWOT terlampir
kisi-kisi penelitian pada tabel 1 dan 2.

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8
Tidak
Penting
Paling
Penting
Netral
0,9 1
Tabel 1
Kisi – kisi IFAS
(masing – masing 5 atau 10 dan seimbang)
No. Internal Strategic Factors Summary (IFAS)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Market Share Luas (Asia)
SDM Professional
Lokasi Perusahaan Strategis
Divisi Riset
Memiliki Banyak Cabang
Kondisi Kapal yang Sudah Tua
Jumlah Sarana Masih Sangat Kurang
Tarif Sewa Kapal Tinggi/Mahal
Teknologi Kapal tidak Sesuai Pasar
Citra Perusahaan
Sumber Data : David Hunger (2003); Heflin Frinces (2006);Freddy
Rangkuti (1997)

Tabel 2
Kisi – kisi EFAS
(masing – masing 5 atau 10 dan seimbang)
No. Internal Strategic Factors Summary (IFAS)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Perkembangan Teknologi
Perkembangan Tender yang Cukup Banyak
Penambahan Kapal Baru
Kerjasama dengan Perusahaan yang Bonafid
Meningkatnya Investasi Perusahaan
Pembatasan Usia Alat Produksi
Persaingan dengan Tender Lain
Banyaknya Pesaing Perusahaan Sejenis
Krisis Ekonomi Dunia
Hambatan dalam Tender
Sumber Data : David Hunger (2003); Heflin Frinces (2006);Freddy
Rangkuti (1997)

E. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah,
Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah,
Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi
Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep
dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi, dan
diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan
penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok
permasalahan,
BAB III GAMBARAN UMUM PT. PERTAMINA TONGKANG
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum
perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan,
Organisasi Manajemen, Struktur Organisasi, Bidang Usaha
Perusahaan.
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok
permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada
Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra; upaya
peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra; Hubungan
ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan
Pengawasan penanganan petikemas dengan upaya
peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran
dari hasil kesimpulan tersebut, sebagai bahan masukan bagi
perusahaan dan pihak lain.

BUKU REFERENSI S W O T :
Jay Heizer, Barry Render, 2005, Operations Management, Edisi Ketujuh
Buku 1 Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Richard Y.Chang, Matthew E. Niedzwiecki, 1998, Alat Peningkatan Mutu
Jilid 1, Penerbit PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
J.David Hunger, Thomas L. Wheelen, 2003, Manajemen Strategis, Edisi
Bahasa Indonesia, Penerbit Andi, Yogjakarta.
Rangkuti, Freddy, Analisis SWOT Tehnik Membedah Kasus Bisnis, Edisi
2, Penerbit P1997, T. Gramedia, Jakarta.
Z.Heflin Frinces, 2006, Manajemen Stratejik, Resep Daya Saing dan
Unggul, Penerbit Mida Pustaka, Cetakan Pertama, Yogjakarta
BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN, STATISTIK :
Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat,
Rineka Cipta, Yogyakarta.
M.Syamsul Ma’arif. Hendri Tanjung., 2003, Manajemen Operasi, Penerbit
Graznido, Jakarta.
Nurul Zuriah. 2009, Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan Teori-
Aplikasi, Jakarta, PT.Bumi Aksara.
Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika,
cetakan ketiga, Alfabeta, Bandung.
Singgih Santoso, 2001, Aplikasi Excell Dalam Statistik Bisnis, Penerbit
Elex Media Komputindo, Edisi Ke Empat, Jakarta.
Singgih Santoso, 2003, Statistik Diskriptif, Konsep Dan Aplikasi Dengan
Microsoft Excell Dan SPSS, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta,
Bandung.






























CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS BENCHMARKING (PATOK DUGA)


PROPOSAL SKRIPSI

ANALISIS PERBANDINGAN PERSAINGAN PELAYANAN JASA
WAREHOUSE/PERGUDANGAN PT. UNEX INTI INDONESIA DENGAN
PT. JAS DAN PT. GAPURA ANGKASA DI BANDARA SOEKARNO-
HATTA JAKARTA PADA TAHUN 2010



Disusun Oleh,
SSSSSSS - NIM. 224999999
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA


A. Latar Belakang Masalah
Era globalisasi sekarang ini perkembangan dunia bisnis semakin
luas, perdagangan bebas internasional pun sudah terjadi, sehingga
persaingan antarperusahaan akan semakin ketat. Oleh sebab itu, suatu
perusahaan dituntut untuk selalu peka terhadap perubahan kondisi
lingkungan eksternal dan internal secara baik, agar suatu perusahaan
dapat bertahan.
Setiap negara pasti melakukan kegiatan ekspor, impor, terutama
negara-negara berkembang. Untuk melakukan pengiriman barang,
perusahaan kargo memerlukan jasa airlines sebagai perantara agar
barang tersebut tiba di tempat tujuan tepat waktu dan dalam kondisi
yang baik. Dalam menjalankan fungsinya, airlines membutuhkan tempat
untuk menyimpan barang dalam proses pengiriman barang ekspor dan
tempat untuk menitipkan barang yang telah tiba di tempat tujuan (impor)
sebelum barang tersebut diambil oleh pemilik barang. Ini dibutuhkan
jasa warehouse (gudang penyimpanan) barang sementara dalam proses
pengiriman maupun pengambilan oleh pemiliknya.
Pada proses ekspor karyawan dituntut untuk lebih teliti dalam
memeriksa barang karena mudah terjadi kekeliruan. Timbulnya
permasalahan biasanya disebabkan oleh human eror dan produktivitas
kerja karyawan yang menurun. Hal ini berhubungan dengan sumber
daya manusia. Padahal sumber daya manusia (SDM) merupakan aset
bagi perusahaan guna tercapainya tujuan perusahaan. Setiap
perusahaan selalu berusaha mencapai efisiensi penggunaan SDM,
dalam hal ini adalah karyawan, untuk menunjang jalannya sebuah
perusahaan.
PT. Unex Inti Indonesia adalah sebuah perusahaan swasta yang
bergerak dalam bidang warehouse dan groundhandling yaitu
perusahaan yang memberikan pelayanan jasa berupa gudang
penyimpanan barang sementara dalam proses pengiriman barang
(ekspor) atau penerimaan/kedatangan barang (impor) dan penanganan
terhadap suatu barang dalam proses loading barang ke pesawat atau
offloading barang dari pesawat. Dalam menghadapi persaingan yang
semakin ketat, PT Unex Inti Indonesia berusaha memenuhi permintaan
para pengguna jasa gudang penyimpanan barang sementara dalam
mendukung proses pengiriman barang (ekspor),
penerimaan/kedatangan barang (impor) dan dokumen serta
mengusahakan agar para shipper, consignee, dan perusahaan freighter
dapat percaya bahwa PT Unex Inti Indonesia merupakan salah satu
sarana warehouse dan groundhandling yang profesional, aman dan
efektif.
PT Unex Inti Indonesia dituntut dalam memberikan pelayanan
jasa warehouse dan groundhandling untuk lebih ekstra teliti, cepat dan
aman karena para shipper dan consignee menginginkan serba cepat
dan aman agar tercapai tingkat ketepatan waktu yang tinggi.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengkaji
lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau
karya tulis ilmiah dengan judul "ANALISIS PERBANDINGAN
PERSAINGAN JASA PELAYANAN WAREHOUSE PT. UNEX INTI
INDONESIA DENGAN PT. JAS DAN PT. GAPURA ANGKASA DI
BANDARA SOEKARNO-HATTA JAKARTA PADA TAHUN 2008".

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar
belakang maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
a. Kurang lancarnya penanganan penerimaan barang ekspor dan
pengeluaran barang impor di Gudang kargo pada PT.Unex Inti
Indonesia.
b. Kurangnya kerja-sama antara karyawan bagian handling dengan
karyawan bagian Document Processing PT. Unex Inti Indonesia.
c. Terbatasnya jumlah peralatan yang dimiliki PT. Unex Inti
Indonesia.
d. Meningkatnya persaingan pelayanan jasa warehouse antar
freighter di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
2. Batasan Masalah
Masalah utama penelitian ini meningkatnya persaingan
pelayanan jasa warehouse antar freighter di Bandara Soekarno-
Hatta Jakarta, dibatasi pada mencari perbandingan persaingan
pelayanan jasa warehouse PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. JAS
dan PT. Gapura Angkasa di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Pada
tahun 2010.
3. Pokok Permasalahan
Berdasarkan batasan masalah yang telah disebutkan diatas,
maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:
a. Bagaimana tingkat pelayanan jasa warehouse yang dihasilkan
oleh PT. Unex Inti Indonesia, PT. JAS dan PT. Gapura Angkasa
di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010?
b. Bagaimana gambaran perbandingan persaingan pelayanan jasa
warehouse antara PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. JAS dan
PT. Gapura Angkasa?
c. Bagaimana upaya PT. Unex Inti Indonesia terhadap hasil
perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse tersebut?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis dalam penelitian antara lain :
a. Untuk mengetahui tingkat pelayanan warehouse yang dihasilkan
oleh PT. Unex Inti Indonesia, PT. JAS dan PT. Gapura Angkasa
di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010.
b. Untuk mengetahui gambaran perbandingan persaingan
pelayanan warehouse PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. JAS
dan PT. Gapura Angkasa.
c. Untuk mengetahui upaya PT. Unex Inti Indonesia terhadap hasil
perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse tersebut.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih
luas mengenai perbandingan pelayanan pemanfaatan
warehouse/pergudangan antara PT. Unex Inti Indonesia
terhadap PT. JAS dan PT. Gapura Angkasa, sebagai
persyaratan formal ujian untuk menempuh strata satu [S-1].
Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dasar
referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan
yang mendalam di bidang relevan dengan skripsi ini
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan melalui ini dapat memberikan masukan-
masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dan
sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk
menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang
akan datang serta perusahaan dapat melihat pelayanan jasa
warehouse yang baik untuk barang-barang ekspor dan impor,
dimasa yang akan datang
c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti)
Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik
analisis bencmarking dalam analisis perbandingan persaingan
pelayanan jasa warehouse antar perusahaan yang bergerak
dalam bidang pelayanan warehouse, serta dapat dipergunakan
dan bermanfaat sebagai data dokumentasi perpustakaan.
D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik pendekatan manajemen operasional berkaitan
dengan Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management
(TQM),dengan salah satu alat TQM yaitu analisis Benchmarking (Patok
Duga). Sedangkan metodologi penelitian yang digunakan dalam
penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Jenis dan Sumber Data
a. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
penyebaran koesioner dan pengamatan dilapangan.
b. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan
literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek
atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Populasi
penelitian ini adalah pengguna jasa warehouse berjumlah 750
responden, dengan rincian PT. Unex Inti Indonesia = 250
responden; PT. JAS = 200 responden dan PT. Gapura Angkasa,=
300 responden.
Riduwan (2009:253), Sampel adalah bagian dari populasi,
sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil
sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi, apabila
subyek kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi , selanjutnya jika
subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25%
atau lebih.
Jumlah populasi penelitian ini lebih dari 100 responden, maka
penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara
acak (random sampling) dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin
1
2
. +
=
d N
N
n , di
mana : n = jumlah sampel; N = jumlah populasi = 750 responden; d
2
= Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%).
Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang dibutuhkan
untuk penelitian :
1
2
. +
=
d N
N
n
1
2
1 , 0 ). 750 (
750
+
= responden 88
50 , 8
750
= = , dengan
jumlah sampel 88 responden tersebut ditentukan jumlah masing-
masing sampel menurut obyek penelitian pada 3 (tiga) perusahaan
warehouse tersebut, secara proportionate random sampling, rumus
n
N
Ni
ni . = , di mana ni = jumlah sampel menurut stratum; n = jumlah
sampel seluruhnya; Ni = Jumlah populasi menurut stratum; N =
jumlah populasi seluruhnya, sebagai berikut :
(1) PT. Unex Inti Indonesia = 250/750x88 = 29,33 responden≈29
responden;
(2) PT. JAS = 200/750x88 = 23,47 responden ≈ 23 responden;
(3) PT. Gapura Angkasa, = 300/750x88 = 35,2 responden ≈ 35
responden.
Total Responden dalam penelitian = 87 responden
3. Metode Pengumpulan Data
Dalam penyusunan skripsi ini, Penulis memperoleh bahan-
bahan masukan dengan berbagai cara yakni sebagai berikut :
a. Penelitian Lapangan (Field Research)
Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian
langsung ke perusahaan yang terkait , data yang diperoleh
melalui penelitian ini merupakan data sekunder dan primer yang
dilakukan dengan mendatangi objek yang akan diteliti.
1) Observasi
Pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut
lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu
kegiatan yang sedang berjalan pada PT. Unex Inti Indonesia;
PT. JAS dan PT. Gapura.
2) Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data
dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.
Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab)
secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung terkait
dengan objek penelitian.
3) Angket (Kuesioner)
Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan
pada responden secara tertulis. Data yang ingin dikumpulkan
tersebut dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan
responden memberikan jawaban secara tertulis.
b. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk : (1)
mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, dan
selanjutnya akan dipergunakan sebagai landasan teori. (2)
mendapatkan data dan informasi dari bahan referensi
membaca, mempelajari teks book, artikel, jurnal/tulisan , buku -
buku yang didapat dari perpustakaan Sekolah Tinggi
Manajemen Transpor (STMT) Trisakti, serta bahan perkuliahan
yang digunakan untuk membantu dalam membahas masalah
skripsi ini.
4. Metode Analisis Data
Teknik analisis data yang dipakai untuk menjawab pokok
permasalahan dalam skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan
analisis Benchmarking (Patok Duga). Salah satu prinsip dasar TQM
adalah pentingnya monitoring dan evaluasi (M&E). Tanpa data yang
jelas kita tidak bisa mengukur kalau ada perbaikan dalam pekerjaan
kita. Dalam dunia TQM, proses pengumpulan data disebutkan
"Benchmarking." yaitu adalah proses pengumpulan dan analisa data
dari organisasi dan dibandingkan dengan keadaan di dalam dan
atau di luar organisasi anda. Hasil dari proses ini akan menjadi
patokan (patok duga) untuk memperbaiki organisasi kita secara
terus menerus. Tujuan dari benchmarking adalah bagaimana
organisasi anda bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik.
Benchmarking menurut David Kearns, CEO dari perusahaan
Xerox yang dikutip oleh Ma'arif (2006:54) mengatakan bahwa patok
duga adalah suatu proses pengukuran secara terus-menerus atas
produk, jasa, dan tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat
atau badan usaha lain yang dikenal sebagai yang terbaik. Menurut
Watson yang dikutip oleh Ma'arif (2006:55) mengatakan bahwa
patok duga adalah suatu proses pengukuran yang sistematis dan
berkelanjutan dengan membandingkan antarproses bisnis guna
memperoleh informasi yang lebih baik dapat diterima. Langkah-
langkah proses penerapan menurut Ma'arif (2005:60). Pada
umumnya, dikenal empat tahap dasar dari setiap praktik patok duga
yaitu::
a. Merencanakan Proyek Patok Duga
Perlu dilakukan penyeleksian dan penentuan proses yang
harus dipelajari, mengidentifikasi tolok ukur-tolok ukur kinerja
proses itu, mengevaluasi kemampuan perusahaan itu sendiri,
dan menentukan perusahaan yang harus dipelajari.
b. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan riset
primer dan sekunder, meliputi penyingkapan rahasia atas proses
tertentu di dalam perusahaan yang menjadi sasaran.
c. Analisis Data tentang Kesenjangan Kinerja dan "Enabler"
Hal ini diperlukan untuk melihat seberapa jauh
ketertinggalan perusahaan kita dengan perusahaan yang
menjadi obyek patok duga.
d. Peningkatan dengan Memperkenalkan "Enabler" dalam Proses
Setiap perusahaan yang mengadakan patok duga
mengikuti tahap-tahap yang sama. Oleh karena itu, sebaiknya
persahaan tidak membuang waktu untuk menciptakan model
baru. Hal yang terpenting bahwa para pelaksana patok duga
menganut ketat proses yang diseleksi agar pendekatannya
bersifat secara terpadu, sistematis, serta dasar pengukuran
yang konsisten.
1) Menetapkan faktor-faktor yang akan dinilai dengan membuat
dalam suatu urutan penilaian dan buatkan bobot
penilaiannya, melalui brainstorming respon manajemen;
Misalnya ditetapkan secara urut sebanyak 10 indikator yang
dianggap perusahaan berhasil dalam menerapkan strategi
pemasarannya, kemudian memberikan penilaian bobot pada
setiap indikator tersebut. (Contoh Tabel 1)
Tabel 1
Studi Benchmarking Penilaian Bobot
Untuk Setiap Faktor Yang Dinilai
FAKTOR YANG DINILAI PT A PT B PT C PT D
Pelayanan 5 4 6 4
Keamanan 4 3 4 5
Lokasi 3 2 3 3
Kebersihan 1 5 7 6
Keragaman Produk 2 6 5 7
Desain Interior 8 7 1 2
Harga 7 8 10 8
Mutu Produk 10 9 8 10
Kemasan 6 1 2 1
Jam Buka 9 10 9 9
Sumber : Johar Arifin (2005)
2) Faktor yang sudah dinilai dan diberi bobot tersebut pada
table 1 dijadikan bahan kuesioner untuk dinilai oleh para
pengguna jasa warehouse, dengan menggunakan skala
Likert : Sangat Baik (SB) = 5; Baik (B)= 4; Cukup Baik
(CB)=3; Kurang Baik (KB)=2; Tidak Baik (TB) = 1.
Menurut Riduwan (2004:86) skala likert adalah skala yang
digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi
seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala
sosial. Dengan menggunakan skala likert, maka variabel
yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi, dimensi
dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel
dijabarkan lagi menjadi indikator yang dapat diukur, dan
keterukuran yang didapat dijadikan titik tolak untuk membuat
item instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan
yang perlu dijawab oleh responden.
3) Hasil akhir menentukan perbandingan penilaian jasa
pelayanan warehouse antar freighter yang terbaik, dan
mengevaluasinya sesuai pendekatan Benchmarking (Patok
Duga) sesuai manajemen operasional dalam manajemen
mutu terpadu (TQM = Total Quality Management).
Catatan : Proses Pengolahan Analisis Benchmarking (Patok
Duga) dapat menggunakan Microsof Excel (Aplikasi
Benchmarking – Johar Arifin : 2005)
Mendukung penyelesaian masalah dengan analisis
Benchmarking (Patok Duga) terlampir kisi-kisi penelitian pada
tabel2.

Tabel 2
Kisi-Kisi Variabel Instrumen Pelayanan Jasa Warehouse.
Dimensi Indikator
Butir
Pertanyaan
Jumlah
Keandalan
Ketepatan Waktu
Efektif dan Efisien
Siap Menolong
Pelayanan Porter
1
2
3
4
4
Responsif
Konfirmasi Keberangkatan dan Waktu Tiba
Pesawat
Sikap Perusahaan terhadap Masalah
Sikap Staf terhadap Keluhan Konsumen
Pembatalan Kargo
5
6
7
8
4
Keyakinan
Kemampuan dan Pengetahuan Staf
Keamanan dan Kenyamanan Pelanggan
Komunikasi Efektif
Ketenangan Staf
9
10
11
12
4
Empati
Perhatian Perusahaan
Keramahan Staf
Sikap profesional Staf
13
14
15
3
Berwujud
Ketersediaan Peralatan
Kebersihan Gudang
Kerapihan dan Penampilan Staf
Keamanan Barang
Penataan Letak Barang
16
17
18
19
20
5
T O T A L 20
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

E. Sistematika Penulisan
Untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai materi yang
dibahas dalam penulisan skripsi ini, penulis menyusun sistematika
penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah,
Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah, Batasan Masalah,
Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metodologi
Penelitian dan Sistematika Penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep
dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi, dan
diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan
penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok
permasalahan,.
BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum
perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan,
Organisasi Manajemen, Struktur Organisasi, Bidang Usaha
Perusahaan.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok
permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada
Bab I yaitu tingkat pelayanan warehouse yang dihasilkan oleh
PT. Unex Inti Indonesia, PT. JAS dan PT. Gapura Angkasa di
Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010; Gambaran
perbandingan persaingan pelayanan warehouse PT. Unex Inti
Indonesia dengan PT. JAS dan PT. Gapura Angkasa; Upaya
PT. Unex Inti Indonesia terhadap hasil perbandingan
persaingan pelayanan jasa warehouse
BAB V PENUTUP
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran
dari hasil kesimpulan tersebut, sebagai bahan masukan bagi
perusahaan dan pihak lain.

BUKU REFERENSI BECHMARKING/PATOK DUGA

M.Syamsul Ma’arif, Hendri Tanjung, 2003, Manajemen Operasi, Grasindo,
Jakarta
Fandy Tjiptono, Anastasia Dianan, 1995, Total Quality Management, Andi
Offset, Yoyakarta
Jay Heizer, Barry Render, 2005, Operations Management, Edisi Ketujuh
Buku 1 Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIK :
Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat, Rineka
Cipta, Yogyakarta.
Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, cetakan
ketiga, Alfabeta, Bandung.
Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta,
Bandung.
Johar Arifin, 2005, Aplikasi Excell dalam Statistik dan Riset Terapan, PT.Elex
Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta








CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS FISHBONE DIAGRAM


PROPOSAL SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSING BAGGAGE (AHL)
SINGAPORE AIRLINES DI DIVISI LOST AND FOUND PT JASA
ANGKASA SEMESTA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA TAHUN
2010

Disusun Oleh,
DDDDDDDD - NIM. 224444444
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA


A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perusahaan
penerbangan dari tahun ke tahun semakin menjadi perhatian
masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan kualitas
pelayanan, harga, dan promosi. Dalam kondisi persaingan yang sangat
ketat tersebut salah satu perusahaan penerbangan yang mencoba
mempromosikan produknya dengan cara meningkatkan mutu pelayanan
yang diberikan, terutama terhadap penumpangnya contohnya Singapore
Airlines (SQ).
Singapore Airlines merupakan salah satu maskapai yang menjadi
anggota IATA yang beranggotakan sedikitnya 240 maskapai
penerbangan. Untuk menunjang aktivitas kegiatan penerbangan,
tentunya Singapore Airlines memerlukan mitra yang dapat bertanggung
jawab terhadap kegiatan operasional di darat, seperti menangani bagasi,
penumpang, cargo, dan pos atau yang sering disebut dengan
perusahaan ground handling.
Ground handling merupakan suatu aktivitas perusahaan
penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan
terhadap para penumpang berikut bagasi. Cargo, pos, peralatan
pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri
selama berada di bandar udara, baik untuk keberangkatan (departure)
maupun untuk kedatangan (arrival). Berdasarkan definisi di atas, maka
kita dapat mengetahui ruang lingkup dan batasan pekerjaan ground
handling yaitu pada fase Pre Flight dan Post Flight yaitu penanganan
penumpang dan pesawat selama berada di bandar udara.
PT. Jasa Angkasa Semesta atau lebih sering dikenal dengan PT.
JAS merupakan salah satu perusahaan ground handling yang memiliki
bisnis utama sebagai pelaksana dan pendukung kegiatan penerbangan
di kawasan bandar udara yang sesuai dengan standar pelayanan ground
handling yang dikeluarkan oleh IATA (International Air Transport
Association).
Salah satu pelayanan terhadap penumpang berarti juga
pelayanan terhadap barang bawaan penumpang (bagasi). Bagasi
penumpang harus dikelola dengan sebaik mungkin karena berhubungan
langsung dengan kepuasan konsumen dan agar tidak terjadi kekeliruan
didalam penanganannya seperti kehilangan, kerusakan, tertinggal di
bandar udara, dan terbawa di pesawat dan sebagainya. Untuk mengatasi
hal tersebut maka penumpang yang mengalami kejadian seperti di atas
harus segera melapor kepada bagian yang terkait yaitu unit lost and
found di Airport agar dapat segera ditindaklanjuti. Kasus-kasus yang
terjadi dapat dikelompokan sebagai berikut : (a) Missing baggage
dengan kode AHL; (b) On Hand Baggage dengan kode OHD; (c)
Damage pilferage baggage (Damage/Pilferage) dengan kode DPR
Salah satu kasus yang sering terjadi di unit lost and found adalah
missing baggage (AHL), untuk itu berdasarkan uraian diatas, penulis
tertarik untuk mengkaji atau menganalisis lebih lanjut dan
mengemukakan kasus missing baggage (AHL) tersebut dalam bentuk
karya tulis ilmiah dengan judul : “FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB
TERJADINYA MISSING BAGGAGE (AHL) SINGAPORE AIRLINES DI
DIVISI LOST AND FOUND PT JASA ANGKASA SEMESTA DI
BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA TAHUN 2010”.

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Penulis mengidentifikasi masalah-masalah berdasarkan latar
belakang diatas sebagai berikut:
a. Terbatasnya fasilitas peralatan Ground Handling.
b. Lambatnya pengawasan petugas dalam hal penanganan bagasi
penumpang.
c. Sumber Daya Manusia yang tidak terampil dibidangnya.
d. Sering terjadinya kehilangan bagasi atau missing baggage
(AHL).
2. Batasan Masalah
Masalah utama penelitian ini sering terjadinya kehilangan
bagasi atau missing baggage (AHL) sebagai variabel yang dijelaskan
(karakteristik akibat) yang dibatasi mencari faktor-faktor penyebab
terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines (sebagai
variabel yang menjelaskan atau faktor sebab), pada divisi lost and
found PT. Jasa Angkasa Semesta tahun 2010.
3. Pokok Permasalahan
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka pokok
permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut :
a. Bagaimana tingkat perkembangan missing baggage (AHL)
Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. Jasa
Angkasa Semesta pada tahun 2010?
b. Apa faktor penyebab terjadinya missing baggage (AHL)
Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. Jasa
Angkasa Semesta pada tahun 2010?
c. Apa akar penyebab masalah terjadinya missing baggage (AHL)
Singapore Airlines dan tindakan efektip dari divisi lost and found
PT. Jasa Angkasa Semesta?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini, penulis melakukan berbagai
penelitian yang semuanya bertujuan :
a. Untuk mengetahui tingkat perkembangan missing baggage
(AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT.
Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010.
b. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya missing baggage
(AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT.
Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010.
c. Untuk mengetahui akar penyebab masalah dari terjadinya
missing baggage (AHL) Singapore Airlines dan tindakan efektip
dari divisi lost and found PT. Jasa Angkasa Semesta.
2. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mempunyai beberapa tujuan
tertentu antara lain :
a. Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam
mempelajari bagaimana penanganan bagasi penumpang yang
dilakukan PT. Jasa Angkasa selaku ground handling company
terhadap kehilangan bagasi sekaligus untuk memenuhi
persaratan akademik dalam rangka mendapatkan gelar sarjana
ekonomi pada STMT TRISAKTI.
b. Bagi PT. Jasa Angkasa Semesta
Penelitian ini diharapkan dapat manfaat yang baik bagi
perusahaan dalam mengambil langkah-langkah serta kebijakan-
kebijakan dalam mutu pelayanan bagasi penumpang sehingga
nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan citra
perusahaan.
c. Bagi STMT Trisakti
Sebagai informasi tambahan dan sumbangaan ilmu mengenai
kinerja dalam hal penanganan bagasi penumpang dan sebagai
data dokumentasi perpustakaan.

D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik manajemen operasi/produksi pendekatan Diagram
Sebab Akibat atau Fishbone Diagram. Di mana variabel penelitian
meliputi variabel sebab terjadinya missing baggage dalam hal ini sebagai
variabel akibat.
1. Jenis dan sumber data
a. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
kuesioner dan pengamatan dilapangan.
b. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan
literature yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek
atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Berkaitan
dengan penggunaan pendekatan Fishbone Diagram yang mana
proses analisisnya mencari penyebab dan mengapa terjadinya
penyebab, maka populasi sebagai obyek penelitiannya adalah
pengguna jasa untuk variabel mencari penyebab dan pihak
manajemen untuk variabel mengapa terjadinya penyebab.
Populasi pengguna jasa/pelanggan sebanyak 50 orang,
sedangkan populasi pihak manajemen sebanyak 5 orang
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto (1983, :
107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100, diambil
semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. Jika
jumlah subyek besar maka diambil 10-15%, atau 20-25% atau lebih”
Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel
yang diambil 50 orang pelanggan dan 5 orang pihak manajemen.
3. Metode pengumpulan data
a. Riset Lapangan (Field Research)
Data diperoleh dengan penelitian langsung ke PT. Jasa
Angkasa Semesta di Bandar Udara Soekarno-Hatta. Data
diperoleh melalui:
1) Observasi, merupakan salah satu teknik operasional
pengumpulan data melalui proses pencatatan secara cermat
dan sistematis terhadap obyek yang dicermati secara
langsung.
2) Kuesioner, merupakan metode pengumpulan data dengan
cara memberikan pertanyaan-pertanyaan atau angket yang
akan diisi oleh pihak terkait atau responden.
b. Riset Kepustakaan
Mengumpulkan data dengan cara membaca dan mengutip
dari buku, laporan jurnal ilmiah, dan tulisan yang mengandung
informasi dan mendukung landasan teoritis mengenai masalah
yang sedang diteliti.
4. Metode analisis data
Untuk mencari penyebab terjadinya missing baggage (AHL) di
divisi lost and found PT. Jasa Angkasa Semesta maka teknik analisis
data yang digunakan penulis adalah fishbone diagram atau diagram
sebab akibat menurut Vincent Gasper (1998 : 79), yaitu analisis yang
digunakan untuk menunjukan berbagai sebab potensial dari suatu
masalah dengan cara menganalisis apa yang yang terjadi dari suatu
proses.
Untuk mengetahui mengapa suatu masalah terjadi dan
memerlukan analisis lebih terperinci terhadap suatu masalah atau
akibat dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :
a. Rumuskan masalah utama yang penting dan mendesak untuk
diselesaikan dan tuliskan masalah utama di kepala ikan,
kemudian gambarkan tulang-tulang ikan.
b. Pada tulang besar dituliskan penyebab primer masalah.
Kemudian pada tulang berukuran kecil dituliskan penyebab
sekunder yang berpengaruh terhadap penyebab utama.
c. Tentukan penyebab yang penting dari setiap faktor penting yang
berpengaruh nyata pada suatu masalah atau penyebab utama.
(lihat gambar 1.1)

Gambar 1.1
Bentuk umum diagram sebab akibat



















Sumber data : Vincent Gaspersz (1998)

Selanjutnya dalam mengolah data penulis menggunakan
teknik Brainstorming, menurut Vincent gasperz (1998 : 72).
Brainstorming membantu membangkitkan ide-ide alternatifdan
persepsi dalam suatu tim kerja (teamwork) yang bersifat terbuka dan
KATEGORI UTAMA
(TULANG BESAR)
TULANG BELAKANG
KATEGORI UTAMA
(TULANG BESAR)
KATEGORI UTAMA
(TULANG BESAR)
KATEGORI UTAMA
(TULANG BESAR)
TULANG SEDANG
TULANG KECIL
MASALAH
KEPALA IKAN
FAKTOR (SEBAB) KARAKTERISTIK (AKIBAT)
bebas (tidak malu-malu). Brainstorming dapat digunakan berkaitan
dengan hal-hal berikut:
1. Menentukan penyebab yang mungkin dari penurunan
produktivitas perusahaan dan/atau solusi terhadap masalah
produktivitas itu.
2. Memutuskan masalah produktivitas apa yang perlu diselesaikan.
3. Anggota tim merasa bebas untuk berbicara dan
menyumbangkan ide-ide mereka.
4. Menginginkan untuk menjaring sejumlah besar persepsi
alternative.
5. Kreatifitas merupakan karakteristik outcome yang diinginkan.
6. Fasilitator dapat secara efektif mengelola tim.
Untuk mendukung penggunaan alat analisis diagram sebab
akibat ini, penulis menyusun kisi-kisi instrument penelitian lihat (tabel
1.1)

Tabel 1.1
Membuat Format Kisi-kisi Instrument Penelitian
KARAKTERISTIK
PRODUKTIVITAS
(AKIBAT)
KATEGORI
UTAMA
TIPE KATEGORI
UTAMA (TIPE
FAKTOR
PENYEBAB)
BUTIR
PERTANYAAN
JUMLAH
TERJADINYA
MISSING
BAGGAGE (AHL) DI
DIVISI LOST AND
FOUND PADA PT
JASA ANGKASA
SEMESTA
1. SDM
a. Kedisiplinan 1a
4
b Kerjasama 1b
c. ketrampilan 1c
d. Karyawan
memadai
1d
2 METODE
a. Prosedur 2a
2
b. Kehadiran 2b
3. PERALATAN
a. Fungsi 3a
2
b. Kelengkapan 3b
4.
PENGAWASAN
a. Tindakan 4a
2
b. Rutinitas 4b
5. INFORMASI
a.Tata cara
peraturan
5a 1
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

Instrumen penelitian berbentuk instrumen penilaian variabel
sebab terjadinya missing baggage Singapore Air Lines pada divisi
lost and found PT. Jasa Angkasa Semesta Bandar Udara Soekarno-
Hatta, dengan menggunakan Skala Guttman dapat dibuat (a) Dalam
bentuk pilihan ganda, (contoh : a. Ya ; b. Tidak); dan (b) Dalam
bentuk checklist, jawaban responden dapat berupa skore tertinggi
bernilai (1) dan skor terendah (0), contoh : a. Ya (1) ; b. Tidak (0).
Sedangkan untuk variabel akibat atau terjadinya missing baggage
dengan cara 5 Why Keyes.
Penilaian penetapan faktor Bermasalah (BM) dan Tidak
Bermasalah (TBM) dilakukan dengan cara pengukuran dengan
statistik perhitungan rata-rata tengah (Mean). Menurut Sugiyono
(2007 : 42), yaitu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas
nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata (mean) ini didapat
dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu,
kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok
tersebut.

Rumus



Dimana :
Me = mean (rata-rata)
∑ = Epsilon (baca jumlah)
Xi = Nilai X ke i sampai ke n
n = Jumlah individu
Hasil yang didapat adalah kumpulan dari faktor bermasalah
yang kemudian terurut berdasarkan besaran nilai % bermasalahnya,
mulai dari urutan pertama dengan nilai terbesar sd urutan terakhir
dengan nilai bermasalah terkecil. Urutan bermasalah tersebut
tentunya harus diuji secara statistik apakah sudah merupakan urutan
faktor bermasalah yang terangking sebenarnya. Pengujian dapat
dilakukan dengan memberikan nilai bobot untuk setiap faktor
bermasalah tadi bermasalah, dengan cara menggunakan
pendekatan bobot kebalikan. Menurut M. Syamsul Ma’Arif dan
Hendri Tanjung (2003 : 194) , metode pemeringkatan faktor adalah
proses identifikasi biaya yang sulit untuk dievaluasi. Caranya adalah
dengan mengkuantifikasi data yang bersifat kualitatif. Faktor rating
dilakukan dengan prosedur Memberikan bobot terhadap faktor-faktor
yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi; dihitung dengan
membagikan kebalikan urutannya dengan total jumlah atau ∑urutan.
Pelaksanaan pembobotan dengan catatan tidak boleh kurang
dari nilai terkecil urutan bermasalah (misalnya 1) dan tidak boleh
lebih dari nilai terbesar urutan bermasalah (misalnya 7). Proses
perhitungannya dimulai dengan pilihan urutan kebalikan dimulai dari
urutan terbawah dulu dan bila setiap hasilnya kurang dari nilai urutan
terkecil 1 atau lebih besar dari nilai urutan terbesar 7 berarti tidak
dipakai/gagal, dan untuk selanjutnya dimulai perhitungan kembali
pada urutan kedua terbawah dan seterusnya sampai didapat hasil
yang tidak kurang dari nilai terkecil 1 atau tidak lebih dari nilai urutan
terbesar 7. Hasil akhir setiap sel yang terisi hasil pembobotan terpilih
di atas dibagi terhadap jumlah atau ∑ pd kolom urutan bermasalah,
dan hasil yang didapat atau harus berjumlah = 1 (satu), kemudian
menetapkan ranking faktor bermasalah yang sebenarnya lihat secara
lengkap table 1.2




∑Xi
Me =
n
Tabel I.2
Contoh Bobot kebalikan Faktor Penyebab Bernilai
NO
ITEM
PERNYATAAN TIPE
FAKTOR/PENYEBA
B
BERMASALAH PEMBOBOTAN & RANKING
%
URUTA
N
URUTAN
KEBALIKAN
NILAI
BOBOT
RANKING
TIPE
KATEGORI
UTAMA
1 2 3 4 5 6 7
1B A 56.67% 6 +  2 0,071 A ( 6 )
1C B 60.00% 5 3 0,107 B ( 5 )
2A C 66.67% 3 5 0,179 C ( 3 )
2B D 63.33% 4 4 0,143 D ( 4 )
3A E 73.33% 1 7 0,250 E (1 )
4 F 56.67% 7 1 0,036 F( 7 )
5 G 70.00% 2 6 0,214 G(2 )
TOTAL = 28 1.000
Sumber : M. Syamsul Ma’Arif dan Hendri Tanjung (2003 : 194) – diolah
Nilai urutan kebalikan 2 (kolom 5) adalah urutan kebalikan terbawah yang hasilnya tidak
kurang dari nilai urutan terkecil 1 dan tidak lebih dari nilai urutan terbesar 7

E. Sistematika Penulisan
Adapun materi skripsi yang dibahas menggunakan sistematika
penulisan sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang
masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian dan
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan
teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi, dan diperoleh
dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai
dengan judul skripsi dan pokok permasalahan,.
BAB III GAMBARAN UMUM PT. JASA ANGKASA SEMESTA
Dalam bab ini penulis menguraikan secara umum sejarah
singkat perusahaan, struktur organisasi perusahaan serta
kegiatan usaha perusahaan.
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok
permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada
Bab I yaitu : tingkat perkembangan missing baggage (AHL)
Singapore Airlines ; faktor penyebab terjadinya missing
baggage (AHL) Singapore Airlines ; akar penyebab masalah
terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines dan
tindakan efektipnya
BAB V PENUTUP
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran
-
dari hasil kesimpulan tersebut, sebagai bahan masukan bagi
perusahaan dan pihak lain.

BUKU REFERENSI FISHBONE DIAGRAM :
Gaspersz Vincent, 1998, Manajemen Produktivitas Total, Penerbit Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
Jay Heizer, Barry Render, 2005, Operations Management, Edisi Ketujuh
Buku 1 Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
M.Syamsul Ma’arif. Hendri Tanjung., 2003, Manajemen Operasi, Penerbit
Graznido, Jakarta.
Nurul Zuriah. 2009, Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan Teori-
Aplikasi, Jakarta, PT.Bumi Aksara.
Richard Y.Chang, Matthew E. Niedzwiecki, 1998, Alat Peningkatan Mutu Jilid
1, Penerbit PT. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
Richard F. Gerson, 2001, Mengukur Kepuasan Pelanggan, Penerbit PPM,
Jakarta.
BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN :
Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat, Rineka
Cipta, Yogyakarta.
Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, cetakan
ketiga, Alfabeta, Bandung.
Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta,
Bandung.
Singgih Santoso, 2003, Statistik Diskriptif, Konsep Dan Aplikasi Dengan
Microsoft Excell Dan SPSS, Andi, Yogyakarta.














CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA


PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN
PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA
KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”

Dan Dapat Juga Judulnya Menjadi :
HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS DENGAN UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN
PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA KHARISMA MITRA
DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”


Disusun Oleh,
SSSSSSS - NIM. 224999999
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT


A. Latar Belakang Masalah
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, urgensi peralatan
bongkar muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda)
khusus moda transportasi laut, telah mengalami peningkatan yang cukup
signifikan dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan,
berkaitan dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara
operasional memanfaatkan moda transportasi laut. Disamping itu, diikuti
oleh kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat
menggantungkan diri pada isu ini, tentu saja, dengannya orang semakin
merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien
dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya.
Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan
konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat
Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas, lebih efisien dan lebih
efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua
puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO
intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam
kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut
kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck”
memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang
pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu.
Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi
kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang
sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar
(export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan
internasional. Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini
dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer
untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya
untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang
memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan
dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on
kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh
trailer (head truck dan chasis). keperusahaannya dan ke depo Dwipa
Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang
disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan depo yang
melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat
bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya
35 ton. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh
perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi
administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan
adalah Penanaman Modal Asing (PMA ).
Dan berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk
mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan
judul : “PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN
PENANGANAN PETI KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN
PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN
PADA PT. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG
PRIOK 2010”.

Atau bisa dengan judul lain misalnya mencari korelasi
menjadi
“HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN
PENANGANAN PETI KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN
PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN
PADA PT. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG
PRIOK 2010”.

B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan
masalah pada :
a. Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan.
b. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan
petikemas kapal keagenan.
c. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal
keagenan
d. Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya
2. Batasan Masalah
Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan
pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel
terikat (Y) dibatasi pengaruhnya atau hubungannya pada
ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas sebagai variabel
bebas (X) pada PT. Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung
Priok.
3. Pokok Permasalahan
Bedasarkan pembatasan masalah di atas, maka pokok
permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut :
a. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas
pada PT. Dwipa Kharisma Mitra?
b. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti
kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra?
c. Adakah Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan Penanganan
Petikemas Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa
Kharisma Mitra?
CATATAN :
Untuk butir c di atas Pengaruh bisa diganti dengan Hubungan
tergantung apa yang akan diteliti :
Adakah Hubungan Ketersediaan Kelengkapan Penanganan
Petikemas Dengan Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan
Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun
skripsi ini antara lain adalah :
a. Untuk mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra.
b. Untuk mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan
peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
c. Untuk Mengetahui Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan
Penanganan Petikemas Ketersediaan Kelengkapan Penanganan
Petikemas Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa
Kharisma Mitra.
CATATAN :
Untuk butir c di atas sama Pengaruh dapat dirubah menjadi
Hubungan disesuaikan denganpokok permasalahannya, menjadi
:
Untuk Mengetahui Hubungan Ketersediaan Kelengkapan
Penanganan Petikemas Ketersediaan Kelengkapan Penanganan
Petikemas Dengan Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan
Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra
2. Manfaat Penelitian
Sebagai bahan penyusunan skripsi guna memenuhi persyaratan
formal ujian strata satu [S-1] Manajemen Transport antara lain :
a. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu
kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan
penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT. Dwipa
Kharisma Mitra, sebagai persyaratan formal ujian untuk
menempuh strata satu [S-1]. Selanjutnya informasi tersebut
dapat dijadikan sebagai dassar referensi dan bahan
perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang
relevan dengan skripsi ini.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan masukan-
masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dan
sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk
menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan
datang serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti
kemas pada kapalyang baik didalam kegiatan bongkar muat
[B/M], dimasa yang akan datang.
c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti)
Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik
analisis prediksi atau peramalan berkaitan dengan penanganan
petikemas, serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai
data dokumentasi perpustakaan.
D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik peramalan atau prediksi Variabel penelitian
meliputi satu variabel bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan
Penanganan Petikemas (X), dan variabel terikat Upaya Peningkatan
Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). Hubungan
atau pengaruh antara variabel penelitian tersebut dapat digambarkan
dalam paradigma penelitian sebagai berikut :


X Y
r
1. Jenis dan Sumber Data
a. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
penyebaran kuesioner dan pengamatan dilapangan.
b. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan literatur
yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Populasi
dan penelitian ini adalah keagenan kapal PT.Dwipa Kharisma Mitra
(± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto (1983:
107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100, diambil
semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. Jika
jumlah subyek besar maka diambil 10-15%, atau 20-25% atau lebih”
Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel
yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal.
3. Metode Pengumpulan Data
a. Riset Lapangan [Field Research]
Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian
langsung ke perusahaan yang terkait :
1) Wawancara
Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan
kuesioner.
2) Angket dan Kuesioner
Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga
dapat berkumpul data yang diperlukan. Dengan melalui
kuesioner inilah responden bias mengisi keterangan-
keterangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh
responden.
b. Riset Kepustakaan [Library Research]
Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang
ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan
dengan kepelabuhan, penanganan petikemas, keagenan kapal.
4. Metode Analisa Data
Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi dan
regresi linier sederhana. Ridwan (2009:133 “Rumus dan Data Dalam
Analisis Statistika), Regresi Linier Sederhana salah satunya untuk
meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel
bebas (X) diketahui. Regresi Linier Sederhana dapat di analisis
karena didasari oleh hubungan fungsional atau hubungan sebab
akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Karena ada perbedaan yang mendasar dari analisis korelasi dan
analisis regresi. Pada dasarnya analisis regresi dan analisis korelasi
keduanya punya hubungan yang sangat kuat dan mempunyai
keeratan. Setiap analisis regresi otomatis ada analisis korelasinya,
sebaliknya analisis korelasi belum tentu diuji regresi atau diteruskan
dengan analisis regresi, karena kedua variabelnya tidak mempunyai
hubungan fungsional atau sebab akibat.
a. Rumusan Regresi Linier Sederhana
Menurut Ridwan (2009:133) dan Sugijono (2009:262) :
^
Y = a +bX
Dimana :
^
Y = (baca Y topi) subyek variabel terikat yang
diproyeksikan
X = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk
diprediksi
a = Nilai konstanta harga Y jika X = 0
b = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang
menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-)
variabel Y
n = jumlah pasang observasi/pengukuran
b =
¿ ¿ ÷
¿ ¿ ÷ ¿
2
) (
2
.
. .
X X n
Y X XY n
; a =
n
X b Y ¿ ¿ ÷ .

b. Koefisien Korelasi
Menurut Ridwan (2009:124) dan Sugijono (2009:255):Korelasi
merupakan alat untuk mengetahui derajat hubungan antara
variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).
Rumus yang digunakan Korelasi Pearson Product Moment ( r )
r =
( ) ( )( )
( ) ( ) { } ( ) ( ) { }
2
2
2
2
¿ ¿ ¿ ¿
¿ ¿ ¿
÷ ÷
÷
Y Y n X X n
Y X XY n

Dimana :
Korelasi PPM dilambangkan ( r ) dengan ketentuan nilai r tidak
lebih dari harga (-1 ≤ r ≤ +1), apabila :
r = 1, hubungan X dan Y adalah sangat kuat.
r = -1, hubungan X dan Y adalah negatif sempurna.
r = 0, tidak ada hubungan x dan y
Arti harga r dikonsultasikan dengan table Interpretasi Nilai r
sebagai berikut .
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,80 – 1,000
0,60 – 0,799
0,40 – 0,599
0,20 – 0,399
0,00 – 0,199
Sangat Kuat
Kuat
Cukup Kuat
Rendah
Sangat Rendah
Ridwan (2009:124); Sugijono (2009:257)

c. Koefisien Diterminan atau Koefisien Penentu
Menurut Ridwan (2009:125), untuk menyatakan besar kecilnya
sumbangan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)
ditentukan dengan koefisien determinan/penentu
KP = r
2
x 100%
Dimana :
KP = Nilai Koefisien Diterminan/Penentu
r = Nilai Koefisien Korelasi
d. Uji Hipotesa
Sugijono (2009: 229) Uji hipotesis yang digunakan adalah uji
dua arah (two tails), dengan tahap-tahap sebagai berikut :
1) Uji dua pihak digunakan bila hipotesis alternatifnya (Ha)
berbunyi “tidak sama dengan” dan hipotesis nol (Ho) berbunyi
“sama dengan” atau ( Ha ≠; Ho = )
2) Hipotesis Dalam Bentuk Kalimat
Ha : variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap
variabel Y
Ho : variabel X tidak berpengaruh secara signifkan terhadap
variabel Y
3) Hipotesis Dalam Bentuk Statistik
Ha : ρ ≠ 0
H
O
: ρ = 0
4) Rumus Uji Signifikansi
Sugijono (2009:257-258)
t
hitung
=
( )
( )
2
1
2
r
n r
÷
÷


Dimana :
t
hitung
= Nilai t ; r = Nilai Koefisien Korelasi; n = jumlah
sampel
5) Dasar Pengambilan Keputusan
Bandingkan Nilai t
hitung
dengan t
tabel
, untuk tingkat kesalahan
(α) = 0,05 (5 %) uji dua pihak, dan derajat kebebasan atau dk
= n-2)
6) Kesimpulan
Jika nilai t
hitung
< nilai t
tabel
, maka Ho = diterima, Ha = ditolak,
berarti koefisien regresi tidak signifikan (Variabel X tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y)
Jika t
hitung
> t
tabel
, maka Ho = ditolak, Ha = diterima, berarti
koefisien regresi signifikan (Variabel X berpengaruh secara
signifikan terhadap variabel Y)
Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi
linier sederhana di atas maka, disusun kisi-kisi instrument penelitian
(lihat Tabel 1.1 dan Tabel 1.2) dengan pengukurannya
menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan
analisis kuantitatip, maka indikator yang akan diuji dalam bentuk
pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari
lima tingkat, yaitu :
a. Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5;
b. Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4;
c. Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3;
d. Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2;
e. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1.
Tabel 1.1
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X)
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERNYATAAN
JUMLAH
FASILITAS DAN
PERALATAN
JUMLAH 1
4
Kelancaran 2
Kapasitas 3
Waktu 4
SDM Keahlian dan ketrampilan 5 3
Tanggap 6
Kerjasama 7
Sispro Sistem Bongkar Muat 8 3
efektif dan efisien 9
Informasi 10
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

Tabel 1.2
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERTANYAAN
JUMLAH
Efektip dan Efisiensi Prosedur penanganan 1
2
Sistem dan mekanisme penanganan 2
Akurat dan Tepat Informasi 3 1
Mutlak Kelengkapan dokumen 4
5
tepat waktu 5
Kesiapan alat dan tenaga kerja 6
Keahlian dan keterampilan
karyawan
7
Ketelitian dan kecermatan 8
Kelancaran Kerjasama 9 1
Program kerja Perencanaan 10 1
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)
E. Hipotesis
Terdapat pengaruh atau hubungan yang positif dan signifikan
ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas (X) terhadap upaya
peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan (Y).
G. Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab
diuraikan kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang
Masalah, Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah,
Batasan Masalah, Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat
Penelitian, Metodologi Penelitian dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau
konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan
skripsi, dan diperoleh dari berbagai sumber yang
berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi
dan pokok permasalahan,.
BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran
umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat
Perusahaan, Organisasi Manajemen, Struktur Organisasi,
Bidang Usaha Perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok
permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan
pada Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra; upaya
peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra; Pengaruh
atau Hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan
penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada
PT.Dwipa Kharisma Mitra.
BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan
saran dari hasil kesimpulan tersebut,












































CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS REGRESI LINIER GANDA


PROPOSAL SKRIPSI

PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP
UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS
KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA KHARISMA MITRA DI
PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”.

Disusun Oleh,
BBBBBB - NIM. 222222222
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT


A. Latar Belakang Masalah
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, urgensi peralatan
bongkar muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda)
khusus moda transportasi laut, telah mengalami peningkatan yang cukup
signifikan dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan,
berkaitan dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara
operasional memanfaatkan moda transportasi laut. Disamping itu, diikuti
oleh kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat
menggantungkan diri pada isu ini, tentu saja, dengannya orang semakin
merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien
dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya.
Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan
konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat
Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas, lebih efisien dan lebih
efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua
puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO
intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam
kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut
kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck”
memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang
pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu.
Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi
kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang
sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar
(export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan
internasional. Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini
dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer
untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya
untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang
memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan
dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on
kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh
trailer (head truck dan chasis). keperusahaannya dan ke depo Dwipa
Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang
disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan depo yang
melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat
bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya
35 ton. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh
perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi
administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan
adalah Penanaman Modal Asing (PMA ). Kegiatan penanganan di atas
akan lebih terlaksana dengan dukungan rutin pihak perusahaan dalam
hal ini para supervise untuk turun di lapangan melalkukan tugas
pengawasan secara benar, tegas dan kerjasama yang baik.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji
lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul :
“PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS
TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN
PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA KHARISMA
MITRA DI PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan
masalah pada :
a. Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan.
b. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan
petikemas kapal keagenan.
c. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal
keagenan
d. Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya
2. Batasan Masalah
Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan
pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel
terikat (Y) dibatasi pengaruhnya pada ketersediaan kelengkapan
penanganan petikemas sebagai variabel bebas (X1) dan
pengawasan penanganan petikemas sebagai variabel (X2) pada PT.
Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung Priok.
3. Pokok Permasalahan
Bedasarkan pembatasan masalah di atas, maka pokok
permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut :
a. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas
pada PT. Dwipa Kharisma Mitra?
b. Bagaimana pengawasan penanganan petikemas pada PT.
Dwipa Kharisma Mitra?
c. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti
kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra?
d. Adakah pengaruh ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap
upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun
skripsi ini antara lain adalah :
a. Untuk Mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra.
b. Untuk Mengetahui pengawasan penanganan petikemas pada
PT. Dwipa Kharisma Mitra.
c. Untuk Mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan
peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
d. Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan kelengkapan
penanganan petikemas dan pengawasan penanganan
petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan
peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
2. Manfaat Penelitian
Sebagai bahan penyusunan skripsi guna memenuhi persyaratan
formal ujian strata satu [S-1] Manajemen Transport antara lain :
a. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu
kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan
penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT. Dwipa
Kharisma Mitra sebagai persyaratan formal ujian untuk
menempuh strata satu [S-1]. Selanjutnya informasi tersebut
dapat dijadikan sebagai dassar referensi dan bahan
perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang
relevan dengan tulisan ini.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan melalui ini dapat memberikan masukan-masukan
kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dan sebagai
sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan
kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang
serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti kemas
pada kapalyang baik didalam kegiatan bongkar muat [B/M],
dimasa yang akan datang.
c. Bagi Lembaga
Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan
referensi dan acuan serta studi terhadap bentuk penelitian
serupa didalam penyusunan skripsi.
D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik peramalan atau prediksi Variabel penelitian
meliputi Dua variabel bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan
Penanganan Petikemas (X
1
), Pengawasanan Penanganan Petikemas
(X
2
) dan Satu variabel terikat Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). Hubungan antara variabel
penelitian tersebut dapat digambarkan dalam paradigma penelitian
sebagai berikut :









Sumber Data : Sugijono (2009:234);Ridwan (2009:166)
5. Jenis dan Sumber Data
a. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
kuesioner dan pengamatan dilapangan.
b. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan
literature yang berhubungan dengan materi yang dibahas.
6. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004).
X
1

Y
r
X1Y

X
2

r
X2Y

R
X1X2Y

Populasi dan penelitian ini adalah keagenan kapal PT.Dwipa
Kharisma Mitra (± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto (1983, :
107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100, diambil
semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. Jika
jumlah subyek besar maka diambil 10-15%, atau 20-25% atau lebih”
Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah sampel
yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal.
7. Metode Pengumpulan Data
a. Riset Lapangan [Field Research]
Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian
langsung ke perusahaan yang terkait :
1) Wawancara
Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan
kuesioner.
2) Angket dan Kuesioner
Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga
dapat berkumpul data yang diperlukan, dengan melalui
kuesioner inilah responden bisa mengisi keterangan-
keterangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh
responden.
b. Riset Kepustakaan [Library Research]
Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang
ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan
dengan kepelabuhan, penanganan petikemas, keagenan kapal.
8. Metode Analisa Data
Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi dan
Regresi linier berganda. Ridwan (2009:142) “Rumus dan Data Dalam
Analisis Statistika, Regresi Linier Ganda salah satunya untuk
meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel
bebas (X) minimal dua atau lebih, dan untuk membuktikan ada atau
tidak adanya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua
variabel bebas atau lebih (X
1
),(X
2
),(X
3
)……(X
n
) dengan satu variabel
terikat (Y). Asumsi dan arti persamaan regresi sederhana berlaku
pada regresi ganda, tetapi bedanya terletak pada rumusnya,
Sebagai catatan : Pada dasarnya analisis regresi dan analisis
korelasi keduanya punya hubungan yang sangat kuat dan
mempunyai keeratan. Setiap analisis regresi otomatis ada analisis
korelasinya, sebaliknya analisis korelasi belum tentu diuji regresi
atau diteruskan dengan analisis regresi, karena kedua variabelnya
tidak mempunyai hubungan fungsional atau sebab akibat.
Rumusan Regresi Linier Berganda
Menurut Ridwan (2009:142)
Persamaan regresi ganda dirumuskan :
1) Dua variabel bebas :
2 2 1 1
^
X b X b a Y + + =
2) Tiga variabel bebas :
3 3 2 2 1 1
^
X b X b X b a Y + + + =
3) Empat variabel bebas :
4 4 3 3 2 2 1 1
^
X b X b X b X b a Y + + + + =
4) Ke n variabel bebas :
n
X
n
b X b X b a Y .....
2 2 1 1
^
+ + =
Dimana :
^
Y = (baca Y topi) subyek variabel terikat yang diproyeksikan
X
1
…X
n
= Variabel bebas 1 sd n mempunyai nilai tertentu untuk
diprediksi
a = Nilai konstanta harga Y jika X
1
…X
n
= 0
b
1
…b
n
= Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang
menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan
(-) variabel Y
n = jumlah pasang observasi/pengukuran.

Rumus yang digunakan dalam skripsi ini yaitu regresi linier
berganda :
Pertama : Rumus Nilai Persamaan untuk 2 variabel bebas
∑Y = a.n+b
1
.∑X
1
+b
2
.∑X
2

∑X
1
Y = a.∑X
1
+b
1
.∑X
1
2
+b2.∑X
1
X
2

∑X
2
Y = a.∑X
2
+b
1
.∑X
1
X
2
+b2.∑X
2
2

Kedua : Jumlah Kuadrat

No. X
1
X
2
Y X
1
2
X
2
2
Y
2
X
1
Y X
2
Y X
1
X
2
1 .. .. .. .. .. .. .. .. ..
2 .. .. .. .. .. .. .. .. ..
3 .. .. .. .. .. .. .. .. ..
.. .. .. .. .. .. .. .. .. ..
N .. .. .. .. .. .. .. .. ..
Statistik ∑X
1
∑X
2
∑Y ∑X
1
2
∑X
2
2
∑Y
2
∑X
1
Y ∑X
2
Y ∑X
1
X
2
Sumber Data : Ridwan (2009:142)

1) ¿ ¿
|
.
|

\
|
¿
÷ =
n
X
X X
2
1
2
1
2
1

2) ¿ ¿
|
.
|

\
|
¿
÷ =
n
X
X X
2
2
2
2
2
2

3)
( )
2
2 2
¿ ¿
¿
÷ =
n
Y
Y Y
4)
( ) ( )
¿ ¿
¿ ¿
÷ =
n
Y X
Y X Y X
.
1
1 1

5)
( ) ( )
¿ ¿
¿ ¿
÷ =
n
Y X
Y X Y X
.
2
2 2

6)
( ) ( )
¿ ¿
¿ ¿
÷ =
n
X X
X X X X
2
.
1
2 1 2 1

Ketiga : Persamaan b
1
, b
2
dan a
( ) ( ) ( )
( )
2
2 1
2
2
.
2
1
2
.
2 1 1
.
2
2
1
¿ ÷
|
.
|

\
|
¿ |
.
|

\
|
¿
¿ ¿ ÷ ¿ |
.
|

\
|
¿
=
X X X X
Y X X X Y X X
b

( ) ( ) ( )
( )
2
2 1
2
2
.
2
1
1
.
2 1 2
.
2
1
2
¿ ÷
|
.
|

\
|
¿ |
.
|

\
|
¿
¿ ¿ ÷ ¿ |
.
|

\
|
¿
=
X X X X
Y X X X Y X X
b

|
|
|
.
|

\
|
¿
÷
|
|
|
.
|

\
|
¿
÷
¿
=
n
X
b
n
X
b
n
Y
a
2
. 2
1
.
1

Keempat : Mencari Korelasi Ganda
( )
¿
¿ ¿ +
=
2
2
.
2 1
.
1
. .
2 1
y
y x b y x b
y x x
R
Kelima : Nilai Kontribusi Korelasi Ganda
( ) % 100 .
2
. .
2 1
y x x
R KP =
Keenam : Menguji signifikansi
Membandingkan F
hitung
dengan F
tabel
dengan rumus :
( )
|
|
.
|

\
|
÷
÷ ÷
=
2
1 .
1
2
R m
m n R
hitung
F
Dimana : n = jumlah responden; m = jumlah variabel bebas
Kaidah pengujian signifikansi :
Jika F
hitung
≥F
tabel
, maka tolak Ho artinya signifikan;
Jika F
hitung
≤F
tabel
, maka terima Ho artinya tidak signifikan;
Dengan taraf signifikan : α=0,01 atau α=0,05
Carilah nilai F
tabel
menggunakan Tabel F dengan rumus :
( )( ) ( ) | | 1 . 1 ÷ ÷ = = ÷ = m n dkpenyebut m g dkpembilan F
tabel
F o
Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi
linier sederhana di atas maka, disusun kisi-kisi instrument penelitian
(lihat Tabel 1.1 dan Tabel 1.2) dengan pengukurannya
menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan
analisis kuantitatip, maka indikator yang akan diuji dalam bentuk
pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari
lima tingkat, yaitu :
a. Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5;
b. Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4;
c. Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3;
d. Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2;
e. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1.

Tabel 1.1
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X)
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERNYATAAN
JUMLAH
FASILITAS DAN
PERALATAN
JUMLAH 1
4 Kelancaran 2
Kapasitas 3
Waktu 4
SDM Keahlian dan ketrampilan 5
3 Tanggap 6
Kerjasama 7
Sispro Sistem Bongkar Muat 8
3 efektif dan efisien 9
Informasi 10
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

Tabel 1.2
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Pengawasan Penanganan Petikemas (X
2
)
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERNYATAA
N
JUMLAH
PEMANTAUAN SUPERVISI 1
3
Kesuaian antara Perencanaan,
Pelaksanaan dan Penilaian
2
Cara 3
Supervisi Keahlian dan ketrampilan 5
3
Tanggap 6
Kerjasama 7
Evaluasi Kesuaian antara Perencanaan,
Pelaksanaan dan Penilaian
8

3 Kinerja Penanganan 9
Penetapan Kualitas 10
Pelaporan Hasil 10

4
Kinerja Penanganan 9
Tindak Lanjut 10
Penyampaian 9
Jumlah 13
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

Tabel 1.3
Kisi-Kisi Variabel Instrumen Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERTANY
AAN
JUMLAH
Efektip dan Efisiensi Prosedur penanganan 1
2

Sistem dan mekanisme
penanganan
2
Akurat dan Tepat Informasi 3 1
Mutlak Kelengkapan dokumen 4
5
tepat waktu 5
Kesiapan alat dan tenaga kerja 6
Keahlian dan keterampilan
karyawan
7
Ketelitian dan kecermatan 8
Kelancaran Kerjasama 9 1
Program kerja Perencanaan 10 1
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)
E. Hipotesis
Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama
Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1) dan Pengawasan
Penanganan Petikemas (X2) terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).

G. Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab diuraikan
kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang
Masalah, Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah,
Batasan Masalah, Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat
Penelitian, Metodologi Penelitian dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau
konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan
skripsi, dan diperoleh dari berbagai sumber yang
berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi
dan pokok permasalahan,.
BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran
umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat
Perusahaan, Organisasi Manajemen, Struktur Organisasi,
Bidang Usaha Perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam Bab Ini Menganalisis Dan Membahas Pokok
Permasalahan Dan Tujuan Penelitian Yang Dikemukakan
Pada Bab I Yaitu : Ketersediaan Kelengkapan
Penanganan Petikemas Pada PT. Dwipa Kharisma Mitra;
Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas
Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa Kharisma Mitra;
Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan Penanganan
Petikemas Dan Pengawasan Penanganan Petikemas
Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan
Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa
Kharisma Mitra.
BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan
saran dari hasil kesimpulan tersebut, sebagai bahan
masukan bagi perusahaan dan pihak lain.



BUKU REFERENSI MATERI:
SILAHKAN MENYESUAIKAN DENGAN KATA KUNCI DARI JUDUL
PENELITIAN (SELENGKAP MUNGKIN)
BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIKA:

Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat, Rineka
Cipta, Yogyakarta.
Iqbal Hasan, 2006, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, cetakan kedua,
PT.Bumu Aksara, Jakarta.
Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, cetakan
ketiga, Alfabeta, Bandung.
Riduwan, H.Sunarto, 2009, Pengantar Statistika Untuk Penelitian
Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis, cetakan
kedua, Alfabeta, Bandung.
Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta,
Bandung.
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, cetakan kedelapan, Alfabeta, Bandung.
CONTOH PROPOSAL
ALAT ANALISIS KORELASI BERGANDA


PROPOSAL SKRIPSI

HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP
UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS
KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA KHARISMA MITRA DI
PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”.

Disusun Oleh,
BBBBBB - NIM. 222222222
Program Studi MANAJEMEN
Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT


A. Latar Belakang Masalah
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, urgensi peralatan bongkar
muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda) khusus moda
transportasi laut, telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan
dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan, berkaitan
dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara operasional
memanfaatkan moda transportasi laut. Disamping itu, diikuti oleh
kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk
pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat
menggantungkan diri pada isu ini, tentu saja, dengannya orang semakin
merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien
dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya.
Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan
konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat
Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas, lebih efisien dan lebih
efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua
puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO
intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam
kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut
kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck”
memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang
pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu.
Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi
kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang
sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar
(export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan
internasional. Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini
dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer
untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya
untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang
memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan
dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on
kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh
trailer (head truck dan chasis). keperusahaannya dan ke depo Dwipa
Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang
disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Perusahaan depo yang
melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat
bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya
35 ton. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh
perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi
administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan
adalah Penanaman Modal Asing (PMA ). Kegiatan penanganan di atas
akan lebih terlaksana dengan dukungan rutin pihak perusahaan dalam
hal ini para supervise untuk turun di lapangan melalkukan tugas
pengawasan secara benar, tegas dan kerjasama yang baik.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji
lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul :
“HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI
KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS
TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN
PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. DWIPA KHARISMA
MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”.
B. Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan
masalah pada :
a. Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan.
b. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan
petikemas kapal keagenan.
c. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal
keagenan
d. Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya
2. Batasan Masalah
Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan
pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel
terikat (Y) dibatasi hubungannya pada ketersediaan kelengkapan
penanganan petikemas sebagai variabel bebas (X1) dan
pengawasan penanganan petikemas sebagai variabel (X2) pada PT.
Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung Priok.
3. Pokok Permasalahan
Bedasarkan pembatasan masalah di atas, maka pokok
permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut :
a. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas
pada PT. Dwipa Kharisma Mitra?
b. Bagaimana pengawasan penanganan petikemas pada PT. Dwipa
Kharisma Mitra?
c. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti
kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra?
d. Adakah hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap
upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun
skripsi ini antara lain adalah :
a. Untuk Mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra.
b. Untuk Mengetahui pengawasan penanganan petikemas pada PT.
Dwipa Kharisma Mitra.
c. Untuk Mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan
peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
d. Untuk mengetahui hubungan ketersediaan kelengkapan
penanganan petikemas dan pengawasan penanganan
petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan
peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
2. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu
kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan
penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT. Dwipa
Kharisma Mitra sebagai persyaratan formal ujian untuk
menempuh strata satu [S-1]. Selanjutnya informasi tersebut
dapat dijadikan sebagai dasar referensi dan bahan perbandingan
untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang relevan
dengan tulisan ini.
b. Bagi Perusahaan
Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan masukan-
masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dan
sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk
menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan
datang serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti
kemas pada kapal yang baik didalam kegiatan bongkar muat
[B/M], dimasa yang akan datang.
c. Bagi Lembaga
Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan
referensi dan acuan serta studi terhadap bentuk penelitian
serupa didalam penyusunan skripsi.
D. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
survey, dengan teknik korelasi. Variabel penelitian meliputi Dua variabel
bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X
1
),
Pengawasanan Penanganan Petikemas (X
2
) dan Satu variabel terikat
Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal
Keagenan (Y). Hubungan antara variabel penelitian tersebut dapat
digambarkan dalam paradigma penelitian sebagai berikut :









Sumber Data : Sugijono (2009:265);Ridwan (2009:128)
1. Jenis dan Sumber Data
c. Data primer
Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui
penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui
koesioner dan pengamatan dilapangan.
d. Data sekunder
Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca,
mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan literatur
yang berhubungan dengan materi yang dibahas.

2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004).
X
1

Y
r
X1Y

X
2

r
X2Y

R
X1X2Y

r
X1X2

Populasi penelitian ini adalah keagenan kapal PT.Dwipa
Kharisma Mitra (± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang
dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Suharsimi Arikunto
(1983:107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100,
diambil semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi.
Jika jumlah subyek besar maka diambil 10-15%, atau 20-25% atau
lebih” Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah
sampel yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal.
3. Metode Pengumpulan Data
a. Riset Lapangan [Field Research]
Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian
langsung ke perusahaan yang terkait :
1) Wawancara
Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan
kuesioner.
2) Angket dan Kuesioner
Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga
dapat berkumpul data yang diperlukan. Dengan melalui
kuesioner inilah responden bias mengisi keterangan-
keterangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh
responden.
b. Riset Kepustakaan [Library Research]
Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang
ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan
dengan kepelabuhan, penanganan petikemas, keagenan kapal.
4. Metode Analisa Data
a) Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi linier
berganda. Ridwan (2009:127) Rumus dan Data Dalam Analisis
Statistika, Korelasi Linier Ganda salah satunya berfungsi untuk
mencari besarnya pengaruh atau hubungan antara dua variabel
bebas (X) atau lebih secara simulatan (bersama-sama) dengan
variabel terikat (Y).
Rumusan Korelasi Linier Berganda, menurut Ridwan (2009:128)


Persamaan korelasi ganda dirumuskan :
2 . 1
2
1
) 2 . 1
).( .
2
).(
. 1
( 2 .
2
2
. 1
2
. 2 . 1
x x
r
x x
r y
x
r y
x
r y x r y x r
y x x
R
÷
÷ +
=
Penjabaran rumus di atas dibantu dengan table penolong:

Ringkasan Statistik
untuk X1 terhadap Y
Ringkasan Statistik
untuk X2 terhadap Y
Ringkasan Statistik
untuk X1 terhadap X2
Simbol Nilai Simbol Nilai Simbol Nilai
N .. n .. n ..
∑X
1
.. ∑X
2
.. ∑X
1
..
∑Y .. ∑Y .. ∑X
2
..
∑X
1
2
.. ∑X
2
2
.. ∑X
1
2
..
∑Y
2
.. ∑Y
2
.. ∑X
2
2
..
∑X
1
Y

.. ∑X
2
Y

.. ∑X
1
X
2
..
Ringkasan Hasil Antar Korelasi
r
X1Y
.. r
X2Y
.. r
X1Y

..

b) Menghitung signifikan korelasi ganda
Mencari F
hitung
dan dibandingkan dengan F
tabel

1
2
1
2
÷ ÷
|
|
.
|

\
|
÷
=
k n
R
k
R
hitung
F

Dimana :
F
hitng
= Nilai F yang dihitung
R = Nilai koefisien korelasi Ganda
K = Jumlah Variabel Bebas (independent)
n = Jumlah Sampel
Kaidah pengujian signifikansi:
Jika : F
hitung
≥ F
tabel
, maka tolak Ho artinya signifikan dan
F
hitung
≤ F
tabel
, maka terima Ho artinya tidak signifikan
Carilah nilai F
tabel
menggunakan Tabel F dengan rumus :
Taraf signifikan:α=0,01 atau α=0,05
F
tabel
= F
[(1-α) (dk=k),(dk=n-k-1)]
Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi
linier sederhana di atas maka, disusun kisi-kisi instrument penelitian
(lihat Tabel 1.1 dan Tabel 1.2) dengan pengukurannya
menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan
analisis kuantitatip, maka indikator yang akan diuji dalam bentuk
pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari
lima tingkat, yaitu :
a. Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5;
b. Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4;
c. Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3;
d. Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2;
e. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1.





Tabel 1.1
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X)
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERNYATAAN
JUMLAH
FASILITAS
DAN
PERALATAN
JUMLAH 1
4
Kelancaran 2
Kapasitas 3
Waktu 4
SDM Keahlian dan
ketrampilan
5 3
Tanggap 6
Kerjasama 7
Sispro Sistem Bongkar Muat 8 3
efektif dan efisien 9
Informasi 10
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)

Tabel 1.2
Kisi-Kisi Variabel Instrumen
Pengawasan Penanganan Petikemas (X
2
)
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERNYATAAN
JUMLAH
PEMANTAUAN SUPERVISI 1
3
Kesuaian antara
Perencanaan,
Pelaksanaan dan
Penilaian
2
Cara 3
Supervisi Keahlian dan
ketrampilan
5
3
Tanggap 6
Kerjasama 7
Evaluasi Kesuaian antara
Perencanaan,
Pelaksanaan dan
Penilaian
8

3
Kinerja Penanganan 9
Penetapan Kualitas 10
Pelaporan Hasil 10

4
Kinerja Penanganan 9
Tindak Lanjut 10
Penyampaian 9
Jumlah 13
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)





Tabel 1.3
Kisi-Kisi Variabel Instrumen Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).
DIMENSI INDIKATOR
BUTIR
PERTANYAAN
JUMLAH
Efektip dan
Efisiensi
Prosedur penanganan 1
2

Sistem dan mekanisme
penanganan
2
Akurat dan Tepat Informasi 3 1
Mutlak Kelengkapan dokumen 4
5
tepat waktu 5
Kesiapan alat dan tenaga
kerja
6
Keahlian dan
keterampilan karyawan
7
Ketelitian dan kecermatan 8
Kelancaran Kerjasama 9 1
Program kerja Perencanaan 10 1
Jumlah 10
Sumber Data : Sugiyono (2009:149)
E. Hipotesis
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama
Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1) dan Pengawasan
Penanganan Petikemas (X2) dengan Upaya Peningkatan Pelayanan
Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).
G. Sistematika Penulisan
Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab
diuraikan kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang
Masalah, Perumusan Masalah, Identifikasi Masalah,
Batasan Masalah, Pokok Masalah. Tujuan dan Manfaat
Penelitian, Metodologi Penelitian dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau
konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan
skripsi, dan diperoleh dari berbagai sumber yang
berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi
dan pokok permasalahan,.
BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
Merupakan bab yang membahas tentang gambaran
umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat
Perusahaan, Organisasi Manajemen, Struktur Organisasi,
Bidang Usaha Perusahaan.
BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok
permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan
pada Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas pada PT. Dwipa Kharisma Mitra; upaya
peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal
keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra;
Hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan
petikemas dan Pengawasan penanganan petikemas
dengan upaya peningkatan pelayanan penanganan peti
kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma
Mitra.
BAB V : KESIMPULAN
Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan
pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4, berupa
kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok
permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan
saran dari hasil kesimpulan tersebut, sebagai bahan
masukan bagi perusahaan dan pihak lain.

BUKU REFERENSI MATERI:
SILAHKAN MENYESUAIKAN DENGAN KATA KUNCI DARI JUDUL PENELITIAN
(SELENGKAP MUNGKIN)
BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIKA:
Arikunto, Suharsimi, 1996, Manajemen Penelitian, cetakan keempat, Rineka
Cipta, Yogyakarta.
Iqbal Hasan, 2006, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, cetakan kedua,
PT.Bumu Aksara, Jakarta.
Riduwan, Akdon, 2009, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, cetakan
ketiga, Alfabeta, Bandung.
Riduwan, H.Sunarto, 2009, Pengantar Statistika Untuk Penelitian
Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis, cetakan
kedua, Alfabeta, Bandung.
Sugiyono, 2009, Statistika untuk Penelitian, cetakan kelima, Alfabeta,
Bandung.
Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, cetakan kedelapan, Alfabeta, Bandung.

CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS S W O T

PROPOSAL SKRIPSI STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN SALES & BROKERAGE PADA DIVISI MARKETING & OPERATION DI PT. PERTAMINA TONGKANG JAKARTA TAHUN 2010” Disusun Oleh, UUUUUU - NIM. 22277777 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT

A. Latar Belakang Masalah Sebagai negara maritim bidang usaha pelayaran, Indonesia mau tidak mau suka atau tidak suka harus mengikuti perkembangan dunia karena usaha pelayaran ilmunya senantiasa berkembang sesuai perkembangan zaman, serta kebutuhan akan sarana transportasi laut yang semakin canggih, sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dalam daerah globalisasi dapat diupayakan dengan mengerahkan segala sumber daya serta menciptakan pangsa pasar baru. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam usaha jasa maritim adalah PT. Pertamina Tongkang yang merupakan anak perusahaan yang dibentuk oleh Pertamina dengan maksud menjadi badan usaha secara tugas yang dapat melayani dan mendukung kebutuhan kegiatan Pertamina. Sedangkan hubungan Pertamina dengan PT. Pertamina Tongkang adalah hubungan bisnis murni atas dasar persaingan bebas, untuk itu keunggulan komperatif dan kompetitif memegang peranan penting didalam merebut pasar. Terutama pada divisi Marketing & Operation yang memiliki 2 (dua) Fungsi yaitu Fungsi Sales & Brokerage dan Fungsi Operation. Pada Fungsi Sales & Brokerage memiliki peranan yang cukup besar karena kegiatan pemasaran perusahaan yang perlu ditangani dan dikendalikan demi kelancaran suatu proses kegiatan perusahaan sehingga dapat mencapai keuntungan yang diinginkan. Fungsi Sales & Brokerage bertugas untuk memasarkan kapal-kapal milik dan non milik. Selain itu, salah satu cara yang paling efektif dan selama ini dijalankan Fungsi Sales & Brokerage di dalam mencari peluang adalah melalui lelang (tender). Sedangkan Fungsi Operation bertugas untuk memantau (monitoring) Pengoperasian kapal milik dan non milik, mendampingi relasi perusahaan di dalam pelaksanaan survey serta

menerbitkan advis tagih dan advis bayar untuk pengguna jasa atau pemakai terakhir (end user). Meskipun dua fungsi ini berbeda tetapi keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni untuk memenuhi kebutuhan sesuai permintaan pengguna jasa agar tercapainya pengoperasian kapal sesuai dengan rencana. Setiap fungsi ataupun divisi sudah sepatutnya memiliki tugas dan tanggung jawab agar bidang pekerjaan yang dijalankan menjadi terstruktur dan sistematis. Dalam hal berkomunikasi dengan pihak luar (ekstern) PT. Pertamina Tongkang menggunakan sarana e-mail, facsimile, internet, telephone, dan korespondensi. Sedangkan dengan pihak dalam (intern) menggunakan memorandum, surat, dan telephone. Kegiatan Charter & Broker pada Sales & Brokerage untuk memenuhi dan melayani permintaan pen-charter untuk beragam tipe atau jenis kapal yang belum dimiliki oleh PT. Pertamina Tongkang maka PT. Pertamina Tongkang akan memenuhi permintaan tersebut dengan menyewa kapal dari pihak lain yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dengan menganalisa kinerja berdasarkan alur kerja dalam pelaksanaan memasarkan kapal – kapal milik dan non milik pada PT. Pertamina Tongkang dapat dianalisa suatu strategi peningkatan pelaksanaan yang tepat dengan menggunakan analisis SWOT (Strength Weakness Opportunities and Threats) yang bertujuan untuk mengembangkan usaha pelayanan dan penanganan dalam memasarkan kapal-kapal milik dan non milik khususnya pada Fungsi Sales & Brokerage. Saat ini, analisis SWOT digunakan dalam penyusunan perencanaan strategi-strategi sehingga perusahaan tersebut mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang dan ancaman yang timbul saat ini dan di masa yang akan datang sehingga dapat melakukan optimalisasi pelaksanaan Sales & Brokerage pada divisi Marketing & Operation pada PT. Pertamina Tongkang. Karena itu pelaksanaan yang baik merupakan alat yang berguna agar berjalan secara efektif dan efisien. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakannya dalam bentuk skripsi dengan judul. “STRATEGI PENINGKATAN PELAKSANAAN SALES & BROKERAGE PADA DIVISI MARKETING & OPERATION DI PT. PERTAMINA TONGKANG JAKARTA TAHUN 2010” B. Perumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, penulis mencoba untuk mengidentifikasi beberapa permasalahan, yaitu : a. Lemahnya pelaksanaan sales and brokerage yang ada pada PT. Pertamina Tongkang. b. Sarana PT. Pertamina Tongkang sangat terbatas. b. Kapal yang di charter tidak sesuai dengan permintaan. c. Usia teknis yang tidak layak untuk sarana PT. Pertamina Tongkang.

4. Pembatasan Masalah Masalah utama penelitian ini lemahnya pelaksanaan sales and brokerage yang ada pada PT. Pertamina Tongkang, yang dibatasi pada strategi peningkatan pelaksanaan Sales & Brokerage pada divisi Marketing & Operation di PT. Pertamina Tongkang Jakarta tahun 2010. 5. Pokok Permasalahan Bedasarkan pembatasan masalah di atas, maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut : a. Bagaimana tingkat keberhasilan divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam melaksanakan Sales & Brokerage selama ini? b. Bagaimana faktor-faktor strategis internal divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales & Brokerage? c. Bagaimana faktor-faktor strategi eksternal yang dihadapi divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales & Brokerage? d. Bagaimana penerapan strategi SWOT pada divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam upaya meningkatkan pelaksanaan Sales & Brokerage C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 3. Tujuan Penelitian a. Untuk Mengetahui tingkat keberhasilan divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam melaksanakan Sales & Brokerage selama ini? b. Untuk Mengetahui faktor-faktor strategis internal divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales & Brokerage? c. Untuk Mengetahui faktor-faktor strategi eksternal yang dihadapi divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam pelaksanaan Sales & Brokerage? d. Untuk Mengetahui penerapan strategi SWOT pada divisi Marketing & Operation PT. Pertamina Tongkang dalam upaya meningkatkan pelaksanaan Sales & Brokerage 4. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang kegiatan Sales & Brokerage yang dilaksanakan PT. Pertamina Tongkang dan strategi peningkatannya melalui analisis SWOT, sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh Strata Satu [S-1]. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai

dasar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang relevan dengan tulisan ini. b. Bagi Perusahaan Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan masukan-masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut, dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan kebijakan yang akan diambil dimasa yang akan datang serta perusahaan dapat meningkatkan pelaksanaan Sales & Brokerage bagi kepentingan perusahaan dan yang pihak terkait lainnya ke depannya. c. Bagi Lembaga (STMT Trisakti Jakarta). Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik analisis SWOT berkaitan dengan pelayanan Sales & Brokerage, serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data dokumentasi perpustakaan. D. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan teknik pendekatan manajemen strategi analisis SWOT (strength/kekuatan, weaknesses/kelemahan, opportunities/peluang dan threat/ancaman) Variabel penelitian meliputi faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan Sales & Brokerage. Sedangkan metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : 1. Jenis dan Sumber Data a. Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. Perolehan data primer dilakukan melalui penyebaran koesioner dan pengamatan dilapangan. b. Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari, dan mengutip dari buku-buku, majalah, dan literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas. 2. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Populasi penelitian ini adalah respon manajemen PT. Pertamina Tongkang keagenan kapal, dalam hal ini 4 atau 5 orang tingkat manajerial PT.Pertamina Tongkang yang dipandang ahli di bidang sales & brokerage. Riduwan (2009:249) menyatakan: “Jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampelnya atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu. Hanya mereka yang ahli yang patut memberikan pertimbangan untuk pengambilan sampel yang diperlukan. Oleh

e. mempelajari teks book.karena itu sampling ini cocok untuk studi kasus yang mana aspek dari kasus tunggal yang representatif diamati dan dianalisis. Pertamina Tongkang Jakarta. b. Supervisi Kepala = 1 orang. d. jurnal/tulisan . Kadivisi Marketing & Division = 1 orang. 3) Angket (Kuesioner) Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis. data yang diperoleh melalui penelitian ini merupakan data sekunder dan primer yang dilakukan dengan mendatangi objek yang akan diteliti. 2) Wawancara Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. dan selanjutnya akan dipergunakan sebagai landasan teori. artikel. Para ahli sebagai sampling penelitian ini yaitu : a. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan. c. serta bahan perkuliahan yang digunakan untuk membantu dalam membahas masalah skripsi ini. Tehnik sampling yang dijelaskan di atas yaitu pendekatan non probability sampling – purposive sampling. Kasubsie sales & brokerage = 1 orang. . Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan skripsi ini. baik langsung maupun tidak langsung terkait dengan objek penelitian. dalam hal ini penelitian sales & brokerage . (2) mendapatkan data dan informasi dari bahan referensi membaca. bukubuku yang didapat dari perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti. Kasie Marketing = 1 orang. b. 1) Observasi Pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan pada PT. 3. Data yang ingin dikumpulkan tersebut dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden memberikan jawaban secara tertulis. Penelitian Lapangan (Field Research) Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke perusahaan yang terkait . Penulis memperoleh bahan – bahan masukan dengan berbagai cara yakni sebagai berikut : a. Kasie Division = 1 orang. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk : (1) mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.

Bobot diberikan dengan nilai dari paling penting = 1 sampai dengan tidak penting = 0. sebagai berikut : Sangat Baik (SB) = 5. Kedua lingkup data tersebut diberikan nilai rating (Nilai Rating Sangat Baik = 5 sampai dengan Sangat Buruk = 1 atau dapat dijabarkan menurut Ridwan (2009:22) menjadi skala diferensial semantik dengan keadaan yang saling bertentangan. Membuat Peta Kekuatan Perusahaan f. Metode Analisis Data Teknik analisis data yang dipakai untuk menjawab pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan analisis SWOT. Memberikan bobot faktor pada masing-masing indikator IFAS dan EFAS. Formulasi Strategi S W O T Mendukung penyelesaian masalah dengan analisis SWOT terlampir kisi-kisi penelitian pada tabel 1 dan 2. Perumusan Faktor Kunci Keberhasilan h. dengan faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats).4 0. Freddy Rangkuti (1997:19). Sintetis Faktor IFAS Dan EFAS e. Heflin Frinces (2006:134). Dan Total Bobot Faktor (BF) Harus Berjumlah 1.4. Menentukan daftar indikator IFAS Dan EFAS (masing-masing 5 Atau 10 dan seimbang) b. Internal-Ekternal Matriks (I-E Matriks) g. sebagaimana gambar di bawah ini.9 1 Kemudian dilanjutkan dicari nilai bobotnya dengan rumus BF = Nilai Kepentingan : Σ Nilai Kepentingan x 100%. dengan cara : a. Tidak Baik (TB) = 2. Mencari lingkup data Kekuatan Atau Kelemahan (IFAS) dari dalam organisasi yang diteliti. . sedangkan mencari lingkup data Peluang Atau Ancaman (EFAS) dari lingkungan dan di luar organisasi.5 0. David Hunger (2003:193).3 0. Catatan : d. Analisis SWOT digunakan untuk membandingkan antara faktor internal kekuatan (strengths) dan kelemahan (weakness).2 0. Netral Paling Tidak Penting Penting 0 0. penjabarannya menurut Ridwan (2009:21) dapat dijadikan skala diferensial semantik berisikan serangkaian karakterisitik bipolar (dua kutub). Cukup Baik (CB) = 3.8 0.6 0. Baik (B) = 4. Sangat Buruk (SBK) = 1 atau dalam gambar demikian.1 0.7 0. Sangat Sangat 5 4 3 2 1 Baik Buruk c.

Pokok Masalah. Kerjasama dengan Perusahaan yang Bonafid 5. Persaingan dengan Tender Lain 8. Perkembangan Tender yang Cukup Banyak 3. SDM Professional 3. Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan. Lokasi Perusahaan Strategis 4. Perkembangan Teknologi 2. Perumusan Masalah. Internal Strategic Factors Summary (IFAS) 1. Krisis Ekonomi Dunia 10 Hambatan dalam Tender Sumber Data : David Hunger (2003). Internal Strategic Factors Summary (IFAS) 1. Batasan Masalah. Penambahan Kapal Baru 4. Divisi Riset 5. . Memiliki Banyak Cabang 6. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi.Freddy Rangkuti (1997) Tabel 2 Kisi – kisi EFAS (masing – masing 5 atau 10 dan seimbang) No. Heflin Frinces (2006). Tujuan dan Manfaat Penelitian. Market Share Luas (Asia) 2. Heflin Frinces (2006).Freddy Rangkuti (1997) E. Kondisi Kapal yang Sudah Tua 7. Identifikasi Masalah. Teknologi Kapal tidak Sesuai Pasar 10 Citra Perusahaan Sumber Data : David Hunger (2003). Pembatasan Usia Alat Produksi 7. Jumlah Sarana Masih Sangat Kurang 8.Tabel 1 Kisi – kisi IFAS (masing – masing 5 atau 10 dan seimbang) No. Meningkatnya Investasi Perusahaan 6. Banyaknya Pesaing Perusahaan Sejenis 9. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah. Tarif Sewa Kapal Tinggi/Mahal 9.

cetakan ketiga. Resep Daya Saing dan Unggul.Heflin Frinces. Manajemen Penelitian. Z. Penerbit Graznido. STATISTIK : Arikunto. 2005. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Dwipa Kharisma Mitra. Edisi 2. Thomas L. 1996. Wheelen.Syamsul Ma’arif. Hendri Tanjung. Hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan Pengawasan penanganan petikemas dengan upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Bandung. Analisis SWOT Tehnik Membedah Kasus Bisnis. upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. 2006. 1998. Manajemen Operasi. Jakarta. Richard Y. 2003. Jakarta. Organisasi Manajemen. Penerbit Elex Media Komputindo. Manajemen Stratejik. Akdon. T. Rangkuti. Alat Peningkatan Mutu Jilid 1. Singgih Santoso.David Hunger. Penerbit Mida Pustaka. Riduwan. Penerbit PT. sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain. PERTAMINA TONGKANG Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan. Penerbit P1997. Bidang Usaha Perusahaan. Yogyakarta.. M. Edisi Bahasa Indonesia. 2009. J. . Gramedia. Barry Render. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan TeoriAplikasi. Jakarta. Pustaka Binaman Pressindo. Suharsimi. Aplikasi Excell Dalam Statistik Bisnis. BUKU REFERENSI S W O T : Jay Heizer. Rineka Cipta.Dwipa Kharisma Mitra. PENUTUP Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4. Cetakan Pertama. cetakan keempat. Alfabeta. Edisi Ke Empat. 2003. Niedzwiecki. Jakarta. PT. 2009. Struktur Organisasi. 2001.Chang. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran dari hasil kesimpulan tersebut.BAB III BAB IV BAB V GAMBARAN UMUM PT. Operations Management. Matthew E. Yogjakarta. Yogjakarta BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN. Edisi Ketujuh Buku 1 Penerbit Salemba Empat. Jakarta. ANALISA DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Freddy.Bumi Aksara. Jakarta. Nurul Zuriah.Dwipa Kharisma Mitra. Penerbit Andi. Manajemen Strategis.

2003. cetakan kelima. Konsep Dan Aplikasi Dengan Microsoft Excell Dan SPSS. Sugiyono. 2009. . Penerbit Andi. Statistik Diskriptif.Singgih Santoso. Alfabeta. Bandung. Statistika untuk Penelitian. Yogyakarta.

dalam hal ini adalah karyawan.NIM. GAPURA ANGKASA DI BANDARA SOEKARNOHATTA JAKARTA PADA TAHUN 2010 Disusun Oleh. suatu perusahaan dituntut untuk selalu peka terhadap perubahan kondisi lingkungan eksternal dan internal secara baik. Timbulnya permasalahan biasanya disebabkan oleh human eror dan produktivitas kerja karyawan yang menurun.CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS BENCHMARKING (PATOK DUGA) PROPOSAL SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN PERSAINGAN PELAYANAN JASA WAREHOUSE/PERGUDANGAN PT. Pada proses ekspor karyawan dituntut untuk lebih teliti dalam memeriksa barang karena mudah terjadi kekeliruan. impor. Oleh sebab itu. Dalam menjalankan fungsinya. Ini dibutuhkan jasa warehouse (gudang penyimpanan) barang sementara dalam proses pengiriman maupun pengambilan oleh pemiliknya. SSSSSSS . Untuk melakukan pengiriman barang. perusahaan kargo memerlukan jasa airlines sebagai perantara agar barang tersebut tiba di tempat tujuan tepat waktu dan dalam kondisi yang baik. Setiap perusahaan selalu berusaha mencapai efisiensi penggunaan SDM. Padahal sumber daya manusia (SDM) merupakan aset bagi perusahaan guna tercapainya tujuan perusahaan. sehingga persaingan antarperusahaan akan semakin ketat. agar suatu perusahaan dapat bertahan. Setiap negara pasti melakukan kegiatan ekspor. perdagangan bebas internasional pun sudah terjadi. terutama negara-negara berkembang. JAS DAN PT. untuk menunjang jalannya sebuah perusahaan. UNEX INTI INDONESIA DENGAN PT. Latar Belakang Masalah Era globalisasi sekarang ini perkembangan dunia bisnis semakin luas. Hal ini berhubungan dengan sumber daya manusia. 224999999 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA A. . airlines membutuhkan tempat untuk menyimpan barang dalam proses pengiriman barang ekspor dan tempat untuk menitipkan barang yang telah tiba di tempat tujuan (impor) sebelum barang tersebut diambil oleh pemilik barang.

c. . consignee. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang maka penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut : a. B. d. Gapura Angkasa di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta Pada tahun 2010. Unex Inti Indonesia.PT. PT Unex Inti Indonesia berusaha memenuhi permintaan para pengguna jasa gudang penyimpanan barang sementara dalam mendukung proses pengiriman barang (ekspor). Berdasarkan uraian diatas. Meningkatnya persaingan pelayanan jasa warehouse antar freighter di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.Unex Inti Indonesia. Unex Inti Indonesia dengan PT. PT Unex Inti Indonesia dituntut dalam memberikan pelayanan jasa warehouse dan groundhandling untuk lebih ekstra teliti. Kurangnya kerja-sama antara karyawan bagian handling dengan karyawan bagian Document Processing PT. cepat dan aman karena para shipper dan consignee menginginkan serba cepat dan aman agar tercapai tingkat ketepatan waktu yang tinggi. Perumusan Masalah 1. Unex Inti Indonesia. JAS dan PT. 2. Batasan Masalah Masalah utama penelitian ini meningkatnya persaingan pelayanan jasa warehouse antar freighter di Bandara SoekarnoHatta Jakarta. Kurang lancarnya penanganan penerimaan barang ekspor dan pengeluaran barang impor di Gudang kargo pada PT. b. Unex Inti Indonesia adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang warehouse dan groundhandling yaitu perusahaan yang memberikan pelayanan jasa berupa gudang penyimpanan barang sementara dalam proses pengiriman barang (ekspor) atau penerimaan/kedatangan barang (impor) dan penanganan terhadap suatu barang dalam proses loading barang ke pesawat atau offloading barang dari pesawat. dibatasi pada mencari perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse PT. penerimaan/kedatangan barang (impor) dan dokumen serta mengusahakan agar para shipper. maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk sebuah skripsi atau karya tulis ilmiah dengan judul "ANALISIS PERBANDINGAN PERSAINGAN JASA PELAYANAN WAREHOUSE PT. Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. UNEX INTI INDONESIA DENGAN PT. dan perusahaan freighter dapat percaya bahwa PT Unex Inti Indonesia merupakan salah satu sarana warehouse dan groundhandling yang profesional. Terbatasnya jumlah peralatan yang dimiliki PT. aman dan efektif. JAS DAN PT. GAPURA ANGKASA DI BANDARA SOEKARNO-HATTA JAKARTA PADA TAHUN 2008".

2. Gapura Angkasa. b. Untuk mengetahui upaya PT. c. Bagi Penulis Dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas mengenai perbandingan pelayanan pemanfaatan warehouse/pergudangan antara PT. Unex Inti Indonesia terhadap PT. Gapura Angkasa di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010? b. Bagaimana tingkat pelayanan jasa warehouse yang dihasilkan oleh PT. JAS dan PT. Bagaimana gambaran perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse antara PT. dimasa yang akan datang c. Pokok Permasalahan Berdasarkan batasan masalah yang telah disebutkan diatas. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dasar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam di bidang relevan dengan skripsi ini b. JAS dan PT. PT. PT. Gapura Angkasa di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010. JAS dan PT. Unex Inti Indonesia. maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut: a. Unex Inti Indonesia terhadap hasil perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse tersebut? C. JAS dan PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. Untuk mengetahui tingkat pelayanan warehouse yang dihasilkan oleh PT. Unex Inti Indonesia. Gapura Angkasa. JAS dan PT. Bagaimana upaya PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh strata satu [S-1]. Bagi Lembaga (STMT Trisakti) Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik analisis bencmarking dalam analisis perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse antar perusahaan yang bergerak . Dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang serta perusahaan dapat melihat pelayanan jasa warehouse yang baik untuk barang-barang ekspor dan impor.3. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penulis dalam penelitian antara lain : a. Unex Inti Indonesia terhadap hasil perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse tersebut. Bagi Perusahaan Diharapkan melalui ini dapat memberikan masukanmasukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Untuk mengetahui gambaran perbandingan persaingan pelayanan warehouse PT. Gapura Angkasa? c. Manfaat Penelitian a.

Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca. D. Populasi penelitian ini adalah pengguna jasa warehouse berjumlah 750 responden.1  1  750 8 . Unex Inti Indonesia = 250 responden.d 2 1 . Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. dengan rincian PT.dalam bidang pelayanan warehouse. Gapura Angkasa. Sampel adalah bagian dari populasi. Jumlah populasi penelitian ini lebih dari 100 responden. maka lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi . Berdasarkan rumus tersebut maka jumlah sampel yang dibutuhkan untuk penelitian : n N N . Jenis dan Sumber Data a. dengan teknik pendekatan manajemen operasional berkaitan dengan Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM). N = jumlah populasi = 750 responden.dengan salah satu alat TQM yaitu analisis Benchmarking (Patok Duga). Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Riduwan (2009:253). mempelajari.d 2 1  750 2 ( 750 ). 50  88 responden. d 2 = Presisi (ditetapkan 10% dengan tingkat kepercayaan 95%). JAS = 200 responden dan PT. majalah. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Sedangkan metodologi penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : 1. Perolehan data primer dilakukan melalui penyebaran koesioner dan pengamatan dilapangan. sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.= 300 responden. di mana : n = jumlah sampel. 2. dan mengutip dari buku-buku. selanjutnya jika subyeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih.0 . b. maka penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel secara acak (random sampling) dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin n N N . serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data dokumentasi perpustakaan. PT. dan literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas. dengan jumlah sampel 88 responden tersebut ditentukan jumlah masing- . apabila subyek kurang dari 100.

1) Observasi Pengamatan langsung para pembuat keputusan berikut lingkungan fisiknya dan atau pengamatan langsung suatu kegiatan yang sedang berjalan pada PT. N = jumlah populasi seluruhnya. n = jumlah 3. Penulis memperoleh bahanbahan masukan dengan berbagai cara yakni sebagai berikut : a.masing sampel menurut obyek penelitian pada 3 (tiga) perusahaan warehouse tersebut. sampel seluruhnya. rumus ni  Ni N . (2) mendapatkan data dan informasi dari bahan referensi membaca. Penelitian Lapangan (Field Research) Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke perusahaan yang terkait . Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (tanya jawab) secara lisan. Gapura Angkasa. serta bahan perkuliahan yang digunakan untuk membantu dalam membahas masalah skripsi ini.n . . Gapura. Ni = Jumlah populasi menurut stratum. Unex Inti Indonesia. secara proportionate random sampling. (3) PT. mempelajari teks book. Data yang ingin dikumpulkan tersebut dijabarkan dalam bentuk pertanyaan tertulis dan responden memberikan jawaban secara tertulis. dan selanjutnya akan dipergunakan sebagai landasan teori. JAS = 200/750x88 = 23. Penelitian Kepustakaan (Library Research) Penelitian kepustakaan ini dilakukan untuk : (1) mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. = 300/750x88 = 35. sebagai berikut : (1) PT. data yang diperoleh melalui penelitian ini merupakan data sekunder dan primer yang dilakukan dengan mendatangi objek yang akan diteliti. baik langsung maupun tidak langsung terkait dengan objek penelitian. Unex Inti Indonesia = 250/750x88 = 29. (2) PT. jurnal/tulisan . Total Responden dalam penelitian = 87 responden Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan skripsi ini.33 responden≈29 responden. buku buku yang didapat dari perpustakaan Sekolah Tinggi Manajemen Transpor (STMT) Trisakti. di mana ni = jumlah sampel menurut stratum. b. JAS dan PT. artikel. PT. 2) Wawancara Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. 3) Angket (Kuesioner) Angket merupakan alat pengumpulan data yang diajukan pada responden secara tertulis.47 responden ≈ 23 responden.2 responden ≈ 35 responden.

Menurut Watson yang dikutip oleh Ma'arif (2006:55) mengatakan bahwa patok duga adalah suatu proses pengukuran yang sistematis dan berkelanjutan dengan membandingkan antarproses bisnis guna memperoleh informasi yang lebih baik dapat diterima. meliputi penyingkapan rahasia atas proses tertentu di dalam perusahaan yang menjadi sasaran. Pada umumnya. c. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan (patok duga) untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. mengevaluasi kemampuan perusahaan itu sendiri." yaitu adalah proses pengumpulan dan analisa data dari organisasi dan dibandingkan dengan keadaan di dalam dan atau di luar organisasi anda. jasa. Dalam dunia TQM. d. dan menentukan perusahaan yang harus dipelajari. . Benchmarking menurut David Kearns. mengidentifikasi tolok ukur-tolok ukur kinerja proses itu. sebaiknya persahaan tidak membuang waktu untuk menciptakan model baru. b. proses pengumpulan data disebutkan "Benchmarking.4. Langkahlangkah proses penerapan menurut Ma'arif (2005:60). dan tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang dikenal sebagai yang terbaik. Salah satu prinsip dasar TQM adalah pentingnya monitoring dan evaluasi (M&E). CEO dari perusahaan Xerox yang dikutip oleh Ma'arif (2006:54) mengatakan bahwa patok duga adalah suatu proses pengukuran secara terus-menerus atas produk. sistematis. Peningkatan dengan Memperkenalkan "Enabler" dalam Proses Setiap perusahaan yang mengadakan patok duga mengikuti tahap-tahap yang sama. serta dasar pengukuran yang konsisten. Metode Analisis Data Teknik analisis data yang dipakai untuk menjawab pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu menggunakan pendekatan analisis Benchmarking (Patok Duga). Tanpa data yang jelas kita tidak bisa mengukur kalau ada perbaikan dalam pekerjaan kita. dikenal empat tahap dasar dari setiap praktik patok duga yaitu:: a. Merencanakan Proyek Patok Duga Perlu dilakukan penyeleksian dan penentuan proses yang harus dipelajari. Tujuan dari benchmarking adalah bagaimana organisasi anda bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik. Analisis Data tentang Kesenjangan Kinerja dan "Enabler" Hal ini diperlukan untuk melihat seberapa jauh ketertinggalan perusahaan kita dengan perusahaan yang menjadi obyek patok duga. Oleh karena itu. Hal yang terpenting bahwa para pelaksana patok duga menganut ketat proses yang diseleksi agar pendekatannya bersifat secara terpadu. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan riset primer dan sekunder.

1) Menetapkan faktor-faktor yang akan dinilai dengan membuat dalam suatu urutan penilaian dan buatkan bobot penilaiannya. dengan menggunakan skala Likert : Sangat Baik (SB) = 5. Catatan : Proses Pengolahan Analisis Benchmarking (Patok Duga) dapat menggunakan Microsof Excel (Aplikasi Benchmarking – Johar Arifin : 2005) . Menurut Riduwan (2004:86) skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Misalnya ditetapkan secara urut sebanyak 10 indikator yang dianggap perusahaan berhasil dalam menerapkan strategi pemasarannya. melalui brainstorming respon manajemen. Tidak Baik (TB) = 1. dan mengevaluasinya sesuai pendekatan Benchmarking (Patok Duga) sesuai manajemen operasional dalam manajemen mutu terpadu (TQM = Total Quality Management). maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi dimensi. pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Kurang Baik (KB)=2. 3) Hasil akhir menentukan perbandingan penilaian jasa pelayanan warehouse antar freighter yang terbaik. Baik (B)= 4. dimensi dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan lagi menjadi indikator yang dapat diukur. Dengan menggunakan skala likert. (Contoh Tabel 1) Tabel 1 Studi Benchmarking Penilaian Bobot Untuk Setiap Faktor Yang Dinilai FAKTOR YANG DINILAI Pelayanan Keamanan Lokasi Kebersihan Keragaman Produk Desain Interior Harga Mutu Produk Kemasan Jam Buka PT A 5 4 3 1 2 8 7 10 6 9 PT B 4 3 2 5 6 7 8 9 1 10 PT C 6 4 3 7 5 1 10 8 2 9 PT D 4 5 3 6 7 2 8 10 1 9 Sumber : Johar Arifin (2005) 2) Faktor yang sudah dinilai dan diberi bobot tersebut pada table 1 dijadikan bahan kuesioner untuk dinilai oleh para pengguna jasa warehouse. dan keterukuran yang didapat dijadikan titik tolak untuk membuat item instrumen yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. kemudian memberikan penilaian bobot pada setiap indikator tersebut. Cukup Baik (CB)=3.

Butir Indikator Jumlah Pertanyaan Ketepatan Waktu 1 Efektif dan Efisien 2 4 Siap Menolong 3 Pelayanan Porter 4 Konfirmasi Keberangkatan dan Waktu Tiba 5 Pesawat 6 Sikap Perusahaan terhadap Masalah 4 7 Sikap Staf terhadap Keluhan Konsumen 8 Pembatalan Kargo Kemampuan dan Pengetahuan Staf 9 Keamanan dan Kenyamanan Pelanggan 10 4 Komunikasi Efektif 11 Ketenangan Staf 12 Perhatian Perusahaan 13 Keramahan Staf 14 3 Sikap profesional Staf 15 Ketersediaan Peralatan 16 Kebersihan Gudang 17 Kerapihan dan Penampilan Staf 18 5 Keamanan Barang 19 Penataan Letak Barang 20 TOTAL 20 Dimensi Keandalan Responsif Keyakinan Empati Berwujud Sumber Data : Sugiyono (2009:149) E. penulis menyusun sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian. Perumusan Masalah. Sistematika Penulisan Untuk mendapatkan gambaran singkat mengenai materi yang dibahas dalam penulisan skripsi ini.. Organisasi Manajemen. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan. Struktur Organisasi. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan. Tabel 2 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Pelayanan Jasa Warehouse. BAB III . BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi. Identifikasi Masalah. Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan. Pokok Masalah.Mendukung penyelesaian masalah dengan analisis Benchmarking (Patok Duga) terlampir kisi-kisi penelitian pada tabel2. Batasan Masalah. Bidang Usaha Perusahaan.

1996. Aplikasi Excell dalam Statistik dan Riset Terapan. Andi Offset. Manajemen Operasi. Total Quality Management. 2005. 2009.Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. 2009. Manajemen Penelitian. Statistika untuk Penelitian. Jakarta Fandy Tjiptono. Rineka Cipta. Gapura Angkasa di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tahun 2010. Edisi Ketujuh Buku 1 Penerbit Salemba Empat. Alfabeta. Sugiyono. Gambaran perbandingan persaingan pelayanan warehouse PT. Hendri Tanjung. Bandung. Johar Arifin. JAS dan PT. Yoyakarta Jay Heizer. cetakan kelima. Unex Inti Indonesia. Riduwan. Jakarta . Alfabeta. JAS dan PT. Unex Inti Indonesia dengan PT. Grasindo. Unex Inti Indonesia terhadap hasil perbandingan persaingan pelayanan jasa warehouse PENUTUP Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4. sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain.Syamsul Ma’arif.BAB IV BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu tingkat pelayanan warehouse yang dihasilkan oleh PT. cetakan keempat. PT. Operations Management. PT. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran dari hasil kesimpulan tersebut. Jakarta. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. cetakan ketiga. 2005. Barry Render. Anastasia Dianan. 1995. 2003. BUKU REFERENSI BECHMARKING/PATOK DUGA M. Akdon. Upaya PT. Bandung. BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIK : Arikunto. Suharsimi. Yogyakarta. Gapura Angkasa.

CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS FISHBONE DIAGRAM PROPOSAL SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSING BAGGAGE (AHL) SINGAPORE AIRLINES DI DIVISI LOST AND FOUND PT JASA ANGKASA SEMESTA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA TAHUN 2010 Disusun Oleh. Jasa Angkasa Semesta atau lebih sering dikenal dengan PT. baik untuk keberangkatan (departure) maupun untuk kedatangan (arrival). seperti menangani bagasi.NIM. Berdasarkan definisi di atas. dan pos atau yang sering disebut dengan perusahaan ground handling. DDDDDDDD . terutama terhadap penumpangnya contohnya Singapore Airlines (SQ). Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan perusahaan penerbangan dari tahun ke tahun semakin menjadi perhatian masyarakat. pos. maka kita dapat mengetahui ruang lingkup dan batasan pekerjaan ground handling yaitu pada fase Pre Flight dan Post Flight yaitu penanganan penumpang dan pesawat selama berada di bandar udara. peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di bandar udara. Hal ini dapat dilihat dari ketatnya persaingan kualitas pelayanan. 224444444 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA A. penumpang. PT. Ground handling merupakan suatu aktivitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasi. JAS merupakan salah satu perusahaan ground handling yang memiliki bisnis utama sebagai pelaksana dan pendukung kegiatan penerbangan di kawasan bandar udara yang sesuai dengan standar pelayanan ground . harga. tentunya Singapore Airlines memerlukan mitra yang dapat bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional di darat. Untuk menunjang aktivitas kegiatan penerbangan. Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat tersebut salah satu perusahaan penerbangan yang mencoba mempromosikan produknya dengan cara meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan. dan promosi. Cargo. cargo. Singapore Airlines merupakan salah satu maskapai yang menjadi anggota IATA yang beranggotakan sedikitnya 240 maskapai penerbangan.

Pokok Permasalahan Berdasarkan batasan masalah di atas. Sering terjadinya kehilangan bagasi atau missing baggage (AHL). Salah satu pelayanan terhadap penumpang berarti juga pelayanan terhadap barang bawaan penumpang (bagasi). untuk itu berdasarkan uraian diatas. Bagaimana tingkat perkembangan missing baggage (AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. dan terbawa di pesawat dan sebagainya. pada divisi lost and found PT. b. Jasa Angkasa Semesta tahun 2010. tertinggal di bandar udara. 3. (b) On Hand Baggage dengan kode OHD. Lambatnya pengawasan petugas dalam hal penanganan bagasi penumpang. Kasus-kasus yang terjadi dapat dikelompokan sebagai berikut : (a) Missing baggage dengan kode AHL. c. 2. penulis tertarik untuk mengkaji atau menganalisis lebih lanjut dan mengemukakan kasus missing baggage (AHL) tersebut dalam bentuk karya tulis ilmiah dengan judul : “FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MISSING BAGGAGE (AHL) SINGAPORE AIRLINES DI DIVISI LOST AND FOUND PT JASA ANGKASA SEMESTA DI BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA TAHUN 2010”. Identifikasi Masalah Penulis mengidentifikasi masalah-masalah berdasarkan latar belakang diatas sebagai berikut: a. Batasan Masalah Masalah utama penelitian ini sering terjadinya kehilangan bagasi atau missing baggage (AHL) sebagai variabel yang dijelaskan (karakteristik akibat) yang dibatasi mencari faktor-faktor penyebab terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines (sebagai variabel yang menjelaskan atau faktor sebab). kerusakan.handling yang dikeluarkan oleh IATA (International Air Transport Association). B. Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010? . Sumber Daya Manusia yang tidak terampil dibidangnya. maka pokok permasalahan yang akan dibahas adalah sebagai berikut : a. Untuk mengatasi hal tersebut maka penumpang yang mengalami kejadian seperti di atas harus segera melapor kepada bagian yang terkait yaitu unit lost and found di Airport agar dapat segera ditindaklanjuti. Terbatasnya fasilitas peralatan Ground Handling. Bagasi penumpang harus dikelola dengan sebaik mungkin karena berhubungan langsung dengan kepuasan konsumen dan agar tidak terjadi kekeliruan didalam penanganannya seperti kehilangan. Perumusan Masalah 1. (c) Damage pilferage baggage (Damage/Pilferage) dengan kode DPR Salah satu kasus yang sering terjadi di unit lost and found adalah missing baggage (AHL). d.

Jasa Angkasa selaku ground handling company terhadap kehilangan bagasi sekaligus untuk memenuhi persaratan akademik dalam rangka mendapatkan gelar sarjana ekonomi pada STMT TRISAKTI. c. Apa akar penyebab masalah terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines dan tindakan efektip dari divisi lost and found PT. Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010? c. Di mana variabel penelitian meliputi variabel sebab terjadinya missing baggage dalam hal ini sebagai variabel akibat. Bagi PT. Manfaat Penelitian Dalam penelitian ini penulis mempunyai beberapa tujuan tertentu antara lain : a. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam mempelajari bagaimana penanganan bagasi penumpang yang dilakukan PT. Jasa Angkasa Semesta? C. Jasa Angkasa Semesta. Untuk mengetahui tingkat perkembangan missing baggage (AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. Apa faktor penyebab terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. Bagi STMT Trisakti Sebagai informasi tambahan dan sumbangaan ilmu mengenai kinerja dalam hal penanganan bagasi penumpang dan sebagai data dokumentasi perpustakaan. c. Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010. Jasa Angkasa Semesta Penelitian ini diharapkan dapat manfaat yang baik bagi perusahaan dalam mengambil langkah-langkah serta kebijakankebijakan dalam mutu pelayanan bagasi penumpang sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan citra perusahaan. dengan teknik manajemen operasi/produksi pendekatan Diagram Sebab Akibat atau Fishbone Diagram.b. . D. 2. Jasa Angkasa Semesta pada tahun 2010. b. Untuk mengetahui akar penyebab masalah dari terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines dan tindakan efektip dari divisi lost and found PT. Untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines yang ditangani divisi lost and found PT. b. penulis melakukan berbagai penelitian yang semuanya bertujuan : a. Tujuan Penelitian Dalam menyusun skripsi ini. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.

Menurut Suharsimi Arikunto (1983. . Berkaitan dengan penggunaan pendekatan Fishbone Diagram yang mana proses analisisnya mencari penyebab dan mengapa terjadinya penyebab. maka jumlah sampel yang diambil 50 orang pelanggan dan 5 orang pihak manajemen. Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. Metode pengumpulan data a. maka populasi sebagai obyek penelitiannya adalah pengguna jasa untuk variabel mencari penyebab dan pihak manajemen untuk variabel mengapa terjadinya penyebab. Jika jumlah subyek besar maka diambil 10-15%. Riset Lapangan (Field Research) Data diperoleh dengan penelitian langsung ke PT.1. Data diperoleh melalui: 1) Observasi. merupakan metode pengumpulan data dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan atau angket yang akan diisi oleh pihak terkait atau responden. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Populasi pengguna jasa/pelanggan sebanyak 50 orang. merupakan salah satu teknik operasional pengumpulan data melalui proses pencatatan secara cermat dan sistematis terhadap obyek yang dicermati secara langsung. 2. dan literature yang berhubungan dengan materi yang dibahas. majalah. atau 20-25% atau lebih” Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang. laporan jurnal ilmiah. b. diambil semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. dan tulisan yang mengandung informasi dan mendukung landasan teoritis mengenai masalah yang sedang diteliti. Jasa Angkasa Semesta di Bandar Udara Soekarno-Hatta. 3. 2) Kuesioner. sedangkan populasi pihak manajemen sebanyak 5 orang Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. mempelajari. Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca. b. Riset Kepustakaan Mengumpulkan data dengan cara membaca dan mengutip dari buku. dan mengutip dari buku-buku. : 107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100. Jenis dan sumber data a. Perolehan data primer dilakukan melalui kuesioner dan pengamatan dilapangan.

Metode analisis data Untuk mencari penyebab terjadinya missing baggage (AHL) di divisi lost and found PT. yaitu analisis yang digunakan untuk menunjukan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dengan cara menganalisis apa yang yang terjadi dari suatu proses. Kemudian pada tulang berukuran kecil dituliskan penyebab sekunder yang berpengaruh terhadap penyebab utama. (lihat gambar 1. b. Untuk mengetahui mengapa suatu masalah terjadi dan memerlukan analisis lebih terperinci terhadap suatu masalah atau akibat dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut : a. kemudian gambarkan tulang-tulang ikan. c. Jasa Angkasa Semesta maka teknik analisis data yang digunakan penulis adalah fishbone diagram atau diagram sebab akibat menurut Vincent Gasper (1998 : 79). Pada tulang besar dituliskan penyebab primer masalah.1) Gambar 1.4. Tentukan penyebab yang penting dari setiap faktor penting yang berpengaruh nyata pada suatu masalah atau penyebab utama. menurut Vincent gasperz (1998 : 72). Rumuskan masalah utama yang penting dan mendesak untuk diselesaikan dan tuliskan masalah utama di kepala ikan.1 Bentuk umum diagram sebab akibat KATEGORI UTAMA (TULANG BESAR) KATEGORI UTAMA (TULANG BESAR) TULANG SEDANG KEPALA IKAN MASALAH TULANG BELAKANG TULANG KECIL KATEGORI UTAMA (TULANG BESAR) KATEGORI UTAMA (TULANG BESAR) FAKTOR (SEBAB) KARAKTERISTIK (AKIBAT) Sumber data : Vincent Gaspersz (1998) Selanjutnya dalam mengolah data penulis menggunakan teknik Brainstorming. Brainstorming membantu membangkitkan ide-ide alternatifdan persepsi dalam suatu tim kerja (teamwork) yang bersifat terbuka dan .

dengan menggunakan Skala Guttman dapat dibuat (a) Dalam bentuk pilihan ganda. Kreatifitas merupakan karakteristik outcome yang diinginkan.1 Membuat Format Kisi-kisi Instrument Penelitian KARAKTERISTIK PRODUKTIVITAS (AKIBAT) KATEGORI UTAMA TIPE KATEGORI UTAMA (TIPE FAKTOR PENYEBAB) a. Menentukan penyebab yang mungkin dari penurunan produktivitas perusahaan dan/atau solusi terhadap masalah produktivitas itu. Sedangkan untuk variabel akibat atau terjadinya missing baggage dengan cara 5 Why Keyes. Untuk mendukung penggunaan alat analisis diagram sebab akibat ini. Rata-rata (mean) ini didapat . jawaban responden dapat berupa skore tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Jasa Angkasa Semesta Bandar Udara SoekarnoHatta. PENGAWASAN 5. b. penulis menyusun kisi-kisi instrument penelitian lihat (tabel 1. Anggota tim merasa bebas untuk berbicara dan menyumbangkan ide-ide mereka. Fasilitator dapat secara efektif mengelola tim. (contoh : a. SDM TERJADINYA MISSING BAGGAGE (AHL) DI DIVISI LOST AND FOUND PADA PT JASA ANGKASA SEMESTA 4 2 METODE 3. Menurut Sugiyono (2007 : 42). Prosedur b. Kehadiran a. 6. Penilaian penetapan faktor Bermasalah (BM) dan Tidak Bermasalah (TBM) dilakukan dengan cara pengukuran dengan statistik perhitungan rata-rata tengah (Mean). PERALATAN 4. contoh : a. Tindakan b. Rutinitas a. Kelengkapan a.Tata cara peraturan BUTIR PERTANYAAN 1a 1b 1c 1d 2a 2b 3a 3b 4a 4b 5a JUMLAH 1.bebas (tidak malu-malu). 4. Memutuskan masalah produktivitas apa yang perlu diselesaikan. yaitu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Fungsi b. ketrampilan d. 3. dan (b) Dalam bentuk checklist. Tidak). Kedisiplinan b Kerjasama c. Karyawan memadai a. INFORMASI 2 2 2 1 Sumber Data : Sugiyono (2009:149) Instrumen penelitian berbentuk instrumen penilaian variabel sebab terjadinya missing baggage Singapore Air Lines pada divisi lost and found PT. 5.1) Tabel 1. b. Menginginkan untuk menjaring sejumlah besar persepsi alternative. Ya (1) . 2. Ya . Brainstorming dapat digunakan berkaitan dengan hal-hal berikut: 1. Tidak (0).

dan hasil yang didapat atau harus berjumlah = 1 (satu). kemudian menetapkan ranking faktor bermasalah yang sebenarnya lihat secara lengkap table 1. metode pemeringkatan faktor adalah proses identifikasi biaya yang sulit untuk dievaluasi. mulai dari urutan pertama dengan nilai terbesar sd urutan terakhir dengan nilai bermasalah terkecil. Hasil akhir setiap sel yang terisi hasil pembobotan terpilih di atas dibagi terhadap jumlah atau ∑ pd kolom urutan bermasalah. Urutan bermasalah tersebut tentunya harus diuji secara statistik apakah sudah merupakan urutan faktor bermasalah yang terangking sebenarnya. Caranya adalah dengan mengkuantifikasi data yang bersifat kualitatif. Syamsul Ma’Arif dan Hendri Tanjung (2003 : 194) . dihitung dengan membagikan kebalikan urutannya dengan total jumlah atau ∑urutan. Proses perhitungannya dimulai dengan pilihan urutan kebalikan dimulai dari urutan terbawah dulu dan bila setiap hasilnya kurang dari nilai urutan terkecil 1 atau lebih besar dari nilai urutan terbesar 7 berarti tidak dipakai/gagal. Rumus ∑Xi Me = n Dimana : Me = mean (rata-rata) ∑ = Epsilon (baca jumlah) Xi = Nilai X ke i sampai ke n n = Jumlah individu Hasil yang didapat adalah kumpulan dari faktor bermasalah yang kemudian terurut berdasarkan besaran nilai % bermasalahnya. dan untuk selanjutnya dimulai perhitungan kembali pada urutan kedua terbawah dan seterusnya sampai didapat hasil yang tidak kurang dari nilai terkecil 1 atau tidak lebih dari nilai urutan terbesar 7. Pelaksanaan pembobotan dengan catatan tidak boleh kurang dari nilai terkecil urutan bermasalah (misalnya 1) dan tidak boleh lebih dari nilai terbesar urutan bermasalah (misalnya 7).dengan menjumlahkan data seluruh individu dalam kelompok itu. Pengujian dapat dilakukan dengan memberikan nilai bobot untuk setiap faktor bermasalah tadi bermasalah. Menurut M. kemudian dibagi dengan jumlah individu yang ada pada kelompok tersebut. Faktor rating dilakukan dengan prosedur Memberikan bobot terhadap faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi. dengan cara menggunakan pendekatan bobot kebalikan.2 .

struktur organisasi perusahaan serta kegiatan usaha perusahaan. JASA ANGKASA SEMESTA Dalam bab ini penulis menguraikan secara umum sejarah singkat perusahaan.33% 1 7 0.036 F( 7 ) 5 G 70.67% 6 + 2 0. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi. faktor penyebab terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines .00% 5 3 0.Tabel I.67% 7 1 0. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan. tujuan dan manfaat penelitian.107 B (5) 2A C 66.2 Contoh Bobot kebalikan Faktor Penyebab Bernilai ITEM PERNYATAAN TIPE NO FAKTOR/PENYEBA B PEMBOBOTAN & RANKING RANKING URUTA URUTAN NILAI TIPE % N KEBALIKAN BOBOT KATEGORI UTAMA 1 2 3 4 5 6 7 1B A 56. Syamsul Ma’Arif dan Hendri Tanjung (2003 : 194) – diolah Nilai urutan kebalikan 2 (kolom 5) adalah urutan kebalikan terbawah yang hasilnya tidak kurang dari nilai urutan terkecil 1 dan tidak lebih dari nilai urutan terbesar 7 BERMASALAH - E.071 A(6) 1C B 60.67% 3 5 0.214 G(2 ) TOTAL = 28 1. Sistematika Penulisan Adapun materi skripsi yang dibahas menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang masalah. BAB III GAMBARAN UMUM PT.143 D(4) 3A E 73. metode penelitian dan sistematika penulisan.33% 4 4 0..00% 2 6 0.179 C(3) 2B D 63.250 E (1 ) 4 F 56. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran .000 Sumber : M. BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : tingkat perkembangan missing baggage (AHL) Singapore Airlines . akar penyebab masalah terjadinya missing baggage (AHL) Singapore Airlines dan tindakan efektipnya BAB V PENUTUP Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4.

2009. Riduwan. Jakarta. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. 2009. Bandung. Alfabeta. Alfabeta.dari hasil kesimpulan tersebut. Barry Render. Metodologi Penelitian Sosial Dan Pendidikan TeoriAplikasi. Suharsimi. Alat Peningkatan Mutu Jilid 1. cetakan keempat. Penerbit PT. Manajemen Produktivitas Total. 2003. Andi. Mengukur Kepuasan Pelanggan. Penerbit PPM. Edisi Ketujuh Buku 1 Penerbit Salemba Empat. Yogyakarta. Jay Heizer. Jakarta. 2009. Richard Y. Akdon. Penerbit Graznido.Syamsul Ma’arif. Sugiyono. Yogyakarta. Operations Management. 1998. . Jakarta. Richard F. PT.Bumi Aksara. Statistika untuk Penelitian.. Singgih Santoso. 1998. cetakan ketiga. BUKU REFERENSI FISHBONE DIAGRAM : Gaspersz Vincent. 1996. Manajemen Operasi. Hendri Tanjung. Rineka Cipta. BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN : Arikunto. 2005. Statistik Diskriptif. Bandung. Matthew E. Gerson. Manajemen Penelitian. 2003. Jakarta. Jakarta. Nurul Zuriah. cetakan kelima. Pustaka Binaman Pressindo. 2001. Konsep Dan Aplikasi Dengan Microsoft Excell Dan SPSS. Niedzwiecki. Jakarta. sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain. Penerbit Gramedia Pustaka Utama.Chang. M.

NIM. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa dasawarsa terakhir. diikuti oleh kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat menggantungkan diri pada isu ini. urgensi peralatan bongkar muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda) khusus moda transportasi laut. tentu saja. 224999999 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT A. berkaitan dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara operasional memanfaatkan moda transportasi laut. SSSSSSS . dengannya orang semakin merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010” Disusun Oleh. lebih efisien dan lebih efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck” . DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010” Dan Dapat Juga Judulnya Menjadi : HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS DENGAN UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. Disamping itu.CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS REGRESI LINIER SEDERHANA PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan. Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas.

Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan adalah Penanaman Modal Asing (PMA ). Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh trailer (head truck dan chasis). Atau bisa dengan judul lain misalnya mencari korelasi menjadi “HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. Dan berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul : “PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. . Perusahaan depo yang melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya 35 ton. B. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”. Perumusan Masalah 1. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”. keperusahaannya dan ke depo Dwipa Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan masalah pada : a. b.memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan. Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar (export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan internasional.

Dwipa Kharisma Mitra.Dwipa Kharisma Mitra? c. b. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. CATATAN : . Untuk mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal keagenan d. Pokok Permasalahan Bedasarkan pembatasan masalah di atas. Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung Priok. Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya 2. Dwipa Kharisma Mitra? b. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Dwipa Kharisma Mitra. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun skripsi ini antara lain adalah : a.Dwipa Kharisma Mitra.c. Untuk Mengetahui Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT. c. Adakah Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT. Batasan Masalah Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel terikat (Y) dibatasi pengaruhnya atau hubungannya pada ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas sebagai variabel bebas (X) pada PT. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut : a. 3.Dwipa Kharisma Mitra? CATATAN : Untuk butir c di atas Pengaruh bisa diganti dengan Hubungan tergantung apa yang akan diteliti : Adakah Hubungan Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Dengan Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT.Dwipa Kharisma Mitra? C. Untuk mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT.

dimasa yang akan datang. Dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti kemas pada kapalyang baik didalam kegiatan bongkar muat [B/M].Dwipa Kharisma Mitra 2. Bagi Perusahaan Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan masukanmasukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. D.Untuk butir c di atas sama Pengaruh dapat dirubah menjadi Hubungan disesuaikan denganpokok permasalahannya. sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh strata satu [S-1]. menjadi : Untuk Mengetahui Hubungan Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Dengan Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT. b. serta dapat dipergunakan dan bermanfaat sebagai data dokumentasi perpustakaan. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dassar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang relevan dengan skripsi ini. Bagi Lembaga (STMT Trisakti) Sebagai bahan informasi tambahan mengenai teknik analisis prediksi atau peramalan berkaitan dengan penanganan petikemas. dengan teknik peramalan atau prediksi Variabel penelitian meliputi satu variabel bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X). Manfaat Penelitian Sebagai bahan penyusunan skripsi guna memenuhi persyaratan formal ujian strata satu [S-1] Manajemen Transport antara lain : a. Dwipa Kharisma Mitra. Hubungan atau pengaruh antara variabel penelitian tersebut dapat digambarkan dalam paradigma penelitian sebagai berikut : X r Y . Bagi Penulis Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT. c. dan variabel terikat Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y).

Metode Pengumpulan Data a. Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. 2. Jenis dan Sumber Data a. Dengan melalui kuesioner inilah responden bias mengisi keteranganketerangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh responden. keagenan kapal. 4. . Menurut Suharsimi Arikunto (1983: 107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100. dan literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas. 3. Riset Lapangan [Field Research] Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke perusahaan yang terkait : 1) Wawancara Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. 2) Angket dan Kuesioner Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga dapat berkumpul data yang diperlukan. Populasi dan penelitian ini adalah keagenan kapal PT. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. dan mengutip dari buku-buku. b.1. Perolehan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan pengamatan dilapangan. maka jumlah sampel yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal. Regresi Linier Sederhana salah satunya untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel b.Dwipa Kharisma Mitra (± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok. Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca. atau 20-25% atau lebih” Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang. majalah. Metode Analisa Data Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi dan regresi linier sederhana. mempelajari. Jika jumlah subyek besar maka diambil 10-15%. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). diambil semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. Ridwan (2009:133 “Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika). penanganan petikemas. Riset Kepustakaan [Library Research] Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan dengan kepelabuhan.

 X 2  ( X ) 2 . X a= n. Koefisien Korelasi Menurut Ridwan (2009:124) dan Sugijono (2009:255):Korelasi merupakan alat untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Rumus yang digunakan Korelasi Pearson Product Moment ( r ) n XY    X Y  r= 2 2 n  X 2   X  n Y 2  Y        Dimana : Korelasi PPM dilambangkan ( r ) dengan ketentuan nilai r tidak lebih dari harga (-1 ≤ r ≤ +1). Regresi Linier Sederhana dapat di analisis karena didasari oleh hubungan fungsional atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). tidak ada hubungan x dan y Arti harga r dikonsultasikan dengan table Interpretasi Nilai r sebagai berikut . r = -1. sebaliknya analisis korelasi belum tentu diuji regresi atau diteruskan dengan analisis regresi. r = 0. Karena ada perbedaan yang mendasar dari analisis korelasi dan analisis regresi. apabila : r = 1. Setiap analisis regresi otomatis ada analisis korelasinya.  XY   X . karena kedua variabelnya tidak mempunyai hubungan fungsional atau sebab akibat.bebas (X) diketahui. a. n b.  Y b=  Y  b. hubungan X dan Y adalah negatif sempurna. Rumusan Regresi Linier Sederhana Menurut Ridwan (2009:133) dan Sugijono (2009:262) : ^ Y = a +bX Dimana : ^ Y = (baca Y topi) subyek variabel terikat yang diproyeksikan X = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksi a = Nilai konstanta harga Y jika X = 0 b = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y n = jumlah pasang observasi/pengukuran n . hubungan X dan Y adalah sangat kuat. . Pada dasarnya analisis regresi dan analisis korelasi keduanya punya hubungan yang sangat kuat dan mempunyai keeratan.

n = jumlah sampel 5) Dasar Pengambilan Keputusan Bandingkan Nilai t hitung dengan ttabel. Ho = ) 2) Hipotesis Dalam Bentuk Kalimat Ha : variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y Ho : variabel X tidak berpengaruh secara signifkan terhadap variabel Y 3) Hipotesis Dalam Bentuk Statistik Ha : ρ ≠ 0 HO : ρ = 0 4) Rumus Uji Signifikansi Sugijono (2009:257-258) r n  2  t hitung = 1 r2 Dimana : t hitung = Nilai t . Sugijono (2009:257) c.399 0. maka Ho = diterima.000 0.05 (5 %) uji dua pihak. Koefisien Diterminan atau Koefisien Penentu Menurut Ridwan (2009:125). r = Nilai Koefisien Korelasi. untuk menyatakan besar kecilnya sumbangan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) ditentukan dengan koefisien determinan/penentu KP = r2 x 100% Dimana : KP = Nilai Koefisien Diterminan/Penentu r = Nilai Koefisien Korelasi d.20 – 0. Uji Hipotesa Sugijono (2009: 229) Uji hipotesis yang digunakan adalah uji dua arah (two tails). Ha = ditolak.80 – 1.00 – 0.Interval Koefisien 0. dan derajat kebebasan atau dk = n-2) 6) Kesimpulan Jika nilai t hitung < nilai ttabel.60 – 0. dengan tahap-tahap sebagai berikut : 1) Uji dua pihak digunakan bila hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “tidak sama dengan” dan hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” atau ( Ha ≠. untuk tingkat kesalahan (α) = 0. berarti koefisien regresi tidak signifikan (Variabel X tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y)   .799 0.199 Tingkat Hubungan Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat Rendah Sangat Rendah Ridwan (2009:124).599 0.40 – 0.

yaitu : a. Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5. c. b.2 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3.1 dan Tabel 1. Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4.2) dengan pengukurannya menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan analisis kuantitatip. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1. Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2. disusun kisi-kisi instrument penelitian (lihat Tabel 1.1 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X) BUTIR INDIKATOR PERNYATAAN JUMLAH 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 DIMENSI FASILITAS DAN PERALATAN JUMLAH Kelancaran Kapasitas Waktu SDM Keahlian dan ketrampilan Tanggap Kerjasama Sispro Sistem Bongkar Muat efektif dan efisien Informasi Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) 3 3 10 Tabel 1. maka indikator yang akan diuji dalam bentuk pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari lima tingkat. Ha = diterima. Tabel 1. d. DIMENSI Efektip dan Efisiensi INDIKATOR BUTIR PERTANYAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH 2 1 Prosedur penanganan Sistem dan mekanisme penanganan Akurat dan Tepat Informasi Mutlak Kelengkapan dokumen tepat waktu Kesiapan alat dan tenaga kerja Keahlian dan keterampilan karyawan Ketelitian dan kecermatan Kelancaran Kerjasama Program kerja Perencanaan Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) 5 1 1 10 . berarti koefisien regresi signifikan (Variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y) Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi linier sederhana di atas maka.Jika thitung > ttabel. e. maka Ho = ditolak.

Perumusan Masalah. upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan.. Organisasi Manajemen. LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi. Hipotesis Terdapat pengaruh atau hubungan yang positif dan signifikan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas (X) terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan (Y).E. G. Struktur Organisasi. Batasan Masalah. Dwipa Kharisma Mitra. KESIMPULAN Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4. Tujuan dan Manfaat Penelitian. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT.Dwipa Kharisma Mitra. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok BAB II : BAB III : BAB IV : BAB V : . Identifikasi Masalah. Pengaruh atau Hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Sistematika Penulisan Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab diuraikan kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah. Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan. Bidang Usaha Perusahaan.Dwipa Kharisma Mitra. Pokok Masalah.

permasalahan dan tujuan penelitian saran dari hasil kesimpulan tersebut. dan memberikan .

berkaitan dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara operasional memanfaatkan moda transportasi laut. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”. Disusun Oleh. telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan. Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar (export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan . Latar Belakang Masalah Dalam beberapa dasawarsa terakhir.CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS REGRESI LINIER GANDA PROPOSAL SKRIPSI PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas. BBBBBB . 222222222 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT A. urgensi peralatan bongkar muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda) khusus moda transportasi laut. tentu saja.NIM. dengannya orang semakin merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya. lebih efisien dan lebih efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck” memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu. diikuti oleh kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat menggantungkan diri pada isu ini. Disamping itu.

DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”. B. 3. keperusahaannya dan ke depo Dwipa Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan. Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan masalah pada : a. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan. Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh trailer (head truck dan chasis). b. Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya 2. Kegiatan penanganan di atas akan lebih terlaksana dengan dukungan rutin pihak perusahaan dalam hal ini para supervise untuk turun di lapangan melalkukan tugas pengawasan secara benar. tegas dan kerjasama yang baik. c. Perusahaan depo yang melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya 35 ton. Perumusan Masalah 1. Pokok Permasalahan .internasional. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal keagenan d. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan adalah Penanaman Modal Asing (PMA ). Batasan Masalah Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel terikat (Y) dibatasi pengaruhnya pada ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas sebagai variabel bebas (X1) dan pengawasan penanganan petikemas sebagai variabel (X2) pada PT. Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung Priok. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul : “PENGARUH KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT.

Untuk mengetahui pengaruh ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra. Manfaat Penelitian Sebagai bahan penyusunan skripsi guna memenuhi persyaratan formal ujian strata satu [S-1] Manajemen Transport antara lain : a. b. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Dwipa Kharisma Mitra? c. Bagi Perusahaan Diharapkan melalui ini dapat memberikan masukan-masukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. c. 2. Untuk Mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang .Dwipa Kharisma Mitra. Dwipa Kharisma Mitra? b. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dassar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang relevan dengan tulisan ini. Bagi Penulis Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT.Bedasarkan pembatasan masalah di atas. d. Dwipa Kharisma Mitra. Dwipa Kharisma Mitra sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh strata satu [S-1]. maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut : a. Dwipa Kharisma Mitra. b. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun skripsi ini antara lain adalah : a. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Adakah pengaruh ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Untuk Mengetahui pengawasan penanganan petikemas pada PT. Bagaimana pengawasan penanganan petikemas pada PT. Untuk Mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT.Dwipa Kharisma Mitra? d.Dwipa Kharisma Mitra? C.

Jenis dan Sumber Data a. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). dengan teknik peramalan atau prediksi Variabel penelitian meliputi Dua variabel bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1). Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca. dimasa yang akan datang. dan literature yang berhubungan dengan materi yang dibahas. . Perolehan data primer dilakukan melalui kuesioner dan pengamatan dilapangan. majalah. Hubungan antara variabel penelitian tersebut dapat digambarkan dalam paradigma penelitian sebagai berikut : X1 rX1Y Y X2 rX2Y RX1X2Y Sumber Data : Sugijono (2009:234). Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. Bagi Lembaga Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan acuan serta studi terhadap bentuk penelitian serupa didalam penyusunan skripsi. D. 6. b. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti kemas pada kapalyang baik didalam kegiatan bongkar muat [B/M]. mempelajari. Pengawasanan Penanganan Petikemas (X2) dan Satu variabel terikat Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). dan mengutip dari buku-buku.Ridwan (2009:166) 5. c.

Dwipa Kharisma Mitra (± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok. atau 20-25% atau lebih” Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang. Regresi Linier Ganda salah satunya untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) minimal dua atau lebih. Setiap analisis regresi otomatis ada analisis korelasinya. Rumusan Regresi Linier Berganda b.Populasi dan penelitian ini adalah keagenan kapal PT. Riset Lapangan [Field Research] Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke perusahaan yang terkait : 1) Wawancara Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. tetapi bedanya terletak pada rumusnya. : 107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100. Riset Kepustakaan [Library Research] Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan dengan kepelabuhan. sebaliknya analisis korelasi belum tentu diuji regresi atau diteruskan dengan analisis regresi. Metode Pengumpulan Data a. maka jumlah sampel yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal. penanganan petikemas. Asumsi dan arti persamaan regresi sederhana berlaku pada regresi ganda. Sebagai catatan : Pada dasarnya analisis regresi dan analisis korelasi keduanya punya hubungan yang sangat kuat dan mempunyai keeratan. keagenan kapal. 8. dan untuk membuktikan ada atau tidak adanya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih (X1). dengan melalui kuesioner inilah responden bisa mengisi keteranganketerangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh responden. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Ridwan (2009:142) .(X3)……(Xn) dengan satu variabel terikat (Y). Metode Analisa Data Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi dan Regresi linier berganda.(X2). 7. karena kedua variabelnya tidak mempunyai hubungan fungsional atau sebab akibat. Jika jumlah subyek besar maka diambil 10-15%. Menurut Suharsimi Arikunto (1983. diambil semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. 2) Angket dan Kuesioner Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga dapat berkumpul data yang diperlukan. Ridwan (2009:142) “Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika.

. .. .... .. ... ... .∑X1X2+b2...∑X1+b2. ... . ..bn X n Dimana : ^ Y = (baca Y topi) subyek variabel terikat yang diproyeksikan X1…Xn = Variabel bebas 1 sd n mempunyai nilai tertentu untuk diprediksi a = Nilai konstanta harga Y jika X1…Xn = 0 b1…bn = Nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan (-) variabel Y n = jumlah pasang observasi/pengukuran... .... .. . .∑X2 ∑X1Y = a. .. . .. .... 2 .. Rumus yang digunakan dalam skripsi ini yaitu regresi linier berganda : Pertama : Rumus Nilai Persamaan untuk 2 variabel bebas ∑Y = a.. . .. .. .. 3 . X1 X2 Y X12 X22 Y2 X1Y X2Y X1X2 1 .. . .. . . .∑X1X2 ∑X2Y = a. ... Statistik ∑X1 ∑X2 ∑Y ∑X12 ∑X22 ∑Y2 ∑X1Y ∑X2Y ∑X1X2 Sumber Data : Ridwan (2009:142)  X 2  1   2 X 2  X1 1 n 1) ...... ...∑X2+b1.∑X22 Kedua : Jumlah Kuadrat No..∑X12+b2.. . . .∑X1+b1..Persamaan regresi ganda dirumuskan : 1) Dua variabel bebas : ^ Y  a  b1 X 1  b2 X 2 2) Tiga variabel bebas : ^ Y  a  b1 X 1  b 2 X 2  b3 X 3 3) Empat variabel bebas : ^ Y  a  b1 X 1  b2 X 2  b3 X 3  b4 X 4 4) Ke n variabel bebas : ^ Y  a  b1 X 1  b2 X 2 .n+b1. . . .. . . .. . N ..... . . .

 X 2   2   1    2   X1 X 2         a Y X 1  b1 . X 2  n n Ketiga : Persamaan b1.  X 1Y  1   2    X 2  .1 dan Tabel 1. maka tolak Ho artinya signifikan. Y   X 2 .01 atau α=0.2) 3) 4) 5) 6)  X 22   X 22  Y 2  Y 2   X 2  2     Y 2 n  n  X 1Y   X 1Y   X 1 .   n n      b 2.100%   Keenam : Menguji signifikansi Membandingkan Fhitung dengan Fhitung  R 2 Ftabel dengan rumus : n  m  1   2 m . dkpenyebut  n  m 1     Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi linier sederhana di atas maka. maka terima Ho artinya tidak signifikan. X 2   2   1    2   X1 X 2             b2   X 2 .  x 2 y 2 y Kelima : Nilai Kontribusi Korelasi Ganda KP  R x1 .2) dengan pengukurannya menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan . disusun kisi-kisi instrument penelitian (lihat Tabel 1.05 Carilah nilai Ftabel menggunakan Tabel F dengan rumus : Ftabel  F 1   dkpembilan g  m .  X 2Y  2   1   b1   X 2  . b2 dan a  X 2 .  x1 y  b2 . Y  n  X 2Y   X 2Y   X1 X 2   X1 X 2   X 1 . Jika Fhitung≤Ftabel. X Y   X 1 X 2 . m = jumlah variabel bebas Kaidah pengujian signifikansi : Jika Fhitung≥Ftabel. y   1 2 Keempat : Mencari Korelasi Ganda b1 . x . y 2 . 1  R      Dimana : n = jumlah responden. X Y   X 1 X 2 .  X 2     n        R x . Dengan taraf signifikan : α=0. x 2 .

d.analisis kuantitatip. b. Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2. Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3. Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4. Pelaksanaan dan Penilaian Kinerja Penanganan Penetapan Kualitas Hasil Kinerja Penanganan Tindak Lanjut Penyampaian Jumlah BUTIR PERNYATAA N 1 2 3 5 6 7 8 9 10 10 9 10 9 JUMLAH 3 Supervisi 3 Evaluasi 3 Pelaporan 4 13 Sumber Data : Sugiyono (2009:149) . e. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1. maka indikator yang akan diuji dalam bentuk pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari lima tingkat. Pelaksanaan dan Penilaian Cara Keahlian dan ketrampilan Tanggap Kerjasama Kesuaian antara Perencanaan. Tabel 1. c. Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5. yaitu : a.1 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X) DIMENSI FASILITAS DAN PERALATAN INDIKATOR JUMLAH BUTIR PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 JUMLAH Kelancaran Kapasitas Waktu SDM Keahlian dan ketrampilan Tanggap Kerjasama Sispro Sistem Bongkar Muat efektif dan efisien Informasi Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) 3 3 10 Tabel 1.2 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Pengawasan Penanganan Petikemas (X2) DIMENSI PEMANTAUAN INDIKATOR SUPERVISI Kesuaian antara Perencanaan.

BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat .. DIMENSI Efektip dan Efisiensi INDIKATOR Prosedur penanganan Sistem dan mekanisme penanganan Informasi Kelengkapan dokumen tepat waktu Kesiapan alat dan tenaga kerja Keahlian dan keterampilan karyawan Ketelitian dan kecermatan Kerjasama Perencanaan Jumlah BUTIR PERTANY AAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 JUMLAH 2 1 Akurat dan Tepat Mutlak 5 Kelancaran Program kerja 1 1 10 Sumber Data : Sugiyono (2009:149) E. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan. Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan. Pokok Masalah. Sistematika Penulisan Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab diuraikan kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah. Hipotesis Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1) dan Pengawasan Penanganan Petikemas (X2) terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). G. Batasan Masalah.Tabel 1.3 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). Identifikasi Masalah. Perumusan Masalah. Tujuan dan Manfaat Penelitian. BAB II : LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi.

Manajemen Penelitian. Komunikasi dan Bisnis. Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT. Bandung. Akdon. Kualitatif dan R&D. Riduwan. Bidang Usaha Perusahaan. Statistika untuk Penelitian. cetakan kelima. Organisasi Manajemen. Ekonomi. Sugiyono. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. cetakan kedua. sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain. Sugiyono. Bandung. cetakan kedua. Alfabeta. Riduwan. Bandung.Perusahaan. cetakan keempat. . Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. BAB V : KESIMPULAN Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4. Sosial.Dwipa Kharisma Mitra.Dwipa Kharisma Mitra. H. 2009. Iqbal Hasan.Bumu Aksara. 2009. 1996. Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan. Dwipa Kharisma Mitra. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran dari hasil kesimpulan tersebut. cetakan kedelapan. Struktur Organisasi. 2009. cetakan ketiga. Alfabeta. Suharsimi. 2006. PT. Alfabeta. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. BUKU REFERENSI MATERI: SILAHKAN MENYESUAIKAN DENGAN KATA KUNCI DARI JUDUL PENELITIAN (SELENGKAP MUNGKIN) BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIKA: Arikunto. Yogyakarta.Sunarto. Alfabeta. BAB IV : ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam Bab Ini Menganalisis Dan Membahas Pokok Permasalahan Dan Tujuan Penelitian Yang Dikemukakan Pada Bab I Yaitu : Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Pada PT. Pengaruh Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas Dan Pengawasan Penanganan Petikemas Terhadap Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan Pada Pada PT. Jakarta. 2009. Bandung. Rineka Cipta.

lebih efisien dan lebih efektif di pelabuhan peti kemas karena peti kemas yang berukuran dua puluh feet dan empat puluh feet yang berukuran standar ISO intenasional dapat memuat barang satu jenis atau lebih ke dalam kontainer di terminal “handling container” dan untuk mengangkut kontainer ke atas “chasis” (trailer) yang dibawa oleh “head truck” memanfaatkan alat bongkar muat disebut “transtainer” di CY yang pengerjaannya berada pada pundak divisi-divisi tertentu. Latar Belakang Masalah Dalam beberapa dasawarsa terakhir.CONTOH PROPOSAL ALAT ANALISIS KORELASI BERGANDA PROPOSAL SKRIPSI HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT. berkaitan dengan lalu lintas perdagangan yang kebetulan secara operasional memanfaatkan moda transportasi laut. Disusun Oleh. Proporsi produktivitas alat bongkar muat di pelabuhan konvensional jika dibandingkan dengan produktivitas alat bongkar muat Gantry Crane pelabuhan terminal peti kemas.NIM. BBBBBB . tentu saja. telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam memenuhi apa yang oleh masyarakat dibutuhkan. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHANTANJUNG PRIOK 2010”. dengannya orang semakin merindukan kehadiran sistem peralatan bongkar muat yang lebih efisien dan efektif dari yang sebelum-sebelumnya. diikuti oleh kecenderungan peningkatan biaya yang dikeluarkan harus untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat secara global yang sangat menggantungkan diri pada isu ini. Disamping itu. Instrumen bongkar muat memegang peranan penting bagi kelancaran arus barang masuk (import) yang memakai kontainer yang sesuai standar menurut ketentuan internasional dan arus barang keluar (export) yang memakai container yang sesuai standar menurut ketentuan . 222222222 Program Studi MANAJEMEN Konsentrasi : MANAJEMEN TRANSPORTASI LAUT A. urgensi peralatan bongkar muat dalam kedekatannya dengan isu tranportasi (trimoda) khusus moda transportasi laut.

Kegiatan penanganan di atas akan lebih terlaksana dengan dukungan rutin pihak perusahaan dalam hal ini para supervise untuk turun di lapangan melalkukan tugas pengawasan secara benar. Perumusan Masalah 1. Sering terlambatnya waktu sandar kapal keagenan. Terbatasnya fasilitas peralatan penanganan petikemas kapal keagenan d. b. keperusahaannya dan ke depo Dwipa Kharisma Mitra Kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh perusahaan yang bersangkutan. Kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan. Dari sisi dermaga ke gudang lini satu dan ke gudang lini dua ke perusahaannya lalu ke depo dwipa kharisma mitra kontainer untuk mengembalikan kontainer yang disewakan oleh kontainernya untuk mengambil muatan di Container Freight Station (CFS ) yang memakai alat fork lift melakukan kegiatan lift off (menurunkan) muatan dari dalam container yang baru sampai dan melakukan kegiatan lift on kedalam container yang ukurannya sesuai standar yang diantar oleh trailer (head truck dan chasis). 3. Dwipa Kharisma Mitra di Pelabuhan Tanjung Priok. c. tegas dan kerjasama yang baik. DWIPA KHARISMA MITRA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK 2010”. Pokok Permasalahan . Supervisi kurang disiplin melakukan tugsnya 2. Dan pembayaran jasa sewa kontainer dibayarkan oleh perusahaan ke divisi keuangan dan surat pembayaran dibuat oleh divisi administrasi memakai sistem komputerisasi dan status perusahaan adalah Penanaman Modal Asing (PMA ). Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengidentifikasikan masalah pada : a. B. Batasan Masalah Masalah utama penelitian ini kurangnya upaya peningkatan pelayanan penanganan petikemas kapal keagenan sebagai variabel terikat (Y) dibatasi hubungannya pada ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas sebagai variabel bebas (X1) dan pengawasan penanganan petikemas sebagai variabel (X2) pada PT.internasional. Perusahaan depo yang melakukan lift off ke tempat penumpukan kontainer memakai alat bongkar disebut top loader / side loader yang kapasitas daya angkutnya 35 ton. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam dan mengemukakan dalam bentuk skripsi dengan judul : “HUBUNGAN KELENGKAPAN KETERSEDIAAN PENANGANAN PETI KEMAS DAN PENGAWASAN PENANGANAN PETIKEMAS TERHADAP UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PENANGANAN PETIKEMAS KAPAL KEAGENAN PADA PT.

2. Bagi Penulis Dapat menambah wawasan serta pengetahuan tentang ilmu kegiatan bongkar muat [B/M] tersebut didalam peningkatan penanganan arus peti kemas pada kapal pada PT.Bedasarkan pembatasan masalah di atas. Untuk Mengetahui pengawasan penanganan petikemas pada PT. Untuk Mengetahui upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Bagaimana ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Manfaat Penelitian a. Dwipa Kharisma Mitra? c. maka pokok permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut : a.Dwipa Kharisma Mitra? d.Dwipa Kharisma Mitra. d.Dwipa Kharisma Mitra. Adakah hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Dan sebagai sumbangan pemikiran pada perusahaan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil dimasa yang akan datang serta perusahaan dapat melihat penanganan arus peti . Bagaimana pengawasan penanganan petikemas pada PT. b. Dwipa Kharisma Mitra. Untuk Mengetahui ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Bagaimana upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. Selanjutnya informasi tersebut dapat dijadikan sebagai dasar referensi dan bahan perbandingan untuk penelitian lanjutan yang mendalam dibidang relevan dengan tulisan ini. Untuk mengetahui hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan pengawasan penanganan petikemas terhadap upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT.Dwipa Kharisma Mitra? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian yang penulis laksanakan dalam menyusun skripsi ini antara lain adalah : a. b. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Dwipa Kharisma Mitra. Dwipa Kharisma Mitra? b. Bagi Perusahaan Diharapkan melalui skripsi ini dapat memberikan masukanmasukan kepada pimpinan pihak perusahaan tersebut. Dwipa Kharisma Mitra sebagai persyaratan formal ujian untuk menempuh strata satu [S-1]. c.

Jenis dan Sumber Data c. Hubungan antara variabel penelitian tersebut dapat digambarkan dalam paradigma penelitian sebagai berikut : X1 rX1Y rX1X2 X2 rX2Y RX1X2Y Sumber Data : Sugijono (2009:265). dimasa yang akan datang. D. 2. c. d. Perolehan data primer dilakukan melalui koesioner dan pengamatan dilapangan. Data primer Merupakan pengumpulan data yang dilakukan melalui penelitian lapangan. dan literatur yang berhubungan dengan materi yang dibahas. Y . Data sekunder Merupakan data yang diperoleh dengan cara membaca. Pengawasanan Penanganan Petikemas (X2) dan Satu variabel terikat Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). dengan teknik korelasi. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Ridwan 2009:237 dikutip dari Nazir-2004). Variabel penelitian meliputi Dua variabel bebas yaitu Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1). Bagi Lembaga Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan referensi dan acuan serta studi terhadap bentuk penelitian serupa didalam penyusunan skripsi. mempelajari.Ridwan (2009:128) 1. majalah. dan mengutip dari buku-buku. Metodologi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey.kemas pada kapal yang baik didalam kegiatan bongkar muat [B/M].

Jika jumlah subyek besar maka diambil 10-15%. x 2 Penjabaran rumus di atas dibantu dengan table penolong: . 3. y  2 2 r x1. y ). y  r x 2 .( rx1. Ridwan (2009:127) Rumus dan Data Dalam Analisis Statistika.( rx 2 . Korelasi Linier Ganda salah satunya berfungsi untuk mencari besarnya pengaruh atau hubungan antara dua variabel bebas (X) atau lebih secara simulatan (bersama-sama) dengan variabel terikat (Y). keagenan kapal. maka jumlah sampel yang diambil 40 orang pihak keagenan kapal. Rumusan Korelasi Linier Berganda. Menurut Suharsimi Arikunto (1983:107) menyatakan: “Apabila subyeknya kurang dari 100. Metode Analisa Data a) Untuk menganalisis data menggunakan uji statistik korelasi linier berganda. Riset Lapangan [Field Research] Memperoleh data dengan cara mengadakan penelitian langsung ke perusahaan yang terkait : 1) Wawancara Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. x 2. Metode Pengumpulan Data a.Dwipa Kharisma Mitra (± 40 orang) di pelabuhan Tanjung Priok.Populasi penelitian ini adalah keagenan kapal PT. y ). atau 20-25% atau lebih” Dalam hal ini populasi kurang dari 100 orang. 4. Dengan melalui kuesioner inilah responden bias mengisi keteranganketerangan dimiliki dan diketahui serta dialami oleh responden. Riset Kepustakaan [Library Research] Memperoleh data dengan cara mempelajari buku-buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti berkaitan dengan kepelabuhan. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. x 2 ) 2 1  r x1. menurut Ridwan (2009:128) b. y  2 ( rx1. penanganan petikemas. 2) Angket dan Kuesioner Memberikan daftar pertanyaan kepada responden hingga dapat berkumpul data yang diperlukan. diambil semua sekaligus sehingga penelitiannya penelitian populasi. Persamaan korelasi ganda dirumuskan : R x1.

∑Y . ∑Y . b. ∑X1 . d... Setuju/Selalu/Sangat Positif diberi skor = 5... Ragu-ragu/Kadang-kadang/Netral diberi skor = 3. ∑X2 . ∑Y . Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah/ diberi skor = 1. n . n .Ringkasan Statistik Ringkasan Statistik Ringkasan Statistik untuk X1 terhadap Y untuk X2 terhadap Y untuk X1 terhadap X2 Simbol Nilai Simbol Nilai Simbol Nilai N .. rX2Y ... maka indikator yang akan diuji dalam bentuk pertanyaan untuk mendapat jawaban diberik skor yang terdiri dari lima tingkat.... Tidak Setuju/Hampir Tidak Pernah/Negatif diberi skor = 2.01 atau α=0. ∑X2 . maka tolak Ho artinya signifikan dan Fhitung ≤ Ftabel..1 dan Tabel 1. 2 2 2 ∑Y . ∑X1Y . ∑X2Y . e... Setuju/Sering/Positif diberi skor = 4.. yaitu : a. ∑X2 ...05 Ftabel = F[(1-α) (dk=k). b) Menghitung signifikan korelasi ganda Mencari Fhitung dan dibandingkan dengan Ftabel R Fhitung  2 k  2 1  R       n  k 1 Dimana : Fhitng = Nilai F yang dihitung R = Nilai koefisien korelasi Ganda K = Jumlah Variabel Bebas (independent) n = Jumlah Sampel Kaidah pengujian signifikansi: Jika : Fhitung ≥ Ftabel.. maka terima Ho artinya tidak signifikan Carilah nilai Ftabel menggunakan Tabel F dengan rumus : Taraf signifikan:α=0. 2 2 2 ∑X1 .. ∑X1 . . ∑X1 .2) dengan pengukurannya menggunakan skala Likert (Sugijono 2009:135) Untuk keperluan analisis kuantitatip. ∑X2 . c. rX1Y ...(dk=n-k-1)] Untuk mendukung penggunaan alat analisis korelasi dan regresi linier sederhana di atas maka. ∑X1X2 . Ringkasan Hasil Antar Korelasi rX1Y .. disusun kisi-kisi instrument penelitian (lihat Tabel 1.

Pelaksanaan dan Penilaian Kinerja Penanganan Penetapan Kualitas Pelaporan Hasil Kinerja Penanganan Tindak Lanjut Penyampaian Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) BUTIR PERNYATAAN 1 2 JUMLAH 3 3 5 3 6 7 8 3 9 10 10 9 10 9 4 13 .2 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Pengawasan Penanganan Petikemas (X2) DIMENSI PEMANTAUAN INDIKATOR SUPERVISI Kesuaian antara Perencanaan.1 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X) DIMENSI FASILITAS DAN PERALATAN INDIKATOR JUMLAH BUTIR PERNYATAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 4 JUMLAH Kelancaran Kapasitas Waktu SDM Keahlian dan ketrampilan Tanggap Kerjasama Sispro Sistem Bongkar Muat efektif dan efisien Informasi Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) 3 3 10 Tabel 1. Pelaksanaan dan Penilaian Cara Supervisi Keahlian dan ketrampilan Tanggap Kerjasama Evaluasi Kesuaian antara Perencanaan.Tabel 1.

Pokok Masalah.3 Kisi-Kisi Variabel Instrumen Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). DIMENSI Efektip dan Efisiensi INDIKATOR Prosedur penanganan BUTIR PERTANYAAN 1 2 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 JUMLAH Sistem dan mekanisme penanganan Akurat dan Tepat Informasi Mutlak Kelengkapan dokumen tepat waktu Kesiapan alat dan tenaga kerja Keahlian dan keterampilan karyawan Ketelitian dan kecermatan Kelancaran Kerjasama Program kerja Perencanaan Jumlah Sumber Data : Sugiyono (2009:149) 5 1 1 10 E.. Perumusan Masalah. BAB II : . Sistematika Penulisan Pembahasan skripsi ini disusun dalam 5 bab dan setiap bab diuraikan kembali di dalam beberapa sub bab sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menyajikan Latar Belakang Masalah. Hipotesis Terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama Ketersediaan Kelengkapan Penanganan Petikemas (X1) dan Pengawasan Penanganan Petikemas (X2) dengan Upaya Peningkatan Pelayanan Penanganan Peti Kemas Kapal Keagenan (Y). Identifikasi Masalah. Metodologi Penelitian dan Sistematika Penulisan. G. dan diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan penelitian sesuai dengan judul skripsi dan pokok permasalahan. LANDASAN TEORI Dalam bab ini penulisan mengenai pengertian atau konsep dan teori yang digunakan untuk penyusunan skripsi.Tabel 1. Tujuan dan Manfaat Penelitian. Batasan Masalah.

Dwipa Kharisma Mitra. KESIMPULAN Pada bab ini penulis menguraikan hasil akhir analisis dan pembahasan yang dikemukakan pada Bab 4. Bandung. cetakan kedelapan. Sugiyono. Bandung. Akdon. upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. 2009. Alfabeta.Bumu Aksara. cetakan keempat. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. sebagai bahan masukan bagi perusahaan dan pihak lain. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menganalisis dan membahas pokok permasalahan dan tujuan penelitian yang dikemukakan pada Bab I yaitu : ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas pada PT. Ekonomi. Manajemen Penelitian. 2009. Riduwan. cetakan kedua.BAB III : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN Merupakan bab yang membahas tentang gambaran umum perusahaan mulai dari Sejarah Singkat Perusahaan. Rineka Cipta. Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. 1996. Bandung. BAB IV : BAB V : BUKU REFERENSI MATERI: SILAHKAN MENYESUAIKAN DENGAN KATA KUNCI DARI JUDUL PENELITIAN (SELENGKAP MUNGKIN) BUKU REFERENSI METODOLOGI PENELITIAN dan STATISTIKA: Arikunto. H. Bidang Usaha Perusahaan. Komunikasi dan Bisnis. Sosial. Struktur Organisasi. cetakan ketiga. Statistika untuk Penelitian. Yogyakarta. cetakan kedua. Alfabeta. cetakan kelima. 2009. Suharsimi. Organisasi Manajemen. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif.Dwipa Kharisma Mitra. 2009. Jakarta. Dwipa Kharisma Mitra. Riduwan. Kualitatif dan R&D. berupa kesimpulan dari analisis dan pembahasan pokok permasalahan dan tujuan penelitian dan memberikan saran dari hasil kesimpulan tersebut. Alfabeta. PT. Hubungan ketersediaan kelengkapan penanganan petikemas dan Pengawasan penanganan petikemas dengan upaya peningkatan pelayanan penanganan peti kemas kapal keagenan pada pada PT. . 2006. Bandung. Pengantar Statistika Untuk Penelitian Pendidikan.Sunarto. Alfabeta. Iqbal Hasan. Sugiyono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful