BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-42 minggu), lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin.

2.2 Fisiologis Persalinan Ada beberapa teori yang menjelaskan tentang sebab terjadinya persalinan: 2.2.1 Teori Penurunan Progesteron Penuaan plasenta telah dimulai sejak usia kehamilan 30-60 minggu sehingga terjadi penurunan konsentrasi progesteron dan estrogen pada saat hamil, terjadi perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron yang menimbulkan kontraksi Braxton Hicks, yang selanjutnya akan bertindak sebagai kontraksi persalinan. Kenyataan

menunjukkan bahwa saat menjelang persalinan, tidak terjadi penurunan konsentrasi progesteron. 2.2.2 Teori Oksitosin Menjelang persalinan terjadi peningkatan reseptor oksitosin dalam otot rahim sehingga mudah terstimulasi saat disuntikkan oksitosin dan menimbulkan kontraksi. Diduga bahwa oksitosin dapat meningkatkan pembentukan prostaglandin dan persalinan dapat berlangsung terus atau minimal melakukan kerjasama. 2.2.3 Teori Keregangan Otot Rahim Induksi persalinan dapat dilakukan dengan memecahkan ketuban sehingga keregangan otot rahim makin pendek dan kekuatan untuk berkontraksi makin meningkat. 2.2.5 Teori Prostaglandin Menjelang persalinan, diketahui bahwa prostaglandin sangat meningkat pada cairan amnion dan desidua. Diperkirakan bahwa terjadinya penurunan progesterone dapat memicu interleukin -1 untuk melakukan “hidrolisis gliserofosfolofid” sehingga terjadi pelepasan dari asam arakidonat menjadi prostaglandin, PGE2, dan PGF2 alfa.

3 Tanda Menjelang Persalinan  Untuk primigravida kepala janin telah masuk PAP pada minggu 36 yang disebut lightening   Rasa sesak di daerah epigastrum makin berkurang. Ibu belum inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks. 2. dapat dikemukakan bahwa proses mulainya persalinan merupakan proses yang kompleks dan paling dominant. Serviks uteri mulai lunak.4 Tanda Mulai Persalinan Timbulnya his persalinan dengan ciri :      Fundus dominant Sifatnya teratur makin lama intervalnya makin pendek Terasa nyeri dari abdomen dan menjalar ke pinggang Menimbulkan perubahan progresif pada serviks berupa perlunakan dan pembukaan Persalinan dimulai (inpartu) sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. per os. . Masuknya kepala janin menimbulkan sesak dibagian bawah dan menekan kandung kemih. Oleh karena itu.Terbukti pula bahwa saat mulainya persalinan terdapat penimbunan dalam jumlah besar asam arakidonat dan prostaglandin dalam cairan amnion. terjadi pembentukan prostasiklin dalam miometrium desidua dan korion leave.   Dapat menimbulkan sering kencing atau polakisuria Pada Pemeriksaan : Tinggi fundus uteri semakin turun. Prostaglandin dapat melunakkan serviks dan merangsang kontraksi bila diberikan dalam bentuk infuse. tetapi merupakan inisiasi pertama yang masih belum diketahui dengan pasti. sekalipun terdapat pembukaan 2. Selain itu. atau secara intra vaginal.

Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Fase Dilatasi Maksimal : Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat. yakni : 1. 2. Pembukaan terjadi sangat lembab sampai mencapai ukuran diameter 3 cm  Fase Aktif : Dibagi dalam 3 fase lagi. 3. Dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. Proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase :  Fase Laten : Berlangsung selama 8 jam. Pada primigravida kala I berlangsung kira-kira 13 jam sedangkan pada multipara kirakira 7 jam.6 Berlangsungnya Persalinan Normal Persalinan dibagi menjadi 4 kala: Kala I (Kala Pembukaan) Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10 cm). dari 4 cm menjadi 9 cm.  Cairan lendir bercampur darah (“show”) melalui vagina. Gejala dan Tanda Kala II Persalinan adalah :     Ibu merasakan ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi Ibu merasakan adanya peningkatan tekanan pada rectum dan atau vaginanya Perineum menonjol Vulva vagina dan sfingter ani membuka .2. Kala II Pengertian Kala II Kala II juga disebut sebagai kala pengeluaran bayi. Fase Deselerasi : Pembukaan menjadi lambat kembali.5 Tanda dan Gejala Inpartu termasuk :   Penipisan dan pembukaan serviks Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2 kali dalam 10 menit). Fase Akselerasi : Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm 2.

7) Ibu dalam keadaan baik. Beberapa menit kemudian uterus berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya. 5) Luka-luka pada perineum terawat dengan baik dan tidak ada hematoma. tidak ada pengaduan sakit kepala atau enek.5 jam dan pada multipara rata-rata 0. 3) Plasenta dan selaput ketuban harus telah lahir lengkap. dan dagu melewati perineum. Perineum menonjol menjadi lebih besar dan anus membuka. Bila panggul sudah lebih berelaksasi kepala tidak masuk lagi di luar his. Setelah istirahat sebentar. his mulai lagi untuk mengeluarkan badan. Biasanya plasenta lepas dalam 6 sampai 15 menit setelah bayi lahir dan keluar spontan atau dengan tekanan pada fundus uteri. uterus teraba keras dengan fundus uteri agak diatas pusat. Oleh karena biasanya kepala janin sudah masuk ruang panggul. Wanita merasa pula tekanan kepada rectum dan hendak buang air besar. maka pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul. Adanya frekuensi nadi yang menurun dengan volume yang baik adalah suatu gejala baik. Pengeluaran plasenta disertai dengan pengeluaran darah. Para primgravida kala II berlangsung rata-rata 1. Kala III berlangsung sampai 6 sampai 15 menit setelah janin dikeluarkan. muka. . 4) Kandung kencing harus kosong. dan anggota bayi. Dengan kekuatan mengejan maksimal kepala lahir dengan suboksiput dibawah simphisis dan dahi. kira-kira 2 sampai 3 menit sekali. Meningkatnya pengeluaran lendir bercampur darah Tanda pasti kala II ditentukan melalui periksa dalam (informasi obyektif) yang hasilnya adalah :   Pembukaan serviks telah lengkap Terlihatnya bagian kepala bayi melalui introitus vagina Pada kala II. Kala III Setelah bayi lahir. Harus diperharikan 7 pokok penting 1) Kontraksi uterus harus bagus. his menjadi lebih kuat dan lebih cepat. Labia membuka dan tak lama kemudian kepala janin tampak dalam vulva pada waktu his. Kala IV Dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam pertama post partum. Nadi dan tekanan darah normal. 6) Bayi dalam keadaan baik.5 jam. 2) Tidak ada perdarahan dari vagina atau alat genetalia lainnya. yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.

Informasi ini digunakan dalam proses membuat keputusan klinik untuk menentukan diagnosis dan mengembangkan rencana asuhan atau perawatan yang sesuai.9 Pemeriksaan Dalam Pemeriksaan dalam diperlukan untuk menilai : 1. Nama. pusing atau nyeri epigastrum bagian atas) 2. umur.7 Penatalaksanaan Persalinan Normal Anamnesa Tujuan anamnesis adalah mengumpulkan informasi tentang riwayat kesehatan. pemeriksaan abdomen. Pemeriksaan abdomen digunakan untuk : 1. Gravida dan para 3. Menentukan penurunan bagian terbawah janin 2. meliputi : 1. Menentukan presentasi 5. gangguan penglihatan. Riwayat kehamilan yang sekarang dan sebelumnya 7. Memantau denyut jantung janin 4. Riwayat alergi obat-obat tertentu 6. Kapan bayi akan lahir (menurut taksiran ibu) 5. 2. Riwayat medis saat ini (sakit kepala. Riwayat medis lainnya (masalah pernapasan. meliputi. Memantau kontraksi usus 3. dan alamat 2. Vagina. gangguan jantung. dan lain-lain) 8. kehamilan dan persalinan. berkemih. hipertensi. apakah ada bagian yang menyempit Keadaan serta pembukaan serviks . Hari pertama haid terakhir 4.2. Menentukan tinggi fundus uterus 2. terutama dindingnya.8 Pemeriksaan Fisik Tujuan pemeriksaan fisik adalah untuk menilai kondisi kesehatan ibu dan bayinya serta kenyamanan fisik ibu bersalin.

. Pecah tidaknya ketuban Presentasi kepada janin Turunnya kepala dalam ruang panggul Penilaian besarnya kepala terhadap panggul 10. kontraksi uterus.3.tetapi pada multigravida biasanya baru terjadi pada permulaan persalinan. dan sebagainya 6. 2. Pada sinklitismus.10 Mekanisme Persalinan 1.Engagement Engangement adalah peristiwa ketika diameter biparietal melewati pintu atas panggul dengan sutura sagitalis melintang/oblik di dalam jalan lahir dan sedikit fleksi. jam dan waktu. obat-obatan dan cairan yang diberikan. 2007 : 38-44) 2. 7. os parietal depan dan belakang sama tingginya. masuknya kepala ke dalam pintu atas panggul biasanya sudah terjadi pada bulan terakhir dari kehamilan. 9. sistitis. Apakah partus telah mulai atau sampai dimanakah partus telah berlangsung (Prawirohardjo. kondisi janin. 2006 : 193) Mendokumentasikan hasil anamnesa. Kapasitas panggul Ada atau tidak adanya penghalang (tumor) pada jalan lahir Sifat fluor albus dan apakah ada alat yang sakit umpamanya bartholmitis. Jika sutura sagitalis agak ke depan mendekati simfisis atau agak ke belakang mendekati promotorium. mencatat dan mengkaji hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik (Waspodo. kemajuan persalinan. Masuknya kepala ke dalam PAP. 5. maka di katakan kepala dalam keadaaan asinklitismus. biasanya dengan suturu sagitalis melintang dan dengan fleksi yang ringan. pemeriksaan fisik kedalam patograf meliputi: informasi tentang ibu. ada dua jenis asinklitismus yaitu sebagai berikut. kondisi ibu dan asuhan serta pengamatan klinik.Penurunan Kepala Pada primigravida. Masuknya kepala melewati pintu atas panggul (PAP) dapat dalam keadaan asinklitismus yaitu bila sutura sagialis terdapat di tengah-tengah jalan lahir tepat di antara simfisis dan promontorium. 4. urethritis. 8.Engangement pada primigravida terjadi pada bulan terakhir kehamilan sedangkan pada multigravida dapat terjadi pada awal persalinan.

. 4. Pada pergerakan ini. Dengan majunya kepala biasanya fleksi juga bertambah.dinding panggul.parietal belakang. Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa fleksi bisa terjadi. Dalam waktu yang bersamaan terjadi relaksasi dari segmen bawah rahim sehingga terjadi penipisan dan dilatasi serviks. Penurunan kepala lebih lanjut terjadi pada kala I dan kala II persalianan. yang menyebabkan tekanan langsung fundus pada bokong janin.5 cm) menggantikan diameter suboccipito frontalis (11 cm).Rotasi Dalam (Putaran Paksi Dalam) Putaran paksi dalam adalah pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan janin memutar ke depan bawah simfisis. Asinklitismus posterior . atau dasar panggul. Akibat dari keadaan ini terjadilah fleksi.kekuatan meneran. atau adanya kontraksi otot-otot abdomen dan melurusnya badan anak.dagu dibawa lebih dekat ke arah dada janin sehingga ubun-ubun kecil lebih rendah dari ubun-ubun besar. Parietal depan. bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar kedepan ke arah simfisis.tetapi bila berat gerakan ini dapat menimbulkan disproporsi sepalopelvis dengan panggul yang berukuran normal sekalipun.Fleksi Pada awal persalinan. Hal ini disebabkan karena adanya kontraksi dan retraksi dari segmen atas rahim. 3. Pada presentasi belakang kepala. Asinklitismus anterior . 2. diameter suboccipito bregmatika (9. Pada derajat sedang asinklitismus pasti terjadi pada persalinan normal.kepala bayi dalam keadaan fleksi yang ringan.1. Parietal belakang lebih renda dari os. Sampai di dasar panggul. Rotasi dalam penting untuk menyelesaikan persalinan karena merupakan suatu usaha untuk menyesuaikan posisi kepala dengan bentuk jalan lahir khususnya bidang tengah dan pintu bawah panggul. Hal ini disebabkan karena adanya tahanan dari dinding serviks. Fleksi ini disebabkan karena anak di dorong maju dan sebaliknya mendapat tahanan dari serviks. bila sutura sagitalis mendekati promontorium sehingga os parietal depan lebih rendah dari os.dinding pelvis. biasanya kepala janin berada dalam keadaan fleksi maksimal. bila sutura sagitalis mendekati simfisis dan os.dan lantai pelvis dengan adanya fleksi. Keadaan ini menyebabkan bayi terdorong ke dalam jalan lahir. Penurunan kepala ini juga disebabkan karena tekanan cairan intrauterin.

5. Bersamaan dengan itu kepala bayi juga melanjutkan putaran hingga belakang kepala berhadapan dengan tuber iskiadikum sepihak.bahu depan sampai di bawah simfisis dan menjadi hipomochlion untuk kelahiran bahu belakang.dahi.hidung. Di dalam rongga panggul. fleksi kepala yang adekuat.maka kepala akan tertekan pada perineum dan dapat menebusnya.dan dagu bayi dengan gerakan ekstensi. Suboksiput yang tertahan pada pinggir bawah simfisis akan menjadi pusat pemutaran (hypomochlion). Akan tetapi.Ekstensi Sesudah kepala janin sampai di dasar panggul dan ubun-ubun kecil berada di bawah simfisis. maka terjadilah ekstensi dari kepala janin.mulut. Setelah kedua bahu bayi lahir. Hal ini di sebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan dan ke atas sehingga kepala harus mengadakan fleksi untuk melewatinya. dan janin dengan ukuran yang rata-rata.selanjutnya seluruh badan bayi di lahirkan searah dengan sumbu jalan lahir. 6. Sebagai contoh kontraksi yang buruk atau fleksi kepala yang salah atau keduanya. Jika kepala yang fleksi penuh pada waktu mencapai dasar panggul tidak melakukan ekstensi. maka lahirlah berturut-turut pada pinggir atas perineum: ubub-ubun besar.bahu mengalami putarandalam di mana ukuran bahu (diameter bisa kromial) menempatkan diri dalam diameter anteroposterior dari pintu bawah panggul. Rotasi Luar (Putaran Paksi Luar) Kepala yang sudah lahir selanjutnya mengalami restitusi yaitu kepala bayi memutar kembali kearah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. .sebagian besar oksiput yang posisinya posterior berputar cepat segera setelah mencapai dasar panggul sehingga persalinan tidak begitu bertambah panjang.Ekspulsi Setelah putaran paksi luar. rotasi mungkin tidak sempurna atau mungkin tidak terjadi sama sekali. pada kira-kira 5-10% kasus. bahu akan menyesuaikan diri dengan bentuk panggul yang di laluinya sehingga di dasar panggul setelah kepala bayi lahir. 7. Bahu melintasi pintu dalam keadaan miring. keadaan yang menguntungkan ini tidak terjadi. khususnya kalau janin besar. Dengan kontraksi yang efektif.

Azrul. Gary. 2006. Jakarta: Rineka Cipta. 2006. Abdul Bari. 3. Buku Ajar Patologi Obstetri Untuk Mahasiswa Kebidanan. 2. Ida Bagus Gede. Fraser. 5. Affandi. 8. Buku Acuan Persalinan Normal Bersih dan Aman. 2007. Diane M. Jakarta: EGC. Jakarta : JNPK – KR.DAFTAR PUSTAKA 1. Ilmu Kebidanan. Saifuddin. Jakarta: EGC. 2005. Buku Ajar Bidan Myles. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta: JNPK – KR. Budiarto. Jakarta: EGC. Ida Ayu Chandranita. 6. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta: EGC. . Prawirohardjo. 10. Biostatistika Untuk Kedokteran Dan Kesehatan Masyarakat. 2002. Biran. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Sarwono. 2007. 2003. S. 2008. Suharsimi. 7. Cunningham. Arikunto. Azwar. 2009. 4. Obstetri Williams. Jakarta: EGC. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. 9. Manuaba. Manuaba. Asuhan Persalinan Normal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful