P. 1
pengelolaan lingkungan

pengelolaan lingkungan

|Views: 367|Likes:

More info:

Published by: Sumantri Hendro Gunawan on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam, agar lingkungan tetap lestari, harus diperhatikan tatanan/tata cara

lingkungan itu sendiri. Dalam hal ini manusialah yang paling tepat sebagai pengelolanya karena manusia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan organisme lain. Manusia mampu merombak, memperbaiki, dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya, seperti: 1. manusia mampu berpikir serta meramalkan keadaan yang akan datang 2. manusia memiliki ilmu dan teknologi 3. manusia memiliki akal dan budi sehingga dapat memilih hal-hal yang baik. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup. Pengelolaan ini mempunyai tujuan sebagai berikut. 1. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya. 2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana. 3. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup. 4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan. Melalui penerapan pengelolaan lingkungan hidup akan terwujud kedinamisan dan harmonisasi antara manusia dengan lingkungannya. Untuk mencegah dan menghindari tindakan manusia yang bersifat kontradiksi dari hal-hal tersebut di atas, pemerintah telah menetapkan kebijakan melalui Undang-undang Lingkungan Hidup. Undang-undang lingkungan hidup Undang-undang tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup disahkan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Maret 1982. Undang-undang ini berisi 9 Bab terdiri dari 24 pasal. Undang-undang lingkungan hidup bertujuan mencegah kerusakan lingkungan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menindak pelanggaran-pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan. Undang-undang lingkungan hidup antara lain berisi hak, kewajiban, wewenang dan ketentuan pidana yang meliputi berikut ini. 1. Setiap orang mempunyai hak atas lingkungan hidup yang balk dan sehat. 2. Setiap orang berkewajiban memelihara lingkungan dan mencegah

serta menanggulangi kerusakan dan pencemaran lingkungan 3. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan serta dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Peran serta tersebut diatur dengan perundang-undangan. 4. Barang siapa yang dengan sengaja atau karena kelalaiannya melakukan perbuatan yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup atau tercemamya lingkungan hidup diancam pidana penjara atau denda. Upaya pengelolaan yang telah digalakkan dan undang-undang yang telah dikeluarkan belumlah berarti tanpa didukung adanya kesadaran manusia akan arti penting lingkungan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta kesadaran bahwa lingkungan yang ada saat ini merupakan titipan dari generasi yang akan datang. Upaya pengelolaan limbah yang saat ini tengah digalakkan adalah pendaurulangan atau recycling. Dengan daur ulang dimungkinkan pemanfaatan sampah, misalnya plastik, aluminium, dan kertas menjadi barang-barang yang bermanfaat. Usaha lain dalam mengurangi polusi adalah memanfaatkan tenaga surya. Tenaga panas matahari disimpan dalam sel-sel solar untuk kemudian dimanfaatkan dalam keperluan memasak, memanaskan ruangan, dan tenaga gerak. Tenaga surya ini tidak menimbulkan polusi. Selain tenaga surya, tenaga angin dapat pula digunakan sebagai sumber energi dengan menggunakan kincir-kincir angin. Di beberapa negara maju telah banyak dilakukan pemisahan sampah organik dan anorganik untuk keperluan daur ulang. Dalam tiap rumah tangga terdapat tempat sampah yang berwarna-warni sesuai peruntukkannya.

Tingkat peradaban manusia yang semakin hari semakin berkembang membuat kita senantiasa berurusan dengan lingkungan yang semakin hari sulit untuk dihindari. tatanan lingkungan hidup maupun lingkungan sosial hendaknya senantiasa diperhatikan agar tidak mendatangkan berbagai jenis bencana. banjir. Untuk itu diperlukan tanggungjawab dari semua elemen masyarakat dalam menjaga tatanan lingkungan hidup dan lingkungan sosial sehingga diharapkan akan tercipta suatu cara pandang yang lebih baik dalam memandang lingkungan itu sendiri. 2012 Filed under: lingkungan — Urip Santoso @ 11:57 pm Tags: lingkungan hidup. Perkembangan lingkungan yang semakin tercemar memungkinkan terjadinya suatu krisis terhadap lingkungan sosial. Peningkatan kualitas ini tentunya telah terasa sejak adanya revolusi yang ada di Eropa dengan ditandai dengan adanya revolusi industri.KEBIJAKAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN PENGELOLAAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN March 22. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta tumbuhnya industri yang begitu pesat pada saat itu tentunya dirasakan pengaruhnya baik itu yangmenyangkut dampak positif maupun dampak negatifnya. Usaha untuk meningkatkan kualitas hidup telah dimulai sejak peradaban manusia ribuan tahun yang silam. Tanda-tanda masalah lingkungan hidup seperti adanya polusi. Tantangan ini didapati berlaku terutama di negara-negara yang sedang membangun karena adanya berbagai aktivitas pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat manusia yang sering pula membawa dampak terhadap perubahan lingkungan. yaitu dalam usaha mendapatkan kesenangan hidup yang akan dinikmati diri sendiri maupun untuk diwariskan kepada generasiyang akan datang. pembangunan berkelanjutan OLEH: RENSI PEBRENI PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tanpa kita sadari bahwa banyaknya revolusi yang terjadi seiring dengan perkembangan teknologi dan budaya yang ada dalam kehidupan manusia. Dampak positifnya tentunya terjadinya peningkatan mutu dan kualitas hidup yang lebih komplek dengan ditandai dengan adanya kesenangan dan impian manusia yang menjadi lebih mudah untuk diwujudkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Akan tetapi dampak negatif dari adanya revolusi industri ini tentunya harus lebih diwaspadai untuk tidak terjadi suatu kerusakan dalam tatanan lingkungan yang ada baik itu lingkungan hidup maupun lingkungan sosial. erosi. Masalah-masalah lingkungan hidup dapat menjadi bencana yang dapat mempengaruhi kualitas hidup manusia. fotokimia kabut. hujan asam. Dalam perkembangannya. Krisis terhadap lingkungan hidup merupakan suatu tantangan yang sangat besar. telah menimbulkan berbagai macam permasalahan yang muncul. instrusi dan lain sebagainya sudah mulai terlihat sejak . global warming.

pembuangan limbah pabrik yang belum diolah dulu menjadi pembuangan limbah yang bersahabat dengan alam. Daya dukung lingkungan merupakan suatu kemampuan alam untuk mendukung kehidupan manusia harus dijaga agar senantiasa dapat memberikan dukungan yang maksimum kepada kehidupan manusia. Daya dukung alam dapat berkurang sejalan dengan perkembangan waktu. gempa bumi yang berakibat runtuhnya lapisan tanah yang dapat mengancam organisme hayati maupun non hayati dan lain sebagainya. Kerusakan yang bersifat dari dalam ini biasanya berlangsung sangat cepat dan pengaruh yang ditimbulkan dari adanya kerusakan ini adalah sangat lama. Karena kerusakan faktor luar ini disebabkan oleh ulah manusia. Usaha seperti ini tentunya dimulai dari diri sendiri. diantaranya adalah kerusakan dalam (internal) dan kerusakan luar (external). Daya dukung alam dapat berkurang sejalan dengan perubahan waktu. ataupun membuka sumber daya alam tanpa memperhatikan lingkungan hidup serta tidak mempelajari segi efektivitasnya dan dampaknya terhadap lingkungan disekitarnya. lingkungan hidup telah memberikan suatu energi positif yang dapat memberikan suatu perasaan yang lebih mengedepankan suatu persepsi bahwa dalam memenuhi kebutuhan yang hendak dicapai oleh tiap-tiapp manusia yang hidup di dunia initidak lepas dari faktor alam. Oleh karena itu. seperti letusan gunung berapi yang dapat merusak lingkungan. Dalam kenyataannya. Daya dukung alam dapat berupa kekayaan alam yang terdapat didalam bumi (permukaan bumi dan perut bumi). Secara garis besar. ada beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan daya dukung alam. Beberapa contoh penyebab kerusakan daya dukung alam yang berasal dari luar adalah pencemaran udara dari pabrik dankendaraan bermotor. Kerusakan luar (external) adalah kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia dalam pengelolaan alam dalam usaha peningkatan kualitas hidup. diperkirakan dalam masa 300 (tiga ratus) tahun belakangan ini telah banyak spesies yang sudah punah dari muka bumi ini. maka perlu adanya upaya penyelematan lingkungan hidup. dan semakin lama akan semakin bertambah sehingga dikhawatirkan suatu saat manusia akan dapat menjadi korban kepunahan. Hal ini lebih dikenal dengan daya dukung lingkungan.pertengahan abad ke -20. keberadaan lingkungan alam harus perlu dijaga dalam suatu eksistensinya terhadap daya dukung alam agar tidak rusak. Setiap individu harus memberikan suatu . Dalam setiap upaya kita untuk senantiasa memenuhi kebutuhan baik itu dilihat dari segi badaniah dan ruhaniyah. Daya dukung alam ini tentunya sangat berdampak terhadap kelangsungan hidup manusia. Masalah-masalah mengenai kerusakan lingkungan tentanya harus mulai lebih diperhatikan dalam rangka memberikan suatu cara pandang yang baru agar dapat memberikan suatu cara pandang yang mengedepankan adanya suatu upaya perlindungan terhadap lingkungan sehingga secara tidak langsung dapat memberikan suatu konstribusi dalam menghindari bahaya ikutan yang lebih parah terhadap perkembangan manusia dan makhluk hidup yang selama ini mendiami bumi maupun terhadap kelestarian lingkungan hidup. Kerusakan jenis ini sangat sulit untuk dicegah karena merupakan suatu proses alami yang sangat sulit untuk diduga. Kerusakan dalam adalah kerusakan yang disebabkan oleh alam itu sendiri. Kerusakan luar ini pada umumnya disebabkan oleh aktivitas pabrik yang mengeluarkan limbah. maka manusia hendaknya lebih bertanggungjawab terhadap adanya upaya untuk merusak lingkungan hidup. kita senantiasa tidak bisa terlepas dari suatu keadaan yang lebih dikenal dengan lingkungan hidup. Menurut fakta ini. Hal ini tercermin dari akibat pengelolaan lingkungan hidup yang tidak benar dan akibat pencemaran lingkungan yang ada sampai sekarang ini.

Seperti yang telah diketahui bersama. Tentunya salah satu faktor yang melatar belakangi dari adanyakerusakan yang dapat dicegah dan dimintakan pertanggungjawaban dalam pengelolaan lingkungan adalah fator dari luar. Hal ini ditandai dengan banyaknya pembangunan-pembanguan diberbagai bidang. penulis ingin mengkaji mengenai upaya dari . dalam penelitian ini. Oleh karena itu. Sebagai langkah awal dari pemerintah Kabupaten Kaur adalah dengan menerbitkan berbagai peraturan daerah yang digunakan untuk melindungi dan mengatur elemen masyarakat untuk senantiasa mendukung setiap langkah dalam melakukan pembenahan terhadap lingkungan hidup untuk menuju pada suatu pembangungan lingkungan hidup dalam upaya pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Perumusan Masalah Bertitik pada latar belakang dari pernyataan tersebut bahwa di Kabupaten Kaur dalam melaksanakan pembangunan yang ada.sumbangan dan penyelamatan lingkungan demi kelestarian lingkungan hidup. maka sebagai warga masyarakat diseluruh dunia harus lebih peka terhadap lingkungan. Seperti yang telah disinggung pada pernyataan terdahulu bahwa. Hal ini tentunya menjadi tugas setiap individu untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap tindakan yang mencemari lingkungan dengan zat kimia berbahaya perlu diperhatikan terhadap pengelolaan lingkungan hidup untuk lebih baik dimasa yang akan datang. Hal ini tentunya berasal dari manusia yang dengan cipta. Secara garis besar. salah satu faktor yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan dan dapat berdampak bagi perkembangan sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah berasal dari luar. B. adanya kerusakan lingkungan lebih banyak dikarenakan adanya ulah manusia dan adanya faktor alam yang ada selama ini. Kabupaten Kaur merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masyarakatnya memiliki mobilitas yang tinggi dalam menggapai setiap kebutuhan dan impiannya. rasa dan karsanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan mendapatkan hal-hal yang diimpikan oleh masing-masing masyarakat. Hal ini tentunya tercermin dengan yang terjadi di Kabupaten Kaur. Salah satu yang menjadi pertimbangan dari masyarakat adalah adanya faktor alam yang tersedia untuk terus digali agar kebutuhan yang dimaksudkan dapat terpenuhi. upaya pembangunan lingkungan hidup dalam upaya pengelolaan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan diharapkan mampu memberikan suatu gambaran yang jelas mengenai hal-hal yang diharapkan mampu untuk mendukung masyarakat dalam memenuhi kebutuhan yang dimilikinya dengan tetap memperhatikan lingkungan hidup dengan lebih mengedepankan suatu etika dan pengetahuan mengenai lingkungandalam suatu cara pandang yang dimiliki oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kaur. Proses pembangunan ini juga mengakibatkan mobilitas penduduk semakin meningkat sehingga keadaan ini membuka peluang untuk meningkatkan sistem perekonomian dan meningkatnya masalah pencemaran. berusaha untuk mengedepankan pembangunan lingkungan hidup dalam upaya pengelolaan pembangunan berkelanjutan dengan berwawasan lingkungan. Dengan demikian. Namun demikian tidak dapat dinafikan bahwa ada dampak yang tersirat di masyarakat bahwa perusakan lingkungan hidup itu hampir sama dengan industrialisasi sehinga tanggung jawab sangat diperlukan untuk mengatasinya.

. kebijakan. Lebih lanjut lagi. Sebagian besar mempunyai pendekatan berdasarkan masalah-masalah tertentu seperti masalah pencemaran udara. Perubahan hutan nakau menjadi tambak mengakibatkan krisis lingkungan hidup yaitu pencemaran air dan penggaraman air sumur yang digunakan sebagaisumber air minum penduduk. tidak bisa dilepaskan dari tatanan sosial (order) yang melatar belakanginya. Dalam kasus ini. Terdapat berbagai cara yang digunakan dalam meningkatkan pengelolaan pembangunan lingkungan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup. wakil rakyat. investasi pada tambak udang yang dilakukan harus dibayar mahal terhadap perubahan lingkungan hidup yang merugikan masyarakat dan negara. bahkan hukum bisa saja menjadi tidak relevan karena berada pada suatu tatanan sosial yang sudah berubah. Kerangka Teoritis Pembaharuan hukum lingkungan pada dasarnya dapat menerapkan pemikiran kepada tiap-tiap elemen masyarakat dalam menentukan suatu kebijakan (policy) dalam menentukan arah pembangunan lingkungan hidup dan pemahaman wawasan lingkungan. Suatu konsep. Berbagai komponen dilibatkan diantaranya adalah pemerintah. yang dikenal dengan nama Rios Summit. sampah dan sebagainya. Pemahaman terhadap ekosistem sangat penting dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup karena pertimbangan sosial sangat erat kaitannya dengan proses politik dan pengambilan keputusan dalam pengembangan pengethauam lingkungan hidup. anggota perdagangan. Dalam konteks pemahaman pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. Masalah Pengawasan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan kelestarian lingkungan hidup. telah dibicarakan dalam suatu pertemuan komunitas internasional di Rio de Janeiro pada tahun 1972. Namun terdapat juga pendekatan yang lebih luas dan menyeluruh melalui ekonomi dan juga sumber ekologi. Pergeseran sistem penyelenggaraan kepemerintahan dari model sentralistik menuju desentralisasi sekarang ini merupakan bagian dari perubahan tatanan sosial yang juga turut mempengaruhi implementasi konsep pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.pemerintah Kabupaten Kaur dalam melakukan pembangunan disegala bidang dengan tetap mengedepankan perlindungan lingkungan. Sebagai contoh terjadinya permasalahan lingkungan hidup dan konflik sosial di India yang disebabkan oleh pembangunan dengan tidak disertai dengan pengaturan lingkungan hidup yaitu konflik antara keperluan ekonomi dan tuntutan pelestarian lingkungan hidup. Peranan pemerintah terhadap pemahaman dari suatu upaya untuk memberikan suatu pengelolaan lingkungan yang berwawasan lingkungan. pencemaran air. fakta yang didapat dalam kehidupan masyarakat ternyata didominasi materialisme yaitu pandangan terhadap kehidupan yang lebih baik ternyata mampu untuk mengubah peradaban manusia yang pada akhirnya mengarah pada terciptanya krisis lingkungan hidup. Dalam mengkaji suatu konsep sosial. kebijakan bahkan hukum. masalah kelestarian lingkungan hidup semakin penting dan bersifat global. C. masyarakat dan organisasi non pemerintah yang merupakan suatu lembaga atau institusi yang diselenggarakan oleh masyarakat yang sepatutnya secara bersama-sama perlu mempunyai komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Beberapa diantaranya adalah undang-undang untuk penyelamatan lingkungan laut. telah mengakibatkan masalah lingkungan hidup karenatumpahan minyak sebanyak 1. Pendekatan baru ini ternyata sangat efektif untuk mendorong penjagaan.3 juta tom dari perusahaan minyak milik pemerintah di pantai Rio de Janiero.Pemberlakuan Undang-Undang Lingkungan Hidup sangat efektif dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup suatu negara.Eksploitasi lingkungan hidup yang berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan hidup seperti yang terjadi di Meksiko. Untuk mengurangi dampak yang lebih buruk. untuk pengawasan penggunaan air. untuk pengawasan kualitas suara dan lain sebagainya. pencemaran air. Sebagai contoh dalam rangka untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kanada yan dapat dilakukan dengan berbagai cara. maka diperlukan suatu peraturan yang mengikat dan dipatuhi oleh komponen negara. program pembersihan sukarela dan program penghargaan. Sebagai implementasi pemberlakuan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang muncul secara global. penurunan arussungai yang mengakibatkan masalah serius terhadap ekologi sosial. Untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.manusia dan harta benda di Marshall Island yang disebabkan oleh pengujiansenjata nuklir di Perusahaan Amerika pada tahun 1940-1950. pencemaran udara dan limbah secara efektif dalam pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. pengawasan dan konservasi lingkungan hidup. maka Meksiko diberlakukan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang di dalamnya mengatur pembukaan kawasan baru agar kelestarian sumber air dapat terjaga dengan baik. Banyak kasus bencana alam yang disebabkan oleh kekurang pengetahuan kesadaran dan pemberlakuan Undang-Undang dalam Pengawasan dan pengelolaan Lingkungan Hidup. ditingkat internasional telah disetujui pemberlakuan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang berlaku dan dipatuhi oleh komponen negara dan masyarakat di seluruh dunia. akan tetapi pada umumnya kasus lingkungan hidup yang dibawa ke pengadilan tersebut berhasil menuntut pemilik perusahan/pabrik untuk melaksanakan pengelolaan dan . Misalnya adanya tuntutan kehilangan budaya. serta mempengaruhi ekonomi secara global. Eksploitasi berlebihan terhadap lembah Toluca sebagai sumber air untuk pabrik di Meksiko dan Toluca diakhiri dengan pengeringan daerah rawa. Pencemaran lingkungan hidup yang dianggap sebagai pencemaran global seperti yang pernah terjadi di Brazil pada tahun 2000. Dari berbagai kasus lingkungan hidup yang berhasil dibawa di pengadilan. program pembersihan ekonomi. Berbagai undang-undang telah diterbitkan untuk pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. seperti memberlakukan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang disebut dengan traditional regulatory approach dan pendekatan baru melalui program instrumen ekonomi. berbagai permasalahan lingkungan hidup telah berhasil dibawa ke pengadilan. ada yang memihak kepada masyarakat. Dari berbagai kasus yang terjadi sampai saat ini bahwa secara empiris diperoleh bahwa telah banyak pencemaran lingkungan hidup yang terjadi diberbagai negara di seluruh dunia yang bersumber daru kurangnya perhatian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Pemberlakuan undangundang mengenai lingkungan hidup yang telah dilakukan di Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan (United State Enviromental Protection Agency)merupakan salah satu usaha dalam pelestarian lingkungan hidup. Dalam usaha mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh pengelolaan lingkungan hidup yang tidak benar.

Untuk pengawasan lingkungan telah terbentuk suatu lembaga internasional untuk lingkungan hidup dan pembangunan yang melibatkan berbagai negara. PENGERTIAN KEBIJAKAN Pada umumnya para ahli menterjemahkan kata policy sebagai kebijaksanaan. `Berdasarkan dengan uraian diatas bahwa pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup telah menjadi suatu yang penting bagi setiap negara. walaupun dalam pelaksanaannya berbentuk skala lokal.Undang Lingkungan Hidup. Cit :29) Pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup yang diuraikan dan ditafsirkan di dalam UndangUndang Lingkungan Hidup bermaksud agar dapat dijalankan secara sistematik. terorganisasi dan ditaati oleh seluruh masyarakat. sosial budaya setiap negara. Undang-undang lingkungan hidup yang dibuat di negara masing-masing itu mempunyai kepentingan yang sama yaitu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup untuk kepentingan hidup manusia. Pada dasarnya ada 3 (tiga) prinsip yang menjadi landasan untuk pengembangan Undang-Undang Lingkungan Hidup yaitu prinsip yang berhubungan dengan institusi nasional dan prinsip yang merujuk kepada Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa dan asas-asas hukum Internasional. Penjagaan kelestarian wilayah pantai sangat diperlukan karena berbagai faktor nasional dan internasional dapat mempengaruhi pengelolaan lingkungan hidup pantai di Indonesia. efektif dan efisien. Sedangkan Esmi Warassih dan Satjipto Rahardjo cenderung mengartikan kata policy sebagai kebijaksanaan. Istilah “banking on biosphere” sangatlah penting yaitu instrumen ekonomi digunakan untuk melindungi lingkungan hidup. Indonesia juga telah membuat Undang-Undang Pengaturan Lingkungan Hidup. Pengelolaan lingkungan hidup yang dilakukan oleh berbagai institusi bersama dengan kementerian lingkungan. . Budi Winarno cenderung mengartikan policy sebagai kebijakan. Kepentingan lingkungan hidup harus dipikirkan secara global dan dalamjangka waktu yang panjang demi kesejahteraan umat manusia. teratur. Berikutnya prinsip yang secara jelas memberikan arah kepada pengembangan Undang. Rumusan prinsip itu disajikan sebagai berikut: “Negara harus bekerja sama membuat undang-undang internasional menyangkut tanggung jawab dan bayaran ganti rugi terhadap korban polusi dan kerusakanlingkungan hidup yang disebabkan oleh aktivitas dan perselisihan. sehingga aktivitas. Undang-undang ini bertujuan untuk melindungi lingkungan hidup pantai. Undang-Undang Lingkungan Hidup berorientasi kepada pola undang-undang yang jelas. termasuk rencana pembangunan jangka pendek dan jangka panjang yang sudah diberlakukan. Instrumen ini merupakan rujukan dan acuan utama bagi institusi yang berkaitan dengan melaksanakan pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. termasuk kawasan pantai yang digubah dari Enviromental Management Act.pengawasan lingkungan hidup. TINJAUAN PUSTAKA A. ekonomi. Karena kebijakan dianggap sebagai perbuatan atau tindakan pemerintah yang berada dalam ruang publik dalam bentuk suatu aturan.” (Djasman Djamin. Loc. walaupun pola pelaksaanaannya ada perbedaan sesuai dengan dimensi politik. Masing-masing negara telah pula melengkapi undang-undang lingkungan hidup. Oleh karena itu.

sedangkan Thomas R Dye menyatakan bahwa Public policy adalah apapun yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan dan tidak dilakukan. Mungkin karena sesuatu hal policy yang sudah diambil tidak langsung diimplementasikan. yang menyatakan bahwa kebijakan publik sebagai hubungan suatu unit pemerintah dengan lingkungannya. Masalah-masalah tersebut didefenisikan untuk kemudian dicari pemecahannya yang terbaik. Tahap implementasi kebijakan. Namun dalam haltertentu tahap ini tidak mesti untuk diimplementasikan. Tahap ini untuk melihat sejaumana kebijakan yang diambil mampu atau tidak mampu untuk memecahkan masalah publik. Tahap evaluasi. Tahap-tahap dari suatu public policy meliputi. karena apa yang dimaksudkan dengan kebijakan publik bisa mencakup banyak hal. Pengertian Hukum Lingkungan Berdasarkan pada Pasal 1 butir 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup bahwa Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda. Pendapat ini pun dirasa agak tepat namun batasan ini tidak cukup memberi pembedaan yang jelas antara apa yang diputuskan pemerintah untuk dilakukan dan apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah. suatu kelompok maupun suatu lembaga pemerintah) atau sejumlah aktor dalam suatu bidang kegiatan tertentu.Menurut pendapat Esmi Warassih bahwa dalam suatu policy itu seharusnya mengandung sesuatu yang bijaksana atau mengandung suatu nilai (value) dan moral yang harus dijunjung tinggi oleh pengambil atau pembuat kebijaksanaan. namun menjadi sistematis menyangkut analisis kebijakan publik. yaitu tahapan pada saat masalah yang sudah masuk agenda policy kemudian dibahas oleh para pembuat kebijakan. yaitu tahapan pada saat kebijakan yang diambil telah diimplementasikan atau dijalankan. keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Salah satu defenisi mengenai kebijakan publik dikemukakan oleh Robert Eyestone. Tahap Adopsi kebijakan. Pengertian semacam ini dapat dipergunakan danrelatif memadai untuk keperluan pembicaraan-pembicaraan biasa. Tahap formulasi kebijakan. 5. . yaitu tahapan ketika para pembuat kebijakan akan menempatkan suatu masalah pada agenda policy. Tahap penyusunan agenda. yaitu suatu tahapan yang pada akhirnya diputuskan suatu kebijakan dengan mengadopsi berbagai alternatif kebijakan yang ada dengan dukungan mayoritas atau hasil konsensus dari para pengambil keputusan. 3. B. Pada dasarnya terdapat banyak batasan atau defenisi mengenai apa yang dimaksud dengan public policy. yaitu tahap penilaian terhadap suatu kebijakan yang telah dijalankan atau tidak dijalankan. 2. 4. 1. Jadi. daya. yang jelas policy dipergunakan untuk menunjuk perilaku aktor (misalnya seorang pejabat. Terlepas dari penggunaan istilah dari para ahli tersebut. Konsep yang ditawarkan oleh Robert Eyestone ini mengandung pengertian yang sangat luas dan kurang pasti.

hukum lingkungan mempunyai dua dimensi. Makhluk hidup yang lain termasuk binatang tidak merusak. Berbicara mengenai ilmu lingkungan tidak dapat terlepas dari dua konsep atau dengan perkataan lain ilmu lingkungan ini bertumpu pada dua konsep yakni konsep ekologi dan konsep ekosistem. Autekologi mempelajari organisme secara individual. pengurasan dan perusakan (verontreiniging. mencemari atau menguras lingkungan. misalnya . Nilai lingkungan untuk berbagai bentuk pemanfaatan. Ekologi berasal dari kata oikos yang berarti rumah tangga atau tempat untuk hidup dan logos yang berarti ilmu atau studi. adalah dimensi yang memberi hak. Yang pertama adalah ketentuan tentang tingkah laku masyarakat.”Paradigma baru mengenai lingkungan hidup inilah menjadi inspirasi munculnya suatu paradigma baru mengenai hukum lingkungan. Yang kedua. Misalnya tidak meliputi pencemaran kebudayaan akan tetapi masalah lingkungan berkaitan pula dengan gejala sosial. Dari dua komponen ini terlebih dahulu kita mulai dari ilmu lingkungan. kesejahteraan dan ketenteraman manusia. Ekologi dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu autekologi dan synekologi. Kerusakan lingkungan atau menurunnya mutu lingkungan disebabkan juga oleh bencana alam yang kadang-kadang sangat dahsyat dan tentunya dapat mengganggu stabilitas masyarakat dalam suatu lingkungan. mengkonsumsi.manusia hanyalah salah satu unsur dalam lingkungan hidup tetapi perilakunya akan mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Penggunaan hukum lingkungan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bagian hukum yang bersangkutan dengan lingkungan fisik dan dapat diterapkan untuk mengatasi pencemaran. Jadi. uitputting en aantasting) lingkungan (fisik). langsung atau tidak langsung.Jadi pengertian hukum lingkungan disini hanya meliputi lingkungan fisik saja dan tidak menyangkut lingkungan sosial. Dengan ekologi alam dapat dilihat sebagai jalinan sistem kehidupan yang saling terkait satu dengan yang lainnya. seperti pertumbuhan penduduk. Kualitas lingkungan menyangkut nilai lingkungan untuk kesehatan. Secara langsung kepada masyarakat hukum lingkungan menyebabkan apa yang dilarang apa yang diperbolehkan. Hukum lingkungan dan ilmu lingkungan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan tetapi tidak dapat dibedakan. Hilang dan berkurangnya nilai lingkungan karena pemanfaatan tertentu oleh umat manusia.29 Konsep ekologi dilihat dari segi etimologi merupakan suatu ilmu tentang makhluk hidup atau ilmu tentang makhluk hidup di dalam rumah tangganya. hal ini juga dijelaskan didalam penjelasan Undang-Undang Lingkungan Hidup antara lain sebagai berikut: “ Lingkungan hidup Indonesia sebagai karunia dan rahmat Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan ruang bagi kehidupan dalam segala aspek dan mantranya sesuai dengan wawasan nusantara. migrasi dan tingkah laku sosial dalam memproduksi. hukum lingkungan berisi kaidah-kaidah tentang perilaku masyarakat yang positif terhadap lingkungannya. Dilihat dari fungsinya. Secara tidak langsung kepada warga masyarakat adalah memberikan landasan bagi yang berwenang untuk memberikan kaidah kepada masyarakat. kewajiban dan wewenang badan-badan pemerintah dalam mengelola lingkungan. dan rekreasi. Jadi ekologi merupakan ilmu tentang rumah tangga makhluk hidup. Masalah lingkungan bagi manusia dapat dilihat dari menurunnya kualitas lingkungan. Hukum lingkungan pada umumnya bertujuan untuk menyelesaikan masalah lingkungan khususnya yang disebabkan oleh umat manusia. semuanya bertujuan supaya anggota masyarakat dihimbau bahkan perlu dipaksa memenuhi hukum lingkungan yang tujuannya memecahkan masalah lingkungan.

konsumen. interaksi diantara makhluk hidup berlangsung secara terus menerus sehingga terjadi proses yang berkesinambungan. Tiap makhluk hidup tadi dapat berfungsi sebagai produsen . Misalnya burung hantu yang memangsa tikus disawah. persaingan. Misalnya pendidikan yang merupakan bentuk interaksi pada seorang anak disekolah atau suatu kelompok dengan lingkungannya terjadi .apabila kita mempelajari sebuah pohon tertentu misalnya pohon beringin dan synekologi mempelajari kelompok-kelompok organisme yang tergabung sebagai suatu unir misalnya sasaran penelitian adalah hutan dimana pohon beringin itu hidup. yang mengalami kemunduran kualitas. Burung yang selalu hinggap dipunggung kerbau tersebut sedangkan kerbau dibantu untuk menghilangkan lalat yang mengganggu dirinya. sedangkan tumbuh-tumbuhan dibantu dalam melakukan penyerbukan. Dalam konteks ekologi manusia. diantara tumbuh-tumbuhan dengan sesamanya diantara dengan sesama binatang dan binatang dengan manusiaada jalinan kerja sama yang menguntungkan yang menunjang terciptanya keseimbangan serta kestabilan. 4) Asas interaksi Pertumbuhan dan perkembangan individu atau kelompok jenis makhluk hidup di dalam ekosistem terjadi karena ada hubungan timbal balik yang aktif antar sesamanya / tanpa adanya interaksi suatu makhluk hidup disatu pihak dan lingkungan di pihak lain akan ada yang terdesak. Misalnya interaksi daerah produsen dengan daerah konsumen. manusia dan lingkungannya pada suatu ekosistem tertentu malainkan juga antara suatu ekosistem dan ekosistem lainnya. Adapun asas-asas dari ekologi tersebut menurut Nursid Sumaatmadja dalam Gatot P. pengontrol atau dikontrol oleh makhluk lainnya. 3) Asas persaingan Asas persaingan ini berfungsi mengontrol pertumbuhan suatu unsur atau komponen yang terlalu pesat yang dapat mengganggu keseimbangan ekologi. 5) Asas kesinambungan Proses kerja sama. Soemartono adalah 30: 1) Asas keanekaragaman Menunjukkan bahwa makhluk hidup baik nabati maupun hewan yang ada di alam ini jenis dan jumlahnya sangat beraneka ragam. daerah industri dengan daerah pedesaan. misalnya kumbang menghisap madu. Dalam hal ini. Karena apabila jumlah tikus disawah itu berlebihan maka akan merusak tanaman dan merugikan petani. Terputusnya suatu proses yang berkesinambungan akan dapat menimbulkan kehancuran. ekologi tidak hanya terjadi diantara mekhluk hidup. 2) Asas kerja sama Diantara tumbuh-tumbuhan dengan binatang.

yang pelaksanaan peraturan tersebut dapat dipaksakan dengan suatu sanksi oleh pihak yang berwenang. Hal ini seperti yang telah dikemukakan oleh Jean Paul Sartre bahwa manusia berbeda dengan benda-benda lain akan keberadaannya dan dia sadar bahwa dia tahu. Dengan orientasi kepada lingkungan ini. . hukum lingkungan klasik lebih bersifat sektoral dan sulit untuk berubah. Dari uraian mengenai pengertian hukum. maka hukum lingkungan modern memiliki sifat utuh. Hal ini tentunya bertumpu dengan pembelajaran mengenai konsep ekologi seperti pada pembahasan diatas. menyeluruh yang artinya selalu berada dalam dinamika dan sifat dan wataknya. sebagian besar hukum lingkungan merupakan bagian dari hukum administrasi. Lambat laun perkembangannya bergeser kearah hukum administrasi seiring dengan perkembangan peranan pengusaha dalam bentuk campur tangan terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat yang lebih kompleks. Berlatar belakang dengan tidak ajegnya hubungan antara manusia melakukan pengendalian sebagai upaya agar stabilnya interaksi biotic community dan abiotic community. namun hukum lingkungan mengandung aspek hukum perdata. Beliaulah yang membedakan antara hukum lingkungan modern yang berorientasi kepada lingkungan atau environment oriented law dan hukum lingkungan klasik yang berorientasi pada penggunaan lingkungan atau use-environment oriented law. Kemudian seiring dengan perkembangan lebih lanjut bahwa konsep ekosistem dimana konsep ekosistem ini merupakan suatu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik di antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Semula hukum lingkungan dikenal dengan hukum gangguan (hinderrecht) yang bersifat sederhana dan mengandung aspek keperdataan. Sebaliknya. Hal ini tentunya berbeda dengan konsep hukum lingkungan yang modern yang mana dalam penerapan konsep ini. Hukum lingkungan klasik menetapkan ketentuan dan norma-norma yang menjamin penggunaan dan eksploitasi sumber-sumber daya lingkungan dengan berbagai akal dan kepandaian manusia guna mencapai hasil semaksimal mungkin dan dalam jangka waktu yang sesingkat-singkatnya. Menurut Gatot P. maka hukum lingkungan adalah keseluruhan peraturan yang mengatur tentang tingkah laku orang tentang apa yang seharusnya dilakukan terhadap lingkungan yang pelaksanaan peraturan tersebut dapat dipaksakan dengan suatu sanksi oleh pihak yang berwenang. hukum lingkungan menetapkan ketentuan-ketentuan atau norma norma guna mengatur perbuatan manusia dengan tujuan untuk melindungi lingkungan dan kerusakan dan kemerosotan mutunya demi menjamin kelestariannya agar dapat berlangsung secara terus menerus digunakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Berdasarkan pada wacana tersebut diatas maka dalam melaksanakan konsep tersebut diatas bahwa hukum lingkungan modern yang senantiasa berorientasi pada lingkungan.sepanjang hayat. Soemartono yang menyebutkan bahwa hukum itu adalah keseluruhan peraturan tentang tingkah laku manusia yang isinya tentang apa seharusnya dilakukan atau tidak dilakukan dalam kehidupan masyarakat . hukum pidana. maka sudah sepantasnyalah sifat dan wataknya juga mengikuti sifat dan watak dari lingkungan sendiri. hukum pajak. Banyaknya aliran dalam bidang lingkungan mengakibatkan banyak pengertian tentang hukum lingkungan itu sendiri. hukum internasional dan penataan ruang. Sebagai suatu disiplin ilmu yang sedang berkembang. Sedangkan menurut Danusaputro hukum lingkungan adalah hukum yang mendasari penyelenggaraan perlindungan dan tata pengelolaan serta peningkatan ketahanan lingkungan.

2. Hukum Bencana (rampenrecht). kemudian Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya. Hukum pencemaran lingkungan merupakan hukum yang memiliki pengaturan terhadap pencegahan dan penanggulangan pencemaran.Menurut Siti Sundari Rangkuti yang menganut pendapat A. 5. Hukum tentang Sumber Daya Alam atau Konservasi (Recht betreffende natuurlijkerijkdommen). . Hukum Tata Ruang (Recht betreffende de verdelling van het ruimtegebruik). Hukum tata lingkungan ini merupakan hukum tata penyelenggaraan tugas(hak dan kewajiban) kekuasaan negara berikut alat kelengkapannya dalam mengatur pengelolaan lingkungan hidup. 5) Hukum lingkungan internasional. van den Berg bahwa pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia berhadapan dengan hukum sebagai sarana kepentingan lingkungan yang bermacam-macam dapat dibedakan bagian-bagian dalam hukum lingkungan yaitu:34 1. tanah seperti PP No. 3. 4. Hukum Perlindungan Lingkungan (milieubeschermingsrecht).V. non hayati. 35Tahun 1991 tentang Sungai 4) Hukum pencemaran lingkungan. udara. buatan termasuk cagar budaya seperti nampak pada UndangUndang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan ekosistemnya. Wujud pola hukum pencemaran lingkungan ini meliputi pencemaran air. Lapangan hukumnya meliputi hukum lingkungan perdata internasional dan hukum lingkungan pidana internasional seperti yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hukum lingkungan internasional merupakan instrumen yuridis dalam pengaturan hubungan hukum mengenai sengketa lingkungan yang sifatnya melintasi batas negara. Hukum perlindungan lingkungan tidak mengenal satu bidang kebijaksanaan akan tetapi merupakan kumpulan dari peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang berkaitan dengan lingkungan biotik sampai batas tertentu juga dengan lingkungan antrophogen. Sedang kalau wujud struktural hukum perlindugan lingkungan meliputi perlindungan hayati. Dengan memperhatikan perkembangan akhir-akhir ini. Hukum kesehatan lingkungan adalah hukum berhubungan dengan kebijaksanaan di bidang kesehatan lingkungan dan wujud strukturalnya meliputi pemeliharaan kondisi air. 2) Hukum perlindungan lingkungan. 3) Hukum kesehatan lingkungan. Koesnadi Hardjosoemantri berpendapat bahwa hukum lingkungan dapat menjadi aspek aspek sebagai berikut: 1) Hukum tata lingkungan. tanah dan udara seperti pada PP No. 12 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hukum Kesehatan Lingkungan (milieuhygienerecht).

Hukum perselisihan lingkungan merupakan hukum yang mengatur prosedur pelaksanaan hak dan kewajiban karena adanya perkara lingkungan seperti yang diatur di Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Dari pembagian tersebut. Maksudnya agar hukum lingkungan ini mampu memberikan gambaran dan tinjauan tentang lingkungan total. ditambahkan pula bahwa hukum tata lingkungan dapat juga disebut dengan hukum administrasi lingkungan atau hukum tata penyelenggaraan tugas (hak dan kewajiban) kekuasaan negara berikut alat kelengkapannya dalam mengatur pengelolaan lingkugan hidup. Hukum lingkugan ini dikembangkan dengan metode dan tata pendekatan yang berdasarkan pada asas-asas semesta.6) Hukum perselisihan lingkungan. C. Sebagai sub sistem atau bagian komponen dari sistem hukum nasional Indonesia. serta menjadikannya sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh didalam suatu sistem. Menurut Koesnadi Hardjosoemantri. 2) Hukum acara lingkungan. Lingkungan total disini semesta dan memancarkan sistem konsep ekologi dan sistem sosial.Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah payung dibidang pengelolaan lingkungan hidup serta sebagai dasar penyesuaian terhadap perubahan atas peraturan yang telah ada sebelumnya. Kelima subsistem hukum lingkungan Indonesia ini dapat dimasukkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagaimana telah diubah dan diperbarui oleh Undang. hukum lingkungan Indonesia di dalam dirinya membentuk suatu sistem dan sebagai suatu sistem. hukum lingkungan Indonesua mempunyai sub sistem yang terdiri atas: 1) Hukum penataan lingkungan. karena pada dasarnya hukum lingkungan dalam pengertian yang paling sederhana adalah hukum yang mengatur tatanan lingkungan. yang perlu mendapat perhatian adalah hukum tata lingkungan. Dengan kata lain uraian ini dari . 4) Hukum pidana lingkungan. hukum tata lingkungan mengatur penataan lingkungan guna mencapai keselarasan hubungan antara manusia dan lingkungan hidup baik lingkungan hidup fisik maupun lingkungan hidup sosial budaya. Perkembangan Hukum Lingkungan Di Indonesia Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup perlu diikuti tindakan berupa pelestarian sumber daya alam dalam rangka memajukan kesejahteraan umum seperti tercantum dalam UUD 1945. 5) Hukum lingkungan internasional. meneyeluruh dan terpadu. 3) Hukum perdata lingkungan.

Hukum perdata lingkungan merupakan hukum antar perorangan yang merupakan hak dan kewajiban orang yang satu terhadap yang lain. Hukum pencemaran lingkungan (dalam kaitannya dengan pencegahan dan penanggulangan pencemaran). Hukum konservasi (hayati. 4. mengenai sengketa lingkungan. hukum konservasi. buatan. uraian mengenai hukum lingkungan Indonesiapun dapat menggunakan acuan empat bidang tersebut yaitu: 1. Hukum lingkungan internasional dibagi menjadi dua yaitu hukum lingkungan perdata internasional dan hukum lingkungan internasional (publik). Adapun lingkungan hidup sebagai suatu kesautan ruang dengan segala komponennya merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia. hukum acara lingkungan ini disebutkan dalam bab VII Pasal 30 ayat (1). (2) yang pengaturannya secara konkrit akan ditetapkan lebih lanjut dengan peraturan perundang undangan. Namun demikian. Pasal 31. Hukum penataan ruang (termasuk pengendalian penggunaan tanah dan sumber-sumber daya lingkungan). maupun kepada negara khususnya dalam peran sertanya bagi pelestarian kemampuan lingkungan. (2) serta Pasal 34 ayat (1). Selain dari hal itu . 2) Hukum lingkungan internasional (publik). 3. Hukum kependudukan (termasuk kebutuhan sumber daya manusia).masing-masing sub sistem Hukum Lingkungan Indonesia tersebut selalu dikaitkan dengan wujud dan isi Undang-Undang Lingkungan Hidup Pembagian dengan cara ini menggunakan pendekatan sistem hukum. hukum kependudukan dan hukumpencemaran lingkungan. Pembagian demikian ini menggunakan pendekatan “sumber daya”. termasuk cagar budaya). sebagaimana telah diuraikan dimuka tentang pembagian hukum lingkungan yang dapat dibedakan menjadi 4 (empat) bidang besar maka. 1) Hukum Lingkungan Perdata Internasional mengatur hubungan hukum antara warga negara suatu negara dengan warga negara dari negara lain atau antara warga negara suatu negara dengan suatu organisasi internasional. non hayati. Dari penyebutan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup telah nampak secara jelas bahwa undang-undang tersebut merupakan hukum penataan lingkungan (hidup). Hukum pidana lingkungan menentukan perbuatan-perbuatan apa yang dilarang dalam kaitannya dengan lingkungan hidup. Masing-masing komponen dari hukum lingkungan Indonesia tersebut. Pasal 32 dan Pasal 33 ayat (1). mengatur hubungan hukum antara suatu negara dengan organisasi internasioanl serta antar organisasi internasional mengenai kasus lingkungan. (2) dan (3). 2. Hukum acara lingkungan adalah hukum yang menetapkan dan mengatur tata cara atau prosedur pelaksanaan hak dan kewajiban yang timbul karena adanya perkara lingkungan (sebagai akibat terjadinya perusakan dan atau pencemaran lingkungan). yaitu hukum penataan ruang. harus dapat dikaitkan dan mengacu pada keseluruhan peraturan yang berlaku di Indonesia. Dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup.

kepercayaan. D. Lebih lanjut lagi berdasarkan fakta yang didapat dari kehidupan masyarakat ternyata dominasi materialisme yaitu pandangan terhadap kehidupan yang lebih baik ternyata mampu mengubah peradaban manusia yang pada akhirnyamengarah kepada terciptanya krisis lingkungan hidup. Rencana Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang dihasilkan DPR telah mengalami perubahan dan penyempurnaan yang cukup sebstansial dibandingkan RUU yang duajukan oleh Pemerintah. b) Peningkatan kemampuan sumber daya alam untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan. Adapun permasalahan terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 sampai saat ini adalah ketidak berdayaan penegakan hukum lingkungan di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh faktor penyebab yang bersifat struktural dibandingkan dengan persoalan yang bersifat teknis. Seperti yang telah dinyatakan oleh Sarwono Kusumaatmadja sebagai wakil pemerintah dalam Rapat Paripurna Terbuka DPR tanggal 27 Agustus 1997. aktivitas manusia (sebagai subjek pembangunan) perlu diatur oleh ketentuan hukum. masalah kelestarian lingkungan hidup semakin penting dan bersifat global. semisal pembuktian dan kurang terampilnya penegak hukum. Masalah pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan kelestarian lingkungan hidup. Sejak Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 diundangkan pada September sampai dengan saat ini. baik perubahan terhadap pola hidup. Adapun kualitas yang lebih baik ini tentukan ditentukan dalam suatu komponen sumber daya alam ditandai oleh: a) Pelestarian fungsi sumber daya alam. Untuk mencapai suatu cara pandang dari kedua hal tersebut. Dibandingkan dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup telah mengalami perubahan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang didalamnya mengatur tentang penambahan hal-hal baru yang sebelumnya belum diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982. Perubahan lingkungan hidup juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial budaya masyarakat desa. emosi maupun pengetahuan masyarakat.lingkungan hidup juga merupakan ruang dimana aktivitas berlangsung yang sekaligus merupakan sumber daya alam yang harus dikelola dengan baik. . Konsep Pengawasan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Sejak pertemuan di Rio de Janiero (Brasil). sebenarnya sudah ada sejak jaman kolonial (dalam aturan yang tertulis maupun hukum adat). Memahami ekosistem sangat penting dalam upaya pengelolaan lingkungan hidup karena pertimbangan sosial sangat erat kaitannya denan proses politik dan pengambilan keputusan dalam pengembangan pengetahuan lingkungan hidup. penegakan hukum merupakan titik kelemahan kita dalam melakukan upaya pengelolaan lingkungan hidup. Ketentuan hukum yang mengatur perilaku manusia terhadap sumber daya alam tersebut.

dan tindakan lain yang bertentangan dengan pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. dan sosial. Oleh karena itu. tidak dapat dikatakan bahwa kemampuan politik dalam sistem ekonomi tidak boleh menyederhanakan sistem politik sebagai faktor ekonomi. Perluasan penggunaan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang kaku akan menjadikan usaha membangun teknologi baru semakin sulit dan memakan belanja yang mahal. untuk pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup secara periodik sangat memerlukan kekuasan formal. terutama konsep tentang keadilan. ekonomi dan sosial budaya. Oleh karena itu. kemerosotan lingkungan hidup disebabkan dominasi aktivitas yang tidak seimbang dengan kehendak politik. Pengawasan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Dimensi Politik. Perlu diingat bahwa keterlibatan individu dalam berbagai kedudukan dalam dimensi politik. Konsep keadilan menginginkan supaya setiap individu menerima apa yang wajar bagi dirinya. Memang secara politik negara atau pemerintah dapat mengenakan syarat yang tidak adil terhadap pembangunan industri dengan menggunakan alasan untuk melindungi lingkungan hidup dan ketentraman umum. Dalam konteks pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia tidak memikirkan persoalan pencemaran lingkungan hidup. Kesulitan yang timbul dalam mencapai tujuan politik pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup ialah penggunaan teknologi untuk pembangunan. Dengan demikian kekuasaan dapat dianggap sebagai penjaga pintu keadilan dan kebebasan. liberalisasi ekonomi merupakan satu proses yang tidak dapat dielakkan. Walau bagaimanapun. Disamping itu. apalagi jika dikaitkan dengan hubungan internasional. Dengan demikian. Politik merupakan dimensi yang mendapat perhatian utama dalam bidang undang-undang. Indonesia hingga kini masih dikritik dengan adanya praktik penebangan hutan. falsafah. pembangunan berkelanjutan harus berorientasi pada perhatian dan kemampuan politik teknologi. Secara teknikal. Oleh karena itu. Latar belakang sejarah ini kemungkinan menyulitkan usaha memajukan pembangunan nasional sektor industri. ekonomi dan sosial budaya di Indonesia telah menyebabkan pola pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup mempunyai arti khusus. teologi. Misalnya teknologi yang menggunakan bahan kimia akan mengurangi kualitas unsur alam dan sekaligus mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan hidup. kebebasan membuka kawasan baru bukan saja akan membawa dampak negatif terhadap lingkungan hidup tetapi juga akan mengetepikan nilai-nilai akhlak yang ujud dalam masyarakat. Karena itu sistem politik juga melaksanakan fungsi yang lain misalnya memberikan perlindungan kepada pihak yang tidak tergantung pada ekonomi. otoriter maupun feodal. Pada hakikatnya. peranan politik dalam sejarah dan pembentukan satu peraturan senantiasa .Komposisi berbagai etnik dan keunikan sejarah politik. merupakan syarat penting untuk dapat mencapai suatu tujuan. Oleh sebab itu. penggunaan strategi pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup diharapkan akan dapat meneruskan kemajuan ekonomi yang seimbang dengan perkembangan lingkungan hidup. Ini disebabkan bahan pembangunan meliputi seluruh wilayah terutama sektor ekonomi. perlu diingat bahwa proses pembangunan ekonomi melalui industrialisasi akan bersaing dengan perubahan lingkungan hidup. Keadilan inilah yang membedakan baik setiap negara itu demokratik. Pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup ini tentunya tidak lepas dari campur tangan dari beberapa dimensi yaitu: 1.

kepesatan urbanisasi. Secara dialektik dari masyarakat supaya dapat berhadapan dengan setiap tahapan perkembangan dan memberikan ruang gerak yang luas untuk mengkaji semula tahap perkembangan tersebut. Dalam suatu dimensi ekonomi. maka usaha untuk pembukaan kawasan baru sumber alam milik bersama secara berlebihan terjadi karena tidak hadirnya mekanisme pasar yang berorientasikan lingkungan hidup. anthropos. Tingkat pembangunan ekonomi yang pesat ini membawa implikasi terhadap kemampuan lingkungan hidup menampung lingkungan hidup menampung berbagai jenis limbah dan sampah industri. oikhos. Dilihat dari dimensi ekonomi. Berbagai sektor pembangunan di Indonesia yang sangat rumit untuk mewujudkan masyarakat adil. Ini akan berarti jika digunakan untuk kepentingan manusia sedangkan pengertian manusia akan terwujud. Dengan demikian. 2. Hal ini didorong oleh dampak negatif pembangunan ekonomi. Pengawasan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Dimensi Ekonomi. tidak terkecuali di Indonesia. makmur dan sejahtera menyebabkan pihak pemerintah perlu merancang satu stara kebudayaan yang lebih komprehensif. misalnya banjir kilat. Sosial budaya ialah suatu konsep kehidupan sekelompok orang maupun beberapa kelompok yang membuat keputusan hidup bersama melalui usaha untuk memanfaatkan lingkungan hidup dalam rangka keperluan hidup bersama-sama. Konsep ini sangat penting untuk mencapai tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. apabila ia berhasil mentransformasikan instrumen tersebut ke dalam dirinya melalui pemahaman yang benar. yang bertujuan membasmi kemiskinan untuk meningkatkan taraf pendapatan yang seimbang. Pengawasan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam Dimensi Sosial Budaya. keutamaan pembangunan nasional lebih berpijak kepada usaha mempercepat proses nasional lebih berpijak kepada usaha mempercepat proses industrialisasi dan pencapaian tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Proses ini akan terus meluas dalam berbagai bentuk perusahaan. Dengan tujuan tersebut.tercatat sebagai keperluan dan pengukur bagi menentukan terlaksananya sistem undang-undang untuk kesejahteraan. 3.persoalan tentang lingkungan hidup menjadi perhatian utama masyarakat dan pemerintah. asap. berlaku suatu perubahan . tekne dan ethos. Disadari atau tidak bahwa pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup ditinjau dari segi ekonomi. Untuk mengetahui sejauh mana dimensi ekonomi turut berperan dalam mendukung pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup. Hal ini dapat dilihat dari upaya negara negara didunia telah mengalami proses industrialisasi yang sangat pesat. Oleh karena itu usaha utama dalam pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup ialah menjalankan konsep seimbang di antara pembangunan ekonomi dengan daya dukung sumber alam bagi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan. tanah longsor dan lain sebagainya. Kerusakan yang timbul akibat aktivitas ekonomi ini akan membawa dampak keluar. Strategi ini meliputi seluruh pola kehidupan masyarakat yang berhubungan langsung dengan faktor. Meskipun demikian perlu diingat bahwa seluruh alat pendukung kependudukan berfungsi sebagai instrumen. Oleh karena itu. dan proses modernisasi yang tidak dapat dihindari. perlu dilakukan koordinasi di antara dimensi politik dengan ekonomi. faktor kesejahteraan dan kemakmuan merupakan faktor penting dalam mewujudkan sistem Undang-Undang Lingkungan Hidup yang kokoh dan berwibawa.

. Ditinjau dari dimensi sosial budaya tersebut. peraturan belum lengkap. Teori pendekatan dalam pengelolaan dan pengawasan lingkungan hidup ternyata harus didukung oleh pembuat undang-undang yang bijaksana. Dengan demikian kesulitan dalam menerapkan pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup ialah tingkat kesadaran masyarakat terhadap undang-undang masih rendah. proses pemberlakuan harus dijadikan sebagai rangkaian akhir dari putaran pengaturan. mebayar pemulihan dan lain sebagainya. sosial budaya merupakan wadah estetik yang bai untuk pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam ber etika menurut keputusan masyawarah untuk mufakat. serta kecilnya biaya perbelanjaan. masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang mencintai lingkungan hidupnya. Oleh karena itu. tingkat kemampuan pelaksanaan undang-undang yang rendah. Bagi yang melanggar undang-undang harus membayar ganti rugi.dalam kehidupan menusia untuk mewujudkan fenomena interaksi yang hormani di antara lingkungan hidup dengan manusia. sehingga tidak terwujud keinginan untuk merusak lingkungan hidup. serta berperilaku sebagai “abdi negara” dan “abdi masyarakat”. Oleh karena itu. Selain itu untuk efektivas pengawasan dan pengelolaan lingkungan hidup maka undang-undang harus ditetapkan secara adil. teratur dan berwibawa. perencanaan dan penerapan suatu sistem hukum. Faktor-faktor ini harus diperhatikan agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang lingkungan hidup. dalam mekanisme pelaksanaan pengelolaan dan pengawasan lingkungan hidup.

bahkan akhirnya disahkan UU No. Kemudian disahkannya UU No. 24 Juli 2011 22:02 WIB Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sesuai UU No. perhatian tentang lingkungan hidup telah dilakukan sejak tahun 1960-an. pengawasan. keadaan dan makhluk hidup. pemenuhan kebutuhan pangan. dan penegakan hukum. Di Indonesia. papan dan lain-lain. secara konsep. keharmonisan sosial dan kelestarian lingkungan. bagaimana dengan aspek penataan. disepakatinya Agenda 21 di Rio de Jeneiro pada 1992 serta konferensi-konferensi lingkungan hidup pada tahun-tahun berikutnya. perhatian terhadap perubahan iklim. pengawasan dan penegakan hukumnya? Perhatian terhadap Lingkungan Hidup Konferensi PBB tentang lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1972 telah menetapkan pada 5 Juni setiap tahunnya untuk diperingati sebagai Hari lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia sudah memiliki pedoman dalam pengelolaan bahkan perlindungan terhadap lingkungan hidup. 32 Tahun 2009 adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. baik dalam hal respirasi. pemeliharaan. pengembangan. pemanfaatan. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. yaitu terkonsepnya pengertian umum permasalahan lingkungan hidup di Indonesia. Hal ini menunjukkan masyarakat global sangat memperhatikan permasalahan lingkungan dan berkomitmen untuk memperbaikinya melalui pembangunan berkelanjutan yang mengedepankan aspek pertumbuhan ekonomi. Sehingga. baru sekadar aspek pemanfaatan. pengendalian. . termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya. pemeliharaan. yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Manusia sebagai makhluk yang paling unggul di dalam ekosistemnya. memiliki daya dalam mengkreasi dan mengonsumsi berbagai sumber-sumber daya alam bagi kebutuhan hidupnya. Tonggak pertama sejarah tentang permasalahan lingkungan hidup dipancangkan melalui seminar tentang Pengelolaan lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional yang diselenggarakan di Universitas Padjajaran pada 15-18 Mei 1972.Gagalkah Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia? Metro Kolom | Minggu. di mana pembangunan di Indonesia. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya. yang bermodalkan sumberdaya alam. Hasil yang dapat diperoleh dari pertemuan itu. Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda. daya. kejadian geologi yang bersifat mengancam kepunahan makhluk hidup dapat digunakan sebagai petunjuk munculnya permasalahan lingkungan hidup. Dari definisi tersebut tersirat bahwa makhluk hidup khususnya merupakan pihak yang selalu memanfaatkan lingkungan hidupnya. Dalam hal ini. Kesepakatan ini berlangsung didorong oleh kerisauan akibat tingkat kerusakan lingkungan yang sudah sangat memprihatinkan dan terus berlangsung.

Masalah pencemaran ini disebabkan masih rendahnya kesadaran para pelaku dunia usaha ataupun kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan kualitas lingkungan yang baik. Sungai-sungai di perkotaan tercemar oleh limbah industri dan rumah tangga. pangan. sumberdaya manusia yang berkualitas. dan keamanan. yaitu terpenuhinya tujuh (tujuh) kebutuhan dasar yang terdiri dari sandang. Aspek perencanaan sangat erat kaitannya dengan penataan ruang. Kondisi tanah semakin tercemar oleh bahan kimia baik dari sampah padat. Dengan kondisi tersebut. pemeliharaan/rehabilitasi serta pengawasan dan pengendalian belum dilaksanakan dengan baik. energi. dan lainnya. pengendalian dan penegakkan hukum. pupuk maupun pestisida. pendidikan. sehingga pengelolaannya perlu dijadikan sebagai asas penataan ruang. mengingat sumberdaya alam dimanfaatkan untuk pembangunan yang bertujuan memenuhi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan transportasi dan industrialisasi yang tidak diiringi dengan penerapan teknologi bersih memberikan dampak negatif terutama pada lingkungan perkotaan. lingkungan hidup merupakan faktor utama penentu kehidupan manusia. perluasan penerapan etika lingkungan serta asimilasi sosial budaya yang semakin mantap. yang terjadi akibat lemahnya pengawasan. Apakah sudah terasa terpenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia? Banyak yang masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhan dasarnya. permasalahan lingkungan hidup yang saat ini sering dihadapi adalah kerusakan lingkungan di sekitar areal pertambangan yang berpotensi merusak bentang alam dan adanya tumpang tindih penggunaan lahan untuk pertambangan di hutan lindung. Bukan berarti tidak boleh memanfaatkan sumberdaya alam. yang terjadi akibat ulah manusia. Kasus-kasus pencemaran lingkungan cenderung meningkat. Perlu segera didorong terjadinya perubahan cara pandang terhadap lingkungan hidup yang berwawasan etika lingkungan dan menanamkan nilai dan etika lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. tidak jelas seberapa kuat komponen lingkungan diperhatikan dalam penataan ruang dan seberapa konsistennya komponen lingkungan disertakan pada setiap kegiatan penataan ruang. pengembangan.Sejalan dengan laju pembangunan nasional. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. tapi haruslah disertai aspek-aspek pengelolaan lingkungan hidup. pemanfaatan. akibat proses pemanfaatan sumberdaya alam. . maka pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan perlu ditingkatkan kualitasnya dengan dukungan penegakan hukum lingkungan yang adil dan tegas. Apalagi. kesehatan. lumpur Lapindo. Penataan ruang berwawasan lingkungan harus diartikan sebagai penataan ruang yang menggunakan kriteria mutu lingkungan hidup. permasalahan lingkungan tidak semakin ringan namun justru akan semakin berat. termasuk proses pembelajaran sosial serta pendidikan formal pada semua tingkatan. Semua ungkapan mengenai lingkungan hidup dalam Undang-Undang No. papan. Dengan kata lain. Penataan ruang memiliki makna tentang ruang lebih luas daripada pengelolaan lingkungan hidup karena lingkungan hidup merupakan salah satu tampilan ruang. Hal ini terjadi karena pengelolaan lingkungan hidup yang terdiri dari aspek perencanaan/penataan. Namun. yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Banyak kasus seperti Buyat.

di lain pihak keberlanjutan atas ketersediaannya sering diabaikan dan begitu juga aturan yang mestinya ditaati sebagai landasan melaksanakan pengelolaan yang mendukung pembangunan dari sektor ekonomi kurang diperhatikan. sehingga ada kecenderungan terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan menipisnya ketersediaan sumberdaya alam yang ada serta penurunan kualitas lingkungan hidup. Pencemaran lingkungan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup. Namun demikian. perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. perubahan lingkungan. Misalnya kita ambil contoh kecil penegakkan hukum di luar negeri. Misalnya. penegakkan hukum dan koordinasi kelembagaan yang kuat juga perlu ditingkatkan. untuk memotong rumput atau pohon di pekarangan rumah saja ada aturan yang jelas. Tanpa hal tersebut sangatlah mustahil lingkungan hidup dapat diselamatkan. maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil risiko kerusakan lingkungan. industri dan upaya-upaya yang dilakukan dalam pembangunan ekonomi. manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya. krisis air. Secara umum dapat dikatakan bahwa hampir seluruh jenis sumberdaya alam dan komponen lingkungan hidup di Indonesia cenderung mengalami penurunan kualitas dan kuantitasnya dari waktu ke waktu. kesadaran masyarakat dan kepedulian dari pengusaha. sehingga akan mengancam kelangsungan makhluk hidup. dapat dikatakan bahwa sumberdaya alam mempunyai peranan penting dalam perekonomian Indonesia baik pada masa lalu. saat ini maupun masa mendatang. secara hayati ataupun kultural. manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang). bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. agar dapat dimanfaatkan secara optimal. diperlukan itikad yang luhur dalam tindakan dan perilaku setiap orang yang peduli akan kelestarian lingkungan hidupnya.Memang. Perlu ada komitmen yang tinggi dari pemerintah (political will). Dari uraian tersebut di atas jelaslah bahwa dalam menyikapi terjadinya pencemaran lingkungan baik akibat teknologi. terutama ketenangan dan ketentraman hidup manusia. sehingga dalam penerapannya harus memperhatikan apa yang telah disepakati dunia internasional. Pembangunan yang mengandalkan teknologi dan industri dalam mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi seringkali membawa dampak negatif bagi lingkungan hidup manusia. krisis energi dan lingkungan. tidak semena-mena memotong . mengingat kontribusi yang dapat diandalkan dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi dan sumber devisa serta modal pembangunan berasal dari sumberdaya alam. maka pertama. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik. selain sumberdaya alam mendatangkan kontribusi besar bagi pembangunan. Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang tidak dilakukan sesuai dengan daya dukungnya dapat menimbulkan adanya krisis pangan. Kedua. Alternatif Solusi Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup. Kesimpulan Bagi Indonesia.

pohon dan langsung membuangnya ke tempat sampah. Namun. boleh-boleh saja memanfaatkan sumberdaya alam untuk pembangunan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia. karena perusakan lingkungan hidup berarti perusakan umat manusia. Begitu pula bagi pejalan kaki. Sekolah Pascasarjana IPB. sehingga saling menyalahkan bila terjadi perusakan lingkungan hidup. Tapi tentu dibarengi dengan kompensasi dari kegiatan yang dilakukan. pajak tidak dikeluarkan. Keempat. semua aparat bekerja sendiri-sendiri. coba saja berani menginjak rumput. maka izin usaha dapat dicabut disertai sanksi yang berat. Kementerian Kehutanan. misalnya melalui pajak. sudah saatnya pemerintah membuat kementerian koordinator sumberdaya alam dan lingkungan. ada sanksi yang tegas dan tindak langsung. Mengapa di Indonesia tidak dapat diterapkan seperti itu? Ketiga. pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup dapat dilakukan secara sistemik dan terpadu tersebut dapat terlaksana dengan baik. Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan ini harus berani mengatur/mengkoordinasikan kementerian teknis lainnya. Dalam tingkat teknis. instansi pemerintah harus segera dapat saling bekerjasama dan bekerja secara sistemik. Untuk itu. Kementerian Pertanian. Apalagi izin untuk skala besar tentu lebih ketat lagi. tentu saja pajak/kompensasi tersebut harus langsung dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat. . Apabila. dan lain sebagainya. Pajak harus dikenakan kepada setiap pelaku usaha atau siapa saja yang melaksanakan pembangunan memanfaatkan sumber daya alam. Sehingga. Misalnya. Surjono Hadi Sutjahjo Guru Besar Fakultas Pertanian IPB dan Staf Pengajar Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. seperti yang sedang marak terjadi dalam era reformasi sekarang. misalnya Kementerian Pekerjaan Umum. jangan diendapkan bahkan di-”Gayus”-kan terlebih dahulu. gagalnya pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia jelas terjadi akibat lemahnya koordinasi pemerintah.

Dari hasil diskusi dan analisa yang kami lakukan kedua. pembangunan hotel. wewenang dan tanggung jawab pemerintahan daerah. Dalam penaatan prosedur dan aturan oleh pengusaha untuk mendapatkan izin lingkungan dan usaha justru pihak pemerintahanlah yang sering melakukan pelanggaran dengan kewenangannya memberikan izin lingkungan bahkan merubah RTRW tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan. rumusan tentang daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Menyikapi inisiasi RAPERDA tentang pengelolaan lingkungan hidup dan penaatan hukum lingkungan oleh DPRD yang pembahasannya masih berlangsung. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang dari kesemuanya itu akan menjadi bagian dari perumusan RTRW.RPJM dan RPJP daerah provinsi.seharusnya masyarakat sekitar diberikan hak mereka untuk menentukan sebuah keputusan dalam penerbitan amdal. RAPERDA tersebut justru akan membingungkan . Pencemaran air akibat limbah pabrik – pabrik.Tolak Penetapan Raperda Pengelolaan dan Penaatan Lingkungan Hidup. Dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup tentu harus di atur dalam sebuah peraturan berdasarkan kajian-kajian yang menyeluruh. Dari berbagai permasalahan lingkungan hidup di atas bukan diakibatkan karena lemahnya penaatan hukum melainkan lemahnya penaatan aturan prosedur izin lingkungan dan tidak adanya koordinasi antar instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. baik dan sehat merupakan Hak Asasi setiap orang. Mandat secara implisit dalam undang – undang tersebut adalah pemerintah provinsi di mandatkan untuk membuat peraturan daerah tentang rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup (RPPLH). perumahan. Dari beberapa kali hearing yang diikuti WALHI Jawa Barat bersama DPRD ada 2 judul RAPERDA dengan maksud yang sama tetapi berbeda secara substansi. Di samping itu pentingnya pelibatan masyarakat dalam proses penerbitan amdal yang selama ini diabaikan pemerintah. Jalankan Mandat UU 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Jumat. Sebagaimana peraturan tentang lingkungan hidup yang diatur dalam UU 32 tahun 2009 dijelaskan beberapa hal terkait tugas. 02 Maret 2012 03:49 Ditulis oleh WALHI JABAR 0 Comments Share Lingkungan hidup yang layak. villa. UKL dan UPL sampai pelanggaran tata ruang. galian/ tambang yang tanpa didukung dengan dokumen AMDAL. Banyak nya kasus pelanggaran hak – hak sipil untuk mendapatkan ruang lingkungan hidup yang layak dan sehat akibat dari lemahnya penegakkan aturan oleh pemerintah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat yang berujung pada kriminalisasi warga sering terjadi.

huruf e angka 2 dilarang “ melakukan usaha dan atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup.000.50..(tiga miliar rupiah).( satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. Perlu di ketahui bahwa kenapa dalam pelanggaran lingkungan mendapatkan sanksi yang berat karena sifatnya yang tidak tergantikan. Tujuan dari di rancangnya peraturan ini menjadi bias dan tanda Tanya jika melihat dari isinya misal saja dalam pasal 71 yang mengatur larangan antara lain DILARANG : 1.000.1.(satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. Dan semua tindak pidana tersebut adalah tindak pidana“KEJAHATAN”.000..Huruf c membuang limbah ke media lingkungan hidup tanpa memenuhi baku mutu lingkungan hidup. Kesimpulan : .000. 2.(tiga miliar rupiah).000.000.000. Sementara dalam UU 32 tahun 2009 disebutkan : 1.3.tanpa memiliki dan atau melaksanakan : Izin lingkungan.huruf a. pengendalian..000.000. 1. dilarang “membuang limbah B3 ke media lingkungan hidup tanpa melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan”. pemanfaatan.dalam penegakkan dan penaatan hukum lingkungan karena sanksi yang diatur lebih ringan dari sanksi yang diatur dalam UU 32 tahun 2009.Setiap orang yang melakukan usaha dan atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana pasal 36 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat (1) satu tahun dan paling lama tiga (3) tahun dan denada paling sedikit Rp.000. Perbedaannya dalam UU 32 2009 yang terakhir adalah penegakkan hukum.3. pada RAPERDA ini adalah penaatan hukum. dan penaatan hukum. Ruang lingkup yang dibahas hampir sama persis yaitu perencanaan. Dan masih beberapa lagi larangan yang diatur dalam pasal 71 dan hanya dikenakan sanksi sesuai pasal 74 ayat (1) pidana kurungan 3(tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 3.(lima puluh juta rupiah). Dan merupakan tindak “PELANGGARAN” hokum serta denda dimaksud merupakan penerimaan daerah dan disetorkan ke kas daerah.000.000. dipidana dengan pidana penjara minimal 1(satu) tahun dan maksimal 3(tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp.. pengawasan..000.000. RAPERDA kedua yang berjudul pengelolaan lingkungan hidup dan penaatan hukum menurut kami merupakan copy-paste dari UU 32 2009. 2. pemeliharaan. Seperti hal nya perda – perda lain yang di hasilkan selama ini oleh pemerintah daerah adalah untuk mendapatkan bagian/atau bahasa yang sering dipakai adalah meningkatkan pendapatan daerah.pasal 59 ayat (1) setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya sesuai pasal 103 “ setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaan sebagaiman dimaksud dalam pasal 59.

RPJM dan RPJP agar sesuai dengan KLHS dan kajian daya dukung daya tampung lingkungan hidup. 2.Indikasi bahwa RAPERDA ini adalah titipan dan memuat kepentingan birokrasi dan pengusaha.Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebaiknya melaksanakan apa yang menjadi mandat dari UU No.RAPERDA yang disusun inkonsistensi dalam hal sanksi. Dalam RAPERDA ini sanksi yang harusnya merupakan tindak kejahatan menurut UU 32 2009 tetapi dalam raperda merupakan tindak pelanggaran yang pastinya akan meringankan sanksi pidana penjara dan denda. 3.Meninjau RTRW. 3.Indikasi mencari celah hukum yang justru akan lebih memperburuk kondisi dalam penegakkan dan penaatan hukum lingkungan di Jawa Barat. Rekomendasi dan Tuntutan WALHI Jawa Barat: 1.Menyelesaikan / merevisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Jawa Barat.Menolak penetapan raperda tentang pengelolaan dan penaataan hukum lingkungan hidup di Jawa Barat 2. 5. 1 Maret 2012 Direktur Eksekutif WALHI JAWA BARAT Dadan Ramdan Kontak : 082116759688 .1.32 tahun 2009 yaitu membuat PERDA tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH).Menyusun kajian tentang daya tampung dan daya dukung lingkungan hidup 4. Bandung. Dan membatalkan RAPERDA yang saat ini sedang di sosialisasikan karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi mandate UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->