Kerangka Kerja Konseptual yang Mendasari Akuntansi Keuangan

Tujuan Pembelajaran
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menjelaskan manfaat dari kerangka kerja konseptual. Menjelaskan upaya-upaya FASB untuk membangun kerangka kerja konseptual. Memahami tujuan pelaporan keuangan. Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi. Mengidentifikasikan unsur-unsur dasar dari laporan keuangan. Menjelaskan asumsi-asumsi dasar akuntansi. Menjelaskan aplikasi dari prinsip-prinsip dasar akuntansi. Menjelaskan dampak kendala terhadap pelaporan informasi akuntansi.

Kerangka Kerja Konseptual (Conseptual framework)
Serupa dengan konstitusi (Constitution) adalah Suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi serta batas-batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. 1. Menjelaskan Manfaat dari kerangka kerja konseptual a. Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan menaikan komparibilitas antar laporan keuangan. b. Masalah – masalah praktis yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori dasar yang telah ada.

2. Menjelaskan upaya-upaya FASB untuk membangun kerangka kerja konseptual.
Pada tahun 1976 menerbitkan memorandum yang berisi isu-isu penting yang harus ditangani dalam rangka membangun kerangka kerja konseptual yang akan menjadi dasar bagi penetapan standar akuntansi dan pemecahan kontropersi pelaporan kuangan. *Conseptual Framework for Financial Accounting and Reporting : Elements of financial Statement and Their Measurement, terdiri dari enam statements: 1. SFAC No.1 : “Objective of Financial Reporting by Business Enterprises”. Yang menyajikan tujuan dan sasaran akuntansi. 2. SFAC No. 2 : Qualitatif Characteristics of Accounting Information”. Yang menjelaskan karakteristik yang membuat informasi akuntansi bermanfaat. 3. SFAC No. 3 : “ Element of Financial Statements of Bussines Enterprises”. Yang memberikan definisi dari pos-pos yang terdapat dalam laporan keuangan seperti aktiva, kewajiban, pendapatan, dan Beban.

4. SFAC No. 4 : “Recoganation and Measurement in Financial Statement of Business Enterprises”. Yang menetapkan kriteria pengakuan dan pengukuran fundamental serta pedoman tentang informasi apa yang biasanya harus dimasukan dalam laporan keuangan dan kapan waktunya. 5. SFAC No. 5 : “ Elements of Financial Statement”. Yang menggantikan SFAC No. 3 dan memperluas lingkup SFAC No. 3 dengan mamasukan organisasi-organisasi nirlaba. 6.SFAC No. 6 : “Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurements”. Yang memberikan kerangka kerja bagi pemakaian arus kas masa depan yang diharapkan dan nilai sekarang (present Value) sebagai dasar pengukuran.

3. Memahami tujuan pelaporan keuangan
Tujuan Pelaporan Keuangan (Objectives of Financial Repoting) adalah untuk menyediakan informasi: (1) Yang berguna bagi mereka yang memiliki pemahaman memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomi untuk membuat keputusan investasi serta kredit. (2) Membantu para investor, kreditor serta pemakai lainnya yang potensial dalam menilai jumlah, waktu dan ketidakpastian arus kas dimasa depan. (3) Tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan didalamnya.

4. Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi.
(1) Pengambilan keputusan dan kemampuan memahami (understandability) Adalah kualitas informasi

yang memungkinkan pemakai merasakan signifikansi dari informasi tersebut. (2) Kualitas primer: Relevansi dan Reliabilitas Merupakan dua kualitas primer yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan . Relevansi. Agar relevan, invormasi harus memiliki nilai prediktif atau nilai umpan balik, dan harus disajikan secara tepat waktu. Reliabilitas, Informasi akuntansi dianggap handal jika dapat diverikasi, disajikan secara tepat, serta bebas dari kesalahan. (3) Kualitas skunder : Komparabilitas dan Konsistensi Komparabilitas : Informasi tentang perusahaan akan lebih berguna jika bisa diperbandingkan dengan informasi serupa dari perusahaan lain, jika diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama.

Konsistensi : Entitas mengaplikasikan perlakuan akuntansi yang sama untuk kejadian-kejadian yang serupa, dari periode ke priode, maka entitas tersebut dianggap konsisten dalam menggunakan akuntansi.

5.Mengidentifikasikan unsur-unsur dasar dari laporan keuangan.
Unsur-unsur dasar (basic elements) dari laporan keuangan terdiri : 1.Aktiva 6. Laba Komprehensif 2.Kewajiban 3.Ekuitas 4.Investasi oleh pemilik 5.Distribusi kepada pemelik 7. Pendapatan 8. Beban 9. Keuntungan 10. Kerugian

6.Mengidentifikasikan unsur-unsur dasar dari laporan keuangan.
Empat asumsi dasar (basic assumption) yang mendasari stuktur akuntansi keuangan, adalah: (1) Entitas ekonomi (2) Kelasungan hidup (3) Unit moneter (4) Periodositas

Ad. 1. Entitas ekonomi (economic entity assumption) : Mengandung arti bahwa aktivitas ekonomi dapat diidentifikasikan dengan unit pertanggung jawaban tertentu. Ad. 2. Kelangsungan Hidup (going concern assumption) : Yaitu perusahaan bisnis akan memiliki umur yang panjang. Ad. 3. Unit moneter ( monetary unit assumption) : Adalah unit yang relevan, sederhana, tersedia secara universal, dapat dipahami dan berguna. Ad. 4. Periodisitas ( periodicity assumption) : Bahwa aktivitas ekonomi sebuah perusahaan dapat dipisahkan ke dalam periode waktu artificial.

7. Menjelaskan aplikasi dari prinsip-prinsip dasar akuntansi.
Empat prinsip dasar akuntansi ( principles of accounting) yang digunakan untuk mencatat transaksi adalah :

1. Biaya Historis 2. Pengakuan pendapatan 3. Penandingan 4. Pengungkapan penuh Ad. 1. Biaya Historis GAAP mewajibkan sebagian besar aktiva dan kewajiban diperlakukan dan dilaporkan Berdasarkan harga akusisi. Ad. 2. Pengakuan Pendapatan Pendapatan umumnya diakui jika; (1) telah direalisasi atau dapat direalisasi (2) telah dihasilkan Penjelasan: Ad.2.1. Pendapatan dikatakan telah direalisasi (Realized) : “ Jika produk(barang dan jasa) atau aktiva lainnya telah dipertukarkan dengan kas”. Pendapatan dikatakan dapat direalisasi (realizable) : “ Aktiva yang diterima atau dipegang dapat segera dikonversikan dengan kas”. Dalam hal ini aktiva tesebut dapat dijual dan dipertukarkan dalam pasar aktif dengan harga yang mudah tanpa biaya tambahan yang signifikan. Ad.2.2. Pendapatan dianggap telah dihasilkan (earned) : “ Apabila sebuah entitas telah melakukan apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan hak atas manfaat yang direpresentatifkan oleh pendapatan”. Ad. 3. Prinsip Penandingan (Matching Principle) : Kerja keras (beban) ditandingkan dengan pencapaian (pendapatan) sepanjang hal ini rasional dan dapat diterapkan. Dalam mengakui pendapatan, pendekatan yang dipakai adalah “ biarkan beban mengikuti pendapatan”. Ad. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full disclosure principles) : Trade – off ini terjadi antara : (1) (2) Kebutuhan untuk mengungkapkan secara cukup terinci hal-hal yang akan mempengaruhi keputusan pemakai Kebutuhan untuk memadatkan penyajian agar informasi dapat dipahami.

8.Menjelaskan dampak kendala terhadap pelaporan informasi akuntansi
Kendala-kendala dan dampaknya adalah:

(2) Materialitas: standar yang rasional dan dapat diterima harus dipakai jika jumlah yang terlibat adalah signifikan bila dibandingkan dengan pendapatan dan beban lain. .(1) Hubungan biaya –manfaat : Biaya penyediaan informasi harus ditimbang terhadap manfaat yang bisa diperoleh dari pemakaian informasi tersebut. maka pilihlah solusi yang kecil kemungkinannya akan menghasilkan angka laba bersih dan aktiva bersih yang telalu tinggi. (4) Konservatisme: Jika ragu. atau laba bersih entitas. yang kadang-kadang memerlukan penyimpangan dari teori dasar. aktiva serta kewajiban lain. (3) Praktek industri: Mengikuti praktek umum industri.

000. 1. Tanggung Jawab 3.000. 58. 5. Tujuan/ bentuk usaha persekutuan c. capital Rp. Nama Perusahaan b. Nama lengkap. Berusaha bersama-sama 2. capital Rp.000.000.12.000.000.PEMBENTUKAN DAN PEMBAGIAN LABA – RUGI PERSEKUTUAN I. 127. 58. KARAKTERISTIK PERSEKUTUAN Definisi persekutuan menurut Kitab Undang – undang Hukum Perdata pasal 1618 adalah: “ Suatu perjanjian dengan mana dua orang atau lebih.7.000. pekerjaan dan tempat tinggal para sekutu d. Aktiva Nonkas 3.000 Ujang.Diminta : buatlah jurnal untuk transaksi diatas! Equipment Land Rp.000 .000. Uang kas 2. Surat perjanjian persekutuan pada umumnya berisi: a.dan tanah Rp.000. 127. PEMBENTUKAN PERSEKUTUAN Pembentukan persekutuan dapat dilakukan didepan notaris untuk membuat surat perjanjian (akte pendirian perusahaan).000 Rp. tetapi tidak diwajibkan.000.000. Pembagian laba-rugi e. 58. masing-masing meyerahkan uang tunai sebesar Rp.. Nama – nama sekutu yang diberi hak untuk menandatangani surat perjanjian atas nama persekutuan (disebut sekutu pengelola) Berdirinya Persekutuan dengan penyerahan modal para sekutu dilakukan dengan tiga cara: 1. 65.Uang kas Contoh: Sutiono dan tina ingin mendirikan persekutuan. peralatan Rp.000 Tina.000. Kepentingan Sekutu 4.000 2. capital Rp.000 dan Rp.000 sutiono. capital Vera. 7. Jurnal cash Rp. Menyerahkan neraca perusahaan perorangan. Umur terbatas 2. 127. Aktiva Non Kas Contoh: Ujang dan Vera ingin mendirikan usaha Taxi dalam bentuk persekutuan masing-masing menyerahkan modal aktiva non kas. Karakteristik persekutuan : 1. Para sekutu setuju untuk melakukan penilaian kembali.dan vera menyerahkan sebidang tanah seharga Rp.000.000.000. Ujang menyerahkan beberapa peralatan seharga Rp. 150.000.5. mengikatkan diri untuk memasukan sesuatu ke dalam persekutuan dengan untuk membagi keuntungan atau manfaat yang diperoleh karenanya”.000..000.000 Rp.

000..000 dan perkiraan akumulasi penyusutan dihilangkan.125.000.000.000 Modal Modal Didin 80. boni menyerahkan bangunan seharga Rp.000 40.000.000.000 3. 2.000.capital c) Mencatat masuknya sekutu didin Accounts Recievable Inventory Equipment Accounts Payable Allowance for bad debts Didin. Piutang usaha sebesar Rp.000.000) 16. 20. Penyusutan Total aktiva tetap (Rp) 32.capital 10.000. Persediaan barang dagang ditetapkan dengan harga pasar Rp.000.000. Akan tetapi harus dibuat penyesuaian sbb: 1.000.000. 5% 2. 10.000. Contoh.000 52.000.000 42.375.000 (Rp) 52.3.000 25.000 (3.000.500. Abas menyerahkan uang tunai sebesar Rp.000 45.000 132.000. Peralatan dinilai seharga 15.000) 42. boni dan didin mendirikan Firma abadi.000 . Didin menyerahkan perusahaan perorangan sebagai berikut: Perusahaan Didin Neraca Per 1 januari 2005 Kewajiban Lancar Utang usaha Aktiva Lancar Kas Piutang usaha Penyisihan pitang tak tertagih Persediaan Barang dagangan Total aktiva lancar Aktiva Tetap peralatan Akum.000.000 dihapuskan dan penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp. Abas.000. 40. capital b) Mencatat masuknya sekutu boni Building 25.000.000 Abas.000 132.000 116.000.000.000.000.000 2.000. pada umumnya dilakukan penilaian kembali dengan nilai wajar dan disetujui olah para sekutu .000. 25.000 43.000 (14.000. Jawaban : Persekutuan menggunakan buku baru a)mencatat masuknya sekutu abas cash 10. Pencatatan atas penyerahan neraca perusahaan dengan menggunaka buku baru.000 30.000.500.000 Boni. Menyerahkan neraca perusahaan perorangan Sekutu yang menyerahkan modalnya dalam bentuk neraca perusahaan perorangan.000 15.dan dilakukan penilaian kembali sebesar Rp.000 Disrtujui bahwa didin akan mengmbil uang kas dan Firam Abdi akan mengambil alih sisa aktiva dan menangung kewajiban.

500. modal Boni Rp.000 Bonus untuk sekutu didin = Rp. Berikut ini akan diilustrasikan penggunaan metode bonus dan metode goodwill. dan sekutu didin hannya menambah kekurangannya tunai sebesar Rp. 84.000.000 25. 43. Contoh: Komposisi modal abas Rp.875.500. 6.125.375.000 . 10.500.Dari jurnal diatas akan menghasilkan neraca persekutuan sbb: Firma ABDI Neraca Per 1 januari 2005 Kewajiban Lancar Utang usaha Aktiva Lancar Kas Piutang usaha Penyisihan pitang tak tertagih Persediaan Barang dagangan Total aktiva lancar Aktiva Tetap Bangunan peralatan (Rp) 10.000 Modal didin yang disetor = Rp.000.000 3.000 Didin.000 .000 Perhitungan: Tatal modal abas + Boni + Didin = Rp.050. 84.000.000.000 42.capital Rp. = Rp.000.375.000. 25.000.000. Investasi dalam Suatu Persekutuan Pada prinsipnya semua transaksi sebagai pendirian persekutuan harus didasarkan kesepakatan dari semua sekutu sehingga bentuk serta jenis transaksi investasi pendirian ini akan sangat beragam tergantung kepada kesepakatan tersebut.000. Sekutu Didin menginginkan kepentingan pada persekutuan sebesar 60% . 50.000 25. Metode Bonus Jurnal tambahan setoran modal didin Cash Rp.925.000 43.875. Catatan: Ada kalanya besarnya modal dari masing – masing sekutu yang diakui dalam suatu persekutuan tidak sama dengan nilai wajar dari aktiva yang diinvestasikan pada persekutuan dalam hal ini akan timbul akun goodwill atau bonus sebagai kompensasi selisih nilai tersebut.000.500.000) 40.875.375.000 130. 1.000 90.000.000 Modal Modal abas Modal Boni Modal didin 10.000 (Rp) 52.Kepentingan didin = 60% x Rp. Para sekutu setuju atas usulan sekutu didin. 6.000 Total aktiva tetap 40. 1.000. 6. Sekutu abas dan boni membagi laba rugi berdasarkan perbandingan modal.000 dan modal didin Rp.000 130.000 15. 49.000 (2.000.000.375.375.

2.000 = Rp.050. 750.000 = 11.000: 25.capital Rp.000: Rp. 1.000: 52.000 Rp.500.000 Goodwill Rp.000.capital Didin.57 : 60 Kesimpulan : Metode bonus dan goodwill akan menghasilkan kepentingan yang sama dalam pembagian laba rugi. 6.000 Kedua jurnal diatas dapat digabung Cash Rp. 2.500.000 Boni.700.000 : Rp.625. 87.000 Didin.250.Boni = 25/35 x Rp.000 Didin.000 = 11. 2.000 Didin.capital Rp. 1.500.000 = Rp.000 Rp.625.550.57 : 60 2.050.125.500. Metode goodwill Jurnal untuk tambahan setoran modal didin: Cash 6.Modal Abas dan boni berkurang sebesar : .000.capital 6. 750. . 50. 1.000 = Rp.000 Rp.000 .capital Rp. 9.625.000 Perbandingan modal setelah jurnal diatas: abas: boni: didin: 10.000 rp. 2.Abas = 10/35 x Rp.000 Rp.000 Perhitungan: Total modal abas dan boni Kepentingan abas dan boni = 1 – 60% = 40% Total modal tiga sekutu = Rp. 300.875.capital Kedua jurnal dapat digabung cash Abas. 7.000.925.000 Didin. 9. 24.capital Rp.000 : 40% Total modal tiga sekutu yang disetor Goodwill untuk sekutu didin Jurnal persekutuan dengan metode goodwill: Goodwill Rp. 300.000 Perbandingan modal setelah jurnal diatas: Abas: Boni: Didin = Rp. 84. 6.500. 35.capital Rp.000.capital Boni.43 : 28.050.000 = Rp.000 Jurnal persekutuan dengan metode bonus: Abas.43 : 28. 300.625. 35.000 = Rp. 750.500. Goodwill akan diamortisasi dalam jangka waktu maksimum 40 tahun.

Adapun susunan modal dan pembagian laba rugi sebagai berikut: Modal per 31 desember 2004 Kwik Rp. Susi memberi tambahan modal berupa bangunan ukuran 6 x 4 m = Rp.000) .000.000.000 (kemungkinan tertagih hannya Rp. Mobil nilai buku Rp.000. Peter memberi tambahan modal berupa tagihan kontrak sebesar Rp. 50.000 Kwak 50.000 dan komputer seharga Rp.000 % laba rugi 40% 10% 50% Pada tanggal 1 januari donal ingin bergabung dalam persekutuan tersebut dengan menyetorkan investasi ke dalam persekutuan berupa uang kas sebesar Rp. 5. Piutang Rp.000. 10.000. Tom dan Jerry akan membentuk suatu persekutuan dengan nama Tom & Jerry dengan investasi awal masing – masing sebagai berikut: Tom membawa uang kas Rp.Diminta: buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat investasi Peter dan susi.000. Peter dan susi mendirikan Firma dengan nama Kantor konsultan P & S masing – masing sekutu menyerahkan uang tunai Rp. 10. 35.000.000 untuk mendapatkan 20% dari total modal persekutuan baru.000) dan komputer dengan nilai perolehan Rp. 20. Kwek dan Kwak.000.000.000.000.000.000. 50.000.000 (nilai pasar Rp. 100. Persekutuan Trio Kwek – Kwek dengan anggota sekutu Kwik.000. Jery membawa uang kas Rp.000).000 (nilai pasar Rp.000 Kwek 50.000. 50. 8.Latihan 1. 50. 10. 2. 40.000.000. Diminta: Buatlah jurnal atas pembentukan persekutuan Tom & Jerry. Buatlah jurnal atas masuknya donal dalam persekutuan tersbut dengan: a) metode bonus b) metode goodwill . 5. 3.000.000. Pada tanggal 1 April 2001.000. Pada tanggal 1 Januari 2004.

adapun nilai pasarnya adalah Rp. 50. 20. Laba rugi dibagi sama Contoh : Firma Man dengaqn modal sekutu Marni Rp. Nona Any dan Nona Yuly sepakat untuk mendirikan persekutuan dengan nama Persekutuan AYU.Soal Kuis 1. 60.000. sedangkan gedung dengan nilai buku Rp. 40. dibagi berdasarkan Rasio c. dibagi rata (equally) kepada semua sekutu b..000. 27.000. 50. Arif Rp.00. dibagi berdasarkan rasio Modal d. Firma Man membagi laba rugi sama rata.000 dan Norman Rp. f. 2. Pada tahun 2005 Perusahaan menderita kerugian sebesar Rp. Diminta :buatlah jurnal atas pembentukan persekutuan Ayu dengan metode bonus dan buatkan Neracanya. gaji atau bonus diberikan pada jasa sekutu. 100. Untuk mendirikan persekutuan tersebut hannya Nona Any yang menyetor modal. Modal masing – masing sekutu diakui sebesar 60% untuk nona Any dan 40% untuk Nona Yuli. yaitu berupa kas sebesar Rp.000. 50.000.000. 25.000..masing untuk tanah nilai buku Rp.Pada awal tahun 2001 Tuan Wawan dan Nona Tina Mendirikan Persekutuan dengan nama Persekutuan wanti.Nona Tina menyerahkan kas sebesar Rp. yang bergerak didalam usaha mode. Pada Awal tahun 2003. Gaji dan bonus diberikan pada jasa sekutu sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian. Bunga diberikan atas modal sekutu sedangkan sisanya dibagi berdasar perjanjian e. Diminta: catatlah transaksi itu kedalam jurnal dan buatkan neraca pembukuan persekutuan wanti.000. sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian. Sebagai setoran modal masing – masing menyerahkan aktiva : .000. 1. 40.. Bunga atas modal sekutu.000 dengan akumulasi penyusutannya Rp.Tuan Wawan menyerahkan tanah dan gedung dengan nilai buku dan nilai pasar masing . Pembagian laba dan rugi operasional Ada beberapa metode pembagian laba rugi yang dapat dipilih diantaranya sebagai berikut: a.000.000.-. 15.Jurnal FIRMA ManN Atas Pembagian laba rugi : .000.000 pada tanggal 1 januari 2005.000. 4.000. Ad.000.000.000.000.dan nilai pasarnya Rp.

30.000. 52. capital Rp.000 karto.000 Ad. 6.000 . 24.27. 9. 3. 52.000.000. capital 12. capital 26. 24.000 Titin . Laba rugi dibagi menurut rasio modal awal pendirian FIRMA Kota didirikan pada tanggal.capital Rp.000 Ad.000 12. Titin Rp.000. 9. 40. 3.000.000.000. 10. Laba rugi dibagi menurut rasio modal awal tiap periode fiskal Sama dengan contoh diatas bila laba pada tahun 2002 sebesar Rp. 3.Marni.000.000.000.000. Laba Rugi dibagi menurut rasio modal akhir tiap periode fiskal Sama dengan contoh diatas.capital Rp.000.capital Rp.000 pada tahun 2001.000.000.capital Income Summary Ad.Amir = 4/8 x Rp.000.500.000 karto. capital 9. Laba rugi dibagi berdasarkan rasio modal: a)Rasio modal awal pendirian b)Rasio Modal Awal tiap periode fiskal c)Rasio modal akhir tiap periode fiskal Ad.000. Modal sekutu pada akhir tahun 2001.500. c.000. Perbandingan Modal karto: Titin: Amir = 1: 3:4 Pembagian laba untuk sekutu: .15.000.capital Norman.000 Arif. 27.000.000 9.000. 3.karto = 1/8 x Rp.000. Marni : Arif: Norman = 3 : 1 : 5.000. . sekutu karto menyetor tambahan modal sebesar Rp.000 jurnal pembagian laba rugi 2001 Income Summary Rp.000 Amir.000 dan Amir Rp. a. perbandingan modal awal tahun 2002 = Karto : Titin : Amir = 13 :39:52 Jurnal pembagian laba 2002 : Income Summary Rp.Titin = 3/8 x Rp. 2.000.000.000 Titin .000 dan sekutu Amir mengambil modal sebesar Rp. 52. 24. b.000 Rp.000 pada tahun 2001 Firma Kota memperoleh laba sebesar Rp.000 Pada contoh yang sama Pembagian laba – rugi berdasarkan rasio.000 . bila laba pada tahun 2001 sebesar Rp. 24. 5.000. 9.000 Rp. capital 19.000 Norman. 9.000. Jurnal Firma Man atas pembagian laba –rugi: Marni.000.000.000.000 = Rp.000. capital Rp. Laba rugi berdasarkan Rasio Rp. 24. 4.000 Amir.000. 9. 2 januari 2001 dengan masing – masing modal sekutu karto Rp.capital Arif.000.000 sekutu titin mengambil modal sebesar Rp.000.000 Income summary Rp.000 Ad.000 Rp.

Capital Rp.000 – Rp. 3.Rp.000) = Rp.Anita = 3/5 (Rp.450.000 . 52.9.000 Ad.000 Sisa Laba rugi dibagikan kepada sekutu: .000. 4. 4. 11. Sekutu Umar turut mengelola persekutuan dengan diberikan gaji Rp.000.-Karto = Rp. 1. Contoh: Persekutuan umar dan Tety memperoleh laba tahun 2002 sebesar Rp.000 Anita = 10% x (Rp.000.000 7.000.000. 6. Laba rugi dibagi dengan memberikan bunga atas modal sekutu.000.000 585.000) (Rp. 52. 3.825.000 Rp.000 17. 22. 52. 10. 414.000) Rp. 585.000 390.000 975.000) = Rp.=Rp.000. 5.000.000. Sekutu yang aktif dalam mengelola persekutuan mengharapkan gaji yang diberikan dari persekutuan.000. capital Anita. a) Gaji Sekutu yang menyerahkan modal kepada persekutuan tidak harus aktif dalam mengelola persekutuan.Winarto = 2/5 (Rp. 3.825..000) . 48.000 Ad.000 Karto. 34.Jurnal pembagian Laba rugi 2001 : Income Summary Rp.Amir = 48/104 x Rp.Titin = 34/104 x Rp.000 Jurnal Firma Wita atas pembagian laba Income summary Rp. 39.000.000 dan Anita Rp. 6.000.000 24.375.500.800.000.800.000. capital Rp.825.000.000. 1.500. 7.765.000.000 = Rp.000.000..000) :12 = Rp.500. Laba Rugi dibagi dengan memberikan gaji atau bonus pada jasa sekutu dan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian. 9. Pembagian laba – rugi persekutuan dengan memberikan gaji dan sisanya dibagi sama.Karto = 22/104 x Rp..000.000.000. 12.. sedangkan sisanya dibagi berdasarkan perjanjian.000.800.-per bulan.000.000. 52.000 4.000 = Rp.000 Winarto.000 (1.000 3. Sekutu Umar Sekutu Tety Jumlah Gaji Rp. 414.000.Perhitungan: Bunga Modal Sekutu : Winarto = 10% x (Rp. 405.000.000. 4.000.000 Keterangan Bunga Sisanya dibagi 2:3 Jumlah Daftar Pembagian Laba Rugi Winarto Anita (Rp) (Rp) 3. 11.450.000.Rp.000.500. 405.000 Rp.035.Pembagian laba 2001 untuk sekutu? .000 = Rp. 24. 13.000 = Rp. 17.000.000. 7. 52.000.000.000) (Rp.000) (1. 390.000 + Rp.-Titin = Rp.765.000.375.-Amir = Rp.000.000 Jumlah (Rp) 6.000 = Rp.000 3.800.000.Firma Wita memberikan bunga sebesar 10% dari saldo modal diberikan pada para sekutu.000):12 = Rp. Winarto: Anita = 2:3 adapun laba Firma Wita tahun 2001 sebesar Rp. 5.000 – Rp. Firma Wita menunjukan perkiraan buku besar modal sekutu terdiri dari: Sekutu Winarto Rp. 9.000. sedangkan sisanya dibagi berdasarkan rasio.000.000 – Rp.000.800. capital Amir.000. capital Titin.825.7. 7. 3.000 . 12.Sisa laba (Rp.035. 6.

000.000.000.sekutu Ade diberikan bonus sebesar 5% dari laba. Perhitungan: Bonus untuk sekutu Ade = 5% x Rp.- b.Jurnal persekutuan atas pembagian laba: Income summary Rp.750.000 = Rp. 23. 23. 50. Bonus biasanya dinyatakan dalam persentase.Sisanya sebesar Rp.000. capital Rp. Sekutu A telah melakukan penjualan melebihi target penjualan yang telah ditentukan. 47.000.000 = Rp.750.Ade. 50.000..500.Tety..Hartono = ½ x Rp. 10. capital Rp.000..500.000. capital Rp.000 = Rp. sedangkan sisanya dibagi sama.000.500. 23. 9. 47.750.000. Bonus gaji atau bonus diberikan kepada sekutu pengelola. capital Rp. 50.000.dibagi kepada sekutu: .Jurnal Firma atas pembagian laba : Income summary Rp.000. pada umumnya diberikan kepada sekutu yang telah berprestasi misalnya.Ade = ½ x Rp.500. 1. dihitung dengan cara sbb: Firma Ade dan Hartono memperoleh laba tahun 2000 sebesar Rp.- .500.000 Umar. 26.500.Hartono.000.000. 47. 2.250.

000.Michelle dan mariskha sebagai direktur DINGO berhak atas gaji masing – masing Rp.000.- Masing – masing sekutu akan berhak untuk memperoleh bonus sebesar 10% dari total net income yang diperoleh persekutuan.000.000.Soal 1. Net Income yang tersisa akan dibagi rata. 5. 200.(385.100.000.000.300. 300. bunga dan bonus bagi sekutu. 200.000.450. 3.-) Rp.000.000. sedangkan modenna sehari – hari tidak bekerja pada firma DINGO sehingga tidak mendapatkan gaji.000.000.000. 200.000. dan Modenna adalah sekutu dari Firma Dingo yang pada akhir desember 2004 mempunyai data sbb: . mariskha.000.000.Michelle.000. 800.450. 300.000.000.200.masing sekutu pada periode akuntansi tahun 2004 sbb: Dalam Rupiah Bulan Modal Michelle Modal Marishka Modal Modenna Januari 450.000.000.250. .Rp. 200.250. 200.100. setelah dikurangi gaji sekutu dan bunga atas saldo modal sekutu.000. .000.450.000.450.Bunga akan diberikan kepada masing – masing sekutu sebesar 10% per tahun berdasarkan saldo modal rata – rata tahunan.000.000.Laporan laba per 31 desember 2004 sbb: FIRMA DINGO LAPORAN LABA /RUGI PERIODE 1 JANUARI -31 DESEMBER 2004 Pendapatan Jasa (-)Biayaoperasional Laba bersih Rp. 200.- Diminta: Dari data tersebut hitunglah pembagian laba persekutuan beserta jurnalnya terhadap gaji.000.250.Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 450. 200.000.000.000.000.250.000. 300.300.250.000. 50. Adapun Fluktuasi saldo modal masing.000.000.000.000. 200.250. 300.000.000.000. .setiap tahunnya.000.000 dan Rp. 300.000. 200.000. 200.000.000. 300.450. 300. 435.000.

. 9.000.000.000.000. dengan masing-masing modal sekutu karto Rp.Latihan 1.000.000.Sesuai dengan soal no.dengan perjanjian pembagian laba rugi diantara anggota sekutu sbb: a) diberikan gaji pada Adi sebesar Rp. 40.000.000. 10. Hitunglah serta buatlah jurnal atas pembagian laba bersih tersebut menurut rasio modal akhir tiap periode fiskal: .Pada tahun 1998.dan Amir Rp. 4. Firma kota didirikan pada tanggal 2 januari 1997. 10.000..000. 20.000.000.000 per tahun b) diberikan bonus atas modal rata -rata sebesar 40% ( Modal rata – rata Adi : Alwi : Ali = Rp.000.000.000. 24. Dari data diatas bila laba pada tahun 1998 sebesar Rp.000. 20.000.000 dan sekutu Amir mengambil modal sebesar Rp.000.000 : 30.000.000.. sekutu karto menyetor tambahan modal sebesar Rp.000. sekutu Titin mengambil modal sebesar Rp.000.Pada akhir tahun pertama kegiatan operasional persekutuan AAA dihasilkan laba bersih sebesar Rp.-: 30.Titin Rp. 5.000.000.000.000.000 per tahun b) diberikan bonus atas modal awal masing – masing anggota sekutu sebesar 10% ( Modal awal Adi : Alwi : Ali = Rp.-: 30. 50. 30.000.000) c)Sisanya akan dibagi untuk Adi : Alwi : Ali = 50% : 40% : 10% Hitung serta buatlah jurnal atas pembagian laba bersih tersebut: 2. 1 tetapi dengan perjanjian pembagian laba rugi diantara anggota sekutu sbb: a) diberikan gaji pada Adi dan Alwi sebesar Rp.Hitunglah serta buatlah jurnal atas pembagian laba bersih tersebut menurut rasio modal awal pendirian: 4. Pada tahun 1997 Firma Kota memperoleh laba sebesar Rp.000 : 50.000) c) Sisanya akan dibagi sama rata untuk semua anggota sekutu Hitung serta buatlah jurnal atas pembagian laba bersih tersebut: 3.. 40. 52.

.dan Siska sebesar Rp.000..000... 600.000: Rp.adapun laba rugi dari persekutuan dibagi sesuai dengan ketentuan yaitu: a) Bunga akan diberikan kepada masing – masing sekutu sebesar 8% pertahun berdasarkan saldo modal rata – rata tahunan b) Diperhitungkan gaji masing – masing : A = Rp. Pada tahun 2001 persekutuan memperoleh laba bersih sebesar Rp.000. 65. 750.000. 20. 67.000. 45.000.000.000.dan Shella sebesar Rp.000.500..-.Pada tahun 2005 Persekutuan Angels memperoleh laba Sebesar Rp.500.67.000.000./bln B = Rp. 20..60. 40.000.000. Diminta : hitunglah pembagian laba – rugi menurut rasio modal awal pendirian atas persekutuan angels dan buatkan jurnal yang diperlukan.000. .000.: Rp. 600./bln c) Sebagai direktur A memperoleh bonus sebesar 10% dari laba sebelum dikurangi gaji dan bunga.-/bln C = Rp.Soal Kuis Ke -2 Soal 1 Persekutuan ABC dengan para sekutunya Amir: Basir dan Chandra pada akhir desember 2001 mempunyai data sbb: Modal masing – masing sekutu pada periode akuntansi tahun 2001 adalah Rp. d) Sisanya dibagi dengan ratio 30:40:30 Diminta: Hitung pembagian laba rugi untuk masing – masing sekutu dan buatlah jurnal yang diperlukan? Soal 2 Persekutuan Angels didirikan tanggal 5 januari 2005 dengan masing – masing modal sekutu sebesar Maya Rp.000...

120.000.000.Modal B Rp..= Rp. B. Pembubaran ada dua jenis: 1. Mengerti masuknya sekutu baru dengan memberi bonus atau goodwill kepada sekutu lama atau dan cara pencatatanya. Keluarnya seorang sekutu.000.. 75.Masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama Persekutuan ABCD membagi laba atau rugi dengan rasio 20:30:30:20. capital Rp. 80.PERUBAHAN PEMILIKAN PERSEKUTTUAN Tujuan Pembelajaran 1.000. sedangkan uangnya langsung diterima oleh para sekutu lama.000. Hal – hal yang menyebabkan pembubaran (dissolution): 1. 3. 120. 1.Modal C Rp.Pembubaran Masuknya sekutu baru dan keluarnya sekutu lama pada persekutuan akan mengakibatkan pembubaran.-. 2.000.000. Membedakan pembubaran dari segi hukum dan menutup kegiatan perusahaan 2. 60. capital Rp.000.000.000. 75. 3. 60.000. 120. Memahami dan mencatat bila tidak ada ketentuan masuknya sekutu baru. tetapi kegiatan perusahaan tetap dilanjutkan ini disebut dissolution. 5. dimana sekutu yang tinggal ingin tetap melanjutkan usahanya dan mendapat persetujuan dari sekutu yang keluar.000.Pembubaran sekutu dari segi hukum (perubahan surat perjanjian /akta pendirian). 80. 60. Saldo modal persekutuan tersebut pada akhir tahun 2000 adalah: Modal A Rp. dimana perusahaan ingin tetap dilanjutkan. Mengerti dan mencatat masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan sekutu lama dan investasi langsung. Masuknya sekutu baru untuk meningkatkan modal persekutuan 2.000.Modal D Rp. Pembubaran persekutuan dengan menghentikan kegiatan dan penutupan perusahaan atau disebut likuidasai (liquidation).000. Mencatat keluarnya sekutu lama dan memberi bonus atau goodwill kepada sekutu lama atau baru. 4.E.000.000.000.Masuknya sekutu baru dengan membeli kepentingan Sekutu lama dan investasi langsung Catatan: sekutu baru membeli kepentingan sekutu lama dimana persekutuan hannya mencatat pengurangan modal sekutu lama dan mencatat modal sekutu baru.000 .Pada awal tahun 201 E diterima sebagai sekutu baru dengan dengan cara membeli 50% hak B baik hak atas modal maupun hak atas laba rugi sebesar Rp.000. Meninggalnya salah seirang sekutu. Walaupun harga jual – beli tersebut Rp. A.-.akan tetapi transaksi akan dicatat berdasar nilai buku modal yang diperjual belikan yaitu 50% x Rp.000. Hal ini harus mendapat persetujuan dari ahli waris sekutu yang meninggal. Transaksi tersebut akan dicatat : B.

capital Rp. 75.000. Pembagian laba/rugi sekutu lama sesuai dengan rasio modal awal disetor. 25.000. sekutu lama setuju menerima maman dengan nilai mesin sebesar Rp.000. Contoh: persekutuan bergerak dalam bidang percetakan.Dengan masuknya E tersebut komposisi modal persekutuan mengalami perubahan sbb: Keterangan Modal A B C D E TOTAL Sebelum E masuk 80 1 120 80 400 20 Masuknya E Setelah masuknya E (60) 80 0 Dengan masuknya E tersebut rasio pembagian rugi – laba juga mengalami perubahan (dalam %) yaitu: Keterangan A Sebelum E masuk Masuknya E Setelah masuknya E 20 0 (15) 20 5 2. Sekutu maman diterima sebagai sekutu baru dan menyerahkan mesin percetakan seharga Rp. modal sekutu lama terdiri atas karim sebesar Rp.000. 40.000 dan lidya sebesar Rp..000. 65.000. Masuknya sekutu baru dengan memberikan bonus atau goodwill Kepada sekutu lama .Masuknya sekutu baru dengan investasi langsung Sekutu baru yang diterima pada persekutuan dengan menanamkan modal pada persekutuan.1 30 20 15 100 15 B Modal C D 3 30 20 E TOTAL 100 6 120 80 60 400 60 - 3.000.000. 65. 65.Maman.Jurnal pesekutuan atas masuknya mama: Mecinnery Rp.000.000.000.

= 27. 41.= Rp. 21.000.000.940.410. 41.Jurnal persekutuan atas masuknya sekutu baru: Cash Rp. capital Rp.000.000. 49.000.68: 37. Contoh: Persekutuan rudi dan tuti dengan masing – masing modal sebesar Rp.. karena memberi bonus c) Tambahan modal persekutuan sama dengan jumlah setoran modal sekutu baru.- Jurnal persekutuan dan masuknya sekutu untung: Cash Rp.000. 119.000.Rudy. 7. 140. 49.000.600.940.000. 35% Dari data daitas buatlah dengan metode bonus dan goodwill..Modal sekutu baru dalam % = 35% Modal persekutuan setelah masuknya E = Rp.400.: Rp.Tuty = 3/5 x Rp.000.000 = Rp.Goodwill untuk sekutu lama = Rp.000 = Rp. 49.000.000.000.000 Kepentingan untung 35% x Rp. capital Rp.000. 1.350.410.Goodwill Rp.Modal untung yang disetor 49.000.Masuknya sekutu baru pada persekutuan dengen memberikan bonus atau goodwill kepada sekutu lama berdasarkan rasio laba – rugi sekutu.000. 12.940.000.32:35 Metode goodwill Apabila masuknya sekutu baru dengan menyetor modal membentuk goodwill untuk sekutu lama maka: d) Modal sekutu lama bertambah karena mendapat bagian goodwill e) Modal sekutu baru sama dengan setorannya f) Tambahan modal persekutuan sama dengan jumlah setoran modal sekutu baru ditambah goodwill. 119.Bonus untuk sekutu lama Rp.000. 7. 21. 44.000.650..000. metode Bonus: Dik: total modal sekutu lama dan baru Rp.350.000.000.= Rp.000.Untung capital Rp.: Rp.000. 32.Modal sekutu lama masing – masing bertambah sebesar: Rudy = 2/5 x Rp.000 = Rp. kepentingan sekutu untung pada persekutuan sebesar RP.000.000. 4.000.Modal sekutu lama masing – masing bertambah besar : Rudy = 2/5 x Rp.Total modal sekutu lama dan baru yang disetor = Rp. Sama dengan contoh diatas: Modal sekutu baru = Rp. 41.000..000. 7. 2.Tuty.- .. 2. Apabila masuknya sekutu baru dengan menyetor modal membentuk bonus untuk sekutu lama maka: a) Modal sekutu lama bertambah karena mendapat bonus b) Modal sekutu baru lebih kecil dari pada setorannya.000. 8.000.000.Dari hasil jurnal diatas perbandingan modal sekutu lama dan baru = Rudy: Tuty: untung Rp.sekutu lama membagi laba rugi berdasar ratio 2:3.000.Tuty = 3/5 x Rp.000.350.000..000. 30..000.dan 40.650. 21.000. 4.000.410..650. 21.000. Untung diterima sebagai sektutu baru dengan menyerahkan uang tunai sebsar Rp. 49. 119.

650.410.000..43:37.= 27. maka perbandingan modal sekutu lama dan baru = Rudy : Tuti: Untung Rp.000.000 = Rp. capital Rp.Modal sekutu baru dalam % = 35% Modal persekutuan setelah masuknya E = Rp.940.Jurnal persekutuan dan masuknya sekutu untung: Cash Rp. 21.57:35 Masuknya sekutu baru dengan . 8. 119.000.600. 21.Jurnal persekutuan atas masuknya sekutu baru: Cash Rp.. 12.000.000.000.000. 7.940.Tuty.000.000.Goodwill untuk sekutu lama = Rp.000: 49.000: 49. 8.000.000.32:35 Metode goodwill Apabila masuknya sekutu baru dengan menyetor modal membentuk goodwill untuk sekutu lama maka: j) Modal sekutu lama bertambah karena mendapat bagian goodwill k) Modal sekutu baru sama dengan setorannya l) Tambahan modal persekutuan sama dengan jumlah setoran modal sekutu baru ditambah goodwill. 7. 4.Goodwill Rp.000. 38.400.000= 27. 49. 32. 38. maka perbandingan modal sekutu lama dan baru = Rudy : Tuti: Untung Rp. 49.000= 27.000 = Rp.43:37.000.000.000.000.- Dari hasil jurnal diatas..: Rp. 4.000. 49. 41.000.57:35 Catatan : Bonus untuk sekutu lama Apabila masuknya sekutu baru dengan menyetor modal membentuk bonus untuk sekutu lama maka: g) Modal sekutu lama bertambah karena mendapat bonus h) Modal sekutu baru lebih kecil dari pada setorannya.600.000. capital Rp.000.Rp. capital Rp. 12.Rudy.000..000.000.: Rp.000.Rudy.000..Tuty = 3/5 x Rp.000. 2.000. Modal sekutu lama masing – masing bertambah sebesar: Rudy = 2/5 x Rp. capital Rp.940.600.410.Tuty = 3/5 x Rp.350.68: 37. 49. Sama dengan contoh diatas: Modal sekutu baru = Rp. 140.Rudy. capital Untung.000. 21.= Rp. 21.Untung capital Rp.Modal sekutu lama masing – masing bertambah besar : Rudy = 2/5 x Rp.Tuty.000.000.410.000.000.650.= Rp.Dari hasil jurnal diatas.000: 52. capital Rp.000: 52. 49.400. 2.600. capital Tuty. capital Rp.000.000.000.Dari hasil jurnal diatas perbandingan modal sekutu lama dan baru = Rudy: Tuty: untung Rp. karena memberi bonus i) Tambahan modal persekutuan sama dengan jumlah setoran modal sekutu baru.000.400.Untung.Rp.400.000.350.400. 44. 12.Total modal sekutu lama dan baru yang disetor = Rp. 41. 8.600.000.

20. capital Rp. 40.000.000.000.000.000.Pembagian laba – rugi persekutuan dengan rasio 40%: 60%. Masuknya sekutu baru dengan memberikan bonus atau goodwill kepada sekutu baru. 70. 120.dan Tasman Rp.Eko. 110. 240. 50. 80.000.. 20.lies sebesar Rp.000: 50% = Rp. capital Rp. 40.= Rp.000.000. 1.Jurnal persekutuan atas masuknya gatot: Merchandise inventory Rp.000.Gatot.000 =20.000.000. 40. 12.000. 1.000. 120. Pembayaran lebih besar dari pada saldo modal Pembayaran kepada sekutu yang keluar melebihi saldo modalnya.000.. 8.000.= Rp.Metode bonus Perhitungan: Modal sekutu lama dan baru = Rp. sekutu . 100.000.Jurnal persekutuan atas masuknya gatot: Inventory Rp.Kepentingan sekutu lama = 1 -50% = 50% Total modal sekutu lama = Rp.000. 12.= Rp.000. 200. 20.000.000.Kepentingan gatot = 50% x Rp.Gatot.dan telah disetujui oleh para sekutu.000.000. 50.. Gatot diterima sebagai sekutu baru dengan menyerahkan persediaan barang dagang sebesar Rp.000. Pembayaran lebih kecil dari pada saldo modalnya. Pembayaran kepada sekutu yang keluar ada dua kemungkinan yaitu: 1. 70.000.000..000.000.Goodwill Rp.000.000. Keluarnya sekutu lama Dalam hal adanya pengunduran diri dari salah seorang sekutu.000.Fahmi.000 + Rp. 25.000.. Contoh: Persekutuan Eko dan Fahmi dengan modal masing – masing sebesar Rp. capital Rp.000.000.000.C.Fahmi = 60% x Rp.000 Dari jurnal diatas maka perbandingan modal Eko: Fahmi: Gatot = Rp.000: 120.000.000. 100. barang dagang dilakukan penilaian kembali sebesar Rp. 120. Metode goodwill Total modal sekutu lama = Rp. para sekutu yang lama harus membayar kepada sekutu yang mengundurkan diri.000.Rp.000.000.000.000.-= 21: 29:50 2. Ad.000.000.Total modal ketiga sekutu yang disetor Rp.000.000.Dan Rp. Pembayaran lebih besar dari pada saldo modal 2.000.000..000. 80.000.42.000.: 58.000.000.000.000: 70.000. 35.000.Dari jurnal diatas maka perbandingan modal Eko: Fahmi: gatot = Rp.17:50 D.000. pencatatannya ada tiga metode: a) selisihnya dicatat sebagai bonus b) selisihnya dicatat sebagai goodwill c) modal persekutuan dinilai kembali dengan dasar jumlah selisihnya Contoh : Firma balita dengan masing – masing modal. 200.000.000.80.Goodwill untuk sekutu baru Rp. Hal ini terjadi mungkin sekutu baru mempunyai nilai tambah lebih dari sekutu lama misalnya ahli dibidang pemasaran.000. 80. 8.000.Modal sekutu lama berkurang sebesar : Eko = 40% x Rp. 50.Bonus untuk sekutu baru Rp.000.000.dengan kepentingan 50%.000..Gatot menyetor modal Rp.000..000. capital Rp. badu sebesar Rp..-:100. 200.000. Pembagian laba rugi berdasarkan rasio 2:3: 4.83:29.

49. 9.750.000. 49.000.Tasman. capital Rp.000. 20. 3.000.500.Lies = 3/5 x Rp.000.250.000.000.000.000.000. modal persekutuan dilakukan penilaian kembali sebesar nilai goodwill yaitu selisih pembayaran dibagi rasio modal sekutu yang keluar dan dialokasikan kepada para sekutu yang tinggal dan keluar.Lies. capital Rp. 4.000.000.000.400.000. 6. capital Rp. capital Rp.600. 2.Badu.000. 3.C. 40.000. Jurnal Firma atas keluarnya sekutu Tasman: Goodwill Rp. 9.Tasman = 4/9 x Rp. Modal persekutuan dinilai kembali dengan dasar jumlah selisihnya Selisih yang dicatat sebagai goodwill.250.-..000.000.000.Rp.Lies = 3/9 x Rp.Jurnal Firma atas keluarnya sekutu Tasman: Badu. Selisihnya dicatat sebagai goodwill selisih pembayaran dengan saldo modal sekutu lama dicatat sebagai goodwill.000.Cash Rp.250.000. 40.Tasman mengundurkan diri karena suatu hal. Modal Tasman Dibayar Bonus Rp. 6.. .Goodwill dialokasikan kepada para sekutu masing – masing sebesar : Badu = 2/9 x Rp.= Rp. 20. 5.000.Jurnal Firma atas goodwill: Goodwill Rp. capital Rp. 49. 9.000.400.000 b.250.600.000.- Modal sekutu yang tinggal berkurang sebesar : Badu = 2/5 x Rp. 9.000. 40.Rp.500.000. 49. 20.000. 4.000.000. Goodwill = Rp.000. a.250.000. 9. capital Rp. 5.000. Pembayaran lebih kecil dari pada saldo modal Pencatatan pembayaran kepada sekutu yang keluar lebih kecil dari pada saldo modalnya ada dua metode yaitu goodwill dan bonus.000.000..000. 9.000.000.Jurnal Firma atas pembayaran kepada sekutu Tasman: Tasman.Tasman. a)Metode goodwill goodwill akan mengurangi modal para sekutu berdasarkan rasio laba –rugi dicatat dengan mendebit modal para sekutu dan mengkredit goodwill..000. capital Rp.= Rp.Lies. maka modal sekutu yang tinggal akan berkurang sesuai dengan perbandingan laba – rugi yang tinggal. para sekutu setuju membayar Tasman sebesar Rp. 9.Tasman.750.000.Cash Rp.Ad. 20.000.= Rp.000.= Rp. 49.000: 4/9 = Rp.000 = Rp.000. 20. Selisihnya dicatat sebagai bonus selisih pembayaran dengan saldo modal sekutu lama dicatat sebagai bonus. 49. capital Rp.Cash Rp.

60.Joni. capital Cash Rp. 8. 8.c) biberikan uang kas pada ling sebesar Rp.000.000.000.000. 52.b.000.000.000.000. 20.000.000.000.. 40.Modal sekutu yang tinggal bertambah sebesar: Modal joni = 50% x Rp.Goodwill Rp.000...000..000.000.000. Sekutu marni mengundurkan diri dari perusahaan dengan dibayar sebesar Rp.000. Alya sebesar Rp. capital Rp.000.Contoh: Persekutuan JAM dengan masing – masing modal yaitu Joni sebesar Rp.dengan ratio pembagian laba rugi 2:1:1. 6. Bonus = Rp.000 : 40% = Rp.000. capital Alay.000.000. 6.000. 4. 50.000.000.000.Perhitungan goodwill Selisih = Rp.Goodwill = Rp.000. Adapun susunan modal dan pembagian laba – rugi sebagai berikut : .000.= Rp.= Rp. 60.000.000.000 dan Marni sebesar Rp.Jurnal untuk mencatat goodwill: Joni.000.000.Modal Alay = 50% x Rp.000.000.Marni = 40% x Rp.000.000.000.000.Alay = 30% x Rp. 52.000. 60.. capital Rp. 8.Marni.000.000.000. Buatlah jurnal atas keluarnya Ling dari persekutuan apabila: a) biberikan uang kas pada ling sebesar Rp. 8. kwek. 52. 6.000 – Rp.000.000.000..= Rp.000.000.Alay. lung : Rp.000..000. 52. 20.= Rp. 8. 20. 45.000.= Rp.: Rp.Rp. ling. 52. 25.000.000. 100. 60.000.000. Persekutuan membagi laba – rugi berdasarkan rasio 30% : 30% : 40%. 50.000.000.b) biberikan uang kas pada ling sebesar Rp. Bonus akan mengurangi modal sekutu yang tinggal berdasarkan laba.000. 6. 60.= Jurnal atas keluarnya sekutu: Marni. 50.000. 20.Modal para sekutu masing – masing berkurang sebesar : Joni = 30% x Rp.Rp. 20.Soal 2 Persekutuan Trio Kwek – kwek dengan anggota sekutu kwik.000. capital Rp.000. Metode bonus selisih pembayaran dengan modal sekutu yang keluar diakui sebagai bonus.. 4..000.000.000.= Rp. 8.Cash Rp.000.000.-: Rp.. 4.rugi.000.000. dan kwak.000.000. 52.- Jurnal pembayaran pada sekutu Marni: Marni.000 = Rp. capital Rp. 8.000.Rp.- lATIHAN Soal 1 Berikut ini adalah susunan modal dan ratio pembagian laba rugi persekutuan lang – ling lung pada tanggal 31 desember 2006 : lang. 4.000.000. Pada tanggal tersebut ling mengundurkan diri dari persekutuan tersebut..000.. capital Rp.

.Modal per 31 desember 2004 % laba . 50.10% Kwak ……………Rp.40% Kwek……………. 50. kewajiban pada pihak ke tiga dan sisanya dibagikan kepada para sekutu sesuai dengan rasio laba/rugi.000.000. membayar semua utang pajak.Rp. 50. 50.000. tahap proses likuidasi adalah sebagai berikut: 1. Menurut Beams (2003).. Buatlah jurnal atas masuknya donal dalam persekutuan tersebut dengan : a) Metode bonus b) Metode goodwill Persekutuan Likuidasi A.000.000.rugi Kwik …………….000.Rp. yaitu mengubah semua aktiva persekutuan menjadi kas.untuk mendapatkan 20% dari total modal persekutuan baru.000.Pengertian Likuidasi Likuidasi adalah berhentinya kegiatan operasi perusahaan secara keseluruhan dengan menjual sebagian atau seluruh aktiva perusahaan.50% Pada tanggal 1 januari 2005 donal ingin bergabung dalam persekutuan tersebut dengan menyetorkan investasi kedalam persekutuan berupa uang kas sebesar Rp. Melakukan rasionalisasi.000.

Likuidasi dapat dilakukan sebagai berikut: 1) Penjualan Aktiva nonkas sekaligus 2) Penjualan Aktiva nonkas secara bertahap Ad.500.000.207.000 - Tina 6. Mengakui adanya laba atau rugi akibat proses rasionalisasi dan akan dikompensasikan kepada masing-masing modal sekutu sesuai dengan rasio pembagian laba atau rugi persekutuan.000 - . Contoh: Neraca Firma GATT Per 1 Januari 2006 Kas Aktiva lainnya (Rp) 7.000 (12.000. 140. 1.000 200.000.2.000.Utang Pajak Utang Usaha Pinjaman dari abas Pinjaman dari Tina Modal Gani Modal Abas Modal Toni Modal Tina (Rp) 4.000 - 76.200.000. B.45.000.000 13. bila aktiva lainnya dijual sebesar Rp.36.000.000 (18.000 (200.4.000.500 140.000.000.000.000) (( (12.000) 4.500.- Firma GATT Daftar Likuidasi (dalam ribuan rupiah) Keterangan kas Aktiva lainnya Utang pajak Utang Usaha Pinjaman dari Gani 30% 45. Melunasi semua utang persekutuan 4.Pembagian laba/rugi sektu gani: abas: toni: tina = 30%:30%:20%:20 1.000.000.- 207.000) Toni Tina 20% 20% 23.000.000) Saldo Penjualan 7.6.000.000. apabila ada sisa uang kas dibagikan kepada para sekutu.000 - Abas 4.000.000) Modal abas 30% 36.000.500.76.500 (18.000.000. Penjualan Aktiva nonkas sekaligus Prosedur akuntansi pada likuidasi persekutuan adalah penjualan aktiva nonkas sekaligus untuk membayar semua kewajiban kepada pihak ketiga.13.500.000.23.000. Sisa uang kas yang masih ada dibagikan kapada para sekutu. 3.

000) 18.000. Sama dengan contoh 01.Maret : Nilai buku besar Rp.000 (6. 18.400.000 (76.- (mencatat pembayaran utang pajak dan utang usaha) c.. 7.April : Nilai buku besar Rp.Rp. 9.500.700.500 (67. Penjualan Aktiva nonkas adalah sebagai berikut: Januari : Nilai buku sebesar Rp.500) 11.000.000.000.000. 27.000.000.000 11.000.500 (18.000.Rp.Rp.Rp. 18.000 6.Rp..Rp.000.000.000 (27.000. memerlukan jangka waktu panjang dan pembayaran kepada sekutu dapat dilakukan secara bulanan.dijual tunai Rp.500 18.500.500 (80. 140. 18. 85.500.000.000.800.000) 76. Pinjaman dari abas Pinjaman dari Tina Modal gani Modal abas Modal Toni Modal Tina Kas (mencatat pembayaran kepada sekutu) 2) Bila aktiva lainnya dijual sebesar Rp.000.000 (4. 67. 80.000.000) 6.000.000. 18. 139. utang pajak Utang usaha Kas Rp.000.000.000. 1.000.000) 1.000 4.dijual tunai Rp.000.000.Rp. Kas Modal gani Modal abas Modal Toni Modal Tini Aktiva lainnya Rp. 4.000.400.Rp.000.000 (4.000.dijual tunai Rp. 105.000 (1.Rp. 76.000.000.000. 4.- . 11.000.000. 12.000.3) bila aktiva lainnya dijual sebesar Rp.000) - - - - - - - - - - Jurnal Firma GATT atas pembubaran a.300.000.600. 3.Rp. Penjualan Aktiva nonkas secara bertahap Prosedur likuidasi ini.000 27.000...500) 4. 12. 200.000. 32.000 (11.- (mencatat Penjualan aktiva lainnya dan distribusi kerugian kepada sekutu) b.Rp.000. 12.Rp.000. triwulanan dan tahunan (sesuai dengan penerimaan kas dari hasil penjualan aktiva nonkas).000) 27.Februari : Nilai buku besar Rp.000.000.dijual tunai Rp. untuk membantu pembayaran kepada para sekutu diperlukan daftar tambahan.000.Rp.Rp. 90.600.aktiva lainnya Bayar utang Bayar sekutu 147.000 1.- Ad.000) 67. 2.000) 4.000. 6.

Penjualan Khusus Penjualan khusus merupakan suatu instrument yang dapat digunakan oleh penjual dan pembeli untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam rangka menghadapi tingkat persaingan yang semakin besar didunia usaha. Adapun Jenis penjualan khusus yang dapat digunakan adalah: a) Penjualan angsuran (instalment sales) b) Penjualan titipan/ Konsinyasi (consignment sales) .

baru memasuki bulan ke – 23 sampai ke 30 pembayaran dari caimera baru diakui sebagai realisasi laba kotor (gross profit realization).24% 75.000.. Automobile mempunyai kesepakatan dengan pembeli (caimera) untuk menjual satu unit mobil Enzo Ferrari seharga Rp.000.per bulan maka perhitungannya sebgai berikut: Harga perolehan (at cost) enzo Ferrari Pemulihan Biaya ( cost recovery): Uang muka (down Payment) Angsuran (22 bln x Rp..400.24. 600. 4.000.000.000.Rp. 5.000.000.000.000.000.Rp.000.000. 5.000.000. Automobile harus mengakui penerimaan pembayaran dari caimera sebagai cost recovery. 5.mobil tersebut memiliki harga perolehan bagi PT.000 x 100% Rp.. 600.600. 200...Automobile untuk menggunakan metode cicilan (installment method).000. 5.Rp.000 : Rp. 200.000.000 = Rp.600. dan sisanya sebagai pengakuan laba kotor (gross profit realization) Berdasarkan metode ini.. dan sisanya sebagai pengakuan laba kotor (gross profit realizatiom). 1.000. 200.000. Contoh: PT.secara angsuran dengan masa pembayaran 30 bulan dengan uang muka Rp.000.000. PT.000.0 Pengakuan laba kotor: (30 bulan – 22 bulan cost recovery) = 8 bulan @ Rp. 6.Rp.000.000.000. Jadi semua uang kas yang diterima menurut skala prioritas harus dialokasikan sebagai pengembalian / pemulihan biaya (cost recovery) terlebih dahulu. Pengakuan dari kedua bagian tersebut akan didasarkan pada komposisi awal dari harga barang terhadap harga perolehannya.000. b) Metode cicilan (installment method) Pada metode ini setiap kali terjadi penerimaan pembayaran angsuran dari pembeli sebagian akan diakui sebagai cost recovery.Harga perolehan (at cost) Persentase laba kotor terhadap harga jual = Rp. 1. Adapun jenis perlakuan akuntansi bagi penjualan cicilan adalah sebagai berikut: a) metode pemulihan biaya ( Cost recovery method) Pada metode ini akan mendasarkan skala prioritas dari uang kas yang diterima sebagai hasil angsuran dari pembeli.000.000.000. 6. 200. 6.600.600.000.-) Rp. Penjualan Cicilan/ angsuran (instalment sales) Adalah penjualan barang dagangan atau jasa yang dilaksanakan dengan perjanjian dimana pembayaran dilakukan secara bertahap atau berangsur.000.000.000.: Rp.000. Sbb: Komposisi antara harga jual terhadap costs: Harga jual = uang muka Rp. 5.- Jadi. 6. automobile sebesar Rp. baru kemudian setelah angsuran mengcover semua cost yang ada sisa angsuran akan diakui sebagai pemulihan terhadap laba kotor.600..000. selama 22 bulan pertama sejak pembelian.Rp.76% 100% .000.000.dan angsuran tetap (annuity) Rp.000.000.000.000.600. setiap kali terjadi penerimaan pembayaran angsuran dari pembeli (cash colection) sebagian akan diakui sebagai cost recovery.Angsuran 30 @ Rp. 6. Contoh seperti diatas dimana PT.000.Ad.000. 600.000.x 100% Persentase harga perolehan (at cost) terhadap harga jual = Rp.

000.x 100% = 30% Rp. 21.000.- C) Penjualan barang tak gerak dengan metode angsuran Pencatatan perusahaan menggunakan 2 metode sbb: 1) pengakuan laba kotor pada saat terjadinya penjualan angsuran Dalam metode ini seluruh laba kotor diakui pada saat terjadinya penjualan angsuran.000. 9. 200.000. 151.000.000. Harga jual tanah didaerah bogor sebesar Rp.000. 9.000.000.000.000.24% = Rp.000.000.000.000.Laba atas penjualan tanah Rp.000.000.000.000.dan sisanya dibayar sebanyak 14 kali angsuran. 30. 2.Rp..000.000.000 x 24.000.Kas Rp.000.76% = Rp.000.harga pokok tanah Rp. atau dengan kata lain sama seperti penjualan umumnya.Piutang usaha angsuran Rp.000. 200.Pengakuan atas laba kotor (gross profit recovery) Rp.000.- . PT.000 x 75.000.jadi setiap kali menerima angsuran pembayaran dari Caimera.- % Laba kotor = Rp.000. 2.480.000. 2. 2.000.000.- Rp. 200. Arun menjual tanah secara angsuran.000.000. 30.Pengakuan atas harga perolehan (cost recovery) Rp. a)Laba kotor diakui pada saat penjualan jurnal: Piutang usaha angsuran Rp.000.520. Jurnal: Piutang usaha angsuran Rp.Tanah Rp. Pembeli membayar uang muka sebesar Rp. 30.000.Rp. Jurnalnya adalah sbb: Piutang usaha angsuran xxxx Harta tak gerak xxxx Laba atas penjualan harta tak gerak xxxx 2) Pengakuan laba kotor sejalan dengan realisasi penerimaan kas Dalam metode ini laba kotor diakui sesuai dengan realisasi penerimaan kas dari penjualan angsuran yang diterima pada periode akuntansi yang bersangkutan. 9.Automobile akan melakukan perhitungan sebagai berikut: Angsuran tiap bulan : Rp. Jurnalnya sbb: Piutang usaha angsuran xxxx Harta tak gerak xxxx Laba kotor yang ditangguhkan xxxx Contoh: PT.Tanah Laba kotor yang ditangguhkan Kas Piutang usaha angsuran Rp. 21. 48.. 2. Laba kotor diakui sejalan dengan penerimaan kas.000. 21. 30.- b).

900.000 Laba kotor 25% x Rp. 20. 20.000. 4. Harga pokok mobil baru Rp. 20.000.000.000.000.000.= 20% x 100% Rp.000. 30. pihak pembeli menyerahkan barang bekas (mungkin ditambah uang tunai) sebagai pembayaran pertama .ditambah uang tunai Rp.Rp.Rp.Dikurangi: Biaya perbaikan kembali Rp.000. 900.150.850.680. 28. 5.000.000.000.000.termasuk PPN (10%). Bea balik nama dan pelunasan PPN.800.Rp. 2.000.- Rp.Rp.Nilaiwajardarimobilbekas Nilai tukar mobil bekas yang disetujui Nilai tukar lebih Jurnal pertukaran a) Kas Piutang usaha angsuran 2001 Persediaan barang dagang pertukaran Nilai tukar lebih atas penjualan angsuran Penjualan angsuran PPn Keluaran b) Harga pokok penjualan angsuran Persediaan barang dagang Rp.D) Pertukaran (tukar tambah) dalam penjualan angsuran catatan: pertukaran dalam penjualan angsuran yaitu penjualan menyerahkan barang baru.000. sedangkan sisanya dilunasi dalam 20 kali angsuran bulanan.000. 20.000. 25. pembeli menyerahkan mobil bekas pakainya dengan nilai tukar yang disetujui sebesar Rp.000.850..850. Pada tanggal 1 Mei 2001 menjual mobil baru dengan harga sebesar Rp.680.680. 2.800.18.150. 9. Contoh: PT. 4.000.000.Rp. Dalam perjanjian juga dicantumkan nilai dari barang bekas yang disetujui kedua belah pihak.-. Pembatalan kontrak penjualan angsuran dan pemilikan kembali . Harga penjualan kembali dari mobil bekas setelah diperbaiki diperkirakan Rp.000 = Rp.tidak termasuk PPN (10%). 8..000.000.000. PT.- Rp.170.Rp.- Persentase laba kotor dihitung sebagai berikut: Penjualan angsuran Nilai tukar lebih Penjualan bersih Harga pokok penjualan Laba kotor % laba kotor = Rp.000.000. Surya memperhitungkan bahwa untuk memperbaiki mobil bekas diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp.800.Rp.000. 5. surya bergerak dalam jual beli mobil baru dan bekas.000.Rp.9.000. 28.2.250.- E.000.5.170.Rp. 2.Rp.800.- Rp.Nilai jual mobil setelah diperbaiki .150. 2.000. Laba kotor yang diinginkan perusahaan atas penjualan kembali mobil bekas adalah sebesar 25%. 9.8.850. 5.000.3.150.000.000 untuk pengurusan STNK.Rp. sisanya diangsur beberapa kali sesuai dengan perjanjian.000 Rp.Rp.Rp. pembayaran pertama.000. Perhitungan nilai tukar lebih atas penjualan angsuran Harga pokok mobil bekas: .680.25.000.

4.000. 6.000.Realisasi laba kotor Rp.000) Rp. pihak penjual berhak untuk menarik kembali barang dagang yang telah dijual dari si pembeli.Rp.000.000.620.040.Rp. 1. 3.000. 8.000.Rp.uang muka 20% dan sisanya dibayar setiap awal bulan selama 10 kali angsuran bulanan yang dimulai pada awal bulan berikutnya.160.000. 1.000.-) Saldo laba kotor yang yang ditangguhkan yang harus dibatalkan Perhitungan laba/rugi pemilikan kembali Jumlah tagihan yang diterima Jumlah yang dikembalikan 25% Harga barang dagang Harga pasar barang dagang Rp. 960.840.Laba kotor yang telah diakui Rp.000.Rp.000.(setelah diperhitungkan dengan tambahan biaya untuk perbaikan kembali dan laba kotor normal yang dikehendaki perusahaan).Rp.000. 12.440.Rp.Rp. Persediaan barang dagang – pemilikan kembali Rugi pemilikan kembali Laba kotor yang ditangguhkan 1999 Kas Piutang usaha angsuran 1999 Rp. Barang ditarik dan dimiliki kembali dengan nilai wajar yang ditaksir sebesar Rp. PT.500. 12.(Rp. 2.040.Rp.000.000.Rugi pemilikan (Rp.Poso.760.- Rp.000 Rp.. 5. 9.Rp. 2.400. (1.25% Rp. 2. Menilai barang – barang yang ditarik kembali dengan nilai wajar.000.harga pokok barang Rp. Menghapus saldo perkiraan piutang usaha angsuran 4.Apabila pihak pembeli tidak dapat menyelesaikan kewajiban atas saldo piutang angsurannya (sesuai dengan kontrak). Menghapus saldo perkiraan laba kotor yang ditangguhkan 5.000.000. Jika terjadi hal demikian maka pihak penjual melakukan tinadakan sebagai berikut: 1. 420.840.000.000. 9. 960. Barang tersebut terjual tanggal 1 Desember 1999 dengan harga Rp.000) Akan direalisasi tahun 2000 dari januari Sampai dengan juni 2000 (25% x Rp. Mencatat rugi dari pemilikan kembali Contoh : pada tanggal 1 juli 2000 dari sekian banyak langganan PT.760.500.500.Rp.2.440. 3.500.000.000.040.000.000.- . 2.000. Mencatat pemilikan kembali 3. 960.000.4.000.5. 12. 4.000. Catatan : angsuran bulan juni 2000 sudah dibayar..120. terdapat seorang langganan tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak perjanjian jual beli angsuran.440.000.4.000) Saldo piutang usaha angsuran 1 juli 2000 Saldo awal laba kotor yang ditangguhkan Direalisasi tahun 1999 (25% x Rp.400.000. 9.Rp.000.(Rp.000) Rp. 2.- Rp. 420.000) Rp.000.000. 600.000.Jurnal pemilikan kembali.000. 1.Rp. Perhitungannya adalah sbb: Harga jual Harga pokok barang Laba kotor Persentase laba kotor Piutang penjualan angsuran Uang muka 20% Pelunasan piutang dari jan s/d juni 2000 (6 x Rp.000. 3. Poso mengembalikan uang sebesar 25% atas jumlah uang telah dibayar.000) Penyesuaian atas pengakuan laba kotor atas penerimaan piutang usaha angsuran dari januari sampai dengan juni 2000 sebagai berikut: Laba kotor yang ditangguhkan 1999 Rp.3..

Piutang usaha angsuran Rp. 10. PT.080. 1.-.000.000.000..ditambah uang tunai Rp. Buatlah jurnal untuk penjualan yang dilakukan oleh Mochin dengan memakai: a) Metode pemuliahan biaya (cost recovery) b) Metode cicilan 2. Laba kotor yang diinginkan perusahaan atas penjualan kembali mobil bekas adalah sebesar 20%.000.harga pokok motor adalah Rp..000.000.800..000. Harga penjualan kembali dari mobil bekas setelah diperbaiki diperkirakan Rp. Mochin adalah penjual motor merk Honzu dengan nilai jual Rp.000. Surya memperhitungkan bahwa untuk memperbaiki mobil bekas diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Rp. 7. 1.000. PT. 1.000. 110.Latihan: 1..dan harga pokok Rp. Nilai Televisi yang ditarik tersebut diperkirakan sebesar Rp. Pada tanggal 1 juli 2003 PT.. 55.-.58.Soneta menarik kembali sebuah televisi berwarna yang dijual secara angsuran seharga Rp. Jika salah bagaimana jurnal koreksi pada akhir tahun 2003 .400.-. 1.080.080. Bea balik nama dan pelunasan PPN.termasuk PPN (10%).000.. 1. sedangkan sisanya dilunasi dalam 20 kali angsuran bulanan. 2.000.000.000. pembeli menyerahkan mobil bekas pakainya merk panther dengan nilai tukar yang disetujui sebesar Rp. 1. Persediaan barang pemilikan kembali Rp.Diminta: a) Hitung persentase laba kotor b) Menurut saudara..-. pembayaran pertama. Jurnal yang telah dilakukan pada tanggal penarikan kembali. jurnal tersebut diatas benar atau salah.000. Pada tanggal 1 februari 2005 menjual mobil Avanza dengan harga sebesar Rp.000. Pada tahun 2005 dilakukan penjualan motor tersebut sebanyak 5 unit dengan menerima uang muka 25% dari harga jual.tidak termasuk PPN (10%).000. 90.000.000.000. CV Makmur bergerak dalam jual beli mobil baru dan bekas. sisanya dicicil selama 3 tahun (setiap tahun 25%).000. Pada akhir tahun 2002 saldo piutang usaha angsuran tersebut sebesar Rp.dan selama tahun 2003 telah dilunasi sebesar Rp.untuk pengurusan STNK.000. Soal Kuis 1. 5.800. Harga pokok mobil baru Rp.000. 240.

.biaya perbaikan mobil bekas diperkirakan Rp. Makmur bergerak dalam usaha jual beli mobil. Pemilik barang ( pengamanat) atau pihak yang menitipkan dinamakan consignor Pedagang komisi (komisioner) atau pihak yang dititipkan dinamakan consignee Perjanjian Konsinyasi dibuat dengan tujuan untuk menjamin dan melindungi kepentingan kedua belah pihak. CV.000.600.000.000. kedua belah pihak setuju menilai mobil bekas sebesar Rp..dijual seharga Rp.2.000.000.dan harga jual mobil bekas diharapkan sebesar Rp.000. 24. Pada umumnya perjanjian konsinyasi berisi hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh masing – masing pihak.-. Seorang pembeli dengan menyerahkan mobil bekas merk Daihatsu. Mobil Toyata kijang yang mempunyai harga pokok Rp. 6. CV Makmur mengharapkan laba kotor dari penjualan mobil bekas sebesar 20% dari harga jual. Alasan Pengamanat .500.000. 6. Metode pencatatan persediaan yaitu perpetual inventory. Alasan diadakan konsinyasi terdiri : 1. 15. 200. Penjualan Konsinyasi Definisi: “ pemindahan (penitipan) barang dari pemilk kepada pihak lain untuk dijualkan dengan harga dan syarat yang sudah diatur didalam perjanjian. Diminta: a) Hitung laba rugi dari mobil bekas! b) Ayat jurnal yang diperlukan untuk mencatat penjualan mobil! Ad.

menerima laporan pertanggung jawaban dari komisioner Pada saat menerima laporan pertanggung jawaban tersebut pangamanat akan mengetahui 3 hal. Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah: a. Harga pokok barang tersebut @ Rp. barang rusak ataupun fluktuasi harga b) Menghemat kebutuhan modal kerja c) Menghemat biaya karena sebagian ditanggung oleh pengamat. menerima pembayaran dari komisioner.2. PT. Toko xYZ mengirimkan laporan hasil penjualan ke PT.ABC akan menitipkan barang kepada Toko XYZ. Toko XYZ berhak atas komisi sebesar 15% dari hasil penjualan 3.Penjualan barang konsinyasi .4. 300.000.ABC 4. 1. Isi perjanjian tersebut antara lain: 1. Akuntansi oleh pengamat (consignor) 1. Pengiriman barang konsinyasi Barang konsinyasi xxx Persediaan xxx b. Menerima pembayaran dari komisioner Kas xxx Piutang – komisioner xxx Contoh: pada awal tahun 2001 PT ABC mengadakan perjanjian konsiyasi dengan toko XYZ.semua biaya ditanggung oleh PT. 500. 2. Toko XYZ menerima kiriman barang dari PT. yaitu a. PT.a) barang akan cepat dikenal oleh konsumen/masyarakat b) daerah pemasaran akan semakin luas c) harga jual dan syarat penjualan dapat dikendalikan 2. Pengiriman barang konsiyasi b. d. menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner. yaitu: .000. Metode Terpisah 2. Metode terpisah Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat hannya mencakup 4 transaksi. PT.000 sedangkan harga jual ditentukan Rp. 500.pembayaran yang akan diterima dari komisioner Piutang – komisioner xxx Barang konsinyasi xxx Barang konsinyasi xxx d.3. 200. Akuntansi Konsinyasi 1. Barang konsinyasi kas xxx xxx c. Alasan Komisioner a) Terhindar dari kerugian karena barang tidak laku.ABC dan membayar biaya perakitan sebesar Rp. Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) Barang konsinyasi. Metode tidak terpisah ad. ABC mengirim 100 unit barang yang dalam keadaan baik ke toko XYZ. Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi c. ABC membayar biaya angkut sebesar Rp. Toko XYZ harus membuat pertanggungjawaban secara bulanan Transaksi yang berhubungan dengan perjanjian konsinyasi tersbut untuk bulan januari 2001 adalah sbb: 1. ABX .000. Toko XYZ berhasil menjual seluruh barang dagangan secara tunai 5.biaya yang berhubungan dengan konsinyasi .

Biaya yang berhubungan dengan konsinyasi .= Rp. Pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi: Biaya Transport……………………… xxx Kas………………………………………….... Pencatatan menurut masing – masing metode adalah sebagai berikut: 1.000.000.- Akuntansi oleh komisioner Akuntansi oleh komisioner dapat diselenggarakan dengan 2 metode. yaitu metode terpisah dan metode tidak terpisah. 7. Jadi pendebetan dan pengkreditan terhadap rekening “ Barang komisi adalah: Pendebitan terhadap rekening ini terdiri atas: .300.Biaya perakitan .000. Kedua metode tersebut akan menghasilkan laba atau rugi yang sama.500. 50.Biaya 200. c.6. 42. yaitu: .Komisi 15% = Rp.000. xxx Penjualan ……………………………………. Menerima pembayaran dari komisioner Kas ……………………… xxx Piutang – komisioner …………………. xxx Contoh : seperti diatas Rp.Pembayaran yang akan diterima dari komisioner Transaksi ini akan dicatat : Piutang. Metode Tidak Terpisah Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat didalam metode ini hannya mencakup 3 transaksi.000.Metode terpisah Pada merode ini alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “ Barang komisi”.+ Rp. 500.. Xxx b.Penjualan Barang konsinyasi . xxx Apabila perusahaan menggunakan sistem perpetual Pengamanat harus mencatat juga harga pokok penjualan... 7.000.000. Toko XYZ mengirimkan kas yang menjadi hak PT. yaitu: a) pembayaran biaya angkut (biaya pengiriman) barang konsinyasi.(-) Kas yang dikirim Dari transaksi diatas buatlah ayat jurnalnya? 2. Menerima laporan pertanggung jawaban dari komisioner: Pada saat menerima laporan pertanggung jawaban tersebut pengamanat akan mengetahui 3 hal yaitu: ..700. b) Menerima laporan pertanggungjawaban dari komisioner c) Menerima pembayaran dari komisioner Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah: a. ABC.komisioner……………………… xxx Biaya…………………………………….Penjualan : 100 x Rp.Jumlah yang harus dibayarkan kepada pengamanat .

Pencatatan terhadap transaksi tersebut adalah: a)membayar biaya angkut/perkitan transaksi ini akan dicatat: Barang komisi …………………. Xxx Utang Pengmanat ……………………….000. Latihan Soal? Fa. xxx Contoh: seperti diatas 2. xxx Contoh : sama seperti diatas. Mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner.xxx b. Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat hannya mencakup 4 transaksi. 100.000. Xxx d)Mengirim pembayaran kepada pengamanat: Utang – pengamant ………………… xxx Kas …………………………………….xxx b)Menjual barang komisi Transaksi akan dicatat: Kas…………………… xxx Barang komisi…………………… xxx C) mengirim laporan pertanggung jawaban kepada pengamanat Barang komisi ………………. Xxx c. xxx Kas……………………………………. Ia akan menerima komisi 25% dari hasil penjualan.-. XYZ atas dasar perjanjian penjualan konsinyasi. Demikian pula pengamanat (consignor) setuju untuk mengganti seluruh beban yang dikeluarkan oleh komisioner.. uang muka diperhitungkan sebagai pengurang harga jual per buah televisi yang berhasil dijualnya. Komisioner akan membuat sebuah daftar perhitungan penjualan setiap kuartal dan akan mengrimkan unag sebesar jumlah yang terutang pada tanggal tersebut kepada pengamanat . Dalam perjanjian telah dinyatakan pula bahwa komisioner diharuskan menyerahkan uang muka sebesar Rp.. menjual barang komisi Kas……………………. Membayar biaya angkut/perakitan b.. Komisioner harus menjual televisi tersebut dengan harga jual per buah Rp.Pengkreditan Terhadap rekening barang komisi adalah hasil penjualan barang komisi. Pencatatan terhadap trasaksi tersebut adalah : a.xxx Penjualan …………………. Transaksi yang terjadi selama periode 1 oktober 2005 sampai 31 desember 2005 adalah sebagai berikut: .mengirim pembayaran kepada pengamanat Utang – pengamanat………………… xxx Kas……………………………………………. xxx Dan Harga pokok penjualan……………… xxx Utang – pengamanat ……………………….Membayar biaya angkut /perakitan Utang – pengamanat………………….untuk setiap televisi. Menjual barang komisi c..xxx Kas ……………………………………. ABC setuju mengirimkan beberapa televisi kepada PT. Yaitu: a) membayar biaya angkut/perakitan b) menjual barang komisi c) mengirim laporan pertanggungjawaban kepada pengamant d) mengirim pembayaran kepada pengamanat komisioner. 398.Metode tidak terpisah Pada umumnya pencatatan yang dibuat oleh pengamanat hannya mencakup 3 transaksi yaitu: a.

(15 unit yang terjual) . Buatlah jurnal bagi PT.c) Komisioner menyerahkan uang muka kepada pengamanat atas pengiriman televise d) Komisioner telah menjual secara tunai sebannyak 6 buah televisi. Dipihak lain pengamanat dan komisioner menyelenggarakan suatu sistem akuntansi biaya dan persediaan dengan metode perpetual. Laba penjualan barang konsinyasi dihitung secara tidak terpisah ! Kuis : AKL I Dosen : Wiwi Idawati. 25. Uindo) biaya ini akan diganti oleh Fast Co.sedangkan informasi yang didapat dari PT. Harga jual komputer adalah Rp.Uindo dengan pencatatan akun yang terpisah dari akun regular! Soal 2 Pada bulan desember 2007. 75. Komisioner pada akhir bulan desember melaporkan berhasil menjual sebanyak 150 set buku dengan harga Rp. Pengamanat mengeluarkan beban pengangkutan sebesar Rp.000.Penjualan Rp. 100. Ak Soal 1 Fast Co..untuk mengirim barang konsinyasi tersebut..000 e) Komisioner mengembalikan 2 buah televise kepada pengamanat oleh karena kedua belah televise tersebut tidak laku dijual karena modelnya sudah ketinggalan Zaman.000.-)? b.000. Uindo secara konsinyasi. 500.. beban pengiriman dan pemasangan yang dibebankan kepada pengamanat adalah sebesar Rp. Uindo selama periode Konsinyasi sebagai berikut: . 210.000. Dari catatannya menunjukan bahwa besarnya harga pokok perbuah televise adalah Rp. Buatlah jurnal bag Fast Co dengan pencatatan akun yang terpisah dari akun regular(bagi Fast Co harga pokok setiap komputer Rp. 50. 1.Pertanyaan: a) Buatlah ayat jurnal oleh komisioner dengan anggapan bahwa: 1. Untuk itu komisioner membayar beban pengiriman sebesar Rp.Komisi 10% dari nilai jual .Biaya pasang Rp.. Menitipkan 20 komputer untuk dijual oleh PT.000.000. .a) Pengamanat (consignor) mengirim 10 buah televise kepada komisioner (consignee).Si.500.. Laba penjualan barang komisi (consignment in) dihitung mempergunakan metode pembukuan secara terpisah (separate books)! 2.000.b) Pengamanat telah membayar beban pengiriman sebesar Rp.Biaya angkut Rp.000.000.000. 2.. 40. Laba penjualan barang komisi yang dihitung secara tidak terpisah (not separate books) b)Membuat ayat jurnal yang dibuat oleh pengamanat dengan anggapan bahwa: 1.(untuk membawa komputer dari gudang ke Toko PT. 30. M. SE. PT sakti mengirimkan 200 set buku kepada Toko Buku Gramedia yang dijual secara konsinyasi.- .000 per komputer yang laku terjual ( biaya ini akan diganti oleh Fast Co) Diminta: a.000. 165. Laba penjualan barang konsinyasi dihitung secara terpisah! 2. Pengamanat dan komisioner menggunakan metode perpetual dalam mencatat persediaan barangnya.

Dan mengirim seluruh uang dari hasil penjualan tersebut kepada pengamanat dengan terlebih dahulu memperhitungkan beban pengangkutan atas penjualan barang sebesar Rp. 17. Diminta: Buatlah jurnal yang diperlukan oleh pengamanat dan komisioner untuk bulan desember 2007? .. Harga pokok buku bagi pengamanat adalah Rp.500 pencatatan laba terpisah.500. 62.dan komisi sebesar 5% dari harga jual.

Jenis pusat pertanggung jawaban dari cabang adalah (profit center). g. b. sehingga kepala cabang bertanggung jawab atas semua transaksi yang dilakukakannya kepada kantor pusat. Perlakuan Akuntansi agen tanpa pengelompokan transaksi . Jenis pusat pertanggung jawaban dari agen adalah pusat biaya (cost center). c. 2. Cabang adalah bagian atau subsistem dari suatu organisasi usaha yang mempunyai otonomi untuk mengelola semua kegiatan. pada kegiatan distribusi dan pemasaran produk saja. e. Perlakuan akuntansi untuk Agen Ada dua metode: 1. Ad. Agen adalah Subsistem dari perusahaan yang dibentuk dengan otonom sangat terbatas.PERLAKUAN AKUNTANSI KANTOR PUSAT DAN CABANG Tujuan bab ini adalah agar anda dapat : a. f. d. Mencata Masalah khusus transaksi Cabang Karakteristik Cabang dan Agen Menurut Larsen (1992): 1. Menjelaskan perbedaan akuntansi agen dan cabang Mencatat transaksi agen Mencatat masalah umum transaksi cabang Membuat laporan keuangan cabang dan kantor pusat Membuat laporan keuangan gabungan Menganalisis dan mencatat penyesuaian perkiraan timbal balik.

dipotong PPh Ps 21 sbs: Rp..000.Biaya listrik. 1. telepon dan air Rp. 15.000. Pada akhir bulan diketahui bahwa total produk yang terdistribusi sebagai sampel atau contoh kepada konsumen potensial senilai Rp.Rp. air dan telepon Rp.2.000.gaji salesmen sbs Rp.800.000.000.Agen berhasil menjual barang dagang secara kredit yang disetujui kantor pusat sebesar Rp.Perjalanan dinas Rp.ditambah PPN 10% 3.Biaya lain-lain Rp. Biaya gaji Biaya utilitas Biaya iklan Biaya lain-lain Kas Rp.- 4.000.500.. 275. 1. Biaya iklan Rp. Modal kerja agen Surabaya kas 2. Metode pencatatan persediaan dengan metode physical.000. 1.. Pada tanggal 1 agustus 2004 membuka agen didaerah bekasi.Rp. 3.000..000. 1. 9.Perlengkapan iklan yang terpakai hannya 3/5 bagian .000. Cipaganti bergerak dalam bidang distributor alat rumah tangga.200.Gaji kepada agen sbs Rp.000.500. 700. Perlakuan Akuntansi agen dengan pengelompokan Transaki pada masing.Biaya pemasangan iklan dari surat kabar lokal Surabaya Rp.contoh : PT Tebal yang kantor pusatnya ada dijakarta.Agen mempertanggung jawabkan pengeluaran dan menerima dana kas kecil.000. Data penyesuaian untuk agen bekasi: .4. 150. 700. 3.000.000 per bln dan dipotong PPh Ps 23 sbs Rp.000.000. 580.000.000.3.Pengeluaran kas oleh kantor pusat atas kegiatan agen bekasi sbb: .000. 1. 9. 2. sedangkan agen yang berlaku sebagai display produk dibangun disurabaya. Kantor pusat memberikan dana tunai untuk keperluan operasional agen di Surabaya sebesar Rp.000.Rp. 300..Sewa bangunan Rp.4.000. 8.000.Rp.000.000.Analisis dari transaksi tersebut berupa ayat jurnal umumnya sbb: 1.000.500.000.000 dipotong PPh Ps 21 sbs Rp..Harga pokok penjualan yang ditetapkan atas penjualan agen sbs Rp.000.Rp. PT.000.500.000.Biaya gaji staf agen Rp.. 2.200.000.. Transaksi bulan agustus 2004 sbb: 1. 300.Rp.Rp.000. 9. 3.- 2. 2. Kantor pusat mengirim uang tunai kepada agen sebesar Rp.000. 5.000.Listrik.Perlengkapan ikan yang dibeli dan dikirim keagen sbs Rp.000. 5. 325.masing agen. Persediaan sampel – agen Surabaya Persediaan barang 3.400.5.200. Kantor pusat mencatat operasi agen dengan laba/ rugi terpisah dan menggunakan impress fund system untuk dana kas kecil. 5.000. Pertanggung jawaban dari dana tunai dengan rincian transaksi sbb: . Pengiriman barang untuk dipajang pada counter agen dengan cost sebesar Rp. Pengeluaran kas kecil sebagai berikut: .200.2.- Rp..000.000. 315.000. 3. 4.Persediaan sampel-agen Surabaya Rp. 82..000.

580. 275.Rp.Rp.000.500.500.- Penjualan. Aktiva tetap 5.000. Beban gaji – agen bekasi Beban sewa-agen bekasi Beban utilitas-agen bekasi Beban penjualan dinas-agen bekasi Kas/bank Utang PPh ps.000. 2.000. 1.000. 3. 325.550. Pengiriman barang dagang 3. 315. . 3.- Rp.Rp.500. Ongkos angkut barang dagang 4. 15. 1.Rp.800.000. 348.agen bekasi PPN Keluaran 3.500.000. 325.000.000.Pengiriman barang dagang –agen bekasi Rp.Rp. 82. 1.000. terdiri atas: 1.500.000.500.- Rp.000.000.168. 2.Rp.Kas kecil – agen bekasi Rp. 17. Pengiriman uang 2. 1. 348.Rp.Rp.Rp.000.000.Dari data tersebut susunlah jurnalnya! 1.000. 8.000.Persedian bahan iklan-agen bekasi Jurnal penutup Penjualan – agen bekasi Rp.264.21 Utang pph ps.Rp.800.000. 15.000.Rp.500.Kas/Bank 2.Rp.000.000.000.500.Rp.23 4.000.000.Rp. 275. Piutang Usaha Rp.000.050. Pembebanan beban operasi Rp.Rp.Beban iklan – agen bekasi Rp. 8.Rp. 21 Rp. 1.Rp.000.Rp. 3. 348.500. Beban gaji-agen bekasi Beban iklan-agen bekasi Kas utang pph ps.- 5.252. 8.Harga pokok penjualan-agen bekasi Rp.000. 3. 150.000.000.Harga pokok penjualan-agen bekasi Beban gaji –agen bekasi Beban sewa-agen bekasi Beban utilitas-agen bekasi Beban perjalanan dinas-agen bekasi Beban iklan-agen bekasi Ikhtisar laba/rugi-agen bekasi Transaksi antara Kantor pusat dengan Cabang Masalah Umum.

.4.pada kantor pusat.30.000.- (dalam ribuan rupiah) Pembukaan cabang – Debet denpasar Kas Kantor pusat Perlengkapan Kas Pengirimanbarangdagangan dari kantor pusat Kantor Pusat Pembelian kas Kas Penjualan Kantor Pusat Pengiriman barang dagangan dari kantor pusat 20.000.1. 1. 1.000.16.4. Dewata Rp.000.1.8. 16. Transaksi yang berhubungan dengan pembukuan cabang serta kegiatan operasional cabang di Denpasar sepanjang tahun 2005 Adalah Sbb: 1. Pengiriman kas sbs Rp.000. 6.000..3.000. 3.000.- 7 . 3. Pembayaran Biaya – biaya operasional selama januari 2005 sbb: . Gaji yang terutang Rp.000.. 2.000 dari kantor pusat kepada cabang denpasar.16.000.000. 9.000.000.000. Pembukuan Kantor Pusat Cabang denpasar kas Cabang denpasar Pengiriman barang dagangan ke cabang denpasar Debit 20. Sejahtera adalah BU dagang sepatu yang berkedudukan di semarang.000.000.000.- Kredit 20.Biaya utilitas Rp.000. 5.000.000 secara tunai 5.. 15.10.000.000. 2.000.000.- 1. 4. 10. Masa manfaat dari perlengkapan tersebut senilai selama 5 tahun.Biaya gaji Biaya utilitas Biaya sewa gedung 6.000.000..Transfer kas sebesar Rp.000.4.- 16.- Pengiriman barang dagang ke cabang denpasar Barang dagang yang dikembalikan dari cabang denpasar 1. 2. 6.000. Pada awal tahun 2005 mendirikan cabang di Denpasar.000.000. 3.secara tunai.000.000.000.Contoh : PT. 4. 20.Cabang denpasar membeli perlengkapan untuk toko senilai Rp.000.000.000. Menerima kiriman barang dagangan dari kantor pusat dengan harga perolehan (cost) kantor pusat sebesar Rp.000.000 dan biaya penyusutan Rp. 6. Penjualan barang dagangan selama bulan pertama beroperasi sbs Rp.1.000.7.000.000. Retur barang dagangan kepada kantor pusat senilai Rp.000.Biaya lain-lain Rp.- 16.000.000 secara tunai. 1.Biaya sewa gudang Rp.- Kredit 20.10. 30. Membeli barang dagangan dari PT. 2.Biaya gaji Rp.- 30.000 No 1.000.

Biaya lain-lain kas 2.000.- Kantor pusat 15.- .000.000.- 8 9 Kas Cabang denpasar 15.000.2.1.000.12.kas Ayat jurnal penyesuaian Biaya gaji Utang gaji Biayapenyusutanperlengkapan Akumulasi penyusutan perlengkapan 15.000.1.000.000.000.15.

2. 2.000.000.000.18.000.000.untuk mengambil alih semua aktiva bersih dari PT.000.000. Hawa sebelum proses akusisi adalah: PT. 5. Ad..000.000.000. Metode By Purchase Pada metode ini mengasumsikan bahwa suatu penggabungan usaha adalah upaya dari perusahaan yang bergabung untuk mengakumulasikan semua aktiva bersih dengan prinsip bahwa perusahaan yang baru terbentuk dari hasil penggabungan usaha ini harus memperhitungkan nilai wajar (fair value) dari aktiva bersih perusahaan yang terlibat dalam penggabungan usaha sehingga memungkinkan adanya revaluasi terhadap aktiva bersih tersebut.000. Contoh Kasus : Metode By Purchases – Perolehan kepentingan dengan kompensasi kas PT.000.000. Metode pembelian ( by Purchases) Ad. Hawa. ada dua metode yang dapat digunakan untuk menentukan perlakuan akuntansi bagi penggabungan usaha secara fisik.16.000.000.3. Adam Pada tanggal 1 Januari 2006 menginvestasikan Kas Rp.Nilai Wajar Rp.2.000.000.000. Adapun Neraca PT. 17.000.000.- . Metode Pooling of Interest Pada metode ini mengasumsikan bahwa suatu penggabungan usaha adalah upaya untuk menghubungkan semua potensi yang ada dari seluruh perusahaan yang bergabung sehingga perlakuan akuntansinya adalah dengan mengakumulasikan semua aktiva bersih dengan berdasar pada nilai bukunya masing-masing. Hawa NERACA Per 31 Desember 2005 Nilai Buku Aktiva Lancar Bangunan – Net Tanah Total Aktiva Utang Modal saham Rp.PENGABUNGAN USAHA SECARA FISIK Menurut APB opinion No.18.000. 5.000.10.2.000. Metode penggabungan kepentingan (pooling of Interest).5.15. 1. yaitu : 1.9.000.

000.000.000.000.Laba ditahan Total Ekuitas Dik: .000.- .Rp.6.23.000.000.18.000.000.000.Cost of acquisition sebesar Nilai wajar Aktiva Bersih Selisih 7. 17.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful