1.

Pengertian Hutan Rawa Gambut Hutan rawa gambut merupakan hutan dengan lahan basah yang tergenang yang biasanya terletak di belakang tanggul sungai (backswanp). Hutan ini didominasi oleh tanah-tanah yang berkembang dari tumpukan bahan organik, yang lebih dikenal sebagai tanah gambut atau tanah organic (Histosols). Dalam skala besar, hutan ini membentuk kubah (dome) dan terletak diantara dua sungai besar. Bentukan lahan yang membentuk kubah menciptakan perbedaan ketinggian antara daerah tepi sungai dengan puncak kubah. Hal ini yang menciptakan kemungkinan adanya aliran air dari puncak kubah ke pinggiran sungai hingga menciptakan komposisi lahan yang khas dan dapat menunjang kehidupan-kehidupan yang ada dalam ekosistem tersebut. 2. ProsesTerjadinya Hutan Rawa Gambut

Hutan rawa gambut terbentuk dalam 10.000 – 40.000 tahun. Awalnya berupa cekungan yang menahan air tidak bisa keluar. Setelah 5.000 tahun, maka permukaan akan naik. Lama-kelamaan hutan rawa gambut secara bertahap akan tumbuh. Karena air tidak keluar dan terjadi pembusukan kayu, maka terjadi penumpukan nutrient. Kalau kawasan rawa gambut dibuka, maka air dan nutriennya akan keluar, dan yang akan terjadi adalah kawasan rawa gambut akan dangkal dan unsur hara sangat sedikit. 3. Hutan Rawa Gambut di Indonesia Terdapat 400 juta hektar lahan gambut di dunia, 90 % diantaranya terdapat di daerah temperate dan 10 % sisanya berada di daerah beriklim tropis. Indonesia sendiri mempunyai 20.6 juta Ha atau 10.8 % luas daratan Indonesia. 35% di Sumatera, 32% di Kalimantan, 3% di Sulawesi dan 30% di Papua. Fungsinya yang penting bagi keseimbangan ekosistem membuat lahan ini patut dipertahankan. Sementara menurut Widjaya-Adhi 4,19 juta hektar hutan rawa gambut Indonesia telah dialihfungsikan.

2. Komponen Biotik : Komponen Hidup Terdiri atau flora. Subekosistem sungai :  Ikan. fauna. maupun manusia yang hidup dalam suatu lingkungan ekosistem. Subekosistem lahan Salin  Mangrove dan nipah  Ganggang dan lumut  Siput dan lain-lain . nutrient.4.Komponen Biotik Kekhasan lingkungan abiotik hutan Rawa Gambut membuat hanya spesies tertentu yang mampu bertahan di lingkungan ekosistem ini. Siput. Berdasarkan sub ekosistem yang ada pada ekosistem ini beberapa tipe komponen biotic yang dapat hidup disekitar kawasan ekosistem ini adalah sebagai berikut : 1. Udang. tanah. Komponen Penyusun Hutan Rawa Gambut Beberapa komponen penyusun ekosistem termasuk ekosistem Hutan Rawa Gambut adalah sebagai berikut : Berdasarkan sifat hidup atau tidaknya. dan hewan sungai lain. dan komponen lain dalam hutan rawa gambut. komponen ekosistem dibagi dua: 1.  Ganggang dan lumut  Tumbuhan air seperti enceng gondok 2. udara. air. dalam hal ini adalah hutan rawa gambut. Komponen Abiotik : Komponen Tidak Hidup Terdiri atas komponen penyusun lingkungan seperti cahaya matahari. 1.

Tingginya air pasang dibedakan menjadi dua. Lahan gambut sangat dalam. yaitu rawa pasang surut. Lahan gambut sedang. Berdasarkan kedalaman gambut hutan ini dikelompokkan menjadi :     cm. Genangannya umumnya terjadi pada musim hujan dan menyu sut pada musim kemarau. biasanya terdapat pada ke dalaman 80 . terjadi secara harian (1-2 kalisehari). gambut memiliki kemampuan sebagai penghambat air saat musim hujan dan melepaskan air saat musim kemarau. Pada lahan sperti ini. yaitu lahan dengan ketebalan gambut 100-200 cm. jati) rotan. 2. biasanya penduduk yang tinggal didekat kawasan tersebut hidupnya bergantung pada hasil hutan seperti pengolahan kayu atau rotan. a. yai tu pasang besar dan pasang kecil. lahan rawa dibagi menjadi tiga. Pasng kecil. Rawa lebak Rawa lebak adalah lahan rawa yang genangannya terjadi karena luapan air sungai dan atau air hu jan di daerah cekungan pedalaman. Oleh se bab itu. Lahan gambut dangkal. dan hasil hutan lain  Beberapa spesies hewan langka : harimau pada hutan rawa gambut sumsel. yaitu lahan dengan ketebalan gam but 200-300 cm. c. endapan laut dicirikan oleh adanya lapisan pirit. Kering Tak Balik (Hydrophobia Irreversible) Sifat lahan gambut yang kering tak balik maksudnya ketika terjadi alih fungsi lahan gambut dan diganti dengan sistem irigasi dan drainase berupa parit menyebabkan lahan gambut kering dan sulit memunculkan fungsinya kembali . dan gajah sumatera)  Berbagai macam spesies burung Disamping itu semua disekitar kawasan hutan rawa gambut juga tak jarang banyak kawasan permukiman. Kapasitas Menahan Air Menurut Suhardjo dan Dreissen Lahan gambut mampu menyerap air hingga 850% dari berat keringnya. yaitu lahan dengan ketebalan gambut 50-100 cm.3. Lahan gambut dalam. Subekosistem Rawa Gambut  Kayu (meranti. yaitu lahan dengan keteba lan gambut lebih dari 300 Berikut beberapa karakteristik lingkungan abiotik Kawasan hutan Rawa gambut: a. Rawa pasang surut Rawa pasang surut merupakan lahan rawa yang genangannya dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Komponen Abiotik Berdasaran penyebab genangannya.120 cm dibawah permukaan tanah. b. Rawa lebak peralihan Lahan rawa lebak yang pasang surutnya air laut masih terasa di saluran primer atau di sungai. b. Besarnya kapasitas penahan air lahan gambut menyebabkan penggundulan hutan gambut membuat lingkungan sekitar rawan banjir dan rembesan air laut kedalam tanah. rawa lebak (rawa non pasang surut) dan rawak lebak peralihan.

Dengan kata lain tanaman yang tumbuh di hutan ini cenderung murah roboh. Dalam artian gambut dapat menghantar unsur hara dengan mudah secara horizontal sedangkan daya penyaluran air vertical yang lambat berarti gambut lapisan luar (atas) cenderung kering meskipun bagian bawah hutan rawa gambut sangat basah d. Daya hantar Hidrolik Gambut memiliki daya hantara hidrolik (atau daya penyaluran air) secara horizontal cepat. Oligotopik (tidak subur) Biasanya lahan yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air cenderung lebih tidak subur. 5. f.sekalipun lahan ini dijadikan hutan lagi. Sedangkan lahan yang ikut mengandalkan sumber air sungai relative lebih subur dari yang lainnya. Biasanya kebakaran gambut ini sulit dipadamkan karena cepat menjalar ke lapisan dalam gambut. Mudah Terbakar Sifat lahan gambut yang kaya nutrient dan relative kering dipermukaan menyebabkan lahan gambut mudah terbakar. Eutropik (subur) 2. Daya tumpu Pori tanah yang besar dan kerapatan rendah menyebabkan Tanah Gambut memiliki daya tumpu yang lemah. Pengikat karbon yang baik Fungsi sebagai pengikat karbon hutan rawa gambut sangat membantu keseimbangan iklim global mengingat emisi karbon diudara dituduh sebagai penyebab utama pemanasan global yang terjadi belakangan. Mesotropik (sedang) 3. Ragam Subekosistem Hutan Rawa Gambut Berdasarkan letak Hutan Rawa Gambut yang unik Ekosistem ini teridi atas beberapa tipe subekosistem berikut batas-batasnya sebagaimana gambar: . Kesuburan Gambut Kesuburan gambut dibagi menjadi tiga tingkatan : 1. e. c. Hal ini disebabkan proses terbentuknya lahan gambut yang rumit dan dalam jangka waktu yang panjang. g. Apalagi hutan ini disominasi tumbuhan yang berakar serabut guna mengatur kadar air yang masuk didaerah basah seperti ini. Biasanya terdapat pada hutan hujan dataran rendah bertopografi relative datar h.

Keberadaan lahan salin yang dirembesi air asin membuat mangrove dapat hidup pada lahan salin Hutan Rawa Gambut. Biasanya diitumbuhi tanaman nipah.8 %. Sebagaimana beberapa penduduk wilayah setempat tergantung . Sedangkan lahan salin yang hanya berair asin ketika kemarau disebut lahan salin peralihan. Pada hutan gambut. Sub Ekosistem Sungai Sama seperti sungai dan pinggiran sungai yang lainnya. Begitu juga manusia sebagai salah satu komponen biotic pada hutan rawa gambut memiliki ketergantungan tersendiri terhadap kawasan ini. rembesan air laut tak hanya terjadi ketika hutan gambut berbatasan langsung dengan pantai melainkan bisa karena air masuk melalui sungai pada waktu pasang atau adanya rembesan melalui pori tanah. 2. Lahan salin pada pinggiran pantai mendapat pengaruh rembesan air laut terutama pada musim kemarau. Sedangkan air yang mendominasi ekosistem ini dan pori tanah yang cukup besar membuat tumbuhan rotan dan tumbuhan lain dapat hidup pada ekosisitem jenis hutan rawa gambut. siput. Sementara lahan salin adalah lahan Pasang surut yg kadar garamnya lebih dari 0.1. Keterkaitan Antar Komponen Ekosistem Keberadaan komponen Abiotik yang khas membentuk suatu karakter sendiri pada hutan rawa gambut yang membuat hutan ini berbeda dengan hutan yang lainnya. 6. Tipe sub ekosistem ini yang disebut sebagai lahan potensial didalam gambar 3. sub ekosistem ini menjadi habitat banyak fauna seperti keong. Sub Ekosistem Rawa Gambut Sub ekosistem Rawa Gambut mempunyai karakteristik umum hutan rawa gambut dimana terdiri dari lahan basah yang berperan penting dalam mengikat karbon dan menyerap air. ikan dan beberapa jenis flora pinggiran sungai. cacing. Sub Ekosistem Lahan Salin Lahan salin adalah lahan pasang surut (bagi kawasan pinggiran pantai) dan kawasan yang terpengaruh rembesan air sungai bagi pinggiran sungai). Biasanya dihuni tumbuhan bakau.

Fungsi pengikat air ini sendiri tidak dapat dipulihkan lagi dalam waktu yang singkat. Dan ketika musim hujan. Masalah Terkait Konservasi Hutan Rawa Gambut : 1. 2. Konversi (alih fungsi) menjadi lahan perkebunan dan pertanian Beberapa akibat kerusakan Hutan rawa Gambut: a. 7. SIklus saling ketergantungan inilah yang menciptakan keseimbangan pada ekosisitem rawa gambut ini. Ketika satu rantai keseimbangan pada hutan rawa gambut dirusak. 4. Pembukaan lahan di sekitar hutan rawa gambut 4. Kurang fungsi penyerapan air Besarnya peran Hutan rawa Gambut yang mampu menyerap 850% dari volume tanah kering menyebabkan ketidak seimbangan hidrologi kawasan sekitar. ikan. Ketika hutan rawa gambut dibuka maka air dan nutrient hutan akan keluar dan gambut akan miskin unsure hara dan sangat kering. dan lain-lain. fungsi kesehatan ketika manusia mampu mengolah obat obatan dan fungsi pengontrol iklim global bagi kesejahteraan manusia. Hal ini mengancam keberlanjutan hewan-hewan langka yang hidup didalamnya. rotan. Demikian ketika satu rantai dirusak akan menrusak rantai lain yang ada dalam ekosisitem tersebut termasuk pada hutan rawa gambut. Dangkalnya unsure hara pada hutan rawa gambut Hal ini menyebabkan penurunan permukaan tanah hingga tumbuhan yang mampu bertahan makin berkurang. maka akan tercipta penggundulan hutan gambut di titik tertentu hingga aliran air yang ada akan menglirkan unsure hara dan bermuara di sungai atau laut. . Contohnya ketika manusia terlalu rakus mengeksploitasi rotan dan kayu dihutan. 3. dan tidak ada lagi hewan yang mampu hidup. Hal ini akan menjadikan lahan kering dan rusak hingga fungsinya sebagai pengikat karbon terganggu dan akan menciptakan perubahan iklim global serta bencana banjir. Pengontrol system hidrologi kawasan Gudang pengikat karbon Habitat satwa penting Tumpuan hidup manusia Lahan gambut memberikan fungsi ekonomi ketika manusia mampu mengolah hasil hutan yang ada seperti kayu. gersang. ancaman banjir akan semakin besar meskipun hutan ini telah diganti dengan parit dan system drainase yang baik. akan menyebabkan kerusakan pada rantai-rantai lain yang saling tergantung. Pencurian kayu (illegal logging) 3. Maraknya kebakaran hutan rawa gambut 2.hidup dari mengolah rotan atau kayu yang berasal dari hutan. Peran dan masalah-masalah Hutan Rawa gambut Peran Hutan Rawa Gambut : 1.

Lahan yang rusak dan tidak produktif lagi biasanya akan ditinggalkan oleh penduduk Berikut bagan pengaruh berkurangnya ekosistem hutan rawa gambut : Kerugian Kerusakan Hutan rawa Gambut : a. Kerugian sosial : berkurangnya mata pencarian hidup penduduk Beberapa Strategi Pertahanan Hutan Rawa Gambut : 1. Penurunan Permukaan tanah menimbulkan genangan air yang sifatnya permanen. Demikian Lahan gambut harus dipertahankan. 2. kurang jenis flora dan fauna yang merupakan sumber plasma nutfah. b. 5. karbon yang dilepaskan akan semakin banyak. keseimbangan ilmiah ekosistem rusak. Pemanasan Global tinggi karna karbon hilang Lahan gambut merupakan pengikat karbon yang baik. Jika lahan gambut berkurang.b. c. Karbon lapisan ozon akan membengkak hingga merusak ozon. Kerugian estetis dan nilai alamiah : hutan wisata berkurang dan kenyamanan berkurang. c. Selain itu penurunan lahan bergambut menyebabkan lahan mongering dan semakin mempertinggi peluang terjadinya kebakaran lahan d. Penutupan kanal sebagai pencegah illegal logging Rehabilitasi hutan Kejian kebijakan Patroli intensif (Pembentukan unit pengamanan hutan regional) Penjelasan status kepemilikan lahan. . Kerugian ekologis : menurunnya kualitas ekologis sebagai system penyangga. 3. 4. berubahnya fungsi hidrologi dan pola hujan local dan regional.

Melihat fungsinya yang vital bagi kelangsungan hidup komponen biotic disekitarnya. kawasan ini patut dilindungi . Pembentukan hutan tanaman industry (HTI) bekerja sama dengan masyarakat. Hutan rawa gambut merupakan bentuk kekayaan ekologi yang khas 2. Kampanye kesadaran lingkungan 8.6. 7. Pelarangan penebangan jenis kayu tertentu Kesimpulan : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful