P. 1
BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

|Views: 10,413|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2015

pdf

text

original

Membaca ekstensif adalah membaca sebanyak mungkin teks
dalam waktu yang sesingkat mungkin. Tujuan membaca ekstensif
yaitu untuk memahami isi bacaan yang penting-penting dengan
cepat.

Membaca ekstensif dapat dilakukan dengan cara seperti di

bawah ini.
1.Mencari topik yang sama dari berbagai media.
2.Mengumpulkan beberapa bacaan yang bertopik sama.
3.Membaca sekilas judul bacaan tersebut.
4.Membaca paragraf pertama dan terakhir. Biasanya pada
kedua paragraf tersebut mengemukakan masalah utama.
5.Meneliti secara sekilas petunjuk-petunjuk lain mengenai
informasi yang dibicarakan dalam bacaan tersebut.
Setelah membaca secara ekstensif teks bacaan, kamu dapat
menemukan masalah yang dibahas. Kemudian, kamu dapat
menyimpulkan kesamaan masalah dari kedua bacaan. Cara
menyimpulkan kesamaan masalah sebagai berikut.
1.Mendata masalah tiap-tiap berita.
2.Menentukan masalah utama tiap-tiap berita.
3.Membandingkan masalah dan menyimpulkan kesamaan
masalah tersebut.

89

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas VIII

Bacalah bacaan berikut!

Bacaan 1

Indonesia Minta Maaf

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas
nama pemerintah meminta maaf kepada masyarakat
Indonesia dan kepada negara-negara tetangga,
khususnya Malaysia dan Singapura. Permintaan
maaf disampaikan karena asap akibat kebakaran
dan pembakaran lahan di Sumatra dan Kalimantan
dalam batas-batas tertentu masih mengganggu.
Meski upaya pemadaman terus dilakukan. Hal ini
ditegaskan oleh SBY dalam jumpa pers seusai rapat
koordinasi di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 12
Oktober 2006.

Bencana asap yang dampaknya hingga ke
negara tetangga ini, menurut Presiden, disebabkan
lima hal. Pertama, cuaca panas (suhu udara
mencapai 37 derajat celcius) sehingga mudah terjadi
kebakaran lahan. Kedua, beberapa kasus kebakaran

lahan, itu bukan karena kesalahan manusia, tetapi
karena lahan-lahan gambut yang memiliki titik api.
Ketiga, pelanggaran oleh perusahaan perkebunan
saat membuka lahan dengan membakar.

Penyebab keempat adalah kultur masyarakat
lokal yang masih menganggap membuka lahan
dengan membakar sebagai hal biasa. Kelima, ada
keterbatasan dana dari masyarakat untuk membuka
lahan dengan menggunakan cara-cara yang tepat.

Untuk upaya bersama, akan digelar pertemuan
dengan menteri lingkungan hidup negara ASEAN di
Pekanbaru, Riau, 13 Oktober 2006. Dalam
pertemuan itu akan dibahas kerja sama dan
kontribusi masing-masing. Dirancang pula
pertemuan para ahli mengenai teknologi dan
metodologi penanganan asap.

Sumber:Kompas, 21 Oktober 2006

Telepon PM Singapura SBY Minta Maaf

Bacaan 2

Kabut asap di Sumatra dan Kalimantan benar-
benar membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) tidak enak hati kepada para pemimpin negara
tetangga. Secara khusus dia menelepon Perdana
Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong, untuk
meminta maaf atas pencemaran asap dari hutan In-
donesia tersebut.

Percakapan telepon itu dilakukan SBY sebagai
respon atas surat protes yang dikirimkan pemerintah
Singapura kepada pemerintah Indonesia mengenai
kabut asap yang mengganggu warga Singapura.
SBY menelepon PM Singapura pada tanggal 12
Oktober 2006 pukul 12.00. Hal ini dijelaskan Juru
Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, di Kantor
Presiden.

Dalam percakapan selama 10 menit tersebut,
SBY menjelaskan faktor-faktor penyebab kebakaran
dan asap yang sangat menganggu itu. Misalnya, soal
suhu udara yang sangat panas yang mencapai 37
derajat celcius hingga pembukaan lahan dengan cara
membakar hutan.

Kedua pemimpin itu juga membahas kerja sama
untuk melenyapkan asap tersebut. Presiden juga
memastikan bahwa Indonesia akan mengesahkan
ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollu-
tion
. Perjanjian tersebut merupakan perjanjian tingkat
regional pertama di dunia yang mensyaratkan
kelompok negara bekerja sama menanggulangi asap
lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sumber:Jawa Pos, 13 Oktober 2006

Lakukan kegiatan berikut!

1.Catatlah informasi dari kedua bacaan tersebut!
2.Bertanya jawablah mengenai permasalahan yang ada pada tiap-tiap berita
dengan teman sebangkumu!
3.Bandingkan informasi dari kedua bacaan tersebut!
a.Bertanya jawablah mengenai masalah utama pada tiap-tiap berita
dengan teman sebangkumu!
b.Simpulkan kesamaan masalah pada kedua bacaan tersebut!

90

Pelajaran VIIKabut Asap

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->