P. 1
BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

|Views: 10,447|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2015

pdf

text

original

Kamu akan menyampaikan persetujuan, sanggahan, dan penolakan
pendapat dalam diskusi disertai dengan bukti atau alasan. Kamu juga akan
menggunakan kata baku dan tidak baku.

Contoh kata-kata atau frasa
yang biasa digunakan untuk
menolak pendapat:
a.kurang sesuai,
b.kurang sependapat,
c.belum sesuai dengan
pokok masalah, dan
d.perlu ditinjau kembali.
Contoh persetujuan pendapat:
a.Saya rasa pendapat Anda
sesuai dengan pendapat
saya.
b.Saya setuju dengan pen-
dapat Anda.

Kamu akan menyampaikan pendapat berupa persetujuan, sanggahan, dan
penolakan. Kamu dapat menyampaikan persetujuan, sanggahan, atau
penolakan.

Perhatikan contoh kalimat berikut ini!

1.Saya setuju pendapat Anda. Penghijauan akan mengurangi hawa
panas.
2.Saya kurang sependapat dengan Saudara karena penggundulan
hutan dapat mengakibatkan bencana bagi masyarakat sekitar.
3.Pendapat Anda bertentangan dengan kenyataan sehingga sulit
diterima secara logis.

A.Berdasarkan kalimat di atas, coba tunjukkan kalimat yang menyatakan
persetujuan, sanggahan, dan penolakan!

B.Bahaslah dengan teman sebangkumu!
Bicarakan hal-hal berikut.
1.Mekanisme atau tata cara pelaksanaan diskusi.
2.Etika menyampaikan persetujuan dalam diskusi.
3.Etika menyampaikan sanggahan atau penolakan dalam
diskusi.

Sesuaikan hasil pembahasan tersebut dengan penjelasan berikut!

Mekanisme dan Etika Berdiskusi

Berdiskusi adalah bertukarpikiran tentang masalah khusus dalam
bentuk musyawarah. Pelaksana dalam diskusi terdiri atas ketua
(moderator), penulis (notulis), penyaji masalah (pembicara), dan peserta
diskusi. Ketua (moderator) bertugas memimpin diskusi dan menampung
pendapat atau sanggahan. Seorang penulis (notulis) bertugas mencatat
dan menampung usulan dan sanggahan dari peserta diskusi serta
membuat simpulan hasil diskusi.
Diskusi dapat dilakukan dengan mekanisme atau tata cara
pelaksanaan sebagai berikut.
1.Sebelum membuka diskusi, moderator memperkenalkan sekretaris
berikut identitasnya, penyaji berikut identitasnya, dan kegiatan-
kegiatan yang berhubungan dengan diskusi. Terakhir memperkenal-
kan dirinya selaku moderator.
2.Moderator membuka diskusi dengan uraian pendek. Kemudian,
moderator menyilakan penyaji untuk membacakan makalahnya.

93

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas VIII

3.Selesai penyaji membacakan makalah, kemudian moderator menyilakan
peserta diskusi untuk bertanya dan memberikan pendapat. Apabila
kamu menjadi moderator, kamu harus menyiapkan kalimat-kalimat
yang menyilakan peserta untuk memberikan tanggapan.
Dalam diskusi, pendapat yang disampaikan seseorang belum tentu
diterima peserta lain. Sebaliknya, peserta lain sering menolak atau
menyanggah dan mengajukan pendapat sendiri. Menyanggah pendapat
orang lain harus mengingat hal-hal di bawah ini.
1.Menghindari emosi, marah, dan prasangka negatif.
2.Menyanggah pendapat secara objektif, logis, dan jujur.
3.Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan-
perbandingan yang dapat meyakinkan peserta lain.
4.Menyampaikan sanggahan atau penolakan secara urut, rinci, teliti dan
tidak berbelit-belit.

Contoh:

(1)Saya kurang sependapat dengan alasan yang diajukan oleh
pembicara pertama, karena . . . .
(2)Menurut pendapat saya, beberapa butir konsep yang diajukan oleh
pemrasaran masih perlu diperbaiki.
Selain menyanggah pendapat, peserta diskusi juga dapat menyetujui
pendapat. Dalam memberikan persetujuan, terdapat beberapa hal yang
perlu diperhatikan.
1.Persetujuan dikemukakan dengan menggunakan bahasa yang benar.
2.Persetujuan didukung dengan bukti atau keterangan yang logis dan

jelas.

3.Komentar yang melengkapi persetujuan hendaknya tidak berlebihan.
4.Persetujuan diberikan secara objektif, disertai dengan fakta yang kongkret.
5.Kalimat yang digunakan harus mudah diterima dan tidak berbelit-belit.

Lakukan kegiatan berikut!

1.Buatlah kelompok! Pilihlah ketua diskusi dan notulis! Diskusikan
pernyataan-pernyataan berikut!
a.Membakar sampah di hutan sangat berbahaya karena dapat
menimbulkan kebakaran hutan.
b.Anak-anak seharusnya diberi pengetahuan mengenai cara
melestarikan lingkungan karena akan memberi pengaruh bagi
kesehatannya.
c.Acara ”kumpul-kumpul” di hutan lindung dengan teman-teman
dapat merusak kelestarian dan kebersihan di hutan tersebut.
2.aMajulah ke depan kelas bersama dengan kelompokmu untuk
mendiskusikan masalah yang telah dipilih kelompokmu!
b.Kemukakan pendapatmu dalam diskusi tersebut!

94

Pelajaran VIIKabut Asap

c.Kemukakan pula tanggapanmu atas pendapat yang dikemukakan
dalam diskusi!
d.Jika tidak setuju, kamu boleh mengemukakan sanggahan.
3.a.Kelompok yang lain mengamati mekanisme diskusi tersebut!
b.Setelah diskusi selesai, tiap-tiap kelompok mendiskusikan etika
menyampaikan pendapat dan sanggahan melalui pengamatan
model diskusi yang telah diperagakan oleh kelompokmu!
4.Tunjukkan contoh, fakta, data, ilustrasi, ataupun perbandingannya.
Dalam diskusi tersebut tentu ada banyak usul ataupun sanggahan.
Entah usul atau sanggahan yan bersifat negatif atau positif, ditolak,
diterima, atau bahkan salah sama sekali. Notulis telah mencatat
hasilnya. Berdasar catatan-catatan notulis tersebut, buatlah rangkuman
hasil diskusi kelompokmu!

Kata Baku dan Kata Tidak Baku

Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini!

1.Sanggahan harus objektip, logis, dan jujur.
2.Diskusi panel sifatnya tidak begitu formil, biasanya melibatkan
beberapa pakar dari disiplin ilmu sebagai pembicara.

Kata bercetak miring tersebut merupakan kata yang dinyatakan tidak baku.
Kata baku adalah kata yang mengikuti kaidah atau ragam bahasa yang
ditentukan atau dilazimkan. Kata tidak baku memiliki pengertian yang
sebaliknya dari kata baku.
Sebuah kata dinyatakan tidak baku karena berbagai alasan.
1.Tidak baku karena penulisannya.
2.Tidak baku karena kata tersebut tidak sesuai dengan kata-kata yang
telah dituliskan dalam kamus (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
3.Tidak baku karena kesalahan pengindonesiaan kata-kata serapan dari
bahasa asing.
4.Kata-kata yang biasa digunakan dalam percakapan tidak baku
digunakan dalam bahasa tulis.

C.Benahilah kata-kata tidak baku di bawah ini menjadi kata-kata baku!
a.Peserta diskusi harus sopan, tertib, dan sportip.
b.Kamu harus berfikir logis terhadap semua pendapat dalam diskusi.
c.Sarasehan yang diselenggarakan di Balai Desa Krapyak bersifat non
formal.
d.Kamu harus menggunakan metoda diskusi dengan benar!
e.Peserta diskusi panel tidak dipungut beaya.

95

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas VIII

Tokoh, Penokohan, Tema, Latar, dan Alur

1.Tokoh dan Penokohan
Tokoh merupakan individu atau orang yang diceritakan dalam novel.
Tokoh dalam novel memiliki sifat atau watak yang berbeda-beda. Ada
yang bersifat baik, rendah hati, sabar, jujur, atau suka menolong.
Sebaliknya, ada tokoh yang bersifat jahat, ceroboh, licik, atau sombong.
Penggambaran watak atau sifat tokoh oleh pengarang disebut
perwatakan.
Pengarang dapat menggambarkan sifat atau karakter tokoh melalui
berbagai cara seperti di bawah ini.
a.Penggambaran bentuk lahir tokoh. Pengarang menggambarkan
karakter tokoh dari segi lahiriah yang meliputi keadaan fisik atau
bentuk tubuh, tingkah laku, cara berpakaian, serta yang dikenakan
atau yang dibawanya.
b.Penggambaran jalan pikiran tokoh atau yang terlintas dalam
pikirannya.
c.Penggambaran reaksi tokoh terhadap peristiwa-peristiwa yang
terjadi. Penggambaran ini merupakan paparan tentang cara tokoh
menanggapi suatu masalah atau peristiwa yang terjadi.
d.Penggambaran keadaan sekitar tokoh. Penggambaran ini
merupakan paparan tentang lingkungan atau tokoh lain yang
sangat erat hubungannya dengan tokoh.
Jenis tokoh novel meliputi tokoh utama dan tokoh sampingan. Tokoh
utama adalah tokoh yang menggerakkan cerita dalam novel. Tokoh
utama dibagi dua macam yaitu tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh
protagonis adalah tokoh yang memiliki ide, gagasan, atau perbuatan
yang baik.Tokoh antagonis adalah tokoh yang menentang tokoh
protagonis. Tokoh sampingan merupakan tokoh yang kehadirannya
membantu tokoh utama.

2.Tema

Tema merupakan gagasan pokok yang mendasari penyusunan suatu
cerita. Tema yang diungkapkan pengarang dalam sebuah cerita ada
bermacam-macam, misalnya asmara, kesedihan, misteri, ke-
pahlawanan, dan kegembiraan.

3.Latar

Latar atau setting merupakan keterangan atau rujukan latar peristiwa
atau kejadian yang terjadi dalam cerita atau karya sastra. Berikut ini
jenis latar dalam karya sastra.
a.Latar waktu berkaitan dengan waktu, seperti pagi hari, siang hari,
dan jam.
b.Latar tempat berkaitan dengan tempat, seperti desa, kota, laut,
dan rumah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->