P. 1
BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

BSE Bahasa Indonesia Kelas 8

|Views: 10,512|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2015

pdf

text

original

Kamu akan mengenali ciri-ciri umum puisi dari buku antologi puisi.

Bacalah beberapa puisi dari buku antologi di bawah ini!

Puisi 1
Guruku

Sebuah pelita yang kau berikan padaku
Untuk menerangkan jalan yang gelap gulita
Untuk kebenaran dan keselamatan
Untuk bekal hidup di kemudian hari
Kau laksana sebuah lilin
Walaupun dirimu terbakar
Tapi . . . kau tetap bersinar terang
Kau tak pernah mengeluh
Dan tak pernah mengharap tanda jasa

Karya: Indriani Hustin

Puisi 3
Getaran Jiwa

seperti buana yang
tak pernah melipat bentangnya
seperti laut yang
tak pernah menidurkan ombaknya
ia berjalan sepanjang musim
mewartakan pada anak manusia
damai akan menjadi kembang
tumbuh gagah di padang-padang
subur mekar di segala taman
taman mesjid taman gereja
taman pura taman vihara
terutama taman hatimu
jika penyair tetap percaya pada kata
jika biduan tetap percaya pada nada
jika insan tetap percaya pada Khaliknya

Karya: Diah Hadaning

Puisi 4
Bunga Flamboyanku

Awan jingga bersembunyi di balik pelangi
matahari tersenyum sendu menyelinap
di balik
semak rimbun
angin tiba membelai taman
mengelus mekarnya bunga flamboyanku
Senja berkesan terhalang kabut malam
bulan sabit tersenyum manis
menebar bintang di langit
mewangi harummu, bunga flamboyanku
Fajar cerah menyambut
gerimis hujan jadi lebat
kasihan engkau, flamboyanku
hujan dan angin, kejam
telah merenggut indahmu dari tangkainya
sehingga layu dan gugur ke tanah.

Karya: Sherly Malinton

Sumber:Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Suyono
Suyatno dkk., Yayasan Obor Indonesia, 2003

Puisi 2
Kemarau

Kau datang dan pergi setiap tahun
Panasmu menyengat tubuh
Kau hancurkan
Bungaku yang sedang mekar
Kau biarkan
Semua binatang merintih
Seakan kau tak mau
Mendengar rintihan-rintihan mereka
Kuharap, kau mau mengerti
Aku ingin, melihat kembali
Bungaku bermekaran
Pengganti bungaku yang telah kau
Hancurkan

Karya: Suryani

130

Pelajaran XLapangan Pekerjaan

Hal-Hal Khusus Buku Antologi

Buku antologi adalah buku kumpulan karya sastra dari seorang
pengarang atau beberapa orang pengarang. Puisi-puisi yang ada dalam
buku antologi pasti mempunyai kesamaan dan hal-hal khusus antara puisi
yang satu dengan puisi yang lain. Hal-hal khusus yang kemungkinan ada
dalam puisi antara lain:
1.kesamaan isi,
2.kesamaan tema,
3.kesamaan amanat,
4.kesamaan bahasa,
5.kesamaan pengarang,
6.kesamaan periodisasi puisi,
7.kesamaan tahun terbit puisi,
8.kesamaan bentuk puisi, misalnya puisi anak, puisi remaja, atau puisi

dewasa,

9.kesamaan media yang menebitkan puisi, misalnya dari surat kabar
atau internet, dan
10.kesamaan kata-kata yang digunakan puisi, kata-kata konkret atau kata-
kata kiasan.
Hal-hal khusus yang digunakan untuk membuat buku antologi
ditentukan sendiri oleh penyusun buku antologi. Jadi, setiap buku antologi
mempunyai hal-hal khusus yang berbeda-beda tergantung pada
penyusunnya.

A.Bacalah kembali puisi ”Guruku”, ”Kemarau”, ”Getaran Jiwa”, dan ”Bunga
Flamboyanku”, kemudian lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu!

1.Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a.Bagaimana bahasa yang digunakan keempat puisi tersebut?
b.Bagaimana bentuk keempat puisi tersebut?
c.Bagaimana penggunaan kata-kata keempat puisi tersebut?
d.Apakah keempat puisi tersebut mengungkapkan hal-hal yang
berhubungan dekat dengan anak-anak? Berikan alasanmu!
2.Catatlah jawaban-jawaban yang kamu ungkapkan!
3.Datalah hal-hal khusus yang terdapat dalam keempat puisi di depan!
Kamu bisa menggunakan jawaban-jawaban pertanyaan di atas.
4.Laporkanlah hasil pekerjaanmu kepada gurumu!

Ciri-Ciri Umum Puisi
1.Bentuk adalah struktur fisik puisi. Bentuk puisi ini memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.
a.Judul merupakan pemadatan isi yang menggambarkan puisi
tersebut.

131

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas VIII

Contoh:

Sungai

Waktu masih muda dewasa,
Nyala gembira masih dikandung,
Sungai mengalir gagah perkasa,
Gegap gempita di celah gunung.
Sampai di bawah di tanah datar,
Ia berjalan lambat-lambat,
Telah lebar sekarang dasar,
Megah hati terhambat-hambat.
Makin lama aliran langlai,
Bertambah lembut jadi secara,
Sehingga tenang dalam muara,
Gagah perkasa diganti damai,
Ke dalam laut masuk sekarang,
Sebagai burung masuk ke sarang.

Oleh: Sanusi Pane

Judul ”Sungai” menggambarkan keseluruhan isi puisi. Ketiga bait
puisi tersebut memang menggambarkan sungai secara simbolik.
b.Kata konkret menggambarkan sesuatu yang diacu dalam puisi
supaya lebih konkret.

Contoh:
Dalam puisi ”Sungai” terdapat kata lambat-lambat, lembut, dan
tenang. Kata-kata tersebut mengacu langsung pada makna kata
yang sebenarnya.
c.Diksi merupakan pilihan kata khas puisi dengan memper-
timbangkan makna kias dan lambang atau simbol.

Contoh:
Kata gagah perkasa menggambarkan orang muda yang berniat
membuka dan mencari cita-cita masa depan. Niat ini dilambang-
kan dengan aliran sungai yang menemui dunia luas. Dunia luas
ini digambarkan dengan gunung, muara, dan laut.
d.Imaji merupakan pencitraan dalam puisi. Contohnya imaji visual
(dapat dilihat), imaji auditif (dapat didengar), dan imaji taktil
(dapat dirasa).

Contoh:

Sampai di bawah tanah datar,
Ia berjalan lambat-lambat,
Telah lebar sekarang dasar,
Megah hati terhambat-hambat.
Bait puisi tersebut menggambarkan pencitraan visual. Penyair
seakan-akan melihat aliran sungai.
e.Rima adalah persamaan bunyi atau persajakan.
Contoh:

Bait pertama dan kedua puisi ”Sungai” bersajak a–b–a–b.
f.Tipografi adalah bentuk atau pola puisi yang diwujudkan dalam
larik, bait, ataupun gambar tertentu.

132

Pelajaran XLapangan Pekerjaan

Contoh:

Puisi sungai disusun dengan tipografi:
1)terdiri atas tiga bait;
2)bait pertama dan kedua terdiri atas empat baris;
3)bait ketiga terdiri atas enam baris; dan
4)bait kedua menjorok ke dalam.
2.Isi puisi disebut juga hakikat. Isi puisi terdiri atas hal-hal berikut.
a.Tema (sense) adalah gagasan pokok yang dikemukakan oleh
penyair melalui puisinya.
Tema puisi ”Sungai” adalah orang muda yang meluaskan cita-
cita, harapan untuk mendapatkan nilai hidup yang lengkap.
b.Nada (tone) adalah pengungkapan sikap penyair terhadap
pembaca.
Nada puisi menciptakan suasana puisi. Jadi, nada puisi
berhubungan erat dengan suasana puisi. Ada puisi yang bernada
sinis, protes, menggurui, memberontak, main-main, serius, belas
kasih, takut, mencekam, humor, mencemooh, filosofis, kagum,
atau khusyuk.
Nada dalam puisi ”Sungai” adalah ajakan untuk pembaca supaya
meraih dan mencari bekal hidup seluas dan sebanyak mungkin.
c.Perasaan (feeling) adalah ungkapan perasaan penyair.
Perasaan penyair ini dapat kita tangkap saat puisinya dibacakan
dengan deklamasi atau poetry reading.
Suasana yang tergambar dalam puisi ”Sungai” adalah kedamaian.
d.Amanat (intention) adalah pesan yang disampaikan penulis
kepada pembaca atau kesan yang ditangkap pembaca setelah
membaca puisi.

B.Bergabunglah kembali dengan teman sebangkumu, kemudian lakukan kegiatan

berikut!

1.Perhatikan kembali keempat puisi di depan!
2.Diskusikan ciri-ciri umum keempat puisi di depan!
3.Laporkan hasil diskusimu kepada gurumu!

Lakukan kegiatan berikut!

1.Carilah buku antologi puisi!
2.Cermatilah puisi-puisi yang terdapat dalam buku antologi yang kamu
temukan!
3.Datalah hal-hal khusus yang terdapat dalam buku antologi puisi.
Berikan pula bukti yang berupa kutipan beberapa puisi untuk
menguatkan hal-hal khusus yang kamu data!
4.Simpulkan ciri-ciri umum dari puisi-puisi yang terdapat dalam buku
antologi! Kamu dapat mengambil contoh beberapa puisi.
5.Laporkan hasil pekerjaanmu kepada gurumu!

133

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas VIII

Kata Umum dan Kata Khusus

Perhatikan kembali kutipan bait puisi ”Getaran Jiwa” berikut ini!

. . .

tak pernah menidurkan ombaknya
ia berjalan sepanjang musim
mewartakan pada anak manusia
damai akan menjadi kembang
tumbuh
gagah di padang-padang
subur mekar di segala taman
taman mesjid taman gereja
taman pura taman vihara
terutama taman hatimu
Kata tumbuh pada kata di atas merupakan kata umum. Sebaliknya, kata
mekar, timbul, terbit, dan bertambah besar merupakan kata khusus.
Kata umum adalah kata yang mempunyai arti umum dan mengacu
pada sesuatu yang luas serta mencakup sejumlah istilah khusus. Kata
umum dapat diterapkan pada banyak hal, kumpulan, atau keseluruhan
sifat suatu barang. Kata umum disebut pula hipernim.
Bagian kata umum disebut kata khusus. Kata khusus adalah kata
yang mempunyai arti khusus dan mengacu pada sesuatu yang spesifik.
Kata khusus disebut pula hiponim.

C.Carilah kata khusus dari kata umum berikut!

Kata Umum

musim
kembang

Kata Khusus

D.Carilah kata khusus dari kata tempat ibadah dalam puisi ”Getaran Jiwa”!

Kata Umum

gejala alam

Kata Khusus

awan, pelangi, angin,
kabut, hujan, gerimis

Judul Puisi

Bunga Flamboyanku

Lakukan kegiatan berikut!

1.Bacalah kembali puisi ”Guruku”, ”Kemarau”, dan ”Bunga
Flamboyanku”.
2.Carilah kata khusus dari ketiga puisi tersebut!
3.Tentukan kata umum dari kata khusus yang kamu temukan!
4.Carilah pula kata umum dari ketiga puisi tersebut!
5.Tentukan pula kata khusus dari kata umum yang kamu temukan!
6.Tuliskan pula judul puisi yang mengandung kata umum dan kata
khusus yang kamu temukan!
7.Letakkan jawabanmu dalam format seperti di bawah ini!

134

Pelajaran XLapangan Pekerjaan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->