P. 1
BSE IPS Kelas 8

BSE IPS Kelas 8

4.75

|Views: 9,562|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2014

pdf

text

original

C.

Sumber: Tempo, Juli 2004

Gambar 2.7

Komposisi penduduk berdasarkan usia
dapat digunakan untuk menghitung
angka kebergantungan.

Sex Ratio =

× 100

jumlah penduduk laki-laki
jumlah penduduk perempuan

Dependency
Ratio

=

× 100

jumlah penduduk usia nonproduktif
jumlah penduduk usia produktif

Data komposisi penduduk berdasarkan usia dapat
digunakan untuk menghitung angka kebergantungan
(dependency ratio). Angka kebergantungan adalah angka
perbandingan jumlah penduduk nonproduktif dan
jumlah penduduk produktif. Penduduk nonproduktif
adalah penduduk yang berusia antara 0–14 tahun dan
penduduk berusia 65 tahun ke atas. Penduduk produktif
adalah penduduk yang berusia antara 15–64 tahun. Berikut
Rumus perhitungan angka kebergantungan.

1. Piramida Penduduk

Komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis
kelamin dapat digambarkan dalam suatu grafik yang
dinamakan piramida penduduk. Piramida penduduk dapat
dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

a. Piramida Penduduk Ekspansif (Muda)

Piramida penduduk ekspansif (muda) memiliki
beberapa ciri utama yang dijelaskan sebagai berikut.

Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas VIII

32

1) Bentuknya menyerupai kerucut.
2) Penduduk usia muda antara 0–19 tahun sangat
banyak, sedangkan penduduk usia tua sedikit.
3) Menunjukkan angka kelahiran yang lebih tinggi dari
angka kematian.
4) Terdapat di negara-negara berkembang, seperti
Indonesia, Brasil, dan Nigeria.

b. Piramida Penduduk Stasioner (Dewasa)

Ciri-ciri piramida penduduk stasioner, antara lain

sebagai berikut.
1) Bentuknya menyerupai batu nisan.
2) Jumlah penduduk usia muda dan usia dewasa relatif
seimbang.
3) Menunjukkan angka kelahiran tidak terlalu tinggi
dan angka kematian rendah.
4) Terdapat di negara-negara maju, seperti Amerika
Serikat, Inggris, dan Belanda.

c. Piramida Penduduk Konstruktif (Tua)

Ciri-ciri piramida penduduk konstruktif, antara lain

sebagai berikut.
1) Bentuknya menyerupai guci terbalik.
2) Jumlah penduduk terbanyak terdapat pada kelompok
usia dewasa.
3) Menunjukkan angka kelahiran dan angka kematian
yang rendah.
4) Terdapat di negara-negara Eropa, seperti Prancis,
Swedia, dan Belgia.

Gambar 2.8

Piramida Penduduk Ekspansif (Muda)













Dinamika Penduduk dan Pembangunan

33

2. Persebaran Penduduk di Indonesia

Persebaran penduduk Indonesia tidaklah merata.
Ada pulau yang padat dan ada pula pulau yang jarang
penduduknya. Sebagian besar penduduk Indonesia
menghuni Pulau Jawa. Tingginya tingkat migrasi ke
Pulau Jawa didorong oleh kondisi geografis (fisik
maupun sosial) daerah asal yang dianggap kurang
mendukung kehidupan. Apalagi sejak dahulu Pulau
Jawa merupakan pusat pemerintah, pendidikan, dan
ekonomi. Kebijakan pembangunan yang cenderung
berorientasi ke Pulau Jawa menyebabkan pulau ini
lebih maju dan menarik banyak penduduk pulau lain.
Sampai tahun 2005, distribusi penduduk Indonesia
adalah sebagai berikut.

Tabel 2.2
Distribusi Penduduk Menurut Pulau, 1930–2005

Pulau

Penduduk (Juta)

1930

1961

1971

1980

1985

1990

1995

2000

2005

Jawa dan Madura

41.7

63.0

76.1

91.3

99.9

107.6

114.7

121.3

128.5

Sumatra

8.2

15.7

20.8

28.0

32.6

36.5

40.8

42.5

46.0

Kalimantan

2.2

4.1

5.2

6.7

7.7

9.1

10.5

11.3

12.1

Sulawesi

4.2

7.1

8.5

10.4

11.6

12.5

13.7

14.9

15.8

Pulau lainnya

4.6

7.1

8.6

11.1

12.3

13.7

15.0

15.1

16.5

Total

60.9

97.0

119.2

147.5

164.1

179.4

194.8

205.1

218.9

Sumber: BPS, 2008

Semakin hari Pulau Jawa Semakin sesak. Oleh karena
itu, pembangunan di pulau-pulau lain harus ditingkatkan
agar pemerataan tercapai dan penduduknya tidak terus
tertarik ke Pulau Jawa. Selama ini, pulau-pulau besar
seperti Sulawesi, Kalimantan, Sumatra, dan Papua masih
memiliki tingkat kepadatan penduduk yang rendah.
Pemerataan pembangunan dapat dilakukan dengan
membentuk pusat-pusat pertumbuhan di daerah yang
selama ini tertinggal. Jaringan transportasi perlu dibuka
agar mobilitas penduduknya menjadi tinggi, karena
akses yang baik sangat mendukung perekonomian
penduduk. Fasilitas-fasilitas pendidikan serta pelayanan
sosial lainnya harus disediakan dan mampu menjangkau
lapisan masyarakat yang paling bawah sekalipun.

Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas VIII

34

Saat ini Indonesia tengah mengalami berbagai
permasalahan dalam bidang kependudukan. Dengan
mem perhatikan dinamika, pertumbuhan, komposisi,
dan berbagai perhitungan yang menyajikan data-data
kependudukan, cukup jelas bahwa negara Indonesia
meng alami permasalahan-permasalahan berikut.
1. Jumlah penduduk besar
2. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi (ledakan
pen duduk)
3. Kualitas penduduk rendah
4. Beban kebergantungan besar
5. Penyebaran penduduk tidak merata
6. Tingginya urbanisasi

Permasalahan Kependudukan
di Indonesia

D.

Negara Indonesia memiliki jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara,
ketiga terbanyak di Asia, dan peringkat keempat di dunia. Banyaknya
penduduk ini tentu menimbulkan permasalahan, salah satunya dalam
penyediaan pangan. Untuk megembangkan kecakapan personal dan
sosial, diskusikan dengan teman kelompokmu mengenai permasalahan
penyediaan pangan di Indonesia. Setiap kelompok mempresentasikan
hasilnya di depan kelas secara bergantian.

Aktivitas Sosial

Peta 2.1

Kepadatan Penduduk Indonesia

Permasalahan kependudukan yang tidak diselesaikan
dapat menghambat program pembangunan. Jumlah
penduduk yang banyak dan berkualitas tinggi akan

Dinamika Penduduk dan Pembangunan

35

menjadi sebuah modal yang berharga bagi terlaksananya
program pembangunan di suatu wilayah atau negara.
Akan tetapi, jika jumlah penduduk yang banyak tidak
diimbangi dengan kualitas penduduk yang tinggi, akan
menjadi penghambat dalam menyukseskan program
pembangunan.

Permasalahan kependudukan di Indonesia berdampak
pada aspek-aspek kehidupan antara lain:
1. meningkatnya jumlah pengangguran;
2. meningkatnya angka kriminalitas;
3. semakin banyaknya permukiman kumuh;
4. semakin banyaknya gelandangan dan pengemis
(gepeng);
5. banyak penduduk Indonesia yang kekurangan gizi;
6. meningkatnya anak putus sekolah;
7. tingkat kesehatan penduduk Indonesia rendah.

Sumber: Tempo, 16 September 2007

Sumber: Gatra, 27 September 2006.

Gambar 2.9

Gelandangan dan pengemis
merupakan salah satu masalah
sosial yang sekarang ini
jumlahnya telah melampaui
batas sehingga harus segera
dituntaskan permasalahannya.

Gambar 2.10

Terus meningkatnya jumlah
penduduk menyebabkan
kebutuhan akan ruang semakin
besar. Banyak permukiman yang
dibangun pada lahan yang tidak
semestinya.

Dengan banyaknya permasalahan kependudukan di
Indonesia, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk
memecahkan permasalahan tersebut. Upaya pemerintah
ini antara lain bertujuan untuk memeratakan persebaran
penduduk dan meningkatkan kualitasnya. Semuanya
sangat diperlukan sebagai modal pembangunan pada
masa sekarang dan yang akan datang. Upaya-upaya
tersebut, antara lain sebagai berikut.

Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas VIII

36

Gambar 2.11

Peningkatan di bidang pendidikan
merupakan salah satu upaya
mengendalikan jumlah dan
pertumbuhan penduduk.

Sumber: Tempo, 17 Agustus 2007

1. Upaya untuk mengendalikan jumlah dan pertumbuhan
penduduk Indonesia, meliputi:
a. dikeluarkannya undang-undang perkawinan
yang mengatur tentang usia perkawinan;
b. dilaksanakannya program Keluarga Berencana
(KB);
c. peningkatan di bidang pendidikan;
d. pembatasan tunjangan anak bagi pegawai;
e. peningkatan kualitas di bidang kesehatan.
2. Upaya untuk mengendalikan jumlah dan per-
tumbuhan penduduk Indonesia, meliputi:
a. melaksanakan program transmigrasi;
b. membuka lapangan kerja baru di daerah yang
jarang penduduknya;
c. program listrik masuk desa;
d. pembangunan desa tertinggal;
e. perbaikan hubungan transportasi dan komunikasi
antarpulau.

Pemerintah Indonesia memang sangat bertanggung
jawab terhadap keberhasilan upaya-upaya tersebut.
Namun, upaya dalam menangani masalah kependudukan
ini harus didukung oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Dengan kerja sama yang sinergis antara pemerintah
dan masyarakat, keberhasilan program-program yang
tersebut memiliki peluang yang lebih besar.

Dinamika Penduduk dan Pembangunan

37

Setelah mempelajari materi ini, kamu tahu bahwa Indonesia memiliki beberapa permasalahan kependudukan
yang berpengaruh terhadap pembangunan. Permasalahan tersebut meliputi permasalahan kuantitas
(jumlah) dan kualitas (mutu). Cobalah kamu uraikan lagi permasalahan-permasalahan kependudukan di
Indonesia, baik kualitas maupun kuantitas selain yang telah diuraikan sebelumnya.

Refleksi Pembelajaran

Ikhtisar

Perubahan jumlah penduduk dari waktu ke

waktu disebut dengan istilah dinamika penduduk.
Faktor yang menyebabkan terjadi nya dinamika
penduduk, yaitu kelahiran (fertilitas), kematian
(mortalitas), dan per pindahan (migrasi).
Data kependudukan Indonesia diperoleh dengan

menerapkan metode pendataan penduduk, baik
secara kualitas maupun kuantitas, dapat dilakukan
dengan tiga cara, yaitu sensus penduduk, survei
penduduk, dan registrasi penduduk.
Pertumbuhan penduduk alami adalah per-

tumbu han penduduk yang diperhitungkan
dari selisih antara kelahiran dan kematian.
Pertumbuhan penduduk total adalah per-
tumbuhan penduduk yang diperhitungkan
dari selisih antara kelahiran, kematian, dan
migrasi (imigrasi dan emigrasi).
Komposisi penduduk adalah susunan atau

pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-
kriteria jenis kelamin, mata pencarian, dan
pendapatan.

Sex ratio

adalah angka yang menunjukkan
perbandingan antara jumlah penduduk laki-
laki dan jumlah penduduk perempuan. Angka
kebergantungan (dependency ratio) adalah
angka yang menunjukkan perbandingan
antara jumlah penduduk nonproduktif dan
jumlah penduduk produktif.
Komposisi penduduk berdasarkan usia dan

jenis kelamin dapat digambarkan melalui
pira mida penduduk dan dikelompokkan men -
jadi tiga jenis, yaitu piramida penduduk eks-
pansif, stasioner, dan konstruktif.
Permasalahan-permasalahan kependudukan

di Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Jumlah penduduk besar
b. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
c. Kualitas penduduk rendah
d. Beban kebergantungan besar
e. Penyebaran penduduk tidak merata

Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas VIII

38

1. Semua orang yang menempati suatu
wilayah dalam kurun waktu tertentu
disebut ….
a. warga negara
b. rakyat
c. penduduk
d. bangsa
2. Perubahan penduduk yang terjadi
karena faktor kelahiran, kematian, dan
migrasi disebut ….
a. pertumbuhan penduduk
b. komposisi penduduk
c. dinamika penduduk
d. ledakan penduduk
3. Masalah kuantitas penduduk Indonesia,
antara lain ….
a. pertumbuhan penduduk yang
tinggi
b. tingkat pendidikan yang rendah
c. tingkat kesehatan yang rendah
d. penguasaan teknologi yang
rendah
4. Pengumpulan data kependudukan
dengan menggunakan sampel-sampel
wilayah disebut ….
a. sensus penduduk
b. registrasi penduduk
c. biodata penduduk
d. survei penduduk
5. Pendataan penduduk yang hanya
dikenakan kepada penduduk yang benar-
benar bertempat tinggal di wilayah sensus
disebut ….
a. sensus de jure
b. sensus de facto
c. survei
d. registrasi

6. Angka kebergantungan penduduk suatu
negara dapat dihitung dari komposisi
penduduk berdasarkan ….
a. jenis kelamin
b. tempat tinggal
c. mata pencarian
d. usia
7. Piramida penduduk Indonesia me -
nunjuk kan golongan penduduk usia
muda karena ….
a. sebagian besar berumur antara 15-
64 tahun
b. sebagian besar penduduk berusia
muda
c. sebagian besar penduduk berusia
0-14 tahun
d. angka harapan hidup Indonesia
rata-rata mencapai usia di bawah
60 tahun
8. Dampak besarnya angka keber gantungan
penduduk Indonesia ter hadap kondisi
sosial ekonomi adalah ….
a. sulit mencari pekerjaan
b. upah kerja sangat rendah
c. mutu produksi barang-barang
turun
d. beban berat yang dirasakan pen-
duduk usia kerja
9. Negara berkembang pada umumnya
memiliki bentuk piramida penduduk
jenis ….
a. konstruktif
b. stasioner
c. ekspansif
d. sistematik

Kerjakanlah pada buku tugasmu.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->