P. 1
BSE Bahasa Indonesia Kelas 9

BSE Bahasa Indonesia Kelas 9

|Views: 14,534|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2015

pdf

text

original

Kamu akan berpidato dengan intonasi yang tepat dan artikulasi
serta volume suara yang jelas.

Pada Pelajaran VII kamu telah belajar berkhotbah. Kamu telah
mengetahui cara berkhotbah dengan intonasi yang tepat dan artikulasi
serta volume suara yang jelas. Pada pelajaran ini kamu akan belajar
berpidato. Pada saat berpidato, ada beberapa hal yang harus
diperhatikan, yaitu suara harus lantang dan jelas, tinggi rendahnya
suara, penandaan hal-hal yang penting dari isi pidato (penandaan kata-
kata kunci).

Seorang pembawa pidato harus mempunyai rasa percaya diri dan
keberanian. Pada waktu membawakan pidato hendaknya sesekali
mengarahkan pandangan ke arah pendengar. Dengan demikian,
pendengar merasa dihargai dan seakan-akan diajak berbicara.
Pada waktu menyampaikan pidato, seseorang dapat melakukan
dengan berbagai cara. Misalnya, pidato disampaikan secara langsung
tanpa persiapan (metode impromptu), disampaikan dengan cara
membuat kerangka isi pidato yang akan disampaikan (metode ekstem-
poran), disampaikan dengan cara tanpa naskah (metode menghafal),
dan disampaikan dengan membacakan naskah yang telah dipersiapkan
(metode naskah).

Kata sambung baik . . . maupun menunjukkan penjumlahan
yang menyatakan perluasan. Klausa kedua memberikan
informasi atau penjelasan tambahan untuk melengkapi
pernyataan pada klausa pertama.
Kata sambung entah . . . entah dan atau . . . atau menunjukkan
hubungan pemilihan. Hubungan pemilihan ialah hubungan yang
menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang
dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan.

Petunjuk memulai pidato.
a.Mulailah setenang mungkin.
b.Berpikirlah positif untuk
menghilangkan rasa takut,
grogi, dan gagap.
c.Jangan memulai pidato
dengan membaca dan
terikat pada teks, tetapi
bicaralah bebas, atau
dengan cara menghafal.
d.Jangan mulai dengan me-
minta maaf.
e.Hindari kata-kata pembuka
pidato dengan ”kalau”,
”andaikan”, dan ”apabila”.
f.Pandang sebentar hadirin.
Berkomunikasilah melalui
pandangan mata.
g.Usahakan menarik per-
hatian pendengar dan
ciptakan kontak dengan
mereka.
h.Mulailah pidato dengan
cara lain, tetapi menarik.
Artinya, tidak perlu selalu
memulai dengan rumusan-
rumusan umum yang
selalu sama.

117

Cakap Berbahasa Indonesia Kelas IX

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->