P. 1
BSE Penjas Kelas 9

BSE Penjas Kelas 9

5.0

|Views: 15,894|Likes:
Published by Mulyo Wong Cirebon
Website : http://gratis4all.com
Website : http://gratis4all.com

More info:

Published by: Mulyo Wong Cirebon on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2015

pdf

text

original

154

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX

1.Kram/Kejang Otot

Kram atau kejang otot adalah suatu keadaan di mana suatu otot mengalami

kekejangan akibat melakukan kegiatan yang cukup berat. Berikut ini penyebab

terjadinya kejang otot pada saat melakukan penjelajahan di pegunungan.

a.Kurang pemanasan.

b.Keadaan otot yang benar-benar lelah dan masih dipaksakan untuk melakukan

penjelajahan. Pada saat terjadi kram, otot tubuh kekurangan oksigen dan

banyak tertimbun asam arang atau asam susu. Hal ini merupakan racun di

dalam jaringan otot sehingga menyebabkan otot sudah tidak mampu bekerja

lagi. Akibatnya otot akan mengalami kram atau kejang.

Upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan cara:

a.melakukan pemanasan secukupnya,

b.makan garam dapur, dan

c.jika otot terasa lelah lebih baik beristirahat terlebih dahulu.

Pertolongannya dapat dilakukan dengan cara:

a.pasien ditidurkan telentang,

b.pakaian dan ikat pinggang dikendorkan serta sepatu dilepas,

c.telapak kaki yang kram ditarik dan ditekan ke arah punggung kaki dengan

salah satu tangan,

d.pada bagian atas lutut ditekan ke bawah dengan tangan yang lain dan tahan

beberapa saat, serta

e.oleskan balsam pada betis lalu diurut dan jika keadaan otot sudah terasa

lunak berarti sudah sembuh.

2.Pingsan (Lena/Gangguan Kesadaran)

Dalam pengertian sehari-hari, pingsan berarti tidak sadarkan diri. Gangguan

kesadaran itu dapat terjadi karena sebab-sebab berikut ini.

a.Kelelahan, perasaan ketakutan, tak tahan melihat darah, perut dalam keadaan

kosong.

b.Udara panas.

c.Keracunan.

d.Pendarahan otak.

Sumber: www.geocities.com, 2009

Gambar 9.8 Memberi pertolongan

pada korban pingsan.

Bab 9 Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)

155

Sebelum pingsan, biasanya ditandai dengan perasaan mual, sesak, pusing,

telinga berdenging, penglihatan berkunang-kunang, kemudian tak sadarkan diri.

Pada saat itu raut muka tampak pucat, keluar keringat dingin, denyut nadi cepat

dan pernapasannya perlahan-lahan. Pertolongan dapat dilakukan dengan cara:

a.baringkan penderita di tempat yang teduh dan datar tanpa bantal,

b.longgarkan pakaian,

c.posisi kepala dimiringkan agar jika penderita terasa ingin muntah akan mudah

keluarnya, serta

d.ciumkan bau-bauan cairan amoniak atau minyak wangi.

3.Gangguan Pernapasan

Apabila salah satu teman kita mengalami gangguan pada saat melakukan

penjelajahan, pertolongan dapat dilakukan dengan cara:

a.baringkan korban telentang,

b.bebaskan jalan napas dengan membersihkan benda yang menyumbat mulut,

kerongkongan dan tenggorokan,

c.jika korban belum bernapas segera beri pernapasan buatan,

d.raba denyut nadi korban, serta

e.jika telah sadar segera beri rangsangan dengan bau yang menyengat lalu

tenangkan korban.

4.Gangguan Luka dan

Patah Tulang

Berikut ini beberapa tindakan yang

perlu dilakukan ketika ada teman yang

terserang gangguan luka dan patah tulang.

a.Bawa korban ke tempat yang teduh

dan aman.

b.Tenangkan korban dan usahakan agar

badan tetap hangat.

c.Hentikan luka pendarahan.

d.Jika ada patah tulang beri bidai dan

balut dengan perban.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006.

Gambar 9.9 Gangguan patah tulang bisa

ditolong dengan memberi bidai dan perban.

Perlengkapan tambahan yang cukup penting dalam kegiatan survival adalah

P3K. Berikut ini beberapa jenis perlengkapan P3K.

1.Pembalut luka.

2.Obat cuci hama.

3.Kain segitiga, kapas steril, plester.

4.Perban kain, elastis perban, gunting, pisau kecil.

5.Aspirin, oralit, CTM, obat lambung, tetes mata, bioplacenton, pil kina, dan

sebagainya.

156

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk SMP/MTs Kelas IX

Bagi kalian yang hendak melakukan penjelajahan alam, ingatlah beberapa

hal berikut ini.

Take nothing, but pictures (jangan ambil sesuatu kecuali gambar).

Kill nothing, but times (jangan bunuh sesuatu kecuali waktu).

Leave nothing, but foot print (jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak kaki).

Info Khusus

5.Mengatasi Gangguan Binatang

a.Nyamuk, gangguan nyamuk bisa diatasi dengan cara berikut ini.

1)Menggunakan obat nyamuk.

2)Bila tidak ada obat nyamuk, bisa diganti dengan bunga kluwih dibakar.

3)Bisa juga dengan kain bekas dan minyak tanah dibakar, lalu dimatikan

sehingga asapnya bisa mengusir nyamuk.

b.Disengat lebah, oleskan air bawang merah pada luka bekas sengatan berkali-

kali, tempelkan tanah basah/tanah liat di atas luka sengatan, jangan dipijit-

pijit, tempelkan pecahan genting panas di atas luka, olesi dengan vetsin

untuk mencegah pembengkakan.

c.Digigit lintah, teteskan air tembakau pada lintahnya, taburkan garam di

atas lintahnya, teteskan sari jeruk mentah pada lintahnya, taburkan abu

rokok di atas lintahnya. Untuk membuang lintah upayakan dengan patahan

kayu hidup yang ada kambiumnya.

d.Digigit semut, gosokkan obat gosok pada luka gigitan, letakkan cabai merah

pada jalan semut, bisa juga dengan meletakkan sobekan daun sirih pada

jalan semut.

e.Digigit kalajengking dan lipan, pijatlah daerah sekitar luka sampai racun

keluar, ikatlah tubuh di sebelah pangkal yang digigit, tempelkan asam yang

dilumatkan pada luka, taburkan serbuk lada dan minyak goreng pada luka,

taburkan garam di sekeliling tenda untuk pencegahan.

Aktivitas penjelajahan alam merupakan aktivitas belajar yang cukup baik

dan menyenangkan. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu kalian

perhatikan demi keselamatan kalian.

¶Menjaga kebersihan lingkungan maupun kelestarian alam.

¶Tertib dan teratur sesuai dengan instruksi guru.

¶Mengerjakan tugas yang diberikan guru, baik kelompok maupun perorangan.

¶Perjalanan harus mengikuti denah atau peta yang telah dibuat/ditentukan.

Tips & Trik

Bab 9 Pendidikan Luar Kelas (Outdoor Education)

157

Rangkuman

¶Keterampilan dasar penjelajahan meliputi perencanaan penjelajahan dan

persiapan penjelajahan.

¶Perencanaan penjelajahan meliputi perencanaan kegiatan penjelajahan,

perkiraan waktu, penentuan lokasi, penentuan biaya, dan pembagian tugas.

¶Persiapan penjelajahan meliputi persiapan mental peserta, persiapan fisik

peserta, dan peralatan/perlengkapan.

¶Perencanaan dan persiapan penjelajahan sangat memengaruhi sukses tidaknya

sebuah aktivitas penjelajahan.

¶Saat melakukan aktivitas penjelajahan, akan banyak ditemui bahaya yang

menghadang, yang meliputi bahaya subjektif dan objektif. Bahaya subjektif

yaitu bahaya yang datang dari diri sendiri. Bahaya objektif adalah bahaya

yang datang dari sifat-sifat alam.

¶Untuk menghadapi bahaya saat melakukan aktivitas penjelajahan, penjelajah

alam harus menguasai keterampilan dasar penyelamatan di alam bebas.

Dan senantiasa:

¶Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

¶Percaya kepada kawan (dalam hal ini kawan adalah rekan pegiat dan peralatan

serta perlengkapan, tentu saja juga harus disertai bahwa dalam diri kita sendiri

juga dapat dipercaya oleh teman tersebut dengan menjaga, memelihara, dan

melindunginya).

¶Percaya kepada diri sendiri, yaitu percaya bahwa kita mampu melakukan

segala sesuatu dengan baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->