P. 1
Tradisi sadranan

Tradisi sadranan

|Views: 192|Likes:
Published by Devi oktaviani
Tradisi Sadranan
Tradisi Sadranan

More info:

Categories:Types, Maps
Published by: Devi oktaviani on May 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2015

pdf

text

original

Tradisi Sadranan

Tradisi sadranan adalah tradisi yang di lakukan untukmemperingati hari jadi desa tersebut. Tradisi ini sudah jarang di temukan hanya desa tertentu saja yang melakukan nya . hari jadi tersebut dilihat bukan dari tanggal nasional melainkan dengan tanggalan jawa ,saat tradisi ini berlangsung biasanya warga berbondong-bondong datang ke makam atau bisa di sebut dengan ziarah ke makam leluhur kita dengan berpakaian rapih dan sopan ,biasanya kegiatan tersebut disertai dengan membawa makanan ringan ,nasi ,lauk pauk,dan ada juga yang masih menggunakan “ayam ingkung”,tapi ada juga desa melakukan sadranan tapi tidak datang ke makam melainkan hanya berkumpul di perempatan utama di desa tersebut ,tapi tetap tidak lupa dengan makanan yang harus tetap di bawa. Karena hari jadi setiap desa berbeda maka tradisi ini di lakukan tidak bersamaan antara desa satu dengan yang lain. Tradisi ini rutin di adakan setiap setahun sekali ,ya di hari jadi desa tersebut tradisi ini biasanya di lakukan saat pagi hari.tujuan dari sadranan ini adalah untuk mendoakakn leluhur kita yang telah mendahului kita, juga meminta kepada yang maha kuassa agar desa yang di tempat tinggali tetap aman selamat dari bencana apapun. Namun kadang yang melakukan tradisi itu suka salah tangkap dengan membuat buat tujuan berbeda yaitu mereka sering mengartikan bahwa sadranan itu mendoakan leluhur ,juga meminta perlindungan desa nya.Tampak kesalahan mereka tidak terlihat, tapi setelah tahu ,ternyata kesalahan mereka terletak pada sispa mereka meminta?? Sebagian orang yang belum paham sering terbalik

yang seharusnya kita mendoakan mereka yang telah tiada malah kita yang meminta kepada mereka ? jadi musrik bukan? Lalu apakah tradisi itu tidak layak ada? Atau bahkan melakukan tradisi itu dosa? Sebenarnya dosa dan tidak itu tergantung pada diri kita sendiri.. (jika kita melakukan tradisi itu..) ,maksudnya apa tujuan kita dalam melakukan tradisi tersebut.Tujuan nya ya tadi kita mendoakan desa agar selalu selamat sejahtera , mendoakan nenek moyang atu leluhur kita, namun memintaa pertolongan nya jangan kepada leluhur yang telah tiada kita memintanya pada yang maha kuasa . Karena tradisi ini adalah tradisi nenek moyang sudah sulit untuk di temukan, (karena semakin berkembang nya zaman jadi orang orang sekarang sering malas dan tidak mau repot repot memasak dan membawanya ke perempatan desa atau ke depan makam ,orang sekarang sudah tidak mau melakukan tradisi tersebut ) Sebenarnya tradisi sadranan ini bersifat silaturahmi karena dengan sadranan kita akan lebih mudah untuk bersilaturah mi dengan orang lain ,dengan cara memberikan atau membagikan makanan kepada orang lain .Pada saat sadranan berlangsung sudah banyak orang yang tidak mampu menunggu di pinggir jalan untuk di bagi makanan , biasanya orang sudah menunggu itu adalah orang dari desa lain yang jauh,mereka datang jauh hanya untuk meminta makan , dan makanan pun di bagikan saat do’a sudah selesai nah sambil mengemasi makanan yang juga di makan orang yang melakukan sadranan orang tersebut membagikan makanan yang di bawa nya ,untuk orang yang kurang mampu di sekitar juga akan di beri makanan sadranan, dan di antar kerumah Orang itu sesungguhnya akan senang melihat orang lain bahagia ,orang kurang mampu tersebut hanya ingin merasakan kebahagiaan ynag kita rasakan

,dengn berbagi sedikit makanan yang kita punya orang tersebut akan merasa sangat bahagia,,

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->